Excavator Mini: Fungsi, Kelebihan, Kekurangan, dan Gangguan yang Sering Muncul

Excavator Mini: Fungsi, Kelebihan, Kekurangan, dan Gangguan yang Sering Muncul

Excavator mini merupakan salah satu alat berat berukuran mini atau lebih kecil dibandingkan excavator standar. Alat ini kerap kali digunakan untuk pekerjaan pembongkaran, terutama di daerah yang sempit atau sulit dijangkau oleh excavator standar. Hal ini membuat excavator mini menjadi primadona di bidang konstruksi.

Artikel kali ini akan membahas tentang excavator mini secara lengkap. Mulai dari penjelasan singkat tentang excavator mini, fungsi, kelebihan, kekurangan, dan gangguan yang sering muncul. Simak selengkapnya di bawah ini, ya

Mengenal Excavator Mini Secara Ringkas

Excavator mini merupakan seri lebih kecil dari excavator standar. Alat ini menawarkan sejumlah fungsi sesuai dengan kebutuhan konstruksi. Excavator mini memiliki 23 model yang tersebar di seluruh dunia dengan bobot mulai dari 800 kg sampai 5.400 kg. 

Excavator mini yang dilengkapi dengan zero tail swing merupakan salah satu yang populer belakangan ini. Sebab, tipe ini memiliki ukuran kabin yang lebih kecil dan tidak menggantung pada crawler sehingga kerusakan yang diakibatkan karena lokasi pekerjaan yang kurang sesuai dapat diminimalisir. Dengan demikian, operator tidak perlu khawatir selama bekerja karena potensi kecelakaan kerja kecil. 

Salah satu excavator mini yang terkenal adalah Hitachi. Excavator merek ini dilengkapi dengan berbagai fitur keselamatan yang canggih. Mulai dari Tip-over Protective Structure (TOPS) dan Falling Object Protective Structure (FOPS).  

Pada umumnya, terdapat tiga jenis dan tipe excavator mini, di antaranya:

  • Excavator mini dengan roda, memiliki tingkat fleksibilitas tinggi dan mudah dioperasikan pada medan yang rata dan keras
  • Excavator mini dengan trek, merupakan excavator yang bisa digunakan di medan yang tidak rata atau kurang stabil
  • Excavator mini dengan bucket yang dapat diganti dengan komponen alat berat lainnya, seperti palu hidrolik, gergaji, atau pemotong beton

Fungsi Excavator Mini

Excavator mini memberikan kontribusi yang besar dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi pekerjaan. Tidak hanya pekerjaan konstruksi, tapi juga pertanian dan perkebunan. Berikut ini beberapa fungsi excavator mini, di antaranya:

  • Membantu meratakan lahan konstruksi
  • Menggali tanah
  • Membuat parit atau drainase
  • Melakukan pembongkaran dalam skala kecil
  • Memindahkan tanah atau material yang digali

Baca Juga: 10 Cara Aman Mengoperasikan Alat Berat

Kelebihan dan Kekurangan Excavator Mini

Setiap alat berat memiliki sejumlah kelebihan yang menjadikannya populer di bidang konstruksi. Namun dibalik kelebihan tersebut, terdapat kekurangan yang bisa dijadikan bahan pertimbangan sebelum membeli atau menyewa excavator mini. Adapun kelebihan dan kekurangan excavator mini, antara lain.

Kelebihan Excavator Mini

Lebih RingkasUkurannya yang lebih kecil membuat alat ini lebih mudah dipindahkan ke mana saja dibandingkan excavator standar. Alat ini tidak membutuhkan space atau ruang penyimpanan yang besar, sehingga dapat disimpan secara berdampingan dengan alat berat lainnya. 
Fungsi SerbagunaMeskipun kecil, alat ini memiliki fungsi yang serbaguna. Mulai dari menggali, memindahkan material, membuat drainase, dan melakukan pekerjaan konstruksi skala kecil lainnya. Karena alat ini dilengkapi dengan berbagai alat tambahan, maka operator bisa menggunakannya untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan di situasi yang berbeda-beda. 
Tingkat Efisiensi TinggiJika dibandingkan dengan excavator standar, excavator mini menghabiskan bahan bakar yang lebih sedikit selama bekerja. Hal ini secara otomatis akan memangkas biaya operasional yang dikeluarkan oleh perusahaan konstruksi. Di sisi lain, alat ini dilengkapi dengan fitur putaran engine yang dapat diatur sedemikian rupa untuk menghindari terjadinya pemborosan bahan bakar. 
Mampu Bekerja Lebih DetailExcavator mini sudah dilengkapi dengan teknologi modern yang membuatnya dapat bekerja lebih detail daripada excavator standar. Excavator mini mampu menjangkau area yang sempit dengan tingkat akurasi yang tinggi. 
Hemat BiayaDari segi biaya, excavator mini bisa dikatakan lebih hemat. Selain karena bahan bakar yang digunakan lebih sedikit, tingkat perawatan yang dibutuhkan juga lebih rendah. Hal ini karena ukuran mesinnya juga lebih kecil, tapi dapat bekerja secara efisien untuk menyelesaikan pekerjaan konstruksi. 
Ramah LingkunganUkuran mesin yang lebih kecil membuat excavator mini ramah lingkungan. Tingkat emisi di dalam mesinnya lebih rendah, sehingga dapat mengurangi polusi dan berbagai dampak negatif bagi lingkungan. 

Kekurangan Excavator Mini

Jumlah Muatan Lebih SedikitUkurannya yang lebih kecil membuat excavator mini hanya mampu mengangkut jumlah muatan yang sedikit. Hal ini akan berimbas pada waktu pengerjaan yang dibutuhkan, dimana waktunya menjadi lebih lama daripada biasanya. Pengangkutan yang biasanya selesai dalam 2 kali angkut, misalnya, kini berubah menjadi 4 kali angkut. 
Membutuhkan Operator yang SabarKebanyakan operator ingin agar pekerjaan penggalian cepat selesai, jadi mereka bisa fokus untuk mengerjakan medan galian yang lain. Namun, hal ini sulit diwujudkan jika alat berat yang digunakan adalah excavator mini. Daya angkut yang lebih kecil membuat operator harus lebih sabar saat bekerja karena waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan di satu medan cenderung lebih lama.

Baca Juga: Fungsi dan Cara Kerja Motor Grader

Gangguan yang Sering Muncul pada Excavator Mini

Melakukan pengecekan adalah hal krusial yang wajib dilakukan sebelum mengoperasikan excavator mini. Sebab, excavator sering mengalami low power atau kondisi dimana kekuatan kerjanya menurun. Berikut ini tiga hal yang menyebabkan low power, di antaranya.

1. Tekanan Rendah

Penyebab utama terjadinya low power biasanya karena tekanan rendah yang terjadi pada bagian main relief. Kondisi ini mempengaruhi aliran pada excavator mini. Jika rekanan terus-menerus rendah, maka kondisi ini akan menyebabkan tingkat kecepatan silinder berkurang secara keseluruhan. 

Tekanan rendah biasanya disebabkan karena beberapa faktor, di antaranya:

  • Pengaturan yang terlalu rendah pada bagian main relief
  • Pengaturan pada bagian safety valve rendah
  • Pompa hidrolik mengalami kerusakan
  • Excavator tidak mendapatkan oli yang cukup

Jika ternyata main relief dalam keadaan normal, bagian safety valve adalah bagian yang mungkin mengalami kerusakan. Untuk mengetahui besar kecilnya kerusakan, sebaiknya gunakan alat thermo gun. Analisis secara pasti untuk memudahkan proses perbaikan. 

2. Aliran Oli Kurang

Tingkat kecepatan pada attachment sangat bergantung pada aliran oli yang masuk ke mesin. Jika aliran nya kurang, maka tingkat kecepatan attachment akan ikut berkurang, meskipun kondisi hidrolik dalam keadaan baik-baik saja. Jadi kurangnya aliran oli hanya akan mempengaruhi kecepatan, bukan tekanan apalagi kekuatan excavator mini. 

Kurangnya kecepatan pada attachment disebabkan karena beberapa faktor, di antaranya:

  • Olinya berkurang
  • Spool control yang terdapat pada bagian valve macet
  • Oli mengalami kebocoran
  • Saringan rusak atau macet
  • Spool control valve yang terbuka sedikit
  • Pengaturan sudut pompa kurang tepat

3. Bagian Attachment Mengalami Penurunan

Penyebab lain low power adalah karena attachment mengalami penurunan. Hal ini bisa terjadi karena komponen yang terdapat pada bagian spool control valve, safety valve, atau seal cylinder hydraulic mengalami kebocoran. Untuk hasil deteksi yang akurat, sebaiknya perhatikan bagian yang mengalami penurunan dengan saksama. 

4. Sistem Pembakaran Bermasalah

Kurangnya tenaga yang masuk ke dalam mesin excavator mini dapat menyebabkan sistem pembakaran bermasalah. Penyebabnya bisa karena debu atau kotoran yang tercampur dengan udara masuk ke dalam mesin excavator. Alhasil, putaran engine menjadi rendah atau tidak maksimal. 

5. Kebocoran Udara

Adanya kebocoran pada bagian udara dapat menyebabkan terjadinya low power. Komponen yang rusak biasanya akan memberikan celah, sehingga udara bebas masuk ke dalam mesin. Jika udara yang masuk kotor, hal ini secara otomatis mempengaruhi sistem pembakaran pada excavator mini. 

Baca Juga: Cara Mengoperasikan Bulldozer, Alat Berat Pengolah Lahan

Perbaiki Komponen yang Rusak Sedini Mungkin

Excavator mini adalah alat berat yang bisa diandalkan untuk pekerjaan presisi, cenderung di tempat yang sempit dan kecil. Jadi, pastikan excavator mini yang digunakan selalu dalam kondisi prima agar hasil kerja menjadi efektif dan efisien. Jika ada komponen yang rusak, maka segera perbaiki agar hal ini tidak mengganggu kelancaran kerja. 

Gantilah komponen menggunakan merek asli atau merek bawaan dari excavator itu sendiri. Komponen asli atau original dipercaya memiliki kinerja yang lebih baik, daya tahan yang kuat, dan pastinya awet sehingga kamu tidak perlu gonta-ganti komponen excavator mini secara terus-menerus. Kamu bisa membeli komponen original di distributor resmi yang sudah bekerja sama dengan perusahaan yang mengeluarkan excavator mini, jadi originalitas barangnya tidak perlu diragukan lagi. 

Excavator mini merupakan alat berat yang memiliki harga yang cukup mahal dan biaya perbaikan yang tinggi jika mengalami kerusakan. Untuk itu penting mengasuransikan excavator mini dengan asuransi umum dari Cermati Protect untuk melindungi Anda dari kerugian finansial jika Excavator mini mengalami risiko rusak atau kehilangan.

Ajukan asuransi umum untuk lindungi aset alat dan mesin berat di Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah ini!

Mobil Truk: Jenisnya, Kelebihan, dan Tips Merawat Truk

Mobil Truk: Jenisnya, Kelebihan, dan Tips Merawat Truk

Truk merupakan salah satu alat transportasi yang biasa digunakan untuk mengangkut barang. Tak heran jika truk seringkali dinamakan sebagai mobil barang. Ukurannya besar sehingga mampu menampung barang dalam jumlah yang banyak.

Truk biasa digunakan oleh perusahaan konstruksi maupun perdagangan. Entah itu untuk mengirim barang kepada supplier, konsumen, atau sekedar mengangkut barang dari pelabuhan menuju gudang.

Jenis-jenis Mobil Truk

Truk sendiri dibagi menjadi beberapa jenis sesuai dengan kebutuhan masing-masing pedagang atau perusahaan. Agar nantinya tidak salah sebut, berikut ini jenis-jenis mobil truk yang biasa kamu jumpai di dalam maupun luar negeri.

1. Pick up

Pick up atau yang biasa disebut pikap adalah jenis truk yang paling kecil dibandingkan truk lainnya. Truk ini memiliki 4 buah roda dilengkapi dengan 2 sumbu roda. Kapasitas yang dapat diangkut oleh pikap tidaklah banyak, yaitu 1,5 ton saja.

Daya tampungnya yang kecil dikarenakan volumenya yang kecil pula. Volume maksimal yang dimiliki oleh satu pikap sebesar 1 CBM saja. Tapi, ada juga beberapa pikap yang memiliki volume hingga 6 CBM, tergantung dari besar bak penampung yang digunakan.

2. Colt Diesel Engkel

Sama seperti pikap, truk colt diesel juga memiliki 2 sumbu roda. Hanya saja, ukuran truk ini lebih besar sehingga mampu memuat barang yang lebih banyak. Daya tampungnya mencapai 5 ton.

3. Colt Diesel Double

Colt double memiliki bentuk yang hampir sama dengan colt engkel. Perbedaannya terletak pada jumlah roda yang digunakan, yaitu 4 roda.

Truk ini masih menggunakan 2 sumbu roda. Masing-masing sumbu menopang dua roda. Daya tampungnya mencapai 6 ton.

4. Tronton

Tronton merupakan jenis truk yang daya tampungnya mencapai 10 ton, bahkan beberapa tronton bisa mengangkut muatan lebih dari 20 ton. Truk ini memiliki 3 sumbu roda. 1 sumbu terletak di bagian depan dan 2 sumbu di bagian belakang.

Sedangkan untuk jumlah ban, tronton memiliki 10 ban. 2 ban di bagian depan dan 8 ban di bagian belakang yang masing-masing berjumlah 4 ban di bagian kiri belakang, 4 di bagian kanan belakang.

5. Fuso

Bentuknya hampir sama dengan truk colt diesel double, tapi daya tampungnya lebih besar yaitu mencapai 7 sampai 8 ton. Truk ini biasa dirakit sendiri oleh produsen. Fokusnya adalah pada produk niaga untuk truk kelas kecil dan medium.

