Alat Berat Excavator: Fungsi, Jenis, Harga, dan Cara Kerja

Alat Berat Excavator: Fungsi, Jenis, Harga, dan Cara Kerja

Alat berat merupakan sebuah mesin berukuran besar yang sengaja didesain untuk melakukan pekerjaan berat. Mulai dari pemindahan bahan bangunan, pengerjaan tanah, melakukan penggalian, dan lain sebagainya. Alat-alat berat biasa digunakan untuk pekerjaan konstruksi, seperti pembangunan gedung, jalan, atau pertambangan yang membutuhkan bantuan mesin untuk memudahkan pekerjaan.

Alat-alat berat diproduksi oleh negara-negara maju di seluruh dunia, seperti Jepang, Amerika, Swedia, Korea Selatan, dan lain-lain. Negara-negara yang tidak memproduksi biasanya akan mengimpor alat-alat berat untuk memudahkan pekerjaan pembangunan di negaranya. Namun, tidak menutup kemungkinan apabila perusahaan alat berat memiliki satu kantor di suatu negara untuk menyuplai kebutuhan alat-alat berat.

Alat Berat Excavator

Salah satu alat berat yang mungkin masih asing di telinga adalah excavator. Excavator adalah alat berat dengan rangkaian lengan atau batang, tongkat atau bahu, dan keranjang. Masing-masing rangkaian ini berfungsi sebagai alat keruk dan tenaga untuk menggerakkan hidrolik.

Excavator digerakkan oleh mesin diesel yang terdapat pada bagian atas track shoe atau roda rantai. Alat ini biasa dikatakan sebagai alat serbaguna karena dapat digunakan untuk berbagai jenis pekerjaan. Namun, tujuan utama penggunaannya adalah untuk menggali, memuat material ke dalam dump truck atau loading, membuat kemiringan atau sloping, dan memecahkan batu. 

Alat ini pertama kali diciptakan tahun 1835 oleh seorang teknisi asal Amerika Serikat, bernama William Smiths Otis. Awalnya hanya ada 7 unit excavator di seluruh dunia. Alat ini merupakan perkembangan dari alat pengeruk tenaga uap yang bernama power shovel.

Mulanya excavator hanya digunakan di atas rel kereta. Alat ini dioperasikan menggunakan keranjang pengeruk yang ditarik menggunakan rantai. Seiring perkembangan teknologi, pembuatan excavator atau sering disebut beko menjadi lebih canggih, sehingga fungsinya di bidang konstruksi menjadi semakin meningkat.

Fungsi Alat Berat Excavator

Alat berat serbaguna ini memiliki peranan penting dalam sektor konstruksi, pertambangan, perkebunan, dan sektor lainnya. Seperti yang telah disebutkan di atas, fungsi utamanya adalah untuk menggali material. Di sisi lain, alat ini juga memiliki fungsi sebagai berikut:

  • Mengangkut berbagai macam material, seperti batu-batuan, tanah, dan lumpur
  • Mengeruk sedimentasi lumpur yang ada di sungai, danau, dan tepi dermaga
  • Meratakan dan memadatkan tanah
  • Menghancurkan material
  • Membongkar material untuk menancapkan pondasi tiang pancang
  • Membantu pekerjaan yang masih berkaitan dengan pertambangan dan kehutanan

Jenis-jenis Excavator

Alat penggali ini terdiri dari beberapa jenis dengan spesifikasi pekerjaan yang berbeda-beda. Anda dapat memilih salah satunya sesuai kebutuhan pengerjaan. Adapun jenis-jenis excavator yang perlu diketahui adalah sebagai berikut.

1. Crawler

Disebut crawler karena dijalankan menggunakan roda berantai yang terdapat di sisi kiri dan kanan. Jika diperhatikan lagi, roda berantai yang ada pada alat ini mirip tank yang biasa digunakan oleh tentara. Fungsi roda berantai adalah untuk membuat alat ini dapat berjalan stabil pada permukaan yang berlumpur atau kasar.

Crawler digunakan untuk menata lanskap, penambangan, dan menggali parit. Keunggulan jenis ini adalah dapat digunakan di permukaan yang tidak rata. Sedangkan kelemahannya adalah gerakan yang cukup lambat, lebih lambat daripada wheeled.

2. Wheeled

Jenis selanjutnya adalah wheeled yang biasa digunakan untuk pekerjaan di permukaan keras, tapi lebih datar. Tak heran apabila roda pada alat ini berjalan lebih cepat. Cocok digunakan untuk medan beton atau aspal.

Sekilas, alat ini mirip dengan crawler. Perbedaannya terletak pada roda yang digunakan, karena terbuat dari bahan karet. Bukan tanpa alasan, penggunaan bahan karet bertujuan agar wheeled memiliki daya cengkam yang baik

3. Suction

Excavator yang satu ini sering digunakan untuk pekerjaan bawah tanah, sehingga dapat memperkecil tingkat kerusakan pada bagian yang mudah retak. Selain ini, suction juga sering digunakan untuk membersihkan puing-puing. Suction memiliki daya hisap tinggi yang dapat meminimalisir potensi kerusakan pada tempat pengerjaan.

Daya hisap ini memiliki pipa berdiameter 30 cm. Meski tergolong kecil, pipa ini dapat bekerja dengan water jet mencapai kecepatan 320 km per jam. Dengan kecepatan ini, pipa dapat menyedot puing maupun tanah dengan cepat.

4. Long reach

Merupakan jenis excavator yang cocok digunakan untuk area yang sulit dijangkau. Misalnya, untuk proyek pembongkaran yang ada di sungai atau di atas danau. Alat ini memiliki boom dan lengan yang panjangnya dapat diatur sesuai kebutuhan. 

Panjang lengannya dapat diatur hingga 30 meter. Kelebihan alat ini adalah dapat menjangkau wilayah galian dengan jarak yang jauh. Kelemahannya adalah tidak bisa digunakan pada area atau tempat yang sempit.

Baca Juga: Berbagai Bentuk Badan Usaha: Pengertian dan Jenisnya

Harga Alat Berat Excavator

Harga alat berat excavator tentu berbeda-beda, tergantung pada jenis yang ingin dibeli. Harga juga dipengaruhi oleh merek atau brand excavator itu sendiri. Anda perlu membandingkan harga dan kualitasnya terlebih dahulu sebelum membeli. 

Harga alat berat excavator baru di Indonesia sangat bervariasi, umumnya berkisar antara Rp 500 juta hingga lebih dari Rp 3 Miliar untuk kelas standar. Perbedaan harga ini sangat bergantung pada merek (seperti Caterpillar, Komatsu, Hitachi, atau Kobelco), kapasitas tonase, ukuran bucket, serta fitur teknologi yang tersemat di dalamnya. Sementara untuk excavator bekas, harganya mengikuti fluktuasi pasar, jam kerja (hour meter), dan riwayat perawatan mesin.

Cara Kerja Excavator 

Excavator bukanlah alat berat yang dioperasikan dengan gerakan maju atau mundur saja. Alat ini memiliki bucket yang dioperasikan menggunakan tuas kontrol. Sebelum mengoperasikannya, pekerja diwajibkan memenuhi syarat-syarat berikut ini:

  • Tenaga excavator yang bekerja di perusahaan wajib memiliki sim B2
  • Selalu menggunakan baju keselamatan dan topi selama bekerja
  • Mengecek kondisi excavator sebelum digunakan untuk mengatasi hambatan yang mungkin terjadi dalam kegiatan pengoperasian

Adapun panduan cara kerja excavator adalah sebagai berikut:

A. Menjalankan bagian bucket dan boom: panel kontrol atau tuas bagian kanan

  • Menurunkan boom : mendorong tuas ke depan
  • Menaikkan boom : menarik tuas ke belakang
  • Menutup bucket : menggeser tuas ke kiri
  • Membuka bucket : menggeser tuas ke kanan

B. Mengontrol arah putaran kabin (Swing) dan pergerakan lengan (Arm): tuas bagian kiri

  • Menarik arm ke arah kabin (Arm In) : menarik tuas ke belakang
  • Memanjangkan/menjauhkan arm (Arm Out) : mendorong tuas ke depan
  • Menggeser kabin ke kiri : menggeser tuas ke kiri
  • Menggeser kabin ke kanan : menggeser tuas ke kanan

C. Mengunci tuas excavator: shut off atau locker pada bagian sebelah kiri

  • Menutup fungsi tuas excavator : menarik tuas ke atas
  • Membuka fungsi tuas excavator : mendorong tuas ke bawah

D. Menjalankan dan membelokkan excavator: tuas track kanan dan kiri di bagian depan

  • Menggerakkan excavator maju (ke depan) : mendorong kedua tuas (kanan & kiri) secara bersamaan ke depan
  • Menggerakkan excavator mundur (ke belakang) : menarik kedua tuas secara bersamaan ke belakang
  • Belok ke kiri : menarik tuas kanan ke belakang
  • Belok ke kanan : menarik tuas kiri ke belakang

Asuransi Alat Berat dan Manfaatnya

Mengingat harganya yang cukup mahal, alat-alat berat seperti excavator perlu diproteksi menggunakan asuransi alat berat. Dengan asuransi, perusahaan dapat meminimalisir kerugian apabila terjadi kerusakan pada alat-alat berat yang dioperasikan. Selain excavator, beberapa objek pertanggungan asuransi alat berat, di antaranya:

  • Excavator
  • Dozer
  • Dump truck
  • Crane
  • Motor grader
  • Tractor
  • Compactor
  • Backhoe
  • Compressor
  • Forklift
  • Wheel loader
  • Concrete mixer
  • Vibrating roller

Salah satu jenis polis asuransi yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi adalah Contractor’s Plant and Equipment (CPE). Polis CPE memberikan jaminan saat alat-alat berat sedang bekerja, sedang diam, maupun saat dibongkar saat perawatan dilakukan. Manfaat lainnya yang bisa didapatkan dari polis CPE, antara lain:

  • Jaminan kebakaran, disambar petir, akibat ledakan, kejatuhan pesawat, dan asap
  • Jaminan kerusuhan, pemogokan, dan huru-hara
  • Jaminan angin topan, banjir, badai, dan kerusakan akibat air
  • Jaminan bencana alam, seperti tanah longsor, tsunami, gempa bumi, dan letusan gunung berapi
  • Jaminan atas perampokan atau pencurian
  • Jaminan akibat kelalaian atau kesalahan dalam pengoperasian

Sementara hal-hal yang dikecualikan dalam asuransi alat berat, antara lain:

  • Kerusakan karena kesalahan sendiri sesuai yang tercantum dalam ikhtisar polis asuransi
  • Kerugian atau kerusakan akibat elektrikal atau mekanik, kegagalan, patah, maupun kekacauan mekanik. Namun apabila kerusakan tersebut menyebabkan kecelakaan tertentu, maka perusahaan asuransi akan memberikan ganti rugi
  • Kerugian atau kerusakan pada alat-alat pelengkap yang dapat diganti, seperti kepingan, bor, mata pisau gergaji, tuangan, pola, dan lain sebagainya
  • Kerugian atau kerusakan akibat ledakan boiler maupun bejana yang memiliki tekanan
  • Kerugian atau kerusakan yang timbul akibat penggunaan umum, kecuali untuk penggunaan konstruksi
  • Kerugian atau kerusakan karena sebagian atau seluruh bagian terbenam saat air pasang

Hati-hati Saat Mengoperasikan Alat Berat

Selain berisiko menambah pengeluaran perusahaan, penggunaan alat-alat berat secara ceroboh dapat merugikan orang di sekitarnya. Penting agar operator lebih hati-hati saat mengoperasikan alat-alat berat. Tidak hanya excavator, tapi juga alat-alat berat lain.

Alat berat untuk kebutuhan konstruksi/pembangunan merupakan aset bisnis yang penting. Lindungi aset bisnis Anda dengan produk asuransi terbaik, cukup dengan mengisi form dibawah ini!

Tower Crane: Pengertian, Jenis, Cara Pemasangan, dan Asuransi Terbaik

Tower Crane: Pengertian, Jenis, Cara Pemasangan, dan Asuransi Terbaik

Penggunaan alat berat adalah hal yang sangat umum dalam dunia konstruksi. Alasannya karena luasnya medan pekerjaan di bidang konstruksi. Dengan bantuan alat-alat berat tersebut, pekerjaan diharapkan menjadi lebih mudah dan cepat selesai.

Salah satu alat berat yang sering digunakan adalah tower crane . Crane yang dipakai saat ini awalnya terbuat dari kayu sebelum akhirnya dibuat dari besi dan baja. Apa itu tower crane, bagaimana cara pemasangan tower crane, dan informasi lengkapnya akan dibahas pada artikel berikut ini.

Pengertian Tower Crane

Tower crane adalah salah satu alat berat yang digunakan untuk memindahkan maupun mengangkat material, baik secara vertikal dan horizontal. Alat ini bentuknya menyerupai huruf L terbalik. Alat ini sering kali ditemukan ditemukan di dalam proyek konstruksi, khususnya pembangunan gedung-gedung tinggi.

Tinggi tower crane bisa mencapai 80 meter. Tingginya dapat diatur sesuai kebutuhan pembangunan. Semakin tinggi suatu gedung yang ingin dibangun, maka semakin tinggi pula tower crane yang digunakan.

Daya angkat maksimumnya adalah 18 ton. Tapi, perlu diketahui bahwa beban seberat ini tidak boleh diposisikan di ujung jib. Justru semakin berat beban yang ingin diangkat, harus semakin dekat pula posisinya dengan tiang tower agar pengangkatan beban menjadi aman. 

Pembebanan dalam tower crane menggunakan prinsip Load Moment (momen beban). Sebagai contoh, jika sebuah crane memiliki kapasitas 300 tonne-meter, maka apabila beban letaknya 30 meter dari tiang, maka berat beban yang boleh diangkat adalah 10 ton. Apabila letak beban 50 meter dari tiang, maka berat beban yang boleh diangkat sebesar 6 ton saja. 

Fungsi Tower Crane 

Seperti yang sudah disebutkan pada poin sebelumnya, fungsi tower crane adalah untuk mengangkat dan memindahkan material ke gedung-gedung tinggi. Material tersebut dapat berupa multiplek, besi, beton, pelat lantai, kolam, atau pengecoran balok. Proses pemindahan perlu dilakukan secara hati-hati, khususnya dalam pengecoran, sehingga penuangan adonan semen dapat dilakukan tepat sasaran.

Jenis-jenis Tower Crane

Penggunaan tower crane dipercaya akan memudahkan pekerjaan konstruksi. Adapun jenis-jenis tower crane yang sering digunakan, antara lain.

1. Rail Mounted Tower Crane

Jenis yang pertama adalah rail mounted tower crane. Bagian bawah pada tower ini dipasang pada rel dan dapat berjalan pada bagian yang sudah disusun sesuai jalur. Cara kerjanya lebih praktis dibandingkan tower crane statis, tapi penggunaannya dibatasi pada ketinggian tertentu karena alat ini tidak diikat ke struktur bangunan, melainkan berjalan di atas rel. 

2. Tied-in Tower Crane

Ketinggian tower crane yang berdiri bebas (free-standing) umumnya mencapai sekitar 80 hingga 100 meter, namun bisa jauh lebih tinggi jika diikatkan pada struktur bangunan (tied-in), dan sering digunakan pada bangunan yang ketinggiannya kurang dari 100 meter. Tower ini memiliki ciri khas pada bagian mast section-nya. Pengait pada tower terbuat dari besi baja yang kemudian diikatkan pada struktur bangunan untuk mengurangi goncangan akibat terpaan angin pada tower crane. 

