5 Hal Menarik tentang Pekerja Lapangan dan Tips Sukses Karirnya

5 Hal Menarik tentang Pekerja Lapangan dan Tips Sukses Karirnya

Pekerja lapangan merupakan salah satu posisi yang cukup banyak dibutuhkan di perusahaan, bahkan perusahaan berskala besar sekalipun. Pekerja di bidang yang satu ini biasanya akan menjalankan tugasnya di luar ruangan, atau lebih tepatnya bertugas dari satu lokasi ke lokasi lainnya. 

Sebagai seorang pekerja yang tidak stay di kantor, jelas pekerja lapangan akan memiliki tantangan tersendiri di dalam pekerjaan yang dijalankannya. Hal inilah yang kerap membuat sebagian pekerja lapangan memilih untuk menyerah dan meninggalkan pekerjaannya. 

Pekerja Lapangan Memiliki Tantangan Tersendiri 

Tidak semua orang bersedia menjadi pekerja lapangan, termasuk para pelamar yang masih berstatus fresh graduate. Padahal sama saja dengan jenis pekerjaan lainnya, pekerjaan di lapangan juga tentu bisa berjalan dengan lancar jika diimbangi dengan skill yang mumpuni. 

Berikut ini adalah beberapa poin penting terkait pekerja lapangan yang penting untuk dipahami: 

1. Memiliki Mental dan Energi Besar 

Pekerja lapangan harus membiasakan diri dengan sistem kerja yang terbilang keras dan sedikit berbeda dari pekerjaan di kantoran. Ini merupakan tantangan terbesar dari pekerjaan yang satu ini, di mana pekerja lapangan biasanya akan seringkali berurusan dengan target dan juga deadline tertentu.

Kondisi pekerjaan di lapangan seperti ini membuat pekerja lapangan wajib memiliki mental yang kuat, sebab kondisi di setiap lokasi kerja bisa saja berbeda dan bahkan di luar perkiraan. Pekerja lapangan harus bisa menjaga semangat kerjanya tetap baik dalam segala kondisi yang dihadapinya. 

Selain itu, pekerjaan di lapangan seperti ini juga membutuhkan energi yang besar. Bepergian dari satu tempat ke tempat kerja lainnya bukanlah perkara yang mudah, terutama saat cuaca tidak bersahabat di jam-jam kerja. Semua kondisi ini juga akan menjadi tantangan tersendiri bagi pekerja lapangan.

2. Harus Memiliki Kondisi Fisik yang Fit 

Masih berkaitan dengan poin di atas, pekerja lapangan juga dituntut untuk memiliki kondisi fisik yang fit dan prima. Pekerjaan yang padat dan membutuhkan mobilitas yang tinggi merupakan rutinitas yang harus dijalani. Kondisi jalanan yang tidak selalu lancar juga akan menguras tenaga dan emosi pekerja lapangan. 

Untuk menghadapi semua rutinitas di lapangan, dibutuhkan kesehatan yang mendukung. Pekerja lapangan harus selalu dalam kondisi bugar dan fit, sehingga semua tugas-tugasnya di lapangan bisa terselesaikan dengan baik. Berolahraga secara rutin bisa menjadi salah satu cara untuk mendapatkan kesehatan prima seperti ini. 

3. Memiliki Penghasilan yang tidak Tetap

Pekerja lapangan biasanya tidak memiliki jumlah gaji yang tetap, sebagaimana pekerja kantoran pada umumnya. Pekerjaan seperti ini biasanya akan berorientasi pada target, di mana target inilah yang akan menentukan besaran gaji yang bisa dibawa pulang oleh pekerja lapangan setiap bulannya. 

Jika bisa mencapai target atau bahkan melampauinya, maka pekerja lapangan biasanya akan mendapatkan sejumlah bonus tambahan dari perusahaan. Bonus inilah yang akan membuat penghasilan pekerja lapangan menjadi cukup besar, namun jumlahnya tidak akan tetap setiap bulannya. 

4. Memiliki Jam Kerja yang Fleksibel

Berbeda dengan pekerja kantoran pada umumnya, pekerja lapangan biasanya akan memiliki jam kerja yang terbilang fleksibel. Mereka bisa saja bekerja hingga sore atau bahkan malam hari, sesuai dengan kebutuhan pekerjaan itu sendiri. Jam kerja seperti ini tentu tidak akan selalu mudah untuk semua orang, terutama mereka yang terbiasa dengan rutinitas dengan teratur. 

Jam kerja petugas lapangan ini biasanya akan dipengaruhi oleh target yang diberikan oleh perusahaan. Saat target perusahaan cukup tinggi, maka jam kerja para pekerja lapangan bisa saja menjadi lebih panjang, bahkan lebih sibuk di jam-jam tertentu saja, sesuai dengan kondisi pekerjaannya. 

5. Harus Memiliki Kemampuan baik dalam Bersosialisasi

Pekerja lapangan akan pergi dari satu lokasi kerja ke lokasi lainnya, di mana yang bersangkutan akan bertemu dengan banyak orang, bahkan dengan berbagai jenis karakter yang berbeda. Hal ini menjadi alasan mengapa pekerja lapangan wajib memiliki kemampuan yang baik dalam bersosialisasi dengan banyak orang sekaligus.

Kemampuan yang bersosialisasi yang baik akan membuat pekerja lapangan lebih mudah untuk menyelesaikan setiap urusan pekerjaannya. Hal ini juga akan memudahkan pekerja lapangan untuk mencapai target yang sudah ditetapkan oleh perusahaan kepadanya. 

Baca Juga: Kenali Penyakit Akibat Kerja yang Mengintai Para Pekerja

Tips Menjadi Pekerja Lapangan yang Sukses 

Sebagaimana pekerjaan lainnya, pekerjaan di lapangan juga tentu membutuhkan sikap profesional dari yang menjalankannya. Pekerja lapangan akan menghadapi berbagai kondisi di tempat kerjanya, beberapa bahkan mungkin saja kondisi-kondisi yang tidak pernah diprediksi sebelumnya. 

Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa diterapkan pekerja lapangan, agar sukses dalam karirnya: 

1. Bijak Mengatur Waktu

Jam kerja yang fleksibel merupakan salah satu keuntungan dan sekaligus tantangan bagi para pekerja lapangan. Pekerjaan tidak akan selesai dengan baik, jika tidak diatur dengan sedemikian rupa. Penting untuk selalu membuat jadwal kerja sejak awal, baik itu harian maupun mingguan. 

Jadwal kerja yang tepat akan membantu pekerja lapangan lebih mudah dalam menyelesaikan satu per satu tugasnya, sehingga seluruh pekerjaan bisa selesai dengan tepat waktu. Selain itu, aturlah waktu dengan seefisien mungkin, agar setiap tugas selesai dengan baik dan seluruh target bisa dicapai dengan baik. 

2. Istirahat dengan Cukup

Kerja di lapangan seringkali membuat pekerja lupa waktu, termasuk untuk beristirahat sejenak dari pekerjaannya. Sementara jika tubuh tidak mendapatkan istirahat yang cukup, maka tubuh akan terlalu lelah dan tidak fit. Hal ini tentu akan merugikan diri sendiri, sebab bukan tidak mungkin tubuh akan terserang penyakit karena kelelahan. 

Selain itu, meluangkan waktu untuk menikmati makan siang merupakan poin wajib bagi pekerja lapangan. Hal ini sangat penting, untuk memastikan tubuh selalu memiliki cadangan energi yang bisa dimanfaatkan untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. 

3. Konsumsi Asupan Nutrisi dan Air Putih yang Memadai 

Pekerjaan di lapangan membutuhkan energi yang besar, sehingga penting untuk selalu memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh dengan baik. Makan teratur dengan gizi yang seimbang merupakan hal yang sangat tepat dan akan membantu untuk menjaga stamina tubuh tetap fit. 

Selain itu, minumlah air putih dalam jumlah yang tepat setiap harinya, setidaknya 8 gelas per hari. Air putih akan menjaga tubuh tetap dalam kondisi terhidrasi selama bekerja di lapangan. Hal ini penting, terutama untuk pekerja lapangan yang harus bepergian atau melakukan perjalanan yang terbilang jauh. 

4. Bawa Peralatan Kerja yang Lengkap 

Bekerja di lapangan tentu akan berbeda dengan bekerja di kantor, di mana berbagai peralatan kerja tersedia dengan lengkap. Pekerja lapangan harus selalu membiasakan diri untuk membawa berbagai peralatan kerja yang dibutuhkannya. Hal ini akan membantu yang bersangkutan untuk lebih mudah dalam menyelesaikan berbagai pekerjaannya. 

Selain itu, membawa berbagai peralatan pendukung untuk bekerja di lapangan juga tak kalah pentingnya. Berbagai peralatan pendukung ini akan membantu pekerja lapangan tetap nyaman selama bekerja atau dalam perjalanan, misalnya: jaket tebal untuk pekerja lapangan yang mengendarai motor, ban cadangan bagi pekerja yang berkendara menggunakan mobil, dan yang lainnya.

5. Bersikap Sabar dan Bijak 

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, pekerja lapangan bisa saja bekerja di beberapa lokasi kerja yang berbeda. Hal ini akan membuat yang bersangkutan kerap bertemu dengan banyak orang, sehingga dibutuhkan kemampuan bersosialisasi yang baik sejak awal.

Selain itu, pekerja lapangan juga harus memiliki sikap sabar dan bijak dalam menjalankan tugasnya. Saat di lapangan, berbagai kondisi dan karakter dari orang-orang yang ditemui petugas lapangan bisa saja menguras kesabaran. Hal ini tentu tidak akan menjadi masalah, jika yang bersangkutan memiliki sifat sabar dan bijak dalam menghadapi berbagai kondisi dan juga orang-orang yang ditemuinya. 

Baca Juga: Asuransi Kecelakaan Kerja: Pengertian, Manfaat, Syarat Klaim, dan Cara Klaim

Bekerja Profesional sebagai Pekerja Lapangan yang Sukses 

Pekerja lapangan merupakan salah satu posisi yang terbilang cukup banyak dibutuhkan oleh perusahaan. Pada dasarnya, pekerjaan yang satu ini memiliki tantangan tersendiri dan ruang lingkup yang terbilang luas. Jika bekerja dengan profesional, seorang pekerja lapangan juga bisa saja mendapatkan kesuksesan dan penghasilan besar dari pekerjaan yang dilakoninya. 

Pekerja lapangan adalah mereka yang paling beresiko terekspos berbagai risiko kecelakaan kerja. Untuk perusahaan yang memiliki karyawan yang wajib bekerja di lapangan pastikan Anda sudah memfasilitasi mereka dengan asuransi kesehatan karyawan terbaik untuk melindungi mereka dari berbagai risiko kecelakaan, penyakit dan penurunan kesehatan akibat kerja.

Dapatkan penawaran produk asuransi kesehatan karyawan terbaik di Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah ini!

Tips Belanja Online Aman dan Bebas Masalah

Tips Belanja Online Aman dan Bebas Masalah

Belanja online aman merupakan salah satu kebutuhan utama bagi para pecinta belanja online. Sebagaimana aktivitas belanja pada umumnya, setiap orang tentu menginginkan kondisi yang aman dan nyaman ketika mereka sedang melakukan aktivitas belanja online. 

Selama beberapa tahun belakangan, aktivitas belanja online sudah menjadi pilihan banyak orang. Cara belanja yang satu ini dianggap lebih praktis dan mudah untuk dilakukan, dimana berbagai barang bisa dibeli dengan mudah, tanpa harus repot-repot keluar rumah.

Cara Belanja Online Aman dan Tenang 

Perkembangan sistem digital yang terbilang pesat telah membawa banyak perubahan di kehidupan kita. Berbagai kebiasaan kita menjadi berubah, termasuk saat melakukan aktivitas belanja. Jika belasan tahun lalu hampir semua orang masih harus bepergian untuk belanja, maka saat ini cukup dengan online saja. 

Apa saja bisa dibeli dengan mudah dari rumah, selama terhubung dengan layanan internet. Namun belanja online juga tentu harus dilakukan dengan bijak, mengingat aktivitas yang satu ini juga memiliki risiko tersendiri yang bisa saja menimbulkan masalah atau bahkan kerugian. 

Berikut ini adalah beberapa tips cerdas yang bisa diterapkan untuk belanja online aman: 

1. Cari Informasi Tentang Produk yang akan Dibeli

Belanja online akan menawarkan banyak sekali pilihan produk, bahkan untuk produk yang sama. Hal ini sebenarnya menjadi keuntungan tersendiri, sebab kita bisa leluasa untuk memilih salah satu produk yang sekiranya paling tepat dan sesuai dengan kebutuhan. Namun di luar hal tersebut, jumlah produk yang banyak ini juga menjadi tantangan tersendiri. 

Penting untuk melakukan riset kecil-kecilan terlebih dahulu, sebelum akhirnya memutuskan untuk membeli sebuah produk. Pastikan produk yang akan dibeli asli dan sesuai dengan kebutuhan. Lakukan juga perbandingan harga antara satu produk dengan produk lainnya untuk mendapatkan harga terbaik, sehingga pembelian ini bisa lebih hemat. 

2. Cek Gambar dan Deskripsi Produk 

Jika sudah melakukan poin di atas, maka mulailah lakukan riset produk dengan lebih detail. Penting untuk memastikan bahwa gambar produk yang digunakan toko adalah asli. Toko online yang profesional biasanya akan memajang foto produk asli yang mereka buat sendiri, bukan mengambil foto milik orang lain dan memajangnya di sana. 

