Cara Memilih Aki Excavator yang Tepat

Cara Memilih Aki Excavator yang Tepat

Aki merupakan salah satu komponen yang penting dalam mesin kendaraan, termasuk alat berat seperti excavator. Komponen ini berfungsi untuk menyimpan dan menyuplai energi listrik ke komponen lain, sehingga alat berat bisa bekerja dengan baik. Aki yang berkualitas dan terawat dengan baik dapat membantu mencegah kerusakan pada sistem kelistrikan mesin alat berat. 

Pengisian aki biasanya dilakukan dengan bantuan alternator. Alat ini berfungsi untuk mengubah energi mekanis menjadi energi listrik, lalu disimpan dalam lempengan aki. Artikel kali ini akan membahas tentang aki excavator secara lengkap, sehingga Anda mampu memilih aki yang tepat untuk pekerjaan proyek. 

Jenis-Jenis Aki Excavator

Sama seperti aki pada umumnya, aki excavator terdiri dari beberapa jenis yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Berikut ini jenis-jenis aki excavator yang ditemui di distributor atau dealer alat berat.

Aki BasahAki basah merupakan jenis aki yang paling sering digunakan pada excavator. Aki ini memiliki cairan elektrolit yang terbuat dari air dan asam sulfat, letaknya ada di dalam sel aki. Perawatan yang teratur dapat menjaga kinerja aki tetap baik. 
Aki KeringTidak seperti aki basah, aki kering tidak memiliki cairan elektrolit di dalamnya. Aki kering terbuat dari campuran plastik dan bahan kimia. Aki kering tidak terlalu membutuhkan perawatan yang rutin, jadi penggunaan aki ini pada excavator akan menghemat biaya. 
Aki GelSeperti namanya, aki ini dibuat menggunakan cairan elektrolit berbentuk gel. Aki ini memiliki ketahanan atas getaran dan goyangan saat mesin excavator dihidupkan. Dari segi harga, aki gel lebih mahal dibandingkan aki basah maupun aki kering. 

Spesifikasi Aki Excavator yang Tepat

Meski aki hanya bekerja sesaat, energi yang dihasilkannya sangat besar. Ini sangat berpengaruh saat Anda menghidupkan mesin excavator. Pastikan aki yang dipilih memenuhi spesifikasi berikut ini:

  • Tahan terhadap goncangan karena menggunakan glassmate separator yang berfungsi untuk meredam getaran yang masuk ke dalam aki
  • Memiliki antimoni yang tinggi, yaitu sekitar 3% untuk hasil putaran yang bagus
  • Menggunakan antimoni pada kutub negatif dan kalsium pada kutub positif untuk hasil yang bagus
  • Memiliki grid berbentuk radial, sehingga arus listrik mengalir dengan cepat
  • Memiliki penguapan yang rendah, sehingga aki awet dan tidak membutuhkan perawatan yang terlalu banyak

Baca Juga: Spesifikasi Alat Berat Excavator dan Shovel

Faktor yang Menyebabkan Aki Excavator Cepat Rusak

Agar excavator awet, aki dan suku cadangnya wajib dirawat secara rutin dan diganti jika mengalami kerusakan. Berikut faktor yang dapat menyebabkan aki excavator cepat rusak. 

1. Adanya Cairan

Aki yang terkontaminasi dengan cairan tertentu dapat menyebabkan umur pakainya menjadi pendek. Adapun cairan yang dimaksud, seperti:

  • Minyak, seperti bahan bakar untuk rem dan oli dipercaya dapat mempercepat kerusakan pada suku cadang yang terbuat dari karet, kertas, dan plastik
  • Cairan kimia dapat menyebabkan korosi pada suku cadang yang terbuat dari karet, plastik, besi, dan kertas

2. Kondisi Cuaca

Kondisi cuaca di sekitar area pengoperasian dipercaya dapat mempercepat kerusakan aki excavator dan suku cadang berbahan tertentu, seperti:

  • Paparan cahaya matahari langsung membuat suku cadang berbahan kertas, plastik, dan karet mudah kering dan retak
  • Air, debu, dan tingkat kelembaban udara tinggi dapat membuat suku cadang berbahan besi mudah berkarat

3. Guncangan yang Berat

Guncangan yang terlalu berat tidak baik untuk aki dan suku cadang excavator. Kerusakan pada satu suku cadang dapat mempengaruhi suku cadang lainnya. Hal seperti ini harus segera diperbaiki agar excavator dapat beroperasi dengan baik. 

4. Operator

Excavator yang dioperasikan dengan baik dapat memperpanjang umur pakainya, dan sebaliknya. Penting agar operator excavator memiliki pengetahuan yang baik seputar alat berat yang dioperasikan. Perusahaan perlu memberikan pelatihan tertentu untuk meningkatkan skill operator demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan di masa mendatang. 

Baca Juga: Alat Berat Excavator: Fungsi, Jenis, Harga, dan Cara Kerja

Cara Memilih Aki Excavator yang Tepat

Mengingat aki memiliki peranan penting, pastikan Anda memilih aki yang tepat untuk mesin excavator. Menggunakan aki yang buruk dapat menyebabkan kerusakan yang parah. Agar tidak salah pilih, berikut cara memilih aki excavator yang bisa diterapkan. 

1. Memilih Aki yang Sesuai Spesifikasi

Setiap excavator memiliki spesifikasi mesin yang berbeda-beda, tergantung tipe dan daya yang dimiliki. Pilihlah jenis aki yang sesuai dengan spesifikasi excavator agar kinerjanya menjadi optimal. Kesalahan dalam memilih jenis aki tidak hanya mengurangi efisiensi kerja excavator, tapi juga menimbulkan kerusakan pada suku cadang lainnya.

Terdapat tiga jenis aki excavator yang dapat dijadikan pilihan, yaitu aki basah, kering, dan gel. Aki basah dan gel membutuhkan perawatan rutin, sedangkan aki kering tidak. Sesuaikan dengan tipe excavator, kebutuhan proyek, dan budget yang dimiliki. 

2. Memperhatikan Ukuran Aki

Aki excavator hadir dengan ukuran yang berbeda-beda. Ada yang kecil, sedang, dan besar. Pilihlah ukuran aki yang sesuai dengan ukuran excavator yang digunakan untuk proyek.

Ukuran aki yang terlalu kecil membuat alat berat menjadi sulit dinyalakan. Sedangkan ukuran yang terlalu besar membuatnya susah dipasang di dalam mesin dan menambah bobot excavator. Akibatnya, excavator tidak dapat bekerja secara optimal karena adanya hambatan setiap kali mesinnya dihidupkan. 

3. Memilih Merek yang Terpercaya

Sama seperti excavator yang hadir dalam berbagai jenis merek, begitu pula dengan akinya. Pilihlah aki dari salah satu merek yang terpercaya dengan reputasi perusahaan yang baik. Hal ini secara otomatis akan mengurangi pengeluaran di masa depan karena merek terpercaya menjual aki dengan kualitas yang baik dan memuaskan. 

Selain itu, merek terpercaya menawarkan garansi produk yang mudah diklaim jika sewaktu-waktu aki mengalami kerusakan yang tidak disengaja. Layanan pelanggan yang ditawarkan juga cukup baik, di mana setiap keluhan pelanggan akan dilayani dengan cepat. Dengan semua kelebihan ini, maka Anda tidak 

4. Memperhatikan Kapasitas Aki

Seperti yang diketahui, aki memiliki peran untuk menghidupkan sistem kelistrikan pada excavator. Aki yang memiliki kapasitas yang besar digunakan dalam kurun waktu yang lebih lama, sehingga Anda tidak perlu menggonta-ganti aki selama excavator menyala. Pastikan aki yang dipilih sesuai dengan kebutuhan mesin alat berat.

Sesuaikan kapasitas aki dengan kondisi cuaca di lokasi pengoperasian karena hal ini akan berpengaruh. Jika excavator digunakan di lokasi dingin, sebaiknya pilih aki dengan kapasitas yang lebih besar. Sedangkan di lokasi panas dan kering, Anda bisa menggunakan aki dengan kapasitas standar.  

5. Metode Perawatan yang Mudah

Tidak hanya aki saja, tapi semua suku cadang alat berat memerlukan perawatan yang rutin. Perawatan bertujuan untuk menjaga kondisi alat berat itu sendiri, sehingga mesin dapat digunakan dalam kurun waktu yang lama. Perawatan juga membantu Anda untuk mendeteksi kerusakan pada aki atau suku cadang sebelum kerusakan ini merembes ke suku cadang lainnya. 

Pilihlah aki yang mudah dirawat untuk menghemat waktu dan biaya perawatan. Dengan demikian, Anda bisa mengalokasikan budget untuk perawatan lainnya. 

6. Mempertimbangkan Harga Aki

Cara memilih aki excavator yang terakhir adalah mempertimbangkan harganya. Setiap aki dijual dengan harga yang berbeda-beda, tergantung tipe, jenis, merek, dan kapasitas yang dimilikinya. Semakin besar kapasitas aki dan terkenal mereknya, biasanya akan semakin mahal harganya karena kualitas produknya terjamin.

Pastikan Anda memilih aki yang sesuai dengan anggaran perusahaan dan tetap utamakan kualitas dari aki tersebut. Jangan tergoda untuk membeli aki excavator murah yang kualitasnya kurang bagus. Sebab, aki murah memiliki daya tahan yang lemah, jadi intensitas untuk menggantinya kemungkinan menjadi lebih sering dibandingkan aki berkualitas. 

Baca Juga: Berapa Harga Sewa Excavator? Simak Di sini!

Utamakan Aki Berkualitas untuk Kebutuhan Proyek Anda

Memilih suku cadang untuk alat berat bukan hal yang mudah, sama halnya dengan aki excavator. Dibutuhkan sejumlah pertimbangan, mulai dari jenis, tipe, kapasitas, hingga harga dari aki itu sendiri karena semuanya berkaitan dengan anggaran proyek yang sedang berlangsung. Pilihlah aki yang tepat agar alat berat dapat beroperasi dengan baik dan aman. 

Dalam memilih aki, utamakan kualitasnya. Aki dengan kualitas bagus memiliki kinerja yang bagus, ketahanan yang lama, dan dilengkapi dengan sistem keamanan yang mumpuni, sehingga potensi terjadinya kerusakan sangatlah kecil. Terlebih lagi jika aki dirawat secara rutin langsung di dealer atau distributor resmi alat berat. 

Cermati Protect menawarkan berbagai jenis asuransi umum, termasuk asuransi untuk alat berat. Dengan layanan ini, Cermati Protect memastikan bahwa aset berharga Anda mendapatkan perlindungan optimal terhadap berbagai risiko. Keberadaan asuransi alat berat sangat penting untuk menjaga investasi Anda tetap aman, memberikan ketenangan pikiran, dan memastikan operasional bisnis Anda berjalan lancar tanpa hambatan finansial akibat kerusakan atau kehilangan alat berat.

Pelajari selengkapnya produk asuransi alat berat dari Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah ini!

Jenis dan Prosedur Sertifikasi Crane

Jenis dan Prosedur Sertifikasi Crane

Agar semakin handal di bidangnya, operator alat berat membutuhkan pelatihan yang memiliki sertifikasi. Pelatihan membantu operator untuk mengasah kompetensi dan keterampilan dasar hingga lanjutan mengenai cara mengoperasikan alat berat. Kompetensi ini membantu operator menjajaki karir yang lebih baik.

Pelatihan adalah program yang sering diberikan oleh perusahaan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusianya. Pelatihan dipercaya sebagai suatu investasi. Sebab, sumber daya yang berkualitas dapat membantu perusahaan berkembang dengan pesat. 

Apa Itu Sertifikasi Crane?

Sertifikasi adalah suatu bentuk pengakuan resmi yang diberikan oleh lembaga atau organisasi tertentu kepada individu setelah berhasil mengikuti rangkaian ujian untuk mengukur pengetahuan dan keterampilan individu. Selain menguntungkan individu, sertifikasi ini juga menguntungkan perusahaan untuk mendapatkan operator yang kompeten di bidangnya. Sebab, materi yang diberikan dalam sertifikasi sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh perusahaan. 

