Genset Diesel: Fungsi, Jenis dan Cara Merawatnya

Genset Diesel: Fungsi, Jenis dan Cara Merawatnya

Genset diesel merupakan sebuah perangkat yang mengubah energi mekanik menjadi menjadi energi listrik. Energi mekanik yang didapatkan genset pada umumnya berasal dari salah satu sumber yang digunakan perangkat tersebut, seperti: mesin diesel, turbin, dan yang lainnya. 

Genset sendiri bukanlah sebuah perangkat yang baru untuk sebagian orang, sebab peralatan yang satu ini terbilang cukup banyak digunakan. Bukan hanya oleh para pelaku bisnis saja, namun genset juga kerap digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, terutama di wilayah yang kerap mengalami pemadaman listrik. 

Apa itu Genset Diesel?

Genset diesel adalah perangkat yang bisa mensuplai arus pada sistem kelistrikan. Genset ini akan menghasilkan daya listrik dengan memanfaatkan alternator serta mesin diesel, di mana mesin ini akan bekerja dengan memakai bahan bakar berjenis solar. 

Generator listrik ditemukan pertama kalinya oleh Michael Faraday di tahun 1831 silam. Perangkat pertama ini dimana Generator Cakram Faraday dan dibuat menggunakan kawat besi yang dibentuk seperti huruf “U” dan dililitkan dengan menggunakan gulungan kawat. 

Generator ini bekerja dengan sistem induksi elektromagnetik, dimana alat tersebut memutar kumparan yang terdapat pada sebuah medan magnet, sehingga sistem tersebut bisa menghasilkan energi listrik. 

Pada dasarnya, sistem pembangkitan listrik dalam generator akan memakai prinsip induksi, di mana saat perpotongan medan magnet dengan penghantar terjadi, maka hal tersebut akan menimbulkan gaya gerak listrik pada penghantar tersebut. 

Kekuatan mesin diesel akan ditransformasikan oleh alternator ke dalam bentuk arus listrik yang siap untuk digunakan. Arus listrik inilah yang akhirnya didistribusikan ke bangunan-bangunan yang terhubung pada jaringan, seperti: rumah, perkantoran, dan yang lainnya. 

Selain itu, genset juga dapat dimanfaatkan menjadi uninterruptible power supply (UPS). Artinya, saat jaringan listrik dalam kondisi outage, maka generator bisa memberikan redundansi. Hal ini akan membantu perusahaan maupun kantor layanan publik lainnya tetap bisa melakukan aktivitas layanan mereka tanpa gangguan. 

Kemampuan genset di atas akan sangat dibutuhkan, terutama untuk perusahaan atau kantor yang harus tetap mempertahankan penggunaan berbagai instrumen/ peralatan vital mereka. Hal seperti ini banyak dilakukan di bandara, rumah sakit, dan perusahaan layanan publik lainnya. 

Genset akan menjadi sistem kelistrikan cadangan yang bekerja dengan otomatis saat pasokan listrik terputus. Hal ini biasanya terjadi dengan bantuan saklar transfer yang sudah terpasang pada perangkat tersebut, di mana pemindahan pasokan daya ini akan langsung terjadi dan listrik menyala dengan seketika. 

Jika daya listrik kembali menyala dan normal, maka saklar transfer yang terdapat pada genset akan secara otomatis mematikan peralatan tersebut, sehingga aliran listrik kembali pada sumber asalnya dan dialirkan secara normal sebagaimana biasanya. 

Baca Juga: Mengenal Power Shovel dan Alat Penggali Lainnya

Fungsi Genset Diesel

Penggunaan listrik merupakan hal yang sudah tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Aliran listrik ini akan digunakan untuk menghidupkan daya berbagai perangkat yang dibutuhkan, sehingga berbagai aktivitas bisa berjalan dengan lancar. Saat aliran listrik mati, genset akan menjadi perangkat andalan. 

Berikut ini adalah beberapa fungsi genset yang bisa dimanfaatkan oleh manusia: 

1. Menjadi Sumber Listrik Darurat 

Fungsi utama genset adalah sebagai sumber daya listrik darurat. Perangkat ini bisa digunakan saat sumber listrik utama sedang padam, sehingga berbagai aktivitas bisa berjalan dengan lancar. Hal ini sangat penting, terutama untuk perusahaan atau kantor layanan publik yang membutuhkan dukungan perangkat vital, seperti rumah sakit dan bandara. 

2. Menjadi Sumber Daya Listrik Cadangan 

Genset diesel juga bisa berfungsi sebagai sumber listrik cadangan, jika sewaktu-waktu aliran listrik padam atau mengalami gangguan. Kebutuhan yang satu ini bisa menjadi pertimbangan, terutama jika tinggal di wilayah yang sering mengalami pemadaman listrik. Genset akan memastikan berbagai rutinitas tetap bisa berjalan dengan normal, meskipun aliran listrik utama sedang padam. 

3. Menjadi Sumber Listrik Dadakan 

Genset juga akan sangat berguna saat membutuhkan aliran listrik di lokasi-lokasi yang tidak memiliki instalasi listrik, misalnya saat camping atau melakukan aktivitas lainnya di luar ruangan. Peralatan ini juga hadir dalam ukuran yang kecil, sehingga bisa dibawa dan digunakan dengan mudah di mana saja. 

4. Mencegah Terjadinya Kerusakan Perangkat Elektronik 

Padamnya aliran listrik secara berulang atau bahkan dalam waktu yang lama bisa saja merusak berbagai perangkat elektronik. Namun jika menggunakan genset dengan saklar transfer otomatis, maka risiko kerusakan seperti ini bisa dihindari. Aliran listrik dari genset akan secara otomatis berjalan, sehingga berbagai perangkat elektronik bisa menyala dan berfungsi seperti biasanya. 

Baca Juga: Mengenal Crawler Bulldozer dan Jenis Bulldozer Lainnya

Jenis-Jenis Genset 

Sebagaimana peralatan lainnya, genset juga hadir dalam beberapa jenis yang berbeda. Penting untuk memilih jenis genset yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan sejak awal, agar perangkat ini bisa bekerja dengan maksimal dalam menyediakan daya listrik. 

Berikut ini adalah beberapa jenis genset yang bisa dijadikan sebagai pertimbangan: 

Genset Gas Jenis genset yang satu ini memanfaatkan gas LPG sebagai bahan bakarnya. Jika dibandingkan dengan jenis genset lainnya, maka genset gas ini hanya menghasilkan emisi yang rendah, sehingga cukup ramah pada lingkungan. Namun di luar hal tersebut, harganya yang cukup tinggi membuat genset gas ini kurang laku di pasaran.
Genset Diesel Jenis genset yang satu ini menjadi yang paling banyak digunakan. Genset diesel menggunakan bahan bakar solar dan bisa memberikan daya listrik yang terbilang besar. Selain menghasilkan tingkat emisi yang tinggi, genset diesel juga menghasilkan suara mesin yang cukup mengganggu. Namun harganya yang terjangkau membuat genset ini cukup banyak diminati. 
Genset Bensin Jenis genset yang satu ini juga cukup banyak digunakan. Hampir sama dengan genset diesel, genset bensin ini juga bisa menghasilkan daya listrik yang terbilang besar. Mesinnya tidak terlalu berisik seperti genset diesel, sehingga banyak orang lebih memilih jenis genset yang satu ini. Selain itu, perawatan genset ini juga cukup mudah dan tidak membutuhkan biaya yang besar. 
Genset Berteknologi Inverter Genset yang satu ini memiliki teknologi yang terbilang canggih, sebab mampu menghasilkan daya listrik yang terbilang stabil. Hal ini membuat genset inverter cocok untuk digunakan pada perangkat-perangkat elektronik yang sensitif dan memerlukan daya listrik stabil sepanjang waktu. Namun berbanding lurus dengan kecanggihannya, harga genset ini juga terbilang mahal di pasaran, sehingga jarang digunakan. 
Genset PortableGenset yang satu ini memiliki ukuran kecil dan mudah untuk dibawa ke mana-mana. Ukurannya yang mini membuat genset ini cocok untuk digunakan untuk berbagai aktivitas di luar rumah, seperti camping dan yang lainnya. Namun sesuai dengan ukurannya, genset portabel juga hanya bisa menghasilkan daya listrik yang kecil dan terbatas saja. 
Genset Tenaga Surya Sama seperti namanya, genset yang satu ini akan menghasilkan listrik dari sinar matahari, tanpa membutuhkan bahan bakar seperti solar dan bensin. Genset ini akan menghasilkan daya listrik melalui panel-panelnya yang bisa menangkap cahaya matahari. Namun selain biayanya yang cukup mahal, energi listrik yang bisa dihasilkan genset ini juga terbilang kecil. 

Baca Juga: Mengenal Alat Berat Bucket Wheel Excavator

Cara Merawat Genset Diesel 

Berikut ini adalah beberapa cara mudah yang bisa dilakukan untuk merawat genset diesel: 

  • Nyalakan mesin genset secara berkala, sehingga semua komponen di dalamnya bekerja dan tidak mengalami kerusakan karena terlalu lama tidak bergerak. Lakukan hal ini setidaknya sekali dalam seminggu selama 20-25 menit. 
  • Lakukan pengecekan oli (jika genset menggunakan oli) dan lakukan penggantian cairan tersebut secara rutin. Hal ini akan memastikan oli tetap dalam kondisi layak dan bisa bekerja maksimal pada mesin. 
  • Cek dan bersihkan mesin secara berkala, termasuk bagian businya. Jika busi sudah dalam kondisi tidak layak, lakukan penggantian dengan busi yang baru, agar komponen tersebut tetap bisa bekerja dengan baik.

Pilih Genset Diesel dengan Kapasitas Tepat 

Genset diesel merupakan perangkat yang bisa memberikan pasokan listrik cadangan. Perangkat yang satu ini akan sangat dibutuhkan, terutama untuk kantor atau lokasi bisnis yang membutuhkan dukungan listrik secara penuh sepanjang waktu. Pilih dan gunakan genset diesel dengan kapasitas yang tepat, sehingga perangkat tersebut bisa memberikan manfaat maksimal.

Memilih produk asuransi umum dari Cermati Protect untuk melindungi genset diesel Anda adalah keputusan bijak yang akan memberikan perlindungan yang komprehensif terhadap berbagai risiko yang mungkin terjadi. Jangan ragu untuk mengambil langkah-langkah proaktif dalam menjaga investasi Anda dengan perlindungan yang tepat. Pelajari selengkapnya apa itu asuransi umum dengan mengisi formulir dibawah ini!

4 Masalah Mental yang Terjadi di Kantor dan Cara Mengatasinya

4 Masalah Mental yang Terjadi di Kantor dan Cara Mengatasinya

Mental health atau kesehatan mental menjadi issue yang banyak dibicarakan akhir-akhir ini. Masalah ini tidak hanya muncul dari lingkungan pergaulan sehari-hari, tapi juga dari kantor. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Labour Force Survey di Inggris menyatakan bahwa ada sekitar 526.000 kasus stres hingga depresi yang menimpa pekerja pada tahun 2016 hingga 2017. 

Bukan hanya di Inggris atau luar negeri saja karena masalah mental health juga ditemukan di Indonesia. Penyebabnya antara lain karena tekanan kerja, lingkungan kerja yang toxic, dan kurangnya support system dari sesama rekan kerja. Tapi, tidak menutup kemungkinan pula bahwa mental health terjadi karena masalah genetik dan masalah yang dibawa dari lingkungan keluarga.

4 Masalah Mental yang Terjadi di Kantor

Penyakit mental dapat menyerang siapa saja, baik anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Di dunia kerja sendiri, terdapat 4 masalah mental yang kerap kali terjadi. Keempatnya adalah sebagai berikut. 

1. Depresi

Masalah mental yang paling sering dialami pekerja adalah depresi. Gejalanya cukup bervariasi, seperti sedih, ingin menyendiri, kehilangan motivasi, mudah tersinggung, dan gelisah. Selain itu, seseorang yang tengah mengalami depresi cenderung terlihat lebih pasif daripada biasanya. 

Di dalam lingkungan pekerjaan, depresi muncul karena stres berkepanjangan. Karyawan yang stres cenderung lebih sering sakit, cuti, dan dikeluarkan dari perusahaan karena tidak mampu memberikan kontribusi sesuai yang diharapkan.

2. Cemas Berlebihan

Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa cemas berlebihan disebabkan karena peristiwa traumatik yang pernah dialami oleh seseorang. Beberapa tanda bahwa seseorang mengalami cemas berlebihan, di antaranya:

  • Detak jantung meningkat
  • Tubuh mudah berkeringat
  • Tubuh gemetar
  • Mudah merasa lelah
  • Sesak

3. ADHD

Attention Deficit Hyperactivity Disorder atau ADHD dikenal sebagai salah satu gangguan yang sering dialami anak kecil. Padahal, gangguan ini juga dapat menyerang orang dewasa, khususnya di tempat kerja. Seseorang yang mengalami ADHD biasanya sulit untuk melakukan pekerjaan yang terkoordinir.

Selain itu, penderita ADHD sering kali gagal menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Mereka ini membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk bekerja, sehingga kerap kali dilihat kurang perform atau produktif. Karyawan yang mengalami ADHD biasanya memiliki potensi tidak masuk kerja yang tinggi, bahkan bisa dipecat dari perusahaan.

4. Gangguan Bipolar

Bipolar merupakan gangguan suasana hati yang cukup ekstrem. Dari yang awalnya ada di fase depresi berubah menjadi fase mania, di mana seseorang merasa semangat untuk bekerja. Seseorang yang mengidap gangguan ini senang bekerja, tapi ada kalanya akan menjadi pendiam, sulit fokus, dan ingin menyendiri. 