Selain itu, cek deskripsi produk secara detail dan pastikan memang sesuai dengan yang seharusnya. Jangan lupa untuk melakukan pengecekan tanggal kadaluarsa produk, terutama untuk berbagai produk makanan atau bahkan kosmetik dan yang lainnya. Pastikan masa pakai produk masih panjang, sehingga produk tersebut kelak bisa digunakan sesuai dengan kebutuhan. 

3. Pahami Syarat dan Ketentuan Pembelian Barang

Poin yang satu ini kerap terabaikan oleh sebagian orang, meskipun ini merupakan poin yang sangat penting. Bacalah semua syarat dan ketentuan belanja yang diterapkan oleh toko online, seperti: syarat pembelian, kebijakan pembayaran, kebijakan penukaran barang, pengembalian/ retur barang, pengembalian dana, dan yang lainnya. 

Penting untuk memahami semua syarat dan ketentuan ini dengan baik, sehingga belanja online aman bisa dilakukan dengan tenang. Jika ada syarat dan ketentuan yang sekiranya memberatkan/ merugikan, maka ada baiknya mencari toko online yang lain saja. Hal ini penting, agar berbagai risiko dan masalah dalam pembelanjaan online bisa dihindari dengan baik. 

Baca Juga: Mengenal Manfaat Asuransi di E-Commerce di Indonesia

4. Cari Informasi Tentang  Reputasi Penjual

Reputasi toko online merupakan salah satu pertimbangan penting saat akan belanja online. Belanja di toko yang memiliki reputasi baik tentu akan jauh lebih aman dan minim risiko. Reputasi sebuah toko online bisa dilihat dari banyak hal, seperti: masa aktif/ usia toko online, ketersediaan produk yang mereka tawarkan, rating/ ulasan yang diberikan oleh pelanggan, dan yang lainnya. 

Khusus untuk rating dan ulasan yang diberikan oleh pelanggan, penting untuk mencermatinya secara detail. Sebagian toko online seringkali menggunakan ulasan palsu, dimana ulasan ini ditujukan untuk meyakinkan para calon pembeli yang akan belanja di sana. Biasanya ulasan palsu akan menggunakan foto produk yang tidak jelas, bahasa/ pujian yang berlebihan, atau pemilihan kata yang tidak tepat. 

Pastikan untuk belanja di toko online yang dikelola secara profesional dan sudah bereputasi baik di mata pelanggan. Jika ingin lebih aman, belanja online di official store tentu akan jauh lebih terjamin, jika dibandingkan dengan toko-toko online lainnya yang seringkali tidak dikelola dengan profesional.

5. Pilih Toko dengan Layanan Pembayaran Resmi

Hindari untuk melakukan pembayaran langsung melalui rekening pribadi penjual, sebab hal ini sangat berisiko dan bisa saja menimbulkan masalah serta kerugian. Bukan tidak mungkin penjual mengirimkan barang yang tidak sesuai, atau bahkan tidak mengirimkan barang sama sekali, meskipun yang bersangkutan sudah menerima pembayaran. Jika ingin lebih aman, melakukan pembelian online dengan metode Cash On Delivery (COD) tentu akan jauh lebih bijak. 

Belanja melalui marketplace juga bisa menjadi pertimbangan utama, sebab marketplace biasanya menyediakan layanan pembayaran yang lebih terjamin melalui rekening bersama. Hal ini akan memungkinkan pembeli mengajukan komplain jika pesanan tidak sampai atau bahkan tidak sesuai. Pembeli akan lebih mudah untuk mengajukan komplain, termasuk mengajukan pengembalian dana, sebab dana tersebut masih di rekening marketplace dan belum masuk ke rekening penjual/ toko.

Selain itu, pahami juga dengan baik syarat pengembalian dana yang diterapkan oleh toko online dengan baik sejak awal. Hal ini penting, untuk menghindari masalah atau kendala pengembalian dana, jika sewaktu-waktu produk yang dipesan tidak sesuai atau bahkan tidak sampai. 

6. Periksa Paket dan Hilangkan Informasi Pribadi pada Paket

Jika sudah melakukan transaksi pembelian barang secara online, maka lakukan pemantauan progres pengiriman barang yang dilakukan oleh penjual. Hal ini penting, untuk memastikan bahwa barang tersebut sudah dikirimkan sesuai dengan kesepakatan atau jadwal pengiriman yang seharusnya. Lakukan juga pengecekan paket secara berkala melalui nomor resi yang diberikan penjual, hal ini untuk memastikan keberadaan paket tersebut, hingga akhirnya tiba di alamat tujuan. 

Saat paket sudah dibuka, maka hindari untuk segera membuang bungkusnya dengan begitu saja. Pastikan untuk menghilangkan berbagai informasi pribadi yang terdapat di sana, seperti nama lengkap, nomor telepon, dan yang lainnya. berbagai informasi ini bisa dihilangkan dengan cara menggunting atau mencoretnya menggunakan spidol. Hal ini penting, untuk menghindari masalah penyalahgunaan nama maupun informasi lainnya oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. 

Baca Juga: Sering Diabaikan, Ini Fungsi Asuransi Saat Belanja di E-Commerce

7. Rekam Proses Pembukaan Paket dan Simpan Bukti Transaksinya 

Lakukan pengecekan fisik paket dan pastikan masih dalam kondisi rapi dan utuh saat akan dibuka. Lakukan proses perekaman saat membuka paket, mulai dari saat paket masih dalam kondisi rapi hingga produk dikeluarkan dari dalam bungkusnya. Hal ini penting, untuk memastikan apakah paket yang terkirim sudah benar-benar sesuai dengan pesanan. Jika tidak, maka hasil rekaman ini akan mempermudah proses pengajuan komplain. 

Selain itu, simpan juga semua bukti transaksi pembelanjaan dengan rapi, seperti resi pembayaran, bukti percakapan dan yang lainnya. Berbagai bukti ini bisa saja dibutuhkan, jika sewaktu-waktu paket yang diterima tidak sesuai dengan pesanan atau bahkan tidak datang sama sekali. 

8. Aktifkan Notifikasi

Marketplace memberikan banyak kemudahan bagi para pelanggannya, termasuk dengan memberikan berbagai penawaran menarik. Jika ingin belanja online aman dan lebih hemat, maka tidak ada salahnya untuk mengaktifkan notifikasi dari marketplace pada ponsel. Hal ini akan memungkinkan untuk lebih mudah mendapatkan informasi promo dan penawaran menarik terkini, sehingga aktivitas belanja online bisa jadi lebih hemat. 

Namun meski begitu, tetaplah belanja dengan bijak dan terencana baik. Pastikan untuk membeli barang yang benar-benar dibutuhkan saja, sehingga pembelanjaan online ini tetap bisa memberikan manfaat maksimal. Selain itu, pembelajaran yang bijak juga akan membuat kondisi keuangan aman dan bebas masalah. 

Belanja Online Aman dengan Cara Tepat 

Belanja online sudah menjadi pilihan banyak orang, terutama mereka yang memiliki kesibukan tinggi. Selain hemat waktu, belanja online juga bisa menghemat lebih banyak uang dan tenaga. Pastikan untuk selalu melakukan aktivitas belanja online dengan cara yang tepat, sehingga berbagai risiko dan masalah saat belanja online bisa dihindari dengan baik.

Selain itu jangan lupa untuk berbelanja online di e-commerce yang menawarkan asuransi e-commerce untuk melindungi barang belanjaan Anda dari mulai pengemasan, pengiriman sampai barang sampai ditangan dengan aman.

Cari tahu selengkapnya apa itu asuransi e-commerce di Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah ini!\

Tips Perawatan Alat Berat dengan Benar 

Tips Perawatan Alat Berat dengan Benar 

Perawatan alat berat merupakan hal yang biasa dilakukan oleh perusahaan-perusahaan penyedia alat berat. Sebagaimana layaknya kendaraan bermotor pada umumnya, berbagai alat berat juga membutuhkan perawatan khusus secara berkala dan sesuai kebutuhan. 

Perawatan terhadap berbagai alat berat bertujuan untuk memastikan bahwa setiap alat berat memang dalam kondisi yang layak untuk digunakan. Hal ini penting, untuk memastikan alat berat bisa bekerja secara maksimal dan keamanan pengendara/ operatornya juga bisa terjamin. 

Apa itu Alat Berat? 

Alat berat adalah mesin yang memiliki ukuran besar dan didesain dengan sedemikian rupa untuk melakukan pengerjaan konstruksi, seperti pengerjaan tanah dan pemindahan berbagai bahan bangunan yang dibutuhkan. Alat berat biasanya akan digunakan untuk menangani berbagai pekerjaan yang sulit dilakukan dengan tenaga manusia. 

Pada umumnya, alat berat terdiri dari 5 komponen, antara lain: implemen, alat traksi, struktur, sumber tenaga dan transmisi, sistem kendali. Kelima komponen ini harus dalam kondisi yang baik dan layak, sehingga alat berat bisa digunakan untuk mengerjakan berbagai proyek konstruksi dengan lancar. 

Penggunaan alat berat sendiri sudah dimulai dari zaman romawi, meskipun di era tersebut penggunaannya masih dalam bentuk yang sederhana saja. Pada bukunya yang berjudul De Architectura yang ditulis oleh Vitruvius, sudah tercatat tentang penggunaan alat berat dalam bentuk derek yang terbilang masih sangat sederhana. 

Di dalam praktiknya, penggunaan alat berat tidak hanya dilakukan dalam pekerjaan konstruksi saja. Namun ada banyak bidang lainnya yang menggunakan alat berat, salah satunya pertanian yang banyak menggunakan traktor dan truk sebagai mesin mengangkut yang bisa mempermudah para petani dalam memindahkan hasil panennya.

Sedangkan di dalam dunia teknik sipil, berbagai alat berat ini biasanya dipakai untuk membantu serta memudahkan manusia dalam melakukan pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan pengolahan tanah maupun pembangunan struktur bangunan itu sendiri, sehingga proses pembangunan bisa berjalan dengan cepat.

Saat ini, berbagai alat berat banyak digunakan dalam proyek-proyek konstruksi yang berskala besar, seperti jalan raya dan juga bandara. Biasanya berbagai proyek ini akan membutuhkan tenaga yang besar dan proses pengerjaan yang harus cepat, sehingga penggunaan alat berat akan sangat berpengaruh dan benar-benar dibutuhkan. 

Penanganan berbagai proyek ini harus dilakukan dengan alat berat yang tepat, sehingga setiap pekerjaan bisa diselesaikan dengan baik. Pada umumnya, dalam sebuah proyek bisa saja menggunakan beberapa jenis alat berat yang berbeda sekaligus, tergantung pada kebutuhan kerja yang sedang ditangani. 

Baca Juga: Mengenal Pondasi Bored Pile yang Membuat Bangunan Kokoh

Tips Perawatan Alat Berat

Alat berat harus digunakan dengan cara yang tepat, sehingga kinerjanya bisa maksimal dan sesuai dengan yang diharapkan. Penggunaan alat berat juga harus dilakukan oleh seseorang yang ahli dan sudah memiliki pengalaman dalam mengoperasikan alat berat, sehingga peralatan ini bisa memberikan manfaat maksimal dalam proyek yang sedang dikerjakan. 

Selain itu, alat berat juga membutuhkan perawatan yang tepat, sebagaimana kendaraan bermotor pada umumnya. Perawatan ini diharapkan bisa menjaga kinerja dan usia pakai alat berat itu sendiri, termasuk menjaga kelayakan kendaraan tersebut selama digunakan untuk bekerja. 

Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa dilakukan untuk perawatan alat berat: 

1. Cek Mesin Setiap Kali akan Dioperasikan

Hal wajib yang harus dilakukan sebelum menggunakan alat berat adalah memeriksa mesin terlebih dahulu. Penting untuk selalu melakukan pengecekan mesin alat berat setiap kali peralatan tersebut akan dioperasikan. Hal ini untuk menjaga keselamatan operator dan orang-orang yang ada di lingkungan kerja proyek tersebut, termasuk keamanan alat berat itu sendiri. 

Pengecekan ini bisa dilakukan dengan cara menghidupkan mesin selama beberapa saat, lalu cermati apakah bunyi mesin normal atau mengalami perbedaan dari biasanya. Cek apakah terdapat getaran yang tidak normal dari mesin selama alat berat dihidupkan. 

Jika terdapat perbedaan suara dan getaran mesin dari biasanya, maka lakukan pemeriksaan mesin secara lebih detail untuk mendapatkan sumber masalahnya. Cek semua komponen yang kemungkinan mengalami gangguan. Namun jika tidak ditemukan sumber masalahnya, maka mintalah teknisi yang sudah ahli untuk memeriksa alat berat tersebut. 

2. Bersihkan Mesin dengan Rutin 

Sebagaimana mesin kendaraan bermotor pada umumnya, mesin alat berat juga perlu dibersihkan secara berkala. Berbagai alat berat pada umumnya akan dipakai dalam pengerjaan proyek, seperti pertambangan, pembangunan jalan raya, pembangunan bandara, dan yang lainnya. Lingkungan yang seperti ini menyebabkan kendaraan tersebut mudah sekali kotor, termasuk bagian mesinnya. 

Kotoran bisa saja masuk ke dalam mesin alat berat melalui celah-celah kendaraan tersebut. Jika tidak dibersihkan, maka kotoran-kotoran ini akan mengendap dan menumpuk menjadi banyak. Hal ini bisa membuat area mesin alat berat menjadi kotor dan mengalami gangguan. Pastikan untuk selalu membersihkan mesin alat berat secara berkala. Bersihkan permukaan mesin dengan menggunakan lap basah, sehingga tidak ada kotoran yang menempel di sana. 