3. Free Standing Tower Crane

Merupakan jenis crane yang paling sering digunakan dalam dunia konstruksi. Kelebihan tower ini adalah membuat waktu pembongkaran dan pemasangan menjadi lebih cepat. Sayangnya, penggunaan tower hanya diperbolehkan sampai ketinggian 100 meter saja.

Baca Juga: Dump Truck: Cara Kerja, Jenis, dan Kelebihannya

Bagian-Bagian Tower Crane

Tower crane memiliki bagian tertentu dengan fungsinya masing-masing. Adapun bagian tower crane yang perlu diketahui, di antaranya.

1. Base Station

Merupakan bagian dasar crane yang dibuat dengan 4 kaki penopang yang ditanam atau di cor di tanah. Pondasi berfungsi sebagai penahan beban agar tower crane tidak jatuh. Maka, material pembuatnya harus kuat agar tidak mengganggu pekerjaan konstruksi.

2. Mast Section

Merupakan rangkaian dari beberapa bagian yang menjadi tiang tower crane itu sendiri. Bagian ini bentuknya vertikal yang tingginya dapat diatur sesuai ketinggian bangunan. Pada bagian vertikal terdapat tangga yang biasa digunakan oleh operator crane untuk naik ke atas dan mengoperasikan crane sesuai kebutuhan.

3. Slewing

Letaknya ada di bagian atas mast section. Fungsinya adalah untuk memutar bagian atas tower crane hingga 360 derajat. Tombol kendali slewing bisa ditemukan pada bagian handle di kabin kontrol.

4. Counter Jib

Disebut juga sebagai counter balance, karena fungsinya untuk menyeimbangkan antara tower crane dan tie bar. Di dalamnya terdapat imbangan berat (counter weight) yang diisi beban agar bagian jib (boom) bergerak seimbang. Massa atau beban yang dipasang telah melalui proses perencanaan dan perhitungan terlebih dahulu.

5. Jib

Jib crane merupakan bagian yang berfungsi sebagai tempat untuk meletakkan motor trolley dan hoist. Bagian ini adalah rel yang dilengkapi dengan kaitan hoist crane untuk mengangkat beban. Terdapat dua jenis bagian jib, yaitu:

  • Saddle jib, yaitu jib yang memiliki instalasi 90 derajat pada tiang crane.
  • Luffing jib, yaitu jib yang dirangkai dengan sudut lebih dari 90 derajat saat proses instalasi dilakukan.

6. Tower Top

Bagian ini terdiri dari cathead (puncak tower) dan kabin kontrol yang menjadi tempat bagi operator crane untuk mengoperasikan tower crane. Semua pergerakan pada tower crane ada pada bagian ini. Di dalam kabin kontrol biasanya terdapat kursi, tombol, dan dua buah handle yang memiliki fungsi berbeda, yaitu:

  • Menurunkan dan mengangkat hoist
  • Memutar motor slewing
  • Menggeser motor trolley, baik maju maupun mundur

Cara Pemasangan Tower Crane

Cara pemasangan tower crane dimulai dengan melakukan penanaman base station dan pengecoran. Setelah kering, mast section dipasang hingga mencapai ketinggian tertentu. Diikuti dengan pemasangan bagian lainnya, seperti counter jib, kabiin kontrol, trolley, dan lain sebagainya.

Sementara untuk cara kerja tower crane dibagi ke dalam beberapa pergerakan, di antaranya:

  • Lifting, yaitu mengangkat beban dari bagian dasar ke atas
  • Trolleying, yaitu perpindahan trolley secara horizontal
  • Slewing, yaitu rotasi yang terjadi pada poros mesin slewing

Fakta penting: Pemasangan tower crane dibantu oleh mobile crane untuk merakit bagian bawah, lalu tower crane “membangun dirinya sendiri” ke atas menggunakan sistem hidrolik (climbing frame).

Risiko Operasional Tower Crane

Pengoperasiaon tower crane tidak sembarangan. Tak heran apabila perusahaan sering membuka lowongan kerja operator tower crane untuk memastikan alat ini digunakan dengan baik dan benar. Dengan demikian, risiko operasional yang sifatnya fatal dapat diminimalisir. 

Berbicara mengenai risiko, terdapat tiga risiko utama operasional tower crane, di antaranya.

1. Risiko Listrik

Hampir 50 persen dari kecelakaan tower crane yang terjadi bersumber dari kontak listrik yang memenuhi tower crane . Kontak listrik terjadi saat crane ingin memindahkan material yang ada di dekatnya, di bagian bawah saluran listrik, atau garis hoist yang menyentuh salah satunya. Bahayanya tidak hanya menimpa operator saja, tapi juga karyawan lain di sekitar.

Penting bagi operator untuk mempertimbangkan saluran listrik yang terhubung sebelum mulai mengoperasikan crane. Operator juga perlu menjaga kecepatan kerja saat berada di zona listrik. Dengan demikian, tidak ada pihak manapun yang dirugikan saat pengorasian crane.

2. Overloading

Sekitar 80 persen dari kegagalan struktural operasional crane terjadi karena overload. Ketika beban yang diangkat lebih berat, crane akan mengalami kerusakan ireversibel. Kelebihan berat tidak hanya terjadi saat material yang diangkat di luar kapasitas seharusnya, tapi juga saat komponen yang digunakan rusak dan kebiasaan menyeret beban.

Penting agar operator crane mengetahui kapasitas masing-masing crane yang ingin digunakan. Dibutuhkan pelatihan khusus untuk hal ini. Jika tidak memenuhi syarat, maka operator sebaiknya tidak diperbolehkan untuk mengoperasikan crane guna mengurangi bahaya yang mungkin terjadi.

3. Material Jatuh

Operator yang memiliki gangguan penglihatan, terjadinya benturan blok kail (two-blocking), tergelincir, dan kegagalan mekanis dapat menyebabkan material jatuh. Fatalnya adalah menyebabkan cedera serius hingga kematian. Risiko material jatuh terjadi hampir 20 persen saat pengoperasian crane.

Selain melatih operator dalam mengoperasikan crane, risiko yang satu ini dapat dicegah dengan cara melakukan perawatan hoist secara teratur. Operator perlu memeriksa seluruh komponen dan bagian crane sebelum dioperasikan. Jika ada bagian yang rusak, maka perlu diperbaiki untuk menghindari bahaya serius.

Asuransi Perlindungan Tower Crane Terbaik

Selain berisiko tinggi, alat-alat berat seperti tower crane dibanderol dengan harga yang mahal. Perusahaan memerlukan asuransi untuk melindungi alat-alat berat. Jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, maka perusahaan asuransi akan memberikan ganti rugi yang maksimal. 

Salah satu asuransi yang direkomendasikan adalah Contractor’s Plant and Equipment (CPE). Asuransi ini menjamin semua risiko kerusakan atau kerugian fisik yang muncul akibat pengoperasian crane. Polis CPE memberikan jaminan saat alat-alat berat sedang bekerja, sedang diam, maupun saat dibongkar saat perawatan dilakukan. 

Manfaat dalam asuransi jenis CPE, di antaranya:

  • Jaminan kebakaran, disambar petir, akibat ledakan, kejatuhan pesawat, dan asap
  • Jaminan kerusuhan, pemogokan, dan huru-hara
  • Jaminan angin topan, banjir, badai, dan kerusakan akibat air
  • Jaminan bencana alam, seperti tanah longsor, tsunami, gempa bumi, dan letusan gunung berapi
  • Jaminan atas perampokan atau pencurian
  • Jaminan akibat kelalaian atau kesalahan dalam pengoperasian

Sementara pengecualian dari manfaat asuransi CPE, antara lain:

  • Kerusakan elektrik, ledakan boiler
  • Penggantian bagian-bagian crane
  • Kerusakan akibat aus atau korosi
  • Perang, terorisme, atau ledakan nuklir
  • Kerusakan yang masih dalam garansi
  • Kerusakan yang disengaja

Tempatkan Tower Crane di Tempat yang Efektif

Bahaya operasional crane sering terjadi di dunia konstruksi. Maka dari itu, crane perlu ditempatkan pada tempat yang efektif untuk mengurangi sejumlah bahaya maupun risiko yang mungkin terjadi saat pengoperasian. Misalnya, di tempat yang menjangkau seluruh area bangunan dengan minimal luas sebesar 10 meter. 

Dapatkan produk asuransi yang menawarkan perlindungan terbaik untuk alat-alat berat sebagai aset bisnis yang berharga dengan mengisi form dibawah ini.

Cara Cek Resi SiCepat Cargo dan Proses Klaimnya

Cara Cek Resi SiCepat Cargo dan Proses Klaimnya

Belanja online merupakan salah satu gaya hidup masyarakat masa kini. Status pengiriman belanjaan dapat dicek menggunakan nomor resi sesuai ekspedisi masing-masing. Misalnya, ekspedisi sicepat cargo yang biasanya terdiri dari kombinasi kode dan angka unik untuk mengetahui keberadaan paket. 

Layanan cargo kerap kali menjadi pilihan, karena jauh lebih murah daripada layanan pengiriman lain. Sangat cocok untuk pengiriman barang dalam partai besar. Agar lebih aman, kamu dapat menambahkan asuransi pengiriman setiap kali ingin melakukan pengiriman.

Layanan Pengiriman dari SiCepat

Sicepat merupakan salah satu ekspedisi di Indonesia yang memiliki berbagai layanan pengiriman yang dapat dipilih oleh masyarakat. Ada Sicepat cargo, halu, reguler, best, untung, h3lo, dan SiCepat Go! Yuk, kenalan dengan masing-masing layanan SiCepat!

1. SiUntung

  • Layanan pengiriman cepat dengan harga reguler tanpa biaya tambahan
  • Lama pengiriman 15 jam, khusus wilayah Jakarta dan Bandung
  • Dapat digunakan untuk pengiriman ke seluruh Indonesia.

2. Best

  • Estimasi pengiriman 1 hari ke kota-kota besar di Indonesia
  • Berlaku untuk pengiriman ke seluruh Indonesia.

3. SiCepat Halu

  • Pengiriman dengan tarif mulai dari Rp5.000
  • Tersedia di e–commerce
  • Lama pengiriman sesuai ketentuan platform
  • Berlaku untuk pengiriman ke seluruh Indonesia.

4. Gokil (SiCepat Cargo)

  • Layanan pengiriman dengan volume besar dan dalam jumlah banyak
  • Berat minimum barang kiriman adalah 10 kg
  • Lama pengiriman disesuaikan dengan ketentuan platform
  • Pelacakan paket dapat dilakukan dengan cara cek resi sicepat gokil cargo
  • Berlaku untuk pengiriman ke seluruh Indonesia.

5. H3lo

  • Layanan pengiriman dengan ongkos kirim yang lebih hemat. Bayar 2 kg untuk berat barang 3,3 kg
  • Biaya pengiriman disesuaikan dengan tarif SiUntung
  • Berlaku di social commerce, drop paket di gerai atau PUDO
  • Estimasi pengiriman 1-3 hari
  • Berlaku di seluruh Pulau Jawa dan Bali.

6. SiCepat Go!

  • Merupakan layanan pengiriman internasional, yaitu Benua Asia, Eropa, Afrika, Australia, dan Amerika
  • Tidak berlaku di negara yang termasuk dalam kategori high risk country
  • Estimasi pengiriman disesuaikan dengan lokasi negara tujuan
  • Berlaku di Jabodetabek, Bandung, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Medan, Makassar, dan Denpasar

Baca Juga: JNE Cargo: Ketentuan, Cara Cek Resi, dan Cek Ongkir

Syarat dan Ketentuan Umum Pengiriman SiCepat

  • Pengirim diwajibkan untuk mengemas barang kiriman sebaik mungkin sebelum dikirimkan untuk melindungi isi barang selama dalam proses pengiriman
  • Pengirim diwajibkan untuk memberitahu isi barang yang akan dikirimkan. Pemberian keterangan yang tidak benar sepenuhnya akan ditanggung oleh pengirim
  • Pengirim menjamin bahwa barang yang telah diserahkan kepada sicepat akan diterima oleh penerima yang sah
  • Pengirim diwajibkan mencantumkan informasi data pengirim dan penerima pada kemasan yang akan dikirimkan secara lengkap. Di antaranya berupa nama lengkap, alamat, dan nomor telepon
  • Sicepat tidak akan menerima atau memproses paket yang dikategorikan dalam barang berbahaya
  • Sicepat tidak menerima kiriman yang dilarang dalam ketentuan layanan maupun perundang-undangan yang berlaku
  • Sicepat berhak untuk memeriksa barang kiriman. Tujuannya untuk memastikan bahwa barang yang akan dikirimkan ke alamat penerima tidak melanggar hukum
  • Pengirim wajib menyertakan asuransi pengiriman untuk melindungi paket selama dikirimkan dengan nilai ganti rugi hingga Rp50.000.000
  • Jika tidak menyertakan asuransi, maka biaya ganti rugi apabila barang hilang atau rusak maksimal 10 kali lipat dari biaya pengiriman atau maksimal Rp1.000.000. Sedangkan nilai penggantian dokumen hilang maksimal sebesar Rp50.000
  • Sicepat tidak bertanggungjawab terhadap kerugian atau kerusakan yang terjadi di luar kemampuan pengawasan sicepat atau akibat force majeure
  • Pengirim dianggap telah menyetujui syarat dan ketentuan yang berlaku saat menyerahkan paket kepada sicepat
  • Metode pembayaran untuk pengiriman paket dapat menggunakan uang tunai, OVO, Gopay, dan Shopeepay.

Cara Cek Resi SiCepat Gokil Cargo

Untuk mengetahui keberadaan paket, kamu dapat melakukan cek resi sicepat gokil cargo kapan dan di mana saja. Pengecekan nomor resi dapat dilakukan dengan berbagai cara, di antaranya.

1. Melalui Website Resmi

  • Masuk ke website resmi SiCepat di http://www.sicepat.com/checkAwb 
  • Ketik nomor resi pada kolom No.Resi
  • Klik lacak, maka informasi keberadaan paket akan ditampilkan di layar.

2. Melalui Aplikasi Sicepat Ekspres

  • Unduh aplikasi SiCepat pada smartphone
  • Masuk ke aplikasi dengan memilih Sign Up apabila belum memiliki akun, dan Log In apabila sudah memiliki akun
  • Klik kolom lacak paket yang ada di bagian pojok kiri atas
  • Masukkan nomor resi yang ingin dilacak
  • Klik lacak, maka informasi keberadaan paket akan ditampilkan di layar.

3. Melalui E-Commerce

  • Pastikan kamu sudah membayar pesanan terlebih dahulu
  • Pilih menu “transaksi” yang ada pada aplikasi atau website e-commerce yang digunakan
  • Klik pesanan mana yang ingin dilacak, lalu klik “lihat detail”
  • Informasi keberadaan paket akan ditampilkan di layar.

4. Cek Resi Melalui Kantor Cabang Terdekat

  • Datang ke kantor cabang SiCepat Cargo terdekat di kotamu
  • Informasikan kepada petugas bahwa kamu ingin melacak paket
  • Berikan nomor resi kepada petugas, maka petugas akan memberitahukan informasi pengiriman kepadamu.

Cara Cek Ongkir SiCepat Cargo

Ongkos kirim atau ongkir yang dibayar berbeda-beda, tergantung jarak antara asal dan tujuan pengiriman. Semakin jauh jarak dan sulit dijangkau, biasanya semakin mahal ongkir yang dibayarkan. Begitu pula sebaliknya.

