Fungsi Front Shovel Sebagai Alat Gali yang Perlu Diketahui

Fungsi Front Shovel Sebagai Alat Gali yang Perlu Diketahui

Setiap alat berat yang diciptakan sejatinya digunakan untuk memudahkan pekerjaan konstruksi. Pekerjaan yang tadinya manual kini dapat diselesaikan menggunakan mesin, sehingga waktu pengerjaan menjadi lebih singkat. Manfaat ini bisa didapatkan dari front shovel.

Front shovel adalah alat berat yang digunakan untuk menggali material di atas permukaan tanah. Material yang digali sebaiknya keras, sehingga front shovel dapat bekerja maksimal. 

Ingin tahu lebih banyak tentang front shovel? Simak informasi selengkapnya di bawah ini.

Apa Itu Front Shovel?

Front shovel merupakan alat berat yang terdiri dari boom, arm, dan bucket yang digunakan untuk menggali tanah. Alat ini digerakkan oleh tenaga hidrolis dan dimotori oleh mesin diesel yang terdapat di atas roda rantai. 

Front shovel cocok digunakan untuk kondisi tanah yang keras. Sebab di tanah yang lunak, front shovel justru tidak dapat bekerja maksimal. Jika dibiarkan terus-menerus, maka waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek menjadi lebih lama.

Dalam memilih front shovel, terdapat beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan. Faktor-faktor tersebut, antara lain.

1. Biaya Penggalian

Besar kecilnya biaya penggalian tergantung pada besarnya proyek, biaya langsung, dan biaya transportasi untuk mengangkut shovel ke lokasi proyek. Semakin jauh lokasi shovel dari proyek, biasanya semakin mahal biaya angkut yang dikeluarkan.

2. Kondisi Pekerjaan

Kondisi pekerjaan di lapangan akan mempengaruhi jumlah dan kapasitas peralatan yang dibutuhkan. Sebaiknya gunakan front shovel dengan bucket berukuran besar untuk penggalian tanah yang keras. Jangan lupa untuk gunakan shovel berukuran kecil agar dapat menjangkau area yang sempit, sehingga waktu kerja yang dibutuhkan relatif singkat.

3. Kapasitas Alat Pengangkutan

Semakin besar kapasitas alat pengangkutan, maka semakin banyak peralatan yang dapat diangkut ke lokasi proyek. Hal ini memungkinkan kamu untuk mengangkut front shovel yang ukurannya lebih besar, karena kapasitas alat pengangkut memadai.

Baca Juga: Perhatikan Ini Sebelum Membeli Asuransi Alat Berat

Fungsi Alat Berat Front Shovel

Terdapat dua fungsi utama front shovel untuk kebutuhan konstruksi, yaitu sebagai alat gali dan alat muat. 

1. Sebagai Alat Gali

Pekerjaan yang dapat dilakukan front shovel sebagai alat gali, di antaranya:

  • Membuat tanggul
  • Menggali pada permukaan yang datar
  • Membuat lereng
  • Menggali daerah yang lebih rendah
  • Membuat parit atau drainase

2. Sebagai Alat Muat

Pekerjaan yang dapat dilakukan front shovel sebagai alat muat, di antaranya:

Pekerjaan yang dapat dilakukan front shovel sebagai alat muat, di antaranya:

  • Memuat material ke alat angkut
  • Membuang material ke samping
  • Menimbun material ke atas
  • Menimbun material ke dalam hopper

Cara Mengoperasikan Shovel yang Benar

Penggalian menggunakan front shovel melibatkan gerakan bucket, arm, dan boom. Dimana boom akan digerakkan naik dan turun, sementara bucket akan berputar pada slewing ring jika sudah terisi penuh. 

Secara menyeluruh, cara mengoperasikan shovel adalah sebagai berikut

  • Menggerakkan bucket ke depan sampai ujung bucket menyentuh material
  • Menggerakkan bucket ke atas sampai bucket terisi untuk mengeruk tebing
  • Menarik bucket ke arah shovel yang sudah terisi penuh
  • Struktur atas akan berputar untuk membongkar material dengan membentuk timbunan
  • Jika posisi tebing jauh dari jangkauan, maka shovel digerakkan lagi mendekati tebing untuk menggali material berikutnya

Guna mengimbangi gerak shovel, pastikan komponen alat berat digerakkan secara stabil. Beberapa gerakan shovel yang muncul saat beroperasi, di antaranya:

  • Winch untuk mengangkat shovel
  • Pengangkat tambahan untuk menggerakkan arm ke depan dan memberikan tenaga tambahan
  • Gerakan maju dan mundur
  • Retraksi merupakan gerakan mundur untuk memisahkan material
  • Gerakan memutar dan melempar

Baca Juga: 9 Jenis Alat Berat yang Sering Digunakan di Pertambangan

Gangguan yang Terdapat pada Komponen Undercarriage

Secara garis besar, front shovel dapat dikategorikan sebagai excavator. Tapi dalam beberapa case, alat berat ini disebut sebagai alat gali tersendiri.

Shovel sendiri memiliki komponen undercarriage di dalamnya. Fungsi dari komponen ini dapat terganggu saat atau setelah shovel digunakan. Beberapa gangguan yang muncul, di antaranya.

1. Kerusakan pada Sprocket

Sprocket merupakan alat yang terbuat dari cast steel dengan tipe yang solid. Alat ini berfungsi untuk mengubah putaran menjadi gulungan, sehingga alat dapat bergerak dan meneruskan gerakan tersebut menuju track melalui blushing.

Kerusakan yang terdapat pada teeth sprocket disebabkan karena alat ini bersentuhan langsung dengan pin blushing pada track line. Akibat kerusakan ini, teeth sprocket harus diganti. Caranya dengan memotong, lalu melas kembali. 
Kerusakan pada teeth sprocket juga dapat disebabkan karena ujungnya pecah. Pecah akibat sprocket bersentuhan dengan pin blushing pada saat track tidak dipasang dengan benar, dan ukuran link pitch terlalu besar.

2. Kerusakan Track Link

Track link merupakan salah satu kunci keberhasilan saat menggali karena dapat menggali dalam jumlah yang besar. Komponen ini berfungsi untuk mengubah gerakan putar menjadi gulungan sekaligus tumpuan track roller. Alhasil, shovel dapat bekerja dengan baik.

Terdapat beberapa gangguan yang dapat menyebabkan track link menjadi rusak, di antaranya:

  • Terdapat keretakan
  • Kerusakan akibat track link bersentuhan dengan pin blushing
  • Bagian atas aus
  • Permukaan track link aus
  • Terdapat kerusakan pada sisi luar dan sudut permukaan track link

3. Kerusakan pada Track Roller

Track roller berfungsi sebagai pembagi berat sekaligus pengarah untuk track link. Komponen ini dapat mengalami kerusakan apabila bersentuhan dengan permukaan track link. Penyebab lainnya adalah karena flange aus saat bersinggungan dengan track guard.

Terdapat dua jenis track roller yang perlu diketahui, yaitu single flange dan double flange. Keduanya dipasang pada masing-masing crawler dengan susunan tertentu, sehingga komponen ini dapat bekerja sesuai fungsinya.

4. Kerusakan pada Carrier Roller

Carrier roller memiliki bentuk yang hampir serupa dengan track roller. Fungsinya adalah untuk menahan berat gulungan agar tidak kendur dan menjaga gerakan track shoe agar tetap lurus. 

Kinerja komponen ini menjadi terganggu jika bersentuhan dengan track link. Sementara kerusakannya dapat disebabkan karena adanya kotoran atau tanah yang menempel pada carrier roller. Hal ini membuatnya tidak dapat berputar saat sedang dioperasikan. 

5. Kerusakan Front Idler

Komponen lain yang rentan mengalami gangguan adalah front idler. Komponen ini terletak di bagian depan. Berfungsi untuk mengarahkan kinerja track link agar dapat bekerja dengan baik.

Front idler memiliki sejumlah komponen di dalamnya. Ada bushing, shaft, dan oli yang berfungsi untuk melumasi front idler saat sedang beroperasi. 

Baca Juga: Alat Berat Clamshell: Pengertian, Fungsi, Cara Kerja

Tips Mengatasi Gangguan pada Shovel

Untuk mengatasi gangguan yang muncul, terdapat beberapa tips yang bisa dilakukan. Tips tersebut, di antaranya.

1. Menguasai Sistem Kerja Shovel

Teknisi maupun operator diharapkan dapat menguasai sistem kerja shovel dengan baik. Caranya dengan membaca buku panduan penggunaan, mengenal dan memahami kinerja komponen di dalamnya. Tujuannya untuk meminimalisir kerusakan atau gangguan yang terjadi saat alat dioperasikan. 

2. Mencari Informasi tentang Mesin yang Digunakan

Beberapa daftar pertanyaan yang bisa dibuat untuk mencari informasi lengkap, seperti:

  • Apakah kerusakan pada mesin terjadi saat mesin digunakan atau saat mesin mati?
  • Apakah penyebab gangguan tersebut sama dengan kejadian-kejadian sebelumnya?
  • Apakah operator sudah mematikan mesin dengan benar saat tidak digunakan?
  • Bagaimana kondisi mesin saat dioperasikan kembali pada hari berikutnya?

3. Mengoperasikan dengan Benar

Sesuai standar operasi, sebaiknya panaskan mesin sebelum digunakan. Saat dipanaskan, biasanya akan tercium bau yang familiar dan tidak familiar. Segera periksa shovel jika baunya tidak familiar untuk mengecek tanda-tanda kerusakan yang terjadi.

4. Memeriksa Alat Sebelum Digunakan

Beberapa bagian yang perlu diperiksa sebelum shovel digunakan, seperti tangki hidrolik, level permukaan, dan kondisi oli. Apakah oli berbuih, kotor, atau berubah warna. Jangan lupa untuk memeriksa keretakan atau kebocoran pada bagian di dalam shovel.

5. Mengetes Kerusakan

Untuk mengecek tingkat kerusakan, sebaiknya tes shovel alat berat. Caranya dengan menghidupkan mesin hidrolik, menggerakkan bagian aktuator, lalu posisikan katup di posisi netral, dan matikan mesin. Tahan beban beberapa saat, lalu lepaskan dan tutup selang. Perhatikan bagian post untuk mengetahui ada atau tidaknya kebocoran. 

Kenali Gejala Kerusakan pada Shovel dan Perbaiki

Semakin sering alat berat digunakan, maka semakin besar kemungkinan rusak. Maka dari itu, perawatan secara berkala sangat dibutuhkan agar setiap komponen di dalam alat berat menjadi awet. 

Di sisi lain, kenali juga gejala-gejala kerusakan pada shovel sebelum kerusakannya bertambah parah. Jika sudah parah, maka waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki shovel semakin lama dan semakin besar pula biaya yang dikeluarkan. 

Front shovel merupakan alat berat yang cukup mahal dan sebagai salah satu aset bisnis yang berharga tentu perlindungan asuransi sangatlah dibutuhkan.

Dapatkan perlindungan asuransi teknis terbaik dari Cermati Protect untuk melindungi alat berat dan aset bisnis lainnya dengan mengisi formulir dibawah ini!

7 Tips Mencegah Terjadinya Kecelakaan Kerja pada Karyawan

7 Tips Mencegah Terjadinya Kecelakaan Kerja pada Karyawan

Tingkat kecelakaan kerja dipercaya meningkat setiap tahun. Kondisi ini dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi oleh perusahaan untuk mengubah tatanan sistem kerja dan kebijakan yang berlaku. Apalagi keselamatan kerja menjadi bagian dari tanggung jawab perusahaan. 

Perusahaan wajib memiliki manajemen khusus untuk menangani perihal keselamatan kerja. Selain mengatur dan mengawasi, manajemen ini juga bertugas untuk menyediakan peralatan keselamatan kerja yang diperlukan. Dengan demikian, potensi terjadinya kecelakaan kerja dapat dihindari sebaik mungkin.

Apa Itu Kecelakaan Kerja?

Secara umum, kecelakaan kerja adalah suatu peristiwa tidak sengaja yang terjadi di tempat kerja. Peristiwa ini tidak hanya mengakibatkan luka fisik saja, tapi juga dapat melukai mental dan menghabisi nyawa seseorang jika dampak dari kecelakaan kerjanya cukup fatal. Jika tidak diantisipasi, maka perusahaan bisa merugi bahkan kehilangan citra baiknya di mata masyarakat.

Jaminan keselamatan kerja karyawan diatur dalam Undang-Undang No. 13 Tahun 2013 Tentang Ketenagakerjaan. Jaminan ini diberikan kepada semua karyawan tanpa terkecuali. Jika tidak dilaksanakan, maka perusahaan dapat dikenakan sanksi tegas, seperti dikenakan denda dalam jumlah tertentu.

Dalam hal kecelakaan kerja, terdapat lima jenis kerugian paling umum yang dialami oleh perusahaan jika mengabaikan keselamatan kerja karyawan, di antaranya:

  • Kerugian waktu karena saat satu karyawan celaka, maka karyawan lain ikut membantu mengeksekusi agar yang celaka segera mendapatkan bantuan
  • Kerugian akibat rusaknya mesin, perkakas, atau alat berat yang digunakan untuk mendukung pekerjaan
  • Kerusakan akibat kontaminasi antara bahan baku dengan zat-zat tertentu di lingkungan
  • Kerugian insidental yang mengakibatkan terganggunya kegiatan produksi, kehilangan bonus, kegagalan memenuhi pesanan tepat waktu, dan denda akibat kejadian lain yang serupa
  • Kerugian biaya pengobatan untuk karyawan yang mengalami luka-luka

Penyebab Kecelakaan Kerja Menurut Faktornya

Terdapat dua faktor yang menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja karyawan. Mulai dari faktor umum dan faktor berdasarkan teori.