Tujuan Sertifikasi Crane

Sertifikasi crane diadakan untuk mencapai tujuan tertentu. Melalui pelatihan ini, operator diharapkan mampu:

  • Mengetahui perundang-undangan tentang keselamatan dan kesehatan kerja
  • Meningkatkan keterampilan dan kompetensi operator
  • Mengetahui fungsi bagian-bagian alat berat secara detail
  • Mengoperasikan alat berat dengan penuh tanggung jawab
  • Mengendalikan beragam jenis bahaya yang mengancam
  • Meminimalisir potensi terjadinya kecelakaan kerja
  • Memperoleh sertifikat demi kemajuan karir

Jenis-jenis Sertifikasi Crane

Bagi yang ingin mengikuti pelatihan crane, perlu diketahui bahwa program ini memiliki tiga klasifikasi dasar. Penggolongannya adalah sebagai berikut.

Operator Kelas I-Mampu mengoperasikan alat berat dengan ketinggian 50-60 meter
-Mengawasi, memandu, dan mendampingi kegiatan operator kelas 2 dan 3
-Mengikuti pelatihan dengan durasi 5 hari
Operator Kelas II-Mengoperasikan alat berat dengan bobot 25-50 ton dan ketinggian 40-60 meter
-Mengawasi, memandu, dan mendampingi kegiatan operator kelas 3
-Mengikuti pelatihan dengan durasi 4 hari
Operator Kelas III-Berhak mengoperasikan alat berat dengan bobot kurang dari 25 ton dan ketinggian 40 meter
-Mengikuti pelatihan dengan durasi 3 hari

Baca Juga: 10 Cara Aman Mengoperasikan Alat Berat

Prosedur Operator Crane

Berikut ini sejumlah prosedur yang wajib diikuti oleh operator crane saat pelatihan, di antaranya:

  • Mencari lembaga yang mengadakan sertifikasi
  • Menentukan jenis sertifikasi
  • Mengisi formulir pendaftaran
  • Melengkapi dokumen persyaratan
  • Melakukan uji kompetensi
  • Penilaian terhadap hasil pengujian
  • Menerima sertifikat

Materi Pelatihan Operator Crane

Materi yang akan disampaikan dalam pelatihan crane dibagi menjadi dua kategori, yaitu teori dan praktek. Di dalamnya ada pengenalan dan pengoperasian crane.

Materi Teori

Pengenalan Unit

  • Aplikasi dan pengenalan komponen-komponen alat berat
  • Fungsi tuas atau kontrol panel alat berat
  • Kebijakan dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
  • Peraturan perundang-undangan, meliputi UU No. 1 tahun 1970 dan Permenaker No. 8 tahun 2020

Pengoperasian Unit

  • Mempelajari cara kerja tuas 
  • Mempelajari gerakan crane
  • Mempelajari keselamatan kerja (operator, mesin, dan lingkungan)
  • Teknik dasar pengoperasian mesin sesuai aplikasi
  • Prosedur start dan loop
  • Cara merawat mesin alat berat

Materi Praktek

Pengenalan Unit

  • Mengenal komponen utama mesin dan fungsinya
  • Mengenal fungsi tuas
  • Mengenal kontrol pada crane

Pengoperasian Unit

  • Mengecek kondisi alat berat sebelum mesin dinyalakan
  • Melakukan starting 
  • Mendengar suara atau getaran yang muncul saat alat berat dinyalakan
  • Mengecek fungsi tuas
  • Menggerakkan alat berat ke posisi maju, mundur, swing kanan maupun kiri
  • Parkir alat berat
  • Mempelajari cara digging dan loading

Baca Juga: Cara Mengoperasikan Alat Berat saat Musim Hujan

Syarat Mengikuti Sertifikasi Crane

Tertarik mengikuti sertifikasi crane dalam waktu dekat? Berikut ini syarat yang perlu dipenuhi.

1. Mengisi Form Pendaftaran

Pertama-tama, pastikan isi formulir pendaftaran. Formulir bisa didapatkan dari lembaga atau organisasi yang mengadakan pelatihan crane. Formulir biasa dikirimkan melalui email atau diunduh di website resmi yang sudah disediakan.

Ada beberapa kolom yang perlu diisi, seperti nama peserta, nomor telepon, dan lain sebagainya. Isi dengan informasi yang benar karena sertifikat pelatihan akan dibuat berdasarkan informasi yang ada pada formulir pendaftaran.

Setelah diisi, formulir diserahkan diserahkan kepada lembaga atau organisasi yang mengadakan pelatihan. Bisa melalui email atau dibawa saat mengikuti pelatihan, tergantung kebijakan dari masing-masing organisasi. Jadi, pastikan informasi ini dibaca terlebih dahulu agar peserta dapat mengikuti pelatihan pada tanggal dan waktu yang dipilih.

2. Minimal Kerja 2 Tahun

Syarat selanjutnya adalah telah memiliki pengalaman kerja minimal 2 tahun. Alasannya agar lembaga tidak perlu mengajari peserta dari awal, jadi materi yang dijelaskan bersifat advanced atau lanjutan. Dengan pengalaman kerja, maka penjelasan yang disampaikan lebih mudah dimengerti karena peserta sudah punya gambaran tentang materinya.

Berbeda jika peserta tidak memiliki pengetahuan mendasar tentang alat berat crane, maka apa yang disampaikan oleh pembicara sulit dimengerti. Alhasil, pelatihan tidak membuahkan hasil apa-apa. 

Pengalaman kerjanya tidak harus dari perusahaan ternama. Yang terpenting adalah pernah bekerja sebagai operator crane. Jadi saat mengikuti ujian sertifikasi, peserta lolos dan mendapatkan sertifikat untuk modal perkembangan karirnya. 

3. Usia Minimal 20 Tahun

Terdapat batasan usia bagi peserta yang ingin mengikuti pelatihan crane, yaitu 20 tahun. Pada usia ini, peserta diharapkan sudah lulus SMA dan memiliki pengalaman kerja selama 2 tahun sebagai operator crane.

Sementara untuk batas maksimal usianya tidak ditentukan. Peserta diperbolehkan untuk mengikuti pelatihan guna meningkatkan keterampilan dan kemampuan dalam mengoperasikan crane. Dengan ini, maka potensi terjadinya risiko di tempat kerja dapat diminimalisir. 

Perlu diketahui bahwa minimal usia 20 tahun ditujukan untuk pelatihan kelas 3. Sedangkan batas minimal usia untuk pelatihan kelas 2 adalah 21 tahun dengan pengalaman kerja 3 tahun. Pelatihan kelas 1 dengan minimal usia 23 tahun dengan pengalaman kerja 5 tahun.

4. Menyiapkan Dokumen Persyaratan

Terdapat beberapa dokumen persyaratan yang perlu disiapkan oleh peserta pelatihan crane. Mulai dari formulir pendaftaran, scan ijazah SMA, scan surat keterangan kerja yang sudah dicap basah, dan surat keterangan sehat dari dokter setempat.

Semua dokumen ini dimasukkan ke dalam satu amplop. Kemudian, dokumen diserahkan kepada petugas yang ada di pintu masuk tempat pelatihan berlangsung. Jika semuanya sudah lengkap, maka peserta boleh masuk mengikuti pelatihan.

Tidak menutup kemungkinan bahwa dokumen di submit secara online di website resmi lembaga yang mengadakan pelatihan. Submit dokumen dilakukan secara sekaligus pada saat proses pendaftaran. Pastikan semua dokumen sudah disiapkan, baik dalam bentuk JPG, PDF, maupun PNG dengan ukuran file yang memenuhi persyaratan. 

5. Membayar Biaya Pendaftaran

Syarat terakhir adalah membayar biaya pendaftaran kepada lembaga atau organisasi yang mengadakan pelatihan. Besaran nominal yang dibayar sesuai dengan yang tertera pada email atau layar komputer. Jangan lupa masukkan kode unik pembayaran jika memang ada.

Besaran biaya pelatihan tergantung dari jenis paket yang diambil, fasilitas yang didapat, nama pembicara, dan citra lembaga pelatihan itu sendiri. Nominalnya mahal jika ternyata peserta mengikuti pelatihan dengan paket komplit, apalagi jika memiliki kesempatan untuk berbicara langsung dengan pembicaranya. 

Berbeda dengan pelatihan yang ditawarkan oleh perusahaan. Di sini peserta tidak perlu membayar biaya apa-apa karena semuanya ditanggung oleh perusahaan. Mulai dari biaya pendaftaran, cetak sertifikasi, atau pelatihan lanjutan jika diperlukan.

Baca Juga: 10 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Inspeksi Alat Berat

Fasilitas Peserta Pelatihan Crane

Saat atau setelah mengikuti pelatihan, peserta akan mendapatkan fasilitas tertentu. Fasilitas tersebut, antara lain:

  • Sertifikat 
  • Kartu lisensi yang diterbitkan langsung oleh Kemenaker Republik Indonesia
  • E-sertifikat kehadiran 
  • Modul berisi materi yang dibahas selama pelatihan, sehingga bisa dibaca kembali oleh peserta
  • Souvenir pelatihan sebagai kenang-kenangan
  • Makan siang dan coffee break
  • Fasilitas tambahan sesuai kebijakan masing-masing lembaga pelatihan

Sertifikasi Menjadi Langkah Awal untuk Kemajuan Karir

Meningkatkan keterampilan dan kemampuan di dunia kerja sangat penting untuk kemajuan karir. Salah satunya dengan mengikuti pelatihan, baik yang dibiayai diri sendiri maupun perusahaan. Dari pelatihan seperti ini peserta akan mendapatkan ilmu seputar pekerjaan yang sangat berguna, dan pastinya akan sangat membantunya dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari.

Informasi tentang pelatihan crane biasa ditanyakan langsung kepada Human Resource di perusahaan atau cari tahu sendiri lewat internet maupun media sosial. Ada banyak lembaga atau organisasi yang mungkin mengadakan pelatihan, jadi luangkan waktu untuk mencari informasi terkini agar tidak kehabisan slot. Pastikan syarat dan ketentuan untuk mengikuti pelatihan sudah terpenuhi, jadi pelatihan bisa diikuti dengan lancar nantinya. 

Memiliki asuransi kesehatan karyawan untuk operator alat berat sangat penting untuk memastikan mereka terlindungi dari risiko kesehatan yang mungkin timbul di tempat kerja. Cermati Protect menawarkan produk asuransi kesehatan karyawan terbaik, yang dirancang khusus untuk melindungi operator alat berat dan petugas lapangan lainnya, sehingga mereka dapat bekerja dengan tenang dan aman. Pelajari selengkapnya dengan mengisi formulir dibawah ini!

Perbedaan Pengiriman Kargo dan Reguler

Perbedaan Pengiriman Kargo dan Reguler

Menentukan jenis pengiriman yang tepat menjadi langkah penting bagi pelaku usaha, baik skala kecil, menengah, dan besar. Terdapat dua jenis pengiriman yang ditawarkan oleh logistik, yaitu kargo dan reguler. Keduanya memiliki perbedaan, jadi pilihlah yang paling sesuai dengan kebutuhan. 

Pengiriman Kargo

Secara umum, pengiriman kargo adalah pengiriman dalam skala besar yang melibatkan barang dengan dimensi dan volume yang besar. Moda transportasi yang digunakan beranekaragam, yaitu darat, laut, dan udara. Untuk proyek pengiriman skala besar, kargo sering menggunakan bantuan kontainer atau transportasi muat lainnya agar barang bisa diantarkan dengan cepat kepada konsumen. 

Pengiriman Reguler

Pengiriman reguler adalah pilihan pengiriman skala kecil hingga menengah, seperti surat maupun paket yang berukuran kecil. Pada umumnya bisa menggunakan jenis layanan ekspres atau pos dengan jangka waktu pengiriman yang berbeda-beda. Tentunya, sesuai dengan perusahaan pengiriman yang dipilih di awal.

Baca Juga: Jenis-jenis, Kelebihan, Kekurangan, dan Alur Pengiriman Kargo

Perbedaan Pengiriman Kargo dan Reguler

Antara pengiriman kargo dan reguler tentu memiliki sejumlah perbedaan. Untuk lebih jelasnya akan dirangkum dalam 10 poin berikut ini.

PerbedaanKargoReguler
Ukuran dan BeratJenis-jenis barang yang dikirimkan via kargo, seperti kendaraan, mesin produksi, peralatan konstruksi, alat elektronik, dan barang dalam volume besar. Dengan ukuran dan jumlah yang besar, maka berat barang yang dikirimkan dengan kargo sudah pasti besar.Jenis barang untuk pengiriman reguler, seperti pakaian, aksesoris, sepatu, dan makanan. Jumlah barang yang dikirimkan terbatas, sehingga beratnya pun standar.

