Jenis Asuransi Perjalanan, Manfaat, dan Cara Klaim

Jenis Asuransi Perjalanan, Manfaat, dan Cara Klaim

Memiliki asuransi perjalanan wajib hukumnya, terutama bagi kamu yang suka bepergian, baik di dalam maupun luar negeri. Asuransi perjalanan akan membantu mengurangi risiko yang terjadi selama di perjalanan. Mulai dari risiko kecelakaan, ketidaknyamanan perjalanan, hingga kasus kehilangan yang pastinya merugikan secara finansial.

Dengan asuransi, kamu bisa bernapas lega karena sebagian atau seluruh risiko tersebut ditanggung oleh perusahaan asuransi. Tentu, selama risiko tersebut tertulis dalam manfaat di polis asuransi. Tertarik membeli asuransi perjalanan?

Manfaat Asuransi Perjalanan

Asuransi perjalanan menawarkan sejumlah manfaat yang tidak ada di produk asuransi lainnya. Pada umumnya, risiko yang ditanggung berhubungan dengan perjalanan. Di dalamnya termasuk keselamatan dan kenyamanan kamu yang melakukan perjalanan.

Berikut beberapa manfaat asuransi perjalanan yang perlu diketahui. 

1. Santunan Kecelakaan dan Meninggal Dunia

Risiko di perjalanan pasti selalu ada, apalagi menggunakan pesawat. Risikonya sangat tinggi dan berakibat fatal. Misalnya, peristiwa pesawat jatuh yang menyebabkan ratusan orang meninggal dunia.

Dengan asuransi perjalanan, risiko kecelakaan atau meninggal dunia ini akan dikover. Jumlah yang digantikan disesuaikan dengan kebijakan yang ada di dalam polis. Manfaat ini sangat berharga, terutama untuk kamu yang sering bepergian dan menjadi tulang punggung keluarga.

2. Ganti Rugi Kerusakan atau Kehilangan Bagasi

Kasus kerusakan dan kehilangan bagasi sering terjadi, terutama untuk perjalanan jauh. Bisa dibayangkan jumlah kerugian yang ditanggung apabila bagasi tersebut isinya barang-barang berharga. Untungnya dengan asuransi perjalanan, kerugian yang timbul akibat kerusakan dan kehilangan tersebut di cover.

Kamu bisa melakukan klaim setelah mengetahui bagasi rusak atau hilang. Silakan menyiapkan dokumen yang dibutuhkan dan isi formulir klaim. Ganti rugi mungkin tidak akan diberikan pada hari yang sama, karena kamu harus menunggu sesuai waktu tunggu dan prosedur yang berlaku. 

3. Ganti Rugi atas Keterlambatan Penerbangan

Hampir semua maskapai penerbangan pernah mengalami delay. Kondisi ini tentu merugikan, apalagi bagi kamu yang ingin menghadiri acara bisnis. Misalnya, grand opening anak perusahaan, launching produk baru, meeting, dan lain sebagainya.

Tapi, kini kamu bisa bernapas lega karena perusahaan asuransi akan memberikan kompensasi atas keterlambatan penerbangan. Dengan syarat, apabila keterlambatan tersebut melebihi batas waktu tunggu yang sudah ditentukan di dalam kebijakan polis. Kamu bisa hubungi perusahaan asuransi untuk mengajukan klaim, ya!

4. Ganti Rugi Kehilangan Dokumen Berharga

Keamanan dokumen berharga yang dibawa di perjalanan juga dicover oleh perusahaan asuransi. Mulai dari paspor, visa, kartu identitas, dan dokumen berharga lainnya. Jadi, kini kamu tidak perlu khawatir apabila salah satu dari dokumen hilang selama melakukan perjalanan.

Meskipun risiko ini ditanggung oleh asuransi, alangkah baiknya kamu tetap menjaga barang bawaan selama di perjalanan. Khusus untuk dokumen berharga, sebaiknya dikumpulkan dalam satu map, lalu simpan di tempat yang aman dan mudah dijangkau. Kapanpun dibutuhkan, kamu bisa mengambilnya dengan mudah.

5. Ganti Rugi Akibat Faktor Lain-lain

Asuransi perjalanan juga memberikan ganti rugi atas risiko finansial yang disebabkan oleh faktor lain. Misalnya, bencana alam, huru-hara, dan terorisme yang terjadi di negara yang dituju. Segala kerugian fisik, mental, dan finansial akan di cover oleh asuransi perjalanan.

Namun, ada beberapa faktor yang masuk dalam kategori pengecualian oleh perusahaan asuransi. Kamu perlu memastikan terlebih dahulu bahwa risiko ini tertulis dalam polis asuransi. Jika tidak, maka segala risiko yang muncul akan menjadi tanggung jawab pribadi.

Baca Juga: Apa Saja yang Perlu Diperhatikan Saat Beli Asuransi Konstruksi?

Jenis-jenis Asuransi Perjalanan

Sebelum membeli asuransi perjalanan, kamu perlu mengetahui jenis-jenis asuransinya terlebih dahulu. Tujuannya agar kamu bisa sesuaikan dengan kebutuhan perjalanan. Berikut empat jenis asuransi perjalanan berdasarkan tujuan, tempat, jangka waktu perjalanan, dan jumlah tertanggung.

1. Asuransi Berdasarkan Tujuan Perjalanan

Ada dua jenis asuransi berdasarkan tujuan perjalanan, yaitu asuransi liburan dan pekerjaan atau bisnis. Perbedaan keduanya terletak pada premi asuransinya. Premi asuransi bisnis biasanya lebih mahal karena risiko yang ditanggung juga lebih besar.

2. Asuransi Berdasarkan Tempat Perjalanan

Ada asuransi dalam negeri maupun luar negeri dengan transportasi darat, laut, dan udara. Asuransi luar negeri dengan tujuan Benua Eropa, Australia, dan Amerika biasanya memiliki premi yang lebih besar daripada kota-kota di dalam negeri. Terdapat pula asuransi luar negeri yang dikhususkan untuk naik haji dengan jumlah premi yang berbeda pula. 

3. Asuransi Berdasarkan Jumlah Tertanggung

Ada asuransi individu dan kelompok, yang mana premi asuransi kelompok jauh lebih mahal. Sebab, jumlah yang ditanggung pun lebih banyak dengan rentan usia yang berbeda-beda. Jenis asuransi yang satu ini biasanya dimanfaatkan oleh agen-agen travel saat membawa peserta untuk trip di dalam negeri maupun luar negeri.

4. Asuransi Berdasarkan Jangka Waktu Perjalanan

Dibedakan menjadi dua jenis, yaitu asuransi singletrip yang akan mengcover satu kali perjalanan dan asuransi tahunan untuk perjalanan berulang kali selama satu tahun. Bagi yang sering melakukan perjalanan, baik untuk kebutuhan liburan maupun pekerjaan, sebaiknya mengambil asuransi tahunan saja. Selain lebih praktis, besaran premi yang dibayar pun lebih murah karena pembayaran dilakukan sekaligus.

Baca Juga: Asuransi Pengangkutan Barang: Manfaat, Jenis, dan Cara Klaim

Cara Klaim Asuransi Perjalanan

Cara klaim setiap asuransi perjalanan berbeda-beda. Hal ini tergantung dari kebijakan masing-masing perusahaan asuransi. Namun, secara umum cara klaimnya adalah sebagai berikut:

  • Menyiapkan dokumen yang dibutuhkan, seperti KTP, paspor, polis asuransi, dan dokumen persyaratan lainnya
  • Isi formulir klaim asuransi, lengkap dengan informasi tentang tiket pesawat, maskapai penerbangan, dan surat keterangan
  • Jika kamu berada di luar negeri, kirimkan pengajuan klaim melalui email
  • Tunggu balasan dari perusahaan asuransi dan tetap jalin komunikasi sampai klaim berhasil diproses

Contoh Produk Asuransi Perjalanan

Kini asuransi perjalanan dapat dibeli secara online, yaitu melalui website resmi perusahaan, aplikasi, e-commerce, dan platform keuangan yang ada di Indonesia. Kamu tidak perlu takut kena tipu. Selagi website yang dikunjungi resmi dan perusahaan asuransi yang dipilih memiliki reputasi yang bagus.

Berikut ini contoh produk asuransi perjalanan yang dapat kamu pertimbangkan untuk kebutuhan perjalanan di waktu mendatang.

1. AXA Mandiri Travel Insurance

Perjalanan menjadi nyaman dengan asuransi perjalanan dari AXA Mandiri. Produknya dapat dipilih sesuai tujuan perjalanan, baik di dalam maupun luar negeri. Beberapa manfaat yang didapatkan, seperti:

  • Perlindungan terhadap cacat tetap
  • Pertanggungjawaban untuk biaya pengobatan
  • Perlindungan terhadap risiko keterlambatan bagasi dan penggantian koper hilang
  • Perlindungan atas keterlambatan penerbangan
  • Perlindungan terhadap penyalahgunaan kartu kredit
  • Tetap digaji jika terjadi kecelakaan

Adapun syarat dan ketentuan yang berlaku, antara lain:

  • Usia masuk antara 1-85 tahun
  • Masa pertanggungan disesuaikan dengan periode perjalanan
  • Pembayaran premi menggunakan mata uang Rupiah
  • Jumlah premi terjangkau dan akan disesuaikan dengan periode perjalanan
  • Mengisi formulir pendaftaran untuk membeli produk asuransi

2. Zurich Travel Insurance

Asuransi perjalanan dari Zurich siap menemani perjalananmu ke mana saja dan kapan saja. Asuransi ini dapat digunakan untuk kebutuhan individu, pasangan, dan keluarga. Perlindungan diberikan secara menyeluruh dalam 1 polis asuransi, kecuali untuk Schengen Essentials.

Adapun manfaat yang didapatkan, antara lain:

3. Allianz TravelPro Insurance

Salah satu produk asuransi perjalanan yang ditawarkan oleh Allianz adalah TravelPro. Asuransi ini dapat dibeli oleh anak-anak usia 14 hari sampai orang dewasa usia 84 tahun dengan maksimum perjalanan selama 183 hari. Produk dari Allianz TravelPro mengcover perjalanan di seluruh dunia, kecuali Afghanistan, Republik Kongo, Kuba, Irak, Iran, Sudan, Ukraina, Suriah, dan area Crimea di Ukraina. 

Beberapa manfaat yang didapatkan dari produk ini, di antaranya:

  • Perlindungan atas pembatalan dan perubahan perjalanan
  • Pengobatan di luar negeri tanpa batasan biaya, khusus untuk plan tertinggi
  • Santunan cacat tetap dan kecelakaan
  • Perlindungan atas keterlambatan keberangkatan dan bagasi minimal 4 jam
  • Perlindungan kerusakan dan kehilangan bagasi

Baca Juga: Pentingnya Asuransi Pensiun dan Manfaatnya

Amankan Perjalanan dengan Asuransi Perjalanan Terbaik

Kalimat “mencegah lebih baik daripada mengobati” berlaku saat melakukan perjalanan. Sebab, yang namanya risiko bisa terjadi kapan saja dengan kondisi yang beraneka ragam. Lengkapi perjalanan dengan asuransi perjalanan terbaik sesuai kebutuhan, sehingga perjalanan menjadi aman, tenang, dan bebas stres karena segala risiko yang terjadi nantinya akan dialihkan ke perusahaan asuransi. 

Dapatkan produk asuransi perjalanan terbaik untuk melindungi Anda selama perjalanan bisnis atau liburan dengan mengisi form dibawah ini!

Perhatikan 5 Hal Ini Sebelum Membeli Asuransi Perjalanan

Perhatikan 5 Hal Ini Sebelum Membeli Asuransi Perjalanan

Merencanakan liburan dari jauh-jauh hari adalah hal yang penting. Semakin cepat direncanakan, semakin bisa kamu menentukan transportasi dan akomodasi yang terbaik. Dan tidak lupa untuk membeli asuransi perjalanan sebagai antisipasi akan hal-hal yang tidak diinginkan di perjalanan.

Beberapa hal yang tidak diinginkan, seperti kecelakaan, ketinggalan, kerusakan, hingga kehilangan bagasi. Risiko ini akan ditanggung oleh perusahaan asuransi yang dipilih sewaktu perjalanan. Menariknya lagi, asuransi perjalanan tidak hanya melindungimu saat liburan, tapi juga saat melakukan perjalanan bisnis.

Mengenal Asuransi Perjalanan

Pembelian asuransi perjalanan sangat  disarankan bagi setiap orang yang ingin melakukan perjalanan. Entah itu perjalanan dekat atau jauh, baik dalam waktu singkat maupun panjang. Dua jenis produk asuransi perjalanan yang dapat dipertimbangkan, di antaranya:

  • Asuransi single trip, yaitu program asuransi yang mengcover satu kali perjalanan (pulang pergi) dalam waktu 180 hari
  • Asuransi tahunan, yaitu program asuransi yang mengcover biaya beberapa kali perjalanan dalam satu tahun dengan batas waktu maksimal 90 hari untuk setiap perjalanan

Jika tertarik untuk membeli asuransi perjalanan, pastikan kamu melengkapi beberapa syarat berikut ini:

  • WNI berusia 1-80 tahun
  • Fotokopi KTP
  • Fotokopi paspor atau visa (untuk perjalanan luar negeri)
  • Mengisi formulir pengajuan asuransi perjalanan

5 Manfaat Asuransi Perjalanan

Asuransi perjalanan sangat penting saat sedang liburan atau melakukan perjalanan bisnis di dalam maupun di luar negeri. Asuransi membuatmu merasa lebih aman, karena risiko yang terjadi di perjalanan tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawabmu. Ini karena asuransi perjalanan menawarkan lima manfaat berikut ini.

1. Perlindungan Medis

Jika suatu ketika kamu jatuh sakit atau keserempet kendaraan yang membuatmu harus dirawat, maka biaya medisnya akan ditanggung oleh perusahaan asuransi. Mulai dari biaya dokter, obat-obatan, hingga kamar. Ragam manfaat yang lebih detail bisa dilihat di buku polis asuransi.

