8 Komponen Alat Berat yang Wajib Diservis

8 Komponen Alat Berat yang Wajib Diservis

Menyelesaikan proyek konstruksi dan pertambangan semakin mudah dengan bantuan alat berat. Kini alat berat hadir dalam berbagai jenis yang dilengkapi dengan teknologi canggih, sehingga fungsinya menjadi optimal. Ini memungkinkan proyek dapat diselesaikan dalam waktu yang lebih cepat daripada waktu yang diprediksi sebelumnya.

Fungsi yang optimal bisa didapatkan apabila komponen alat berat rajin diservis. Untuk servisnya sendiri akan disesuaikan dengan jenis dan kondisi alat berat itu sendiri. Jadi, setiap alat berat mendapatkan servis yang berbeda-beda. 

8 Komponen Alat Berat yang Wajib Diservis

Dari sekian banyak komponen alat berat, terdapat 8 jenis komponen yang wajib diperiksa dan diservis secara rutin karena memiliki tugas yang krusial dalam mendukung kinerja alat berat. Komponen-komponen tersebut, antara lain.

Oli Mesin dan Filter OliOli berfungsi sebagai pelumas mesin, sehingga proses pembakaran berlangsung sempurna. Idealnya, oli mesin alat berat perlu diganti setiap 250 jam sekali. Selain oli mesin, filter oli pun perlu diganti agar komponen ini mampu menyaring dengan optimal.
Filter ACFilter AC yang kotor atau berdebu menyebabkan kinerja AC menjadi terganggu. Akibatnya, mesin alat berat berpotensi mengalami overheat atau panas berlebihan. Maka dari itu, komponen ini perlu dibersihkan secara berkala agar AC dapat menyebarkan udara dingin ke komponen mesin yang sedang bekerja.
Filter UdaraKomponen selanjutnya adalah filter udara. Servis atau penggantian filter udara perlu dilakukan setiap 500 jam penggunaan untuk primer filter, dan 1.000 jam penggunaan untuk secondary filter. Dengan servis dan penggantian secara berkala, proses pembakaran menjadi sempurna dan konsumsi bahan bakar lebih hemat.
AkiSalah satu tanda jika aki mesin perlu diganti atau diservis adalah sistem alarm mati saat kendaraan dihidupkan. Selain itu, dashboard kendaraan pun menjadi sulit menyala saat kendaraan ingin dihidupkan. Jika sudah demikian, sebaiknya bawalan alat berat ke dealer untuk mendapat pemeriksaan lebih lanjut.
Kanvas KoplingKondisi jalanan yang tidak rata atau rusak menyebabkan kanvas kopling menjadi tipis. Penipisan kanvas kopling dapat diketahui dari munculnya bau gosong saat menyalakan mesin. Terjadinya penipisan disebabkan karena terlalu sering terkena gesekan clutch disc.
Kanvas RemKanvas rem mempunyai peranan yang cukup krusial pada mesin alat berat karena menyangkut keselamatan saat berkendara. Pengereman yang berkualitas bisa didapatkan jika kanvas rem berfungsi dengan baik. Jika komponen ini mulai menipis, sebaiknya segera diganti untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
LampuSeperti yang diketahui, lampu berfungsi untuk penerangan saat mengoperasikan alat berat. Mengingat fungsinya cukup krusial, maka komponen ini perlu mendapatkan perhatian khusus, terutama jika intensitas penggunaan alat berat tinggi. Servis atau penggantian lampu dapat dilakukan sekali dalam 1 tahun atau 1,5 tahun.
BanKomponen terakhir adalah ban alat, terutama jika alat berat sering melalui jalan yang rusak. Adanya gesekan saat menempuh jalanan membuat tekstur ban menjadi menipis. Sebelum muncul risiko, sebaiknya periksa bagian ban secara berkala dan segera ganti bila diperlukan.

Baca Juga: Jenis Alat Berat Untuk Konstruksi Jalan, Ada Apa Saja?

7 Tips Saat Servis Alat Berat

Servis adalah hal yang wajib dilakukan untuk menjaga agar mesin alat berat terawat dengan baik. Agar servis menjadi maksimal, lakukan 7 tips berikut saat servis mesin berat. 

1. Mengetahui Usia Alat Berat

Tips pertama servis mesin berat adalah mengetahui usia mesinnya terlebih dahulu. Semakin tua usia mesin, maka semakin sering servis dibutuhkan untuk menjaga performanya tetap optimal. Selain itu, faktor usia akan memudahkan Anda untuk mengetahui banyaknya pemeliharaan yang diperlukan mesin tersebut. 

Dari sini, Anda bisa memperhitungkan besaran biaya yang diperlukan untuk melakukan servis saat ini maupun di masa mendatang. Berapa pun biaya yang dikeluarkan nanti, Anda tidak kaget karena nominalnya sesuai dengan yang sudah diperhitungkan sebelumnya. 

2. Mengetahui Sejarah Mesin

Servis yang dibutuhkan mesin alat berat berbeda-beda, tergantung kondisi dan sejarah penggunaan mesin itu sendiri. Apakah mesinnya dirawat dengan baik? Apakah alat berat digunakan secara bertanggung jawab?

Jika sejarah penggunaannya baik, maka potensi kerusakan pada mesin sangatlah kecil. Anda bisa mengecek bagian body atau komponen, seperti kaki-kaki mesin untuk mengetahui sejarah penggunaan mesin alat berat. Jika bagian-bagian ini mengalami kerusakan yang parah, berarti mesin memiliki sejarah penggunaan yang kurang baik atau sering dioperasikan dengan jam kerja berlebihan. 

3. Memeriksa Bagian Fluid

Sebelum melakukan servis kecil atau besar, sebaiknya luangkan waktu untuk memperhatikan komponen mesin bagian dalam. Mengevaluasi kondisi mesin, seperti oli, transmisi, hidrolik, dan cairan pendingin perlu dilakukan untuk mengetahui jenis perawatan yang dibutuhkan mesin saat ini. Jika cairan kotor mendominasi bagian mesin, itu artinya alat berat tidak dirawat dengan baik dan benar. 

Hal yang lebih parah lagi jika mesin berisi air, sistem coolant bergelembung, dan warna oli keruh. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan serius dan membuat biaya perbaikan menjadi lebih mahal. Maka dari itu, periksa bagian fluid secara rutin agar hal-hal yang tidak diinginkan dapat segera diantisipasi. 

4. Memperhatikan Knalpot Mesin

Sebelum melakukan servis mesin berat, jangan lupa untuk memperhatikan knalpot mesin terlebih dahulu. Jika muncul suara atau getaran yang tidak lazim saat mesin dinyalakan, ini menjadi pertanda bahwa ada kerusakan pada knalpot mesin. 

Gejala kerusakan lainnya dapat dikenali lewat warna asap yang muncul saat menyalakan mesin, seperti:

  • Asap putih : adalah pertanda bahwa kepala gasket terbuka karena cairan, seperti coolant dan air menyebar di dalam oli 
  • Asap hitam : adalah tanda bahwa penyaringan tidak baik karena campuran udara dan bahan bakar di dalam mesin tidak berjalan sempurna
  • Asap biru : adalah tanda bahwa mesin mengalami overheat karena ring rusak atau seal valve kendor

5. Memeriksa Bagian Kabin

Kondisi kabin menunjukkan bagaimana mesin alat berat dirawat. Jika stick, pedal, dashboard, roda, dan gigi berfungsi dengan baik, itu artinya alat berat dirawat dengan sangat baik. Jika tidak, maka mesin kurang atau tidak dirawat sama sekali.

Kabin yang kurang mendapatkan perawatan perlu diservis untuk mengembalikan fungsi komponen yang ada di dalamnya. Hal ini akan meningkatkan kenyamanan operator saat mengoperasikan alat berat. Alhasil, operator dapat bekerja produktif untuk membantu menyelesaikan proyek yang sedang berjalan. 

6. Memperhatikan Tanda Peringatan Keausan

Kinerja alat berat yang sudah tua tidak sama dengan alat berat yang masih baru. Alat berat yang tua cenderung mengalami keausan yang akhirnya menyebabkan downtime. Maka dari itu, jangan lupa untuk memeriksa tanda peringatan keausan dan bagian-bagian alat berat, seperti bagian depan, belakang, undercarriage, hingga samping.

Adapun tanda-tanda peringatan keausan, di antaranya:

  • Coolant berada di dalam oli, dan sebaliknya
  • Mesin sulit dinyalakan
  • Sistem overheat
  • Pin yang terdapat pada undercarriage menjadi longgar
  • Terdapat kebocoran pada bagian oli
  • Mesin berasap
  • Kerusakan struktural

7. Melakukan Dokumentasi

Sebelum atau setelah melakukan servis, jangan lupa untuk mendokumentasikan hasilnya. Dokumentasi tidak hanya berupa hasil akhir dari servis, tapi juga catatan servis alat berat yang dilakukan oleh dealer secara lengkap. Dari dokumen ini, Anda dapat mengetahui bagian-bagian yang mengalami kerusakan, diperbaiki, atau diganti. 

Setelah itu, periksa bagian yang diservis, khususnya bagian mesin, hodrolik, dan suspensi. Hasil dokumentasi dapat dijadikan sebagai informasi tambahan yang menunjukkan kondisi alat berat yang sesungguhnya saat melakukan servis di masa mendatang. Jika ternyata bagian yang diservis terus-menerus sama, Anda dapat mempertimbangkan untuk mengganti bagian tersebut untuk menghemat biaya servis dalam jangka panjang. 

Baca Juga: Daftar Perusahaan Kontraktor Terbesar di Tanah Air

Percayakan Alat Berat pada Dealer Terpercaya

Menjaga performa mesin merupakan hal yang wajib dilakukan oleh pemilik atau penyewa alat berat, sehingga alat tersebut dapat bekerja secara optimal untuk menyelesaikan proyek yang berlangsung. Menjaga mesin dapat dilakukan dengan melakukan servis rutin pada setiap komponen alat berat. Mulai dari komponen yang memiliki peranan krusial, hingga komponen kecil yang fungsinya untuk menunjang komponen utama. 

Melindungi investasi berharga Anda dalam alat berat adalah suatu keharusan. Dengan mengajukan asuransi alat berat melalui Cermati Protect, Anda mendapatkan perlindungan menyeluruh untuk meminimalkan risiko kerugian, sebagai upaya tambahan dalam memastikan pemeliharaan alat berat yang optimal. Dapatkan informasi selengkapnya seputar asuransi alat berat di Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah ini!

5 Peran Safety Inspector Dalam Menjalankan Operasi Industri

5 Peran Safety Inspector Dalam Menjalankan Operasi Industri

Keselamatan kerja sejatinya dapat terwujud dengan menetapkan standar keselamatan industri. Standar ini berisi panduan, aturan, dan batasan yang ditetapkan oleh perusahaan mengenai cara kerja karyawan. Alhasil kecelakaan kerja, cedera, dan kerusakan yang dapat merugikan berbagai pihak pun dapat digantikan dengan peningkatan produktivitas dan efisiensi kerja.

Standar keselamatan kerja wajib dipatuhi. Tidak hanya oleh perusahaan, tapi juga oleh seluruh pekerja untuk menghindari konsekuensi hukum. Adanya standar seperti ini menjadi langkah awal untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat secara berkelanjutan. 

Contoh Standar Keselamatan Industri yang Umum

Setiap perusahaan memiliki standar keselamatan di industri masing-masing. Tapi, berikut ini tiga contoh standar keselamatan industri yang umum diterapkan di berbagai perusahaan.

Occupational Safety and Health Administration (OSHA)OSHA merupakan salah satu organisasi asal Amerika Serikat yang memiliki tugas untuk mengatur keselamatan dan kesehatan kerja. Organisasi ini menetapkan standar keselamatan dan kesehatan di berbagai industri di Amerika Serikat. Dengan tujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat, sehingga tidak menimbulkan efek negatif terhadap para pekerja.

Adanya OSHA diharapkan membantu mengurangi potensi terjadinya penyakit dan angka kematian, serta mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan di tempat kerja. Kontribusi yang diberikan OSHA dipercaya memberikan dampak positif di negara Paman Sam. 
International Organization for Standardization (ISO)ISO merupakan salah satu organisasi non-pemerintahan yang ikut berkontribusi dalam menerapkan standar keselamatan industri. Organisasi ini tidak hanya menerbitkan, tapi juga mengembangkan standar internasional di dunia kerja. Tentunya, sesuai dengan aturan dan kondisi yang ada di negara bersangkutan.

Standar yang ditetapkan oleh ISO diakui secara global. Isinya mencakup berbagai bidang industri, berupa keselamatan, kesehatan, manajemen lingkungan, teknologi, pangan, hingga manajemen kualitas. Standar yang diterbitkan oleh ISO dapat diadopsi oleh suatu perusahaan secara sukarela untuk m
National Fire Protection Association (NFPA)NFPA merupakan organisasi swadaya di Amerika Serikat yang memiliki tugas untuk meningkatkan keselamatan dari peristiwa kebakaran. Jadi, fokusnya adalah tentang upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran. 

Standar yang ditetapkan oleh NFPA telah diadopsi oleh berbagai negara di seluruh dunia. Dengan standar ini, angka kebakaran yang terjadi di seluruh dunia dihadapkan berkurang guna meningkatkan keamanan selama bekerja. 

Baca Juga: 9 Jenis Alat Pelindung Diri dan Keselamatan Kerja

6 Peran Safety Inspector

Safety inspector memiliki lima peran di tempat kerja, di antaranya.

1. Melakukan Inspeksi Secara Rutin

Safety inspector bertugas untuk melakukan inspeksi secara rutin di tempat kerja. Tujuannya untuk mengidentifikasi potensi dan kondisi yang membahayakan para pekerja. Mulai dari kecelakaan kerja hingga gangguan yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan kerja.

Pemeriksaan juga dilakukan pada fasilitas industri, seperti kendaraan atau alat berat untuk memastikan bahwa semuanya dalam kondisi baik-baik saja. Jika tidak, maka safety inspector wajib melarang penggunaan fasilitas atau alat-alat tersebut agar tidak ada pihak manapun yang dirugikan. 