Cek ongkir sicepat cargo dapat dilakukan dengan mengunjungi website resmi sicepat di alamat http://www.sicepat.com/deliveryFee. Selanjutnya, kamu bisa ikuti langkah-langkah berikut ini:

  • Memasukkan kota asal pengiriman
  • Memasukkan kota tujuan pengiriman
  • Tambahkan informasi berat barang yang ingin dikirimkan
  • Jangan lupa masukkan dimensi barang untuk paket berukuran besar
  • Klik “cek harga”, maka informasi ongkir akan ditampilkan di layar. Tidak hanya ongkir cargo sicepat saja, tapi juga layanan lainnya.

Baca Juga: Cara Cek Resi dan Cek Ongkir J&T Cargo

Cara Mengajukan Klaim SiCepat

Keterlambatan pengiriman merupakan hal yang wajar dalam dunia ekspedisi, terutama saat libur besar. Jika paket tak kunjung diterima, kamu dapat melakukan komplain kepada sicepat atau klaim apabila barang dalam keadaan rusak. Beberapa cara mengajukan klaim yang bisa dijadikan pilihan, antara lain.

1. Melalui Situs Resmi

  • Buka situs resmi sicepat di http://www.sicepat.com/contactus 
  • Isi nama, alamat email, nomor telepon, nomor resi, dan keluhan yang ingin disampaikan
  • Klik “I’m not a robot”
  • Klik “kirim pesan”

2. Melalui Call Center

  • Hubungi call center sicepat di nomor 021-5020-0050
  • Mengirimkan chat ke whatsapp sicepat di nomor 0812 9966 6088

3. Melalui Email

Menyampaikan keluhan atau keinginan klaim melalui email resmi di alamat customer.care@sicepat.com.

4. Melalui Sosial Media

  • Kirimkan pesan melalui direct message pada salah satu sosial media resmi sicepat, seperti Twitter, Facebook, maupun Instagram
  • Ikuti langkah-langkah yang disampaikan CS untuk proses klaim.

Perlu diketahui bahwa sicepat menetapkan batas waktu kepada penerima untuk menyampaikan keluhan maupun mengajukan klaim. Batasan waktu tersebut mengikuti ketentuan sebagai berikut:

  • Pengaduan paket hilang total maksimal 14 hari kalender
  • Pengaduan paket hilang parsial maksimal 2 hari kalender
  • Pengaduan paket rusak maksimal 2 hari kerja, yaitu Senin – Sabtu.

Penting: Saat mengajukan klaim barang rusak atau hilang sebagian, pelanggan wajib melampirkan bukti Video Unboxing tanpa jeda (dari awal paket masih tersegel rapat hingga dibuka) beserta foto resi yang menempel pada paket dan nota pembelian barang.

Istilah-istilah dalam Pengiriman Barang SiCepat 

Saat mengecek resi pengiriman, kamu pasti sering menemukan berbagai istilah asing. Istilah ini dapat berupa kode tertentu, seperti:

  • AU : dalam proses
  • ANT : paket sedang dalam proses
  • CAN : pengiriman di cancel
  • DLV : paket berhasil dikirimkan dan sudah diterima oleh penerima
  • Pick : kurir sedang dalam perjalanan ke alamat pengiriman untuk menjemput paket 
  • On transit : paket sedang transit di kota lain dan sedang menunggu waktu penjadwalan untuk dikirimkan ke kota tujuan
  • Manifested : paket sudah sampai di kantor SiCepat, dan sedang dalam proses pengiriman
  • On process : paket sedang dalam proses untuk dikirimkan
  • Bad Address (BA) : pengiriman paket bermasalah. Penyebabnya bisa karena alat yang dicantumkan tidak sesuai atau nomor telepon penerima tidak bisa dihubungi
  • Request pickup : sicepat telah menerima permintaan agar paket segera dijemput ke alamat pengirim
  • Cnee Unknown (CU) : paket bermasalah
  • Paket dibawa si Gesit : paket sedang dalam proses pengantaran ke alamat penerima
  • Not at Home (NTH) : paket telah coba diantarkan ke alamat penerima, tapi penerima sedang tidak ada di rumah
  • Closed One Delivery Attempt (CODA): paket telah coba diantarkan, tapi terdapat kesalahan pada alamat pengiriman atau penerima tidak ada di tempat. Silakan menghubungi sicepat atau datang ke kantor sicepat cargo terdekat

SiCepat Cargo adalah Solusi Pengiriman Hemat

Bagi yang memiliki bisnis, terutama barang-barang berat dan berukuran besar, maka kargo adalah salah satu metode pengiriman terbaik. Kamu dapat gunakan layanan sicepat cargo untuk kebutuhan pengiriman yang hemat biaya. Dengan demikian,  bisnis dapat berjalan lancar karena pembeli dapat menekan ongkos kirim yang akan dibayarkan.

Bagi yang mempunyai bisnis tertentu, penting untuk memperhatikan jasa pengiriman kargo yang terbaik di tanah air. Pilihlah yang menawarkan skema tarif pengiriman murah dengan layanan yang berkualitas. Ketika ada komplain di kemudian hari, maka komplain dapat diselesaikan dengan baik tanpa merugikan pihak manapun. 

Pengiriman barang berdimensi besar dan berat melalui kargo memiliki risiko kerusakan yang lebih tinggi selama di perjalanan. Jangan biarkan operasional bisnis Anda terganggu akibat kerugian finansial dari paket yang rusak atau hilang. Lindungi aset pengiriman perusahaan Anda dengan Asuransi Pengiriman dan Logistik (Marine Cargo) dari Cermati Protect. Kami siap memberikan proteksi menyeluruh untuk jalur darat, laut, dan udara.

JNE Cargo: Ketentuan, Cara Cek Resi, dan Cek Ongkir

JNE Cargo: Ketentuan, Cara Cek Resi, dan Cek Ongkir

Kehadiran ekspedisi sangat membantu masyarakat dan pelaku usaha untuk mengirim barang, baik dalam kota, antar kota, maupun antar provinsi. Tentu dengan ukuran yang berbeda-beda. Mulai dari kecil, sedang, hingga besar.

JNE Cargo adalah salah satu layanan ekspedisi yang membantu mengirimkan paket dalam ukuran dan volume besar. Tidak perlu khawatir, karena barang yang dikirimkan aman selama alamat tujuan yang dicantumkan benar. Untuk memastikan perjalanan paket, kamu dapat melakukan pelacakan ke situs resmi JNE dengan memasukkan nomor resi.

Mengenal Pengiriman JNE Cargo

JNE Cargo, JNE Trucking, dan JTR sama saja. Tiga sebutan ini sama-sama mengindikasikan pengiriman yang dilakukan oleh JNE. JNE Cargo merupakan layanan pengiriman paket berat dan besar yang kini tersedia di berbagai marketplace di Indonesia.

Proses pengiriman paket menggunakan armada truk, mengingat paketnya besar dan berat. Jalur yang digunakan adalah darat dan udara dengan ongkos kirim yang lebih murah bila dibandingkan dengan layanan JNE lainnya. Misalnya JNE Reguler, JNE Yes, dan OKE. 

Terdapat beberapa persyaratan layanan JNE Cargo, di antaranya:

  • Berat minimal 5 kg, tapi akan dikenakan tarif minimum 10 kg
  • Paket yang beratnya di atas 250 kg per koli akan dikenakan biaya tambahan sesuai ketentuan yang berlaku
  • Jika berat volumetrik lebih besar dari berat aktual, maka perhitungan yang digunakan adalah (PxLxT) x 1 kg / 6.000
  • Apabila nilai barang 10 kali lebih tinggi daripada ongkos kirim, sebaiknya dilengkapi dengan asuransi dengan nilai 0,2% dari harga barang
  • Terdapat biaya admin atas asuransi sebesar Rp5.000
  • Khusus paket yang membutuhkan packing lebih lanjut, maka akan dikenakan biaya tambahan
  • Memperbolehkan pengiriman sepeda motor

Beberapa barang yang tidak diperbolehkan dikirim via JNE Cargo, di antaranya:

  • Jenis obat-obatan terlarang
  • Makanan yang cepat basi dalam hitungan hari
  • Barang mudah terbakar
  • Bahan-bahan peledak
  • Barang lainnya yang dilarang oleh pemerintah

Layanan Tambahan (Value Added Services) JNE Cargo

1. Opsi Packaging Khusus dengan Biaya Tambahan

JNE Cargo menyediakan berbagai jenis kemasan tambahan yang dapat dipilih sesuai kebutuhan barang, seperti box karton, packing kayu, bubble wrap, styrofoam, paper tube, dan instapack. Layanan ini sangat penting untuk memastikan keamanan barang selama proses pengiriman, khususnya untuk barang yang mudah pecah, elektronik, atau barang berharga lainnya. Pengemasan kayu, misalnya, sangat direkomendasikan untuk barang pecah belah dan elektronik karena memberikan perlindungan maksimal dari benturan dan tekanan.

2. Asuransi Barang

JNE Cargo menawarkan layanan asuransi pengiriman untuk memberikan perlindungan ekstra terhadap risiko kerusakan atau kehilangan barang selama proses pengiriman. Asuransi ini sangat dianjurkan untuk barang dengan nilai tinggi atau barang yang rentan rusak. Dengan mengikuti asuransi, pelanggan akan mendapatkan perlindungan finansial jika terjadi kerusakan, kehilangan, atau keterlambatan pengiriman yang menyebabkan kerugian.

3. Pengiriman dengan Jadwal Tertentu

JNE Cargo juga menyediakan opsi pengiriman dengan penjadwalan khusus, yang memungkinkan pelanggan memilih waktu pengiriman sesuai kebutuhan. Fitur ini sangat berguna bagi pelaku bisnis atau individu yang membutuhkan pengiriman pada hari atau jam tertentu, misalnya untuk memastikan barang sampai sebelum akhir pekan atau menghindari hari libur nasional ketika operasional terbatas.

Perbedaan JNE Cargo dan JNE Biasa

JNE menyediakan layanan pengiriman barang yang berbeda-beda. Antara JNE Cargo dan JNE Biasa tentu terdapat perbedaan. Adapun perbedaan tersebut, antara lain.

1. Berat Paket yang Dikirimkan

Perbedaan pertama adalah berat paket yang dikirimkan. Untuk jasa pengiriman kargo, berat minimum paket adalah 5 kg. Sedangkan untuk jasa pengiriman biasa, perhitungan ongkos kirim dimulai dari berat minimum 1 kg. Meskipun bisa mengirim barang berat, pengguna umumnya memakai layanan biasa untuk paket di bawah 10 kg agar ongkos kirim tetap ekonomis.. 

Pengiriman kargo menyediakan layanan Full Truckload (FTL) dan Less Than Truckload (LTL). Layanan ini memungkinkan kapasitas barang yang dimuat menjadi lebih banyak. Barang yang telah dikemas bisa diantarkan sendiri ke kantor ekspedisi terdekat. 

2. Harga Paket yang Dikirimkan

Tarif yang dikenakan untuk pengiriman kargo mulai dari 10 kg. Jika berat paket 5 kg, maka tarif yang dikenakan akan disamakan dengan berat 10 kg. Berbeda dengan JNE biasa yang perhitungan tarifnya mulai dari berat 1 kg. 

Jika kamu ingin mengirimkan barang yang beratnya di atas 10 kg, sebaiknya gunakan jasa pengiriman kargo. Sebab, total tarif JNE Cargo yang dibayar menjadi lebih murah dibandingkan jasa pengiriman biasa. Jika bobotnya ringan, jasa pengiriman biasa tentu lebih menguntungkan.

3. Jenis Paket yang Dikirimkan

Paket yang dikirimkan menggunakan pengiriman biasa adalah paket berukuran kecil yang tidak menghabiskan banyak tempat. Kurir yang mengantarkan paket pun dapat mengantarnya dengan sepeda motor. Lain halnya dengan pengiriman kargo. 

Paket yang dikirimkan biasanya berupa bahan makanan yang awet, sepeda motor, hingga perabotan. Mengingat ukuran paketnya besar, kurir akan mengirimkan paket menggunakan mobil van atau box tertutup. Biasanya akan ditemani oleh kenek juga untuk membantu mengangkat barang ke alamat penerima. 

4. Estimasi Waktu Pengiriman Paket

Perbedaan berikutnya adalah dari segi estimasi waktu pengiriman paket. Estimasi pengiriman ekspedisi kargo lebih lama, yaitu antara 3-14 hari. Sedangkan ekspedisi biasa cuma menghabiskan waktu 1-3 hari saja. 

Selain karena bobot, transportasi yang digunakan saat pengiriman barang sangat mempengaruhi estimasi waktu pengiriman. Seperti yang diketahui, laju sepeda motor lebih cepat dibandingkan truk. Di sisi lain, treatment untuk barang-barang yang di kargo harus hati-hati agar tidak rusak selama di perjalanan. 

5. Pengemasan Paket

Paket yang dikirimkan melalui kargo biasanya dikemas dengan cara khusus agar tidak catat atau cepat rusak selama di perjalanan. Paketnya biasa dilapisi dengan bubble wrap ditambah kardus tebal. Bahkan tidak sedikit yang ditempel dengan stiker fragile agar barang tidak dicampakkan seenaknya. 

Kondisi yang berbeda dengan pengiriman biasa. Paket akan dibungkus dengan bubble wrap, kardus atau diberi paper bag saja. Kemudian, paket akan dibawa ke kantor ekspedisi terdekat untuk dikirimkan kepada pembeli. 

6. Fasilitas Pengantaran Paket

Seperti yang sudah disinggung pada poin sebelumnya, fasilitas pengantaran paket untuk pengiriman kargo adalah menggunakan truk, van, atau mobil box. Setelah itu, paket akan di drop ke beberapa titik tertentu. Sebut saja terminal, bandara, atau stasiun terdekat.

Pada ekspedisi biasa, pengantaran tahap akhir (last-mile delivery) ke rumah penerima umumnya dilakukan menggunakan sepeda motor agar lebih cepat dan fleksibel menjangkau jalan sempit. Sementara pada JNE Cargo, karena dimensi barangnya besar, pengantaran hingga ke alamat tujuan seringkali mengharuskan penggunaan mobil van atau truk engkel.. Kalaupun transit di kantor ekspedisi terdekat, biasanya karena pengiriman paket gagal dan akan dijadwalkan untuk dikirimkan ulang pada esok hari.

Cara dan Proses Klaim JNE Cargo

Dalam setiap pengiriman, pihak logistik akan menawarkan penyertaan asuransi sebagai jaminan agar barang diterima dengan baik oleh pembeli. Asuransi dapat dibeli sebelum pembayaran, tepatnya saat menentukan jenis pengiriman. Jika seandainya barang rusak, maka pembeli dapat mengajukan klaim asuransi kepada ekspedisi. 

Berikut ini cara mengajukan klaim ke JNE Cargo yang bisa dilakukan, di antaranya:

  • Menyiapkan bukti rekaman Video Unboxing paket tanpa jeda (no pause) dari awal paket masih tersegel utuh hingga terlihat letak kerusakan/kekurangan barangnya
  • Datang ke kantor ekspedisi terdekat, telepon call center di nomor 021 2927 8888, atau kirim email ke alamat customercare@jne.co.id 
  • Bawa dokumen yang diperlukan, seperti invoice atau bukti faktur pembelian, bukti resi asli dan asuransi, serta mengisi surat klaim
  • Tunggu sampai proses klaim berhasil

Note: dokumen pengajuan klaim harus diserahkan paling lama 2 minggu setelah barang diterima. Lewat dari waktu ini, maka klaim tidak akan diproses oleh pihak JNE. 

