Waspada Modus Sinyal HP 2G: Penipuan Asuransi Berbahaya yang Mengintai Anda
Kemajuan teknologi telekomunikasi di satu sisi mempermudah aktivitas harian Anda, namun di sisi lain membuka celah kejahatan siber (cybercrime) jenis baru. Salah satu metode yang kian marak dan memakan banyak korban adalah penipuan berkedok layanan asuransi dengan memanfaatkan manipulasi sinyal ponsel atau modus sinyal HP 2G (Fake BTS / SMS Blaster).
Pelaku kejahatan memanfaatkan kelemahan jaringan seluler tua (2G) untuk meretas komunikasi tanpa Anda sadari. Artikel ini membedah cara kerja modus penipuan sinyal HP 2G, ciri-ciri pesan palsu, serta langkah krusial untuk melindungi data pribadi dan aset finansial Anda.
Cara Kerja Modus Penipuan Asuransi Berbasis Sinyal HP 2G
Berbeda dari SMS penipuan biasa yang dikirimkan melalui nomor penyedia layanan (provider) resmi, penipuan modus sinyal HP 2G menggunakan perangkat pemancar sinyal palsu yang dibawa menggunakan kendaraan bergerak.
Berikut alur kerja peretasan yang wajib Anda waspadai:
1. Memaksa Ponsel Anda Turun Jaringan (Downgrade Attack)
Alat Fake BTS akan memancar sinyal radio berdaya tinggi yang menyerupai pemancar seluler resmi. Alat ini memaksa jaringan ponsel Anda yang tadinya berada di jaringan aman (4G atau 5G) berpindah secara otomatis (downgrade) ke jaringan 2G yang tidak memiliki enkripsi keamanan ketat.
2. Pengiriman SMS Massal Tanpa Jalur Provider
Setelah ponsel Anda terhubung ke pemancar palsu 2G tersebut, peretas dapat mengirimkan SMS palsu secara massal (SMS Blasting) ke nomor Anda tanpa melalui verifikasi operator seluler.
3. Pencurian Identitas Pengirim (Sender ID Spoofing)
Pelaku dapat memanipulasi nama pengirim pesan (Sender ID) sehingga di layar ponsel Anda, SMS tersebut seolah-olah dikirimkan oleh lembaga resmi, bank, atau perusahaan asuransi tepercaya.
Ciri-Ciri SMS Penipuan Asuransi Modus Sinyal HP 2G
Penipu biasanya mengincar rasa panik atau keinginan instan Anda dengan mengatasnamakan produk asuransi. Perhatikan indikator utama pesan palsu berikut:
1. Mengabaikan Sistem Pemblokiran Spam
Karena pesan dikirim langsung melalui pemancar 2G lokal milik pelaku, SMS penipuan ini kerap lolos dari fitur penyaring pesan otomatis (Spam Filter) bawaan ponsel Anda.
2. TautanPhishingyang Mencurigakan
Pesan umumnya berisi instruksi mendesak, seperti klaim polis asuransi membesar, pembaruan data kepesertaan, atau pengembalian premi (refund). Anda akan diminta menekan tautan (link) asing yang mengarah ke situs web tiruan (phishing).
3. Permintaan Informasi Rahasia Finansial
Halaman web palsu tersebut akan meminta Anda memasukkan data sensitif, seperti nomor kartu kredit, Kode OTP, PIN perbankan, hingga data polis asuransi pribadi Anda.
Dampak Kerugian akibat Modus Penipuan Sinyal HP 2G
Jika Anda tidak waspada dan terlanjur menekan tautan serta memberikan data pribadi, risiko kerugian yang mengintai meliputi:
Pengambilalihan Akun (Account Takeover): Peretas dapat menguasai akun perbankan atau dompet digital Anda melalui data OTP yang dicuri.
Pencurian Uang & Tabungan: Penipu dapat menguras saldo perbankan Anda atau melakukan transaksi tanpa izin (unauthorized transaction).
Penyalahgunaan Data Pribadi: Data kependudukan dan polis Anda dapat diperjualbelikan di pasar gelap siber untuk tindakan kriminal lainnya.
Cara Melindungi Diri dari Modus Penipuaan Sinyal HP 2G
Agar Anda terhindar dari jebakan penipuan siber ini, lakukan langkah-langkah pencegahan taktis berikut pada ponsel Anda:
1. Matikan Fitur 2G pada Pengaturan Ponsel Anda
Langkah paling efektif adalah menonaktifkan koneksi 2G di perangkat Anda. Pada ponsel Android atau iOS modern, masuk ke menu Pengaturan (Settings) > Jaringan Seluler (Mobile Network) > Matikan Opsi Allow 2G / Bolehkan 2G.
2. Jangan Pernah Klik Tautan Asing dari SMS
Pihak penyedia asuransi tepercaya tidak pernah meminta pembaruan data sensitif, kode OTP, atau transfer dana melalui tautan singkat di dalam SMS biasa.
3. Verifikasi Informasi ke Saluran Resmi
Jika Anda menerima SMS mengatasnamakan polis asuransi Anda, selalu lakukan konfirmasi ulang dengan menghubungi call center atau layanan pelanggan resmi perusahaan terkait.
Amankan Finansial dan Aset Anda Bersama Cermati Protect
Kejahatan siber berkembang seiring kemajuan teknologi, namun kewaspadaan dan pemahaman yang baik adalah benteng perlindungan terbaik Anda. Pastikan Anda hanya bertransaksi dan mengelola proteksi asuransi melalui platform yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Lindungi diri dan keluarga Anda dari berbagai risiko kehidupan dengan pilihan produk asuransi terbaik. Dapatkan konsultasi dan solusi proteksi finansial Anda melalui Cermati Protect hari ini!
Panduan Lengkap Cara Perawatan Alat Berat untuk Cegah Kerusakan Mesin
Bagi perusahaan di sektor konstruksi, pertambangan, dan logistik, alat berat adalah tulang punggung operasional. Kerusakan mesin secara mendadak tidak hanya menghentikan proyek, tetapi juga menyebabkan kerugian finansial akibat downtime (waktu henti).
Oleh karena itu, perawatan alat berat (heavy equipment maintenance) tidak boleh hanya dilakukan saat mesin sudah rusak (reactive maintenance). Perusahaan harus menerapkan strategi perawatan preventif (preventive maintenance) untuk memastikan mesin selalu dalam kondisi prima.
Artikel ini akan membahas mengapa perawatan mesin sangat krusial dan bagaimana langkah-langkah standar operasional (SOP) perawatannya.
Apa Itu Alat Berat?
Alat berat seperti excavator, bulldozer, dan crane adalah urat nadi dari setiap proyek konstruksi maupun pertambangan. Satu hari mesin ini mengalami downtime (berhenti beroperasi), perusahaan Anda bisa menelan kerugian puluhan hingga ratusan juta rupiah akibat penundaan jadwal kerja.
Di era industri modern, mengandalkan perbaikan reaktif (“rusak baru diperbaiki”) adalah strategi yang usang dan mematikan cash flow perusahaan. Pemilik aset dituntut untuk melakukan pemeliharaan proaktif berbasis data, sekaligus memitigasi risiko eksternal yang berada di luar kendali teknisi.
Mengapa Perawatan Alat Berat Sangat Penting?
Menerapkan jadwal pemeliharaan rutin pada mesin sekelas ekskavator, crane, atau bulldozer memberikan 4 keuntungan utama bagi bisnis Anda:
Mencegah Downtime Operasional: Alat berat yang macet di tengah proyek akan menghentikan seluruh rantai kerja dan menunda tenggat waktu penyelesaian.
Menghemat Biaya Servis (Overhaul): Mengganti filter atau oli jauh lebih murah daripada harus turun mesin (overhaul) akibat kerusakan fatal pada sistem mesin.
Memperpanjang Usia Pakai (Lifespan): Mesin yang dirawat dengan baik memiliki nilai depresiasi yang lebih rendah dan bisa digunakan bertahun-tahun lebih lama.
Menjaga Keselamatan Kerja (K3): Komponen yang aus (seperti rem blong atau sistem hidrolik bocor) adalah penyebab utama kecelakaan kerja yang membahayakan nyawa operator.
5 Langkah Standar Perawatan Alat Berat (Preventive Maintenance)
Untuk menjaga performa mesin, mekanik dan operator harus bekerja sama melakukan pengecekan secara rutin. Berikut adalah 5 prosedur cara perawatan alat berat yang wajib dilakukan:
1. Inspeksi Visual Harian (Daily Walkaround)
Sebelum mesin dihidupkan, operator wajib memutari alat berat untuk memeriksa tanda-tanda kerusakan fisik.
Periksa kondisi kabel dan selang (hose) dari retakan atau keausan.
Cek apakah ada baut/mur yang longgar.
Periksa apakah ada tetesan cairan (kebocoran oli atau air radiator) di bawah kolong mesin.
2. Pengecekan Cairan Vital (Fluid Check)
Cairan adalah “darah” bagi alat berat. Kekurangan cairan akan menyebabkan mesin overheat dan komponen hidrolik macet.
Selalu ukur volume oli mesin, oli transmisi, dan oli hidrolik menggunakan dipstick.
Pastikan air radiator (coolant) berada pada batas aman sebelum mesin beroperasi untuk mencegah panas berlebih.
3. Pelumasan Rutin (Greasing)
Alat berat memiliki banyak titik sendi yang bergerak memikul beban berat (seperti boom, arm, dan engsel bucket).
Lakukan greasing (pemberian gemuk/pelumas) setiap hari atau sesuai panduan pabrikan.
Langkah ini sangat krusial untuk meminimalisasi gesekan antar-logam (metal-to-metal contact) yang bisa menyebabkan keausan permanen.
4. Pembersihan dan Perawatan Undercarriage
Bagian bawah mesin (undercarriage pada crawler/track atau ban pada wheel loader) adalah area yang paling cepat kotor dan rusak.
Pembersihan: Bersihkan sisa lumpur, batu, atau tanah yang menempel pada track setiap akhir sif. Lumpur yang dibiarkan mengeras semalaman akan membebani putaran roda dan merusak komponen besi.
Pengecekan Ban: Untuk alat berat beroda karet, periksa tekanan angin dan cek apakah ada robekan pada tapak ban.
5. Jadwal Servis Berkala Berdasarkan Hour Meter
Jangan menunggu mesin bersuara aneh untuk memanggil mekanik. Patuhi jadwal servis berkala berdasarkan catatan Hour Meter (jam kerja mesin), bukan sekadar hitungan bulan.
Ganti saringan (filter) oli, filter udara, dan filter bahan bakar secara tepat waktu untuk memastikan pembakaran mesin tetap sempurna dan terhindar dari kontaminasi kotoran.
Panduan Inspeksi Harian Alat Berat (Daily Check Item)
Sebelum operator menghidupkan mesin di awal shift kerja, pastikan lembar pemeriksaan harian (pre-start checklist) berikut diisi secara disiplin:
Komponen Inspeksi
Item yang Wajib Diperiksa
Risiko Jika Diabaikan
Sistem Cairan (Fluids)
Level oli mesin, minyak hidrolik, coolant radiator, dan bahan bakar.
Overheating, mesin macet (engine seizure), dan kebocoran sistem.
Undercarriage & Roda
Kekencangan rantai track, kondisi roller, atau tekanan angin ban.
Keausan dini, struktur undercarriage patah, dan alat terbalik.
Sistem Hidrolik
Kebocoran selang (hose), kondisi silinder boom/bucket, dan tekanan pompa.
Daya dorong/angkat melemah (power drop) dan bahaya semburan fluida panas.
Fitur Keselamatan (K3)
Fungsi rem, klakson, lampu kerja, spion, dan alat pemadam api ringan (APAR).
Kecelakaan kerja, insiden blind-spot, dan kegagalan penanganan kebakaran.
Lakukan Perawatan Alat Berat dengan Cara Tepat
Penggunaan alat berat dalam proyek berskala besar merupakan kebutuhan tersendiri. Berbagai alat berat ini biasanya akan mempermudah pengerjaan proyek, terutama untuk pekerjaan-pekerjaan yang tergolong berat. Namun di luar semua itu, penting untuk melakukan perawatan alat berat dengan cara yang tepat, agar alat ini bisa bekerja dengan baik dan maksimal.