2. Bantuan Darurat

Jika kamu mengalami peristiwa yang sifatnya merugikan di tempat tujuan, maka perusahaan asuransi akan mengcover biaya yang mungkin timbul akibat peristiwa tersebut. Di dalamnya termasuk berbagai bantuan darurat yang dibutuhkan, seperti evakuasi medis, pemulangan jenazah, ambulance, dan customer service yang tersedia selama 24 jam. Kapan pun kamu butuh bantuan, asuransi siap membantu.

3. Ganti Rugi Atas Kecelakaan

Tidak ada satu pun yang mau mengalami kecelakaan saat  di perjalanan, berapa pun biaya ganti rugi yang diberikan. Untungnya biaya atas risiko ini ditanggung oleh asuransi perjalanan. Mulai dari biaya check up, perawatan, hingga santunan jika mengalami cacat permanen.

4. Manfaat Kunjungan 

Jika ternyata orang yang melakukan perjalanan mengalami sakit atau kecelakaan berat, maka perusahaan asuransi pun siap memberikan ganti rugi untuk biaya kunjungan. Biaya ini diberikan kepada salah satu kerabat atau keluarga polis yang ingin melakukan kunjungan ke luar negeri. Tentunya, dengan maksud untuk menjaga polis selama menjalani perawatan di rumah sakit. 

5. Saat Terjadi Ketidaknyamanan di Perjalanan

Berbagai ketidaknyamanan selama di perjalanan, seperti keterlambatan perjalanan, pembatalan perjalanan, kerusakan bagasi, kehilangan bagasi, paspor, uang, dan dokumen lainnya kerap kali terjadi. Asuransi perjalanan hadir untuk mengurangi risiko kerugian yang timbul akibat ketidaknyamanan ini. Besaran biaya yang diberikan disesuaikan dengan kebijakan dalam polis asuransi.

Baca Juga: Mengenal Manfaat Asuransi Proyek dan Jenis-Jenisnya

Besarnya Premi Asuransi Perjalanan

Jika dibandingkan dengan produk asuransi lain atau biaya perjalanan itu sendiri, biaya untuk membeli asuransi perjalanan jauh lebih terjangkau. Besaran premi yang dibayar akan dipengaruhi oleh empat faktor, di antaranya:

  • Usia tertanggung
  • Periode perlindungan perjalanan, apakah itu asuransi untuk program single trip atau tahunan
  • Negara yang dituju
  • Manfaat yang dibutuhkan

Baca Juga: Pentingnya Asuransi Perjalanan Dinas dan Urgensinya

5 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Membeli Asuransi Perjalanan

Produk asuransi banyak diperjualbelikan oleh perusahaan asuransi yang ada di Indonesia. Selain memperhatikan manfaat dan besaran premi yang dibayarkan, terdapat 5 hal lain yang tak kalah penting untuk diperhatikan. Kelima hal tersebut, antara lain.

1. Memperbanyak Riset

Pertama-tama adalah melakukan riset tentang produk asuransi perjalanan. Produknya boleh sama-sama asuransi perjalanan, tapi tipe produknya bisa berbeda. Beda produk, tentu beda pula manfaat yang didapatkan nanti.

Lakukan riset sebanyak-banyaknya. Baca satu per satu produk asuransi perjalanan, manfaat, dan besaran premi, lalu bandingkan dengan produk lain. Jangan cuma karena malas, kamu tidak mendapatkan produk yang sesuai dengan kebutuhan perjalanan.

Perusahaan asuransi biasanya akan menyediakan tabel berupa manfaat yang diberikan. Jika manfaatnya tidak ada di dalam tabel, itu artinya segala biaya yang muncul akan menjadi tanggung jawab pribadi. Agar aman maksimal, sebaiknya lengkapi diri dengan produk asuransi kesehatan maupun jiwa sebelum melakukan perjalanan. 

2. Luangkan Waktu Khusus untuk Beli Asuransi Perjalanan

Bagi yang baru pertama kali ingin membeli produk asuransi perjalanan, disarankan untuk menyediakan waktu khusus. Waktu ini dipakai untuk membaca tabel manfaat sekaligus membandingkan produk asuransi dari berbagai perusahaan. Jadi, produk yang dipilih nantinya adalah yang paling tepat dan menguntungkan.

Belilah asuransi perjalanan jauh-jauh hari sebelum melakukan perjalanan. Jika kamu ingin bepergian 2 minggu lagi, pastikan asuransinya sudah dibeli 1 minggu sebelum keberangkatan. Setidaknya bila ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, seperti aplikasi pembelian error, maka kamu masih punya hari lain untuk melakukan pembelian.

Selain itu, kamu pun punya banyak waktu untuk menyiapkan dokumen yang dibutuhkan. Lain halnya jika sudah sering membeli asuransi perjalanan, kamu pasti sudah ingat tentang dokumen persyaratannya. Dengan demikian, kamu bisa menyelesaikan pembelian dalam waktu yang singkat.

3. Pilih Perusahaan yang Menawarkan Berbagai Produk

Selain dua poin di atas, hal yang tak kalah penting adalah memilih perusahaan asuransi yang menawarkan berbagai produk. Karena tidak semua produk asuransi perjalanan mengcover semua manfaat yang dibutuhkan. Produk A mungkin hanya mengcover biaya keterlambatan penerbangan dan kehilangan bagasi, tapi tidak mengcover biaya pemulangan jenazah dan lainnya.

Ada juga produk B yang mungkin mengkover banyak risiko, tapi dengan biaya pertanggungan yang lebih sedikit. Jadi, pastikan perusahaan asuransi pilihanmu punya banyak produk sebagai bahan perbandingan sebelum membeli. Jadi, kamu bisa pilih satu produk untuk semua manfaat.

Soalnya ribet jika harus membeli produk asuransi perjalanan secara terpisah. Sementara jika kamu mendapatkan semua manfaat dalam satu produk, maka hal ini akan mempersingkat waktu riset. Alhasil, waktumu bisa digunakan untuk menyiapkan hal-hal penting lainnya yang masih berhubungan dengan perjalanan. 

4. Lihat Reputasi Perusahaan Asuransi

Baik tidaknya pelayanan yang diberikan oleh perusahaan asuransi tidak lepas dari reputasi yang dimilikinya. Penting agar kamu membeli produk di perusahaan asuransi yang sudah established atau punya nama di masyarakat. Jika terjadi hal-hal yang tidak mengenakkan nantinya, maka kasus ini biasanya akan lebih cepat ditangani.

Misalnya, tidak adanya respon saat ingin mengajukan klaim. Dalam hal ini kamu bisa langsung menghubungi call center asuransi pusat untuk menyampaikan keluhan yang dialami. Dapat dipastikan perusahaan akan segera memberikan respon.

Perusahaan asuransi yang memiliki reputasi akan sangat menjaga  nama dan citranya di masyarakat. Perusahaan akan memberikan pelayanan terbaik untuk menghindari berbagai hal yang dapat merugikan nasabah. Sebab, kekecewaan satu nasabah dapat mengurangi kepercayaan banyak masyarakat pada perusahaan asuransi yang bersangkutan.

5. Metode Membeli Asuransi Perjalanan

Asuransi perjalanan dapat dibeli sendiri melalui situs online atau agen asuransi. Kedua metode pembelian ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jika kamu termasuk orang yang cakap teknologi, beli sendiri jauh lebih menguntungkan.

Kamu bisa lakukan pembelian di situs resmi perusahaan asuransi, lalu lihat produk yang ditawarkan. Memilih asuransi yang sesuai kebutuhan, lalu membayar preminya. Selain di website resmi, kamu juga bisa beli di e-commerce, platform keuangan, dan di aplikasi asuransi.

Jika ingin membeli di travel agent juga diperbolehkan, asalkan yang terpercaya. Informasikan kepada agen tentang manfaat yang dibutuhkan. Dengan begini, agen bisa mencarikan produk asuransi perjalanan yang paling sesuai.

Baca Juga: Apa Itu Asuransi Properti? Ini Manfaat, Jenis, dan Cara Klaimnya

Hindari Pembelian Produk Asuransi Perjalanan yang Berlebihan

Adanya asuransi memang akan memberikan kenyamanan tersendiri selama melakukan perjalanan. Meski demikian, hindarilah over insurance atau pembelian asuransi perjalanan yang terlalu banyak. Hal ini sama saja dengan buang-buang uang.

Fokuslah pada satu produk asuransi perjalanan, tapi sudah mengcover semua manfaat yang dibutuhkan. Bukan produk yang manfaatnya terpisah-pisah. Dengan demikian, kamu bisa menghemat budget dan mengalokasikannya untuk kebutuhan perjalanan lainnya.

Dapatkan penawaran asuransi perjalanan baik untuk kebutuhan liburan atau bisnis yang terbaik dengan mengisi formulir dibawah ini!

Tips Jitu Merawat Alat Berat Agar Awet

Tips Jitu Merawat Alat Berat Agar Awet

Kerusakan mesin alat-alat berat merupakan hal yang wajar, terutama jika alat tersebut sering digunakan untuk pekerjaan konstruksi. Penyebabnya bisa karena kesalahan teknis saat penggunaan maupun adanya komponen yang sudah tidak layak pakai. 

Perawatan secara berkala dibutuhkan agar mesin alat berat menjadi awet. Dengan awetnya mesin, maka cost atau biaya yang dikeluarkan selama proses konstruksi berlangsung menjadi lebih sedikit. 

Gejala Kerusakan pada Alat Berat

Kerusakan pada mesin tidak terjadi begitu saja. Biasanya akan ada gejala-gejala khusus yang ditunjukkan sebelum mesin mengalami kerusakan. Gejala kerusakan tersebut adalah sebagai berikut.

1. Sistem Mesin Berhenti

Mesin yang berhenti bekerja secara tiba-tiba merupakan gejala awal kerusakan yang perlu diwaspadai. Jika hal ini terjadi berulang kali, sebaiknya segera periksa mesin untuk mengetahui jenis dan letak kerusakannya. Alhasil, pekerjaan menggunakan mesin tersebut tidak sempat berhenti dalam kurun waktu yang cukup lama. 

2. Getaran Mesin Berlebihan

Getaran yang timbul pada mesin merupakan hal yang wajar selama mesin bekerja. Namun, kamu perlu waspada apabila getaran tersebut berlebihan. Hal ini adalah pertanda bahwa salah satu bagian atau sparepart di dalam mesin membutuhkan penanganan lebih lanjut.

3. Ada Suara yang Asing

Suara asing yang muncul saat mesin beroperasi bukan hal yang boleh diabaikan begitu saja. Ini adalah hal yang perlu dicurigai untuk mencegah kerusakan mesin secara berkelanjutan. Jika rusaknya sudah parah, maka perlu waktu yang lama untuk memperbaiki yang mengakibatkan beberapa pekerjaan konstruksi menjadi tertunda.

4. Mesin Menimbulkan Bau

Dalam beberapa kasus, muncul pula gejala mesin yang menimbulkan bau seperti bauk terbakar. Jika ini terjadi, sebaiknya matikan mesin pada alat berat yang digunakan untuk sementara waktu. Jika dipaksakan, takutnya muncul kerusakan yang tidak diinginkan.

5. Suhu Mesin Meningkat

Suhu pada mesin meningkat secara signifikan saat digunakan? Sebelum suhunya semakin panas, sebaiknya matikan mesin terlebih dahulu. Deteksi bagian yang terlalu panas, lalu segera tangani untuk mencegah kerusakan lebih parah.

Baca Juga: Apa Saja yang Perlu Diperhatikan Saat Beli Asuransi Konstruksi?

Faktor Penyebab Kerusakan Alat Berat

Kerusakan yang terjadi pada alat berat disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya.

1. Faktor Cuaca

Cuaca merupakan salah satu faktor yang menyebabkan kerusakan pada spare part mesin alat-alat berat. Faktor cuaca ini berkaitan dengan empat poin berikut, yaitu:

  • Air, dapat menyebabkan permukaan atau bagian dalam mesin yang terbuat dari besi berkarat
  • Cahaya matahari, menyebabkan bahan karet, kertas, dan plastik menjadi cepat kering dan mudah retak
  • Debu, yang jika sudah menumpuk dapat menyebabkan bercak-bercak karat pada sparepart mesin
  • Tingkat kelembapan udara, dapat menimbulkan bercak karat apabila tingkatannya terlalu tinggi

2. Terkena Cairan

Selain cuaca, kerusakan pada mesin alat berat juga disebabkan karena cairan, seperti minyak dan zat kimia. Minyak dapat menyebabkan kerusakan pada spare part yang terbuat dari karet, kertas, dan plastik. Sedangkan zat kimia menyebabkan kerusakan pada bagian mesin yang terbuat dari besi, karet, plastik, dan kertas.

3. Cara Pengoperasian

Cara pengoperasian yang salah dapat menyebabkan sejumlah kerusakan. Penting agar pekerjaan konstruksi dikerjakan oleh operator yang handal. Tidak hanya dari segi pengalaman, tapi juga punya pengetahuan lebih tentang bagian-bagian mesin.

4. Guncangan pada Mesin

Medan kerja yang terjal merupakan hal yang tidak bisa dihindari dalam pekerjaan konstruksi. Kondisi ini sering kali menimbulkan guncangan tidak diinginkan yang berpotensi menyebabkan kerusakan pada mesin. Bagian yang rentan rusak, seperti shockbreaker, part peredam guncangan, dan sparepart elektrik lainnya.

Baca Juga: Dump Truck: Cara Kerja, Jenis, dan Kelebihannya

6 Tips Jitu Merawat Alat Berat Agar Awet

Awet atau tidaknya mesin alat-alat berat sangat dipengaruhi oleh tingkat perawatannya. Jika ingin alat berat awet, maka lakukan tips jitu berikut ini.