3. Flushing

Setiap kendaraan bermotor tentu akan membutuhkan oli, begitu juga dengan alat-alat berat. Namun sangat penting untuk melakukan pengecekan oli ini secara berkala, untuk memastikan bahwa cairan tersebut masih layak pakai. Selain itu, penggantian oli secara berkala juga sangat dibutuhkan, agar mesin bisa selalu bekerja secara optimal. 

Jika alat berat jarang di cek kondisi mesinnya, maka bukan tidak mungkin oli kendaraan tersebut sudah dalam kondisi yang tidak layak pakai lagi. Hal ini tentu patut disayangkan, mengingat kondisi oli yang kotor atau bahkan sudah tercemar akan mempengaruhi kinerja mesin alat berat secara keseluruhan. 

Proses pengecekan oli bisa dilakukan dengan teknik flushing. Namun teknik ini tidak bisa dilakukan dengan sembarang dan harus dikerjakan oleh seseorang yang sudah ahli di bidang tersebut. Aturlah jadwal maintenance yang rutin untuk alat berat, sehingga teknisi bisa melakukan pekerjaan tersebut secara berkala sesuai dengan jadwal yang seharusnya. Hal ini akan memastikan alat berat tetap dalam kondisi yang baik dan layak untuk digunakan.

4. Selalu Pakai Suku Cadang Resmi

Seperti kendaraan bermotor pada umumnya, alat berat juga bisa saja mengalami kerusakan atau bahkan sekedar membutuhkan penggantian suku cadang. Di pasaran, suku cadang alat berat bisa ditemukan dalam banyak pilihan, mulai yang resmi hingga yang suku cadang yang tidak resmi. Namun pastikan untuk selalu menggunakan suku cadang resmi pada alat berat yang membutuhkan penggantian suku cadang. 

Penggunaan suku cadang yang tidak resmi sangat berisiko terhadap alat berat, suku cadang ini bisa saja menimbulkan kerusakan pada mesin kendaraan tersebut. Bukan hanya pada area penggunaannya saja, suku cadang seperti ini bahkan bisa saja menimbulkan kerusakan pada komponen lainnya. Hal ini tentu akan menimbulkan kerugian dan masalah baru pada alat berat.

Hindari resiko kerusakan akibat penggunaan suku cadang yang tidak resmi. Bukan hanya dalam jumlah kecil, penggunaan suku cadang seperti ini bisa saja menimbulkan kerugian dalam jumlah besar. Jika ingin aman, pastikan untuk selalu menggunakan suku cadang yang resmi saja.

5. Pilih Teknisi yang Tepat dan Bereputasi Baik 

Perawatan alat berat secara rutin harus dilakukan oleh teknisi yang ahli untuk urusan tersebut. Hal ini penting, mengingat alat berat bukanlah kendaraan bermotor biasa yang banyak digunakan oleh khalayak umum. Penting untuk memilih teknisi atau bengkel yang telah berpengalaman untuk melakukan perawatan alat berat secara berkala, terutama jika kendaraan tersebut mengalami kerusakan. 

Lakukan konsultasi dengan baik kepada teknisi yang tepat, untuk memastikan kondisi alat berat secara detail. Jika dibutuhkan penggantian suku cadang, maka pastikan untuk menggunakan suku cadang yang resmi dan sesuai dengan kebutuhan peralatan tersebut. Hal ini penting, untuk memastikan alat berat selalu dalam kondisi baik dan terawat, sehingga bisa digunakan secara maksima

Baca Juga: Excavator Mini: Fungsi, Kelebihan, Kekurangan, dan Gangguan yang Sering Muncul

Lakukan Perawatan Alat Berat dengan Cara Tepat 

Penggunaan alat berat dalam proyek berskala besar merupakan kebutuhan tersendiri. Berbagai alat berat ini biasanya akan mempermudah pengerjaan proyek, terutama untuk pekerjaan-pekerjaan yang tergolong berat. Namun di luar semua itu, penting untuk melakukan perawatan alat berat dengan cara yang tepat, agar alat ini bisa bekerja dengan baik dan maksimal.

Selain melakukan perawatan alat berat secara reguler, jangan lupa juga memberikan perlindungan tambahan untuk melindungi finansial dari risiko kerusakan sampai kehilangan alat berat dengan asuransi umum terbaik dari Cermati Protect yang bisa diajukan dengan mengisi formulir dibawah ini!

Jenis – Jenis Alat Berat Industri Lanskap yang Banyak Digunakan

Jenis – Jenis Alat Berat Industri Lanskap yang Banyak Digunakan

Alat berat industri merupakan salah satu komponen penting yang banyak digunakan dalam industri lanskap yang terbilang populer di kawasan perkotaan. Bisnis yang satu ini menyediakan perawatan dan pemeliharaan lanskap di sekitar kompleks perumahan maupun perusahaan. 

Selain itu, industri lanskap juga biasanya menangani desain dan berbagai pembangunan lainnya, seperti: jalur/ jalan, pagar, teras, dek, dinding, dan yang lainnya. Semua pekerjaan ini tentu akan membutuhkan berbagai peralatan berat yang bisa mempermudah proses pengerjaannya.

Memilih Alat Berat Industri yang Tepat 

Sebagaimana pengerjaan proyek pada umumnya, industri lanskap juga harus direncanakan dan dijalankan dengan cara yang tepat sejak awal. Selain itu, pemilihan berbagai alat berat yang digunakan juga sangat penting, agar peralatan tersebut bisa bekerja dengan baik dan sesuai dengan yang diharapkan.

Berikut ini adalah beberapa pertimbangan penting dalam memilih alat berat untuk industri lanskap: 

1. Ukuran Peralatan

Memilih peralatan berukuran tepat merupakan poin penting yang tak bisa diabaikan. Ukuran peralatan yang sesuai akan membuat pekerjaan menjadi lebih mudah, terutama jika dilakukan di area-area yang terbilang sempit. Alat berat akan lebih mudah untuk bergerak dan melakukan manuver, sesuai dengan kebutuhan pekerjaan itu sendiri.  

Untuk proyek dengan skala kecil saja, penggunaan compact track loader, mini excavator atau skid steer loader yang berukuran tidak terlalu besar bisa menjadi pertimbangan. Sedangkan untuk proyek yang lebih besar, penggunaan dapat wheel loader, excavator/ backhoe loader tentu akan jadi pilihan yang tepat, sebab alat berat ini akan bergerak dengan lebih leluasa pada area kerja yang cukup luas.

2. Kapasitas Mesin

Pekerjaan dalam industri lanskap biasanya akan berkaitan dengan proses pemindahan tanah dari satu area ke area lainnya. Penting untuk mengetahui seberapa banyak tanah yang harus dipindahkan dalam proyek yang ditangani, sehingga lebih mudah untuk memilih alat dengan kapasitas mesin yang tepat. 

 Jika volume tanah ini terbilang banyak, maka penggunaan backhoe dan wheel loader tentu bisa jadi pilihan tepat. Namun jika volume tanah lebih sedikit, maka penggunaan skid steer yang memiliki kapasitas mesin kecil tentu bisa jadi pertimbangan bijak.

3. Jenis Tanah

Pemilihan jenis mesin alat berat juga perlu mempertimbangkan jenis tanah yang akan ditangani. Alat berat yang menggunakan roda berantai akan jadi pilihan tepat untuk meratakan tanah, sebab roda ini bisa mengurangi tekanan yang diterima oleh tanah. Alat ini juga bisa meminimalisir kerusakan pada tanah yang berumput atau tanah yang dalam kondisi basah. 

Sedangkan alat berat yang rodanya tidak berantai akan cocok dipakai untuk tanah yang kasar. Mesin yang berukuran besar biasanya meninggalkan jejak yang cukup besar di tanah, sesuai dengan kondisi medannya. Penting untuk memilih mesin yang tepat dan sesuai kondisi tanah, sehingga kerusakan atau dampak pada area sekitar pengerjaan akan lebih kecil.

Baca Juga: Teknologi Konstruksi: Pengertian, Perkembangan, Fungsi dan Jenisnya

Jenis-jenis Alat Berat Industri untuk Pengerjaan Lanskap

Berikut ini adalah beberapa jenis alat berat dan fungsinya yang kerap digunakan dalam industri lanskap: 

Alat Berat untuk MenggaliPenggalian tanah pada proyek lanskap harus memperhatikan ukuran lubang serta hasil galian yang akan dibersihkan setelahnya. Hal ini akan dipengaruhi oleh ukuran attachment bucket yang digunakan dalam penggalian tersebut. Jika membutuhkan penggalian lubang yang besar dan cepat, maka excavator yang dilengkapi dengan bucket berukuran besar tentu bisa jadi pilihan.
Ada beberapa peralatan penting yang biasanya digunakan dalam proyek galian lanskap, antara lain: skid steer loader, track loader, multi-terrain loaders, backhoe loader, excavator, dan wheel loader.
Alat Berat untuk MemuatAlat berat industri yang satu ini biasanya dipakai untuk mengambil sisa-sisa galian atau benda lainnya, untuk kemudian ditaruh ke bak truk. Ukuran attachment ini bisa disesuaikan dengan kapasitas muatan yang akan dipindahkan. Ada beberapa pilihan alat berat yang bisa dipertimbangkan untuk pekerjaan ini, antara lain: skid steer loader, multi-terrain loaders, wheel loaders dan backhoe loader.
Alat Berat untuk Meratakan TanahAlat berat yang menggunakan blade merupakan peralatan yang bisa digunakan untuk meratakan tanah. Sesuaikan alat dengan luas tanah yang akan dikerjakan, sehingga lebih mudah untuk mendorong dan meratakannya. Ada beberapa alat berat yang bisa dipasangi dengan blade seperti ini, antara lain: track loader, skid steer loader, multi-terrain loader dan backhoe.
Alat Berat untuk Membawa Bahan ProyekPengerjaan lanskap juga tentu akan membutuhkan sejumlah bahan material yang akan digunakan dalam pembangunan. Dibutuhkan peralatan berat untuk membawa berbagai bahan material ini ke lokasi proyek dengan cepat. Ada beberapa alat berat yang bisa dipasangi bucket untuk pekerjaan ini, antara lain: skid steer loader, backhoe, multi-terrain loader, wheel loader dan track loader.

Alat Berat Industri untuk Proyek Lanskap

Berikut ini adalah beberapa alat berat yang bisa digunakan dalam proyek lanskap: 

Nama AlatKegunaannya
Backhoe LoaderIni merupakan alat berat yang dilengkapi dengan bucket, sehingga bisa digunakan untuk penggalian dan penimbunan material. Sedangkan loader pada sisi lainnya bisa dimanfaatkan untuk pemindahan berbagai material proyek. Backhoe loader termasuk salah satu alat berat yang terbilang praktis dan bisa mempermudah pengerjaan lanskap. 
Compact Track and Multi-Terrain LoadersAlat berat yang satu ini bisa digunakan pada berbagai kondisi tanah, mulai dari tanah basah, tidak rata, bahkan yang basah sekalipun. Track loader merupakan alat berat yang multifungsi dan akan membuat pekerjaan menjadi lebih cepat. Selain itu, track loader juga hadir dalam berbagai ukuran mesin, sehingga bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan, termasuk untuk pengerjaan proyek yang kecil sekalipun.
ExcavatorExcavator merupakan jenis alat berat yang bisa ditemukan dalam berbagai ukuran, sehingga bisa dipilih sesuai kebutuhan. Alat berat industri yang satu ini bisa digunakan untuk penggalian lubang maupun parit berukuran besar. Di dalam industri lanskap, eskavator berukuran kecil biasanya digunakan untuk penggalian lubang saat akan menanam pohon maupun pekerjaan lainnya.

Ukurannya yang kecil membuat excavator mini ini bisa dipindahkan dengan mudah, sehingga mempermudah proses pengerjaan proyek. Bukan hanya di area tanah yang rata saja, peralatan ini bahkan bisa digunakan di area tanah yang berlumpur, kontur bebatuan, atau bahkan tanah yang bergelombang.
Skid Steer LoaderUkurannya yang terbilang kecil membuat skid steer loader merupakan salah satu alat berat yang mudah dipindahkan ke mana saja. Hal ini sekaligus membuat peralatan ini menjadi salah satu yang paling sering digunakan dalam industri lanskap. Peralatan ini bisa ditambahkan berbagai attachment yang berbeda, sehingga bisa digunakan untuk berbagai pekerjaan sekaligus.

Hampir sama dengan wheel loader, alat berat yang satu ini juga memiliki radius belok yang terbilang kecil, sehingga memudahkannya untuk bermanuver di area kerja yang sempit sekalipun. Namun jika area pekerjaan terbilang kecil, maka skid steer loader ini akan jadi pilihan yang tepat. Jika dibandingkan dengan wheel loader, alat berat ini bisa bergerak dengan lebih leluasa di area sempit.
Wheel LoaderWheel loader merupakan alat berat yang tersedia dalam berbagai ukuran dan kapasitas, mulai dari yang berukuran kecil hingga yang terbilang besar. Hal ini akan memudahkan pengerjaan lanskap, sebab pemilihan alat ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan penggunaannya. Penggunaan alat berat ini di dalam industri lanskap juga terbilang banyak dan kerap dibutuhkan. 

Namun jika dibandingkan dengan skid steer loader, alat berat yang satu ini akan membutuhkan lebih banyak ruang untuk bermanuver. Hal ini tentu tidak akan jadi masalah, selama area yang akan dikerjakan masih sesuai dengan kapasitas dan ukuran wheel loader itu sendiri. 

Baca Juga: Mengenal Bahan Material Konstruksi dan Tips Memilihnya

Kenali dan Pilih Alat Berat Industri yang Tepat 

Penggunaan alat berat dalam industri lanskap merupakan hal yang sudah biasa dilakukan. Pada dasarnya, berbagai alat berat ini akan membantu pengerjaan proyek lanskap dengan baik. Penting untuk mengenal dan memilih alat berat yang tepat untuk setiap pengerjaan proyek, agar setiap proyek bisa dikerjakan dengan baik dan sesuai dengan yang sudah direncanakan. 