Selain melakukan perawatan alat berat secara reguler, jangan lupa juga memberikan perlindungan tambahan untuk melindungi finansial dari risiko kerusakan sampai kehilangan alat berat dengan asuransi umum terbaik dari Cermati Protect yang bisa diajukan dengan mengisi formulir dibawah ini!
Memaksimalkan Proteksi Karyawan dengan 6 Asuransi Ini!
Asuransi untuk karyawanadalah skema proteksi finansial kolektif yang dikelola oleh perusahaan untuk mengalihkan risiko biaya medis, kecelakaan kerja, atau kematian tenaga kerja selama masa ikatan dinas. Perlindungan swasta ini berfungsi sebagai instrumen komplementer (tambahan) di atas jaminan wajib BPJS Kesehatan, yang secara strategis ditujukan untuk menekan angka turnover talenta dan memenuhi kewajiban Duty of Care korporat sesuai regulasi ketenagakerjaan Indonesia.
Selain mensejahterakan karyawan, menyediakan asuransi juga dipercaya dapat meringankan keuangan perusahaan dalam jangka panjang karena risikonya telah dialihkan kepada penyedia asuransi. Alhasil, perusahaan tidak perlu terbebani dengan pinjaman saat melakukan kegiatan bisnis.
6 Jenis Produk Asuransi untuk Karyawan Perusahaan
Jika perusahaan menyediakan kompensasi, bonus, ditambah asuransi, maka kamu patut berterima kasih. Berbagai benefit ini secara otomatis akan meringankan finansialmu juga! Berikut ini 5 jenis produk asuransi untuk karyawan perusahaan.
Jenis Produk Asuransi
Keterangan
Asuransi Jiwa
Selain asuransi kesehatan, asuransi jiwa merupakan produk yang juga patut dipertimbangkan. Asuransi ini mengcover risiko kematian, terutama jika karyawan yang bersangkutan adalah tulang punggung keluarga. Manfaat yang diberikan berupa santunan tunai untuk keluarga maupun ahli waris yang terdaftar saat membeli asuransi pertama kalinya.
Premi asuransi ini dibayar setiap bulan secara rutin. Manfaatnya dapat diklaim apabila karyawan meninggal dunia. Nominal klaimnya sesuai dengan kebijakan dalam polis asuransi.
Satu hal yang pasti mengenai nominal klaim adalah nominalnya lebih besar daripada Jaminan Kematian (JKM). Hal ini karena porsi premi yang dibayarkan di asuransi jiwa lebih mahal.
Asuransi Perlindungan Aset
Jenis asuransi yang satu ini memberikan perlindungan terhadap aset yang diasuransikan. Asetnya dapat berupa properti maupun kendaraan. Asuransi ini mengcover semua kerugian atau kerusakan yang timbul akibat bencana alam, kebakaran, kejatuhan pesawat, dan peristiwa tak terduga lainnya.
Asuransi perlindungan aset bisa diberikan kepada karyawan yang tinggal di tempat yang rentan ditimpa musibah. Misalnya, di dataran rendah yang rentan terkena banjir atau tsunami.
Sayangnya, asuransi jenis ini jarang diberikan kepada karyawan. Asuransi ini biasanya ditujukan untuk perusahaan itu sendiri guna melindungi aset-aset yang berhubungan dengan kegiatan operasional.
Asuransi Hari Tua
Asuransi ini berguna bagi karyawan yang sudah mendekati masa pensiun. Asuransi ini menjamin kehidupan karyawan pasca pensiun. Dengan harapan agar karyawan mendapatkan kehidupan yang layak meski sudah tidak bekerja lagi.
Selain asuransi pensiun dari pihak swasta, perusahaan juga menyediakan asuransi pensiun dari pemerintah. Misalnya, Program Jaminan Pensiun (PP) dan Jaminan Hari Tua (JHT) oleh BPJS Ketenagakerjaan.
Iuran PP dan JHT dibayarkan oleh perusahaan masing-masing sebesar 2% dan 3,7%. Karyawan juga ikut berkontribusi untuk membayar dengan persentase yang lebih rendah, yaitu 1% dan 2%.
Asuransi Pendidikan
Meskipun sangat jarang, tapi ada saja perusahaan yang menyediakan asuransi bagi karyawan. Manfaatnya bukan untuk karyawan, melainkan untuk anak. Ketika usia anak sudah cukup untuk sekolah, karyawan dapat mencairkan asuransi ini agar anak mendapatkan pendidikan yang layak.
Adanya asuransi pendidikan dapat meringankan beban karyawan. Alhasil, karyawan tidak perlu mengajukan pinjaman ke bank atau koperasi untuk menyekolahkan anak ke jenjang pendidikan yang diinginkan.
Asuransi Kesehatan
Memiliki karyawan yang sehat adalah impian semua perusahaan. Dengan jiwa dan raga yang sehat, maka karyawan dapat bekerja dengan baik untuk melakukan kegiatan operasional. Hal ini akan meningkatkan produktivitas bisnis yang otomatis mempengaruhi omzet perusahaan.
Meski sudah dibekali dengan BPJS Kesehatan, perusahaan dapat menyediakan asuransi kesehatan kepada karyawan. Asuransi kesehatan memberikan manfaat yang lebih luas, yang mungkin tidak dicover oleh asuransi. Selain itu, prosedur klaim dan pelayanan yang diberikan pun lebih bagus.
Berbagai manfaat yang dicover oleh asuransi kesehatan adalah biaya obat-obatan, dokter, rawat inap, konsultasi, kecelakaan, dan masih banyak lagi. Terdapat hal-hal yang ditanggung dan dikecualikan dalam asuransi kesehatan, jadi pastikan poin ini sudah dibaca dengan baik agar klaim tidak ditolak oleh penyedia asuransi.
Asuransi Kecelakaan Diri
Berfokus memberikan ganti rugi finansial spesifik atas risiko kematian, cacat tetap keseluruhan, atau cacat tetap sebagian yang disebabkan langsung oleh kecelakaan kerja maupun di luar jam kerja.
Mengapa Perusahaan Perlu Menambahkan Asuransi Swasta di Luar BPJS?
Meskipun pendaftaran BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan bersifat wajib, mengandalkan jaminan sosial dasar saja dapat memicu keterbatasan bagi operasional perusahaan dan kenyamanan karyawan:
Parameter Tunjangan
BPJS Kesehatan / Ketenagakerjaan
Asuransi Swasta Tambahan (Group Insurance)
Sistem Pelayanan
Memerlukan rujukan bertingkat dari Faskes 1.
Bebas rujukan, langsung ke RS Swasta Rekanan (Cashless).
Kenyamanan Kamar
Sesuai dengan kelas kepesertaan yang terdaftar.
Bebas fleksibel menentukan kelas kamar (VIP/VVIP).
Skema CoB (Coordination of Benefit)
Mengikuti regulasi rujukan pemerintah.
Dapat digabungkan untuk menutup sisa selisih biaya (excess fee).
Batasan Plafon
Sesuai dengan sistem paket penanganan medis.
Top-up coverage hingga plafon tahunan yang tinggi.
Alasan Klaim Asuransi Ditolak
Dalam asuransi, penolakan klaim adalah hal yang biasa terjadi. Penolakan terjadi karena manfaat yang diinginkan tertanggung tidak tercantum dalam polis asuransi. Untuk lebih jelasnya, berikut ini dua alasan klaim asuransi ditolak.
1. Manfaat yang Dikecualikan
Pada dasarnya, tidak semua manfaat dicover oleh penyedia asuransi. Dalam asuransi kesehatan, misalnya, tertanggung yang sudah memiliki riwayat penyakit tertentu sebelum menjadi peserta asuransi biasanya cenderung mengalami penolakan klaim. Di sisi lain, penolakan juga dapat terjadi karena manfaat yang diklaim termasuk dalam kategori yang dikecualikan.
Adapun beberapa manfaat kesehatan yang dikecualikan dalam asuransi, antara lain:
Penyakit kritis
Penyakit mental atau psikologis
HIV/AIDS
Operasi untuk kebutuhan estetik, seperti operasi plastik
Operasi caesar
Karyawan bisa mendapatkan manfaat yang lebih luas dengan cara membeli produk perluasan manfaat. Dengan catatan, perusahaan harus membayar premi yang lebih mahal karena manfaat yang diberikan kepada karyawan pun semakin banyak.
2. Limit Pertanggungan Sudah Tercapai
Produk keuangan, seperti asuransi memiliki limit dalam jumlah tertentu. Jika limit ini sudah tercapai, maka karyawan tidak dapat melakukan klaim dalam bentuk apa pun. Artinya, biaya pengobatan menjadi tanggung jawab karyawan secara pribadi.
Terdapat dua jenis limit yang biasa ditawarkan oleh perusahaan asuransi, yaitu:
Limit gabungan, adalah batasan uang pertanggungan yang diberikan oleh asuransi kepada nasabah dalam kurun waktu satu tahun
Limit per perawatan, adalah batasan uang pertanggungan yang diberikan oleh asuransi kepada nasabah dalam 1 hari
Perlu diingat bahwa limit untuk berbagai jenis perawatan bisa berbeda-beda. Informasi tentang limit biasanya tercantum dalam polis asuransi, jadi karyawan bisa membacanya di sana.
Keuntungan Strategis Asuransi Karyawan bagi Perusahaan
Pemberian paket asuransi swasta yang komprehensif membawa imbal hasil investasi (ROI) yang nyata bagi manajemen perusahaan:
1. Meningkatkan Retensi dan Daya Tarik Rekrutmen (Employer Branding)
Kandidat berbakat (top talent) cenderung memilih perusahaan yang menawarkan paket tunjangan kesehatan komprehensif. Selain itu, fasilitas ini menekan angka pemindahan kerja (employee turnover).
2. Menjaga Produktivitas dan Menekan Tingkat Absensi
Akses pengobatan yang cepat tanpa antrean di rumah sakit swasta membuat karyawan mendapatkan penanganan medis lebih dini, sehingga waktu pemulihan (recovery time) lebih singkat dan mereka dapat kembali bekerja dengan optimal.
3. Efisiensi Biaya Operasional dan Pajak
Premi asuransi karyawan yang dibayarkan oleh perusahaan dapat dicatat sebagai komponen biaya operasional (tax-deductible expense) yang memotong beban pajak penghasilan badan.
Alasan Perusahaan Tidak Menyediakan Asuransi
Meskipun asuransi penting, nyatanya beberapa perusahaan justru tidak menyediakan produk ini bagi karyawan. Bukan tanpa alasan, karena perusahaan memiliki pertimbangan khusus terkait asuransi karyawan. Berikut dua alasan logis kenapa perusahaan tidak menyediakan asuransi.
1. Pengeluaran Perusahaan
Menyediakan asuransi bagi karyawan secara otomatis menambah pengeluaran. Pengeluaran perlu menambah budget yang tidak sedikit untuk menyediakan benefit ini bagi karyawan. Hal yang wajar jika ada perusahaan yang tidak menawarkan benefit asuransi.
Khususnya untuk perusahaan yang baru merintis atau yang skalanya kecil. Benefit asuransi sangat jarang ditemukan. Lain halnya jika skala perusahaan besar dan sudah memiliki nama, maka produk asuransi seperti asuransi kesehatan pasti disediakan.
2. Jabatan Karyawan
Ada juga perusahaan yang menyediakan asuransi, tapi hanya kepada karyawan tertentu saja. Karyawan ini biasanya sudah menduduki jabatan yang lumayan tinggi di perusahaan. Mulai dari supervisor, manager, senior manager, dan CEO. Tidak meratanya pemberian asuransi bisa disebabkan karena budget perusahaan. Bagi karyawan yang ingin mendapatkan benefit ini, disarankan untuk memberikan kontribusi terbaik agar mendapat kesempatan dipromosikan dalam waktu dekat.
4 Tips Memilih Asuransi untuk Karyawan
Human Resources (HR) adalah divisi yang bertanggung jawab untuk mengurus asuransi karyawan. Agar tidak salah pilih, berikut ini 4 tips memilih asuransi yang bisa diterapkan.
1. Proses Klaim Cepat dan Mudah
Tingkat kredibilitas perusahaan asuransi dapat dilihat dari cepat atau tidaknya proses klaim asuransi. Klaim yang lama diproses atau malah diabaikan sudah pasti dihindari, terutama untuk asuransi kesehatan. Namanya penyakit, tentu harus mendapat penanganan yang cepat untuk menghindari risiko yang fatal.