Penyebab Kecelakaan Kerja Menurut Faktor Umum

Perilaku tidak amanPenyebab umum yang pertama adalah karena perilaku tidak aman. Misalnya, kelalaian kerja, kurangnya rasa peduli karyawan terhadap peraturan yang berlaku, dan lupa menggunakan alat pelindung diri. Untuk mengubah perilaku ini, perusahaan perlu melakukan brainstorming terhadap pentingnya keselamatan kerja. 
Kondisi yang tidak amanSelain karena perilaku, kondisi juga menjadi faktor umum terjadinya kecelakaan kerja. Kondisi ini berupa keadaan di lingkungan sekitar yang kurang mendukung untuk bekerja. Misalnya, kurangnya pencahayaan, cuaca yang tidak bersahabat, lantai licin, dan letak peralatan yang tidak beraturan. 
Manajemen yang kurang peduliSelain karena karyawan dan lingkungan, kurangnya kepedulian manajemen terhadap keselamatan kerja juga menjadi penyebab tingginya angka kecelakaan kerja. Mulai dari penerapan aturan yang kurang jelas, sanksi yang kurang tegas, dan monitoring yang kurang baik. Hal ini otomatis akan mempengaruhi produktivitas kerja dan omzet perusahaan dalam kurun waktu tertentu.

Penyebab Kecelakaan Kerja Menurut Teori

Teori dominoMenurut teori domino yang dikemukakan oleh Heinrich, kecelakaan kerja karyawan dapat disebabkan karena lima faktor yang saling berkaitan. Mulai dari kondisi kerja, kelalaian, kecelakaan yang tidak disengaja, cedera, dan tindakan kerja yang tidak aman. 

Jika salah satu dari faktor ini terjadi, maka dampaknya akan mempengaruhi faktor lain dan menyebabkan efek domino. Sederhananya adalah jika kondisi kerja tidak aman, maka potensi terjadinya kelalaian kerja sangat tinggi. Hal ini akan mengakibatkan cedera atau kecelakaan kerja. 
Teori multiple factorSeperti namanya, teori ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yang berpotensi menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja. Faktor-faktor tersebut, antara lain:
Man (manusia), seperti jenis kelamin, kondisi emosi, kapabilitas kerja, kekuatan, dan motivasi
Machine (mesin), seperti kondisi dan jenis peralatan
– Media, seperti lingkungan kerja, tingkat kebisingan, getaran, dan suhu di sekitar
Management (manajemen), seperti peraturan atau kebijakan, pengambilan keputusan, dan cara komunikasi

Baca Juga: Tips Perusahaan Menjamin Kesehatan Karyawan di Kantor

7 Tips Mencegah Terjadinya Kecelakaan Kerja

Selain mentaati peraturan perundang-undangan, perusahaan dapat mencegah terjadinya kecelakaan pekerjaan dengan menerapkan tips-tips berikut ini.

1. Membuat Regulasi yang Tegas

Regulasi merupakan serangkaian aturan yang wajib dipatuhi, baik oleh karyawan maupun perusahaan itu sendiri. Tujuannya untuk meminimalisir terjadinya risiko kecelakaan kerja. Salah satu contoh regulasi yang ada di Indonesia adalah Permenaker No. 5 Tahun 2021.

Perusahaan juga dapat membuat regulasi sendiri yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Misalnya, regulasi tentang penyimpanan alat-alat berat setelah digunakan. Dimana ruangan penyimpanan tidak boleh lagi dikunjungi jika waktu kerja sudah selesai untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan.

2. Menyediakan Alat Pelindung Diri

Kecelakaan dapat menimpa siapa saja, termasuk karyawan yang sudah berpengalaman dan profesional. Penting agar perusahaan berupaya untuk menyediakan alat pelindung diri yang lengkap. Alat ini digunakan sebelum memulai pekerjaan, sehingga anggota tubuh pekerja aman dari benturan atau kejatuhan material.

Alat pelindung diri dapat berupa helm, pakaian, sarung tangan, kacamata, pelindung telinga, dan lain sebagainya. Setiap karyawan mendapatkan jatah satu alat pelindung diri. Karyawan wajib bertanggung jawab untuk setiap alat pelindung yang diberikan, dalam arti tidak boleh rusak apalagi hilang.

3. Mengawasi Karyawan

Pengawasan juga penting dilakukan untuk memastikan apakah kegiatan operasional berjalan sesuai SOP atau tidak. Jika seandainya ada karyawan yang tidak menggunakan alat pelindung diri, maka pihak manajemen dapat memberikan sanksi tegas. Sebab, keselamatan diri dari karyawan tersebut menjadi tanggung jawab perusahaan seutuhnya.

Selain tentang alat pelindung diri, pengawasan juga diperlukan untuk melihat benar atau tidaknya cara menggunakan peralatan di tempat kerja. Jika metode yang digunakan salah, maka tim pengawasan dapat memberi tahu metode yang benar. Alhasil, kesalahan tersebut tidak kembali terulang dan secara tidak langsung membantu karyawan untuk terhindar dari risiko kerja yang mungkin terjadi.

4. Memberikan Pelatihan yang Memadai

Pemberian training atau pelatihan kepada  karyawan merupakan tips untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Pelatihan ini berupa seminar, program studi tertentu, atau sertifikasi keselamatan kerja yang dapat diikuti oleh seluruh karyawan. Jadi, setiap karyawan memiliki pemahaman yang lebih baik terkait apa yang dikerjakan.

Pelatihan dan sertifikasi tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) diadakan oleh beberapa lembaga. Ada Kemnaker, Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), dan Lembaga Sertifikasi profesi (LSP). Perusahaan bisa memiliki badan penyelenggara pelatihan yang paling sesuai untuk karyawan. 

5. Membuat Tanda-tanda Bahaya

Beragam tanda-tanda bahaya di tempat kerja, seperti logo jalan licin, api, hingga tanda tegangan tinggi penting dibuat. Tanda ini disebarkan di berbagai titik yang berpotensi menimbulkan bahaya. Alhasil, karyawan menjadi lebih mawas diri saat bekerja.

Tanda-tanda bahaya sebaiknya dibuat dengan jelas. Tidak hanya berupa logo saja, tapi juga dilengkapi dengan keterangan. Jadi, karyawan ya

6. Meningkatkan Kepedulian Karyawan

Tingkat kepedulian karyawan juga perlu ditingkatkan selama bekerja. Dalam arti, bukan hanya bekerja agar pekerjaan selesai. Tapi, juga memperhatikan aspek yang berhubungan dengan kerja, sehingga tidak menimbulkan bahaya apa pun.

Caranya dengan memberikan briefing di pagi hari sebelum memulai pekerjaan. Walaupun isinya hampir sama setiap hari, setidaknya briefing ini menjadi pengingat agar karyawan bisa bekerja lebih hati-hati. 

7. Segera Melaporkan Kecelakaan Kerja

Keselamatan kerja dapat terwujud jika karyawan dan perusahaan bekerja sama untuk menerapkan tips-tips di atas. Jika terjadi kecelakaan kerja, hal ini harus segera dilaporkan sebelum bahayanya mengenai orang lain. Adapun tata cara lapor yang bisa dilakukan, di antaranya:

  • Menghubungi pihak BPJS Ketenagakerjaan terkait kecelakaan kerja yang terjadi
  • Memberitahu kejadian kepada dinas keamanan setempat
  • Membuat laporan yang harus diserahkan maksimal 2×24 jam setelah terjadinya kecelakaan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut
  • Melampirkan surat keterangan tentang kondisi sementara karyawan

Baca Juga: Apa Itu K3? Pengertian, Tujuan, Prinsip, dan Ruang Lingkup

Tetaplah Berhati-hati selama Bekerja 

Kecelakaan kerja adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari karena peristiwanya dapat terjadi kapan saja, di mana saja, dan dapat menimpa siapa saja. Namun dengan berhati-hati, potensi terjadinya kecelakaan kerja dapat diminimalisir. Ditambah lagi dengan menerapkan tips-tips menghindari kecelakaan kerja seperti yang sudah dijelaskan di atas. 

Penerapannya tidak hanya dilakukan oleh karyawan, tapi juga oleh perusahaan. Kedua belah pihak harus saling bekerja sama, sehingga tercipta lingkungan kerja yang aman, bebas bahaya, dan sejahtera.

Selain memberikan aturan dan regulasi yang jelas mengenai kesehatan dan keselamatan bekerja. Perusahaan juga harus memberikan asuransi kesehatan karyawan terbaik sebagai bentuk perlindungan mereka kepada karyawannya.

Dapatkan asuransi kesehatan karyawan terbaik dari Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah ini!

Hazard: Defenisi, Jenis, dan Contohnya dalam Manajemen Risiko

Hazard: Defenisi, Jenis, dan Contohnya dalam Manajemen Risiko

Setiap fenomena yang ada di dunia ini, baik yang berhubungan dengan alam, manusia, teknologi, hingga sosial memiliki potensi untuk menimbulkan bahaya (hazard). Jika tidak segera ditangani, maka bahaya ini berdampak buruk terhadap penduduk dan lingkungan sekitar. Misalnya, wabah penyakit yang tidak segera ditindaklanjuti dapat merenggut nyawa seseorang. 

Istilah hazard ini juga sering ditemukan dalam manajemen risiko. Mengetahui potensi hazard sejak awal sangat penting sebelum mengambil tindakan manajemen. Dengan demikian, hazard dapat ditanggulangi dengan tepat dan efektif.
Artikel kali ini akan membahas tentang hazard secara lengkap. Mulai dari pengertian, jenis-jenis, dan contoh hazard dalam manajemen risiko. Disimak, ya!

Apa Itu Hazard?

Hazard adalah kondisi tertentu yang dapat menimbulkan kerugian dalam menjalankan suatu bisnis. Selain hazard, terdapat pula istilah peril yaitu peristiwa atau kejadian yang dapat menimbulkan kerugian. Singkatnya, hazard lebih mengarah pada kondisinya, sedangkan peril pada peristiwanya. 

Baik hazard maupun peril, keduanya perlu diantisipasi sejak dini oleh pebisnis guna mencegah kerugian finansial atau kebangkrutan. Penerapan manajemen risiko merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalisir terjadinya hazard dalam dunia bisnis. 

Berikut ini dua manfaat penerapan manajemen risiko yang akan didapatkan, di antaranya:

  • Evaluasi dari manajemen risiko yang diaplikasikan dapat dijadikan sebagai gambaran tentang keberhasilan atau kegagalan kinerja operasional perusahaan. Hal ini mungkin tidak dapat meningkatkan keuntungan perusahaan secara otomatis, tapi dapat dijadikan sebagai alat untuk memperbaiki pengelolaan perusahaan di masa yang akan datang.
  • Pelaksanaan penanggulangan risiko sejak dini dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan. Misalnya, melalui pengadaan kegiatan mengurangi biaya atau pengeluaran yang tidak perlu, memindahkan kerugian kepada pihak lain, dan menerapkan produksi dengan biaya rendah.

Baca Juga: Jenis-jenis Pondasi Rumah Tahan Gempa

Jenis-jenis Hazard

Dalam manajemen risiko, terdapat tiga jenis hazard yang dapat menimbulkan kerugian atau kebangkrutan, di antaranya.

1. Hazard Legal

Adalah bahaya yang berasal dari lingkungan internal maupun eksternal perusahaan, misalnya, pimpinan, karyawan, dan peraturan pemerintah. Di lingkungan internal, hazard dapat terjadi karena kecerobohan, kesalahan, atau kelalaian dalam melakukan sesuatu. 

Contoh hazard legal, di antaranya:

  • Melanggar SOP yang mengakibatkan financial lost
  • Tidak menjalankan peraturan pemerintah yang menyebabkan perusahaan kena peringatan atau denda dalam jumlah tertentu

2. Hazard Fisik

Adalah bahaya yang berasal dari karakteristik atau sifat dari suatu objek yang mengakibatkan munculnya risiko. Hazard fisik dipengaruhi oleh faktor usia maupun kondisi. 

Contoh hazard fisik, di antaranya:

  • Kondisi mesin yang sudah tua dan rusak akan mempengaruhi kegiatan produksi 
  • Kondisi jalanan yang licin mengakibatkan terjadinya kecelakaan dan keterlambatan kerja

3. Hazard Moral

Adalah bahaya yang berasal dari mental dan sikap seseorang dalam lingkungan bisnis, sehingga berpotensi menimbulkan kerugian. Hazard moral sering terjadi tanpa unsur ketidaksengajaan.

Contoh hazard moral, di antaranya:

  • Sumber daya manusia yang tidak terlatih menyebabkan pelayanan kepada konsumen menjadi kurang maksimal
  • Terjadinya kecelakaan kerja disebabkan karena kurangnya pelatihan K3
  • Kelalaian kerja karyawan mempengaruhi produktivitas perusahaan

Di dalam manajemen bencana, hazard dikelompokkan menjadi tiga jenis, di antaranya.

Natural HazardAdalah potensi bahaya yang disebabkan oleh fenomena alam. Misalnya, gempa bumi, banjir, tsunami, longsor, dan badai. 
Man Made HazardAdalah potensi bahaya yang disebabkan karena kelalaian manusia. Misalnya, pembuangan limbah menyebabkan pencemaran lingkungan dan penebangan pohon menyebabkan terjadinya banjir. 
Social HazardAdalah potensi bahaya yang disebabkan karena tindakan antisosial manusia. Misalnya, sikap tidak peduli di tempat kerja membuat seseorang ketinggalan informasi penting di perusahaan atau kehilangan kesempatan untuk mendapat promosi jabatan.

Berdasarkan potensi bahaya, hazard dikelompokkan menjadi 5 jenis, di antaranya.

Hazard BiologiAdalah potensi bahaya yang disebabkan karena makhluk hidup. Hazard ini sering terjadi di lingkungan yang kotor atau jarang dibersihkan. Misalnya, munculnya cacing tambang yang menyebabkan kaki berlubang sehingga masyarakat disarankan untuk menggunakan sepatu saat bepergian untuk mencegah hazard biologi.
Hazard KimiaAdalah bahaya yang disebabkan karena karakteristik kimiawi yang ada pada suatu bahan. Hazard kimia dapat menimbulkan bahaya jika seseorang tidak mengetahui sifat dari suatu bahan kimia yang digunakan. Untuk menangani hazard ini, diperlukan penanganan intensif agar tidak berakibat fatal.