Kendaraan pengangkut yang digunakan berupa minivan, jadi lebih praktis dan efisien dalam proses pengantaran barang ke konsumen.
Jumlah BarangJumlah barang yang dikirimkan melalui kargo biasanya lebih sedikit, tapi ukurannya yang besar cukup memakan tempat. Dengan jumlah yang sedikit, maka lokasi pengiriman menjadi tunggal yaitu ke satu lokasi saja. 

Layanan ini biasa digunakan untuk perusahaan besar yang memiliki tingkat frekuensi pengiriman lebih rendah.
jumlah barang pada pengiriman reguler lebih banyak karena ukurannya yang kecil. Barang-barang ini tidak membutuhkan space yang besar, bahkan dapat ditumpuk dengan barang lain asal bukan barang yang lebih berat.

Jumlah barang yang banyak mengarahkan pengiriman reguler ke banyak lokasi dalam satu hari. Tapi, lokasi yang dituju biasanya sudah di-mapping terlebih dahulu agar proses pengantaran menjadi efektif.
Jenis Layanan PengirimanKarena muatan kargo lebih besar, maka konsumen seringkali menyertakan label khusus untuk pengiriman. Misalnya, label penanganan khusus, pengawasan, dan perencanaan pengiriman yang lebih rinci.Karena berfokus pada efisiensi, keandala dan kecepatan. Jadi, poin terpenting adalah barang sampai ke alamat konsumen dengan tepat waktu, sesuai estimasi yang sudah ditetapkan agar perusahaan logistik mendapatkan penilaian bagus.
Jangka Waktu PengirimanKompleksitas pada pengiriman kargo membuat jangka waktu pengirimannya menjadi lebih lama. Ditambah ada banyak dokumen yang perlu diurus, seperti surat jalan, perhitungan volume, dan lain sebagainya. Hal yang sangat wajar mengingat harga barang yang dikirim sangat mahal, jadi butuh perhatian khusus.Jangka waktu pengiriman reguler lebih singkat karena jarak tempuhnya lebih pendek. Alat transportasi yang digunakan fleksibel karena ukuran barang kecil.

Seandainya minivan tidak tersedia, maka logistik bisa mengirim barang menggunakan motor, sehingga barang sampai ke konsumen tepat waktu.
Ongkos KirimKargo yang membutuhkan penanganan khusus, muatan barang lebih besar, dan dengan pengawasan yang lebih ketat biasanya menghabiskan ongkir yang besar.

Apalagi jika wilayah pengiriman jauh dan susah dijangkau. Ongkir menjadi lebih mahal lagi jika pengiriman kargo disertai dengan layanan tambahan, seperti asuransi pengiriman dan produk.
Pengiriman reguler yang ongkirnya lebih terjangkau, bahkan bisa gratis jika konsumen berbelanja di e-commerce. Jaraknya juga relatif dekat ditambah lagi metode pengiriman bisa dilakukan secara massal. Maka untuk pengiriman barang berukuran kecil, sebaiknya pilih pengiriman reguler.
Jangkauan PengirimanPengiriman kargo menyediakan layanan kirim skala internasional. Maka layanan kargo sering digunakan oleh para pelaku usaha untuk membantu kelancaran bisnis.
Rute pengiriman kargo sering kali melewati banyak titik.

Bahkan tidak sedikit yang harus berganti moda transportasi, yaitu dari darat ke laut atau udara karena jalurnya sudah ditetapkan demikian.
Jangkauan pengiriman reguler terbatas. Meskipun layanan ini bisa digunakan untuk pengiriman internasional, tapi ongkirnya sangat mahal bahkan bisa melebihi harga barang itu sendiri. Maka pengiriman reguler banyak digunakan untuk wilayah lokal saja karena jauh lebih hemat.
Moda TransportasiPengiriman kargo biasanya menggunakan truk, kontainer, bahkan kereta api kargo untuk mengantar barang kepada konsumen. Setiap moda transportasi dilengkapi dengan alat muat yang canggih, sehingga proses penurunan barang menjadi mudah.Mode transportasi untuk pengiriman reguler lebih kecil. Untuk beberapa pengiriman kemungkinan menggunakan pesawat, apalagi untuk pengiriman beda pulau.

Namun di tujuan akhir, biasanya akan dibantu dengan minivan, bus, atau sepeda motor untuk dapatkan pengiriman tepat waktu.
Penanganan atau PemuatanPenanganan dalam kargo cenderung lebih rumit. Selain membutuhkan penanganan khusus, dibutuhkan juga peralatan khusus untuk pemuatan, seperti derek, forklift, dan alat berat lainnya.

Bantuan dari peralatan ini bertujuan untuk mengurangi risiko kerusakan. Jika menggunakan tenaga manusia, maka ada banyak tenaga yang dibutuhkan dan hasilnya belum tentu efektif.
Pengiriman reguler penanganannya jauh lebih sederhana. Pemuatan menggunakan trolley, transpalet, atau rak penyimpanan untuk memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lainnya. Menariknya lagi, ukuran alat ini relatif kecil, jadi tidak membutuhkan space yang besar saat ingin digunakan.
Frekuensi PengirimanPengiriman kargo memiliki frekuensi pengiriman yang lebih sedikit karena space yang dibutuhkan cukup luas hanya untuk menampung satu barang saja. Pengiriman tidak dilakukan setiap hari karena sebelum dikirimkan, ada beberapa prosedur yang diperlukan agar proses pengiriman lancar.Frekuensi pengiriman reguler lebih tinggi. Dalam satu ada ada ratusan bahkan ribuan barang yang bisa dikirimkan karena tidak ada prosedur khusus yang diperlukan.

Frekuensi pengiriman yang lebih besar ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pasar dan mendorong pelaku usaha agar mampu menyediakan stok barang secara terus-menerus. 
Kendala PengirimanTingkat kendala yang ditemui di pengiriman kargo relatif lebih sedikit. Paling hanya waktu pengiriman lebih lama karena perlu melalui sejumlah prosedur yang kompleks dan rumit. Bahkan jika ada dokumen yang kurang, maka proses pengiriman bisa dihentikan karena dianggap tidak memenuhi syarat.Tingkat kendala pengiriman reguler lebih banyak. Mulai dari waktu pengiriman lama, barang tidak sesuai pesanan, hingga barang tertukar karena bentuk dan ukuran paket yang cenderung sama dengan yang lainnya.

Makanya tim pengiriman perlu teliti saat mengantar barang agar tidak terjadi hal-hal yang merugikan pihak konsumen, penjual, dan logistik.

Baca Juga: Jenis-jenis Kargo dan Proses Penanganan Kargo Barang

Meminimalisir Risiko dengan Jasa Pengiriman Terpercaya

Mengirimkan barang menggunakan layanan kargo atau reguler memiliki plus minus. Pilih yang sesuai kebutuhan untuk hasil yang optimal. Jangan lupa sertakan asuransi yang dapat dibeli dari jasa pengiriman terpercaya untuk meminimalisir risiko selama proses pengiriman. 

Memiliki asuransi untuk melindungi barang selama proses pengiriman sangat penting untuk menghindari kerugian akibat kerusakan atau kehilangan. Cermati Protect menawarkan produk asuransi pengiriman dan logistik terbaik untuk memastikan barang Anda terlindungi dengan optimal selama dalam perjalanan. Pelajari selengkapnya dengan mengisi formulir dibawah ini!

Berapa Harga Sewa Excavator? Simak Di sini!

Berapa Harga Sewa Excavator? Simak Di sini!

Excavator merupakan salah satu jenis alat berat yang memudahkan proses penggalian. Alat ini terdiri dari berbagai model dan tipe yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan proyek yang sedang dikerjakan. Dengan kemampuan kerjanya yang tinggi, maka wajar jika excavator dibanderol dengan harga yang tinggi.

Untungnya, saat ini tersedia jasa penyewaan excavator di Jakarta. Besarnya biaya sewa tergantung jangka waktu penyewaan. Kira-kira, berapa estimasi sewa excavator?

Fungsi Excavator dalam Bidang Konstruksi

Sebelum membahas tentang biaya sewa, penting untuk mengetahui fungsi excavator terlebih dahulu. Ini bisa dijadikan bahan pertimbangan sebelum menyewa untuk meminimalisir kuantitas alat berat yang hendak disewa. Adapun fungsi excavator, di antaranya.

1. Menggali Material

Fungsi excavator yang pertama adalah menggali material, seperti tanah dan bebatuan. Kedalaman gali yang dapat dicapai adalah 65 meter. Tak heran jika excavator sangat diandalkan dalam proyek pertambangan.

2. Mengangkat Material

Selain menggali, excavator juga berfungsi untuk mengangkat material, baik yang ringan maupun berat. Material ini nantinya akan dibawa oleh bucket untuk dipindahkan ke dump truck. Setelah itu, material akan dibawa lagi ke tempat yang diinginkan. 

3. Menggusur Material

Fungsi excavator selanjutnya adalah menggusur material. Jika di area proyek banyak material atau puing-puing bekas proyek yang berserakan, maka material dapat dibersihkan menggunakan excavator. Dengan demikian, area proyek yang harus dijaga kebersihannya tetap bersih. 

4. Meratakan Material

Excavator juga mampu melakukan pekerjaan meratakan material. Fungsi ini sangat menguntungkan apabila medan proyek yang dilalui berbukit, kasar, dan tidak rata.  Dengan fungsi ini, maka area di sekitar bisa menjadi rata, sehingga mudah dilalui oleh alat berat lain. 

5. Menghancurkan Material

Fungsi yang terakhir adalah untuk menghancurkan material, seperti tumpukan tanah yang keras. Proses penghancuran ini biasa dilakukan di medan yang berbukit, sehingga permukaan di sekitarnya menjadi rata dan mudah dilalui oleh alat berat. 

Baca Juga: Spesifikasi Alat Berat Excavator dan Shovel

Cara Kerja Excavator

Excavator bekerja dengan mengulangi beberapa gerakan dari awal sampai akhir hingga pekerjaan proyek selesai. Adapun cara kerja excavator, antara lain:

SwingSwing adalah cara kerja di mana excavator dapat berputar sejauh 360 derajat. Komponen ini dilengkapi dengan motor diesel yang akan menggerakkan liver untuk membuka katup valve.
Traveling Left to RightCara kerja yang satu ini memungkinkan excavator untuk dapat bergerak secara leluasa, baik ke kiri, kanan, depan, maupun belakang. Dengan demikian, excavator dapat bermobilisasi lebih dari satu tempat. 
Arm In OutArm in out adalah salah satu cara kerja excavator. Gerakan ini berasal dari arm cylinder pada bagian arm. Tekanan yang terjadi pada bagian hidrolik menggerakkan arm cylinder untuk melakukan gerakan buka dan tutup.
Raise DownCara kerja yang terakhir adalah raise down. Seperti namanya, gerakan ini memungkinkan excavator untuk melakukan gerakan naik dan turun. 

Jenis-jenis Excavator

Setiap excavator hadir dengan fungsi masing-masing yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan proyek. Jenis-jenis excavator, antara lain.

1. Crawler Excavator

Dinamakan crawler karena alat ini dilengkapi dengan roda berantai di bagian kanan maupun kirinya. Roda berantai ini mirip seperti tank yang digunakan untuk berperang. Fungsinya untuk meratakan permukaan tanah yang berbukit, kasar, dan berlumpur.

Crawler excavator banyak digunakan untuk proyek pertambangan, pembuatan parit, dan landscape suatu tempat. Sayangnya, kinerja crawler excavator cukup lambat karena bobotnya yang besar. Jadi, waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu proyek menjadi lebih lama daripada saat menggunakan excavator jenis lain.

Berikut ini beberapa tipe crawler excavator, di antaranya:

  • Komatsu PC45MR-3
  • Komatsu PC210-10M0
  • ZAXIS series 7
  • Liebherr R920

2. Wheeled Excavator

Jenis excavator yang satu ini digerakkan menggunakan roda, bukan crawler. Rodanya terbuat dari bahan karet untuk meningkatkan daya cengkram saat excavator dioperasikan. Dengan penggunaan roda, maka kinerja wheeled excavator  menjadi lebih cepat dibandingkan crawler excavator. 