2. Layanan 24 Jam
Perusahaan asuransi yang menyediakan layanan 24 jam patut dilirik. Ketika karyawan membutuhkan pertolongan saat tengah malam, maka asuransi dapat merespon dengan sigap. Alhasil, permasalahan pun cepat terselesaikan tanpa adanya pihak yang dirugikan.
3. Proteksi Maksimal
Pilihlah perusahaan asuransi yang menawarkan proteksi maksimal dengan premi yang terjangkau. Proteksi ini tidak hanya sebatas rawat inap atau rawat jalan, tapi juga layanan psikologis untuk produk asuransi kesehatan. Sementara untuk asuransi jiwa, proteksi dapat diberikan dengan cara memberikan uang pertanggungan yang lebih besar daripada perusahaan asuransi lain.
4. Fitur yang Canggih
Teknologi yang canggih dapat membantu HR untuk mengelola benefit karyawan. Jadi, HR dapat memberikan layanan asuransi menggunakan pendekatan full-stack insurtech, yang di dalamnya terdapat program AI dan machine learning. Kedua program ini membantu mengelola data penggunaan asuransi dalam jumlah besar.
Minimalkan Risiko dengan Produk Asuransi
Pekerjaan apa pun sejatinya memiliki risiko. Namun, risiko ini dapat diminimalisir dengan berbagai produk asuransi, seperti asuransi kesehatan, jiwa, pendidikan, hari tua, dan perlindungan aset yang diberikan perusahaan kepada karyawan. Alhasil, karyawan terproteksi secara maksimal dan dapat memberikan kontribusi terbaik selama bekerja untuk perusahaan.
Dapatkan penawaran produk asuransi karyawan terbaik di Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah ini!
7 Tips Mencegah Terjadinya Kecelakaan Kerja pada Karyawan
Tingkat kecelakaan kerja dipercaya meningkat setiap tahun. Kondisi ini dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi oleh perusahaan untuk mengubah tatanan sistem kerja dan kebijakan yang berlaku. Apalagi keselamatan kerja menjadi bagian dari tanggung jawab perusahaan.
Perusahaan wajib memiliki manajemen khusus untuk menangani perihal keselamatan kerja. Selain mengatur dan mengawasi, manajemen ini juga bertugas untuk menyediakan peralatan keselamatan kerja yang diperlukan. Dengan demikian, potensi terjadinya kecelakaan kerja dapat dihindari sebaik mungkin.
Apa Itu Kecelakaan Kerja?
Secara umum, kecelakaan kerja adalah suatu peristiwa tidak sengaja yang terjadi di tempat kerja. Peristiwa ini tidak hanya mengakibatkan luka fisik saja, tapi juga dapat melukai mental dan menghabisi nyawa seseorang jika dampak dari kecelakaan kerjanya cukup fatal. Jika tidak diantisipasi, maka perusahaan bisa merugi bahkan kehilangan citra baiknya di mata masyarakat.
Jaminan keselamatan kerja karyawan diatur dalam Undang-Undang No. 13 Tahun 2013 Tentang Ketenagakerjaan. Jaminan ini diberikan kepada semua karyawan tanpa terkecuali. Jika tidak dilaksanakan, maka perusahaan dapat dikenakan sanksi tegas, seperti dikenakan denda dalam jumlah tertentu.
Dalam hal kecelakaan kerja, terdapat lima jenis kerugian paling umum yang dialami oleh perusahaan jika mengabaikan keselamatan kerja karyawan, di antaranya:
Kerugian waktu karena saat satu karyawan celaka, maka karyawan lain ikut membantu mengeksekusi agar yang celaka segera mendapatkan bantuan
Kerugian akibat rusaknya mesin, perkakas, atau alat berat yang digunakan untuk mendukung pekerjaan
Kerusakan akibat kontaminasi antara bahan baku dengan zat-zat tertentu di lingkungan
Kerugian insidental yang mengakibatkan terganggunya kegiatan produksi, kehilangan bonus, kegagalan memenuhi pesanan tepat waktu, dan denda akibat kejadian lain yang serupa
Kerugian biaya pengobatan untuk karyawan yang mengalami luka-luka
Penyebab Kecelakaan Kerja Menurut Faktornya
Terdapat dua faktor yang menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja karyawan. Mulai dari faktor umum dan faktor berdasarkan teori.
Penyebab Kecelakaan Kerja Menurut Faktor Umum
Perilaku tidak aman
Penyebab umum yang pertama adalah karena perilaku tidak aman. Misalnya, kelalaian kerja, kurangnya rasa peduli karyawan terhadap peraturan yang berlaku, dan lupa menggunakan alat pelindung diri. Untuk mengubah perilaku ini, perusahaan perlu melakukan brainstorming terhadap pentingnya keselamatan kerja.
Kondisi yang tidak aman
Selain karena perilaku, kondisi juga menjadi faktor umum terjadinya kecelakaan kerja. Kondisi ini berupa keadaan di lingkungan sekitar yang kurang mendukung untuk bekerja. Misalnya, kurangnya pencahayaan, cuaca yang tidak bersahabat, lantai licin, dan letak peralatan yang tidak beraturan.
Manajemen yang kurang peduli
Selain karena karyawan dan lingkungan, kurangnya kepedulian manajemen terhadap keselamatan kerja juga menjadi penyebab tingginya angka kecelakaan kerja. Mulai dari penerapan aturan yang kurang jelas, sanksi yang kurang tegas, dan monitoring yang kurang baik. Hal ini otomatis akan mempengaruhi produktivitas kerja dan omzet perusahaan dalam kurun waktu tertentu.
Penyebab Kecelakaan Kerja Menurut Teori
Teori domino
Menurut teori domino yang dikemukakan oleh Heinrich, kecelakaan kerja karyawan dapat disebabkan karena lima faktor yang saling berkaitan. Mulai dari kondisi kerja, kelalaian, kecelakaan yang tidak disengaja, cedera, dan tindakan kerja yang tidak aman.
Jika salah satu dari faktor ini terjadi, maka dampaknya akan mempengaruhi faktor lain dan menyebabkan efek domino. Sederhananya adalah jika kondisi kerja tidak aman, maka potensi terjadinya kelalaian kerja sangat tinggi. Hal ini akan mengakibatkan cedera atau kecelakaan kerja.
Teori multiple factor
Seperti namanya, teori ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yang berpotensi menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja. Faktor-faktor tersebut, antara lain: Man (manusia), seperti jenis kelamin, kondisi emosi, kapabilitas kerja, kekuatan, dan motivasi – Machine (mesin), seperti kondisi dan jenis peralatan – Media, seperti lingkungan kerja, tingkat kebisingan, getaran, dan suhu di sekitar – Management (manajemen), seperti peraturan atau kebijakan, pengambilan keputusan, dan cara komunikasi
Mengacu pada regulasi ketenagakerjaan di Indonesia, suatu peristiwa kategorikan sebagai kecelakaan kerja jika memenuhi salah satu dari kondisi berikut:
1. Kecelakaan di Tempat Kerja
Insiden yang terjadi di dalam area operasional perusahaan (kantor, pabrik, gudang, atau area tambang/proyek) saat karyawan sedang menjalankan tugas resminya.
2. Kecelakaan Perjalanan (Commuting Accident)
Kecelakaan lalu lintas yang dialami karyawan dalam perjalanan berangkat dari rumah menuju tempat kerja, atau sebaliknya, melalui rute yang biasa dan wajar dilalui.
3. Kecelakaan Perjalanan Dinas (Business Trip)
Insiden kecelakaan yang terjadi saat karyawan menjalankan tugas perjalanan dinas di luar kota maupun luar negeri atas perintah resmi perusahaan.
4. Penyakit Akibat Kerja (Occupational Diseases)
Gangguan kesehatan atau penyakit kronis yang timbul akibat paparan zat kimia beracun, getaran mesin, debu industri, atau kondisi lingkungan kerja dalam jangka panjang.
7 Tips Mencegah Terjadinya Kecelakaan Kerja
Selain mentaati peraturan perundang-undangan, perusahaan dapat mencegah terjadinya kecelakaan pekerjaan dengan menerapkan tips-tips berikut ini.
1. Membuat Regulasi yang Tegas
Regulasi merupakan serangkaian aturan yang wajib dipatuhi, baik oleh karyawan maupun perusahaan itu sendiri. Tujuannya untuk meminimalisir terjadinya risiko kecelakaan kerja. Salah satu contoh regulasi yang ada di Indonesia adalah Permenaker No. 5 Tahun 2021.
Perusahaan juga dapat membuat regulasi sendiri yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Misalnya, regulasi tentang penyimpanan alat-alat berat setelah digunakan. Dimana ruangan penyimpanan tidak boleh lagi dikunjungi jika waktu kerja sudah selesai untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan.
2. Menyediakan Alat Pelindung Diri
Kecelakaan dapat menimpa siapa saja, termasuk karyawan yang sudah berpengalaman dan profesional. Penting agar perusahaan berupaya untuk menyediakan alat pelindung diri yang lengkap. Alat ini digunakan sebelum memulai pekerjaan, sehingga anggota tubuh pekerja aman dari benturan atau kejatuhan material.
Alat pelindung diri dapat berupa helm, pakaian, sarung tangan, kacamata, pelindung telinga, dan lain sebagainya. Setiap karyawan mendapatkan jatah satu alat pelindung diri. Karyawan wajib bertanggung jawab untuk setiap alat pelindung yang diberikan, dalam arti tidak boleh rusak apalagi hilang.
3. Mengawasi Karyawan
Pengawasan juga penting dilakukan untuk memastikan apakah kegiatan operasional berjalan sesuai SOP atau tidak. Jika seandainya ada karyawan yang tidak menggunakan alat pelindung diri, maka pihak manajemen dapat memberikan sanksi tegas. Sebab, keselamatan diri dari karyawan tersebut menjadi tanggung jawab perusahaan seutuhnya.
Selain tentang alat pelindung diri, pengawasan juga diperlukan untuk melihat benar atau tidaknya cara menggunakan peralatan di tempat kerja. Jika metode yang digunakan salah, maka tim pengawasan dapat memberi tahu metode yang benar. Alhasil, kesalahan tersebut tidak kembali terulang dan secara tidak langsung membantu karyawan untuk terhindar dari risiko kerja yang mungkin terjadi.
4. Memberikan Pelatihan yang Memadai
Pemberian training atau pelatihan kepada karyawan merupakan tips untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Pelatihan ini berupa seminar, program studi tertentu, atau sertifikasi keselamatan kerja yang dapat diikuti oleh seluruh karyawan. Jadi, setiap karyawan memiliki pemahaman yang lebih baik terkait apa yang dikerjakan.
Pelatihan dan sertifikasi tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) diadakan oleh beberapa lembaga. Ada Kemnaker, Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), dan Lembaga Sertifikasi profesi (LSP). Perusahaan bisa memiliki badan penyelenggara pelatihan yang paling sesuai untuk karyawan.
5. Membuat Tanda-tanda Bahaya
Beragam tanda-tanda bahaya di tempat kerja, seperti logo jalan licin, api, hingga tanda tegangan tinggi penting dibuat. Tanda ini disebarkan di berbagai titik yang berpotensi menimbulkan bahaya. Alhasil, karyawan menjadi lebih mawas diri saat bekerja.
Tanda-tanda bahaya sebaiknya dibuat dengan jelas. Tidak hanya berupa logo saja, tapi juga dilengkapi dengan keterangan. Jadi, karyawan ya
6. Meningkatkan Kepedulian Karyawan
Tingkat kepedulian karyawan juga perlu ditingkatkan selama bekerja. Dalam arti, bukan hanya bekerja agar pekerjaan selesai. Tapi, juga memperhatikan aspek yang berhubungan dengan kerja, sehingga tidak menimbulkan bahaya apa pun.
Caranya dengan memberikan briefing di pagi hari sebelum memulai pekerjaan. Walaupun isinya hampir sama setiap hari, setidaknya briefing ini menjadi pengingat agar karyawan bisa bekerja lebih hati-hati.