Akibatnya, hasil kerja menjadi kurang maksimal. Mirisnya adalah penderita bipolar kerap kali dijauhi di lingkungan pekerjaan karena dianggap berbeda daripada orang pada umumnya. Kondisi seperti ini memicu masalah mental lainnya, seperti depresi. 

Baca Juga: Tips Perusahaan Menjamin Kesehatan Karyawan di Kantor

Cara Mengatasi Masalah Mental di Kantor

Kesehatan mental yang terganggu sejatinya dapat mempengaruhi produktivitas kerja. Tidak sedikit orang yang mengalami gangguan mental diberhentikan dari pekerjaan karena dianggap tidak mampu memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan. Untungnya, gangguan ini dapat diatasi dengan beberapa cara di bawah ini.

1. Menjalin Komunikasi yang Intens

Kesehatan mental dipengaruhi oleh banyak faktor yang berbeda pada setiap orang. Tapi, salah satu penyebabnya adalah karena rasa stres di tempat kerja. Hal ini akan mempengaruhi kehidupan seseorang secara menyeluruh, yang pada akhirnya membuatnya menjadi tidak baik-baik saja.

Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan menjalin komunikasi yang intens. Pihak internal perusahaan, seperti bagian HRD boleh menanyakan tentang masalah yang sedang terjadi di dalam tim tertentu. Dari sini nanti akan dicarikan solusi, sehingga komunikasi di antara karyawan kembali baik seperti sedia kala.

Dari sisi karyawan sendiri, jangan ragu untuk berkomunikasi kepada HRD jika memang dibutuhkan. Hindari memendam masalah sendiri yang berujung pada stres berkelanjutan. 

2. Berhenti Membandingkan Diri dengan Orang Lain

Membandingkan diri adalah salah satu kebiasaan buruk yang kerap kali terjadi di lingkungan kerja. Perbandingan ini biasanya dari pencapaian masing-masing rekan kerja yang kemudian dimasukkan ke diri sendiri. Akibatnya, muncul rasa insecure dan cemas berlebih karena terlalu memikirkan apa yang tidak dimiliki.

Terus-menerus membandingkan diri sendiri dan orang lain tidak ada habisnya. Hal ini justru memicu ketidakbahagiaan di dalam hidup. Sebaiknya, bandingkanlah diri hari ini dengan yang kemarin. 

Fokuskan diri pada perbaikan yang sehat untuk meningkatkan kualitas diri. Dengan begini, kamu tidak perlu menghabiskan waktu dan energi untuk memikirkan siapa yang bukan menjadi dirimu. 

3. Memperhatikan Beban Kerja

Setiap karyawan memiliki beban kerja masing-masing. Tapi, pembagian beban kerja kerap kali tidak adil. Penyebabnya bisa karena pimpinan tidak aware atau karena adanya project tambahan yang dipercayakan pada karyawan tertentu.

Beban kerja berlebihan tentu memicu stres, bahkan gangguan tidur. Ada kalanya atasan perlu memperhatikan beban kerja setiap karyawan untuk menghindari ketidakadilan atau pilih kasih. 

Dari sisi karyawan sendiri, kamu bisa memberitahukan beban kerja berlebih kepada atasan. Dengan demikian, atasan dapat mendistribusikan sebagian pekerjaanmu kepada karyawan lain di dalam satu tim.

4. Membangun Budaya Saling Membantu

Saling membantu menjadi salah satu budaya yang perlu dibangun saat ini. Budaya ini dipercaya ampuh untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat, sehingga karyawan bahagia saat bekerja dan terbebas dari masalah mental. Rasa bahagia inilah yang membuat karyawan mau mengeluarkan potensi maksimalnya saat bekerja.

Saling membantu di sini bisa dimulai dari hal-hal kecil, misalnya membantu mengingatkan rekan kerja pada satu project yang diberikan oleh atasan. Jadi, tidak ada istilah lupa sehingga semua pekerjaan dapat diselesaikan tepat pada waktunya. 

Hindari kebiasaan acuh tak acuh, apalagi anggapan seperti “you do you”. Namanya satu tim, tentu harus bekerja sama. 

5. Memastikan Karyawan Bebas Masalah

Mendapatkan hidup yang bebas dari masalah adalah suatu impian bagi banyak orang. Bagaimana tidak, karena sejatinya hidup ini dipenuhi oleh masalah. Satu masalah terselesaikan, masalah lainnya pasti muncul.

Sebanyak-banyaknya masalah hidup, yang pasti masalah pekerjaan sebaiknya dapat dihilangkan. Dalam arti, setiap kali ada masalah langsung diselesaikan agar masalah tidak berkelanjutan. Alhasil, bekerja bisa menjadi tenang dan bahagia.

Tidak adanya masalah di tempat kerja juga dapat meminimalisir gangguan mental. Jadi, jangan ragu untuk membantu rekan kerja yang sedang memiliki masalah. Di sini kamu tidak perlu menyelesaikan masalah secara menyeluruh, tapi cukup dengan mendengarkan, maka masalah rekan kerja setidaknya bisa berkurang.

6. Rutin Berolahraga

Sadar atau tidak, gangguan mental dapat dipicu oleh kebiasaan bermalas-malasan. Daripada membuang waktu untuk malas, lebih baik gunakan waktu untuk berolahraga. Misalnya, lari, push up, sit up, dan ikut kelas olahraga di pusat kebugaran.

Saat tubuh fit, maka pikiran dan hati pun ikut merasa senang. Kamu dipastikan terhindar dari stres. 

Kamu bisa mengajak salah satu rekan kerja untuk olahraga bersama pada waktu yang sudah ditentukan. Setidaknya setiap kali kamu malas olahraga, ada rekan kerja yang mengingatkan dan membangkitkan motivasimu untuk kembali hidup sehat.

7. Meminta Bantuan Profesional

Jika cara di atas tak kunjung meredakan gangguan mental, maka mintalah bantuan profesional. Misalnya, pergi ke psikolog untuk mendapatkan bantuan dan dukungan mental. Jangan malah dibiarkan sampai gangguan mentalnya bertambah parah.

Kondisi mental yang tidak baik-baik saja dapat mempengaruhi produktivitas di tempat kerja. Tidak hanya itu, karena gangguan mental juga dapat merusak hubungan pertemananmu dengan rekan kerja. Jangan sampai kamu membiarkan hal ini terjadi, ya. 

Baca Juga: Pengertian Kecelakaan Kerja dan Cara Meminimalisirnya

Perhatikan Kondisi Mental Mulai Sekarang

Mental yang sehat sejatinya membuat karyawan dapat bekerja dengan baik, kreatif, mampu menghadirkan inovasi baru untuk mengembangkan perusahaan, mampu memecahkan masalah, dan bekerjasama dengan rekan kerja.

Cobalah untuk lebih memperhatikan kesehatan mental dari sekarang. Jika ternyata perusahaan sekarang membuat kondisi mental terganggu, jangan ragu untuk mencari pekerjaan baru yang sekiranya bisa menjaga kondisi mental tetap stabil atau justru lebih baik. 

Selain itu perusahaan juga bertanggungjawab dalam memberikan perlindungan lebih untuk menjaga kesehatan karyawan. Bentuk usaha dari perusahaan dalam melindungi kesehatan, dan keselamatan pekerja adalah dengan memberikan mereka fasilitas asuransi kesehatan karyawan terbaik. Ajukan produk asuransi kesehatan karyawan terbaik di Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah ini!

Motor Grader: Fungsi, Cara Kerja, dan Komponennya

Motor Grader: Fungsi, Cara Kerja, dan Komponennya

Motor grader merupakan salah satu alat berat yang kerap digunakan dalam proyek konstruksi. Alat berat yang satu ini biasanya akan dimanfaatkan untuk meratakan permukaan tanah maupun jalanan yang berada di lokasi konstruksi, sehingga aktivitas pembangunan bisa berjalan dengan lancar. 

Seperti kebanyakan alat berat lainnya, motor grader juga didesain secara khusus untuk mempermudah pekerjaan manusia. Alat berat ini akan membantu untuk menyelesaikan proses perataan tanah ataupun jalan dengan lebih mudah dan cepat, jika dibandingkan dengan proses perataan secara manual. 

Apa itu Motor Grader? 

Motor grader adalah sebuah alat berat yang didesain khusus memiliki sebuah pisau panjang dan bisa meratakan permukaan tanah maupun jalan yang terdapat di area konstruksi. Sebagaimana alat berat pada umumnya, motor grader juga harus dikendalikan oleh seorang operator yang handal dan ahli di bidangnya. 

Alat berat yang satu ini pada umumnya dilengkapi dengan tiga buah roda, di mana mesin dan juga kabinnya berada pada posisi bagian atas as roda belakangnya. Motor grader memiliki sebuah pisau/ blade yang terdapat di bagian belakang alat berat tersebut.  

Namun di sejumlah negara, motor grader juga ada yang didesain memiliki pisau yang posisinya berada di bagian depan as dari roda depan alat berat tersebut. Penggunaanya tentu bisa disesuaikan dengan kebiasaan di wilayah tersebut, sebab masing-masing operator tentu memiliki cara tersendiri saat mengendalikan alat ini. 

Motor grader memiliki kapasitas yang beragam, mulai dari 2,5 hingga 7,3 M. Hal ini akan memungkinkan para pengelola proyek leluasa untuk memilih dan menggunakan alat berat ini, sesuai dengan kebutuhan proyek konstruksi yang sedang mereka tangani. 

Sejumlah tipe motor grader juga memungkinkan penggunaan berbagai peralatan tambahan lainnya pada alat berat tersebut. Hal ini akan mempermudah penanganan proyek, terutama pada pengerjaan penambangan yang membutuhkan efisiensi waktu dan juga tenaga. 

Secara keseluruhan, penggunaan motor grader memang bertujuan untuk mempermudah pekerjaan proyek konstruksi maupun pertambangan, terutama untuk meratakan permukaan tanah yang sedang ditangani. Hal ini akan membuat proses pengerjaan bisa berjalan cepat dengan biaya yang lebih hemat. 

Baca Juga: Mengenal Alat Berat Grader dan Fungsinya untuk Konstruksi

Apa saja Fungsi Motor Grader? 

Sebagai alat yang biasa digunakan pada proyek konstruksi dan juga pertambangan, motor grader tentu dilengkapi dengan berbagai fitur yang mumpuni. Beberapa alat berat ini bahkan terbilang canggih dan bisa dipadukan dengan tambahan alat berat lainnya, sehingga bisa memberikan fungsi yang lebih maksimal. 

Berikut ini adalah beberapa fungsi motor grader yang bisa dimanfaatkan dalam proyek konstruksi maupun pertambangan: 

  • Meratakan permukaan tanah yang bergelombang atau dalam kondisi tidak datar, sehingga kondisi tanah sesuai dengan yang dibutuhkan. Hal ini biasanya dikerjakan dengan cara memanfaatkan pisau yang terdapat pada alat berat yang satu ini. 
  • Menyiapkan permukaan tanah dengan tingkat kemiringan yang tepat dan dibutuhkan, sehingga pembangunan di atas permukaan tanah tersebut bisa dilakukan dengan baik. Hal ini akan banyak dilakukan ketika membangun drainase maupun saluran air yang dibutuhkan. 
  • Meratakan dan menyiapkan landasan khusus untuk proses pengaspalan atau pembangunan jalan beton. 
  • Menyiapkan landasan tanah yang akan digunakan dalam pemasangan pondasi-pondasi untuk pembangunan gedung yang berskala besar dan bertingkat. 
  • Membuat kondisi ketinggian tanah sesuai dengan kebutuhan, terutama untuk tanah atau area-area yang berkontur miring dan sulit untuk dibangun. 
  • Membantu membersihkan permukaan tanah dari berbagai vegetasi maupun material yang tidak diharapkan. 
  • Membantu menyelesaikan pengerjaan akhir proyek, seperti penataan atau perbaikan akhir yang membutuhkan perataan ulang tanah. 

Baca Juga: 10 Jenis Alat Berat untuk Pembangunan Gedung

Cara Kerja Motor Grader

Pada dasarnya, alat berat biasanya memiliki sistem kerja tersendiri yang memungkinkannya menyelesaikan sebuah pekerjaan dengan mudah dan cepat. Cara kerja ini bisa saja sederhana atau bahkan terbilang rumit, tergantung pada fitur yang dimiliki alat berat dan kebutuhan pekerjaan itu sendiri. 

Motor grader sendiri memiliki sistem kerja yang terbilang sangat sederhana, yakni bergerak dengan posisi maju dan mundur secara berulang, sehingga akhirnya permukaan tanah yang berada di bawahnya menjadi rata dan sesuai dengan yang diharapkan. 

 Dalam proses perataan tanah tersebut, alat berat ini akan bekerja dengan cara mendorong bagian permukaan tanah atau material yang tidak rata dengan memanfaatkan pisaunya yang tajam dan terbilang besar. Pisau ini akan kembali diturunkan saat motor grader sudah mulai bergerak maju ke depan. 

Ketika motor grader dalam posisi mundur ke belakang, maka secara otomatis pisaunya akan diangkat, di mana hal ini bisa dilakukan secara berulang sampai akhirnya permukaan tanah yang rata bisa dihasilkan. Cara kerja alat ini memang terbilang sederhana, namun bisa menyelesaikan pekerjaan meratakan tanah atau jalan dengan waktu yang terbilang cepat. 

Di dalam praktiknya, penggunaan motor grader tentu harus dilakukan oleh operator yang sudah ahli dan profesional. Kemampuan operator ini sendiri akan memiliki peran yang besar dalam menentukan hasil akhir dari penggunaan motor grader tersebut. 

