Jenis-jenis Kargo dan Proses Penanganan Kargo Barang

Jenis-jenis Kargo dan Proses Penanganan Kargo Barang

Cargo adalah semua barang yang dikirimkan melalui darat, laut, dan udara untuk kebutuhan perdagangan antar kota maupun antar negara. Pengiriman kargo bisa dilakukan oleh perusahaan besar atau individu. Pihak-pihak yang terlibat di dalam pengiriman kargo adalah pengirim, penerima, dan pihak pengangkut.

Alur jalan pengiriman kargo diatur oleh penanganan kargo, sehingga barang dapat sampai kepada pembeli dengan selamat. Apa itu penanganan kargo? Informasi selengkapnya akan dibahas pada artikel berikut, termasuk jenis-jenis kargo barang, proses penanganan kargo, dan alat-alat yang digunakan.

Apa Itu Penanganan Kargo?

man wearing face mask standing near vehicle door with brown carton boxes
Photo by Pavel Danilyuk on Pexels.com

Jika kargo artinya jenis ekspedisi atau pengiriman, maka penanganan kargo adalah proses pembongkaran muatan yang dilakukan di titik pengiriman dan di lokasi tujuan. Proses ini bertujuan agar transisi barang berjalan efektif dan barang terkirim sesuai estimasi yang ditetapkan, tanpa ada kekurangan atau cacat.

Dalam proses penanganan kargo, terdapat tiga pihak yang terlibat di dalamnya. Pihak-pihak ini, antara lain:

Pengirim (Shipper)Pengirim bisa berupa perorangan, kelompok, maupun perusahaan skala kecil atau besar. Proses penanganan biasanya dilakukan sendiri atau tanpa penanganan. Tapi, ada juga yang melalui jasa ekspedisi laut dan udara. 
Pengangkut (Carrier)Pengangkut adalah pihak yang menyediakan jasa ekspedisi. Pengangkut dapat berupa cargo sales agent dan sales airline
Penerima (Consignee)Penerima adalah pihak konsumen, baik individu, badan usaha, atau agen kargo. 

Jenis-jenis Kargo Barang

Kargo identik dengan pengiriman dalam jumlah dan volume yang besar. Kargo terdiri dari beberapa jenis sesuai dengan jenis barang yang dikirimkan. Untuk pengiriman via pelabuhan sendiri, kargo barang dapat dibagi menjadi empat jenis yaitu general cargo, special cargo, irregularity cargo, dan dangerous cargo.

1. General Cargo

Adalah jenis kargo yang masuk dalam kategori barang-barang umum, jadi tidak membutuhkan penanganan khusus. Meski demikian, ada syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi agar pengiriman general cargo berjalan lancar. Barang-barang yang dikirimkan menggunakan jenis ini, seperti peralatan kantor, peralatan rumah tangga, alat-alat olahraga, kebutuhan sehari-hari, pakaian, sepatu, dan tas. 

2. Special Cargo

Seperti namanya, jenis kargo ini membutuhkan penanganan spesial karena ada regulasi khusus yang harus dipenuhi untuk melancarkan proses pengiriman. Transportasi pengiriman yang digunakan adalah pesawat terbang. Sedangkan barang-barang yang diangkut dalam special cargo meliputi makanan segar, tanaman hias, binatang, emas, berlian, barang dengan aroma menyengat, hingga jenazah manusia dalam bentuk utuh maupun yang sudah dikremasi. 

3. Irregularity Cargo

Sejumlah pengiriman kargo yang bermasalah, baik karena barang yang dikirimkan rusak atau tidak terpenuhinya SOP di lapangan dinamakan irregularity cargo. Terdapat empat jenis irregularity cargo yang bisa ditemukan dalam pengiriman, seperti missing cargo, damage cargo, overload cargo, dan found cargo

4. Dangerous Cargo

Jenis barang yang termasuk dalam kategori berbahaya dan berpotensi menimbulkan bahaya dikirimkan melalui dangerous cargo. Barang ini peka terhadap tekanan, suhu udara, dan getaran yang tidak hanya mengganggu kenyamanan, tapi juga dapat membahayakan keselamatan. Barang-barang yang termasuk dangerous cargo, seperti cairan kimia, peledak, petasan, peluru, senjata, dan kembang api. 

Barang berbahaya yang diangkut menggunakan dangerous cargo dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu:

  • Kelompok A: barang berbahaya yang dapat diangkut menggunakan pesawat kargo atau penumpang
  • Kelompok B: barang berbahaya yang hanya dapat diangkut menggunakan pesawat kargo
  • Kelompok C: barang berbahaya yang sama sekali tidak boleh diangkut menggunakan pesawat kargo maupun penumpang

Khusus untuk dangerous cargo, terdapat beberapa aturan pengiriman yang harus diperhatikan, di antaranya:

  • Mengikuti aturan pengiriman udara yang ditetapkan oleh IATA untuk barang-barang berbahaya
  • Patuh kepada perundang-undangan yang berlaku
  • Melengkapi semua dokumen persyaratan
  • Mengemas barang sesuai standar pengemasan yang ditentukan oleh IATA
  • Mengikuti standar marking atau labeling yang telah ditetapkan

Baca Juga: 5 Perbedaan Pengiriman Ekspedisi dan Kargo

Proses Kerja Penanganan Kargo Barang

Penanganan barang kargo tidak boleh dilakukan asal-asalan. Terdapat beberapa proses penanganan yang perlu diperhatikan, di antaranya:

1. Penerimaan

Proses penyerahan barang dari penyedia jasa pengiriman (shipper) kepada pihak bandara dinamakan penerimaan. Sebelum barang diterima, ada persyaratan yang sudah dibicarakan sebelumnya, seperti biaya pengiriman, dokumen yang perlu disiapkan, dan ketentuan lain yang telah disepakati oleh pihak airlines, shipper, dan pihak kargo. 

2. Penimbangan Barang

Penimbangan barang ditujukan untuk mencocokkan hasil timbangan shipper. Penanganan kargo berupa penimbangan ulang perlu dilakukan, sehingga hasilnya sesuai dengan dokumen yang tertera sebelum akhirnya dikirimkan.

3. Pembuatan Dokumen

Tujuannya adalah untuk membuat dokumen angkut kargo yang sesuai dengan wujud barang yang ada di dalam kargo. Dokumen ini terdiri dari beberapa jenis, di antaranya:

  • Cargo Booking Advice (CBA)
  • Pemberitahuan Isi Barang (PTI)
  • Bukti Timbang Barang (BTB)
  • Checklist building
  • CN 38 (pos)
  • Surat muatan udara

4. Marking, Labeling, dan X-Tray

Dalam proses ini, barang yang sudah ditandai akan diberi label untuk dikirimkan. Di bagian luar barang akan ditempelkan label special cargo yang catatan agar barang tidak dibanting. Setelah itu, masuk ke proses x-tray untuk melihat apakah barang sesuai dengan keamanan kargo atau tidak. 

5. Storage

Menyusun dan mengelompokkan barang sesuai tempatnya dinamakan penanganan storage. Penanganan ini bertujuan untuk memastikan bahwa tidak ada kargo yang tertinggal, hilang, dan salah kirim. Penanganan storage berada di terminal kargo atau biasa disebut dengan tempat penyimpanan. 

6. Build-up

Build up adalah proses memasukkan kargo ke dalam gerobak kargo, lalu mengantarkan kargo ke pesawat. Setelah barang disusun sesuai tujuan dan jenis pesawatnya, kargo akan dimuat ke dalam gerobak yang telah dibungkus dengan plastik solid sesuai dengan SOP yang berlaku. 

7. Loading

Setelah kargo sampai di bagian apron, kargo akan dimuat ke dalam bagasi pesawat. Penanganan ini dilakukan oleh bagian groundhandling maskapai dan pihak lain yang terlibat untuk membawa kargo tersebut.

Penanganan kargo dapat berjalan dengan baik jika semuanya memadai dan lengkap. Mulai dari sistem, prosedur, sarana dan prasarana yang dimiliki memadai. 

SistemTerdapat program khusus yang perlu di-install di komputer untuk membuat bukti penimbangan barang. Setelah itu, petugas kargo mengisi form yang telah disediakan dengan informasi yang valid.
ProsedurPekerjaan operasional dapat berjalan lancar jika semuanya dikerjakan sesuai prosedur yang sudah ditentukan. Tidak hanya prosedur tentang tata cara menerima atau mengirim barang, tapi juga saat menyusun barang ke dalam palet, kontainer, dan saat memuat barang ke dalam pesawat. 
Sarana dan PrasaranaKelengkapan sarana dan prasarana dipercaya dapat memperlancar proses penanganan kargo. Misalnya, komputer, printer, mesin X Ray, timbangan, fasilitas bergerak, hingga fasilitas tidak bergerak. 

Baca Juga: 14 Jasa Ekspedisi yang Melayani Pengiriman Besar

Alat-alat yang Digunakan untuk Penanganan Kargo

Proses penanganan kargo dapat berjalan lancar dengan bantuan beberapa alat. Alat-alat yang dimaksud, antara lain.

1. Forklift

Forklift merupakan alat yang berfungsi untuk menaikkan atau menurunkan barang berukuran besar. Selain itu, forklift juga memudahkan proses pemindahan barang ke tempat penyimpanan dan memindahkannya kembali saat diangkut. 

2. Derek atau Crane

Alat derek digunakan untuk memuat dan menurunkan kontainer. Alat ini banyak ditemukan di dermaga atau pelabuhan untuk memindahkan kargo ke atau dari kapal. 

3. Scanner

Scanner atau alat pemindai berfungsi untuk mendaftarkan kode barang saat akan berangkat atau saat tiba di lokasi tujuan. Alat ini juga sering digunakan untuk melacak barang, sehingga penerima mengetahui posisi barang berada. 

4. Dongkrak Palet

Forklift sederhana yang mudah didorong dikenal juga dengan sebutan dongkrak palet. Alat ini berfungsi untuk mengangkut atau menyimpan barang ke gudang penyimpanan. Lalu, mengangkutnya kembali jika ingin dipindahkan.

5. Loading Ramps

Disebut juga sebagai jalur pemuatan barang. Alat ini berfungsi untuk memudahkan proses pemuatan atau penurunan barang, baik dari truk, pesawat, atau kapal. Alat ini membuat proses pemindahan menjadi aman, jadi kemungkinan barang rusak sangatlah kecil.

Baca Juga: Manfaat Asuransi Kargo dan Cara Klaimnya

Ikuti Mekanisme Pengiriman Kargo yang Benar

Penanganan kargo dapat berjalan dengan baik jika diikuti dengan mekanisme pengiriman kargo yang benar. Sebagai pemakai jasa layanan kargo, pastikan kamu mengikuti aturan atau SOP yang berlaku demi kelancaran pengiriman. Jangan lupa untuk melampirkan dokumen yang dibutuhkan sebagai syarat pengiriman menggunakan kargo. 

Selain itu, pahami tahap dan prosesnya untuk menghindari miskomunikasi yang dapat merugikan diri sendiri di kemudian hari. Selalu percayakan penanganan kargo pada perusahaan kargo yang sudah berpengalaman dan memiliki pelayanan terbaik.

Bagi yang sering menggunakan jasa layanan kargo, jangan lupa untuk melengkapi pengiriman kargo dengan perlindungan tambahan dari asuransi pengiriman dan logistik dari Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah ini!

7 Jenis Box Container dan Panduan Memilihnya

7 Jenis Box Container dan Panduan Memilihnya

Melihat rumah yang bersih dan tertata rapi adalah kebahagiaan tersendiri bagi ibu rumah tangga. Kondisi rumah seperti ini dipercaya dapat meningkatkan kenyamanan para penghuni rumah, sehingga potensi untuk keluar rumah pun sangat kecil.  Namun, hal sebaliknya bakal terjadi apabila kondisi rumah berantakan dan barang-barang berserakan di mana-mana.

Untungnya, ada container box yang dapat digunakan sebagai tempat penyimpanan. Box container yang terbuat dari bahan plastik kerap kali menjadi pilihan karena dipercaya lebih aman dan tahan lama. Box container hadir dengan ukuran berbeda-beda yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Fungsi Box Container Plastik

Pada umumnya, box container berfungsi sebagai tempat penyimpanan berbagai barang. Mulai dari mainan, alat-alat makan, hingga peralatan rumah tangga yang tidak terpakai. Barang yang disimpan di dalam container sebaiknya terbuat dari bahan padat, sehingga tidak merusak barang lain yang ada di dalamnya. 

Box container plastik sering digunakan di berbagai jenis industri, seperti industri makanan, minuman, perikanan, pertanian, elektronika, farmasi, hingga otomotif. Dengan ukuran yang beragam, container box dapat menyimpan berbagai ukuran barang. Mulai dari yang ukurannya kecil, sedang, hingga besar. 

Barang yang sudah dimasukkan ke dalam container box sebaiknya disusun rapi di satu ruangan, seperti gudang atau rak tertentu. Alhasil, rumah kelihatan tertata dan enak dilihat mata. 

Kelebihan Box Container Plastik

Container box semakin banyak digunakan oleh masyarakat di Indonesia. Hal ini tidak lepas dari berbagai kelebihan yang ditawarkan, di antaranya:

  • Bobotnya ringan
  • Mudah dibersihkan
  • Kuat dan awet
  • Cukup higienis dan sulit terkena hama
  • Mudah disimpan
  • Memiliki ukuran yang beragam
  • Multifungsi karena dapat digunakan untuk menyimpan berbagai barang

Baca Juga: Tips Membeli Elektronik Bekas Online yang Aman

Tipe Tumpukan Container Box

Terdapat dua tipe tumpukan container box, yaitu nesting dan stacking. Nesting biasa digunakan untuk menumpuk barang-barang yang tidak digunakan di dalam container. Sedangkan stacking adalah tipe menumpuk barang berdasarkan jenis atau kategori barang, sehingga mudah ditemukan saat ingin digunakan.