1. Melakukan Perawatan Harian

Sebelum menggunakan alat berat di lapangan, penting untuk mengecek kondisinya terlebih dahulu. Tujuannya untuk menghindari terjadinya kerusakan teknis pada saat alat berat sedang dioperasikan. Beberapa perawatan harian yang perlu dilakukan, antara lain:

  • Memeriksa seluruh level oli sebelum mesin dihidupkan
  • Memeriksa baterai dan kabel
  • Memeriksan radiator
  • Memeriksa fungsi pedal, joystick, bagian kelistrikan, ketegangan tali kipas, tekanan hidrolik pada roda, dan sistem hidrolik
  • Memeriksa kelayakan suku cadang yang digunakan
  • Memastikan oli tidak bocor
  • Memeriksa atau mengisi bahan bakar agar tangki tidak kosong
  • Membersihkan alat berat setelah dioperasikan agar debu dan kotoran tidak menempel pada bagian mesin

Jika ternyata terdapat kerusakan, sebaiknya segera perbaiki sebelum tingkat kerusakannya bertambah parah. Selain mengganggu pekerjaan lapangan, kerusakan ini dapat menimbulkan kecelakaan dan meningkatkan biaya operasional karena membutuhkan perbaikan yang lebih intens.

2. Perawatan Berkala

Alat berat yang digunakan secara terus-menerus kemungkinan besar akan kotor. Penting untuk membersihkan kotoran yang menempel secara berkala agar pekerjaan konstruksi menjadi lancar. 

Beberapa perawatan berkala yang dibutuhkan, seperti:

  • Memeriksa kondisi mesin secara berkala
  • Mengganti pelumas atau oli yang digunakan pada mesin
  • Mengganti suku cadang atau sparepart

Gunakan waktu kinerja mesin berdasarkan hour meter sebagai tolak ukur untuk mengetahui kapan perawatan berkala harus dilakukan. Cara ini juga akan memudahkan kamu untuk mengetahui kapan spare part harus diganti. 

3. Jadwal Overhaul

Jadwal overhaul perlu dilakukan sebelum salah satu mesin alat berat mengalami kerusakan. Overhaul sendiri adalah proses pengembalian mesin seperti kondisi semula, sehingga kinerjanya menjadi optimal. Informasi tentang perawatan overhaul dan rentang interval yang dianjurkan dapat dibaca pada buku manual.

Beberapa perawatan yang termasuk dalam jadwal overhaul, antara lain:

  • Top overhaul, adalah perawatan pada bagian atas, meliputi boom, arm, dan cylinder
  • Engine overhaul, adalah perawatan pada bagian mesin diesel, motor listrik, dan sistem hidrolik pada mesin
  • Undercarriage overhaul, adalah perawatan pada bagian bawah mesin, meliputi roda, rantai, bucket, dan blade
  • Transmission overhaul, adalah perawatan yang dikhususkan untuk bagian transmisi
  • Final drive overhaul, adalah perawatan pada bagian final drive
  • General overhaul, adalah perawatan secara menyeluruh jika terjadi kerusakan atau turun mesin

Perlu diingat bahwa perawatan overhaul baik dilakukan saat terjadi kerusakan kecil. Jika kerusakan mesin pada alat berat sudah parah, maka perawatan overhaul tidak lagi berlaku. 

4. Perawatan CBM atau Kondisi Mesin

Condition Base Maintenance atau CBM merupakan salah satu tips merawat mesin alat berat agar mesinnya awet. CBM dilakukan pada semua jenis kerusakan, baik kerusakan ringan maupun berat. 

Perawatan CBM membantu mengembalikan kondisi mesin seperti sedia kala atau sesuai standar pabrik. Caranya dengan melakukan servis PPM dan PPU yang hasilnya dapat disesuaikan dengan standar terbaru. 

Selain CBM, mengurangi downtime pada sebuah unit juga perlu dilakukan untuk menjaga stabilitas kinerja mesin alat-alat berat. Meskipun usia mesin sudah tua, kinerjanya tetap optimal. 

5. Melakukan Flushing

Oli hidrolik menjadi salah satu komponen yang sering kotor. Penggunaan mesin yang terlalu sering dapat memicu munculnya kontaminasi pada oli hidrolik. Ketika oli bercampur dengan kotoran atau debu, maka sistem pembakaran mesin menjadi terhambat. 

Hal di atas akan menyebabkan kinerja mesin menjadi kurang optimal dan waktu pengerjaan yang dibutuhkan lebih lama. Untuk mengatasinya, lakukan flushing di berbagai gerai yang menyediakan jasa sistem hidrolik. Sebab, flushing membutuhkan alat-alat canggih dengan sistem perhitungan yang akurat. 

6. Menggunakan Suku Cadang Resmi

Tips terakhir adalah menggunakan suku cadang resmi yang dibeli langsung dari supplier atau distributor alat-alat berat. Hindari menggunakan suku cadang abal-abal, karena hal ini akan mempengaruhi kinerja dan tingkat keawetan mesin alat berat.

Setiap kali mesin pada alat berat rusak, gantilah dengan sparepart asli. Harganya memang lebih mahal, tapi kualitasnya terjamin. Hal ini otomatis akan membantu mengurangi pengeluaran dalam jangka panjang, karena suku cadang tidak perlu diganti secara terus-menerus. 

Baca Juga: Apa Itu K3? Pengertian, Tujuan, Prinsip, dan Ruang Lingkup

Perbaiki di Distributor Resmi dan Terpercaya

Semakin sering digunakan dan semakin tua usia mesin pada alat-alat berat, maka semakin rentan alat tersebut mengalami kerusakan. Jika alat berat menunjukkan tanda-tanda kerusakan, lakukan pengecekan pada bagian yang rusak dan perbaiki. Alhasil, pekerjaan konstruksi tidak terganggu dalam kurun waktu yang cukup lama.

Lakukan perbaikan di distributor resmi dan terpercaya yang ada di Indonesia mengingat harga satu unit alat berat sangatlah mahal. Pilihlah distributor yang sudah melayani jasa perbaikan selama bertahun-tahun. Distributor yang memiliki teknisi mesin handal dengan diagnosa yang tepat, sehingga mesin alat berat kembali bertenaga seperti sedia kala.

Selain memberikan perawatan yang tepat, berikan juga perlindungan tambahan dari asuransi teknis untuk melindungi Anda dari risko finansial akibat kerusakan yang erjadi pada alat berat yang dimiliki. Dapatkan produk asuransi teknis yang tepat untuk melindungi aset bisnis Anda dengan mengisi formulir dibawah ini!

Mengenal Manfaat Asuransi Proyek dan Jenis-Jenisnya

Mengenal Manfaat Asuransi Proyek dan Jenis-Jenisnya

Pembangunan sarana dan infrastruktur akan terus bertumbuh seiring berjalannya waktu. Proses pembangunan sendiri cukup berisiko, terutama untuk yang skalanya besar. Salah satu cara untuk mengantisipasi risiko tersebut adalah dengan menyertakan asuransi proyek untuk setiap jenis proyek, baik skala besar maupun kecil.

Polis asuransi proyek tidak hanya melindungi bisnis konstruksi, tapi juga melindungi tenaga kerja hingga material yang digunakan selama proyek berlangsung. Selain itu, apakah manfaat asuransi proyek yang bisa didapatkan? Berikut informasinya sekaligus jenis-jenis dan cara menghitung biaya asuransi proyek. 

Apa yang Dimaksud dengan Asuransi Proyek?

Seperti namanya, asuransi proyek adalah salah satu jenis proteksi yang ditujukan untuk melindungi bisnis konstruksi. Asuransi ini akan menjamin kelangsungan proyek dari awal sampai akhir, termasuk tenaga kerja dan pihak-pihak yang terlibat dalam proses pembangunan.

Ada beberapa objek pertanggungan yang dilindungi oleh asuransi proyek, di antaranya:

  • Bangunan, seperti gedung perkantoran, hotel, ruko, dan pusat belanja
  • Bangunan komersial, seperti toko, gudang, dan pabrik
  • Proyek pembangunan sarana dan infrastruktur, seperti stasiun, bandara, dan jalan raya
  • Mesin proyek
  • Nilai kontrak kerja
  • Biaya untuk membersihkan puing-puing selama proses konstruksi
  • Segala material yang dimiliki oleh pemilik maupun pihak yang berkepentingan

Manfaat Asuransi Proyek

Asuransi proyek memiliki sejumlah manfaat yang dapat dinikmati oleh tertanggung. Manfaat ini dibagi menjadi dua kelompok risiko, yaitu:

Bagian I

  • Kerusakan material terhadap suatu proyek akibat terjadinya kegagalan atau kerugian atas pembangunan
  • Pihak asuransi akan memberikan biaya pertanggungjawaban untuk membersihkan puing-puing dalam pekerjaan konstruksi
  • Perluasan jaminan asuransi, meliputi biaya tambahan untuk tenaga kerja proyek yang lembur, kerja malam, kerja pada hari libur, dan biaya pengangkutan ekspres yang diberikan jika sebelumnya telah disetujui oleh penanggung

Bagian II

  • Cedera badan atau sakit yang diderita oleh pihak ketiga sebagai akibat dari kecelakaan, baik yang sifatnya ringan, parah, atau sampai menyebabkan kematian
  • Kerugian atau kerusakan harta benda yang dimiliki oleh pihak ketiga
  • Biaya atau pengeluaran yang dibebankan kepada tertanggung untuk kejadian yang berhubungan dengan Bagian I dan terjadi pada lokasi atau waktu berlangsungnya suatu proyek

Jenis-jenis Asuransi Proyek

Terdapat beberapa jenis asuransi proyek yang dapat dijadikan pilihan sebelum membeli. Hal ini tentunya harus disesuaikan dengan kebutuhan untuk memaksimalkan manfaat asuransinya. Adapun jenis-jenis asuransi proyek adalah sebagai berikut. 

1. Asuransi Jaminan Proyek

Disebut juga dengan surety bond, adalah produk asuransi yang paling banyak ditawarkan kepada nasabah. Asuransi ini akan melindungi pemilik proyek saat kontraktor gagal menyelesaikan proyek. Jika seandainya proyek mangkrak, maka penyedia asuransi akan memberikan ganti rugi kepada pemilik proyek.

Perjanjian polis asuransi ditandatangani oleh tiga pihak, yaitu pemilik proyek, penyedia asuransi, dan kontraktor. Surety bond dapat dibedakan menjadi beberapa kategori, yaitu jaminan penawaran, pembayaran uang muka, pelaksanaan, dan pemeliharaan. 

Sesuai dengan Otoritas Jasa Keuangan, jaminan pada jenis ini dibagi menjadi dua kondisi, di antaranya:

  • Jaminan bersyarat, yaitu pencairan asuransi akan dilakukan setelah penyebab dari terjadinya suatu peristiwa telah diketahui. Dalam hal ini, asuransi akan memberikan ganti rugi sebesar kerugian yang dialami oleh pemilik proyek
  • Jaminan tanpa syarat, yaitu pencairan asuransi hanya akan dilakukan apabila ketentuan dalam kontrak tidak dipenuhi. Dalam hal ini, biaya ganti rugi dapat diberikan tanpa melampirkan bukti kegagalan

2. Asuransi Erection All Risk (EAR)

Jenis asuransi proyek yang satu ini akan memberikan biaya ganti rugi atas kerusakan mesin yang digunakan saat proyek berlangsung. Mulai dari pemasangan mesin, instalasi mesin dan perlengkapannya sesuai yang tercantum dalam polis asuransi.

Selain itu, EAR juga memberikan jaminan atas pekerjaan konstruksi lain, berupa penyulingan minyak, pembangunan jembatan, dan pembangkit tenaga.

Terdapat dua jaminan di dalam jenis asuransi EAR, di antaranya:

Bagian I

  • Kerusakan atas material, termasuk kerugian atau kerusakan fisik yang tidak disengaja yang berkaitan dengan proses instalasi mesin
  • Objek pertanggungan dalam asuransi berupa kontrak pekerjaan (erection work), termasuk biaya pengangkutan, harga mesin, bea masuk, Pajak Pertambahan Nilai (PPN), dan biaya pemasangan
  • Objek pertanggungan lain dalam pekerjaan konstruksi teknik sipil, berupa biaya membersihkan puing-puing material, pondasi, dan harta benda yang dimiliki atau masuk dalam pengawasan principal

Bagian II

Tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan konstruksi. Di dalamnya termasuk kecelakaan atau cedera badan, kerusakan harta benda, dan biaya hukum.

Baca Juga: Apa Itu Asuransi Properti? Ini Manfaat, Jenis, dan Cara Klaimnya

3. Asuransi Contractor All Risk (CAR)

Asuransi yang memberikan ganti rugi atas kerusakan atau kerugian yang terjadi dalam tahap pembangunan disebut sebagai asuransi contractor all risk (CAR). Risiko yang ditanggung akan disesuaikan dengan kesepakatan di antara tertanggung dan penanggung. 

Beberapa kondisi yang ditanggung atau dijamin dalam asuransi CAR ini, antara lain:

  • Bencana alam, seperti banjir, gempa bumi, gunung meletus, tanah longsor, angin topan, dan tsunami
  • Kebakaran, ledakan, kejatuhan pesawat, dan petir
  • Kerusuhan atau huru-hara
  • Pencurian
  • Kesalahan desain bangunan

4. Asuransi Workmen Compensation and Employer Liability

Asuransi proyek yang satu ini cukup populer di Indonesia. Bahkan dalam beberapa pekerjaan konstruksi MIGAS, polis ini menjadi salah satu syaratnya. 

Polis ini berupa asuransi tenaga kerja proyek yang akan melindungi seluruh tenaga kerja selama proyek berlangsung. Manfaatnya berada di luar BPJS Ketenagakerjaan, sehingga tenaga kerja menjadi terproteksi secara maksimal. Biaya asuransi tenaga kerja proyek sendiri akan disesuaikan dengan luas manfaat yang didapatkan.

Meskipun tergolong dalam satu produk, namun asuransi ini memiliki manfaat yang berbeda. Berikut ini penjelasan mengenai keduanya. 

Workmen Compensation

Adalah asuransi yang memberikan santunan, berupa kompensasi kepada tenaga kerja yang mengidap penyakit, mengalami cedera tubuh, atau meninggal dunia dalam proses pembangunan. Biaya ganti rugi dapat dicairkan tanpa menyertakan bukti atas kegagalan atau kerugian dari suatu peristiwa. 