6. Trintin

Sama seperti tronton, truk trintin juga memiliki 3 buah sumbu roda. Perbedaannya terletak pada sumbu roda di bagian tengah yang sudah menggunakan mekanisme Four Wheel Steering (FWS). Artinya, trintin memiliki 4 buah roda di bagian sumbu depan dan tengah yang dapat dibelokkan.

Truk ini memiliki kapasitas daya tampung sebesar 20 ton atau lebih. Tak heran jika trintin sering kali digunakan untuk mengangkat barang dalam jumlah dan volume yang besar.

7. Trinton

Berbicara mengenai daya tampung, trinton pada dasarnya mampu mengangkut barang dengan berat 30 ton atau lebih. Truk ini memiliki 4 buah sumbu roda, yaitu 2 sumbu di bagian depan yang dapat sudah menggunakan mekanisme FWS dan 2 sumbu di bagian belakang. Jumlah roda truk ini sebanyak 12 roda.

8. Trailer

Trailer merupakan jenis truk yang memiliki kereta tambahan dan biasa digunakan oleh pabrik-pabrik besar untuk mengangkat material, seperti bahan baku untuk produksi. Muatan yang dapat diangkut mencapai 20 sampai 60 ton untuk satu kali perjalanan. Truk ini memiliki 16 sampai 24 roda.

Berdasarkan jumlah kereta tambahan yang digunakan, trailer dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

  • Dry van trailer
  • Lowbed trailer
  • Flatbed trailer
  • Step deck trailer
  • Tanker trailer
  • Refrigerated trailer
  • Tipper dan dump trailer

9. Wingbox

Wingbox merupakan salah satu truk yang paling populer dibandingkan truk bermuatan besar lainnya, seperti trinton, tronton, atau trailer. Sebab, barang-barang yang diangkut menggunakan truk ini jauh lebih cepat dimuat dibandingkan truk jenis lainnya.

Wingbox memiliki 2 buah sumbu roda, sama seperti tronton. Tak heran jika beberapa orang menyebutnya sebagai truk tronton wingbox.

Baca Juga: Fungsi Front Shovel Sebagai Alat Gali yang Perlu Diketahui

Keuntungan Memakai Truk untuk Berbagai Kegiatan

Truk merupakan salah satu kendaraan yang paling diandalkan untuk pengiriman jarak jauh. Hal ini tidak lepas dari keuntungan yang ditawarkan truk, di antaranya.

1. Ongkir Lebih Terjangkau

Jika dibandingkan dengan armada pengiriman lain, tarif ongkir truk jauh lebih terjangkau. Hal ini disebabkan karena muatan yang dapat diangkut truk lebih banyak, sehingga ongkirnya lebih murah. Menyewa satu truk untuk mengirimkan barang dipercaya dapat memangkas banyak anggaran untuk pengiriman.

Dengan menyewa juga, para pelaku usaha tidak perlu memikirkan biaya perawatan kendaraan, supir, bensin, hingga biaya tol. Semua biaya ini sudah termasuk biaya yang dibayarkan di awal. Jadi, kamu tinggal terima bersihnya saja.

2. Jangkauan Pengiriman Lebih Luas

Keuntungan selanjutnya adalah jangkauan pengiriman yang lebih luas. Truk melayani pengiriman ke daerah-daerah kecil hingga pelosok. Tentunya, dengan jangka waktu pengiriman yang lebih lama jika dibandingkan dengan pengiriman ke daerah perkotaan.

Jangkauan yang lebih luas secara tidak langsung akan meratakan distribusi barang. Jadi, semua daerah mendapatkan pasokan bahan baku yang sama terlepas dari jaraknya yang jauh.

3. Ukuran Barang yang Dikirim Lebih Bervariasi

Dengan moda pengiriman jalur darat, seperti truk, kamu bisa mengirimkan barang dengan ukuran yang bervariasi. Mau ukuran kecil, sedang, hingga besar seperti peralatan elektronik, furniture, hingga peralatan olahraga.

Kuncinya adalah saat pengemasan barang. Usahakan barang dikemas dengan rapi, bila perlu menggunakan kayu packing untuk melindungi barang-barang mahal yang mudah pecah. Dengan begini, barang bisa sampai ke tangan penerima dengan selamat tanpa lecet sedikit pun.

4. Prosedur Pengiriman yang Mudah

Kelebihan mobil truk sebagai alat angkut yang terakhir adalah prosedur pengiriman relatif mudah. Berbagai dokumen yang dibutuhkan untuk kelancaran pengiriman terbilang cukup sederhana, jadi menyiapkan dokumennya tidak membuang banyak waktu.

Setelah barang dikirimkan, kamu akan menerima bukti pengiriman seperti surat jalan dan invoice. Keduanya merupakan dokumen penting yang wajib diserahkan oleh pihak ekspedisi sebagai bukti bahwa barang sudah dikirimkan. Jika terdapat masalah di kemudian hari, maka kamu dapat menunjukkan invoice atau surat jalan ini agar masalah cepat terselesaikan.

Baca Juga: Alat Berat Scraper: Fungsi, Jenis, dan Komponennya

Tips Merawat Truk yang Benar

Semua orang ingin agar kendaraan miliknya awet, termasuk truk sekalipun. Berikut ini tips merawat truk yang bisa dicoba.

1. Panaskan Mesin Truk Secara Berkala

Hal yang penting dilakukan agar kendaraan awet adalah memanaskan mesinnya sebelum digunakan. Pemanasan bertujuan agar mesin kendaraan mendapatkan pelumasan secara merata. Panaskan sekitar 10-20 menit agar mesin dapat bekerja secara optimal setelah dihidupkan.

2. Ganti Oli Mesin Secara Rutin

Oli berfungsi untuk mengurangi gesekan yang terjadi pada mesin kendaraan. Pergantian oli sebaiknya dilakukan minimal satu kali setiap 5.000 km perjalanan. Dengan begini, komponen mesin dapat bekerja secara maksimal saat truk dihidupkan.

3. Bersihkan Box Truk

Box truk juga perlu dibersihkan sebelum melakukan pengiriman untuk menjaga kualitas dan kebersihan barang sebelum dikirim kepada konsumen. Bagian-bagian yang perlu dibersihkan, seperti langit truk, sudut truk, dan lantai agar kuman maupun bakteri tidak lengket pada barang. Kamu bisa gunakan air atau cairan tertentu untuk memudahkan proses membersihkan truk.

4. Hindari Tangki Kosong

Membiarkan tangki dalam keadaan kosong adalah salah satu hal yang dapat mempercepat kerusakan mesin truk. Hal ini menyebabkan terjadinya kondensasi, timbulnya air di dalam truk hingga karat. Maka dari itu, pastikan tangki selalu terisi agar truk selalu berada dalam performa terbaik sebelum digunakan.

5. Bersihkan Filter Udara

Tips terakhir adalah rutin membersihkan filter udara. Pasalnya jika filter udata kotor atau berdebu, maka hal ini dapat mempengaruhi performa mesinnya. Membersihkan filter udara bisa kamu lakukan di bengkel resmi untuk mendapatkan layanan dan perawatan terbaik.

Baca Juga: Mengenal Asuransi Truk, Manfaat, dan Jenis-jenis Produknya

Pilih Truk Sesuai Kebutuhan Bisnis

Truk adalah salah satu alat transportasi yang sangat penting untuk menunjang kegiatan operasional dalam bisnis. Mengingat banyaknya jenis truk, pastikan kamu memilih jenis truk yang sesuai dengan kebutuhan pengiriman sehingga proses distribusi dan pengiriman berjalan dengan lancar. Dengan demikian, bisnis pun dapat berkembang dari waktu ke waktu dengan hasil yang sesuai harapan.

Mobil truk merupakan salah satu alat/mesin berat yang memiliki nilai aset bisa mencapai miliaran rupiah. Untuk itu penting untuk melindungi aset bisnis dengan nilai yang tinggi dengan memiliki asuransi alat berat terbaik yang bisa melindungi Anda dari risiko finansial akibat kerusakan dan kehilangan alat berat.

Dapatkan asuransi alat berat terbaik di Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah ini!

Asuransi Kecelakaan Kerja: Pengertian, Manfaat, Syarat Klaim, dan Cara Klaim

Asuransi Kecelakaan Kerja: Pengertian, Manfaat, Syarat Klaim, dan Cara Klaim

Asuransi kecelakaan kerja merupakan salah satu produk asuransi yang ditujukan bagi para pekerja. Tujuannya adalah untuk menjamin keselamatan pekerja selama bekerja. Ketika terjadi kecelakaan kerja, maka asuransi dapat digunakan untuk membayar biaya perawatan, obat-obatan, dan biaya lainnya sampai pekerja sembuh.

Asuransi kecelakaan kerja diberikan kepada pekerja, baik yang bekerja di kantor maupun lapangan. Apa saja manfaat yang didapatkan dari asuransi kecelakaan kerja? Simak penjelasan lengkapnya pada artikel berikut ini.

Pengertian Asuransi Kecelakaan Kerja

Asuransi kecelakaan kerja adalah asuransi yang berguna untuk memproteksi karyawan dari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kecelakaan kerja. Uang pertanggungan pada asuransi ini dapat dicairkan ketika karyawan mengalami kecelakaan saat bekerja atau dalam perjalanan kerja.

Produk asuransi yang diberikan terdiri dari dua jenis, yaitu Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) yang disediakan oleh BPJS Ketenagakerjaan dan asuransi kecelakaan kerja yang disediakan oleh pihak swasta. Kedua produk ini memiliki perbedaan tertentu, baik dari segi premi maupun besarnya plafon pertanggungan yang diberikan kepada pekerja saat mengalami kecelakaan kerja.

Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 44 Tahun 2015. Peraturan ini mengatur tentang manfaat yang dapatkan pekerja, yaitu santunan berupa uang tunai dan pelayanan kesehatan. Namun pada tahun 2019, terdapat perubahan manfaat yang didapatkan setelah diterbitkannya Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2019.

Manfaat Asuransi Kecelakaan Kerja

Kecelakaan kerja dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Adanya asuransi kecelakaan kerja akan membuat karyawan terlindungi secara finansial. Berikut ini manfaat asuransi kecelakaan kerja swasta yang bisa dirasakan oleh karyawan.

1. Mengkover Biaya Perawatan

Salah satu manfaat yang dapat dinikmati oleh karyawan adalah biaya perawatan ditanggung oleh penyedia asuransi. Uang pertanggungan ini secara otomatis akan melindungi kerugian finansial yang mahal. Alhasil, stabilitas finansial tidak terganggu.

Biaya perawatan medis yang ditanggung, di antaranya:

  • Biaya pemeriksaan dasar
  • Perawatan tingkat pertama dan lanjutan
  • Biaya rawat inap, baik di rumah sakit pemerintah, daerah, atau swasta yang sudah bekerja sama dengan penyedia asuransi
  • Perawatan intensif
  • Alat-alat kesehatan dan implan
  • Obat-obatan
  • Biaya operasi dan transfusi darah
  • Biaya rehabilitasi medis
  • Biaya dokter dan medis lainnya

2. Adanya Santunan Bulanan dan Kematian

Santunan bulanan yang diberikan kepada karyawan disesuaikan dengan ketentuan yang ada di dalam polis asuransi. Santunan ini diberikan sebagai pengganti penghasilan selama karyawan belum bisa bekerja. Sedangkan santunan kematian diberikan kepada keluarga jika karyawan yang bersangkutan meninggal dunia, sehingga keluarga dapat melanjutkan kehidupan.

3. Memberikan Rasa Aman

Kecelakaan kerja merupakan suatu hal yang tidak dapat diprediksi karena kejadiannya di luar perkiraan siapa pun. Memiliki asuransi kerja yang mengcover seluruh biaya pengobatan memberikan rasa aman kepada karyawan maupun keluarganya. Ini karena asuransi mengcover biaya pengobatan selama karyawan maupun keluarga membutuhkan perawatan setelah mengalami kecelakaan.

4. Memberi Kepastian untuk Masa Depan

Asuransi kecelakaan kerja secara tidak langsung memberikan kepastian untuk masa depan karyawan dan keluarganya. Jika terjadi suatu kecelakaan, misalnya, karyawan maupun keluarganya akan mendapat dukungan finansial dari penyedia asuransi kecelakaan. Mulai dari yang finansial yang nominalnya kecil hingga besar.

Sedangkan manfaat yang didapatkan dari Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) di program BPJS, antara lain:

  • Santunan upah selama tidak bekerja sebesar 100% selama 6 bulan pertama, 75% selama 6 bulan kedua, dan 50% untuk bulan-bulan selanjutnya sampai sembuh
  • Santunan kematian sebanyak 48 kali dari upah yang diterima dari perusahaan
  • Bantuan beasiswa bagi anak dari peserta yang meninggal dunia atau yang mengalami cacat total sebesar Rp12.000.000

Baca Juga: 7 Tips Mencegah Terjadinya Kecelakaan Kerja pada Karyawan

Risiko yang Ditanggung Asuransi Kecelakaan Kerja

Setiap asuransi kecelakaan kerja menanggung sejumlah risiko atas terjadinya suatu peristiwa yang menimpa karyawan. Adapun risiko yang ditanggung asuransi kecelakaan kerja, di antaranya:

  • Risiko meninggal dunia
  • Risiko cacat tetap
  • Risiko cacat tidak tetap
  • Risiko biaya pengobatan selama menjalani perawatan di rumah sakit

Hal-hal yang dikecualikan dalam asuransi kecelakaan kerja, di antaranya:

  • Kecelakaan yang disebabkan karena unsur kesengajaan
  • Berkelahi, usaha bunuh diri, dan tindakan kriminal
  • Diserang penyakit otak, gangguan mental, atau penyakit yang muncul akibat mabuk
  • Melahirkan, keguguran, dan perawatan bedah
  • Kecelakaan yang terjadi saat tertanggung sedang menjalani masa peradilan, dihukum atau ditahan oleh aparat yang berwenang
  • Gempa bumi, letusan gunung berapi, dan badai
  • Perang, huru-hara, aksi militer
  • Radiasi nuklir atau kontaminasi radioaktif
  • Ledakan atau kerusakan yang disebabkan karena alam

Syarat Klaim Asuransi Kecelakaan Kerja

Asuransi kecelakaan kerja dapat dicairkan apabila sudah memenuhi syarat berikut ini:

  • Menunjukkan kartu kepesertaan, baik saat mengajukan klaim asuransi maupun Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)
  • Identitas diri, seperti KTP
  • Kronologis lengkap tentang kecelakaan
  • Surat keterangan dokter yang memeriksa tertanggung
  • Kwitansi biaya pengangkutan kendaraan (jika kecelakaan kerjanya saat menyetir atau mengemudi)
  • Kwitansi yang menunjukkan besarnya biaya pengobatan atau perawatan
  • Dokumen pendukung lainnya yang dibutuhkan

Cara Klaim Asuransi Kecelakaan Kerja

Tata cara klaim asuransi kecelakaan kerja berbeda-beda, baik dari sisi asuransi swasta maupun JKK dari pemerintah. Yang pasti, tertanggung harus mengikuti prosedur yang berlaku untuk mempercepat proses klaim. Berikut ini tata cara klaim yang bisa dilakukan.