7. Segera Melaporkan Kecelakaan Kerja
Keselamatan kerja dapat terwujud jika karyawan dan perusahaan bekerja sama untuk menerapkan tips-tips di atas. Jika terjadi kecelakaan kerja, hal ini harus segera dilaporkan sebelum bahayanya mengenai orang lain. Adapun tata cara lapor yang bisa dilakukan, di antaranya:
Menghubungi pihak BPJS Ketenagakerjaan terkait kecelakaan kerja yang terjadi
Memberitahu kejadian kepada dinas keamanan setempat
Membuat laporan yang harus diserahkan maksimal 2×24 jam setelah terjadinya kecelakaan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut
Melampirkan surat keterangan tentang kondisi sementara karyawan
Kecelakaan kerja adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari karena peristiwanya dapat terjadi kapan saja, di mana saja, dan dapat menimpa siapa saja. Namun dengan berhati-hati, potensi terjadinya kecelakaan kerja dapat diminimalisir. Ditambah lagi dengan menerapkan tips-tips menghindari kecelakaan kerja seperti yang sudah dijelaskan di atas.
Penerapannya tidak hanya dilakukan oleh karyawan, tapi juga oleh perusahaan. Kedua belah pihak harus saling bekerja sama, sehingga tercipta lingkungan kerja yang aman, bebas bahaya, dan sejahtera.
Selain memberikan aturan dan regulasi yang jelas mengenai kesehatan dan keselamatan bekerja. Perusahaan juga harus memberikan asuransi kesehatan karyawan terbaik sebagai bentuk perlindungan mereka kepada karyawannya.
Dapatkan asuransi kesehatan karyawan terbaik dari Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah ini!
15 Jenis Pekerjaan Paling Bahaya dan Daftar Gajinya Fantastis
Setiap orang akan bekerja dengan profesi yang berbeda-beda untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Ada yang berprofesi sebagai pilot, guru, akuntan, auditor, hingga wirausaha. Setiap profesi juga memiliki risiko masing-masing, dari yang resikonya kecil hingga yang mengancam nyawa.
Semakin besar risiko suatu pekerjaan, biasanya semakin besar pula gaji yang diterima. Dalam satu bulan bisa digaji puluhan juta, lho! Tak heran jika para pekerjanya memiliki taraf kehidupan yang lebih baik dibandingkan pekerja yang menekuni profesi lain.
Lantas, apa sajakah pekerjaan bahaya tersebut? Berikut ini 15 jenis pekerjaan paling bahaya dengan daftar gajinya. Tertarik melamar?
15 Jenis Pekerjaan Paling Bahaya dan Daftar Gajinya
No
Jenis Pekerjaan Berbahaya
Sektor / Bidang
Estimasi Gaji Bulanan (IDR)
Implikasi Risiko Keselamatan Utama
1
Pekerja Kilang Minyak Offshore
Energi / Migas
Rp 18.000.000 – Rp 45.000.000
Kebakaran kilang, paparan gas beracun ($H_2S$), bahaya heli-transfer.
2
Pekerja Tambang Bawah Tanah (Underground)
Pertambangan
Rp 15.000.000 – Rp 35.000.000
Terowongan runtuh, gas metana, ledakan peledakan (blasting).
3
Juru Las Bawah Air (Underwater Welder)
Konstruksi / Maritime
Rp 25.000.000 – Rp 80.000.000+
Dekompresi ekstrem, sengatan listrik air laut, hipoksia.
4
Teknisi Menara Listrik Tegangan Tinggi (SUTET)
Kelistrikan / Energi
Rp 9.000.000 – Rp 20.000.000
Jatuh dari ketinggian puluhan meter, sengatan listrik tinggi.
5
Penebang Pohon Komersial (Logger)
Kehutanan / Industri
Rp 6.000.000 – Rp 14.000.000
Kejatuhan batang pohon raksasa, kecelakaan chainsaw.
6
Pekerja Konstruksi Gedung Pencakar Langit
Konstruksi
Rp 5.500.000 – Rp 12.000.000
Jatuh dari ketinggian (fall hazards), tertimpa material berat.
7
Pembersih Kaca Gedung Bertingkat (Rope Access)
Commercial Facility
Rp 5.000.000 – Rp 10.000.000
Putus tali pengaman, terhempas angin kencang di ketinggian.
8
Nelayan Laut Dalam (Deep-Sea Fisherman)
Perikanan Laut
Rp 5.000.000 – Rp 15.000.000
Tenggelam akibat badai laut, kecelakaan penarik jaring berat.
9
Operator Alat Berat Tambang (Dump Truck/Excavator)
Pertambangan
Rp 8.000.000 – Rp 16.000.000
Landslide/longsor dinding tambang, blind-spot tabrakan unit.
10
Petugas Pemadam Kebakaran (Firefighter)
Layanan Darurat
Rp 4.500.000 – Rp 11.000.000
Inhalasi asap pekat, luka bakar parah, tertimpa reruntuhan.
11
Pekerja Pabrik Kimia / B3 (Bahan Berbahaya)
Manufaktur
Rp 6.500.000 – Rp 15.000.000
Paparan zat karsinogenik, kebocoran zat asam beracun, ledakan.
Itu dia daftar pekerjaan bahaya dengan gaji yang fantastis. Apakah kamu tertarik untuk mencobanya? Jika ya, maka hal pertama yang perlu dilakukan adalah menentukan satu jenis pekerjaan yang diinginkan.
Setelah itu, buatlah perencanaan agar kamu bisa fokus mengejar karir yang diinginkan. Pastikan kamu memiliki bekal ilmu yang cukup dan sertifikasi tertentu di bidangnya agar peluang untuk menapaki karir di bidang yang bersangkutan semakin besar.
Memberikan gaji yang sesuai dengan kesulitan pekerjaan adalah sepenuhnya kewajiban dari perusahaan sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras, namun selain gaji yang sesuai hal lain yang perlu di penuhi oleh perusahaaan untuk mereka yang bekerj adengan resiko yang tinggi adalah fasilitas asuransi kesehatan karyawan untuk melindungi mereka dari berbeagai ancama resiko pekerjaan baik itu resiko kecelakaan kerja atau kesehatan.
Cara Membangun Rumah Tahan Gempa dan Contoh Desain Bangunannya
Membangun rumah tahan gempa merupakan salah satu upaya untuk mengurangi kerugian akibat gempa bumi. Mulai dari kerugian finansial hingga nyawa manusia. Rumah ini biasanya dibangun secara optimal sesuai dengan standar konstruksi rumah tahan gempa yang berlaku.
Terdapat beragam standar utama yang harus dipenuhi. Misalnya, rumah tidak boleh runtuh sebagian atau seluruhnya, mengalami kerusakan yang tidak dapat diperbaiki, dan proses perbaikan yang singkat. Dengan demikian, rumah dapat berfungsi kembali seperti sedia kala.
Lantas, bagaimana cara membangun rumah tahan gempa? Penjelasannya akan dibahas pada artikel berikut sekaligus contoh desain rumah tahan gempa yang ada di Indonesia. Disimak, ya!
5 Pilar Utama Prinsip Konstruksi Rumah Tahan Gempa
Mengacu pada standar teknis Kementerian PUPR dan SNI gempa, berikut adalah prinsip dasar yang wajib diterapkan saat membangun rumah tinggal yang aman dari risiko guncangan:
1. Denah Bangunan yang Simetris dan Sederhana
Denah rumah yang simetris (persegi atau persegi panjang) memiliki distribusi beban yang seimbang saat menerima gaya lateral (samping) akibat gempa. Hindari bentuk denah yang terlalu kompleks atau tidak beraturan tanpa adanya sambungan pemisah (dilatasi) yang memadai.
2. Pondasi Batu Kali yang Terikat Kuat
Pondasi adalah penopang utama beban bangunan ke tanah. Untuk rumah tahan gempa, pondasi batu kali atau cakar ayam wajib diikat secara menyatu dengan sloof (balok beton bertulang horizontal) menggunakan besi stek. Hal ini mencegah struktur rumah bergeser secara parsial saat tanah bergoyang.
3. Penggunaan Beton Bertulang (Reinforced Concrete) yang Sesuai Standar
Rangka utama rumah (kolom, balok, dan sloof) harus menggunakan beton bertulang dengan proporsi adukan semen, pasir, koral, dan air yang presisi. Gunakan besi beton berdiameter standar (minimal 10-12 mm) dengan jarak sengkang (begel) yang rapat, terutama di area pertemuan sudut (detail penulangan).
4. Struktur Atap yang Ringan dan Terikat
Beban atap yang terlalu berat meningkatkan risiko kerobohan bangunan saat terjadi gempa. Penggunaan rangka atap baja ringan kini lebih direkomendasikan dibandingkan kayu berat. Pastikan seluruh struktur rangka atap terikat kuat (anchored) pada balok ring (ring balk) beton di bagian atas dinding.
5. Dinding yang Terikat pada Rangka Beton
Dinding bata merah atau batako tidak boleh berdiri sendiri tanpa pengikat. Setiap luasan dinding maksimal 12 meter persegi wajib dibingkai oleh kolom praktis dan balok pengikat agar dinding tidak roboh menimpa bagian dalam rumah saat terjadi guncangan hebat.
Cara Membangun Rumah Tahan Gempa
Konstruksi rumah tahan gempa berlaku untuk semua jenis hunian tanpa terkecuali,. Pembangunan rumah tahan gempa sebaiknya disesuaikan dengan standar yang berlaku. Berikut ini cara membangun rumah tahan gempa yang perlu diperhatikan.
1. Memperhatikan Bahan Bangunan
Pertama adalah memperhatikan bahan bangunan. Pastikan bahan yang digunakan untuk konstruksi rumah berkualitas menggunakan teknik pengerjaan yang benar, sehingga bangunannya tidak gampang roboh sekalipun terjadi gempa bumi yang kuat.
Beberapa bahan-bahan bangunan yang perlu diperhatikan, di antaranya:
Beton
Dalam proses pembuatan beton, tukang bangunan perlu memperhatikan perbandingan antara campuran kerikil, semen, pasir, dan air. Perbandingan yang disarankan adalah 3 ember kerikil, 1 ember semen, 2 ember pasir, dan 0,5 liter air.
Penambahan air dalam proses pembuatan beton sebaiknya dilakukan sedikit demi sedikit, sehingga adonan tidak terlalu encer atau kental. Untuk kerikil, disarankan menggunakan kerikil berukuran 20 mm dengan gradasi yang baik. Kemudian, gunakan semen yang sudah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).
Batu pondasi
Pada umumnya, pondasi rumah terbuat dari batu kali atau batu gunung. Kedua jenis bebatuan ini memiliki struktur yang solid dan keras. Selain itu, batu kali dan gunung memiliki banyak sudut sehingga mampu membuat mortar menjadi lebih kuat.
Batu bata
Batu batu merupakan bahan bangunan yang digunakan untuk membuat dinding. Spesifikasi ideal batu bata, antara lain:
Bagian tepi batu lurus dan tajam
Kuat atau tidak mudah patah
Tidak banyak retakan
Dimensi seragam dan tidak terlalu kecil
Memiliki suara berdenting saat dipukul dengan batu bata lainnya
Sebelum dipasang, sebaiknya rendam batu bata selama 5-10 menit sehingga permukaan kering pada batu bata tercapai. Kemudian, keringkan batu bata sebelum diikat dengan mortar untuk memperlambat tingkat penyerapan bata dengan air campuran mortar. Jika proses pengeringan terlalu cepat, maka dapat mengakibatkan ikatannya kurang kuat.
Mortar
Pembuatan mortar tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Perbandingan yang digunakan harus tepat, yaitu 4 ember pasir, 1 ember semen, dan air secukupnya. Pastikan pasir tidak mengandung lumpur karena hal ini dapat mengganggu ikatan pasir dengan semen.
Kayu
Penggunaan kayu juga tidak boleh diabaikan begitu saja. Penggunaan kayu yang berkualitas sangat disarankan untuk memaksimalkan struktur bangunan tahan gempa.
Adapun ciri-ciri kayu yang berkualitas, antara lain:
Kering
Warnanya lebih gelap
Tidak memiliki retakan
Lurus
Solid atau keras
2. Membuat Struktur Utama Bangunan
Struktur utama hunian tunggal adalah pondasi, balok pengikat, balok keliling atau ring, atap, dinding, dan kolom. Pembuatan struktur bangunan harus dengan metode yang benar dan dimensi yang tepat.
3. Struktur Rumah Harus Simetris
Memastikan struktur rumah simetris merupakan cara selanjutnya dalam membuat konstruksi rumah tahan gempa. Struktur rumah perlu direncanakan sejak awal, sehingga porsi beban yang ditanggung sisi rumah menjadi sama rata. Cara ini juga ampuh untuk mengurangi berbagai tekanan di titik tertentu.