Alat berat industri merupakan aset yang memiliki nilai yang tinggi, sangat lah penting melengkapi perlindungan terhadap aset yang satu ini dengan produk asuransi yang tepat untuk menghindari dari berbagai risiko seperti kerusakan sampai kehilangan yang bisa mengancam kondisi keuangan perusahaan.

Ajukan asuransi umum di Cermati Protect yang menyediakan asuransi perlindungan terbaik untuk berbagai alat atau mesin berat baik untuk pembangunan dan pertambangan dengan mengisi asuransi dibawah ini!

Teknologi Konstruksi: Pengertian, Perkembangan, Fungsi dan Jenisnya

Teknologi Konstruksi: Pengertian, Perkembangan, Fungsi dan Jenisnya

Teknologi konstruksi merupakan salah satu bidang yang sangat dibutuhkan dalam pembangunan. Sebagai salah satu negara yang sedang berkembang, Indonesia memang sedang giat-giatnya melakukan pembangunan di berbagai sektor penting, terutama untuk fasilitas publik. 

Berbagai pembangunan yang dilakukan tersebut tentu membutuhkan sumber daya yang memadai, termasuk teknologi pendukung yang bisa membuat proses pembangunan menjadi lebih cepat. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa teknologi konstruksi menjadi kebutuhan tersendiri dalam pembangunan di tanah air. 

Apa itu Teknologi Konstruksi? 

Teknologi konstruksi adalah teknologi yang dipakai dalam bidang konstruksi dan disesuaikan dengan kebutuhan, terutama dalam bidang sarana serta prasarana. Teknologi yang satu ini merupakan penggabungan ilmu terapan dengan berbagai ilmu lainnya untuk tujuan penyelesaian berbagai masalah. 

Kebutuhan akan teknologi konstruksi memang terbilang semakin tinggi selama belasan tahun belakangan ini, terutama di negara-negara berkembang yang kerap melakukan banyak pembangunan berbagai  infrastruktur yang memadai dan juga jenis bangunan yang lainnya. 

Teknologi konstruksi akan memberikan gambaran tentang ruang merancang suatu bangunan secara efektif, efisien dan hemat biaya serta bahan baku, namun tetap mempertahankan serta memperhitungkan standar dan kualitas untuk bangunan yang layak dihuni. 

Konstruksi sendiri merupakan ilmu yang dipakai untuk membuat perencanaan, pelaksanaan, dan juga perbaikan bangunan. Di Indonesia, teknologi konstruksi akan diajarkan di bangku kuliah dalam jurusan Teknik Sipil dan Pembangunan. 

Di dalam jurusan tersebut, para mahasiswa akan belajar tentang bagaimana tahap pembuatan sebuah bangunan dilakukan dengan memperhatikan berbagai hal penting di dalamnya, yakni: fungsi, aspek struktural, keindahan dan juga nilai ekonominya. 

Baca Juga: Mengenal Pondasi Bored Pile yang Membuat Bangunan Kokoh

Perkembangan Teknologi Konstruksi 

Perkembangan dalam bidang teknologi konstruksi terbilang pesat dan selalu mengalami kemajuan setiap tahunnya. Hal tersebut bisa dilihat dari hadirnya beragam jenis material serta peralatan modern yang digunakan dalam pembangunan konstruksi itu sendiri. 

Pada awalnya, kita hanya mengenal dan memanfaatkan berbagai benda atau material yang disediakan oleh alam menjadi tempat tinggal. Hal ini tentu hanya akan menghasilkan berbagai bangunan sederhana, sesuai dengan bahan-bahan dan kemampuan kita dalam membangunnya saja. 

Namun di dalam perkembanganya, ilmu pengetahuan telah membawa banyak perubahan besar. Manusia mulai memiliki pengetahuan yang lebih luas dan bisa memanfaatkan berbagai material yang lebih modern untuk menghasilkan bangunan yang lebih kokoh dan layak untuk dihuni. 

Seiring dengan perkembangan tersebut, teknologi konstruksi ikut serta mengalami perkembangan yang terbilang pesat. Saat ini, ada banyak material bangunan yang dihasilkan dari pengolahan berbagai bahan alami maupun hasil industri yang lebih baik dari sebelumnya. 

Berbagai bahan material ini bisa dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana yang dapat memenuhi kebutuhan banyak orang. Teknologi konstruksi telah membawa banyak perubahan dalam kehidupan kita, terutama dalam penggunaan berbagai bahan bangunan yang kini mengalami banyak perubahan. 

Jika puluhan tahun lalu dinding rumah masih banyak yang terbuat dari kayu maupun bambu, maka saat ini bahan tersebut justru sudah jarang dipilih. Sebagian besar rumah kini dibangun dengan dinding tembok, yang terbuat dari campuran semen dan batu bata. Selain lebih cepat, tembok juga lebih kokoh dan tentunya tahan lama. 

Teknologi konstruksi membawa banyak perubahan dalam pembangunan. Bukan hanya dari segi material atau bahan-bahan yang digunakan saja, namun juga dari penggunaan berbagai peralatannya. Saat ini, pembangunan sudah banyak dilakukan dengan bantuan peralatan modern. 

Berbagai peralatan modern ini akan membuat proses pembangunan menjadi lebih cepat, sehingga pembangunan bisa selesai dalam waktu singkat. Selain itu, proses pembangunan yang menggunakan berbagai peralatan canggih seperti ini juga akan mempermudah proses pembangunan dan menghemat banyak tenaga. 

Misalnya: pengadukan semen secara manual sebanyak 100 kg membutuhkan tenaga 3 orang pekerja selama 30 menit. Namun jika menggunakan mesin pengaduk (molen), maka pekerjaan ini bisa saja diselesaikan dalam waktu beberapa menit dan hanya menggunakan tenaga seorang operator saja. 

Secara keseluruhan, teknologi konstruksi memang membawa banyak kemudahan dan keuntungan tersendiri. Bukan hanya menghadirkan banyak material baru yang berkualitas, namun ilmu ini juga akan menghadirkan banyak peralatan modern yang bisa dimanfaatkan dalam pembangunan. 

Fungsi Teknologi Konstruksi 

Pada dasarnya, teknologi konstruksi akan menunjang penyediaan sarana dan prasarana bagi manusia. Namun selain itu, teknologi yang satu ini juga akan mendukung berbagai pekerjaan dan hal-hal lainnya yang berkaitan dengan aktivitas keseharian manusia. 

Penerapan teknologi industri akan memberikan banyak kemudahan dalam pembuatan berbagai konstruksi besar, seperti: jalan raya, bandara, rel kereta api, jembatan, dan yang lainnya. Selain konstruksi berskala besar, teknologi konstruksi juga akan mempermudah proses konstruksi kecil, seperti pembangunan rumah dan yang lainnya. 

Teknologi konstruksi menggunakan prinsip Building Information Modeling (BIM) atau teknologi konstruksi yang berbasis industri 4.0. Penerapan teknologi konstruksi itu sendiri diharapkan bisa memberi nilai tambah untuk pembangunan berbagai infrastruktur dan yang lainnya. 

Penerapan teknologi ini tidak bisa dilakukan dengan asal-asalan, sebab ada tujuan tertentu yang bisa dicapai dari hal tersebut. Teknologi konstruksi diharapkan bisa menghasilkan berbagai produk maupun bangunan dengan waktu yang lebih cepat, lebih mudah, dan tentu saja lebih murah. 

Berikut ini adalah beberapa fungsi utama yang didapatkan dari penerapan teknologi konstruksi: 

  • Mempermudah proses konstruksi bangunan, seperti: gedung, apartemen, rumah dan berbagai jenis bangunan lainnya dengan penerapan teknologi yang jauh lebih baik. 
  • Mendukung dan memudahkan pekerjaan serta aktivitas manusia, seperti: pembangunan gedung, bandara, kantor, pertokoan, rumah, dan yang lainnya. 
  • Memudahkan sarana transportasi dan komunikasi dalam proses pembangunan berbagai infrastruktur, seperti: jalan raya, rel kereta api, jembatan, sekolah, rumah sakit, dan yang lainnya. 

Berbagai fungsi di atas tentu hanya bisa didapatkan jika teknologi konstruksi diterapkan dengan cara yang benar dalam proses pembangunan. Hal ini akan berkaitan dengan sumber daya yang dimiliki dan digunakan dalam proses pembangunan itu sendiri. 

Baca Juga: Cara Mengoperasikan Alat Berat saat Musim Hujan

Jenis-jenis Teknologi Konstruksi 

Penerapan teknologi konstruksi banyak dilakukan pada pembangunan berbagai infrastruktur, seperti: jalan layang, bandara, pelabuhan, jalan raya, jembatan, dan yang lainnya. Hal ini dianggap efisien dan akan memudahkan pengerjaan proyek tersebut. 

Teknologi konstruksi juga harus diterapkan sesuai dengan kebutuhan proyek itu sendiri, sehingga bisa memberikan manfaat yang maksimal. Hal ini penting, mengingat sebuah proyek bisa saja membutuhkan banyak sumber daya dan juga biaya dalam pembangunannya. 

Berikut ini adalah beberapa jenis proyek konstruksi yang memanfaatkan teknologi konstruksi: 

1. Proyek Konstruksi Bangunan untuk Pemukiman/ Perumahan (Residential Construction)

Ini merupakan proyek konstruksi yang menggunakan teknologi dan membuat berbagai bangunan tempat tinggal, seperti: kompleks perumahan, villa, hotel, apartemen, dan yang lainnya. Pembangunan ini bisa saja dilakukan dengan dua cara yang berbeda, yakni secara massal maupun pribadi. 

Pembangunan proyek bangunan untuk hunian seperti ini akan membutuhkan perencanaan wilayah yang matang. Hal ini tentu masuk akal, mengingat proyek ini akan berkaitan langsung dengan ketersediaan fasilitas maupun jaringan infrastruktur seperti: listrik, air bersih, jaringan listrik, jaringan telepon, dan yang lainnya. 

2. Proyek Konstruksi Bangunan untuk Gedung (Building Construction)

Gedung merupakan salah satu jenis proyek konstruksi yang paling ban Proyek atau pekerjaan yang banyak dibangun. Dalam proyek pembangunan ini akan difokuskan pada penekanan pertimbangan konstruksi, pertimbangan-pertimbangan lainnya terkait teknologi yang praktis, dan juga pertimbangan terkait peraturan bangunan di wilayah tersebut. 

3. Proyek Konstruksi terhadap Teknik Sipil (Heavy Engineering Construction)

Proyek konstruksi yang berkaitan dengan teknik sipil pada umumnya berasal dari pihak pemerintah, baik itu pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Pengerjaan proyek ini akan memiliki pertimbangan khusus pada elemen desain, keuangan dan juga aspek hukum. 

Proyek ini bersifat nonprofit dan akan fokus untuk memberikan pelayanan pada khalayak umum. Penerapan proyek yang satu bisa dilihat dalam berbagai infrastruktur, seperti: jalan raya, rel kereta api, bendungan, berbagai peoyek pertambangan, dan yang lainnya. 

4. Proyek Konstruksi untuk Bangunan Industri (Industrial Construction)

Ini merupakan proyek yang membutuhkan keahlian khusus yang berkaitan dengan perencanaan, terutama dalam desain dan konstruksi itu sendiri. Hal ini menyebabkan proyek ini tidak bisa ditangani oleh sembarang orang. Meskipun bersifat kecil, namun bangunan industri ini biasanya akan membutuhkan detail tertentu dan cukup rumit. Pada umumnya proyek ini dibuat untuk perusahaan maupun industri berskala besar. 

Baca Juga: 10 Cara Aman Mengoperasikan Alat Berat

Teknologi Konstruksi Mendukung Pembangunan Proyek 

Teknologi konstruksi merupakan salah satu bidang yang cukup banyak membawa perubahan dalam dunia konstruksi. Teknologi yang satu ini akan membuat pembangunan proyek berjalan dengan lebih cepat, mudah, dan hemat. Bukan hanya dalam pembangunan proyek besar, teknologi konstruksi juga bisa diterapkan dalam pembangunan berskala kecil. 

Dalam menjalankan sebuah proyek konstruksi diperlukan asuransi untuk melindungi kelancaran proyek dari awal sampai selesai. Cermati Protect menyediakan Asuransi Teknis yang bisa memberikan perlindungan menyeluruh kepada proyek konstruksi dan mesin/alat berat yang digunakan dari berbagai risiko seperti kerusakan, bencana alam dan kehilangan.

Cari tahu lebih lengkap mengenai asuransi teknis dari Cermati Protect dengan mengisi formulir berikut ini!

Mengenal Bahaya-bahaya di Tempat Kerja yang Perlu Diwaspadai

Mengenal Bahaya-bahaya di Tempat Kerja yang Perlu Diwaspadai

Bahaya-bahaya di tempat kerja merupakan ancaman tersendiri yang bisa merugikan kesehatan para pekerja. Bukan hanya para pekerja yang beraktivitas di lapangan saja, berbagai bahaya ini juga bisa meningkatkan risiko penyakit bagi mereka yang bekerja di kantor. 

Namun di dalam praktiknya, sebagian pekerja justru tidak menyadari atau bahkan memiliki pengetahuan yang memadai terkait bahaya-bahaya tersebut. Hal ini tentu patut disayangkan, mengingat kesehatan merupakan aset terbesar yang seharusnya mendapatkan perhatian prioritas pada setiap orang. 