Selain dalam proyek konstruksi dan juga pertambangan, alat berat yang satu ini juga kerap digunakan untuk membersihkan semak maupun belukar yang sulit dibersihkan secara manual. Di sejumlah negara, motor grader juga sering dimanfaatkan untuk membersihkan tumpukan salju di jalan raya saat musim dingin. 

Komponen-Komponen pada Motor Grader

Pada umumnya, setiap alat berat akan memiliki sejumlah komponen yang membentuknya. Berbagai komponen ini akan bekerja dan menjalankan tugasnya masing-masing, sehingga alat berat tersebut bisa berfungsi dengan baik dan digunakan untuk berbagai pekerjaan. 

Sama seperti alat berat lainnya, motor grader juga memiliki sejumlah komponen tersebut. Komponen-komponen ini tentu memegang peranan yang penting dalam sistem kerja alat berat yang satu ini, sehingga penting untuk memastikan semua komponen ini bekerja dengan baik. 

Berikut ini adalah beberapa komponen penting yang terdapat pada motor grader:

1. Front Blade

Front blade merupakan komponen pertama yang terdapat pada motor grader, di mana komponen yang satu ini akan selalu diperlukan saat alat berat tersebut digunakan. Front blade sendiri biasanya akan digunakan untuk melakukan berbagai jenis pekerjaan yang berkaitan dengan proses spreading/ penaburan. Sebagaimana namanya, front blade merupakan sebilah pisau berukuran besar yang terdapat pada bagian depan motor grader.

2. Front Pull Hook

Komponen berikutnya yang terdapat pada motor grader adalah front pull hook. Ini merupakan komponen yang posisinya terdapat di bagian depan motor grader, sebagaimana dengan front blade. Komponen yang satu ini berfungsi untuk melakukan penarikan. Ada 2 jenis front full hook yang lazim digunakan pada motor grader, yakni:

  • Front weight with nails.
  • U shaped bracket welded on front axle.

3. Push Plate

Push plate merupakan komponen berikutnya yang terdapat pada motor grader. Komponen yang satu ini berfungsi untuk mendorong ataupun merobohkan pohon dan benda lainnya. Push plate biasanya juga digunakan untuk mendorong sebuah material, terutama yang berukuran besar.

Kapasitas mesin motor grader yang besar akan memudahkan proses pendorongan material menggunakan push plate ini, bahkan untuk berbagai material yang terjebak/ berada dalam kubangan lumpur sekalipun. Selain itu, komponen ini juga memiliki fungsi sebagai counterweight/ alat pemberat yang menjaga roda bagian depan tidak terangkat saat motor grader sedang bekerja. 

4. Scarifier

Komponen motor grader yang satu ini berfungsi untuk menggali material-material yang keras dan sulit digali oleh blade, seperti:  aspal, batu, lapisan es, dan yang lainnya. Scarifier memiliki gigi dengan jumlah yang dapat disesuaikan dengan tingkat kekerasan berbagai material yang akan digali dengan alat berat ini. 

5. Extension Blade

Motor grader memiliki sistem extension yang memungkinkan pisaunya diperpanjang pada berbagai sisi, baik itu satu sisi atau keduanya sekaligus. Namun komponen yang satu ini biasanya hanya bisa digunakan untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan yang terbilang ringan saja. 

6. Hydraulic Blade Tip Control

Ini merupakan komponen yang dapat mengatur sudut potong pada blade yang terdapat di motor grader, sehingga alat tersebut bisa bekerja dengan efisien dan sesuai kebutuhan. 

7. Rear Mounted Ripper

Komponen yang satu ini berfungsi untuk melakukan penggalian berbagai material yang bersifat keras, seperti mineral maupun bebatuan yang tidak dapat digali menggunakan scarifier atau blade. Rear mounted ripper juga bisa digunakan secara bergantian dengan scarifier untuk menggali material-material keras tersebut. 

8. Bagian Lainnya dari Motor Grader

Selain beberapa komponen di atas, motor grader juga memiliki sejumlah komponen lainnya, yakni: 

  • Blade lift cylinder
  • Riper
  • Cap
  • Drawbar lift cylinder
  • Rear wheel
  • Articulate cylinder
  • Blade
  • Front wheel
  • Head lamp

Baca Juga: Ini Dia Jenis-jenis Alat Berat dan Fungsinya!

Motor Grader Mempermudah Proses Perataan Tanah 

Motor grader merupakan alat berat yang biasa digunakan pada proyek konstruksi. Dilengkapi dengan pisau panjang, alat berat yang satu ini akan mempermudah penggalian dan perataan tanah sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, motor grader juga memiliki sejumlah komponen yang memungkinkannya bekerja dengan lebih efisien dan maksimal. 

Dapatkan perlindungan finansial yang luas dan dapat diandalkan untuk motor grader dengan memilih Asuransi Umum terbaik dari Cermati Protect. Lindungi bisnis Anda dari risiko kerusakan finansial dan ambillah langkah bijak sekarang dengan mengisi formulir di bawah ini. Jangan biarkan kerusakan menghentikan kemajuan bisnis Anda!

Mengenal Power Shovel dan Alat Penggali Lainnya

Mengenal Power Shovel dan Alat Penggali Lainnya

Power shovel merupakan satu dari sejumlah alat berat yang biasa digunakan dalam pekerjaan penggalian. Proses penggalian sendiri kerap dibutuhkan dalam proyek konstruksi maupun pekerjaan-pekerjaan lainnya yang terbilang cukup berat dan sulit dilakukan secara manual dengan tenaga manusia. 

Sebagaimana alat berat pada umumnya, power shovel juga didesain untuk bisa mempermudah pekerjaan manusia. Penggunaan alat berat seperti ini penting, mengingat pekerjaan proyek biasanya akan terikat dengan waktu pengerjaan yang terbatas dan harus sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. 

Kenali Alat Berat dan Fungsinya dengan Tepat 

Pada dasarnya, ada banyak alat berat yang biasa digunakan dalam proyek konstruksi, salah satunya power shovel. Namun sangat penting untuk mengenali fungsi alat berat ini dengan baik, agar lebih mudah dalam memilih jenis alat berat yang tepat untuk proses penggalian. 

Pemilihan alat berat yang tepat akan membuat proses penggalian menjadi lebih mudah, sehingga pekerjaan tersebut bisa diselesaikan dengan baik. Hal ini akan memungkinkan setiap proyek bisa diselesaikan dengan tepat waktu, dan infrastruktur yang dibangun dapat segera digunakan sesuai dengan peruntukannya.

Berikut ini adalah beberapa jenis alat berat yang kerap digunakan dalam pekerjaan penggalian: 

1. Power Shovel

Power shovel merupakan alat berat yang juga dikenal dengan nama front shovel maupun hydraulic shovel. Peralatan yang satu ini berfungsi untuk menggali material-material yang terdapat pada permukaan tanah dan bersifat keras. Power shovel juga bisa dimanfaatkan untuk menimbun berbagai bahan persediaan. 

Alat berat ini sangat sesuai untuk dipakai dalam penggalian area pertambangan ataupun penggalian yang terbilang besar. Dilengkapi dengan bucket berukuran lumayan besar, power shovel tentu memiliki tenaga mesin yang juga besar. Hal ini membuat alat berat tersebut dikenal sebagai yang terkuat dalam kategori peralatan gali. 

Biasanya semakin keras material galian, maka ukuran sekop yang dipakai pada peralatan ini juga akan semakin kecil. Namun di lain sisi, gigi-gigi yang dipakai pada sekop idealnya yang terbuat dari bahan baja mangan, sehingga alat berat ini bisa bekerja dengan lebih produktif. 

4. poin yang akan mempengaruhi produktivitas power shovel: 

  • Keadaan sebuah material yang akan digali (keras atau lunak). 
  • Kondisi lapangan/ lingkungan penggalian, misalnya ketinggian lereng dan yang lainnya. 
  • Efisiensi pada alat muat dan alat angkut, termasuk tingkat keserasian kerja kedua bagian tersebut. 
  • Jam terbang atau pengalaman operator dalam pengoperasian power shovel. 

Keuntungan menggunakan power shovel dalam proses penggalian:  

  • Kinerja alat berat ini lebih baik jika dibandingkan dengan backhoe, sebab bucket yang terdapat pada power shovel memang berukuran lebih besar. 
  • Power shovel bisa dipakai untuk penggalian material-material berukuran besar, sebab ukuran power shovel ini bisa mencapai bolder yang besar.
  • Kapasitas power shovel sendiri lebih besar sekitar 10%-20% dari backhoe.  

Baca Juga: Fungsi Front Shovel Sebagai Alat Gali yang Perlu Diketahui

2. Backhoe

Backhoe merupakan salah satu alat berat yang secara khusus digunakan dalam penggalian material yang terdapat di bawah permukaan tanah. Alat berat yang juga dikenal dengan nama pull shovel ini biasa dipakai untuk menggali berbagai material-material keras, seperti: saluran air, selokan, pipa galian, dan yang lainnya. 

Backhoe bisa menghasilkan galian yang terbilang rapi dan sangat baik, sebab peralatan ini bisa mengatur tingkat kedalaman tanah yang akan digalinya. Jika melihat jangkauan konstruksinya yang terbilang pendek, maka alat berat ini akan cocok untuk digunakan pada area galian yang berjarak dekat. 

Jika proses penggalian sudah selesai dilakukan, backhoe juga bisa dimanfaatkan untuk memindahkan hasil galiannya tersebut ke dalam truk. Hal ini tentu akan mempermudah proses pengerjaan proyek, sehingga bisa selesai dengan lebih cepat dan sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan. 

Alat berat yang satu ini memiliki gerakan yang berulang, di mana gerakan-gerakan tersebut tentu akan berpengaruh pada siklus atau waktu pengerjaan yang diperlukan untuk menyelesaikan sebuah galian. Pada umumnya, backhoe yang berukuran kecil akan memiliki waktu pengerjaan yang lebih cepat, jika dibandingkan dengan yang berukuran besar. 

Gerakan-gerakan backhoe saat alat berat ini sedang dioperasikan: 

  • Melakukan pengisian bucket. 
  • Mengayunkan bucket yang sudah terisi galian.
  • Melakukan pembongkaran muatan bucket. 
  • Melakukan pengayunan balik. 

Keuntungan melakukan penggalian dengan menggunakan backhoe:

  • Kedalaman galian bisa diatur dan dilakukan dengan lebih teliti.
  • Backhoe bisa digunakan menjadi alat pemuas untuk memindahkan hasil galian. 

3. Dragline

Dragline adalah alat berat yang biasa dipakai untuk melakukan penggalian berbagai material yang bersifat tidak begitu keras. Posisi material yang akan digali biasanya lebih rendah atau tingginya sama dengan dragline tersebut. Dragline sendiri terdiri dari beberapa bagian, antara lain:  excavator + boom crane, dan drag bucket.

Alat berat yang satu ini kerap digunakan pada pekerjaan-pekerjaan konstruksi yang berada di area pelabuhan, pertambangan, dan berbagai penggalian besar lainnya. Jika dibandingkan dengan long reach excavator, dragline memang memiliki jangkauan yang lebih luas. Alat berat yang satu ini bisa melakukan penggalian dengan kedalaman sekitar 65 meter. 

Hal-hal yang mempengaruhi produktivitas dragline: 

  • Jenis material galian.
  • Tingkat kedalaman galiannya. 
  • Sudut swing pada boom.
  • Panjang boom
  • Jenis serta ukuran bucket yang dipakai dalam proses penggalian. 
  • Kondisi lingkungan di sekitar area konstruksi. 
  • Kondisi pengelolaan lingkungan di sekitar wilayah konstruksi. 
  • Cara memuat dan membuang material galian ke truk. 
  • Ukuran alat pengangkut yang akan digunakan (jika ada).
  • Kondisi alat berat (dragline) ketika dioperasikan. 
  • Pengalaman operator yang mengoperasikan alat berat (dragline).

3 Jenis dragline yang biasa digunakan dalam proyek konstruksi: 

  • Crawler mounted (tipe roda kelabang)
  • Wheel mounted (tipe roda ban) 
  • Truck mounted (tipe di atas truk)

Baca Juga: 6 Jenis Alat Berat untuk Penggalian dan Komponennya

4. Clamshell

Clamshell adalah alat berat yang kinerjanya sangat tergantung pada bucket yang digunakan. Hal ini disebabkan oleh bucket yang digunakan pada alat ini harus menggerakkan material sesuai dengan kebutuhan pekerjaan itu sendiri, misalnya: ke arah bawah, ke atas, atau bahkan memutar. 

Clamshell sendiri biasanya dipakai dalam penggalian material, seperti: batu, lumpur, pasir, batu bara, kerikil, dan yang lainnya.  Hal ini membuat alat berat yang satu ini membutuhkan bucket yang tepat dan bisa digunakan dengan leluasa untuk proses penggalian tersebut. 

Alat berat ini bisa ditemukan dalam 2 tipe dan ukuran yang berbeda: 

  • Heavy duty bucket: ini merupakan clamshell yang dipakai untuk melakukan penggalian, di mana alat berat ini memiliki sejumlah gigi-gigi yang bisa dibongkar pasang sesuai dengan kebutuhan penggunaannya. 
  • Light duty bucket: ini merupakan jenis clamshell yang bisa dipakai untuk mengangkat berbagai material-material yang terbilang ringan, sebab jenis clamshell yang satu ini tidak dilengkapi dengan gigi-gigi. 

3. Ukuran kapasitas bucket yang terdapat pada clamshell: 

  • Water level capacity: ini merupakan kapasitas bucket clamshell yang digantung sama tinggi dengan air ataupun berada pada posisi yang terendam dalam air. 
  • Plate line capacity: ini merupakan kapasitas bucket yang isinya rata dan sesuai dengan garis puncak alat berat itu sendiri. 
  • Heaped capacity: ini merupakan kapasitas bucket dalam posisi munjung.  