Jenis ini mampu bekerja di medan yang rata hingga keras dan tidak datar. Beberapa tipe wheeled excavator yang bisa dilirik, di antaranya:

  • Liebherr A924 Litronic
  • Komatsu PW 158-11
  • Komatsu PW148-10
  • Caterpillar M322D2

3. Suction Excavator

Ada juga jenis excavator yang dirancang untuk menggali material di medan yang mudah retak. Excavator ini banyak digunakan untuk pekerjaan bawah tanah, sehingga dapat memperkecil tingkat keretakan pada medan yang mudah retak tersebut.

Suction excavator atau excavator hisap ini memiliki pipa hisap berdiameter 30 cm. Pipa hisap dapat bekerja dengan water jet, sehingga mampu menghisap tanah atau puing-puing di bawah tanah dengan kecepatan hingga 320 km per jam. 

4. Dragline Excavator

Jika dibandingkan dengan tiga excavator di atas, dragline merupakan salah satu yang terbesar. Cara kerjanya juga berbeda karena yang satu ini menggunakan sistem tali kerekan yang dipasang pada bucket. Tali kerekan berfungsi untuk menurunkan dan menaikkan material pada bucket

Setelah bucket terisi penuh, maka dragline akan membantu menarik bucket ke arah kabin untuk dipindahkan ke tempat yang diinginkan. Berikut ini beberapa tipe dragline excavator, di antaranya:

  • Caterpillar 8000
  • Caterpillar 8200
  • Caterpillar 8750

5. Skid Steer Excavator

Jenis excavator yang satu ini biasa digunakan untuk menggali kolam dan membersihkan puing-puing yang ada di sekitar daerah proyek. Jenis ini sering digunakan pada area yang sempit dan sulit dijangkau. Skid steer excavator dilengkapi dengan boom dan bucket yang dapat menjangkau area yang luas. 

Salah satu kelemahan skid steer excavator adalah tidak cocok digunakan pada permukaan yang rata dan licin. Sedangkan pada permukaan yang tidak rata dan keras, alat ini justru dapat melakukan pekerjaannya secara maksimal.

Berikut ini beberapa tipe skid steer excavator, di antaranya:

  • Caterpillar 226B3
  • Caterpillar 242D3
  • Caterpillar 259D
  • Caterpillar 262D

6. Long Reach Excavator

Long reach excavator merupakan salah satu jenis yang paling cocok untuk area yang sempit dan sulit dijangkau. Excavator ini memiliki boom dan arm yang dapat diperpanjang sesuai kebutuhan proyek. Tapi, ada panjang maksimum yang bisa dijangkau, yaitu 30 meter. 

Alat ini dapat dipakai untuk menggali hingga kedalaman 30 meter. Tak heran jika alat ini sering ditemui pada proyek pengerukan di sungai maupun danau. 

Berikut ini beberapa tipe long reach excavator, di antaranya:

  • Caterpillar 340
  • Sany SY215C
  • Smart Hyundai R245LR

7. Mini Excavator

Sesuai namanya, excavator satu ini memiliki ukuran yang lebih kecil daripada excavator pada umumnya. Ukurannya yang kecil membuat bobotnya lebih ringan, sehingga excavator ini mudah dipindahkan sesuai keinginan. Meski demikian, jenis ini hanya dapat menangani bobot yang ringan saja karena kapasitasnya terbatas.

Berikut ini beberapa tipe mini excavator, di antaranya:

  • Komatsu PC45MR-3
  • Caterpillar 300.9D
  • Caterpillar 302 CR
  • Caterpillar 303 CR
  • Komatsu PC50
  • Komatsu PC65
  • KOmatsu PC75

Baca Juga: Mengenal Alat Berat Bucket Wheel Excavator

Harga Sewa Excavator

Untuk harga sewanya sendiri cukup beragam. Hal ini disesuaikan dengan jenis, tipe, dan jangka waktu pemakaian excavator. Berikut ini estimasi harga sewa excavator.

No.Tipe excavatorHarga sewaMinimal sewa
1Komatsu excavator mini PC50Rp165.000 / jam50 jam
2Komatsu excavator mini PC65Rp165.000 / jam50 jam
3Komatsu excavator mini PC75Rp250.000 / jam50 jam
4Komatsu excavator PC-200Rp165.000 / jam50 jam
5Caterpillar excavator mini 304ERp250.000 / jam50 jam
6Kobelco excavator mini SK50Rp250.000 / jam50 jam
7Hitachi excavator ZX200Rp250.000 / jam50 jam
8Kobelco excavator SK200Rp250.000 / jam50 jam
9Komatsu excavator PC-100Rp165.000 / jam50 jam
10Komatsu excavator long armRp285.000 / jam50 jam

Tentukan Durasi Penyewaan untuk Menghemat Budget

Itu dia penjelasan mengenai excavator lengkap dengan estimasi harga sewa beberapa jenis excavator. Mulai dari excavator mini hingga excavator biasa berukuran normal. Mengingat harga sewanya lumayan mahal, maka penting untuk menentukan durasi penyewaannya terlebih dahulu sebelum mengajukan sewa ke perusahaan penyewa.

Apalagi biaya yang mesti dikeluarkan untuk kebutuhan proyek kompleks, seperti biaya penyimpanan, perawatan, dan lain-lain. Jadi, pastikan masa penyewaan tidak terlalu singkat dan tidak terlalu lama agar biaya yang dikeluarkan tidak melebihi budget yang sudah ditentukan di awal. 

Memiliki asuransi untuk melindungi alat berat sangatlah penting guna mencegah kerugian besar akibat kerusakan atau kecelakaan. Cermati Protect menawarkan jenis produk asuransi umum terbaik untuk melindungi alat dan mesin berat Anda, memastikan investasi Anda tetap aman dan terlindungi. Pelajari selengkapnya dengan mengisi formulir dibawah ini!

5 Peran Safety Inspector Dalam Menjalankan Operasi Industri

5 Peran Safety Inspector Dalam Menjalankan Operasi Industri

Keselamatan kerja sejatinya dapat terwujud dengan menetapkan standar keselamatan industri. Standar ini berisi panduan, aturan, dan batasan yang ditetapkan oleh perusahaan mengenai cara kerja karyawan. Alhasil kecelakaan kerja, cedera, dan kerusakan yang dapat merugikan berbagai pihak pun dapat digantikan dengan peningkatan produktivitas dan efisiensi kerja.

Standar keselamatan kerja wajib dipatuhi. Tidak hanya oleh perusahaan, tapi juga oleh seluruh pekerja untuk menghindari konsekuensi hukum. Adanya standar seperti ini menjadi langkah awal untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat secara berkelanjutan. 

Contoh Standar Keselamatan Industri yang Umum

Setiap perusahaan memiliki standar keselamatan di industri masing-masing. Tapi, berikut ini tiga contoh standar keselamatan industri yang umum diterapkan di berbagai perusahaan.

Occupational Safety and Health Administration (OSHA)OSHA merupakan salah satu organisasi asal Amerika Serikat yang memiliki tugas untuk mengatur keselamatan dan kesehatan kerja. Organisasi ini menetapkan standar keselamatan dan kesehatan di berbagai industri di Amerika Serikat. Dengan tujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat, sehingga tidak menimbulkan efek negatif terhadap para pekerja.

Adanya OSHA diharapkan membantu mengurangi potensi terjadinya penyakit dan angka kematian, serta mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan di tempat kerja. Kontribusi yang diberikan OSHA dipercaya memberikan dampak positif di negara Paman Sam. 
International Organization for Standardization (ISO)ISO merupakan salah satu organisasi non-pemerintahan yang ikut berkontribusi dalam menerapkan standar keselamatan industri. Organisasi ini tidak hanya menerbitkan, tapi juga mengembangkan standar internasional di dunia kerja. Tentunya, sesuai dengan aturan dan kondisi yang ada di negara bersangkutan.

Standar yang ditetapkan oleh ISO diakui secara global. Isinya mencakup berbagai bidang industri, berupa keselamatan, kesehatan, manajemen lingkungan, teknologi, pangan, hingga manajemen kualitas. Standar yang diterbitkan oleh ISO dapat diadopsi oleh suatu perusahaan secara sukarela untuk m
National Fire Protection Association (NFPA)NFPA merupakan organisasi swadaya di Amerika Serikat yang memiliki tugas untuk meningkatkan keselamatan dari peristiwa kebakaran. Jadi, fokusnya adalah tentang upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran. 

Standar yang ditetapkan oleh NFPA telah diadopsi oleh berbagai negara di seluruh dunia. Dengan standar ini, angka kebakaran yang terjadi di seluruh dunia dihadapkan berkurang guna meningkatkan keamanan selama bekerja. 

Baca Juga: 9 Jenis Alat Pelindung Diri dan Keselamatan Kerja

6 Peran Safety Inspector

Safety inspector memiliki lima peran di tempat kerja, di antaranya.

1. Melakukan Inspeksi Secara Rutin

Safety inspector bertugas untuk melakukan inspeksi secara rutin di tempat kerja. Tujuannya untuk mengidentifikasi potensi dan kondisi yang membahayakan para pekerja. Mulai dari kecelakaan kerja hingga gangguan yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan kerja.

Pemeriksaan juga dilakukan pada fasilitas industri, seperti kendaraan atau alat berat untuk memastikan bahwa semuanya dalam kondisi baik-baik saja. Jika tidak, maka safety inspector wajib melarang penggunaan fasilitas atau alat-alat tersebut agar tidak ada pihak manapun yang dirugikan. 

2. Menginvestigasi Kecelakaan

 Investigasi perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya potensi kecelakaan kerja yang sering kali menimpa para pekerja di masa mendatang. Selain itu, investigasi juga bertujuan untuk mencari tahu penyebab terjadinya kecelakaan. Dengan begini, upaya pencegahan pun bisa dilakukan agar kejadian yang sama tidak terulang untuk kedua kalinya. 

Seperti yang diketahui, kecelakaan kerja tidak hanya merugikan secara finansial, tapi juga mental. Adanya kecelakaan dapat memperlambat pekerjaan, sehingga waktu penyelesaiannya menjadi lebih lama.

3. Mengidentifikasi Pelanggaran Kerja

Salah satu penyebab kecelakaan kerja adalah karena kurangnya kesadaran pekerja akan pentingnya menggunakan alat-alat keselamatan kerja. Masih ada alasan lain yang menjadi penyebabnya. Inilah yang harus diidentifikasi oleh seorang safety inspector.

Setelah diidentifikasi, safety inspector akan mencari solusi atas pelanggaran yang terjadi. Solusi ini tidak selamanya berhubungan dengan pembuatan aturan baru, tapi bisa juga memperbaiki aturan atau standar yang ada agar implementasinya menjadi lebih bagus lagi di masa depan.

4. Membuat Program Pendukung Keselamatan Kerja

Peran selanjutnya adalah membuat program pendukung keselamatan kerja. Program yang dibuat harus memiliki indikator yang sesuai dengan ketentuan perusahaan. Misalnya, dengan membuat upaya preventif dan koreksi pada standar yang sudah ada.

Upaya preventif bertujuan sebagai bentuk pencegahan terhadap kecelakaan kerja. Sedangkan upaya koreksi untuk menindaklanjuti aturan yang sudah ada, lalu memperbaikinya menjadi lebih bagus lagi. Program ini sebaiknya dibarengi dengan mengadakan pelatihan, sehingga safety inspector tahu sejauh mana keberhasilan program yang dibuat atau di koreksinya. 

5. Dokumentasi Implementasi Keselamatan Kerja

Pelaksanaan keselamatan industri dapat didokumentasikan oleh safety inspector untuk melihat pengaruhnya terhadap kinerja pekerja. Semua dokumentasi disimpan dan dikelola dengan baik sebagai bentuk pertanggungjawaban kinerja safety inspector kepada manajemen. 

Meski terlihat sepele, tapi dokumentasi merupakan salah satu kelengkapan administrasi yang tidak boleh diremehkan. Maka, safety inspector wajib memastikan semuanya tersimpan dengan baik selama bekerja di perusahaan yang bersangkutan.

6. Memberikan Penyuluhan dan Pelatihan

Safety inspector berhak menilai kepatuhan perusahaan atas standar keselamatan industri yang berlaku. Standar ini harus diikuti dengan benar karena secara tidak langsung berpengaruh pada citra perusahaan.

Safety inspector pun berhak mengusulkan adanya penyuluhan dan pelatihan bagi karyawan untuk meningkatkan awareness akan pentingnya keselamatan kerja. Jadi, tidak ada lagi karyawan yang melanggar standar ini di kemudian hari.

