Jenis-Jenis Kargo dan Proses Penanganan Kargo Barang

man pushing trolley with big boxes
Photo by Tima Miroshnichenko on Pexels.com

Jenis-Jenis Kargo dan Proses Penanganan Kargo Barang

Kargo adalah semua jenis barang yang dikirimkan dalam jumlah dan volume besar melalui jalur darat, laut, maupun udara untuk keperluan perdagangan atau distribusi logistik.

Dalam dunia logistik, pengiriman kargo tidak bisa dilakukan sembarangan. Proses distribusi ini diatur secara ketat melalui penanganan kargo (cargo handling) untuk memastikan barang sampai ke tangan penerima dengan selamat, tepat waktu, dan tanpa cacat.

Artikel ini akan membahas tuntas apa itu penanganan kargo, jenis-jenis barang kargo, tahapan prosedurnya, hingga solusi perlindungan asuransinya.

Apa Itu Penanganan Kargo?

man wearing face mask standing near vehicle door with brown carton boxes
Photo by Pavel Danilyuk on Pexels.com

Penanganan kargo (cargo handling) adalah seluruh proses penerimaan, pemuatan (loading), pembongkaran (unloading), hingga pemindahan muatan kargo dari titik keberangkatan ke lokasi tujuan.

Tujuan utama dari penanganan kargo adalah menciptakan rantai distribusi logistik yang efektif, efisien, serta menjamin keselamatan operasional maupun kondisi barang itu sendiri.

Dalam setiap proses cargo handling, terdapat tiga pihak utama yang selalu terlibat, yaitu:

  1. Pengirim (Shipper): Pihak perorangan, kelompok, atau perusahaan skala kecil hingga besar yang mengirimkan barang. Pengiriman bisa dilakukan sendiri atau diserahkan kepada agen jasa ekspedisi.
  2. Pengangkut (Carrier): Pihak penyedia jasa transportasi dan ekspedisi. Dalam pengiriman udara, mereka bisa berupa cargo sales agent atau airlines.
  3. Penerima (Consignee): Konsumen akhir atau pihak agen tujuan yang menerima kiriman barang tersebut.

4 Jenis Kargo Barang Berdasarkan Penanganannya

Kargo identik dengan pengiriman barang bulky (besar dan berat). Di pelabuhan maupun bandara udara, kargo diklasifikasikan ke dalam empat jenis utama berdasarkan regulasi dan cara penanganannya:

1. General Cargo (Barang Umum)

General cargo adalah barang-barang umum yang tidak memerlukan penanganan khusus, asalkan memenuhi standar pengemasan (packing) yang berlaku.

  • Contoh Barang: Peralatan kantor, peralatan rumah tangga, perabot olahraga, pakaian, sepatu, dan produk tekstil lainnya.

2. Special Cargo (Barang Khusus)

Berbeda dengan general cargo, jenis kargo ini membutuhkan penanganan spesial karena diikat oleh regulasi pengiriman yang ketat, sering kali via transportasi udara.

  • Contoh Barang: Makanan segar (perishables), tanaman hidup, hewan/binatang peliharaan, barang mewah (emas, berlian), barang beraroma menyengat, hingga jenazah manusia (utuh/kremasi).

3. Irregularity Cargo (Kargo Bermasalah)

Ini adalah status/kategori kargo yang mengalami kendala operasional, baik karena cacat pada barang atau ketidaksesuaian dengan SOP pengiriman. Irregularity cargo terbagi menjadi empat:

  • Missing Cargo: Barang hilang di perjalanan.
  • Damage Cargo: Barang mengalami kerusakan fisik.
  • Overload Cargo: Kargo melebihi kapasitas angkut armada.
  • Found Cargo: Barang ditemukan namun tanpa dokumen/identitas pengirim yang jelas.

4. Dangerous Cargo (Barang Berbahaya / Dangerous Goods)

Kargo yang berisi material berbahaya dan peka terhadap suhu udara, getaran, atau tekanan. Barang ini sangat diawasi karena bisa memicu kecelakaan fatal.

  • Contoh Barang: Cairan kimia mudah terbakar, bahan peledak, peluru, senjata api, dan kembang api.

Aturan Khusus Pengiriman Dangerous Cargo:

  • Mengikuti aturan baku penerbangan dari International Air Transport Association (IATA).
  • Mengemas (packing) barang dengan material berstandar tinggi.
  • Menggunakan standar marking dan labeling peringatan bahaya yang akurat.