Kapasitas clamshell yang berbeda-beda ini akan memudahkan pemilihan jenis bucket yang tepat untuk proyek galian yang akan dikerjakan. Hal ini tentu akan sekaligus mempermudah proses pengerjaan, sehingga proyek tersebut bisa selesai dengan baik dan sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan. 

Namun selain itu, kemampuan operator dalam mengoperasikan alat berat ini juga akan sangat berpengaruh, terutama jika galian berada pada area-area yang terbilang sulit. Semakin panjang jam terbang operator, maka kemampuannya dalam mengoperasikan alat berat ini juga tentu akan semakin baik. 

Baca Juga: Perbedaan Alat Berat: Backhoe, Power Shovel, Clamshell, dan Dragline

Pilih dan Gunakan Alat Berat yang Tepat 

Power shovel merupakan alat berat yang biasa digunakan dalam penggalian proyek. Namun selain alat berat yang satu ini, ada sejumlah alat berat lainnya yang sejenis dan biasa digunakan dalam penggalian. Penting untuk mengenal dan memilih jenis alat berat yang tepat, sehingga proses penggalian bisa berjalan dengan baik dan lancar. 

Ambillah langkah bijak untuk melindungi alat berat Anda dengan memilih produk asuransi umum terbaik dari Cermati Protect. Jangan biarkan risiko merugikan bisnis Anda, pelajari lebih lengkap mengenai apa itu asuransi umum dengan mengisi formulir dibawah ini!

Mengenal Crawler Bulldozer dan Jenis Bulldozer Lainnya

Mengenal Crawler Bulldozer dan Jenis Bulldozer Lainnya

Crawler bulldozer merupakan salah satu jenis alat berat yang kerap digunakan dalam pembangunan proyek konstruksi maupun infrastruktur lainnya.

Bulldozer sendiri termasuk kendaraan yang bisa dikategorikan sejenis dengan traktor. Hanya saja alat berat yang satu ini dilengkapi dengan berbagai fitur yang bisa mendukung penggunaannya, sehingga alat berat tersebut bisa berfungsi secara maksimal saat digunakan.

Jenis – Jenis Bulldozer

Pada awalnya, bulldozer menggerakkan blade dengan bantuan kabel sebagai pengendali (cable controlled). Namun di dalam perkembangannya, alat berat ini sudah menggunakan sistem kendali hidrolik yang praktis dan tentu saja lebih mudah untuk digunakan. 

Bulldozer kini bisa ditemukan dalam beberapa jenis yang berbeda, antara lain: 

Crawler BulldozerCrawler bulldozer merupakan jenis bulldozer yang memiliki roda rantai dengan daya dorong yang terbilang besar, terutama saat bekerja di medan yang berkontur lunak. Alat berat yang satu ini juga memiliki daya apung yang besar, sebab kapasitas ground contact yang dimilikinya juga lebih besar. 

Selain pada medan yang berkontur lunak, crawler bulldozer juga cocok digunakan di area-area yang berlumpur, keras, kasar, bahkan yang berbatu sekalipun. Kemampuannya tersebut membuat penggunaan crawler bulldozer terbilang luas dan fleksibel untuk berbagai medan.
Wheel BulldozerWheel bulldozer merupakan jenis bulldozer yang dilengkapi dengan roda karet yang terbilang lunak, sehingga bisa digunakan tanpa menimbulkan kerusakan pada jalan (saat digunakan di jalan raya). Kecepatannya geraknya dari satu titik ke titik lainnya juga terbilang tinggi, sehingga penggunaannya bisa menghemat waktu. 

Pemindahan wheel bulldozer sendiri tidak membutuhkan alat angkut sama sekali, sebab roda alat berat yang satu ini aman saja untuk melintas di jalan raya. Output yang dihasilkan wheel bulldozer sendiri terbilang besar, terutama saat dipakai dengan kecepatan yang tinggi. 
Mini Bulldozerenis bulldozer yang terakhir adalah mini bulldozer. Seperti namanya, ukuran bulldozer yang satu ini memang mini, jika dibandingkan dengan jenis bulldozer lainnya yang kerap digunakan di dalam proyek maupun pembangunan infrastruktur. 

Namun meski berukuran kecil, mini bulldozer juga memiliki kemampuan yang tak kalah dari jenis bulldozer lainnya. Alat berat yang satu ini bisa digunakan untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan dalam proyek konstruksi maupun bidang lainnya.

Baca Juga: Excavator Mini: Fungsi, Kelebihan, Kekurangan, dan Gangguan yang Sering Muncul

Model – Model Blade pada Bulldozer

Sebagaimana alat berat lainnya, bulldozer juga dilengkapi dengan berbagai komponen yang akan mendukung kinerjanya, salah satunya blade. Blade merupakan pelat logam berat yang terdapat pada bagian depan bulldozer dan biasanya memiliki bentuk seperti scope. 

Blade akan berfungsi sebagai pendorong, penggali, dan pengangkut beragam material yang ada di area kerja bulldozer. Biasanya blade yang digunakan bulldozer akan berbeda antara satu dengan yang lainnya, tergantung kebutuhan pekerjaan yang akan ditangani alat berat tersebut. 

Berikut ini adalah beberapa model blade yang biasa digunakan pada bulldozer: 

Straight Blade (S-Blade)S-Blade merupakan jenis blade yang paling pendek diantara blade lainnya. Blade ini juga tidak dilengkapi dengan sayap samping, di mana posisinya akan melekat pada lengan yang terdapat di bagian sudut belakang blade itu sendiri. Bentuknya yang unik membuat blade ini bisa dipakai untuk berbagai kondisi medan yang berbeda. 

Modal blade yang satu ini bisa membongkar material yang berbulir halus, sedang, dan bahkan berat. Namun S-Blade hanya memiliki kemampuan terbatas untuk mengangkat dan mengangkut material, sebab material akan tumpah karena blade ini tidak memiliki sayap samping. Idealnya, blade yang satu ini dipakai dalam pekerjaan penimbunan serta perataan jalan.
Universal Blade (U-Blade)U-Blade merupakan jenis blade yang memiliki sayap samping berukuran besar dan sedikit melengkung. Model blade yang satu ini akan mendorong dan membawa material secara optimal, bahkan dalam jumlah besar dan waktu yang singkat saja. Kedua sayapnya akan menjaga material dengan baik, sehingga tidak sampai tumpah selama proses pengangkutan. 

Mirip dengan S-Blade, blade yang satu ini juga menempel di sudut belakang blade itu sendiri. Jika dibandingkan dengan model lainnya, U-Blade memiliki ukuran terbesar. Model ini cocok untuk dipakai di tanah yang lunak maupun memiliki kepadatan sedang, seperti: pengerjaan reklamasi tanah, pemindahan tumpukan batu, dan yang lainnya. 
Semi U-BladeModel blade yang satu ini juga sering disebut sebagai U-Blade for light material, sebab tampilannya seperti perpaduan antara U-Blade dan S-Blade. Blade ini tidak sependek model S-Blade, namun berukuran lebih kecil dari model U-Blade. Model ini juga dilengkapi dengan sayap samping, namun tidak melengkung model  U-Blade. 

Desainnya yang unik membuat model yang satu ini cocok untuk mendorong serta mengangkut material yang berjarak cukup jauh. Jika dibandingkan dengan model S-Blade, maka model blade yang satu ini memiliki tekanan yang lebih kuat, sehingga dapat mendorong serta membawa material pada medan lunak sampai dengan kepadatan sedang. 
Angle Blade (A-Blade)Blade yang satu ini didesain menempel pada bagian tengah panel bulldozer. Posisinya tersebut membuat blade ini bisa memindahkan material ke arah samping, bahkan dengan kemiringan sampai 30 derajat, baik itu ke arah kanan maupun ke arah kiri. Bukan hanya itu saja, A-Blade juga mampu bergerak dengan posisi lurus ke depan. 

Ada banyak manuver sulit yang bisa dilakukan bulldozer yang menggunakan model blade yang satu ini, seperti: membuka jalan, membuat saluran air/ parit, membuang material ke arah samping, dan yang lainnya. A-Blade bisa berfungsi dengan baik di area tanah yang lunak, sedang, dan bahkan keras.
Power-Angle-Tilt (PAT) BladeIni merupakan jenis blade yang paling sederhana, sebab bisa bermanuver dalam berbagai sudut. Operator bisa mengendalikannya dengan mudah melalui kabin, sehingga blade yang satu ini bekerja dengan baik sesuai dengan arah yang diinginkan.

Mirip dengan A-Blade, blade yang satu ini juga terpasang pada bagian tengah panel. Ada banyak jenis pekerjaan yang bisa dilakukan dengan menggunakan PAT-Blade, antara lain: mengais material, meratakan permukaan tanah, melakukan penimbunan, membersihkan lahan, dan yang lainnya. 
Cushion Blade (C-Blade)C-Blade merupakan salah satu jenis blade yang dilengkapi dengan kemampuan baik dalam bermanuver. Hal ini disebabkan oleh bantalan karet yang dimilikinya dan berfungsi untuk melakukan perendaman terhadap tumbukan material yang dikerjakannya. 

Blade yang satu ini biasanya digunakan untuk berbagai pekerjaan, termasuk pemeliharaan jalan dan yang lainnya. Kemampuan manuvernya yang bagus membuat C-Blade bisa digunakan untuk menangani berbagai medan, baik itu yang lunak maupun keras.
Bowl DozerIni merupakan jenis blade terakhir yang sering digunakan pada bulldozer. Bowl dozer memiliki kemampuan yang baik untuk mengangkat dan mendorong material, bahkan dengan jumlah kehilangan yang terbilang sedikit saja. Hal ini disebabkan oleh adanya dinding-dinding besi yang terdapat di bagian sampingnya.  

Blade yang satu ini bisa digunakan untuk pekerjaan dalam jarak yang terbilang jauh. Kemampuannya tersebut membuat bowl dozer banyak digunakan dalam industri kayu dan juga pertambangan yang pada umumnya terletak di medan-medan yang terbilang sulit. 

Baca Juga: Mobil Truk: Jenisnya, Kelebihan, dan Tips Merawat Truk

Apa saja Fungsi Bulldozer? 

Berikut ini adalah beberapa fungsi bulldozer yang perlu dipahami dengan baik: 

  1. Mengeruk Tanah: melakukan pengerukan tanah dalam ukuran yang dangkal merupakan salah satu fungsi utama dari alat berat ini. 
  2. Membersihkan Lahan: bulldozer juga kerap digunakan sebagai alat untuk membersihkan lahan, baik itu dari semak-semak, gundukan atau tumpukan material, dan yang lainnya. 
  3. Merintis Tanah: merintis atau meratakan tanah juga menjadi pekerjaan yang kerap dilakukan dengan menggunakan bulldozer. Hal ini biasanya dibutuhkan saat akan melakukan pembangunan perumahan/ perkantoran. 
  4. Pengangkutan dan Penyebaran Material Konstruksi: alat berat yang satu ini juga sering dimanfaatkan untuk mengangkut dan menyebarkan material konstruksi pada jarak dekat. 
  5. Penimbunan Material Konstruksi: bulldozer juga sering digunakan sebagai alat untuk menimbun berbagai material konstruksi, sehingga dihasilkan kontur tertentu sesuai dengan kebutuhan. 

Crawler Bulldozer Mempermudah Pekerjaan Proyek 

Crawler bulldozer merupakan salah satu alat berat yang sering digunakan dalam pekerjaan proyek konstruksi dan juga pertambangan. Kemampuannya bekerja di berbagai medan yang berbeda membuat alat berat yang satu ini banyak dimanfaatkan untuk berbagai pekerjaan, baik itu pada tanah yang lunak maupun medan yang keras.

Crawl Buldozer, sebagai alat/mesin berat dengan harga tinggi, memerlukan perlindungan ekstra untuk menjaga finansial Anda dari risiko kerusakan dan kehilangan. Cermati Protect menawarkan produk asuransi umum yang dapat memberikan perlindungan terhadap risiko-risiko tersebut. Pelajari lebih lanjut mengenai asuransi ini dengan mengisi formulir di bawah ini!

Mengenal Alat Berat Bucket Wheel Excavator

Mengenal Alat Berat Bucket Wheel Excavator

Bucket Wheel Excavator adalah salah satu jenis alat berat terbesar yang sering digunakan pada proyek konstruksi maupun industri pertambangan lainnya. Sebagaimana alat berat lainnya, penggunaan alat berat yang satu ini diharapkan bisa mempermudah pekerjaan manusia. 

Bucket wheel excavator termasuk alat berat yang memiliki peran penting dalam sebuah proyek maupun aktivitas penambangan. Alat berat ini akan berfungsi untuk melakukan pengerukan dan juga penggalian dengan lebih cepat, sehingga berbagai pekerjaan proyek bisa berjalan dengan efisien. 

Apa itu Bucket Wheel Excavator?

Bucket Wheel Excavator merupakan alat berat yang dipakai dalam penggalian material-material besar, seperti: batu bara, tanah, bijih besi, pasir, dan yang lainnya. Memiliki efisiensi yang tinggi, alat berat ini bisa mempermudah pekerjaan dan menghemat waktu penggalian. 

Alat berat yang satu ini dinamai “bucket wheel”, sebab terdapat roda menyerupai ember yang terpasang pada ujung lengan pendorongnya. Masing-masing ember ini dilengkapi dengan gigi cangkang yang memiliki fungsi untuk menggali serta mengangkut material-material galian. 