4. Memperhatikan Pengecoran Beton
Pengecoran beton pada kolom atau balok tidak boleh dilakukan secara sembarangan, Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, di antaranya:
Pastikan bekisting atau cetakan benar-benar kuat, kokoh, dan rapat
Melakukan pelepasan bekisting minimal 3 hari setelah pengecoran
Pengecoran dilakukan secara bertahap, yaitu setiap 1 meter
Pastikan adukan di dalam cor padat dan tidak berongga untuk meminimalisir bagian yang keropos
Balurkan minyak ke permukaan cetakan untuk memudahkan pelepasan cetakan
5. Memperhatikan Hubungan Antar Elemen Struktur Bangunan
Seluruh elemen dalam proses pembangunan rumah tahan gempa harus menjadi satu kesatuan, sehingga beban dapat ditanggung dengan sempurna dan disalurkan secara proporsional. Selain itu, struktur bangunan sebaiknya dibuat elastis agar bentuknya tidak berubah saat terjadi gempa.
Adapun hubungan antar elemen struktur bangunan yang perlu diperhatikan, di antaranya:
Hubungan antara pondasi dengan balok pengikat
Hubungan antara balok pengikat dengan kolom
Hubungan antara kolom dengan dinding
Hubungan antara kolom dengan balok keliling
Hubungan antara balok keliling dengan kuda-kuda kayu
Hubungan angkur gunung-gunung
6. Sistem Pemantauan Seismik Real-time dengan IoT
Integrasi sensor IoT (seperti akselerometer dan strain gauge) di struktur bangunan memungkinkan pendeteksian guncangan mikro dan pemantauan kondisi bangunan secara real-time. Data ini dikirim ke pusat kontrol untuk memicu tindakan otomatis seperti memutus aliran gas atau energi, serta mengaktifkan alarm evakuasi.
Sistem seperti ini adalah bagian dari Earthquake Early Warning System (EEWS) berbasis IoT dan cloud, yang telah terbukti menyelamatkan nyawa dengan menyediakan peringatan dini sebelum getaran utama terjadi .
Pemilihan bahan bangunan sangat menentukan fleksibilitas dan ketahanan struktur. Berikut komparasi umum material dinding dan rangka modern:
Jenis Material
Karakteristik Beban
Keunggulan dalam Kondisi Gempa
Bata Ringan (Hebel)
Sangat Ringan
Meminimalkan beban lateral bangunan; risiko cedera lebih kecil jika terjadi runtuhan.
Baja Ringan
Ringan & Fleksibel
Memiliki elastisitas tinggi untuk menyerap getaran atap tanpa menambah beban pondasi.
Beton Bertulang SNI
Kaku & Kuat
Menjadi penopang utama (skeleton) agar rumah tidak mengalami deformasi ekstrem.
Contoh Desain Bangunan Tahan Gempa di Indonesia
Rumah tahan gempa sebenarnya dapat ditemui pada rumah adat di Indonesia. Meskipun desainnya sederhana, tapi rumah adat relatif kokoh dan tahan terhadap guncangan. Kekurangannya adalah desain rumahnya yang sudah ketinggalan zaman jika dibandingkan dengan desain rumah sekarang.
Tertarik membangun rumah tahan gempa? Berikut beberapa contoh desain bangunan tahan gempa di Indonesia yang dapat dijadikan opsi.
1. Rumah RISHA
Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) merupakan jenis rumah tahan gempa yang disahkan oleh kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Rumah ini mengusung konsep bongkar pasang. Material yang digunakan adalah penggabungan antara baut dan beton tanpa campuran seman dan bata.
Komponen rumah dibuat secara pabrikasi sesuai dengan ukuran modularnya. Desain rumah ini cocok bagi masyarakat yang memiliki penghasilan minimum, ingin mempunyai rumah darurat, dan rumah untuk korban bencana alam. Meskipun sederhana, kualitas rumah ini dapat diperhitungkan.
2. Rumah RIKA
Rumah Instan Kayu (RIKA) merupakan rumah yang dibangun menggunakan material kayu. Materialnya tergolong ringan dibandingkan beton dan batu bata. Rumah instan ini dibuat dari kayu berbahan dasar rendah yang diolah kembali, sehingga kekuatan kayunya sama dengan kayu kualitas kelas 1.
Pengolahan kayu menggunakan sistem Laminated Veneer Lumber (LVL), sehingga rumah tahan terhadap guncangan. Selain tahan gempa, rumah ini cukup ringan, murah, ramah lingkungan, pembangunannya lebih cepat, dan dapat diterapkan pada berbagai kondisi lahan. RIKA memiliki 1 buah aplikator yang sudah diterapkan di daerah rawan bencana.
3. Rumah Barrataga
Bangunan Rumah Rakyat Tahan Gempa atau disingkat Barrataga adalah rumah yang memiliki nuansa tradisional dan tahan terhadap guncangan gempa. Desain ini dikemukakan oleh pakar rekayasa kegempaan Universitas Islam Indonesia (UII), yaitu Prof. Ir. Sarwidi. Rumah ini didesain dengan filosofi menyelamatkan diri yang merupakan respon atas gempa bumi yang pernah terjadi di Yogyakarta pada tahun 2006 silam.
Rangkat dari Barrataga adalah beton kolom, balok bawah, balok tepi atas, dan balok lantai yang dihubungkan dengan simpul sehingga tetap kokoh saat gempa melanda. Aspek terkuat dari bangunan ini adalah besi tulangan yang berkaitan satu sama lain. Menurut Prof. Sarwidi, bangunan rumah akan menjadi lebih kuat jika bagian besi tulangnya terbuat dari kayu atau bambu.
4. Rumah RUSPIN
Rumah Sistem Panel Instan atau RUSPIN adalah rumah berteknologi rangka pracetak menggunakan sistem panel baut dengan biaya yang relatif murah. Rumah ini merupakan solusi bagi masyarakat yang menginginkan rumah dengan harga terjangkau, tapi tetap berkualitas.
Rumah didesain menggunakan sistem modular yang dapat diubah-ubah sesuai dengan keinginan atau kebutuhan penghuni rumah. RUSPIN sendiri menjadi rumah knock down yang proses pembangunannya singkat. Selain sebagai tempat tinggal, rumah ini dapat dijadikan sebagai rumah darurat atau rumah pengungsi.
Apa pun jenis rumahnya dan ukuran berapa pun, hal yang paling penting diperhatikan adalah pondasi dari rumah itu sendiri. Tanpa pondasi yang kuat, mustahil jika rumah dapat bertahan dari guncangan saat terjadi gempa bumi. Gunakan pondasi padat yang terbuat dari beton bertulang atau potongan selang-seling yang terdapat di atas bantalan pasir perantara.
Selain pondasi, jangan lupa untuk memperhatikan kualitas material yang digunakan dalam proses pembangunan rumah tahan gempa. Lakukan penguatan struktural rumah terhadap potensi terjadinya gempa guna meminimalisir rumah roboh atau hancur karena kuatnya guncangan. Dengan begini, rumah pun menjadi tempat tinggal ternyaman bagi setiap penghuni yang ada di dalamnya.
Jangan lupa juga untuk melindungi setiap rumah atau bangunan dan aset properti lainnya milik Anda dengan asuransi properti terbaik yang bisa diajukan di Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah ini!
Jangan Kaget, Ini Daftar Gaji Pekerja Tambang di Indonesia
Pertambangan merupakan salah satu industri yang diminati masyarakat di Indonesia, khususnya kaum adam. Industri ini menawarkan gaji yang fantastis dibandingkan industri lainnya. Tidak hanya untuk karyawan yang sudah memiliki jabatan tertentu, tapi juga karyawan entry level.
Profesi di sektor pertambangan—baik tambang terbuka (surface mining) maupun tambang bawah tanah (underground mining)—merupakan salah satu pekerjaan dengan kategori risiko keselamatan (hazard level) tertinggi di dunia. Para pekerja setiap hari dihadapkan pada paparan material berat, risiko tanah longsor, ledakan area peledakan (blasting), hingga paparan gas beracun.
Tingginya permintaan akan bahan tambang menjadi alasan kenapa karyawan memperoleh gaji yang tinggi. Selain gaji, industri pertambangan juga menawarkan prospek kerja yang menggiurkan. Seperti apa kira-kira?
Pemetaan Risiko Kerja Sektor Pertambangan
Lingkungan kerja industri ekstraktif memiliki profil risiko ekstrem yang membutuhkan penanganan medis spesifik. Berikut adalah klasifikasi risiko kerja yang dihadapi oleh teknisi, operator alat berat, dan geolog di lapangan:
Tipe Operasi Tambang
Risiko Utama Lapangan
Implikasi Risiko Finansial
Tambang Bawah Tanah (Underground)
Runtuhnya terowongan, ledakan gas metana, paparan debu silika, dan kekurangan oksigen.
Biaya penyelamatan darurat (search & rescue), perawatan klaim kecelakaan kerja berat, serta rehabilitasi jangka panjang.
Tambang Terbuka (Open-Pit / Surface)
Longsornya dinding tambang, kecelakaan operasional alat berat (dump truck/excavator), dan cuaca ekstrem.
Biaya pengobatan cedera trauma parah, luka bakar, dan evakuasi medis darurat dari lokasi terpencil.
Daftar Gaji Pekerja Tambang di Indonesia
Pekerja tambang di Indonesia digaji dengan nominal yang berbeda-beda, tergantung dari skala perusahaan masing-masing. Semakin besar dan terkenal perusahaan tambang, biasanya semakin tinggi gaji karyawannya. Semakin banyak pula tunjangan atau benefit yang diberikan untuk mensejahterakan karyawan.
Berikut ini daftar gaji para pekerja tambang yang perlu diketahui. Mulai dari karyawan biasa hingga karyawan yang menduduki posisi strategis di perusahaan.
1. Gaji Karyawan Biasa
Untuk karyawan biasa khususnya fresh graduate akan digaji mulai dari Rp5.000.000 per bulan. Nominal gaji ini kabarnya akan bertambah saat pergantian tahun tiba. Nominal kenaikannya disesuaikan dengan kebijakan masing-masing perusahaan tambang.
Sementara untuk karyawan yang berpengalaman biasanya digaji di atas Rp7.000.000 per bulan. Tak heran jika industri pertambangan sangat diminati karena karyawan di dalamnya sangat disejahterakan dengan nominal gaji yang besar. Ditambah berbagai fasilitas yang membuat kerja menjadi menyenangkan.
2. Gaji Karyawan dengan Posisi Strategis
Gaji pekerja tambang yang sudah menduduki posisi strategis biasanya lebih tinggi daripada karyawan biasa. Misalnya, para supervisor, manager, senior manager, business partner, dan lain sebagainya.
Berdasarkan dari data gaji di Indonesia, gaji terendah karyawan posisi strategis di pertambangan adalah Rp20.000.000 per bulan. Sementara untuk gaji tertinggi bisa mencapai Rp230.000.000 per bulan.
Berikut ini estimasi penghasilan pekerja tambang batu bara yang menduduki posisi strategis di Indonesia:
Kategori & Posisi Jabatan
Level Pengalaman
Estimasi Gaji Bulanan (IDR)
Komponen Tunjuangan & Fasilitas Utama
Operator Alat Berat (Dump Truck/Excavator)
Junior – Menengah (1-4 tahun)
Rp 8.000.000 – Rp 15.000.000
Insentif jam kerja (roster), akomodasi mess, fasilitas K3.
Geologist / Geofisikawan Lapangan
Menengah (2-5 tahun)
Rp 12.000.000 – Rp 25.000.000
Tunjangan bahaya lapangan, fasilitas kesehatan keluarga, site allowance.
Tunjangan risiko tinggi (Hazard Allowance), fasilitas evakuasi medis darurat.
Mine Superintendent / Section Head
Senior (7-10 tahun)
Rp 35.000.000 – Rp 65.000.000
Fasilitas mobil operasional, medical cover penuh, bonus retensi.
Mine Operations Manager / Project Director
Eksekutif (10+ tahun)
Rp 70.000.000 – Rp 150.000.000+
Executive bonus scheme, saham perusahaan (ESOP), asuransi jiwa kelas VIP.