Baca Juga: Mengenal Bahaya-bahaya di Tempat Kerja yang Perlu Diwaspadai

7 Keterampilan yang Wajib Dimiliki Safety Inspector

Untuk memudahkan pekerjaan, ada 7 jenis keterampilan yang wajib dimiliki oleh seorang safety inspector. Keterampilan tersebut, di antaranya.

1. Ilmu tentang Regulasi Keselamatan

Seorang inspektor keselamatan harus memiliki pengetahuan dasar tentang regulasi keselamatan. Misalnya, mengetahui aturan keamanan dan keselamatan kerja, cara mencegah kebakaran, dan perlindungan terhadap pekerja. Pemahaman yang kuat memudahkannya untuk mengidentifikasi tingkat kepatuhan perusahaan akan keselamatan kerja. 

2. Kemampuan Inspeksi yang Baik

Namanya inspektor, pasti harus memiliki kemampuan inspeksi yang baik untuk mendeteksi potensi bahaya atau pelanggaran yang membahayakan keselamatan. Terdapat dua hal yang perlu dilakukan dalam melakukan inspeksi, yaitu:

  • Observasi secara cermat di lingkungan kerja untuk mengetahui adanya kondisi yang mengindikasikan ketidakamanan 
  • Menganalisis situasi secara efektif untuk mengurangi risiko kecelakaan yang mungkin terjadi di tempat kerja

3. Analisis Risiko

Seorang safety inspector juga harus memiliki kemampuan analisis risiko yang baik. Tujuannya untuk memudahkan proses identifikasi dan evaluasi terhadap hal-hal yang dapat merugikan pihak yang terlibat di dalam melaksanakan pekerjaan. Kemampuan ini juga berguna untuk mengenali, mengukur, dan merancang upaya preventif terhadap risiko yang muncul.

4. Keterampilan Administratif

Kegiatan mengelola, melaporkan, dan menyimpan dokumen merupakan keterampilan administratif yang juga harus dimiliki oleh seorang inspektor keselamatan. Keterampilan ini akan membantunya untuk mengelola informasi dengan baik, sehingga tugas-tugasnya menjadi terorganisir. 

5. Pemahaman tentang Ergonomi

Tujuannya untuk memberikan saran atau rekomendasi terkait standar keselamatan kerja yang sudah diimplementasikan sesuai prinsip ergonomi. Jika ada yang perlu diperbaiki, maka inspektor keselamatan bisa memberikan saran kepada manajemen perusahaan. Dengan begini, pelanggaran tidak terjadi berulang kali dan penggunaan alat kerja tidak ergonomis menjadi berkurang. 

6. Komunikasi yang Baik

Kemampuan komunikasi membantu para inspektor keselamatan untuk menyampaikan informasi dengan baik dan benar. Tidak hanya kepada manajemen, tapi juga kepada pekerja menggunakan bahasa yang mudah dipahami.

7. Manajemen Waktu

Ada banyak tugas yang perlu dilakukan oleh inspektor keselamatan. Agar semuanya dapat dilaksanakan dengan baik, mereka harus dibekali kemampuan manajemen waktu agar tidak ada waktu yang terbuang sia-sia. Jadi, tugas dapat disusun sesuai skala prioritas untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja. 

Baca Juga: Apa Itu K3? Pengertian, Tujuan, Prinsip, dan Ruang Lingkup

Patuhi Standar Keselamatan Kerja dari Sekarang

Keselamatan kerja adalah salah satu hal krusial yang penting untuk diperhatikan karena berkaitan dengan nyawa dan keamanan pekerja, lingkungan, hingga masyarakat secara keseluruhan. Dengan mengikuti standar yang ada, maka perusahaan telah ikut berkontribusi dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman, produktif, dan berkelanjutan. Semoga bermanfaat!

Asuransi kesehatan karyawan memiliki peran penting dalam industri bisnis, tidak hanya untuk melindungi kesehatan dan kesejahteraan karyawan, tetapi juga untuk menjaga produktivitas dan keberlangsungan operasional perusahaan. Dalam situasi yang tidak terduga, seperti kecelakaan atau penyakit, asuransi kesehatan dapat memberikan akses cepat ke perawatan medis yang diperlukan tanpa membebani keuangan karyawan.

Cermati Protect menawarkan produk asuransi kesehatan karyawan terbaik dengan manfaat yang komprehensif dan layanan yang andal, memberikan kepastian bagi perusahaan dan karyawan dalam menjaga kesehatan mereka. Untuk informasi selengkapnya bisa mengisi formulir dibawah ini!

Cara Packing Barang Sesuai Jenisnya Biar Tetap Aman

Cara Packing Barang Sesuai Jenisnya Biar Tetap Aman

Packing merupakan salah satu bagian yang menyenangkan dalam bisnis online. Packing adalah kegiatan membungkus barang yang dilakukan oleh penjual sebelum barang dikirim kepada pembeli. Packing dapat menggunakan plastik, kardus, kayu, bubble wrap, dan styrofoam

Serapi apapun barang dikemas, terkadang barang bisa saja rusak ketika sampai ke tangan pembeli. Hal ini biasanya disebabkan karena proses pengiriman yang kurang baik, di mana petugas asal lempar saja saat proses pemuatan. Lantas, bagaimana cara mencegahnya?

Cara Packing Barang Sesuai Jenisnya

1. Hindari Barang yang Mudah Rusak

Pengiriman menggunakan jasa ekspedisi ditujukan untuk barang yang tidak mudah rusak. Sebut saja pakaian, sepatu, dan tas. Jadi, dapat dipastikan bahwa barang tersebut aman selama proses pengiriman ke alamat pembeli. 

Untuk barang-barang yang mudah rusak, seperti makanan yang cepat basi dan peralatan pecah belah sebaiknya tidak dikirimkan menggunakan ekspedisi. Barang ini rentan rusak selama pengiriman. Kamu bisa beralih ke jasa kirim yang lebih cepat, seperti Gosend atau Grab Send dengan layanan instan atau same day

2. Gunakan Pelindung Barang

Pilihlah kemasan yang baik untuk mencegah kerusakan saat pengiriman berlangsung. Misalnya, kemasan yang sudah dilapisi dengan bubble wrap, pelindung kayu, maupun strapping band. Pelindung ini digunakan untuk melapisi barang sebelum akhirnya dibungkus menggunakan kardus atau plastik.

Pelindung barang sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing barang yang akan dikirimkan. Untuk barang yang tidak mudah rusak, seperti pakaian dan sepatu tidak perlu dilapisi oleh pelindung. Cukup dengan pengemasan yang rapi dan padat saja, barang dipastikan aman selama pengiriman. 

3. Pisahkan Barang Berdasarkan Ukuran

Jika barang yang ingin dikirimkan terdiri dari ukuran yang berbeda-beda, sebaiknya pisahkan terlebih dahulu barangnya. Misalnya, antara barang yang kecil digabungkan dengan barang kecil. Sedangkan barang berukuran besar dengan yang ukurannya besar pula.

Pemisahan ini ditujukan untuk menghindari adanya kerusakan akibat benturan yang terjadi dalam proses pengiriman. Selain itu, pemisahan juga akan memudahkan pembeli untuk mengenali barang yang sudah dibelinya. 

4. Lindungi Sudut Kemasan

Cara packing selanjutnya adalah melindungi sudut kemasan. Bagian ini cukup rentan rusak karena sering berbenturan dengan barang lain. Selain itu, perlindungan ditujukan untuk meminimalisir adanya sobekan yang ada di bagian kiri maupun kanan paket. 

Sudut kemasan dapat dilindungi menggunakan lakban berwarna cokelat atau hitam. Dua jenis lakban ini memiliki tingkat perekat yang lebih tinggi dibandingkan lakban berwarna putih. Jadi, dipastikan lebih aman untuk melindungi sudut kemasan. 

5. Gunakan Tanda Peringatan

Barang yang sudah dikemas sedemikian rupa terkadang bisa rusak akibat kelalaian petugas ekspedisi saat melakukan bongkar muatan barang. Untuk mengantisipasi hal ini, kamu bisa tambahkan tanda peringatan pada kemasan. Misalnya, dengan menempel stiker fragile pada kemasan.

Stiker ini adalah suatu tanda bahwa barang yang dikirimkan mudah rusak atau pecah. Jadi, petugas lebih berhati-hati saat memindahkan barang. Jika ternyata kerusakan tersebut adalah kelalaian pihak ekspedisi, maka pembeli dapat meminta ganti rugi asal barang sudah dilengkapi dengan asuransi pengiriman. 

6. Periksa Paket Pra Pengiriman

Cara yang terakhir adalah memeriksa paket pra pengiriman. Pastikan barang sudah dikemas dengan rapi tanpa ada celah sedikit pun, sehingga barangnya tidak berbenturan. Jangan ragu untuk lakban ulang jika ternyata pembungkusan paket masih belum rapi.

Untuk memaksimalkan perlindungan barang, kamu bisa memasukkan barang ke dalam plastik anti bocor. Jika ada cairan yang mengenai kemasan, maka isinya sama sekali tidak rusak alias aman. Jadi, pembeli menerima barang dalam kondisi baik sama seperti saat dikirimkan oleh penjual untuk pertama kalinya. 

7. Serahkan ke Ekspedisi Terpercaya

Selesai mengemas barang, maka tahap selanjutnya adalah menyerahkan barang tersebut ke pihak ekspedisi. Pastikan kamu sudah mengetahui salah satu nama perusahaan ekspedisi terpercaya di sekitar tempat tinggal. Jadi setiap kali ada keperluan pengiriman, kamu bisa menghubungi pihak ekspedisi yang bersangkutan. 

Terpercaya atau tidaknya sebuah ekspedisi sangat tergantung pada jenis layanan yang ditawarkan dan bagaimana cara customer service melayani keluhan pelanggan. Jika testimoni dari ekspedisi tersebut baik, kamu dapat mencoba menggunakannya untuk kebutuhan bisnis. Jika tidak, silakan cari ekspedisi lain yang sesuai dengan kriteria, kebutuhan bisnis, dan budget yang dimiliki oleh perusahaan. 

Baca Juga: 5 Pilihan Asuransi Pengiriman Terbaik di Indonesia

10 Ketentuan Dalam Packing Barang

Barang dapat terkirim dengan aman asalkan penjual memenuhi ketentuan dalam packing barang. Ada 10 ketentuan yang harus dipenuhi, di antaranya.

1. Menggunakan Lakban Khusus

Beberapa pembeli ingin agar paket yang dikirimkan kepadanya mewakili merek mereka sendiri. Di sini kamu bisa menggunakan lakban khusus untuk menambahkan desain apa saja yang diinginkan. Kamu bisa sesuaikan dengan permintaan pembeli, sehingga barang yang dibeli terkesan spesial. 

2. Barang yang Bernilai Tinggi

Jika barang yang akan dikirimkan bernilai tinggi, seperti jam tangan dan perhiasan, maka kamu perlu menambahkan perlindungan ekstra. Misalnya, bubble wrap berlapis dan penggunaan simbol fragile. Pastikan pula barang dikemas dengan rapi untuk menghindari adanya barang yang hilang selama proses pengiriman. 

3. Dimensi Barang

Dimensi atau ukuran barang sangat berkaitan dengan besar kecilnya ruangan yang dibutuhkan untuk mengemas barang tersebut. Sebaiknya pisahkan antara barang yang dimensinya besar dan kecil untuk memudahkan proses pengemasan. Selain itu, pastikan bahwa kemasannya padat untuk menghindari guncangan yang dapat merusak barang saat pengiriman. 

4. Kemasan Off The Shelf

Bagi yang tidak memerlukan paket khusus, bisa memilih kemasan off the shelf. Kemasan ini tersedia dalam berbagai ukuran yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengemasan. Pastikan kamu punya semua ukurannya agar barang dapat dikemas menggunakan packing yang sesuai. 

5. Pengiriman Terisolasi

Tidak dapat dipungkiri, barang yang akan dikirim kepada pembeli terkadang sering kali tergolong sebagai barang yang mudah rusak atau rentan terhadap perubahan suhu. Barang seperti ini dapat dikirimkan menggunakan wadah yang sudah terisolasi. Tujuannya untuk memastikan barang aman sampai tujuan, khususnya untuk pengiriman yang jauh atau luar kota. 

