10 Daftar Alat Berat Terbesar di Dunia

10 Daftar Alat Berat Terbesar di Dunia

Pekerjaan pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan tenaga manusia. Dibutuhkan sejumlah alat berat untuk meringankan pekerjaan pembangunan, sehingga pembangunan berjalan dengan lancar. Waktu pembangunan pun menjadi singkat, sehingga biaya operasional menjadi lebih hemat.

Alat-alat berat yang digunakan biasanya memiliki ukuran yang besar. Sebab semakin besar ukurannya, maka semakin maksimal pula hasil kerjanya karena alat tersebut dapat digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan yang sangat besar.

10 Daftar Alat Berat Terbesar di Dunia

Sebagian besar alat berat memiliki ukuran yang besar. Namun dari sekian banyak jenis alat berat, berikut ini 10 daftar alat berat terbesar yang ada di dunia. 

1. Truk Tambang Caterpillar 797F

Salah satu perusahaan alat berat ternama, Caterpillar, berhasil memproduksi alat berat terbesar di dunia bernama truk tambang tipe 797F. Alat berat ini sengaja diproduksi oleh perusahaan untuk memenuhi kebutuhan produksi skala besar. Truk ini mampu mengangkut muatan sebesar 363 metrik ton untuk satu kali angkut. 

Truk ini memiliki ukuran panjang 14 meter, tinggi 7 meter (saat terisi muatan), dan penampang ban 9,5 meter. Mesin yang digunakan adalah mesin diesel raksasa 24 quad turbo V24 yang dapat menghasilkan tenaga 3.793 Tk. Dengan tenaga yang sangat besar, truk ini mampu menghabiskan 250 liter dalam satu jam saat beroperasi.

Fitur truk tambang Caterpillar 797F, antara lain:

  • Engine kinerja tinggi yang menawarkan keseimbangan ideal antara daya dan desain
  • Transmisi powershift dilengkapi dengan 7 kecepatan dengan pengalihan yang halus
  • Sistem pengereman tangguh
  • Bak truk cukup handal sehingga kinerja menjadi optimal
  • Kabin yang nyaman untuk operator  

2. Dump Truck Liebherr T 282B

Dump truck terbesar yang pernah digunakan di industri pertambangan adalah Liebherr T 282B. Alat ini memiliki berat 203 ton dengan daya tampung bahan bakar sebesar 4.732 liter.

Truk tambang ini dilengkapi dengan mesin V20 dan dapat menghasilkan tenaga hingga 3.650 Tk. Dengan tenaga yang besar, total muatan yang dapat diangkut bisa mencapai 365 ton. Meski sangat besar, kinerja dump truck ini sangat terbatas, yaitu 64 km per jam untuk mengangkut beban maksimum. 

Fitur dump truck liebherr T 282B, antara lain:

  • Berukuran panjang 14,5 meter, lebar 8,7 meter, dan tinggi 7,4 meter
  • Daya mencapai 3.650 Tk
  • Berat 203 ton, tapi mampu mengangkat beban hingga 365 ton

3. Bucket Wheel Excavator Bagger 293

Bucket wheel merupakan salah satu alat berat yang berfungsi untuk mengeruk dan memindahkan material yang dikeruk ke tempat yang diinginkan. Alat ini biasa digunakan di industri pertambangan, khususnya dalam proyek pertambangan skala besar. Sampai saat ini, bucket wheel masih digunakan untuk memaksimalkan hasil kerja pertambangan. 

Bucket wheel excavator Bagger 293 memiliki ukuran yang besar. Panjangnya mencapai 721 kaki, sedangkan tingginya 310 kaki. Alat berat buatan Jerman ini mampu memindahkan 100.000 yard kubik per hari menggunakan 20 bucket yang ada di dalamnya. 

Fitur bucket wheel excavator Bagger 293, antara lain:

  • Bobot truk 14.200 ton mampu memindahkan 100.000 yard kubik
  • Dilengkapi dengan konveyor berjalan dengan panjang 92 meter
  • Memiliki desain kabin yang nyaman

Baca Juga: 10 Alat Berat Paling Canggih dan Kelebihannya

4. Terex Truck TA400 ADT

Di kalangan terex truck, model TA400 ADT menjadi salah satu yang terbesar di dunia. Truk ini memiliki kapasitas muatan sebesar 38 ton dengan engine berkekuatan 331 kW. Sementara volume muatan yang dapat diangkut sebesar 23,3 meter kubik.

Torsi maksimum dari unit ini adalah 1.548 ft-lb pada 2.100 rpm. Terdapat enam persneling maju dan satu roda gigi untuk mundur. Truk ini dapat melaju hingga kecepatan 37,3 mph.

Fitur Terex Haulers Off Road, antara lain:

  • Mesin diesel untuk menghemat bahan bakar
  • Dilengkapi dengan rimpull untuk kerja maksimum
  • Kapasitas bodi yang besar, tapi dengan bobot rendah
  • Dilengkapi dengan oil cooled, wet disc pada keenam rodanya
  • Memiliki kabin ergonomik terbaru untuk meningkatkan kenyamanan operator

5. Truk Tambang Westech T282C

Salah satu perusahaan alat berat asal Amerika Serikat, Westech, berhasil memproduksi truk tambang terbesar tipe T282C. Truk ini baru dioperasikan pada Bulan Juli tahun 2011 silam. Alat ini dirancang khusus untuk proyek pertambangan batu bara. 

Daya muatnya mencapai 470,4 meter kubik. Sementara tingkat densitas truk tambang ini adalah 0,86 ton meter kubik dalam satu hari. 

Fitur truk tambang Westech T282C, antara lain:

  • Memiliki daya muat hingga 470,4 meter kubik
  • Dilengkapi dengan sistem kabin yang nyaman dan luas

6. Excavator Komatsu PC8000

Alat ini dijuluki sebagai the giant excavator karena ukurannya yang besar. Alat ini sering digunakan untuk proyek pertambangan untuk menggali material. Beratnya mencapai 800 ton.

Excavator tipe ini dilengkapi dengan sistem after treatment knalpot yang berguna untuk meminimalisir bahaya saat dioperasikan, juga untuk memudahkan servis komponen yang rusak. Dilengkapi dengan bucket yang dapat berputar hingga 360 derajat. Kapasitas tangki pada unit ini mencapai 13.500 liter. 

Fitur excavator Komatsu PC8000, antara lain:

  • Dilengkapi dengan mesin 4 tier untuk menghemat penggunaan bahan bakar
  • Menggunakan 16 silinder
  • Power engine berkekuatan 2.010 HP dengan kecepatan 1800 rpm
  • Sistem kabin yang canggih untuk melindungi operator saat mengoperasikan excavator

7. Komatsu Loader P&H L-2350

Unit yang telah diproduksi sejak tahun 1993 ini masih masuk dalam jejeran alat berat terbesar di dunia. Alat ini hadir dengan kekuatan 1.715 kW atau 2.300 hp. Tingkat kemampuan angkut mencapai 72,5 ton untuk penggunaan standar.

Kapasitas bucket mencapai 40,52 meter kubik. Sedangkan ukuran bannya menjadi salah satu yang terbesar di dunia, yaitu 70.70-57. Total berat unit ini mencapai 266,6 ton dalam kondisi siap dioperasikan. 

Fitur Komatsu Loader P&H L-2350, antara lain:

  • Hemat bahan bakar hingga 45%
  • Pengurangan emisi karbon dioksida hingga 35%
  • Dilengkapi dengan teknologi self-cleaning replaceable 
  • Perawatan tergolong mudah dan murah

8. Caterpillar Wheel Loader 994K

Wheel loader tipe 994K merupakan tipe terbaru yang diproduksi oleh perusahaan Caterpillar. Kehadirannya untuk menggantikan tipe sebelumnya, yaitu Caterpillar 994 yang diproduksi tahun 1990 silam. Unit ini memiliki panjang 17,86 meter, tinggi 7 meter, dan lebar bucket 6,2 meter.

Wheel loader ini memiliki berat sebesar 240 ton, dilengkapi dengan mesin berkekuatan 1.377 kW atau 1.847 hp. Daya angkutnya mencapai 40,8 ton dengan kapasitas bucket maksimal 19,1 – 24,5 meter kubik. 

Fitur Caterpillar wheel loader 994 K, antara lain:

  • Akses jalan keluar lebih baik dengan sistem terpadu
  • Ukuran permukaan lebih luas 25% untuk meningkatkan visibilitas
  • Dilengkapi dengan tampilan LED yang lebih besar, berwarna, dan mudah dibaca
  • Ukuran kabin lebih besar untuk meningkatkan kenyamanan operator
  • Didesain dengan 16 silinder untuk kinerja yang optimal

Baca Juga: Ini Dia Jenis-jenis Alat Berat dan Fungsinya!

9. XCMG Crawler Crane XGC88000

XCMG, salah satu perusahaan asal China hadir dengan salah satu alat berat andalannya bernama Crawler Crane XGC88000. Alat ini sering digunakan untuk memudahkan pekerjaan konstruksi skala besar. Dilengkapi dengan teknologi yang mutakhir, sehingga konstruksi dapat diselesaikan dengan hasil maksimal.

Sebagai salah satu crawler crane terbesar di dunia, alat ini memiliki kapasitas angkut mencapai 4.000 ton. Unit ini ditenagai oleh tiga engine cummins berkekuatan 1.923 kW. 

Fitur XCMG crawler crane XGC88000, antara lain:

  • Dilengkapi dengan teknologi terdepan, eksplorasi berkelanjutan
  • Mampu mengangkat beban hingga 4.500 ton

10. Hydraulic Excavator Hitachi EX 8000-6

Alat berat terbesar di dunia terakhir adalah hydraulic excavator Hitachi EX 8000-6. Unit buatan Jepang ini hadie dengan dua engine cummies QSK60C, sehingga memiliki daya muatan yang cukup besar. Bahkan kabarnya alat ini mampu mengalahkan ketangguhan Liebherr 996. 

Hitachi EX 8000-6 memiliki berat 811.000 kg. Dilengkapi dengan load shovel sebesar 40 meter kubik atau backhoe bucket sebesar 43 meter kubik. Unit ini berkekuatan 1.450 kW dengan penggalian maksimum 13,8 meter.

Fitur hydraulic excavator Hitachi eX 8000-6, antara lain:

  • Dilengkapi dengan dua engine cummies QSK60C
  • Kekuatan gali mencapai 2.230 kN dengan kedalaman penggalian maksimum 13,8 meter
  • Kekuatan engine 1.450 kW

Baca Juga: 10 Macam Alat Berat Serta Harganya!

Efisiensi Kerja Meningkat dengan Bantuan Alat Berat

Itu dia deretan alat berat terbesar di dunia. Alat berat di atas pada umumnya digunakan untuk mengerjakan proyek konstruksi maupun pertambangan skala besar. Kehadiran alat berat terbesar berhasil menunjukkan seberapa besar pengaruh penggunaan alat berat untuk menciptakan efisiensi kerja, sehingga alat tersebut diciptakan oleh manusia.

Untuk perlindungan lebih lanjut terhadap alat berat, bisa mengajukan asuransi umum melalui layanan Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah ini. Jangan abaikan perlindungan yang diperlukan untuk mengamankan investasi Anda.

Tips Mudah Mengoperasikan Alat Berat Excavator

Tips Mudah Mengoperasikan Alat Berat Excavator

Excavator adalah salah satu alat berat yang sering ditemukan di lokasi proyek. Alat ini memiliki roda yang bentuknya menyerupai roda tank. Roda berfungsi untuk menembus berbagai jenis medan, baik medan yang berbatu, berkerikil, penuh tanah, maupun berlumpur. 

Excavator dioperasikan oleh seorang operator di dalam sebuah kabin. Operator wajib menguasai unit mesin yang ingin dikemudikan terlebih dahulu sebelum diberi kepercayaan untuk mengoperasikan excavator. Penguasaan ini dapat terwujud jika seorang operator mau mempelajari excavator dengan sungguh-sungguh. 

Komponen dalam Kabin Excavator

Excavator terdiri dari dua pembagian komponen, yaitu luar dan dalam. Komponen luarnya terdiri dari:

  • Bucket : berfungsi untuk menyimpan material
  • Bucket cylinder : berfungsi untuk menggerakkan bucket
  • Arm : berfungsi untuk mengayunkan bucket ke atas dan bawah
  • Arm cylinder : berfungsi untuk menggerakkan arm
  • Boom : berfungsi untuk menggerakkan arm ke atas dan bawah
  • Boom cylinder : berfungsi untuk menggerakkan boom
  • Tracker : adalah bagian roda untuk menjalankan excavator
  • Kabin : tempat operator mengendalikan excavator

Sedangkan komponen bagian dalamnya bisa ditemukan di dalam kabin excavator itu sendiri. Komponen pada bagian dalam terdiri dari:

1. Tuas travel kiri

Berfungsi untuk menggerakkan motor travel kiri menggunakan kontrol tangan kiri.

2. Tuas travel kanan

Berfungsi untuk menggerakkan motor travel kiri menggunakan kontrol tangan kanan.

3. Tuas kontrol kiri

Berfungsi untuk menggerakkan swing dan arm. Di bagian ujung tuas terdapat tombol klakson.

4. Tuas kontrol kanan

Berfungsi untuk menggerakkan boom dan bucket. Pada bagian ujung tuas terdapat power boost yang berfungsi untuk memaksimalkan kekuatan excavator saat melakukan penggalian.