Cara Cek Resi JNE Cargo

Untuk cek resi JNE Cargo, kamu dapat mengikuti beberapa langkah tracking di bawah ini:

Contoh Riwayat Pengiriman JNE Cargo

21-04-2023 17:00 

Pengiriman diserahkan ke counter JNE (Jakarta Selatan)

21-04-2023 22:00

Barang diproses di sorting center (Jakarta Selatan)

21-04-2023 23:00 

Barang diterima oleh sorting center JNE (Jakarta Selatan)

22-04-2023 00:30

Berangkat dari transit gateway (Gateway Jakarta)

24-04-2023 10:00 

Berangkat dari transit gateway (Gateway Medan)

24-04-2023 17:00 

Diterima di gudang (Medan DC)

25-04-2023 09:00 

Dengan kurir A dan akan dikirimkan ke alamat penerima

25-04-2023 17:00 

Barang diterima oleh: Yang bersangkutan

Cara Cek Ongkir JNE Cargo

Setelah mengetahui mekanisme atau cara kerja JNE Cargo tracking, kamu juga bisa cek ongkir JNE Cargo untuk mengetahui total biaya pengiriman. Tata cara mengecek tarif JNE Cargo adalah sebagai berikut:

  • Buka laman resmi JNE Cargo di https://www.jne.co.id/id/tracking/tarif 
  • Masukkan alamat pengirim, destinasi, dan berat barang
  • Ketikkan captcha sesuai angka atau huruf yang disediakan
  • Klik “cek”
  • Informasi tentang JNE Cargo tarif pun akan ditampilkan secara detail. Kamu bisa jadikan ini sebagai bahan pertimbangan sebelum mengirimkan barang kepada siapapun

Baca Juga: Cara Cek Resi dan Cek Ongkir J&T Cargo

Kemas Barang dengan Rapi Saat Menggunakan JNE Cargo

Kargo adalah salah satu alternatif pengiriman yang tepat dan dapat diandalkan untuk jenis paket yang besar dan berat. Setelah dikirimkan, kamu dapat melacak posisi paket dengan mudah melalui fitur JNE Cargo cek resi yang bisa diakses di laman resmi JNE. Apabila barang tak kunjung sampai, kamu bisa menghubungi customer service melalui email atau hotline

Mengingat barang-barang yang dikirimkan menggunakan jasa kargo adalah barang besar dan berat, pastikan pengemasan barang dilakukan dengan baik untuk menghindari kerusakan selama di perjalanan. Misalnya dengan menambahkan bubble wrap berlapis, karton tebal, menempelkan stiker fragile, dan menambahkan asuransi pengiriman. Dengan demikian, barang menjadi lebih aman di perjalanan dan dapat sampai ke alamat penerima tanpa cacat atau kerusakan sedikit pun.

Bagi Anda pelaku bisnis atau perusahaan yang sering melakukan pengiriman kargo dalam jumlah masif, risiko barang rusak atau hilang di jalan tentu bisa mengganggu arus kas perusahaan. Tingkatkan perlindungan operasional bisnis Anda dengan Asuransi Pengiriman dan Logistik (Marine Cargo) dari Cermati Protect. Kami siap merancang polis perlindungan komprehensif untuk setiap rute distribusi darat, laut, dan udara Anda.

Cara Cek Resi dan Cek Ongkir J&T Cargo

Cara Cek Resi dan Cek Ongkir J&T Cargo

Saat ini semakin banyak perusahaan logistik yang hadir di Indonesia untuk memudahkan pengiriman barang, baik ukuran kecil, sedang, maupun besar. Salah satunya adalah J&T yang kini menyediakan layanan pengiriman Cargo. Adanya layanan ini diharapkan dapat mengoptimalkan biaya logistik, sehingga nilai distribusi bagi pelanggan semakin meningkat.

Bagi para pelaku bisnis yang membutuhkan jasa pengiriman barang berat, J&T Cargo dapat dijadikan alternatif. Barang-barang yang telah dikirimkan dapat dilacak menggunakan nomor resi J&T Cargo. Selain itu, ada pula layanan untuk mengecek biaya pengiriman atau ongkir ke seluruh wilayah di Indonesia.

Mengenal Layanan J&T Cargo

Sumber gambar : https://nonstopnews.id/

J&T Cargo adalah layanan pengiriman barang bervolume besar yang disediakan oleh J&T Group. Identitas brand dari J&T Cargo adalah warna hijau yang membedakannya dengan J&T Express. Perbedaan lain antara pengiriman J&T Cargo dan J&T Express, antara lain:

  • Pengiriman kargo cocok untuk partai besar, sedangkan express untuk partai kecil
  • Biaya pengiriman express lebih mahal daripada kargo. Perbedaannya bisa mencapai 50% dari total
  • Layanan express cocok untuk pengiriman dalam kota atau luar kota yang lokasinya mudah dijangkau. Sedangkan kargo cocok untuk pengiriman jauh yang volumenya besar

Dengan tagline “Paket Besar, Cari J&T Cargo”, layanan ini dilengkapi dengan sistem Service Level Agreement (SLA). Sistem ini menjanjikan layanan pengiriman yang cepat dan efisien dengan estimasi 1-3 hari kerja.

Layanan J&T Cargo adalah B2B. Bagi masyarakat yang ingin bermitra atau bekerjasama, peluang terbuka lebar. Masyarakat dapat menanyakan peluang ini kepada bagian Business Development, call center, atau bisa dengan datang ke kantor cabang terdekat.

Berapa Berat Maksimal yang Dapat Dikirimkan J&T Cargo?

Berat maksimal pengiriman J&T Cargo adalah 500 kg, sedangkan berat minimalnya adalah 10 kg. Apabila berat barang yang dikirimkan adalah 5 kg, maka ongkir yang ditanggung penjual akan sama dengan berat 10 kg. Jika lebih dari 10 kg, maka ongkir akan disesuaikan dengan ketentuan dari pihak J&T Cargo sendiri. 

J&T Cargo menghadirkan layanan pengiriman via udara dan darat. Layanan ini dilengkapi dengan sistem full tracking untuk mengetahui posisi barang dengan cepat. Sistem klaim yang ditawarkan juga mudah dan cepat.

Bagaimana Cara Melakukan Klaim di J&T Cargo?

Klaim dapat dilakukan apabila barang yang dibeli dilengkapi asuransi. Apabila barang mengalami kerusakan di perjalanan atau dinyatakan hilang, pembeli dapat menghubungi call center J&T Cargo di nomor 021-8066-1666. Setelah itu, pembeli dapat mengambil formulir klaim asuransi di drop point terdekat, mengisi, dan melengkapi seluruh persyaratan yang dibutuhkan. 

Anda juga bisa mengirim email ke jntcare@jtcargo.id dengan melampirkan invoice/nota pembelian barang asli serta video unboxing paket tanpa jeda untuk membuktikan kerusakan/kehilangan yang terjadi selama pengiriman untuk bisa mengajukan klaim.

Produk dan Layanan J&T Cargo

Sesuai informasi yang didapatkan dari website resmi J&T Cargo, berikut tiga jenis layanan dan produk yang ditawarkan. 

1. Layanan SLA

Merupakan pengiriman antar kota via darat maupun udara dengan layanan tepat waktu. Proses operasional yang ditawarkan berjalan efisien, paket terjamin, dan dapat dilacak secara berkala. Satu yang paling menarik adalah memiliki layanan hotline yang eksklusif.

2. Kargo Kecil

Melayani pengiriman kargo dengan ukuran kecil, seperti produk fashion,elektronik, kosmetik, makanan, dan perangkat keras ke seluruh wilayah yang ada di Indonesia. Layanan ini menyediakan pengiriman tepat waktu, transit dan pengantaran prioritas. Terdapat dua kategori barang dengan pengiriman kargo kecil, yaitu H50 (untuk berat di bawah 50 kg) dan H100 (untuk berat antara 50-100 kg).

3. Kargo Standard

Prosedur operasional yang dijalankan pada layanan ini adalah tipe standard. Meski demikian, layanan pengiriman tetap aman, efisien, dan tepat waktu dengan harga yang cukup terjangkau. Terdapat dua kategori pengiriman kargo standard, yaitu H300 (berat antara 100-300 kg) dan H500 (untuk barang dengan berat di atas 300 kg hingga 500 kg).

4. Layanan Tambahan

Setiap pengiriman menggunakan J&T Cargo akan dilengkapi dengan layanan tambahan, di antaranya:

  • Kemasan aman
  • Perwakilan saat penerimaan paket
  • Asuransi barang
  • Layanan gabungan antara warehouse dan distribusi
  • Layanan warehouse
  • Pengembalian tanda terima barang

Elaborasi Estimasi Waktu Pengiriman Berdasarkan Rute J&T Cargo

Untuk membantu pelanggan memperkirakan kapan paket mereka akan sampai, penting untuk menyajikan estimasi waktu pengiriman J&T Cargo berdasarkan rute dan moda transportasi yang digunakan, yaitu darat dan udara. Estimasi ini sangat berguna agar pelanggan dapat mengatur jadwal penerimaan dan mengantisipasi waktu pengiriman barang.

Rute PengirimanModa TransportasiEstimasi Waktu Pengiriman
Jakarta – SurabayaDarat2-3 hari
Jakarta – MedanUdara1-2 hari
Jakarta – BaliDarat + Laut3-4 hari
Jakarta – MakassarUdara2 hari
Bandung – SemarangDarat1-2 hari
Surabaya – BalikpapanUdara2 hari
Jakarta – YogyakartaDarat1-2 hari
Jakarta – PapuaUdara3-4 hari

Cara Cek Resi J&T Cargo

Nomor resi J&T Cargo sendiri terdiri dari 12 digit angka yang akan otomatis diupdate sesuai lokasi barang. Pelacakan dapat dilakukan melalui website resmi J&T Cargo, marketplace, maupun aplikasi. Adapun cara cek resi J&T Cargo adalah sebagai berikut.

Cara Cek Resi J&T Cargo via Marketplace

  • Buka aplikasi tempat berbelanja
  • Masuk ke menu pemberitahuan atau notifikasi, lalu klik
  • Pada menu pembelian, klik tombol “sedang dikirim”
  • Di sana akan ditampilkan daftar barang yang dipesan, lalu pilih pesanan mana yang ingin dilacak
  • Letak atau posisi barang pun akan ditampilkan lengkap dengan estimasi tiba

Cara Cek Resi J&T Cargo via Website

  • Kunjungi website resmi J&T Cargo tracking di https://www.jtcargo.id/tracking
  • Copy paste atau ketik nomor resi yang sudah didapatkan dari penjual
  • Pilih menu lacak atau gambar loop yang ada pada halaman website
  • Informasi tracking J&T Cargo akan ditampilkan. Mulai dari riwayat perjalanan, status pengiriman, dan waktu pengiriman

Cara Cek Resi J&T Cargo via Aplikasi

  • Unduh aplikasi resmi J&T Cargo di Google Play Store (untuk Android) atau App Store (untuk iOS)
  • Buka aplikasi, lalu pilih bahasa yang akan digunakan
  • Bagi yang belum punya akun bisa pilih menu “daftar”, masukkan identitas pribadi sesuai kolom yang disediakan
  • Pilih “dapatkan kode verifikasi”, lalu tunggu SMS masuk
  • Masukkan kode OTP, centang persetujuan, dan pilih berikutnya
  • Registrasi selesai, lalu log in untuk memulai
  • Setelah masuk, pilih menu “pesanan” di bagian bawah
  • Ketik nomor resi, lalu pilih “search”
  • Informasi berupa status pengiriman terkini akan ditampilkan

Berapa Ongkir J&T Cargo?

Sama seperti layanan logistik lainnya, J&T Cargo juga mempunyai tarif ongkir yang berbeda-beda. Besarnya tarif tidak sama rata, karena berbeda-beda sesuai dengan lokasi tujuan. Semakin jauh dan sulit dijangkau lokasi tujuan, maka semakin mahal pula ongkir yang dibayar pembeli dan sebaliknya.

Jarak pengiriman ini juga akan mempengaruhi waktu pengiriman. Tidak menutup kemungkinan apabila pengiriman tertunda atau melebihi estimasi yang sudah ditetapkan, karena alasan tertentu. Sebut saja jam operasional, keterbatasan kurir, dan akses yang dilalui.

Namun, ketahuilah bahwa ongkir akan semakin murah apabila beratnya semakin besar. Dalam dunia ekspedisi kargo, biaya pengiriman tidak hanya dihitung dari berat timbangan (berat aktual), tetapi juga Berat Volume (Volumetrik). Jika seorang pelanggan mengirim barang ringan tetapi memakan tempat besar (seperti boneka besar, kasur busa, atau bumper mobil), J&T Cargo akan mengenakan tarif volumetrik.

Cara Cek Ongkir J&T Cargo

Cara mengecek ongkir J&T Cargo sangatlah mudah. Berikut ini langkah-langkahnya:

  • Buka website resmi di situs https://www.jtcargo.id/
  • Pada halaman utama, klik menu “cek ongkir” di bagian sebelah kanan 
  • Masukkan lokasi pengirim, lokasi tujuan, berat, dimensi, cara pembayaran, dan metode pengiriman yang diinginkan
  • Klik tombol “cek”
  • Silakan geser potongan puzzle yang ditampilkan pada posisi yang kosong untuk verifikasi
  • Biaya ongkir pun akan ditampilkan lengkap dengan estimasi pengiriman yang dibutuhkan

Keunggulan Pengiriman Jasa Cargo

Bagi yang sering berbelanja atau mempunyai usaha online bervolume besar, maka pengiriman dengan J&T Cargo sangat disarankan. Perbandingan harga yang perlu dibayarkan lumayan fantastis bila dibandingkan dengan layanan J&T Express. Untuk lebih jelasnya, berikut keunggulan pengiriman jasa J&T cargo yang perlu dipertimbangkan.

  • Harga J&T Cargo jauh lebih murah dibandingkan jenis pengiriman lain
  • Jangkauan pengiriman lebih luas dengan cakupan wilayah yang kini mencapai 98% di Indonesia
  • Memiliki 3000 outlet yang tersebar di seluruh Indonesia
  • Pelacakan paket cepat dan mudah, karena dapat dilakukan di e-commerce, website, maupun aplikasi JET Cargo
  • Memiliki layanan gratis jemput barang atau pick up, jadi cukup efisien bagi pebisnis online

Tekan Biaya Pengiriman dengan Layanan Kargo

J&T Cargo selalu berupaya untuk meningkatkan efisiensi bisnis melalui ketepatan waktu pengiriman, keamanan pengiriman, dan jangkauan wilayah yang lebih luas. J&T Cargo menjadi solusi layanan logistik bagi para pelaku usaha untuk mengirimkan barang berukuran besar atau dalam partai besar. Dengan jaminan keamanan data yang tinggi, data konsumen tidak mudah dibobol oleh siapapun.

Bagi pelaku usaha atau pembeli, layanan kargo adalah pilihan terbaik untuk menekan biaya pengiriman yang konon sangat mahal. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah pengemasan barang. Pastikan barang telah dibungkus rapi dan aman, sehingga barang dapat sampai ke tangan penerima atau pembeli dengan selamat tanpa cacat sedikit  pun. 

Berikan perlindungan menyeluruh yang mencakup seluruh pengiriman barang Anda baik melalui udara, darat dan laut dengan mengisi formulir di bawah ini.

Perlindungan Asuransi Bisnis Dropship: Cara Aman Mengelola Risiko di Era E-Commerce

Perlindungan Asuransi Bisnis Dropship: Cara Aman Mengelola Risiko di Era E-Commerce

Model bisnis dropship semakin diminati karena fleksibel, tidak membutuhkan modal besar, dan memberikan peluang bagi siapa pun untuk membuka toko online tanpa harus menyimpan stok barang. Namun, meski terlihat mudah, bisnis dropship tetap memiliki risiko yang perlu dikelola. Keterlambatan pengiriman, kerusakan barang, kesalahan supplier, hingga komplain pelanggan bisa menjadi masalah serius bagi pemilik bisnis.