7 Jenis Container Box

Container Box TransparanContainer jenis ini dapat digunakan untuk menyimpan berbagai jenis barang, seperti buku, selimut, hingga mainan anak. Container transparan memudahkanmu saat ingin mencari barang yang disimpan. Bobot container ini cukup ringan, jadi mudah dipindahkan ke mana saja.
Container Box SusunContainer yang satu ini cocok dipajang di sudut rumah minimalis. Bagian tutup container mudah dibuka dan ditutup kembali. Bentuknya cukup ramping, jadi bisa menghemat tempat.
Container Box Bangku OttomanBangku ottoman adalah salah satu container box yang multifungsi. Selain digunakan sebagai tempat penyimpanan, container ini dapat dijadikan sebagai tempat duduk di ruang tamu atau di kamar. Bagian atasnya dapat dibuka dan ditutup jika ingin menyimpan barang. 
Container Box LipatBox lipat merupakan container yang paling pas untuk ukuran rumah yang relatif sempit. Container ini terbuat dari bahan kain, jadi cukup ringan dan mudah dibersihkan. Selain untuk menyimpan barang, container box lipat cocok dijadikan sebagai dekorasi ruangan untuk ciptakan kesan minimalis.
Container Box dengan KompartemenDinamakan container box kompartemen karena memiliki tiga sekat berukuran kecil. Container cocok dijadikan untuk tempat menyimpan aksesoris rambut, pernak-pernik, hingga peralatan makan. Kamu bisa letakkan container ini di kamar atau dapur.
Container Box dengan RodaMau container box yang multifungsi dan mudah dipindahkan? Kamu bisa memilih container box dengan roda untuk menyimpan barang-barang yang tidak terpakai. Container ini hadir dengan ukuran yang lebih besar, sehingga daya tampungnya lebih banyak.
Container Box dengan Tutup BambuContainer ini bisa menjadi solusi untuk tempat menyimpan barang sekaligus hiasan di rumah. Tutup container terbuat dari bambu, sedangkan badannya terbuat dari plastik. Perpaduan warna container yang natural membuatnya cocok dipajang di ruang tamu.

Baca Juga: Tips Memilih Barang Original saat Belanja Online Agar Tidak Ketipu

7 Tips Memilih Box Container 

Agar penggunaan container box menjadi maksimal, pilihlah container dengan material dan ukuran paling pas. Jangan lupa untuk menerapkan tips berikut ini, sehingga memilih container box menjadi lebih mudah.

1. Tentukan Barang yang Ingin Disimpan

Sebelum membeli container box, ketahui barang yang ingin disimpan di dalamnya. Hal ini akan memudahkan untuk memilih jenis container, ukuran, dan bahan yang tepat. Kamu pun bisa mengetahui estimasi harga masing-masing container yang dibutuhkan. 

Buatlah daftar nama barang yang ingin disusun. Kemudian, kelompokkan sesuai kategori masing-masing agar penyimpanan barang yang satu dan lainnya dipisah. Jadi setiap kali dibutuhkan, kamu bisa menemukan barang tersebut dengan mudah.

2. Pilih Ukuran Container yang Sesuai

Container box yang dijual di toko atau pasir hadir dengan ukuran yang berbeda-beda. Ada yang kecil, sedang, dan besar. Sebaiknya tentukan ukuran container yang dibutuhkan sejak awal untuk menghemat waktu belanja karena kamu sudah tahu ukuran apa yang ingin dibeli.

Untuk barang berukuran kecil, sebaiknya disimpan di dalam container box berukuran kecil guna menghemat space penyimpanan container itu sendiri. Begitu pula untuk barang berukuran sedang dan besar. 

3. Pilihlah Warna Sesuai Nuansa Rumah

Jika kamu ingin menjadikan container box sebagai hiasan atau dekorasi rumah, sebaiknya pilih yang warnanya sesuai dengan nuansa rumah. Misalnya, rumah bernuansa minimalis lebih cocok dipadukan dengan container berwarna abu-abu atau putih. Sedangkan rumah nuansa homey bisa mempertimbangkan container box berwarna coklat atau cream.

Hindari container box yang warnanya terlalu kontras agar tidak merusak pemandangan. Kecuali jika container ingin disimpan di gudang, maka kamu bisa memilih warna apa saja secara random. Sebab, yang terpenting adalah kontainer muat menampung semua barang-barang yang tidak digunakan.

4. Pilihlah yang Memiliki Sistem Pengunci

Agar barang-barang yang sudah disusun dan disimpan dalam container aman, sebaiknya pilih container yang dilengkapi dengan sistem pengunci. Misalnya, di bagian kiri dan kanan container box. Jika container box dalam keadaan penuh, kamu dapat memegang sistem pengunci ini untuk memudahkan proses pemindahan box. 

Pertimbangkan pula container box yang memiliki roda di keempat sisinya. Adanya roda akan memudahkan dan mempercepat proses pemindahan container kapan saja dan di mana saja. 

5. Pilih Container yang Memiliki Pegangan

Meski ukuran pegangan container relatif kecil, part ini sangat membantu pekerjaan manusia. Pegangan ini membuat box mudah dipindahkan, baik dalam keadaan kosong maupun terisi penuh. 

Pilihlah pegangan yang kokoh agar tidak mudah lepas saat box dipindahkan. Hindari pegangan yang tertanam pada tutup container box. Sebab, hal ini justru menyulitkanmu saat mengangkat dan memindahkan box.

6. Perhatikan Kualitas Bahan

Meskipun sama-sama terbuat dari plastik, kain, atau bambu, tapi kualitasnya bisa saja berbeda. Maka dari itu, pilihlah container box yang terbuat dari bahan berkualitas karena mempengaruhi tingkat keawetannya selama digunakan untuk menyimpan barang.

Jika bahannya terbuat dari plastik, pastikan plastiknya tebal. Jika terbuat dari kain, pastikan kainnya tebal, halus, dan mudah dibersihkan. Jika terbuat dari bambu, pastikan serat-serat kayunya sudah dibersihkan atau dihaluskan agar tidak melukai tangan saat dipegang.

7. Bandingkan Harga Container Box

Tips memilih box container terakhir adalah bandingkan harganya terlebih dahulu sebelum membeli. Karena sering kali container yang ukuran dan mereknya sama dibanderol dengan harga yang berbeda. 

Membandingkan harga menjadi salah satu cara untuk menghemat pengeluaran, terutama jika kamu membeli container box dalam jumlah yang banyak. Pastikan ulasan penjualan produk di toko tempatmu membeli container box bagus agar kamu tidak kecewa setelah barang sampai di rumah.

Baca Juga: Sering Diabaikan, Ini Fungsi Asuransi Saat Belanja di E-Commerce

Belilah Container Box dari Merek Terpercaya

Mengingat banyak penjual yang menjual container box, kamu perlu berhati-hati akan kualitas barang yang dijual. Tidak semua box yang dijual berkualitas meskipun memiliki merek. Jadilah pembeli yang bijak agar kamu tidak menyesal setelah membeli. 

Pilih dari merek terpercaya karena kualitas barangnya lebih terjamin daripada merek lain, apalagi merek baru. Kamu bisa beli di toko offline maupun online dengan harga yang terjangkau. Sesuaikan dengan kebutuhan dan budget yang dimiliki untuk menghindari pengeluaran berlebih. 

Selain untuk kebutuhan rumah tangga, container box juga banyak dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan oleh seorang pebisnis untuk memudahkan penyimpanan barang-barang pada gudang penyimpanan seperti alat kerja atau stock peralatan dan bahan baku produksi.

Pastikan untuk yang ingin membeli container box secara online, pastikan membelinya di platform e-commerce yang menyediakan asuransi e-commerce apalagi jika membelinya dalam jumlah yang banyak.

Ketahui lebih lengkap mengenai asuransi e-commerce dan manfaatnya dengan mengisi form dibawah ini!

Mau Impor Barang? Pahami Prosedur dan Aturannya Dulu!

Mau Impor Barang? Pahami Prosedur dan Aturannya Dulu!

Impor adalah kegiatan mendatangkan barang dari luar negeri ke dalam negeri. Kegiatan ini biasanya dilakukan karena suatu barang tidak tersedia di dalam negeri, sementara barang tersebut dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. 

Pengiriman barang impor biasanya menggunakan jasa kargo, sehingga barang dapat sampai di dalam negeri dengan selamat. Sebelum dikirimkan, terdapat beberapa prosedur yang harus dilakukan agar kegiatan impor disetujui dan tidak menyalahi secara hukum.

Mau tahu lebih banyak tentang impor barang? Simak informasi selengkapnya pada poin-poin di bawah ini. 

Keuntungan Impor Barang dari Luar Negeri

Indonesia merupakan salah satu negara importir tertinggi di dunia. Hal ini tidak lepas karena berbagai keuntungan yang didapatkan saat impor barang. Keuntungan tersebut, antara lain.

1. Berpotensi Menjadi Pemasok

Ketersediaan bahan baku di setiap negara berbeda-beda. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi alam dan lingkungan di sekitarnya. Dengan melakukan impor, maka suatu negara berpotensi menjadi pemasok bahan baku di negaranya sendiri sehingga kebutuhan masyarakat terpenuhi.

2. Harga Beli Lebih Murah

Ketersediaan bahan baku di dalam negeri boleh melimpah, tapi harganya belum tentu murah. Hal inilah yang mendorong meningkatnya kegiatan impor karena harga beli suatu barang dari luar negeri lebih murah. Alhasil, suatu negara berpotensi memperoleh keuntungan yang lebih besar. 

3. Faktor Kualitas

Tidak dapat dipungkiri kalau kualitas barang dari luar negeri jauh lebih bagus daripada barang di dalam negeri. Maka tidak heran apabila kegiatan impor melekat kuat dalam aktivitas perdagangan di Indonesia. Dan untuk memudahkan pengiriman barang impor, suatu negara membutuhkan jasa import kargo.

Baca Juga: Mengenal Deliveree, Solusi Pengiriman Cargo Instan

Daftar Barang-barang yang Biasa Diimpor

Ada banyak jenis barang yang dapat diimpor dari luar negeri. Tapi, barang seperti pakaian bekas, kantong bekas, gula dan beras jenis tertentu, serta barang perusak lapisan ozon mendapat larangan impor. Adapun daftar barang yang dapat diimpor, di antaranya.

Bahan Baku ProduksiBarang pertama yang paling banyak diimpor menggunakan jasa kargo impor adalah bahan baku produksi untuk kebutuhan pabrik. Bahan ini akan diolah di dalam negeri untuk dijadikan bahan jadi dan dapat dikonsumsi oleh masyarakat. Beberapa bahan baku yang masih diimpor di Indonesia, seperti gula pasir, jagung, gandum, biji-bijian, ikan, dan produk daging. 
Tanaman HiasTanaman hias dapat diimpor dari luar negeri. Akan tetapi, perlakuan atau aturan pengirimannya berbeda dari barang impor lainnya karena tanaman hias mudah layu atau mati sewaktu di perjalanan. Maka dari itu, para importir perlu berhati-hati saat memilih jasa kargo impor agar tanaman hias tetap utuh saat sampai di Indonesia. 
Hewan Peliharaan atau TernakJasa kargo impor juga menyediakan pengiriman untuk hewan peliharaan atau ternak. Kargo yang digunakan biasanya dibedakan dengan kargo barang. Sebab, hewan peliharaan membutuhkan perlakuan khusus agar tetap merasa nyaman dan tidak mati selama di perjalanan. 
Kendaraan BermotorKendaraan bermotor, seperti sepeda motor dan mobil juga dapat diimpor dari luar negeri. Dengan catatan, barang ini akan dikenakan pajak yang sangat tinggi sewaktu sampai di Indonesia. Besaran pajaknya akan disesuaikan dengan harga per unit kendaraan bermotor sesuai aturan yang berlaku.
Barang FashionBeberapa barang fashion, seperti pakaian, sepatu, tas, jam tangan, dan aksesoris juga sering diimpor. Sebab, peminat barang fashion import di Indonesia sangat tinggi sehingga bisnis impor barang fashion menjadi salah satu yang paling menggiurkan jika kamu tertarik untuk mencobanya. 
Mesin dan Peralatan MekanikIndonesia juga sering mengimpor mesin dan peralatan mekanik untuk memenuhi kebutuhan industri di dalam negeri. Jenis mesin yang diimpor pun beragam, seperti mesin pabrik hingga alat-alat berat. Negara yang menjadi tujuan impor adalah Jepang, Korea Selatan, Jerman, dan Tiongkok.
Produk KosmetikBerbagai produk kosmetik, seperti skincare, make up, dan parfum juga banyak diimpor ke dalam negeri. Barang-barang ini dikirim melalui kargo, kemudian didistribusikan kepada konsumen di dalam negeri. Peminatnya cukup banyak, sehingga kegiatan impornya pun sering dilakukan. 
Obat-obatan dan Produk KimiaJasa kargo impor juga menyediakan layanan untuk mengirimkan obat-obatan dan produk kimia dari luar negeri ke dalam negeri. Tidak semuanya, tapi hanya beberapa obat-obatan dan produk kimia yang dianggap aman saja untuk dikonsumsi. Barang ini dapat dikirimkan jika sudah mendapatkan persetujuan dan izin dari pihak yang berwenang. 

Prosedur dan Aturan Impor Barang

man wearing face mask standing near vehicle door with brown carton boxes
Photo by Pavel Danilyuk on Pexels.com

Prosedur dan aturan impor di setiap negara berbeda-beda. Di Indonesia sendiri,  prosedur dan aturannya dibagi menjadi tiga tahap, di antaranya.

1. Melakukan Negosiasi

Tahap pertama adalah melakukan negosiasi dengan eksportir. Hal ini dapat dilakukan secara langsung maupun tidak langsung, misalnya melalui email. Untuk memastikan kualitas barang yang akan diimpor, eksportir biasanya akan mengirimkan sampel barang kepada importir. 