2. Menginvestigasi Kecelakaan

 Investigasi perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya potensi kecelakaan kerja yang sering kali menimpa para pekerja di masa mendatang. Selain itu, investigasi juga bertujuan untuk mencari tahu penyebab terjadinya kecelakaan. Dengan begini, upaya pencegahan pun bisa dilakukan agar kejadian yang sama tidak terulang untuk kedua kalinya. 

Seperti yang diketahui, kecelakaan kerja tidak hanya merugikan secara finansial, tapi juga mental. Adanya kecelakaan dapat memperlambat pekerjaan, sehingga waktu penyelesaiannya menjadi lebih lama.

3. Mengidentifikasi Pelanggaran Kerja

Salah satu penyebab kecelakaan kerja adalah karena kurangnya kesadaran pekerja akan pentingnya menggunakan alat-alat keselamatan kerja. Masih ada alasan lain yang menjadi penyebabnya. Inilah yang harus diidentifikasi oleh seorang safety inspector.

Setelah diidentifikasi, safety inspector akan mencari solusi atas pelanggaran yang terjadi. Solusi ini tidak selamanya berhubungan dengan pembuatan aturan baru, tapi bisa juga memperbaiki aturan atau standar yang ada agar implementasinya menjadi lebih bagus lagi di masa depan.

4. Membuat Program Pendukung Keselamatan Kerja

Peran selanjutnya adalah membuat program pendukung keselamatan kerja. Program yang dibuat harus memiliki indikator yang sesuai dengan ketentuan perusahaan. Misalnya, dengan membuat upaya preventif dan koreksi pada standar yang sudah ada.

Upaya preventif bertujuan sebagai bentuk pencegahan terhadap kecelakaan kerja. Sedangkan upaya koreksi untuk menindaklanjuti aturan yang sudah ada, lalu memperbaikinya menjadi lebih bagus lagi. Program ini sebaiknya dibarengi dengan mengadakan pelatihan, sehingga safety inspector tahu sejauh mana keberhasilan program yang dibuat atau di koreksinya. 

5. Dokumentasi Implementasi Keselamatan Kerja

Pelaksanaan keselamatan industri dapat didokumentasikan oleh safety inspector untuk melihat pengaruhnya terhadap kinerja pekerja. Semua dokumentasi disimpan dan dikelola dengan baik sebagai bentuk pertanggungjawaban kinerja safety inspector kepada manajemen. 

Meski terlihat sepele, tapi dokumentasi merupakan salah satu kelengkapan administrasi yang tidak boleh diremehkan. Maka, safety inspector wajib memastikan semuanya tersimpan dengan baik selama bekerja di perusahaan yang bersangkutan.

6. Memberikan Penyuluhan dan Pelatihan

Safety inspector berhak menilai kepatuhan perusahaan atas standar keselamatan industri yang berlaku. Standar ini harus diikuti dengan benar karena secara tidak langsung berpengaruh pada citra perusahaan.

Safety inspector pun berhak mengusulkan adanya penyuluhan dan pelatihan bagi karyawan untuk meningkatkan awareness akan pentingnya keselamatan kerja. Jadi, tidak ada lagi karyawan yang melanggar standar ini di kemudian hari.

Baca Juga: Mengenal Bahaya-bahaya di Tempat Kerja yang Perlu Diwaspadai

7 Keterampilan yang Wajib Dimiliki Safety Inspector

Untuk memudahkan pekerjaan, ada 7 jenis keterampilan yang wajib dimiliki oleh seorang safety inspector. Keterampilan tersebut, di antaranya.

1. Ilmu tentang Regulasi Keselamatan

Seorang inspektor keselamatan harus memiliki pengetahuan dasar tentang regulasi keselamatan. Misalnya, mengetahui aturan keamanan dan keselamatan kerja, cara mencegah kebakaran, dan perlindungan terhadap pekerja. Pemahaman yang kuat memudahkannya untuk mengidentifikasi tingkat kepatuhan perusahaan akan keselamatan kerja. 

2. Kemampuan Inspeksi yang Baik

Namanya inspektor, pasti harus memiliki kemampuan inspeksi yang baik untuk mendeteksi potensi bahaya atau pelanggaran yang membahayakan keselamatan. Terdapat dua hal yang perlu dilakukan dalam melakukan inspeksi, yaitu:

  • Observasi secara cermat di lingkungan kerja untuk mengetahui adanya kondisi yang mengindikasikan ketidakamanan 
  • Menganalisis situasi secara efektif untuk mengurangi risiko kecelakaan yang mungkin terjadi di tempat kerja

3. Analisis Risiko

Seorang safety inspector juga harus memiliki kemampuan analisis risiko yang baik. Tujuannya untuk memudahkan proses identifikasi dan evaluasi terhadap hal-hal yang dapat merugikan pihak yang terlibat di dalam melaksanakan pekerjaan. Kemampuan ini juga berguna untuk mengenali, mengukur, dan merancang upaya preventif terhadap risiko yang muncul.

4. Keterampilan Administratif

Kegiatan mengelola, melaporkan, dan menyimpan dokumen merupakan keterampilan administratif yang juga harus dimiliki oleh seorang inspektor keselamatan. Keterampilan ini akan membantunya untuk mengelola informasi dengan baik, sehingga tugas-tugasnya menjadi terorganisir. 

5. Pemahaman tentang Ergonomi

Tujuannya untuk memberikan saran atau rekomendasi terkait standar keselamatan kerja yang sudah diimplementasikan sesuai prinsip ergonomi. Jika ada yang perlu diperbaiki, maka inspektor keselamatan bisa memberikan saran kepada manajemen perusahaan. Dengan begini, pelanggaran tidak terjadi berulang kali dan penggunaan alat kerja tidak ergonomis menjadi berkurang. 

6. Komunikasi yang Baik

Kemampuan komunikasi membantu para inspektor keselamatan untuk menyampaikan informasi dengan baik dan benar. Tidak hanya kepada manajemen, tapi juga kepada pekerja menggunakan bahasa yang mudah dipahami.

7. Manajemen Waktu

Ada banyak tugas yang perlu dilakukan oleh inspektor keselamatan. Agar semuanya dapat dilaksanakan dengan baik, mereka harus dibekali kemampuan manajemen waktu agar tidak ada waktu yang terbuang sia-sia. Jadi, tugas dapat disusun sesuai skala prioritas untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja. 

Baca Juga: Apa Itu K3? Pengertian, Tujuan, Prinsip, dan Ruang Lingkup

Patuhi Standar Keselamatan Kerja dari Sekarang

Keselamatan kerja adalah salah satu hal krusial yang penting untuk diperhatikan karena berkaitan dengan nyawa dan keamanan pekerja, lingkungan, hingga masyarakat secara keseluruhan. Dengan mengikuti standar yang ada, maka perusahaan telah ikut berkontribusi dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman, produktif, dan berkelanjutan. Semoga bermanfaat!

Asuransi kesehatan karyawan memiliki peran penting dalam industri bisnis, tidak hanya untuk melindungi kesehatan dan kesejahteraan karyawan, tetapi juga untuk menjaga produktivitas dan keberlangsungan operasional perusahaan. Dalam situasi yang tidak terduga, seperti kecelakaan atau penyakit, asuransi kesehatan dapat memberikan akses cepat ke perawatan medis yang diperlukan tanpa membebani keuangan karyawan.

Cermati Protect menawarkan produk asuransi kesehatan karyawan terbaik dengan manfaat yang komprehensif dan layanan yang andal, memberikan kepastian bagi perusahaan dan karyawan dalam menjaga kesehatan mereka. Untuk informasi selengkapnya bisa mengisi formulir dibawah ini!

Cara Packing Barang Sesuai Jenisnya Biar Tetap Aman

Cara Packing Barang Sesuai Jenisnya Biar Tetap Aman

Packing merupakan salah satu bagian yang menyenangkan dalam bisnis online. Packing adalah kegiatan membungkus barang yang dilakukan oleh penjual sebelum barang dikirim kepada pembeli. Packing dapat menggunakan plastik, kardus, kayu, bubble wrap, dan styrofoam

Serapi apapun barang dikemas, terkadang barang bisa saja rusak ketika sampai ke tangan pembeli. Hal ini biasanya disebabkan karena proses pengiriman yang kurang baik, di mana petugas asal lempar saja saat proses pemuatan. Lantas, bagaimana cara mencegahnya?

Cara Packing Barang Sesuai Jenisnya

1. Hindari Barang yang Mudah Rusak

Pengiriman menggunakan jasa ekspedisi ditujukan untuk barang yang tidak mudah rusak. Sebut saja pakaian, sepatu, dan tas. Jadi, dapat dipastikan bahwa barang tersebut aman selama proses pengiriman ke alamat pembeli. 

Untuk barang-barang yang mudah rusak, seperti makanan yang cepat basi dan peralatan pecah belah sebaiknya tidak dikirimkan menggunakan ekspedisi. Barang ini rentan rusak selama pengiriman. Kamu bisa beralih ke jasa kirim yang lebih cepat, seperti Gosend atau Grab Send dengan layanan instan atau same day

2. Gunakan Pelindung Barang

Pilihlah kemasan yang baik untuk mencegah kerusakan saat pengiriman berlangsung. Misalnya, kemasan yang sudah dilapisi dengan bubble wrap, pelindung kayu, maupun strapping band. Pelindung ini digunakan untuk melapisi barang sebelum akhirnya dibungkus menggunakan kardus atau plastik.

Pelindung barang sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing barang yang akan dikirimkan. Untuk barang yang tidak mudah rusak, seperti pakaian dan sepatu tidak perlu dilapisi oleh pelindung. Cukup dengan pengemasan yang rapi dan padat saja, barang dipastikan aman selama pengiriman. 

3. Pisahkan Barang Berdasarkan Ukuran

Jika barang yang ingin dikirimkan terdiri dari ukuran yang berbeda-beda, sebaiknya pisahkan terlebih dahulu barangnya. Misalnya, antara barang yang kecil digabungkan dengan barang kecil. Sedangkan barang berukuran besar dengan yang ukurannya besar pula.

Pemisahan ini ditujukan untuk menghindari adanya kerusakan akibat benturan yang terjadi dalam proses pengiriman. Selain itu, pemisahan juga akan memudahkan pembeli untuk mengenali barang yang sudah dibelinya. 

4. Lindungi Sudut Kemasan

Cara packing selanjutnya adalah melindungi sudut kemasan. Bagian ini cukup rentan rusak karena sering berbenturan dengan barang lain. Selain itu, perlindungan ditujukan untuk meminimalisir adanya sobekan yang ada di bagian kiri maupun kanan paket. 

Sudut kemasan dapat dilindungi menggunakan lakban berwarna cokelat atau hitam. Dua jenis lakban ini memiliki tingkat perekat yang lebih tinggi dibandingkan lakban berwarna putih. Jadi, dipastikan lebih aman untuk melindungi sudut kemasan. 

5. Gunakan Tanda Peringatan

Barang yang sudah dikemas sedemikian rupa terkadang bisa rusak akibat kelalaian petugas ekspedisi saat melakukan bongkar muatan barang. Untuk mengantisipasi hal ini, kamu bisa tambahkan tanda peringatan pada kemasan. Misalnya, dengan menempel stiker fragile pada kemasan.

Stiker ini adalah suatu tanda bahwa barang yang dikirimkan mudah rusak atau pecah. Jadi, petugas lebih berhati-hati saat memindahkan barang. Jika ternyata kerusakan tersebut adalah kelalaian pihak ekspedisi, maka pembeli dapat meminta ganti rugi asal barang sudah dilengkapi dengan asuransi pengiriman. 

6. Periksa Paket Pra Pengiriman

Cara yang terakhir adalah memeriksa paket pra pengiriman. Pastikan barang sudah dikemas dengan rapi tanpa ada celah sedikit pun, sehingga barangnya tidak berbenturan. Jangan ragu untuk lakban ulang jika ternyata pembungkusan paket masih belum rapi.

Untuk memaksimalkan perlindungan barang, kamu bisa memasukkan barang ke dalam plastik anti bocor. Jika ada cairan yang mengenai kemasan, maka isinya sama sekali tidak rusak alias aman. Jadi, pembeli menerima barang dalam kondisi baik sama seperti saat dikirimkan oleh penjual untuk pertama kalinya. 

7. Serahkan ke Ekspedisi Terpercaya

Selesai mengemas barang, maka tahap selanjutnya adalah menyerahkan barang tersebut ke pihak ekspedisi. Pastikan kamu sudah mengetahui salah satu nama perusahaan ekspedisi terpercaya di sekitar tempat tinggal. Jadi setiap kali ada keperluan pengiriman, kamu bisa menghubungi pihak ekspedisi yang bersangkutan. 

Terpercaya atau tidaknya sebuah ekspedisi sangat tergantung pada jenis layanan yang ditawarkan dan bagaimana cara customer service melayani keluhan pelanggan. Jika testimoni dari ekspedisi tersebut baik, kamu dapat mencoba menggunakannya untuk kebutuhan bisnis. Jika tidak, silakan cari ekspedisi lain yang sesuai dengan kriteria, kebutuhan bisnis, dan budget yang dimiliki oleh perusahaan. 

Baca Juga: 5 Pilihan Asuransi Pengiriman Terbaik di Indonesia

10 Ketentuan Dalam Packing Barang

Barang dapat terkirim dengan aman asalkan penjual memenuhi ketentuan dalam packing barang. Ada 10 ketentuan yang harus dipenuhi, di antaranya.

1. Menggunakan Lakban Khusus

Beberapa pembeli ingin agar paket yang dikirimkan kepadanya mewakili merek mereka sendiri. Di sini kamu bisa menggunakan lakban khusus untuk menambahkan desain apa saja yang diinginkan. Kamu bisa sesuaikan dengan permintaan pembeli, sehingga barang yang dibeli terkesan spesial. 

2. Barang yang Bernilai Tinggi

Jika barang yang akan dikirimkan bernilai tinggi, seperti jam tangan dan perhiasan, maka kamu perlu menambahkan perlindungan ekstra. Misalnya, bubble wrap berlapis dan penggunaan simbol fragile. Pastikan pula barang dikemas dengan rapi untuk menghindari adanya barang yang hilang selama proses pengiriman. 