Untuk menghadapi berbagai risiko tersebut, perlindungan asuransi bisnis dropship menjadi solusi yang mulai banyak diadopsi pelaku e-commerce modern. Asuransi tidak hanya melindungi dari kerugian finansial, tetapi juga membantu menjaga reputasi toko yang sangat penting dalam persaingan marketplace.

Artikel ini mengulas secara lengkap jenis perlindungan asuransi untuk dropshipper, cara kerjanya, manfaat, perbandingan produk, serta cara memilih polis yang tepat.

Mengapa Dropshipper Perlu Perlindungan Asuransi?

Model dropship membuat penjual sangat bergantung pada pihak ketiga, yaitu supplier atau distributor. Hal ini menyebabkan pemilik toko tidak memiliki kontrol langsung terhadap kualitas barang maupun proses pengiriman. Risiko-risiko berikut menjadi alasan utama dropshipper membutuhkan perlindungan asuransi:

1. Tingginya Risiko Pengiriman

Barang dikirim dari supplier langsung ke pelanggan. Jika terjadi kehilangan atau kerusakan, pelanggan tetap menyalahkan toko, bukan supplier.

2. Keterbatasan Kontrol Kualitas

Penjual tidak melihat barang secara langsung sebelum dikirim, sehingga potensi cacat produk lebih tinggi.

3. Komplain dan Dispute yang Menguras Waktu

Keterlambatan atau salah kirim sering terjadi dalam dropship. Tanpa perlindungan, dampaknya bisa besar pada reputasi toko.

4. Persaingan Ketat di Marketplace

Marketplace besar menilai performa toko berdasarkan rating, kecepatan respons, dan jumlah komplain. Tanpa perlindungan, risiko akun terkena penalti lebih besar.

5. Potensi Kerugian Finansial

Refund, retur barang, dan klaim dari pelanggan bisa menghabiskan margin keuntungan yang biasanya tidak besar dalam sistem dropship. Dengan perlindungan asuransi yang tepat, dropshipper dapat menjaga kelancaran operasional dan menjaga posisi di pasar.

Jenis-Jenis Perlindungan Asuransi untuk Bisnis Dropship

Ada beberapa jenis polis yang relevan untuk model bisnis dropship. Setiap polis melindungi risiko tertentu dan dapat digabung tergantung kebutuhan toko.

1. Asuransi Pengiriman (Shipping Insurance)

Melindungi barang yang dikirim dari risiko:

  • hilang
  • rusak
  • tertahan dalam proses pengiriman
  • salah rute

Ini adalah perlindungan dasar paling populer bagi dropshipper.

2. Asuransi Produk (Product Liability Insurance)

Polis ini melindungi penjual dari tuntutan jika produk yang dijual:

  • menyebabkan cedera
  • merusak barang konsumen
  • tidak sesuai spesifikasi

Ini sangat penting bagi dropshipper yang menjual elektronik, perlengkapan bayi, alat olahraga, atau barang teknik.

3. Asuransi Retur Barang

Khusus untuk melindungi proses pengembalian barang oleh pelanggan. Cocok untuk produk fashion, gadget, atau kategori dengan tingkat pengembalian tinggi.

4. Asuransi Kelalaian Supplier

Jika terjadi:

  • pengiriman barang palsu
  • produk tidak sesuai sampel
  • keterlambatan ekstrim dari pihak supplier
  • kesalahan dalam pembungkusan
  • Penjual bisa mengajukan klaim kepada asuransi, tidak perlu menanggung penuh kerugian.

5. Asuransi Perlindungan Pendapatan (Business Interruption Insurance)

Untuk dropshipper dengan volume besar, gangguan seperti:

  • sistem supplier down
  • gudang supplier tutup sementara
  • logistik mengalami shutdown

Karena bisa berpotensi menurunkan pendapatan. Asuransi ini memberi kompensasi sesuai kebijakan. Memahami jenis-jenis ini membantu pemilik toko memilih perlindungan yang paling sesuai.

Baca Juga: Tips Memulai Bisnis E-Commerce dengan Sukses

Risiko-Risiko dalam Bisnis Dropship yang Sering Terjadi

Dropship memiliki risiko unik yang tidak ditemukan dalam bisnis konvensional. Berikut beberapa risiko yang paling umum:

1. Barang Tidak Sesuai Deskripsi

Supplier berbeda cara memotret atau mendeskripsikan produk.

2. Kesalahan Varian

Warna, ukuran, atau model sering tertukar karena stok besar dan penanganan cepat.

3. Keterlambatan Pengiriman Ekstrem

Beberapa supplier mengirim dari luar kota atau luar negeri, sehingga waktu pengiriman sulit diprediksi.

4. Double Order atau Kegagalan Sistem

Ketidaksinkronan stok membuat toko menjual produk yang sebenarnya sudah habis.

5. Kerusakan dalam Pengiriman

Karena toko tidak mengontrol packing, standar pengemasan sering tidak sesuai.

6. Peningkatan Biaya Refund

Semakin banyak komplain, semakin besar biaya yang harus ditanggung. Semua risiko ini berpotensi mengganggu rating toko dan kepercayaan pelanggan.

Cara Kerja Perlindungan Asuransi Bisnis Dropship

Asuransi untuk dropshipper bekerja dengan mekanisme yang sangat sederhana dan digital:

  1. Toko online mendaftarkan polis sesuai kategori produk yang dijual.
  2. Setiap pesanan otomatis tercatat dalam sistem asuransi.
  3. Jika terjadi masalah seperti barang hilang atau rusak, penjual mengajukan klaim.
  4. Asuransi melakukan verifikasi melalui:
    • nomor resi
    • foto barang
    • laporan logistik
  5. Setelah validasi, pembayaran klaim dikirim ke rekening penjual atau diganti dalam bentuk kredit transaksi.

Beberapa penyedia bahkan bekerja sama langsung dengan marketplace lokal sehingga proses klaim lebih cepat dan transparan.

Baca Juga: Risiko Bisnis E-Commerce dan Cara Mengatasinya

Apa Saja Manfaat Perlindungan Asuransi bagi Dropshipper?

  • Menggunakan asuransi memberikan banyak keunggulan kompetitif.
  • Mengurangi Beban Finansial
  • Dropshipper tidak harus menanggung kerusakan atau kehilangan barang sepenuhnya.
  • Menjaga Rating Toko
  • Kebijakan refund cepat yang didukung asuransi membuat pelanggan lebih puas.
  • Meningkatkan Kepercayaan Pembeli
  • Pembeli cenderung memilih toko yang memberikan jaminan keamanan transaksi.
  • Meningkatkan Efisiensi Operasional
  • Proses retur, klaim, dan komplain menjadi lebih mudah dikelola.
  • Memperkuat Loyalitas Pelanggan

Dengan risiko belanja rendah, pelanggan cenderung kembali membeli dari toko yang sama.

Asuransi membantu bisnis tetap stabil meski operasional bergantung pada banyak pihak.

Cara Memilih Perlindungan Asuransi Dropship yang Tepat

Untuk mendapatkan manfaat maksimal, dropshipper perlu memilih polis yang benar-benar sesuai kebutuhan.

1. Sesuaikan dengan Kategori Produk

Produk rapuh, elektronik, makanan, atau fashion memiliki risiko berbeda.

2. Periksa Jangkauan Perlindungan

Pastikan polis menanggung pengiriman dari supplier ke pelanggan, bukan hanya sebaliknya.

3. Bandingkan Premi

Pilih premi yang seimbang antara biaya dan manfaat.

4. Perhatikan Proses Klaim

Semakin cepat proses klaim, semakin kecil gangguan terhadap arus kas.

5. Pilih Penyedia Asuransi Terpercaya

Penyedia dengan integrasi marketplace biasanya lebih stabil.

6. Cek Pembatasan Polis

Beberapa barang seperti kosmetik atau produk kesehatan mungkin memiliki batasan klaim.

Dengan memperhatikan faktor-faktor ini, penjual bisa menghindari premi yang tidak efisien.

Dampak Strategis Asuransi bagi Pertumbuhan Bisnis Dropship

Perlindungan asuransi bukan hanya pengaman, tetapi juga strategi pertumbuhan. Manfaat jangka panjangnya meliputi:

  • membantu mengurangi biaya operasional
  • meningkatkan kualitas layanan
  • menurunkan tingkat komplain pelanggan
  • memperbaiki reputasi toko
  • memberikan fleksibilitas kebijakan retur
  • mempermudah ekspansi ke kategori produk yang lebih berisiko

Dalam era e-commerce yang serba cepat, perlindungan yang solid dapat menjadi pembeda antara toko yang tumbuh dan toko yang tersingkir.

Baca Juga: Mengenal Manfaat Asuransi di E-Commerce di Indonesia

Dukungan Asuransi untuk Meningkatkan Keberlanjutan Dropship

Bisnis dropship sangat bergantung pada hubungan antara penjual, supplier, dan logistik. Perlindungan asuransi membuat ekosistem ini lebih aman, stabil, dan dapat diprediksi. Dengan polis yang tepat, dropshipper bisa fokus mengembangkan pasar, membangun brand, dan meningkatkan pelayanan, tanpa terbebani kekhawatiran terhadap risiko pengiriman atau kesalahan pihak ketiga.

Asuransi kini bukan lagi pilihan, tetapi investasi penting untuk keberlanjutan bisnis dropship. Dapatkan asuransi perlindungan bisnis terbaik di Cermati Protect.

Seputar K3 Konstruksi, Mulai dari Pengertian Hingga Penerapannya

Seputar K3 Konstruksi, Mulai dari Pengertian Hingga Penerapannya

Industri konstruksi memiliki tingkat kecelakaan kerja yang tinggi, baik dalam kegiatan perbaikan maupun pembangunan. Misalnya, perbaikan jalan tol, jembatan penyeberangan, penggalian, dan pembangunan gedung. Kegiatan ini membuat pekerja konstruksi berhadapan dengan risiko kecelakaan yang cukup serius. 

Untuk mengantisipasi kecelakaan ini, perusahaan konstruksi akan berupaya untuk menerapkan sistem manajemen K3 konstruksi sebaik mungkin. Mulai dari membuat rambu K3 konstruksi, menyediakan alat pelindung diri, dan instruksi bekerja yang aman. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan mengenai K3 konstruksi berikut ini. 

Pengertian K3 Konstruksi

K3 merupakan singkatan dari keamanan, kesehatan, dan keselamatan kerja yang berlaku di industri konstruksi. Sedangkan K3 konstruksi adalah peraturan atau pedoman yang harus dipatuhi oleh karyawan dengan mengedepankan keselamatan, kesehatan, dan keamanan kerja. Alhasil, tercipta lingkungan kerja yang aman dan nyaman bagi semua pihak internal di perusahaan.

Tenaga kerja yang kesehatannya terjaga dan terjamin dipercaya menjadi loyal kepada perusahaan. Selain itu, tenaga kerja juga lebih produktif sehingga proyek dapat berjalan lancar dengan hasil yang maksimal. 

Penerapan K3 konstruksi sifatnya ketat. Aturan di dalamnya tidak hanya ditaati oleh karyawan saja, tapi juga oleh perusahaan. Sebab, hasil dari penerapan K3 konstruksi menguntungkan kedua belah pihak, yaitu perusahaan dan karyawan.

Ringkasan Peraturan K3 Konstruksi di Indonesia

Indonesia memiliki beberapa regulasi penting terkait K3 konstruksi, di antaranya:

PeraturanRingkasan
UU No. 1 Tahun 1970Dasar hukum keselamatan kerja.
Permenaker No. 1 Tahun 1980Pedoman K3 untuk konstruksi bangunan.
PP No. 50 Tahun 2012Sistem Manajemen K3 secara umum.
Permen PUPR No. 05/PRT/M/2014Pedoman SMK3 Konstruksi on site.
Peraturan Pekerjaan Umum LainnyaAturan tambahan terkait proyek dan keselamatan.

Peraturan ini wajib ditaati oleh perusahaan dan pekerja proyek sebagai bagian dari kepatuhan hukum dan pelaksanaan safety management system.

Tujuan Pelatihan K3 Konstruksi

Setiap kegiatan pasti memiliki tujuan yang ingin dicapai, termasuk pelatihan K3 konstruksi. Tujuan umumnya adalah untuk mendapatkan sertifikat K3 konstruksi dari lembaga yang menyelenggarakan setelah mengikuti pelatihan. Sedangkan tujuan spesifiknya tergantung dari jenis pelatihan yang diambil oleh karyawan.

Terdapat dua jenis pelatihan yang bisa diikuti, yaitu pelatihan K3 muda konstruksi dan K3 madya konstruksi. Keduanya memiliki perbedaan, baik dalam tujuan maupun dalam hal materi K3 konstruksi yang dipelajari. 

1. Pelatihan K3 Muda Konstruksi

Tujuan yang ingin dicapai, di antaranya:

  • Karyawan dapat memahami prinsip di dalam K3 konstruksi
  • Karyawan mampu mengidentifikasi, menganalisa, dan mengambil tindakan pencegahan atas bahaya yang terjadi
  • Karyawan dapat merancang dan menyusun program-program terkait K3 konstruksi
  • Karyawan mampu mensosialisasikan program K3 konstruksi kepada rekan kerja
  • Karyawan mampu menjalankan tugas sebagai ahli muda K3 konstruksi dengan cara mengintegrasikan sistem manajemen perusahaan dan pelaksanaan yang ada

Sedangkan materi K3 konstruksi yang diajarkan dalam tingkat ahli muda konstruksi, di antaranya:

  • Undang-Undang, Aturan K3, dan standarisasi
  • UU jasa konstruksi yang berkaitan dengan K3
  • Pengetahuan tentang jasa konstruksi
  • Pengetahuan dasar K3
  • Manajemen dan administrasi K3 konstruksi
  • K3 peralatan, pekerjaan mekanikal, elektrikal, pesawat angkat, perancah, dan tangga konstruksi
  • Sistem manajemen lingkungan
  • Sistem pemadam kebakaran
  • Kesiagaan dan sistem darurat
  • Higienitas perusahaan dan proyek
  • Manajemen pelatihan dan kompetensi K3 konstruksi
  • Observasi lapangan
  • Pengetahuan inspeksi
  • Penyusunan makalah

2. Pelatihan K3 Madya Konstruksi

Tujuan yang ingin dicapai, di antaranya:

  • Karyawan mampu memahami dan menerjemahkan UU, peraturan, standarisasi, dan kode tertentu dalam pelaksanaan K3 konstruksi
  • Karyawan mampu mengimplementasikan kaidah manajerial, seperti planning, organizing, actuating, dan controlling
  • Karyawan mampu menumbuhkan budaya kerja K3L menggunakan strategi pendekatan kepada seluruh stakeholder guna memastikan bahwa SMK3L telah dilaksanakan seutuhnya oleh karyawan proyek

Sedangkan materi K3 konstruksi yang diajarkan dalam tingkat ahli madya konstruksi, di antaranya:

  • UU, peraturan, dan standarisasi K3
  • Pengetahuan teknik konstruksi
  • Pengetahuan dasar tentang K3 konstruksi
  • Manajemen dan administrasi K3 konstruksi
  • Sistem manajemen risiko
  • K3 peralatan konstruksi
  • K3 pekerjaan konstruksi
  • K3 ruang tertutup
  • Kesiagaan dan sistem pemadam kebakaran
  • Informasi tentang bahaya radiasi dan radioaktif
  • Sistem manajemen umum, manajemen konstruksi, dan lingkungan
  • Pengetahuan tentang auditing K3
  • Manajemen kompetensi dan pelatihan K3 konstruksi
  • Kesiagaan dan sistem tanggap darurat
  • Higienitas proyek dan perusahaan
  • Pentingnya komunikasi, kesadaran, dan konsultasi K3 konstruksi
  • Observasi lapangan
  • Penyusunan makalah 

Peraturan tentang K3 Konstruksi

Pelaksanaan kegiatan K3 konstruksi diatur dalam peraturan yang sah. Di Indonesia sendiri, peraturan ini termuat dalam:

  • Undang-Undang No. 2 Tahun 2017
  • Peraturan Pemerintah Pekerjaan Umum No. 5 Tahun 2014
  • Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2012
  • Peraturan Pemerintah Pekerjaan Umum No. 9 Tahun 2008
  • Keputusan Bersama Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Pekerjaan Umum KEP.174 MEN 1986 No. 104 KPTS 1986
  • Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 1 Tahun 1980
  • UU No. 1 Tahun 1970
  • Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No. 2 Tahun 2018

Baca Juga: Manajemen Risiko K3: Pengertian dan Penerapannya

Prinsip Kerja K3 Konstruksi

Sebelum menerapkan K3 konstruksi, terdapat beberapa prinsip kerja yang harus diperhatikan agar pelaksanaan K3 sesuai dengan aturan yang berlaku. Adapun prinsip kerja K3, antara lain.