1. Cara Klaim Asuransi Kecelakaan Kerja Swasta

  • Buatlah kronologi kejadian sesegera mungkin secara rinci. Batas maksimal pengajuan klaim adalah 12 bulan setelah kejadian, lebih dari itu maka pengajuan klaim tidak akan dilayani
  • Lengkapi dokumen klaim yang dibutuhkan
  • Kirimkan dokumen klaim ke perusahaan asuransi. Jika memungkinkan, tertanggung bisa mengirimkan dokumen ini via email setiap kali ingin mengajukan klaim
  • Tunggu beberapa saat karena penyedia asuransi memerlukan waktu untuk melakukan verifikasi data. Jika klaim disetujui, maka tertanggung akan mendapatkan pemberitahuan dan menerima ganti rugi sesuai nominal yang tercatat dalam polis asuransi

2. Cara Klaim Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dari BPJS Ketenagakerjaan Secara Offline

  • Membawa semua dokumen pengajuan klaim yang dibutuhkan ke kantor BPJS Ketenagakerjaan
  • Mengisi formulir klaim Jaminan Hari Tua (JHT)
  • Memasukkan dokumen ke dalam box yang sudah disediakan
  • Mengambil nomor antrian
  • Menunggu proses verifikasi data oleh petugas
  • Melakukan wawancara dengan petugas mengenai kronologi terjadinya kecelakaan kerja
  • Menunggu pencairan dana sesuai dengan jangka waktu yang sudah ditentukan dan diinformasikan oleh petugas. Proses pencairan dana dihitung berdasarkan hari kerja, di luar tanggal merah dan hari libur

3. Cara Klaim Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dari BPJS Ketenagakerjaan Secara Online

  • Buat akun di website resmi BPJS TK terlebih dahulu
  • Masukkan email yang masih aktif dan lakukan aktivasi
  • Isi informasi data pengguna yang disediakan dengan lengkap, lalu klik “kirim”
  • Kembali login menggunakan email dan kata sandi yang didaftarkan
  • Masuk ke menu akun untuk melengkapi data nomor KPJ dan jenis klaim yang diinginkan. Lalu, klik “submit form”
  • Masukkan PIN konfirmasi yang dikirimkan melalui SMS. Jaga kerahasiaan PIN ini dengan aman agar tidak tersebar kepada siapa pun, termasuk petugas BPJS Ketenagakerjaan
  • Isi formulir pengajuan klaim secara online. Isi kolom yang disediakan dengan lengkap, seperti kantor cabang BPJS terdekat, PIN konfirmasi, dan nomor rekening yang akan menerima ganti rugi atau uang pertanggungjawaban saat klaim kecelakaan kerja disetujui
  • Upload dokumen persyaratan satu per satu, lalu klik “simpan”
  • Jika proses berhasil, tertanggung akan mendapatkan email yang berisi tentang informasi status klaim
  • Tunggu konfirmasi jadwal dari petugas BPJS Ketenagakerjaan untuk mendapatkan informasi tentang jadwal wawancara
  • Bawalah semua dokumen yang dibutuhkan saat melakukan wawancara, lalu serahkan kepada petugas
  • Jika disetujui, maka pencairan dana pun akan diproses. Tunggu selama beberapa hari kerja sampai uangnya masuk ke rekening yang sudah didaftarkan sebelumnya

Baca Juga: Manfaat Asuransi Perlindungan Karyawan dan Jenisnya

Laporkan Sesuai Kronologi untuk Memudahkan Proses Klaim

Siapa pun tidak ingin mengalami kecelakaan kerja saat bekerja, baik di kantor maupun di lapangan. Namun jika peristiwa yang tidak diinginkan ini terjadi, pastikan kamu segera melaporkan kejadian kepada penyedia asuransi atau BPJS Ketenagakerjaan untuk menerima ganti rugi atau santunan dalam jumlah tertentu. Silakan lengkapi dokumen yang dibutuhkan dan pastikan bahwa kamu membuat laporan sesuai kronologi yang terjadi guna memudahkan proses klaim.

Berikan asuransi karyawan terbaik dengan mengajukannya di Cermati Protect. Isi formulir dibawah ini untuk mendapatkan informasi selengkapnya.

Cara Mengoperasikan Alat Berat saat Musim Hujan

Cara Mengoperasikan Alat Berat saat Musim Hujan

Bagi operator alat berat, kondisi cuaca dapat mempengaruhi kinerja alat berat. Antara musim kemarau dan musim hujan, misalnya, hasil yang didapatkan otomatis berbeda karena performa alat berat di musim hujan menjadi menurun karena alat sering dimatikan demi keselamatan operator dan pekerja lainnya. 

Kondisi jalanan yang licin, tanah lembek, dan penglihatan yang kurang jelas dapat meningkatkan risiko kecelakaan kerja. Untuk menghindari hal ini, terdapat beberapa cara mengoperasikan alat berat di musim hujan yang perlu diperhatikan. Alhasil, pekerjaan dapat selesai tepat waktu dengan hasil yang maksimal. 

5 Cara Mengoperasikan Alat Berat Saat Musim Hujan

1. Operasikan dengan Hati-hati

Mengerjakan pekerjaan lapangan saat kondisi cuaca tidak mendukung merupakan tantangan tersendiri bagi operator. Misalnya, bekerja saat musim hujan yang mengakibatkan kondisi jalanan menjadi licin. Operator diharuskan bekerja lebih hati-hati, perlahan, dan tetap dalam keadaan fokus agar keselamatan kerja terjamin meskipun sedang hujan. 

2. Gunakan Peralatan yang Aman

Selama musim hujan berlangsung, disarankan untuk tidak menggunakan peralatan kelistrikan di luar ruangan. Pilihlah peralatan yang berstruktur agar tidak licin dan tidak mudah terjatuh saat digunakan. Selain itu, pastikan kabel yang digunakan di luar ruangan tidak terkelupas guna menghindari terjadinya korslet. 

3. Pastikan Penglihatan Baik

Menggunakan helm dan kacamata anti hujan sangat disarankan untuk menghindari cipratan air yang masuk ke dalam mata. Selain itu, kedua alat ini dapat menjaga agar penglihatan tetap dalam keadaan baik saat bekerja di kondisi hujan. Berhati-hatilah setiap kali ingin keluar ruangan karena hujan dapat mengurangi jarak pandangan mata. 

4. Gunakan Pakaian Berwarna Terang

Demi keselamatan bersama, sebaiknya gunakan pakaian berwarna terang. Alasannya agar kamu lebih mudah dikenali dalam jarak pandang yang jauh oleh rekan kerja lainnya. Jadi ketika mesin dioperasikan, mesin tidak melukai siapa pun karena semua orang terlihat jelas. 

5. Gunakan Perlengkapan Hujan

Jangan lupa untuk senantiasa membawa perlengkapan hujan selama musim hujan agar kamu dapat bekerja secara optimal, seperti pakaian, sepatu, kacamata, topi, dan lain sebagainya. Gunakan pakaian yang nyaman untuk menunjang produktivitas kerja. Selain itu, gunakan pula sepatu anti air dengan sol yang tebal, sehingga kamu tidak mudah tergelincir saat berpindah dari satu tempat ke tempat yang lainnya. 

Baca Juga: 7 Tips Mencegah Terjadinya Kecelakaan Kerja pada Karyawan

8 Langkah untuk Mencegah Downtime di Musim Hujan

Salah satu cara untuk meminimalisir terjadinya masalah atau downtime kerja saat musim hujan adalah dengan meningkatkan frekuensi dan fokus pada maintenance atau perawatan mesin. Hal ini dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut. 

1. Sering “Memandikan” Alat Berat

Meskipun air hujan dapat membasahi seluruh body mesin, tapi “mandi” hujan tidak akan membersihkan mesin secara maksimal. Air hujan justru dapat menyebabkan cat pada bagian body mudah terkikis, bahkan dalam beberapa kasus dalam mempercepat terjadinya karat, khusus untuk komponen yang berbahan dasar logam. Ditambah lagi dengan kotoran, debu, dan minyak yang menempel di bagian body mesin yang mengakibatkan kinerja mesin terganggu. 

Maka dari itu, seringlah “memandikan” alat berat setelah terkena air hujan. Gunakan cairan pembersih yang aman agar tidak merusak lapisan pada body-nya. Pastikan tidak ada kotoran atau sisa air hujan yang menempel di body alat berat, sehingga alatnya menjadi awet meskipun sudah digunakan selama bertahun-tahun.

2. Menggunakan Cat dan Wax sebagai Pelindung

Cat digunakan untuk melapisi permukaan logam yang terdapat pada alat berat, sehingga body-nya tidak bersentuhan langsung dengan kotoran, air hujan, maupun udara. Sayangnya, cat ini dapat terkikis secara perlahan karena guyuran air hujan. Akibatnya, alat berat rentan mengalami kebocoran dan karat yang dapat melemahkan logam.

Untuk mengatasinya, kamu dapat mengganti cat secara berkala dan menggunakan wax sebagai lapisan lapisan tambahan guna memaksimalkan perlindungan pada alat berat. Penambahan wax memang akan menambah pengeluaran, tapi dalam jangka panjang justru menghemat pengeluaran. Sebab, kamu tidak perlu melakukan perbaikan terus-menerus. 

3. Cek Komponen di dalam Mesin

Air hujan dapat merembes ke dalam mesin alat berat yang mengakibatkan mesinnya aus, korosi, dan lembap. Selain itu, air hujan dapat membentuk emulsi kental yang membahayakan sistem mekanik di dalam mesin. Akibatnya, mesin menjadi mudah rapuh atau cepat patah. 

Sebelum digunakan untuk kebutuhan konstruksi, sebaiknya cek komponen di dalam mesin terlebih dahulu. Mulai dari filter udara, bahan bakar, dan oli yang digunakan agar kinerja alat berat menjadi optimal. Jika komponen di dalam mesin aman, kamu bisa gunakan alat berat dengan rasa aman dan tenang. 

4. Berikan Pelumas secara Berkala

Mesin yang terkena air hujan secara terus-menerus dapat menghilangkan pelumas yang baru saja diolesi di bagian tertentu. Maka dari itu, berikan pelumas secara berkala. Khususnya pada bagian alat gerak atau bagian yang terkena langsung dengan air hujan. 

Jangan ragu untuk menggunakan sistem autolube agar pelumasan menjadi konsisten. Gunakan pula pelumas yang dilengkapi dengan perlindungan karat atau korosi. Alhasil, mesin alat berat tahan terhadap korosif yang dibawa oleh air hujan. 

Baca Juga: Seputar K3 Konstruksi, Mulai dari Pengertian Hingga Penerapannya

5. Cek Terminal Sebelum Menghidupkan Mesin

Hujan membuat proses menghidupkan mesin menjadi lebih lama daripada biasanya. Apalagi jika ada komponen yang terkena air hujan, maka komponen tersebut harus dilap atau dikeringkan terlebih dahulu agar tidak menyebabkan korsleting saat dioperasikan.

Selama musim hujan, sebaiknya sediakan tisu atau kain kering yang terbuat dari material yang lembut. Tujuannya untuk menghindari goresan pada komponen alat berat, sehingga alatnya dapat langsung digunakan setelah kering secara maksimal. Setelah itu, hidupkan mesin secara perlahan dan dengar suara mesinnya guna mendeteksi ada atau tidaknya kerusakan pada mesin. 

6. Perhatikan Undercarriage

Undercarriage atau kerangka bagian bawah yang terdapat pada alat berat, seperti excavator memiliki fungsi untuk menopang dan meneruskan beban ke tanah. Komponen ini bekerja sama dengan sistem steering dan rem untuk menggerakkan excavator. Baik untuk gerakan maju, mundur, ke kiri maupun ke kanan.

Undercarriage menjadi salah satu komponen yang paling sering terkena air selama musim hujan, jadi komponen ini menjadi longgar dan mudah berkarat. Untuk mengantisipasinya, disarankan untuk mengecek undercarriage secara berkala sebelum mengoperasikan alat berat. Jika ternyata bagian undercarriage bermasalah, maka bisa segera diperbaiki agar tidak melukai operator yang mengoperasikannya. 

7. Ganti Bagian yang Mulai Rusak

Seperti yang sudah disebutkan pada poin sebelumnya, dimana mesin yang terlalu sering terkontaminasi dengan air hujan dapat mempercepat proses karat atau korosi. Jika kamu menemukan karat pada bagian tertentu meskipun ukurannya kecil, sebaiknya segera perbaiki agar tidak meluas ke bagian yang lain. Selain itu, patahan sekecil apapun juga wajib diperhatikan.

Jika ada bagian yang sudah patah, sebaiknya ganti dengan yang baru untuk mencegah timbulnya kerusakan baru. Penggantian ini juga bertujuan untuk menjaga kinerja alat berat agar tetap optimal. Jadi, pekerjaan sebanyak apapun dapat diselesaikan dengan baik meskipun kondisi cuaca sedang tidak mendukung.