Setelah melakukan pertimbangkan, importir dapat menghubungi eksportir untuk membuat kesepakatan harga. Dalam hal ini, akan ada kontrak jual dan beli yang perlu ditandatangani sebagai tanda kerjasama antara kedua belah pihak. Kontrak ini berisi tentang syarat penjualan, standar kualitas, jenis barang, cara pembayaran, dan sanksi yang dikenakan apabila salah satu pihak melanggar poin-poin yang ada di dalam kontrak. 

2. Membuka  Rekening Letter of Credit (LC)

Tahap selanjutnya adalah membuka rekening LC di bank yang ada di Indonesia. Jika sudah punya, importir hanya perlu melakukan pembayaran sesuai nominal yang telah disepakati dengan eksportir, termasuk biaya pengirimannya. Setelah itu, eksportir akan melakukan eksekusi dengan mengirimkan barang ke Indonesia melalui jalur laut. 

Terdapat tiga metode pembebanan biaya pengiriman, yaitu ditanggung oleh importir, eksportir, atau kedua belah pihak sesuai persentase yang disepakati di awal. Selanjutnya, eksportir perlu menyerahkan bukti penyerahan dan daftar barang ke bank tempat mereka membuka rekening LC di negara asalnya. Sedangkan salinannya dikirimkan kepada importir. 

3. Membayar Eksportir

Setelah barang sampai di pelabuhan, importir wajib melakukan pembayaran. Bank di Indonesia tempat importir membuka rekening LC akan melakukan pembayaran kepada eksportir di luar negeri. Nominalnya sesuai dengan tagihan yang dikirimkan eksportir kepada importir. 

Baca Juga: 14 Jasa Ekspedisi yang Melayani Pengiriman Besar

Tips Impor Barang dari Luar Negeri

Ada beberapa tips yang importir perlu ketahui agar proses pengiriman barang menjadi lancar. Tips tersebut, antara lain.

1. Mengetahui Jenis Barang dan Negara Asalnya

Pertama-tama, tentukan dulu jenis barang yang akan diimpor untuk mengetahui regulasi yang berlaku karena berbeda jenis barang, maka berbeda pula regulasinya. Jika memang ada pembatasan atau larangan pengiriman, maka importir tidak dapat mendatangkan barang dari luar negeri ke Indonesia. Artinya, importir perlu mencari jenis barang lain yang akan diperdagangkan untuk melancarkan usahanya. 

2. Mengurus Perizinan Impor

Setelah itu, importir bisa mengurus perizinan impor mulai dari pengiriman maupun penerimaan barang. Terdapat dua jenis perizinan yang ada di Indonesia, yaitu perizinan pokok dan khusus. Perizinan pokok, meliputi:

  • Legalitas suatu usaha, seperti PT atau CV
  • Angka Pengenal Impor (API), seperti API-P atau API-U
  • Mengurus Nomor Induk Kepabeanan (NIK)

Sedangkan perizinan khusus digunakan untuk mengimpor barang tertentu, seperti buah-buahan, sayur-sayuran, dan lain sebagainya. Aturan perizinan ini dapat dibaca dalam peraturan bea dan cukai. Alhasil, barang yang diimpor mendapatkan izin untuk masuk ke Indonesia.

3. Tentukan Forwarder atau Transporter

Proses pengantaran barang dibantu oleh jasa forwarder atau transporter. Forwarder sendiri biasanya sudah sepaket dengan jasa pick dari tempat importir ke pembeli di negara tujuan. Namun, importir biasa memilih jasa forwarder secara terpisah agar pengiriman barang cepat sampai dan aman. 

Pilihlah jasa forwarder atau transporter yang terpercaya mengingat impor adalah usaha jangka panjang. Cari tahu informasi sebanyak-banyaknya. Jangan lupa untuk membaca ulasan dari pengguna yang sudah lebih dulu menggunakan jasa forwarder sebagai bahan pertimbangan sebelum menentukan pilihan. 

4. Tentukan Jadwal Impor Barang

Kapan barang akan dikirimkan dari negara asal ke negara tujuan juga perlu dipikirkan. Tujuannya untuk mengetahui estimasi sampainya barang di negara tujuan, jadi importir bisa menyampaikan informasi ini kepada pembeli. Tapi, perlu diketahui bahwa proses pemeriksaan di bea cukai tidak dapat diprediksi, jadi kemungkinan bisa terjadi keterlambatan terutama jika jumlah barang impor overload

Baca Juga: Manfaat Asuransi Kargo dan Cara Klaimnya

Lengkapi Barang Impor dengan Asuransi Barang

Tertarik menjadi importir? Pastikan kamu sudah memahami proses bisnis impor dengan baik dan melengkapi dokumen yang dibutuhkan agar bisnis berjalan dengan lancar. Jangan lupa untuk mengasuransikan barang yang diimpor untuk menjamin keamanan dan keselamatan dalam proses pengiriman. 

Jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, kamu tidak rugi besar. Kerugian ini justru ditanggung oleh penyedia asuransi sesuai nominal yang telah disepakati dalam perjanjian polis asuransi. Dengan catatan, selama jenis kerugiannya tercantum dalam ketentuan asuransi barang impor.

Untuk lebih maksimal dalam melindungi barang impor yang bisa mengalami berbagai risiko kerusakan dan kehilangan selama pengiriman jangan lupa untuk membeli asuransi pengiriman dan logistik dari Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah ini!

7 Sepatu Safety Terbaik Untuk Pekerja Outdoor

7 Sepatu Safety Terbaik Untuk Pekerja Outdoor

Kecelakaan kerja sering mengintai para pekerja lapangan, seperti terkena reruntuhan, terjatuh, terpeleset, hingga bahaya saat mengoperasikan alat-alat berat. Untuk memperkecil risiko kecelakaan, pekerja memerlukan Alat Pelindung Diri (APD) atau Pakaian Dinas Lapangan (PDL) yang lengkap. Salah satu di antaranya yang tak kalah penting adalah safety shoes atau sepatu pelindung. 

Terdapat banyak model sepatu safety yang dijual di pasar atau toko sepatu. Ada pula sepatu yang diproduksi oleh produsen internasional dengan standar kualitas dan tingkat keamanan yang tinggi. Untuk mengetahui lebih lengkapnya, simak informasi mengenai sepatu safety berikut ini.

Jenis dan Fungsi Sepatu Safety untuk Pekerja Outdoor

Selain berdasarkan merek, sepatu safety dapat dibedakan berdasarkan jenisnya pula. Sebelum memilih sepatu yang pas, berikut jenis dan fungsi sepatu safety yang perlu diketahui. 

Toed Safety ShoesSepatu PDL yang satu ini memiliki pelindung di bagian ujung kakinya yang terbuat dari besi atau baja. Tujuannya untuk melindungi ujung kaki dari kejatuhan atau reruntuhan beda berat saat bekerja. Sepatu ini biasanya digunakan oleh pekerja alat berat.
Steel Insole ShoesSepatu ini terbuat dari material baja ringan. Tujuannya untuk melindungi dan menjaga tulang maupun pergelangan kaki, sehingga pergerakan setiap kaki menjadi seimbang. Sepatu ini biasa digunakan oleh operator yang sering mengandalkan kaki untuk menekan pedal kendaraan. 
Metal Instep FootwearSepatu ini memiliki lempengan baja atau metal ringan yang terdapat pada bagian alas kaki. Tujuannya untuk melindungi kaki dari benda-benda tajam, seperti kaca, paku, dan baut yang ada di lapangan. Sepatu ini sangat cocok digunakan oleh pekerja bangunan atau konstruksi. 
Electric Hazard ShoesBukan sepatu listrik, tapi sepatu ini sengaja dibuat dari bahan khusus yang tidak dapat menghantarkan listrik atau tegangan tinggi. Alas dan bahan yang digunakan dapat meminimalisir akibat dari tegangan tinggi. Tak heran jika sepatu ini sering digunakan oleh pekerja di bidang kelistrikan. 
Heat Resistant ShoesSepatu ini menjadi sepatu yang dirancang khusus untuk melindungi kaki dari suhu tinggi atau percikan api. Sepatunya terbuat dari bahan yang kebal terhadap panas dengan suhu maksimum 300 derajat Celcius. Jadi, para pekerja yang bekerja di area yang mudah terbakar dipastikan sangat membutuhkan sepatu ini. 
Metatarsal ShoesBagian atas sepatu ini terbuat dari bahan yang cukup tebal. Tujuannya untuk mencegah luka atau cedera pada bagian atas kaki. Sepatu ini cocok digunakan oleh pekerja pabrik atau pekerja di sektor alat berat. 

7 Sepatu Safety Terbaik untuk Pekerja Outdoor

Lantas, safety shoes apa yang cocok untuk para pekerja outdoor? Berikut ini 7 jenis sepatu safety yang direkomendasikan dan patut dipertimbangkan saat membeli. 

1. Sepatu Safety Vausky

Sepatu safety yang satu ini mengusung desain yang fashionable, jadi tidak kelihatan seperti sepatu outdoor pada umumnya. Model sepatu ini mirip dengan sneakers. Selain cocok digunakan untuk bekerja, sepatu ini juga bisa digunakan saat bepergian.

Kelebihan sepatu safety Vausky, di antaranya:

  • Menggunakan bahan karet dan material sintetis
  • Tahan terhadap suhu panas
  • Dibanderol dengan harga terjangkau, yaitu Rp500.000 sampai Rp800.000

2. Sepatu Safety Krushers

Jika model sepatu Vausky mengusung desain sneakers, maka berbeda dengan sepatu Krushers. Desain sepatu ini menyerupai sepatu boots yang di bagian ujung sepatunya sudah disematkan besi. Jadi, jari-jari kaki aman terlindungi dari material yang berbahaya. 

Kelebihan sepatu safety Krushers, di antaranya:

  • Desainnya cukup kasual, jadi cocok dipakai untuk bersantai
  • Harganya terjangkau

Baca Juga: Ini Dia Warna Helm Proyek dan Kegunaannya

3. Sepatu Safety Krisbow

Bagi yang suka modelan sepatu gunung, maka bisa melirik sepatu merek Krisbow. Bagian atas sepatu ini terbuat dari bahan split leather yang tahan terhadap hantaran listrik statis. Sedangkan solnya terbuat dari bahan karet agar pemakainya tidak mudah tergelincir. 

Kelebihan sepatu safety Krisbow, di antaranya:

  • Cocok dipakai untuk bidang kelistrikan
  • Kualitasnya bagus
  • Harganya terjangkau

4. Sepatu Safety King

Ini adalah salah satu brand yang terkenal dan diminati oleh banyak orang. Selain karena modelnya yang trendy, sepatu ini juga memiliki kualitas yang bagus. Sebab, sepatunya juga dibuat dari material berkualitas. 

Kelebihan sepatu safety King, di antaranya:

  • Terdiri dari beberapa model, yaitu model sepatu boots dan bertali
  • Harga terjangkau, yaitu Rp135.000 sampai Rp600.000

5. Sepatu Safety Cheetah

Sepatu safety Cheetah merupakan sepatu yang cocok dipakai di luar ruangan. Terdapat banyak model yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pemakai. Selain sepatu, brand Cheetah juga menyediakan perlengkapan safety lainnya, seperti sarung tangan, kacamata, hingga shower air. 

Kelebihan sepatu safety Cheetah, di antaranya:

  • Terbuat dari bahan berkualitas
  • Tahan terhadap genangan air maupun lumpur
  • Harganya terjangkau

6. Sepatu Safety Lavio

Bagi yang bekerja di bidang alat-alat berat, maka sepatu ini patut dipertimbangkan. Bagian ujung sol sepatu dilapisi dengan besi, sehingga jari-jari kaki menjadi aman dari benda tajam atau berat. Sepatu terbuat dari karet kelas A, kulit premium, dan suede di bagian upper-nya. 

Kelebihan sepatu safety Lavio, di antaranya:

  • Bobotnya ringan, tapi tetap aman
  • Terdiri dari berbagai model
  • Harga terjangkau

7. Sepatu Safety Jogger 

Pekerjaan logistik erat berkaitan dengan barang-barang berat, jadi butuh sepatu safety terbaik untuk melindungi kaki dari reruntuhan atau benda-benda tajam. Sepatu safety jogger menjadi salah satu sepatu yang bisa dipertimbangkan. Sepatu terbuat dari material kanvas di bagian upper, steel di bagian midsole, dan polyurethane di bagian outsole

Kelebihan sepatu safety Jogger, di antaranya:

  • Solnya tebal, jadi tahan terhadap air dan minyak
  • Corak dan desainnya modern
  • Harganya terjangkau

Baca Juga: Tips Membeli Elektronik Bekas Online yang Aman

Tips Memilih Sepatu Safety Terbaik untuk Pekerja Outdoor

Agar tidak salah pilih, terdapat beberapa poin yang harus dipertimbangkan sebelum membeli safety shoes. Poin-poin tersebut akan dirangkum dalam tips di bawah ini.

1. Memperhatikan Bahan atau Material

Sebelum membeli sepatu safety, ada baiknya perhatikan bahan atau materialnya terlebih dahulu. Alasannya sederhana karena bahan sangat mempengaruhi kualitas sepatu. Sebaiknya pilih sepatu yang terbuat dari material nitrile atau karet karena bahan ini tahan terhadap segala situasi, seperti becek, berair, atau berlumpur. 

2. Pilih Ukuran Sepatu yang Pas

Selanjutnya adalah memilih sepatu yang sesuai dengan ukuran kaki karena poin ini akan mempengaruhi tingkat kenyamanan si pemakai. Jika tidak ada ukuran yang sesuai, sebaiknya pilih ukuran yang lebih besar daripada kecil. Sebab, sepatu yang longgar masih dapat disiasati dengan menambahkan kaos kaki atau material lain untuk mengisi bagian depannya agar sepatu pas saat dipakai. 