1. Memperhatikan Kelengkapan Administrasi

Syarat administrasi, seperti dokumen surat-menyurat dipastikan harus lengkap. Dokumen ini dibutuhkan dalam proses pendaftaran proyek di wilayah setempat, pembayaran asuransi ketenagakerjaan, izin penggunaan lahan, dan lain sebagainya. Selain itu, perusahaan juga perlu memastikan adanya surat keterangan penggunaan alat berat dan telah memberitahu rencana proyek kepada pemerintah daerah setempat.

2. Menyusun Safety Plan

Safety plan atau rencana keselamatan merupakan prinsip kedua dari K3 konstruksi. Poin ini merupakan bagian integral dari implementasi K3 yang bertujuan untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja, sehingga proyek berjalan dengan lancar dan aman dari awal sampai akhir. Poin utama dalam safety plan, berupa identifikasi risiko yang dapat terjadi di tempat kerja, teknik pengoperasian alat berat, dan langkah-langkah proses instalasi, dan kontak perusahaan yang dapat dihubungi.

3. Pelaksanaan dan Pelatihan K3

Selain melibatkan pihak internal, kegiatan K3 juga melibatkan pihak eksternal seperti pemerintah atau instansi tertentu. Setiap level safety patrol, safety supervisor, hingga safety manager wajib melaksanakan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Bukan hanya untuk mengawasi pelaksanaan dan pelatihan K3 saja, tapi juga bertugas untuk mengendalikan aturan dan membuat laporan kegiatan. 

Baca Juga: Apa Itu AMDAL? Pengertian, Manfaat, Tujuan, dan Tahap Mengurusnya

Penerapan K3 Konstruksi

Penerapan K3 konstruksi menjadi lebih mudah jika pihak-pihak yang terlibat telah memahami prinsip dasar dari K3 itu sendiri. Secara umum, penerapan K3 dibagi menjadi lima tahap, yaitu.

1. Proses Identifikasi

Pertama adalah melakukan proses identifikasi. Proses ini dilakukan untuk mengenali potensi bahaya yang muncul dari setiap kegiatan. Cara mengidentifikasinya adalah dengan membuat sketsa atau gambaran besar tentang risiko bahaya yang muncul di setiap area pekerjaan.

2. Mengembangkan Strategi

Strategi yang disusun sebaiknya dikembangkan lagi untuk pencapaian yang maksimal. Isinya tidak hanya seputar identifikasi risiko, penilaian risiko, dan pencegahan atas kecelakaan kerja saja. Tapi, juga tentang konsep keselamatan kerja yang akan dilakukan jika karyawan terkena potensi bahaya, sehingga bahaya ini tidak menimbulkan kerugian dalam jumlah yang besar.

3. Implementasi K3

Setelah diidentifikasi dan dikembangkan, K3 konstruksi perlu diimplementasikan dalam proyek konstruksi yang sedang berlangsung. Implementasi tidak hanya sekedar menerapkan cara kerja yang baik dan benar, tapi juga menerapkan pengendalian risiko yang sudah disusun oleh perusahaan. Dengan demikian, potensi terjadinya bahaya di tempat kerja dapat diminimalisir sebaik mungkin demi keselamatan dan keamanan bersama.

4. Mengawasi Penerapan K3

Pelaksanaan K3 perlu diawasi oleh pihak yang bertanggung jawab, seperti kepala proyek, supervisor, atau manajer proyek. Pengawasan ini bertujuan untuk mengetahui berhasil atau tidaknya  implementasi K3 di lapangan. Aktivitas monitoring yang bisa dilakukan berupa inspeksi dan audit internal untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja, sehingga aktivitas proyek dapat berjalan secara optimal.

5. Proses Evaluasi

Tahapan terakhir dalam penerapan K3 konstruksi adalah mengadakan evaluasi terhadap kinerja dan implementasi yang sudah dilakukan sejauh ini. Jika angka penurunan risiko terjadinya kecelakaan kerja belum signifikan, maka pimpinan dapat mengubah pedoman kerja, melakukan lebih banyak pelatihan, dan pengadaan peralatan pelindung diri yang lengkap untuk mengurangi angka kecelakaan kerja.

Tujuan dari proses evaluasi ini adalah untuk memperbaiki kekurangan, kecacatan, dan kelemahan sistem manajemen, sehingga keselamatan kerja semua pihak menjadi terjamin.

Baca Juga: Apa Itu K3? Pengertian, Tujuan, Prinsip, dan Ruang Lingkup

Ikuti Sertifikat K3 Konstruksi di Lembaga Terpercaya

Keselamatan kerja menjadi hal serius yang memerlukan penanganan lanjut untuk menjamin keselamatan karyawan dan menjaga citra perusahaan di mata publik. Upaya yang bisa dilakukan adalah dengan mengadakan pelatihan kerja yang bersertifikat bagi seluruh karyawan. Melalui program pelatihan ini, karyawan akan dibekali ilmu dasar dan pengetahuan mendalam tentang implementasi K3 di tempat kerja. 

Pilihlah pelatihan yang diadakan oleh lembaga terpercaya di Indonesia. Dimana materi K3 konstruksi diajarkan oleh guru atau trainer yang berpengalaman di bidangnya. Sesi pelatihan dapat diikuti sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing, jadi penerapannya menjadi fleksibel. 

Selain memfasilitasi karyawan untuk mengikuti sertifikat K3 konstruksi, perusahaan juga wajib memfasilitasi mereka dengan asuransi kesehatan karyawan sebagai bentuk perlindungan kepada karyawan terutama mereka yang mengerjakan pekerjaan dengan resiko kecelakaan kerja yang tinggi.

Dapatkan asuransi kesehatan karyawan terbaik di Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah ini!

Sertifikasi K3: Manfaat, Syarat dan Cara Mendapatkannya

Sertifikasi K3: Manfaat, Syarat dan Cara Mendapatkannya

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah upaya sistematis untuk menjamin perlindungan tenaga kerja dari kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja. Sertifikasi K3 merupakan pengakuan resmi bahwa seseorang memiliki kompetensi untuk menerapkan prinsip K3 di tempat kerja sesuai standar yang berlaku di Indonesia.

Sertifikasi K3 merupakan syarat yang wajib dimiliki oleh seseorang yang akan bekerja sebagai Ahli K3 Utama atau yang lainnya. K3 sendiri adalah singkatan dari Keselamatan dan Kesehatan Kerja, ini merupakan satu poin penting yang harus diterapkan dengan cara benar di dalam perusahaan.

Setiap perusahaan wajib mempekerjakan AK3U yang sudah profesional dan memiliki sertifikasi K3 dari pihak yang berwenang. Ahli K3 Umum inilah yang akan melakukan pengawasan terhadap penerapan K3 di dalam perusahaan, sehingga seluruh aktivitas perusahaan bisa berjalan dengan aman. 

Baca Juga: Hal Penting Terkait Keselamatan Kerja di Laboratorium

Apa Manfaat Sertifikasi K3 untuk Pemegang Sertifikatnya?

sertifikasi k3

Proses sertifikasi K3 akan melibatkan banyak ilmu yang berbeda, seperti: fisika kesehatan, teknik keselamatan, kesehatan kerja, kimia, dan yang lainnya. Sertifikasi ini akan memberikan banyak manfaat bagi para pesertanya, mengingat ada banyak hal yang dipelajari di sana. 

Berikut ini adalah beberapa manfaat yang didapatkan pemegang sertifikat sertifikasi K3: 

1. Menambah Kompetensi Diri

Selama proses pelatihan sertifikasi, peserta akan belajar berbagai ilmu secara langsung, seperti: penerapan aplikasi kesehatan, prosedur keselamatan kerja, dan yang lainnya. Semua ilmu yang didapatkan dalam pelatihan ini akan meningkatkan kompetensi pemegang sertifikat K3. 

2. Menambah Daya Saing Pekerja

Sertifikasi K3 juga bisa meningkatkan daya saing pekerja dalam mendapatkan pekerjaan. Nilai jual pekerja akan meningkat, sebab memiliki keahlian dalam bidang K3, sehingga peluang untuk mendapatkan pekerjaan maupun karir yang baik lebih terbuka lebar. 

3. Menambah Peluang Mendapatkan Promosi Jabatan

Keahlian yang dimiliki oleh seorang pekerja juga akan sangat membuka peluang untuk mendapatkan promosi jabatan. Kepemilikan sertifikat K3 tentu akan membuka peluang karir yang lebih baik bagi pekerja, termasuk untuk mendapatkan promosi jabatan.

4. Memiliki Kemampuan Menerapkan Operasional K3

Pelatihan K3 akan memberi kesempatan bagi peserta untuk mempelajari dan sekaligus memraktekkan prosedur kesehatan dan keselamatan di lingkungan kerja. Saat sudah menyelesaikan pelatihan, peserta akan memiliki kemampuan untuk menerapkan operasional K3 tersebut dengan baik. 

Jenis Sertifikasi K3 di Indonesia

Berikut adalah jenis sertifikasi yang umum di pasar kerja Indonesia:

Jenis SertifikasiPenjelasan
Ahli K3 UmumKompeten dalam menerapkan manajemen K3 di berbagai industri.
Operator K3 SpesialisasiFokus pengoperasian alat berisiko tinggi (mis. alat berat, listrik).
Petugas K3 KebakaranFokus pada manajemen risiko kebakaran dan evakuasi.
Ahli K3 LingkunganFokus pada pengendalian dampak lingkungan.
SMK3 (Manajemen K3)Sertifikasi untuk implementasi Sistem Manajemen K3 perusahaan.

Apa Manfaat Sertifikasi K3 untuk Perusahaan?

Penerapan prinsip K3 merupakan sesuatu yang wajib dilakukan oleh perusahaan. Hal ini akan membantu perusahaan untuk bisa memastikan keselamatan dan kesehatan pekerja tetap terjaga selama bekerja dan berada di lingkungan perusahaan. Perusahaan juga wajib memberikan sertifikasi bagi pekerja yang akan menjadi Ahli K3 Umum di perusahaannya. 

Berikut ini adalah beberapa manfaat yang didapatkan perusahaan dari sertifikasi K3: 

1. Memenuhi Kewajiban Hukum

Berdasarkan UU Nomor 13 Tahun 2003 terkait Ketenagakerjaan, dijelaskan bahwa  setiap pekerja/ buruh berhak untuk mendapatkan perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja. Selain itu, UU Nomor 1970 tentang Keselamatan Kerja juga mengatur tentang kewajiban setiap perusahaan untuk memiliki ahli K3. 

Berdasarkan ketentuan di atas, maka sudah jelas perusahaan memiliki kewajiban untuk mempekerjakan Ahli K3 Umum yang sudah tersertifikasi. Sertifikasi K3 yang diberikan perusahaan kepada pekerja yang akan menangani bidang tersebut, akan memungkinkan perusahaan memenuhi kewajiban hukum di atas. 

2. Meminimalisir Resiko Saat Bekerja

Penerapan K3 akan meminimalisir risiko-risiko yang terjadi di lingkungan kerja, baik itu yang disebabkan oleh kecelakaan maupun gangguan kesehatan yang diderita pekerja. Pekerja yang sudah memiliki sertifikasi K3 akan melakukan penerapan tersebut dengan baik. 

3. Meningkatkan Citra dan Kredibilitas Perusahaan

Sertifikasi K3 dan penerapannya yang benar akan memungkinkan para pekerja mendapatkan perlakuan yang profesional dan manusiawi dari perusahaan. Bentuk kepedulian akan keselamatan dan kesehatan pekerja ini bisa meningkatkan citra dan reputasi perusahaan di khalayak umum. 

4. Meningkatkan Kepercayaan Klien 

Sertifikasi K3 juga akan membuat tingkat kepercayaan klien semakin bertambah kepada perusahaan. Kebanyakan klien tentu hanya ingin bekerja dengan perusahaan yang benar dan menjaga keselamatan pekerjanya dengan baik. 

5. Meningkatkan Produktivitas Perusahaan

Penerapan K3 akan meminimalisir risiko kecelakaan kerja, termasuk gangguan kesehatan para pekerja. Hal ini akan membuat produktivitas perusahaan mengalami peningkatan, sedangkan risiko keuangan/ pengeluaran biaya kesehatan bisa ditekan, sehingga keuntungan bisa lebih maksimal. 

Apa Saja Syarat Sertifikasi K3? 

Di Indonesia, ada beberapa lembaga yang berwenang untuk menerbitkan sertifikat K3, termasuk Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) dan juga  Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Keduanya akan menerapkan syarat sertifikasi yang berbeda seperti berikut ini: 

Syarat Sertifikasi K3 di BNSP

BNSP merupakan lembaga sertifikasi independen yang memiliki tanggung jawab sebagai pelaksana sertifikasi kompetensi pekerja. Di lembaga ini, Ahli K3 akan dibedakan menjadi 3 tingkatan seperti berikut ini: 

  1. Khusus Tingkat Muda: memerlukan pengalaman kerja dalam bidang K3 dengan rincian berikut:
    • Minimal 6 bulan untuk sarjana K3.
    • Minimal 1 tahun untuk sarjana teknik dan sarjana non teknik.
    • Minimal 2 tahun untuk lulusan D3.
    • Minimal 3 tahun untuk lulusan SLTA.
  2. Khusus Tingkat Madya: memerlukan pengalaman kerja dalam bidang K3 dengan rincian berikut:
    • Minimal 2 bulan untuk sarjana K3.
    • Minimal 5 tahun untuk sarjana teknik non K3.
    • Minimal 7 tahun untuk dan sarjana non teknik.
    • Minimal 8 tahun untuk lulusan D3
    • Minimal 10 tahun untuk lulusan SLTA.
  3. Khusus Tingkat Utama: memerlukan pengalaman kerja di bidang K3 dengan rincian berikut:
    • Minimal 8 bulan untuk sarjana K3.
    • Minimal 10 tahun untuk sarjana teknik dan sarjana non teknik.