Misalnya, bahan kimia amonia yang bercampur dengan udara dapat membahayakan THT manusia.
Hazard ErgonomiAdalah bahaya yang disebabkan karena adanya hubungan yang tidak efisien antara tenaga kerja dan alat kerja yang digunakan. Hal ini berkaitan dengan perilaku manusia terhadap alat tersebut. Jika tidak segera diperbaiki, maka hal ini dapat menyebabkan penyakit atau risiko yang merugikan tenaga kerja itu sendiri. 
Hazard FisikAdalah potensi bahaya yang disebabkan karena faktor fisik dari seseorang yang sedang melakukan suatu pekerjaan. Penting untuk selalu memperhatikan detail dari setiap tindakan yang dilakukan agar tidak menimbulkan permasalahan yang dapat merugikan diri sendiri maupun perusahaan. Salah satu upaya untuk mencegah hazard fisik adalah dengan membuat daftar manajemen kegiatan. 
Hazard PsikologiAdalah potensi bahaya yang disebabkan karena konflik yang terjadi dalam lingkungan kerja, baik secara langsung maupun tidak langsung. Psikologi mempengaruhi bagaimana seseorang bekerja. Semakin banyak konflik yang terjadi, maka semakin besar pula potensi timbulnya masalah atau efisiensi kerja semakin berkurang. 

Baca Juga: Risiko yang Dihadapi Pekerja Kilang Minyak

4 Tips Mengantisipasi Hazard dalam Perusahaan

Terjadinya bahaya dapat menimbulkan kerugian secara berkelanjutan yang membuat perkembangan perusahaan menjadi stuck. Agar hal ini tidak terjadi, berikut 4 tips mengantisipasi hazard dalam perusahaan.

1. Membuat Perencanaan yang Matang

Tips pertama adalah membuat perencanaan. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi risiko utama, membuat skala prioritas risiko, dan menilai tingkat efektivitas dari pengendalian yang dilakukan oleh perusahaan. 

Cara memulainya yaitu dengan membuat daftar risiko yang mungkin terjadi dari setiap aktivitas yang dilakukan, sehingga dapat meminimalisir adanya hambatan dalam kegiatan bisnis. Kemudian, dilanjutkan dengan menilai risiko yang dapat menimbulkan hazard. Langkah terakhir adalah menentukan tindakan yang tepat untuk menangani hazard.

2. Membuat Penanganan

Menghindar menjadi cara yang efektif untuk menangani suatu risiko jika keuntungan yang didapatkan kecil. Jika yang terjadi adalah hal sebaliknya, maka menerima risiko adalah langkah paling tepat mengingat besarnya tingkat keuntungan yang bisa didapatkan. Keuntungan dapat dikelola untuk memajukan perusahaan. 

Selain menghindar dan menerima risiko, penanganan dapat dibuat dengan mengurangi atau memindahkan risiko. Caranya dengan membeli asuransi, seperti asuransi kendaraan, properti, kesehatan, atau jiwa. Kerugian yang ditanggung perusahaan nantinya akan dialihkan kepada penyedia asuransi dengan syarat dan ketentuan yang berlaku, jadi finansial perusahaan lebih aman.

3. Melakukan Monitoring

Antisipasi hazard perlu dimonitor atau diawasi agar tidak terjadi kesalahan secara berulang. Dari kegiatan monitoring, pemimpin di perusahaan dapat mengetahui perencanaan mana saja yang berhasil dan tidak berhasil. Sehingga modifikasi perencanaan bisa saja terjadi agar penanganan dapat berjalan dengan baik.

Monitoring tidak hanya pada kegiatan produksi, tapi juga pada kinerja karyawan. Jika kinerja karyawan berpotensi menimbulkan hazard, maka pemimpin perusahaan dapat mengingatkan karyawan tersebut untuk memperbaiki cara dan sistem kerjanya. Jadi, kinerja karyawan tersebut tidak menghambat produktivitas karyawan lain.

4. Mengadakan Pelatihan

Kurangnya pelatihan yang diberikan kepada karyawan berpotensi menimbulkan hazard. Hal ini tidak hanya berlaku pada industri manufaktur, tapi juga industri lainnya, seperti keuangan, pertambangan, dan perkebunan. Pelatihan yang dimaksud dapat berupa pelatihan K3 bagi pekerja tambang, atau sertifikasi akuntansi bagi seorang akuntan.

Adanya pelatihan dapat meminimalisir terjadinya kesalahan, baik kesalahan kecil maupun besar. Pelatihan sebaiknya diberikan kepada seluruh karyawan untuk menghindari adanya kecemburuan sosial. Jadi, setiap karyawan mempunyai bekal untuk dapat bekerja secara maksimal.

Baca Juga: 14 Jasa Ekspedisi yang Melayani Pengiriman Besar

Imbangi Pencegahan Hazard dengan Manajemen Keuangan yang Tepat

Hazard atau potensi bahaya dapat menimpa perusahaan apa saja, sehingga dibutuhkan antisipasi yang tepat untuk menghindarinya. Tidak hanya dengan menerapkan manajemen risiko yang tepat, tapi juga manajemen keuangan. Misalnya, dengan membuat anggaran yang baik atau menyediakan alokasi dana yang cukup untuk setiap kebutuhan usaha. 

Pengelolaan keuangan yang baik sejatinya dapat memperpanjang umur perusahaan. Agar prakteknya mudah, perusahaan bisa menggunakan software keuangan tertentu yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Software ini akan membantu proses penghitungan keuangan secara akurat, sehingga penggunaan dan alokasi dana tepat sasaran. 

Lindungi aset perusahaan lainnya dengan produk asuransi umum dari Cermati Protect untuk melindungi perusahaan dari ancama resiko finansial jika terjadi kerusakan atau kehilangan terhadap aset tersebut.

Ajukan dengan mengisi formulir dibawah ini!

10 Jenis Pekerjaan Paling Bahaya yang Gajinya Fantastis

10 Jenis Pekerjaan Paling Bahaya yang Gajinya Fantastis

Setiap orang akan bekerja dengan profesi yang berbeda-beda untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Ada yang berprofesi sebagai pilot, guru, akuntan, auditor, hingga wirausaha. Setiap profesi juga memiliki risiko masing-masing, dari yang resikonya kecil hingga yang mengancam nyawa. 

Semakin besar risiko suatu pekerjaan, biasanya semakin besar pula gaji yang diterima. Dalam satu bulan bisa digaji puluhan juta, lho! Tak heran jika para pekerjanya memiliki taraf kehidupan yang lebih baik dibandingkan pekerja yang menekuni profesi lain. 

Lantas, apa sajakah pekerjaan bahaya tersebut? Berikut ini 10 jenis pekerjaan paling bahaya yang gajinya fantastis. Tertarik melamar?

10 Jenis Pekerjaan Paling Bahaya yang Gajinya Fantastis

1. Nelayan Kepiting

Kepiting merupakan salah satu makanan paling enak jika diolah dengan cara yang benar. Namun, para nelayan kepiting perlu berhati-hati saat bekerja. Pasalnya ombak laut yang tidak bersahabat dapat menyebabkan kematian tak terduga. 

Suhu udara yang terlalu dingin juga dapat menyebabkan hipotermia. Jika nelayan tidak berhati-hati, maka mereka bisa terjatuh secara tiba-tiba ke dasar laut dan kehilangan nyawanya. Tak heran jika para nelayan kepiting digaji dengan nominal yang menggiurkan.

Menurut data dari Alaska Employment Center, nelayan kepiting akan digaji sebesar 20.000-50.000 USD atau setara Rp310-780 juta dalam tiga bulan, terutama jika berlayar saat musim kepiting raja. Gaji yang diterima bisa lebih besar lagi jika hasil tangkapan kepitingnya banyak.

2. Pilot

Berbicara tentang pekerjaan bahaya tidak lengkap rasanya jika tidak memasukkan pilot di dalam daftar. Pilot yang bekerja di maskapai mana pun sejatinya memperoleh gaji yang besar setiap bulan. Terlebih lagi jika pilotnya sudah memiliki jabatan tertentu di maskapai penerbangan, misalnya seorang kapten.

Di Indonesia sendiri, pilot junior bisa digaji Rp30 jutaan per bulan untuk penerbangan domestik. Sedangkan untuk pilot senior dan kapten masing-masing bisa digaji Rp60 jutaan dan Rp100 jutaan per bulan. Jumlah yang fantastis, bukan?

Jika pilot sudah menjajal penerbangan internasional, gajinya pun akan semakin besar lagi. Hal ini sangat wajar karena pekerjaan ini memerlukan kemampuan teknis yang baik. Jika salah sedikit, maka dapat membahayakan nyawa diri sendiri dan nyawa penumpang di dalam pesawat. 

3. Detektif 

Detektif adalah salah satu profesi yang bergengsi, baik di Indonesia maupun di dunia. Tapi, perlu diketahui bahwa menjadi detektif bukan hal yang mudah karena tugasnya berkaitan dengan penyelidikan. Seorang detektif perlu mencari tahu informasi sedetail mungkin tanpa diketahui sedikitpun oleh musuhnya.

Seorang detektif digaji sesuai kasus yang ditanganinya. Untuk kasus kecil, seorang detektif akan digaji Rp1.500.000 – Rp2.000.000 per kasus. Sedangkan untuk kasus besar, detektif digaji Rp5.000.000 – Rp7.000.000 per kasus. 

Semakin banyak kasus yang ditangani dalam satu bulan, maka semakin besar gaji yang diterima. Seandainya seorang detektif menangani 10 kasus besar dalam satu bulan, maka total gaji yang diterimanya berkisar Rp50.000.000 – Rp70.000.000. Jumlah ini belum ditambah insentif atau bonus yang diberikan oleh klien.

4. Pekerja Tambang

Sudah bukan rahasia umum lagi jika para pekerja tambang digaji dengan nominal yang fantastis setiap bulan. Tak heran jika jumlah peminatnya sangat banyak, sementara jumlah pekerja yang dibutuhkan sangat terbatas. Mau tidak mau, pelamar kerja di pertambangan harus bersaing ketat untuk mendapatkan posisi di perusahaan.

Besaran gaji pekerja tambang biasanya disesuaikan dengan jabatan. Secara umum, berikut ini estimasi gaji di pertambangan berdasarkan posisi tertentu.

  • Supervisor pertambangan: Rp20.000.000 per bulan
  • Supervisor maintenance: Rp25.000.000 per bulan
  • Manajer maintenance: Rp45.000.000 per bulan
  • General manager pertambangan: Rp90.000.000 per bulan
  • Direktor pertambanga: Rp230.000.000 per bulan

Sementara untuk karyawan biasa, rata-rata gaji yang diterima adalah Rp7.000.000 sampai Rp13.000.000. Jumlah ini tergantung dari skala perusahaan pertambangan dan lama bekerja.

Baca Juga: 9 Jenis Alat Pelindung Diri dan Keselamatan Kerja

5. Tukang Listrik

Tukang listrik bertugas untuk memperbaiki listrik bertegangan tinggi yang sedang bermasalah. Pekerjaan ini memiliki dua risiko, yaitu terkena setruman listrik bertegangan tinggi atau terjatuh dari ketinggian. Tingkat kematiannya mencapai 500.000 volt. 

Setiap 100.000 volt, setidaknya ada sekitar 42 orang yang meninggal dunia saat melakukan pekerjaan ini. Namun, hal ini sebanding dengan jumlah gaji yang diterima tukang listrik. 

Dilansir dari laman Indeed, tukang listrik di Amerika Serikat digaji sebesar 27,96 USD per jam atau setara Rp430 ribuan. Jika hitungannya tukang listrik bekerja 8 jam sehari, maka total gaji yang diperolehnya mencapai Rp3,4 jutaan per hari.

6. Atlet Olahraga

Selain mendapatkan popularitas, atlet olahraga juga memiliki gaji yang fantastis dari bermain untuk tim dan sponsorship.  Tapi jangan salah, pekerjaan ini termasuk salah satu yang paling bahaya karena ada hubungannya dengan nyawa. Misalnya, olahragawan paralayang, panjat tebing, dan tinju.

Atlet olahraga yang tidak sengaja dihantam oleh atlet lain atau benda lain berisiko mengalami luka-luka, terutama di bagian kepala, telinga, mata, dan pergelangan kaki. Untuk pengobatannya sendiri memerlukan biaya yang besar. Maka dari itu, gaji yang diterima juga sebanding.

Rata-rata gaji atlet profesional adalah di atas Rp1 miliar. Sedangkan untuk atlet yang populer, gajinya bisa mencapai triliunan. Contohnya seperti pesepak bola Cristiano Ronaldo yang gajinya mencapai 200 juta Poundsterling atau setara Rp3,7 triliun pada tahun 2023 ini.

7. Penebang Pohon

Kerja sehari-harinya mungkin kelihatan sepele, tapi pekerjaan penebang pohon identik dengan penggunaan alat berat yang cukup berbahaya. Kesalahan sedikit tidak hanya menyebabkan cedera ringan, tapi juga risiko kematian. Makanya para penebang pohon perlu mengikuti pelatihan tertentu untuk mencegah kesalahan yang tidak diinginkan.

Tercatat tingkat cedera fatalnya mencapai 91,7 dari 100.000 pekerja. Dengan risiko yang besar ini, penebang pohon berhasil memperoleh gaji sebesar 21,57 USD atau setara Rp 300 ribuan per jam. Dalam satu hari, mereka bisa memperoleh sekitar Rp2,6 jutaan. 

Selain menebang pohon, mereka juga bertanggung jawab untuk membersihkan sisa-sisa penebangan dan menyemprotkan pestisida. Para penebang pohon juga harus menjaga kelestarian lingkungan sekitar agar tidak mengganggu kelangsungan hidup dari makhluk hidup lain.

Baca Juga: Perjalanan Dinas Pimpinan Kantor? Siapkan Ini!

8. Manajer Konstruksi

Selain pertambangan, industri konstruksi juga kabarnya berhasil menorehkan gaji yang fantastis. Contohnya adalah level manajer di Indonesia yang penghasilannya bisa mencapai Rp23.000.000 per bulan. Ini belum termasuk tunjangan lain-lain yang bisa saja diberikan oleh perusahaan.