6. Optimasi Paket

Ketentuan selanjutnya adalah dari segi optimasi paket. Hal ini bertujuan untuk menghemat pengeluaran dan menjaga kelestarian lingkungan sekitar.

7. Gunakan Kemasan yang Sustainable

Penggunaan sustainable packaging sangat marak akhir-akhir ini seiring dengan meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar. Tak heran jika perusahaan menawarkan kemasan yang sustainable atau ramah lingkungan untuk menghindari kerusakan yang lebih parah. Kemasan ini biasanya terbuat dari bahan daur ulang, sehingga mengurangi penggunaan dan produksi sampah plastik di lingkungan. 

8. Gunakan Label 

Jangan lupa untuk menyertakan label tertentu pada paket yang akan dikirimkan kepada pembeli. Label ini berisi informasi seputar jenis barang, berat, kuantitas, dimensi, alamat pengiriman, hingga nama pembeli. Label disesuaikan dengan ketentuan pengiriman, terutama untuk pengiriman internasional agar barang tidak ditahan saat proses transit atau bongkar muatan. 

9. Pertimbangkan Mock Up

Mock up adalah salah satu ketentuan yang berfungsi untuk menguji integritas material dan memastikan bahwa barang tahan terhadap guncangan pengiriman. Ketentuan ini sering ditemukan pada produk off the shell yang sudah teruji secara menyeluruh. Tahap uji sangat berguna untuk menjamin bahwa barang yang dikirimkan sampai ke alamat tujuan tanpa cacat sedikit pun. 

10. Kemasan Eceran

Kemasan eceran adalah kemasan asli yang digunakan untuk membungkus produk dari pebisnis retail. Kemasan ini dilengkapi dengan logo, merek, nama perusahaan, alamat, jenis produk, hingga harganya. Kemasan ini didesain menggunakan gambar yang simple, kemudian ditempatkan dalam kotak pengiriman biasa. 

Baca Juga: 10 Ekspedisi Pengiriman Besar yang Patut Dicoba

Jangan Lupa Tawarkan Asuransi Pengiriman Kepada Pembeli

Packing atau pengemasan barang bukan hal yang sulit, tapi membutuhkan ketelitian agar barang dapat dikemas dengan rapi sebelum dikirim kepada pembeli. Gunakan cara di atas agar packing menjadi lebih aman dan terhindar dari kerusakan yang tidak diinginkan. Jangan lupa sematkan asuransi pengiriman yang sifatnya wajib untuk mengurangi risiko kerugian yang ditanggung olehmu selaku penjual.

Asuransi sejatinya adalah produk untuk mengurangi risiko dalam berbagai jenis aktivitas, termasuk bisnis. Asuransi dapat dibeli di e-commerce pada saat checkout . Asuransi dapat diklaim jika ternyata barang yang diterima rusak dan hilang, jadi risiko kerugiannya tidak lagi ditanggung sendiri. 

Cermati Protect menyediakan solusi terbaik untuk melindungi barang selama proses pengiriman dan logistik. Dengan asuransi pengiriman dan logistik yang komprehensif, setiap barang yang dikirimkan dapat diamankan dari risiko kerusakan, kehilangan, atau pencurian.

Dengan demikian, pelanggan dapat memiliki kepercayaan tambahan bahwa barang akan tiba di tangan penerima dalam kondisi yang baik dan sesuai dengan harapan, menjaga kepuasan pelanggan dan reputasi bisnis yang baik. Dapatkan informasi selengkapnya dengan mengisi formulir dibawah ini!

Asuransi Rekayasa: Pengertian, Jenis, Syarat dan Ketentuan Produk

Asuransi Rekayasa: Pengertian, Jenis, Syarat dan Ketentuan Produk

Semua orang pasti ingin meminimalisir risiko yang terjadi di dalam hidupnya, terutama yang berkaitan dengan risiko finansial. Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan memiliki asuransi. Tak heran jika jumlah masyarakat yang ikut asuransi bertambah banyak seiring berjalannya waktu.

Jenis asuransi sendiri cukup beragam. Saat ini ada yang disebut dengan asuransi rekayasa yang ditujukan untuk melindungi proyek atau pembangunan. Untuk lebih jelasnya, berikut informasi tentang pengertian, jenis-jenis produk, syarat dan ketentuan asuransi rekayasa. 

Apa Itu Asuransi Rekayasa?

a paper beside a person typing on a laptop
Photo by Kindel Media on Pexels.com

Asuransi rekayasa adalah produk asuransi yang menjamin dan melindungi semua kegiatan pembangunan. Contoh asuransi rekayasa adalah aktivitas pekerjaan teknik sipil, proses pemasangan, dan perlindungan terhadap mesin maupun alat berat.

Perlindungan akan diberikan selama pembangunan berlangsung. Jika terdapat kerugian atau kerusakan, maka penyedia asuransi akan memberikan ganti rugi secara finansial dengan batas maksimal nilai pertanggungan yang telah disepakati di awal. 

Perlindungan didapatkan jika tertanggung membayar premi asuransi secara rutin. Premi bisa hangus jika tertanggung tidak pernah melakukan klaim selama pembangunan berlangsung.

Untuk mendapatkan produk asuransi rekayasa, calon tertanggung dapat menghubungi Call Center dari penyedia asuransi yang ada di Indonesia. Bisa juga melalui agen asuransi atau perusahaan pialang yang terpercaya.

Jenis-jenis Asuransi Rekayasa

Asuransi rekayasa terdiri dari beberapa produk dengan perlindungan yang berbeda. Berikut ini jenis-jenis produk asuransi rekayasa yang perlu diketahui.

1. Asuransi Konstruksi

Produk asuransi yang memberikan jaminan kerusakan atau kerugian akibat pelaksanaan pembangunan. Misalnya, pembangunan jalan, pabrik, toko, kantor, dan lain sebagainya. Asuransi ini tidak hanya melindungi proyek saja, tapi juga melindungi kontraktor, sub kontraktor, dan pihak lain yang terlibat dalam proses pembangunan.

Asuransi ini bertanggung jawab atas pihak ketiga. Jika ada kerugian, maka penyedia asuransi akan menanggung kerugian tersebut sesuai nominal maksimal yang tercantum pada polis asuransi.

2. Asuransi Pemasangan Mesin

Produk asuransi yang memberi jaminan atas kerusakan atau kerugian pada objek yang diasuransikan. Tepat pada saat proses pemasangan atau instalasi mesin berlangsung. Selain mesin, produk asuransi ini juga mengcover pihak pemasang mesin dan pihak yang terlibat dalam pemasangan.

Asuransi pemasangan mesin juga memberikan jaminan atas pihak ketiga. Jika selama proses pembangunan terdapat masalah dengan pihak ketiga, maka kerugian tersebut akan ditanggung oleh penyedia asuransi.

3. Asuransi Kerusakan Mesin

Produk asuransi yang memberikan jaminan kerugian atau kerusakan atas mesin yang berhenti beroperasi saat digunakan. Kerusakan ini dapat disebabkan karena penggunaan mesin itu sendiri atau karena dioperasikan menggunakan alat berat lainnya.

Penggantian asuransi kerusakan mesin dapat dilakukan dengan ketentuan:

  • Mesin rusak saat proses instalasi berlangsung
  • Alat pengamat mesin tidak berfungsi
  • Mesin kekurangan pelumas atau tidak lubrikasi
  • Terjadi hubungan arus pendek
  • Tekanan atau guratan di luar batas normal

4. Asuransi Peralatan Elektronik

Produk asuransi yang memberikan jaminan atas kerugian atau kerusakan akibat bahaya yang datang dari luar. Misalnya, saat terjadi kebakaran dan short circuit

Baca Juga: Perhatikan Ini Sebelum Membeli Asuransi Alat Berat

Syarat dan Ketentuan Produk Asuransi Rekayasa

Setiap produk asuransi memiliki syarat dan ketentuan yang berlaku, sama seperti asuransi rekayasa. Syarat dan ketentuan ini berbeda untuk setiap produk. Informasi selengkapnya bisa amati tabel berikut ini.

1. Asuransi Konstruksi

TertanggungObjek PertanggunganFaktor perhitungan premi
-Pemilik proyek, principal, dan karyawan proyek
-Kontraktor utama dalam proyek pembangunan
-Sub kontraktor proyek pembangunan
-Pembangunan jalan, jembatan, lapangan terbang, saluran irigasi, dan lain-lain
-Gedung hotel, perkantoran, pabrik, ruko, dan lain-lain
-Nama dan alamat pemilik (principal)
-Nama dan alamat kontraktor atau sub kontraktorLokasi proyek
-Daftar objek yang diasuransikanJenis pekerjaan pembangunan
-Estimasi waktu pembangunan
-Waktu pemeliharaan yang dibutuhkanJadwal pelaksanaan proyek
Layout proyekInformasi lainnya yang menjadi dasar penilaian atau perhitungan risiko

2. Asuransi Pemasangan Mesin

TertanggungObjek PertanggunganFaktor perhitungan premi
-Pemilik proyek, principal, dan karyawan proyek
-Kontraktor utama dalam proyek pembangunan
-Sub kontraktor proyek pembangunan
-Mesin, seperti mesin pabrik tekstil, pabrik baja, dan pupuk
-Peralatan untuk mendukung kinerja mesin, seperti genset, generator, dan kabel
-Alat-alat komunikasi, seperti antena, alat pemancar, dan jaringan kabel
-Proyek pemasangan lain-lain
-Nama dan alamat pemilik (principal)Nama dan alamat kontraktor atau sub kontraktor
-Lokasi pemasangan atau instalasi mesin
-Daftar objek yang diasuransikan
-Besarnya nilai pertanggungan
-Estimasi waktu instalasi mesin
-Waktu pemeliharaan yang dibutuhkan
Layout proyekInformasi lainnya yang menjadi dasar penilaian atau perhitungan risiko

3. Asuransi Kerusakan Mesin

TertanggungObjek PertanggunganFaktor perhitungan premi
-Pemilik proyek, principal, dan karyawan proyek
-Pihak yang memiliki kepentingan keuangan, seperti bank atau pemberi kredit
-Pihak lain yang berkepentingan dan bertanggung jawab atas mesin
-Semua jenis mesin yang membutuhkan tenaga listrik
-Perlengkapan atau peralatan yang membutuhkan tenaga listrik
-Nama dan alamat pemilik (principal)
-Lokasi mesin berada
-Daftar objek yang diasuransikan, termasuk data tentang mesin (tahun pembuatan, jenis, tipe, merek, kapasitas mesin, dan spesifikasi tentang mesin)
-Besarnya nilai pertanggungan
-Informasi lainnya yang menjadi dasar penilaian atau perhitungan risiko

4. Asuransi Peralatan Elektronik

TertanggungObjek PertanggunganFaktor perhitungan premi
-Pemilik peralatan elektronik
-Pihak yang memiliki kepentingan keuangan, seperti bank atau pemberi kredit
Semua peralatan elektronik-Nama dan alamat pemilik (principal)
-Lokasi peralatan elektronik berada
-Daftar objek yang diasuransikan, termasuk data alat-alat elektronik (tahun pembuatan, jenis, tipe, IMEI, nomor seri, dan informasi lainnya
-Besarnya nilai pertanggungan
-Informasi lainnya yang menjadi dasar penilaian atau perhitungan risiko

Baca Juga: Jenis – Jenis Alat Berat Industri Lanskap yang Banyak Digunakan

Informasi Penting Lainnya

Selain informasi di atas, terdapat beberapa informasi lainnya yang tak kalah penting dan sering ditanyakan oleh nasabah. Informasi itu berupa.

1. Siapa yang berhak membeli produk asuransi rekayasa?

  • Pemilik proyek atau mesin
  • Pihak kreditur, seperti bank, koperasi, perusahaan pembiayaan atau leasing
  • Pihak lain yang memiliki kuasa atau tanggung jawab atas proyek, baik berdasarkan kontrak proyek atau kuasa hukum. Misalnya, penyewa dan orang-orang yang diberi kuasa oleh pemilik proyek atau mesin

2. Bagaimana cara membayar premi asuransi rekayasa?

  • Melalui Virtual Account (VA) dari bank yang telah bekerja sama dengan penyedia asuransi
  • Melalui transfer bank ke rekening penyedia asuransi yang telah disediakan
  • Melalui teller bank dengan menyebutkan nomor polis asuransi
  • Melalui e-commerce yang telah bekerja sama dengan penyedia asuransi
  • Pembayaran menggunakan kartu kredit dengan logo Visa atau MasterCard
  • Melalui e-wallet yang bekerja sama dengan penyedia asuransi

Perlu diketahui, bahwa pembayaran menggunakan bank transfer atau melalui teller wajib mengirimkan bukti pembayaran melalui email atau call center. Pastikan kamu menyimpan bukti pembayaran sebaik mungkin. Jika terdapat masalah pembayaran di kemudian hari, kamu tidak dirugikan karena mempunyai bukti pembayaran asuransi yang sah sesuai periode premi yang perlu dibayar.