Pahami Apa Saja Bahaya-bahaya di Tempat Kerja 

Melakukan pekerjaan yang sama selama kurun waktu yang panjang merupakan hal yang biasa dilakoni pekerja. Sebagian pekerja bahkan bisa saja bekerja di perusahaan atau bidang yang sama untuk waktu belasan tahun atau bahkan lebih panjang lagi. 

Pada dasarnya, semua pekerjaan memang memiliki risiko tersendiri yang tentu saja berbahaya bagi kesehatan para pekerja. Bahaya di tempat kerja ini pada umumnya sangat tergantung pada jenis pekerjaan yang dilakukan oleh pekerja, beberapa jenis pekerjaan bisa saja memiliki tingkat bahaya yang cukup tinggi. 

Sementara di sisi lain, sangat penting bagi pekerja untuk tetap merasakan keamanan selama menjalankan pekerjaannya. Kondisi yang aman seperti ini tentu akan menimbulkan rasa nyaman dan bisa membuat produktivitas yang bersangkutan menjadi lebih maksimal,

Hal sebaliknya juga berlaku, jika ternyata pekerja merasa tidak aman, maka bukan tidak mungkin yang bersangkutan akan mengalami kendala dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya di tempat kerja. 

Penting untuk memahami dengan baik apa saja bahaya-bahaya di tempat kerja, terutama bagi pihak perusahaan itu sendiri. Hal ini akan memungkinkan pihak perusahaan melakukan atau mengambil langkah-langkah yang tepat untuk meminimalisir dan menghindari berbagai bahaya tersebut. 

Pihak pemerintah sendiri sudah mengeluarkan kebijakan terkait perlindungan kesehatan dan keselamatan bagi para pekerja. Hal ini diatur dalam UU Pasal 86 Nomor 13 Tahun 2003, yang menjelaskan tentang bagaimana pentingnya Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).

Namun pada kenyataannya, berbagai bahaya di tempat kerja ini memang tak bisa dihilangkan atau dicegah dengan sepenuhnya. Hal inilah yang perlu menjadi perhatian bagi para pekerja itu sendiri, sehingga mereka bisa memahami dan melakukan tindakan-tindakan yang sekiranya bisa meminimalisir hal tersebut. 

Baca Juga: Tips Perusahaan Menjamin Kesehatan Karyawan di Kantor

Jenis-jenis Bahaya di Tempat Kerja 

Apapun jenis pekerjaannya, tentu akan selalu memiliki risiko yang bisa menimbulkan bahaya bagi para pekerja. Penting untuk menyadari dan memahami berbagai bahaya di tempat kerja ini dengan baik, agar lebih mudah untuk melakukan langkah-langkah yang tepat untuk mengatasinya.

Berikut ini adalah beberapa jenis bahaya di tempat kerja yang harus diwaspadai para pekerja: 

1. Bahaya Kerja Kimiawi

Berbagai bahan kimia yang digunakan di tempat kerja bisa saja berbahaya bagi kesehatan manusia. Hal ini bahkan semakin berbahaya, jika seorang pekerja terpapar zat kimia ini dalam jumlah yang terbilang banyak. Zat kimia bisa saja masuk ke dalam tubuh dengan berbagai cara, seperti: terhirup melalui hidung, tertelan melalui mulut, terpapar langsung pada kulit, atau bahkan melalui mata dan yang lainnya. 

Pekerja yang bertugas di laboratorium pada umumnya memiliki risiko yang besar untuk terpapar berbagai jenis bahan-bahan kimia yang berbahaya dan mengandung racun maupun yang memiliki sifat korosif. Hal ini tentu disebabkan penggunaan berbagai bahan kimia yang sangat tinggi di laboratorium itu sendiri. 

Para pekerja pabrik dan juga pertambangan juga memiliki risiko yang besar untuk terpapar asap maupun debu kimia yang bisa menimbulkan gangguan pada paru dan pernapasan. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa para pekerja wajib menggunakan alat pelindung diri yang sesuai dengan kebutuhan kerjanya. 

Sesuai dengan arahan yang dikeluarkan oleh OSHA atau Administrasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Amerika, seluruh pekerja yang berisiko terpapar bahan-bahan kimia di tempat kerjanya, wajib memakai respirator selama bekerja. Respirator yang dipakai oleh para pekerja memiliki spesifikasi khusus yang disesuaikan dengan jenis pekerjaan maupun bahan kimia yang digunakan di sana.

2. Bahaya Kerja Fisik

Jenis bahaya kerja fisik ini bisa saja ditemukan dalam berbagai bentuk, seperti: suara bising, suhu lingkungan kerja yang ekstrim, radiasi yang tinggi, vibrasi, dan yang lainnya. Bahaya fisik ini tentu akan sangat tergantung pada jenis pekerjaan dan lingkungan tempat para pekerja menjalankan tugasnya. 

Suara bising konstan yang dirasakan para kru darat yang bekerja di landasan pesawat bisa saja menyebabkan ketulian. Kondisi tersebut disebabkan oleh suara-suara yang dikeluarkan pesawat, di mana suara tersebut pada umumnya memiliki desibel yang terbilang besar. 

OSHA sendiri memberikan rekomendasi penggunaan hearing protection device berupa penutup telinga khusus, agar gangguan pada pendengaran para pekerja tersebut bisa dihindari. Paparan suara yang memiliki desibel besar seperti yang ditimbulkan pesawat akan berkurang saat menggunakan alat tersebut. 

Paparan suhu lingkungan yang ekstrim dan juga radiasi sinar-X (gamma) yang terlalu besar juga bisa meningkatkan kerusakan ikatan kimia pada jaringan tubuh. Para pekerja yang berisiko terpapar radiasi harus mengenakan dosimeter yang biasa disebut TLD atau thermoluminescent dosimeter. Alat ini akan memonitor kadar paparan radiasi pekerja saat mereka sedang menjalankan tugasnya.

Baca Juga: Pengertian Kecelakaan Kerja dan Cara Meminimalisirny

3. Bahaya Kerja Ergonomi

Ergonomi merupakan bidang studi yang berkaitan dengan proses desain peralatan, mesin, proses atau tahap kerja, dan juga tempat kerja itu sendiri, di mana hal ini akan disesuaikan dengan kemampuan dan keterbatasan para pekerja/ penggunanya. 

Gerakan tubuh yang berulang maupun posisi tubuh yang menetap saat menjalankan pekerjaan tersebut bisa saja menyebabkan berbagai keluhan pada pekerja, seperti: sakit pinggang, pegal linu, nyeri sendi, dan berbagai masalah kesehatan lainnya yang lebih akut. 

Melakukan pengurangan repetisi merupakan kunci utama dalam meminimalisir bahaya di tempat kerja seperti ini. Salah satu caranya adalah dengan beristirahat di sela-sela pekerjaan, dan menggunakan kursi ergonomis yang ketinggiannya bisa diatur sesuai postur tubuh pekerja atau penggunanya. 

4. Bahaya Kerja Biologi

Tenaga medis adalah pekerja yang memiliki ancaman paling tinggi dalam bahaya kerja biologi ini. Ada banyak jenis penyakit yang disebabkan virus serta bakteri yang rentan menulari para tenaga medis, seperti: hepatitis B dan C, TBC, HIV/ AIDS, dan yang lainnya. Sedangkan mereka yang bekerja dengan hewan biasanya akan rentan terpapar dengan penyakit antraks dan juga rabies. 

Hal pertama yang bisa dilakukan untuk meminimalisir bahaya-bahaya di tempat kerja tersebut adalah dengan cara mencuci tangan, baik itu sebelum maupun setelah selesai bekerja. Kondisi tangan yang higienis akan membantu untuk memutus transmisi persebaran virus. 

Selain itu, melakukan vaksinasi juga bisa menjadi langkah pencegahan lainnya. Vaksinasi sendiri memiliki tujuan untuk mencegah atau meminimalisir dampak yang disebabkan oleh virus. Meskipun terpapar, kondisi tubuh yang telah tervaksin sudah memiliki imunitas, sehingga gejala-gejala yang dialami biasanya akan lebih ringan. 

5. Bahaya Kerja Psikologis

Bahaya psikologis juga menjadi gangguan yang bisa saja dialami para pekerja di tempatnya bekerja. Stres merupakan hal yang paling umum dirasakan dan bisa saja disebabkan oleh banyak hal, seperti: perubahan jadwal kerja, perubahan pekerjaan, bertambahnya tanggung jawab, ketidakcocokan dengan atasan, dan yang lainnya. 

Bahaya kesehatan yang satu ini bisa diatasi dengan cara pengelolaan waktu kerja yang efisien. Manfaatkan juga waktu istirahat dengan baik, sehingga produktivitas kerja tetap bisa terjaga. Selain itu, menjalani pola hidup seimbang dan sehat merupakan salah satu kunci untuk tetap sehat, baik itu secara fisik maupun mental. 

Lakukan refreshing di hari libur, sehingga tubuh kembali fit dan siap untuk menjalani tantangan kerja di hari berikutnya. Menikmati me time juga bisa menjadi cara tepat untuk mengurangi stres, agar tubuh dan pikiran kembali fresh saat harus bekerja dan masuk kantor lagi. 

Baca Juga: Pentingnya Kesehatan Mental dan Tips Menjaganya

Hindari Bahaya-bahaya di Tempat Kerja dengan Tepat

Berbagai bahaya di tempat kerja merupakan ancaman tersendiri bagi kesehatan para pekerja. Penting untuk menyadari dan memahami berbagai bahaya ini dengan baik. Selain itu, lakukan cara-cara yang tepat untuk menghindari bahaya kerja ini, agar kesehatan tetap terjaga selama beraktivitas di tempat kerja. 

Jangan lupa untuk memfasilitasi karyawan dengan asuransi kesehatan karyawan terbaik untuk melindungi karyawan dari risiko penyakit, penurunan kesehatan dan kecelekaan di tempat kerja dengan produk asuransi kesehatan karyawan dari Cermati Protect yang bisa didapatkan dengan mengisi formulir dibawah ini!

Hal Penting Terkait Keselamatan Kerja di Laboratorium

Hal Penting Terkait Keselamatan Kerja di Laboratorium

Keselamatan kerja di laboratorium tentu menjadi hal penting yang tak bisa diabaikan, terutama oleh mereka yang kerap melakukan penelitian di ruangan tersebut. Laboratorium biologi sendiri merupakan tempat di mana para ahli dan orang-orang berkepentingan lainnya melakukan penelitian mereka. 

Laboratorium juga akan menjadi tempat di mana berbagai peralatan dan perlengkapan penelitian disimpan. Selain itu, tempat ini juga akan menjadi lokasi penyimpanan berbagai objek penelitian, termasuk berbagai bahan kimia yang biasanya akan dibutuhkan dalam proses penelitian. 

Simbol Keselamatan Kerja di Laboratorium

Penting untuk memahami dengan baik berbagai hal terkait keselamatan kerja di laboratorium, sebelum menggunakan fasilitas tersebut. Pada dasarnya, berbagai bahan kimia yang terdapat di laboratorium sudah ditandai dengan simbol tertentu sebelum akhirnya ditempatkan di sana. 

Berbagai simbol ini biasanya berkaitan dengan karakteristik maupun keamanan penggunaan berbagai bahan kimia. Hal ini sangat penting, mengingat sebagian bahan kimia yang digunakan di laboratorium bisa saja berbahaya dan membutuhkan perlakuan khusus. 

Berikut ini adalah beberapa simbol bahan kimia yang wajib dipahami dengan baik: 

Mudah TerbakarSimbol dengan gambar api menyala ini merupakan salah satu yang sering ditemukan. Simbol ini digunakan pada bahan-bahan kimia yang mudah terbakar, seperti alkohol, keton, dan juga gas etuna. Sejumlah bahan kimia yang mudah terbakar ini harus disimpan dengan tepat, yakni dengan menjauhkannya dari berbagai sumber api dan berbagai logam yang dapat menghantarkan panas. 
Mudah MeledakSimbol bergambar ledakan ini digunakan untuk berbagai bahan kimia yang mudah meledak. Ada sejumlah bahan kimia yang cukup mudah meledak dan membutuhkan penanganan khusus, seperti amonium dikromat dan nitroselulosa. Jenis bahan kimia ini harus disimpan dalam kondisi basah dan dijauhkan dari sumber api dan juga panas. Selain itu, menjaganya dari guncangan maupun gesekan juga tak kalah pentingnya. 
Beracun dan Bersifat KarsinogenSimbol yang satu ini digambarkan dengan gambar tengkorak dan tulang. Simbol ini menandakan bahwa bahan kimia tersebut dikategorikan beracun dan dapat menimbulkan kanker. Sejumlah bahan kimia yang tergolong ke dalam kategori ini adalah gas asam sulfida, merkuri, dan juga sianida. Penting untuk tidak melakukan kontak langsung dengan berbagai bahan kimia tersebut. Upayakan agar bahan kimia  beracun ini tidak terhirup, terminum maupun mengenai kulit. 
Menyebabkan Iritasi dan KeracunanSimbol tanda silang dengan warna hitam menandakan bahan kimia yang dapat menimbulkan iritasi serta keracunan. Sejumlah bahan kimia yang termasuk kategori ini adalah: gas klorin,  kloroform, natrium hidroksida, butalon, uap bromin, dan hidrogen peroksida. Penting untuk menghindari paparan bahan kimia ini pada kulit, termasuk tertelan maupun terhirup. 
KorosifGambar tangan dan besi dengan tetesan bahan kimia biasanya digunakan untuk menggambarkan bahan kimia yang memiliki sifat korosif. Berbagai bahan kimia yang bisa menimbulkan karat ini, biasanya bisa menimbulkan luka pada tangan yang tidak menggunakan pelindung. Penting untuk menjaga agar bahan kimia ini tidak mengenai kulit. Selain itu, jauhkan juga bahan kimia ini dari berbagai logam yang mudah berkarat. 
RadioaktifSimbol yang digambarkan dengan sebuah gambar menyerupai kincir angin ini merupakan simbol bahan kimia terakhir yang perlu dipahami. Bahan kimia yang menggunakan simbol ini biasanya bersifat radioaktif dan membutuhkan penanganan khusus, yakni disimpan di dalam botol yang tebal dan dalam kondisi tertutup. Ada sejumlah bahan kimia yang mengandung radioaktif, antara lain: yaitu uranium, plutonium, thorium, dan aktinium. 