3. Dimensi Barang

Dimensi atau ukuran barang sangat berkaitan dengan besar kecilnya ruangan yang dibutuhkan untuk mengemas barang tersebut. Sebaiknya pisahkan antara barang yang dimensinya besar dan kecil untuk memudahkan proses pengemasan. Selain itu, pastikan bahwa kemasannya padat untuk menghindari guncangan yang dapat merusak barang saat pengiriman. 

4. Kemasan Off The Shelf

Bagi yang tidak memerlukan paket khusus, bisa memilih kemasan off the shelf. Kemasan ini tersedia dalam berbagai ukuran yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengemasan. Pastikan kamu punya semua ukurannya agar barang dapat dikemas menggunakan packing yang sesuai. 

5. Pengiriman Terisolasi

Tidak dapat dipungkiri, barang yang akan dikirim kepada pembeli terkadang sering kali tergolong sebagai barang yang mudah rusak atau rentan terhadap perubahan suhu. Barang seperti ini dapat dikirimkan menggunakan wadah yang sudah terisolasi. Tujuannya untuk memastikan barang aman sampai tujuan, khususnya untuk pengiriman yang jauh atau luar kota. 

6. Optimasi Paket

Ketentuan selanjutnya adalah dari segi optimasi paket. Hal ini bertujuan untuk menghemat pengeluaran dan menjaga kelestarian lingkungan sekitar.

7. Gunakan Kemasan yang Sustainable

Penggunaan sustainable packaging sangat marak akhir-akhir ini seiring dengan meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar. Tak heran jika perusahaan menawarkan kemasan yang sustainable atau ramah lingkungan untuk menghindari kerusakan yang lebih parah. Kemasan ini biasanya terbuat dari bahan daur ulang, sehingga mengurangi penggunaan dan produksi sampah plastik di lingkungan. 

8. Gunakan Label 

Jangan lupa untuk menyertakan label tertentu pada paket yang akan dikirimkan kepada pembeli. Label ini berisi informasi seputar jenis barang, berat, kuantitas, dimensi, alamat pengiriman, hingga nama pembeli. Label disesuaikan dengan ketentuan pengiriman, terutama untuk pengiriman internasional agar barang tidak ditahan saat proses transit atau bongkar muatan. 

9. Pertimbangkan Mock Up

Mock up adalah salah satu ketentuan yang berfungsi untuk menguji integritas material dan memastikan bahwa barang tahan terhadap guncangan pengiriman. Ketentuan ini sering ditemukan pada produk off the shell yang sudah teruji secara menyeluruh. Tahap uji sangat berguna untuk menjamin bahwa barang yang dikirimkan sampai ke alamat tujuan tanpa cacat sedikit pun. 

10. Kemasan Eceran

Kemasan eceran adalah kemasan asli yang digunakan untuk membungkus produk dari pebisnis retail. Kemasan ini dilengkapi dengan logo, merek, nama perusahaan, alamat, jenis produk, hingga harganya. Kemasan ini didesain menggunakan gambar yang simple, kemudian ditempatkan dalam kotak pengiriman biasa. 

Baca Juga: 10 Ekspedisi Pengiriman Besar yang Patut Dicoba

Jangan Lupa Tawarkan Asuransi Pengiriman Kepada Pembeli

Packing atau pengemasan barang bukan hal yang sulit, tapi membutuhkan ketelitian agar barang dapat dikemas dengan rapi sebelum dikirim kepada pembeli. Gunakan cara di atas agar packing menjadi lebih aman dan terhindar dari kerusakan yang tidak diinginkan. Jangan lupa sematkan asuransi pengiriman yang sifatnya wajib untuk mengurangi risiko kerugian yang ditanggung olehmu selaku penjual.

Asuransi sejatinya adalah produk untuk mengurangi risiko dalam berbagai jenis aktivitas, termasuk bisnis. Asuransi dapat dibeli di e-commerce pada saat checkout . Asuransi dapat diklaim jika ternyata barang yang diterima rusak dan hilang, jadi risiko kerugiannya tidak lagi ditanggung sendiri. 

Cermati Protect menyediakan solusi terbaik untuk melindungi barang selama proses pengiriman dan logistik. Dengan asuransi pengiriman dan logistik yang komprehensif, setiap barang yang dikirimkan dapat diamankan dari risiko kerusakan, kehilangan, atau pencurian.

Dengan demikian, pelanggan dapat memiliki kepercayaan tambahan bahwa barang akan tiba di tangan penerima dalam kondisi yang baik dan sesuai dengan harapan, menjaga kepuasan pelanggan dan reputasi bisnis yang baik. Dapatkan informasi selengkapnya dengan mengisi formulir dibawah ini!

Asuransi Rekayasa: Pengertian, Jenis, Syarat dan Ketentuan Produk

Asuransi Rekayasa: Pengertian, Jenis, Syarat dan Ketentuan Produk

Semua orang pasti ingin meminimalisir risiko yang terjadi di dalam hidupnya, terutama yang berkaitan dengan risiko finansial. Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan memiliki asuransi. Tak heran jika jumlah masyarakat yang ikut asuransi bertambah banyak seiring berjalannya waktu.

Jenis asuransi sendiri cukup beragam. Saat ini ada yang disebut dengan asuransi rekayasa yang ditujukan untuk melindungi proyek atau pembangunan. Untuk lebih jelasnya, berikut informasi tentang pengertian, jenis-jenis produk, syarat dan ketentuan asuransi rekayasa. 

Apa Itu Asuransi Rekayasa?

a paper beside a person typing on a laptop
Photo by Kindel Media on Pexels.com

Asuransi rekayasa adalah produk asuransi yang menjamin dan melindungi semua kegiatan pembangunan. Contoh asuransi rekayasa adalah aktivitas pekerjaan teknik sipil, proses pemasangan, dan perlindungan terhadap mesin maupun alat berat.

Perlindungan akan diberikan selama pembangunan berlangsung. Jika terdapat kerugian atau kerusakan, maka penyedia asuransi akan memberikan ganti rugi secara finansial dengan batas maksimal nilai pertanggungan yang telah disepakati di awal. 

Perlindungan didapatkan jika tertanggung membayar premi asuransi secara rutin. Premi bisa hangus jika tertanggung tidak pernah melakukan klaim selama pembangunan berlangsung.

Untuk mendapatkan produk asuransi rekayasa, calon tertanggung dapat menghubungi Call Center dari penyedia asuransi yang ada di Indonesia. Bisa juga melalui agen asuransi atau perusahaan pialang yang terpercaya.

Jenis-jenis Asuransi Rekayasa

Asuransi rekayasa terdiri dari beberapa produk dengan perlindungan yang berbeda. Berikut ini jenis-jenis produk asuransi rekayasa yang perlu diketahui.

1. Asuransi Konstruksi

Produk asuransi yang memberikan jaminan kerusakan atau kerugian akibat pelaksanaan pembangunan. Misalnya, pembangunan jalan, pabrik, toko, kantor, dan lain sebagainya. Asuransi ini tidak hanya melindungi proyek saja, tapi juga melindungi kontraktor, sub kontraktor, dan pihak lain yang terlibat dalam proses pembangunan.

Asuransi ini bertanggung jawab atas pihak ketiga. Jika ada kerugian, maka penyedia asuransi akan menanggung kerugian tersebut sesuai nominal maksimal yang tercantum pada polis asuransi.

2. Asuransi Pemasangan Mesin

Produk asuransi yang memberi jaminan atas kerusakan atau kerugian pada objek yang diasuransikan. Tepat pada saat proses pemasangan atau instalasi mesin berlangsung. Selain mesin, produk asuransi ini juga mengcover pihak pemasang mesin dan pihak yang terlibat dalam pemasangan.

Asuransi pemasangan mesin juga memberikan jaminan atas pihak ketiga. Jika selama proses pembangunan terdapat masalah dengan pihak ketiga, maka kerugian tersebut akan ditanggung oleh penyedia asuransi.

3. Asuransi Kerusakan Mesin

Produk asuransi yang memberikan jaminan kerugian atau kerusakan atas mesin yang berhenti beroperasi saat digunakan. Kerusakan ini dapat disebabkan karena penggunaan mesin itu sendiri atau karena dioperasikan menggunakan alat berat lainnya.

Penggantian asuransi kerusakan mesin dapat dilakukan dengan ketentuan:

  • Mesin rusak saat proses instalasi berlangsung
  • Alat pengamat mesin tidak berfungsi
  • Mesin kekurangan pelumas atau tidak lubrikasi
  • Terjadi hubungan arus pendek
  • Tekanan atau guratan di luar batas normal

4. Asuransi Peralatan Elektronik

Produk asuransi yang memberikan jaminan atas kerugian atau kerusakan akibat bahaya yang datang dari luar. Misalnya, saat terjadi kebakaran dan short circuit

Baca Juga: Perhatikan Ini Sebelum Membeli Asuransi Alat Berat

Syarat dan Ketentuan Produk Asuransi Rekayasa

Setiap produk asuransi memiliki syarat dan ketentuan yang berlaku, sama seperti asuransi rekayasa. Syarat dan ketentuan ini berbeda untuk setiap produk. Informasi selengkapnya bisa amati tabel berikut ini.

1. Asuransi Konstruksi

TertanggungObjek PertanggunganFaktor perhitungan premi
-Pemilik proyek, principal, dan karyawan proyek
-Kontraktor utama dalam proyek pembangunan
-Sub kontraktor proyek pembangunan
-Pembangunan jalan, jembatan, lapangan terbang, saluran irigasi, dan lain-lain
-Gedung hotel, perkantoran, pabrik, ruko, dan lain-lain
-Nama dan alamat pemilik (principal)
-Nama dan alamat kontraktor atau sub kontraktorLokasi proyek
-Daftar objek yang diasuransikanJenis pekerjaan pembangunan
-Estimasi waktu pembangunan
-Waktu pemeliharaan yang dibutuhkanJadwal pelaksanaan proyek
Layout proyekInformasi lainnya yang menjadi dasar penilaian atau perhitungan risiko

2. Asuransi Pemasangan Mesin

TertanggungObjek PertanggunganFaktor perhitungan premi
-Pemilik proyek, principal, dan karyawan proyek
-Kontraktor utama dalam proyek pembangunan
-Sub kontraktor proyek pembangunan
-Mesin, seperti mesin pabrik tekstil, pabrik baja, dan pupuk
-Peralatan untuk mendukung kinerja mesin, seperti genset, generator, dan kabel
-Alat-alat komunikasi, seperti antena, alat pemancar, dan jaringan kabel
-Proyek pemasangan lain-lain
-Nama dan alamat pemilik (principal)Nama dan alamat kontraktor atau sub kontraktor
-Lokasi pemasangan atau instalasi mesin
-Daftar objek yang diasuransikan
-Besarnya nilai pertanggungan
-Estimasi waktu instalasi mesin
-Waktu pemeliharaan yang dibutuhkan
Layout proyekInformasi lainnya yang menjadi dasar penilaian atau perhitungan risiko

3. Asuransi Kerusakan Mesin

TertanggungObjek PertanggunganFaktor perhitungan premi
-Pemilik proyek, principal, dan karyawan proyek
-Pihak yang memiliki kepentingan keuangan, seperti bank atau pemberi kredit
-Pihak lain yang berkepentingan dan bertanggung jawab atas mesin
-Semua jenis mesin yang membutuhkan tenaga listrik
-Perlengkapan atau peralatan yang membutuhkan tenaga listrik
-Nama dan alamat pemilik (principal)
-Lokasi mesin berada
-Daftar objek yang diasuransikan, termasuk data tentang mesin (tahun pembuatan, jenis, tipe, merek, kapasitas mesin, dan spesifikasi tentang mesin)
-Besarnya nilai pertanggungan
-Informasi lainnya yang menjadi dasar penilaian atau perhitungan risiko

4. Asuransi Peralatan Elektronik

TertanggungObjek PertanggunganFaktor perhitungan premi
-Pemilik peralatan elektronik
-Pihak yang memiliki kepentingan keuangan, seperti bank atau pemberi kredit
Semua peralatan elektronik-Nama dan alamat pemilik (principal)
-Lokasi peralatan elektronik berada
-Daftar objek yang diasuransikan, termasuk data alat-alat elektronik (tahun pembuatan, jenis, tipe, IMEI, nomor seri, dan informasi lainnya
-Besarnya nilai pertanggungan
-Informasi lainnya yang menjadi dasar penilaian atau perhitungan risiko

Baca Juga: Jenis – Jenis Alat Berat Industri Lanskap yang Banyak Digunakan

Informasi Penting Lainnya

Selain informasi di atas, terdapat beberapa informasi lainnya yang tak kalah penting dan sering ditanyakan oleh nasabah. Informasi itu berupa.

1. Siapa yang berhak membeli produk asuransi rekayasa?

  • Pemilik proyek atau mesin
  • Pihak kreditur, seperti bank, koperasi, perusahaan pembiayaan atau leasing
  • Pihak lain yang memiliki kuasa atau tanggung jawab atas proyek, baik berdasarkan kontrak proyek atau kuasa hukum. Misalnya, penyewa dan orang-orang yang diberi kuasa oleh pemilik proyek atau mesin

2. Bagaimana cara membayar premi asuransi rekayasa?

  • Melalui Virtual Account (VA) dari bank yang telah bekerja sama dengan penyedia asuransi
  • Melalui transfer bank ke rekening penyedia asuransi yang telah disediakan
  • Melalui teller bank dengan menyebutkan nomor polis asuransi
  • Melalui e-commerce yang telah bekerja sama dengan penyedia asuransi
  • Pembayaran menggunakan kartu kredit dengan logo Visa atau MasterCard
  • Melalui e-wallet yang bekerja sama dengan penyedia asuransi

Perlu diketahui, bahwa pembayaran menggunakan bank transfer atau melalui teller wajib mengirimkan bukti pembayaran melalui email atau call center. Pastikan kamu menyimpan bukti pembayaran sebaik mungkin. Jika terdapat masalah pembayaran di kemudian hari, kamu tidak dirugikan karena mempunyai bukti pembayaran asuransi yang sah sesuai periode premi yang perlu dibayar.