5. Saklar kontrol kiri

Komponen ini dibagi menjadi enam bagian, yaitu:

  • Safety lock, berguna sebagai pengaman saat operator berada di dalam maupun di luar excavator
  • Saklar  lampu beacon, berguna untuk menghidupkan lampu beacon atau rotator. Lampu ini biasanya berwarna kuning dan berputar di atas kabin
  • Lampu kerja extra, berguna untuk memberi penerangan. Lampu ini biasanya dipasang di belakang unit, tepatnya di bagian atas excavator.
  • Mute, adalah tombol untuk mematikan suara
  • Stop travel warning, berguna untuk mematikan alarm saat excavator sedang dioperasikan
  • Hour meter, merupakan alat pengukur jam kerja

6. Saklar kontrol kanan

Komponen ini dibagi menjadi lima bagian, yaitu:

  • Lampu kerja, berguna untuk memberi penerangan saat excavator dioperasikan
  • Power mode, berguna untuk memberikan putaran maksimum setelah selektor berada di posisi H selama 5 detik
  • Auto idle, berguna untuk mengatur kecepatan mesin
  • Travel mode, berguna untuk mengatur kecepatan sesuai keinginan
  • Mode kerja, berguna untuk memberikan perintah sesuai attachment yang digunakan

7. Panel AC

Berguna untuk mengatur suhu atau temperatur di dalam kabin.

8. Kunci kontak

Merupakan komponen yang terdiri dari serangkaian sistem untuk menghidupkan, mematikan, dan mengunci mesin.

9. Selektor RPM

Berguna untuk mengatur tinggi rendahnya putaran yang terdapat pada mesin excavator. Komponen ini terdiri dari beberapa mode, yaitu I, F, G, dan H. Jika posisinya berada di mode H, itu artinya putaran mesin belum cukup.

10. Wiper dan washer

Wiper adalah tombol untuk membersihkan kaca excavator di bagian depan maupun belakang. Sedangkan washer adalah tombol untuk menyemprotkan cairan selama excavator dibersihkan.

11. Panel monitor

Merupakan komponen untuk menampilkan menu pengaturan pada bagian saklar kontrol. Beberapa menu yang akan ditemui di panel monitor, di antaranya:

  • Coolant temperature gauge
  • Fuel gauge
  • Indikator level bahan bakar
  • Indikator filter air
  • Indikator alternator
  • Indikator lampu kerja
  • Indikator filter oli hidrolik
  • Indikator level pendinginan atau coolant
  • Indikator tekanan oli mesin atau engine oil pressure
  • Indikator preheat
  • Indikator overheat
  • Indikator auto idle
  • Indokator auto acceleration

12. Foot rest

Berfungsi sebagai tempat mengistirahatkan kaki saat pedal excavator tidak digunakan.

13. Pedal travel kiri

Berfungsi untuk menggerakkan motor travel kiri menggunakan kaki kiri.

14. Pedal travel kanan

Berfungsi untuk menggerakkan motor travel kanan menggunakan kaki kanan.

15. Seat belt

Seat belt atau sabuk pengaman berfungsi untuk melindungi operator saat mengoperasikan excavator,, baik dalam kondisi biasa atau darurat.

16. Seat back box

Berfungsi untuk menyimpan manual book atau buku panduan tentang cara mengoperasikan excavator.

17. Kotak panas dan dingin

Berfungsi sebagai tempat penyimpanan makanan atau minuman operator. 

18. Knop engine stop

Berfungsi untuk mematikan mesin apabila mesin belum mati saat berada dalam posisi off.

Baca Juga: Alat Berat Excavator: Fungsi, Jenis, Harga, dan Cara Kerja

Syarat-Syarat Belajar Mengoperasikan Excavator

Bagi yang tertarik untuk mempelajari excavator, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi. Syarat-syarat tersebut, antara lain.

1. Wajib Memiliki SIM B2

Syarat pertama adalah memiliki SIM B2. Kepemilikan SIM ini menandakan bahwa kamu sudah memiliki pengetahuan yang cukup tentang excavator itu sendiri. Alhasil, perusahaan mau mempercayakan tanggung jawab sebagai operator kepadamu. 

2. Menggunakan Baju Keselamatan dan Topi

Meskipun masih belajar, kamu wajib menggunakan perlengkapan mengemudi layaknya seorang operator handal. Perlengkapan ini berupa baju keselamatan dan topi. Gunanya untuk melindungi tubuh dan kepala dari risiko kejatuhan, benturan, dan risiko lainnya yang dapat terjadi selama proses belajar.

3. Memahami Komponen Excavator

Sebelum mengoperasikan excavator, kamu perlu mengetahui komponen-komponen yang ada di dalamnya. Mulai dari yang terdapat di bagian luar hingga dalam kabin. Dengan pemahaman yang baik, proses belajar menjadi lebih cepat dan mudah. 

Tips Mudah Mengoperasikan Excavator

Sebelum mengoperasikan excavator, penting agar seorang operator melakukan pemeriksaan harian. Adapun bagian yang diperiksa, antara lain:

  • Sistem kelistrikan
  • Sistem hidrolik
  • Perangkat keras
  • Komponen boom, bucket, sheet metal, dan tracks
  • Komponen pelumasan
  • Sistem bahan bakar atau oli
  • Komponen peralatan pelindung
  • Keselamatan

Setelah pemeriksaan, lakukan langkah berikut untuk mengoperasikan excavator.

1. Sebelum Menyalakan Mesin

  • Pastikan tuas shut off berada dalam posisi lock
  • Pastikan semua tuas berada dalam posisi netral
  • Periksa lampu indikator
  • Atur tempat duduk senyaman mungkin, lalu pasang sabuk pengaman

2. Menyalakan Mesin

  • Putar kunci pada posisi ON, lalu bunyikan klakson untuk memastikan klakson berfungsi dengan baik
  • Putar dial kontrol mesin pada posisi slow idle
  • Putar kunci untuk menyalakan mesin excavator, lalu lepaskan tombol kunci untuk mengembalikannya ke posisi ON

3. Menyalakan Mesin Saat Cuaca Dingin

  • Putar dial kontrol di antara huruf L dan H
  • Putar kunci ke posisi ON
  • Jika pemanasan diperlukan, maka indikatornya akan kembali menyala kira-kira 8 detik
  • Setelah indikator pemanasan mati, segera putar kunci pada posisi start. Lepaskan kunci saat mesin menyala

4. Menjalankan Komponen pada Excavator

  • Gunakan tuas bagian kanan untuk menjalankan bucket dan boom
  • Gunakan tuas bagian kiri untuk mengontrol arah kabin dan bim
  • Gunakan tombol shut off atau locker yang ada di sebelah kiri untuk mengunci tuas excavator
  • Gunakan tuas kanan dan kiri yang ada di bagian depan untuk menjalankan dan membelokkan excavator

5. Menghentikan Mesin

  • Cari tempat atau area yang permukaannya rata
  • Turunkan bucket ke tanah
  • Putar dial kontrol pada posisi low idle dan jalankan mesin selama 5 detik untuk mendinginkan mesin
  • Putar kunci pada posisi OFF
  • Tarik tuas shut off pada posisi lock

Baca Juga: Excavator Mini: Fungsi, Kelebihan, Kekurangan, dan Gangguan yang Sering Muncul

Tips Agar Mesin Excavator Awet

Mengingat harga alat-alat berat sangat mahal, maka hal yang wajar jika operator melakukan perawatan maksimal untuk menjaga performa mesinnya. Berikut ini beberapa tips yang biasa dilakukan agar mesin excavator awet:

  • Operasikan mesin hanya dalam posisi ekonomi (E)
  • Batasi tenaga mesin hanya pada sampai 80%
  • Gunakan excavator sesering mungkin karena mesin menjadi lebih cepat rusak saat didiamkan dalam kurun waktu yang cukup lama
  • Periksa bagian lampu indikator pada mesin selama pengoperasian
  • Lakukan pemeriksaan harian setelah 8 jam digunakan
  • Periksa bagian oli atau bahan bakar untuk mendeteksi adanya kebocoran
  • Berikan pelumas pada komponen secara rutin, khususnya setelah excavator digunakan di medan yang berlumpur dan berair
  • Lakukan servis ke bengkel setelah 50 jam atau 100 jam penggunaan
  • Ganti sparepart excavator yang mulai rusak atau yang sudah tua

Operasikan dengan Benar Guna Menghindari Kecelakaan Kerja

Mengoperasikan excavator tidaklah mudah, tapi juga tidak sulit selama seorang operator mau belajar dengan sungguh-sungguh. Hingga pada akhirnya operator memahami cara kerja excavator dan tombol-tombol yang ada di dalamnya dengan baik. Jika dioperasikan dengan benar, maka seorang operator sudah ikut berpartisipasi dalam menciptakan keselamatan kerja di perusahaan. 

Dalam bisnis konstruksi atau penggunaan alat berat seperti excavator, kerusakan bisa menjadi mimpi buruk yang merugikan secara finansial. Setiap hari tanpa excavator berarti penundaan proyek dan kerugian pendapatan. Untuk melindungi bisnis dari risiko kerusakan alat berat yang tak terduga, memiliki asuransi umum sangat penting.

Asuransi umum terbaik, seperti yang ditawarkan oleh Cermati Protect, memberikan perlindungan yang luas dan dapat diandalkan terhadap kerugian finansial akibat kerusakan alat berat. Jangan biarkan kerusakan menghentikan bisnismu, ambillah langkah bijak dengan mendapatkan perlindungan yang tepat sekarang juga dengan mengisi formulir dibawah ini!

Baca Juga: 5 Tips Mudah Merawat Excavator Agar Awet

Jenis-jenis, Kelebihan, Kekurangan, dan Alur Pengiriman Kargo

Jenis-jenis, Kelebihan, Kekurangan, dan Alur Pengiriman Kargo

Industri yang ada di Indonesia semakin berkembang seiring dengan meningkatnya daya beli, khususnya dalam belanja online. Belanja secara online menawarkan keuntungan yang tidak didapatkan saat berbelanja di toko atau supermarket. Selain cepat dan efisien, harga barang lebih murah dan bervariasi, jadi pembeli bisa sesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Untuk mendukung pengiriman dari penjual ke pembeli, kargo adalah salah satu opsi pengiriman yang disediakan. Pengiriman kargo memungkinkan pembeli untuk melakukan pembelian dalam jumlah besar, sehingga pembelian dapat dilakukan secara sekaligus. Kargo juga menyediakan jasa pengiriman ke luar kota, jadi dapat menjangkau pembeli yang lebih luas.

Apa Itu Pengiriman Kargo?

Kargo adalah salah satu opsi pengiriman dalam jumlah dan volume besar yang disediakan oleh perusahaan ekspedisi. Pengiriman ini dapat digunakan untuk jarak tempuh dekat maupun jauh. Jika dibandingkan dengan ongkos kirim reguler, maka pengiriman kargo jauh lebih murah sehingga pembeli akan sangat diuntungkan ketika melakukan pembelian dalam jumlah besar.

Beberapa perusahaan ekspedisi yang menawarkan pengiriman kargo, seperti JNE, J&T, dan SiCepat. Setiap pengiriman kargo akan dikenakan rate atau biaya sesuai dengan kebijakan masing-masing. Jadi, pembeli bisa membandingkan ongkos kirimnya terlebih dahulu sebelum mengirim barang untuk mendapatkan harga termurah.

Penggolongan Jenis Kargo

Menurut jenisnya, kargo dibedakan menjadi dua golongan yaitu general kargo dan spesial kargo. Sedangkan dari pelayanan dan jenis produk, kargo dibedakan menjadi general kargo, spesial kargo, dan dangerous kargo.

General KargoSeperti namanya, kargo ini adalah jenis kargo pada umumnya yang tidak membutuhkan penanganan khusus, tapi tetap harus mengikuti aturan pengiriman yang sudah ditetapkan. Beberapa contoh barang dalam general kargo, antara lain peralatan kantor, alat-alat olahraga, barang kebutuhan pokok, pakaian, sepatu, dan barang fashion lainnya.
Spesial KargoSpesial kargo merupakan jenis kargo yang secara khusus menangani barang-barang yang membutuhkan penanganan khusus. Pengangkutan barang biasanya via jalur udara dan wajib memenuhi regulasi yang sudah ditetapkan oleh Asosiasi Pengangkutan Udara Internasional (IATA). Barang yang diangkut dalam spesial kargo, seperti hewan, barang yang mudah pecah, dan barang mahal.
Dangerous KargoJenis yang terakhir adalah dangerous kargo untuk mengangkut barang-barang berisiko dan dapat mengganggu keselamatan selama pengiriman. Barang-barang yang termasuk dalam dangerous kargo, seperti kembang api, senjata, bom, nuklir, peluru, dan berbagai jenis bahan kimia yang mudah terbakar.

Baca Juga: Jenis-jenis Kargo dan Proses Penanganan Kargo Barang

Jenis-jenis Pengiriman Kargo

Terdapat tiga jenis pengiriman kargo, yaitu darat, laut, dan udara. Ketiga jenis pengiriman ini memiliki spesialisasi masing-masing, jadi terdapat perbedaan di antara ketiganya. Agar lebih jelas, berikut perbandingan masing-masing jenis pengiriman kargo.

1. Pengiriman Kargo Darat

Seperti namanya, pengiriman ini menggunakan moda transportasi darat untuk mengangkut barang dari penjual ke pembeli. Jenis-jenis angkutan yang digunakan cukup beragam, seperti truk, pick up, tronton, fuso, dan kalog atau kereta api logistik. Pengiriman kargo darat memiliki kelebihan maupun kekurangan.

Kelebihan pengiriman kargo darat, di antaranya:

  • Harga pengiriman lebih terjangkau dibandingkan pengiriman via laut dan udara
  • Prosedur perizinan saat melakukan pengiriman lebih mudah karena cuma membutuhkan surat jalan
  • Memungkinkan pengiriman barang yang tidak diperbolehkan menggunakan kargo laut maupun udara
  • Menyediakan layanan door to door, jadi pembeli tinggal menunggu barang sampai di depan rumah
  • Adanya layanan pick up atau penjemputan barang ke alamat penerima sesuai tanggal dan waktu yang disepakati

Sementara kekurangan pengiriman kargo darat, di antaranya:

  • Jangkauan pengiriman terbatas karena tidak menjangkau pengiriman beda pulau maupun antar negara
  • Adanya kemungkinan barang tertukar karena barang yang satu dicampur dengan barang lainnya dalam satu kontainer yang sama
  • Durasi pengiriman lebih lama, jadi pembeli harus sabar menunggu hingga barang sampai di depan pintu

2. Pengiriman Kargo Laut

Transportasi yang digunakan dalam kargo laut adalah kapal. Pengiriman ini menjangkau wilayah yang lebih luas, bahkan bisa melakukan pengiriman antar negara. Jenis kargo ini sangat tepat untuk mengirim barang-barang yang dilarang dan memiliki regulasi yang ketat, seperti obat-obatan, cairan kimia, gas, dan bahan yang mudah meledak.