Pada umumnya, bucket wheel excavator sendiri dipakai pada operasi tambang terbuka, di mana alat ini bisa melakukan ekstraksi berbagai material dari lapisan bawah tanah dengan cara yang efisien. Proses kerjanya yang terbilang praktis akan membuat pekerjaan tambang menjadi lebih cepat selesai. 

Kinerja bucket wheel excavator dalam industri pertambangan termasuk salah satu yang paling dibutuhkan. Penggunaan alat berat yang satu ini dianggap bisa mempermudah pekerjaan dan sekaligus meningkatkan produktivitas tambang menjadi lebih maksimal. 

Sebagaimana penggunaan alat berat pada umumnya, bucket wheel excavator diharapkan bisa menyelesaikan berbagai pekerjaan yang tidak mungkin dikerjakan dengan tenaga manusia secara manual. Hal ini sekaligus menjadi alasan mengapa alat ini begitu sering digunakan di kawasan pertambangan. 

Bukan hanya sekedar untuk melakukan pekerjaan penggalian, namun ada banyak pekerjaan lainnya yang bisa diselesaikan dengan menggunakan bucket wheel excavator. Semua ini tentu harus dilakukan dengan bantuan seorang operator yang handal dan ahli di bidang tersebut. 

Seorang operator yang profesional akan dibutuhkan untuk memastikan alat berat ini bisa bekerja secara efisien, sesuai dengan kebutuhan proyek maupun tambang itu sendiri. Hal ini akan memungkinkan bucket wheel excavator bisa memberikan manfaat yang maksimal dalam penggunaannya. 

Baca Juga: Compactor: Pengertian, Klasifikasi, dan Jenis-Jenisnya

Apa Saja Fungsi Bucket Wheel Excavator?

Bucket wheel excavator termasuk jenis alat berat yang bisa digunakan untuk menangani beberapa pekerjaan yang berbeda. Hal ini membuat alat berat yang satu ini terbilang multifungsi dan bisa diandalkan untuk menangani pekerjaan-pekerjaan yang cukup beragam di kawasan pertambangan maupun konstruksi. 

Berikut ini adalah beberapa fungsi bucket wheel excavator yang bisa dimanfaatkan: 

1. Menggali Material

Fungsi utama dari bucket wheel excavator adalah menggali material-material yang berasal dari tambang maupun permukaan tanah. Kapasitas mesinnya yang terbilang besar mampu melakukan penggalian material dalam jumlah yang besar dengan waktu yang terbilang singkat. Hal ini menjadi alasan mengapa alat berat yang satu ini sangat efisien untuk digunakan pada proyek tambang terbuka. 

2. Memindahkan Material

Saat proses penggalian material sudah selesai dilakukan, bucket wheel excavator juga bisa dimanfaatkan untuk memindahkan berbagai material tersebut. Alat berat ini biasanya digunakan untuk memindahkan tanah dan berbagai material galian ke conveyor belt maupun kendaraan pengangkut lainnya yang digunakan untuk memuat berbagai material tersebut. 

Biasanya berbagai material ini akan diangkut ke tempat-tempat penyimpanan maupun fasilitas pengolahan lainnya. Penggunaan bucket wheel excavator akan membuat proses pengangkutan ini menjadi jauh lebih mudah dan cepat, sehingga aktivitas produksi di pertambangan berjalan dengan optimal. 

3. Membersihkan Tambang

Alat berat yang satu ini juga bisa berfungsi sebagai alat pembersih area tambang. Bucket Wheel Excavator bisa dimanfaatkan untuk membersihkan dan sekaligus meratakan kawasan tambang yang biasanya permukaannya bergelombang. Proses pembersihan ini sendiri terbilang penting demi menjaga keamanan serta efisiensi area tambang, sehingga kawasan tersebut aman bagi pekerja yang ada di sana. 

4. Menggali Terowongan

Bucket wheel excavator juga bisa dimanfaatkan untuk proses penggalian di terowongan. Alat ini mampu melakukan penggalian berskala besar, baik itu dalam industri tambang maupun konstruksi. Hal ini akan membuat pekerjaan menjadi lebih mudah dan bisa selesai dalam waktu yang tepat. 

Sistem Kerja Bucket Wheel Excavator

Sebagai salah satu alat berat yang banyak dibutuhkan dalam industri pertambangan dan konstruksi, bucket wheel excavator memang didesain untuk mengerjakan dan menyelesaikan pekerjaan dengan cepat. Alat berat ini memiliki kemampuan penggalian berkapasitas besar dan bisa diandalkan. 

Berikut ini adalah beberapa sistem kerja yang terdapat pada bucket wheel excavator: 

Terrace CutSistem kerja pertama yang terdapat pada bucket wheel excavator adalah terrace cut. Ini merupakan teknik penggalian dengan cara menggali area permukaan ke arah depan. Dalam sistem yang satu ini, bucket wheel excavator akan bergerak maju sambil melakukan penggalian material yang terdapat di depannya dengan cara bertahap. 

Rangkaian alat berat ini akan berputar secara perlahan dan melakukan penggalian material pada permukaan tanah dengan menggunakan cangkul-cangkul yang sudah terpasang. Material-material galian ini dipindahkan ke atas conveyer berjalan yang terdapat di mesin, sehingga bisa diangkut dan diproses lebih lanjut ataupun disimpan. 
Dropping CutSistem yang satu ini dilakukan dengan cara menggali permukaan tanah ke arah bawah. Bucket wheel excavator akan menurunkan bagian bucket yang dimilikinya dengan cara perlahan untuk melakukan penggalian pada lapisan tanah yang lebih dalam lagi.

Tahap ini dilakukan dengan cara menggerakkan mesin dengan arah vertikal dan melakukan penggalian material pada lapisan yang berada di bawah permukaan tanah. Berbagai material yang digali ini akan diangkut dengan menggunakan conveyor berjalan, agar kemudian bisa diproses lebih lanjut ataupun disimpan.  
Combination CutSistem kerja yang bucket wheel excavator yang terakhir adalah combination cut atau yang dikenal juga dengan istilah penggalian gabungan. Pada sistem yang satu ini, alat berat tersebut akan menggabungkan sistem kerja terrace cut dengan dropping cut dalam melakukan penggalian. 

Bucket wheel excavator akan melakukan penggalian material pada permukaan ke arah depan dengan menerapkan teknik terrace cut, namun selanjutnya alat berat ini juga menurunkan bucket wheel-nya untuk melakukan penggalian material pada lapisan yang lebih dalam dengan menerapkan teknik dropping cut. 

Perpaduan kedua teknik tersebut akan memungkinkan bucket wheel excavator melakukan penggalian material dengan cara efisien dari berbagai tingkat kedalaman dan kemiringan tanah. Teknik ini memberi keuntungan tersendiri, di mana proses penggalian material bisa berjalan dengan efisien dan maksimal. 

Kombinasi teknik ini bisa dimanfaatkan untuk operasi penambangan yang melibatkan struktur geologi yang berbeda, di mana mesin bucket wheel excavator bisa disesuaikan dengan kondisi tersebut. Cara ini akan membuat produktivitas tetap maksimal dan biaya operasional bisa ditekan. 

Baca Juga: Diesel Hammer: Pengertian, Struktur, Keunggulan dan Kekurangannya

Kelebihan dan Kelemahan Bucket Wheel Excavator

Penggunaan bucket wheel excavator menjadi pilihan utama dalam penggalian material tambang yang dilakukan secara modern. Alat ini dianggap bisa memberikan hasil tambang yang maksimal dengan biaya yang cukup ringan. Namun meski demikian, alat berat yang satu ini tentu memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. 

Kelebihan Bucket Wheel Excavator 

  • Memiliki efisiensi tinggi dan bisa melakukan penggalian material dalam jumlah besar dengan waktu yang terbilang singkat. 
  • Memiliki ketepatan/ akurasi penggalian yang tinggi, sehingga bisa meminimalisir pemborosan serta kerugian dalam penambangan. 
  • Beberapa tipe bucket wheel excavator dilengkapi teknologi kontrol jarak jauh, sehingga bisa dikendalikan dari jauh oleh operator, tanpa membahayakan keselamatan jiwa operator tersebut di lokasi tambang yang berbahaya. 
  • Didesain memiliki penggunaan energi yang efisien dan hemat biaya. 
  • Memiliki usia pakai yang terbilang panjang. 

Kelemahan Bucket Wheel Excavator

  • Memiliki ukuran yang besar, sehingga seringkali membutuhkan transportasi yang cukup rumit untuk membawanya ke lokasi tambang. 
  • Memiliki sistem perakitan yang terbilang rumit dan membutuhkan ketelitian yang sangat tinggi. 
  • Membutuhkan perawatan rutin dan berkala, agar mesin tetap terjaga dan bisa bekerja secara maksimal. 

Baca Juga: Asphalt Paver: Fungsi, Komponen dan Cara Kerjanya

Bucket Wheel Excavator jadi Alat Andalan di Pertambangan 

Bucket wheel excavator merupakan alat berat yang banyak digunakan di pertambangan. Mesin yang satu ini bisa melakukan penggalian dan pemindahan material galian dengan mudah dan cepat. Efisiensinya yang terbilang tinggi membuat bucket wheel excavator menjadi salah satu alat berat yang paling diandalkan dalam industri pertambangan. 

Dapatkan perlindungan finansial yang luas dan dapat diandalkan untuk alat berat bucket wheel excavator Anda dengan Asuransi Umum terbaik dari Cermati Protect. Lindungi bisnis Anda dari kerugian finansial akibat kerusakan, dan ambillah langkah bijak sekarang dengan mengisi formulir di bawah ini. Jangan biarkan kerusakan menghentikan perjalanan bisnis Anda!

10 Daftar Alat Berat Terbesar di Dunia

10 Daftar Alat Berat Terbesar di Dunia

Pekerjaan pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan tenaga manusia. Dibutuhkan sejumlah alat berat untuk meringankan pekerjaan pembangunan, sehingga pembangunan berjalan dengan lancar. Waktu pembangunan pun menjadi singkat, sehingga biaya operasional menjadi lebih hemat.

Alat-alat berat yang digunakan biasanya memiliki ukuran yang besar. Sebab semakin besar ukurannya, maka semakin maksimal pula hasil kerjanya karena alat tersebut dapat digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan yang sangat besar.

10 Daftar Alat Berat Terbesar di Dunia

Sebagian besar alat berat memiliki ukuran yang besar. Namun dari sekian banyak jenis alat berat, berikut ini 10 daftar alat berat terbesar yang ada di dunia. 

1. Truk Tambang Caterpillar 797F

Salah satu perusahaan alat berat ternama, Caterpillar, berhasil memproduksi alat berat terbesar di dunia bernama truk tambang tipe 797F. Alat berat ini sengaja diproduksi oleh perusahaan untuk memenuhi kebutuhan produksi skala besar. Truk ini mampu mengangkut muatan sebesar 363 metrik ton untuk satu kali angkut. 

Truk ini memiliki ukuran panjang 14 meter, tinggi 7 meter (saat terisi muatan), dan penampang ban 9,5 meter. Mesin yang digunakan adalah mesin diesel raksasa 24 quad turbo V24 yang dapat menghasilkan tenaga 3.793 Tk. Dengan tenaga yang sangat besar, truk ini mampu menghabiskan 250 liter dalam satu jam saat beroperasi.

Fitur truk tambang Caterpillar 797F, antara lain:

  • Engine kinerja tinggi yang menawarkan keseimbangan ideal antara daya dan desain
  • Transmisi powershift dilengkapi dengan 7 kecepatan dengan pengalihan yang halus
  • Sistem pengereman tangguh
  • Bak truk cukup handal sehingga kinerja menjadi optimal
  • Kabin yang nyaman untuk operator  

2. Dump Truck Liebherr T 282B

Dump truck terbesar yang pernah digunakan di industri pertambangan adalah Liebherr T 282B. Alat ini memiliki berat 203 ton dengan daya tampung bahan bakar sebesar 4.732 liter.

Truk tambang ini dilengkapi dengan mesin V20 dan dapat menghasilkan tenaga hingga 3.650 Tk. Dengan tenaga yang besar, total muatan yang dapat diangkut bisa mencapai 365 ton. Meski sangat besar, kinerja dump truck ini sangat terbatas, yaitu 64 km per jam untuk mengangkut beban maksimum. 

Fitur dump truck liebherr T 282B, antara lain:

  • Berukuran panjang 14,5 meter, lebar 8,7 meter, dan tinggi 7,4 meter
  • Daya mencapai 3.650 Tk
  • Berat 203 ton, tapi mampu mengangkat beban hingga 365 ton

3. Bucket Wheel Excavator Bagger 293

Bucket wheel merupakan salah satu alat berat yang berfungsi untuk mengeruk dan memindahkan material yang dikeruk ke tempat yang diinginkan. Alat ini biasa digunakan di industri pertambangan, khususnya dalam proyek pertambangan skala besar. Sampai saat ini, bucket wheel masih digunakan untuk memaksimalkan hasil kerja pertambangan. 

Bucket wheel excavator Bagger 293 memiliki ukuran yang besar. Panjangnya mencapai 721 kaki, sedangkan tingginya 310 kaki. Alat berat buatan Jerman ini mampu memindahkan 100.000 yard kubik per hari menggunakan 20 bucket yang ada di dalamnya. 

Fitur bucket wheel excavator Bagger 293, antara lain:

  • Bobot truk 14.200 ton mampu memindahkan 100.000 yard kubik
  • Dilengkapi dengan konveyor berjalan dengan panjang 92 meter
  • Memiliki desain kabin yang nyaman

Baca Juga: 10 Alat Berat Paling Canggih dan Kelebihannya

4. Terex Truck TA400 ADT

Di kalangan terex truck, model TA400 ADT menjadi salah satu yang terbesar di dunia. Truk ini memiliki kapasitas muatan sebesar 38 ton dengan engine berkekuatan 331 kW. Sementara volume muatan yang dapat diangkut sebesar 23,3 meter kubik.