Prospek Kerja Teknik Pertambangan
Lulusan Teknik Pertambangan memiliki peluang karir yang luas. Selain sebagai pekerja tambang, ini dia 9 prospek kerja lainnya dengan gaji yang tak kalah menggiurkan jika dibandingkan dengan gaji pekerja tambang.
1. Teknisi atau Operator
Teknisi atau operator dibutuhkan oleh perusahaan pertambangan untuk mengoperasikan alat-alat berat yang digunakan dalam aktivitas pertambangan. Misalnya, saat pengeboran tanah. Teknisi yang dibutuhkan adalah mereka yang berpengalaman untuk mencegah terjadinya kesalahan saat proses penggalian berlangsung.
2. Teknisi Laboratorium
Prospek kerja selanjutnya adalah menjadi teknisi laboratorium. Tugasnya adalah untuk menyediakan segala kebutuhan selama pekerjaan laboratorium berlangsung. Selain itu, teknisi laboratorium juga bertugas untuk menerapkan prosedur kesehatan dan keamanan dalam tahap riset san pengembangan di laboratorium.
3. Ahli Tambang dan Geologi
Selain mempelajari ilmu pertambangan, lulusan pertambangan juga mempelajari ilmu geologi di masa perkuliahan. Tak heran kalau lulusan pertambangan juga berhak menjajal karir sebagai ahli geologi. Tugasnya adalah untuk melakukan survei terhadap lapisan pada permukaan bumi.
Hal ini dilakukan untuk mengetahui kelayakan daerah pertambangan. Dengan demikian, proses penggalian tidak merusak lingkungan hidup dan mengganggu kelangsungan makhluk hidup di sekitar.
4. Ahli Pengeboran Bumi
Lulusan pertambangan juga mempelajari ilmu matematika dan mekanisme alat-alat berat, sehingga mereka dapat menapaki karir sebagai ahli pengeboran bumi. Pekerjaan ini menuntut lulusan pertambangan untuk mengetahui cara pengeboran yang tepat, efisien, dan ekonomis. Berhubung karena pekerjaannya lumayan kompleks, maka tak heran jika gaji yang diterima berjumlah fantastis.
5. Konsultan Pertambangan
Prospek kerja selanjutnya adalah sebagai konsultan pertambangan. Seperti namanya, profesi ini bertugas untuk membantu mencari tahu tentang sifat mineral, kegunaan, dan cara mengolahnya sehingga hasilnya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Tingkat kesulitan kerjanya lumayan tinggi karena dituntut untuk memahami ilmu pertambangan dengan baik.
Dunia pertambangan tidak hanya membutuhkan pekerja tambang, tapi juga ahli keuangan untuk menghitung cash flow selama proyek berlangsung. Ahli keuangan membantu menjauhkan perusahaan dari kerugian finansial dalam jangka panjang. Jadi sebelum melakukan suatu proyek, ahli keuangan akan melakukan perhitungan secara detail sebagai gambaran terkait pengeluaran proyek.
7. Ahli Pemasaran
Selain ahli keuangan, perusahaan pertambangan juga membutuhkan ahli pemasaran untuk mendukung kegiatan advertising. Selain itu, bagian pemasaran juga bertugas untuk menjaga hubungan baik dengan para klien sehingga perusahaan pun diuntungkan dalam jangka pendek maupun panjang.
8. Pegawai BUMN
Tidak dapat dipungkiri, sebagian besar lulusan pertambangan tertarik untuk bekerja di perusahaan milik negara. Selain memiliki jenjang karir yang jelas, gaji yang diterima juga fantastis. Adapun perusahaan BUMN yang sering kali menjadi incaran lulusan pertambangan, di antaranya:
PT Freeport Indonesia
PT Aneka Tambang Tbk
PT Bukit Asam
PT Timah Indonesia
PT Indonesia Asahan Aluminium
9. Instansi Pemerintahan
Prospek kerja yang terakhir adalah bekerja di instansi pemerintahan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Posisi yang dapat diincar adalah menjadi pegawai di Kementerian Energi Sumber Daya Mineral, baik di tingkat kota maupun daerah.
Bekerja di pertambangan sangat erat kaitannya dengan gaji yang besar dan sejumlah keuntungan lain yang mungkin tidak didapatkan di perusahaan lain. Namun, bekerja di pertambangan juga memiliki beberapa risiko, di antaranya.
1. Terbatasnya Waktu dengan Keluarga
Risiko pertama yang dihadapi pekerja tambang adalah terbatasnya waktu bersama keluarga. Kamu tidak bisa pulang kampung seenaknya karena rindu keluarga. Ada proyek besar yang sedang diawasi.
Selain karena faktor pekerjaan, faktor lokasi juga menjadi penghalang untuk bertemu keluarga. Jarak antara lokasi pertambangan, bandara, dan kampung halaman yang jauh membutuhkan biaya perjalanan yang besar. Sebab, transportasi ke dan dari lokasi pertambangan sangat jarang ditemukan.
2. Tingkat Kecelakaan Kerja Tinggi
Kecelakaan kerja yang tinggi menjadi salah satu risiko bekerja di lapangan, termasuk di industri pertambangan. Hal ini bisa dilihat di berita atau media sosial yang sering kali memberitakan tentang meledaknya sumur pengeboran migas, asap yang mengepul, pipa gas bocor, dan kecelakaan kerja lainnya.
Jika tidak diantisipasi secara dini, kecelakaan kerja ini dapat berakibat fatal. Maka untuk meminimalisir kecelakaan kerja, para pekerja tambang dituntut untuk senantiasa mematuhi SOP yang sudah ditetapkan. Misalnya, selalu menggunakan helm, seragam, dan atribut selama berada di kawasan pertambangan.
3. Rentang Terkena Penyakit Kronis
Kesehatan adalah harta yang sangat berharga dan mahal. Namun, para pekerja tambang justru tidak bisa mengelak dari risiko penyakit kronis ini karena lokasi tempat kerjanya berdebu. Salah satu penyakit kronis yang wajib diwaspadai adalah pneumoconiosis.
Penyakit ini disebabkan karena adanya penumpukan debu di dalam paru-paru. Debu ini berasal dari debu batu bara, timah, gas, dan mineral lainnya. Jika tidak segera diobati, maka akan mengganggu produktivitas kerja di lapangan.
4. Tingkat Persaingan Tinggi
Persaingan kerja memang selalu ada, tapi dunia pertambangan memiliki tingkatan yang lebih tinggi. Jika seorang pegawai berhasil bersaing, maka ia berhak dipromosikan ke level yang lebih tinggi. Tentu, dengan jumlah gaji yang sangat fantastis.
Jika kamu bukan tipikal orang yang suka bersaing, hal ini menjadi tantangan besar untukmu. Akibatnya, karirmu bisa jalan di tempat meskipun kamu kompeten dalam industri ini.
5. Kecelakaan Alat Berat
Penggunaan alat berat seperti excavator, dump truck, bulldozer, loader, dan crane merupakan bagian tak terpisahkan dari operasional tambang. Namun, kehadiran alat-alat ini juga membawa risiko tinggi terhadap keselamatan pekerja, peralatan, dan lingkungan kerja.
Salah satu risiko utama adalah tabrakan antar alat berat, yang sering terjadi di area dengan visibilitas rendah atau jalur lalu lintas tidak teratur. Hal ini bisa menyebabkan kerusakan besar pada kendaraan dan bahkan mencederai operator atau pekerja di sekitarnya. Selain itu, terguling atau terbaliknya alat berat, terutama saat melewati medan yang tidak stabil atau kemiringan curam, menjadi penyebab umum kecelakaan fatal di area tambang terbuka.
6. Suhu Ekstrem
Suhu ekstrem, baik panas maupun dingin, merupakan salah satu risiko lingkungan kerja yang serius di sektor pertambangan. Terutama di lokasi tambang terbuka (open-pit mining) yang terpapar langsung sinar matahari dalam durasi panjang, suhu bisa mencapai lebih dari 40°C. Pekerja yang terpapar kondisi ini berisiko tinggi mengalami gangguan kesehatan, bahkan kematian, jika tidak ditangani dengan tepat.
Timba Ilmu di Universitas Pertambangan Terbaik di Indonesia
Melihat nominal gajinya yang tinggi ditambah dengan prospek kerjanya yang bagus, apakah kamu tertarik untuk menapaki karir di industri pertambangan? Jika ya, maka pastikan kamu menimba ilmu di universitas pertambangan terbaik yang ada di Indonesia. Dengan begini, maka peluang untuk bekerja di salah satu perusahaan tambang di Indonesia semakin besar.
Namun, perlu diketahui bahwa tingkat persaingan kerja dan risikonya juga tinggi. Jadi, kamu harus mempertimbangkan hal ini dengan baik sebelum mengambil keputusan terbaik untuk masa depanmu. Bagaimana, sudah siap menjadi salah satu pekerja tambang?
Dapatkan penawaran produk Asuransi Kesehatan Karaywan terbaik di Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah ini!
Profesi di industri minyak dan gas (migas), khususnya pekerja kilang minyak, dikenal sebagai salah satu pekerjaan dengan risiko keselamatan tertinggi di dunia. Baik beroperasi di darat (onshore) maupun di lepas pantai (offshore), para pekerja berhadapan langsung dengan peralatan berat bertekanan tinggi, bahan kimia berbahaya, hingga ancaman ledakan.
Oleh karena itu, memiliki jaminan proteksi yang komprehensif bukan lagi sekadar pilihan tambahan, melainkan kebutuhan mutlak. Artikel ini membedah potensi risiko, cakupan perlindungan krusial, hingga panduan memilih asuransi pekerja kilang minyak terbaik.
Potensi Risiko Pekerja Kilang Minyak: Onshore vs Offshore
Lingkungan kerja industri migas memiliki tingkat bahaya (hazard level) yang jauh di atas rata-rata industri manufaktur biasa. Berikut adalah pemetaan risiko yang kerap dihadapi para teknisi dan operator kilang:
Sektor Kerja
Risiko Utama yang Dihadapi
Implikasi Risiko Finansial
Kilang Lepas Pantai (Offshore)
Cuaca ekstrem, kecelakaan helikopter/kapal transfer, kecelakaan paparan gas beracun ($H_2S$), dan isolasi lokasi.
Biaya evakuasi medis darurat (Emergency Medical Evacuation) yang sangat mahal via udara.
Kilang Darat (Onshore)
Kebakaran, ledakan tangki pemrosesan, kebocoran pipa bertekanan tinggi, serta kecelakaan mesin berat.
Biaya perawatan intensif luka bakar derajat tinggi dan rehabilitasi medis jangka panjang.
Pentingnya Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Kilang Minyak
Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan faktor penting yang harus diperhatikan di industri perminyakan. Penerapannya harus dilakukan dengan benar untuk menurunkan tingkat kecelakaan yang terjadi di tempat kerja. Sehingga tingkat kesehatan dan keselamatan kerja akan meningkat mengikuti upaya pembangunan yang berwawasan lingkungan.
Merupakan suatu kesatuan antara ruang dengan semua benda, daya, kekuatan, dan semua makhluk hidup. Di dalamnya termasuk perilaku manusia yang akan memengaruhi perikehidupan dan peri kemanusiaan.
2. Ekosistem
Merupakan tatanan lingkungan hidup yang menjadi satu kesatuan utuh. Ekosistem saling memengaruhi, sehingga membentuk suatu keseimbangan, stabilitas, dan produktivitas lingkungan hidup.
3. Baku Mutu
Baku mutu yang dimaksud berkaitan dengan lingkungan hidup, yaitu batasan makhluk hidup, energi, zat, maupun komponen yang ada atau harus ada. Keberadaannya dalam suatu sumber daya dikategorikan sebagai unsur lingkungan hidup.
4. Daya Dukung
Daya dukung juga dibutuhkan dalam lingkungan hidup. Hal ini berkaitan dengan kemampuan lingkungan dalam mendukung kehidupan manusia dan makhluk lainnya.
5. Pencemaran Lingkungan
Merupakan suatu kondisi dimana lingkungan hidup tercemar karena dimasuki oleh energi, zat, atau komponen tertentu. Hal ini dapat menyebabkan lingkungan hidup menjadi tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
6. Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Merupakan suatu hal yang diupayakan untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan, baik jasmani maupun rohani. Jika keduanya sudah tercapai, maka tingkat kesejahteraan tenaga kerja akan meningkat sehingga tercipta kehidupan yang adil dan makmur.