Kelebihan pengiriman kargo laut, di antaranya:

  • Tarif lebih terjangkau untuk barang kiriman dalam jumlah besar
  • Cocok untuk pebisnis ekspor, impor, dan distributor
  • Jangkauan pengiriman lebih luas, yaitu antar pulau dan negara
  • Melayani hampir semua jenis kiriman

Sedangkan kekurangan pengiriman kargo laut, di antaranya:

  • Prosedur pengiriman cenderung lebih rumit daripada pengiriman darat
  • Estimasi waktu pengiriman lebih lama, terutama jika kapal laut melakukan beberapa pemberhentian di tempat yang berbeda dan melakukan bongkar ulang muatan
  • Risiko barang tertukar atau hilang cukup tinggi karena banyaknya jumlah barang di dalam satu tempat
  • Faktor alam yang tidak dapat diprediksi, seperti air pasang dapat menghambat proses pengiriman

3. Pengiriman Kargo Udara

Jika dibandingkan dengan dua jenis pengiriman di atas, maka pengiriman kargo udara jauh lebih cepat dan efisien. Waktu pengiriman mungkin lebih lama apabila barang tertahan di bagian bea cukai. Kargo udara cocok untuk pengiriman barang yang tidak tahan lama dan bersifat urgent.

Kelebihan pengiriman kargo udara, di antaranya:

  • Estimasi pengiriman lebih cepat
  • Jangkauan wilayah pengiriman luas hingga seluruh negara di dunia
  • Keamanan pengiriman sangat tinggi karena mengikuti regulasi yang sudah ditetapkan
  • Barang dapat dikirim dengan pengemasan yang minim saja, jadi tidak perlu dilapisi packing box kayu kecuali untuk barang yang mudah pecah atau rusak

Kekurangan pengiriman kargo udara, di antaranya:

  • Biaya pengiriman relatif lebih mahal dibandingkan via kargo darat dan laut, khususnya untuk jumlah di bawah 20 kg
  • Ada barang tertentu yang tidak boleh dikirimkan via kargo udara, seperti alkohol, parfum, dan barang yang mudah terbakar
  • Kapasitas pesawat cukup terbatas, sehingga jumlah muatan lebih sedikit daripada pengiriman kargo laut
  • Kerusakan teknis atau faktor cuaca dapat menghalangi penerbangan, sehingga pengiriman terlambat

Baca Juga: 5 Pilihan Asuransi Pengiriman Terbaik di Indonesia

Alur Pengiriman Kargo

Setiap ekspedisi memiliki alur atau prosedur pengiriman tertentu agar pengiriman menjadi lancar. Pada umumnya, alur yang ditetapkan untuk pengiriman via udara adalah sebagai berikut:

  • Pengirim datang ke kantor cabang atau agen terdekat, lalu memberikan informasi tentang isi barang yang dikirim dengan jelas
  • Petugas akan memberikan informasi tentang tarif kirim, lama pengiriman, dan layanan pengiriman yang tersedia sebagai bahan pertimbangan bagi pengirim
  • Khusus untuk layanan door to door, pengirim wajib memberikan alamat penjemputan yang valid agar kurir bisa menjemput barang sesuai waktu yang telah disepakati
  • Pengecekan kembali saat barang sampai di gudang, lalu barang ditimbang untuk mengetahui besaran tarif pengiriman
  • Petugas melakukan packing barang yang akan dikirimkan
  • Melakukan proses booking maskapai penerbangan yang telah berpengalaman di bidang pengiriman kargo
  • Menyimpan Surat Muatan Udara (SMU), yaitu surat tanda bahwa barang telah dikirim ke agen penerbangan atau hak pengembalian jika barang yang diterima tidak sesuai
  • Barang akan di X-Ray. Jika sudah sesuai dengan SMU, maka barang akan diperiksa di conveyor belt
  • Barang dikirimkan ke bandara yang ada di lokasi tujuan
  • Barang yang sudah sampai akan dikirimkan menggunakan truk atau van ke alamat penerima

Khusus untuk pengiriman via udara, perlu diketahui bahwa tarif pengiriman akan dibayar oleh penerima ketika barang sampai di alamat tujuan. Pastikan bahwa alamatnya telah sesuai untuk menghindari kesalahan pengiriman dan penerima ada di rumah. Jika tidak, maka barang akan dikirimkan ke bandara dan dikirim ulang pada hari esok.

Baca Juga: Pos Indonesia: Layanan, Tarif, dan Cara Cek Ongkir

Biaya Operasional Ringan dengan Pengiriman Kargo

Bagi pebisnis skala kecil maupun besar, pengiriman kargo adalah salah satu alternatif terbaik untuk menghemat biaya operasional perusahaan. Tarif pengiriman relatif lebih murah daripada pengiriman reguler. Meski murah, tingkat keamanan tetap tinggi jadi tidak perlu khawatir adanya barang hilang terutama jika barang dikemas dengan rapi.

Pastikan telah menyematkan asuransi pengiriman dan proteksi kerusakan sebelum mengirimkan barang menggunakan layanan kargo. Asuransi dipercaya dapat mengurangi risiko kerusakan atau kerugian selama pengiriman karena adanya kerugian menjadi tanggung jawab penyedia asuransi. Perlindungan dari produk asuransi bisa didapatkan dengan membayar premi dalam jumlah tertentu, sesuai dengan varian premi yang ditawarkan oleh asuransi.

Cermati Protect menyediakan solusi asuransi pengiriman dan logistik yang komprehensif untuk mengatasi tantangan ini. Dengan mengajukan asuransi pengiriman melalui Cermati Protect, perusahaan dapat memastikan bahwa barang-barang mereka terlindungi dengan baik selama perjalanan, baik di dalam negeri maupun lintas batas.

Perlindungan ini tidak hanya memberikan ketenangan pikiran kepada pengirim dan penerima barang, tetapi juga meminimalkan risiko kerugian finansial yang dapat terjadi akibat insiden yang tidak terduga. Ajukan segera dengan mengisi formulir dibawah ini!

Forklift: Jenis, Fungsi, dan Bagian – Bagiannya

Forklift: Jenis, Fungsi, dan Bagian – Bagiannya

Forklift merupakan salah satu peralatan yang banyak digunakan di berbagai dunia industri. Peralatan yang satu ini biasanya akan digunakan untuk memindahkan berbagai barang, terutama yang berukuran besar dan sulit untuk dipindahkan secara manual dengan tenaga manusia. 

Pada umumnya, forklift banyak dipakai untuk mendukung aktivitas produksi maupun proses pemindahan barang-barang dari gudang ke tempat lainnya. Bukan hanya mempercepat proses pemindahan barang, forklift juga akan menghemat tenaga dan membuat proses pemindahan barang menjadi lebih mudah. 

Apa itu Forklift? 

Forklift merupakan jenis kendaraan/ truk yang digunakan untuk mengangkat dan memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lainnya. Biasanya barang yang dipindahkan ini memiliki bobot yang besar dan sulit untuk diangkat secara manual dengan tenaga manusia. 

Penggunaan alat angkut ini bisa untuk kebutuhan di dalam ruangan ataupun di luar ruangan, tergantung pada kebutuhan. Ada banyak lokasi yang kerap menggunakan forklift, antara lain: kawasan pelabuhan, pabrik, pergudangan, perusahaan ekspedisi, hotel, supermarket, dan yang lainnya.

Penggunaan forklift diharapkan dapat meningkatkan efektifitas dan juga efisiensi pada aktivitas operasional. Alat ini juga akan membantu mempermudah pekerjaan para karyawan, terutama terkait dengan pemindahan berbagai barang berukuran besar atau banyak. 

Selain menghemat tenaga, penggunaan forklift juga dianggap bisa menghemat biaya operasional. Proses pemindahan barang-barang akan berlangsung dengan lebih cepat dan mudah, sehingga beban biaya operasional juga bisa ditekan. 

Baca Juga: Dump Truck: Cara Kerja, Jenis, dan Kelebihannya

Jenis – Jenis Forklift

Untuk memenuhi kebutuhan pengguna, forklift hadir dalam beberapa jenis yang berbeda. Hal ini akan memungkinkan para pengguna memilih jenis forklift yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan, sehingga alat tersebut bisa memberikan manfaat yang maksimal.

Berikut ini adalah beberapa jenis forklift yang bisa dijadikan sebagai pertimbangan: 

Jenis Forklift Berdasarkan Pasarannya:

Forklift Diesel Jenis forklift yang satu ini termasuk yang tercanggih dan modern di antara yang lainnya. Alat ini berkualitas baik dan memiliki sejumlah fitur yang mempermudah penggunaannya. Forklift diesel mampu mengangkut dan mempermudah proses bongkar muat berbagai barang, termasuk yang berkaitan dengan aktivitas produksi. 

Jika dibandingkan dengan jenis lainnya, forklift diesel memiliki performa yang lebih tinggi. Alat ini juga lebih hemat bahan bakar, sehingga penggunaannya akan tetap hemat biaya. Hal ini tentu akan sangat mendukung kelancaran aktivitas produksi, termasuk dalam bisnis skala kecil sekalipun.

Bentuknya yang simpel membuat forklift yang satu ini cocok untuk dipakai dalam berbagai kebutuhan aktivitas pemindahan barang di luar ruangan. Kapasitasnya yang besar membuat forklift diesel jadi pilihan tepat untuk pemindahan barang dengan kapasitas besar. 
Alat ini memiliki kapasitas angkut yang beragama, yakni mulai dari 1 ton hingga 30 ton. Sedangkan batas tinggi angkatannya adalah sebanyak 6 meter, sehingga memungkinkan forklift diesel ini mengangkut berbagai barang-barang yang berukuran besar sekalipun. 
Forklift LPG atau GasolineForklift LPG atau gasoline merupakan jenis forklift yang sangat cocok untuk digunakan di luar ruangan. Biasanya peralatan yang satu ini banyak dipakai dalam proses bongkar muat barang-barang yang besar. Selain itu, alat ini juga cocok untuk digunakan memindahkan atau menata barang ke rak-rak yang tinggi.

Jenis forklift yang satu ini memiliki kapasitas angkut yang terbilang besar, yakni hingga mencapai 10 ton. Selain itu, forklift LPG atau gasoline ini juga memiliki tinggi angkatan hingga mencapai 2 meter, sehingga bisa memuat berbagai barang berukuran cukup besar. 
Forklift ElektrikIni merupakan jenis forklift yang didesain untuk memindahkan berbagai barang-barang yang berukuran besar. Forklift elektrik memiliki desain yang cocok untuk digunakan di semua lokasi, baik itu di dalam ruangan maupun untuk di luar ruangan. Jenis forklift yang satu ini memiliki kapasitas angkut yang terbilang besar, yakni mulai dari 8 ton, sedangkan tinggi tingkatannya adalah 6 meter. 

Forklift elektrik memanfaatkan baterai menjadi sumber energinya, sehingga alat yang satu ini tidak menimbulkan polusi asap. Hal ini menjadi alasan mengapa forklift ini cocok untuk dipakai pada industri farmasi dan industri lainnya yang mengharuskan area kerjanya bebas dari paparan polusi asap.
Forklift Reach TruckJenis forklift yang satu ini cocok untuk digunakan pada divisi produksi, sebab alat ini memiliki tinggi angkatan sampai 11 meter. Hal ini memungkinkan forklift reach truck Forklift reach truck mampu menata barang-barang hingga ke rak yang tinggi. Kapasitas angkut forklift ini maksimal sebesar 2 ton.

Didesain dengan bentuk yang ramping, forklift yang satu ini akan leluasa untuk bermanuver. Hal ini membuat alat tersebut cocok untuk digunakan di area-area kerja yang sempit sekalipun, termasuk gudang atau warehouse yang biasanya memiliki ruang terbatas.

Baca Juga: Alat Berat Excavator: Fungsi, Jenis, Harga, dan Cara Kerja

Jenis Forklift Berdasarkan Transmisinya:

Automatic Transmission ForkliftSesuai dengan namanya, forklift otomatis ini merupakan jenis yang paling mudah untuk dioperasikan, jika dibandingkan dengan forklift manual. Forklift yang satu ini dilengkapi dengan 3 tuas handle yang memungkinkannya dikendalikan dengan mudah, yakni: untuk naik dan turun, maju dan mundur, serta tilt mast. 

Pedal bagian bawahnya akan berfungsi menjadi rem. Sistemnya yang otomatis membuat penggunaan alat ini begitu simpel. Pengemudi hanya perlu menggerakkan handle sesuai dengan kebutuhan, sebagaimana ketika sedang mengemudikan mobil matic.
Manual Transmission ForkliftIni merupakan jenis forklift lainnya yang bisa ditemukan di pasaran. Manual transmission forklift menggunakan sistem pengoperasian manual, sehingga penggunaannya tentu lebih sulit jika dibandingkan dengan forklift yang menggunakan sistem otomatis. 

Mirip dengan kendaraan atau mobil manual, jenis forklift yang satu ini dilengkapi dengan pedal rem, gas dan juga kopling. Selain itu, forklift manual ini juga tidak memiliki handle maju mundur. Alat ini justru dilengkapi dengan tuas handle naik turun, gigi, dan juga tilt mast. 