Employer Liability

Adalah asuransi dengan jaminan berupa kerugian yang dialami tertanggung atas gugatan atau tuntutan hukum yang dilakukan oleh tenaga kerja, sebagai akibat dari cedera badan atau penyakit yang disebabkan karena kelalaian. Secara hukum, tertanggung wajib membayar kerugian yang dialami tenaga kerja. Namun, ganti rugi hanya akan diberikan apabila tenaga kerja menyertakan bukti kelalaian yang dilakukan oleh pemilik proyek.

5. Asuransi Comprehensive General Liability (CGL)

Polis asuransi CGL memberikan biaya ganti rugi yang dialami oleh pihak ketiga akibat kelalaian atau kesalahan yang dilakukan oleh pengelola pembangunan selama proyek berlangsung. Beberapa jaminan yang diberikan untuk asuransi CGL, di antaranya:

  • Personal injury adalah jaminan atas cedera badant, kecacatan, meninggal dunia, shock, ketakutan, gangguan mental, hingga efek dari pencemaran nama baik
  • Property damage adalah jaminan atas kerugian harga benda yang dimiliki oleh pemilik proyek
  • Advertising liability adalah jaminan atas terjadinya pelanggaran hak cipta, adanya persaingan tidak sehat, pelanggaran kode etik, dan pencurian ide-ide bisnis

Defense cost and expense adalah jaminan atas biaya-biaya yang muncul selama proses pembelaan dan mempertahankan tuntut.

Baca Juga: Apa Saja yang Perlu Diperhatikan Saat Beli Asuransi Konstruksi?

Cara Menghitung Biaya Asuransi Proyek

Besar atau kecilnya premi dari asuransi proyek tergantung dari jenis proyek, lokasi, kontraktor, pemilik, peralatan yang digunakan, dan kurun waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu proyek. Semakin lama waktunya, biasanya akan semakin mahal premi yang dibayar oleh pemilik proyek. Sebab, jaminan yang diberikan oleh penyedia asuransi pun semakin panjang.

Perhitungan premi untuk setiap jenis asuransi proyek berbeda-beda. Hal ini disebabkan karena manfaat yang diperoleh juga berbeda untuk setiap jenis produk yang dipilih. 

Secara umum, cara menghitung biaya asuransi proyek dapat menggunakan rumus berikut ini:

Premi = jumlah pertanggungan x suku premi per jangka waktu penyelesaian proyek

Contoh perhitungan:

Kontraktor memenangkan sebuah tender untuk pembangunan gedung perkantoran sebesar Rp20.000.000.000 yang memiliki suku premi 0,1%. Maka besarnya premi asuransi yang dibayar oleh pemilik proyek adalah:

Rp20.000.000.000 x 0,1% = Rp20.000.000

Baca Juga: Asuransi Pengangkutan Barang: Manfaat, Jenis, dan Cara Klaim

Pastikan Proyek Terlindungi dengan Asuransi yang Tepat

Asuransi tidak hanya dibutuhkan sebagai proteksi untuk kesehatan, jiwa, dan aset berharga lainnya, tapi juga untuk suatu proyek. Sebelum memulai suatu proyek, carilah produk asuransi yang tepat dengan perlindungan paling maksimal. Asuransi proyek akan membantu mengurangi risiko atau kerugian finansial yang mungkin terjadi akibat hal-hal yang tidak diinginkan selama pembangunan berlangsung. 

Dapatkan asuransi proyek terbaik untuk melindungi aset bisnis berharga Anda dengan mengisi formulir dibawah ini!

Alat Berat Clamshell: Pengertian, Fungsi, Cara Kerja

Alat Berat Clamshell: Pengertian, Fungsi, Cara Kerja

Alat berat konstruksi, seperti excavator, dump truck, dan crane pasti sudah tidak asing lagi di telinga. Bagaimana dengan alat berat clamshell? Alat ini mungkin masih sedikit asing di telinga, tapi clamshell sendiri merupakan salah satu alat berat yang digunakan untuk proses penggalian.

Alat ini sering ditemui pada lokasi pertambangan yang digunakan bersamaan dengan alat-alat berat lainnya. Clamshell memiliki dua buah rahang yang sejatinya dapat membuka atau menutup. Pergerakan ini dapat terjadi dengan bantuan sistem mekanik atau hidrolik.

Pengertian Alat Berat Clamshell

Alat berat clamshell adalah alat berat sejenis derek yang digunakan untuk mengangkut material dan mengerjakan material lepas. Mulai dari kerikil, batu, pasir, lumpur, dan lain sebagainya. Material yang berhasil diangkat nantinya akan dipindahkan ke alat angkut untuk pekerjaan konstruksi. 

Bucket clamshell sendiri terdiri dari berbagai ukuran, tergantung dari berat material yang ingin diangkut. Ada bucket ringan yang digunakan untuk mengangkat material ringan, jadi jenis ini tidak memiliki gigi-gigi. Ada bucket berat yang digunakan untuk menggali, jadi jenis ini memiliki gigi yang dapat dilepas.

Kapasitas bucket pada clamshell dibagi menjadi 3 ukuran, di antaranya:

  • Water level capacity, yaitu bucket yang dapat digantung setinggi permukaan air
  • Plate line capacity, yaitu bucket yang dapat diisi rata setinggi garis puncak clamshell
  • Headed capacity, yaitu bucket yang memiliki volume atau kapasitas yang besar

Proses penggalian dan pengangkutan pada clamshell tidak hanya tergantung pada kapasitas bucket yang digunakan, tapi juga panjang boom-nya. Semakin pendek boom, maka semakin maksimal pula daya angkat clamshell, dan sebaliknya. Jadi, panjang dan pendek boom yang digunakan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan konstruksi.

Panjang boom maksimal yang diperbolehkan untuk clamshell adalah 50ft. Tentu, dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Single part hoist line untuk mengangkat beban dengan berat maksimal 8.000 lbs
  • Two part hoist line untuk mengangkat beban dengan berat maksimal 16.000 lbs
  • Three part hoist line untuk mengangkat beban dengan berat maksimal 24.000 lbs
  • Four part hoist line untuk mengangkat beban dengan berat maksimal 32.000 lbs
  • Five part hoist line untuk mengangkat beban dengan berat maksimal 40.000 lbs

Fungsi Alat Berat Clamshell

Beberapa fungsi alat berat clamshell dalam pekerjaan konstruksi, di antaranya:

  • Untuk mengangkut material, termasuk material curah seperti pasir, lumpur, kerikil, batu-batuan, dan lain-lain
  • Meningkatkan produktivitas pekerjaan, karena alat ini dapat mengangkat material berat dengan cepat
  • Meningkatkan efisiensi, karena waktu yang dibutuhkan untuk proses 

Baca Juga: Alat Berat Beko: Cara Mengoperasikan dan Perawatannya!

Tipe dan Jenis Alat Berat Clamshell

Clamshell yang digunakan untuk pekerjaan konstruksi berbeda-beda, tergantung tipe dan jenisnya. Hal ini biasanya akan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan konstruksi. Adapun tipe dan jenis clamshell yang perlu diketahui, di antaranya:

  • Clamshell bucket, adalah jenis clamshell yang paling umum dan sering ditemui. Fungsinya adalah untuk memindahkan material dari satu lokasi menuju lokasi lainnya, dan untuk membongkar material dari kapal
  • Orange peel grab, adalah jenis clamshell yang digunakan untuk memindahkan material-material berat, seperti besi tua atau limbah konstruksi
  • Timber grab, adalah jenis clamshell yang digunakan untuk mengangkat kayu atau bahan-bahan bangunan
  • Rock grab, adalah jenis clamshell yang digunakan untuk mengangkat material berat, seperti batu dan kerikil

Bagian Utama pada Clamshell

Sama seperti alat berat lainnya, clamshell memiliki bagian-bagian utama. Bagian ini melengkapi bagian lainnya, sehingga clamshell dapat bekerja secara maksimal. Adapun bagian utama pada clamshell adalah sebagai berikut:

  • Rahang, adalah bagian yang bentuknya menyerupai kepiting. Bagian ini berguna untuk membuka dan menutup clamshell
  • Silinder, adalah bagian yang berguna untuk menggerakkan rahang pada clamshell
  • Frame, adalah bagian yang berguna untuk menopang rahang dan silinder
  • Wire rope, adalah tali yang berguna untuk mengangkat dan menurunkan material pada clamshell
  • Hook, adalah bagian yang berguna untuk mengaitkan wire rope dengan material yang akan diangkat

Cara Kerja Alat Berat Clamshell

industrial agricultural machinery
Photo by Mark Stebnicki on Pexels.com

Alat berat yang satu ini bekerja dengan cara membuka dan menutup kedua rahang yang bentuknya mirip kepiting. Rahang ini berguna untuk mengangkat material, seperti kerikil, batu, pasir, dan tanah. Rahang digerakkan menggunakan sistem hidrolik maupun mekanik. 

Untuk lebih jelasnya, berikut ini uraian mengenai cara kerja alat berat clamshell:

  • Ketika hendak digunakan, operator akan memposisikan clamshell pada material yang akan diangkat dan mengatur posisinya sesuai kebutuhan
  • Sistem hidrolik atau mekanik akan diaktifkan untuk membuka kedua rahang pada clamshell
  • Clamshell mengangkut material yang akan diangkat
  • Operator akan menggerakkan clamshell ke tempat atau lokasi yang diinginkan
  • Setelah clamshell sampai pada lokasi tersebut, rahang clamshell akan ditutup menggunakan sistem hidrolik atau mekanik guna mengamankan material yang berhasil diangkat
  • Clamshell kemudian diangkat menggunakan tali wire rope yang telah dihubungkan dengan hook yang terdapat pada bagian atas clamshell
  • Material yang diangkat clamshell selanjutnya akan diangkut ke lokasi yang diinginkan. Dalam hal ini, operator perlu memastikan bahwa clamshell bergerak secara stabil agar material yang sudah diangkat tidak terjatuh atau terjebak pada bagian lain
  • Setelah itu, operator akan melepaskan material yang berhasil diangkat dengan cara membuka rahang clamshell menggunakan sistem hidrolik atau mekanik
  • Operator akan mengulangi cara kerja dari awal untuk mengangkat material lain yang masih tersisa

Baca Juga: Mengenal Alat Berat Grader dan Fungsinya untuk Konstruksi

Kelebihan dan Kekurangan Alat Berat Clamshell

Alat berat clamshell memiliki sejumlah kelebihan dalam bidang konstruksi. Tapi di sisi lain, alat ini juga memiliki sejumlah kekurangan. Berikut ini kelebihan dan kekurangan clamshell yang perlu diketahui.

1. Kelebihan Clamshell

  • Meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan efektivitas kerja
  • Pemakaian alat berat clamshell secara tidak langsung mengurangi jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan dalam pekerjaan konstruksi
  • Mampu mengangkat barang-barang berat secara cepat dan efisien, jadi tidak perlu menggunakan tenaga manusia
  • Memudahkan proses pemindahan material dari satu lokasi menuju lokasi lain
  • Dapat digunakan untuk membongkar material

2. Kekurangan Clamshell

  • Harga clamshell sangat mahal
  • Biaya operasional yang diperlukan sangat tinggi, terutama biaya bahan bakar dan perawatan
  • Meskipun mengandalkan tenaga mesin, pengoperasian clamshell tetap membutuhkan bantuan operator
  • Memerlukan perawatan dan perbaikan rutin agar alat beratnya tetap awet

Cara Merawat Alat Berat Clamshell

Selain memaksimalkan kerja clamshell, perawatan secara rutin dipercaya akan memperpanjang umur pakai clamshell. Cara merawat clamshell sendiri sangat mudah. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:

1. Memeriksa Kondisi Secara Berkala

Cara perawatan yang pertama adalah dengan memeriksa kondisi clamshell secara berkala. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui bagian-bagian yang rusak sebelum kerusakannya semakin parah. Alhasil, perbaikannya menjadi lebih mudah dan waktu yang dibutuhkan untuk perbaikan lebih singkat.

2. Membersihkan Alat-alatnya

Membersihkan alat-alat yang terdapat pada clamshell dapat membantu mencegah kerusakan yang disebabkan oleh korosi atau kotoran yang menempel saat clamshell digunakan. Selain itu, membersihkan clamshell juga dipercaya dapat memperpanjang umur pakainya.

3. Memeriksa Sistem Hidrolik atau Mekanik

Selain membersihkan clamshell, jangan lupa untuk memeriksa sistem hidrolik atau mekanik yang terdapat pada clamshell. Jika salah satu dari sistem ini rusak, maka clamshell tidak dapat berfungsi dengan baik sewaktu digunakan untuk pekerjaan konstruksi.

4. Mengganti Suku Cadang yang Rusak

Seiring bertambahnya umur, bagian-bagian pada clamshell akan mengalami aus, berkarat, dan berbagai kerusakan lainnya. Jika ini terjadi, segera ganti suku cadang dengan yang baru. Tujuannya untuk mencegah kerusakan baru yang lebih serius akibat bagian-bagian yang sebelumnya sudah rusak.

5. Menyimpan Clamshell dengan Benar

Selesai dipakai, sebaiknya simpan clamshell di tempat yang aman. Tempat yang kering dan terhindar dari paparan sinar matahari. Pastikan tempat penyimpanan clamshell tidak digabungkan dengan tempat penyimpanan barang-barang yang mudah jatuh, guna mencegah terjadinya benturan kuat.

Baca Juga: Ini Dia Jenis-jenis Alat Berat dan Fungsinya!

Perawatan yang Baik dapat Memperpanjang Umur Alat Berat

Penggunaan alat berat untuk kebutuhan konstruksi memang sangat dianjurkan. Selain untuk memudahkan pekerjaan manusia, penggunaan alat-alat berat sejatinya akan menghemat banyak waktu dan biaya. Pekerjaan yang jika dikerjakan secara manual tadinya menghabiskan waktu 3 hari, sekarang dapat dikerjakan dalam hitungan jam dengan bantuan alat-alat berat.

Satu hal yang perlu diperhatikan adalah perawatan. Rawatlah clamshell sebaik mungkin setelah digunakan untuk menghindari kerusakan serius yang sejatinya menghabiskan biaya yang cukup besar. Perawatan yang baik dan rutin membuat clamshell dapat bekerja maksimal, efisien, dan efektif dalam proyek konstruksi nanti.