3. Bagaimana prosedur klaim asuransi rekayasa?

  • Segera buat laporan kerugian yang dialami
  • Isi formulir pengajuan klaim yang telah disediakan oleh penyedia asuransi
  • Lengkapi dokumen persyaratan untuk mengajukan klaim
  • Kirimkan dokumen tersebut ke alamat penyedia asuransi, sehingga klaim dapat segera diproses
  • Tunggu sampai proses verifikasi data selesai dalam beberapa hari kerja
  • Setelah itu, penyedia asuransi akan mengirimkan surat keputusan klaim. Apakah klaim asuransi rekayasa diterima atau ditolak

4. Bagaimana cara melakukan perubahan data asuransi rekayasa?

Untuk perubahan data yang berkaitan dengan proyek, sebaiknya segera informasikan kepada call center dari penyedia asuransi lewat telepon. Jangan lupa siapkan data-data yang berkaitan dengan identitas diri, seperti nomor KTP, kartu keluarga, dan lain sebagainya agar proses perubahan data lancar.

Baca Juga: Mengenal Manfaat Asuransi Proyek dan Jenis-Jenisnya

Memaksimalkan Perlindungan Mesin dengan Asuransi Rekayasa

Melindungi aset berharga, seperti mesin atau alat berat lainnya wajib hukumnya mengingat harganya yang fantastis. Perlindungan didapatkan dengan membeli produk asuransi rekayasa yang akan mengcover segala jenis kerusakan atau kerugian yang muncul selama proses pembangunan berlangsung. Jenis produknya berbeda-beda, jadi pilihlah sesuai kebutuhan proyek.

Sebelum memilih, sebaiknya luangkan waktu untuk membandingkan setiap produk asuransi yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi. Hal-hal yang perlu dibandingkan, seperti manfaat dan besaran premi yang dibayar. Jangan lupa untuk membeli produk asuransi rekayasa di perusahaan asuransi terpercaya di Indonesia, yaitu perusahaan yang sudah memiliki sertifikat operasi atau lisensi resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk keamanan dan kemudahan klaim di kemudian hari. 

Cermati Protect juga menyediakan asuransi umum untuk melindungi mesin dan alat berat yang penting dalam industri konstruksi dan manufaktur, di mana perlindungan terhadap risiko kerusakan, pencurian, atau kegagalan mekanis sangat diperlukan. Dengan produk asuransi umum dari Cermati Protect, pemilik bisnis dapat memiliki ketenangan pikiran bahwa investasi mereka terlindungi, memungkinkan operasi bisnis berjalan lancar. Dapatkan informasi selengkapnya dengan mengisi formulir dibawah ini!

5 Hal yang Perlu Disiapkan Sebelum Menyewa Alat Berat

5 Hal yang Perlu Disiapkan Sebelum Menyewa Alat Berat

Dalam industri konstruksi dan pertambangan, keberadaan alat berat sangat penting untuk menyelesaikan proyek dengan efisien. Karena itu, beberapa perusahaan memilih untuk menyewa alat berat daripada membelinya sendiri.

Saat menyewa, perusahaan perlu mempertimbangkan peralatan konstruksi sewa yang sesuai dengan kebutuhan proyek, termasuk mencari tempat sewa alat berat yang terpercaya dan menawarkan kualitas pelayanan yang baik. Ini penting agar proyek dapat berjalan lancar dan efisien, terutama dalam skala dan medan pengerjaan yang beragam.

Keuntungan Sewa Alat Berat

Bagi kebanyakan perusahaan konstruksi atau tambang, menyewa alat berat bisa menjadi salah satu opsi terbaik untuk menyelesaikan proyek klien di masa mendatang. Terdapat sejumlah keuntungan menyewa alat berat, di antaranya.

1. Menghemat Biaya

Keuntungan pertama adalah menghemat biaya. Sejatinya, membeli satu unit alat berat bisa menghabiskan modal ratusan bahkan miliaran Rupiah. Hal ini tentu menjadi hambatan bagi pemilik proyek yang modalnya minim, apalagi untuk jangka waktu pengerjaan proyek yang singkat.

Daripada menunggu selama bertahun-tahun untuk mengumpulkan modal, lebih baik menyewa alat berat saja. Biaya sewa yang dikeluarkan juga terjangkau, khususnya untuk waktu penyewaan yang relatif singkat. Dengan penghematan seperti ini, maka Anda selaku pemilik perusahaan dapat membangun pondasi finansial yang kuat untuk jangka panjang. 

2. Tidak Memerlukan Tempat Penyimpanan

Salah satu konsekuensi dari membeli alat berat adalah pemilik proyek wajib menyediakan lahan untuk tempat penyimpanan alat berat. Hal ini secara otomatis menambah pengeluaran yang seharusnya dapat dialokasikan untuk kegiatan lain. Semakin banyak alat berat yang dibeli, tentu semakin luas pula area penyimpanan yang perlu disiapkan. 

Selain itu, Anda pun perlu memperhatikan kebersihan tempat penyimpanan alat berat. Jika tempatnya kotor, yang ada alat berat rentan mengalami kerusakan dan butuh sejumlah biaya untuk memperbaikinya. Namun dengan menyewa alat berat, hal ini tidak perlu membuat Anda khawatir karena alat berat akan langsung dikembalikan kepada penyewa jika sudah selesai digunakan. 

3. Dapat Menyewa Berbagai Alat Berat

Semakin banyak alat berat yang dibeli, tentu semakin besar pengeluaran. Menyewa juga sama, tapi untungnya adalah nominal uang yang dikeluarkan jauh lebih sedikit. Alat yang disewa dapat disesuaikan langsung dengan kebutuhan proyek, seperti skala proyek, tipe proyek yang dikerjakan, dan kondisi lokasi pengerjaan proyek. 

Perlu diketahui juga bahwa setiap proyek membutuhkan satu atau dua alat yang spesifik. Jika alat tersebut hanya digunakan satu atau dua kali saja, maka membeli bukan keputusan yang tepat. Selama alat berat tidak digunakan, maka Anda hanya menyimpannya di gudang sementara biaya perawatannya terus berjalan. 

4. Dapat Akses Teknologi Terbaru

Teknologi alat berat senantiasa mengalami upgrade dari seri yang satu ke seri yang lainnya. Upgrade ini bertujuan untuk memperbaiki kekurangan dari alat berat sebelumnya, sehingga kinerjanya menjadi lebih baik. Dengan menyewa alat berat, Anda bisa menikmati keuntungan yang satu ini.

Berbeda saat Anda membeli alat berat, dimana teknologi yang digunakan adalah teknologi lama saat seri tersebut dirilis. Adanya pembaruan teknologi sejatinya dapat membuat proses penyelesaian proyek lebih cepat. Dengan demikian, Anda bisa menghemat sejumlah budget pada proyek yang sedang dikerjakan.

5. Dapat Diuji Coba

Uji coba dapat dilakukan saat membeli maupun menyewa alat berat. Namun, uji coba saat membeli terbatas hanya saat membeli satu alat berat saja. Berbeda saat Anda menyewa alat berat yang uji cobanya dapat dilakukan berkali-kali sesuai kebutuhan proyek yang sedang berjalan.

Selama masa penyewaan berlangsung, Anda dapat menguji efisiensi mesin alat berat. Jika tingkat efisiensinya kurang memuaskan, maka melirik alat berat tipe lain sangat memungkinkan. Hal ini dapat membantu menghindari kesalahan investasi saat Anda memutuskan untuk membeli alat berat di masa depan. 

6. Tidak Membutuhkan Perawatan

Setiap alat berat membutuhkan perawatan tertentu untuk menjaga mesinnya agar dapat bekerja secara optimal. Biaya perawatan yang dikeluarkan tidaklah sedikit, terutama untuk perawatan mesin secara menyeluruh. Namun dengan menyewa alat berat, Anda tidak perlu memikirkan tentang biaya ini.

Biaya perawatan sendiri akan ditanggung oleh perusahaan penyewa. Selain itu, Anda juga bisa menghemat biaya untuk membersihkan komponen yang kotor dan penggantian suku cadang. Dengan demikian, penyusunan anggaran untuk kebutuhan proyek pun menjadi lebih akurat. 

Baca Juga: 10 Daftar Alat Berat Terbesar di Dunia

5 Hal yang Perlu Disiapkan Sebelum Menyewa Alat Berat

Dibanding membeli, menyewa alat berat adalah opsi yang tepat karena beberapa keuntungan yang bisa didapatkan. Sebelum menyewa, terdapat beberapa hal yang perlu disiapkan, di antaranya.

1. Biaya Operasional Sewa Alat Berat

Biaya operasional merupakan faktor pertama yang perlu disiapkan sebelum menyewa alat berat. Meski harganya lebih murah daripada membeli alat berat itu sendiri, tapi kesalahan dalam menghitung biaya operasional dapat mempengaruhi efektivitas proyek yang berjalan. Jadi, hal ini perlu disiapkan jauh-jauh hari sebelum proyek berjalan.

Perhatikan lama peminjaman alat berat karena hal ini mempengaruhi besaran biaya operasional yang dikeluarkan. Perhatikan wilayah di mana proyek dikerjakan, kondisi tanah, dan geografisnya untuk membantu memilih peralatan konstruksi sewa yang dibutuhkan. Setelah itu, tanyakan seperti apa sistem pembayaran sewa untuk menghindari kemungkinan terburuk yang dapat merugikan Anda. 

2. Tingkat Efektivitas Waktu

Alat berat yang disewakan biasanya alat terbaik. Jarang sekali ada kendala seperti kerusakan mesin atau suku cadang, sehingga pengerjaan proyek menjadi fokus. Meski begitu, sebaiknya tentukan durasi waktu sewa dari awal agar penyewaan menjadi efektif. 

Jangan sampai durasi waktu penyewaan sampai 5 bulan, padahal waktu pengerjaan proyek hanya 3 atau 4 bulan saja. Hal ini hanya akan meningkatkan biaya proyek dan merugikan Anda. Perhitungkan sebaik mungkin sesuai dengan kebutuhan proyek. 

3. Jenis Alat Berat yang Disewa

Guna menghemat biaya operasional, pemilihan jenis alat berat yang akan disewa pun perlu diperhatikan. Jika proyek membutuhkan peralatan konstruksi sewa, seperti excavator, maka pastikan jenis excavator yang dipilih sesuai dengan kebutuhan proyek. Sebab, jenis excavator sendiri cukup beragam meski dari satu merek yang sama.

Setiap alat berat memiliki keunggulan masing-masing. Sebaiknya bandingkan setiap jenis alat yang sesuai dengan lokasi pengerjaan proyek untuk mendapatkan satu alat berat terbaik. Dengan demikian, Anda dapat mengoptimalkan biaya proyek. 

4. Operator yang Handal

Hal selanjutnya yang perlu disiapkan adalah operator. Pilihlah operator handal atau yang sudah berpengalaman dalam mengoperasikan alat berat tertentu. Dengan begini, berbagai kesalahan dalam mengoperasikan alat berat pun dapat dihindari.

Selain meminimalisir kesalahan, efektivitas waktu pengerjaan proyek pun akan ikut terpengaruh. Operator handal sudah pasti membutuhkan waktu pengoperasian alat berat yang lebih singkat dibandingkan operator pemula. Tingkat keandalan operator dapat dilihat dari lamanya pengalaman kerja dan perusahaan tempatnya bekerja sebelumnya. 

5. Tempat Sewa Alat Berat Terpercaya

Poin terakhir adalah tempat penyewaan alat beratnya. Pilihlah perusahaan penyewaan yang sudah terpercaya. Dalam arti sudah memiliki pengalaman yang cukup lama dalam bidang penyewaan alat berat, sehingga konsumen mendapatkan pelayanan dan pengalaman sewa yang memuaskan. 

Terpercaya atau tidaknya perusahaan penyewaan dapat dilihat dari beberapa hal, seperti alamat perusahaan, website, legalitas, dan testimoni yang diberikan oleh penyewa-penyewa sebelumnya. Informasi ini bisa diakses secara online, jadi pastikan Anda meluangkan waktu untuk membaca-baca testimoni konsumen. Jangan lupa bandingkan jasa penyewaan yang satu dan yang lainnya untuk menentukan satu perusahaan sewa terbaik. 

Baca Juga: 9 Alat Berat untuk Mendukung Aktivitas Penambangan

Pastikan Perusahaan Sewa Alat Berat Legal, Ya!

Menyewa alat berat memiliki beberapa keuntungan yang pastinya tidak dimiliki saat membeli alat berat. Jika pada akhirnya Anda memilih untuk menyewa, pastikan perusahaan sewa alat berat yang dipilih sudah legal, ya! Hal ini bertujuan untuk menghindari hal-hal tidak diinginkan yang dapat merugikan proyek dan keuangan perusahaan di masa mendatang. 

Legalitas dari suatu perusahaan sewa dapat dilihat dari surat izin atau akta pendirian usaha yang dimilikinya. Informasi legalitas ini dapat dicari di website resmi dari perusahaan sewa yang bersangkutan. Dengan memperhatikan seluruh poin penting dalam penyewaan alat berat, maka pengalaman sewa pun menjadi berkesan, apalagi jika Anda berhasil mendapatkan layanan sewa dengan harga terjangkau. 

Dalam menghadapi risiko yang semakin meningkat di operasional alat berat, penting untuk memastikan perlindungan yang memadai. Asuransi alat berat menjadi solusi yang krusial untuk menjaga investasi Anda dari berbagai risiko. Cermati Protect menyediakan beragam produk asuransi umum yang dapat diandalkan untuk melindungi alat berat Anda. Pelajari selengkapnya dengan mengisi formulir dibawah ini!

Sejarah JCB Excavator dan Produk Andalannya

Sejarah JCB Excavator dan Produk Andalannya

Produsen alat berat, seperti Volvo, Komatsu, dan Hitachi mungkin sudah tidak asing lagi di telinga. Ketiga perusahaan ini sangat tersohor di dunia alat berat karena peralatan yang berhasil diproduksinya. Bagaimana dengan JCB?

JCB sendiri adalah salah satu produsen alat berat untuk konstruksi dan pertanian yang berasal dari Rocester, Inggris. Sampai saat ini, JCB sudah memproduksi setidaknya 300 jenis mesin. Mulai dari JCB excavator, traktor, mesin diesel, dan backhoe yang sudah diperjualbelikan di 22 negara, termasuk Asia. 

Penasaran tentang perusahaan yang satu ini? Berikut sejarah dan beberapa produk andalan yang berhasil diproduksi oleh JCB. 