Sementara untuk manajer konstruksi di luar negeri, seperti Amerika Serikat berhasil memperoleh gaji sebesar 85.610 USD atau setara Rp1,3 miliar per tahun. Dalam hitungan bulan sebesar  Rp 108 jutaan. 

Selain karena berisiko, manajer konstruksi juga memiliki tanggung jawab yang besar. Tugasnya adalah mengkoordinasikan berbagai pihak yang terlibat dalam konstruksi. Mulai dari pemilik proyek, konsultan, kontraktor, supplier, dan pekerja lapangan untuk menciptakan kinerja yang berkesinambungan.

9. Teknisi Nuklir

Seperti namanya, teknisi nuklir adalah profesi yang bekerja di industri nuklir. Pekerjaan ini sering ditemukan di pembangkit listrik tenaga nuklir yang memasok energi untuk rumah dan pebisnis. Tugasnya adalah untuk mengoperasikan peralatan pembangkit nuklir dan memantau tingkat radiasi di sekitar wilayah pembangkit. 

Selain membahayakan keselamatan, teknisi nuklir berisiko terkena gangguan pernapasan saat bekerja. Maka penggunaan APD saat bekerja wajib hukumnya untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Rata-rata gaji seorang teknisi nuklir sekitar 90.230 USD atau setara Rp1,4 triliun per tahun. Gajinya akan semakin besar lagi jika teknisi nuklir memiliki sertifikat tertentu dan berpengalaman. 

10. Tukang Pipa

Tukang pipa bukanlah pekerjaan yang banyak diminati orang. Tapi, ketahuilah jika gajinya sangat fantastis. Tukang pipa Di Amerika Serikat bisa memperoleh gaji sebesar 25,37 USD atau setara Rp390.000 per jam. 

Tugasnya bukan hanya memasang pipa, tapi juga memelihara sambungan pipa untuk mesin industri, HVAC, dan bahan-bahan kimia. Mereka ini akan menyatukan sistem bertekanan tinggi untuk memastikan bahwa bahan-bahan kimia, uap, air, dan bahan lainnya bekerja secara efektif.

Tukang pipa di Amerika diharuskan memiliki sertifikat tertentu untuk mendapatkan lisensi kerja. Sertifikat ini adalah bukti bahwa mereka sudah memiliki ilmu yang cukup untuk memelihara sistem pipa dalam suatu industri. Sebab, kesalahan kecil yang terjadi dapat merugikan banyak pihak. 

Baca Juga: 7 Kilang Minyak Terbesar di Indonesia, Wajib Tahu!

Tentukan Pekerjaan yang Diinginkan dan Fokus

Itu dia daftar pekerjaan bahaya dengan gaji yang fantastis. Apakah kamu tertarik untuk mencobanya? Jika ya, maka hal pertama yang perlu dilakukan adalah menentukan satu jenis pekerjaan yang diinginkan.

Setelah itu, buatlah perencanaan agar kamu bisa fokus mengejar karir yang diinginkan. Pastikan kamu memiliki bekal ilmu yang cukup dan sertifikasi tertentu di bidangnya agar peluang untuk menapaki karir di bidang yang bersangkutan semakin besar. 

Memberikan gaji yang sesuai dengan kesulitan pekerjaan adalah sepenuhnya kewajiban dari perusahaan sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras, namun selain gaji yang sesuai hal lain yang perlu di penuhi oleh perusahaaan untuk mereka yang bekerj adengan resiko yang tinggi adalah fasilitas asuransi kesehatan karyawan untuk melindungi mereka dari berbeagai ancama resiko pekerjaan baik itu resiko kecelakaan kerja atau kesehatan.

Dapatkan asuransi kesehatan karyawan terbaik di Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah ini!

Tips Memilih Barang Original saat Belanja Online Agar Tidak Ketipu

Tips Memilih Barang Original saat Belanja Online Agar Tidak Ketipu

Memiliki dan menggunakan barang original merupakan kebanggaan tersendiri bagi sebagian besar orang. Sayangnya, memilih barang original tidak semudah yang dipikirkan. Apalagi saat ini semakin banyak barang palsu atau KW yang dijual di pasar atau toko online.

Selain palsu, pembeli sering kali menerima barang yang tidak sesuai dengan deskripsi. Akibatnya, pembeli merasa kecewa dan enggan untuk berbelanja online di kemudian hari. Padahal, banyak keuntungan yang bisa didapatkan dengan belanja online

Ciri-ciri Barang Palsu yang Perlu Diketahui

Sebagai pembeli, kamu perlu lebih selektif lagi saat berbelanja mengingat penjualan barang palsu atau KW semakin marak terjadi di Indonesia. Kenali ciri-ciri barang palsu lewat poin berikut ini. 

1. Ada Perbedaan pada Logo

Sama seperti barang asli, barang KW juga memiliki logo. Namun, logo yang disematkan memiliki sedikit perbedaan. Misalnya, warnanya agak lebih gelap atau ukuran logonya sedikit lebih kecil daripada logo pada barang asli.

Selalu perhatikan bagian logo setiap kali membeli barang. Dari sini, kamu bisa mengetahui apakah barang tersebut asli atau palsu. 

2. Kualitas Kain Berbeda

Jika kamu membeli barang berupa pakaian, perhatikan kualitas kainnya. Barang asli dibuat dengan kain yang berkualitas, makanya harganya lebih mahal. Sedangkan barang KW sebaliknya.

Kualitas kainnya biasanya sangat downgrade untuk menekan biaya produksi. Selain itu, kualitas jahitan dan polanya juga berbeda dengan barang asli. Jadi, perhatikan setiap sisi pakaian dengan seksama jika kamu mulai meragukan originalitas barang tersebut. 

3. Tulisan pada Label Merek Tidak Simetris

Ciri-ciri barang KW yang sering diabaikan adalah tulisan yang tertera pada label mereknya. Ukuran tulisannya mungkin sama, begitu pula dengan font-nya, tapi lihat apakah tulisannya simetris. Jika tidak, maka dapat dipastikan barang tersebut KW.

Barang asli, khususnya yang high quality akan sangat memperhatikan barang yang diproduksinya secara detail. Desainer juga tidak mungkin menjual barang cacat karena ini dapat mengurangi kepercayaan konsumen. Kalaupun cacat, kemungkinan besar barangnya akan dibuang atau dibakar.

4. Kemasan Meragukan

Kamu juga bisa menilai orisinalitas barang dari kemasan yang digunakan. Barang palsu, khususnya kosmetik biasanya melewatkan tulisan atau label kecil yang tertera pada barang asli. Selain itu, perhatikan pula stiker atau hologram yang terdapat pada kemasannya.

Barang asli biasanya dikemas secara presisi. Setiap sisi barangnya dikemas dengan rapi dan rapat agar tidak mengurangi kualitas produknya. Dengan demikian, konsumen tidak kecewa saat membeli produk.

5. Harganya Tidak Masuk Akal

Namanya juga barang KW, harganya sudah pasti jauh di bawah barang asli. Perbedaan harganya sering tidak masuk akal, misalnya harga barang asli Rp2.000.000, harga barang KW bisa dibanderol Rp150.000. Dengan perbedaan harga yang cukup signifikan, kamu pasti meragukan keaslian produk tersebut. 

Jika seandainya barang tersebut diskon, diskonnya tetap reasonable. Apalagi untuk barang high end, kemungkinan jarang diskon khususnya jika barang tersebut sangat diminati. 

Baca Juga: Sering Diabaikan, Ini Fungsi Asuransi Saat Belanja di E-Commerce

7 Tips Membeli Barang Original saat Belanja Online

Produk yang dijual secara online dapat dikatakan asli jika tidak memiliki salah satu dari lima ciri yang disebutkan di atas. Jika ingin belanja online, sebaiknya aplikasikan 7 tips berikut agar kamu tidak mudah tertipu.

1. Pilih Penjual Resmi

Jika kamu ingin beli barang online, misalnya di marketplace, pastikan memilih penjual resmi yang sudah memiliki tanda centang atau tanda tertentu. Produk yang dijualnya sudah pasti original. 

Jangan lupa baca deskripsi produk di kolom yang sudah disediakan. Pastikan semua produk yang dijual oleh seller diberi jaminan keaslian 100% agar kamu bisa berbelanja dengan tenang. Jika tidak, seller akan mengganti uangmu 100% atau mengganti produk dengan yang baru.

2. Cari Tahu Informasi Produk yang Asli

Jika kamu membeli produk secara online di tempat yang bukan website resmi penjual, pastikan kamu sudah mengetahui informasi tentang barang yang asli. Mulai dari harga, material yang digunakan, logo, hologram, dan tulisan lain yang tertera pada barang yang ingin dibeli. Jika seandainya salah satu di antaranya hal ini tidak ada, kamu patut meragukan keaslian barang tersebut.

Perkaya dirimu dengan sejumlah informasi tertentu setiap kali ingin membeli barang, terutama yang harganya mahal. Bagaimana pun juga kamu perlu menambah wawasan karena ini bukan kali pertama dan terakhir kamu berbelanja online. Dengan demikian, kamu lebih sulit ditipu oleh penjual di luar sana. 

3. Bandingkan Harga Produk

Harga murah tidak menjamin bahwa produk yang dijual asli karena yang terjadi justru sebaliknya. Meskipun penjual menjamin barang asli 100%, tapi kalau harganya terlalu murah, kamu patut curiga. Jangan-jangan itu barang KW yang levelnya 4-5 tingkat di bawah barang original.

Akan lebih baik jika kamu mencari tahu harga barang asli di website resmi. Jika barang tersebut dijual dalam bentuk mata uang asing, kamu perlu dikonversikan terlebih dahulu kemudian menambahkan pajak, bea masuk, dan pajak penghasilan terlebih dahulu untuk mengetahui estimasi harga jual produk di Indonesia. Dari sini kamu akan mendapatkan gambaran mengenai harga wajar produk tersebut.

4. Lihat Komentar atau Testimoni Pembeli

Sebelum membeli barang apapun secara online, pastikan kamu sudah membaca komentar, penilaian, atau testimoni dari pembeli sebelumnya. Jika rata-rata rating yang diberikan pembeli jelek, ditambah lagi komentar yang menyatakan bahwa produk tidak asli, maka kemungkinan besar produk tersebut adalah KW. Tapi jika komentarnya berupa pengemasan, pengiriman, dan respon penjual yang buruk, belum tentu produknya KW.

Jika kamu masih ragu, sebaiknya mintalah rekomendasi dari teman atau kerabat yang sudah sering membeli produk secara online. Mereka ini biasanya jauh lebih pro dibandingkan kamu yang mungkin jarang belanja online. Hal ini cukup membantu, jadi kamu tidak gambling saat membeli. 

5. Cek Penempatan Logo dan Merek

Khusus untuk barang yang harganya mahal, seperti tas atau fashion, logo pada barang akan disematkan secara rapi dan simetris. Sekalipun logonya ada di pinggir, dapat dipastikan posisinya tetapi pas dan tidak mengganggu mata. Sebab, penempatan logo yang salah dapat mengurangi nilai jual dan estetika sebuah barang. 

Jika kamu menemukan sebuah barang dengan logo yang sama, tapi penempatan logonya asal-asalan, kamu dapat menyimpulkan bahwa barang tersebut KW. Sebelum menjadi korban, sebaiknya cari seller lain yang terpercaya. Agar lebih aman lagi, kamu bisa membelinya di offline store

6. Scan Barcode Produk

Melakukan scan barcode juga bisa membantu membuktikan apakah suatu barang original atau KW. Setiap produk biasanya memiliki barcode tertentu pada tag harga. Jika barangnya adalah kosmetik dan produk kecantikan, kamu bisa mengecek barcode pada badan produk. 

Jika informasi tentang produk tidak ditemukan setelah produk di-scan, maka produk itu adalah KW. Jika produk tersebut tidak memiliki barcode, pastikan produknya memiliki kode unik. Setelah itu, kamu bisa mengeceknya produk di situs tertentu dengan memasukkan kode unik tersebut untuk membuktikan keasliannya. 

7. Lapor dan Kembalikan Produk ke Penjual

Tidak perlu khawatir jika seandainya kamu sudah membayar dan barang sudah dikirimkan oleh penjual. Setelah barang sampai di rumah dan dilakukan pengecekan ternyata barangnya palsu, kamu tinggal laporkan dan ajukan pengembalian produk ke penjual atau marketplace. Sertakan alasan pengembalian secara jelas agar komplain kamu diterima oleh marketplace yang bersangkutan.

Jika seandainya kamu sudah terlanjur bayar dan pesanan belum dikemas oleh penjual, kamu bisa langsung membatalkan pesanan. Tapi, pastikan bahwa pembatalan dilakukan tidak lebih dari 3 jam setelah pembelian. Jika batas waktu ini tercapai, maka pembatalan tidak bisa dilakukan.

Baca Juga: Tips Membeli Barang Elektronik Murah Berkualitas

Tetap Hati-hati saat Belanja Online

Belanja online menjadi solusi terbaik bagi kamu yang memiliki mobilitas tinggi, tapi tidak punya cukup waktu untuk datang ke offline store untuk berbelanja. Selain praktis, harga barang online pun terkadang lebih murah. Ditambah lagi dengan diskon dan cashback yang menggiurkan, membuat belanja online sangat diminati.

Namun, kamu perlu tetap berhati-hati saat belanja online, khususnya kalau belum terbiasa. Berhati-hatilah, perbanyak membaca, dan terapkan tips memilih barang original yang telah disebutkan di atas saat belanja. Jadilah pembeli yang cermat dan jangan gegabah saat belanja online.

Dapatkan Asuransi e-Commerce terbaik untuk Anda para pelaku bisnis online agar bisa mendapatkan kepercayaan penuh dari pelanggan dan terhindar dari berbagai risiko finansial di Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah ini!

7 Kilang Minyak Terbesar di Indonesia, Wajib Tahu!

7 Kilang Minyak Terbesar di Indonesia, Wajib Tahu!

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil minyak terbesar di dunia. Minyak menjadi industri yang memiliki peranan penting dalam perekonomian. Tak heran apabila negara ini memiliki kilang minyak di Indonesia sebagai tempat untuk mengolah minyak mentah.

