Profesi Kontraktor: Tugas, Tanggung Jawab, Keahlian, dan Jenjang Karirnya

Profesi Kontraktor: Tugas, Tanggung Jawab, Keahlian, dan Jenjang Karirnya

Kontraktor artinya penyedia jasa konstruksi yang memiliki peran sangat penting dalam pembangunan berbagai infrastruktur. Mulai dari jalan raya, jalan tol, jalur kereta, stasiun, bandara, pelabuhan, waduk, hingga pos pembatas di dalam suatu negara. Kontraktor memiliki tugas untuk memastikan bahwa pekerjaan konstruksi berjalan dengan baik, sesuai dengan apa yang diharapkan klien.

Mulai dari tahap perencanaan hingga penyelesaian, seorang kontraktor akan ikut berpartisipasi di dalamnya. Jika sesuatu di dalam proyek tidak beres, maka kontraktor menjadi salah satu pihak yang mengetahui hal ini. Tugas dan tanggung jawab yang besar ini membuat profesi ini memiliki nominal gaji yang fantastis.

Tugas dan Tanggung Jawab Kontraktor

  • Mengelola proyek konstruksi dari awal hingga akhir, seperti mengidentifikasi, membuat desain teknis maupun struktural, melakukan inspeksi, dan memastikan kualitas pekerjaan
  • Memenuhi persyaratan keamanan dan lingkungan kerja sesuai aturan yang berlaku
  • Memberikan jaminan kepada pemilik proyek bahwa pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu
  • Melaksanakan dan mengerjakan tugas sesuai rencana yang sudah di spesifikasi dan aturan yang dibuat dalam surat perjanjian
  • Menjadwalkan kegiatan proyek
  • Membuat laporan kemajuan proyek yang sedang dikerjakan, seperti laporan harian, mingguan, bulanan, dan tahunan (untuk proyek besar). Laporan diisi dengan kondisi sebenarnya yang terjadi di lapangan, sehingga pemilik proyek mengetahui situasinya
  • Menyediakan bahan baku, material, dan tenaga kerja yang terampil guna mendukung kelancaran proses pembangunan

Jenis dan Cakupan Kerja Kontraktor

Dalam membangun suatu proyek, profesi kontraktor dibagi menjadi enam jenis dengan cakupan kerja yang berbeda-beda, di antaranya.

Kontraktor UmumKontraktor yang terlibat dalam berbagai pekerjaan konstruksi dinamakan kontraktor umum. Proyek yang dikerjakan meliputi pembangunan rumah dan infrastruktur. Para kontraktor memiliki pengetahuan yang luas mengenai seluk-beluk konstruksi dan manajemen proyek. 


Tugas kontraktor umum meliputi perencanaan, pengawasan, dan pengadaan selama proyek berlangsung. Kontraktor ini bekerja sama dengan para sub kontraktor untuk mengkoordinasikan semua pekerjaan proyek, sehingga tidak ada satu pun yang terlewatkan. 
Kontraktor SipilBerbeda dengan kontraktor umum, kontraktor sipil fokus pada pembangunan infrastruktur, seperti jalan raya, bandara, saluran air, stasiun, dan jembatan di wilayah tertentu. Para kontraktor memiliki pengetahuan yang sangat mendalam tentang ilmu sipil hingga standar keselamatan dalam menyelesaikan proyek.

Kontraktor sipil bertanggung jawab untuk memastikan bahwa struktur fisik bangunan sudah kuat dan kokoh. Alhasil, bangunan tidak mudah roboh saat diterpa angin. Selain itu, kontraktor ini juga mengelola aspek lingkungan hidup dan memastikan bahwa proyek sudah mendapatkan perizinan dari pihak yang berwenang.
Kontraktor ElektrikalSeperti namanya, kontraktor yang satu ini fokus untuk mengurus bagian kelistrikan dalam proses pembangunan. Mulai dari proses instalasi, memperbaiki, hingga merawat agar listrik selalu hidup dan tidak mengganggu kelancaran proyek.