Baca Juga: Memaksimalkan Proteksi Karyawan dengan 5 Asuransi Ini!

Alat-alat Keselamatan Kerja di Laboratorium

Tidak cukup hanya dengan memahami simbol-simbol bahan kimia saja, para pekerja laboratorium juga harus mengenakan berbagai alat keselamatan kerja di laboratorium. Berbagai alat keselamatan ini akan membantu untuk melindungi pekerja dan memperkecil risiko kecelakaan kerja di laboratorium itu sendiri.  

Berikut ini adalah beberapa alat keselamatan kerja yang biasanya digunakan di laboratorium:

1. Jas Laboratorium

Alat keselamatan kerja yang satu ini akan melindungi tubuh dari bahan-bahan kimia yang bisa menimbulkan luka maupun gangguan lainnya pada kulit. Idealnya, jas laboratorium ini harus dalam kondisi yang longgar dan nyaman untuk dikenakan. 

2. Sarung Tangan

Benda yang satu ini akan melindungi tangan dari berbagai bahan-bahan kimia maupun peralatan berbahaya saat bekerja di laboratorium. Sarung tangan bisa ditemukan dalam berbagai jenis, sesuai dengan kebutuhan pekerja. Sarung tangan berbahan karet biasanya dipakai saat mengambil atau bekerja dengan bahan kimia bersifat korosif. Namun untuk mengambil bahan yang panas, maka sarung tangan khusus yang disebut asbes lah yang biasa digunakan. 

3. Goggles

Benda ini merupakan alat yang akan melindungi mata dari berbagai bahan yang mudah menguap atau meledak. Goggles juga berfungsi untuk melindungi mata dari berbagai percikan, seperti serpihan logam maupun air atau cairan mendidih. 

4. Masker

Sebagaimana fungsinya pada umumnya untuk melindungi mulut dan hidung, masker akan menjaga agar berbagai bahan kimia tidak sampai terhirup maupun tertelan. Masker bisa ditemukan dalam berbagai jenis dan bisa digunakan sesuai dengan kebutuhan, di mana hal ini disesuaikan dengan  kontaminan, konsentrasi, dan batas paparan berbagai bahan kimia yang digunakan. 

Biasanya masker memiliki filter yang bisa menyaring udara, di mana filter tersebut juga dilengkapi dengan batas penggunaannya. Jika sudah mencapai atau melewati batas penggunaannya, maka harus segera dilakukan penggantian.  

Prosedur Keselamatan Kerja di Laboratorium

Selain menggunakan berbagai alat keselamatan kerja di atas dengan baik, memahami prosedur keselamatan kerjanya juga tak kalah pentingnya. Prosedur ini akan membantu menjaga keselamatan diri para pekerja laboratorium dari berbagai risiko yang bisa terjadi tanpa diduga. 

Berikut ini adalah beberapa prosedur keselamatan di laboratorium yang wajib dipahami dengan baik: 

  1. Memakai alat-alat keselamatan kerja.
  2. Dilarang mengenakan berbagai perhiasan yang bisa rusak jika terkena bahan-bahan kimia. 
  3. Dilarang makan dan minum selama berada di dalam laboratorium.
  4. Dilarang melakukan percobaan pencampuran zat kimia yang ada di laboratorium tanpa izin maupun di luar buku petunjuk yang ada. 
  5. Memakai peralatan dan bahan-bahan yang tepat atau sesuai petunjuk.
  6. Membersihkan atau membuang kotoran-kotoran jika pekerjaan di laboratorium sudah selesai. 
  7. Membersihkan meja kerja yang digunakan. 
  8. Mencuci tangan menggunakan sabun di air mengalir hingga bersih. 
  9. Mematikan gas serta peralatan listrik setelah selesai digunakan. 

Baca Juga: Tips Menjaga Kesehatan di Tempat Kerja

Alat-alat Laboratorium

Untuk mendukung pekerjaan di laboratorium, para pekerja juga bisa menggunakan berbagai alat yang terdapat di ruangan tersebut. Penting untuk mengenali dan memahami fungsi berbagai alat-alat ini dengan baik, sehingga pekerja bisa menggunakannya secara tepat. 

Berikut ini adalah beberapa alat-alat yang lazim ditemukan di dalam laboratorium: 

1. Alat yang Terbuat dari Gelas

Berikut ini adalah beberapa alat-alat laboratorium yang terbuat dari bahan gelas: 

  • Tabung reaksi yang digunakan untuk mereaksikan zat.
  • Gelas ukur yang digunakan mengukur volume larutan/ zat cair. 
  • Labu ukur yang digunakan menampung larutan/ zat cair. 
  • Pipet volume yang digunakan untuk memindahkan larutan dalam satu ukuran volume tertentu. 
  • Pipet ukur yang digunakan untuk memindahkan larutan, meskipun biasanya tidak seakurat pipet volume.
  • Pipet mikro yang digunakan untuk memindahkan larutan dengan volume sekitar 5-100 μL.
  • Buret yang digunakan untuk mengukur volume cairan yang akan dipindahkan.
  • Labu erlenmeyer yang digunakan untuk menampung larutan.
  • Erlenmeyer buchner yang digunakan untuk menampung cairan hasil filtrasi.
  • Beaker glass yang digunakan untuk menampung larutan.
  • Kuvet yang digunakan untuk menampung larutan yang akan diukur menggunakan spektrofotometer.
  • Batang pengaduk yang digunakan mengaduk larutan.
  • Desikator yang digunakan untuk menyimpan bahan agar tetap kering.
  • Pipet tetes yang digunakan untuk memindahkan larutan tanpa memperhatikan jumlah volume.
  • Termometer yang dipakai untuk mengukur suhu.
  • Gelas arloji yang dipakai untuk penguapan/ pengeringan zat terlarut.
  • Cawan petri yang digunakan sebagai tempat menimbang dan menyimpan bahan kimia, serta tempat perbanyakan mikroorganisme dengan medium padat.

2. Alat yang Terbuat dari Porselin

Berikut ini adalah beberapa alat-alat laboratorium yang terbuat dari bahan porselen: 

  • Cawan porselin yang digunakan untuk penguapan/ pengeringan padatan berbentuk tepung.
  • Spatula/ sendok porselen yang dipakai untuk mengaduk bahan kimia yang berbentuk tepung dan padatan.
  • Mortal dan pestle yang digunakan sebagai alat penumbuk.
  • Corong buchner yang dipakai untuk menyaring vakum.
  • Plat tetes yang dipakai sebagai wadah untuk mereaksikan zat.
  • Krusibel yang merupakan mangkok kecil yang dilengkapi tutup dari porselin.

3. Alat yang Terbuat dari Logam

Berikut ini adalah beberapa alat-alat laboratorium yang terbuat dari bahan logam: 

  • Statif yang digunakan untuk memegang buret/ gelas lain.
  • Kaki tiga yang digunakan untuk menyangga labu yang akan dipanaskan.
  • Pembakar bunsen yang digunakan untuk pembakaran dengan menggunakan bunsen.
  • Tang krusibel yang digunakan untuk mengambil/ membawa krusibel.
  • Kawat kasa yang digunakan untuk menyebarkan panas saat pembakaran.

4. Alat yang Terbuat dari Karet

Berikut ini adalah beberapa alat-alat laboratorium yang terbuat dari bahan karet: 

  • Filler yang digunakan untuk menyedot larutan dan biasanya terpasang di ujung pipet.
  • Prop/ tutup karet yang digunakan untuk menutup botol/ labu, untuk pipa destilasi, serta penyangga corong buchner.

Baca Juga: Manfaat Asuransi Perlindungan Karyawan dan Jenisnya

Pahami dan Patuhi Keselamatan Kerja di Laboratorium 

Bekerja di laboratorium tentu akan memberi risiko tersendiri bagi para ahli maupun pekerja itu sendiri. Pada dasarnya, laboratorium sendiri sudah dilengkapi dengan simbol dan berbagai alat yang bisa membantu kelancaran penelitian dan pekerjaan di sana. Pahami dan patuhi semua aturan keselamatan kerja di laboratorium dengan baik, sehingga risiko kecelakaan kerja bisa dihindari. 

Laboratorium merupakan lokasi kerja yang memiliki risiko kesehatan dan kecelakaan kerja yang cukup tinggi. Jangan lupa untuk memfasilitasi karyawan laboratorium dengan asuransi kesehatan karyawan terbaik dari Cermati Protect dan dapatkan penawaran terbaiknya dengan mengisi formulir dibawah ini!

Mengenal Bahan Material Konstruksi dan Tips Memilihnya

Mengenal Bahan Material Konstruksi dan Tips Memilihnya

Material konstruksi merupakan komponen penting yang akan dibutuhkan dalam pembangunan sebuah rumah maupun jenis bangunan lainnya. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa sangat penting untuk memilih material yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan pembangunan itu sendiri. 

Pemilihan material konstruksi harus dilakukan dengan pertimbangan yang tepat, sehingga bangunan yang dihasilkan juga benar-benar sesuai dengan kebutuhan. Hal ini penting, untuk memastikan bangunan yang dihasilkan awet dan tidak mudah mengalami kerusakan. 

12 Bahan Material Konstruksi yang sering Digunakan 

Pada dasarnya, ada banyak sekali bahan material konstruksi yang bisa ditemukan di pasaran. Harga berbagai bahan material ini juga tentu beragam, tergantung jenis dan lokasi penjualannya. Hal ini akan memudahkan pemilihan bahan yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan. 

Berikut ini adalah beberapa bahan material konstruksi yang paling umum dan sering digunakan: 

Jenis Bahan MaterialKeterangan
1. Batu BataMerupakan salah satu bahan konstruksi yang paling sering digunakan. Jika dibandingkan dengan batako, harga bata merah memang lebih tinggi. Namun hal tersebut sepadan dengan kualitas dan daya tahan material yang satu ini. Bata merah tersedia dalam ukuran besar dan kecil, sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan bangunan itu sendiri.
2. SemenMemiliki fungsi sebagai perekat untuk batu bata, sehingga bangunan jadi kokoh dan tidak mudah ambruk. Selain itu, semen akan dibutuhkan sebagai perekat keramik maupun batu yang dijadikan sebagai lantai dan pondasi bangunan. Penggunaan bahan konstruksi yang satu ini harus diawali dengan
3. PasirMerupakan bahan material yang akan digunakan sebagai campuran semen. Pasir sendiri memiliki bentuk alami bertekstur butiran yang tajam, sehingga cocok untuk dijadikan sebagai bahan batu bata maupun pondasi bangunan. Pasir yang menggumpal saat digenggam biasanya memiliki kualitas yang buruk, begitu juga dengan pasir yang memiliki campuran lumpuh lebih dari 5%. 
4. Batu KerikilMerupakan bahan material yang paling sering dipakai sebagai campuran pasir dan semen yang akan dibuat menjadi beton. Ukuran batu kerikil sendiri terbilang beragam, mulai dari 5-50 milimeter dengan rentang jarak per 5 milimeter. Setiap jenis ukuran batu kerikil akan memiliki manfaat yang berbeda-beda dalam pembangunan. 
5. Besi BetonMerupakan bahan bangunan yang berperan menjadi rangka bangunan itu sendiri. Bahan material yang satu ini bisa ditemukan dalam ukuran yang beragam. Selain itu, besi beton juga bisa ditemukan dalam beberapa jenis yang berbeda, mulai dari yang berulir, polos, hingga yang menyerupai kanal. Penggunaan besi beton biasanya akan dibuat berbentuk kerangka yang diisi dengan campuran pasir serta semen.
6. KayuMenjadi salah satu bahan material yang cukup banyak difavoritkan. Pemilihan kayu ini biasanya harus dilakukan dengan hati-hati, agar material tersebut bisa awet dan tidak mudah mengalami pelapukan. Kayu Rasamala maupun kayu Samarinda merupakan jenis kayu Kalimantan yang banyak dijadikan sebagai bahan material. Namun jika sulit menemukan kedua jenis kayu tersebut, maka pastikan untuk memilih jenis kayu lainnya yang memiliki kandungan air di bawah 20% saja.
7. GentengGenteng merupakan atau yang menjadi salah satu bagian penting bangunan. Genteng memiliki fungsi sebagai pelindung bangunan dari sinar matahari, hujan dan juga terpaan angin. Meski terbuat dari campuran tanah liat yang dibakar, genteng memiliki daya tahan yang cukup kuat terhadap cuaca, baik itu cuaca panas maupun hujan. Hal ini membuat bahan material tersebut awet dan bisa digunakan selama bertahun-tahun, apalagi jika gentengnya memiliki kualitas yang baik.
8. TriplekTriplek menjadi salah satu bahan material yang terbilang populer dan banyak digunakan. Pada umumnya, bahan material yang satu ini biasa digunakan untuk menutup bagian langit-langit bangunan, sehingga bagian atap/ gentengnya tidak terlihat. Selain itu, penutupan seperti ini juga akan membuat bangunan lebih estetik dan terlihat rapi. Triplek biasanya dicat dengan rapi, agar terlihat lebih menarik. 
9.PakuPaku adalah bahan material yang banyak dibutuhkan dalam pembangunan. Benda yang satu ini biasanya digunakan untuk menyatukan kayu maupun bahan material lainnya, sehingga bisa membentuk struktur bangunan yang diinginkan. Selain itu, paku juga sering digunakan dalam proses pemasangan keramik, agar keramik bisa terpasang secara presisi. 
10. Pipa – pipaPipa juga menjadi salah satu bahan material konstruksi yang banyak dibutuhkan. Pipa akan menjadi saluran air di dalam bangunan, sehingga bahan material yang satu ini terbilang sangat penting. Pipa akan banyak digunakan dalam pemasangan saluran air bersih, air pembuangan dari kamar mandi, wastafel, dan yang lainnya. 
11. CatMaterial yang satu ini akan dibutuhkan dalam proses finishing, baik itu untuk interior maupun eksterior bagunan. Pemilihan warna yang tepat merupakan salah satu poin penting untuk bahan bangunan yang satu ini. Selain itu, memilih jenis cat yang tepat dan berkualitas juga akan membantu menjaga daya tahan cat yang digunakan. 
12. KeramikKeramik adalah material konstruksi yang biasa digunakan sebagai pelapis pada permukaan lantai maupun dinding. Selain memberi kesan bersih pada lantai, keramik juga akan membuat bangunan terlihat lebih rapi dan estetik. 