Berikut ini adalah syarat-syarat administrasi yang harus dipenuhi oleh peserta untuk sertifikasi K3 di BNSP: 

  1. CV
  2. Fotokopi ijazah terakhir.
  3. Fotokopi KTP/ KITAS/ Paspor.
  4. Pas foto ukuran 3 x 4 (2 lembar).
  5. Surat rekomendasi kerja (jika ada).
  6. Sertifikasi K3 sebelumnya (jika ada).

Baca Juga: 5 Peran Safety Inspector Dalam Menjalankan Operasi Industri

Syarat Sertifikasi K3 di Kemnaker

Berikut ini adalah beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan sertifikat K3 di Kemnaker: 

  1. Peserta adalah sarjana yang sudah memiliki pengalaman kerja minimal 2 tahun dalam bidang keahliannya masing-masing. 
  2. Sarjana Muda atau sederajat yang sudah memiliki pengalaman kerja minimal 4 tahun dalam bidang keahlian masing-masing.
  3. Berbadan sehat.
  4. Berkelakuan baik.
  5. Bekerja penuh pada instansi/ perusahaan terkait.
  6. Lulus dalam seleksi yang dilakukan oleh tim penilai.

Berikut ini adalah syarat-syarat administrasi yang harus dipenuhi para peserta sertifikasi K3 di Kemnaker: 

  1. Daftar riwayat hidup
  2. Fotokopi ijazah terakhir
  3. Sertifikat pendidikan K3 (jika ada).
  4. Surat keterangan berbadan sehat.
  5. Surat keterangan pemeriksaan psikologi.
  6. Surat keterangan pengalaman kerja di bidang K3.
  7. Surat keterangan pernyataan bekerja dari instansi/ perusahaan.

Perbedaan Sertifikasi K3 Kemnaker dan BNSP

AspekKemnakerBNSP
Lembaga penerbitKementerian KetenagakerjaanBadan Nasional Sertifikasi Profesi
FokusSertifikasi ahli K3 wajib sesuai perundanganSertifikasi kompetensi profesional
SifatWajib di beberapa sektorSukarela namun bernilai profesional
KualifikasiLebih ketatLebih fleksibel

Cara Mendapatkan Sertifikat K3

Jika melihat berbagai persyaratan di atas, maka mendapatkan sertifikat K3 tentu terbilang sulit, sehingga harus dipersiapkan dengan sebaik mungkin. Pastikan untuk memenuhi semua persyaratan dengan baik terlebih dahulu, sehingga pengajuan sertifikasi bisa dilakukan dengan lebih mudah. 

Berikut ini adalah beberapa cara yang perlu dilakukan untuk mendapatkan sertifikat K3: 

1. Kumpulkan Informasi Terkait Pelaksanaan Sertifikasi K3

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengumpulkan informasi terkait pelaksanaan sertifikasi K3. Carilah info ini melalui situs resmi lembaga-lembaga yang mengadakan sertifikasi ini, seperti BNSP atau Kemnaker. 

2. Pilih Tempat Pelatihan K3 Yang Tepat

Jika sudah melakukan langkah di atas, maka pilih lembaga yang tepat untuk mendapatkan pelatihan K3. Pastikan semua syarat pelatihan bisa dipenuhi dengan  baik, agar tidak terkendala urusan administrasi dan lainnya. 

3. Pastikan Pengalaman Kerja Memenuhi Syarat 

Masih berkaitan dengan poin di atas, pelatihan K3 menerapkan syarat pengalaman kerja yang cukup ketat. Pastikan pengalaman kerja sudah sesuai dan memenuhi persyaratan tersebut dengan baik. 

4. Siapkan Dananya dengan Baik 

Proses sertifikasi K3 akan membutuhkan biaya yang cukup besar, sehingga perlu disiapkan dengan matang. Diskusikan hal ini dengan pihak perusahaan yang berwenang, sehingga proses sertifikasi bisa berjalan dan selesai tanpa terkendala dana.  

5. Lengkapi Berkas dan Laksanakan Ujian

Langkah selanjutnya adalah melengkapi semua berkas yang dibutuhkan untuk mengikuti pelatihan K3. Selain itu, ikuti ujian yang dilaksanakan oleh tim penilai. Pastikan untuk bisa lulus ujian ini dengan baik, sehingga seluruh syarat mengikuti pelatihan sertifikasi bisa terpenuhi. 

Lakukan Sertifikasi K3 dengan Cara yang Benar

Memberikan sertifikasi K3 kepada karyawan merupakan salah satu kewajiban perusahaan, agar penerapan K3 bisa dilakukan dengan baik. Penting untuk memahami proses yang dibutuhkan untuk sertifikasi ini, agar lebih mudah untuk menyiapkannya. Penuhi semua syarat dan lakukan sertifikasi K3 dengan benar, sehingga sertifikat K3 bisa didapatkan dan digunakan dengan baik.

Selain itu, lindungi juga karyawan dengan asuransi. Cermati Protect menyediakan berbagai produk asuransi kesehatan karyawan yang dapat Anda pilih sesuai kebutuhan. Isi form di bawah ini untuk detailnya!

Apa Itu K3? Pengertian, Tujuan, Prinsip, dan Ruang Lingkup

Apa Itu K3? Pengertian, Tujuan, Prinsip, dan Ruang Lingkup

Kesehatan dan Keselamatan Kerja atau disingkat K3 merupakan instrumen yang melindungi pihak-pihak terlibat, seperti pekerja, perusahaan, masyarakat, dan lingkungan dari hal merugikan yang timbul dari aktivitas kerja. Pelaksanaan K3 diharapkan mampu menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan terbebas dari pencemaran lingkungan. Alhasil, potensi terjadinya kecelakaan maupun penyakit akibat kerja menjadi kecil.

Dalam hal ini, K3 mencakup semua hal yang dapat memproteksi dan mensejahterakan pekerja. Mulai dari pemeriksaan kesehatan rutin, pengawasan pimpinan selama kerja di lapangan, dan lain sebagainya. Informasi lebih jelasnya mengenai K3, termasuk prinsip, tujuan, dan ruang lingkupnya akan dibahas di bawah ini.

Tentang K3 yang Perlu Diketahui

Pengertian keselamatan kerja atau K3 secara umum dapat dibedakan dalam tiga kategori, yaitu:

  1. Secara keilmuan, keselamatan kerja adalah ilmu pengetahuan yang dalam penerapannya berusaha untuk mencegah terjadinya kecelakaan maupun penyakit selama bekerja.
  2. Secara filosofis, keselamatan kerja adalah upaya yang dilakukan untuk memastikan keutuhan dan kesempurnaan pekerja, baik secara jasmani maupun rohani guna menciptakan hasil karya dan budaya masyarakat yang adil dan makmur. 
  3. Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012, keselamatan kerja adalah kegiatan untuk menjamin dan melindungi keselamatan dan kesehatan pekerja melalui upaya pencegahan kecelakaan dan penyakit kerja.

Dalam K3, terdapat tiga norma yang perlu dipahami. Ketiga norma tersebut adalah:

  • Segala aturan yang berkaitan dengan kesehatan dan keselamatan kerja
  • Diterapkan untuk melindungi pekerja
  • Risiko terjadinya kecelakaan dan penyakit kerja

Sementara sasaran dari K3 sendiri, antara lain:

  • Operator dan orang lain yang berkaitan dengan pekerjaan
  • Peralatan maupun mesin yang dioperasikan
  • Proses produksi berjalan lancar

Secara teoritis, terdapat beberapa istilah bahaya yang sering kali ditemukan saat menerapkan K3 di dunia kerja. Istilah tersebut, antara lain:

  • Hazard (sumber bahaya), adalah suatu keadaan yang dapat menyebabkan timbulnya kecelakaan, penyakit, maupun kerusakan yang menghambat kinerja pekerja
  • Danger (tingkat bahaya), adalah peluang bahaya yang sudah terlihat, tapi dapat dicegah dengan berbagai tindakan preventif
  • Risk, adalah tingkat risiko yang mungkin terjadi dalam waktu tertentu
  • Incident, adalah bahaya tidak diinginkan yang muncul akibat kontak dengan sumber energi yang tidak sesuai struktur atau melewati ambang batas
  • Accident, adalah terjadinya bahaya yang menjadikan pekerja sebagai korbannya

Tujuan dan Fungsi Diberlakukan Keselamatan Kerja 

Berdasarkan pengertian yang telah disebutkan di atas, dapat ditarik kesimpulan tentang tujuan K3 dalam dunia kerja. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Setiap pekerja berhak mendapatkan perlindungan atas keselamatan sewaktu bekerja demi tercapainya kesejahteraan hidup dan meningkatnya produktivitas serta produktivitas nasional.
  • Setiap pekerja perlu mendapat jaminan kesehatan dan keselamatan kerja.
  • Penggunaan sumber produksi harus aman dan efisien.
  • K3 berguna untuk mengurangi biaya yang perusahaan harus keluarkan akibat terjadinya kecelakaan dan penyakit kerja, karena telah diantisipasi sebelumnya.

K3 memiliki fungsi yang bermanfaat bagi perusahaan maupun pekerja. Adapun fungsi tersebut, antara lain:

  • Sebagai pedoman untuk melakukan identifikasi dan penilaian terhadap risiko kesehatan dan keselamatan di lingkungan kerja.
  • Memudahkan proses perencanaan, pengorganisasian, dan pelaksanaan kerja.
  • Meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja.
  • Memberi saran yang berkaitan dengan informasi, edukasi, dan pelatihan tentang kesehatan dan keselamatan kerja.
  • Pedoman dalam membuat desain, prosedur, metode, dan program terkait pengendalian bahaya.

Prinsip dalam Keselamatan Kerja

K3 memiliki 8 prinsip yang harus dipenuhi, di antaranya:

  • Keselamatan merupakan tanggung jawab moral.
  • Keselamatan bukan sekedar program, tetapi budaya.
  • K3 adalah bagian dari tanggung jawab manajemen.
  • Pekerja perlu mendapatkan pelatihan agar mampu bekerja dengan aman.
  • K3 merupakan cerminan kondisi ketenagakerjaan.
  • Semua kecelakaan umumnya dapat dicegah.
  • K3 memiliki program yang bersifat spesifik.
  • K3 baik untuk bisnis.

Ruang Lingkup Keselamatan Kerja Karyawan

Terdapat 3 ruang lingkup yang perlu diperhatikan perusahaan dalam melaksanakan K3, di antaranya:

1. Lingkungan Kerja

Adalah tempat di mana pekerja melakukan pekerjaan atau aktivitas. Kondisi kerja harus memadai. Mulai dari suhu, ventilasi, penerangan, hingga situasi guna meminimalisir terjadinya kecelakaan dan penyakit kerja.

2. Alat Kerja dan Bahan

Berkaitan dengan alat kerja dan bahan yang dibutuhkan dalam kegiatan produksi. Alat kerja menjadi salah satu faktor penentu ketepatan produksi. Ditambah bahan atau material yang nantinya akan mempengaruhi kualitas produksi itu sendiri.

3. Metode Kerja

Merupakan standar kerja yang harus dilaksanakan oleh para pekerja agar tujuan kerja tercapai dengan hasil yang efektif dan efisien. Misalnya, pengetahuan tentang cara mengoperasikan suatu mesin atau cara menggunakan alat-alat keselamatan saat bekerja. Dengan metode kerja yang tepat, hal-hal yang merugikan dapat dihindari.

Baca Juga: Tips Perusahaan Menjamin Kesehatan Karyawan di Kantor

Contoh Keselamatan Kerja

Keselamatan kerja atau K3 dibutuhkan di berbagai industri, khususnya yang berada di lapangan.. Misalnya, pertambangan, rumah sakit, alat-alat transportasi, manufaktur, retail, gas, dan lain sebagainya. Setiap industri mewajibkan pekerja untuk memiliki alat pelindung diri selama bekerja.

1. Keselamatan Kerja di Pabrik

Beberapa alat keselamatan kerja dapat berupa:

  • Safety helmet, berguna sebagai pelindung kepala dari benda-benda yang dapat melukai
  • Safety belt, berguna sebagai alat pengaman sewaktu menaiki alat transportasi
  • Penutup telinga, berguna untuk menutup telinga selama bekerja di tempat yang bising
  • Kacamata pengaman, berguna untuk mengamankan mata dari percikan, seperti saat mengelas
  • Sepatu karet (boot), berguna untuk alat pengaman saat bekerja di tempat yang berlumpur atau becek
  • Sepatu pelindung, berguna untuk melindungi kaki dari benda tajam. Terbuat dari kulit dengan sol karet yang tebal dan kuat, serta dilapisi metal
  • Sarung tangan, berguna untuk melindungi tangan dari berbagai cedera yang mungkin terjadi
  • Pelindung wajah, berguna untuk melindungi wajah dari percikan benda asing selama bekerja
  • Masker, berguna untuk menyaring udara yang masuk saat bekerja di tempat yang berdebu atau beracun
  • Jas hujan, berguna untuk memproteksi badan dari percikan benda tertentu saat bekerja

2. Keselamatan Kerja di Rumah Sakit

Beberapa alat keselamatan kerja dapat berupa:

  • Masker, untuk membantu menjauhkan penyakit yang dapat menular
  • Gaun pelindung, merupakan salah satu alat keselamatan kerja di laboratorium atau ruang operasi untuk melindungi tubuh dari alat-alat yang berbahaya
  • Sarung tangan, berguna untuk menjaga tangan agar tetap higienis saat menyentuh alat-alat kesehatan
  • Pelindung kepala, berguna untuk melindungi kepala dan rambut agar tidak terkontaminasi dengan debu atau penyakit lainnya

Contoh Alat Pelindung Diri (APD) di Tempat Kerja

Jenis APDFungsi
Safety helmetMelindungi kepala dari benturan.
Sarung tanganMelindungi tangan dari cedera.
MaskerMelindungi saluran pernapasan dari debu/zat berbahaya.
Sepatu pelindungMelindungi kaki dari benda tajam atau berat.

Faktor-faktor yang Menyebabkan Terjadinya Kecelakaan Kerja

Meskipun sudah memberlakukan K3, kecelakaan kerja masih sering terjadi di perusahaan. Hal ini tidak terlepas dari faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya kecelakaan kerja, di antaranya:

1. Lemahnya Pengawasan dari Pemimpin

Pemimpin atau atasan perlu memperhatikan keselamatan kerja masing-masing karyawan. Misalnya, memastikan karyawan telah mengikuti prosedur kerja atau SOP yang berlaku.

2. Pengadaan Perlengkapan dan Alat-alat Keamanan Tidak Memadai

Mulai dari helm, sarung tangan, helmet, dan sepatu tidak memadai. Ketika salah satu dari perlengkapan ini tidak ada, maka keselamatan kerja akan berkurang. Terlebih lagi bagi pekerja yang berurusan dengan mesin atau alat-alat berat.

3. Lemahnya Perawatan Mesin

Mesin yang digunakan untuk produksi wajib dirawat secara rutin. Jika tidak, maka ini dapat menyebabkan kurangnya hasil produksi, menurunnya kualitas, dan yang tak kalah penting adalah membahayakan pekerja. Pemberian oli atau pelumas penting dilakukan agar kinerja mesin selalu baik.

4. Penyalahgunaan Aturan K3

Perusahaan atau pekerja  yang menyalahgunakan aturan K3 selama bekerja rentan mengalami kecelakaan kerja. Maka dari itu, peraturan K3 wajib dipatuhi oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Hal ini sesuai yang tercantum dalam peraturan pemerintah. 

5. Kurangnya Pengalaman

Minimnya pengalaman dalam menggunakan alat-alat safety rentan menimbulkan kecelakaan kerja. Hal ini sering terjadi pada pekerja yang baru memasuki dunia kerja. Pekerja tipe ini perlu diberi instruksi yang jelas dalam menggunakan alat-alat pengaman K3 demi kesehatan dan keselamatan kerja.