3. Memiliki Masa Berlaku

Jarang diketahui, tapi sepatu safety memiliki masa berlaku dalam kurun waktu tertentu. Jika masa berlakunya sudah habis, sebaiknya diganti dan jangan menggunakan sepatu untuk pekerjaan lapangan karena dapat membahayakan keselamatan saat bekerja. Informasi tentang masa berlaku dapat dilihat di dalam kotak sepatu atau di dalam sepatu itu sendiri.

4. Memiliki Fitur yang Lengkap

Sepatu safety memiliki desain yang berbeda-beda, jadi wajar jika fitur di dalamnya pun berbeda. Jika waktu kerjanya kebanyakan di lapangan, maka pilihlah sepatu safety yang dilapisi oleh besi di bagian ujung sol sepatu. Tujuannya agar kaki tetap terlindungi saat bekerja. 

5. Bobot Sepatu

Sepatu yang ringan tentu lebih nyaman digunakan di lapangan, terutama bagi yang sering mengangkat barang berat. Jadi, pastikan bobot sepatu ringan agar tidak mengganggu saat bekerja. Di sisi lain, sepatu yang ringan juga dapat menghindari kaki dari cedera yang tidak diinginkan.

6. Memiliki Sirkulasi Udara

Penggunaan sepatu dalam kurun waktu yang cukup lama dapat membuat kaki berkeringat. Jadi, pastikan sepatu memiliki sirkulasi udara yang baik untuk mencegah keringat dan kelembaban pada kaki. Jika kaki dalam keadaan lembab, takutnya kaki malah terinfeksi bakteri atau malah berjamur.  

Baca Juga: Tips Membeli Barang Elektronik Murah Berkualitas

Pilih Sepatu yang Berkualitas Sesuai Budget

Itu dia informasi seputar sepatu safety yang layak dipertimbangkan untuk pekerjaan outdoor. Pilihlah sepatu yang berkualitas, sehingga sepatu tahan lama atau awet meskipun sudah digunakan bertahun-tahun. Harganya mungkin lebih mahal, tapi kamu bisa sesuaikan dengan budget agar tidak terlalu memberatkan finansial. 

Kamu bisa pilih salah satu dari merek sepatu yang sudah disebutkan di atas. Kamu bisa beli langsung di toko atau di e-commerce yang ada di Indonesia. Bandingkan harga sebelum membeli, jadi kamu bisa mendapatkan harga termurah dengan kualitas yang sama. 

Pastikan membeli di platform e-commerce yang memberikan asuransi e-commerce untuk setiap pembelian untuk melindungi Anda dari risiko finansial akibat kerusakan atau kehilangan barang yang dibeli.

Pelajari dengan lebih lengkap mengenai produk asuransi e-commerce dan manfaatnya dengan mengisi formulir dibawah ini!

5 Perbedaan Pengiriman Ekspedisi dan Kargo

5 Perbedaan Pengiriman Ekspedisi dan Kargo

Pengiriman ekspedisi dan cargo merupakan dua jenis pengiriman yang sering dianggap sama oleh kebanyakan orang. Padahal, keduanya memiliki perbedaan dalam beberapa aspek meskipun secara garis besar keduanya sama-sama penting untuk kebutuhan bisnis. Terutama untuk kebutuhan pengiriman barang dari produsen ke konsumen.

Artikel ini akan membahas tentang perbedaan pengiriman ekspedisi dan kargo agar kedepannya tidak salah lagi. Akan dibahas pula pengertian dari masing-masing jenis pengiriman ini dan tips menggunakan layanan pengiriman ekspedisi maupun kargo.

Apa Itu Pengiriman Ekspedisi?

Ekspedisi sering diartikan sebagai jenis pengiriman dalam partai kecil atau satuan dengan berat di bawah 5 kg. Tidak ada batasan minimum pengiriman kareana berat barang kurang dari 200 gram pun dapat dikirimkan menggunakan layanan ini. Pengiriman ini juga dipercaya lebih menguntungkan karena rentang waktu pengiriman lebih cepat. 

Apa Itu Pengiriman Kargo?

Kargo adalah jenis pengiriman dalam partai besar, baik dari segi jumlah, berat, maupun volume barang itu sendiri. Pengiriman biasanya menggunakan tiga jalur utama, yaitu air, udara, dan darat. Untuk menikmati layanan pengiriman ini, penyedia layanan pengiriman biasanya menetapkan berat minimum barang. 

5 Perbedaan Pengiriman Ekspedisi dan Kargo

Setidaknya terdapat 5 perbedaan antara ekspedisi dan pengiriman kargo, di antaranya.

1. Jenis Barang 

Layanan ekspedisi biasanya melayani pengiriman yang beratnya relatif ringan dan ukurannya kecil. Pengiriman ini cocok digunakan untuk keperluan pribadi, misalnya saat ingin mengirimkan barang kepada orang terdekat. Misalnya, produk kecantikan, tas, sepatu, pakaian, dan aksesoris tertentu.

Sedangkan pengiriman kargo melayani pengiriman dalam partai besar dengan volume dan ukuran yang besar pula. Barang yang dikirimkan biasanya memiliki berat lebih dari 5 kg, seperti furniture, bahan kebutuhan pokok, dan barang dagangan dalam jumlah besar. Pengiriman ini sering digunakan untuk kebutuhan bisnis.

2. Berat Minimum

Perbedaan selanjutnya adalah dari segi berat barang. Pengiriman ekspedisi tidak menetapkan batasan berat untuk barang yang akan dikirimkan ke alamat penerima. Selagi barang tersebut bukan barang terlarang dan sudah dibungkus dengan aman, maka barang dapat dikirimkan.

Sedangkan pengiriman kargo memiliki berat minimum, yaitu 5 kg. Beberapa penyedia jasa pengiriman justru menetapkan berat yang lebih besar, seperti 10 kg atau 15 kg. Jika beratnya kurang dari 5 kg, maka tarif pengiriman yang dibebankan kepada pengirim akan disamakan dengan yang 5 kg atau berat minimum yang sudah ditentukan. 

3. Tarif Pengiriman Barang

Tarif ongkos pengiriman atau ongkir juga berbeda, dimana layanan ekspedisi jauh lebih murah daripada kargo. Karena melayani pengiriman dalam partai besar, penyedia layanan biasanya menetapkan biaya kirim yang dihitung per 5 kg atau 10 kg. Semakin berat barang, maka semakin murah lagi ongkir yang dibayar oleh pengirim.

Sedangkan untuk ekspedisi, tarif ongkirnya sangat terjangkau dan akan dihitung per 1 kg. Layanan ekspedisi ini ditawarkan oleh semua layanan pengiriman dengan tarif ongkir yang berbeda-beda. Ada yang Rp5.000 per kg, Rp6.000 per kg, hingga 10.000 per kg.

4. Estimasi Waktu Pengiriman

Dari segi estimasi waktu pengiriman juga berbeda. Pengiriman ekspedisi biasanya tidak membutuhkan waktu lama untuk mengirim barang kepada penerima. Rentang waktunya mulai dari 1-3 hari, tergantung alamat dan jarak.

Sedangkan pengiriman kargo membutuhkan waktu yang lebih lama, yaitu minimal 4-7 hari. Waktu pengiriman bahkan bisa mencapai 14 hari jika lokasi tujuannya sulit dijangkau.

5. Tingkat Keamanan Pengiriman

Ekspedisi dan pengiriman kargo sebenarnya sama-sama aman asal barang dibungkus dengan rapi dan benar. Tapi karena barang-barang yang dikirim menggunakan kargo biasanya adalah barang berat, maka potensi kerusakan barang yang kamu kirimkan cenderung lebih besar. Apalagi jika penyedia layanan pengiriman tidak hati-hati saat meletakkan barang.

Potensi kerusakan ini lebih minim dialami oleh pengiriman ekspedisi. Makanya sebelum mengirim barang, perhatikan berat barang dan jenis barang dengan seksama. Jika barangnya mudah pecah, sebaiknya tempelkan stiker “fragile” agar barang diperlakukan sedikit lebih spesial dibandingkan barang lainnya.

Baca Juga: Cara Cek Resi dan Cek Ongkir J&T Cargo

6 Tips Menggunakan Layanan Pengiriman Kargo

Mengingat risiko pengiriman kargo lebih tinggi, kamu perlu lebih berhati-hati saat mengirim barang. Lakukan tips berikut ini agar barang tetap aman selama proses pengiriman nanti. 

1. Kemas Barang dengan Benar dan Rapi

Keamanan barang dalam pengiriman sangat bergantung pada cara pengemasan. Pastikan barang dikemas dengan benar dan rapi sesuai jenisnya karena di dalam truk kargo, barang akan disusun berdasarkan jenisnya. 

Untuk barang yang mudah pecah atau rusak, seperti barang pecah belah, makanan, dan produk kecantikan, kamu bisa tambahkan bubble wrap sebelum barang dimasukkan ke dalam kotak. Tujuannya untuk menghindari benturan yang tidak diinginkan yang dapat membuat barang rusak. Setelah itu, lakban barang dengan kencang agar barang tidak mudah keluar dari kemasan. 

Khusus untuk barang yang ukurannya kecil, kamu dapat bungkus secara terpisah dari barang yang ukurannya besar. Jadi, barang tersebut tidak terselip dan terlihat saat pembeli membuka paket.

2. Tempelkan Stiker Fragile

Khusus untuk barang yang mudah pecah atau rusak, sebaiknya tempelkan stiker fragile. Selain memproteksi, stiker ini berfungsi sebagai informasi untuk menentukan tata letak barang saat dalam pengiriman. Jadi, barang milikmu tidak dicampur dengan barang-barang berat.

Pastikan tidak ada ruang hampa saat membungkus paket fragile untuk menghindari goncangan atau benturan keras. Alhasil, barang sampai dengan selamat dan konsumen pun puas dengan layanan pengiriman. 

3. Kunjungi Kantor Jasa Pengiriman Terdekat

Jika sudah, maka paket siap dikirimkan. Kamu bisa datang ke kantor jasa pengiriman terdekat dari rumah atau kantor. Pilih jasa pengiriman terbaik menurut versimu sendiri.

Baik atau tidaknya jasa pengiriman dapat dinilai dari beberapa poin, seperti tarif pengiriman, kecepatan layanan, kelengkapan informasi yang disampaikan, hingga keamanan pengiriman. Bagi yang ingin berbisnis, rating jasa pengiriman perlu diperhatikan karena hal ini akan mempengaruhi kelancaran dan penilaian terhadap bisnismu. 

4. Minta Resi Pengiriman

Jangan lupa untuk meminta resi pengiriman kepada petugas sebagai bukti bahwa barang sudah dikirimkan. Resi ini berbentuk kode unik yang berupa gabungan huruf dan angka.Misalnya, SHP98763456, JT05792648, atau JP67537379.

Satu barang biasanya akan mendapatkan satu resi. Jadi, bisa dipastikan bahwa setiap resi berbeda-beda. Jaga resi ini baik-baik karena resi bisa kamu gunakan untuk mengecek status pengiriman. 

5. Tambahkan Asuransi

Salah satu asuransi yang wajib disertakan adalah asuransi pengiriman barang. Seperti asuransi pada umumnya, asuransi kargo berfungsi sebagai proteksi agar barang senantiasa aman dalam proses pengiriman. Dengan menyertakan asuransi, kamu menjadi lebih tenang.

Jika seandainya ada kerusakan, maka kamu tidak perlu khawatir. Selama kerusakan tersebut bukan menjadi kelalaian penjual, maka jasa pengiriman akan memproses pengajuan klaim dan memberikan ganti rugi atas kerusakan atau kehilangan barang. 

Besaran biaya asuransi ini berbeda-beda untuk setiap jasa pengiriman. Biasanya adalah 0,2% sampai 0,35% dari nilai barang yang diasuransikan. Cukup terjangkau, bukan?

6. Lakukan Tracking Secara Berkala

Sesekali, kamu bisa melakukan tracking atas barang yang telah dikirimkan untuk mengetahui posisi barang saat ini. Dari tracking juga, kamu bisa menentukan estimasi sampai dengan melihat jarak yang masih harus ditempuh. 

Fitur tracking bisa diakses di website resmi atau aplikasi yang disediakan oleh jasa pengiriman. Tinggal ketik nomor resi yang kamu dapatkan dari petugas pada kolom yang disediakan, kemudian pilih “lacak”. Setelah itu, informasi tentang pengiriman pun akan ditampilkan secara detail. 

Baca Juga: Manfaat Asuransi Kargo dan Cara Klaimnya

Pilih Jasa Pengiriman Terjangkau untuk Mendukung Aktivitas Bisnismu

Kedua jenis layanan pengiriman, yaitu ekspedisi dan kargo memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Meski begitu, keduanya sama-sama perlu disediakan khususnya bagi kamu yang ingin menjalankan bisnis agar konsumen bisa memilih salah satu layanan yang terbaik menurut versi mereka sendiri. Dalam hal ini, kamu pun perlu menjalin kerjasama dengan beberapa jasa pengiriman untuk mendukung kelancaran pengiriman. 

Pastikan jasa pengiriman menawarkan tarif pengiriman yang terjangkau agar kamu tidak mengeluarkan biaya yang terlalu besar jika ingin mensubsidi biaya pengiriman konsumen. Sementara dari sisi konsumen, mereka menjadi leluasa memilih jasa pengiriman yang sesuai dengan budget. Dengan demikian, aktivitas bisnis berjalan lancar, perputaran barang dan modal pun cepat karena bisnis didukung oleh jasa pengiriman terbaik. 

Jangan lupa untuk menggunakan asuransi pengiriman dan logistik untuk melindungi barang dalam pengiriman baik secara domestik ataupun internasional. Dapatkan penawaran produk asuransi pengiriman dan logistik terbaik di Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah ini!