8. Bekerja sesuai Prosedur yang Ditetapkan

Langkah mencegah masalah atau downtime yang terakhir adalah selalu mematuhi prosedur kerja yang sudah ditetapkan. Mulai dari cara menghidupkan alat berat, mengoperasikan, merawat, hingga menyimpan alat berat. Improvisasi prosedur bukan hal yang disarankan karena kesalahan kecil dapat menyebabkan terhambatnya pekerjaan konstruksi. 

Untuk memudahkan pengaplikasian prosedur kerja, sebaiknya gunakan aplikasi mekanik operator di lapangan. Aplikasi ini berisi informasi lengkap, mulai dari prosedur kerja hingga cara maintenance alat berat yang benar. 

Baca Juga: 10 Jenis Pekerjaan Paling Bahaya yang Gajinya Fantastis

Operasikan dengan Benar sesuai Standar yang Ditetapkan

Pengoperasian alat berat dengan cara yang benar menjadi salah satu hal yang perlu dilakukan untuk mencegah berbagai kerusakan yang tidak diinginkan. Maka dari itu, perusahaan perlu merekrut operator yang sudah berpengalaman dan memiliki lisensi operator alat berat guna menghindari kesalahan operasi. Kesalahan sekecil apa pun sejatinya dapat menimbulkan kerugian besar, baik dari sisi perusahaan maupun pekerja itu sendiri. 

Selain itu, perusahaan perlu menetapkan standar pengoperasian alat berat sebagai pedoman baku saat operator hendak bekerja. Alhasil, alat berat tidak dioperasikan secara asal-asalan, melainkan sesuai langkah yang benar demi mewujudkan keselamatan kerja. 

Apapun cuacanya, risiko kesehatan dan keselamatan kerja bisa terjadi dimana saja dan kapan saja. Lindungi karyawan dari berbagai risiko kesehatan dan keselamatan saat bekerja dengan asuransi karyawan terbaik dari Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah ini!

10 Cara Aman Mengoperasikan Alat Berat

10 Cara Aman Mengoperasikan Alat Berat

Kecelakaan kerja akibat salah mengoperasikan alat berat dapat mengakibatkan cedera serius, bahkan memakan korban jiwa. Di Indonesia sendiri, beberapa pekerja pernah mengalami kecelakaan kerja di industri tertentu. Salah satunya karena pekerja kurang mampu mengoperasikan alat berat, sehingga terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Maka dari itu, pekerja sering kali diminta untuk menyertakan sertifikat atau lisensi operasi alat berat saat melamar kerja. Tujuannya untuk memastikan bahwa pekerja sudah memiliki pengalaman operasi, sehingga dalam pekerjaannya tidak membahayakan diri sendiri maupun orang di sekitar. Pasalnya, keselamatan kerja tidak lepas dari kontribusi pekerja, baik sebelum maupun sesudah menggunakan alat berat. 

5 Potensi Bahaya saat Mengoperasikan Alat Berat

Kesalahan dalam mengoperasikan alat berat dapat menimbulkan potensi bahaya yang tidak boleh disepelekan. Adapun lima potensi bahaya tersebut, antara lain.

  • Alat berat tumbang, terbalik, atau terjungkal ke depan saat dioperasikan
  • Operator tersengat listrik jika terkena langsung dengan aliran listrik yang ada di bagian atas alat berat
  • Pekerja tertimpa material yang diangkat oleh alat berat
  • Operator tertimpa atau terjepit alat berat
  • Operator terjatuh karena kabin alat berat licin
  • Tertabrak atau terlindas alat berat saat sedang beroperasi

Kebanyakan cedera atau bahaya timbul karena kesalahan manusianya sendiri atau human error. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa ada kerusakan pada alat berat, sehingga alat tidak dapat berfungsi dengan baik. Maka dari itu, berbagai pelatihan perlu diadakan oleh perusahaan agar karyawan memiliki bekal ilmu yang cukup dalam mengoperasikan alat berat. 

Baca Juga: Profesi Kontraktor: Tugas, Tanggung Jawab, Keahlian, dan Jenjang Karirnya

10 Cara Aman Mengoperasikan Alat Berat

Jika dilihat secara sekilas, mengoperasikan alat berat adalah hal yang mudah. Padahal, kebenarannya tidak semudah kelihatannya karena ada beberapa cara mengoperasikan alat berat yang perlu diketahui guna menghindari kecelakaan kerja yang tidak diinginkan. Berikut ini 10 cara aman mengoperasikan alat berat.

1. Memeriksa Sekeliling Alat Berat

Pertama, periksa dahulu sekelilingmu sebelum mengoperasikan alat berat. Misalnya saat mengoperasikan excavator, sebaiknya hindari merusak jaringan kabel atau utilitas bawah tanah untuk menghindari cedera yang tidak diinginkan. Demi keselamatan diri sendiri dan orang-orang di sekitar.

Periksa hingga area yang kecil dan sulit dijangkau. Area ini justru menjadi salah satu pemicu terjadinya kecelakaan kerja.

2. Memeriksa Alat Berat sebelum Digunakan

Selanjutnya adalah memeriksa alat berat sebelum digunakan untuk kebutuhan konstruksi. Bagian yang berkaitan dengan mesin, seperti oli mesin, oli hidrolik, instalasi kabel, radiator, hingga ruangan mesin perlu dipastikan dalam keadaan baik. Jika semuanya dalam keadaan baik, coba hidupkan mesin untuk memaksimalkan proses pemeriksaan.

Jika terdapat bunyi atau getaran yang tidak biasa ditemukan, segera periksa sumbernya. Pastikan bunyi atau getaran ini tidak muncul kembali saat alat berat akan digunakan. Jika masih muncul, sebaiknya jangan gunakan alat berat karena potensi munculnya bahaya sangatlah tinggi. 

3. Melumasi Alat Berat

Sebelum digunakan secara menyeluruh, luangkan waktu untuk melumasi alat berat. Mulai dari bagian body hingga sendi-sendi gerak pada alat berat. Tujuannya untuk menghindari mesin yang aus atau keropos karena kondisi ini dapat menghambat performa mesin saat digunakan. 

Gunakan pelumas terbaik yang ada di pasaran. Misalnya, Hexindo Engine Oil CI-4, Oli SAE 40, dan Hitachi Engine Oil. Perhatikan takaran pelumas yang disarankan karena setiap mesin alat berat memiliki takaran oli masing-masing. 

4. Memberitahukan Area Blind Spot

Seperti yang diketahui, alat berat memerlukan space yang luas untuk dapat beroperasi dengan baik. Operator alat berat perlu memastikan bahwa space yang dibutuhkan cukup, lalu memastikan bahwa tidak ada satu orang pun yang berada di belakang mesin saat mesin sedang beroperasi. Tujuannya untuk menghindari terjadinya kecelakaan saat mesin bergerak mundur. 

Jika visibilitas terbatas, operator dapat meminta seorang pengintai untuk berdiri di posisi tertentu. Lalu, memandu dan mengarahkan operasi alat berat. Tentukan area blind spot dan informasikan kepada pekerja lain agar mereka tidak datang ke area tersebut tanpa pengawasan dari operator. 

5. Mengenakan Sabuk Pengaman

Mengenakan sabuk pengaman adalah aturan keselamatan yang wajib dipatuhi. Hal ini berlaku ketika mengoperasikan alat berat, meskipun alat ini tidak dioperasikan di tempat yang ramai atau kondisi jalan yang menanjak. 

Perlengkapan keamanan dibutuhkan untuk menjaga keselamatan operator saat mengoperasikan alat berat. Jika mesin tiba-tiba macet dan terguling, maka operator tidak mengalami cedera yang serius karena sabuk pengaman menahan operator dari potensi jatuh atau terguling ke tanah. Alhasil, kamu dapat bekerja dengan nyaman meskipun harus mengoperasikan alat berat selama berjam-jam.

Baca Juga: 7 Potensi Penyakit yang Rentan Dialami Pekerja Tambang

6. Berhati-hati saat Naik atau Turun dari Alat Berat

Menurut catatan yang dikeluarkan oleh Occupational Safety and Health Administration (OSHA), naik atau turun dari alat berat termasuk salah satu bentuk kecelakaan kerja yang sering kali terjadi. Badan yang menangani risiko pekerjaan dari pemerintah Amerika Serikat dan departemen lainnya ini menyarankan untuk selalu memperhatikan tiga titik kontak saat menaiki atau menuruni alat berat. Yaitu, dua titik untuk posisi kedua tangan dan satu titik untuk kaki. 

Hindari kebiasaan untuk melompati alat berat. Hal ini dipercaya dapat membahayakan operator, khususnya jika permukaan atau medan konstruksi tidak rata dan terjal. Jika memang pegangan atau anak tangga alat berat rusak, segera lakukan perbaikan untuk mencegah terjadinya cedera yang lebih serius.

7. Pastikan Kondisi Tanah Datar

Alat berat dapat bekerja di berbagai medan, baik yang datar, berbukit, maupun terjal. Khusus saat ingin menaiki atau menuruni alat berat, pastikan alat berat berada di kondisi tanah yang datar. Tujuannya untuk memudahkan kamu saat menaiki atau menuruni alat berat tersebut. 

Jika kondisi tanah setelah kamu berada di kabin alat berat berubah, misalnya sedikit lebih terjal, sebaiknya berhati-hati. Operasikan alat berat dengan kecepatan rendah agar mesinnya tidak terjungkal ke depan. Hindari bebatuan yang ada di sekitar untuk meminimalisir potensi bahaya yang timbul. 

8. Perhatikan Muatan

Setiap alat berat memiliki kapasitas muatan yang berbeda-beda, tergantung ukuran alat berat dan bobotnya. Semakin besar ukurannya, maka semakin besar kapasitas muatan yang dapat diangkut dan sebaliknya. Maka dari itu, perhatikan kapasitas muatan alat berat yang sedang kamu gunakan untuk menghindari potensi mesin terbalik atau terjungkal. 

Sebanyak apapun muatan yang harus dipindahkan dalam satu hari, sebaiknya hindari mengangkut muatan yang melebihi kapasitas. Lebih baik bekerja sedikit lebih lama daripada membahayakan nyawa sendiri dan orang-orang di sekitar. Selagi pekerjaan masih memenuhi target, lebih baik bekerja perlahan tapi pasti. 

9. Kunci dan Pasang Label

Para operator atau mekanik alat berat perlu mengetahui prosedur yang tepat saat melakukan servis pada alat berat. Jangan sampai terjadi kesalahan kecil. Misalnya, salah menekan atau menyentuh sesuatu yang dapat mengakibatkan mesin bergerak sendiri dan insiden tertentu.

Untuk memastikan keselamatan saat melakukan servis, sebaiknya tempel peringatan tertentu. Misalnya, peringatan untuk menjaga jarak beberapa meter dari tempat alat berat berada. Peringatan ini dipercaya dapat menjauhkan operator, mekanik, atau pekerja lain dari hal-hal yang tidak diinginkan dan kecenderungan untuk menyentuh mesin alat berat secara sembarangan. 

10. Mengetahui Batasan

Mengoperasikan alat berat menghabiskan energi yang lumayan banyak, terutama jika target proyek yang harus diselesaikan dalam satu hari cukup banyak. Penting agar operator tidak memaksakan diri ketika merasa letih dan tidak nyaman saat bekerja. Lebih baik beristirahat sebentar sebelum kembali bekerja guna menghindari risiko kerja yang mungkin muncul akibat kurangnya konsentrasi. 

Ketahui pula batasan operasi alat berat. Jika alat berat tidak mampu bekerja di area yang sudah ditentukan, sebaiknya laporkan kepada pengawas. Dengan konsentrasi dan kewaspadaan kerja yang tinggi, maka tingkat produktivitas kerja menjadi meningkat dan keselamatan pekerja tetap terjaga. 

Baca Juga: 7 Tips Mencegah Terjadinya Kecelakaan Kerja pada Karyawan

Masalah Keselamatan Kerja Penting Dibahas Secara Rutin

Itu dia cara mengoperasikan alat berat yang perlu diketahui. Sebagai operator alat berat, pengetahuan ini adalah dasar untuk bekerja karena hari-harimu akan dihabiskan untuk mengoperasikan alat berat. Sementara dari sisi perusahaan, membahas keselamatan kerja merupakan hal yang wajib setiap harinya. 

Jika ada prosedur keselamatan kerja yang terbaru, jangan lupa informasikan kepada seluruh pekerja. Jangan lupa adakan pelatihan demi pelatihan agar pekerja memiliki bekal yang cukup dalam mengoperasikan alat berat. Dengan demikian, kinerja menjadi efisien dan berbagai insiden di lapangan dapat diminimalisir sekecil mungkin.

Jangan lupa juga untuk menyediakan fasilitas asuransi karyawan untuk melindungi mereka dari risiko pekerjaan lapangan yang bisa mengganggu kesehatan dan mengancam keselamatan mereka. Dapatkan asuransi karyawan terbaik di Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah ini!

Genset: Pengertian, Manfaat, dan Cara Merawatnya

Genset: Pengertian, Manfaat, dan Cara Merawatnya

Genset bukanlah alat yang baru lagi didengar oleh telinga. Alat yang satu ini sudah sangat familiar karena manfaat yang dimilikinya, yaitu untuk menyalurkan listrik saat listrik padam. Alhasil, segala kegiatan yang berhubungan dengan listrik dapat berjalan seperti biasa tanpa ada hambatan sedikit pun.

Keberadaan genset menjadi sangat penting khususnya untuk perusahaan atau toko yang skalanya menengah ke atas. Genset dipercaya dapat membantu kegiatan operasional berjalan dengan lancar, sehingga performa bisnis tetap bagus.