Baca Juga: Cara Membangun Rumah Tahan Gempa dan Contoh Desain Bangunannya

Tips Memilih Material Konstruksi 

Harga material konstruksi tidak selalu menjadi pertimbangan pertama dalam memilih jenis material itu sendiri. Penting untuk selalu mempertimbangkan kualitas material, sebab hal ini akan berpengaruh pada daya tahan dan juga tampilan bangunan yang akan dibangun. 

Berikut ini adalah beberapa tips memilih material konstruksi yang perlu dijadikan sebagai pertimbangan: 

1. Sesuaikan dengan Kondisi Lingkungan

Pembangunan sebuah rumah atau bangunan tentu harus dengan mempertimbangkan faktor keamanan dan kenyamanan. Hal ini akan dipengaruhi oleh banyak hal, termasuk kondisi lingkungan bangunan itu sendiri, misalnya daerah tropis, wilayah 4 musim, dan yang lainnya. Penting untuk memilih material bangunan yang sesuai dengan kondisi lingkungan sekitar, agar kelak bangunan yang dihasilkan nyaman dan aman saat digunakan. 

2. Sesuaikan Material dengan Estetika yang Diinginkan

Nilai estetika dan pemilihan desain sebuah bangunan tentu akan berpengaruh pada pemilihan jenis materialnya. Jika menginginkan detail tertentu pada bangunan, maka bisa saja akan dibutuhkan material yang “istimewa” dan sedikit sulit untuk didapatkan, misalnya jenis kayu atau batuan tertentu. Hal yang sama juga berlaku untuk berbagai desain unik dan memiliki ciri khas tertentu. Sesuaikan pemilihan material bangunan dengan nilai estetika yang ingin ditampilkan, agar bangunan tersebut bisa sesuai dengan harapan. 

3. Pilih Bahan yang Mudah Dirawat

Memilih material bangunan yang tidak membutuhkan perawatan rumit tentu bisa menjadi pertimbangan. Material yang seperti ini akan membuat perawatan bangunan akan menjadi lebih mudah dan praktis, sehingga tidak menelan banyak biaya dan tenaga di masa depan. 

4. Pilih Material yang Tahan Terhadap Api

Gunakan material yang tahan terhadap api, untuk meminimalisir risiko terbakar. Ada sejumlah bangunan yang bisa dijadikan sebagai pertimbangan, seperti: batu bata, beton, metal, kaca yang tahan api, dan yang lainnya. Berbagai bahan bangunan ini juga biasanya akan lebih awet dan tidak mudah rusak. 

5. Material yang Hemat Energi dan Ramah Lingkungan

Menggunakan material yang hemat energi dan ramah lingkungan juga bisa menjadi pertimbangan. Pilihlah material bangunan yang ramah lingkungan untuk bagian-bagian seperti: kusen, jendela, pintu, dan yang lainnya. Selain hemat energi, penggunaan material bangunan yang seperti ini juga biasanya akan hemat biaya. 

6. Pilih yang Bergaransi

Material konstruksi tentu bisa ditemukan dalam berbagai merek dan juga harga yang beragam, mulai yang murah hingga yang paling mahal. Namun jika ingin aman, pastikan untuk memilih bahan material yang sudah memiliki jaminan garansi. Hal ini penting dan akan meminimalisir risiko kerugian di masa mendatang. 

7. Konsultasikan dengan Ahlinya

Jika masih belum memiliki pengalaman dalam dunia material bangunan, maka akan jauh lebih bijak untuk mengkonsultasikan hal ini dengan seseorang yang sudah ahli. Hal ini akan memungkinkan pemilihan bahan material lebih tepat dan sesuai dengan kebutuhan bangunan itu sendiri. 

Baca Juga: 10 Jenis Alat Berat untuk Pembangunan Gedung

Kenali dan Gunakan Material Konstruksi yang Tepat 

Material konstruksi merupakan salah satu hal penting yang harus dicermati saat akan membangun sebuah rumah atau bangunan lainnya. Ada banyak jenis material yang akan dibutuhkan, sehingga penting untuk mengenalnya dengan baik. Pilih dan gunakan material bangunan yang tepat, sehingga bangunan yang dihasilkan awet dan sesuai dengan harapan. 

Selain mempersiapkan material konstruksi yang tepat untuk pembangunan. Hal lain yang perlu dipersiapkan adalah asuransi teknis untuk perlindungan menyeluruh terhadap properti, konstruksi, mesin dan alat berat yang bisa melindungi proyek pembangunan atau konstruksi secara maksimal dari risiko industri yang bisa menimpa siapa saja dan kapan saja.

Dapatkan asuransi teknis terbaik di Cermati Protect dan cari tahu lebih banyak mengenai asuransi ini dengan mengisi formulir dibawah ini!

Mengenal Pondasi Bored Pile yang Membuat Bangunan Kokoh

Mengenal Pondasi Bored Pile yang Membuat Bangunan Kokoh

Bored Pile merupakan jenis pondasi yang biasanya digunakan di bangunan berbentuk vertikal yang memiliki jumlah lantai yang terbilang banyak. Pemilihan pondasi ini sangat penting untuk diperhatikan dengan baik, mengingat hal tersebut akan berkaitan dengan daya tahan bangunan itu sendiri.

Bored pile dapat dijadikan sebagai pondasi alternatif pada pembangunan yang dilakukan di area yang terbatas dan tidak memungkinkan pemasangan pondasi tiang pancang. Pondasi ini banyak digunakan pada lokasi konstruksi yang sempit, di mana sisi kanan dan kiri konstruksi sudah terisi oleh bangunan lainnya.

Tujuan Penggunaan Pondasi Bored Pile 

Bored pile merupakan pondasi berbentuk tabung panjang yang ditancapkan ke dalam tanah. Jenis pondasi yang satu ini cukup banyak digunakan, terutama pada pembangunan konstruksi yang membutuhkan pondasi kokoh untuk menopang jumlah lapisan lantai bangunan yang terbilang banyak. 

Penggunaan pondasi yang satu ini bertujuan untuk membuat bangunan bisa berdiri dengan kokoh saat proses pembangunannya sudah selesai. Pondasi ini juga dikenal memiliki tingkat ketahanan yang tinggi, sehingga aman untuk digunakan dalam jangka panjang. 

Penggunaan pondasi yang satu ini banyak dilakukan pada struktur tanah yang tidak kuat, sebab kondisi tanah yang seperti ini akan menimbulkan risiko tersendiri bagi bangunan yang terdapat di atas permukaannya. Tanah seperti ini juga bisa saja bergerak atau mengalami penurunan tinggi permukaan. 

Namun jika sudah menggunakan bored pile, maka kondisi tanah akan jadi lebih stabil dan bisa menjaga kondisi bangunan di atasnya tetap aman. Penggunaan pondasi ini sangat penting, terutama untuk menjaga bangunan atau konstruksi yang letaknya berada di lereng atau perbukitan.

Bagaimana Proses Pembuatan Bored Pile?

Pondasi bored pile dibuat dengan menggunakan metode pengeboran yang dilakukan pada lapisan tanah dengan tingkat kedalaman tertentu. Proses pengeboran akan dilakukan berulang, namun dalam tingkat getaran yang terbilang cukup rendah. 

Teknik pengeboran ini akan membuat pondasi bored pile bisa menancap dengan baik ke dalam tanah. Pengeboran ini biasanya dilakukan cukup dalam, bahkan bisa saja sampai menyentuh lapisan batuan yang terbilang keras di bawah permukaan tanah. 

Pada lokasi pengeboran tanah yang terbilang stabil, pengeboran bored pile bisa saja sampai sejauh 15 meter. Hal ini tentu akan sangat tergantung pada lokasi dan kondisi tanah itu sendiri. 

Jika pengeboran ini sudah membentuk lubang, maka tulang baja yang sudah mengalami perakitan akan dipasang. Tulang baja inilah yang kemudian akan diisi menggunakan material beton, sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan oleh sejak awal. 

Fungsi Bored Pile

Secara garis besar, bored pile berfungsi menjadi dasar tapak untuk sebuah bangunan. Pondasi yang satu ini akan lebih mampu menopang beban bangunan yang lebih berat, jika dibandingkan dengan jenis pondasi lainnya yang kerap digunakan dalam proses pembangunan. 

Bored pile mampu menahan posisi tiang dalam kondisi yang stabil dan tidak mengalami pergeseran. Hal ini tentu menjadi sangat penting, terutama jika pembangunan konstruksi dilakukan pada lokasi tanah lempung yang memiliki kandungan air cukup banyak. 

Pondasi yang satu ini juga termasuk jenis pondasi yang dalam, sehingga bored pile cocok untuk digunakan pada konstruksi yang berlokasi/dikelilingi oleh sejumlah bangunan gedung bertingkat. Pemasangan pondasi ini tidak akan menimbulkan pergerakan tanah yang besar dan bisa menimbulkan masalah pada bangunan-bangunan yang sudah berdiri di sekitarnya.  

Baca Juga: Cara Mengoperasikan Alat Berat saat Musim Hujan

Jenis-jenis Bored Pile

Pondasi bored pile dibedakan berdasarkan 2 kategori, di mana masing-masing kategori ini terdiri dari beberapa jenis seperti berikut ini: 

Jenis Bored Pile berdasarkan Bentuk dan Kondisi Tanahnya 

Berikut ini adalah jenis bored file yang dibedakan berdasarkan bentuk sesuai dengan kondisi tanah yang menjadi lokasi konstruksinya: 

  • Bored pile dengan bentuk lurus yang cocok diaplikasikan pada tanah keras.
  • Bored pile dengan bagian ujung yang membesar menyerupai bentuk bel. 
  • Bored pile dengan bagian ujung yang membesar menyerupai trapezium.
  • Bored pile dengan bentuk lurus yang cocok untuk konstruksi yang lokasinya di tanah bebatuan.

Jenis Bored Pile Berdasarkan Alat dan Teknik Pengerjaan

Berikut ini adalah jenis bored pile yang dibedakan berdasarkan alat dan teknik  pengerjaannya: 

Bored Pile Manual (Strauss Pile)

Jenis bored pile yang satu ini dianggap cocok digunakan pada lokasi pembangunan yang berada di area pemukiman, sebab teknik ini tidak menimbulkan getaran yang bisa mengganggu lingkungan sekitar. Proses pengeboran mini crane ini akan dilakukan dengan bor basah, sehingga teknik ini membutuhkan cukup banyak air di dalam prosesnya. 

Bored Pile Gawangan

Hampir sama dengan teknik mini crane, jenis pondasi yang satu ini juga merupakan pengeboran basah dan membutuhkan banyak air. Namun bored pile gawangan memiliki tiang gearbox yang dilengkapi tambang di kedua sisinya. Penggunaan tambang tersebut akan membantu alat bor tetap dalam kondisi stabil dan tidak menimbulkan kerusakan pada struktur tanah di sekitarnya. 

Baca Juga: 10 Cara Aman Mengoperasikan Alat Berat

Keunggulan dan Kekurangan Bored Pile

Keunggulan Bored Pile:

  • Aman untuk digunakan di lokasi sempit dengan bangunan yang padat. 
  • Minim getaran dan tidak menimbulkan gangguan pada bangunan-bangunan di sekitarnya.
  • Diameter serta tingkat kedalaman tiang beragam, sehingga bisa digunakan sesuai kebutuhan. 
  • Tidak menyebabkan pergeseran pada tiang maupun gelombang pada tanah selama proses pengeboran. 
  • Bisa didirikan sebelum penyelesaian tahap lanjutan dan memiliki daya tahan tinggi pada beban lateral.  
  • Permukaan tanah yang menggunakan bored pile bisa dicek secara langsung.
  • Bagian dasar bored pile dapat dibuat lebih lebar, sehingga daya tahannya lebih tinggi.

Kekurangan Bored Pile: 

  • Tahap pengeboran sangat bergantung pada cuaca, sebab cuaca yang tidak mendukung bisa menyebabkan kesulitan pada proses pengeboran dan pengecoran. 
  • Tingkat kepadatan tanah di saat pengeboran jadi menurun. 
  • Di tanah yang berkomposisi pasir cukup tinggi, pembuatan ujung pondasi yang besar akan sulit untuk dilakukan. 
  • Pemasangan pondasi tanpa casing dapat menimbulkan kelongsoran tanah. 
  • Masuknya air ke dalam lubang bor akan menimbulkan gangguan pada tanah dan mengurangi kemampuan tanah untuk menahan tiang pondasi. 
  • Pengeboran rentan terhadap timbunan lumpur, sehingga bisa membuat tingkat kedalaman menjadi tidak maksimal.