Torsi maksimum dari unit ini adalah 1.548 ft-lb pada 2.100 rpm. Terdapat enam persneling maju dan satu roda gigi untuk mundur. Truk ini dapat melaju hingga kecepatan 37,3 mph.

Fitur Terex Haulers Off Road, antara lain:

  • Mesin diesel untuk menghemat bahan bakar
  • Dilengkapi dengan rimpull untuk kerja maksimum
  • Kapasitas bodi yang besar, tapi dengan bobot rendah
  • Dilengkapi dengan oil cooled, wet disc pada keenam rodanya
  • Memiliki kabin ergonomik terbaru untuk meningkatkan kenyamanan operator

5. Truk Tambang Westech T282C

Salah satu perusahaan alat berat asal Amerika Serikat, Westech, berhasil memproduksi truk tambang terbesar tipe T282C. Truk ini baru dioperasikan pada Bulan Juli tahun 2011 silam. Alat ini dirancang khusus untuk proyek pertambangan batu bara. 

Daya muatnya mencapai 470,4 meter kubik. Sementara tingkat densitas truk tambang ini adalah 0,86 ton meter kubik dalam satu hari. 

Fitur truk tambang Westech T282C, antara lain:

  • Memiliki daya muat hingga 470,4 meter kubik
  • Dilengkapi dengan sistem kabin yang nyaman dan luas

6. Excavator Komatsu PC8000

Alat ini dijuluki sebagai the giant excavator karena ukurannya yang besar. Alat ini sering digunakan untuk proyek pertambangan untuk menggali material. Beratnya mencapai 800 ton.

Excavator tipe ini dilengkapi dengan sistem after treatment knalpot yang berguna untuk meminimalisir bahaya saat dioperasikan, juga untuk memudahkan servis komponen yang rusak. Dilengkapi dengan bucket yang dapat berputar hingga 360 derajat. Kapasitas tangki pada unit ini mencapai 13.500 liter. 

Fitur excavator Komatsu PC8000, antara lain:

  • Dilengkapi dengan mesin 4 tier untuk menghemat penggunaan bahan bakar
  • Menggunakan 16 silinder
  • Power engine berkekuatan 2.010 HP dengan kecepatan 1800 rpm
  • Sistem kabin yang canggih untuk melindungi operator saat mengoperasikan excavator

7. Komatsu Loader P&H L-2350

Unit yang telah diproduksi sejak tahun 1993 ini masih masuk dalam jejeran alat berat terbesar di dunia. Alat ini hadir dengan kekuatan 1.715 kW atau 2.300 hp. Tingkat kemampuan angkut mencapai 72,5 ton untuk penggunaan standar.

Kapasitas bucket mencapai 40,52 meter kubik. Sedangkan ukuran bannya menjadi salah satu yang terbesar di dunia, yaitu 70.70-57. Total berat unit ini mencapai 266,6 ton dalam kondisi siap dioperasikan. 

Fitur Komatsu Loader P&H L-2350, antara lain:

  • Hemat bahan bakar hingga 45%
  • Pengurangan emisi karbon dioksida hingga 35%
  • Dilengkapi dengan teknologi self-cleaning replaceable 
  • Perawatan tergolong mudah dan murah

8. Caterpillar Wheel Loader 994K

Wheel loader tipe 994K merupakan tipe terbaru yang diproduksi oleh perusahaan Caterpillar. Kehadirannya untuk menggantikan tipe sebelumnya, yaitu Caterpillar 994 yang diproduksi tahun 1990 silam. Unit ini memiliki panjang 17,86 meter, tinggi 7 meter, dan lebar bucket 6,2 meter.

Wheel loader ini memiliki berat sebesar 240 ton, dilengkapi dengan mesin berkekuatan 1.377 kW atau 1.847 hp. Daya angkutnya mencapai 40,8 ton dengan kapasitas bucket maksimal 19,1 – 24,5 meter kubik. 

Fitur Caterpillar wheel loader 994 K, antara lain:

  • Akses jalan keluar lebih baik dengan sistem terpadu
  • Ukuran permukaan lebih luas 25% untuk meningkatkan visibilitas
  • Dilengkapi dengan tampilan LED yang lebih besar, berwarna, dan mudah dibaca
  • Ukuran kabin lebih besar untuk meningkatkan kenyamanan operator
  • Didesain dengan 16 silinder untuk kinerja yang optimal

Baca Juga: Ini Dia Jenis-jenis Alat Berat dan Fungsinya!

9. XCMG Crawler Crane XGC88000

XCMG, salah satu perusahaan asal China hadir dengan salah satu alat berat andalannya bernama Crawler Crane XGC88000. Alat ini sering digunakan untuk memudahkan pekerjaan konstruksi skala besar. Dilengkapi dengan teknologi yang mutakhir, sehingga konstruksi dapat diselesaikan dengan hasil maksimal.

Sebagai salah satu crawler crane terbesar di dunia, alat ini memiliki kapasitas angkut mencapai 4.000 ton. Unit ini ditenagai oleh tiga engine cummins berkekuatan 1.923 kW. 

Fitur XCMG crawler crane XGC88000, antara lain:

  • Dilengkapi dengan teknologi terdepan, eksplorasi berkelanjutan
  • Mampu mengangkat beban hingga 4.500 ton

10. Hydraulic Excavator Hitachi EX 8000-6

Alat berat terbesar di dunia terakhir adalah hydraulic excavator Hitachi EX 8000-6. Unit buatan Jepang ini hadie dengan dua engine cummies QSK60C, sehingga memiliki daya muatan yang cukup besar. Bahkan kabarnya alat ini mampu mengalahkan ketangguhan Liebherr 996. 

Hitachi EX 8000-6 memiliki berat 811.000 kg. Dilengkapi dengan load shovel sebesar 40 meter kubik atau backhoe bucket sebesar 43 meter kubik. Unit ini berkekuatan 1.450 kW dengan penggalian maksimum 13,8 meter.

Fitur hydraulic excavator Hitachi eX 8000-6, antara lain:

  • Dilengkapi dengan dua engine cummies QSK60C
  • Kekuatan gali mencapai 2.230 kN dengan kedalaman penggalian maksimum 13,8 meter
  • Kekuatan engine 1.450 kW

Baca Juga: 10 Macam Alat Berat Serta Harganya!

Efisiensi Kerja Meningkat dengan Bantuan Alat Berat

Itu dia deretan alat berat terbesar di dunia. Alat berat di atas pada umumnya digunakan untuk mengerjakan proyek konstruksi maupun pertambangan skala besar. Kehadiran alat berat terbesar berhasil menunjukkan seberapa besar pengaruh penggunaan alat berat untuk menciptakan efisiensi kerja, sehingga alat tersebut diciptakan oleh manusia.

Untuk perlindungan lebih lanjut terhadap alat berat, bisa mengajukan asuransi umum melalui layanan Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah ini. Jangan abaikan perlindungan yang diperlukan untuk mengamankan investasi Anda.

Tips Mudah Mengoperasikan Alat Berat Excavator

Tips Mudah Mengoperasikan Alat Berat Excavator

Excavator adalah salah satu alat berat yang sering ditemukan di lokasi proyek. Alat ini memiliki roda yang bentuknya menyerupai roda tank. Roda berfungsi untuk menembus berbagai jenis medan, baik medan yang berbatu, berkerikil, penuh tanah, maupun berlumpur. 

Excavator dioperasikan oleh seorang operator di dalam sebuah kabin. Operator wajib menguasai unit mesin yang ingin dikemudikan terlebih dahulu sebelum diberi kepercayaan untuk mengoperasikan excavator. Penguasaan ini dapat terwujud jika seorang operator mau mempelajari excavator dengan sungguh-sungguh. 

Komponen dalam Kabin Excavator

Excavator terdiri dari dua pembagian komponen, yaitu luar dan dalam. Komponen luarnya terdiri dari:

  • Bucket : berfungsi untuk menyimpan material
  • Bucket cylinder : berfungsi untuk menggerakkan bucket
  • Arm : berfungsi untuk mengayunkan bucket ke atas dan bawah
  • Arm cylinder : berfungsi untuk menggerakkan arm
  • Boom : berfungsi untuk menggerakkan arm ke atas dan bawah
  • Boom cylinder : berfungsi untuk menggerakkan boom
  • Tracker : adalah bagian roda untuk menjalankan excavator
  • Kabin : tempat operator mengendalikan excavator

Sedangkan komponen bagian dalamnya bisa ditemukan di dalam kabin excavator itu sendiri. Komponen pada bagian dalam terdiri dari:

1. Tuas travel kiri

Berfungsi untuk menggerakkan motor travel kiri menggunakan kontrol tangan kiri.

2. Tuas travel kanan

Berfungsi untuk menggerakkan motor travel kiri menggunakan kontrol tangan kanan.

3. Tuas kontrol kiri

Berfungsi untuk menggerakkan swing dan arm. Di bagian ujung tuas terdapat tombol klakson.

4. Tuas kontrol kanan

Berfungsi untuk menggerakkan boom dan bucket. Pada bagian ujung tuas terdapat power boost yang berfungsi untuk memaksimalkan kekuatan excavator saat melakukan penggalian.

5. Saklar kontrol kiri

Komponen ini dibagi menjadi enam bagian, yaitu:

  • Safety lock, berguna sebagai pengaman saat operator berada di dalam maupun di luar excavator
  • Saklar  lampu beacon, berguna untuk menghidupkan lampu beacon atau rotator. Lampu ini biasanya berwarna kuning dan berputar di atas kabin
  • Lampu kerja extra, berguna untuk memberi penerangan. Lampu ini biasanya dipasang di belakang unit, tepatnya di bagian atas excavator.
  • Mute, adalah tombol untuk mematikan suara
  • Stop travel warning, berguna untuk mematikan alarm saat excavator sedang dioperasikan
  • Hour meter, merupakan alat pengukur jam kerja

6. Saklar kontrol kanan

Komponen ini dibagi menjadi lima bagian, yaitu:

  • Lampu kerja, berguna untuk memberi penerangan saat excavator dioperasikan
  • Power mode, berguna untuk memberikan putaran maksimum setelah selektor berada di posisi H selama 5 detik
  • Auto idle, berguna untuk mengatur kecepatan mesin
  • Travel mode, berguna untuk mengatur kecepatan sesuai keinginan
  • Mode kerja, berguna untuk memberikan perintah sesuai attachment yang digunakan

7. Panel AC

Berguna untuk mengatur suhu atau temperatur di dalam kabin.

8. Kunci kontak

Merupakan komponen yang terdiri dari serangkaian sistem untuk menghidupkan, mematikan, dan mengunci mesin.

9. Selektor RPM

Berguna untuk mengatur tinggi rendahnya putaran yang terdapat pada mesin excavator. Komponen ini terdiri dari beberapa mode, yaitu I, F, G, dan H. Jika posisinya berada di mode H, itu artinya putaran mesin belum cukup.

10. Wiper dan washer

Wiper adalah tombol untuk membersihkan kaca excavator di bagian depan maupun belakang. Sedangkan washer adalah tombol untuk menyemprotkan cairan selama excavator dibersihkan.

11. Panel monitor

Merupakan komponen untuk menampilkan menu pengaturan pada bagian saklar kontrol. Beberapa menu yang akan ditemui di panel monitor, di antaranya:

  • Coolant temperature gauge
  • Fuel gauge
  • Indikator level bahan bakar
  • Indikator filter air
  • Indikator alternator
  • Indikator lampu kerja
  • Indikator filter oli hidrolik
  • Indikator level pendinginan atau coolant
  • Indikator tekanan oli mesin atau engine oil pressure
  • Indikator preheat
  • Indikator overheat
  • Indikator auto idle
  • Indokator auto acceleration

12. Foot rest

Berfungsi sebagai tempat mengistirahatkan kaki saat pedal excavator tidak digunakan.

13. Pedal travel kiri

Berfungsi untuk menggerakkan motor travel kiri menggunakan kaki kiri.

14. Pedal travel kanan

Berfungsi untuk menggerakkan motor travel kanan menggunakan kaki kanan.

15. Seat belt

Seat belt atau sabuk pengaman berfungsi untuk melindungi operator saat mengoperasikan excavator,, baik dalam kondisi biasa atau darurat.

16. Seat back box

Berfungsi untuk menyimpan manual book atau buku panduan tentang cara mengoperasikan excavator.

17. Kotak panas dan dingin

Berfungsi sebagai tempat penyimpanan makanan atau minuman operator. 

18. Knop engine stop

Berfungsi untuk mematikan mesin apabila mesin belum mati saat berada dalam posisi off.

Baca Juga: Alat Berat Excavator: Fungsi, Jenis, Harga, dan Cara Kerja

Syarat-Syarat Belajar Mengoperasikan Excavator

Bagi yang tertarik untuk mempelajari excavator, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi. Syarat-syarat tersebut, antara lain.

1. Wajib Memiliki SIM B2

Syarat pertama adalah memiliki SIM B2. Kepemilikan SIM ini menandakan bahwa kamu sudah memiliki pengetahuan yang cukup tentang excavator itu sendiri. Alhasil, perusahaan mau mempercayakan tanggung jawab sebagai operator kepadamu. 

2. Menggunakan Baju Keselamatan dan Topi

Meskipun masih belajar, kamu wajib menggunakan perlengkapan mengemudi layaknya seorang operator handal. Perlengkapan ini berupa baju keselamatan dan topi. Gunanya untuk melindungi tubuh dan kepala dari risiko kejatuhan, benturan, dan risiko lainnya yang dapat terjadi selama proses belajar.