Mengenal Genset secara Ringkas

Perkembangan industri yang sangat pesat dan cepat mengharuskan pelaku usaha untuk menjaga kinerja usaha agar dapat bersaing dengan pelaku usaha lainnya. Jika seandainya listrik padam, maka seluruh aktivitas operasi menjadi ikut berhenti. Namun dengan adanya genset, hal ini dapat diantisipasi sehingga kegiatan operasional dapat berjalan lancar sebagaimana mestinya.

Genset adalah sistem kelistrikan cadangan yang dapat beroperasi untuk memasok listrik apabila listrik terputus atau padam. Alat yang kerap kali disebut sebagai standby generator ini bekerja dengan cara memindahkan pasokan daya secara otomatis menggunakan saklar transfer daya. Setelah listrik menyala, maka saklar daya transfer akan otomatis mematikan generator dan pencahayaan di rumah kembali menggunakan listrik biasa.

Genset adalah alat yang ditemukan oleh Michael Faraday pada tahun 1831 bernama Generator Cakram Faraday. Generator ini dibuat dengan kawat berbentuk huruf U, kemudian dililitkan dengan gulungan kawat. Dengan sistem induksi elektromagnetik, maka generator akan bekerja untuk memutar kumparan listrik di dalam medan magnet untuk menghasilkan energi listrik dari induksi tersebut.

Baca Juga: Mengenal Jenis-jenis Alat Berat Tower Crane dan Gaji Operatornya

Manfaat Genset

Genset adalah alat yang masih populer sampai saat ini dan banyak digunakan, baik oleh perusahaan maupun perorangan. Alat ini memiliki sejumlah manfaat, di antaranya.

1. Sumber Daya Listrik Darurat

Manfaat yang pertama adalah sebagai daya listrik darurat, terutama untuk tempat-tempat vital seperti rumah sakit, sekolah, gedung perkantoran, dan pusat perbelanjaan. Genset dapat digunakan sebagai sumber listrik untuk menjaga agar alat-alat kelistrikan dapat hidup meskipun listrik dalam keadaan padam. Tanpa adanya genset, tempat-tempat vital yang sudah disebutkan di atas tidak dapat beroperasi secara maksimal karena salah satu bagian penting dalam menunjang kegiatan usaha sedang bermasalah.

2. Sumber Daya Listrik Cadangan

Genset juga dapat dijadikan sebagai sumber daya listrik cadangan, misalnya di rumah. Jika sewaktu-waktu listrik padam, maka kamu dapat menghidupkan genset untuk mendapat pencahayaan atau penerangan dari alat-alat kelistrikan. Di sisi lain, kamu juga dapat beraktivitas dan mengerjakan pekerjaan rumah tanpa hambatan, seperti menyetrika, memasak, atau mengeringkan rambut.

3. Membantu Mencegah Kerusakan Alat Elektronik

Alat elektronik yang terlalu lama mati berpotensi lebih cepat rusak daripada alat elektronik yang mendapat aliran listrik secara terus-menerus. Setidaknya dengan genset, jeda waktu untuk mendapatkan listrik dari sumber utama kelistrikan dapat digantikan untuk sementara waktu menggunakan genset. Alhasil, peralatan elektronik yang ada di rumah tetap awet dan terjaga dengan baik.

4. Digunakan untuk Kebutuhan Rekreasi

Genset juga bermanfaat untuk kegiatan rekreasi, khususnya bagi kamu yang ingin melakukan aktivitas jurit malam atau berkemah. Tidak perlu membawa genset berukuran besar karena genset portable sudah lebih dari cukup. Tapi, kamu harus menggunakannya sehemat mungkin mengingat jangka waktu penggunaan genset portable lebih singkat dibandingkan genset regular.

Baca Juga: Fungsi dan Cara Kerja Motor Grader

9 Cara Merawat Genset Agar Tetap Awet

Siapa yang tidak mau genset miliknya awet dan tahan lama? Agar hal ini terwujud, coba lakukan beberapa cara merawat genset berikut ini.

1. Rutin Memeriksa Bagian Bahan Bakar

Pertama adalah rutin memeriksa bagian bahan bakar. Sebaiknya gunakan bahan bakar berkualitas agar tidak merusak komponen mesin. Jangan lupa untuk membersihkan bagian filter agar tidak menghambat aliran bahan bakar.

Filter yang kotor dapat mengganggu performa genset. Jika seandainya filter rusak, segera ganti dengan filter baru yang original. Produk yang original dipercaya memiliki ketahanan yang lebih baik daripada produk KW.

2. Membersihkan Sebelum dan Sesudah Pemakaian

Kebersihan merupakan salah satu faktor yang harus diperhatikan karena sangat berpengaruh terhadap performa genset itu sendiri. Bersihkan genset dari debu, kotoran, dan minyak, baik sebelum maupun sesudah penggunaan.

Debu, kotoran, atau minyak yang menempel tentunya mengganggu. Selain mengganggu secara visual, partikel ini juga mengganggu aliran udara yang dibutuhkan saat proses pendinginan genset.

3. Menyimpan Genset di Tempat yang Kering

Setelah digunakan, sebaiknya simpan genset di tempat yang kering. Jika tempatnya basah atau lembab, hal ini dapat merusak komponen genset. Misalnya, bagian kelistrikan atau sistem elektronik.

Penyimpanan di tempat yang kering dipercaya dapat memperpanjang umur pakai genset. Setelah digunakan, jangan lupa untuk menutup genset agar tidak terkontaminasi dengan debu, kelembapan. Alhasil, genset dapat terhindar dari kerusakan yang tidak diinginkan.

4. Periksa Bagian Kabel

Kabel merupakan komponen viral yang dapat menghubungkan aliran listrik di dalam genset. Sebelum dan setelah digunakan, sebaiknya periksa bagian genset secara detail. Pastikan tidak ada kabel yang putus, aus, atau terkelupas.

Kerusakan pada kabel dapat menghambat aliran listrik, sehingga genset tidak dapat digunakan sebagai penghasil daya utama maupun cadangan. Di sisi lain, kerusakan ini dapat menyebabkan korslet yang membahayakan pekerja dan orang lain di sekitar.

5. Panaskan Genset Sebelum Digunakan

Mesin genset perlu dipanaskan terlebih dahulu sebelum digunakan. Pemanasan ini berguna untuk menjaga komponen-komponen yang bergerak dan meratakan pelumas ke seluruh sistem mesin. Dengan pemanasan berkala, performa mesin akan terjaga dengan baik sehingga hasil kerjanya menjadi optimal.

6. Memeriksa Indikator Genset Secara Keseluruhan

Genset memiliki panel yang dilengkapi dengan indikator dan lampu peringatan. Keduanya berguna untuk memberikan informasi atas kinerja atau kondisi mesin genset. Jika ternyata lampunya berkedip atau tidak menyala sama sekali, dapat dipastikan bahwa salah satu komponen di dalam mesinnya mengalami kerusakan.

Jika hal ini terjadi, segera perbaiki genset agar dapat langsung digunakan. Jangan membiarkan kerusakannya berlarut-larut agar tidak merembes ke komponen lain. Penanganan yang cepat secara tidak langsung dapat mengurangi biaya perbaikan, sehingga pengeluaran menjadi lebih hemat.

7. Periksa Bagian Akinya

Aki merupakan komponen yang penting sebelum mengoperasikan sebuah genset. Maka dari itu, pastikan kondisi aki selalu dalam keadaan baik. Jika aki rusak, maka ini dapat merusak sistem pengisian daya sehingga genset menjadi tidak dapat digunakan.

Untuk mengetahui kerusakan pada aki, kamu bisa mengecek apakah ada tanda-tanda korosi pada terminal aki. Selain itu, perhatikan pula level air aki saat melakukan pengisian ulang.

8. Perhatikan Sistem Pembuangan

Sistem pembuangan adalah saluran yang digunakan untuk membuang gas hasil pembakaran. Pastikan saluran pembuangan tidak mampet dan bersih dari partikel-partikel yang tidak diinginkan. Misalnya, kerak, debu, atau kotoran yang menempel pada bagian mesin.

Sistem pembuangan yang lancar dapat meningkatkan performa mesin, sehingga kinerjanya menjadi efektif dan efisien. Agar sistem ini lancar, sebaiknya lakukan perawatan secara rutin.

9. Ganti Sparepart secara Berkala

Sparepart memiliki umur pakai yang berbeda-beda, tergantung merek gensetnya. Jika sudah waktunya, disarankan untuk mengganti sparepart dengan yang original. Jadi, jangan menunggu sampai sparepart rusak total.

Sebab, kerusakan total pada satu sparepart dapat mempengaruhi sparepart lainnya yang berujung pada mahalnya biaya perbaikan atau penggantian sparepart. Beberapa sparepart yang perlu diganti secara berkala, seperti filter udara dan filter oli. Dengan penggantian sparepart secara berkala, maka kinerja genset menjadi lebih optimal.

Baca Juga: Cara Mengoperasikan Bulldozer, Alat Berat Pengolah Lahan

Rekomendasi Genset dan Harganya

Tertarik membeli genset dalam waktu dekat? Berikut ini rekomendasi dan harga genset yang bisa dijadikan pertimbangan saat membeli:

  • Yamaha Inverter EF1000iS Silent: Rp12.900.000
  • Aldo Gasoline Generator ET-1200: Rp1.100.000
  • Hargen Portable Genset: Rp5.400.000
  • Loncin Mini Genset LC1800: Rp4.700.000

Pastikan Genset yang Dibeli Berkualitas

Itu dia informasi seputar genset yang wajib diketahui. Perlu diingat bahwa genset memiliki umur pemakaian yang berbeda-beda. Pastikan genset yang kamu beli berkualitas agar umur pakainya lebih panjang.

Jangan lupa untuk membersihkan genset secara berkala guna memperpanjang umur pemakaian, misalnya sekali sebulan jika genset sering dipakai. Perawatan yang baik pun secara tidak langsung akan mengurangi biaya yang tidak diinginkan karena genset jarang mengalami kerusakan.

Selain itu pastikan Anda sudah memiliki asuransi yang melindungi genset, karena berdasarkan harganya genset juga merupakan aset bisnis yang lumayan mahal. Dapatkan asuransi teknis terbaik yang melindungi alat/mesin berat untuk kebutuhan bisnis dari Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah ini!

Fungsi dan Cara Kerja Motor Grader

Fungsi dan Cara Kerja Motor Grader

Alat berat merupakan alat bantu untuk memudahkan pekerjaan konstruksi. Alat ini terdiri dari banyak jenis. Salah satunya adalah motor grader

Motor grader sendiri banyak digunakan untuk pekerjaan jalan raya atau tanah. Alat ini memiliki enam buah roda yang mampu bekerja secara luwes. Empat roda di bagian belakang, dan dua roda di bagian depan.

Fungsi Motor Grader

Fungsi utama dari motor grader sendiri adalah untuk meratakan area konstruksi, sehingga memiliki kontur yang sesuai dengan spesifikasi proyek. Selain itu, motor grader juga memiliki fungsi lain, di antaranya.

1. Menyesuaikan Kemiringan Permukaan Tanah

Grader dilengkapi dengan blade yang dapat diatur sedemikian rupa, sehingga dapat menyesuaikan dengan kemiringan permukaan tanah. Penyesuaian kemiringan ini sangat penting dalam konstruksi. Selain untuk mencegah terjadinya erosi, penyesuaian ini membuat aliran air menjadi baik dan membantu menghindari genangan air. 

2. Membersihkan Lokasi Konstruksi

Sebelum konstruksi dimulai, area konstruksi akan dibersihkan terlebih dahulu dari berbagai material yang ada di sekitarnya. Mulai dari batu, lumpur, tanah, atau tanaman. Proses pembersihan ini dapat dilakukan dengan grader, sehingga permukaan konstruksi menjadi bersih. 

3. Memelihara Jalan

Grader juga dapat diandalkan dalam proses pemeliharaan jalan. Dalam hal ini, grader berguna untuk meratakan jalan yang sudah rusak. Selain itu, grader juga membantu proses pengisian lubang dan memulihkan lereng yang berubah seiring berjalannya waktu. 

4. Mengatur Drainase

Mengontrol kemiringan permukaan jalan sangatlah penting dalam proses konstruksi. Alat berat grader dapat digunakan untuk mengatur drainase, seperti mengalihkan air hujan dari permukaan jalan, melindungi infrastruktur, dan mencegah munculnya genangan air. 

5. Memproses Material

Pada dasarnya, grader pun dapat digunakan untuk memproses material, seperti mencampurkan tanah dan kerikil. Tingkat ketebalan yang dihasilkan tepat sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan.

Baca Juga: Profesi Kontraktor: Tugas, Tanggung Jawab, Keahlian, dan Jenjang Karirnya

Komponen pada Motor Grader

Motor grader memiliki beberapa komponen, mulai dari blade lift cylinder, blade, rear wheel, front wheel, ripper, cab, articulate cylinder, drawbar lift cylinder, dan head lamp. Selain itu, terdapat pula komponen perlengkapan kerja yang digunakan pada motor grader, di antaranya.

Front BladeKomponen yang satu ini terletak di bagian depan motor grader. Fungsinya untuk memudahkan proses spreading atau penyebaran material.
Front Pull HookKomponen yang terletak di bagian depan grader ini digunakan untuk menarik. Terdapat dua jenis hook yang ada di dalamnya, yaitu unshape bracket welded on front axle dan front weight with nails.
ScarifierMerupakan komponen yang berfungsi untuk menggali material, seperti lapisan es atau aspal. Komponen ini dilengkapi dengan gigi-gigi yang dapat disesuaikan dengan tingkat kekerasan material yang akan digali.
Push PlateKomponen ini berfungsi untuk mendorong atau merobohkan pohon yang terjerat di tanah berlumpur. Push plate dapat digunakan sebagai pemberat agar roda bagian depan tidak terangkat saat grader bekerja.
Hydraulic Blade Tip ControlKomponen ini berguna untuk mengatur sudut potongan dari tiap blade menggunakan hidrolik. Perintah untuk memotong diberikan oleh seorang operator melalui kabin. Tak heran jika kemampuan operator dalam mengoperasikan alat berat sangat diuji di sini karena kendali sepenuhnya ada di tangannya. 
Rear Mounted RipperKomponen ini digunakan untuk menggali material keras yang tidak dapat digali oleh scarifier. Rear mounted ripper dan scarifier pada dasarnya akan menjalankan tugas secara bergantian. Tergantung dari tingkat kekerasan material atau tanah yang hendak digali. 
Extension BladeSeperti namanya, komponen yang satu ini dapat diperpanjang baik di satu sisi maupun dua sisi. Hasilnya, pekerjaan menjadi lebih efisien. Namun, perlu diingat bahwa extension blade ini hanya dapat digunakan untuk pekerjaan ringan saja, bukan pekerjaan yang berat. 