Minyak yang berhasil diolah dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari atau diolah kembali menjadi produk lain. Produk ini nantinya akan dijual ke masyarakat atau diekspor untuk menambah devisa negara.

Mengenal Cara Pengolahan Minyak Bumi

Minyak bumi atau crude oil merupakan minyak mentah yang wujudnya berupa cairan kental berwarna hitam. Cairan ini belum dapat dimanfaatkan, karena harus diolah terlebih dahulu melalui beberapa proses pengolahan.

Terdapat dua tahap dalam pengolahan minyak bumi, di antaranya.

1. Pengolahan Minyak Bumi Tahap Pertama

Dalam tahap pertama, pengolahan minyak bumi dilakukan menggunakan distilasi bertingkat, yaitu distilasi yang dilakukan secara berulang-ulang. Dari sini akan didapatkan hasil pengolahan berdasarkan perbedaan titik didih. 

Terdapat lima fraksi dari proses pengolahan secara distilasi bertingkat, di antaranya:

  • Fraksi pertama, menghasilkan gas yang akan dicairkan kembali atau sering disebut LPG. Gas ini digunakan untuk bahan bakar kompor gas atau mobil BBG.
  • Fraksi kedua, menghasilkan bensin premium atau petrokimia lainnya.
  • Fraksi ketiga, menghasilkan kerosin (minyak tanah) dan avtur.
  • Fraksi keempat, menghasilkan solar yang digunakan sebagai bahan bakar mesin diesel
  • Fraksi kelima, berisi hidrokarbon yang akan diolah menjadi senyawa karbon, aspal, maupun lilin.

2. Pengolahan Minyak Bumi Tahap Kedua

Pengolahan tahap kedua merupakan proses lanjutan dari tahap pertama. Terdapat empat proses dalam pengolahan ini, di antaranya:

  • Perengkahan, yaitu perubahan struktur kimia dari senyawa hidrokarbon. Di dalamnya meliputi, pemecahan rantai, pembentukan alkil, penggabungan rantai karbon, perubahan struktur, dan perubahan isomer.
  • Ekstraksi, yaitu proses pembersihan produk menggunakan pelarut untuk mendapatkan kualitas terbaik.
  • Kristalisasi, yaitu proses pemisahan produk berdasarkan titik cairnya. Misalnya, dari hasil pemurnian solar melalui proses pendinginan, penekanan, dan penyaringan, maka akan didapatkan produk sampingan yaitu lilin.
  • Treating, yaitu proses pembersihan dari kontaminasi. Kotoran dibersihkan dengan cara menambahkan larutan soda kaustik, tanah liat, atau hidrogensi.

Baca Juga: Pengiriman Kargo: Pengertian, Jenis, dan Cara Penggunaan

7 Kilang Minyak Terbesar di Indonesia

Berikut ini 7 nama kilang minyak terbesar di Indonesia, baik yang dikelola oleh BUMN maupun pihak swasta. 

1. Minyak Bumi Kasim

Kilang Kasim yang memiliki nama lengkap PT Kilang Pertamina Internasional RU VII Kasim ini berada di Kabupaten Sorong, Papua Barat. Kilang minyak ini telah beroperasi sejak Juli 1997 silam di atas permukaan tanah yang memiliki luas 80 hektar. Kilang minyak Kasim dapat memproduksi sekitar 10.000 barel minyak bumi per harinya yang diambil dari wilayah Walio dan Salawati. 

Saat ini, kilang minyak Kasim tengah berupaya untuk membangun fasilitas empat tangki. Kapasitas yang diharapkan adalah 110.000 barel dengan tingkat dwt sebesar 50.000 dwt.

Adanya fasilitas yang canggih ini diharapkan dapat meningkatkan produksi minyak di Kasim. Dengan demikian, kilang ini dapat memperluas jangkauan penjualan, baik di luar daerah maupun di luar negeri.

2. Kilang Pangkalan Brandan

Selain dinobatkan sebagai kilang minyak tertua di Indo, kilang Pangkalan Brandan merupakan salah satu yang sudah berhenti beroperasi. Kilang ini didirikan pada tahun 1883 oleh Aeliko Jans Zijlker. 

Kala itu, Aeliko tidak sengaja menemukan cadangan minyak di daerah Telaga Said. Tepat pada tahun 1891, De Koninklijke memulai pembangunan kilang minyak. Setelah hampir 5 dekade menguasai kilang minyak, Belanda terpaksa menyerahkan kilang tersebut kepada Jepang pada tahun 1941.

Pejuang lokal membakar kilang minyak Pangkalan Brandan setelah perang pasifik usai, karena Belanda kembali datang untuk menguasainya. Pada tahun 1957, pemerintah Indonesia membangun pertamina yang kemudian dikelola oleh PT Pertamina. Kilang minyak kurang lebih beroperasi selama 60 tahun sebelum akhirnya berhenti di tahun 2007.

3. Kilang Cilacap

Kilang minyak di Indonesia selanjutnya adalah kilang Cilacap yang dikelola oleh PT Pertamina. Kilang ini diresmikan oleh pemerintah pada tahun 1990. Sampai saat ini, kilang Cilacap sudah menghasilkan banyak produk minyak mentah untuk kebutuhan sehari-hari, seperti aspal.

Produk lain yang dihasilkan adalah heavy aromate, yaitu produk sampingan berbahan solvent dan lube base oil yang merupakan bahan baku pembuat pelumas. Sebagai daerah penghasil minyak bumi terbesar di Indonesia, kilang Cilacap mampu memproduksi 345.000 barel per hari. Jadi, kilang ini mampu memasok 34% kebutuhan BBM nasional, dan 60% khusus di Pulau Jawa. 

Kegiatan operasional kilang Cilacap tidak selalu berjalan mulus. Kilang ini telah tujuh kali mengalami kebakaran sejak pertama kali beroperasi di Indonesia. Kebakaran yang pertama terjadi pada tahun 1995, dan yang terakhir tahun 2021. 

Baca Juga: Apa Itu K3? Pengertian, Tujuan, Prinsip, dan Ruang Lingkup

4. Kilang Balikpapan 

Penghasil minyak bumi terbesar di Indonesia adalah kilang Balikpapan. Kilang ini didirikan pada tahun 1921 setelah aksi eksplorasi dan pengeboran minyak pertama dilakukan. Tepatnya di Sumur Mathilda, Balikpapan pada tahun 1897. 

Proses pembangunan kilang dilakukan oleh Shell Transport & Trading LTD tahun 1899, dan akhirnya mulai beroperasi tahun 1922. Pada tahun 1980, pemerintah Indonesia berhasil membeli kilang Balikpapan. Sejak saat itu, kilang ini resmi dikelola oleh PT Pertamina. 

Sejauh ini, kilang Balikpapan bisa dikatakan sebagai kilang yang berhasil menyuplai minyak mentah terbanyak di Indonesia. Ke depannya, kilang ini diharapkan mampu menghasilkan 360.000 barel minyak per harinya. Jika hal ini terjadi, maka kilang minyak yang memiliki kapasitas produksi terbesar di Indonesia adalah kilang Balikpapan. 

5. Kilang Dumai atau Sek Pakning

Dumai merupakan salah satu kota yang berada di Provinsi Riau. Selain dikenal sebagai kota penghasil kelapa terbesar di Indonesia, Dumai juga dikenal sebagai kota minyak. Kapasitas produksi yang dihasilkan sebanyak 127.000 barel per harinya, baik BBM maupun non BBM.

Produk BBM yang dihasilkan berupa avtur, minyak diesel, minyak bakar, minyak tanah, dan solar. Sedangkan produk non BBM yang dihasilkan berupa solvent, gas LPG, dan green coke.

Kota Dumai telah memiliki tiga industri minyak saat ini, di antaranya:

  • Chevron Pacific Indonesia yang bergerak di industri pertambangan dan ekspor migas
  • PT Pertamina untuk pengolahan dan distribusi migas dalam negeri
  • PT Bukit Kapur Reksa untuk pengolahan minyak sawit

6. Kilang Cepu

Kilang Cepu merupakan salah satu kilang minyak tertua di Indo yang menduduki peringkat ketiga. Kilang ini berada di Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Pembangunan kilang minyak pertama kalinya dilakukan pada tahun 1889 oleh De Dordtsche Petroleum Maatschappij.

Kilang Cepu sudah beberapa kali berganti pengelola setelah Indonesia merdeka. Awalnya dikelola oleh Perusahaan Perminyakan Teknologi Minyak dan Gas Bumi (PPPTMGB), kemudian oleh Lembaga Minyak dan Gas (LEMIGAS), PT Migas, dan PPSDM Migas yang berada di bawah Kementerian ESDM.

Produk minyak yang dihasilkan kilang Cepu adalah solvent dan Pertasol. Ada juga bahan bakar solar dan long residu.

Baca Juga: Pengertian Kecelakaan Kerja dan Cara Meminimalisirnya

7. Kilang Minyak Balongan

Kilang minyak di Indonesia yang terakhir berada di Balongan, Jawa Barat. Kilang ini dimiliki oleh PT Pertamina (Persero) yang beroperasi sejak tahun 1994. Sebagai salah satu kilang minyak terbesar di Indonesia, Balongan berhasil memproduksi 125.000 per hari.

Produksi minyak mentah yang dihasilkan tidak hanya untuk meningkatkan pendapatan negara. Sebab, kilang Balongan turut serta dalam menjaga kestabilan pasokan minyak di DKI Jakarta, Banten, dan sebagian daerah di Jawa Barat.

Satu hal yang menarik adalah kilang ini memiliki Nelson Complexity Index tertinggi di Asia dengan nilai rata-rata 11,7. Kilang ini akan terus berusaha mengembangkan bisnis menggunakan teknologi terbaru untuk menghasilkan produk terbaru dengan standar kualitas internasional. Tak heran jika kilang Balongan dikabarkan akan menjadi salah satu daerah penghasil minyak bumi terbesar di Indonesia pada tahun 2025 mendatang. 

Pengelolaan yang Tepat Akan Meningkatkan Devisa Negara

Bukan menjadi rahasia umum bahwa Indonesia merupakan salah satu negara paling kaya di dunia. Hal ini dibuktikan dengan hasil alam yang melimpah, seperti minyak bumi. Sampai saat ini, sudah ada beberapa kilang minyak yang beroperasi untuk memproduksi minyak mentah menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan non BBM. 

Jika hasil alam ini dikelola dengan baik, Indonesia mungkin akan menjadi negara pengekspor minyak terbesar di dunia beberapa tahun kemudian. Dengan pasokan yang besar ini, cadangan devisa negara berpotensi meningkat secara tajam. Semoga informasi  ini bermanfaat, ya!

Dapatkan penawaran produk Asuransi Umum Terbaik untuk melindungi aset bisnis berharga Anda di Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah ini!

Sering Diabaikan, Ini Fungsi Asuransi Saat Belanja di E-Commerce

Sering Diabaikan, Ini Fungsi Asuransi Saat Belanja di E-Commerce

E-commerce merupakan transaksi business to business (B2B) yang dilakukan menggunakan perantara, seperti smartphone, laptop, atau komputer yang mempertemukan penjual dan pembeli secara online. Transaksi dilakukan secara real time, dimana penjual akan otomatis mengirimkan barang sesuai pesanan pembeli setelah transaksi berhasil dilakukan. Barang-barang yang diperjualbelikan di e-commerce tidak sekedar barang kebutuhan sehari-hari, tapi juga kosmetik, peralatan elektronik, bahkan tiket perjalanan.

Setiap pembelian sebaiknya disertai dengan asuransi sebagai jaminan bahwa barang yang dibeli sampai ke tujuan dengan selamat. Asuransi saat belanja di e-commerce memiliki beberapa fungsi yang dapat meningkatkan pengalaman belanja online.

Fungsi Asuransi Saat Belanja di E-Commerce

Adanya asuransi dapat memaksimalkan perlindungan atas setiap transaksi yang dilakukan oleh pembeli. Terlebih lagi untuk transaksi yang nominalnya besar. Secara garis besar, berikut ini fungsi asuransi saat belanja di e-commerce.

1. Meminimalisir Risiko Kehilangan

Adanya asuransi akan membantu meminimalisir potensi kerugian saat barang hilang dalam proses pengiriman. Hal ini membuatmu merasa lega karena segala risiko kehilangan ditanggung oleh penyedia asuransi yang telah bekerja sama e-commerce. Kasus kehilangan barang dapat diklaim secara online melalui fitur yang disediakan oleh e-commerce yang bersangkutan.

2. Mengurangi Risiko Kerusakan Barang

Asuransi barang juga akan mengurangi risiko kerugian ketika barang yang diterima mengalami kerusakan di perjalanan, seperti barang pecah, lecet, atau sompel di bagian ujungnya. Kasus kerusakan sering kali terjadi, khususnya untuk pembelian peralatan elektronikgadget, perlengkapan pecah belah, dan furnitureDengan asuransi, kerusakan yang disebabkan karena pengiriman bukan lagi menjadi hal yang menakutkan bagi pembeli.

3. Mengurangi Risiko Jika Produk Tidak Sesuai

Perlindungan yang diberikan asuransi e-commerce secara otomatis mengurangi potensi kerugian ketika barang yang diterima pembeli tidak sesuai dengan pesanan. Berkurangnya kerugian ini membuat pembeli semakin diuntungkan karena mendapatkan jaminan yang maksimal saat membeli barang. Maka dari itu, penyertaan asuransi sangat penting bagi kamu yang sering belanja online, khususnya untuk barang yang harganya mahal.

4. Memberikan Jaminan dengan Harga Terjangkau

Biaya asuransi barang tidak terlalu mahal jika dibandingkan dengan manfaat yang bisa didapatkan. Besarnya tergantung dari jenis dan harga barang yang dibeli, jadi harganya cukup bervariasi. Kamu juga dapat menambahkan asuransi tertentu untuk memaksimalkan perlindungan barang.

5. Adanya Proteksi Produk

Berbeda dengan garansi toko, proteksi produk memberi perlindungan atas insiden yang sama sekali belum terjadi. Misalnya, terjadi perampokan saat proses pengantaran barang, kerusakan yang tidak disengaja, dan kerusakan akibat terkena cairan tertentu.