Kontraktor elektrikal memiliki tugas untuk memasang kabel listrik, memasang alat-alat kelistrikan, memperbaiki listrik yang rusak, dan menguji sistem listrik yang baru diinstal di suatu gedung. Kontraktor ini juga ikut terlibat dalam proses perencanaan sistem listrik yang akan diaplikasikan dalam proyek terbaru.
Kontraktor InteriorMerancang dan membangun interior ruangan seperti yang diinginkan klien adalah tugas dari kontraktor interior. Mereka biasanya bekerja sama dengan para desain interior untuk menciptakan desain yang unik, berkelas, dan berkualitas guna dapatkan hasil yang memuaskan. Tidak hanya memuaskan secara fungsional saja, tapi juga memuaskan dari sisi estetikanya.


Tugas kontraktor ini meliputi pemasangan lantai, pengecatan, pemasangan partisi di dalam ruangan, dan instalasi langit-langit rumah. Terkadang, mereka juga dilibatkan dalam proses penyelesaian detail interior. Misalnya, pencahayaan, pemilihan furniture, dan pemasangan peralatan di dalam suatu gedung.
Kontraktor RenovasiKontraktor ini memiliki tanggung jawab khusus untuk memperbaharui, memperbaiki, dan mengubah struktur bangunan yang sudah ada sebelumnya. Mereka bekerja sama dengan pemilik properti untuk merancang bangunan yang sesuai kebutuhan pemilik. Tentunya, dengan memberikan sejumlah masukan yang dapat dipertimbangkan oleh pemilik.


Tugas dari seorang kontraktor renovasi meliputi pemecahan struktur bangunan, memperbaharui sistem elektrikal, pipa, dan meningkatkan kualitas interior serta eksterior bangunan. Mereka juga dapat ikuti serta dalam proses perbaikan struktural dan energi untuk meningkatkan efisiensi bangunan.
Kontraktor LandscapeJenis kontraktor yang terakhir adalah kontraktor landscape. Kontraktor ini fokus pada pembangunan dan perawatan bagian luar bangunan. Misalnya, taman, halaman, dan area hijau yang dimiliki oleh pemilik properti.


Mereka memiliki pengetahuan yang luas mengenai landscape, sistem irigasi, dan hortikultura untuk menciptakan lingkungan luar yang indah, asri, dan enak dipandang. Tugasnya meliputi menanam tanaman, membuat sistem irigasi, pemodelan tanah, pembuatan jalan setapak, hingga instalasi dekoratif untuk area luar bangunan. Misalnya, pembuatan air mancur, taman bunga, taman batu, dan dekorasi lainnya.

Baca Juga: 7 Potensi Penyakit yang Rentan Dialami Pekerja Tambang

Keahlian yang Harus Dimiliki Kontraktor

Agar bisa sukses menapaki karir sebagai kontraktor, maka terdapat beberapa keahlian yang wajib dimiliki. Keahlian ini antara lain.

1. Membuat Perencanaan Gambar

Perencanaan adalah keahlian paling mendasar yang wajib dimiliki oleh seorang kontraktor. Sebelum sepakat dengan klien, kontraktor akan membuat perencanaan berupa gambar yang ditunjukkan kepada klien. Gambar kerja ini menjadi dasar kontraktor untuk menentukan harga dan mengajukan anggaran pembangunan.

Perencanaan juga menjadi dasar pertimbangan seorang kontraktor saat merekrut jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan dari awal sampai akhir proyek. Dengan memahami perencanaan gambar dengan baik, hasil kerja menjadi maksimal.

2. Mengurai Pekerjaan

Selanjutnya adalah mengurai pekerjaan dari perencanaan yang sudah dibuat. Hasil dari uraian ini meliputi pekerjaan persiapan, pembuatan pondasi, beton, bata merah, plester, dan seterusnya. Masing-masing uraian berisi langkah pengerjaan yang harus dilakukan secara bertahap.

3. Komunikasi yang Baik

Tidak hanya kontraktor, tapi semua jenis profesi harus dibekali dengan keahlian komunikasi yang baik. Komunikasi menjadi cara terbaik untuk menyampaikan kreativitas dengan cara yang mudah dimengerti, sehingga terciptalah hubungan yang baik.