Cara Kerja Motor Grader

Meskipun kinerjanya diatur sepenuhnya oleh operator, tapi ada beberapa cara kerja motor grader yang perlu diketahui, di antaranya:

  • Motor grader bergerak maju mundur secara berulang-ulang saat meratakan tanah
  • Dengan blade atau pisau, grader akan melakukan dorongan untuk meratakan tanah
  • Saat grader maju, maka pisau akan diturunkan
  • Saat grader mundur, maka pisau akan terangkat

Gerakan di atas dilakukan secara berulang-ulang sampai pada akhirnya proses perataan permukaan atau tanah selesai. Jika satu area sudah selesai, maka grader dapat digunakan untuk meratakan area lain. 

Baca Juga: 7 Tips Memilih Wheel Loader Terbaik untuk Konstruksi

Produk Motor Grader 

Salah satu perusahaan penghasil motor grader terbaik adalah Komatsu. Brand ini sendiri menawarkan berbagai jenis grader yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing konstruksi. Berikut ini tiga jenis produk motor grader Komatsu yang dapat dijadikan pertimbangan saat membeli.

1. Motor Grader 120

Spesifikasi utama:

  • Daya bersih: 123 kW
  • Bobot: 15.803 kg
  • Lebar blade: 3,7 meter

Beberapa keunggulannya, antara lain:

  • 5% lebih hemat bahan bakar
  • Biaya perawatan 15% lebih murah menggunakan teknologi filtrasi terbaru
  • Memiliki desain kabin yang nyaman untuk meningkatkan kenyamanan kerja operator

2. Motor Grader 120 GC

Spesifikasi utama:

  • Daya bersih: 128 kW
  • Bobot: 16.100 kg
  • Lebar blade: 3,7 meter

Beberapa keunggulannya, antara lain:

  • Kabin yang super nyaman, dimana kursinya dapat disetel dilengkapi dengan sistem ventilasi
  • Pengoperasian dengan biaya yang rendah per jam
  • Kinerja yang handal karena menggunakan blade yang presisi dilengkapi dengan tenaga engine C4.4

3. Motor Grader 16

Spesifikasi utama:

  • Daya bersih: 216 kW
  • Bobot: 32.411 kg
  • Lebar blade: 4,9 meter

Beberapa keunggulannya, antara lain:

  • Mampu beroperasi lebih lama 
  • Tingkat kemiringan mudah dipertahankan
  • Konsumsi bahan bakar hemat

Tips Merawat Motor Grader Agar Awet

Alat berat sama halnya dengan kendaraan bermotor. Sama-sama membutuhkan perawatan tertentu agar alatnya dapat bekerja secara optimal dan mesinnya awet. Untuk motor grader sendiri, tips perawatan yang dapat dilakukan, di antaranya.

1. Mengecek Mesin sebelum Digunakan

Alat berat sebaiknya jangan langsung digunakan begitu saja. Sebaiknya periksa bagian mesinnya terlebih dahulu. Caranya mudah, yaitu dengan mendengar bunyi yang muncul saat mesin pertama kali dinyalakan.

Apakah ada bunyi yang berbeda dari biasanya? Atau terjadi getaran yang tidak wajar? Jika semuanya normal, maka motor grader dapat digunakan untuk kebutuhan konstruksi. Jika tidak, maka lakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengecek bagian yang rusak. 

2. Membersihkan secara Berkala

Tingkat polusi di kota-kota besar, terutama di area konstruksi sangatlah tinggi. Debu dan kotoran dapat masuk dengan mudah lewat berbagai celah, kemudian menempel di bagian mesin. Jika dibiarkan terlalu lama, maka debu dan kotoran akan mengendap dan mengganggu kinerja mesin secara keseluruhan. 

Sebelum hal ini terjadi, sebaiknya segera bersihkan menggunakan lap basah berbahan halus. Bersihkan semua sisi mesinnya secara merata. Kemudian, lap untuk mempercepat proses pengeringan. 

3. Melakukan Flushing

Alat berat yang sering dipakai, tapi jarang dibersihkan berpotensi mengalami kerusakan pada bagian olinya. Oli yang terkontaminasi dengan kotoran menyebabkan proses pembakaran menjadi terganggu. Hal ini membuat kinerja alat berat kurang optimal. 

Sangat disarankan untuk melakukan flushing secara berkala untuk mengecek kondisi oli alat-alat berat. Buatlah jadwal maintenance untuk memudahkan proses perawatan. Setiap tanggalnya tiba, maka alat-alat berat bisa langsung flushing.

4. Lengkapi dengan Produk Asuransi

Tips terakhir adalah dengan melengkapi alat berat dengan asuransi. Adanya asuransi akan mempercepat proses perbaikan setiap kali ada kerusakan. Perusahaan tidak perlu berpikir panjang karena biayanya ditanggung oleh penyedia asuransi. 

Selain karena rusak, kerugian secara parsial maupun total loss akan diganti oleh penyedia asuransi sesuai ketentuan polis. Manfaat asuransi alat berat juga dapat diperluas, sehingga proteksinya menjadi lebih optimal. Adapun perluasan manfaat dalam asuransi, seperti:

  • Kebakaran, ledakan, petir, dan kejatuhan pesawat
  • Bencana alam, seperti gempa bumi, banjir, badai, letusan gunung berapi, tanah longsor, dan tsunami
  • Perampokan dan pencurian
  • Kerusuhan, huru-hara, dan pemogokan
  • Kesalahan akibat kelalaian saat pengoperasian
  • Perluasan manfaat lainnya sesuai ketentuan asuransi

Baca Juga: Fungsi Front Shovel Sebagai Alat Gali yang Perlu Diketahui

Bekali Motor Grader dengan Suku Cadang Resmi

Itu dia informasi seputar motor grader yang perlu diketahui. Singkatnya, motor grader adalah alat berat yang digunakan untuk meratakan permukaan tanah. Guna meningkatkan performa motor grader, disarankan untuk selalu menggunakan suku cadang resmi yang dapat dibeli di distributor resmi karena kualitas suku cadangnya lebih terjamin. 

Jika suku cadang tidak resmi, maka risiko kerusakannya semakin tinggi dan dapat merembes ke bagian mesin. Jadi, usahakan agar kamu tidak asal-asalan memperlakukan alat berat mengingat harganya yang sangat mahal. Kehati-hatian sangat dibutuhkan agar alat berat motor grader awet. 

Selain itu, jangan lupa untuk memiliki asuransi teknis untuk melindungi keuangan perusahaan dari ancama risiko kerusakan dan kehilangan dari motor grader yang bisa didapatkan dari Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah ini!

Cara Mengoperasikan Bulldozer, Alat Berat Pengolah Lahan

Cara Mengoperasikan Bulldozer, Alat Berat Pengolah Lahan

Bulldozer merupakan alat berat yang memiliki roda rantai untuk melakukan pekerjaan serbaguna. Alat ini mampu bekerja di medan yang beragam. Mulai dari lunak, keras, sampai medan yang memiliki tingkat kemiringan tertentu. 

Secara umum, bulldozer dapat bekerja menggunakan bantuan traktor dan blade sebagai alat tambahan. Dulunya, blade pada bulldozer digerakkan menggunakan kabel. Tapi seiring berjalannya waktu, blade digerakkan menggunakan tenaga hidrolik sehingga penggunaannya lebih mudah dan hasilnya menjadi efisien. 

Manfaat Menggunakan Bulldozer

Bulldozer merupakan alat berat yang memiliki peran cukup penting dalam pekerjaan konstruksi. Alat ini memudahkan pekerjaan, sehingga konstruksi dapat diselesaikan tepat waktu. Beberapa manfaat menggunakan bulldozer, antara lain.

1. Membabat Lahan

Bulldozer mampu membabat lahan di area konstruksi dengan maksimal, terutama jika areanya dikelilingi semak belukar dan pepohonan yang tinggi. Tidak hanya itu, bulldozer juga mampu mengangkut tanah dan bebatuan yang menghalangi area konstruksi. Proses pembabatan dapat dilakukan dengan menarik atau mendorong.

2. Menggali dan Mengangkut

Bulldozer juga bisa digunakan untuk pekerjaan penggalian dan pengangkutan jarak pendek. Jarak maksimum yang dapat dijangkau adalah sekitar 200 kaki. Sementara untuk pengangkutan jarak jauh, maka dapat menggunakan excavator. 

3. Menyebarkan Material pada Area Proyek

Pekerjaan menyebarkan material, seperti pasir, tanah, bebatuan, dan kerikil juga dapat dilakukan dengan bulldozer. Dengan demikian, permukaan lahan konstruksi tidak hanya menumpuk di satu sisi saja, melainkan merata di semua sisi. 

4. Menimbun Ulang

Bulldozer dapat melakukan penimbunan ulang pada lubang-lubang bekas penggalian, sehingga permukaan lahan menjadi rata. Misalnya, penimbunan pada gorong di bawah tanah, lubang pondasi, dan tiang penyangga pada bangunan tinggi serta besar.

5. Merintis Lahan

Ketika proses pembabatan selesai, maka akan dilanjutkan dengan proses perintisan lahan. Proses ini dapat berupa pemerataan tanah, pembuatan jalan darurat untuk sementara waktu, dan pembuatan saluran air (drainase).

6. Menarik dan Mendorong Material

Bulldozer dapat digunakan untuk menarik atau mendorong material. Tidak hanya material berupa tanah, pasir, atau bebatuan, tapi juga peralatan mekanik yang ukurannya lebih kecil daripada bulldozer. Hal ini dapat dilakukan karena bulldozer memiliki ukuran yang besar, sehingga daya dorong dan tariknya pun besar.

Baca Juga: Alat Berat Excavator: Fungsi, Jenis, Harga, dan Cara Kerja

Jenis-jenis Bulldozer

Pada umumnya, jenis-jenis bulldozer dibedakan berdasarkan alat geraknya. Namun seiring berjalannya waktu, jenisnya dapat dibedakan berdasarkan ukuran. Berikut ini tiga jenis bulldozer berdasarkan ukuran alatnya.

1. Crawler Bulldozer

Merupakan bulldozer yang sering digunakan pada medan yang lunak, seperti tanah dan area berlumpur. Juga dapat digunakan pada medan yang berbatu, kasar, dan padat. Alat ini memiliki kapasitas daya yang lebih besar, sehingga mampu memberikan dorongan dengan hasil maksimal. 

Dozer ini memiliki bobot yang berat, sehingga pergerakannya sedikit lebih lambat dibandingkan dengan bulldozer jenis lain. Meski demikian, crawler bulldozer tetap menjadi salah satu jenis dozer yang paling diandalkan karena penggunaannya yang fleksibel.

2. Wheel Bulldozer

Sama seperti roda pada mobil off-road, bulldozer jenis ini memiliki ukuran roda yang besar. Meski begitu, dozer ini memiliki tumpuan yang lebih ringan dibandingkan crawler bulldozer sehingga pergerakannya lebih gesit dan cepat tanpa merusak area tumpuan yang sedang dikerjakan.

Menariknya lagi, alat ini tidak membutuhkan bantuan alat angkut karena dapat bergerak lincah dengan sendirinya. Output yang dihasilkan juga besar ketika kecepatannya meningkat. Wheel bulldozer sering dijumpai pada proses pembangunan jalan raya, pengerukan jalan, dan pembuatan aspal.

3. Mini Bulldozer

Sesuai namanya, bulldozer jenis ini memiliki ukuran yang paling kecil dibandingkan crawler bulldozer dan wheel bulldozer. Meski mini, alat ini mampu bekerja secara fleksibel pada berbagai medan. Kerjanya dapat menjangkau area sempit yang sulit dijangkau oleh kedua tipe bulldozer lainnya.

Baca Juga: Dump Truck: Cara Kerja, Jenis, dan Kelebihannya

Tipe Blade pada Bulldozer

Bulldozer memiliki blade berbahan dasar logam yang berada di bagian depan. Bentuknya seperti scope yang berfungsi sebagai alat dorong, gali, dan angkut berbagai material. Misalnya, tanah, batubara, lumpur, kayu, pasir, dan bebatuan.

Straight Blade (S-Blade)S-blade merupakan tipe blade yang tidak memiliki sayap samping dan paling pendek di antara blade lainnya. Alat ini terdapat pada lengan bagian belakang. S-blade biasa digunakan untuk pekerjaan pemadatan dan penimbunan material.

Sayangnya karena tidak memiliki sayap samping, material yang dibawa menggunakan blade ini sering tumpah. Tak heran jika jenis ini jarang digunakan untuk membongkar, mengangkat, dan membawa material.
Universal Blade (U-Blade)Tipe u-blade berbeda dengan s-blade karena tipe ini memiliki sayap samping berukuran besar dengan bentuk yang agak melengkung. Sayap pada blade ini berguna untuk menjaga material agar tidak mudah tumpah pada saat proses pengangkatan atau pembongkaran material. 