7. Kecelakaan
Kecelakaan menjadi salah satu hal yang tidak diinginkan, tapi di lain sisi tidak dapat dihindari begitu saja. Kecelakaan biasanya memakan korban dan mengakibatkan kerugian dalam jumlah yang cukup besar.
8. Bahaya
Disebut juga hazard, yaitu suatu kondisi yang dapat menimbulkan kecelakaan. Mulai dari kerusakan, cedera, atau penyakit, sehingga tidak dapat melakukan fungsi yang sudah ditetapkan.
9. Insiden
Sama seperti kecelakaan, insiden merupakan hal yang tidak diinginkan. Hal ini dapat terjadi kapan saja dan menimpa siapa saja.
10. Keamanan
Adalah suatu istilah yang menggambarkan bahwa kegiatan operasional berjalan dengan baik. Kondisi ini jauh dari malapetaka dan hal-hal lain yang dapat menyebabkan kerugian.
11. Risiko
Merupakan akibat yang timbul karena dilaksanakannya suatu hal. Risiko dapat terjadi dalam kurun waktu tertentu atau dalam siklus operasi tertentu.
Alasan Mutlak Mengapa BPJS Ketenagakerjaan Saja Tidak Cukup
Banyak pekerja kilang mengandalkan perlindungan dasar dari perusahaan atau BPJS Ketenagakerjaan (JKK dan JKM). Meskipun wajib dimiliki, proteksi standar tersebut memiliki keterbatasan:
1. Plafon Pembiayaan dan Batas Pertanggungan
Fasilitas kesehatan standar sering kali memiliki batasan plafon untuk tindakan medis tertentu atau perawatan rehabilitatif di rumah sakit luar negeri (jika pekerja ditugaskan di proyek internasional).
2. Penggantian Pendapatan yang Hilang (Income Replacement)
Jika kecelakaan kerja menyebabkan cacat total tetap (Permanent Total Disability), pekerja mungkin tidak dapat kembali bekerja di industri migas selamanya. Asuransi swasta tambahan memberikan uang santunan tunai dalam jumlah besar untuk menjaga taraf hidup keluarga yang ditinggalkan.
3. Layanan Evakuasi Medis Darurat
Proses evakuasi dari kilang offshore menuju rumah sakit rujukan utama membutuhkan biaya operasional transportasi medis udara yang fantastis. Asuransi khusus risiko tinggi menanggung seluruh biaya logistik ini secara penuh.
Risiko yang Dihadapi Pekerja Kilang Minyak
Banyak orang mengira bahwa bekerja di kilang sangat menyenangkan, bisa memiliki gaji yang besar, dan lain sebagainya. Padahal kenyataannya pekerjaan ini memiliki sejumlah risiko yang jarang diketahui. Risiko tersebut, di antaranya.
1. Pekerjaan Lebih Berat daripada Kuli
Jika kamu ingin bekerja di kilang minyak, maka bersiaplah dengan pekerjaan yang berat. Bahkan jauh lebih berat daripada kuli bangunan. Kamu harus bergelut dengan pekerjaan fisik yang melelahkan, karena harus mengangkut minyak bumi yang beratnya tak karuan.
Pekerjaan fisik semakin memberatkan ketika perusahaan mengeksplorasi daerah baru. Jadi, tidak ada yang menyenangkan dan nyaman selama menjadi pekerja kilang minyak. Belum lagi jika ada kesalahan, yang mana akan melibatkan polisi dan instansi tertentu.
2. Terdapat Risiko Kematian
Setiap pekerjaan memiliki risiko masing-masing, termasuk pekerja kilang minyak. Pekerjaan ini bahkan memiliki tingkat risiko yang besar, karena berkaitan dengan kematian.
Menggali minyak di perut bumi bukan hal yang mudah seperti yang dipikirkan kebanyakan orang. Nyawa menjadi salah satu taruhannya, terutama jika terjadi kebakaran atau penyebaran gas-gas beracun saat kegiatan operasional dilakukan.
3. Jauh dari Keluarga
Jika ingin berkarir sebagai karyawan di perusahaan minyak, maka bersiaplah untuk jauh dari keluarga. Bukan sehari atau dua hari, melainkan berbulan-bulan. Selama kegiatan pengeboran berlangsung, maka kamu tidak boleh pulang ke rumah untuk menemui keluarga.
Perlu diketahui bahwa tempat pengeboran minyak sering kali berada di lokasi terpencil, bahkan yang tidak ada di Google Map. Selain jauh, sebagian besar lokasi juga tidak memiliki sinyal. Akibatnya, komunikasi dengan keluarga pun menjadi terhambat.
4. Gaji Tidak Terlalu Besar
Perlu diketahui bahwa jumlah gaji pekerja kilang minyak tidak selamanya besar. Hal ini sangat bergantung pada skala perusahaan tempat bekerja dan posisi yang diduduki. Semakin tinggi posisi, maka semakin besar pula gaji yang diterima.
Jika kamu hanya berstatus sebagai karyawan biasa atau berada di level pertama, gaji yang diterima biasanya cuma sebatas UMR. Bahkan ada perusahaan yang menggaji dengan nominal yang lebih rendah. Hal ini sangat bergantung dengan kebijakan masing-masing perusahaan migas.
5. Persyaratan yang Sulit
Bekerja di kilang minyak atau perusahaan migas tidak semudah yang dibayangkan. Ada banyak persyaratan yang harus dipenuhi. Sebagian besar persyaratan itu tergolong sulit, seperti harus memiliki sertifikat drilling, Basic Safety Training atau BST, hingga Helicopter Underwater Escape Training atau HUET.
Persyaratannya tidak main-main, bukan? Hanya orang-orang yang memenuhi persyaratan dan dianggap kompeten yang bisa bekerja di perusahaan minyak.
Penyebab Utama Terjadinya Risiko dan Kecelakaan Kerja
Sebab dan akibat merupakan suatu hubungan yang berkaitan erat dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Dalam industri perminyakan, suatu risiko dan kecelakaan kerja biasanya disebabkan karena hal-hal berikut ini.
1. Adanya Kondisi yang Tidak Aman
Penyebab ini berkaitan erat dengan kerusakan yang terjadi pada mesin atau alat produksi lainnya. Selain itu, kondisi yang tidak mendukung, baik dari segi cuaca, penerangan, tingkat kebisingan, kebersihan, dan proses instalasi yang kurang baik juga akan memengaruhi.
Sebelum bekerja, sebaiknya pastikan bahwa kondisi di sekitar mendukung. Pastikan tingkat keamanan sudah sempurna, penerangan mumpuni, dan tempat kerja selalu dalam keadaan bersih. Dengan begini, terjadinya risiko dan kecelakaan kerja dapat diminimalisir sekecil mungkin.
2. Tindakan yang Tidak Aman
Penyebab terjadinya risiko dan kecelakaan kerja selanjutnya adalah karena tindakan yang tidak aman. Tindakan ini biasa dilakukan oleh para pekerja kilang minyak selama mengangkat atau mengelola minyak bumi. Kurangnya pengawasan dan informasi bisa menjadi alasan utama kenapa pekerja melakukan tindakan yang tidak seharusnya dilakukan.
Beberapa tindakan tidak aman lainnya yang sebisa mungkin dihindari, di antaranya:
Penggunaan peralatan yang tidak tepat
Kelalaian dalam bekerja
Tidak menggunakan pelindung diri, seperti topi
Melakukan sesuatu tanpa diperintah
Tidak mengikuti instruksi atasan
Bekerja dalam kondisi mabuk, tidak berkonsentrasi, dan mengantuk
Menjalankan mesin dengan kecepatan berlebihan
Mengangkut material secara berlebihan
3. Sistem Manajemen yang Lemah
Faktor penyebab selanjutnya adalah adanya kelemahan dari sistem manajemen. Hal ini berkaitan dengan instruksi, pengawasan, dan standar yang seharusnya ditetapkan untuk mencegah terjadinya risiko dan kecelakaan kerja.
Kelemahan dari sistem manajemen tidak hanya membahayakan pekerja kilang minyak, tapi juga kelestarian lingkungan hidup. Ketidakseimbangan ekosistem akan memengaruhi kualitas lingkungan.
4. Terjadinya Ledakan, Kebakaran, dan Badai
Penyebab lainnya yang tidak dapat dihindari begitu saja adalah terjadinya ledakan, kebakaran, dan badai saat mengeksplorasi. Ledakan biasanya ditimbulkan karena tekanan udara tinggi yang disertai dengan nyala api. Jika ledakan merambat pada gelombang turbulensi udara, maka hal ini akan menyebabkan kerusakan yang parah.
Kebakaran disebabkan karena akumulasi gas-gas dalam proses eksplorasi tertahan dan disertai dengan adanya sulutan api. Sedangkan badai disebabkan karena faktor cuaca yang tidak dapat diprediksi. Kondisi cuaca yang sangat buruk biasanya akan menghambat kegiatan eksplorasi di wilayah pertambangan.
Pencegahan Dibutuhkan untuk Menghindari Risiko dan Kecelakaan Kerja
Risiko dan kecelakaan kerja sangat rentan terjadi untuk pekerjaan lapangan, seperti di wilayah pertambangan. Maka dari itu, sejumlah pencegahan pun dibutuhkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Mulai dari membuat peraturan yang tegas mengenai lingkungan hidup, menerapkan standarisasi kerja yang baik, dan mengadakan pelatihan serta tindakan persuasif bagi pengusaha dan tenaga kerja agar lebih berhati-hati selama bekerja.
Karyawan juga merupakan aset perusahaan yang sangat berharga, jadi menjaga kesehatan dan keselamatan mereka selama bekerja juga merupakan kewajiban perusahaan sepenuhnya. Lindungi karyawan Anda dengan produk asuransi kesehatan karyawan terbaik yang bisa didapatkan dari Cermati Protect dngan mengisi formulir dibawah ini!
Silent Call: Modus Penipuan yang Mengincar Data Nasabah Asuransi
Teknologi memudahkan masyarakat untuk mengakses berbagai layanan, termasuk membeli hingga mengajukan klaim asuransi secara digital. Namun, di balik kemudahan tersebut, muncul berbagai modus penipuan baru yang memanfaatkan telepon seluler sebagai media utama. Salah satunya adalah silent call atau panggilan tanpa suara.
Banyak orang menganggap panggilan tanpa suara hanya gangguan jaringan atau salah sambung. Padahal, silent call dapat menjadi tahap awal dari aksi penipuan yang lebih besar. Pelaku biasanya menggunakan panggilan singkat tanpa suara untuk memastikan nomor telepon masih aktif sebelum melancarkan aksi social engineering, phishing, hingga penyalahgunaan data pribadi.
Lantas, bagaimana cara kerja silent call dan mengapa nasabah asuransi perlu mewaspadainya?
Apa ItuSilent Call?
Silent call adalah modus panggilan telepon dari nomor yang tidak dikenal, tetapi ketika Anda mengangkat telepon, tidak terdengar suara apa pun dari pihak penelepon. Panggilan biasanya hanya berlangsung beberapa detik sebelum terputus.
Meskipun terlihat sepele, tujuan pelaku bukan untuk berbicara dengan korban, melainkan untuk:
Memastikan nomor telepon masih aktif.
Mengetahui kebiasaan korban dalam menjawab telepon.
Mengumpulkan data calon korban.
Mempersiapkan aksi penipuan berikutnya.
Dalam beberapa kasus, pelaku juga dapat menggunakan teknologi otomatis atau robocall untuk menghubungi ribuan nomor sekaligus. Nomor yang merespons akan ditandai sebagai nomor aktif sehingga berpotensi menjadi sasaran penipuan lanjutan.
BagaimanaSilent CallDigunakan untuk Menipu Nasabah Asuransi?
Silent call umumnya bukan tujuan akhir pelaku. Modus ini hanya menjadi pintu masuk sebelum penipu melakukan aksi yang lebih meyakinkan.
Berikut tahapan yang sering digunakan.
1. Memastikan Nomor Masih Aktif
Pelaku menghubungi banyak nomor secara acak menggunakan sistem otomatis. Ketika Anda mengangkat telepon, nomor tersebut dianggap aktif dan layak dijadikan target berikutnya.
2. Menghubungi Kembali dengan Identitas Palsu
Beberapa hari kemudian, pelaku dapat kembali menghubungi Anda dengan mengaku sebagai:
Petugas perusahaan asuransi.
Agen asuransi.