Sejarah Perusahaan Alat Berat JCB

JCB Excavator atau Joseph Cyril Bamford Excavators Ltd adalah produsen alat berat yang didirikan oleh Joseph Cyril Bamford pada tahun 1945. Perusahaan sampai saat ini masih dimiliki oleh keluarga Bamford. Di Britania Raya, India, dan Irlandia, JCB dikenal sebagai perusahaan mesin generik untuk menggali dan excavator. 

Sebelum menjadi tersohor seperti sekarang, JCB dulunya dibangun di sebuah garasi yang sangat kecil berukuran 3,7 x 4,6 meter. Di dalam garasi ini terdapat beberapa peralatan pengelasan bekas yang dibeli oleh Joseph dari English Electric. Di tahun yang sama, yaitu 1945, Joseph berhasil membuat kendaraan pertamanya, yaitu kereta gandeng jungkit yang terbuat dari bahan-bahan sisa perang. 

Sisi dan bagian lantai kereta gandeng terbuat dari lembaran baja, material yang sering digunakan dalam perlindungan serangan udara. Pada saat anak pertama Joseph yang diberi nama Anthony lahir, ia menjual kereta gandeng yang dibuatnya dan membuat kereta gandeng baru. 

Seiring berjalannya waktu, perusahaan kecil-kecilan yang dibangun oleh Joseph berkembang. Pada tahun 1948, ia telah memiliki enam orang pekerja untuk membuat kereta gandeng. Salah satu jenis yang berhasil diproduksi adalah kereta gandeng hidraulika pertama yang diperjualbelikan di Eropa. 

Pada tahun 1950, perusahaan ini pindah ke sebuah pabrik keju tua yang berada di Rocester, Inggris. Tahun 1953, JCB hadir dengan alat berat terbarunya yaitu backhoe dilengkapi dengan logo JCB untuk pertama kalinya. Logo ini dirancang langsung oleh Leslie Smith, salah satu perancang iklan Derby Media. 

Empat tahun kemudian, yaitu tahun 1957, JCB meluncurkan hydra digga. Alat ini berfungsi untuk menyatukan excavator dan mesin pemuat guna menghadirkan alat yang multifungsi. Tidak hanya dapat digunakan untuk industri pertanian saja, tapi juga konstruksi. 

Pada tahun 1960, JCB berhasil memasuki pasar di Amerika Utara dan memiliki angka penjualan terbaik di sana. Tahun 1964, JCB berhasil menorehkan prestasi dengan penjualan 3.000 backhoe. Setahun kemudian, JCB berhasil meluncurkan excavator pertama yang diberi nama JCB 7. 

Tahun 1979, JCB berhasil memasuki pasar India. Tahun 1991, perusahaan ini membentuk joint venture bersama dengan perusahaan excavator asal Jepang bernama Sumitomo. Joint venture ini berakhir pada tahun 1998.

Tahun 1993, JCB berhasil menyelesaikan pembangunan pabrik di Georgia, Amerika Serikat. Tahun 1994, JCB membuka pabrik pertamanya di Brazil. 

JCB terus-menerus mengalami perkembangan yang begitu pesat. Sayangnya, pada tahun 2000, JCB didenda oleh Komisi Eropa sebesar 39,6 juta Poundsterling karena melanggar aturan hukum antitrust Uni Eropa. Denda ini diikuti dengan adanya pembatasan penjualan di wilayah yang sudah ditentukan.

Pada tahun 2009, JCB mengumumkan bahwa India akan dijadikan sebagai negara produksi alat berat terbesarnya. JCB dimiliki oleh JCB Research yang terdiri dari dua saham. Kedua saham ini dimiliki oleh Anthony Bamford. 

Sebuah studi menemukan bahwa JCB membayar sebesar 577 juta Poundsterling kepada JCB Research pada tahun 2001 dan 2013. Selain JCB Research, ada pula perusahaan JCB Service yang dimiliki oleh perusahaan induk asal Belanda bernama Transmission. Meski berada di Belanda, keberadaan JCB Service ditujukan dan dikendalikan untuk kepentingan keluarga Bamford. 

Baca Juga: Mengenal Vibratory Roller dan Cara Kerjanya

Produk Andalan JCB

JCB Excavator tidak hanya memproduksi backhoe saja, tapi juga alat berat lain yang tidak kalah bagus. Sebut saja mini excavator, tracked excavator, dan telescopic handler yang merupakan produk andalan dari perusahaan asal Inggris ini. Mari bahas satu per satu alatnya. 

1. Backhoe Loader

Backhoe loader yang diproduksi oleh JCB menjadi salah satu yang terbaik dalam deretan alat berat. Dua tipe terbaik yang sangat diminati adalah JCB 3CX dan 4CX. Keduanya memiliki kualitas yang sama-sama bagus, jadi konsumen tinggal memutuskan salah satu yang paling sesuai dengan kebutuhan.

JCB 3CX

Spesifikasi JCB 3CX adalah sebagai berikut:

  • Gross engine power sebesar 74 hp atau 55 kW
  • Kedalaman galian adalah 4,33 meter, maksimal 6,24 meter
  • Operating weight adalah 6.274 kg

Kelebihan JCB 3CX, antara lain:

  • Mudah dioperasikan
  • Hemat biaya
  • Serbaguna
  • Cocok dijadikan sebagai investasi jangka panjang

JCB 4CX

Spesifikasi JCB 4CX adalah sebagai berikut:

  • Gross engine power sebesar 81 kW
  • Kedalaman galian maksimal adalah 5,93 meter
  • Operating weight adalah 8.178 – 9.350 kg

Kelebihan JCB 4CX, antara lain:

  • Roading dan grading jauh lebih mudah 
  • Output kerja yang dihasilkan maksimal
  • Dirancang dengan tingkat keamanan yang tinggi
  • Ruang kabin luas, sehingga operator nyaman selama mengoperasikan backhoe loader
  • Tersedia fitur smart monitoring

2. Mini Excavator

Produk adalah JCB Excavator selanjutnya adalah mini excavator. Meski berukuran mini, alat ini mampu bekerja dengan maksimal untuk penggalian. Salah satu jenis mini excavator yang paling populer adalah I9C-IE Electric Mini Excavator. 

Mini excavator produksi JCB memiliki sistem hidrolik yang bagus. Fitur-fitur di dalamnya juga cukup lengkap, jadi pekerjaan dapat diselesaikan tanpa kendala.

Spesifikasi JCB I9C-IE Electric Mini Excavator adalah sebagai berikut:

  • Menggunakan mesin elektrik
  • Kedalaman gali maksimal adalah 2,81 meter
  • Operating weight adalah 1.902 kg

Kelebihan JCB I9C-IE Electric Mini Excavator, antara lain:

  • Harga lebih terjangkau
  • Kinerja mesinnya tidak berisik
  • Aman saat dioperasikan oleh operator
  • Pengecasan baterai cukup singkat, yaitu 2 jam

3. Tracked Excavator

Selain mini excavator, JCB juga mengeluarkan excavator berukuran normal. Mengingat ukurannya lebih besar, maka tracked excavator ini mampu bekerja lebih maksimal untuk penggalian dibandingkan dengan mini excavator. Terdapat dua jenis tipe tracked excavator yang paling populer, yaitu JCB JS205 dan JS305.

JCB JS205

Spesifikasi JCB JS205 adalah sebagai berikut:

  • Engine power sebesar 104 kW
  • Kapasitas bucket adalah 0,9 – 1,02 meter
  • Operating weight adalah 21.000 – 21.500 kg

Kelebihan JCB JS205, antara lain:

  • Dilengkapi dengan fitur heavy duty tipe X
  • Dilengkapi dengan plate untuk memproteksi tracked excavator dari kerusakan
  • Penggunaan bahan bakar efisien
  • Awet dan tahan lama

JCB JS305

Spesifikasi JCB JS305 adalah sebagai berikut:

  • Engine power sebesar 165 kW
  • Kapasitas bucket adalah 1,24 – 1,80 meter
  • Operating weight adalah 31.700 – 32.762 kg

Kelebihan JCB JS305, antara lain:

  • Dilengkapi dengan mode Eco yang secara otomatis akan mengurangi penggunaan bahan bakar
  • Dilengkapi dengan smart display monitoring
  • Perawatan yang mudah

Telescopic Handler

Produk adalah JCB Excavator terakhir adalah telescopic handler. Alat ini memiliki tingkat ketahanan dan keamanan yang mumpuni. Ditambah dengan fitur-fitur canggih yang membuatnya dapat digunakan di berbagai medan.

Salah satu tipe telescopic handler yang diminati adalah 505-20E. Tipe ini dilengkapi dengan teknologi zero emission, jadi dapat mengurangi dampak polusi bagi lingkungan.

Spesifikasi JCB 505-20E adalah sebagai berikut:

  • Kecepatan maksimal adalah 9 mph
  • Lift capacity sebesar 2,381 kg
  • Lift height adalah 6 meter

Kelebihan JCB 505-20E, antara lain:

  • Dirancang dengan teknologi zero emission
  • Tingkat kebisingan rendah
  • Kinerja maksimal
  • Memiliki telehandler yang compact, sehingga alat ini dapat digunakan kapan dan di mana saja dibutuhkan
  • Perawatan baterai murah, sehingga dapat menghemat biaya proyek
  • Menyediakan fitur fast charging

Baca Juga: Mengenal Alat Berat Dragline Excavator dan Cara Kerjanya

Utamakan Kebutuhan Proyek Dalam Memilih Alat Berat

Itu dia informasi mengenai JCB Excavator yang wajib diketahui. Meski namanya jarang didengar, tapi perusahaan alat berat yang satu ini cukup populer di luar negeri. Bahkan sudah berhasil memproduksi alat berat unggulan yang cukup membantu pekerjaan proyek, baik proyek kecil maupun besar.

Hal ini menjadikan JCB Excavator patut dilirik untuk kebutuhan proyek di masa mendatang. Mengingat jenis alat beratnya cukup beragam, maka pilihlah yang paling sesuai dengan kebutuhan. Dengan demikian, alat tersebut mampu memberikan kontribusi maksimal untuk penyelesaian proyek. 

Dengan risiko yang semakin meningkat dalam operasional alat berat, penting untuk memastikan perlindungan yang memadai. Asuransi alat berat menjadi solusi krusial untuk menjaga investasi Anda dari berbagai risiko. Cermati Protect menawarkan produk asuransi umum yang luas dan dapat diandalkan untuk melindungi alat berat Anda.

6 Alat Berat Andalan Volvo yang Perlu Diketahui

6 Alat Berat Andalan Volvo yang Perlu Diketahui

Salah satu produsen alat berat kenamaan dunia yang sudah tidak asing lagi ditelinga adalah Volvo Construction Equipment. Perusahaan yang berasal dari Swedia ini mengembangkan, memproduksi, sekaligus memasarkan berbagai alat berat untuk kebutuhan konstruksi. Beberapa produk yang dibuatnya, seperti excavator, grader, asphalt paver, backhoe, dan grader

Volvo Construction Equipment merupakan anak perusahaan dari Volvo Group. Kini sudah memiliki beberapa pabrik di dunia, seperti Amerika Serikat, Brazil, Jerman, Polandia, Prancis, Rusia, Tiongkok, Korea, Swedia, Skotlandia, dan India. 

Sejarah Singkat Volvo

Volvo Construction Equipment atau yang disingkat Volvo CE didirikan oleh tiga orang pria, yaitu Johan Theofron Munktell, Jean Bolinder, dan Carl Gerhard Bolinder. Perjalanan ketiganya sehingga bisa bergabung di dalam perusahaan Volvo cukup panjang. Uraiannya adalah sebagai berikut.

  • Tepat pada tahun 1832, Johan Theofron Munktell yang kala itu berusia 27 tahun berinisiatif untuk mendirikan perusahaan alat berat di Eskilstuna, Swedia. 
  • Pada tahun 1844, Jean dan Carl berhasil memproduksi mesin uap dan minyak mesin mentah di Stockholm. Sementara Johan baru berhasil memproduksi traktor pertama di Swedia pada tahun 1913. 
  • Tepat saat 100 tahun setelah Johan mendirikan perusahaan Eskilstuna, tepatnya di tahun 1932, dua Bolinder pindah ke Eskilstuna dan menggabungkan kedua perusahaan milik mereka dengan nama AB Bolinder-Munktell. 
  • Pada tahun 1950, perusahaan Volvo berhasil membeli perusahaan AB Bolinder-Munktell. Empat tahun kemudian, perusahaan Volvo berhasil memproduksi pemuat roda pertama yang dilengkapi dengan sistem lengan angkat panel dan bracket pengait. 
  • Pada tahun 1966, perusahaan Volvo berhasil memproduksi articulated hauler pertama  di dunia dinamakan Volvo  DR 631 Gravel Charlie
  • Pada tahun 1973, perusahaan berganti nama menjadi Volvo BM AB
  • Tahun 1985, Volvo BM menjalin kerjasama dengan anak perusahaan Euclid Trucks dari Amerika, bernama Clark Equipment. Kerjasama ini membuahkan produksi alat berat bernama Michigan. Ketiga perusahaan besar, yaitu Volvo BM, Euclid, dan Michigan kemudian digabung menjadi satu perusahaan yaitu VME Group.
  • Pada tahun 1995, VME Group dibeli oleh Volvo dan namanya pun diubah menjadi Volvo Construction Equipment.
  • Tahun 1988, Volvo CE menjadi perusahaan pertama yang berinvestasi di Korea. Perusahaan ini kemudian mengakuisisi perusahaan alat berat milik Samsung Heavy Industries, sehingga eksistensi usahanya di Asia semakin kuat.
  • Pada Bulan Januari 2007, Volvo berhasil membeli 70% saham perusahaan Shandong Lingong Construction Machinery Co. Ltd. 
  • Pada April 2007, Volvo pun berhasil mengakuisisi perusahaan yang memproduksi mesin konstruksi jalan milik Ingersoll Rand.
  • Pada Bulan Juli 2020, Volvo CE menjual alat berat pengaspal Blaw-Knox ke perusahaan Gencor Industries Inc yang ada di Orlando, Amerika Serikat.
  • Pada Desember 2020, Volvo mulai mengirimkan excavator seri ECR25 kepada konsumen.
  • Pada September 2021, Volvo Construction Equipment memperkenalkan Terex dan rebranding perusahaan Rokbak.