3. Bagaimana prosedur klaim asuransi rekayasa?

  • Segera buat laporan kerugian yang dialami
  • Isi formulir pengajuan klaim yang telah disediakan oleh penyedia asuransi
  • Lengkapi dokumen persyaratan untuk mengajukan klaim
  • Kirimkan dokumen tersebut ke alamat penyedia asuransi, sehingga klaim dapat segera diproses
  • Tunggu sampai proses verifikasi data selesai dalam beberapa hari kerja
  • Setelah itu, penyedia asuransi akan mengirimkan surat keputusan klaim. Apakah klaim asuransi rekayasa diterima atau ditolak

4. Bagaimana cara melakukan perubahan data asuransi rekayasa?

Untuk perubahan data yang berkaitan dengan proyek, sebaiknya segera informasikan kepada call center dari penyedia asuransi lewat telepon. Jangan lupa siapkan data-data yang berkaitan dengan identitas diri, seperti nomor KTP, kartu keluarga, dan lain sebagainya agar proses perubahan data lancar.

Baca Juga: Mengenal Manfaat Asuransi Proyek dan Jenis-Jenisnya

Memaksimalkan Perlindungan Mesin dengan Asuransi Rekayasa

Melindungi aset berharga, seperti mesin atau alat berat lainnya wajib hukumnya mengingat harganya yang fantastis. Perlindungan didapatkan dengan membeli produk asuransi rekayasa yang akan mengcover segala jenis kerusakan atau kerugian yang muncul selama proses pembangunan berlangsung. Jenis produknya berbeda-beda, jadi pilihlah sesuai kebutuhan proyek.

Sebelum memilih, sebaiknya luangkan waktu untuk membandingkan setiap produk asuransi yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi. Hal-hal yang perlu dibandingkan, seperti manfaat dan besaran premi yang dibayar. Jangan lupa untuk membeli produk asuransi rekayasa di perusahaan asuransi terpercaya di Indonesia, yaitu perusahaan yang sudah memiliki sertifikat operasi atau lisensi resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk keamanan dan kemudahan klaim di kemudian hari. 

Cermati Protect juga menyediakan asuransi umum untuk melindungi mesin dan alat berat yang penting dalam industri konstruksi dan manufaktur, di mana perlindungan terhadap risiko kerusakan, pencurian, atau kegagalan mekanis sangat diperlukan. Dengan produk asuransi umum dari Cermati Protect, pemilik bisnis dapat memiliki ketenangan pikiran bahwa investasi mereka terlindungi, memungkinkan operasi bisnis berjalan lancar. Dapatkan informasi selengkapnya dengan mengisi formulir dibawah ini!

6 Alat Berat Andalan Volvo yang Perlu Diketahui

6 Alat Berat Andalan Volvo yang Perlu Diketahui

Salah satu produsen alat berat kenamaan dunia yang sudah tidak asing lagi ditelinga adalah Volvo Construction Equipment. Perusahaan yang berasal dari Swedia ini mengembangkan, memproduksi, sekaligus memasarkan berbagai alat berat untuk kebutuhan konstruksi. Beberapa produk yang dibuatnya, seperti excavator, grader, asphalt paver, backhoe, dan grader

Volvo Construction Equipment merupakan anak perusahaan dari Volvo Group. Kini sudah memiliki beberapa pabrik di dunia, seperti Amerika Serikat, Brazil, Jerman, Polandia, Prancis, Rusia, Tiongkok, Korea, Swedia, Skotlandia, dan India. 

Sejarah Singkat Volvo

Volvo Construction Equipment atau yang disingkat Volvo CE didirikan oleh tiga orang pria, yaitu Johan Theofron Munktell, Jean Bolinder, dan Carl Gerhard Bolinder. Perjalanan ketiganya sehingga bisa bergabung di dalam perusahaan Volvo cukup panjang. Uraiannya adalah sebagai berikut.

  • Tepat pada tahun 1832, Johan Theofron Munktell yang kala itu berusia 27 tahun berinisiatif untuk mendirikan perusahaan alat berat di Eskilstuna, Swedia. 
  • Pada tahun 1844, Jean dan Carl berhasil memproduksi mesin uap dan minyak mesin mentah di Stockholm. Sementara Johan baru berhasil memproduksi traktor pertama di Swedia pada tahun 1913. 
  • Tepat saat 100 tahun setelah Johan mendirikan perusahaan Eskilstuna, tepatnya di tahun 1932, dua Bolinder pindah ke Eskilstuna dan menggabungkan kedua perusahaan milik mereka dengan nama AB Bolinder-Munktell. 
  • Pada tahun 1950, perusahaan Volvo berhasil membeli perusahaan AB Bolinder-Munktell. Empat tahun kemudian, perusahaan Volvo berhasil memproduksi pemuat roda pertama yang dilengkapi dengan sistem lengan angkat panel dan bracket pengait. 
  • Pada tahun 1966, perusahaan Volvo berhasil memproduksi articulated hauler pertama  di dunia dinamakan Volvo  DR 631 Gravel Charlie
  • Pada tahun 1973, perusahaan berganti nama menjadi Volvo BM AB
  • Tahun 1985, Volvo BM menjalin kerjasama dengan anak perusahaan Euclid Trucks dari Amerika, bernama Clark Equipment. Kerjasama ini membuahkan produksi alat berat bernama Michigan. Ketiga perusahaan besar, yaitu Volvo BM, Euclid, dan Michigan kemudian digabung menjadi satu perusahaan yaitu VME Group.
  • Pada tahun 1995, VME Group dibeli oleh Volvo dan namanya pun diubah menjadi Volvo Construction Equipment.
  • Tahun 1988, Volvo CE menjadi perusahaan pertama yang berinvestasi di Korea. Perusahaan ini kemudian mengakuisisi perusahaan alat berat milik Samsung Heavy Industries, sehingga eksistensi usahanya di Asia semakin kuat.
  • Pada Bulan Januari 2007, Volvo berhasil membeli 70% saham perusahaan Shandong Lingong Construction Machinery Co. Ltd. 
  • Pada April 2007, Volvo pun berhasil mengakuisisi perusahaan yang memproduksi mesin konstruksi jalan milik Ingersoll Rand.
  • Pada Bulan Juli 2020, Volvo CE menjual alat berat pengaspal Blaw-Knox ke perusahaan Gencor Industries Inc yang ada di Orlando, Amerika Serikat.
  • Pada Desember 2020, Volvo mulai mengirimkan excavator seri ECR25 kepada konsumen.
  • Pada September 2021, Volvo Construction Equipment memperkenalkan Terex dan rebranding perusahaan Rokbak.

Volvo bukanlah “pemain” baru lagi dalam industri alat berat di dunia. Perusahaan ini sudah exist sejak 200 tahun lalu dan kini namanya semakin dikenal di seluruh dunia. Tepat pada Juni 2023, Volvo CE berhasil meluncurkan alat berat konstruksi dengan tenaga listrik pertamanya dalam sebuah acara yang digelar di Asia Tenggara, tepatnya di Singapura. 

Baca Juga: Beragam Suku Cadang Alat Berat yang Perlu Diketahui

6 Alat Berat Andalan Volvo

Sebagai salah satu perusahaan alat berat terkemuka di dunia, Volvo telah berhasil meluncurkan berbagai alat berat canggih untuk memudahkan pekerjaan proyek konstruksi. Dari sekian banyak alat berat yang diproduksi, berikut ini 6 jenis alat berat andalan Volvo. 

Excavator EC200D

Salah satu produk andalan Volvo yang pertama adalah Excavator EC200D. Tipe ini memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh pesaingnya, yaitu mesin yang berkualitas. Mesin yang disematkan mampu menghemat konsumsi bahan bakar saat digunakan untuk pekerjaan tata lahan dan konstruksi jalan.

Excavator EC200D dilengkapi dengan komponen arm 2,9 mm, boom 5,7 mm, dan boom 0,8 mm. Kekuatan breakout yang dapat dihasilkan mencapai 116 kN. Sementara mesin tier 3 pada excavator EC200D mampu menghasilkan tenaga sebesar 115 kW pada torsi 2.000 rpm.

Excavator EC200D dilengkapi dengan ukuran kabin yang ergonomis. Hal ini memberikan kenyamanan ekstra bagi operator saat mengoperasikan excavator, baik dalam jangka waktu singkat maupun panjang. 
Excavator EC55DCSelain tipe EC200D, excavator tipe lain yang tidak kalah berkualitas adalah tipe EC55DC. Alat berat ini dilengkapi dengan mesin tier 3 dan boom offset yang cocok untuk pekerjaan konstruksi. Alat ini disertai dengan kombinasi antara kabin, undercarriage, counterweight, pompa hidrolik, travel motor, mesin, dan peralatan gali yang sudah teruji.

Jika dibandingkan dengan tipe Excavator tipe EC55B, mesin pada EC55DC dipercaya memiliki tingkat kebisingan yang rendah. Ditambah adanya turbo charger yang membuat alat ini memiliki performa yang optimal sesuai kebutuhan konstruksi. 

Sistem pendinginan pada EC55DC dirancang dengan sempurna, sehingga lebih awet, mampu menyempurnakan temperatur ruang mesin saat dioperasikan, dan lebih mudah dirawat. Posisi cooler pada tipe ini dibuat sejajar dan dilengkapi dengan exhaust fan guna memaksimalkan pendinginan.
Wheel Loader L90GzKenyamanan merupakan salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan saat memproduksi alat berat. Hal ini berhasil diwujudkan pada wheel loader seri L90Gz. Alat ini memiliki kabin yang nyaman, sehingga operator menjadi nyaman saat mengoperasikan wheel loader.

Mesin yang digunakan pada tipe ini adalah mesin tier 3. Daya yang dapat dihasilkan mencapai 770 Nm pada torsi 1.600 rpm. 
Wheel Loader L350HWheel loader selanjutnya adalah tipe L350H. Alat berat yang memiliki bobot 56 ton ini mengalami beberapa peningkatan dari tipe sebelumnya. L350H dilengkapi dengan drivetrain, transmisi, dan axle terbaru untuk dapatkan hasil kerja yang efektif dan efisien. 

Selain itu, alat ini juga dilengkapi dengan konektivitas telematika dan fitur-fitur canggih. Salah satunya adalah aplikasi load assist yang dapat diakses dari layar Volvo co-pilot di dalam kabin. Hal ini akan memudahkan operator untuk mengontrol kinerja wheel loader saat penggunaan reguler. 

Kekuatan breakout yang dapat dihasilkan mencapai 457kN dengan torsi maksimal 1.800 rpm. Meski tergolong tinggi, penggunaan bahan bakar pada tipe ini dipastikan lebih hemat, jadi dapat menghemat pengeluaran proyek konstruksi.
Articulated Hauler A60HPada tahun 2017 lalu, Volvo Construction Equipment berhasil menjual articulated hauler A60H di pasar Indonesia. Alat yang memiliki berat 60 ton ini memiliki daya muat yang lebih besar dibandingkan versi terdahulunya. Dengan desain yang kokoh, alat ini dapat digunakan secara terus-menerus untuk memenuhi kebutuhan konstruksi.

Tipe ini dirancang untuk operasi medan berat. Selain konstruksi, juga pada pekerjaan tambang dan kegiatan pengangkutan material dalam jumlah yang besar. Kehadiran alat ini membuat pekerjaan pengangkutan menjadi lebih mudah, cepat, dan efisien.

Kekuatan breakout yang dapat dihasilkan sebesar 3.200 Nm dengan kapasitas torsi 1.800 rpm. Sementara untuk kecepatan kerjanya, alat ini mampu bekerja sejauh 55 km per jam.
Electric Compact Excavator ECR25Produk andalan terakhir dari Volvo Construction Equipment adalah excavator elektrik ECR25. Alat ini menggunakan zero emission tanpa mengurangi tingkat produktivitas. Tingkat penggalian dan pengangkatan beban dapat berjalan secara optimal, sama seperti tipe excavator lainnya.