Baca Juga: Tips Membeli Barang Elektronik Murah Berkualitas

Jenis-jenis Asuransi Saat Belanja Online

Untuk memaksimalkan perlindungan produk, e-commerce menyediakan asuransi dengan berbagai macam pilihan. Berikut ini jenis-jenis asuransi yang bisa dibeli saat belanja online.

1. Asuransi Proteksi Produk

Asuransi yang satu ini merupakan perlindungan tambahan untuk produk yang dibeli dengan harga yang terjangkau. Mulai dari Rp500. Asuransi jenis ini memberikan proteksi untuk pembelian gadget, elektronik, kerusakan total, hingga proteksi furniture.

Proteksi ini memberikan perlindungan atas kerusakan maupun kehilangan barang. Produk asuransi ini berlaku sampai dengan 24 bulan, dan mulai aktif saat barang diterima oleh pembeli.

Hal-hal yang perlu diperhatikan saat membeli asuransi proteksi produk di e-commerce:

  • Menjamin kerusakan produk akibat penggunaan setelah diterima oleh pembeli
  • Proteksi produk berlaku selama 12 bulan sejak barang diterima oleh pembeli, kecuali untuk produk kecantikan dan makanan
  • Biaya preminya terpisah dari asuransi pengiriman

2. Asuransi Pengiriman

Jenis produk asuransi berikutnya adalah asuransi pengiriman. Asuransi ini memberikan perlindungan atas kerusakan atau kehilangan selama proses pengiriman. Mulai dari saat barang dipindahkan dari lokasi yang satu ke lokasi lainnya, hingga barang sampai ke alamat penerima.

Biaya pertanggungjawaban diberikan untuk semua opsi pengiriman, baik melalui darat, laut, maupun udara. Asuransi ini biasanya sudah ditambahkan otomatis ke tagihan pembeli dan sifatnya wajib di e-commerce. Tapi, ada juga yang harus dipilih secara manual.

Hal-hal yang perlu diperhatikan saat membeli asuransi pengiriman di e-commerce:

  • Klaim memiliki batasan waktu, yaitu 7 hari untuk kurir konvensional dan 3×24 jam untuk kurir instan
  • Biaya pertanggungan yang diberikan senilai harga barang + biaya pengiriman + biaya retur per invoice
  • Wajib melampirkan bukti resi fisik kepada e-commerce

3. Proteksi Tagihan

Dengan proteksi tagihan, konsumen akan mendapatkan proteksi saat membayar tagihan untuk produk-produk digital. Mulai dari tagihan listrik, TV kabel, internet, dan pascabayar. Besaran premi yang dikenakan berbeda-beda, seperti Rp2.000, Rp3.000, dan lain sebagainya.

Setiap pembelian proteksi tagihan, konsumen berhak mendapatkan kompensasi dengan nilai tertentu. Misalnya, untuk tagihan yang preminya Rp3.000, konsumen memperoleh kompensasi sebanyak 500.000. Jika setelah dibayar terdapat kendala pada produk tagihan, maka e-commerce akan memberikan kompensasi sesuai nominal yang ditetapkan.

Hal-hal yang perlu diperhatikan saat membeli proteksi tagihan di e-commerce:

  • Proteksi tagihan tidak dapat dibatalkan atau dikembalikan kepada pembeli
  • Terdapat batas waktu pengajuan klaim, biasanya 30 hari
  • Klaim diproses dalam 5 hari kerja untuk mengetahui apakah pengajuan klaim diterima atau ditolak

4. Asuransi Perjalanan

Beberapa e-commerce di Indonesia juga menyediakan pembelian tiket pesawat atau kereta api online, baik di website maupun di aplikasi. Setiap pembelian dilengkapi dengan asuransi perjalanan untuk memproteksi diri dari berbagai hal-hal buruk yang mungkin terjadi selama di jalan. Tentunya, dengan besar premi yang sudah ditetapkan sesuai kesepakatan antara e-commerce dan penyedia asuransi perjalanan.

Dengan membayar premi yang terjangkau, konsumen mendapatkan perlindungan dan jaminan keselamatan selama di perjalanan. Selain kecelakaan, masalah keterlambatan perjalanan juga dicover oleh penyedia asuransi. Tentu, dengan kebijakan yang berlaku agar konsumen dapat melakukan klaim atas keterlambatan yang terjadi.

Hal-hal yang perlu diperhatikan saat membeli asuransi perjalanan di e-commerce:

  • Hanya berlaku selama di perjalanan
  • Pengajuan klaim memiliki batasan waktu
  • Memerlukan dokumen tertentu untuk mendukung pengajuan klaim

Baca Juga: Manfaat dan Jenis Asuransi Barang Elektronik

Contoh Tabel Perbandingan untuk Transaksi Menggunakan Asuransi Pengiriman dan Tanpa Asuransi

ContohDengan Asuransi PengirimanTanpa Asuransi Pengiriman
Perhitungan invoiceHarga produk: Rp200.000Ongkos kirim: Rp10.000Premi asuransi: Rp1.200Total transaksi: Rp211.200Harga produk: Rp200.000Ongkos kirim: Rp10.000Total transaksi: Rp210.000
Jumlah penggantian jika rusak atau hilangPartner asuransi akan memberikan ganti rugi sebesar harga produk + ongkos kirim yaitu Rp210.000

Jika seller mengaktifkan asuransi, maka seller akan menerima penerusan dana sebesar 100% dari harga produk senilai Rp200.000.
Risiko barang hilang atau rusak menjadi tanggung jawab seller. Partner logistik akan memberi biaya ganti rugi sebesar 10x lipat ongkos kirim atau seharga barang (mana yang paling rendah)

Contoh: Harga produk adalah Rp200.000, sedangkan 10 kali lipat ongkos kirim adalah 10x Rp10.000 = Rp100.000, maka penggantian ke seller adalah Rp100.000 karena inilah nilai yang paling rendah
Biaya returGratisAda biaya tambahan di luar invoice

Cara Mengajukan Klaim Asuransi Produk di E-Commerce

Jika terjadi kehilangan, kerusakan, atau masalah lainnya yang masuk dalam proteksi asuransi, maka pembeli dapat mengajukan klaim kepada e-commerce yang bersangkutan. Adapun cara mengajukan klaim di e-commerce adalah sebagai berikut:

  • Buka aplikasi e-commerce tempatmu berbelanja
  • Pilih produk yang bermasalah, kemudian klik ajukan klaim
  • Isi seluruh informasi yang dibutuhkan, seperti alasan klaim secara lengkap, foto dan video untuk mendukung proses klaim
  • Setelah itu, penyedia asuransi yang bekerja sama dengan e-commerce akan mengajukan review atas klaim yang diajukan oleh pembeli
  • Tunggu selama beberapa hari kerja untuk mengetahui hasil keputusan klaim
  • Jika klaim disetujui, maka biaya ganti rugi akan diberikan

Baca Juga: Jenis Asuransi Perjalanan, Manfaat, dan Cara Klaim

Cek Syarat dan Ketentuan Produk Asuransi di E-Commerce

Membeli asuransi saat belanja online adalah langkah yang bijak untuk mendapatkan perlindungan atas produk yang dibeli. Tidak hanya perlindungan atas kerusakan atau kehilangan barang yang terjadi dalam proses pengiriman, tapi juga kerusakan akibat penggunaan setelah barang diterima. Dengan biaya premi yang cukup terjangkau, pembeli akan mendapatkan perlindungan maksimal dan kompensasi yang sudah ditetapkan.

Meski demikian, sebaiknya baca syarat dan ketentuan tiap produk asuransi karena pengajuan klaim tidak berlaku untuk semua jenis kondisi. Apalagi syarat dan ketentuan di setiap e-commerce berbeda-beda. Jangan sampai karena tidak tahu informasinya, kamu malah merugi di kemudian hari.

Dapatkan penawaran produk asuransi e-commerce terbaik di Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah ini!

Apa Itu HVAC? Pengertian, Manfaat, dan Tips Memilihnya

Apa Itu HVAC? Pengertian, Manfaat, dan Tips Memilihnya

Terobosan terbaru di dunia teknologi semakin gencar dilakukan untuk memudahkan hidup manusia. Tidak hanya dalam melakukan aktivitas sehari-hari, tapi juga dalam hal mewujudkan kenyamanan khususnya bagi mereka yang bekerja di gedung-gedung bertingkat. Salah satunya dengan menghadirkan sistem Heating Ventilation dan Air Conditioning (HVAC). 

HVAC memiliki sejumlah manfaat karena di dalamnya terdapat komponen-komponen tertentu yang dapat memberikan kenyamanan saat beraktivitas. Penasaran tentang HVAC? Simak penjelasannya di bawah ini.

Pengertian HVAC

Istilah HVAC masih terasa tabuh di telinga karena kebanyakan orang lebih familiar dengan istilah Air Conditioning (AC). HVAC atau air conditioning system adalah sebuah sistem pemanas dan pendingin udara yang ada dalam satu ruangan. Sistem ini diciptakan untuk mendapatkan sirkulasi udara yang optimal, sehingga bekerja di alam satu ruangan menjadi nyaman.

Singkatnya, HVAC merupakan proses mengontrol udara di dalam ruangan untuk mendapatkan suhu dan kelembaban yang baik guna meminimalisir udara panas. Sistem pengkondisian suhu udara ini merupakan hasil pengaplikasian dari beberapa cabang ilmu teknik mesin. Mulai dari termodinamika, mekanika fluida, hingga perpindahan panas dengan fungsi yang berbeda-beda.

Komponen dalam Sistem HVAC

Setidaknya terdapat tiga komponen yang ada di dalam HVAC. Ketiga komponen tersebut, antara lain.

1. Heating

Suatu proses di dalam air conditioning system yang bertujuan untuk menghasilkan panas disebut heating. Sistem ini menghasilkan panas yang mengacu pada perpindahan panas terpusat atau sentral. Proses perpindahan panas ini dinamakan kalor.

Sistem ini banyak diaplikasikan di negara-negara yang memiliki empat musim. Misalnya saat musim dingin terjadi, maka komponen heating dapat menyebarkan hawa panas sehingga suhu di dalam ruangan menjadi hangat. Di dalam heating tersusun dari beberapa bagian penting, seperti boiler, furnace, heat pump radiator, dan hidronik. 

Funance di sini berfungsi sebagai sumber panas yang kemudian ditransfer ke hidronik yang ada di boiler. Hidronik yang berhasil bersirkulasi dari heat pump akan diteruskan menuju radiator guna memindahkan panas yang ada di dalamnya. Dengan demikian, suhu udara di dalam ruangan menjadi hangat.

2. Ventilation 

Ventilasi merupakan salah satu penerapan teori mekanika fluida. Ventilasi adalah suatu proses untuk mensirkulasikan udara yang ada di dalam dan luar ruangan. Tujuannya untuk menjauhkan debu, kelembapan, dan bau-bau yang tidak sedap, panas, bakteri, karbon dioksida, dan untuk meregenerasi oksigen di dalam suatu ruangan. 

Ventilasi terdiri dari dua jenis metode, di antaranya:

Forced ventilationNatural ventilation
Yaitu ventilasi yang menggunakan metode paksa. Artinya penggantian udara untuk menghilangkan udara lama menggunakan sistem paksa dengan bantuan kipas atau kincir yang kemudian disebut Air Handling Unit (AHU). 

AHU berguna untuk mengatur kelembapan, bau, dan kontaminasi yang berlebihan. Dalam kondisi udara dingin, energi yang dibutuhkan untuk mengganti udara lama dengan udara baru menjadi lebih besar. Sebab, kelembaban udara saat udara dingin jauh lebih tinggi.
Disebut juga sebagai ventilasi alami karena memanfaatkan pergerakan udara alami yang berasal dari luar ruangan.

Pergerakan ventilasi alami membutuhkan saluran sebagai distributor agar udara luar bisa menggantikan udara lama di dalam suatu ruangan. Metode ini menjadi dasar penciptaan jendela yang digunakan semua orang di dalam rumahnya.

3. Air Conditioning (AC)

AC adalah proses mendinginkan udara dengan cara melepaskan partikel panas, lalu menggantikannya dengan partikel yang lebih sejuk. Hasil ini didapatkan dari kinerja beberapa bagian di dalam AC, seperti refrigerator, kompresor, heat exchanger, dan katup ekspansi. 

Refrigerator di dalam AC menghasilkan udara dingin akibat tekanan yang muncul dari kompresor. Semakin tinggi tekanan udaranya, maka semakin dingin udara yang dihasilkan. Dan sebaliknya, jika tekanan udara semakin rendah, maka semakin panas suhu udara di dalam ruangan. 

Manfaat HVAC di Gedung Bertingkat

Saat ini HVAC banyak digunakan pada bangunan bertingkat, seperti hotel, kantor, dan hunian karena manfaat yang didapatkan. Adapun manfaat HVAC, di antaranya:

  • Menjaga kualitas suhu, kelembapan, dan udara agar terkendali secara optimal
  • HVAC membantu mengendalikan suhu dalam ruangan, sehingga orang-orang yang bekerja merasa nyaman
  • Pergerakan dan kualitas udara di dalam ruangan terjaga
  • Lingkungan dan ruangan menjadi terlindungi
  • Membuang udara yang mengandung zat-zat berbahaya, sehingga lingkungan kerja menjadi aman dari zat tersebut

Baca Juga: Apa Saja yang Perlu Diperhatikan Saat Beli Asuransi Konstruksi?

Tips Memilih HVAC yang Tepat

Penggunaan HVAC secara berlebihan mengakibatkan pemborosan. Untuk menghindarinya, lakukan tips memilih HVAC yang tepat berikut ini. 

1. Pilih HVAC yang Hemat Listrik

Pertama, pilihlah HVAC hemat listrik yang memiliki inverter technology. Khususnya untuk penggunaan di rumah atau bangunan residensial. Sesuaikan dengan jumlah penghuni yang ada mengingat konsumsi listriknya cukup besar dan harus disesuaikan dengan daya listrik yang ada di Indonesia.  