7 Tips Memilih Wheel Loader Terbaik untuk Konstruksi

7 Tips Memilih Wheel Loader Terbaik untuk Konstruksi

Penggunaan alat berat dipercaya dapat memudahkan pekerjaan konstruksi. Mulai dari menggali, memindahkan, hingga menghancurkan material. Alat ini mampu bekerja lebih cepat dibandingkan tenaga manusia, sehingga pembangunan proyek menjadi cepat selesai. 

Salah satu alat berat yang terkenal dalam industri konstruksi adalah loader. Loader ini terdiri dari beberapa tipe yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan, misalnya adalah wheel loader

Ingin tahu lebih banyak tentang loader dan wheel loader? Simak informasi selengkapnya di bawah ini! 

Apa Itu Loader?

Pernah mendengar istilah loader? Loader adalah mesin yang sering digunakan untuk mengerjakan suatu proyek, baik yang skalanya kecil atau besar. Alat berat loader biasa digunakan untuk memindahkan atau menggali material, seperti tanah, pasir, dan kerikil. Setelah digali, material akan dipindahkan ke dalam alat angkut berupa truck atau dump truck

Produktivitas loader sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya:

  • Tipe wheel loader
  • Kapasitas bucket
  • Wilayah di mana loader beroperasi
  • Durasi siklus loader
  • Efisiensi waktu yang ditetapkan selama proyek

Tipe-tipe Loader

Loader dibagi menjadi beberapa tipe yang dapat bekerja sesuai dengan fungsinya masing-masing. Berikut ini adalah tips loader yang sering digunakan dalam pekerjaan konstruksi.

BackhoePertama adalah backhoe. Alat ini memiliki dua fungsi, yaitu sebagai loader dan backhoe. Bagian depan berfungsi sebagai loader, sedangkan bagian belakang berfungsi sebagai backhoe
Skid Steer LoaderJika dibandingkan dengan jenis loader lainnya, skid steer loader memiliki ukuran yang paling kecil. Meski begitu, alat ini paling cocok digunakan untuk pekerjaan yang memiliki mobilitas tinggi. Tak heran jika skid steer loader sering digunakan di permukaan yang sempit dan sulit dijangkau. 
TrackJika alat berat pada umumnya digerakkan dengan roda, maka berbeda dengan track loader. Alat ini digerakkan oleh track. Mesinnya memiliki kekuatan yang lebih besar daripada wheel loader, jadi cocok digunakan untuk pekerjaan dengan tingkat kerumitan yang tinggi.
Wheel LoaderSalah satu alat berat yang memiliki roda karet adalah wheel loader. Alat ini digunakan untuk memindahkan material dalam jarak dekat. Di bagian depannya terdapat bucket untuk memuat material yang akan dipindahkan ke alat angkut. 

Wheel loader memiliki empat roda penggerak yang dirancang secara optimal untuk memaksimalkan kinerjanya. Roda ini terbuat dari karet yang dapat bergerak di permukaan datar, kokoh, dan keras. 

Baca Juga: Fungsi Front Shovel Sebagai Alat Gali yang Perlu Diketahui

Fungsi Wheel Loader

Wheel loader memiliki sejumlah fungsi, baik dalam industri konstruksi maupun pertambangan. Beberapa fungsi wheel loader, antara lain:

  • Menggali tanah
  • Mengisi lubang yang sudah digali
  • Meratakan timbunan atau gundukan tanah
  • Mengambil atau mempersiapkan material untuk kebutuhan konstruksi
  • Membantu membersihkan area di sekitar konstruksi
  • Mengelupas bagian tanah
  • Meratakan atau menghaluskan permukaan tanah

Perbedaan Tipe Wheel Loader

Wheel loader dibedakan menjadi beberapa tipe. Adapun tipe wheel loader tersebut, di antaranya.

Compact Wheel LoaderAdalah tipe yang sering digunakan untuk area atau wilayah yang sempit. Alat ini bisa ditambahkan atau dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan konstruksi atau pertambangan.
Small Wheel LoaderSama seperti compact wheel loader. Alat ini cocok untuk area yang sempit, tapi jauh lebih fleksibel dan mudah dipindahkan.
Medium Wheel LoaderSeperti namanya, loader yang satu ini memiliki ukuran yang lebih besar dari small wheel loader. Alat ini cukup populer dan mudah dimodifikasi, jadi banyak digunakan oleh operator untuk meningkatkan produktivitas kerja. 
Large Wheel LoaderMesin loader yang satu ini sangat kuat dan dirancang spesifik untuk bidang industri. Kinerjanya cukup efisien, bahkan di medan yang sulit sekalipun. Wheel loader tipe ini biasa dipasang pada backhoe, bucket, front end, dan scoop loader

Komponen Utama Wheel Loader

Dalam menyelesaikan pekerjaan konstruksi atau pertambangan, mesin pada alat ini bekerja sesuai dengan komponen masing-masing. Beberapa komponennya adalah sebagai berikut.

  • Bucket, digunakan untuk menggali, memuat, dan memindahkan material dari satu tempat menuju tempat lain
  • Arm, bagian loader yang menghubungkan antara loader dan body mesin. Komponen ini berguna untuk menurunkan, mengangkat, dan memindahkan bucket
  • Kabin, tempat operator mengendalikan loader. Kabin dilengkapi dengan beberapa kontrol, seperti pedal, layar, dan tuas
  • Roda, bagian penggerak loader
  • Mesin, jantung dari alat berat loader itu sendiri yang memungkinkan loader untuk melakukan berbagai tugas
  • Sistem hidrolik, komponen penting yang menunjang operasi dari arm dan bucket
  • Sistem penggerak, terdiri dari transmisi, aksel, dan roda yang akan memberikan perintah untuk maju, mundur, dan memutar
  • Sistem pendingin, untuk mencegah mesin mengalami overheating
  • Sistem rem, untuk menghentikan loader
  • Lampiran atau attachment, alat tambahan yang dipasang pada loader seperti backhoe, grapple, sweeper, bucket, hingga forklift guna meningkatkan efisiensi loader itu sendiri

Kelebihan dan Kelemahan Wheel Loader

Setiap alat berat memiliki kelebihan dan kelemahan, termasuk wheel loader. Beberapa kelebihan wheel loader, antara lain:

  • Memiliki mobilitas kerja yang tinggi
  • Hasil yang efisien
  • Kemampuan manuver baik, sehingga dapat digunakan di berbagai area atau wilayah
  • Jarang mengalami kerusakan

Sedangkan beberapa kelemahan wheel loader, antara lain:

  • Perlu dioperasikan oleh operator handar karena proses dumping terkadang miring atau tidak rata
  • Menggunakan ban karet yang harus diganti secara berkala, sehingga wheel loader dapat bekerja secara optimal

Baca Juga: Operator Alat Berat: Tugas, Skill, dan Tips Karir

7 Tips Memilih Wheel Loader Terbaik

Menggunakan wheel loader terbaik untuk pekerjaan konstruksi atau pertambangan adalah hal wajib untuk menunjang efisiensi dan efektivitas kerja. Untuk mendapatkan yang terbaik, sebaiknya gunakan tips memilih wheel loader berikut ini.

1. Perhatikan Kapasitas Muatan

Kapasitas wheel loader sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan proyek. Kapasitas yang terlalu kecil membutuhkan waktu pengerjaan yang lebih lama, sedangkan kapasitas yang terlalu besar membuat budget pembelian meningkat. Jadi, pilihlah kapasitas yang pas agar hasilnya efektif dan efisien, baik dari segi pengerjaan maupun budget

2. Ketersediaan Sparepart

Pastikan pula bahwa sparepart dari wheel loader mudah ditemukan. Hal ini akan meminimalkan waktu pemberhentian produksi jika sparepart rusak atau bermasalah. Beli sparepart di produsen terpercaya agar transaksi pembelian lebih aman. 

3. Kinerja Wheel Loader

Jangan lupa untuk mempertimbangkan kinerja wheel loader itu sendiri. Pilihlah yang mampu bekerja secara efisien, sehingga fungsi alat ini menjadi maksimal untuk kebutuhan proyek. Perhatikan pula banyaknya bahan bakar yang dibutuhkan selama pengerjaan agar banyaknya dapat disiapkan terlebih dahulu sebelum memulai pekerjaan. 

4. Daya Tahan

Wheel loader merupakan alat berat yang tahan terhadap segala kondisi, termasuk kondisi yang berat. Namun, kualitas setiap alat berat tentu berbeda, tergantung perusahaan yang memproduksi. Pilihlah wheel loader yang daya tahannya baik, sehingga alat ini dapat digunakan dalam kurun waktu yang cukup lama.

5. Kondisi di Lapangan

Pertimbangkan pula kondisi di lapangan. Mulai dari kondisi, jenis tanah, tingkat kemiringan, dan ketersediaan lahan agar alat ini dapat bekerja dengan baik. Pastikan wheel loader memiliki daya cengkeram yang baik agar penggalian menjadi optimal, meskipun kondisi lingkungannya berbeda. 

6. Fitur Keselamatan

Pastikan fitur keselamatan pada wheel loader memadai. Misalnya, sistem pengereman, sistem pencegah kebocoran hidraulik, dan sistem lainnya untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja. 

7. Budget

Tips yang terakhir adalah memperhatikan budget mengingat harga wheel loader tidaklah murah. Selain budget untuk membeli, perhatikan pula biaya yang dibutuhkan untuk memperbaiki atau mengganti sparepart yang rusak. Hitung estimasi biayanya dalam jangka panjang untuk menghindari kesalahan beli yang mengakibatkan adanya penyesalan di kemudian hari. 

Perhatikan Unsur Safety dan Risiko Kecelakaan Kerja

Wheel loader merupakan alat berat yang dapat disewa atau dibeli, jadi tinggal sesuaikan dengan kebutuhan dan budget yang dimiliki. Bagi yang ingin membeli, sebaiknya memaksimalkan perlindungan untuk alat berat dengan asuransi khusus alat berat. Jika terjadi kerusakan tertentu, baik kecil maupun besar, maka biaya perbaikannya akan ditanggung oleh penyedia asuransi. 

Selain itu, jangan lupa untuk memperhatikan unsur safety dan risiko kecelakaan kerja yang ditimbulkan dari penggunaan alat berat. Pastikan seluruh karyawan mendapatkan jaminan kesehatan dan keselamatan kerja, sehingga mereka dapat bekerja secara optimal dan merasa aman. Demikianlah informasi seputar alat berat loader, mulai dari pengertian, tipe, fungsi, komponen utama, kelebihan, kelemahan, dan tips memilih wheel loader terbaik. Semoga bermanfaat!

Wheel Loader merupakan salah satu mesin/alat berat yang memiliki harga yang cukup mahal dan memiliki peran penting dalam konstruksi atua pertambangan untuk itu dibutuhkan asuransi khusus untuk melindunginya dari berbagai risiko.

Ajukan asuransi teknis terbaik untuk melindungi mesin/alat berat dari berbagai risiko kerusakan dan kehilangan di Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah ini!

Manfaat Asuransi Perlindungan Karyawan dan Jenisnya

Manfaat Asuransi Perlindungan Karyawan dan Jenisnya

Gaji merupakan elemen penting yang mempengaruhi loyalitas karyawan. Tapi sepenting-pentingnya gaji, terdapat elemen lain yang tak kalah penting yaitu benefit yang didapatkan seorang karyawan jika bekerja di suatu perusahaan. Benefit ini berupa BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan. 

Namun, BPJS saja tidaklah cukup. Terkadang karyawan juga membutuhkan benefit tambahan berupa asuransi perlindungan untuk memaksimalkan perlindungan selama bekerja di perusahaan. Kira-kira seberapa pentingkah asuransi perlindungan karyawan ini?

Seberapa Penting Asuransi untuk Karyawan?

Asuransi perlindungan cukup penting bagi karyawan karena asuransi ini dapat mengcover risiko yang tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan. Misalnya, biaya persalinan untuk ibu hamil, biaya operasi gigi, hingga biaya pengobatan di rumah sakit terbaik yang telah bekerja sama dengan pihak asuransi.

Di sisi lain, asuransi juga memberikan sejumlah manfaat. Tidak hanya bagi karyawan, tapi juga bagi perusahaan. Beberapa manfaat asuransi perlindungan adalah sebagai berikut:

  • Meningkatkan loyalitas karyawan
  • Meningkatkan motivasi kerja karyawan
  • Meningkatkan produktivitas karyawan
  • Mengurangi risiko finansial dari hal-hal yang tidak diinginkan
  • Produknya cukup lengkap yaitu berupa asuransi kesehatan, jiwa, dan pensiun
  • Tidak perlu dirujuk karena karyawan dapat langsung datang ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan

Perbedaan Asuransi Karyawan dan Asuransi Individu

Meskipun sama-sama bermanfaat untuk mengurangi risiko finansial, ternyata terdapat perbedaan antara asuransi karyawan dan asuransi individu. Perbedaan tersebut antara lain.

1. Pihak yang Membayar

Premi asuransi karyawan biasanya dibayar oleh perusahaan setiap bulan. Jika terdapat pembagian beban biaya, maka beban ini akan ditanggung oleh karyawan yang bersangkutan sesuai persentase yang sudah ditentukan sejak awal. Pembayaran biasa dilakukan dengan memotong gaji karyawan.

Sedangkan asuransi individu dibayar oleh individu yang bersangkutan setiap bulan. Metode pembayarannya bisa dengan debit otomatis atau secara manual dengan cara transfer ke nomor rekening penyedia asuransi. Pembayaran dilakukan sebelum tanggal jatuh tempo agar asuransi tidak dinonaktifkan.

2. Manfaat yang Didapatkan

Perbedaan kedua adalah dari segi manfaat. Sebagai pemegang asuransi individu, polis dapat menentukan manfaat apa saja yang diinginkan untuk memaksimalkan perlindungan bagi diri sendiri. Luas manfaat akan mempengaruhi besaran premi yang dibebankan kepada pemegang asuransi. 