6. Kurangnya Kemampuan Fisik, Mental, dan Psikologis

Kurangnya kemampuan pekerja, baik secara fisik, mental, dan psikologis akan otomatis mempengaruhi tingkat keselamatan kerja. Penting agar pekerja menguatkan fisik dan mental saat memasuki dunia kerja. Hal ini harus didukung pula dengan bimbingan atau pengajaran terkait cara pengerjaan, sehingga kesalahan yang membahayakan dapat diminimalisir.

Standar Kerja Penting untuk Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Potensi terjadinya kecelakaan kerja dapat dihindari dengan menentukan standar kerja yang tinggi. Hal ini harus didukung pula dengan pengajaran maupun penyediaan alat-alat keselamatan kerja yang lengkap. Dengan demikian, keselamatan kerja para pekerja menjadi terjamin dan perusahaan dapat menghemat budget dalam hal kesehatan dan keselamatan kerja.

Maksimalkan perlindungan kepada karyawan dengan memberikan mereka Asuransi Kesehatan Karyawan. Untuk mendapatkan Asuransi Kesehatan Karyawan terbaik, Anda bisa langsung daftar lewat formulir di bawah ini.

Tak Perlu Beli, 10 Alat Berat Ini Bisa Disewa

Tak Perlu Beli, 10 Alat Berat Ini Bisa Disewa

Menyewa alat berat adalah salah satu solusi untuk menekan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan konstruksi saat mengerjakan suatu proyek. Pasalnya, menyewa jauh lebih murah daripada membeli alat berat itu sendiri. Dimana harga per alat berat bisa mencapai ratusan bahkan milyaran rupiah. 

Tentunya, perusahaan konstruksi tidak menyewa semua jenis alat berat. Hanya ada beberapa jenis yang disewa, yaitu alat berat yang paling sering digunakan untuk kebutuhan konstruksi. Berikut ini 10 daftar alat berat yang bisa disewa beserta dengan estimasi harga sewanya. 

10 Alat Berat yang Bisa Disewa

1. Excavator

Excavator adalah alat berat yang digunakan untuk menggali tanah, memuat, membongkar material, membuat kemiringan, memecahkan batu, dan membuat parit. Alat ini terdiri dari dua jenis ukuran, yaitu ukuran mini dan normal. Excavator berukuran mini biasanya digunakan untuk pekerjaan di area yang lebih sempit. 

Berikut ini adalah daftar harga sewa excavator yang dapat dipertimbangkan:

No.TipeHarga sewa
1Excavator mini PC 40Rp125.000 / jam
2Excavator mini PC 50Rp130.000 / jam
3Excavator mini PC 75Rp135.000 / jam
4Excavator mini PC 78Rp140.000 / jam
5Excavator PC 100Rp150.000 / jam
6Excavator PC 200Rp165.000 / jam
7Excavator long ARMRp300.000 / jam
8Excavator breakerRp300.000 / jam

2. Dump Truck

Dump truck adalah alat berat yang biasa digunakan untuk memindahkan material dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Material yang diangkut berupa kerikil, batu-batuan, pasir, nikel, biji besi, bahkan sampah material. 

Berikut ini adalah daftar harga sewa dump truck yang dapat dipertimbangkan:

No.TipeHarga sewa
1Dump truck (index 7-8) Rp1.200.000
2Dump truck (index 24)Rp1.800.000

3. Vibro Roller

Dinamakan vibro karena alat ini dilengkapi dengan getaran. Alat ini biasanya digunakan untuk memadatkan tanah sesuai tingkat kepadatan yang diinginkan. Alat ini umum digunakan untuk kegiatan yang berkaitan konstruksi struktur tanah. 

Berikut ini adalah daftar harga sewa vibro roller yang dapat dipertimbangkan:

No.TipeHarga sewa
1Vibro roller (index 7-8)Rp1.200.000
2Vibro roller (index 24)Rp1.800.000

Baca Juga: 10 Jenis Alat Berat untuk Pembangunan Gedung

4. Tandem Roller / Walles

Tandem roller merupakan alat berat yang berfungsi untuk memadatkan material atau permukaan tanah. Alat ini dilengkapi dengan satu roda di bagian depan dan belakang yang posisinya sejajar. Alat ini biasa digunakan untuk pekerjaan penggilasan terakhir, seperti pembuatan aspal beton sehingga hasilnya menjadi rata.

Berikut ini adalah daftar harga sewa tandem roller yang dapat dipertimbangkan:

No.TipeHarga sewa
1Tandem roller 4-6 tonRp750.000 
2Tandem roller 6-8 tonRp850.000 
3Tandem roller 8-10 tonRp950.000 
4Tandem roller 10-12 tonRp1.100.000

5. Forklift

Forklift adalah alat berat sejenis truk yang digunakan untuk mengangkat, memindahkan, dan menurunkan material berat dari satu tempat ke tempat lain. Forklift dipercaya dapat meringankan beban angkat karyawan sekaligus meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja lapangan. Pengoperasian forklift bisa dilakukan dalam maupun luar ruangan, seperti pelabuhan, gudang, pabrik, dan supermarket. 

Berikut ini adalah daftar harga sewa forklift yang dapat dipertimbangkan:

No.TipeHarga sewa
1Forklift 2,5 tonRp3.000.000
2Forklift 5 tonRp5.000.000
3Forklift 10 tonRp7.000.000
4Forklift 25 tonRp10.000.000

6. Truck Crane

Truck crane adalah alat berat yang digunakan untuk memindahkan barang. Barang yang diangkat adalah barang berat dalam jumlah besar, tapi dalam jarang terbatas. Mengingat ukuran truck crane cukup besar, alat ini hanya akan berfungsi dengan baik di area dengan dimensi yang luas. 

Berikut ini adalah daftar harga sewa truck crane yang dapat dipertimbangkan:

No.TipeHarga sewa
1Crane mobil truck 7 tonRp6.000.000
2Crane mobil truck 25 tonRp8.000.000
3Crane mobil truck 45 tonRp10.000.000
4Crane mobil truck 50 tonRp11.000.000

Baca Juga: Tips Perawatan Alat Berat dengan Benar 

7. Crawler Crane

Crawler crane adalah alat berat untuk mengangkat material di dalam proyek konstruksi. Alat ini biasanya diangkut secara terpisah menggunakan trailer, kemudian dipasang kembali saat ingin digunakan di proyek. Pemasangan bagian-bagian tower crane terbilang cukup lama karena bagian yang dilepas lumayan banyak. 

Berikut ini adalah daftar harga sewa crawler crane yang dapat dipertimbangkan:

No.TipeHarga sewa
1Crawler crane 25 tonRp225.000 / jam
2Crawler crane 35 tonRp250.000 / jam
3Crawler crane 50 tonRp275.000 / jam

8. Roughter Crane

Roughter crane adalah tipe crane yang memiliki empat ban besar yang terbuat dari karet. Ban ini dilengkapi dengan all-wheel drive dan outriggers untuk meningkatkan stabilitas saat proses pengangkatan dan pemindahan material di area konstruksi. Alat ini dapat diandalkan di permukaan yang tidak rata, curam, dan menanjak. 

Berikut ini adalah daftar harga roughter crane yang dapat dipertimbangkan:

No.TipeHarga sewa
1Roughter crane Rp5.500.000 – Rp32.000.000

9. Bulldozer

Bulldozer adalah alat berat yang memiliki pisau pendorong untuk membabat atau menebas material. Alat ini mampu menjalankan fungsi clearing atau membersihkan lahan dari semak-semak, dedaunan, dan sisa-sisa material. Selain itu, bulldozer juga berfungsi untuk meratakan, menggali, menarik, dan menimbun beban. 

Berikut ini adalah daftar harga sewa bulldozer yang dapat dipertimbangkan:

No.TipeHarga sewa
1Bulldozer D31 MiniRp165.000 / jam
2Bulldozer D31 Mini SwampRp175.000 / jam 
3Bulldozer D65 StandarRp175.000 / jam
4Bulldozer D65 SwampRp250.000 / jam

10. Bore Pile

Bore pile adalah dasar tapak pada suatu bangunan. Alat ini dipercaya dapat menopang material dengan bobot yang berat, sehingga tiang tidak mudah bergeser. Bentuknya menyerupai tabung yang terdiri dari campuran beton bertulang dengan dimensi tertentu.

Berikut ini adalah daftar harga sewa bore pile yang dapat dipertimbangkan:

No.TipeHarga sewa
1Bore pile E33Rp489.000 / jam

Baca Juga: Jenis – Jenis Alat Berat Industri Lanskap yang Banyak Digunakan

9 Perusahaan Penyewaan Alat Berat

Berikut ini 9 daftar perusahaan yang menyediakan penyewaan alat berat, di antaranya.

Nama PerusahaanKeterangan
PT Gaya Makmur TractorsPerusahaan penyewaan yang didirikan sejak tahun 2005 ini menyediakan sewa alat berat untuk konstruksi jalan raya, pertambangan, dan perkebunan. Perusahaan beralamat di Jl. Lingkar Luar Barat No. 3 RT11/RW3, Rawa Buaya, Cengkareng, 11740.
CV. Artha KharismaPerusahaan ini bergerak di bidang penyewaan, jual dan beli alat berat. Mulai dari excavator, bulldozer, grader, truck, crane, dan loader. Perusahaan beralamat di Jl. Sidotopo Kidul 61 Surabaya, Jawa Timur 60152.
Bejo Rejo Bangkit JayaPerusahaan ini menyediakan berbagai tipe alat berat sesuai kebutuhan konstruksi, seperti concrete pump. Perusahaan beralamat di Jl. Daan Mogot KM 17 No. 38, Kalideres, Jakarta Barat 11830.
PT Kertajaya EkaryaPerusahaan ini bergerak di bidang penyewaan alat-alat kebutuhan konstruksi. Tidak hanya mesin dan alat berat saja, tapi juga suku cadang serta menyediakan jasa perbaikan semua jenis bulldozer hingga excavator. Perusahaan beralamat di Jl. Raya Plumpang Semper No. 13, Jakarta Utara 14260.
PT Solefound SaktiPerusahaan ini menyediakan penyewaan alat berat dengan harga yang terjangkau. Kualitas dari alat berat yang disewakan bagus, sehingga alat berat siap digunakan untuk kebutuhan konstruksi. Perusahaan beralamat di Jl. Gading Putih Raya Blok KR 15-17, Kelapa Gading Permai, Jakarta Utara 14240.
PT Fortuna Lancar AdimakmurPerusahaan yang didirikan sejak tahun 2017 ini bergerak di bidang jasa sewa dan rental peralatan konstruksi. Mulai dari bulldozer, excavator, vibro, dan traktor dari merek kenamaan dunia, seperti Hitachi, Komatsu, hingga Sakai. Perusahaan beralamat di Jl. By Pass Pandaan No. 88, Ds. Karangjati, Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur 67156.
PT Yanee Sukses BersamaPerusahaan ini menyediakan jasa penyewaan alat-alat berat untuk pengerjaan lahan. Alat yang disewakan berfokus pada alat berukuran mini guna meningkatkan fleksibilitas kerja dan menekan biaya operasional. Perusahaan beralamat di Jl. Raya Karangandong Km. 2, Gresik, Jawa Timur 60219.
Mecca Setia Tehnik SemarangPerusahaan yang bergerak di bidang sewa alat berat forklift ini berlokasi di Semarang. Alat-alat berat disewakan dengan harga yang bersahabat, jadi dapat menekan biaya operasional dan meningkatkan efisiensi pekerjaan konstruksi. Perusahaan beralamat di Jl. Arteri Yos Sudarso No. 9, Tambak Lorok, Semarang, Jawa Tengah 50144.
CV Dua Paja SamudraSelain menyediakan jasa rental alat berat, perusahaan juga menyediakan jasa perawatan untuk memastikan bahwa alat berat berada dalam kondisi optimal. Jenis alat berat yang disewakan cukup beragam, jadi dapat disesuaikan dengan kebutuhan konstruksi. Perusahaan beralamat di Jl. Raya Jatikramat No. 22, Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat 17423.

Baca Juga: Alat Berat Excavator: Fungsi, Jenis, Harga, dan Cara Kerja

Cara Sewa Alat Berat

Agar proyek Anda berjalan lancar dan terhindar dari kerugian finansial, mengikuti prosedur penyewaan yang benar adalah kunci utama. Berikut adalah langkah-langkah sistematis yang perlu Anda lakukan dalam menyewa alat berat:

1. Identifikasi Kebutuhan Proyek secara Detail

Langkah pertama adalah menentukan jenis alat, kapasitas (tonase), dan durasi sewa yang paling sesuai dengan medan di lapangan. Kesalahan dalam memilih kapasitas alat tidak hanya menyebabkan pemborosan biaya, tetapi juga berisiko menghambat lini masa proyek karena alat tidak mampu bekerja secara maksimal.

2. Cek Spesifikasi dan Tahun Produksi Alat

Pastikan mesin dalam kondisi prima untuk meminimalkan risiko kerusakan (breakdown) di tengah pekerjaan. Sangat disarankan untuk memilih unit dengan usia mesin di bawah 5-10 tahun. Alat yang lebih muda biasanya memiliki efisiensi bahan bakar yang lebih baik dan ketersediaan suku cadang yang lebih terjamin.

3. Verifikasi Legalitas Dokumen (SIA & SILO)

Penyewa wajib memastikan alat memiliki Surat Izin Alat (SIA) dan Surat Izin Layak Operasi (SILO) yang masih berlaku. Dokumen-dokumen ini adalah bukti otentik bahwa alat tersebut telah melewati inspeksi keselamatan dan layak dioperasikan sesuai dengan standar K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).

4. Negosiasi Biaya Mobilisasi dan Demobilisasi (Mob-Demob)

Biaya pengiriman alat ke lokasi proyek (mobilisasi) dan pengembaliannya ke pool (demobilisasi) seringkali menjadi komponen biaya tambahan yang besar. Pastikan Anda menegosiasikan rincian biaya ini di awal dan menyepakati siapa yang bertanggung jawab atas koordinasi transportasi alat tersebut.

5. Pastikan Adanya Proteksi Asuransi Alat Berat

Ini adalah langkah krusial untuk memitigasi risiko finansial. Periksa apakah unit tersebut sudah terlindungi oleh asuransi. Proteksi ini sangat penting untuk melindungi Anda dari tanggung jawab ganti rugi yang sangat besar jika terjadi kecelakaan kerja, kerusakan mesin yang tidak disengaja, hingga risiko kehilangan di lokasi proyek.


Tips Tambahan untuk Penyewa

Selalu buat kontrak tertulis yang mencantumkan pembagian tanggung jawab perawatan rutin serta prosedur penanganan jika terjadi kerusakan mendadak. Hal ini memastikan operasional tetap berjalan tanpa ada sengketa biaya perbaikan di kemudian hari.

Kurangi Biaya Operasional dengan Menyewa Alat Berat

Itu dia jenis-jenis alat berat yang dapat disewa dan daftar tempat menyewa alat berat yang dapat dipertimbangkan. Kini Anda tidak perlu lagi membeli alat-alat berat karena bisa disewa dengan harga yang terjangkau. Dengan menyewa, maka biaya operasional pun dapat berkurang secara otomatis, sehingga aktivitas konstruksi dapat berjalan sesuai rencana. 

Asuransi umum penting untuk melindungi alat/mesin berat dari risiko kerusakan dan kehilangan. Ajukan di Cermati Protect untuk asuransi terbaik dan pastikan investasi bisnismu tetap aman dan terlindungi dengan mengisi formulir dibawah ini!