Volvo bukanlah “pemain” baru lagi dalam industri alat berat di dunia. Perusahaan ini sudah exist sejak 200 tahun lalu dan kini namanya semakin dikenal di seluruh dunia. Tepat pada Juni 2023, Volvo CE berhasil meluncurkan alat berat konstruksi dengan tenaga listrik pertamanya dalam sebuah acara yang digelar di Asia Tenggara, tepatnya di Singapura. 

Baca Juga: Beragam Suku Cadang Alat Berat yang Perlu Diketahui

6 Alat Berat Andalan Volvo

Sebagai salah satu perusahaan alat berat terkemuka di dunia, Volvo telah berhasil meluncurkan berbagai alat berat canggih untuk memudahkan pekerjaan proyek konstruksi. Dari sekian banyak alat berat yang diproduksi, berikut ini 6 jenis alat berat andalan Volvo. 

Excavator EC200D

Salah satu produk andalan Volvo yang pertama adalah Excavator EC200D. Tipe ini memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh pesaingnya, yaitu mesin yang berkualitas. Mesin yang disematkan mampu menghemat konsumsi bahan bakar saat digunakan untuk pekerjaan tata lahan dan konstruksi jalan.

Excavator EC200D dilengkapi dengan komponen arm 2,9 mm, boom 5,7 mm, dan boom 0,8 mm. Kekuatan breakout yang dapat dihasilkan mencapai 116 kN. Sementara mesin tier 3 pada excavator EC200D mampu menghasilkan tenaga sebesar 115 kW pada torsi 2.000 rpm.

Excavator EC200D dilengkapi dengan ukuran kabin yang ergonomis. Hal ini memberikan kenyamanan ekstra bagi operator saat mengoperasikan excavator, baik dalam jangka waktu singkat maupun panjang. 
Excavator EC55DCSelain tipe EC200D, excavator tipe lain yang tidak kalah berkualitas adalah tipe EC55DC. Alat berat ini dilengkapi dengan mesin tier 3 dan boom offset yang cocok untuk pekerjaan konstruksi. Alat ini disertai dengan kombinasi antara kabin, undercarriage, counterweight, pompa hidrolik, travel motor, mesin, dan peralatan gali yang sudah teruji.

Jika dibandingkan dengan tipe Excavator tipe EC55B, mesin pada EC55DC dipercaya memiliki tingkat kebisingan yang rendah. Ditambah adanya turbo charger yang membuat alat ini memiliki performa yang optimal sesuai kebutuhan konstruksi. 

Sistem pendinginan pada EC55DC dirancang dengan sempurna, sehingga lebih awet, mampu menyempurnakan temperatur ruang mesin saat dioperasikan, dan lebih mudah dirawat. Posisi cooler pada tipe ini dibuat sejajar dan dilengkapi dengan exhaust fan guna memaksimalkan pendinginan.
Wheel Loader L90GzKenyamanan merupakan salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan saat memproduksi alat berat. Hal ini berhasil diwujudkan pada wheel loader seri L90Gz. Alat ini memiliki kabin yang nyaman, sehingga operator menjadi nyaman saat mengoperasikan wheel loader.

Mesin yang digunakan pada tipe ini adalah mesin tier 3. Daya yang dapat dihasilkan mencapai 770 Nm pada torsi 1.600 rpm. 
Wheel Loader L350HWheel loader selanjutnya adalah tipe L350H. Alat berat yang memiliki bobot 56 ton ini mengalami beberapa peningkatan dari tipe sebelumnya. L350H dilengkapi dengan drivetrain, transmisi, dan axle terbaru untuk dapatkan hasil kerja yang efektif dan efisien. 

Selain itu, alat ini juga dilengkapi dengan konektivitas telematika dan fitur-fitur canggih. Salah satunya adalah aplikasi load assist yang dapat diakses dari layar Volvo co-pilot di dalam kabin. Hal ini akan memudahkan operator untuk mengontrol kinerja wheel loader saat penggunaan reguler. 

Kekuatan breakout yang dapat dihasilkan mencapai 457kN dengan torsi maksimal 1.800 rpm. Meski tergolong tinggi, penggunaan bahan bakar pada tipe ini dipastikan lebih hemat, jadi dapat menghemat pengeluaran proyek konstruksi.
Articulated Hauler A60HPada tahun 2017 lalu, Volvo Construction Equipment berhasil menjual articulated hauler A60H di pasar Indonesia. Alat yang memiliki berat 60 ton ini memiliki daya muat yang lebih besar dibandingkan versi terdahulunya. Dengan desain yang kokoh, alat ini dapat digunakan secara terus-menerus untuk memenuhi kebutuhan konstruksi.

Tipe ini dirancang untuk operasi medan berat. Selain konstruksi, juga pada pekerjaan tambang dan kegiatan pengangkutan material dalam jumlah yang besar. Kehadiran alat ini membuat pekerjaan pengangkutan menjadi lebih mudah, cepat, dan efisien.

Kekuatan breakout yang dapat dihasilkan sebesar 3.200 Nm dengan kapasitas torsi 1.800 rpm. Sementara untuk kecepatan kerjanya, alat ini mampu bekerja sejauh 55 km per jam.
Electric Compact Excavator ECR25Produk andalan terakhir dari Volvo Construction Equipment adalah excavator elektrik ECR25. Alat ini menggunakan zero emission tanpa mengurangi tingkat produktivitas. Tingkat penggalian dan pengangkatan beban dapat berjalan secara optimal, sama seperti tipe excavator lainnya.

Sebagai salah satu terobosan terbaru, ECR25 memanfaatkan tenaga listrik dari penggunaan batu baterai. Salah satu tantangan dari terobosan terbaru ini adalah daya pengisian baterai yang masih harus ditingkatkan. Baterai ECR25 memerlukan waktu 1 hari untuk pengisian daya selama 8 jam penggunaan untuk pekerjaan berat.

Namun untuk pekerjaan penggalian ringan, baterainya dapat bertahan hingga 10 jam. Hadirnya ECR25 diharapkan dapat membantu mempercepat pekerjaan proyek dan menghemat pengeluaran.

Baca Juga: Tandem Roller: Pengertian, Keunggulan, Fungsi, Jenis, Struktur dan Cara Kerjanya

Mesin Adalah Kunci Keberhasilan Kerja Alat Berat

Keberhasilan suatu perusahaan alat berat tidak lepas dari berbagai terobosan yang dilakukan. Hal ini berhasil dibuktikan oleh Volvo Construction Equipment yang terus-menerus memperbaharui kinerja alat berat yang diproduksi, sehingga alat berat dapat bekerja secara maksimal. Mesin merupakan salah satu bagian yang sangat diperhatikan mengingat bagian ini memiliki peranan yang sangat vital saat alat berat dioperasikan.

Dengan terdapat banyaknya risiko di operasional alat berat, perlindungan yang memadai sangat penting. Asuransi alat berat menjadi solusi penting untuk menjaga investasi Anda dari berbagai risiko. Cermati menyediakan produk asuransi umum yang luas dan dapat diandalkan untuk melindungi alat berat Anda. Pelajari selengkapnya dengan mengisi formulir dibawah ini!

Alat Berat Komatsu: Sejarah, Kelebihan, dan Produk Unggulan

Alat Berat Komatsu: Sejarah, Kelebihan, dan Produk Unggulan

Meningkatnya proyek pembangunan di suatu negara dan daerah merupakan suatu hal yang membuat nama-nama perusahaan alat berat menjadi eksis. Salah satunya adalah Komatsu. Perusahaan multinasional asal Jepang ini memproduksi alat berat untuk berbagai proyek, seperti konstruksi, pertambangan, perkebunan, kehutanan, dan industri. 

Sebagai salah satu merek terkemuka, Komatsu sudah dipercaya di proyek-proyek besar. Kinerja alat beratnya cukup memuaskan, sehingga pekerjaan proyek semakin cepat terselesaikan. 

Sebelum tersohor seperti sekarang, merek yang satu ini memiliki sejarah yang lumayan panjang, lho! Kenali merek Komatsu lebih dekat lewat informasi berikut ini. 

Baca Juga: Compactor: Pengertian, Klasifikasi, dan Jenis-Jenisnya

Sejarah Singkat Komatsu

Berdirinya Komatsu alat berat bermula dari tahun 1917 saat Takeuchi Mining Industry, salah satu perusahaan batu bara di Jepang didirikan di Kota Komatsu, Ishikawa, Jepang. Perusahaan ini awalnya fokus untuk menjual alat-alat untuk pertambangan saja, tapi pada tahun 1921 berhasil meluncurkan bulldozer pertamanya. Dari sinilah Takeuchi Mining Industry mulai merambah untuk menjual alat-alat berat. 

Pada tahun 1931, Takeuchi Mining Industry berganti nama menjadi Komatsu Ltd. Selama tahun 1930-an sampai 1940-an, perusahaan ini bertumbuh dengan pesat. Ada berbagai alat berat yang berhasil diluncurkan, seperti crane, truk pengangkut, dan alat berat untuk kebutuhan konstruksi. 

Selain itu, Komatsu juga memiliki peran yang besar dalam proses pembangunan kembali sarana dan prasarana pasca Perang Dunia II. Pada tahun 1952, Komatsu menciptakan bulldozer dengan kualitas yang lebih baik menggunakan teknologi dari Amerika Serikat. Tepat pada tahun 1960-an, akhirnya Komatsu berhasil menembus pasar alat berat internasional dan menjadi pemimpin industri alat berat global pada tahun 1980-an. 

Sejarah Masuknya Komatsu ke Indonesia

Setelah sukses di kancah internasional, Komatsu menyusun strategi pemasaran baru. Perusahaan ini berhasil memasuki pasar di Asia, termasuk di Indonesia pada tahun 1974. Di awal masuknya, Komatsu langsung bekerja sama dengan perusahaan distribusi mesin industri dan alat berat, bernama PT United Tractors. 

Setelah kerjasama dimulai, Komatsu pun resmi menjadi anak perusahaan dari PT United Tractors. Pada tahun 1983, Komatsu membuka pabrik pertamanya di Indonesia, tepatnya di daerah Cakung, Jakarta Timur. Setelah sukses menjajal pasar di Indonesia, akhirnya Komatsu pun membuka tempat pelatihan teknik atau technical training center di Cibitung, Jawa Barat. 

Baca Juga: Diesel Hammer: Pengertian, Struktur, Keunggulan dan Kekurangannya

Kelebihan Komatsu

Kesuksesan yang diraih oleh perusahaan multinasional asal Jepang tidak lepas dari kelebihan yang dimiliki setiap alat berat yang diciptakan. Secara garis besar, ini dia beberapa kelebihan Komatsu dibandingkan merek alat berat lainnya. 

1. Aman dan Nyaman

Kelebihan pertama adalah aman dan nyaman saat digunakan. Komatsu memiliki ukuran kabin yang cukup luas, lengkap dengan retractable seat belt yang membuat operator nyaman saat mengoperasikan alat berat. Terdapat pula sistem pendingin udara otomatis yang dapat digunakan kapan saja saat dibutuhkan.

Selain itu, kabin alat berat juga dilengkapi dengan alat peredam kebisingan. Dengan alat ini, maka suara berisik yang ada di luar dapat diredam sehingga konsentrasi operator dapat terjaga selama bekerja. 

2. Mesin Bertenaga, tapi Hemat

Rata-rata mesin alat berat yang memiliki tenaga besar akan boros bahan bakar. Namun, hal ini tidak terjadi pada mesin Komatsu. Mesinnya dikenal memiliki tenaga yang besar, tapi hemat bahan bakar. 

Mesin dilengkapi dengan sistem hidrolik yang bekerja secara efisien, sehingga penggunaan bahan bakar menjadi lebih hemat. Penggunaan bahan bakar lebih sedikit lagi jika mesin dioperasikan dengan tingkat emisi yang rendah. 

3. Menggunakan Teknologi yang Canggih

Fitur atau teknologi yang disematkan pada alat berat Komatsu juga terbilang canggih. Misalnya, excavator PC210-10M0 yang sudah dilengkapi dengan monitor LCD informatif untuk memudahkan proses pemantauan mesin selama excavator beroperasi. Data ditampilkan dalam berbagai bahasa, termasuk Bahasa Indonesia, yang sejatinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan. 

Selain itu, terdapat dua teknologi canggih lain yang tidak boleh dilupakan begitu saja. Ada Equipment Management Monitoring System (EMMS) dan Machine Tracking System (KOMTRAX). 

4. Mudah Dirawat

Kelebihan selanjutnya adalah mesin yang mudah dirawat, jadi tidak menyusahkan pemilik atau penyewa saat ingin melakukan pembaharuan pada mesin atau komponen lain. Terdapat satu titik yang dapat digunakan untuk mengecek bahan bakar dan oli, sehingga perawatan menjadi efisien, efektif, dan praktis. Selain itu, terdapat sistem pendingin, swing cycle, dan sensor yang mudah dibersihkan. 

5. Layanan Jual Beli Bagus

Layanan jual beli yang ditawarkan oleh Komatsu alat berat cukup bagus. Penjual atau pembeli dapat menghubungi PT United Tractors atau Komatsu untuk melakukan pembelian maupun penjualan. Perusahaan memberikan layanan ketepatan waktu, sehingga berbagai kebutuhan mitra atau proyek dapat terpenuhi dengan optimal. 

Baca Juga: Asphalt Paver: Fungsi, Komponen dan Cara Kerjanya

5 Produk Unggulan Komatsu

Setiap merek alat berat memiliki produk unggulan atau best seller, termasuk Komatsu. Adapun produk unggulan Komatsu yang dapat diandalkan untuk pekerjaan proyek, di antaranya.