2. Udara yang Berkualitas

Untuk menjaga kesehatan orang-orang di dalam ruangan, penting untuk memilih HVAC yang menawarkan udara yang berkualitas. Kualitas udara sejatinya sangat mempengaruhi kenyamanan saat berada di dalam ruangan, baik saat bekerja, tinggal di rumah, atau saat berada di tempat hiburan. 

Jika salah memilih, maka dapat menimbulkan dampak yang merugikan orang-orang di dalam ruangan. Dampak tersebut seperti Sick Building Syndrome (SBS) yang gejalanya berupa iritasi di daerah mata, tenggorokan, kulit, dan hidung. Selain itu, dapat menyebabkan batuk, mual, sakit kepala, alergi, dan gangguan pernapasan.

Tips Memilih Kontraktor HVAC Terbaik 

Jika ingin memasang HVAC di dalam gedung atau hunian, sebaiknya pilih kontraktor HVAC terbaik di Indonesia. Lakukan tips berikut ini agar tidak salah pilih.

1. Lihat Daftar Nama Kontraktor HVAC

Sistem HVAC yang buruk dapat menghasilkan kualitas udara yang buruk pula. Hal ini mengakibatkan turunnya tingkat kenyamanan saat beraktivitas dan memudahkan proses penyebaran virus tertentu. Sebelum memasang HVAC, sebaiknya lihat dulu daftar nama kontraktor HVAC terbaik yang ada di Indonesia.

Seleksi nama-nama kontraktor secara teliti untuk mendapatkan satu nama kontraktor yang sesuai dengan keinginan. Pemilihan yang tepat juga akan mempengaruhi kualitas pemasangan HVAC. Karena sejatinya, kontraktor terbaik mempekerjakan karyawan terbaik pula.

2. Pilih yang Memiliki Izin Resmi

Hindari memilih kontraktor HVAC yang abal-abal. Selain merugikan secara materi, juga merugikan secara kesehatan dan kenyamanan banyak orang. Pilihlah kontraktor yang sudah memiliki izin resmi untuk beroperasi di Indonesia. 

Kontraktor yang memiliki perizinan biasanya akan mencantumkan logo tertentu di dalam website resmi sebagai tanda bahwa ia adalah kontaktor yang sah. Dengan memiliki perizinan, dapat dipastikan kalau kontraktor tersebut sudah kompeten dan mampu bekerja secara profesional. Jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, kontraktor tersebut mau bertanggung jawab untuk memperbaikinya.

3. Baca Testimoni Pembeli

Tips berikutnya adalah usahakan untuk membaca testimoni dari para pembeli. Ini penting untuk mengetahui reaksi dan penilaian pembeli terhadap kualitas HVAC dan pelayanan yang diberikan. Testimoni dapat dibaca di website resmi dari kontraktor yang bersangkutan. 

Jika testimoninya positif, maka kontraktor tersebut dapat dipercaya. Jika tidak, sebaiknya cari kontraktor HVAC lain yang lebih kompeten dalam pekerjaannya.

4. Perhatikan Proses Pengerjaan dan Hasil Akhirnya

Kualitas kontraktor HVAC dapat dilihat dari cara kerjanya. Mulai dari perencanaan, proses pengerjaan, sampai hasil akhir yang didapatkan. Estimasi waktu menjadi poin yang perlu diperhatikan karena ini mempengaruhi budget yang dikeluarkan. 

Hindari kontraktor HVAC yang menawarkan budget murah, tapi proses pengerjaannya asal-asal. Lebih baik pilih yang pengerjaannya agak lama dan sedikit lebih mahal, tapi hasilnya memuaskan. Satu hal yang tak kalah penting adalah pastikan HVAC sudah dilengkapi dengan teknologi inverter untuk mengurangi konsumsi listrik, sehingga pengeluaran listrik di kantor atau hunian menjadi hemat.

Baca Juga: Ini Dia Jenis-jenis Alat Berat dan Fungsinya!

Kenyamanan Menjadi Poin Penting dalam Memilih HVAC

Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa air conditioning system atau sistem tata udara bukan hanya AC saja. Ada juga yang namanya HVAC yang memiliki komponen lain, seperti heating dan ventilation. HVAC sendiri sering ditemukan di gedung-gedung bertingkat, seperti hotel, kafe, kantor, dan gedung komersial lainnya. 

Dengan sistem HVAC yang baik, dapat dipastikan bahwa sirkulasi udara di dalam ruangan akan maksimal. Udaranya tidak hanya sekedar sejuk dan dingin saja, tapi juga sehat, aman, dan pastinya memberikan kenyamanan. Dengan demikian, orang-orang menjadi lebih betah untuk berlama-lama di dalam ruangan.

Selain lingkungan dan fasilitas yang memadai, cara lain untuk menciptakan sistem kerja yang sehat untuk karyawan Anda adalah dengan menyediakan asuransi kesehatan karyawan kepada masing-masing pekerja. Dapatkan produk asuransi kesehatan karyawan terbaik di Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah ini!

Apa Itu AMDAL? Pengertian, Manfaat, Tujuan, dan Tahap Mengurusnya

Apa Itu AMDAL? Pengertian, Manfaat, Tujuan, dan Tahap Mengurusnya

Pembangunan merupakan salah satu upaya suatu negara untuk mendorong pertumbuhan dan perkembangan wilayah yang ada di dalamnya. Tidak hanya dari segi sarana dan prasarana saja, tapi juga dari sektor industri, pabrik, hingga jasa. Agar proses pembangunan berjalan dengan lancar, dibutuhkan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk mencegah terjadinya kerusakan lingkungan yang berkelanjutan. 

Pemahaman tentang AMDAL dibutuhkan oleh lembaga yang berkepentingan agar lembaga tersebut dapat mengambil keputusan terbaik terkait pembangunan yang akan dilaksanakan. Kira-kira apakah yang dimaksud dengan AMDAL? Berikut pengertian, sejarah singkat, manfaat, tujuan, dan tahap mengurus AMDAL yang perlu diketahui. 

Pengertian AMDAL

Secara umum, AMDAL adalah suatu kajian untuk mencari tahu dampak positif maupun negatif dari kegiatan pembangunan. Sementara berdasarkan UU No. 23 Tahun 2009 Pasal 1 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, AMDAL adalah kajian terhadap dampak yang muncul terhadap lingkungan atas kegiatan yang direncanakan, sehingga akan memudahkan suatu lembaga untuk mengambil keputusan. 

Pemerintah memiliki peran yang cukup penting untuk menilai kelayakan AMDAL yang direncanakan. Kelayakan ini dinilai dari dampak positif dari suatu kegiatan bagi lingkungan. Sedangkan ketidaklayakannya berupa dampak negatif yang ditimbulkan, sehingga suatu kegiatan dapat ditunda atau bahkan tidak diizinkan untuk dilaksanakan.

Sejarah Singkat AMDAL

AMDAL adalah sebuah sistem yang berasal dari Amerika Serikat pada tahun 1969 yang lebih dikenal dengan nama The National Environmental Policy Act (NEPA). Kehadiran NEPA bertujuan untuk mengendalikan dampak dari berbagai kegiatan yang berpotensi merusak lingkungan. 

Sistem ini dibuat dengan sejumlah peraturan dan kebijakan, tergantung dari kebutuhan dan kondisi lingkungan di masing-masing negara. Sampai saat ini, Indonesia menjadi salah satu negara yang masih menerapkan AMDAL dalam setiap proses pembangunan. 

Ketika AMDAL berhasil diterapkan di Indonesia, pemerintah berupaya untuk membuat UU yang berisi pokok-pokok pengelolaan lingkungan hidup. Awalnya, sistem ini berjalan dengan baik di Indonesia, namun akhirnya terdapat kesenjangan antara pembangunan di wilayah pusat dan daerah seiring berjalannya waktu. Kesenjangan ini dapat dilihat dari akses di wilayah perbatasan yang belum memadai. 

Sejumlah kebijakan tentang AMDAL yang awalnya dimuat dalam UU No. 4 Tahun 1982 tentang Pokok-Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup akhirnya diperbaiki. Hasilnya dimuat dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 29 Tahun 1986 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan dan No. 51 Tahun 1993 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. 

Perbaikan ini bertujuan untuk menunjang pembangunan yang berkelanjutan, sesuai dengan gagasan dari Panitia Konferensi Dunia yang berlangsung di Rio de Janeiro, Brazil tahun 1992. Dengan demikian, pembangunan di setiap wilayah menjadi sama rata. 

Manfaat Adanya AMDAL

AMDAL memberikan sejumlah manfaat yang menguntungkan bagi banyak pihak. Mulai dari pemerintah, pemilik modal, pemilik proyek, hingga masyarakat. Adapun manfaat AMDAL yang bisa dirasakan, antara lain.

1. Manfaat AMDAL Bagi Pemerintah

  • Bentuk tanggung jawab pemerintah dalam mengelola lingkungan hidup
  • Mencegah terjadinya kerusakan lingkungan hidup
  • Menjaga atau meningkatkan konsep pembangunan yang berkelanjutan agar pembangunan dapat berjalan dengan baik dan sesuai rencana

2. Manfaat AMDAL Bagi Pemilik Modal

  • Memudahkan pemilik modal, seperti bank untuk memberikan pinjaman kepada pemilik proyek yang akan melaksanakan pembangunan
  • Meningkatkan keyakinan pemilik modal untuk berinvestasi pada proyek pembangunan yang akan dilaksanakan

3. Manfaat AMDAL Bagi Pebisnis

  • Mendapatkan kepercayaan dari pemerintah, pemilik modal, dan masyarakat bahwa pelaksanaan pembangunan tidak akan mencemari lingkungan hidup
  • Adanya pedoman yang jelas terkait proses pembangunan
  • Menjamin keamanan sistem operasional pembangunan
  • Mendapatkan perlindungan atas pembangunan yang dilaksanakan
  • Meningkatkan interaksi dengan masyarakat di sekitar
  • Pebisnis dapat membantu memberikan solusi jika terdapat masalah tentang lingkungan hidup di masa mendatang

4. Manfaat AMDAL Bagi Masyarakat

  • Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pelaksanaan pembangunan
  • Menjadi acuan dalam mengawasi pelaksanaan pembangunan
  • Masyarakat mengetahui apakah pembangunan dapat merusak lingkungan hidup atau tidak
  • Masyarakat memiliki peran aktif selama pembangunan berlangsung

Baca Juga: Risiko yang Dihadapi Pekerja Kilang Minyak

Tujuan AMDAL

Pembuatan sebuah sistem pada dasarnya memiliki tujuan tertentu. AMDAL sendiri memiliki tujuan sebagai berikut.

1. Sebagai Masukan Terhadap Perencanaan Usaha atau Pembangunan

Tujuan pertama AMDAL adalah sebagai masukan terhadap setiap perencanaan usaha atau pembangunan yang akan dilakukan, sehingga perencanaan ini tidak menimbulkan kerusakan bagi lingkungan hidup. Dalam hal ini, semua lembaga yang terlibat memiliki peran untuk senantiasa menjaga lingkungan hidup. Tentunya, dengan berlandaskan peraturan perundang-undangan agar pembangunan berjalan dengan lancar. 

2. Sebagai Informasi tentang Cara Pengelolaan Lingkungan Hidup

Mengelola lingkungan hidup menjadi PR tersendiri karena tidak semua orang tahu cara mengelolanya. AMDAL dapat dijadikan sebagai sumber informasi tentang cara mengelola lingkungan hidup dengan baik dan benar. Sehingga masyarakat di sekitar daerah pembangunan merasa aman karena lingkungan di sekitarnya tidak tercemar. 

Informasi ini tidak hanya berguna bagi lembaga yang menyelenggarakan pembangunan saja, tapi juga masyarakat setempat. Jadi, kesannya sama-sama menguntungkan kedua belah pihak.

3. Menjadi Acuan dalam Proses Pembangunan

Suatu pembangunan dapat terlaksana dengan baik karena adanya perencanaan yang matang. Mulai dari kapan dilaksanakannya pembangunan, bahan yang digunakan, hingga cara untuk mengatasi pencemaran lingkungan akibat sampah hasil pembangunan. AMDAL dapat dijadikan sebagai acuan dalam proses pembangunan dalam suatu wilayah. 

AMDAL memiliki peranan yang cukup penting untuk mempertahankan dan meningkatkan keberhasilan suatu pembangunan. Adanya AMDAL sejatinya akan meminimalisir terjadinya pencemaran lingkungan hidup. Sebab, aturan yang dimuat di dalamnya sangat menentang adanya pencemaran karena sifatnya yang merugikan. 

4. Sebagai Dokumentasi Resmi atau Legal

Dokumentasi resmi atau legal menjadi tujuan AMDAL selanjutnya. Dalam tujuan ini, pemerintah atau pemilik proyek memiliki bukti kuat yang menyatakan bahwa pembangunan dilakukan sesuai aturan yang berlaku. Dalam arti, pembangunan tidak mencemari lingkungan di sekitar. 

Jika suatu saat ada gugatan terkait pencemaran lingkungan hidup, maka AMDAL dapat dijadikan alat untuk membela diri. Bukti ilmiah ini dapat dibuktikan dengan melakukan penelitian atau riset terlebih dahulu sebelum melakukan pembangunan. Selain mencegah pencemaran, riset ini juga membantu pemilik proyek untuk menghindari pembangunan yang tidak sesuai dengan ekspektasi. 

5. Sebagai Syarat untuk Mendapatkan Izin Usaha

Izin adalah hal yang penting dimiliki sebelum melakukan suatu kegiatan, apalagi yang berkaitan dengan keberlangsungan hidup banyak orang. Adanya AMDAL akan memudahkan pemilik proyek untuk mendapatkan izin dari pemerintah. Tanpa izin ini, maka pembangunan tidak dapat dilaksanakan karena dapat merugikan masyarakat di sekitar. 

AMDAL berisi informasi seputar kondisi lingkungan hidup di sekitar wilayah pembangunan. Informasi ini diberikan kepada pemerintah sebagai bahan pertimbangan saat memberikan izin. Dari sini akan diputuskan apakah pembangunan dapat dilaksanakan atau tidak.