U-blade terletak pada bagian punggung bawah blade. Tipe ini cocok digunakan pada lahan yang lunak maupun tanah dengan tingkat kepadatan sedang. Misalnya, proyek pembongkaran dan pemindahan bebatuan, serta reklamasi tanah.
Angle Blade (A-Blade)Di bagian tengah blade terdapat A-blade yang dapat dimiringkan hingga 30 derajat, tapi tetap dalam posisi lurus. Tipe ini sering digunakan untuk pekerjaan yang sulit, seperti membuang material ke samping, menggali saluran atau drainase, dan mengeruk jalan.

Tipe ini dapat bekerja pada lahan yang lunak, sedang, dan keras. Sayangnya, a-blade tidak memiliki sayap jadi material yang berhasil diangkatnya berpotensi tumpah saat proses pemindahan.
Power Angle Tilt (PAT) BladePAT blade merupakan tipe blade paling serbaguna karena dapat bekerja di berbagai sudut. Pekerjaan yang dapat dilakukan, seperti mengeruk, meratakan, menimbun, dan membersihkan material. Blade ini dapat ditemukan di bagian tengah panel. 
Semi U-BladeJika dibandingkan dengan u-blade, ukuran semi u-blade lebih panjang, tapi lebih kecil. Tipe ini memiliki sayap samping, tapi bentuknya tidak terlalu melengkung seperti u-blade. 

Semi u-blade dapat ditemukan di bagian belakang bawah blade. Fungsinya adalah untuk mendorong dan membawa material di lahan yang lunak dan tingkat kepadatan sedang.
Cushion Blade (C-Blade)Dilengkapi dengan bantalan karet, tipe ini mampu meredam tumbukan material saat sedang bermanuver. Tipe ini memiliki pisau berukuran lebih lebar, sehingga mampu melakukan pekerjaan push loading dan pemeliharaan jalan. 
Bowl DozerTipe ini dilengkapi dengan dinding besi di samping blade, sehingga dapat membawa dan mendorong material tanpa takut materialnya tumpah. Bowl dozer dapat digunakan untuk memindahkan material jarak jauh. Tipe ini banyak digunakan dalam proyek pertambangan dan perusahaan kayu. 

Baca Juga: Operator Alat Berat: Tugas, Skill, dan Tips Karir

Cara Kerja Bulldozer

Bulldozer memiliki cara kerja yang terbilang sederhana. Pengerjaannya dengan memanfaatkan traktor sebagai pendorong, sedangkan bagian hidrolik untuk mengatur perlengkapan kerja bulldozer. Terdapat tiga sistem yang mempengaruhi cara kerja bulldozer, di antaranya.

1. Down Hill Dozing

Bulldozer yang dilengkapi dengan sistem down hill dozing bekerja dengan gerakan ke bawah. Kecepatan kerjanya dapat ditingkatkan dengan memanfaatkan daya gravitas bumi. Sistem ini banyak digunakan pada kondisi lahan yang miring. 

2. High Wall atau Float Dozing

Bulldozer dengan sistem high wall atau float dozing bekerja dengan cara mengeruk untuk mendapatkan material. Material ini kemudian akan didorong ke tepi lereng sampai jatuh ke lereng dengan sendirinya. Agar material tidak tumpah, operator perlu mengerem bulldozer dengan hati-hati sebelum materialnya sampai ke pinggir lereng. 

3. Trench atau Slots Dozing

Sistem kerja bulldozer yang terakhir adalah trench atau slots dozing yang banyak digunakan pada lahan yang datar. Cara kerjanya adalah dengan mengeruk material sampai muncul spilages atau bagian yang menyerupai dinding pada bagian kiri dan kanan blade. Dengan terbentuknya spilages, material yang tumpah menjadi sedikit. 

Baca Juga: Mengenal Alat Berat Grader dan Fungsinya untuk Konstruksi

Operasikan Bulldozer Menggunakan Operator yang Handal

Itu dia informasi seputar bulldozer yang perlu diketahui. Sejatinya, kinerja alat berat ini sebaiknya didukung dengan penggunaan alat berat lainnya untuk memudahkan dan mempercepat pekerjaan konstruksi, terutama untuk proyek besar. Alhasil, proyek dapat diselesaikan tepat waktu dengan hasil yang sesuai harapan. 

Agar kinerja bulldozer menjadi maksimal, pastikan alat ini dioperasikan oleh operator yang handal di bidangnya. Dalam arti, operator memiliki pengalaman yang cukup dalam mengoperasikan bulldozer sehingga kesalahan-kesalahan pengoperasian yang kerap kali muncul dalam industri konstruksi dapat diminimalisir sekecil mungkin.

Bulldozer merupakan salah satu alat/mesin berat yang harganya beli dan perawatannya cukup mahal. Untuk menghindari Anda dari risiko keuangan yang besar karena kerusakan atau kehilangan yang terjadi pada alat besar bulldozer, pastikan Anda telah memiliki asuransi teknis dari Cermati Protect yang bisa memberikan manfaat perlindungan terbaik untuk aset alat atau mesin berat dengan mengisi formulir dibawah ini!

Profesi Kontraktor: Tugas, Tanggung Jawab, Keahlian, dan Jenjang Karirnya

Profesi Kontraktor: Tugas, Tanggung Jawab, Keahlian, dan Jenjang Karirnya

Kontraktor artinya penyedia jasa konstruksi yang memiliki peran sangat penting dalam pembangunan berbagai infrastruktur. Mulai dari jalan raya, jalan tol, jalur kereta, stasiun, bandara, pelabuhan, waduk, hingga pos pembatas di dalam suatu negara. Kontraktor memiliki tugas untuk memastikan bahwa pekerjaan konstruksi berjalan dengan baik, sesuai dengan apa yang diharapkan klien.

Mulai dari tahap perencanaan hingga penyelesaian, seorang kontraktor akan ikut berpartisipasi di dalamnya. Jika sesuatu di dalam proyek tidak beres, maka kontraktor menjadi salah satu pihak yang mengetahui hal ini. Tugas dan tanggung jawab yang besar ini membuat profesi ini memiliki nominal gaji yang fantastis.

Tugas dan Tanggung Jawab Kontraktor

  • Mengelola proyek konstruksi dari awal hingga akhir, seperti mengidentifikasi, membuat desain teknis maupun struktural, melakukan inspeksi, dan memastikan kualitas pekerjaan
  • Memenuhi persyaratan keamanan dan lingkungan kerja sesuai aturan yang berlaku
  • Memberikan jaminan kepada pemilik proyek bahwa pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu
  • Melaksanakan dan mengerjakan tugas sesuai rencana yang sudah di spesifikasi dan aturan yang dibuat dalam surat perjanjian
  • Menjadwalkan kegiatan proyek
  • Membuat laporan kemajuan proyek yang sedang dikerjakan, seperti laporan harian, mingguan, bulanan, dan tahunan (untuk proyek besar). Laporan diisi dengan kondisi sebenarnya yang terjadi di lapangan, sehingga pemilik proyek mengetahui situasinya
  • Menyediakan bahan baku, material, dan tenaga kerja yang terampil guna mendukung kelancaran proses pembangunan

Jenis dan Cakupan Kerja Kontraktor

Dalam membangun suatu proyek, profesi kontraktor dibagi menjadi enam jenis dengan cakupan kerja yang berbeda-beda, di antaranya.

Kontraktor UmumKontraktor yang terlibat dalam berbagai pekerjaan konstruksi dinamakan kontraktor umum. Proyek yang dikerjakan meliputi pembangunan rumah dan infrastruktur. Para kontraktor memiliki pengetahuan yang luas mengenai seluk-beluk konstruksi dan manajemen proyek. 


Tugas kontraktor umum meliputi perencanaan, pengawasan, dan pengadaan selama proyek berlangsung. Kontraktor ini bekerja sama dengan para sub kontraktor untuk mengkoordinasikan semua pekerjaan proyek, sehingga tidak ada satu pun yang terlewatkan. 
Kontraktor SipilBerbeda dengan kontraktor umum, kontraktor sipil fokus pada pembangunan infrastruktur, seperti jalan raya, bandara, saluran air, stasiun, dan jembatan di wilayah tertentu. Para kontraktor memiliki pengetahuan yang sangat mendalam tentang ilmu sipil hingga standar keselamatan dalam menyelesaikan proyek.

Kontraktor sipil bertanggung jawab untuk memastikan bahwa struktur fisik bangunan sudah kuat dan kokoh. Alhasil, bangunan tidak mudah roboh saat diterpa angin. Selain itu, kontraktor ini juga mengelola aspek lingkungan hidup dan memastikan bahwa proyek sudah mendapatkan perizinan dari pihak yang berwenang.
Kontraktor ElektrikalSeperti namanya, kontraktor yang satu ini fokus untuk mengurus bagian kelistrikan dalam proses pembangunan. Mulai dari proses instalasi, memperbaiki, hingga merawat agar listrik selalu hidup dan tidak mengganggu kelancaran proyek.


Kontraktor elektrikal memiliki tugas untuk memasang kabel listrik, memasang alat-alat kelistrikan, memperbaiki listrik yang rusak, dan menguji sistem listrik yang baru diinstal di suatu gedung. Kontraktor ini juga ikut terlibat dalam proses perencanaan sistem listrik yang akan diaplikasikan dalam proyek terbaru.
Kontraktor InteriorMerancang dan membangun interior ruangan seperti yang diinginkan klien adalah tugas dari kontraktor interior. Mereka biasanya bekerja sama dengan para desain interior untuk menciptakan desain yang unik, berkelas, dan berkualitas guna dapatkan hasil yang memuaskan. Tidak hanya memuaskan secara fungsional saja, tapi juga memuaskan dari sisi estetikanya.


Tugas kontraktor ini meliputi pemasangan lantai, pengecatan, pemasangan partisi di dalam ruangan, dan instalasi langit-langit rumah. Terkadang, mereka juga dilibatkan dalam proses penyelesaian detail interior. Misalnya, pencahayaan, pemilihan furniture, dan pemasangan peralatan di dalam suatu gedung.
Kontraktor RenovasiKontraktor ini memiliki tanggung jawab khusus untuk memperbaharui, memperbaiki, dan mengubah struktur bangunan yang sudah ada sebelumnya. Mereka bekerja sama dengan pemilik properti untuk merancang bangunan yang sesuai kebutuhan pemilik. Tentunya, dengan memberikan sejumlah masukan yang dapat dipertimbangkan oleh pemilik.


Tugas dari seorang kontraktor renovasi meliputi pemecahan struktur bangunan, memperbaharui sistem elektrikal, pipa, dan meningkatkan kualitas interior serta eksterior bangunan. Mereka juga dapat ikuti serta dalam proses perbaikan struktural dan energi untuk meningkatkan efisiensi bangunan.
Kontraktor LandscapeJenis kontraktor yang terakhir adalah kontraktor landscape. Kontraktor ini fokus pada pembangunan dan perawatan bagian luar bangunan. Misalnya, taman, halaman, dan area hijau yang dimiliki oleh pemilik properti.


Mereka memiliki pengetahuan yang luas mengenai landscape, sistem irigasi, dan hortikultura untuk menciptakan lingkungan luar yang indah, asri, dan enak dipandang. Tugasnya meliputi menanam tanaman, membuat sistem irigasi, pemodelan tanah, pembuatan jalan setapak, hingga instalasi dekoratif untuk area luar bangunan. Misalnya, pembuatan air mancur, taman bunga, taman batu, dan dekorasi lainnya.

Baca Juga: 7 Potensi Penyakit yang Rentan Dialami Pekerja Tambang

Keahlian yang Harus Dimiliki Kontraktor

Agar bisa sukses menapaki karir sebagai kontraktor, maka terdapat beberapa keahlian yang wajib dimiliki. Keahlian ini antara lain.

1. Membuat Perencanaan Gambar

Perencanaan adalah keahlian paling mendasar yang wajib dimiliki oleh seorang kontraktor. Sebelum sepakat dengan klien, kontraktor akan membuat perencanaan berupa gambar yang ditunjukkan kepada klien. Gambar kerja ini menjadi dasar kontraktor untuk menentukan harga dan mengajukan anggaran pembangunan.

Perencanaan juga menjadi dasar pertimbangan seorang kontraktor saat merekrut jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan dari awal sampai akhir proyek. Dengan memahami perencanaan gambar dengan baik, hasil kerja menjadi maksimal.

2. Mengurai Pekerjaan

Selanjutnya adalah mengurai pekerjaan dari perencanaan yang sudah dibuat. Hasil dari uraian ini meliputi pekerjaan persiapan, pembuatan pondasi, beton, bata merah, plester, dan seterusnya. Masing-masing uraian berisi langkah pengerjaan yang harus dilakukan secara bertahap.

3. Komunikasi yang Baik

Tidak hanya kontraktor, tapi semua jenis profesi harus dibekali dengan keahlian komunikasi yang baik. Komunikasi menjadi cara terbaik untuk menyampaikan kreativitas dengan cara yang mudah dimengerti, sehingga terciptalah hubungan yang baik.

Komunikasi yang baik dapat mengurangi masalah yang muncul selama proses pembangunan. Contoh komunikasi yang dapat dilakukan antara kontraktor dan pemilik properti, seperti menyampaikan perkembangan pembangunan termasuk kendala yang dihadapi agar bisa dimaklumi oleh pemilik properti. 

4. Memiliki Pengalaman

Kontraktor adalah profesi yang bergerak di bidang jasa, jadi kontraktor wajib membangun kepercayaan dengan owner bahkan pihak luar yang terlibat dalam pekerjaan konstruksi. Kepercayaan dapat dibangun lewat pengalaman kerja yang dimiliki oleh seorang kontraktor, sehingga jasanya digunakan dalam banyak proyek. Selain pengalaman, reputasi dan testimoni owner juga penting diperhatikan. 

Baca Juga: 10 Jenis Pekerjaan Paling Bahaya yang Gajinya Fantastis

Jenjang Karir Kontraktor

Kontraktor adalah perorangan atau perusahaan yang ditunjuk oleh klien untuk melaksanakan pekerjaan konstruksi. Dalam mengerjakan proyek, terdapat dua jenis kontraktor yaitu kontraktor utama yang bertanggung jawab atas seluruh proyek, seperti perencanaan, lama pengerjaan, mengawasi pembelian bahan baku, mengurus biaya penagihan, dan mengkoordinasi pekerjaan bagian sub kontraktor.