Baca Juga: Tower Crane: Pengertian, Jenis, Cara Pemasangan, dan Asuransi Terbaik

Bagian – Bagian Forklift

Sama dengan kendaraan angkut lainnya, forklift tentu dilengkapi dengan sejumlah komponen/ bagian yang berbeda. Berbagai bagian ini harus dalam kondisi yang baik, sehingga alat tersebut bisa bekerja secara maksimal ketika digunakan untuk bekerja. 

Berikut ini adalah beberapa bagian – bagian forklift dan fungsinya yang perlu untuk dipahami: 

ForkIni merupakan bagian utama dari alat angkut forklift. Fork akan berfungsi untuk menopang, membawa dan mengangkat barang. Pada umumnya, bagian ini dibuat dari besi panjang yang lurus. Sedangkan panjang standar bagian ini adalah 1,07 meter. Namun jika membutuhkan fork yang lebih panjang, maka bisa dilakukan penambahan dengan fork extension. 

Penting untuk memastikan lebar dan dimensi barang/ angkutan yang akan dipindahkan menggunakan forklift, agar bisa disesuaikan dengan kapasitas angkut alat tersebut. Hal ini akan memungkinkan proses pengangkutan barang berlangsung dengan aman dan bebas masalah. 
MastMast menjadi salah satu bagian terpenting dari forklift. Mast merupakan bagian yang akan menjadi tumpuan pada forklift. Biasanya mast ini dibuat dari 2 besi berukuran tebal dan dilengkapi dengan komponen hidrolik pada bagian tengahnya. Sistem hidrolik ini akan berfungsi untuk menaikkan dan juga menurunkan barang-barang yang terdapat pada fork. 
CarriageCarriage adalah bagian forklift yang akan menjadi penghubung antara bagian fork dengan mast. Bukan hanya itu saja, fungsi carriage lainnya juga akan menjadi sandaran keamanan barang-barang yang terdapat di atas mast lifting.
Overhead Guard/ KanopiBagian overhead guard atau yang dikenal juga sebagai kanopi ini merupakan salah satu komponen yang akan berfungsi menjadi pelindung bagi operator yang sedang mengoperasikan alat ini. Bagian ini akan memastikan operator tetap aman ketika menjalankan tugasnya.

Overhead guard ini akan memberikan perlindungan kepada operator atas risiko kejatuhan barang-barang yang sedang diangkutnya. Selain itu, bagian ini juga bisa memberikan perlindungan pada operator ketika bekerja di bawah paparan sinar matahari maupun hujan.
CounterweightCounterweight adalah bagian forklift yang berfungsi untuk menyeimbangkan beban/ barang yang sedang diangkat. Letaknya berada di bagian belakang forklift. Bagian ini akan memastikan keseimbangan barang-barang tetap terjaga selama proses pengangkutan, terutama barang-barang yang berat.

Forklift Mempermudah Proses Pemindahan Barang

Forklift adalah alat/mesin berat yang berfungsi untuk mengangkat, memindahkan dan menyusun barang. Alat ini biasanya digunakan pada banyak industri, terutama yang membutuhkan proses pemindahan barang dalam jumlah besar. Bukan hanya barang yang kecil saja, forklift juga bisa digunakan untuk memindahkan barang-barang berat dan berukuran besar. 

Perlindungan asuransi umum untuk alat/mesin berat sangat penting. Melindungi aset investasi Anda adalah prioritas. Ajukan di Cermati Protect sekarang untuk perlindungan yang mudah dan komprehensif dengan mengisi formulir dibawah ini!

Jasa Konstruksi: Pengertian, Jenis dan Syarat Pendiriannya

Jasa Konstruksi: Pengertian, Jenis dan Syarat Pendiriannya

Jasa konstruksi menjadi salah satu layanan yang banyak dibutuhkan selama belasan tahun belakangan ini. Hal ini tentu berbanding lurus dengan tingginya kebutuhan pembangunan di tanah air, baik itu yang dilakukan oleh perusahaan maupun perorangan. 

Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang sedang gencar melakukan pembangunan di berbagai sektor. Hal inilah yang menjadi salah satu peluang besar untuk berkembangnya layanan jasa konstruksi di tanah air, baik itu dalam skala yang besar maupun skala kecil. 

Pengertian Jasa Konstruksi 

Berdasarkan Undang – Undang Jasa Konstruksi (UUJK), maka jasa konstruksi bisa diartikan sebagai layanan jasa konsultansi perencanaan pekerjaan konstruksi, layanan jasa pelaksanaan pekerjaan konstruksi, dan layanan jasa konsultansi pengawasan pekerjaan konstruksi. 

Jika merujuk pada UUJK tersebut di atas, maka layanan jasa pengawasan pekerjaan konstruksi adalah bagian dari jasa konstruksi itu sendiri. Di dalam sebuah proyek konstruksi pada umumnya akan terdapat sejumlah pekerjaan konstruksi yang berkaitan antara satu dengan yang lainnya. 

Bangunan sendiri merupakan salah satu kebutuhan dasar bagi manusia, di mana hal ini akan sangat dibutuhkan untuk mendukung kehidupan yang layak. Kebutuhan akan bangunan seperti ini semakin tinggi belakangan ini, terutama di kawasan perkotaan yang besar. 

Proses pembangunan yang rumit tentu akan membutuhkan penanganan yang tepat sejak awal, hal inilah yang menjadi tugas jasa konstruksi. Ada banyak pekerjaan pembangunan yang biasa ditangani jasa konstruksi, di antaranya: jalan raya, perumahan, sekolah, rumah sakit, bandara, dan yang lainnya. 

Perusahaan jasa konstruksi tentu harus dikelola dengan tepat dan profesional, dimana perusahaan ini mempekerjakan orang-orang yang ahli di bidangnya masing-masing. Hal ini penting, untuk memastikan setiap layanan yang diberikan kepada klien dapat memenuhi kebutuhan mereka dengan baik. 

Ada banyak indikator yang bisa dijadikan sebagai tolak ukur kualitas layanan sebuah perusahaan jasa konstruksi, salah satunya adalah kepemilikan Izin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK) itu sendiri. Perusahaan jasa yang profesional tentu akan memiliki izin usaha yang jelas.

Jenis – Jenis Jasa Konstruksi 

Berdasarkan Undang-undang No. 18 Tahun 1999 yang mengatur tentang jasa konstruksi, maka jasa konstruksi bisa dibedakan menjadi beberapa jenis berikut ini: 

1. Perencana Konstruksi

Ini merupakan penyedia jasa dalam bentuk badan usaha (perusahaan) maupun perorangan yang sudah dinyatakan ahli dan profesional dalam bidang perencanaan jasa konstruksi, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan pekerjaannya dalam wujud dokumen perencanaan bangunan maupun dalam bentuk fisik lainnya. 

Perencana konstruksi biasanya disebut sebagai konsultan perencana (team leader). Ada beberapa ruang lingkup pekerjaannya, antara lain: melakukan survei, membuat perencanaan umum, melakukan studi kelayakan proyek, membuat perencanaan operasional, melakukan studi pengembangan proyek, termasuk menyusun dokumen kontrak kerja untuk konstruksi serta pemeliharaannya. 

2. Pelaksana Konstruksi

Ini adalah penyedia jasa konstruksi yang menyediakan layanan jasa terkait pelaksanaan konstruksi itu sendiri. Layanan jasa ini terdiri dari sejumlah rangkaian/ bagian kegiatan sekaligus, mulai dari persiapan lapangan hingga proses penyerahan hasil akhir dari pekerjaan konstruksi tersebut. Pelaksana konstruksi juga dikenal dengan nama Kontraktor Konstruksi dan biasanya akan menjadi kepala/ manajer sebuah proyek. 

Cakupan pekerjaannya yang terbilang luas membuat seorang pelaksana konstruksi memiliki tanggung jawab yang besar dalam proyek. Di dalam praktiknya, seorang pelaksana konstruksi akan bertanggung jawab untuk menyelesaikan sebuah perencanaan menjadi sebuah bentuk bangunan ataupun jenis konstruksi lainnya. 

3. Pengawas Konstruksi

Pengawas konstruksi adalah penyedia layanan dalam bentuk badan usaha maupun perorangan yang sudah dinyatakan ahli serta profesional dalam bidang pengawasan jasa konstruksi, di mana yang bersangkutan dapat melaksanakan pekerjaan pengawasan dari awal proyek hingga selesai dikerjakan dan diserahterimakan. Pengawas konstruksi juga biasa dikenal dengan nama Konsultan Pengawas (Supervision Engineer).

Baca Juga: Pentingnya Memiliki Asuransi Tanggung Gugat 

Apa saja Bidang Jasa Pelaksana Konstruksi? 

Jasa konstruksi memiliki cakupan pekerjaan yang terbilang luas, di mana masing-masing pekerjaan ini akan membutuhkan keahlian tertentu. Ada banyak keahlian yang dibutuhkan untuk mewujudkan sebuah perencanaan menjadi sebuah konstruksi, di mana keahlian ini akan berasa dari berbagai bidang yang berbeda. 

Berikut ini adalah beberapa bidang jasa pelaksana konstruksi yang biasa terlibat dalam sebuah proyek konstruksi:

ArsitekturArsitektur memiliki lingkup ruang kerja yang mencakup arsitektur bangunan berteknologi (baik itu sederhana, menengah, maupun tinggi), arsitektur interior bangunan, arsitektur lanskap (termasuk perawatannya), bangunan komersial, fasilitas olahraga di luar gedung, perumahan tunggal, perumahan multi hunian, pekerjaan pemasangan instalasi aksesori bangunan, pekerjaan dinding, pekerjaan jendela kaca, kayu, logam dan juga berbagai perawatannya.
MekanikalMekanikal memiliki lingkup ruang kerja yang terdiri berbagai pengerjaan, antara lain: instalasi tata udara (AC), instalasi minyak/ gas/ geothermal, instalasi industri, pembuatan konstruksi lift serta eskalator, pengerjaan perpipaan, insulasi pada bangunan, konstruksi alat-alat angkut, pemasangan fasilitas produksi, dan penyediaan peralatan kerja konstruksi.
Elektrikal Elektrikal memiliki lingkup ruang kerja dalam beberapa pengerjaan instalasi, antara lain: instalasi listrik, instalasi pembangkit tenaga listrik, instalasi pembangkit tenaga listrik energi baru, sinyal dan telekomunikasi kereta api, telekomunikasi sarana bantu navigasi udara dan laut, sentral telekomunikasi, penangkal petir, dan bangunan pemancar radio, transmisi tenaga listrik, jaringan distribusi tenaga listrik, instalasi kontrol dan instrumentasi, termasuk perawatannya. 
SipilSipil memiliki lingkup ruang kerja yang terbilang beragam, antara lain: pembangunan jalan raya, jalan layang, jembatan, jalur kereta api, landasan pesawat terbang, terowongan, jalan bawah tanah, drainase kota, saluran pengendalian banjir, jaringan pengairan/ irigasi/ bendungan/ prasarana sumber daya air, struktur bangunan gedung, konstruksi tambang dan pabrik, pekerjaan penghancuran bangunan, penyiapan dan pengupasan lahan, pemancangan, pelaksanaan pondasi, pembetonan, konstruksi baja, pengaspalan dan perawatannya.
Tata LingkunganTata Lingkungan memiliki lingkup ruang kerja yang terdiri dari: tata ruang kota, analisa dampak lingkungan (Amdal), teknik lingkungan, pengembangan wilayah, pengolahan serta perpipaan air bersih dan perpipaan limbah, perpipaan minyak, perpipaan gas, pekerjaan pengeboran air tanah, reboisasi dan perawatannya.

Syarat dan Cara Pendirian Jasa Konstruksi 

Sebagaimana usaha lainnya, pendirian jasa konstruksi juga membutuhkan izin yang resmi. Badan usaha (perusahaan) maupun perorangan yang ingin menjalankan usaha ini harus memiliki Izin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK) terlebih dahulu, sehingga usaha ini bisa memiliki dasar hukum.

Berikut ini adalah beberapa syarat yang harus dipenuhi dalam pengurusan Izin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK): 

  • Formulir permohonan IUJK yang sudah diisi lengkap. 
  • Fotokopi akta pendirian badan usaha (bagi pemohon yang sudah membentuk badan usaha)
  • Fotokopi SIUP, TDP, SITU (bawa juga dokumen aslinya).
  • Daftar nama komisaris dan direksi perusahaan. 
  • Daftar nama karyawan non teknik yang bertugas penuh. 
  • Daftar nama dan surat pernyataan tenaga teknik yang bertugas penuh dan tidak penuh.
  • Daftar peralatan, perlengkapan, dan kepemilikan alat-alat konstruksi. 
  • Data keuangan perusahaan jasa konstruksi yang sedang diajukan.
  • Data pengalaman kerja atau jam terbang perusahaan jasa konstruksi
  • Pas foto ukuran 4×6 (2 lembar) direktur/ pimpinan/ kepala cabang.
  • Data terkait kantor dan sertifikat kepemilikannya. 
  • Fotokopi SBU (bawa juga dokumen aslinya).
  • Fotokopi NPWP perusahaan. 
  • Fotokopi KTP pimpinan/ pengurus perusahaan.
  • Fotokopi KTP seluruh pegawai perusahaan. 
  • Surat pengalaman kerja teknik
  • Rekomendasi dari Dinas PU kota setempat
  • Permohonan pengesahan NKTT
  • Fotokopi ijazah teknik
  • Fotokopi tanda bukti keanggotaan Asosiasi Profesi Perorangan untuk tenaga teknik jasa konstruksi.
  • Fotokopi SIUJK (khusus permohonan ulang). 
  • Fotokopi SIUJK dari kantor pusat (jika mengurus SIUJK untuk cabang).

Jika semua dokumen dan data di atas sudah dilengkapi dengan baik, maka pengurusan SIUJK bisa dilakukan, baik itu secara langsung maupun dengan cara pengajuan online. Penuhi semua persyaratan di atas dengan baik, agar proses pengurusan SIUJK bisa berjalan dengan lancar. 