Berbeda dengan asuransi perlindungan karyawan. Manfaat yang didapatkan biasanya disamakan antara satu dengan yang lainnya, terutama untuk karyawan yang levelnya setara. Untuk yang levelnya lebih tinggi, seperti direksi atau CEO, biasanya akan mendapatkan manfaat yang lebih luas karena preminya juga lebih besar.

3. Proses Klaim

Asuransi individu bisa diklaim dengan sistem cashless atau reimbursement, tergantung dari ketentuan yang tercantum pada polis asuransi. Untuk klaim cashless, polis dapat menunjukkan kartu keanggotaan asuransi yang masih aktif. Sedangkan untuk sistem reimbursement, polis perlu melengkapi beberapa dokumen, seperti formulir klaim, resume medis, bukti resep obat, dan detail biaya yang telah dibayarkan.

Metode klaim di atas juga berlaku untuk asuransi karyawan. Hanya saja, karyawan tidak langsung memberikan dokumen kepada penyedia asuransi karena dokumen ini biasanya akan diserahkan kepada pihak Human Resource (HR) terlebih dahulu. Pihak HR biasanya akan melakukan pengecekan berupa cek limit tahunan, kelengkapan dokumen, dan tujuan penggunaan sebelum menyetujui klaim karyawan.

4 Jenis Asuransi Perlindungan Karyawan

Perusahaan dapat memfasilitasi karyawan dengan sejumlah asuransi tambahan untuk memaksimalkan perlindungan terhadap karyawan. Terdapat 4 jenis asuransi yang biasanya diberikan, di antaranya: 

Asuransi KesehatanAsuransi kesehatan menjadi produk utama yang diberikan jika perusahaan memberikan fasilitas asuransi. Asuransi ini dapat digunakan untuk mengcover kebutuhan kesehatan karyawan, seperti jatuh sakit atau kecelakaan.

Dengan asuransi ini, biaya pengobatan karyawan akan dibebankan kepada penyedia asuransi, jadi perusahaan tidak ikut ambil alih lagi dalam hal pembayaran.

Manfaat yang didapatkan cukup luas. Bahkan ada perusahaan yang memberikan penambahan manfaat berupa biaya persalinan bagi karyawan wanita. Alhasil, mereka tidak perlu khawatir lagi saat bersalin karena biayanya ditanggung oleh perusahaan. 
Asuransi JiwaProduk asuransi selanjutnya adalah asuransi jiwa. Produk ini biasanya diberikan bagi karyawan yang masih single atau sudah berkeluarga. Tujuannya untuk menjamin kehidupan keluarga yang ditinggalkan saat karyawan meninggal dunia, apalagi jika karyawan tersebut menjadi tulang punggung di keluarga.

Asuransi ini biasanya diberikan untuk pekerjaan yang berisiko tinggi, seperti pilot, pekerja tambang, atau teknisi di pabrik. Tapi, tidak menutup kemungkinan jika karyawan kantoran juga bisa mendapatkan manfaat asuransi jiwa. Hal ini tergantung dari kebijakan masing-masing perusahaan.
Asuransi Kecelakaan KerjaSetiap pekerjaan pasti memiliki risiko masing-masing. Untuk meminimalisir risiko ini, perusahaan biasanya memberikan asuransi kecelakaan kerja. Jadi, setiap karyawan akan didaftarkan namanya ke penyedia asuransi untuk mendapatkan manfaat dari asuransi ini.

Setiap asuransi kecelakaan kerja memiliki manfaat yang berbeda. Ada yang cuma mengcover biaya perawatan saja. Ada juga yang sampai mengcover biaya kematian.
Asuransi PensiunKaryawan yang sudah lama bekerja di perusahaan biasanya akan diberikan penghargaan berupa asuransi pensiun. Asuransi ini dapat dicairkan saat pensiun, sehingga karyawan tetap sejahtera dalam menjalani hidup meskipun sudah tidak bekerja lagi. 

Biaya asuransi ditanggung oleh dua belah pihak, yaitu perusahaan dan karyawan yang bersangkutan. Tentu dengan persentase pembebanan biaya yang berbeda, dimana perusahaan membayar dengan persentase yang lebih besar. Asuransi ini biasanya diberikan untuk karyawan yang berstatus sebagai karyawan tetap saja.

Baca Juga: Risiko yang Dihadapi Pekerja Kilang Minyak

Syarat-syarat yang Harus Dipenuhi Perusahaan dan Karyawan

Menjadi anggota di perusahaan asuransi sangat mudah. Tapi, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan kartu keanggotaan asuransi. Syarat-syarat ini adalah sebagai berikut.

Syarat Bagi Perusahaan

Berbadan Hukum

Status hukum perusahaan menjadi syarat utama yang harus dipenuhi sebelum membeli asuransi. Status ini dapat dibuktikan dengan adanya legalitas pendirian usaha maupun bukti pemisahan antara kekayaan pemilik dan badan usaha. Sehingga, pemilik hanya akan bertanggung jawab sebatas harta perusahaan saja. 

Jadi, pastikan terlebih dahulu bahwa perusahaan sudah berbadan hukum. Jika tidak, maka akan terdapat sejumlah kesulitan bahkan penolakan dari penyedia asuransi. Sebab, status badan hukum ini membuktikan bahwa kegiatan operasional dari perusahaan yang bersangkutan sudah disetujui oleh pemerintah dan pihak yang berwenang.

Memenuhi Kriteria Tertentu

Selain status badan hukum, terdapat pula kriteria tertentu yang harus dipenuhi. Mulai dari jumlah minimal peserta yang didaftarkan dan premi yang diinginkan oleh perusahaan. Antara jumlah peserta dan premi saling berhubungan, dimana premi yang dibayar oleh perusahaan menjadi lebih kecil jika jumlah peserta asuransinya lebih banyak. 

Kriteria lain yang harus dipenuhi berupa kelengkapan dokumen, seperti surat pengajuan asuransi. Jika kriteria terpenuhi, maka perusahaan berhak mendapatkan kartu keanggotaan dan karyawan bisa mendapatkan perlindungan maksimal.

Menyetujui Proposal Asuransi

Penyedia asuransi akan memberikan proposal terkait ringkasan produk, manfaat, dan hal-hal yang dikecualikan dalam asuransi. Perusahaan diminta untuk membaca proposal ini terlebih dahulu untuk memastikan bahwa produk dan manfaat asuransinya sudah sesuai dengan kebutuhan. Setelah itu, proposal akan ditandatangani sebagai bukti persetujuan. 

Berhubung karena proposal sudah disetujui, maka perusahaan wajib memenuhi kewajibannya sebagai peserta asuransi, yaitu dengan membayar premi secara rutin setiap bulan. Jika tidak, maka kontrak asuransi dapat diputus dan hak karyawan dalam asuransi akan dicabut. 

Syarat Bagi Karyawan

Pegawai yang Aktif

Agar karyawan bisa didaftarkan dalam keanggotaan asuransi, maka statusnya harus pegawai yang aktif. Dalam arti masih akan bekerja di perusahaan dalam kurun waktu tertentu. 

Memenuhi Persyaratan

Sama seperti perusahaan, karyawan juga wajib melengkapi syarat yang sudah ditentukan. Mulai dari syarat usia mendaftar, nominal gaji, dan syarat lainnya. Jika syarat disetujui, maka karyawan berhak mendapatkan kartu keanggotaan asuransi dan menggunakannya untuk proteksi diri. 

Baca Juga: Tips Menjaga Kesehatan Bagi Para Buruh Rokok

Tandem BPJS dan Asuransi Memaksimalkan Perlindungan Karyawan

Mendapatkan perlindungan dari perusahaan sudah menjadi hak setiap karyawan. Perlindungan ini menjadi bukti kepedulian perusahaan terhadap kesejahteraan karyawan selama bekerja. Agar perlindungannya lebih maksimal lagi, perusahaan dapat memfasilitasi karyawan dengan BPJS dan asuransi. 

Jika ada risiko yang tidak ditanggung oleh BPJS, maka karyawan dapat memanfaatkan asuransi karyawan untuk membiayai perawatan yang dibutuhkan. Alhasil, kebutuhan perlindungannya selalu terpenuhi saat terkena musibah atau bencana tertentu. Lantas, apakah kamu sudah terlindungi oleh BPJS dan asuransi dari kantormu?

Bagi perusahaan yang ingin secara maksimal dalam melindungi karyawan yang merupakan salah satu aset berharga dalam bisnis Anda, memberikan mereka produk asuransi kesehatan karyawan terbaik merupakan salah satu bentuk dari perlindungan yang bisa diberikan kepada karyawan.

Dapatkan produk asuransi kesehatan karyawan terbaik di Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah ini!

7 Manfaat Asuransi Karyawan Bagi Perusahaan

7 Manfaat Asuransi Karyawan Bagi Perusahaan

Memiliki SDM yang sehat menjadi salah satu impian setiap perusahaan. SDM yang sehat dapat menunjang kegiatan operasional, sehingga aktivitas perusahaan berjalan optimal. Jika SDM tidak sehat, maka pekerjaan menjadi terbengkalai dan perusahaan mengeluarkan biaya lagi untuk merekrut karyawan pengganti dalam kurun waktu tertentu.

Mahalnya biaya pengobatan tentu menjadi concern bagi perusahaan. Tak heran jika beberapa perusahaan menyediakan asuransi karyawan untuk mengcover biaya perawatan, kecelakaan, cacat permanen, hingga kematian. Dengan asuransi karyawan, maka perusahaan dapat meminimalisir pengeluaran yang tidak diinginkan di kemudian hari. 

Apa Itu Asuransi Karyawan?

Sudah seharusnya  perusahaan memfasilitasi karyawan dengan asuransi agar kesejahteraan karyawan meningkat. Asuransi karyawan sendiri adalah benefit atau manfaat berupa perlindungan kesehatan, jiwa, kecelakaan kerja, dan pensiun yang diberikan perusahaan. Tidak hanya bagi karyawan saja, tapi juga bagi anggota keluarga, seperti suami atau istri dan anak.

Pada umumnya, jenis produk asuransi yang diberikan perusahaan berupa asuransi kesehatan grup. Asuransi ini ditujukan untuk melindungi beberapa orang dalam kelompok tertentu. Premi asuransi dibayar secara kumpulan dengan jumlah yang sama, terlepas dari kondisi kesehatan dan usia masing-masing karyawan.

Manfaat yang didapatkan oleh karyawan biasanya disesuaikan dengan jabatan yang diduduki. Semakin tinggi jabatan, biasanya semakin luas pula perlindungan yang diberikan. Dan semakin luas perlindungan, maka semakin besar pula premi asuransi yang dibayar oleh perusahaan. 

Meski terdapat sejumlah perbedaan, tapi untuk manfaat dasarnya tetap sama. Mulai dari rawat inap, rawat jalan, biaya persalinan, perawatan gigi, hingga penggantian kacamata. 

Mengapa Karyawan Butuh Asuransi?

Alasan utamanya karena asuransi jauh lebih fleksibel. Asuransi dapat digunakan kapan saja, di mana saja tanpa memerlukan surat rujukan. Karyawan yang membutuhkan perawatan dapat langsung mendatangi rumah sakit rekanan asuransi untuk mendapatkan tindak lanjut. 

Karyawan tidak perlu bolak-balik atau mengantri. Jadi begitu mendaftar di bagian administrasi, karyawan bisa diobati sebelum kondisinya semakin parah. 

Penanganan langsung juga berlaku bagi peserta BPJS apabila kondisi pasien sekarat atau harus masuk ruangan IGD. Tapi jika kondisinya biasa saja, maka wajib mengantri dan mengikuti prosedur yang begitu panjang. 

Jenis-jenis Pekerjaan yang Membutuhkan Asuransi

Setiap perusahaan berhak memberikan benefit asuransi kepada karyawan tanpa terkecuali. Namun, sebagian perusahaan hanya memberikan benefit ini kepada pihak manajerial atau direksi saja. Khusus untuk jenis pekerjaan berikut, pemberian asuransi sangat wajib mengingat risiko kerjanya yang tinggi.

Adapun jenis-jenis pekerjaan yang membutuhkan asuransi, di antaranya:

1. Pekerjaan yang Berhubungan dengan Alat Berat

Penggunaan mesin dan alat-alat berat dalam pekerjaan sehari-hari tentu memiliki risiko yang tinggi. Tak heran jika perusahaan yang bergerak di bidang ini harus menyediakan asuransi bagi karyawan. Setidaknya ketika salah satu karyawan mengalami cedera saat menggunakan alat-alat berat, perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya lagi karena biaya ini sudah dicover oleh penyedia asuransi

2. Pekerjaan yang Berhubungan dengan Bahan-bahan Kimia

Pekerjaan yang mengharuskan pekerja berhubungan dengan bahan-bahan kimia memiliki risiko yang tinggi. Paparan bahan kimia yang berlebihan dapat mempengaruhi kesehatan dalam jangka panjang, bahkan ada yang mengancam nyawa. Dengan benefit asuransi, karyawan menjadi semakin diproteksi jika seandainya jatuh sakit karena paparan bahan kimia tersebut.

3. Pekerjaan yang Berhubungan dengan Penyakit 

Karyawan yang bekerja di rumah sakit, seperti dokter dan perawat juga membutuhkan benefit asuransi berupa asuransi kesehatan dan jiwa karena pekerjaan mereka adalah mengurus pasien dengan berbagai jenis penyakit. Kemungkinan untuk tertular sangat besar. Dengan asuransi, dokter maupun perawat menjadi lebih terproteksi karena biaya akibat resiko penyakit akan di cover otomatis oleh penyedia asuransi.

Baca Juga: 7 Tips Menghadapi Karyawan yang Mencemarkan Nama Baik Perusahaan

7 Manfaat Asuransi Karyawan Bagi Perusahaan

Setiap karyawan menginginkan fasilitas berupa asuransi dari perusahaan tempatnya bekerja. Bagi perusahaan sendiri, adanya asuransi karyawan akan memberikan manfaat tertentu. Adapun manfaat asuransi karyawan bagi perusahaan, antara lain.