Selain memberikan perawatan, penting juga untuk memberikan perlindungan asuransi teknis kepada alat berat clamshell untuk melindungi Anda dari risiko finansial ketika aset bisnis Anda megnalami kerusakan. Dapatkan asuransi perlindungan terbaik untuk aset bisnis degnan mengisi formulir dibawah ini!

7 Tips Menghadapi Karyawan yang Mencemarkan Nama Baik Perusahaan

7 Tips Menghadapi Karyawan yang Mencemarkan Nama Baik Perusahaan

Pencemaran nama baik kerap kali dilakukan, baik itu oleh individu kepada individu lain atau individu kepada perusahaan. Alasannya bisa bermacam-macam. Salah satunya karena seorang individu merasa dirugikan oleh perbuatan yang dilakukan oleh orang yang namanya dicemarkan. 

Pencemaran nama baik bukanlah hal yang bisa disepelekan, karena hal ini diatur dalam hukum di Indonesia. Seseorang yang melakukannya dapat dikenakan sanksi berupa kurungan penjara maupun denda. Jadi, seseorang diharapkan untuk lebih bijak dalam melakukan sesuatu agar tidak merugikan pihak lain.

Pasal-pasal yang Mengatur Pencemaran Nama Baik

Berbunyi “setiap orang yang sengaja dan tanpa mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.”

1. Pasal 27 Ayat 3 UU ITE

Berbunyi “setiap orang yang sengaja dan tanpa mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.”

2. Pasal 45 Ayat 1 UU ITE

Berbunyi “setiap orang yang memenuhi unsur sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 27 ayat 1, ayat 2, ayat 3, atau ayat 4 dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda maksimal Rp1.000.000.000.”

3. Pasal 310 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)

Berbunyi “barang siapa sengaja menyerang kehormatan atau nama baik seseorang dengan menuduhkan sesuatu hal, yang maksudnya terang supaya hal itu diketahui umum, diancam karena pencemaran dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.”

Baca Juga: Berbagai Bentuk Badan Usaha: Pengertian dan Jenisnya

7 Tips Menghadapi Karyawan yang Mencemarkan Nama Baik Perusahaan

Di dunia kerja, ada saja karyawan yang berusaha untuk mencemarkan nama baik perusahaan. Metode pencemaran biasanya melalui sosial media, karena informasinya lebih cepat tersebar dan perusahaan langsung terkena imbasnya.

Cara yang digunakan beranekaragam, bisa dengan cara menjelek-jelekkan nama perusahaan, membocorkan masalah di perusahaan, dan informasi lainnya yang sebenarnya hanya boleh diketahui oleh pihak internal.
Untuk mengatasi karyawan yang demikian, berikut ini 7 hal yang bisa dilakukan oleh perusahaan.

1.  Mencari Tahu Akar Permasalahan

Cara awal yang dilakukan adalah mencari tahu akar permasalahan. Jangan langsung mengambil jalan pintas dengan memecat karyawan yang bersangkutan. Hal ini justru akan semakin memperkeruh suasana.

Sebaiknya kumpulkan bukti yang menjadi penyebab utama kenapa karyawan mencemarkan nama baik perusahaan. Bisa jadi karyawan tersebut tersinggung dengan keputusan yang pernah diambil oleh perusahaan beberapa waktu lalu. Jika buktinya sudah cukup jelas, kamu bisa membuat keputusan yang pas.

2. Berbicara dengan Karyawan 

Segala hal sebenarnya dapat dibicarakan. Sebelum mengambil keputusan, apa salahnya untuk berbicara dengan karyawan yang bermasalah. Tanyakan informasi yang perlu diketahui tanpa berusaha untuk menghakimi.

Pertimbangkan pertanyaan yang ingin ditanyakan agar tidak menyakiti hati karyawan yang bersangkutan. Bagaimana pun juga, kamu tidak pernah tahu masalah yang sedang dihadapinya, kan? Pastikan kamu tidak dalam kondisi kesal agar sesi pembicaraan ini berjalan dengan baik. 

3. Meminta Karyawan untuk Menghapus Postingan

Tidak sedikit karyawan yang saat ini curhat tentang pekerjaan di sosial media. Motif utamanya biasa untuk mencari perhatian, baik dari orang-orang yang dikenal maupun tidak. Hal ini mengakibatkan nama perusahaan menjadi buah bibir orang banyak. 

Jika kamu atau rekan kerja lainnya melihat postingan yang tidak mengenakkan tentang perusahaan, lebih baik minta karyawan untuk segera menghapusnya. Beri tahu tentang risiko yang akan diterimanya jika atasan atau pimpinan perusahaan mengetahui hal ini. Dengan demikian, ia tidak berani membuat hal yang sejatinya dapat merugikan dirinya sendiri.

4. Memberi Tahu Ekspektasi Perusahaan

Jika karyawan mau berbicara jujur tentang apa yang dirasakannya, ini artinya permasalahan dapat diselesaikan. Tinggal tunggu waktu sebentar lagi agar semuanya beres. Dan pastinya, perusahaan pun ikut mencarikan solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh karyawan.

Karyawan mana pun sejatinya akan merasa nyaman saat diperhatikan oleh perusahaan. Hal ini akan membuat karyawan respect dan tidak berani untuk melakukan hal aneh-aneh. Di sisi lain, perusahaan juga harus menyampaikan ekspektasi yang diharapkan agar karyawan tersebut dapat bekerja secara maksimal.

5. Memberi Kesempatan pada Karyawan

Setiap orang pernah melakukan kesalahan, tidak terkecuali karyawan. Postingan yang diunggahnya di sosial media mungkin sebagai ungkapan kekesalannya terhadap perusahaan. Misalnya, tentang kebijakan terbaru yang diterapkan oleh perusahaan.

Daripada memecat karyawan, lebih baik berikan kesempatan bagi karyawan untuk memperbaiki kesalahannya. Kesempatan ini adalah bukti kebaikan yang perusahaan berikan. Jadi, karyawan tidak menganggap perusahaan kejam, tidak punya jiwa kemanusiaan, dan lain sebagainya. 

6. Pantau Perbuatan Karyawan

Karyawan yang sudah diberi kesempatan sebaiknya dipantau dalam kesehariannya. Tujuannya untuk mengetahui apakah ia telah berubah atau tidak. Jika sudah, hal ini tentu melegakan karena satu per satu masalah yang dihadapi oleh perusahaan berkurang.

Jika tidak, kamu bisa memberikan teguran atau surat peringatan kepada karyawan tersebut. Tentu, dengan cara yang baik dan benar, yaitu dengan memanggilnya ke ruangan. Sekalipun kamu memarahinya, ia tidak malu karena rekan kerjanya tidak mengetahui hal ini.

7. Tindak Secara Hukum

Jika semua cara sudah dilakukan, tapi karyawan tidak juga berubah, maka kamu bisa menindaklanjuti hal ini ke bagian hukum. Apalagi jika karyawan semakin menjadi-jadi. Bukan salahmu atau perusahaan juga, karena karyawan sudah diberi pengertian, peringatan, dan kesempatan berulang kali. 

Kamu bisa melaporkan tindak pencemaran nama baik yang merugikan perusahaan. Tindakan ini bisa menjadi peringatan juga bagi karyawan lain untuk selalu menjaga etika baik dalam bekerja. Jika ada yang salah, lebih baik dibicarakan baik-baik daripada membuat postingan di sosial media yang sama sekali tidak memberikan solusi.  

Baca Juga: Tips Efektif Mengelola Kehadiran Karyawan

4 Ciri Karyawan yang Bermasalahdi Perusahaan

Bermasalah atau tidaknya seorang karyawan sebenarnya dapat diketahui dari gestur atau gerak-gerik yang ditunjukkan selama di kantor. Hanya saja, pihak internal perusahaan mungkin sering mengabaikan karena terlalu menormalisasi action karyawan yang bersangkutan.

Agar hal ini tidak terulang kembali di kemudian hari, ketahuilah 4 ciri karyawan bermasalah berikut ini.

1. Sulit Bekerjasama

Sebagai pemimpin atau bagian personalia, kamu perlu mengamati tingkah atau gerak-gerik karyawan di tempat kerja. Memang tidak mudah, karena tugasmu bukan hanya untuk mengamati karyawan. Kamu pun punya pekerjaan yang harus diselesaikan. 

Namun, kamu bisa mengatasinya pada kegiatan tertentu yang diadakan oleh perusahaan. Karyawan yang biasanya egois dan sulit diajak kerjasama dengan rekan kerja perlu ditindaklanjuti. Selain berdampak buruk bagi performa tim, hal ini juga dapat menimbulkan gosip di antara rekan kerja.

2. Performa Kerja Buruk

Selain menambah masalah di perusahaan, karyawan yang bermasalah dapat mengurangi produktivitas tim. Hal ini dapat dilihat dari performa kerja yang terus-menerus memburuk. Misalnya, kurang teliti dalam bekerja, tidak disiplin, dan bekerja tidak sesuai deadline.

Buruknya performa seorang karyawan dapat dilihat dari seberapa sering ia melakukan kesalahan saat bekerja. Dan pastinya, jenis kesalahan apa yang dilakukannya. Jika kesalahannya sama dan terjadi berulang-ulang, terbukti bahwa ia bermasalah dan perlu ditindaklanjuti.

3. Tidak Bertanggung Jawab

Seorang karyawan harus bertanggung jawab kepada perusahaan, terutama dari segi tugas. Ia harus menyelesaikan tugas tepat waktu, karena hal ini akan berpengaruh bagi produktivitas perusahaan secara keseluruhan. Namun untuk karyawan yang bermasalah, ia akan lari dari tanggung jawab.

Di saat rekan kerja sedang sibuk menyelesaikan project, misalnya, ia malah bersantai. Bahkan jika ditegur, ia malah memasang raut wajah kesal. Jika ini terjadi, artinya karyawan tersebut telah kehilangan tanggung jawab dalam dirinya.

4. Tidak Ada Timbal Balik

Guna meningkatkan skill, perusahaan sering mengadakan pelatihan khusus bagi karyawan. Dengan harapan, skill yang didapatkan nantinya bisa diaplikasikan untuk kemajuan di perusahaan. Namun, kenyataannya justru sebaliknya karena perusahaan tidak mendapatkan timbal balik seperti yang diharapkan.

Alasannya bisa karena karyawan tersebut malas atau merasa sudah superior. Tapi apapun alasannya, hal ini tidak dibenarkan. Semakin diberi kesempatan, seharusnya semakin dimanfaatkan karena tidak semua karyawan bisa mendapatkannya.

Baca Juga: Fungsi Asuransi: Primer, Sekunder, dan Khusus

Mengevaluasi Karyawan Secara Berkala Juga Penting

Mengatasi karyawan bermasalah memang tidak mudah, apalagi jika sampai melakukan tindak pencemaran nama baik. Hal ini menjadi PR bagi perusahaan, di mana bagian personalia perlu melakukan evaluasi berkala untuk setiap karyawan. Jika hasil evaluasinya kurang baik, perusahaan bisa langsung memberikan peringatan atau sanksi tegas kepada karyawan sebelum hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

Lindungi perusahaan atau bisnis Anda dari ancaman pencemaran nama baik yang bisa merusak citra perusahaan dimata masyarakat dengan asuransi nama baik yang bisa diajukan di Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah ini!

7 Cara Menjaga Nama Baik Perusahaan

7 Cara Menjaga Nama Baik Perusahaan

Resign bukan kata yang asing lagi di telinga, terutama di dunia kerja. Beberapa alasan karyawan resign biasanya karena tidak ada kenaikan gaji, promosi jabatan, ilmunya stuck, dan merasa bosan dengan lingkungan pekerjaan yang begitu-begitu saja.

Resign adalah hal yang wajar, tapi jangan sampai kamu ketahuan menjelek-jelekkan nama perusahaan setelah keluar. Pasalnya, tindakan ini membuat citra perusahaan menjadi buruk di mata masyarakat luas. 

Pentingnya Menjaga Nama Baik Perusahaan

Baik atau buruknya kinerja suatu perusahaan sebenarnya dapat tercermin dari laporan keuangan tahunannya. Namun, ini saja tidak cukup karena bagi masyarakat awam yang tidak mengerti laporan keuangan pasti tidak tahu cara menilai dan membaca laporan tersebut.

Penilaian biasanya diberikan dari postingan perusahaan di sosial media dan review karyawan yang pernah bekerja di sana. Jika review buruk, citra perusahaan otomatis berkurang. Apalagi jika perusahaan pernah memiliki kasus serius, misalnya melakukan PHK massal atau menjual produk yang sudah expired.

Nama baik perusahaan yang sudah dibangun dari dulu bisa hilang dalam sekejap. Jadi, penting agar perusahaan selalu memperhatikan kinerjanya setiap hari. Hal ini biasanya diurus oleh divisi personalia.
Jika nama perusahaan mulai jelek di masyarakat, divisi personalia harus sigap membuat klarifikasi agar masalahnya tidak bertambah runyam.

Dengan demikian, citra perusahaan dapat terbangun kembali sedikit demi sedikit hingga akhirnya bisa mendapatkan kepercayaan penuh dari masyarakat.

Manfaat Nama Baik Bagi Perusahaan

Menjaga nama baik atau reputasi adalah suatu keharusan bagi perusahaan untuk mempertahankan dan meningkatkan kepercayaan dari masyarakat. Sebab, lancar atau tidaknya kegiatan bisnis sangat dipengaruhi oleh reputasi perusahaan. 

Tidak hanya itu, reputasi yang dimiliki suatu perusahaan juga memiliki sejumlah manfaat. Adapun manfaatnya adalah sebagai berikut.

1. Perusahaan Mendapatkan Sumber Daya yang Berkualitas

Faktanya, perusahaan yang memiliki reputasi bagus biasanya banyak diincar oleh pelamar kerja. Mereka berlomba-lomba melamar dan menunjukkan potensi maksimal agar bisa diterima bekerja di perusahaan. Sebab, perusahaan menawarkan apa yang dicari oleh pelamar, yaitu jenjang karir yang jelas, upah yang menggiurkan, dan suasana kerja yang nyaman.

Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas tentu akan membantu perusahaan untuk meningkatkan kinerja bisnis. Jadi, perusahaan dapat bersaing secara sehat dengan para kompetitor di luar sana. 
Bandingkan jika reputasi perusahaan buruk, mana ada pelamar yang mau melamar. Mereka pasti akan mencari perusahaan yang jauh lebih baik dan settle untuk perkembangan karirnya.

2. Promosi Menjadi Mudah

Perusahaan yang punya nama biasanya lebih cepat dilirik oleh wartawan atau media untuk bekerjasama, berupa promosi di sosial online atau elektronik. Kerjasama ini tidak selamanya gratis. Tapi jika perusahaan beruntung, biaya promosi bisa digratiskan atau dikorting sesuai dengan negosiasi kedua belah pihak.

Promosi ini membuat perusahaan semakin dikenal oleh masyarakat. Nama yang sudah harum menjadi lebih harum, sehingga tingkat kepercayaan masyarakat meningkat.
Jika reputasi perusahaan buruk, tidak ada satu media pun yang mau bekerjasama. Sekalipun ada, tujuannya sudah pasti untuk mencari viewers atau meningkatkan traffic di sosial media.

3. Adanya Respons Positif dari Masyarakat

Perusahaan yang memiliki image bagus sering mendapatkan respons positif dari masyarakat. Salah satunya adalah saat mengeluarkan produk terbaru. Produk tersebut mudah diterima, bahkan masyarakat sangat antusias untuk mencobanya.

Manfaat ini tentu tidak akan didapatkan perusahaan yang memiliki citra buruk. Yang ada justru kebalikannya, di mana antusiasme masyarakat sudah hilang sebelum berita tentang launching produk baru disebarluaskan.

Mirisnya lagi adalah masyarakat tidak mau tahu tentang perusahaan. Jika ini terus-menerus terjadi, ada kemungkinan perusahaan akan gulung tikar dalam waktu dekat.

4. Menarik Minat Investor

Investor mana pun akan memprioritaskan perusahaan yang punya nama saat ingin berinvestasi, karena potensi cuannya besar. Berbanding terbalik dengan perusahaan yang citranya sudah rusak dari dulu.
Berinvestasi di perusahaan demikian merupakan mimpi buruk. Peluang untuk untung malah berubah menjadi buntung.

Selain kehilangan investor, harga saham perusahaan pun ikut menurun. Hal ini bisa terjadi apabila perusahaan sudah listing di bursa efek. 

Baca Juga: Tips Perusahaan Menjamin Kesehatan Karyawan di Kantor

7 Cara Menjaga Nama Baik Perusahaan

Menjaga nama baik bukan hal yang mudah, tapi hal ini mungkin jika perusahaan mau berusaha. Berikut beberapa cara menjaga nama baik perusahaan.

1. Mengikuti Aturan Pemerintah

Pemerintah memiliki aturan yang cukup jelas terkait kegiatan usaha yang ada di Indonesia. Mulai dari cara perusahaan melakukan kegiatan operasional hingga bagaimana cara perusahaan mensejahterakan karyawan. 
Para pengusaha perlu mengikuti aturan ini untuk menjaga citra baiknya.

Sederhananya dengan mengikuti aturan libur bersama dari pemerintah, tidak melakukan korupsi atau suap kepada oknum tertentu. 

2. Peka Terhadap Situasi

Peribahasa “sedia payung sebelum hujan” berlaku untuk setiap perusahaan. Maksudnya adalah perusahaan wajib membuat rencana atau solusi terhadap risiko yang terjadi di kemudian hari. Jika risiko tersebut mengancam reputasi, perusahaan dapat mengatasinya dengan cepat.

Misalnya, jika perusahaan melakukan hal-hal yang kurang manusiawi terhadap karyawan, maka perusahaan bisa segera minta maaf kepada karyawan tersebut. Bukti permintaan maaf bisa dimuat dalam berita atau diposting di sosial media, sehingga masyarakat dapat melihat itikad baik dari perusahaan.

3. Tidak Mengabaikan Masalah Kecil

Masalah kecil yang dibiarkan berlarut-larut bisa menjadi masalah besar. Hal ini akan mempengaruhi kinerja dan menurunkan citra perusahaan di mata masyarakat. 

Jika masalah mulai tercium, segera selesaikan. Gunakan bahasa yang baik dan enak didengar saat membuat klarifikasi kepada publik. Selesaikan masalah dengan kepala dingin untuk menghindari timbulnya masalah baru.

Baca Juga: Plus Minus Kerja Remote yang Perlu Diketahui 

4. Menentukan SOP dalam Menangani Sosial Media

Media sosial adalah media yang ampuh untuk promosi, berjualan, dan meningkatkan relasi antara perusahaan dan masyarakat. Namun, media sosial juga menjadi salah satu pemicu menurunnya citra perusahaan jika tidak digunakan dengan baik dan bijak.

Penting agar perusahaan membuat SOP tentang tata cara menggunakan sosial media dengan baik. Mulai dari konten yang perlu dibagikan di sosial media, cara merespons konsumen, dan lain sebagainya.
SOP ini adalah pedoman tentang cara kerja perusahaan. Jika ada karyawan yang terbukti melanggar SOP, ia patut ditegur atau diberi surat peringatan agar tidak mengulangi kesalahan yang sama untuk kedua kalinya.

5. Memilih Pemimpin yang Bagus

Perombakan direksi adalah hal yang wajar dilakukan. Pemicunya bermacam-macam. Bisa karena pemimpin yang sekarang kurang kompeten atau punya skandal tertentu yang mengancam citra perusahaan di mata masyarakat.

Perusahaan pasti tahu siapa yang berhak menjadi pemimpin dan menggantikan posisi sebelumnya. Jadi, pilihlah yang terbaik dengan penilaian yang objektif, bukan subjektif.

Pilihlah pemimpin yang memiliki citra bagus, baik di lingkungan internal maupun eksternal. Hal ini akan mempengaruhi penilaian masyarakat terhadap perusahaan, begitu pula investor.

6. Melakukan Kegiatan untuk Mensejahterakan Karyawan

Mempromosikan karyawan yang berprestasi, mengadakan pelatihan atau gathering, dan memberikan bonus setiap tahun merupakan cara mensejahterakan karyawan yang bisa dilakukan oleh perusahaan. Ketika karyawan sejahtera, citra perusahaan otomatis semakin bagus di masyarakat.

Karyawan yang disejahterakan biasanya akan menceritakan hal-hal baik yang dilakukan oleh perusahaan kepadanya selama ini. Tidak hanya kepada keluarga dan orang-orang terdekat, tapi juga ke semua pengikutnya di sosial media.

7. Membangun Relasi yang Baik

Pembangunan relasi tidak selamanya harus dengan investor atau para pemimpin, tapi juga kepada semua masyarakat. Relasi yang baik dipercaya dapat menumbuhkan rasa memiliki dan meningkatkan rasa hormat masyarakat kepada perusahaan.

Membangun relasi bisa dilakukan dengan menampilkan visi dan misi perusahaan lewat sosial media atau website resmi, hingga mengadakan sesi tanya jawab dengan konsumen. Jika konsumen memberi masukan, terimalah dengan lapang dada dan jadikan sebagai bahan evaluasi agar kedepannya semakin baik lagi.

Baca Juga: Pengertian Kecelakaan Kerja dan Cara Meminimalisirnya

Jadilah Perusahaan yang Berpengaruh di Masyarakat

Mencari keuntungan merupakan tujuan utama berbisnis, tapi jangan lupa kalau reputasi perusahaan mempunyai peran yang cukup tinggi dalam mewujudkan hal ini. Jalin dan jagalah interaksi yang baik dengan konsumen agar perusahaan dapat menjadi pihak yang berpengaruh di tengah-tengah masyarakat.

Sebagai yang berpengaruh, perusahaan akan mendapatkan bargaining position dalam menjalankan kegiatan bisnis. Hal ini adalah suatu keuntungan karena dapat mendongkrak power perusahaan dan meningkatkan nilai jual di masyarakat.

Nama baik perusahaan merupakan aset bisnis yang tidak ternilai harganya. Lindungi nama baik perusahaan Anda dengan mengajuakan Asuransi Nama Baik dengan mengisi formulir dibawah ini.

Apa Saja yang Perlu Diperhatikan Saat Beli Asuransi Konstruksi?

Apa Saja yang Perlu Diperhatikan Saat Beli Asuransi Konstruksi?

Ada banyak produk asuransi yang bisa ditemukan di pasaran. Salah satu yang mungkin jarang didengar oleh masyarakat adalah asuransi konstruksi atau asuransi proyek. Seperti namanya, asuransi ini digunakan untuk melindungi proyek konstruksi, mulai dari tenaga kerja, bangunan dari risiko bencana alam, dan materialnya.

Adanya asuransi konstruksi juga dipercaya akan mengurangi praktik korupsi selama pembangunan berlangsung. Sebab, terdapat sejumlah persyaratan ketat yang harus dipenuhi nasabah sebelum menjalankan suatu proyek. Asuransi konstruksi membuat proses pembangunan dapat berjalan dengan baik dan aman seperti yang diharapkan. 

Manfaat Asuransi Konstruksi

Secara umum, asuransi bermanfaat untuk mengurangi risiko atau kerugian yang ditanggung oleh seseorang saat hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Sementara secara spesifik, manfaatnya dapat disesuaikan dengan jenis produk asuransi yang dibeli. 

Untuk produk asuransi konstruksi, manfaat yang didapatkan adalah sebagai berikut.

1. Manfaat Kerusakan Material

Manfaat pertama adalah ganti rugi atas kerusakan material. Penyebabnya bisa berupa kebakaran, ledakan, pencurian, bencana alam, kelalaian pekerja, dan kekeliruan penggunaan bahan selama proses konstruksi berlangsung.

2. Manfaat Cidera Badan atau Harta Benda

Manfaat selanjutnya adalah ganti rugi atas cidera badan atau kerusakan harta benda yang dialami oleh pihak ketiga akibat kecelakaan yang terjadi selama prose konstruksi. Penyedia asuransi akan memberikan ganti rugi sesuai nominal kerugian.

3. Manfaat Perluasan

Ada pula manfaat perluasan atau tambahan yang diberikan kepada pelaksana kegiatan konstruksi dengan membayar premi yang lebih besar. Manfaat ini diberikan jika terjadi kerusakan akibat kerusuhan, huru-hara, dan pemogokan tenaga kerja.

Beberapa manfaat yang dikecualikan dalam asuransi konstruksi, di antaranya:

  • Perang dan sejenisnya
  • Reaksi nuklir
  • Kelalaian pekerja yang disengaja
  • Kesalahan dalam membuat perencanaan
  • Penghematan pekerjaan, baik secara sebagian maupun keseluruhan
  • Sanksi yang terjadi selama pembangunan
  • Surat berharga
  • Kerugian uang tunai
  • Gambar atau denah
  • Hilangnya keuntungan yang diharapkan

Baca Juga: Tower Crane: Pengertian, Jenis, Cara Pemasangan, dan Asuransi Terbaik

Jenis-jenis Asuransi Konstruksi

Dilihat dari objek pertanggungannya, asuransi konstruksi dibagi menjadi tujuh jenis. Ada asuransi jaminan proyek, erection all risk, contractor all risk, workmen compensation dan employers liability, comprehensive general liability, professional indemnity insurance, serta heavy equipment insurance.

1. Asuransi Jaminan Proyek (Surety Bond)

Polis ini memberikan jaminan kepada pemilik proyek jika suatu saat kontraktor gagal menyelesaikan pembangunan atau melakukan wanprestasi. Pembuatan perjanjian ini melibatkan tiga pihak, yaitu penyedia asuransi, pemilik proyek, dan kontraktor. Jika terjadi kegagalan proyek, maka perusahaan asuransi yang akan menyelesaikannya dengan kontraktor. 

Jaminan yang ada dalam surety bond dikategorikan menjadi jaminan penawaran, pembayaran uang muka, pelaksanaan, dan pemeliharaan. Setiap jaminan memiliki dua kondisi, yaitu:

  • Jaminan bersyarat, yaitu jaminan yang dapat dicairkan jika penyebabnya sudah diketahui. Penyedia asuransi nantinya akan memberikan ganti rugi atas kerugian yang dialami oleh pemilik konstruksi
  • Jaminan tanpa syarat, yaitu jaminan yang pencairannya hanya dapat dilakukan apabila ketentuan dalam kontrak tidak dipenuhi meskipun proyek tidak mengalami kegagalan

2. Erection All Risk (EAR)

Jenis asuransi ini akan memberikan ganti rugi atas kerusakan mesin dan perlengkapannya, baik saat pemasangan maupun instalasi. Asuransi EAR juga memberikan ganti rugi beberapa pekerjaan konstruksi, seperti penyulingan minyak, konstruksi jembatan besi, dan pembangkit tenaga. 

Ada dua jenis bagian yang terdapat dalam Erection All Risk, di antaranya.

Bagian 1

Penyedia asuransi memberikan jaminan atas kerugian dan kerusakan fisik yang tidak terduga selama proses pemasangan atau instalasi mesin. Objek pertanggungan pada bagian 1, meliputi kontrak pekerjaan, harga mesin, biaya pemasangan, bea masuk, hingga Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Selain itu, jaminan juga diberikan pada pekerjaan konstruksi teknik sipil, seperti pembuatan pondasi, biaya pembersihan puing-puing, dan harta benda yang dimiliki atau diawasi oleh principal.

Bagian 2

Bagian kedua ini memberikan jaminan hukum kepada pihak ketiga yang mungkin mengalami cidera badan, kerusakan harta benda, dan biaya-biaya penyelesaian hukum selama proses konstruksi. 

3. Contractor’s All Risk (CAR)

Menjadi salah satu bentuk asuransi konstruksi all risk yang memberikan manfaat sesuai dengan kontrak kerja antara pemilik proyek dan kontraktor. Manfaat yang dimaksud berupa pekerjaan utama, sementara, persiapan, bahan-bahan yang digunakan, biaya membersihkan puing atau reruntuhan, tanggung jawab kepada pihak ketiga, kerusakan alat-alat besar dan mesin yang digunakan selama proses pembangunan. 