Baca Juga: Lindungi Diri dari Gugatan dengan Asuransi Profesi

Jasa Konstruksi Banyak Dibutuhkan di Tanah Air

Pembangunan merupakan salah satu kebutuhan yang cukup tinggi, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Hal ini sekaligus membuka peluang besar untuk berkembangnya layanan jasa konstruksi. Jika tertarik untuk menggunakan layanan jasa konstruksi, pastikan untuk memilih layanan atau perusahaan yang sudah ahli dan profesional di bidang tersebut. 

Jasa konstruksi melibatkan beragam risiko, seperti kecelakaan kerja, kerusakan properti, atau klaim hukum oleh pihak ketiga. Asuransi tanggung gugat menjadi penting dalam konteks ini karena melindungi perusahaan konstruksi dari klaim hukum yang mungkin timbul akibat kecelakaan atau kerugian yang terjadi selama proyek konstruksi.

Dapatkan informasi selengkapnya dan penawaran produk asuransi tanggung gugat terbaik di Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah ini!

Mengenal Fuel Truck dan Berbagai Jenisnya 

Mengenal Fuel Truck dan Berbagai Jenisnya 

Fuel truck atau yang di tanah air lebih dikenal dengan nama truk tangki merupakan salah satu jenis kendaraan pengangkut yang cukup familiar di kalangan masyarakat. Selain dikenal dengan nama truk tangki, kendaraan yang satu ini juga kerap disebut tanker truck.

Truk tangki sendiri kerap melintas dengan membawa bahan bakar maupun jenis cairan lainnya. Secara garis besar, truk tangki memang dikategorikan sebagai kendaraan pengangkut dan selalu digunakan untuk mendistribusikan bahan bakar ke hampir seluruh wilayah Indonesia.

Apa itu Fuel Truck?

Truk tangki adalah sebuah truk yang didesain secara khusus untuk mengangkut cairan atau gas melalui jalan darat. Jenis kendaraan yang satu ini banyak digunakan oleh perusahaan minyak seperti pertamina dan juga perusahaan lainnya yang bergerak di industri sejenis. 

Jika melihat muatannya yang cukup berbahaya dan memiliki risiko terbakar, maka tentu saja kendaraan ini yang satu ini harus dirancang sedemikian rupa untuk memastikan muatan tersebut tetap aman dan bisa tiba di tujuan sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan. 

Di tanah air sendiri, pengangkutan bahan bakar maupun gas seperti ini tidak hanya dilakukan menggunakan fuel truck saja. Pengangkutan bahan bakar ini juga banyak dilakukan dengan menggunakan kereta api, di mana konsep yang digunakan hampir sama dengan konsep pada kendaraan truk tangki. 

Selain untuk mengangkut bahan bakar berupa cairan dan gas, truk tangki juga kerap digunakan untuk mengangkut berbagai bahan kimia, termasuk berbagai bahan kering lainnya. Pengangkutan ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan, selama berbagai cairan atau barang tersebut bisa termuat dengan baik di dalam truk. 

Fuel truck tidak hanya digunakan untuk mengangkut barang dalam kapasitas yang besar saja. Truk yang satu ini juga bisa digunakan untuk mengangkut barang dalam jumlah kecil maupun sedang, tergantung pada kebutuhan pengangkutan barang itu sendiri. 

Fuel truck memiliki 2 jenis konfigurasi fisik, antara lain: 

  • Tangki yang terhubung dengan sasis truk maupun trailer. 
  • Tangki yang terhubung dengan dek datar maupun truk melalui kunci putar yang sudah berstandar ISO, dan dapat dipindahkan menjadi transportasi antar moda, seperti yang digunakan pada kereta api dan juga kapal.  

Tahapan konfigurasi truk tangki akan tergantung pada jenis muatan yang akan dimasukkan ke dalam tangkinya. Misalnya, apakah muatan akan terisolasi atau tidak, dan apakah muatan terkotak atau merupakan beban tunggal. 

Secara umum, truk tangki memiliki kapasitas yang cukup beragam, yakni sekitar 20.800 liter hingga 43.900 liter. Sedangkan truk tangki yang digunakan oleh Pertamina pada umumnya berukuran sekitar 8.000 liter hingga 32.000 liter. 

Truk tangki yang memiliki kapasitas angkut sekitar 16.000 liter hingga 32.000 liter biasanya hanya dipakai untuk pengangkutan jenis BBM tertentu saja oleh Pertamina. Pemilihan truk tangki ini tentu akan disesuaikan dengan jumlah muatan yang akan diangkut, sehingga penggunaan kendaraan tersebut bisa tetap efisien. 

Baca Juga: Compactor: Pengertian, Klasifikasi, dan Jenis-Jenisnya

Jenis – Jenis Fuel Truck 

Truk tangki merupakan kendaraan yang kerap digunakan untuk mengangkut bahan bakar atau jenis gas dan bahan kimia lainnya. Hal ini membuat pengangkutan tersebut terbilang berisiko, baik itu untuk pengemudi maupun lingkungan sekitar yang dilaluinya. 

Penting untuk memilih jenis truk tangki yang tepat dan sesuai dengan jenis muatannya, sehingga risiko-risiko yang tidak diinginkan bisa dihindari. Selain itu, membawa muatan dalam jumlah yang tepat juga menjadi poin penting lainnya yang tak dapat diabaikan dalam penggunaan kendaraan yang satu ini. 

Berikut ini adalah beberapa jenis truk tangki yang biasanya digunakan dalam pengangkutan: 

Non (Low) Pressure BulkFuel truck yang satu ini memiliki bentuk seperti elips. Biasanya truk tangki ini akan dipakai untuk mengangkut muatan bahan bakar, seperti solar, bensin dan yang lainnya. Namun selain itu, truk tangki jenis ini juga sering digunakan untuk mengangkut berbagai cairan yang memiliki sifat mudah terbakar.

Truk tangki ini biasanya memiliki satu kubah, namun beberapa truk jenis ini juga bisa saja memiliki lebih dari satu kubah. Pada bagian kubah ini, biasanya akan terdapat tutup yang ukurannya disesuaikan dengan ukuran kubah itu sendiri. Tutup inilah yang akan digunakan untuk memuat muatan truk tangki.

Tidak hanya memuat berbagai cairan yang sifatnya mudah terbakar, truk tangki yang satu ini juga kerap digunakan untuk memuat cairan yang tidak rentan terbakar, seperti air maupun hasil ekstraksi tebu. Hal ini membuat truk tangki ini cukup banyak digunakan di pabrik-pabrik.

Non (low) pressure bulk adalah truk tangki yang tidak cocok untuk berbagai jenis muatan yang memiliki sifat korosif kuat, namun masih bisa digunakan untuk muatan dengan sifat korosif ringan. Bukan hanya itu saja, truk yang satu ini juga tidak bisa digunakan untuk memuat gas bertekanan.
Low Pressure BulkBentuk fuel truck yang satu ini sangat berbeda dengan fuel truck berjenis non pressure. Truk tangki ini berbentuk seperti tapal kuda jika dilihat dari bagian belakangnya. Bentuknya yang unik membuat truk tangki yang satu ini terlihat seperti memiliki sejenis cangkang pada bagian luarnya, di mana cangkang ini dibuat berlapis aluminium yang tipis. 

Bentuknya yang tidak biasa membuat truk tangki ini mudah dikenali dan dibedakan dari jenis truk tangki lainnya. Truk ini ini memiliki kapasitas angkut maksimal sebesar 6.000 galon.

Truk yang satu ini berbeda dari yang lainnya, sebab tangkinya biasanya akan dipakai untuk memuat berbagai bahan yang membutuhkan penyimpanan, baik itu untuk dipanaskan maupun didinginkan.
Corrosives Cargo TankJika truk jenis low pressure bulk tidak bisa memuat muatan yang bersifat korosif, maka yang satu ini justru sebaliknya. Seperti namanya, corrosive cargo tank memang didesain untuk bisa memuat berbagai bahan yang bersifat korosif kuat, misalnya asam nitrat dan juga asam sulfat. 

Bukan hanya untuk muatan asam saja, berbagai muatan yang bersifat basa juga bisa dimuat truk yang satu ini. Selain itu, truk ini juga bisa memuat bahan yang mudah teroksidasi, cairan-cairan yang beracun, dan bahkan berbagai bahan yang mudah terbakar sekalipun. 

Namun meski bisa memuat berbagai muatan yang bersifat korosif, truk yang satu ini tidak bisa memuat gas bertekanan. Corrosive cargo tank juga memiliki kapasitas angkut yang terbilang cukup besar, yakni sekitar 4.000 galon sampai 7.000 galon. 
Compressed Gas CargoTruk tangki yang satu ini memiliki bentuk yang sedikit unik dengan bagian ujungnya yang membulat. Compressed gas cargo juga didesain memiliki sebuah cangkang tunggal yang terbuat dari baja karbon.

Secara keseluruhan, truk yang satu ini memang didesain untuk mencegah terjadinya kerusakan yang diakibatkan oleh sinar UV pada muatan yang sedang diangkut.
Hal di atas sekaligus menjadi alasan mengapa bagian tangki compressed gas cargo dibuat berwarna putih.

Truk ini bisa membawa muatan bertekanan sekitar 100-500 psi, sehingga tangki yang dimilikinya kerap digunakan untuk muatan gas yang sudah dicairkan sesuai dengan kapasitas tekanan tersebut. Ada banyak gas yang kerap diangkut menggunakan compressed gas cargo, seperti: Klorin, Propana, dan juga LPG.
Cryogenic cargo tankCryogenic cargo tank merupakan jenis truk tangki yang didesain khusus untuk memuat cairan kriogenik yang bersuhu sekitar 130℉. Fuel truck yang satu ini didesain berbentuk silinder yang memiliki kotak kabinet di bagian belakangnya.

Truk tangki yang satu ini memiliki desain yang mirip dengan konsep botol termos, dimana setidaknya ada 2 silinder dan pada bagian dalamnya ada sebuah silinder lainnya. Bagian yang terdapat pada kedua silinder inilah yang kemudian diisi dengan sebuah ruang hampa, dimana ruang hampa tersebut bisa menciptakan lingkungan yang kedap udara.

Baca Juga: Diesel Hammer: Pengertian, Struktur, Keunggulan dan Kekurangannya

Fuel Truck Permudah Proses Pengangkutan Cairan dan Gas 

Fuel truck merupakan jenis truk pengangkut yang bisa digunakan untuk memuat muatan berbentuk cairan dan gas. Kendaraan yang satu ini bisa ditemukan dalam berbagai jenis, sesuai dengan jenis muatan yang bisa diangkut olehnya. Penting untuk selalu menggunakan jenis truk tangki yang tepat, agar proses pengangkutan muatan bisa berjalan dengan aman.

Perlindungan alat berat seperti fuel truck dalam bisnis konstruksi dan industri sangat penting. Asuransi umum memberikan perlindungan terhadap risiko seperti kerusakan, kebakaran, pencurian, dan bahaya lainnya. ermati Protect menawarkan perlindungan luas dengan polis yang sesuai, memberikan ketenangan pikiran bahwa investasi dilindungi dengan produk asuransi umum terbaik. Pelajari selengkapnya seputar asuransi umum dengan mengisi formulir dibawah ini!

Mengenal Water Truck yang Banyak Digunakan di Pertambangan

Mengenal Water Truck yang Banyak Digunakan di Pertambangan

Water truck merupakan salah satu peralatan pendukung yang banyak digunakan di area pertambangan. Sebagaimana peralatan berat pada umumnya, kendaraan yang satu ini tentu memiliki bobot besar, sehingga bisa mendukung kelancaran kinerjanya di area pertambangan yang cenderung terjal. 

Pada dasarnya, kawasan pertambangan sendiri akan membutuhkan banyak alat-alat berat. Berbagai peralatan berat ini dibutuhkan untuk menjalankan berbagai aktivitas yang pada dasarnya sulit untuk dikerjakan hanya dengan mengandalkan tenaga manusia secara manual.

Apa Fungsi Water Truck?

Water truck termasuk alat berat vital yang sangat dibutuhkan dalam proses penambangan. Hal ini membuat peralatan yang satu ini terbilang familiar dan selalu ditemukan di kawasan pertambangan. 

Secara umum, fungsi water truck adalah untuk mengangkut air dari tempat/ sumber air terdekat ke area pertambangan. Biasanya kawasan pertambangan berada pada medan-medan yang sulit, di mana sumber air juga terbilang jauh dan kerap sulit untuk dijangkau, sehingga dibutuhkan kendaraan khusus untuk pengadaannya. 

Berikut ini adalah beberapa fungsi penggunaan water truck di dalam pertambangan:  

1. Penyiraman Jalan Tambang

Ini merupakan salah satu fungsi utama water truck dan menjadi alasan mengapa di hampir seluruh kawasan pertambangan kendaraan ini bisa ditemukan. Kawasan pertambangan yang biasanya terdapat di area kosong dan kering tentu akan sangat berdebu. Kondisi jalanan yang sangat berdebu ini bisa mengurangi jarak pandang dan membahayakan perjalanan kendaraan yang keluar masuk kawasan pertambangan.

Untuk mengurangi intensitas debu di jalan tambang, maka dibutuhkan penyiraman dalam jumlah yang terbilang besar. Penyiraman ini akan membantu membuat jalan tetap lembab dan memungkinkan jarak pandang pengendara tetap

2. Menyediakan Air untuk Aktivitas Tambang

Water truck juga akan menjadi kendaraan yang menyediakan kebutuhan air untuk aktivitas penambangan itu sendiri. Hal ini bisa saja untuk memenuhi berbagai kebutuhan, termasuk untuk mencuci berbagai alat-alat yang digunakan dalam proses penambangan. Berbagai peralatan ini biasanya membutuhkan perawatan/ pembersihan secara berkala, sehingga bisa tetap digunakan dengan baik.