Metode Bored Pile

Pemasangan bored pile membutuhkan sejumlah proses, meskipun secara garis besar pemasangan pondasi ini sama saja dengan pemasangan jenis pondasi lainnya. Metode pemasangan pondasi bored pile ini harus dilakukan dengan teliti, sehingga hasilnya kokoh dan sesuai dengan harapan. 

Berikut ini adalah beberapa metode pemasangan bored file yang penting untuk dipahami dengan baik: 

  1. Tahap Persiapan: ini merupakan tahap awal yang dilakukan, sehingga rencana pemasangan bored file bisa berjalan dengan lancar hingga selesai. 
  2. Tahap Penggalian: tahap penggalian ini akan dilakukan pada titik lokasi/ tanah yang sudah ditandai dan direncanakan. Metode penggalian bisa dibedakan dalam beberapa jenis, antara lain: 
  • Metode kering.
  • Metode basah. 
  • Metode casing. 
  1. Tahap Instalasi atau Pemasangan Tulang: ini merupakan tahap pemasangan tulangan, sehingga proses selanjutnya bisa dilakukan. 
  2. Tahap Pengecoran: ini merupakan tahap di mana material beton dituangkan ke dalam tulangan yang sudah disiapkan pada tahap sebelumnya. 

Proses akhir dari tahap pemasangan pondasi bored file ini akan dilakukan dengan cara menutup lubang bekas pengecoran dengan baik. Keseluruhan proses pemasangan ini juga akan dilakukan dengan menggunakan berbagai peralatan pendukung, sehingga seluruh pengerjaan bisa selesai dengan baik dan tepat waktu.

Baca Juga: Cara Mengoperasikan Bulldozer, Alat Berat Pengolah Lahan

Bored Pile untuk Bangunan yang Kokoh 

Pondasi bored pile merupakan jenis pondasi yang banyak digunakan pada konstruksi bertingkat. Jenis pondasi yang satu ini memang memiliki banyak keunggulan dan cocok digunakan pada area konstruksi yang sempit. Pahami dan terapkan pemasangan bored file dengan baik, sehingga pondasi ini bisa awet dan menopang bangunan dengan baik. 

Dapatkan penawaran asuransi umum terbaik untuk melindungi finansial ketika aset alat berat mengalami risiko kerusakan sampai kehilangan di Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah ini!

Memaksimalkan Proteksi Karyawan dengan 5 Asuransi Ini!

Memaksimalkan Proteksi Karyawan dengan 5 Asuransi Ini!

Asuransi adalah salah satu benefit yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan. Produknya dapat berupa asuransi kesehatan, jiwa, dan hari tua. Dengan asuransi, karyawan tidak perlu khawatir atas kemungkinan buruk yang terjadi.

Selain mensejahterakan karyawan, menyediakan asuransi juga dipercaya dapat meringankan keuangan perusahaan dalam jangka panjang karena risikonya telah dialihkan kepada penyedia asuransi. Alhasil, perusahaan tidak perlu terbebani dengan pinjaman saat melakukan kegiatan bisnis. 

5 Jenis Produk Asuransi untuk Karyawan Perusahaan

Jika perusahaan menyediakan kompensasi, bonus, ditambah asuransi, maka kamu patut berterima kasih. Berbagai benefit ini secara otomatis akan meringankan finansialmu juga! Berikut ini 5 jenis produk asuransi untuk karyawan perusahaan

Jenis Produk AsuransiKeterangan
Asuransi JiwaSelain asuransi kesehatan, asuransi jiwa merupakan produk yang juga patut dipertimbangkan. Asuransi ini mengcover risiko kematian, terutama jika karyawan yang bersangkutan adalah tulang punggung keluarga. Manfaat yang diberikan berupa santunan tunai untuk keluarga maupun ahli waris yang terdaftar saat membeli asuransi pertama kalinya. 

Premi asuransi ini dibayar setiap bulan secara rutin. Manfaatnya dapat diklaim apabila karyawan meninggal dunia. Nominal klaimnya sesuai dengan kebijakan dalam polis asuransi.

Satu hal yang pasti mengenai nominal klaim adalah nominalnya lebih besar daripada Jaminan Kematian (JKM). Hal ini karena porsi premi yang dibayarkan di asuransi jiwa lebih mahal.
Asuransi Perlindungan AsetJenis asuransi yang satu ini memberikan perlindungan terhadap aset yang diasuransikan. Asetnya dapat berupa properti maupun kendaraan. Asuransi ini mengcover semua kerugian atau kerusakan yang timbul akibat bencana alam, kebakaran, kejatuhan pesawat, dan peristiwa tak terduga lainnya.

Asuransi perlindungan aset bisa diberikan kepada karyawan yang tinggal di tempat yang rentan ditimpa musibah. Misalnya, di dataran rendah yang rentan terkena banjir atau tsunami. 

Sayangnya, asuransi jenis ini jarang diberikan kepada karyawan. Asuransi ini biasanya ditujukan untuk perusahaan itu sendiri guna melindungi aset-aset yang berhubungan dengan kegiatan operasional. 
Asuransi Hari TuaAsuransi ini berguna bagi karyawan yang sudah mendekati masa pensiun. Asuransi ini menjamin kehidupan karyawan pasca pensiun. Dengan harapan agar karyawan mendapatkan kehidupan yang layak meski sudah tidak bekerja lagi.

Selain asuransi pensiun dari pihak swasta, perusahaan juga menyediakan asuransi pensiun dari pemerintah. Misalnya, Program Jaminan Pensiun (PP) dan Jaminan Hari Tua (JHT) oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Iuran PP dan JHT dibayarkan oleh perusahaan masing-masing sebesar 2% dan 3,7%. Karyawan juga ikut berkontribusi untuk membayar dengan persentase yang lebih rendah, yaitu 1% dan 2%. 
Asuransi PendidikanMeskipun sangat jarang, tapi ada saja perusahaan yang menyediakan asuransi bagi karyawan. Manfaatnya bukan untuk karyawan, melainkan untuk anak. Ketika usia anak sudah cukup untuk sekolah, karyawan dapat mencairkan asuransi ini agar anak mendapatkan pendidikan yang layak.

Adanya asuransi pendidikan dapat meringankan beban karyawan. Alhasil, karyawan tidak perlu mengajukan pinjaman ke bank atau koperasi untuk menyekolahkan anak ke jenjang pendidikan yang diinginkan. 
Asuransi KesehatanMemiliki karyawan yang sehat adalah impian semua perusahaan. Dengan jiwa dan raga yang sehat, maka karyawan dapat bekerja dengan baik untuk melakukan kegiatan operasional. Hal ini akan meningkatkan produktivitas bisnis yang otomatis mempengaruhi omzet perusahaan. 

Meski sudah dibekali dengan BPJS Kesehatan, perusahaan dapat menyediakan asuransi kesehatan kepada karyawan. Asuransi kesehatan memberikan manfaat yang lebih luas, yang mungkin tidak dicover oleh asuransi. Selain itu, prosedur klaim dan pelayanan yang diberikan pun lebih bagus. 

Berbagai manfaat yang dicover oleh asuransi kesehatan adalah biaya obat-obatan, dokter, rawat inap, konsultasi, kecelakaan, dan masih banyak lagi. Terdapat hal-hal yang ditanggung dan dikecualikan dalam asuransi kesehatan, jadi pastikan poin ini sudah dibaca dengan baik agar klaim tidak ditolak oleh penyedia asuransi. 

Alasan Klaim Asuransi Ditolak

Dalam asuransi, penolakan klaim adalah hal yang biasa terjadi. Penolakan terjadi karena manfaat yang diinginkan tertanggung tidak tercantum dalam polis asuransi. Untuk lebih jelasnya, berikut ini dua alasan klaim asuransi ditolak. 

1. Manfaat yang Dikecualikan

Pada dasarnya, tidak semua manfaat dicover oleh penyedia asuransi. Dalam asuransi kesehatan, misalnya, tertanggung yang sudah memiliki riwayat penyakit tertentu sebelum menjadi peserta asuransi biasanya cenderung mengalami penolakan klaim. Di sisi lain, penolakan juga dapat terjadi karena manfaat yang diklaim termasuk dalam kategori yang dikecualikan.

Adapun beberapa manfaat kesehatan yang dikecualikan dalam asuransi, antara lain:

  • Penyakit kritis
  • Penyakit mental atau psikologis
  • HIV/AIDS
  • Operasi untuk kebutuhan estetik, seperti operasi plastik
  • Operasi caesar

Karyawan bisa mendapatkan manfaat yang lebih luas dengan cara membeli produk perluasan manfaat. Dengan catatan, perusahaan harus membayar premi yang lebih mahal karena manfaat yang diberikan kepada karyawan pun semakin banyak.

2. Limit Pertanggungan Sudah Tercapai

Produk keuangan, seperti asuransi memiliki limit dalam jumlah tertentu. Jika limit ini sudah tercapai, maka karyawan tidak dapat melakukan klaim dalam bentuk apa pun. Artinya, biaya pengobatan menjadi tanggung jawab karyawan secara pribadi.

Terdapat dua jenis limit yang biasa ditawarkan oleh perusahaan asuransi, yaitu:

  • Limit gabungan, adalah batasan uang pertanggungan yang diberikan oleh asuransi kepada nasabah dalam kurun waktu satu tahun
  • Limit per perawatan, adalah batasan uang pertanggungan yang diberikan oleh asuransi kepada nasabah dalam 1 hari

Perlu diingat bahwa limit untuk berbagai jenis perawatan bisa berbeda-beda. Informasi tentang limit biasanya tercantum dalam polis asuransi, jadi karyawan bisa membacanya di sana. 

Alasan Perusahaan Tidak Menyediakan Asuransi

Meskipun asuransi penting, nyatanya beberapa perusahaan justru tidak menyediakan produk ini bagi karyawan. Bukan tanpa alasan, karena perusahaan memiliki pertimbangan khusus terkait asuransi karyawan. Berikut dua alasan logis kenapa perusahaan tidak menyediakan asuransi. 

1. Pengeluaran Perusahaan

Menyediakan asuransi bagi karyawan secara otomatis menambah pengeluaran. Pengeluaran perlu menambah budget yang tidak sedikit untuk menyediakan benefit ini bagi karyawan. Hal yang wajar jika ada perusahaan yang tidak menawarkan benefit asuransi. 

Khususnya untuk perusahaan yang baru merintis atau yang skalanya kecil. Benefit asuransi sangat jarang ditemukan. Lain halnya jika skala perusahaan besar dan sudah memiliki nama, maka produk asuransi seperti asuransi kesehatan pasti disediakan. 

2. Jabatan Karyawan

Ada juga perusahaan yang menyediakan asuransi, tapi hanya kepada karyawan tertentu saja. Karyawan ini biasanya sudah menduduki jabatan yang lumayan tinggi di perusahaan. Mulai dari supervisor, manager, senior manager, dan CEO. Tidak meratanya pemberian asuransi bisa disebabkan karena budget perusahaan. Bagi karyawan yang ingin mendapatkan benefit ini, disarankan untuk memberikan kontribusi terbaik agar mendapat kesempatan dipromosikan dalam waktu dekat.

4 Tips Memilih Asuransi untuk Karyawan

Human Resources (HR) adalah divisi yang bertanggung jawab untuk mengurus asuransi karyawan. Agar tidak salah pilih, berikut ini 4 tips memilih asuransi yang bisa diterapkan.

1. Proses Klaim Cepat dan Mudah

Tingkat kredibilitas perusahaan asuransi dapat dilihat dari cepat atau tidaknya proses klaim asuransi. Klaim yang lama diproses atau malah diabaikan sudah pasti dihindari, terutama untuk asuransi kesehatan. Namanya penyakit, tentu harus mendapat penanganan yang cepat untuk menghindari risiko yang fatal.

2. Layanan 24 Jam

Perusahaan asuransi yang menyediakan layanan 24 jam patut dilirik. Ketika karyawan membutuhkan pertolongan saat tengah malam, maka asuransi dapat merespon dengan sigap. Alhasil, permasalahan pun cepat terselesaikan tanpa adanya pihak yang dirugikan. 

3. Proteksi Maksimal

Pilihlah perusahaan asuransi yang menawarkan proteksi maksimal dengan premi yang terjangkau. Proteksi ini tidak hanya sebatas rawat inap atau rawat jalan, tapi juga layanan psikologis untuk produk asuransi kesehatan. Sementara untuk asuransi jiwa, proteksi dapat diberikan dengan cara memberikan uang pertanggungan yang lebih besar daripada perusahaan asuransi lain. 

4. Fitur yang Canggih

Teknologi yang canggih dapat membantu HR untuk mengelola benefit karyawan. Jadi, HR dapat memberikan layanan asuransi menggunakan pendekatan full-stack insurtech, yang di dalamnya terdapat program AI dan machine learning. Kedua program ini membantu mengelola data penggunaan asuransi dalam jumlah besar. 

Minimalkan Risiko dengan Produk Asuransi

Pekerjaan apa pun sejatinya memiliki risiko. Namun, risiko ini dapat diminimalisir dengan berbagai produk asuransi, seperti asuransi kesehatan, jiwa, pendidikan, hari tua, dan perlindungan aset yang diberikan perusahaan kepada karyawan. Alhasil, karyawan terproteksi secara maksimal dan dapat memberikan kontribusi terbaik selama bekerja untuk perusahaan.

Dapatkan penawaran produk asuransi karyawan terbaik di Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah ini!