Beberapa jenis risiko yang dijamin dalam produk asuransi ini, di antaranya:

  • Bencana alam, seperti tsunami, gunung meletus, gempa bumi, banjir, dan badai topan
  • Kebakaran, petir, ledakan, dan kejatuhan pesawat
  • Pencurian atau perampokan
  • Kesalahan dalam desain
  • Kerusuhan dan huru-hara

4. Workmen Compensationand Employer Liability

Asuransi konstruksi yang sangat populer, bahkan sering digunakan dalam perjanjian kontrak kerja konstruksi, khususnya perusahaan migas. Polis asuransi ini berguna untuk memperluas manfaat dari BPJS Ketenagakerjaan, sehingga tenaga kerja mendapatkan perlindungan yang maksimal.

Berikut penjelasan dari kedua produk asuransi ini.

A. Workmen Compensation

Seperti namanya, workmen compensation ini adalah produk asuransi yang memberikan kompensasi atau santunan kepada tenaga kerja saat sakit, cidera, atau meninggal dunia akibat pekerjaan. Pencairan dapat dilakukan secara langsung tanpa harus melengkapi bukti atas terjadinya peristiwa atau kelalaian.

B. Employer Liability

Produk asuransi yang memberikan jaminan hukum yang diajukan oleh pekerja yang terdaftar dan dipekerjakan oleh pemilik konstruksi selaku tertanggung. Jaminan diberikan ketika tenaga kerja mengalami luka badan. Asuransi ini dapat cair apabila tertanggung melengkapi bukti atas kelalaian kerja yang terjadi selama proyek berlangsung.

5. Comprehensive General Liability (CGL)

Manfaat yang diberikan berupa ganti rugi kepada pihak ketiga akibat kelalaian atau kesalahan tertanggung maupun orang-orang yang ada di sekitar proyek. Jaminan polis yang diberikan, di antaranya:

  • Property damage, adalah jaminan atas kerusakan fisik pada harta benda
  • Defense cost dan expense, adalah jaminan atas biaya yang timbul akibat membela atau mempertahankan diri dari pihak ketiga. Biaya yang dijamin berupa biaya saksi, sewa pengacara, dan pengadilan
  • Personal injury, adalah jaminan saat terjadinya cedera, shock, gangguan mental, pencemaran nama baik, dan fitnah
  • Advertising liability, adalah jaminan atas timbulnya persaingan tidak sehat, penyalahgunaan iklan, pelanggaran kode etik dan hak cipta

6. Professional Indemnity Insurance

Disebut juga error omission adalah asuransi yang memberikan perlindungan terhadap profesional dan perusahaan saat klien mengajukan adanya kelalaian atau kerusakan. Biaya yang timbul akibat klaim ini akan ditanggung oleh penyedia asuransi. Produk asuransi ini biasanya akan diikutsertakan dalam kontrak kerja apabila suatu proyek membutuhkan keterampilan atau keahlian khusus. 

7. Heavy Equipment Insurance (termasuk TPL)

Jenis asuransi konstruksi terakhir adalah asuransi untuk peralatan berat. Terjadinya kerugian atau kerusakan pada alat-alat berat, baik saat diam, sedang bekerja, atau dibongkar dalam perawatan akan ditanggung oleh penyedia asuransi.

Bagian Pertama

Tertanggung atau pemilik proyek dapat menambahkan objek pertanggungan, seperti alat-alat atau mesin yang digunakan untuk konstruksi, properti milik principal, dan properti yang ada di sekitar agar dijamin oleh penyedia asuransi. Kerusakan atau kerugian yang timbul dari material yang diasuransikan nantinya akan diganti sesuai jumlah kontrak pekerjaan.

Bagian Kedua

Tertanggung berhak mendapatkan jaminan atas segala tuntutan yang diberikan oleh pihak ketiga akibat terjadinya kecelakaan kerja. Batas nilai pertanggungan pada bagian ini adalah 10% dari nilai pertanggungan yang ada pada bagian pertama.

Baca Juga: Alat Berat Excavator: Fungsi, Jenis, Harga, dan Cara Kerja

Cara Klaim Asuransi Konstruksi

Untuk meminimalisir kerugian selama pembangunan berlangsung, tertanggung dapat mengajukan klaim atas semua kerusakan yang tercantum dalam polis asuransi. Pengajuan klaim dapat menggunakan cara berikut ini:

  • Melaporkan kecelakaan dan kehilangan harta benda
  • Menunjuk loss adjuster untuk kerugian yang nilainya lebih dari Rp500.000.000
  • Tim penyelidik dari penyedia asuransi akan menganalisa dan menyesuaikan kerusakan yang sebenarnya dan yang dilaporkan tertanggung 
  • Melengkapi dokumen pengajuan klaim, seperti laporan resmi oleh tertanggung, formulir klaim, berita acara kecelakaan, estimasi biaya penggantian, surat bukti biaya perbaikan, dan persetujuan klaim
  • Tertanggung menegosiasikan penggantian klaim dengan penyedia asuransi
  • Jika sudah sepakat, maka klaim akan segera diproses

Pastikan Pembayaran Premi Asuransi Lancar

Asuransi konstruksi memberikan banyak manfaat untuk proyek yang sedang berjalan. Agar manfaat ini dapat dinikmati, pastikan pembayaran premi asuransi dilakukan dengan lancar. Jika pembayaran menunggak, maka tertanggung wajib melunasi tunggakan tersebut terlebih dahulu untuk mendapatkan haknya selaku peserta asuransi. 

Dapatkan produk asuransi konstruksi terbaik dengan mengisi formulir dibawah ini!

Alat Berat Beko: Cara Mengoperasikan dan Perawatannya!

Alat Berat Beko: Cara Mengoperasikan dan Perawatannya!

Pernah mendengar  istilah backhoe loader? Backhoe loader atau sering disebut beko merupakan salah satu alat berat yang digunakan untuk menggali saluran, terowongan, maupun basement. Beko biasa digunakan pada permukaan penggalian yang relatif keras. 

Hasil galian yang didapatkan dari alat berat beko cukup rata. Hal ini tak lepas karena landasan yang dimilikinya pun lebih rata, kokoh, dan kering jika dibandingkan dengan alat berat lain seperti wheel loader. Dilengkapi dengan bagian utama yang mampu berputar dengan baik, yaitu arm,bucket, slewing ring, dan boom.

Perbedaan Backhoe dan Excavator

Tidak sedikit orang yang berasumsi bahwa backhoe dan excavator adalah alat berat yang sama. Padahal, keduanya memiliki perbedaan yang mudah dikenali. Mulai dari spesifikasi, cara kerja, dan kegunaannya. 
Agar lebih jelas, berikut ini perbedaan antara excavator dan backhoe yang perlu diketahui.

1. Fleksibilitas

Meskipun sama-sama memiliki berbagai varian attachment, ternyata varian backhoe atau beko lebih banyak. Cakupan tugas yang dapat dilakukan beko jauh lebih luas dengan mesin yang lebih mudah dikendarai. Tak heran apabila beko sering dijumpai dalam proyek-proyek yang ada di perkotaan.

2. Ukuran

Perbedaan selanjutnya adalah dari segi ukuran. Excavator memiliki ukuran yang lebih besar daripada beko, begitu pula dengan bobotnya. Hanya saja, ukuran sepatu belakang dari excavator sedikit lebih kecil daripada beko.
Dengan ukuran yang lebih kecil, beko cocok digunakan untuk proyek konstruksi skala menengah, pertanian, dan pemuatan. Sedangkan excavator lebih cocok untuk proyek skala besar. Sebut saja pertambangan, pengeboran poros untuk peledakan batu, dan penghancuran.

3. Rotasi

Perbedaan terakhir ada pada rotasinya. Pergerakan pada beko hanya dapat dilakukan di bagian arm atau lengan saja dengan sudut putaran 200 derajat, sedangkan cab atau ruang operator tidak dapat diputar-putar. Berbeda dengan excavator yang dapat berputar 360 derajat.

Baca Juga: Mengenal Alat Berat Grader dan Fungsinya untuk Konstruksi

Fungsi Backhoe Loader

Dalam pekerjaan konstruksi, beko alat berat memiliki berbagai fungsi, di antaranya:

  • Menggali utilitas, seperti pipa, parit, saluran air, dan lain sebagainya
  • Memelihara saluran yang ada di jalan-jalan raya
  • Membongkar aspal
  • Mencabut tanggul
  • Memecahkan material yang keras
  • Mengangkat tumpukan material ke truk dengan jarak yang cukup tinggi
  • Menghancurkan tanaman

Gerakan yang Dapat Dilakukan Backhoe

Setidaknya ada empat gerakan yang biasa dilakukan oleh backhoe atau beko saat menjalankan siklus pemuatan material menuju sebuah truk. Adapun keempat gerakan tersebut, antara lain:

  • Mengisi bucket
  • Mengayun
  • Membongkar material yang dibawa di awal
  • Mengayun lagi

Keempat gerakan ini diulangi secara terus-menerus. Cepat atau lambatnya gerakan pada siklus ini sangat bergantung pada ukuran beko yang digunakan saat memindahkan sebuah material. Beko dengan ukuran yang lebih kecil biasanya mampu menyelesaikan siklus dengan cepat, sedangkan beko berukuran besar membutuhkan waktu pemindahan yang lebih lama.

Besar atau kecilnya ukuran beko yang digunakan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pekerjaan konstruksi. Juga tidak lepas dari kondisi dan lingkungan pekerjaan.

Metode Kerja Backhoe Loader

Terdapat tiga jenis metode kerja alat berat beko. Meski metode kerjanya berbeda, tujuan yang ingin dicapai tetap sama, yaitu untuk mengisi muatan ke dalam sebuah truk. Ketiga metode kerja beko yang dapat dipilih, antara lain:

1. Metode Kerja V Shaped Loading

Merupakan metode kerja pertama, dimana truk hanya diam atau tidak bergerak padahal sedang beroperasi. Pergerakan baru akan terjadi saat proses pengisian dimulai sampai penuh dengan gerakan maju mundur yang terlihat seperti pola V. Nantinya beko akan mengambil material tersebut sampai pada truk, lalu mengantarkannya kembali dengan aman.

2. Metode Kerja Shaping Loading

Metode ini memiliki ciri, yaitu truk akan bergerak maju saat beko mengangkat material. Lalu, truk akan bergerak mundur dari stock pile dan melakukan pengisian material yang akan diangkut oleh truk. Begitu seterusnya.

3. Metode Kerja Pass Loading

Metode kerja ini biasanya digunakan jika terdapat dua atau lebih alat berat beko. Ciri utamanya adalah pergerakan truk dari bloader ke loader. Dengan demikian, loader dapat diisi dengan material sampai penuh.

Baca Juga: Ini Dia Jenis-jenis Alat Berat dan Fungsinya!

Cara Mengoperasikan Backhoe Loader

Adapun cara mengoperasikan alat berat beko agar hasilnya maksimal, di antaranya:

1. Menyesuaikan Pengaturan Kabin

Pertama-tama, aturlah kenyamanan posisi duduk. Lakukan penyesuaian yang diperlukan, seperti mengatur ketinggian kursi, kemiringan kemudi, hingga sudut petal. 

2. Melakukan Uji Peralatan

Selanjutnya adalah melakukan uji peralatan. Nyalakan mesin untuk mengetahui performanya saat dipakai untuk bekerja nanti. Bila perlu angkat dan turunkan lengan dan front loader backhoe agar operator bisa merasakan tenaganya. 

3. Bergerak Secara Perlahan

Gerakkan backhoe loader secara perlahan untuk memulai pekerjaan. Berhati-hatilah jiika tanah galian terlalu bergelombang. 

4. Mengaktifkan Penstabil Kaki

Turunkan alat penstabil kaki hingga roda bagian belakang terangkat dari tanah. Lalu, angkatlah roda bagian depan sepenuhnya. Aturlah penstabil kaki sesuai kebutuhan kerja, sehingga bagian belakang alat berat beko tidak miring.

5. Uji Boom Beko

Sebelumnya putarlah dudukan kabin, sehingga posisi operator menghadap ke belakang. Lalu, buka kunci tuas dan doronglah tuas kontrol untuk menurunkan boom. Untuk menaikkan boom, sebaiknya tarik tuas kontrolnya.

6. Uji Lengan Beko

Gunakan tuas kontrol sebelah kanan untuk menguji lengan dan keranjang beko. Tarik tuas kontrol agar lengan dan keranjang beko bergerak ke arah kabin. Dorong tuas kontrol jika ingin mengembalikan lengan dan keranjang ke luar.

7. Uji Loader

Angkat dan kunci arm dan boom beko, lalu putar ke bagian depan kabin. Lepaskan kaki penstabil, lalu balikkan kabin hingga posisi operator menghadap tanah yang ingin digali. Gerakkan bucket beko ke arah depan, belakang, menaikkan bucket, dan menurunkannya. 
Lakukan cara kerja ini secara berulang-ulang untuk memahami cara menggunakan backhoe loader dengan benar. 

Baca Juga: Operator Alat Berat: Tugas, Skill, dan Tips Karir

Komponen Penggerak yang Terdapat di Backhoe

Seperti semua alat berat yang sering ditemui di kawasan konstruksi, beko sendiri memiliki beberapa komponen penggerak penting. Komponen ini akan membantu fungsi dari bagian lain, sehingga hasil kerjanya menjadi efektif dan efisien. Adapun komponen penggerak yang terdapat di dalamnya, antara lain:

  • Bucket atau ember penggali, digunakan sebagai alat untuk menggali material. Ember ini hanya akan digunakan saat proses penggalian dimulai.
  • Boom, adalah gerakan yang akan mengarahkan ember penggali menuju material yang hendak digali oleh alat berat beko.
  • Ember pembongkar, adalah ember yang memiliki gerakan berlawanan dengan ember penggali selama aktivitas penggalian dilakukan.
  • Arm atau lengan penggerak, adalah komponen untuk mengangkat bucket agar bergerak lebih terarah dengan sudut putaran 200 derajat.
  • Gerakan slewing ring, adalah gerakan yang terjadi pada komponen AS agar alat berat beko dapat berputar hingga 360 derajat.
  • Gerakan struktur bawah, berfungsi untuk memindahkan tempat jika seandainya suatu area telah selesai digali, lalu alat berat beko ingin menggali area lain yang ada di sekitar.