Bagian layanan pelanggan.
Tim klaim.
Pihak yang menawarkan polis baru.
Mereka biasanya menggunakan bahasa yang sopan dan terdengar profesional agar korban tidak curiga.
3. Meminta Verifikasi Data
Pelaku kemudian meminta Anda melakukan verifikasi data dengan alasan:
Pembaruan data polis.
Proses klaim asuransi.
Pencairan manfaat.
Perubahan sistem.
Pengkinian data nasabah.
Dalam proses tersebut, pelaku bisa meminta informasi pribadi seperti:
Nomor polis.
Nomor Induk Kependudukan (NIK).
Tanggal lahir.
Alamat.
Kode OTP.
PIN.
Kata sandi akun.
Padahal, perusahaan asuransi umumnya tidak akan meminta kode OTP atau kata sandi melalui telepon.
4. Mengarahkan Korban ke Tautan Palsu
Selain melalui telepon, pelaku dapat mengirimkan tautan melalui SMS, WhatsApp, atau email yang mengarahkan korban ke situs palsu. Situs tersebut dibuat menyerupai halaman resmi perusahaan asuransi agar korban memasukkan data pribadi tanpa menyadari bahwa informasi tersebut sedang dicuri.
Data nasabah asuransi memiliki nilai tinggi bagi pelaku kejahatan siber. Selain informasi identitas pribadi, data tersebut juga berkaitan dengan kondisi keuangan, manfaat polis, hingga rekening bank yang digunakan untuk pembayaran premi maupun pencairan klaim.
Jika informasi tersebut jatuh ke tangan yang salah, pelaku dapat memanfaatkannya untuk:
Melakukan penipuan berkedok klaim asuransi.
Mengambil alih akun digital.
Melakukan pencurian identitas.
Mengajukan pinjaman secara ilegal menggunakan identitas korban.
Melancarkan penipuan lanjutan yang lebih meyakinkan.
Ciri-CiriSilent Callyang Perlu Anda Waspadai
Agar tidak menjadi korban, kenali beberapa tanda berikut.
Menerima panggilan dari nomor yang tidak dikenal.
Tidak terdengar suara ketika telepon diangkat.
Panggilan terputus dalam beberapa detik.
Nomor yang sama berulang kali menghubungi.
Setelah panggilan tersebut, Anda mulai menerima telepon atau pesan yang mengatasnamakan perusahaan asuransi.
Jika mengalami kondisi tersebut, jangan langsung menganggapnya sebagai gangguan biasa.
Untuk melindungi data pribadi dan polis asuransi, lakukan beberapa langkah berikut.
1. Jangan Menelepon Balik Nomor yang Mencurigakan
Apabila menerima panggilan tanpa suara dari nomor yang tidak dikenal, sebaiknya jangan menghubungi nomor tersebut kembali. Tindakan tersebut justru memberi sinyal bahwa nomor Anda aktif.
2. Jangan Memberikan Data Rahasia
Apabila ada pihak yang menghubungi dan mengaku sebagai petugas perusahaan asuransi, jangan pernah memberikan:
Jika menerima telepon terkait polis atau klaim, tutup telepon tersebut dan hubungi perusahaan asuransi melalui layanan pelanggan resmi yang tercantum di situs web atau aplikasi resmi perusahaan.
4. Aktifkan Keamanan Akun
Gunakan kata sandi yang kuat dan aktifkan autentikasi dua faktor (two-factor authentication atau 2FA) apabila tersedia pada aplikasi asuransi yang Anda gunakan.
5. Blokir Nomor yang Mencurigakan
Jika nomor tersebut terus menghubungi, segera blokir agar tidak dapat menghubungi Anda kembali.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Terlanjur Memberikan Data?
Jika Anda merasa telah memberikan informasi penting kepada pihak yang tidak dikenal, segera lakukan beberapa langkah berikut.
Hubungi perusahaan asuransi untuk melaporkan dugaan penyalahgunaan data.
Ganti kata sandi akun yang terkait.
Aktifkan atau perbarui 2FA.
Hubungi bank apabila data rekening atau kartu pembayaran ikut diberikan.
Simpan bukti percakapan dan laporkan dugaan penipuan kepada pihak berwenang.
Semakin cepat Anda mengambil tindakan, semakin besar peluang mencegah penyalahgunaan data dan kerugian finansial.
WaspadaSilent Call, Lindungi Data dan Polis Asuransi Anda
Silent call mungkin hanya berlangsung beberapa detik, tetapi dampaknya dapat berlanjut menjadi penipuan yang merugikan jika Anda lengah. Modus ini sering dimanfaatkan pelaku untuk memverifikasi nomor telepon aktif sebelum melancarkan aksi phishing, pencurian identitas, atau penipuan yang mengatasnamakan perusahaan asuransi.
Sebagai nasabah, Anda perlu selalu berhati-hati terhadap setiap panggilan dari nomor yang tidak dikenal. Jangan mudah memberikan informasi pribadi, kode OTP, maupun data polis melalui telepon. Dengan meningkatkan kewaspadaan dan hanya berkomunikasi melalui kanal resmi perusahaan asuransi, Anda dapat menjaga keamanan data pribadi sekaligus memastikan manfaat perlindungan asuransi tetap terlindungi dari penyalahgunaan.
Asuransi Gadget Kehilangan dan Kerusakan Total: Proteksi Wajib di Era Digital 2026
Di era digital tahun 2026, perangkat seperti smartphone, tablet, dan laptop sudah berevolusi jauh melampaui sekadar alat komunikasi. Perangkat tersebut kini menjadi pusat kehidupan kita, sangat krusial untuk menunjang produktivitas kerja, sarana hiburan, hingga gerbang utama berbagai transaksi keuangan harian.
Namun, seiring dengan tingginya intensitas dan mobilitas penggunaan, semakin besar pula risiko perangkat tersebut mengalami kerusakan atau bahkan hilang. Mengingat harga gadget yang terus meroket, memiliki asuransi gadget kehilangan dan kerusakan total kini telah bergeser dari sekadar kemewahan menjadi sebuah kebutuhan yang mutlak.
Mengapa Gadget Sangat Rentan?
Karakteristik gadget sebagai perangkat portabel yang selalu kita bawa ke berbagai situasi membuatnya sangat terekspos terhadap risiko fisik. Risiko sehari-hari yang sering terjadi meliputi:
Terjatuh ke lantai atau terbanting dengan keras.
Rusak akibat paparan atau tumpahan cairan.
Terjadinya korsleting pada mesin yang sering dipicu oleh overcharging.
Menjadi target pencurian saat berada di fasilitas umum yang ramai.
Hilang karena tertinggal saat sedang dalam perjalanan.
Insiden-insiden di atas dapat menyebabkan kerusakan ringan, kerusakan total (seperti matinya motherboard), hingga perangkat hilang secara permanen.
Apa Itu Asuransi Gadget Kehilangan dan Kerusakan Total?
Secara sederhana, asuransi gadget kehilangan dan kerusakan total adalah produk proteksi finansial yang memberikan ganti rugi ketika perangkat mengalami kerusakan sangat parah (total loss) atau hilang akibat risiko tertentu seperti pencurian, kecelakaan, hingga kebakaran.
Karakteristik utama dari produk asuransi ini meliputi:
Umumnya ditujukan untuk melindungi gadget yang dibeli dalam kondisi baru atau yang fisiknya masih sangat baik.
Menjangkau berbagai ekosistem perangkat digital, mulai dari smartphone, tablet, laptop, hingga jam tangan pintar (smartwatch).
Berfokus pada penanggungan risiko kehilangan secara total atau kerusakan parah yang secara teknis tidak dapat diperbaiki lagi.
Menawarkan alur dan proses klaim yang transparan serta relatif cepat.
Detail Perlindungan: Apa yang Ditanggung dan Dikecualikan?
Cakupan Perlindungan (Covered Risks)
Kerusakan Total (Total Loss): Anda berhak mendapat kompensasi nilai perangkat jika terjadi kerusakan masif, seperti layar yang hancur total. Cakupan ini juga berlaku untuk kerusakan internal berat akibat air , perangkat yang meleleh atau terbakar , serta perangkat yang mati total pasca-perbaikan.
Kejahatan (Pencurian/Perampasan): Polis menanggung kehilangan gadget yang dirampas atau dicuri secara paksa, dengan syarat nasabah melampirkan laporan kepolisian yang sah.
Bencana & Kebakaran: Terdapat polis yang memperluas perlindungannya untuk insiden kehilangan akibat bencana alam, seperti banjir, gempa bumi, atau musibah kebakaran rumah.
Pengecualian Polis (Exclusions)
Kehilangan perangkat yang murni disebabkan oleh kelalaian nasabah, contohnya tertinggal di tempat umum.
Kerusakan perangkat yang timbul akibat cara penggunaan yang menyalahi instruksi resmi pabrikan.
Pengajuan klaim untuk gadget yang tidak dilengkapi dengan bukti/nota pembelian resmi.
Kerusakan yang masuk kategori parsial (ringan), seperti retak tipis pada layar atau kerusakan tombol fisik.
Komponen aksesori pelengkap seperti earphone, charger, dan casing.
Mengapa Anda Membutuhkannya Sekarang?
Efisiensi Finansial yang Tinggi: Harga gawai flagship saat ini sangat mahal, sehingga asuransi dapat menyelamatkan Anda dari pengeluaran dadakan yang masif. Rata-rata premi tahunan asuransi hanya berkisar antara 2–5% dari total harga perangkat, sebuah investasi kecil untuk melindungi aset bernilai puluhan juta rupiah.
Ketenangan dalam Bekerja: Perlindungan yang tepat mengizinkan Anda menggunakan gawai secara optimal di manapun tanpa harus selalu dihantui rasa cemas.
Perbaikan Berstandar Resmi: Pihak penyedia asuransi umumnya terafiliasi dengan distributor atau service center resmi, memastikan gawai diperbaiki atau diganti oleh tenaga profesional.
Klaim Serba Digital: Proses birokrasi klaim di tahun 2026 semakin modern, di mana semuanya bisa diurus secara instan via aplikasi mobile secara online.
Contoh Kasus Pentingnya Asuransi Gadget Kehilangan dan Kerusakan Total
Kasus Kehilangan: Dita, seorang pekerja kantoran, kehilangan smartphone flagship miliknya saat menggunakan layanan transportasi ojek online. Karena ia memiliki polis dari Cermati Protect, Dita berhasil mengklaim dan mendapat kompensasi senilai harga pasar perangkatnya hanya dalam waktu 7 hari kerja.
Kasus Kerusakan Total: Laptop MacBook milik Handoko terjatuh dari lantai dua sebuah gedung, membuat layar LCD dan motherboard hancur total. Berkat asuransi gadget, klaim Handoko disetujui penuh dan ia langsung menerima perangkat pengganti dari mitra servis resmi.
Jangan pernah membuang nota pembelian asli beserta kardus kemasan gadget Anda.
Dilarang keras memodifikasi sistem operasi perangkat secara ilegal, seperti melakukan rooting pada Android atau jailbreak pada iOS.
Jika gadget hilang dicuri, pastikan untuk membuat surat laporan resmi dari kepolisian dan lampirkan kronologi kejadian sedetail mungkin.
Hindari membuat laporan klaim fiktif karena tindakan manipulatif tersebut dapat membuat nama Anda masuk dalam daftar hitam (blacklist) asuransi secara permanen.
Lindungi Aset Anda Bersama Cermati Protect
Di lanskap digital hari ini, gadget bukan lagi sebatas alat bantu, melainkan inti dari produktivitas dan gaya hidup kita. Menanggung risiko kehilangan atau kerusakan total tanpa jaring pengaman finansial dapat memicu kerugian yang sangat besar, baik dari segi materi maupun emosional. Solusi yang paling rasional dan terencana untuk memitigasi hal tersebut adalah dengan mengandalkan asuransi gadget kehilangan dan kerusakan total.
Bagi yang menginginkan perlindungan perangkat yang terpercaya dan anti-repot, Cermati Protect hadir untuk memberikan solusi asuransi digital paling mutakhir. Dengan sistem online yang bebas hambatan, dukungan mitra asuransi tepercaya, dan kecepatan pencairan klaim, Anda dapat memperoleh perlindungan gadget secara komprehensif dalam hitungan menit. Jangan tunggu sampai risiko terjadi; amankan gadget berharga hari ini di Cermati Protect.