Baca Juga: 5 Perbedaan Pengiriman Ekspedisi dan Kargo

7 Tahapan Proses Kerja Penanganan Kargo

Penanganan barang kargo dari titik awal ke titik akhir mengikuti SOP operasional yang runtut. Berikut adalah 7 tahapan alur pengiriman kargo yang umum dilakukan di bandara/pelabuhan:

  1. Penerimaan (Acceptance): Serah terima barang dari shipper ke pihak fasilitas pengangkutan. Di sini, dokumen, biaya administrasi kargo, dan kelayakan kiriman akan dicek awal.
  2. Penimbangan Barang (Weighing): Pencocokan berat aktual kargo dengan manifes pengirim. Ini krusial agar pesawat/kapal tidak mengalami kelebihan beban (over capacity).
  3. Pembuatan Dokumen Ekspedisi: Penerbitan surat-surat resmi, seperti Cargo Booking Advice (CBA), Pemberitahuan Isi Barang (PTI), Bukti Timbang Barang (BTB), dan Surat Muatan Udara (Airway Bill).
  4. Marking, Labeling, & X-Ray: Barang diberi label stiker identifikasi (contoh: stiker fragile/special cargo). Setelah itu, kargo wajib masuk mesin pemindai (X-Ray) keamanan.
  5. Storage (Penyimpanan): Kargo dikelompokkan dan disimpan sementara di gudang transit (cargo terminal) sesuai jenis, jadwal penerbangan/keberangkatan, dan rute tujuannya.
  6. Build-Up: Penyusunan barang muatan ke dalam palet atau kontainer khusus (Unit Load Device / ULD) yang kemudian dibungkus plastik solid pelindung dan dimuat ke atas gerobak kargo.
  7. Loading (Pemuatan): Proses akhir di mana kargo dibawa ke apron terminal dan dinaikkan ke dalam perut pesawat/kapal angkut oleh tim ground handling.

Baca Juga: 14 Jasa Ekspedisi yang Melayani Pengiriman Besar

Syarat Utama Lancarnya Penanganan Kargo

Agar semua prosedur di atas berjalan tanpa hambatan, sebuah terminal kargo mutlak memerlukan tiga elemen pendukung, yakni:

  • Sistem IT Terintegrasi: Software komputer untuk melacak manifes, memproses form penimbangan, dan integrasi data antar maskapai secara aktual (real-time).
  • Prosedur (SOP) Ketat: Aturan kerja baku mulai dari penerimaan barang, packing, hingga bongkar-muat (loading).
  • Alat Berat Pendukung (Sarana): Keberadaan alat berat yang menunjang operasional, seperti:
    • Forklift: Alat angkat untuk menaik-turunkan barang bulky.
    • Crane / Derek: Alat pemindah kontainer raksasa di pelabuhan dermaga.
    • Scanner: Pemindai barcode untuk memantau status pelacakan (live tracking).
    • Dongkrak Palet (Pallet Jack): Pendorong kargo ringan di area gudang sempit.
    • Loading Ramps: Jalur miring (papan besi) untuk melancarkan roda masuk kendaraan kargo.

Alat-Alat yang Digunakan untuk Penanganan Kargo

Proses penanganan kargo dapat berjalan lancar dengan bantuan beberapa alat. Alat-alat yang dimaksud, antara lain.

1. Forklift

Forklift merupakan alat yang berfungsi untuk menaikkan atau menurunkan barang berukuran besar. Selain itu, forklift juga memudahkan proses pemindahan barang ke tempat penyimpanan dan memindahkannya kembali saat diangkut. 

2. Derek atau Crane

Alat derek digunakan untuk memuat dan menurunkan kontainer. Alat ini banyak ditemukan di dermaga atau pelabuhan untuk memindahkan kargo ke atau dari kapal. 

3. Scanner

Scanner atau alat pemindai berfungsi untuk mendaftarkan kode barang saat akan berangkat atau saat tiba di lokasi tujuan. Alat ini juga sering digunakan untuk melacak barang, sehingga penerima mengetahui posisi barang berada. 

4. Dongkrak Palet

Forklift sederhana yang mudah didorong dikenal juga dengan sebutan dongkrak palet. Alat ini berfungsi untuk mengangkut atau menyimpan barang ke gudang penyimpanan. Lalu, mengangkutnya kembali jika ingin dipindahkan.

5. Loading Ramps

Disebut juga sebagai jalur pemuatan barang. Alat ini berfungsi untuk memudahkan proses pemuatan atau penurunan barang, baik dari truk, pesawat, atau kapal. Alat ini membuat proses pemindahan menjadi aman, jadi kemungkinan barang rusak sangatlah kecil.

Baca Juga: Manfaat Asuransi Kargo dan Cara Klaimnya

Ikuti Mekanisme Pengiriman Kargo yang Benar

Penanganan kargo dapat berjalan dengan baik jika diikuti dengan mekanisme pengiriman kargo yang benar. Sebagai pemakai jasa layanan kargo, pastikan kamu mengikuti aturan atau SOP yang berlaku demi kelancaran pengiriman. Jangan lupa untuk melampirkan dokumen yang dibutuhkan sebagai syarat pengiriman menggunakan kargo. 

Selain itu, pahami tahap dan prosesnya untuk menghindari miskomunikasi yang dapat merugikan diri sendiri di kemudian hari. Selalu percayakan penanganan kargo pada perusahaan kargo yang sudah berpengalaman dan memiliki pelayanan terbaik.

Bagi yang sering menggunakan jasa layanan kargo, jangan lupa untuk melengkapi pengiriman kargo dengan perlindungan tambahan dari asuransi pengiriman dan logistik dari Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah ini!