Cara Merawat Alat Berat Beko

  • Melakukan pemeriksaan secara berkala untuk mengetahui kerusakan yang terjadi pada alat berat
  • Memanaskannya terlebih dahulu sebelum digunakan, sehingga kinerja mesin menjadi lebih awet
  • Pantau kinerja alat berat beko selama digunakan. Dengarkan suara-suara mesin yang dikeluarkan untuk mengetahui perubahan yang terjadi
  • Jangan lupa untuk mematikan mesin selesai digunakan. Parkirkan di tempat yang sudah disediakan 

Harga Backhoe Loader di Indonesia

Harga alat berat beko termasuk salah satu yang mahal jika dibandingkan dengan alat berat lainnya. Untuk harga bekasnya saja masih ada di kisaran Rp200 jutaan, sedangkan barunya ada yang mencapai Rp1 miliar. Untuk lebih jelasnya, berikut rincian harga beko alat berat dari berbagai macam brand.

  • Caterpillar 428B bekas: Rp225.000.000
  • Terex 820 2010 bekas: Rp395.000.000
  • Case 580 2010 bekas: Rp475.000.000
  • Jl-932 baru: Rp436.000.000
  • New Holland B80B baru: Rp1.175.000.000
  • JCB 3CX baru: Rp1.300.000.000

Periksa Kondisi Alat Berat Sebelum Membelinya

Itu dia informasi seputar alat berat beko yang perlu diketahui. Satu hal yang tak kalah penting adalah pastikan kondisi alat berat beko dalam keadaan baik dengan performa yang gesit jika Anda berencana membelinya untuk kebutuhan bisnis konstruksi. Periksa semua bagian dengan teliti untuk mengetahui kekurangan alat berat beko jika yang dibeli adalah alat bekas.

Bila perlu, ajaklah teman yang paham tentang alat berat yang satu ini, jadi ada orang yang membantu untuk menilai performa atau kinerjanya. Sementara untuk alat berat beko baru, sejumlah pemeriksaan tidak diperlukan karena mesinnya masih baru. Tugas Anda hanya mencari tahu brand beko dengan kualitas terbaik, lalu membandingkan harganya untuk mengetahui mana yang sesuai budget.

Karena fungsinya yang sangat penting untuk pembangunan konstruksi dan harganya yang mahal, tentu penting untuk melindungi alat berat ini sebagai aset bisnis Anda yang berharga dengan produk asuransi yang tepat. Dapatkan asuransi terbaik yang bisa melindungi dari risiko kerusakan dan kehilangan aset binsis dengan mengisi formulir dibawah ini!

10 Tips Efektif Meningkatkan Produktivitas Karyawan

10 Tips Efektif Meningkatkan Produktivitas Karyawan

Salah satu kunci kesuksesan suatu perusahaan tidak lepas dari pengaruh sumber daya manusianya (SDM). Semakin berkualitas SDM-nya, semakin besar pula peluang perusahaan untuk maju dan bersaing dengan perusahaan kompetitor. Tak heran apabila bagian Human Resource sangat pemilih dalam proses rekrutmen dan perusahaan pun mau membayar lebih untuk mendapatkan SDM berkualitas tersebut.

Namun, tugas perusahaan tidak berhenti sampai disitu saja. Perusahaan perlu melakukan sejumlah perubahan, seperti mengubah kebijakan agar produktivitas kerja karyawan meningkat. Juga mengadakan pelatihan dan pengembangan secara berkala untuk meningkatkan skill karyawan dalam bekerja.

10 Tips Efektif Meningkatkan Produktivitas Karyawan

Jika kinerja karyawan kurang atau sama sekali tidak efektif, maka peluang perusahaan untuk berkembang sangatlah kecil. Tentunya, jika ini terjadi terus-menerus, bukannya tidak mungkin apabila perusahaan gulung tikar dalam waktu dekat. Guna meningkatkan produktivitas karyawan, inilah tips efektif yang perusahaan bisa lakukan.

1. Memenuhi Hak Karyawan dengan Semestinya

Sudah menjadi tugas manajemen untuk memenuhi hak seluruh karyawan. Misalnya, membayar gaji tepat waktu, mendaftarkan karyawan untuk ikut program BPJS, memberikan hak cuti, tunjangan, bonus, dan lain sebagainya. Hak ini sifatnya harus dan tidak boleh tawar-menawar karena aturannya juga sudah ada di undang-undang.

Jika perusahaan gagal memenuhi hak ini, karyawan mana pun pasti tidak akan semangat untuk bekerja. Yang ada malah resign, karena merasa tidak mendapatkan apa yang sudah seharusnya didapatkan. Namun jika manajemen memenuhi hak ini dengan baik, karyawan pasti akan betah bekerja di perusahaan dan mau memberikan kontribusi terbaik demi kemajuan perusahaan.

2. Memberikan Reward pada Karyawan Berprestasi

Memberi reward adalah suatu strategi yang bisa dilakukan oleh pihak manajemen untuk meningkatkan produktivitas karyawan. Hal ini dilakukan berdasarkan kontribusi yang telah karyawan berikan dan penilaian pada akhir tahun. Beberapa contoh reward yang bisa diberikan, di antaranya:

  • Memberikan promosi bagi karyawan yang berprestasi
  • Memberikan bonus tambahan bagi sales apabila mencapai target penjualan yang ditetapkan
  • Memberikan hadiah, berupa voucher belanja, liburan, menginap di hotel, gadget baru
  • Memberikan plakat atau piagam untuk kategori The Best Employee of The Year atau The Most Productive Employee if The Month

Pemberian reward dalam bentuk apapun akan sangat diapresiasi oleh karyawan. Ini akan membuatnya merasa dianggap dan dihargai oleh perusahaan. Seandainya karyawan mau resign pun, ia akan berpikir berulang kali tentang keputusannya karena banyaknya hal baik yang telah perusahaan berikan padanya

3. Memberikan Punishment

Selain reward, perusahaan juga bisa memberikan punishment atau hukuman bagi karyawan yang melakukan pelanggaran. Entah itu saat melakukan pelanggaran kecil, sedang, atau besar. Dengan bentuk sanksi berupa teguran langsung, pemotongan gaji, surat peringatan, atau pemutusan hubungan kerja apabila karyawan melakukan kesalahan yang sama berulang kali atau kesalahan fatal.

Hukuman ini bukan untuk membuat karyawan tidak nyaman, melainkan agar karyawan menjadi semakin baik dan disiplin saat bekerja. Hukuman akan otomatis menciptakan batasan tertentu bagi karyawan agar tidak bertindak seenaknya dan selalu taat pada aturan. Persentase hukuman pun harus sebanding dengan reward yang diberikan agar kesannya tetap adil dan manusiawi.

4. Menciptakan Lingkungan Kerja yang Nyaman

Tips lainnya yang dapat dilakukan adalah dengan menciptakan lingkungan kerja yang mendukung, dalam arti nyaman. Tujuannya agar karyawan jadi semangat bekerja, sehingga produktivitasnya pun ikut meningkat. Beberapa contoh lingkungan kerja yang nyaman bagi karyawan, antara lain:

  • Menyediakan fasilitas yang memadai, seperti Wi-Fi, lounge, maupun permainan tertentu
  • Konsep ruangan kerja yang bagus dengan pencahayaan yang pas
  • Menyediakan snack atau camilan saat ice breaking
  • Menyediakan alat P3K, obat-obatan, dan vitamin bagi karyawan yang membutuhkan

Jika memungkinkan, pihak manajemen pun sesekali boleh ikut untuk menghabiskan waktu dengan para karyawan. Misalnya, dengan makan siang bersama, ikut gathering, dan kegiatan lain yang diadakan perusahaan. Selain untuk menambah keakraban dan meningkatkan kekeluargaan, ini adalah cara manajemen untuk mengenal karyawan lebih dalam.

Baca Juga: Pentingnya Kesehatan Mental dan Tips Menjaganya

5. Membangun Komunikasi yang Baik

Bayangkan apa jadinya apabila karyawan dan pihak manajemen tidak saling tegur sapa, maka suasana kantor menjadi tegang. Suasana yang seperti ini membuat karyawan tidak semangat bekerja, sehingga produktivitas kerja para karyawan semakin menurun. Maka komunikasi sangatlah diperlukan dalam membangun hubungan profesional yang lebih akrab.

Tidak harus dengan makan siang bersama atau curhat tentang kehidupan, tapi saling menegur kala berpapasan saja sudah bagus untuk memulai jalinan komunikasi yang baik. Ketika komunikasi terbangun, karyawan menjadi lebih terbuka tentang kehidupan profesionalnya. Jika ada masalah terkait pekerjaan, karyawan akan dengan senang hati menyampaikannya, dan ini dapat dijadikan bahan masukan bagi manajemen agar kedepannya bisa menjadi lebih baik.

6. Mengadakan Pelatihan dan Pengembangan

Pelatihan dan pengembangan merupakan salah satu tips paling efektif untuk meningkatkan produktivitas karyawan. Selain untuk memberikan skill baru atau mempertajam skill yang sudah ada, aktivitas ini bisa menjadi cara untuk menggali potensi setiap karyawan. Sebab, pada dasarnya karyawan punya potensi yang berbeda-beda.

Misalnya, karyawan di divisi accounting tahu tentang strategi pemasaran, next time perusahaan bisa menyuruhnya untuk ikut pelatihan untuk tim pemasaran. Jika karyawan tersebut excellent pada pemasaran, perusahaan dapat promosikan dirinya untuk menjadi kepala divisi di cabang berbeda. Alhasil, perusahaan memiliki SDM unggul untuk mampu bersaing dengan perusahaan lain di zaman teknologi yang semakin canggih.

7. Mempromosikan Karyawan

Karyawan mana yang mau ada di posisi yang sama dalam kurun waktu bertahun-tahun? Kejelasan karir menjadi hal yang harus diperhatikan oleh perusahaan, karena ini akan mempengaruhi kinerja dan loyalitas para karyawan. Tidak sedikit karyawan yang akhirnya memilih untuk mengundurkan diri karena tidak memiliki kejelasan karir di perusahaan tempatnya bekerja.

Terutama untuk karyawan yang merupakan bibit unggul dan mampu untuk melangkah ke jenjang karir yang lebih tinggi. Jadikan karyawan ini sebagai aset berharga. Bila perlu bantu bukakan peluang karir baginya atau menyekolahkannya ke jenjang lebih tinggi, yang mana ilmunya dapat diaplikasikan untuk kemajuan perusahaan di masa mendatang.

8. Memaksimalkan Waktu Kerja

Pekerjaan yang terlambat membuat semua pekerjaan menjadi terhambat. Misalnya, keterlambatan menentukan tanggal proyek membuat proyek gagal selesai pada waktunya. Hal ini otomatis membuat performa karyawan menurun drastis.

Maka dari itu, perusahaan perlu memaksimalkan waktu sebaik mungkin. Usahakan agar tanggal pengerjaan proyek sudah pasti, sehingga pengerjaan bisa segera dimulai. Jadi, tidak ada waktu yang terbuang sia-sia.

Baca Juga: Tips Efektif Mengelola Kehadiran Karyawan

9. Memberikan Kesempatan untuk Memperbaiki Kesalahan

Namanya manusia pasti tidak akan pernah luput dari namanya kesalahan. Sama halnya dalam bekerja, berbagai kesalahan mungkin akan ditemukan, baik kesalahan yang sifatnya fatal maupun tidak. Namun, menghukum karyawan yang baru sekali melakukan kesalahan bukanlah keputusan yang bijak, terutama untuk kesalahan kecil yang bisa segera diperbaiki.

Lebih baik berikan kesempatan kepada karyawan yang melakukan kesalahan untuk memperbaikinya. Dengan harapan agar kesalahan tersebut tidak terulang kembali di kemudian hari. Jika kesalahan kembali terulang atau malah semakin fatal, perusahaan dapat berikan surat peringatan.

10. Melakukan Evaluasi Secara Rutin

Tips terakhir untuk meningkatkan kinerja karyawan adalah melakukan evaluasi kinerja secara rutin. Tidak harus secara keseluruhan untuk semua karyawan yang ada di perusahaan, tapi bisa dalam skala kecil, seperti evaluasi sesama divisi dalam satu tim. Evaluasi ini berguna untuk memperbaiki kekurangan atau kesalahan, mengetahui hambatan, dan lain sebagainya.

Hasil akhir dari evaluasi ini adalah pemberian saran maupun solusi yang sifatnya efektif. Sehingga, kekurangan yang menghambat jalannya produktivitas kerja dapat diminimalisir dengan baik. Penyampaian evaluasi sebaiknya dilakukan dengan jujur, berani, terbuka, dan tetap sopan agar tidak menyinggung perasaan siapa pun yang mendengarnya.

Kelangsungan Hidup Perusahaan Ada di Tangan Karyawan

Perusahaan itu ibarat manusia, yang tidak bisa hidup atau berdiri sendirian. Perusahaan butuh karyawan untuk menjalankan aktivitas operasi, produksi, dan manajemen, sehingga kegiatan di perusahaan dapat berjalan. Tentunya, sesuai SOP dan hasil maksimal seperti yang diharapkan oleh perusahaan.

Sebagai karyawan, kamu pun harus bisa memberikan kontribusi maksimal kepada perusahaan. Seperti simbiosis mutualisme dengan hubungan yang saling menguntungkan, itulah hubunganmu dengan perusahaan karena memang sebagian besar nasib perusahaan ada di tanganmu. Jadi, jangan ragu untuk terus mengasah skill dan menjadi salah satu aset paling berharga yang dibutuhkan oleh perusahaan.

Selain itu, memberikan karyawan perlindungan dari asuransi kesehatan karyawan terbaik juga bisa memotivasi mereka untuk bisa bekerja dengan lebih maksimal. Dapatkan produk asuransi kesehatan karyawan terbaik dengan mengisi form dibawah ini!