Tahap Mengurus AMDAL

Mengurus AMDAL adalah hal yang penting bagi pemilik proyek yang ingin melakukan pembangunan. Adapun tahapan mengurus AMDAL yang bisa dilakukan, di antaranya.

1. Proses

  • Melakukan konsultasi publik
  • Mengumumkan rencana pembangunan di media massa
  • Berkoordinasi dengan tim teknik KA-ANDAL
  • Rencana pembangunan dinilai oleh komisi penilai
  • Surat Keputusan Kelayakan Lingkungan Hidup (SKKLH)

2. Persetujuan

  • Meminta izin lokasi atau Persetujuan Pemanfaatan Ruang (P2R) atau rekomendasi seputar tata ruang lainnya
  • Memperoleh akta pendirian perusahaan atau lembaga pemerintah
  • Bukti kepemilikan lahan

3. Persyaratan Mengurus AMDAL

  • Minimal ada satu orang ketua tim penyusun dan dua orang anggota tim penyusun analisis dampak lingkungan
  • Memiliki sertifikat kompetensi penyusun analisis dampak lingkungan hidup 
  • Jika menggunakan lembaga penyusun analisis dampak lingkungan hidup, maka wajib memiliki sertifikat sebagai tanda kompetensi 
  • Mempekerjakan tenaga ahli yang sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan

Baca Juga: Mengenal Asuransi Truk, Manfaat, dan Jenis-jenis Produknya

AMDAL Sebagai Upaya Mencegah Kerusakan Lingkungan Hidup

Pada dasarnya, AMDAL memiliki peranan penting sebelum melaksanakan pembangunan skala apa pun karena dapat mencegah atau meminimalisir terjadinya kerusakan pada lingkungan hidup. Melalui proses AMDAL pula, segala bentuk kegiatan dapat dievaluasi secara cermat. Karena jika terjadi kerusakan, maka hal ini akan berdampak buruk bagi kelangsungan hidup manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan yang ada di sekitar. 

Penting agar pemilik proyek meperhatikan kondisi lingkungan di sekitar terlebih dahulu sebelum melaksanakan suatu pembangunan. Alhasil, keinginan untuk menciptakan pembangunan berkelanjutan dapat terwujud secara perlahan demi meningkatkan kesejahteraan hidup banyak orang. 

Dapatkan produk asuransi kesehatan karyawan terbaik di Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah ini!

Manajemen Risiko K3: Pengertian dan Penerapannya

Manajemen Risiko K3: Pengertian dan Penerapannya

Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) adalah upaya untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat. Tujuannya untuk mengurangi terjadinya probabilitas kecelakaan kerja yang tidak hanya merugikan karyawan, tapi juga perusahaan. Sebab, hal ini dapat menurunkan produktivitas kerja yang memengaruhi jumlah barang yang diproduksi. 

Penerapan K3 tertuang dalam manajemen risiko di setiap perusahaan. Lantas, bagaimana proses manajemen risiko K3 dan penerapannya? Simak informasi lengkapnya dalam penjelasan berikut ini. 

Pengertian Manajemen Risiko 

Risiko adalah segala sesuatu yang berpeluang menimbulkan sakit, kerusakan, atau bahkan kematian akibat terjadinya bahaya. Sedangkan manajemen risiko K3 adalah suatu upaya sistematis, terencana, terstruktur, dan komprehensif yang dilakukan oleh perusahaan. Tujuan manajemen risiko adalah untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan yang tidak diinginkan di tempat kerja.

Manajemen risiko K3 tidak hanya dibutuhkan di perusahaan manufaktur, tapi juga di perusahaan lain, seperti keuangan. Manajemen risiko keuangan dibutuhkan dalam proses identifikasi, evaluasi, dan pengelolaan risiko untuk menghindari probabilitas terjadinya fraud dalam kegiatan operasional bisnis. 

Agar kegiatan operasional berjalan seperti apa yang diharapkan, perusahaan juga perlu menerapkan manajemen risiko operasional dalam kegiatan sehari-hari. Manajemen risiko operasional adalah suatu upaya untuk mengatasi kendala dalam bisnis, sehingga perusahaan tidak mengalami kerugian.

Langkah-langkah Mengelola Risiko

1. Mengidentifikasi Adanya Bahaya

Terdapat dua hal yang harus dipertimbangkan untuk mengidentifikasi suatu bahaya, di antaranya:

  • Mengetahui kondisi atau kejadian yang dapat menimbulkan suatu bahaya
  • Mengetahui jenis kecelakaan yang mungkin terjadi

Sedangkan aktivitas yang dapat dilakukan untuk mengidentifikasi suatu bahaya, di antaranya:

  • Melakukan konsultasi dengan pekerja dan tim K3
  • Mempertimbangkan keputusan yang akan diambil
  • Melakukan pengujian, kegiatan audit, dan survei terhadap karyawan
  • Menganalisis rekaman data
  • Mengumpulkan informasi dari konsumen, supplier, dan pihak-pihak yang terlibat untuk proses evaluasi

2. Menilai Risiko dan Seleksi Prioritas

Suatu proses untuk menentukan jenis pengendalian terhadap tingkat risiko yang mungkin terjadi dinamakan proses menilai risiko dan seleksi prioritas. Poin ini bertujuan untuk menentukan tindak lanjut karena tidak semua bahaya dapat langsung ditindaklanjuti. 

Beberapa hal yang harus dilakukan untuk menilai risiko dan melakukan seleksi prioritas, antara lain.

Menentukan Peluang atau Insiden

Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya suatu peluang atau insiden, antara lain:

  • Frekuensi terjadinya suatu insiden
  • Jumlah orang yang terlibat
  • Keterampilan dan pengalaman orang yang terlibat
  • Karakteristik orang yang terlibat
  • Durasi suatu insiden
  • Pengaruh posisi terhadap suatu bahaya
  • Tingkat kerusakan yang ditimbulkan
  • Jumlah material 
  • Kondisi lingkungan di sekitar
  • Kondisi peralatan yang digunakan
  • Tingkat efisiensi atas pengendalian

Menentukan Konsekuensi

Faktor-faktor yang mempengaruhi suatu frekuensi, antara lain:

  • Potensi atas peristiwa yang saling berhubungan
  • Konsentrasi substansi
  • Volume dari material
  • Ketinggian suatu benda
  • Kecepatan suatu benda dan pergerakan bagian-bagiannya
  • Jarak pekerja dari bahaya 
  • Berat badan pekerja

Menetapkan Pengendalian

Langkah yang satu ini bertujuan untuk membuat perencanaan, pengelolaan, dan pengendalian atas kegiatan yang dapat menimbulkan suatu risiko. Beberapa metode yang dapat digunakan untuk mengendalikan risiko, antara lain:

  • Pengendalian teknisi atau rekayasa, berupa kegiatan eliminasi, substitusi, isolasi, ventilasi, sanitasi, dan kebersihan
  • Pendidikan dan pelatihan
  • Pembangunan kesadaran agar lebih termotivasi
  • Evaluasi melalui audit internal
  • Adanya penegakan hukum

Penerapan Langkah Pengendalian

Agar pengendalian dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan, maka berikut ini beberapa langkah yang dapat dilakukan, di antaranya:

  • Mengembangkan prosedur kerja, yang bertujuan sebagai alat untuk mengatur dan mengawasi atas bahaya yang mungkin terjadi
  • Komunikasi, bertujuan agar seluruh pekerja mendapatkan informasi yang lengkap mengenai tata cara menggunakan alat pengendali bahaya dan alasan menggunakan alat tersebut
  • Mengadakan pelatihan, bertujuan agar pekerja lebih mengenal jenis-jenis alat pengendali yang digunakan
  • Pengawasan, bertujuan untuk memastikan bahwa alat pengendali digunakan dengan benar dan tepat sesuai dengan kegunaannya masing-masing

Pemantauan dan Tinjauan

Yang terakhir adalah pemantauan dan tinjauan. Langkah ini dilakukan dalam interval waktu yang sudah ditetapkan oleh organisasi. Beberapa hal yang akan memengaruhi proses pemantauan dan tinjauan, antara lain:

  • Sifat dari bahaya itu sendiri
  • Magnitude atau tinggi rendahnya suatu risiko
  • Perubahan standar operasional
  • Perubahan metode kerja
  • Perubahan peraturan dan susunan organisa

Baca Juga: Pengertian Kecelakaan Kerja dan Cara Meminimalisirnya

Proses Penerapan Manajemen Risiko K3

Manajemen risiko K3 adalah suatu proses yang dibuat oleh pimpinan suatu organisasi guna menghindari bahaya atau kecelakaan yang dapat terjadi saat kegiatan operasional berlangsung. Manajemen risiko memiliki sejumlah manfaat, antara lain:

  • Menjamin kelangsungan usaha dengan cara mengurangi risiko yang dapat terjadi dalam suatu kegiatan
  • Menekan biaya atas kejadian yang tidak diinginkan
  • Menciptakan rasa aman di kalangan internal organisasi, begitu pula dengan para pemegang saham
  • Meningkatkan pemahaman dan kesadaran mengenai tingginya risiko operasi bagi setiap organisasi atau perusahaan
  • Untuk memenuhi persyaratan perundang-undangan yang berlaku

Berdasarkan Manajemen Risiko AS/NZS 4360 tahun 2004, ada beberapa proses yang harus dilakukan agar manajemen risiko K3 berjalan dengan baik dan benar. Adapun proses manajemen risiko adalah sebagai berikut.

1. Menentukan Konteks

Penentuan konteks dilakukan dengan cara melihat visi dan misi dari suatu organisasi dan ruang lingkupnya, mulai dari awal hingga akhir. Hal ini dilakukan karena konteks risiko yang terdapat dalam setiap perusahaan berbeda-beda. Jadi, setiap perusahaan harus menyesuaikan dengan keadaan yang terjadi.

Setelah itu dilakukan penetapan kriteria risiko untuk mengetahui mana yang dapat ditanggulangi oleh perusahaan, dan mana yang tidak dapat ditanggulangi. Kriteria risiko dapat ditentukan dengan melihat kombinasi antara tingkat kemungkinan risiko dan seberapa besar dampak risiko tersebut bagi suatu organisasi.

2. Mengidentifikasi Suatu Risiko

Proses identifikasi termasuk dalam proses manajemen risiko. Identifikasi ini ditujukan untuk mengetahui semua potensi bahaya yang dapat terjadi saat berlangsungnya kegiatan atau proses kerja tertentu. 

Terdapat sejumlah manfaat saat mengidentifikasi risiko, di antaranya:

  • Mengurangi peluang terjadinya kecelakaan
  • Mengetahui faktor terjadinya kecelakaan
  • Memberikan pemahaman bagi semua pihak mengenai bahaya dari suatu risiko
  • Sebagai dasar untuk mengambil keputusan terkait strategi pencegahan dan penanganan yang tepat dari setiap risiko yang terjadi
  • Memberikan informasi yang terdokumentasi mengenai sumber bahaya dalam suatu organisasi

3. Menilai Risiko

Setelah diidentifikasi, maka langkah selanjutnya adalah menilai risiko. Proses ini dilakukan dengan cara menganalisa dan mengevaluasi risiko.

Menganalisis Risiko

Analisa dibutuhkan untuk mengetahui tingkat keparahan suatu risiko. Beberapa cara menganalisa risiko yang dapat dilakukan, antara lain:

  • Melakukan analisa terhadap setiap langkah kerja yang berhasil diidentifikasi
  • Mengukur tingkat kemungkinan terjadinya suatu insiden dalam setiap tahapan kerja
  • Mengukur tingkat keparahan yang mungkin terjadi
  • Melakukan perhitungan untuk mengetahui nilai risikonya
  • Membuat matriks risiko
  • Menentukan tingkat risiko dalam setiap tahapan kerja, apakah termasuk risiko yang jarang atau sering terjadi

Mengevaluasi Risiko

Setelah dianalisa, maka risiko yang sudah diketahui perlu dievaluasi. Beberapa cara mengevaluasi risiko yang dapat dilakukan, antara lain:

  • Membuat kriteria risiko yang dapat diterima, tidak dapat diterima, dan dapat ditolerir
  • Mengevaluasi tingkatan risiko
  • Untuk risiko yang tidak dapat diterima, dibutuhkan tindakan pengendalian risiko yang tepat guna meminimalisir risiko

Mengendalikan Risiko

Proses mengendalikan risiko dibutuhkan untuk mengetahui seluruh manajemen risiko yang dibutuhkan oleh suatu organisasi. Caranya berupa membuat forum diskusi, membagikan link jurnal, dan membuat kuis.

Melakukan Komunikasi dan Konsultas

Dampak dari suatu risiko dan cara mengendalikannya perlu dikomunikasikan dalam organisasi. Tujuannya untuk mencapai kesepakatan tentang penanggulangan risiko yang akan diterapkan dalam organisasi. Diperlukan juga yang namanya konsultasi agar proses pembuatan keputusan atas pengendalian risiko tidak merugikan pihak mana pun.

Memantau dan Melakukan Peninjauan

Setelah lima proses di atas dilakukan, maka proses terakhir adalah memantau dan melakukan peninjauan atas pengendalian risiko yang berhasil diterapkan. Jika ternyata pengendalian tersebut kurang tepat, maka organisasi dapat mengubah beberapa poin pengendalian. Sehingga, pengendalian ini memberikan manfaat yang maksimal bagi keberlangsungan kegiatan dalam organisasi. 

Baca Juga: Tips Efektif Mengelola Kehadiran Karyawan

Pengendalian Risiko Dibutuhkan dalam Semua Aspek Bisnis

Dalam suatu organisasi, perusahaan, atau bisnis, manajemen risiko memegang andil penting. Dengan adanya manajemen risiko yang baik, maka segala hal yang tidak diinginkan dapat diminimalisir. Dengan demikian, kegiatan operasional organisasi dapat berjalan lancar. 

Selain penetapan manajemen risiko yang apik, penyediaan asuransi kesehatan karyawan juga diperlukan untuk melindungi karyawan yang juga meruapkan salah satu aset bisnis berharga untuk perusahaan. Dapatkan penawaran asuransi kesehatan karyawan terbaik dari Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah ini!