1. Meningkatkan Rasa Nyaman bagi Karyawan

Ketika karyawan sudah memiliki asuransi, maka mereka akan lebih nyaman untuk bekerja. Sebab, perusahaan telah memberikan tambahan perlindungan guna mengcover peristiwa yang tidak diinginkan. Terlebih lagi untuk peristiwa yang tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Meski manfaat asuransi dari perusahaan terbatas, tapi setidaknya dapat mengurangi berbagai risiko yang dialami oleh karyawan. Setidaknya risiko ini ditanggung oleh penyedia asuransi, jadi karyawan dapat bekerja lebih tenang.

2. Meminimalisir Biaya yang Dikeluarkan Perusahaan

Pemberian fasilitas asuransi sejatinya akan menambah pengeluaran perusahaan setiap bulan. Sebab, perusahaan wajib membayar premi asuransi sesuai kesepakatan di awal agar manfaat yang tadinya karyawan dapatkan tidak dicabut oleh penyedia asuransi. Namun, biaya yang dikeluarkan jauh lebih sedikit jika dibandingkan saat perusahaan tidak memiliki asuransi karyawan.

Jika tanpa asuransi, maka biaya perawatan akibat kecelakaan kerja yang terjadi di lapangan sepenuhnya menjadi tanggung jawab perusahaan. Tapi dengan asuransi, maka biaya ini akan dialihkan kepada penyedia asuransi. Berapa pun besar biayanya selama biaya ini tidak melebihi limit dan penyakitnya masuk dalam manfaat dalam polis asuransi, maka biayanya akan ditanggung sepenuhnya oleh penyedia asuransi.

3. Melindungi Finansial Karyawan

Kesehatan itu mahal harganya. Harta sebagian besar orang bisa habis dalam sekejap untuk membiayai perawatan di rumah sakit. Namun dengan asuransi, masalah finansial tidak lagi menimbulkan kekhawatiran bagi karyawan. Sebab, risiko finansial telah berpindah tangan ke penyedia asuransi.

Penyedia asuransi akan mengcover perawatan sampai mencapai batas maksimal yang tercantum dalam polis asuransi. Jika jatuh sakit, maka karyawan bisa langsung pergi ke rumah sakit dan memanfaatkan sistem cashless, jadi tidak perlu mengeluarkan uang pribadi sepeser pun. Jika seandainya reimburse pun, maka biayanya bisa langsung diganti oleh perusahaan dalam beberapa hari kerja.

4. Karyawan Menjadi Loyal ke Perusahaan

Karyawan yang merasa aman dan sejahtera cenderung loyal ke perusahaan. Jarang dari mereka memutuskan untuk resign dalam waktu singkat karena apa yang diinginkan sudah terpenuhi. Seandainya ada yang resign pun, alasannya mungkin karena keluarga. 

Dari sini dapat diketahui bahwa gaji saja tidaklah cukup. Beberapa karyawan justru tidak mempermasalahkan gaji UMR asal mendapatkan fasilitas dan benefit yang sesuai. Sebab, biaya-biaya yang tadinya berasal dari gaji kini dibayar dari benefit karyawan.

5. Meningkatkan Citra Perusahaan di Mata Masyarakat

Perusahaan yang peduli kepada karyawan mendapatkan citra yang baik di mata masyarakat, begitu pula dengan para pencari kerja. Akan ada banyak kandidat yang mencoba melamar jika perusahaan bersikap fair kepada karyawan. Hal ini akan menguntungkan dari sisi perusahaan karena berkesempatan mendapatkan kandidat terbaik untuk memajukan kinerja perusahaan.

Tidak berhenti sampai di situ, citra yang baik juga menjadi daya tarik bagi investor atau lembaga pendanaan, seperti bank. Jika suatu hari perusahaan membutuhkan dana untuk ekspansi, misalnya, perusahaan jadi lebih mudah mendapatkan dana tersebut. Sebab, nama perusahaan sudah dipandang baik dan bank percaya sepenuhnya bahwa perusahaan bisa membayar utangnya dengan lancar.

6. Mendorong Produktivitas Kerja

Produktivitas kerja dipengaruhi oleh kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di perusahaan. Keberadaan karyawan sangat berpengaruh, bahkan bisa dikatakan karyawan menjadi salah satu kunci keberhasilan suatu usaha. Maka dengan memberi benefit, karyawan pun akan berupaya memberikan kinerja terbaik. 

Asuransi menjadi salah satu contoh benefit yang dimaksud. Asuransi dapat menimbulkan rasa aman secara psikologis, sehingga seiring berjalannya waktu akan turut serta membangun moral karyawan. Pekerjaan yang bermoral akan mempengaruhi lingkungan kerja, sehingga berujung pada produktivitas dan motivasi kerja yang tinggi pada diri karyawan.

7. Meminimalisir Risiko Saat Terkena Musibah

Tidak ada satu orang pun yang mau sakit, tapi penyakit bukan sesuatu yang bisa dielakkan begitu saja. Terkadang, orang yang sudah menjaga tubuhnya agar tetap bugar saja bisa jatuh sakit. Karena memang segala aspek di dalam kehidupan sangat mempengaruhi kondisi kesehatan seseorang.

Dengan asuransi, risiko jatuh sakit bukan lagi dipandang sebagai musibah oleh karyawan. Asuransi membuat karyawan merasa lebih siap saat jatuh sakit. Sebab, biaya perawatan ditanggung sepenuhnya oleh penyedia asuransi.

Baca Juga: Kerja Shift? Terapkan Tips Berikut Agar Tetap Sehat

Jadikan Asuransi sebagai Daya Tarik Perusahaan

Sudah seharusnya perusahaan memberikan benefit kepada karyawan agar karyawan loyal, merasa aman, dan sejahtera selama bekerja. Asuransi adalah salah satu jawabannya. Asuransi juga dapat dijadikan sebagai daya tarik untuk memikat SDM terbaik, sehingga perusahaan dapat berjalan lancar dan mencapai target yang sudah ditentukannya. 

Dapatkan asuransi terbaik untuk karyawan dengan mengajukanya langsung di Cermati Protect melalui formulir dibawah ini!

7 Potensi Penyakit yang Rentan Dialami Pekerja Tambang

7 Potensi Penyakit yang Rentan Dialami Pekerja Tambang

Bekerja di pertambangan adalah mimpi bagi banyak orang. Konon kabarnya karena pekerja tambang memiliki gaji yang besar. Hal ini memang benar, tapi tidak dapat dipungkiri bahwa bahaya yang dihadapi pekerja tambang juga besar. 

Kecelakaan kerja kerap kali terjadi, mulai dari kecelakaan kecil hingga besar yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang di sekitar. Apa saja bahaya kerja di pertambangan? Berikut ini akan dijelaskan lengkap dengan potensi penyakit yang rentan dialami oleh pekerja tambang. 

5 Bahaya Kerja di Tambang yang Perlu Diketahui

Bekerja di industri pertambangan, seperti nikel, batu bara, emas, dan timah memiliki sejumlah bahaya. Terkadang dapat dihindari, tapi terkadang juga tidak. Berikut ini 5 bahaya kerja di tambang yang perlu diketahui.

1. Bahaya Kebakaran

Kebakaran merupakan salah satu peristiwa yang paling berbahaya di industri pertambangan. Selain menyebabkan luka-luka, kebakaran juga dapat menghilangkan nyawa pekerja tambang. Bahaya tambang ini biasanya bersumber dari beberapa hal, di antaranya:

  • Pemanasan batu bara pada limbah dengan lapisan berisiko tinggi yang terdapat pada limbah atau batu bara yang pecah di pinggir jalan
  • Korslet pada peralatan mekanik atau listrik
  • Panas dari bahan peledak atau detonator
  • Kebakaran akibat pekerjaan yang menimbulkan panas, seperti pengelasan, penggilingan, dan pembakaran

2. Terkena Banjir

Tidak hanya di atas permukaan, tapi banjir juga dapat terjadi di bawah tanah. Bahaya tambang yang satu ini disebabkan karena ledakan yang disengaja. Akibatnya, air masuk dan beberapa infrastruktur pertambangan mengalami kebocoran.

3. Terkena Runtuhan

Sudah bukan rahasia umum bahwa reruntuhan menjadi salah satu bahaya kerja di tambang batu bara. Reruntuhan dapat disebabkan karena tidak stabilnya badan bijih dan gempa yang diinduksi, sehingga lereng di daerah pertambangan menjadi tidak stabil. Bahaya reruntuhan ini pernah terjadi di pertambangan di Chili, tepatnya di dekat Kota Copiapo pada Oktober 2010 silam.

4. Bahaya Terjadinya Ledakan

Berbagai kegiatan peledakan yang dilakukan di daerah pertambangan dapat menimbulkan potensi bahaya. Sebut saja bebatuan yang beterbangan, terjadinya polusi, dan gas beracun. Bahaya ini dapat mengancam bagian pernapasan, terutama jika pekerja tambang tidak menggunakan seragam kerja yang sudah ditentukan.

5. Kontaminasi dengan Atmosfer yang Beracun

Terbatasnya ruangan di bawah tanah dapat menyebabkan terjadinya kontaminasi dari atmosfer yang beracun. Misalnya, aerosol, debu, asap diesel, dan partikel asap dari bahan yang diledakkan.

Baca Juga: 7 Tips Mencegah Terjadinya Kecelakaan Kerja pada Karyawan

7 Potensi Penyakit yang Dialami Pekerja Tambang

Semua pekerja tambang diharuskan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai. Tujuannya untuk mencegah berbagai risiko yang dapat membahayakan kesehatan maupun nyawa dari para pekerja tambang. Meski demikian, berbagai jenis penyakit tidak dapat dielakkan begitu saja. 

Berikut ini 7 potensi penyakit yang mungkin dialami pekerja tambang.

1. Penyakit PernapasanPernapasan merupakan salah satu penyakit yang identik dengan pekerja tambang. Hal ini disebabkan karena banyaknya debu yang bertebaran di udara, terhirup, dan mengendap di paru-paru. Jika tidak segera diobati, maka dapat menimbulkan penyakit radang, fibrosis, dan parahnya adalah necrosis. 
2. AsbestosisAsbestosis adalah penyakit yang berkaitan dengan asbes. Pekerja tambang yang terkena paparan asbes selama bekerja di pertambangan berisiko terkena penyakit ini. Menurut data dari WHO, setidaknya ada 125 juta pekerja yang terkena penyakit asbestosis di tempat kerja.
3. Hilangnya PendengaranBanyak dan kuatnya bunyi mesin yang terjadi di lokasi pertambangan berisiko merusak kualitas pendengaran pekerja tambang. Sebuah survei yang pernah dilakukan di India menyebutkan bahwa sekitar 75% dari pekerja di pertambangan metal mengalami gangguan pendengaran. Sementara sekitar 25% pekerja yang bekerja di pertambangan terbuka berisiko mengalami masalah kehilangan pendengaran.
4. PneumokoniosisDisebut juga penyakit paru-paru hitam yang disebabkan karena banyaknya partikel debu yang masuk ke dalam paru-paru- Jika debu ini mengendap dalam waktu yang cukup lama, maka dapat menimbulkan jaringan parut pada paru-paru dan membuat pekerja tambang kesulitan untuk bernapas. 

Penyakit ini tergolong penyakit yang sulit disembuhkan. Tapi, dapat dicegah dengan cara membatasi paparan debu batu bara selama bekerja di pertambangan.
5. SilikosisSilikosis merupakan penyakit yang muncul akibat terhirupnya partikel debu kecil, seperti silika. Debu silika dapat ditemukan di kuarsa, pasir, dan bentuk bebatuan lainnya. Silikosis dapat mengganggu fungsi pernapasan dan menyebabkan munculnya jaringan parut di paru-paru. 
6. KankerPaparan asbes dapat menyebabkan mesothelioma, yaitu penyakit kanker yang akan mempengaruhi sel mesotelial yang menutupi organ di dalam tubuh.

Mesothelioma tidak hanya mempengaruhi fungsi paru-paru, tapi juga lapisan di dalamnya. Seiring berjalannya waktu, pengidap penyakit ini berisiko tinggi terkena kanker paru-paru, khususnya jika tidak segera mendapat penanganan. 
7. Gangguan pada Otot dan TulangBeberapa pekerja tambang juga mengalami gangguan pada otot dan tulang. Misalnya, radang pada otot, sakit punggung, iritasi, dan lain sebagainya. Salah satu penyebabnya bisa karena bobot bahan galian yang diangkat terlalu berat.

5 Tips Menjaga Kesehatan dan Keselamatan di Pertambangan

Baca Juga: Perjalanan Dinas Pimpinan Kantor? Siapkan Ini!

Segala upaya pasti dilakukan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan selama bekerja di daerah pertambangan. Agar prakteknya menjadi mudah, silakan terapkan tips-tips berikut ini. 

1. Hindari Bersikap Ceroboh

Bekerja di tempat yang berisiko membutuhkan kehati-hatian ekstra. Sebisa mungkin telitilah selama bekerja dan hindari sikap ceroboh yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Usahakan untuk selalu mawas diri terhadap lingkungan di sekitar.

Jika tanda-tanda bahaya muncul, segera ambil tindakan untuk mencegahnya. Sebaiknya hindari perasaan panik karena ini dapat membuatmu ceroboh dan gegabah dalam bertindak. 

2. Gunakan Pakaian Keamanan

Selama di daerah pertambangan, usahakan untuk menggunakan pakaian keamanan. Mulai dari helm, pakaian pelindung, kacamata, dan perlengkapan keamanan lainnya yang sudah disediakan oleh perusahaan. Pakai dengan posisi senyaman mungkin agar tidak mengganggu kinerja.

Jangan lupa ingatkan rekan kerja untuk melakukan hal yang sama karena ini berkaitan erat dengan keselamatan bersama. Perihal pakaian keselamatan harus disikapi dengan tegas untuk meminimalisir risiko kecelakaan.