Selain itu, air juga kerap dibutuhkan untuk membantu proses pengeboran atau penggalian. Area-area yang terlalu kering biasanya membutuhkan air, sehingga material galian bisa lebih mudah untuk dipecah dan diangkut ke luar dari kawasan pertambangan. Hal seperti ini bahkan bisa saja membutuhkan air dalam jumlah yang terbilang banyak.

3. Menyediakan Air untuk Kebutuhan Pekerja

Pertambangan biasanya akan terletak di kawasan yang jauh dari pemukiman atau bahkan seringkali berada di wilayah terpencil yang sulit untuk dijangkau. Hal ini membuat para pekerja harus tinggal selama berbulan-bulan di lokasi tersebut. Untuk mendukung segala kebutuhan dan aktivitas pekerja di pertambangan, water truck harus menyiapkan pasokan air dalam jumlah yang besar. 

Air ini akan digunakan untuk aktivitas bersih-bersih para pekerja, sehingga mereka tetap dalam kondisi sehat. Selain itu, water truck juga akan menyediakan air untuk persediaan di kamar mandi, dapur umum, dan yang lainnya. Jika kawasan pertambangan  jauh dari sumber air, maka bukan tidak mungkin water truck akan memasok seluruh air yang dibutuhkan di pertambangan tersebut. 

Baca Juga: Tak Perlu Beli, 10 Alat Berat Ini Bisa Disewa

Apa saja Komponen Water Truck?

Sebagaimana kendaraan dan alat berat pada umumnya, water truck tentu terdiri dari berbagai bagian/ komponen yang berbeda. Berbagai komponen inilah yang akan bekerja sama untuk memastikan kendaraan tersebut bisa bekerja dengan baik. Jika salah satu komponen mengalami gangguan, maka water truck tentu tidak bisa digunakan dengan sebagaimana mestinya. 

Berikut ini adalah beberapa komponen pendukung yang terdapat pada water truck: 

TankKomponen pertama yang terdapat pada alat berat ini adalah tank. Bagian ini memiliki fungsi sebagai wadah penampungan air yang akan digunakan pada proses penyiraman. Tank pada water truck memiliki kapasitas yang beragam dan terbilang besar, bahkan bisa mencapai puluhan ribu liter. Hal ini akan memudahkan pihak pertambangan untuk memilih jenis water truck yang sesuai dengan kebutuhan proyek mereka.
SpraySpray merupakan komponen lainnya yang berkaitan dengan tank pada water truck. Komponen yang satu ini akan berfungsi untuk menyalurkan atau mendistribusikan air dengan tekanan yang dihasilkan oleh pompa. Penggunaan komponen ini akan memungkinkan air tersebar dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan, terutama untuk proses penyiraman jalan tambang yang berdebu.
Water PumpKomponen yang satu ini memiliki fungsi untuk meningkatkan tekanan dan debit aliran air yang keluar dari tangki water truck. Air ini kemudian akan didistribusikan lewat spray ke tempat-tempat yang diinginkan. Tekanan yang keluar melalui water pump diharapkan bisa mendistribusikan air sesuai dengan kebutuhan, di mana debit air yang dihasilkan mampu menjaga kelembaban pada tanah dan sekaligus membatasi penyebaran debu di area tambang.
Water CannonKomponen yang satu ini merupakan alat yang dipakai untuk menembakkan aliran air dengan kecepatan yang tinggi. Pada umumnya, water cannon bisa menghantarkan aliran air dengan volume yang besar. Komponen ini merupakan bagian water truck yang biasanya dipakai untuk kondisi darurat, misalnya untuk memadamkan kebakaran dan kondisi yang lainnya.
Flow Control ValveKomponen terakhir dari water truck adalah flow control valve. Bagian ini akan berfungsi untuk mengatur jumlah debit air yang akan didistribusikan pada proses penyiraman jalan tambang. Penggunaan flow control yang tepat akan memungkinkan jalan tersiram dengan baik, sehingga penyebaran debu bisa dikurangi.

Baca Juga: 9 Alat Berat untuk Mendukung Aktivitas Penambangan

Pertimbangan dalam Memilih Water Tank

Sama dengan alat berat lainnya, water tank juga tentu bisa ditemukan dalam berbagai varian yang berbeda. Ada sejumlah perusahaan yang menyediakan kendaraan berat yang satu ini, tentu saja lengkap dengan berbagai spesifikasi yang dapat dijadikan sebagai pertimbangan. 

Pemilihan water tank sendiri harus disesuaikan dengan kondisi lokasi pertambangan yang akan ditangani dan juga kebutuhan pengadaan alat pendukung yang satu ini. Hal ini penting, untuk memastikan water tank bisa bekerja secara maksimal dan sesuai dengan kebutuhan. 

Berikut ini adalah beberapa pertimbangan penting saat memilih kendaraan water tank: 

DesainDesain water tank merupakan salah satu pertimbangan penting dalam memilih kendaraan yang satu ini, mengingat water tank akan digunakan di kawasan tambang. Penting untuk memilih desain yang tepat dan ergonomis, sehingga water tank bisa bekerja secara maksimal di area pertambangan.
MaterialKawasan tambang yang terjal merupakan tantangan tersendiri bagi kendaraan yang digunakan di lokasi tersebut, termasuk water tank. Penting untuk memilih water tank yang terbuat dari material berkualitas tinggi, sehingga kokoh dan tidak mudah karatan. Hal ini juga akan memungkinkan kendaraan tersebut bisa berumur panjang, meskipun digunakan pada medan-medan yang sulit.
Kapasitas Tangki AirKapasitas tangki air water tank juga menjadi pertimbangan penting. Kendaraan ini akan digunakan untuk mengangkut air dan mendistribusikannya, sehingga penting untuk memilihnya dalam kapasitas yang tepat. Biasanya water tank bisa ditemukan dalam berbagai kapasitas, mulai dari ribuan hingga puluhan ribu liter sekaligus.
Sistem Pendistribusian AirSistem pendistribusian air juga harus menjadi pertimbangan dalam memilih water tank. Teknologi yang digunakan dalam pompa air kendaraan ini tentu akan mempengaruhi distribusi dan penyiraman yang dilakukannya. Penting untuk memahami hal ini dengan baik, sehingga pendistribusian air yang dilakukan melalui water tank bisa memenuhi kebutuhan aktivitas penambangan dengan baik.
Sistem KendaliHal terakhir yang perlu dipertimbangkan dalam memilih water tank adalah sistem kendali kendaraan tersebut. Penting untuk memahami sistem kendalinya dengan baik, sehingga kendaraan ini bisa digunakan secara efisien. Semakin sederhana sistem kendali water tank, maka akan semakin mudah juga operator untuk menggunakan kendaraan ini.

Baca Juga: Mengenal Manajemen Proyek Konstruksi dalam Proyek

Water Truck Memenuhi Pasokan Air di Pertambangan

Water truck merupakan kendaraan berat yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan air di area tambang. Bukan hanya untuk penyiraman jalan tambang saja, namun alat berat ini juga akan memenuhi kebutuhan pasokan air untuk pekerja dan aktivitas tambang itu sendiri. Penting untuk memilih water truck yang tepat dan sesuai kebutuhan, sehingga alat berat ini bisa bekerja secara maksimal.

Perlindungan alat berat dalam konstruksi dan industriseperti water truck sangatlah penting. Kerusakan atau kehilangan pada alat berat dapat menyebabkan kerugian finansial besar. Asuransi umum memberikan perlindungan terhadap risiko seperti kerusakan, kebakaran, pencurian, dan bahaya lainnya

Cermati Protect menawarkan perlindungan luas dengan polis yang sesuai untuk melindungi alat/mesin dan kendaraan berat yang merupakan alat investasi penting pada bisnis konstruksi dan industri dengan penawaran produk Asuransi Umum terbaik. Untuk mendapatkan informasi selengkapnya seputar Asuransi Umum silahkan isi formulir dibawah ini!

Mengenal Peralatan Kerja: Jenis dan Fungsinya

Mengenal Peralatan Kerja: Jenis dan Fungsinya

Peralatan kerja atau peralatan kantor merupakan barang penting yang akan digunakan untuk mendukung kelancaran pekerjaan. Berbagai pekerjaan di kantor bisa saja menjadi terhambat, jika salah satu atau beberapa peralatan kerja ini tidak tersedia dengan baik dan memadai. 

Jika melihat kenyataan di atas, maka sangat penting untuk selalu memastikan bahwa semua peralatan kerja sudah tersedia dengan baik. Selain memperlancar pekerjaan, hal ini juga akan membuat para pekerja jadi lebih nyaman dan bisa menjalankan pekerjaannya dengan lebih mudah. 

Apa Perbedaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor?

Peralatan kerja adalah seluruh barang atau benda yang digunakan pekerja untuk menjalankan tugas dan kewajibannya selama bekerja di kantor. Peralatan kerja ini biasanya dibedakan menjadi 2 kelompok besar, yakni peralatan kantor dan perlengkapan kantor. 

Pada dasarnya, kedua istilah di atas tentu sudah tidak asing lagi pada pendengaran kita. Namun meski keduanya terbilang familiar untuk kebanyakan orang, namun seringkali orang salah mengartikannya, sebab pada dasarnya kedua istilah tersebut justru memiliki pengertian yang sangat berbeda. 

Peralatan kantor merupakan berbagai benda yang berukuran cenderung besar dan membutuhkan pemeliharaan jangka panjang, seperti: komputer, meja kerja, kursi, printer, pesawat telepon, lemari, dan yang lainnya. 

Sementara itu, perlengkapan kantor adalah berbagai benda berukuran kecil, seperti Alat Tulis Kantor (ATK), dimana berbagai benda ini biasanya dipakai dan dibeli kembali secara rutin atau berkala ketika persediaannya habis. Perlengkapan kantor ini juga dikenal dengan istilah office stationery dan supplies. 

Berdasarkan harganya, berbagai peralatan kantor ini akan lebih mahal, jika dibandingkan dengan berbagai perlengkapan kantor. Namun pada dasarnya, keduanya akan memerlukan perawatan, sehingga penggunaannya bisa awet dan menekan biaya atau pengeluaran kantor.‍

Baca Juga: 9 Tips Agar Remote Working Tetap Produktif

Jenis-jenis Peralatan Kantor dan Fungsinya

Sebagaimana yang sudah dijabarkan di atas, peralatan kantor merupakan benda-benda yang berukuran besar dan akan membutuhkan pemeliharaan jangka panjang. Ada banyak jenis peralatan kantor yang lazim digunakan, di mana hal ini tentu bisa disesuaikan dengan kebutuhan kantor itu sendiri. 

Berikut ini adalah beberapa jenis peralatan kantor yang biasa digunakan dan juga fungsinya: 

MejaMeja merupakan salah satu peralatan kantor yang paling umum dan wajib ada. Meja akan menjadi tempat di mana para pekerja menyelesaikan berbagai tugas dan juga pekerjaannya. Selain memberi kenyamanan selama bekerja, meja juga akan membuat pekerjaan menjadi lebih lebih lancar, sehingga bisa selesai dengan tepat waktu. Pada umumnya, meja kerja di Indonesia memiliki tinggi sekitar 75 CM. 

Ukuran meja biasanya akan dibuat sesuai dengan posisi atau jabatan para pekerja. Bukan hanya itu saja, peralatan kantor yang satu ini juga biasanya dibuat sesuai dengan kebutuhan kerja orang/ pekerja yang akan menggunakannya. Hal ini penting, untuk memastikan yang bersangkutan bisa bekerja dengan nyaman dan maksimal, sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya.
KursiPeralatan kerja yang tak kalah pentingnya adalah kursi. Benda yang satu ini akan membuat pekerja menjadi lebih mudah dan nyaman dalam menyelesaikan tugas-tugasnya. Pada umumnya, kursi akan dipilih sesuai dengan kebutuhan kerja itu sendiri. Namun sebisa mungkin, peralatan kantor yang satu ini akan dibuat senyaman mungkin, mengingat kursi akan digunakan pekerja selama berjam-jam atau bahkan sepanjang yang bersangkutan bekerja di kantor. 
Printer atau Mesin FotokopiPeralatan kantor yang satu ini akan sangat dibutuhkan, terutama di kantor-kantor yang berukuran besar dan memiliki tingkat kesibukan yang terbilang padat. Printer maupun mesin fotokopi biasanya akan diperlukan untuk menyiapkan atau mencetak berbagai dokumen penting, baik itu untuk tugas harian maupun kebutuhan yang lainnya.  

Pengadaan peralatan kerja ini diharapkan bisa menghemat waktu serta anggaran kantor. Pekerja tidak lagi perlu melakukan pencetakan dokumen di luar kantor (warnet), sebab ini akan membuat pekerjaan menjadi tidak efisien. Selain itu, mencetak berbagai dokumen penting di tempat umum seperti itu tentu akan berisiko untuk keamanan data perusahaan.
Lemari ArsipLemari arsip merupakan salah satu peralatan kantor yang terbilang lazim dan bisa ditemukan di hampir semua perusahaan. Benda yang satu ini akan dibutuhkan untuk menyimpan berbagai arsip/ data-data milik perusahaan, seperti; kontrak kerja para karyawan, invoice, dan berbagai dokumen penting lainnya yang harus diarsipkan secara manual. 

Bukan hanya lemari arsip saja, biasanya kantor juga akan memiliki 2 peralatan sejenis lainnya, yakni rak dan juga lemari brankas. Biasanya rak akan digunakan untuk menyimpan berbagai dokumen yang sedang dalam proses pengerjaan, sehingga pekerja akan lebih mudah untuk meletakkan dan mengambil berkas tersebut. Sedangkan untuk berbagai dokumen yang bersifat penting dan rahasia akan disimpan di dalam lemari brankas.
Mesin AbsenPeralatan kantor yang satu ini akan berfungsi untuk mencatat kehadiran para karyawan, sehingga proses ini tidak perlu lagi dilakukan secara manual. Mesin ini akan mempermudah untuk memantau para karyawan, termasuk untuk melihat kedisiplinan mereka dalam bekerja. 