Ada juga sub kontraktor yang bertugas untuk menangani bagian-bagian tertentu dalam proses pembangunan, seperti instalasi listrik, pengecatan, pemasangan ubin, dan instalasi lainnya.

Seorang kontraktor dapat membangun karirnya dengan menawarkan jasa konstruksi perorangan, lalu meningkat menjadi badan usaha. Secara umum, terdapat tiga tingkatan jenjang karir kontraktor yaitu kontraktor kecil, menengah, dan besar.

1. Kontraktor Kecil

  1. Terdiri dari tiga tingkatan, yaitu:
  • Tingkat 1, yaitu kontraktor yang menangani proyek maksimal senilai Rp1 miliar
  • Tingkat 2, yaitu kontraktor yang menangani proyek maksimal senilai Rp1,75 miliar
  • Tingkat 3, yaitu kontraktor yang menangani proyek maksimal senilai Rp2,5 miliar

2. Kontraktor Menengah

Terdiri dari dua tingkatan, yaitu:

  • Tingkat 1, yaitu menangani proyek maksimal senilai Rp10 miliar
  • Tingkat 2, yaitu menangani proyek maksimal senilai Rp50 miliar

3. Kontraktor Besar

Terdiri dari dua tingkatan, yaitu:

  • Tingkat 1, yaitu kontraktor yang menangani proyek maksimal senilai Rp250 miliar
  • Tingkat 2, yaitu kontraktor yang menangani proyek dengan nilai tak terbatas

Baca Juga: 9 Jenis Alat Pelindung Diri dan Keselamatan Kerja

Bangun Jaringan yang Luas untuk Karir Cemerlang

Bagus atau tidaknya karir seorang kontraktor sangat bergantung pada jaringan yang dibangunnya selama bekerja. Maka dari itu, bangunlah jaringan seluas mungkin agar kesempatan untuk menapaki karir yang cemerlang semakin terbuka lebar. Jangan lupa untuk tingkatkan skill di bidang konstruksi agar kemampuan dan hasil kerjamu tidak diragukan oleh orang lain.

Kontraktor merupakan pekerjaan dengan risiko kecelakaan kerja yang cukup tinggi karena merupakan bagian dari pekerjaan lapangan. Tentu saja dibutuhkan asuransi karyawan terbaik untuk melindungi mereka dari berbagai ancaman risiko selama bekerja.

Dapatkan penawaran Asuransi Karyawan terbaik di Cermati Protect dnegan mengisi formulir dibawah ini!

Jenis-jenis Kargo dan Proses Penanganan Kargo Barang

Jenis-jenis Kargo dan Proses Penanganan Kargo Barang

Cargo adalah semua barang yang dikirimkan melalui darat, laut, dan udara untuk kebutuhan perdagangan antar kota maupun antar negara. Pengiriman kargo bisa dilakukan oleh perusahaan besar atau individu. Pihak-pihak yang terlibat di dalam pengiriman kargo adalah pengirim, penerima, dan pihak pengangkut.

Alur jalan pengiriman kargo diatur oleh penanganan kargo, sehingga barang dapat sampai kepada pembeli dengan selamat. Apa itu penanganan kargo? Informasi selengkapnya akan dibahas pada artikel berikut, termasuk jenis-jenis kargo barang, proses penanganan kargo, dan alat-alat yang digunakan.

Apa Itu Penanganan Kargo?

man wearing face mask standing near vehicle door with brown carton boxes
Photo by Pavel Danilyuk on Pexels.com

Jika kargo artinya jenis ekspedisi atau pengiriman, maka penanganan kargo adalah proses pembongkaran muatan yang dilakukan di titik pengiriman dan di lokasi tujuan. Proses ini bertujuan agar transisi barang berjalan efektif dan barang terkirim sesuai estimasi yang ditetapkan, tanpa ada kekurangan atau cacat.

Dalam proses penanganan kargo, terdapat tiga pihak yang terlibat di dalamnya. Pihak-pihak ini, antara lain:

Pengirim (Shipper)Pengirim bisa berupa perorangan, kelompok, maupun perusahaan skala kecil atau besar. Proses penanganan biasanya dilakukan sendiri atau tanpa penanganan. Tapi, ada juga yang melalui jasa ekspedisi laut dan udara. 
Pengangkut (Carrier)Pengangkut adalah pihak yang menyediakan jasa ekspedisi. Pengangkut dapat berupa cargo sales agent dan sales airline
Penerima (Consignee)Penerima adalah pihak konsumen, baik individu, badan usaha, atau agen kargo. 

Jenis-jenis Kargo Barang

Kargo identik dengan pengiriman dalam jumlah dan volume yang besar. Kargo terdiri dari beberapa jenis sesuai dengan jenis barang yang dikirimkan. Untuk pengiriman via pelabuhan sendiri, kargo barang dapat dibagi menjadi empat jenis yaitu general cargo, special cargo, irregularity cargo, dan dangerous cargo.

1. General Cargo

Adalah jenis kargo yang masuk dalam kategori barang-barang umum, jadi tidak membutuhkan penanganan khusus. Meski demikian, ada syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi agar pengiriman general cargo berjalan lancar. Barang-barang yang dikirimkan menggunakan jenis ini, seperti peralatan kantor, peralatan rumah tangga, alat-alat olahraga, kebutuhan sehari-hari, pakaian, sepatu, dan tas. 

2. Special Cargo

Seperti namanya, jenis kargo ini membutuhkan penanganan spesial karena ada regulasi khusus yang harus dipenuhi untuk melancarkan proses pengiriman. Transportasi pengiriman yang digunakan adalah pesawat terbang. Sedangkan barang-barang yang diangkut dalam special cargo meliputi makanan segar, tanaman hias, binatang, emas, berlian, barang dengan aroma menyengat, hingga jenazah manusia dalam bentuk utuh maupun yang sudah dikremasi. 

3. Irregularity Cargo

Sejumlah pengiriman kargo yang bermasalah, baik karena barang yang dikirimkan rusak atau tidak terpenuhinya SOP di lapangan dinamakan irregularity cargo. Terdapat empat jenis irregularity cargo yang bisa ditemukan dalam pengiriman, seperti missing cargo, damage cargo, overload cargo, dan found cargo

4. Dangerous Cargo

Jenis barang yang termasuk dalam kategori berbahaya dan berpotensi menimbulkan bahaya dikirimkan melalui dangerous cargo. Barang ini peka terhadap tekanan, suhu udara, dan getaran yang tidak hanya mengganggu kenyamanan, tapi juga dapat membahayakan keselamatan. Barang-barang yang termasuk dangerous cargo, seperti cairan kimia, peledak, petasan, peluru, senjata, dan kembang api. 

Barang berbahaya yang diangkut menggunakan dangerous cargo dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu:

  • Kelompok A: barang berbahaya yang dapat diangkut menggunakan pesawat kargo atau penumpang
  • Kelompok B: barang berbahaya yang hanya dapat diangkut menggunakan pesawat kargo
  • Kelompok C: barang berbahaya yang sama sekali tidak boleh diangkut menggunakan pesawat kargo maupun penumpang

Khusus untuk dangerous cargo, terdapat beberapa aturan pengiriman yang harus diperhatikan, di antaranya:

  • Mengikuti aturan pengiriman udara yang ditetapkan oleh IATA untuk barang-barang berbahaya
  • Patuh kepada perundang-undangan yang berlaku
  • Melengkapi semua dokumen persyaratan
  • Mengemas barang sesuai standar pengemasan yang ditentukan oleh IATA
  • Mengikuti standar marking atau labeling yang telah ditetapkan

Baca Juga: 5 Perbedaan Pengiriman Ekspedisi dan Kargo

Proses Kerja Penanganan Kargo Barang

Penanganan barang kargo tidak boleh dilakukan asal-asalan. Terdapat beberapa proses penanganan yang perlu diperhatikan, di antaranya:

1. Penerimaan

Proses penyerahan barang dari penyedia jasa pengiriman (shipper) kepada pihak bandara dinamakan penerimaan. Sebelum barang diterima, ada persyaratan yang sudah dibicarakan sebelumnya, seperti biaya pengiriman, dokumen yang perlu disiapkan, dan ketentuan lain yang telah disepakati oleh pihak airlines, shipper, dan pihak kargo. 

2. Penimbangan Barang

Penimbangan barang ditujukan untuk mencocokkan hasil timbangan shipper. Penanganan kargo berupa penimbangan ulang perlu dilakukan, sehingga hasilnya sesuai dengan dokumen yang tertera sebelum akhirnya dikirimkan.

3. Pembuatan Dokumen

Tujuannya adalah untuk membuat dokumen angkut kargo yang sesuai dengan wujud barang yang ada di dalam kargo. Dokumen ini terdiri dari beberapa jenis, di antaranya:

  • Cargo Booking Advice (CBA)
  • Pemberitahuan Isi Barang (PTI)
  • Bukti Timbang Barang (BTB)
  • Checklist building
  • CN 38 (pos)
  • Surat muatan udara

4. Marking, Labeling, dan X-Tray

Dalam proses ini, barang yang sudah ditandai akan diberi label untuk dikirimkan. Di bagian luar barang akan ditempelkan label special cargo yang catatan agar barang tidak dibanting. Setelah itu, masuk ke proses x-tray untuk melihat apakah barang sesuai dengan keamanan kargo atau tidak. 

5. Storage

Menyusun dan mengelompokkan barang sesuai tempatnya dinamakan penanganan storage. Penanganan ini bertujuan untuk memastikan bahwa tidak ada kargo yang tertinggal, hilang, dan salah kirim. Penanganan storage berada di terminal kargo atau biasa disebut dengan tempat penyimpanan. 

6. Build-up

Build up adalah proses memasukkan kargo ke dalam gerobak kargo, lalu mengantarkan kargo ke pesawat. Setelah barang disusun sesuai tujuan dan jenis pesawatnya, kargo akan dimuat ke dalam gerobak yang telah dibungkus dengan plastik solid sesuai dengan SOP yang berlaku. 

7. Loading

Setelah kargo sampai di bagian apron, kargo akan dimuat ke dalam bagasi pesawat. Penanganan ini dilakukan oleh bagian groundhandling maskapai dan pihak lain yang terlibat untuk membawa kargo tersebut.

Penanganan kargo dapat berjalan dengan baik jika semuanya memadai dan lengkap. Mulai dari sistem, prosedur, sarana dan prasarana yang dimiliki memadai. 

SistemTerdapat program khusus yang perlu di-install di komputer untuk membuat bukti penimbangan barang. Setelah itu, petugas kargo mengisi form yang telah disediakan dengan informasi yang valid.
ProsedurPekerjaan operasional dapat berjalan lancar jika semuanya dikerjakan sesuai prosedur yang sudah ditentukan. Tidak hanya prosedur tentang tata cara menerima atau mengirim barang, tapi juga saat menyusun barang ke dalam palet, kontainer, dan saat memuat barang ke dalam pesawat. 
Sarana dan PrasaranaKelengkapan sarana dan prasarana dipercaya dapat memperlancar proses penanganan kargo. Misalnya, komputer, printer, mesin X Ray, timbangan, fasilitas bergerak, hingga fasilitas tidak bergerak. 

Baca Juga: 14 Jasa Ekspedisi yang Melayani Pengiriman Besar

Alat-alat yang Digunakan untuk Penanganan Kargo

Proses penanganan kargo dapat berjalan lancar dengan bantuan beberapa alat. Alat-alat yang dimaksud, antara lain.

1. Forklift

Forklift merupakan alat yang berfungsi untuk menaikkan atau menurunkan barang berukuran besar. Selain itu, forklift juga memudahkan proses pemindahan barang ke tempat penyimpanan dan memindahkannya kembali saat diangkut. 

2. Derek atau Crane

Alat derek digunakan untuk memuat dan menurunkan kontainer. Alat ini banyak ditemukan di dermaga atau pelabuhan untuk memindahkan kargo ke atau dari kapal. 

3. Scanner

Scanner atau alat pemindai berfungsi untuk mendaftarkan kode barang saat akan berangkat atau saat tiba di lokasi tujuan. Alat ini juga sering digunakan untuk melacak barang, sehingga penerima mengetahui posisi barang berada. 

4. Dongkrak Palet

Forklift sederhana yang mudah didorong dikenal juga dengan sebutan dongkrak palet. Alat ini berfungsi untuk mengangkut atau menyimpan barang ke gudang penyimpanan. Lalu, mengangkutnya kembali jika ingin dipindahkan.

5. Loading Ramps

Disebut juga sebagai jalur pemuatan barang. Alat ini berfungsi untuk memudahkan proses pemuatan atau penurunan barang, baik dari truk, pesawat, atau kapal. Alat ini membuat proses pemindahan menjadi aman, jadi kemungkinan barang rusak sangatlah kecil.

Baca Juga: Manfaat Asuransi Kargo dan Cara Klaimnya

Ikuti Mekanisme Pengiriman Kargo yang Benar

Penanganan kargo dapat berjalan dengan baik jika diikuti dengan mekanisme pengiriman kargo yang benar. Sebagai pemakai jasa layanan kargo, pastikan kamu mengikuti aturan atau SOP yang berlaku demi kelancaran pengiriman. Jangan lupa untuk melampirkan dokumen yang dibutuhkan sebagai syarat pengiriman menggunakan kargo. 

Selain itu, pahami tahap dan prosesnya untuk menghindari miskomunikasi yang dapat merugikan diri sendiri di kemudian hari. Selalu percayakan penanganan kargo pada perusahaan kargo yang sudah berpengalaman dan memiliki pelayanan terbaik.

Bagi yang sering menggunakan jasa layanan kargo, jangan lupa untuk melengkapi pengiriman kargo dengan perlindungan tambahan dari asuransi pengiriman dan logistik dari Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah ini!