3. Awasi Tim Secara Intens

Meskipun masih berstatus anak baru atau junior, tidak ada salahnya untuk selalu keep an eye atau mengawasi sesama anggota tim. Mengawasi dalam arti positif untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan selama bekerja. 

Misalnya, jika ada anggota tim yang tidak fokus saat bekerja, maka kamu bisa mengingatkan atau menegurnya. Apalagi saat berurusan dengan bahan peledak. Sekali melakukan kesalahan kecil, maka dampaknya besar dan ditanggung bersama.

4. Buat Perencanaan yang Matang

Bekerja sesuai deadline dan mencapai target yang sudah ditentukan adalah pencapaian yang diinginkan oleh semua pekerja, termasuk pekerja tambang. Agar hal ini terwujud, sebaiknya buatlah perencanaan yang matang. Mulai dari jumlah sumber daya untuk bekerja, biaya operasional, dan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu proyek.

Di sisi lain, jangan lupa untuk mempertimbangkan risiko pekerjaan yang muncul. Buatlah tindak lanjut dari risiko yang terjadi dengan rencana A, B, dan seterusnya. Jika rencana yang satu tidak berhasil, setidaknya masih ada rencana lain, sehingga kerjanya lebih efisien.

5. Adakan Pelatihan Profesional K3

Tips menghindari bahaya tambang terakhir adalah mengadakan pelatihan profesional, seperti K3 kepada seluruh pekerja tambang. Pelatihan dapat diadakan secara rutin untuk meningkatkan awareness terhadap keselamatan kerja. Jadi, bahaya-bahaya yang tidak diinginkan dapat dihindari secepat mungkin. 

Pelatihan tidak hanya ditujukan bagi karyawan baru saja, tapi juga karyawan lama. Khususnya karyawan yang memiliki jam terbang tinggi dan karyawan yang akan memimpin sebuah tim. Apalagi ilmu mengenai keselamatan kerja akan diperbaharui seiring berjalannya waktu. 

Baca Juga: 9 Jenis Alat Pelindung Diri dan Keselamatan Kerja

Risiko Pekerjaan dan Penyakit Jangan Dianggap Remeh

Setiap pekerjaan memang memiliki risiko tertentu, baik dari segi finansial, waktu, maupun kesehatan. Berbagai bentuk pencegahan perlu dilakukan untuk menghindari efek samping yang dapat merugikan dan membahayakan diri sendiri di kemudian hari. Salah satu caranya dengan membatasi paparan debu yang dihirup atau masuk ke dalam tubuh. 

Memang, hal ini telah diatur sedemikian rupa oleh pihak manajemen perusahaan. Namun, tidak ada salahnya agar kamu tetap waspada terhadap segala tindakan dan risiko yang muncul selama bekerja di daerah pertambangan. Alhasil, kondisi tubuh tetap terjaga dan kamu pun bisa ikut serta untuk membantu perusahaan dalam menyelesaikan proyek berikutnya. 

Selain itu, dengan risiko pekerjaan yang tinggi perusahaan wajib memberikan pekerja tambang produk asuransi kesehatan karyawan terbaik untuk melindungi mereka dari segala resiko pekerjaan.

Dapatkan produk asuransi kesehatan karyawan terbaik di Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah ini!

Ini Dia Warna Helm Proyek dan Kegunaannya

Ini Dia Warna Helm Proyek dan Kegunaannya

Helm proyek adalah salah satu perlengkapan proyek yang berfungsi untuk melindungi kepala dari potensi cedera. Misalnya, dari reruntuhan material maupun dari benturan benda keras yang ada di lokasi proyek. Helm ini terdiri dari berbagai warna dengan arti yang berbeda-beda.

Mau tahu lebih banyak informasi tentang helm proyek? Berikut akan dijelaskan tentang manfaat helm proyek, warna-warnanya, standarisasi, masa berlaku, dan harga masing-masing helm berdasarkan warna. 

Manfaat Menggunakan Helm Proyek

Setiap atribut keamanan memiliki manfaat masing-masing yang membedakannya dengan atribut lain. Sama halnya seperti atribut helm yang digunakan di lokasi proyek. Beberapa manfaat helm proyek, di antaranya:

  • Melindungi kepala pekerja dari benturan apa pun selama berada di lokasi proyek
  • Melindungi kepala dari debu atau kotoran yang beterbangan di lokasi proyek
  • Melindungi kepala dari panas atau terik matahari
  • Melindungi kepala dari hujan atau cipratan air

Baca Juga: Apa Itu K3? Pengertian, Tujuan, Prinsip, dan Ruang Lingkup

8 Warna Helm Proyek dan Artinya

Helm proyek atau safety helmet terdiri dari berbagai jenis warna. Setiap warna memiliki arti masing-masing yang jarang

Warna KuningArti warna helm proyek ini menunjukkan bahwa pemakainya adalah pekerja umum, operator, dan sub kontraktor. Warnanya yang mencolok membuat pemakainya mudah terlihat. Helm ini sering dipakai untuk proyek besar di lokasi yang luas dengan jumlah pekerja yang banyak.
Warna OranyeJika kamu melihat seseorang memakai helm proyek berwarna oranye, maka dapat dipastikan pemakainya adalah tamu. Bisa saja investor, kerabat pemilik proyek, atau orang lain yang ingin melihat perkembangan proyek yang sedang berlangsung. Singkatnya, helm oranye ditujukan untuk pihak eksternal.
Warna BiruHelm proyek berwarna biru biasanya dipakai oleh supervisor lapangan, elektrikal kontraktor, pengawas sementara, dan operator teknis proyek. Operator teknis di sini seperti operator kelistrikan yang bertugas untuk mengecek bagian kelistrikan di lokasi proyek. Jika ada masalah, maka si pemakai helm ini yang akan mengurusnya.
Warna PutihWarna putih juga sering kali ditemui di lokasi proyek. Pemakai helm ini biasanya menjabat sebagai petinggi di perusahaan, seperti pengawas, mandor, manajer, dan insinyur. Pemakai helm ini memiliki tanggung jawab yang tinggi di dalam suatu proyek, sehingga membutuhkan pengetahuan yang luas agar proyek bisa berjalan dengan lancar.
Warna HijauSesuai dengan warnanya, helm berwarna hijau ditujukan untuk orang-orang yang tugasnya berhubungan dengan lingkungan. Pemakainya adalah pengawas atau pelindung lingkungan di kawasan proyek. Pemakai helm ini bisa dikatakan menjadi orang yang paling tahu tentang kondisi lingkungan di sekitar dan masalah lingkungan yang sedang terjadi.
Warna CokelatHelm berwarna coklat biasanya dipakai oleh pekerja las atau pekerja yang berhubungan dengan suhu tinggi. Mereka ini ditugaskan di bagian peleburan dan pertambangan.
Warna MerahBukan petugas kebakaran, ya! Helm berwarna merah ini dipakai oleh safety officer, yaitu orang yang bekerja untuk mengawasi keamanan proyek. Mereka ini juga bertugas untuk menjalankan fungsi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Warna Merah MudaWarna helm yang terakhir adalah warna merah muda. Helm ini sangat jarang ditemui di lokasi proyek karena biasanya dikhususkan bagi anak-anak magang yang berasal dari universitas tertentu. Tugas mereka adalah untuk melihat dan mencatat proses pembangunan guna menambah pengetahuan di bidang konstruksi.

Standar Safety Helmet untuk Kebutuhan Proyek

Setiap negara memiliki aturan dan standarisasi safety helmet masing-masing. Adapun standarisasi helm proyek di Indonesia dan yang berlaku secara internasional adalah sebagai berikut. 

1. Standar Internasional

Salah satu standarisasi internasional yang paling terkenal adalah ANSI/ISEA Z89.1-2014 tentang Industrial Head Protection. Standar ini dibagi lagi menjadi dua kategori, yaitu:

  • ANSI tipe I / CSA Tipe 1, yaitu helm proyek yang mampu melindungi kepala dari benturan maupun penetrasi vertikal
  • ANSI tipe II / CSA Tipe 2, yaitu helm proyek yang mampu melindungi kepala dari benturan, penetrasi vertikal, lateral atau samping, dan memiliki lapisan dalam yang terbuat dari busa EPS

Helm proyek pada poin dua di atas memiliki persyaratan, di antaranya:

  • Memiliki redaman energi benturan dari depan, samping, belakang, dan atas
  • Memiliki resistensi penetrasi di luar pusat
  • Memiliki retensi tali dagu

Selain itu, terdapat juga standarisasi helm proyek di Eropa atau yang dikenal dengan EN 397. Semua helm yang dipakai di Eropa harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  • Tahan terhadap redaman energi benturan secara vertikal
  • Memiliki ketahanan terhadap penetrasi atau benda runcing dan tajam
  • Tahan terhadap api
  • Adanya lampiran tali dagu, dimana tali dagu akan terbuka pada posisi 150 N minimum dan 250 N maksimum

Negara Kanada juga memiliki standarisasi helm proyek edisi CSA Z94.1 yang merupakan perpaduan antara rangkaian alat pelindung diri dan kepala. Entah itu untuk pekerja di industri pertambangan, konstruksi, utilitas, maupun kehutanan.

Adapun persyaratan CSA Z94.1, yaitu:

  • Berlaku untuk pekerja di industri pertambangan, konstruksi, utilitas, dan kehutanan
  • Area kepala yang harus dilindungi harus ditentukan
  • Menyertakan persyaratan kinerja dasar, baik untuk kekuatan elektrik, redaman benturan, retensi pasif, ketahanan penetrasi, ketahanan pengapian linear, dan tingkat mudah terbakar
  • Sesuai dengan panduan tentang pemilihan, perawatan, dan penggunaan helm proyek yang sudah ditentukan

2. Standar Indonesia

Helm proyek yang berlaku di Indonesia harus memenuhi standarisasi secara nasional atau sering disebut SNI. Standar SNI yang berlaku, yaitu SNI ISO 3873:2012 yang berisi tentang perlindungan kepala dari benturan, kejatuhan benda-benda, dan lainnya.

Baca Juga: Seputar K3 Konstruksi, Mulai dari Pengertian Hingga Penerapannya

Masa Berlaku Helm Proyek 

Perlu diketahui bahwa helm proyek memiliki masa berlaku masing-masing. Jika masanya sudah habis atau kadaluarsa, maka material pembuat helm akan keras dan mudah rapuh. Akibatnya, helm proyek menjadi mudah pecah saat terkena reruntuhan benda dari atas.

Untuk menjaga keselamatan para pekerja, badan standar dunia atau OSHA menetapkan masa berlaku helm proyek yang diatur dalam standarisasi ANSI/ISEA Z89.1-2014. Standarisasi ini menyebutkan bahwa masa berlaku helm maksimal adalah 4-5 tahun. 

Untuk mengetahui masa berlaku masing-masing helm proyek, maka pekerja dapat mengeceknya di sekitar helm. Kode tersebut berisi tahun produksi yang dapat dijadikan sebagai acuan untuk menentukan masa berlaku atau tanggal kadaluarsa helm. 

Adapun cara membaca kode tahun produksi di helm proyek, yaitu:

  • Angka yang ada di helm menunjukkan tahun pembuatan. Jika angkanya adalah 19, maka helm itu diproduksi tahun 2019
  • Ikon panah yang mengarah pada angka tertentu di helm menunjukkan bulan produksi. Jadi, jika panahnya menunjukkan angka 9, artinya helm diproduksi pada Bulan September

Anggaplah helm diproduksi pada Bulan September 2019 dengan masa berlaku 5 tahun, maka helm akan kadaluarsa pada September 2024 nanti. Setelah itu, jangan lupa lakukan pengecekan untuk nama produsen helm, nomor standarisasi yang digunakan, dan klasifikasi kelas helm proyek. 

Harga Helm Proyek Berbagai Merek

Salah satu pertanyaan yang sering ditanyakan adalah berapa harga helm proyek? Harganya sendiri bervariasi, sesuai dengan tempat di mana helm dibeli, kualitas, dan warna helm. 

Berikut ini estimasi harga helm proyek yang diperjualbelikan di e-commerce di Indonesia:

  • Helm proyek dengan mig tebal warna kuning: Rp37.000
  • Helm proyek SNI SNA ventilasi warna merah: Rp54.900
  • Helm proyek Venitex delta plus warna putih: Rp184.000
  • Helm proyek delta plus warna oranye: Rp185.000
  • Helm proyek Uvex Pheos B-WR warna putih: Rp278.000
  • Helm proyek Foldable IZANO 2 warna biru: Rp850.000

Baca Juga: Pengertian Kecelakaan Kerja dan Cara Meminimalisirnya

Jaga Kebersihan Helm yang Digunakan di Proyek

Itu dia informasi mengenai helm proyek yang penting untuk diketahui. Sebagai pengguna, kamu perlu menyesuaikan tingkat kenyamanan penggunaan, keamanan, dan warna sesuai kebutuhan proyek. Pastikan helm proyek digunakan sesuai dengan aturan dan standarisasi yang berlaku untuk memaksimalkan perlindungan terhadap diri sendiri selama berada di lokasi proyek. 

Selain itu, jangan lupa untuk senantiasa menjaga kebersihan helm proyek. Hal ini dilakukan untuk mencegah kotoran dan debu yang menempel pada helm proyek, serta menjaga daya tahan helm. Jika ternyata kotoran tersebut adalah bahan kimia aktif, solvent, atau minyak tertentu, maka hal ini akan memicu dan mempercepat kerusakan material pembuat safety helmet

Selain memberikan alat pelindung diri yang terbaik untuk para pekerja lapangan yang memiliki tingkat risiko kecelakaan kerja lebih tinggi, jenis perlindungan lain yang bisa diberikan dari pihak perusahaan adalah dengan memberika mereka asuransi kesehatan karyawan terbaik.

Dapatkan asuransi kesehatan karyawan terbaik di Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah ini!