Selain itu, pihak perusahaan juga biasanya akan menggunakan data yang tercatat dalam mesin absen ini untuk menghitung gaji para karyawan berdasarkan kehadiran mereka di perusahaan. Mesin absen kini bisa ditemukan dalam berbagai bentuk, mulai dari mobile absensi, fingerprint, dan yang lainnya. 
Layanan InternetPemasangan layanan internet juga menjadi kebutuhan tersendiri bagi perusahaan dan hal ini tentu akan membutuhkan sejumlah peralatan. Internet akan selalu dibutuhkan dalam menyelesaikan berbagai pekerjaan kantor, mengingat saat ini pengolahan data dan yang lainnya sudah dilakukan dalam bentuk digital. Selain mempermudah pekerjaan, internet juga akan menghemat biaya pengelolaan data dan berkas perusahaan. 
Laptop dan KomputerLaptop dan komputer tentu sudah menjadi peralatan kantor yang sangat umum dan biasa ditemukan di perkantoran. Kedua perangkat ini akan membantu para pekerja dalam menyelesaikan pekerjaan harian mereka. Selain itu, laptop dan komputer juga akan dibutuhkan untuk mempermudah proses presentasi, meeting dan hal penting lainnya. 

Pada umumnya, laptop maupun komputer ini akan dibeli sesuai dengan kebutuhan kerja yang akan ditangani, di mana berbagai fitur di dalamnya perlu disesuaikan dengan kebutuhan tersebut. Misalnya, laptop dengan berbagai fitur khusus untuk aktivitas desain maupun editing video, dan yang lainnya. Namun jika pekerjaan tidak membutuhkan spesialisasi tertentu, maka menggunakan laptop maupun komputer yang standar saja juga bisa menjadi pertimbangan.

Baca Juga: Mengenal Bahaya-bahaya di Tempat Kerja yang Perlu Diwaspadai

Jenis-jenis Perlengkapan Kantor dan Fungsinya

Ada banyak perlengkapan kantor yang lazim digunakan saat bekerja, berikut ini beberapa di antaranya: 

Alat Tulis Kantor (ATK)Berbagai ATK ini biasanya akan digunakan saat meeting maupun untuk aktivitas kerja harian. Pengadaan ATK akan disesuaikan dengan kebutuhan para pekerja, sebab pekerja yang satu dengan yang lainnya bisa saja membutuhkan ATK yang berbeda. Ada banyak ATK yang biasanya digunakan di kantor, seperti: spidol, tipe-x, lem, kertas, pulpen, dan yang lainnya. 
StopmapStopmap biasanya akan digunakan untuk menyimpan kertas atau dokumen tertentu. Benda yang satu ini akan menjaga kertas tetap rapi, bersih dan tidak tertekuk/ rusak. Sebagian perusahaan juga seringkali mencetak sendiri stopmap yang mereka gunakan, di mana nama maupun logo perusahaan ditampilkan pada bagian depan stopmap tersebut. 
Penjepit KertasBenda yang juga dikenal dengan nama paper clip ini akan digunakan untuk menjepit sejumlah lembaran kertas atau dokumen menjadi satu. Meski berukuran mini, benda yang satu ini akan sangat berguna dan kerap dibutuhkan untuk membuat dokumen menjadi lebih rapi dan mudah untuk digunakan. 
AmplopMeski aktivitas surat menyurat kini lebih banyak dilakukan melalui email, namun amplop biasanya akan tetap disediakan oleh perusahaan. Sama dengan stopmap, sebagian perusahaan juga akan mencetak sendiri amplop yang mereka gunakan dengan menambahkan nama/ logo perusahaan pada permukaannya. 
StempelStempel termasuk salah satu perlengkapan kantor yang terbilang penting, sebab benda ini digunakan dalam pengesahan berbagai dokumen perusahaan. Stempel juga menjadi salah satu identitas perusahan, termasuk untuk memperkuat sebuah keputusan serta bentuk pertanggung jawaban.
Tinta PrinterPerlengkapan kantor yang satu ini tentu wajib dibeli secara berkala oleh perusahaan yang menggunakan mesin printer. Tinta ini akan memastikan proses pencetakan dokumen bisa berjalan dengan baik, sehingga berbagai urusan yang berkaitan dengan hal tersebut bisa berjalan dengan lancar. 

Peralatan Kerja yang Memadai Memperlancar Aktivitas Kantor  

Peralatan kerja merupakan kebutuhan tersendiri untuk sebuah perusahaan. Berbagai peralatan dan juga perlengkapan kantor ini akan mendukung kelancaran aktivitas dan produktivitas kerja para karyawan. Lengkapi peralatan dan perlengkapan kantor dengan memadai, sehingga berbagai urusan dan aktivitas perusahaan bisa berjalan dengan lancar. 

Dapatkan penawaran produk asuransi kesehatan karyawan terbaik dari Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah ini!

Mengenal Manajemen Proyek Konstruksi dalam Proyek

Mengenal Manajemen Proyek Konstruksi dalam Proyek

Manajemen proyek konstruksi adalah tatanan atau susunan dari berbagai elemen yang terdapat pada sebuah bangunan, di mana masing-masing elemen tersebut berkedudukan sesuai dengan fungsinya. 

Manajemen sendiri merupakan pemanfaatan sumber daya secara efektif demi mencapai tujuan/ sasaran. Artinya, manajemen memiliki tanggung jawab penuh dalam keberlangsungan sumber daya, sehingga segala sesuatunya bisa berjalan secara maksimal dan tepat sasaran.

Tujuan Manajemen Proyek Konstruksi 

Manajemen proyek konstruksi adalah usaha manajemen yang meliputi perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian kegiatan proyek dari awal hingga akhir, dimana hal ini dilakukan dengan pengalokasian sumber daya dengan efektif dan efisien, sehingga tujuan yang diharapkan bisa tercapai. 

Manajemen proyek konstruksi memiliki tujuan untuk mengelola pelaksanaan proyek, sehingga proyek tersebut bisa berjalan sesuai rencana dan memberikan hasil yang maksimal. 

Berikut ini adalah beberapa macam tujuan yang terdapat dalam manajemen proyek konstruksi: 

1. Memaksimalkan Potensi Sumber Daya Manusia (SDM)

Kesuksesan sebuah proyek akan sangat tergantung pada kualitas SDM yang menanganinya. Untuk mewujudkan hal tersebut, manajemen proyek konstruksi akan sangat dibutuhkan. Mengelola dan mengembangkan potensi SDM dengan optimal merupakan salah satu tujuan manajemen proyek konstruksi. 

2. Memanfaatkan Peluang-peluang di dalam proyek

Pengelolaan proyek harus dilakukan dengan tepat. Hal ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, termasuk dengan mengembangkan proyek untuk mendapatkan peluang-peluang yang baru, namun tanpa mengubah nilai atau tujuan utama yang akan dicapai dalam proyek tersebut. 

3. Mengelola Risiko Kegagalan Proyek

Manajemen proyek konstruksi juga akan mengelola berbagai risiko yang mungkin saja menggagalkan proyek, sehingga proyek tersebut bisa sukses dan mencapai tujuan yang sudah direncanakan. 

4. Membuat Perencanaan yang Tepat

Proyek yang sukses tentu harus diawali dengan sebuah perencanaan yang matang sejak awal. Untuk mencapai kesuksesan tersebut, manajemen proyek konstruksi akan sangat berperan dalam menjaga ritme rencana proyek, sehingga setiap tahap bisa dieksekusi dengan baik dan sesuai perencanaan. 

5. Mengelola Integritas

Manajemen proyek juga akan membuat rasa percaya diri para stakeholder menjadi lebih tinggi. Bukan hanya selama pembangunan proyek, namun hal ini akan terlihat jelas sampai di akhir, saat proyek tersebut sudah berhasil diselesaikan dengan baik. 

Baca Juga: Pembangunan Infrastruktur: Pengertian, Jenis, Komponen, Fungsi dan Manfaatnya

Tugas Manajemen Proyek Konstruksi

Berikut ini adalah beberapa tugas manajemen proyek konstruksi dalam proyek: 

  • Melakukan pengawasan terhadap pengerjaan proyek di lapangan, untuk memastikan apakah semua pekerjaan sudah berjalan sesuai metode konstruksi yang seharusnya. 
  • Meminta laporan tertulis terkait progres serta penjelasan masing-masing item dari kontraktor.
  • Memberi teguran atau menghentikan proses pengerjaan proyek, jika tidak berjalan sesuai dengan kesepakatan awal. 
  • Melaksanakan rapat secara berkala (mingguan dan bulanan) dengan menghadirkan konsultan, wakil owner, dan juga kontraktor. 
  • Berhubungan secara langsung dengan owner maupun wakil owner untuk menyampaikan berbagai hal terkait proyek yang ditangani. 
  • Melaporkan progres pengerjaan proyek kepada owner secara langsung. 
  • Mengesahkan material-material yang akan dipakai dalam proyek, untuk memastikan apakah sudah sesuai dengan spesifikasi yang tertera dalam kontrak. 
  • Mengatur, memberi arahan dan mengkoordinasikan pelaksanaan pekerjaan yang dijalankan oleh kontraktor terkait aspek mutu dan waktu penyelesaiannya. Mengesahkan perubahan kontrak, jika sewaktu-waktu kontraktor mengajukannya. 
  • Melakukan pemeriksaan gambar shop drawing yang diberikan kontraktor, sebelum pekerjaan mulai dilaksanakan.  
  • Secara berkala melakukan peninjauan ulang metode pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan kontraktor, agar sesuai dengan syarat K3LMP “Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Lingkungan, Mutu dan Pengamanan”.  
  • Memberikan Site Instruction secara tertulis, jika sewaktu-waktu terdapat pekerjaan yang harus dilaksanakan namun tidak tercantum pada kontrak yang sudah dibuat sebelumnya. 

Peran Manajemen Proyek Konstruksi

Manajemen proyek konstruksi juga memiliki sejumlah peran, berikut ini adalah beberapa di antaranya: 

Agency Construction Management (ACM)Manajer konstruksi memiliki peran sebagai koordinator “penghubung” antara perancang dan pelaksana, serta antar kontraktor. Hal ini akan diawali dari tahap perencanaan, di mana pihak owner membuat kontrak untuk para kontraktor yang disesuaikan dengan berbagai pekerjaan yang dibutuhkan dalam proyek. 
Extended Service Construction Manajemen (ESCM)Manajemen konstruksi juga memiliki peran sebagai kontraktor. Hal ini dijalankan demi menghindari adanya konflik kepentingan di antara pihak manajemen dengan kontraktor yang menangani pekerjaan. 
Owner Construction Management (OCM)Manajemen konstruksi profesional juga memiliki peran sebagai pemilik, sehingga pihak manajemen juga akan memiliki tanggung jawab atas manajemen proyek yang sedang dijalankan. 
Guaranteed Maximum Price Construction Management (GM PCM)Manajemen konstruksi akan cenderung bertindak sebagai kontraktor umum, daripada sebagai wakil pemilik. Dalam hal ini, konsultan GMP CM sendiri tidak menjalankan pekerjaan konstruksi, namun yang bersangkutan akan bertanggung jawab terhadap pemilik terkait dengan waktu, biaya dan juga mutu. Hal ini membuat manajemen berperan menjadi pemberi kerja kepada para kontraktor. 

Baca Juga: Mengenal Bahan Material Konstruksi dan Tips Memilihnya

Tahapan dalam Manajemen Proyek Konstruksi

Manajemen proyek konstruksi memiliki beberapa tahapan yang berbeda, berikut ini adalah penjelasannya: 

Tahapan Manajemen Proyek Konstruksi Menurut Dipohusodo (1995) 

1. Pengembangan Konsep

Melaksanakan survei awal melalui investigasi lapangan di mana proyek akan dilaksanakan. Hal ini bertujuan untuk mengumpulkan berbagai informasi, seperti: upah tenaga kerja di wilayah tersebut, harga material, perizinan dari pemerintah setempat, kemampuan kontraktor atau konsultan setempat, iklim setempat, termasuk upaya untuk mengantisipasi berbagai kendala yang mungkin timbul. 

2. Perencanaan

Hal ini diawali dengan pengajuan proposal, melakukan survei lanjutan, penyusunan desain awal serta perancangan detailnya. Langkah-langkah ini akan mempengaruhi rencana kerja final yang memiliki beberapa sasaran, yakni: 

  • Menerapkan pedoman pelaksanaan pekerjaan, sehingga bisa diperoleh  harga kontrak konstruksi dan material yang lebih pasti , tetap dan bersaing, agar tidak melampaui jumlah anggaran yang tersedia. 
  • Pekerjaan bisa diselesaikan sesuai dengan kualitas dan tenggat waktu yang sudah ditentukan. 

3. Pelelangan

Ini merupakan proses lelang yang akan diakhiri dengan terpilihnya pemenang atas proyek yang akan dilaksanakan. 

4. Pelaksanaan Konstruksi

Tahap ini mencakup persiapan lapangan, pelaksanaan proyek hingga selesai. Pada pelaksanaan proyek, perlu untuk tetap fokus terhadap pengendalian biaya serta jadwal konstruksi yang telah ditetapkan. Pengendalian biaya ini bertujuan untuk memastikan alokasi seluruh biaya bisa tetap terkontrol. Sedangkan pengendalian jadwal bertujuan untuk memastikan proyek bisa berjalan sesuai rencana dan diselesaikan dengan tepat waktu. 

5. Pengoperasian

Jika konstruksi fisik sudah selesai, maka pihak penyedia jasa akan menyerahkannya kepada pengguna jasa untuk selanjutnya dioperasikan. Namun pihak penyedia jasa tetap akan bertanggung jawab dalam memelihara bangunan tersebut sesuai dengan perjanjian yang sudah dibuat. 

Tahapan Manajemen Proyek Konstruksi Menurut Austen dan Neale (1994) dalam Suyatno (2010) 

1. Briefing

Klien memberi penjelasan terkait fungsi serta biayanya, sehingga arsitek surveyor dan pihak terkait lainnya bisa memanfaatkan biaya tersebut dengan tepat sasaran. 