Komunikasi yang baik dapat mengurangi masalah yang muncul selama proses pembangunan. Contoh komunikasi yang dapat dilakukan antara kontraktor dan pemilik properti, seperti menyampaikan perkembangan pembangunan termasuk kendala yang dihadapi agar bisa dimaklumi oleh pemilik properti. 

4. Memiliki Pengalaman

Kontraktor adalah profesi yang bergerak di bidang jasa, jadi kontraktor wajib membangun kepercayaan dengan owner bahkan pihak luar yang terlibat dalam pekerjaan konstruksi. Kepercayaan dapat dibangun lewat pengalaman kerja yang dimiliki oleh seorang kontraktor, sehingga jasanya digunakan dalam banyak proyek. Selain pengalaman, reputasi dan testimoni owner juga penting diperhatikan. 

Baca Juga: 10 Jenis Pekerjaan Paling Bahaya yang Gajinya Fantastis

Jenjang Karir Kontraktor

Kontraktor adalah perorangan atau perusahaan yang ditunjuk oleh klien untuk melaksanakan pekerjaan konstruksi. Dalam mengerjakan proyek, terdapat dua jenis kontraktor yaitu kontraktor utama yang bertanggung jawab atas seluruh proyek, seperti perencanaan, lama pengerjaan, mengawasi pembelian bahan baku, mengurus biaya penagihan, dan mengkoordinasi pekerjaan bagian sub kontraktor.

Ada juga sub kontraktor yang bertugas untuk menangani bagian-bagian tertentu dalam proses pembangunan, seperti instalasi listrik, pengecatan, pemasangan ubin, dan instalasi lainnya.

Seorang kontraktor dapat membangun karirnya dengan menawarkan jasa konstruksi perorangan, lalu meningkat menjadi badan usaha. Secara umum, terdapat tiga tingkatan jenjang karir kontraktor yaitu kontraktor kecil, menengah, dan besar.

1. Kontraktor Kecil

  1. Terdiri dari tiga tingkatan, yaitu:
  • Tingkat 1, yaitu kontraktor yang menangani proyek maksimal senilai Rp1 miliar
  • Tingkat 2, yaitu kontraktor yang menangani proyek maksimal senilai Rp1,75 miliar
  • Tingkat 3, yaitu kontraktor yang menangani proyek maksimal senilai Rp2,5 miliar

2. Kontraktor Menengah

Terdiri dari dua tingkatan, yaitu:

  • Tingkat 1, yaitu menangani proyek maksimal senilai Rp10 miliar
  • Tingkat 2, yaitu menangani proyek maksimal senilai Rp50 miliar

3. Kontraktor Besar

Terdiri dari dua tingkatan, yaitu:

  • Tingkat 1, yaitu kontraktor yang menangani proyek maksimal senilai Rp250 miliar
  • Tingkat 2, yaitu kontraktor yang menangani proyek dengan nilai tak terbatas

Baca Juga: 9 Jenis Alat Pelindung Diri dan Keselamatan Kerja

Bangun Jaringan yang Luas untuk Karir Cemerlang

Bagus atau tidaknya karir seorang kontraktor sangat bergantung pada jaringan yang dibangunnya selama bekerja. Maka dari itu, bangunlah jaringan seluas mungkin agar kesempatan untuk menapaki karir yang cemerlang semakin terbuka lebar. Jangan lupa untuk tingkatkan skill di bidang konstruksi agar kemampuan dan hasil kerjamu tidak diragukan oleh orang lain.

Kontraktor merupakan pekerjaan dengan risiko kecelakaan kerja yang cukup tinggi karena merupakan bagian dari pekerjaan lapangan. Tentu saja dibutuhkan asuransi karyawan terbaik untuk melindungi mereka dari berbagai ancaman risiko selama bekerja.

Dapatkan penawaran Asuransi Karyawan terbaik di Cermati Protect dnegan mengisi formulir dibawah ini!