3. Memahami Komponen Excavator

Sebelum mengoperasikan excavator, kamu perlu mengetahui komponen-komponen yang ada di dalamnya. Mulai dari yang terdapat di bagian luar hingga dalam kabin. Dengan pemahaman yang baik, proses belajar menjadi lebih cepat dan mudah. 

Tips Mudah Mengoperasikan Excavator

Sebelum mengoperasikan excavator, penting agar seorang operator melakukan pemeriksaan harian. Adapun bagian yang diperiksa, antara lain:

  • Sistem kelistrikan
  • Sistem hidrolik
  • Perangkat keras
  • Komponen boom, bucket, sheet metal, dan tracks
  • Komponen pelumasan
  • Sistem bahan bakar atau oli
  • Komponen peralatan pelindung
  • Keselamatan

Setelah pemeriksaan, lakukan langkah berikut untuk mengoperasikan excavator.

1. Sebelum Menyalakan Mesin

  • Pastikan tuas shut off berada dalam posisi lock
  • Pastikan semua tuas berada dalam posisi netral
  • Periksa lampu indikator
  • Atur tempat duduk senyaman mungkin, lalu pasang sabuk pengaman

2. Menyalakan Mesin

  • Putar kunci pada posisi ON, lalu bunyikan klakson untuk memastikan klakson berfungsi dengan baik
  • Putar dial kontrol mesin pada posisi slow idle
  • Putar kunci untuk menyalakan mesin excavator, lalu lepaskan tombol kunci untuk mengembalikannya ke posisi ON

3. Menyalakan Mesin Saat Cuaca Dingin

  • Putar dial kontrol di antara huruf L dan H
  • Putar kunci ke posisi ON
  • Jika pemanasan diperlukan, maka indikatornya akan kembali menyala kira-kira 8 detik
  • Setelah indikator pemanasan mati, segera putar kunci pada posisi start. Lepaskan kunci saat mesin menyala

4. Menjalankan Komponen pada Excavator

  • Gunakan tuas bagian kanan untuk menjalankan bucket dan boom
  • Gunakan tuas bagian kiri untuk mengontrol arah kabin dan bim
  • Gunakan tombol shut off atau locker yang ada di sebelah kiri untuk mengunci tuas excavator
  • Gunakan tuas kanan dan kiri yang ada di bagian depan untuk menjalankan dan membelokkan excavator

5. Menghentikan Mesin

  • Cari tempat atau area yang permukaannya rata
  • Turunkan bucket ke tanah
  • Putar dial kontrol pada posisi low idle dan jalankan mesin selama 5 detik untuk mendinginkan mesin
  • Putar kunci pada posisi OFF
  • Tarik tuas shut off pada posisi lock

Baca Juga: Excavator Mini: Fungsi, Kelebihan, Kekurangan, dan Gangguan yang Sering Muncul

Tips Agar Mesin Excavator Awet

Mengingat harga alat-alat berat sangat mahal, maka hal yang wajar jika operator melakukan perawatan maksimal untuk menjaga performa mesinnya. Berikut ini beberapa tips yang biasa dilakukan agar mesin excavator awet:

  • Operasikan mesin hanya dalam posisi ekonomi (E)
  • Batasi tenaga mesin hanya pada sampai 80%
  • Gunakan excavator sesering mungkin karena mesin menjadi lebih cepat rusak saat didiamkan dalam kurun waktu yang cukup lama
  • Periksa bagian lampu indikator pada mesin selama pengoperasian
  • Lakukan pemeriksaan harian setelah 8 jam digunakan
  • Periksa bagian oli atau bahan bakar untuk mendeteksi adanya kebocoran
  • Berikan pelumas pada komponen secara rutin, khususnya setelah excavator digunakan di medan yang berlumpur dan berair
  • Lakukan servis ke bengkel setelah 50 jam atau 100 jam penggunaan
  • Ganti sparepart excavator yang mulai rusak atau yang sudah tua

Operasikan dengan Benar Guna Menghindari Kecelakaan Kerja

Mengoperasikan excavator tidaklah mudah, tapi juga tidak sulit selama seorang operator mau belajar dengan sungguh-sungguh. Hingga pada akhirnya operator memahami cara kerja excavator dan tombol-tombol yang ada di dalamnya dengan baik. Jika dioperasikan dengan benar, maka seorang operator sudah ikut berpartisipasi dalam menciptakan keselamatan kerja di perusahaan. 

Dalam bisnis konstruksi atau penggunaan alat berat seperti excavator, kerusakan bisa menjadi mimpi buruk yang merugikan secara finansial. Setiap hari tanpa excavator berarti penundaan proyek dan kerugian pendapatan. Untuk melindungi bisnis dari risiko kerusakan alat berat yang tak terduga, memiliki asuransi umum sangat penting.

Asuransi umum terbaik, seperti yang ditawarkan oleh Cermati Protect, memberikan perlindungan yang luas dan dapat diandalkan terhadap kerugian finansial akibat kerusakan alat berat. Jangan biarkan kerusakan menghentikan bisnismu, ambillah langkah bijak dengan mendapatkan perlindungan yang tepat sekarang juga dengan mengisi formulir dibawah ini!

Baca Juga: 5 Tips Mudah Merawat Excavator Agar Awet

Jenis-jenis, Kelebihan, Kekurangan, dan Alur Pengiriman Kargo

Jenis-jenis, Kelebihan, Kekurangan, dan Alur Pengiriman Kargo

Industri yang ada di Indonesia semakin berkembang seiring dengan meningkatnya daya beli, khususnya dalam belanja online. Belanja secara online menawarkan keuntungan yang tidak didapatkan saat berbelanja di toko atau supermarket. Selain cepat dan efisien, harga barang lebih murah dan bervariasi, jadi pembeli bisa sesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Untuk mendukung pengiriman dari penjual ke pembeli, kargo adalah salah satu opsi pengiriman yang disediakan. Pengiriman kargo memungkinkan pembeli untuk melakukan pembelian dalam jumlah besar, sehingga pembelian dapat dilakukan secara sekaligus. Kargo juga menyediakan jasa pengiriman ke luar kota, jadi dapat menjangkau pembeli yang lebih luas.

Apa Itu Pengiriman Kargo?

Kargo adalah salah satu opsi pengiriman dalam jumlah dan volume besar yang disediakan oleh perusahaan ekspedisi. Pengiriman ini dapat digunakan untuk jarak tempuh dekat maupun jauh. Jika dibandingkan dengan ongkos kirim reguler, maka pengiriman kargo jauh lebih murah sehingga pembeli akan sangat diuntungkan ketika melakukan pembelian dalam jumlah besar.

Beberapa perusahaan ekspedisi yang menawarkan pengiriman kargo, seperti JNE, J&T, dan SiCepat. Setiap pengiriman kargo akan dikenakan rate atau biaya sesuai dengan kebijakan masing-masing. Jadi, pembeli bisa membandingkan ongkos kirimnya terlebih dahulu sebelum mengirim barang untuk mendapatkan harga termurah.

Penggolongan Jenis Kargo

Menurut jenisnya, kargo dibedakan menjadi dua golongan yaitu general kargo dan spesial kargo. Sedangkan dari pelayanan dan jenis produk, kargo dibedakan menjadi general kargo, spesial kargo, dan dangerous kargo.

General KargoSeperti namanya, kargo ini adalah jenis kargo pada umumnya yang tidak membutuhkan penanganan khusus, tapi tetap harus mengikuti aturan pengiriman yang sudah ditetapkan. Beberapa contoh barang dalam general kargo, antara lain peralatan kantor, alat-alat olahraga, barang kebutuhan pokok, pakaian, sepatu, dan barang fashion lainnya.
Spesial KargoSpesial kargo merupakan jenis kargo yang secara khusus menangani barang-barang yang membutuhkan penanganan khusus. Pengangkutan barang biasanya via jalur udara dan wajib memenuhi regulasi yang sudah ditetapkan oleh Asosiasi Pengangkutan Udara Internasional (IATA). Barang yang diangkut dalam spesial kargo, seperti hewan, barang yang mudah pecah, dan barang mahal.
Dangerous KargoJenis yang terakhir adalah dangerous kargo untuk mengangkut barang-barang berisiko dan dapat mengganggu keselamatan selama pengiriman. Barang-barang yang termasuk dalam dangerous kargo, seperti kembang api, senjata, bom, nuklir, peluru, dan berbagai jenis bahan kimia yang mudah terbakar.

Baca Juga: Jenis-jenis Kargo dan Proses Penanganan Kargo Barang

Jenis-jenis Pengiriman Kargo

Terdapat tiga jenis pengiriman kargo, yaitu darat, laut, dan udara. Ketiga jenis pengiriman ini memiliki spesialisasi masing-masing, jadi terdapat perbedaan di antara ketiganya. Agar lebih jelas, berikut perbandingan masing-masing jenis pengiriman kargo.

1. Pengiriman Kargo Darat

Seperti namanya, pengiriman ini menggunakan moda transportasi darat untuk mengangkut barang dari penjual ke pembeli. Jenis-jenis angkutan yang digunakan cukup beragam, seperti truk, pick up, tronton, fuso, dan kalog atau kereta api logistik. Pengiriman kargo darat memiliki kelebihan maupun kekurangan.

Kelebihan pengiriman kargo darat, di antaranya:

  • Harga pengiriman lebih terjangkau dibandingkan pengiriman via laut dan udara
  • Prosedur perizinan saat melakukan pengiriman lebih mudah karena cuma membutuhkan surat jalan
  • Memungkinkan pengiriman barang yang tidak diperbolehkan menggunakan kargo laut maupun udara
  • Menyediakan layanan door to door, jadi pembeli tinggal menunggu barang sampai di depan rumah
  • Adanya layanan pick up atau penjemputan barang ke alamat penerima sesuai tanggal dan waktu yang disepakati

Sementara kekurangan pengiriman kargo darat, di antaranya:

  • Jangkauan pengiriman terbatas karena tidak menjangkau pengiriman beda pulau maupun antar negara
  • Adanya kemungkinan barang tertukar karena barang yang satu dicampur dengan barang lainnya dalam satu kontainer yang sama
  • Durasi pengiriman lebih lama, jadi pembeli harus sabar menunggu hingga barang sampai di depan pintu

2. Pengiriman Kargo Laut

Transportasi yang digunakan dalam kargo laut adalah kapal. Pengiriman ini menjangkau wilayah yang lebih luas, bahkan bisa melakukan pengiriman antar negara. Jenis kargo ini sangat tepat untuk mengirim barang-barang yang dilarang dan memiliki regulasi yang ketat, seperti obat-obatan, cairan kimia, gas, dan bahan yang mudah meledak.

Kelebihan pengiriman kargo laut, di antaranya:

  • Tarif lebih terjangkau untuk barang kiriman dalam jumlah besar
  • Cocok untuk pebisnis ekspor, impor, dan distributor
  • Jangkauan pengiriman lebih luas, yaitu antar pulau dan negara
  • Melayani hampir semua jenis kiriman

Sedangkan kekurangan pengiriman kargo laut, di antaranya:

  • Prosedur pengiriman cenderung lebih rumit daripada pengiriman darat
  • Estimasi waktu pengiriman lebih lama, terutama jika kapal laut melakukan beberapa pemberhentian di tempat yang berbeda dan melakukan bongkar ulang muatan
  • Risiko barang tertukar atau hilang cukup tinggi karena banyaknya jumlah barang di dalam satu tempat
  • Faktor alam yang tidak dapat diprediksi, seperti air pasang dapat menghambat proses pengiriman

3. Pengiriman Kargo Udara

Jika dibandingkan dengan dua jenis pengiriman di atas, maka pengiriman kargo udara jauh lebih cepat dan efisien. Waktu pengiriman mungkin lebih lama apabila barang tertahan di bagian bea cukai. Kargo udara cocok untuk pengiriman barang yang tidak tahan lama dan bersifat urgent.

Kelebihan pengiriman kargo udara, di antaranya:

  • Estimasi pengiriman lebih cepat
  • Jangkauan wilayah pengiriman luas hingga seluruh negara di dunia
  • Keamanan pengiriman sangat tinggi karena mengikuti regulasi yang sudah ditetapkan
  • Barang dapat dikirim dengan pengemasan yang minim saja, jadi tidak perlu dilapisi packing box kayu kecuali untuk barang yang mudah pecah atau rusak

Kekurangan pengiriman kargo udara, di antaranya:

  • Biaya pengiriman relatif lebih mahal dibandingkan via kargo darat dan laut, khususnya untuk jumlah di bawah 20 kg
  • Ada barang tertentu yang tidak boleh dikirimkan via kargo udara, seperti alkohol, parfum, dan barang yang mudah terbakar
  • Kapasitas pesawat cukup terbatas, sehingga jumlah muatan lebih sedikit daripada pengiriman kargo laut
  • Kerusakan teknis atau faktor cuaca dapat menghalangi penerbangan, sehingga pengiriman terlambat

Baca Juga: 5 Pilihan Asuransi Pengiriman Terbaik di Indonesia

Alur Pengiriman Kargo

Setiap ekspedisi memiliki alur atau prosedur pengiriman tertentu agar pengiriman menjadi lancar. Pada umumnya, alur yang ditetapkan untuk pengiriman via udara adalah sebagai berikut:

  • Pengirim datang ke kantor cabang atau agen terdekat, lalu memberikan informasi tentang isi barang yang dikirim dengan jelas
  • Petugas akan memberikan informasi tentang tarif kirim, lama pengiriman, dan layanan pengiriman yang tersedia sebagai bahan pertimbangan bagi pengirim
  • Khusus untuk layanan door to door, pengirim wajib memberikan alamat penjemputan yang valid agar kurir bisa menjemput barang sesuai waktu yang telah disepakati
  • Pengecekan kembali saat barang sampai di gudang, lalu barang ditimbang untuk mengetahui besaran tarif pengiriman
  • Petugas melakukan packing barang yang akan dikirimkan
  • Melakukan proses booking maskapai penerbangan yang telah berpengalaman di bidang pengiriman kargo
  • Menyimpan Surat Muatan Udara (SMU), yaitu surat tanda bahwa barang telah dikirim ke agen penerbangan atau hak pengembalian jika barang yang diterima tidak sesuai
  • Barang akan di X-Ray. Jika sudah sesuai dengan SMU, maka barang akan diperiksa di conveyor belt
  • Barang dikirimkan ke bandara yang ada di lokasi tujuan
  • Barang yang sudah sampai akan dikirimkan menggunakan truk atau van ke alamat penerima

Khusus untuk pengiriman via udara, perlu diketahui bahwa tarif pengiriman akan dibayar oleh penerima ketika barang sampai di alamat tujuan. Pastikan bahwa alamatnya telah sesuai untuk menghindari kesalahan pengiriman dan penerima ada di rumah. Jika tidak, maka barang akan dikirimkan ke bandara dan dikirim ulang pada hari esok.