Excavator PC210LCi-11Produk yang pertama adalah excavator OC210LCi-11 yang merupakan excavator medium terlaris di pasaran. Alat ini memiliki sistem kontrol yang canggih dilengkapi dengan fitur unggulan, sehingga alatnya dapat bekerja secara efisien. Excavator tipe ini sangat cocok digunakan untuk proyek skala sedan.
Dump Truck HM400-5Ini adalah salah satu dump truck yang tangguh untuk proyek konstruksi dan pertambangan. Truk memiliki kapasitas muatan yang besar untuk menampung material yang ingin diangkut atau dipindahkan. Alat ini menggunakan mesin diesel yang membuat kinerjanya efisien dan daya tahannya kuat.
Wheel Loader WA480-8Produk Komatsu alat berat lainnya yang sering digunakan untuk proyek pertambangan dan konstruksi adalah wheel loader WA480-8. Alat ini dirancang dengan desain yang kokoh, kuat, dan dilengkapi dengan mesin diesel. WA480-8 memiliki mode penggalian otomatis terbaru untuk meningkatkan kenyamanan, efektivitas, dan produktivitas operator.
Backhoe Loader WB93R-5Merupakan salah satu backhoe generasi terbaru yang dikeluarkan oleh Komatsu. Alat ini mampu bekerja secara optimal untuk pekerjaan penggalian, pemindahan material, dan pembangunan drainase. Backhoe Loader WB93R-5 dilengkapi dengan side shift yang membuatnya dapat berpindah secara leluasa, baik kanan maupun kiri, sehingga area kerja untuk bermanuver semakin luas.
Bulldozer D15AX-8Alat ini menjadi salah satu satu andalan Komatsu untuk proses pemindahan material dalam proyek konstruksi. Dilengkapi dengan tuas kontrol yang ergonomis untuk memudahkan operator saat mengoperasikan bulldozer. D15AX-8 memiliki tenaga yang sangat kuat dengan kapasitas blade yang besar. 

Baca Juga: Tips Perawatan Alat Berat dengan Benar 

5 Alasan Komatsu Sangat Diminati 

Perusahaan alat berat, seperti Caterpillar dan Sany merupakan dua perusahaan yang mampu menghadirkan alat berat canggih. Namun, Komatsu masih menjadi salah satu yang cukup diminati dalam industri konstruksi maupun pertambangan. Apa alasannya?

1. Merupakan Alat Berat yang Mudah Dirawat

Alasan pertama adalah karena perawatan Komatsu alat berat cenderung mudah dan lebih ringkas dibandingkan alat berat merek lain. Sebab, mesinnya sendiri terbuat dari material berkualitas. Selagi spare part dirawat, rutin dibersihkan, tidak terkena air dan matahari yang berlebihan, maka spare part pasti awet.

2. Mesin Tahan Lama

Selain mudah dirawat, mesin alat berat Komatsu juga tahan lama sehingga biaya perawatan atau penggantian yang dibutuhkan relatif lebih sedikit. Tapi jika mesin rusak, maka biaya penggantian spare part yang perlu dikeluarkan pun lebih mahal daripada merek lain. Hal ini sebanding dengan kualitas yang ditawarkan oleh Komatsu sendiri. 

3. Efisiensi Kerja

Ada harga, ada kualitas. Mahalnya harga spare part Komatsu sebanding dengan kinerja alat berat saat dioperasikan. Di mana spare part memudahkan pergerakan alat berat dan sama sekali tidak membebani mesinnya.

4. Teknologi Selalu Berinovasi

Sebagai salah satu perusahaan alat berat terkemuka, Komatsu hadir dengan teknologi yang selalu berinovasi. Sampai saat ini, Komatsu telah berhasil mengembangkan teknologi GPS 3D untuk excavator agar kinerjanya semakin meningkat. Teknologi lainnya juga disematkan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan operator saat bekerja. 

5. Menawarkan Garansi

Alasan terakhir adalah Komatsu memberikan garansi kepada pembeli. Tidak hanya garansi pada alat beratnya saja, tapi juga spare part yang dibeli. Masa garansi yang diberikan berbeda-beda, tergantung dari kebijakan distributor.

Baca Juga: Jenis – Jenis Alat Berat Industri Lanskap yang Banyak Digunakan

Minimalisir Pengeluaran dengan Memilih Merek Alat Berat yang Sesuai

Komatsu merupakan salah satu merek alat berat terkemuka di seluruh dunia, tapi belum tentu menjadi merek yang dipilih oleh perusahaan konstruksi atau pertambangan karena setiap proyek memiliki kebutuhan yang berbeda. Maka dari itu, pilihlah merek yang sesuai kebutuhan untuk meminimalisir pengeluaran. Jika yang dicari adalah kualitas dan ketahanan alat beratnya, maka Komatsu adalah merek yang tepat untuk proyek yang dikerjakan. 

Dengan risiko yang semakin meningkat di operasional alat berat, penting untuk memastikan perlindungan yang memadai. Asuransi alat berat menjadi solusi krusial untuk melindungi investasi Anda dari berbagai risiko. Cermati menawarkan produk asuransi umum yang luas dan andal untuk melindungi alat berat Anda. Pelajari selengkapnya dengan mengisi formulir dibawah ini!

Mengenal Caterpillar: Sejarah Singkat dan Alat Berat Paling Populer

Mengenal Caterpillar: Sejarah Singkat dan Alat Berat Paling Populer

Terdapat beberapa merek alat berat yang ada di Indonesia. Masing-masing merek memiliki ciri khas dan kelebihan tersendiri. Salah satu merek alat berat yang akan dibahas adalah adalah Caterpillar. 

Caterpillar atau disingkat CAT adalah perusahaan multinasional asal Amerika Serikat. Perusahaan ini cukup terkenal di seluruh dunia karena berhasil menciptakan alat berat yang tangguh. 

Sejarah Singkat Caterpillar

Caterpillar adalah perusahaan terbesar asal Amerika yang merancang, merekayasa, mengembangkan, memproduksi, hingga memasarkan alat berat dan juga mesinnya. Perusahaan ini sudah ada sejak tahun 1883 saat dua perusahaan internasional, yaitu Holt Manufacturing Company dan C.L Best Tractor Company didirikan. Pada tahun 1925, kedua perusahaan ini bergabung membentuk satu perusahaan bernama Caterpillar. 

Pada akhir abad ke-19, keluarga Holt berhasil memproduksi roda gerobak bernama Stockton Wheel Company. Si pemilik ide, Benjamin Holt, berhasil memecahkan masalah teknis yang terdapat pada alat berat. Hingga pada akhirnya, perusahaan Holt menjual roda pertamanya pada tahun 1886. 

Caterpillar berlokasi di Peoria, Illinois, Amerika Serikat. Sejak awal pendiriannya, perusahaan ini telah dikenal mampu menciptakan alat berat yang tangguh. Tak heran jika perusahaan terus bertumbuh dan kehadirannya semakin kuat di pasar internasional. 

Setelah sukses di pasar luar negeri, Caterpillar akhirnya masuk ke Indonesia tepatnya pada tahun 1971. Kantor perwakilannya ada di Jakarta. Pada tahun 2017, Caterpillar melakukan relokasi kantor pusatnya dari Peoria ke Deerfield di Illinois.

Pada tahun 2020, Caterpillar berhasil meraih peringkat ke-204 dalam daftar Fortune Global 500 dengan total penghasilan mencapai 53,80 Dollar Amerika Serikat. Melalui jaringan perusahaan yang tersebar di seluruh dunia, Caterpillar dapat memberikan dukungan teknis dan menjual suku cadang kepada seluruh pelanggan. Tidak hanya itu, Caterpillar juga membuka layanan dan fasilitas perbaikan sesuai kebutuhan pelanggan. 

Baca Juga: Jangkar Kapal: Pengertian, Jenis, dan Komponennya

8 Alat Berat Caterpillar Paling Populer

Sebagai salah satu perusahaan alat berat ternama di dunia, Caterpillar berhasil mengeluarkan alat berat tangguh yang bermanfaat untuk berbagai proyek. Berikut ini 8 alat berat Caterpillar yang paling populer. 

1. Caterpillar Motor Grader 120K

Pertama adalah motor grader seri 120K. Salah satu grader yang dapat diandalkan untuk menuntaskan pekerjaan proyek. Alat ini dilengkapi dengan sistem engine Cat 7.1 dengan penggerak dan sensor hidraulik untuk menjamin bahwa alat dapat bekerja secara presisi di berbagai situasi. 

Alat ini memiliki ruang kabin yang luas, sehingga operator merasa nyaman selama mengoperasikan grader. Alat ini mampu menghemat pemakaian bahan bakar hingga 5%. Sementara untuk biaya perawatan grader bisa hemat hingga 15%. 

Spesifikasi:

  • Model engine Cat 7.1
  • Rentang daya 123 kW
  • Diameter 105 mm
  • Torsi maksimum sebesar 822 Nm
  • Memiliki 6 silinder
  • Dimensi panjang 9.838 mm, lebar 2.592 mm, dan tinggi 3.440 mm
  • Berat 15.803 kg

2. Caterpillar Excavator 320 GC

Salah satu excavator andalan Caterpillar alat berat adalah seri 320 GC. Alat ini dipercaya mampu menyeimbangkan teknologi yang ada, sehingga mampu bekerja secara produktif. Alat ini dapat menghemat pemakaian bahan bakar sebesar 20% saat beroperasi. 

Untuk biaya perawatan, excavator Caterpillar ini dapat hemat hingga 20%. Hal ini bertujuan untuk menghemat biaya operasional dengan hasil kinerja yang tahan lama. 

Spesifikasi:

  • Model engine Cat C4.4
  • Diameter 105 mm
  • Rentang daya 107 kW
  • Daya engine 147 hp (metrik)
  • Dimensi panjang 9.530 mm, lebar 2.980 mm, dan tinggi 2.950 mm
  • Berat mencapai 20.400 kg

3. Caterpillar Backhoe Loader 426

Backhoe loader seri 426 dirancang dengan ruang operator yang sangat nyaman, sehingga memudahkan operator untuk mengoperasikan alat berat saat proyek berlangsung. Ukuran kabin lebih luas, kaca yang datar, dan jarak pandang yang bagus agar operator bisa berpindah dengan mudah saat bekerja. Alat ini dilengkapi dengan fitur tambahan, seperti ruang penyimpanan, ventilasi, dan alat pengukur yang jelas di bagian kabin. 

Spesifikasi:

  • Model engine Cat 3054C Mechanical Turbo
  • Rentang daya 66,4 kW
  • Torsi maksimum sebesar 394 Nm
  • Berat 8.425 kg

4. Caterpillar Rig Bor MD6200

Rig bor besutan Caterpillar hadir dengan teknologi yang telah disempurnakan, sehingga dapat bekerja produktif untuk hasil yang efektif dan efisien. Bor ini memiliki selubung pengiriman paling kecil dibandingkan bor lain di kelasnya. Jadi, bor cukup didorong saja saat ingin dipindahkan dari satu tempat ke tempat yang lain.

Selain itu, alat ini memiliki undercarriage berukuran besar sehingga mampu memberikan tarikan terbaik di kelasnya. Alat ini didesain untuk melakukan pengeboran lubang dengan diameter kecil, sedang, hingga besar dalam satu lintasan. 

Spesifikasi:

  • Model engine Cat C18 pada 1.800 rpm
  • Diameter lubang 127 – 200 mm
  • Kedalaman lubang 11 m
  • Kecepatan hoist 1,32 m/s
  • Kapasitas hoist hingga 11.907 kg
  • Kapasitas naik turun hingga 15.876 kg
  • Berat 16.964 kg

5. Caterpillar Cold Planer Undercarriage Track PM310

Alat berat yang satu ini disebut sebagai alat yang lincah dan produktif. Hal ini didukung karena seri PM310 dilengkapi dengan mesin milling bermanuver tinggi. Mesin mampu mengelupas lapisan aspal dan beton dengan kedalaman tinggi dalam satu lintasan.

Ruang operator didesain dengan sangat baik, sehingga tombol di dalam kabin dapat dikontrol dengan mudah. Perawatan alat ini terbilang cukup mudah dan hemat biaya. Menariknya lagi, terdapat fitur tambahan yang dapat disematkan pada alat ini untuk meningkatkan kinerjanya. 

Spesifikasi:

  • Lebar milling 1.000 mm
  • Kedalaman maksimum milling 330 mm
  • Jumlah bit 91
  • Rentang daya 246 kW
  • Model engine C9.3
  • Dimensi panjang 9,32 m, lebar 2,54 m, dan tinggi 3 m
  • Berat mencapai 20.168 kg

6. Caterpillar Compactor 826K

Alat berat Caterpillar selanjutnya adalah compactor seri 826K. Alat ini didesain untuk membantu memadatkan timbunan sampah. Alat ini bekerja secara handal, sehingga hasil kerja menjadi optimal.

Compactor 826K menggunakan sistem kontrol elektro hidrolik untuk meningkatkan kinerja fitur-fiturnya. Alat ini dilengkapi dengan sistem kemudi yang mudah dikontrol dan terpadu, serta gigi-gigi yang dapat digerakkan menggunakan jari. Dengan fitur ini, maka operator dapat mengoperasikan alat dengan nyaman dan mudah. 

Spesifikasi:

  • Rentang daya 324 kW
  • Model engine Cat C15
  • Diameter 137,2 mm
  • Ketinggian maksimum mencapai 2.834 m
  • Torsi maksimum sebesar 2.005 Nm
  • Tipe transmisi adalah planetary – powershift – ECPC
  • Berat mencapai 40.917 kg

7. Caterpillar Dragline 8000

Pemindahan material dari satu tempat ke tempat lain menjadi mudah berkat Dragline 8000. Alat ini dikabarkan menawarkan biaya pemindahan yang rendah karena daya yang digunakan lebih kecil. Produksi gas yang dihasilkan saat dragline beroperasi rendah, jadi pengoperasiannya ramah lingkungan.

Jika dibandingkan dengan jejeran dragline Caterpillar lainnya, seri 8000 merupakan seri terkecil. Meski demikian, teknologi yang digunakan merupakan teknologi terbaru. Jadi, alat ini mampu bekerja secara handal dengan total penghematan energi mencapai 10% selama pemakaian. 

Spesifikasi:

  • Kapasitas bucket 24 hingga 34 meter kubik
  • Panjang boom 75 hingga 101 meter
  • Estimasi bobot kerja antara 1.770.000 hingga 1.988.000 kg

8. Caterpillar Paver Aspal Track AP355

Alat berat Caterpillar terakhir adalah paver aspal track seri AP355. Alat ini dipadukan dengan desain dan teknologi yang unggul untuk mempresentasikan kenyamanan dan produktivitas tinggi. Teknologi yang digunakan adalah teknologi terbaru yang telah disempurnakan dari seri sebelumnya, jadi alat dapat bekerja secara optimal.