2. Perencanaan dan Perancangan

Tahap ini memiliki tujuan untuk melengkapi serta menentukan tata letak, rancangan, metode konstruksi dan taksiran biayanya, sehingga bisa mendapat persetujuan dari pihak klien dan pihak-pihak terkait lainnya.

3. Pelelangan

Ini merupakan tahap penunjukan kontraktor yang akan menangani proyek konstruksi, di mana kontraktor yang diterima merupakan penawaran yang paling tepat dan disetujui oleh klien. 

4. Kontruksi atau pelaksanaan

Ini adalah tahap pembangunan proyek sesuai dengan biaya, waktu dan mutu yang sudah ditetapkan sejak awal. Aktivitas ini terdiri dari perencanaan, koordinasi dan kontrol lapangan.

5. Persiapan penggunaan

Tahap ini bertujuan untuk memastikan bahwa proyek bisa diselesaikan sesuai dengan dokumen kontrak yang telah disepakati. Proses ini terdiri dari beberapa tahap berikut: 

  • Menyiapkan catatan pelaksanaan.
  • Melakukan penelitian bangunan secara cermat dan melakukan perbaikan jika ada kerusakan.
  • Melakukan pengujian untuk memastikan sifat kedap air bangunan.
  • Melakukan pengujian dan menyesuaikan seluruh fasilitas. 
  • Membuat petunjuk operasi dan juga pedoman pemeliharaan.
  • Melakukan pelatihan terhadap staf. 

Aplikasi Manajemen Proyek Konstruksi 

Berikut ini adalah beberapa aplikasi manajemen proyek konstruksi yang banyak digunakan: 

  • Accurate: ini merupakan aplikasi pembukuan, namun memiliki fitur khusus yang bisa digunakan dalam proyek konstruksi. 
  • Clear Estimate: aplikasi ini memiliki template khusus yang bisa digunakan kontraktor untuk mempersiapkan rencana proyek dalam waktu singkat.
  • CoConstruct: aplikasi ini cocok digunakan dalam proyek pembangunan rumah daripada pembangunan proyek lainnya. 
  • Jobber: ini merupakan aplikasi yang terbilang mudah digunakan, bahkan untuk pemula yang baru terjun ke dunia kontraktor sekalipun. 
  • Tomps: aplikasi ini memiliki fitur yang lengkap dan bisa digunakan untuk proyek kecil maupun proyek yang berskala besar. 

Baca Juga: Mengenal Pondasi Bored Pile yang Membuat Bangunan Kokoh

Manajemen Proyek Konstruksi Permudah Penanganan Proyek 

Manajemen proyek konstruksi merupakan usaha manajemen yang akan membantu proses pembangunan proyek. Manajemen ini banyak digunakan, baik itu dalam proyek yang besar maupun proyek kecil. Meski tidak menangani pekerjaan proyek secara langsung, manajemen proyek konstruksi akan memastikan pengerjaan proyek sesuai dengan biaya, mutu dan waktu yang sudah ditetapkan. 

Peran asuransi properti dalam kategori asuransi umum di Cermati Protect menonjol sebagai penopang keamanan dan ketahanan proyek. Melalui pemahaman mendalam tentang cakupan asuransi properti, pemangku kepentingan proyek dapat melindungi investasi mereka dari risiko yang mungkin timbul selama proses konstruksi.

Cermati Protect memberikan solusi yang komprehensif untuk mengatasi tantangan tersebut, menjadikan asuransi properti sebagai payung perlindungan yang tidak hanya melibatkan manajemen proyek secara efisien tetapi juga memberikan ketenangan pikiran. Ingin tahu lebih banyak mengenai asuransi umum yang juga memiliki fasilitas asuransi properti di Cermati Protect? Isi formulir dibawah ini:

Mengenal Kacamata Safety yang Dibutuhkan Para Pekerja

Mengenal Kacamata Safety yang Dibutuhkan Para Pekerja

Kacamata safety merupakan satu dari sejumlah Alat Pelindung Diri (APD) yang dibutuhkan pekerja saat menjalankan tugas mereka di tempat kerja. Angka kecelakaan kerja terbilang masih tinggi di tanah air, di mana sebagian hal ini disebabkan oleh minimnya penggunaan APD yang sesuai selama bekerja. 

Penggunaan APD tentu harus disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan itu sendiri. Berbagai alat ini diharapkan bisa melindungi para pekerja dari berbagai risiko yang mungkin saja mereka alami di dalam pekerjaannya. Jika APD ini tidak digunakan, jelas risiko kerja ini akan semakin besar dan bisa terjadi kapan saja.

Apa itu Kacamata Safety? 

Kacamata safety adalah APD yang harus dipakai selama bekerja, di mana alat ini akan melindungi mata dari cedera yang bisa terjadi saat bekerja. Pada umumnya, kacamata safety dipakai oleh para pekerja lapangan atau para pimpinan dan tamu yang datang ke lokasi proyek untuk melakukan peninjauan lapangan. 

Cedera mata yang dialami para pekerja selama menjalankan tugasnya terbilang tinggi, bahkan bisa mencapai lebih dari 1000 kasus setiap harinya. Hal ini tentu patut disayangkan, mengingat berbagai cedera ini bisa saja berakibat fatal bagi yang mengalaminya, yang bersangkutan bahkan bisa saja kehilangan penglihatannya. 

Biaya medis yang dibutuhkan untuk perawatan cedera mata ini juga terbilang tinggi, terutama untuk kasus-kasus yang membutuhkan penanganan yang terbilang rumit dan panjang. Kondisi seperti ini banyak dialami oleh pekerja di berbagai negara di dunia, termasuk negara-negara maju dan juga negara berkembang. 

Pada umumnya, pekerja yang sudah mendapatkan perawatan pasca mengalami cedera mata tidak bisa langsung kembali bekerja seperti biasanya. 1 dari 10 orang pekerja tersebut bahkan membutuhkan cuti selama beberapa waktu untuk masa pemulihan, sebelum akhirnya mereka bisa bekerja kembali sebagaimana biasanya. 

Namun hal yang paling disayangkan adalah kenyataan bahwa sekitar 10%-20% (dari keseluruhan pekerja yang mengalami cedera mata saat bekerja) harus kehilangan penglihatan mereka, baik itu untuk sementara waktu maupun untuk selamanya (mengalami kebutaan permanen). 

Jika melihat kenyataan di atas, penggunaan kacamata safety tentu menjadi hal yang sangat penting, terutama bagi para pekerja yang memiliki risiko untuk mengalami cedera mata cukup tinggi. Kesadaran untuk menggunakan peralatan ini sangat penting untuk dimiliki para pekerja maupun pihak perusahaan di mana mereka bekerja. 

Baca Juga: Ini Dia Warna Helm Proyek dan Kegunaannya

Apa saja Resiko Cedera Mata di Tempat Kerja 

Sejumlah pekerjaan memang memiliki risiko tertentu yang terbilang tinggi, itulah mengapa penggunaan berbagai APD sangat dibutuhkan, termasuk kacamata safety. Berbagai risiko cedera mata ini bisa saja menimbulkan kerusakan yang fatal bagi para pekerja yang mengalaminya, bahkan bisa membuat pekerja menjadi buta secara permanen.

Namun di dalam praktiknya, penggunaan kacamata safety ini masih terbilang rendah, bahkan seringkali diabaikan begitu saja oleh para pekerja. Hal ini tentu sama saja dengan membuang kesempatan untuk menghindari risiko-risiko yang bi

Berikut ini adalah beberapa resiko cedera mata yang dapat terjadi di tempat kerja: 

  • Terjadinya hantaman maupun goresan pada mata yang dapat menimbulkan kerusakan pada kornea mata.  
  • Terjadinya penetrasi benda asing ke dalam mata yang bisa menusuk bola mata, sehingga menimbulkan cedera serius, bahkan bisa saja membuat pekerja mengalami kebutaan permanen. 
  • Terjadinya luka bakar yang disebabkan oleh bahan-bahan kimia maupun panas berlebihan. 
  • Mengalami paparan radiasi Ultraviolet (UV) yang terlalu banyak, sehingga permukaan kornea serta konjungtiva mengalami kerusakan. 
  • Masuknya berbagai partikel kecil seperti debu, pasir, gas, dan berbagai benda cair lainnya yang bisa menimbulkan iritasi pada mata,
  • Mengalami paparan angin/ udara kencang yang membuat penglihatan menjadi terganggu. 

Jika ternyata berbagai risiko di atas rentan terjadi di sebuah tempat kerja, maka sudah seharusnya para pekerja di tempat tersebut menggunakan kacamata safety. Hal ini penting dan akan melindungi pekerja dari berbagai risiko tersebut selama menjalankan pekerjaannya. 

Apa saja Fungsi Kacamata Safety?

Secara garis besar, kacamata memang berfungsi untuk melindungi mata dari berbagai risiko. Namun kacamata safety yang secara khusus digunakan di tempat kerja tentu akan memberikan perlindungan lebih, sebab setiap tempat kerja tentu akan memiliki tingkat risiko tersendiri bagi mata. 

Para pekerja bisa menggunakan kacamata safety yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan kerja mereka, sehingga alat tersebut bisa memberikan perlindungan yang lebih maksimal. Selain itu, menggunakan kacamata safety ini selama berada di tempat kerja juga menjadi hal yang tak kalah pentingnya. 

Berikut ini adalah beberapa fungsi kacamata safety, jika dilihat dari potensi cederanya: 

1. Perlindungan Umum

Berdasarkan risiko cederanya, maka sejumlah cedera mata yang terjadi di tempat kerja dapat dikategorikan sebagai risiko kecil, seperti paparan angin dan juga debu. Risiko kecil seperti ini merupakan risiko yang paling umum ditemui pekerja di tempat kerjanya. Pekerja yang memiliki risiko kecil seperti ini bisa menggunakan kacamata safety hitam atau kacamata safety bening (clear lens) selama bekerja.

Penting bagi pekerja untuk memakai kacamata safety yang tepat, meskipun hanya terdapat risiko kecil seperti di atas di tempat kerjanya. Risiko cedera mata merupakan hal yang tetap harus dihindari, sebab kesehatan serta keselamatan kerja harus tetap menjadi poin utama yang diprioritaskan oleh setiap pekerja. 

2. Perlindungan Terhadap Partikel dan Material  

Di beberapa tempat kerja, keberadaan partikel tertentu bisa saja lebih tinggi, jika dibandingkan dengan tempat kerja lainnya. Partikel padat dan material asing ini bisa berupa debu maupun benda-benda kecil lain yang sewaktu-waktu bisa saja masuk ke dalam mata. Selain itu, partikel cair berupa bahan kimia yang berbahaya dan juga partikel berwujud gas seperti asap maupun radiasi panas lainnya juga harus diwaspadai. 

Di tempat kerja yang kondisinya seperti di atas, sangat penting bagi pekerja untuk selalu menggunakan kacamata safety. Jenis kacamata yang digunakan untuk menghindari berbagai partikel dan material berbahaya seperti ini adalah safety goggles. Ini merupakan jenis kacamata yang akan menutupi semua area mata. Safety goggles tidak akan menyisakan celah yag bisa memungkinkan berbagai partikel dan material kecil masuk ke area sekitar mata, sehingga mata akan aman selama bekerja. 

3. Perlindungan dari Sinar Ultraviolet (UV) 

Memberikan perlindungan terhadap sinar UV merupakan fungsi lainnya yang bisa didapatkan dari kacamata safety. Kacamata safety akan memberikan perlindungan pada mata terhadap sinar UV yang berasal dari paparan matahari secara langsung maupun sinar UV yang dihasilkan dari aktivitas pengelasan. Paparan sinar UV seperti di atas pada umumnya banyak diterima oleh para pekerja lapangan atau pekerja proyek. 

Sinar UV yang langsung ke mata tentu akan berbahaya dan bisa saja menimbulkan kerusakan pada mata. Berbagai risiko inilah yang bisa dicegah dengan penggunaan kacamata safety. Untuk menghindari paparan sinar matahari, menggunakan kacamata safety hitam tentu bisa menjadi pilihan yang tepat, sebab kacamata seperti ini dilengkapi dengan fitur anti radiasi yang bisa memberikan perlindungan terhadap sinar UV. 

Sedangkan untuk melindungi mata selama aktivitas pengelasan, gunakan kacamata safety khusus yang didesain untuk aktivitas tersebut. Selain menggunakan kacamata, menggunakan kedok las selama melakukan aktivitas pengelasan merupakan hal yang penting. APD yang satu ini akan memberikan perlindungan yang lebih maksimal pada keseluruhan wajah (termasuk mata) selama proses pengelasan berlangsung. 

Bukan hanya pekerja yang melakukan pengelasan saja, namun pekerja lainnya yang berada di tempat tersebut juga perlu menggunakan kacamata safety dan APD lainnya yang dibutuhkan, sehingga risiko cedera bisa diminimalisir dengan baik. Bagaimanapun juga, kesehatan dan keselamatan harus menjadi hal yang diutamakan selama bekerja.

Baca Juga: 7 Sepatu Safety Terbaik Untuk Pekerja Outdoor

Gunakan Kacamata Safety saat Bekerja

Kacamata Safety merupakan salah satu Alat Pelindung Diri (APD) yang perlu dipakai oleh para pekerja. Kacamata yang satu ini akan melindungi mata dari berbagai risiko cedera yang bisa menimbulkan kerugian bagi pekerja. Pastikan untuk selalu menggunakan kacamata safety yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan kerja itu sendiri, agar alat tersebut bisa bekerja dengan maksimal.

Cermati Protect menyediakan produk asuransi kesehatan terbaik yang bisa mengcover biaya akibat risiko kecelakaan kerja dan penurunan kesehatan kepada karyawan baik pekerja lapangan ataupun pekerja didalam kantor. Ajukan segera dengan mengisi formulir dibawah ini!