Baca Juga: Pos Indonesia: Layanan, Tarif, dan Cara Cek Ongkir

Biaya Operasional Ringan dengan Pengiriman Kargo

Bagi pebisnis skala kecil maupun besar, pengiriman kargo adalah salah satu alternatif terbaik untuk menghemat biaya operasional perusahaan. Tarif pengiriman relatif lebih murah daripada pengiriman reguler. Meski murah, tingkat keamanan tetap tinggi jadi tidak perlu khawatir adanya barang hilang terutama jika barang dikemas dengan rapi.

Pastikan telah menyematkan asuransi pengiriman dan proteksi kerusakan sebelum mengirimkan barang menggunakan layanan kargo. Asuransi dipercaya dapat mengurangi risiko kerusakan atau kerugian selama pengiriman karena adanya kerugian menjadi tanggung jawab penyedia asuransi. Perlindungan dari produk asuransi bisa didapatkan dengan membayar premi dalam jumlah tertentu, sesuai dengan varian premi yang ditawarkan oleh asuransi.

Cermati Protect menyediakan solusi asuransi pengiriman dan logistik yang komprehensif untuk mengatasi tantangan ini. Dengan mengajukan asuransi pengiriman melalui Cermati Protect, perusahaan dapat memastikan bahwa barang-barang mereka terlindungi dengan baik selama perjalanan, baik di dalam negeri maupun lintas batas.

Perlindungan ini tidak hanya memberikan ketenangan pikiran kepada pengirim dan penerima barang, tetapi juga meminimalkan risiko kerugian finansial yang dapat terjadi akibat insiden yang tidak terduga. Ajukan segera dengan mengisi formulir dibawah ini!

Forklift: Jenis, Fungsi, dan Bagian – Bagiannya

Forklift: Jenis, Fungsi, dan Bagian – Bagiannya

Forklift merupakan salah satu peralatan yang banyak digunakan di berbagai dunia industri. Peralatan yang satu ini biasanya akan digunakan untuk memindahkan berbagai barang, terutama yang berukuran besar dan sulit untuk dipindahkan secara manual dengan tenaga manusia. 

Pada umumnya, forklift banyak dipakai untuk mendukung aktivitas produksi maupun proses pemindahan barang-barang dari gudang ke tempat lainnya. Bukan hanya mempercepat proses pemindahan barang, forklift juga akan menghemat tenaga dan membuat proses pemindahan barang menjadi lebih mudah. 

Apa itu Forklift? 

Forklift merupakan jenis kendaraan/ truk yang digunakan untuk mengangkat dan memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lainnya. Biasanya barang yang dipindahkan ini memiliki bobot yang besar dan sulit untuk diangkat secara manual dengan tenaga manusia. 

Penggunaan alat angkut ini bisa untuk kebutuhan di dalam ruangan ataupun di luar ruangan, tergantung pada kebutuhan. Ada banyak lokasi yang kerap menggunakan forklift, antara lain: kawasan pelabuhan, pabrik, pergudangan, perusahaan ekspedisi, hotel, supermarket, dan yang lainnya.

Penggunaan forklift diharapkan dapat meningkatkan efektifitas dan juga efisiensi pada aktivitas operasional. Alat ini juga akan membantu mempermudah pekerjaan para karyawan, terutama terkait dengan pemindahan berbagai barang berukuran besar atau banyak. 

Selain menghemat tenaga, penggunaan forklift juga dianggap bisa menghemat biaya operasional. Proses pemindahan barang-barang akan berlangsung dengan lebih cepat dan mudah, sehingga beban biaya operasional juga bisa ditekan. 

Baca Juga: Dump Truck: Cara Kerja, Jenis, dan Kelebihannya

Jenis – Jenis Forklift

Untuk memenuhi kebutuhan pengguna, forklift hadir dalam beberapa jenis yang berbeda. Hal ini akan memungkinkan para pengguna memilih jenis forklift yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan, sehingga alat tersebut bisa memberikan manfaat yang maksimal.

Berikut ini adalah beberapa jenis forklift yang bisa dijadikan sebagai pertimbangan: 

Jenis Forklift Berdasarkan Pasarannya:

Forklift Diesel Jenis forklift yang satu ini termasuk yang tercanggih dan modern di antara yang lainnya. Alat ini berkualitas baik dan memiliki sejumlah fitur yang mempermudah penggunaannya. Forklift diesel mampu mengangkut dan mempermudah proses bongkar muat berbagai barang, termasuk yang berkaitan dengan aktivitas produksi. 

Jika dibandingkan dengan jenis lainnya, forklift diesel memiliki performa yang lebih tinggi. Alat ini juga lebih hemat bahan bakar, sehingga penggunaannya akan tetap hemat biaya. Hal ini tentu akan sangat mendukung kelancaran aktivitas produksi, termasuk dalam bisnis skala kecil sekalipun.

Bentuknya yang simpel membuat forklift yang satu ini cocok untuk dipakai dalam berbagai kebutuhan aktivitas pemindahan barang di luar ruangan. Kapasitasnya yang besar membuat forklift diesel jadi pilihan tepat untuk pemindahan barang dengan kapasitas besar. 
Alat ini memiliki kapasitas angkut yang beragama, yakni mulai dari 1 ton hingga 30 ton. Sedangkan batas tinggi angkatannya adalah sebanyak 6 meter, sehingga memungkinkan forklift diesel ini mengangkut berbagai barang-barang yang berukuran besar sekalipun. 
Forklift LPG atau GasolineForklift LPG atau gasoline merupakan jenis forklift yang sangat cocok untuk digunakan di luar ruangan. Biasanya peralatan yang satu ini banyak dipakai dalam proses bongkar muat barang-barang yang besar. Selain itu, alat ini juga cocok untuk digunakan memindahkan atau menata barang ke rak-rak yang tinggi.

Jenis forklift yang satu ini memiliki kapasitas angkut yang terbilang besar, yakni hingga mencapai 10 ton. Selain itu, forklift LPG atau gasoline ini juga memiliki tinggi angkatan hingga mencapai 2 meter, sehingga bisa memuat berbagai barang berukuran cukup besar. 
Forklift ElektrikIni merupakan jenis forklift yang didesain untuk memindahkan berbagai barang-barang yang berukuran besar. Forklift elektrik memiliki desain yang cocok untuk digunakan di semua lokasi, baik itu di dalam ruangan maupun untuk di luar ruangan. Jenis forklift yang satu ini memiliki kapasitas angkut yang terbilang besar, yakni mulai dari 8 ton, sedangkan tinggi tingkatannya adalah 6 meter. 

Forklift elektrik memanfaatkan baterai menjadi sumber energinya, sehingga alat yang satu ini tidak menimbulkan polusi asap. Hal ini menjadi alasan mengapa forklift ini cocok untuk dipakai pada industri farmasi dan industri lainnya yang mengharuskan area kerjanya bebas dari paparan polusi asap.
Forklift Reach TruckJenis forklift yang satu ini cocok untuk digunakan pada divisi produksi, sebab alat ini memiliki tinggi angkatan sampai 11 meter. Hal ini memungkinkan forklift reach truck Forklift reach truck mampu menata barang-barang hingga ke rak yang tinggi. Kapasitas angkut forklift ini maksimal sebesar 2 ton.

Didesain dengan bentuk yang ramping, forklift yang satu ini akan leluasa untuk bermanuver. Hal ini membuat alat tersebut cocok untuk digunakan di area-area kerja yang sempit sekalipun, termasuk gudang atau warehouse yang biasanya memiliki ruang terbatas.

Baca Juga: Alat Berat Excavator: Fungsi, Jenis, Harga, dan Cara Kerja

Jenis Forklift Berdasarkan Transmisinya:

Automatic Transmission ForkliftSesuai dengan namanya, forklift otomatis ini merupakan jenis yang paling mudah untuk dioperasikan, jika dibandingkan dengan forklift manual. Forklift yang satu ini dilengkapi dengan 3 tuas handle yang memungkinkannya dikendalikan dengan mudah, yakni: untuk naik dan turun, maju dan mundur, serta tilt mast. 

Pedal bagian bawahnya akan berfungsi menjadi rem. Sistemnya yang otomatis membuat penggunaan alat ini begitu simpel. Pengemudi hanya perlu menggerakkan handle sesuai dengan kebutuhan, sebagaimana ketika sedang mengemudikan mobil matic.
Manual Transmission ForkliftIni merupakan jenis forklift lainnya yang bisa ditemukan di pasaran. Manual transmission forklift menggunakan sistem pengoperasian manual, sehingga penggunaannya tentu lebih sulit jika dibandingkan dengan forklift yang menggunakan sistem otomatis. 

Mirip dengan kendaraan atau mobil manual, jenis forklift yang satu ini dilengkapi dengan pedal rem, gas dan juga kopling. Selain itu, forklift manual ini juga tidak memiliki handle maju mundur. Alat ini justru dilengkapi dengan tuas handle naik turun, gigi, dan juga tilt mast. 

Baca Juga: Tower Crane: Pengertian, Jenis, Cara Pemasangan, dan Asuransi Terbaik

Bagian – Bagian Forklift

Sama dengan kendaraan angkut lainnya, forklift tentu dilengkapi dengan sejumlah komponen/ bagian yang berbeda. Berbagai bagian ini harus dalam kondisi yang baik, sehingga alat tersebut bisa bekerja secara maksimal ketika digunakan untuk bekerja. 

Berikut ini adalah beberapa bagian – bagian forklift dan fungsinya yang perlu untuk dipahami: 

ForkIni merupakan bagian utama dari alat angkut forklift. Fork akan berfungsi untuk menopang, membawa dan mengangkat barang. Pada umumnya, bagian ini dibuat dari besi panjang yang lurus. Sedangkan panjang standar bagian ini adalah 1,07 meter. Namun jika membutuhkan fork yang lebih panjang, maka bisa dilakukan penambahan dengan fork extension. 

Penting untuk memastikan lebar dan dimensi barang/ angkutan yang akan dipindahkan menggunakan forklift, agar bisa disesuaikan dengan kapasitas angkut alat tersebut. Hal ini akan memungkinkan proses pengangkutan barang berlangsung dengan aman dan bebas masalah. 
MastMast menjadi salah satu bagian terpenting dari forklift. Mast merupakan bagian yang akan menjadi tumpuan pada forklift. Biasanya mast ini dibuat dari 2 besi berukuran tebal dan dilengkapi dengan komponen hidrolik pada bagian tengahnya. Sistem hidrolik ini akan berfungsi untuk menaikkan dan juga menurunkan barang-barang yang terdapat pada fork. 
CarriageCarriage adalah bagian forklift yang akan menjadi penghubung antara bagian fork dengan mast. Bukan hanya itu saja, fungsi carriage lainnya juga akan menjadi sandaran keamanan barang-barang yang terdapat di atas mast lifting.
Overhead Guard/ KanopiBagian overhead guard atau yang dikenal juga sebagai kanopi ini merupakan salah satu komponen yang akan berfungsi menjadi pelindung bagi operator yang sedang mengoperasikan alat ini. Bagian ini akan memastikan operator tetap aman ketika menjalankan tugasnya.

Overhead guard ini akan memberikan perlindungan kepada operator atas risiko kejatuhan barang-barang yang sedang diangkutnya. Selain itu, bagian ini juga bisa memberikan perlindungan pada operator ketika bekerja di bawah paparan sinar matahari maupun hujan.
CounterweightCounterweight adalah bagian forklift yang berfungsi untuk menyeimbangkan beban/ barang yang sedang diangkat. Letaknya berada di bagian belakang forklift. Bagian ini akan memastikan keseimbangan barang-barang tetap terjaga selama proses pengangkutan, terutama barang-barang yang berat.

Forklift Mempermudah Proses Pemindahan Barang

Forklift adalah alat/mesin berat yang berfungsi untuk mengangkat, memindahkan dan menyusun barang. Alat ini biasanya digunakan pada banyak industri, terutama yang membutuhkan proses pemindahan barang dalam jumlah besar. Bukan hanya barang yang kecil saja, forklift juga bisa digunakan untuk memindahkan barang-barang berat dan berukuran besar. 

Perlindungan asuransi umum untuk alat/mesin berat sangat penting. Melindungi aset investasi Anda adalah prioritas. Ajukan di Cermati Protect sekarang untuk perlindungan yang mudah dan komprehensif dengan mengisi formulir dibawah ini!