Paver aspal track AP355 dilengkapi dengan teknologi Eco yang mampu menghemat pemakaian bahan bakar. Selain itu, ruang pengoperasian hadir dengan desain yang nyaman dan memiliki visibilitas yang baik, sehingga tampilannya menjadi interaktif. 

Spesifikasi:

  • Model engine Cat C3.3B
  • Rentang daya 55 kW
  • Kapasitas produktivitas maksimum mencapai 406 ton / jam
  • Lebar pengerasan jalan maksimum mencapai 4,6 m
  • Kecepatan pengerasan jalan 64 m / menit
  • Dimensi panjang 4.904 mm, lebar 1.886 m, dan tinggi 2.645 m
  • Bobot 7.100 kg

Baca Juga: Tips Memilih Alat Berat untuk Proyek

Gunakan Produk Unggulan untuk Kebutuhan Proyek

Bagi yang sedang mencari alat berat, maka Caterpillar menjadi salah satu yang dapat dipertimbangkan. Caterpillar alat berat menjadi salah satu perusahaan yang sangat diperhitungkan di industri ini. Merek ini hadir dengan beragam alat berat yang sudah dilengkapi dengan teknologi yang canggih, sehingga dapat bekerja secara optimal untuk kebutuhan proyek. 

Pilihlah produk unggulan yang ditawarkan oleh Caterpillar untuk hasil yang memuaskan. Jangan lupa lengkapi pembelian alat berat dengan asuransi terbaik sebagai bentuk proteksi mengingat harganya cukup mahal. Jadi, alat terlindungi secara maksimal dan penggunaannya menjadi lebih tenang. 

Dengan meningkatnya risiko yang dihadapi alat berat dalam operasinya, penting untuk memastikan perlindungan yang memadai. Asuransi alat berat menjadi solusi yang krusial untuk melindungi investasi Anda dari berbagai ancaman. Cermati Protect hadir dengan produk asuransi umum yang dapat memberikan perlindungan yang luas dan dapat diandalkan bagi alat berat Anda. Pelajari selengkapnya dengan mengisi formulir dibawah ini!

Asuransi Perlindungan Konsumen: Cakupan, Dasar, dan Tujuan

Asuransi Perlindungan Konsumen: Cakupan, Dasar, dan Tujuan

Asuransi perlindungan konsumen merupakan salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk memberikan kepastian hukum kepada konsumen. Asuransi perlindungan bertujuan untuk mengurangi tindakan fraud yang dapat merugikan konsumen dalam jangka pendek maupun jangka panjang, seperti yang sering terjadi akhir-akhir ini. Dengan demikian, konsumen bisa mendapatkan haknya seperti yang sudah disepakati di awal perjanjian. 

Perlindungan konsumen tidak hanya berlaku saat konsumen berbelanja saja, tapi juga saat konsumen menjadi nasabah asuransi. Pemahaman yang baik dipercaya dapat melindungi hak-hak orang yang terlibat, baik konsumen maupun penyedia asuransi. Alhasil, transaksi bisa berjalan dengan lancar seperti yang diharapkan. 

Cakupan Asuransi Perlindungan Konsumen

Cakupan dalam perlindungan konsumen dibagi menjadi dua aspek, di antaranya:

  • Perlindungan apabila barang yang diterima konsumen tidak sesuai dengan apa yang telah disepakati, baik rusak atau produknya salah
  • Perlindungan apabila konsumen mendapatkan perlakuan yang tidak adil

Asas perlindungan konsumen diatur di dalam Pasal 2 UU Perlindungan Konsumen. Pasal ini membahas tentang manfaat, keadilan, keseimbangan, keamanan, keselamatan, dan kepastian hukum yang didapatkan konsumen. 

Dasar Asuransi Perlindungan Konsumen

Terdapat 9 hak dasar di dalam melindungi konsumen asuransi, di antaranya:

  • Hak untuk mencegah kerugian konsumen, baik kerugian personal maupun harta benda
  • Hak untuk memperoleh jasa dengan harga yang wajar atau sesuai dengan nilai barang maupun jasa
  • Hak untuk menyelesaikan permasalahan sesuai hukum dan ketentuan yang berlaku
  • Hak untuk mendapatkan informasi yang benar, jelas, dan jujur sesuai dengan kejadian yang sebenarnya tanpa adanya unsur melebih-lebihkan
  • Hak untuk didengarkan pendapat atau keluhannya atas pemakaian barang maupun jasa
  • Hak untuk mendapatkan pembinaan dan pendidikan konsumen guna menghindari adanya kesalahpahaman yang dapat merugikan konsumen di kemudian hari
  • Hak untuk diperlakukan atau dilayani dengan benar, jujur, dan tidak diskriminatif antara konsumen yang satu dengan lainnya
  • Hak untuk memperoleh ganti rugi, kompensasi, atau penggantian jika barang atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan deskripsi yang dituliskan
  • Hak lain-lain yang diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku

Sementara dari sisi penanggung yaitu penyedia asuransi, ada 4 hak yang bisa didapatkan, antara lain:

  • Menuntut pembayaran premi kepada tertanggung sesuai nominal yang telah disepakati saat pembuatan asuransi
  • Meminta keterangan yang benar dan lengkap terkait objek yang diasuransikan untuk mengantisipasi adanya tindak kecurangan yang dilakukan oleh konsumen
  • Menuntut balik ganti rugi atas peristiwa yang disebabkan karena kesalahan tertanggung, bukan karena kejadian yang dapat diklaim sesuai ketentuan dalam polis asuransi
  • Membatalkan asuransi karena adanya kecurangan yang dilakukan oleh tertanggung atau melakukan asuransi kembali dengan penanggung lain untuk meringankan risiko yang sedang dihadapi

Baca Juga: 9 Cara Packing Barang Online Shop yang Mudah

Perlindungan Hukum Bagi Konsumen Asuransi

Perlindungan konsumen memiliki peran yang sangat penting untuk memastikan bahwa hak dan kepentingan konsumen terpenuhi saat membeli produk perlindungan. Ada 5 poin perlindungan hukum bagi konsumen asuransi, di antaranya.

1. Kontrak Asuransi

Kontrak asuransi adalah perjanjian yang berisi tentang premi, cakupan, klaim, hak, dan kewajiban antara pemegang polis dan penyedia asuransi. 

2. Hukum Asuransi

Adalah hukum yang mengatur hubungan atau perjanjian antara tertanggung dan penanggung. Tidak hanya seputar perlindungan konsumen, tapi juga praktik bisnis asuransi dan penyelesaian atas sengketa yang terjadi. 

3. Badan Pengawas

Adalah pihak atau otoritas yang mengawasi jalannya industri asuransi. Badan ini juga nantinya akan menangani berbagai keluhan maupun sengketa yang dialami oleh konsumen. 

4. Hak Konsumen

Berkaitan dengan apa yang wajib didapatkan konsumen sebagai peserta asuransi. Poin ini menyangkut tentang pembayaran klaim secara adil, pelayanan yang cepat, dan peluang untuk mengajukan sengketa di kemudian hari. 

5. Gugatan Hukum

Cakupan ini berkaitan dengan penyelesaian masalah ke ranah hukum atau pengadilan. Gugatan dapat diajukan jika masalah tidak dapat dinegosiasi atau dibicarakan dengan badan pengawas, sehingga dibawa ke pengadilan agar tidak ada satu pun pihak yang dirugikan dalam perjanjian asuransi. 

Tujuan dan Hak Perlindungan Asuransi

a paper beside a person typing on a laptop
Photo by Kindel Media on Pexels.com

Di dalam UU Perlindungan Konsumen Pasal 3, disebutkan bahwa perlindungan asuransi memiliki beberapa tujuan, di antaranya:

  • Meningkatkan kesadaran, kemampuan, dan kemandirian konsumen untuk bisa melindungi diri
  • Mengangkat harkat dan martabat konsumen dengan cara menjauhkannya dari ekses negatif atas pemakaian barang maupun jasa
  • Meningkatkan pemberdayaan konsumen dalam memilih dan menuntut haknya sebagai konsumen
  • Menciptakan sistem perlindungan konsumen dengan unsur kepastian hukum dan keterbukaan untuk mendapatkan informasi
  • Menumbuhkan kesadaran pelaku usaha tentang pentingnya perlindungan konsumen guna menumbuhkan sikap jujur dan bertanggung jawab
  • Meningkatkan kualitas barang maupun jasa untuk menjamin kelangsungan usaha produksi barang, jasa, kesehatan, kenyamanan, dan keamanan konsumen

Baca Juga: 9 Cara Belanja Online dari Luar Negeri, Dijamin Untung!

Risiko Asuransi Perlindungan Konsumen

Sejatinya, konsumen bisa mendapatkan perlindungan dengan membeli asuransi saat membeli barang maupun jasa. Asuransi dapat mencegah timbulnya risiko atau kerugian keuangan. Namun di sisi lain, terdapat risiko asuransi perlindungan konsumen jika fungsi ini tidak dijalankan dengan baik dan benar, di antaranya.

1. Budaya Perlindungan Konsumen Tidak Tumbuh

Perlindungan konsumen dapat tumbuh jika dijadikan sebagai suatu budaya, di mana konsumen benar-benar dilindungi, baik di tingkat lembaga jasa keuangan maupun industri keuangan. Tidak tumbuhnya budaya perlindungan biasanya disebabkan karena kurangnya market confidence. Tanpa hal ini, maka industri jasa keuangan di negara ini menjadi tidak berkembang dengan baik dan berkelanjutan. 

2. Pengawasan dan Tata Kelola yang Rendah

Risiko selanjutnya adalah tingkat pengawasan dan tata kelola yang rendah. Risiko yang dihadapi oleh konsumen otomatis meningkat jika penyedia asuransi tidak menyediakan desain produk, pemasaran, dan solusi yang tepat atas masalah yang sedang dihadapi. Jika terus berlanjut, maka konsumen tidak dapat merasakan perlindungan yang semestinya didapatkan.

Untuk mengatasinya, diperlukan aspek manajemen risiko. Aspek ini membantu memperhitungkan tingkat risiko penerapan perlindungan konsumen. Jadi, perlindungan tidak hanya sebatas pelengkap aspek kesehatan suatu kelembagaan saja. 

3. Keamanan Data Konsumen Terancam

Melindungi data konsumen merupakan tugas dan tanggung jawab penyedia asuransi. Jika data ini bocor, konsumen otomatis mengalami kerugian, seperti rentan terkena kasus penipuan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Maka dari itu, penyedia asuransi perlu memastikan bahwa seluruh data konsumen aman dan tidak diperjualbelikan kepada pihak lain.

Data konsumen sebaiknya digunakan untuk hal-hal penting yang berkaitan dengan penggunaan barang atau jasa saja. Dengan demikian, peran asuransi perlindungan konsumen menjadi nyata karena konsumen merasa terlindungi dari hal-hal yang tidak diinginkan. 

4. Perjanjian Tidak Adil

Perbedaan yang terdapat pada perjanjian dan realita di lapangan merupakan unsur ketidakadilan yang mungkin sering ditemukan dalam asuransi. Ketidakadilan ini secara otomatis merugikan konsumen. Sebab, apa yang mungkin menjadi hak konsumen tidak didapatkan sebagaimana mestinya. 

Perjanjian yang ada di dalam industri keuangan sebaiknya bersifat baku, artinya ada kesesuaian antara yang teori dan prakteknya. Harus dipastikan bahwa perjanjian ini tidak merugikan konsumen dalam jumlah berapapun. Perjanjian sebaiknya memuat tentang hak, kewajiban, manfaat, biaya, dan risiko apa saja yang biasa ditemukan dalam asuransi perlindungan konsumen. 

5. Pengaduan Konsumen Tidak Ditindaklanjuti

Risiko terakhir adalah adanya potensi pengaduan konsumen tidak ditindaklanjuti oleh penyedia asuransi. Hal ini disebabkan karena tingginya permasalahan tidak dibarengi dengan ketersediaan sumber daya manusia yang menanganinya. Alhasil, pengaduan konsumen menjadi terbengkalai bahkan tidak direspon sama sekali.

Pada dasarnya, konsumen memerlukan kepastian atas setiap pengaduan yang diajukan sebelum berujung pada terjadinya sengketa. Forum penyelesaian yang telah disepakati dalam perjanjian perlu dilakukan dengan tanggap dan konsekuen. Jadi, kedua belah pihak yang bermasalah disatukan, lalu dicari alternatif penyelesaian yang tidak merugikan satu sama lain di luar pengadilan.

Baca Juga: Mengenal Manfaat Asuransi di E-Commerce di Indonesia

Tingkatkan Loyalitas Konsumen dengan Asuransi Perlindungan

Seperti halnya yang tercatat di dalam UU perlindungan konsumen. Di dalam UU ditegaskan bahwa hak-hak konsumen bersifat tidak terbatas selama sesuai dengan apa yang telah disepakati. Dasar perlindungan yang kuat akan dapat digunakan untuk melindungi konsumen dalam berbagai aspek ekonomi.

Perlindungan yang maksimal sejatinya dapat meningkatkan loyalitas konsumen, sehingga konsumen enggan untuk melirik produk perlindungan lain. Sebab, mereka sudah mendapatkan perlindungan yang tepat sesuai kebutuhan masing-masing. Apalagi pada dasarnya setiap konsumen ingin dilindungi dari aktivitas yang dilakukannya, terutama yang berkaitan dengan aktivitas jual beli. 

Cermati Protect memiliki Asuransi e-Commerce yang tidak hanya melindungi pemilik usaha tapi juga konsumen dalam berbelanja online. Produk Asuransi e-Commerce dari Cermati Protect memberikan perlindungan komperhensif terhadap kerusakan fisik dan cairan pada pelanggan selama 12 bulan setelah pembelian untuk pembelian gadget, pengembalian dana penuh jika terjadi kerusakan dan kehilangan barang dengan jangka waktu 12 bulan dari waktu pembelian dan pertanggungan biaya pengobatan jika terjadi alergi atau reaksi merugikan lainya ketika pemakaian barang habis pakai sebesar 4x lipat lebih besar dari total harga barang tersebut.

Pelajari mengenai produk Asuransi e-Commerce dari Cermati Protect selengkapnya dengan mengisi formulir dibawah ini!