Sebagai salah satu terobosan terbaru, ECR25 memanfaatkan tenaga listrik dari penggunaan batu baterai. Salah satu tantangan dari terobosan terbaru ini adalah daya pengisian baterai yang masih harus ditingkatkan. Baterai ECR25 memerlukan waktu 1 hari untuk pengisian daya selama 8 jam penggunaan untuk pekerjaan berat.

Namun untuk pekerjaan penggalian ringan, baterainya dapat bertahan hingga 10 jam. Hadirnya ECR25 diharapkan dapat membantu mempercepat pekerjaan proyek dan menghemat pengeluaran.

Baca Juga: Tandem Roller: Pengertian, Keunggulan, Fungsi, Jenis, Struktur dan Cara Kerjanya

Mesin Adalah Kunci Keberhasilan Kerja Alat Berat

Keberhasilan suatu perusahaan alat berat tidak lepas dari berbagai terobosan yang dilakukan. Hal ini berhasil dibuktikan oleh Volvo Construction Equipment yang terus-menerus memperbaharui kinerja alat berat yang diproduksi, sehingga alat berat dapat bekerja secara maksimal. Mesin merupakan salah satu bagian yang sangat diperhatikan mengingat bagian ini memiliki peranan yang sangat vital saat alat berat dioperasikan.

Dengan terdapat banyaknya risiko di operasional alat berat, perlindungan yang memadai sangat penting. Asuransi alat berat menjadi solusi penting untuk menjaga investasi Anda dari berbagai risiko. Cermati menyediakan produk asuransi umum yang luas dan dapat diandalkan untuk melindungi alat berat Anda. Pelajari selengkapnya dengan mengisi formulir dibawah ini!

Asuransi Perlindungan Konsumen: Cakupan, Dasar, dan Tujuan

Asuransi Perlindungan Konsumen: Cakupan, Dasar, dan Tujuan

Asuransi perlindungan konsumen merupakan salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk memberikan kepastian hukum kepada konsumen. Asuransi perlindungan bertujuan untuk mengurangi tindakan fraud yang dapat merugikan konsumen dalam jangka pendek maupun jangka panjang, seperti yang sering terjadi akhir-akhir ini. Dengan demikian, konsumen bisa mendapatkan haknya seperti yang sudah disepakati di awal perjanjian. 

Perlindungan konsumen tidak hanya berlaku saat konsumen berbelanja saja, tapi juga saat konsumen menjadi nasabah asuransi. Pemahaman yang baik dipercaya dapat melindungi hak-hak orang yang terlibat, baik konsumen maupun penyedia asuransi. Alhasil, transaksi bisa berjalan dengan lancar seperti yang diharapkan. 

Cakupan Asuransi Perlindungan Konsumen

Cakupan dalam perlindungan konsumen dibagi menjadi dua aspek, di antaranya:

  • Perlindungan apabila barang yang diterima konsumen tidak sesuai dengan apa yang telah disepakati, baik rusak atau produknya salah
  • Perlindungan apabila konsumen mendapatkan perlakuan yang tidak adil

Asas perlindungan konsumen diatur di dalam Pasal 2 UU Perlindungan Konsumen. Pasal ini membahas tentang manfaat, keadilan, keseimbangan, keamanan, keselamatan, dan kepastian hukum yang didapatkan konsumen. 

Dasar Asuransi Perlindungan Konsumen

Terdapat 9 hak dasar di dalam melindungi konsumen asuransi, di antaranya:

  • Hak untuk mencegah kerugian konsumen, baik kerugian personal maupun harta benda
  • Hak untuk memperoleh jasa dengan harga yang wajar atau sesuai dengan nilai barang maupun jasa
  • Hak untuk menyelesaikan permasalahan sesuai hukum dan ketentuan yang berlaku
  • Hak untuk mendapatkan informasi yang benar, jelas, dan jujur sesuai dengan kejadian yang sebenarnya tanpa adanya unsur melebih-lebihkan
  • Hak untuk didengarkan pendapat atau keluhannya atas pemakaian barang maupun jasa
  • Hak untuk mendapatkan pembinaan dan pendidikan konsumen guna menghindari adanya kesalahpahaman yang dapat merugikan konsumen di kemudian hari
  • Hak untuk diperlakukan atau dilayani dengan benar, jujur, dan tidak diskriminatif antara konsumen yang satu dengan lainnya
  • Hak untuk memperoleh ganti rugi, kompensasi, atau penggantian jika barang atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan deskripsi yang dituliskan
  • Hak lain-lain yang diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku

Sementara dari sisi penanggung yaitu penyedia asuransi, ada 4 hak yang bisa didapatkan, antara lain:

  • Menuntut pembayaran premi kepada tertanggung sesuai nominal yang telah disepakati saat pembuatan asuransi
  • Meminta keterangan yang benar dan lengkap terkait objek yang diasuransikan untuk mengantisipasi adanya tindak kecurangan yang dilakukan oleh konsumen
  • Menuntut balik ganti rugi atas peristiwa yang disebabkan karena kesalahan tertanggung, bukan karena kejadian yang dapat diklaim sesuai ketentuan dalam polis asuransi
  • Membatalkan asuransi karena adanya kecurangan yang dilakukan oleh tertanggung atau melakukan asuransi kembali dengan penanggung lain untuk meringankan risiko yang sedang dihadapi

Baca Juga: 9 Cara Packing Barang Online Shop yang Mudah

Perlindungan Hukum Bagi Konsumen Asuransi

Perlindungan konsumen memiliki peran yang sangat penting untuk memastikan bahwa hak dan kepentingan konsumen terpenuhi saat membeli produk perlindungan. Ada 5 poin perlindungan hukum bagi konsumen asuransi, di antaranya.

1. Kontrak Asuransi

Kontrak asuransi adalah perjanjian yang berisi tentang premi, cakupan, klaim, hak, dan kewajiban antara pemegang polis dan penyedia asuransi. 

2. Hukum Asuransi

Adalah hukum yang mengatur hubungan atau perjanjian antara tertanggung dan penanggung. Tidak hanya seputar perlindungan konsumen, tapi juga praktik bisnis asuransi dan penyelesaian atas sengketa yang terjadi. 

3. Badan Pengawas

Adalah pihak atau otoritas yang mengawasi jalannya industri asuransi. Badan ini juga nantinya akan menangani berbagai keluhan maupun sengketa yang dialami oleh konsumen. 

4. Hak Konsumen

Berkaitan dengan apa yang wajib didapatkan konsumen sebagai peserta asuransi. Poin ini menyangkut tentang pembayaran klaim secara adil, pelayanan yang cepat, dan peluang untuk mengajukan sengketa di kemudian hari. 

5. Gugatan Hukum

Cakupan ini berkaitan dengan penyelesaian masalah ke ranah hukum atau pengadilan. Gugatan dapat diajukan jika masalah tidak dapat dinegosiasi atau dibicarakan dengan badan pengawas, sehingga dibawa ke pengadilan agar tidak ada satu pun pihak yang dirugikan dalam perjanjian asuransi. 

Tujuan dan Hak Perlindungan Asuransi

a paper beside a person typing on a laptop
Photo by Kindel Media on Pexels.com

Di dalam UU Perlindungan Konsumen Pasal 3, disebutkan bahwa perlindungan asuransi memiliki beberapa tujuan, di antaranya:

  • Meningkatkan kesadaran, kemampuan, dan kemandirian konsumen untuk bisa melindungi diri
  • Mengangkat harkat dan martabat konsumen dengan cara menjauhkannya dari ekses negatif atas pemakaian barang maupun jasa
  • Meningkatkan pemberdayaan konsumen dalam memilih dan menuntut haknya sebagai konsumen
  • Menciptakan sistem perlindungan konsumen dengan unsur kepastian hukum dan keterbukaan untuk mendapatkan informasi
  • Menumbuhkan kesadaran pelaku usaha tentang pentingnya perlindungan konsumen guna menumbuhkan sikap jujur dan bertanggung jawab
  • Meningkatkan kualitas barang maupun jasa untuk menjamin kelangsungan usaha produksi barang, jasa, kesehatan, kenyamanan, dan keamanan konsumen

Baca Juga: 9 Cara Belanja Online dari Luar Negeri, Dijamin Untung!

Risiko Asuransi Perlindungan Konsumen

Sejatinya, konsumen bisa mendapatkan perlindungan dengan membeli asuransi saat membeli barang maupun jasa. Asuransi dapat mencegah timbulnya risiko atau kerugian keuangan. Namun di sisi lain, terdapat risiko asuransi perlindungan konsumen jika fungsi ini tidak dijalankan dengan baik dan benar, di antaranya.

1. Budaya Perlindungan Konsumen Tidak Tumbuh

Perlindungan konsumen dapat tumbuh jika dijadikan sebagai suatu budaya, di mana konsumen benar-benar dilindungi, baik di tingkat lembaga jasa keuangan maupun industri keuangan. Tidak tumbuhnya budaya perlindungan biasanya disebabkan karena kurangnya market confidence. Tanpa hal ini, maka industri jasa keuangan di negara ini menjadi tidak berkembang dengan baik dan berkelanjutan. 

2. Pengawasan dan Tata Kelola yang Rendah

Risiko selanjutnya adalah tingkat pengawasan dan tata kelola yang rendah. Risiko yang dihadapi oleh konsumen otomatis meningkat jika penyedia asuransi tidak menyediakan desain produk, pemasaran, dan solusi yang tepat atas masalah yang sedang dihadapi. Jika terus berlanjut, maka konsumen tidak dapat merasakan perlindungan yang semestinya didapatkan.

Untuk mengatasinya, diperlukan aspek manajemen risiko. Aspek ini membantu memperhitungkan tingkat risiko penerapan perlindungan konsumen. Jadi, perlindungan tidak hanya sebatas pelengkap aspek kesehatan suatu kelembagaan saja. 

3. Keamanan Data Konsumen Terancam

Melindungi data konsumen merupakan tugas dan tanggung jawab penyedia asuransi. Jika data ini bocor, konsumen otomatis mengalami kerugian, seperti rentan terkena kasus penipuan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Maka dari itu, penyedia asuransi perlu memastikan bahwa seluruh data konsumen aman dan tidak diperjualbelikan kepada pihak lain.

Data konsumen sebaiknya digunakan untuk hal-hal penting yang berkaitan dengan penggunaan barang atau jasa saja. Dengan demikian, peran asuransi perlindungan konsumen menjadi nyata karena konsumen merasa terlindungi dari hal-hal yang tidak diinginkan. 

4. Perjanjian Tidak Adil

Perbedaan yang terdapat pada perjanjian dan realita di lapangan merupakan unsur ketidakadilan yang mungkin sering ditemukan dalam asuransi. Ketidakadilan ini secara otomatis merugikan konsumen. Sebab, apa yang mungkin menjadi hak konsumen tidak didapatkan sebagaimana mestinya. 

Perjanjian yang ada di dalam industri keuangan sebaiknya bersifat baku, artinya ada kesesuaian antara yang teori dan prakteknya. Harus dipastikan bahwa perjanjian ini tidak merugikan konsumen dalam jumlah berapapun. Perjanjian sebaiknya memuat tentang hak, kewajiban, manfaat, biaya, dan risiko apa saja yang biasa ditemukan dalam asuransi perlindungan konsumen. 

5. Pengaduan Konsumen Tidak Ditindaklanjuti

Risiko terakhir adalah adanya potensi pengaduan konsumen tidak ditindaklanjuti oleh penyedia asuransi. Hal ini disebabkan karena tingginya permasalahan tidak dibarengi dengan ketersediaan sumber daya manusia yang menanganinya. Alhasil, pengaduan konsumen menjadi terbengkalai bahkan tidak direspon sama sekali.

Pada dasarnya, konsumen memerlukan kepastian atas setiap pengaduan yang diajukan sebelum berujung pada terjadinya sengketa. Forum penyelesaian yang telah disepakati dalam perjanjian perlu dilakukan dengan tanggap dan konsekuen. Jadi, kedua belah pihak yang bermasalah disatukan, lalu dicari alternatif penyelesaian yang tidak merugikan satu sama lain di luar pengadilan.

Baca Juga: Mengenal Manfaat Asuransi di E-Commerce di Indonesia

Tingkatkan Loyalitas Konsumen dengan Asuransi Perlindungan

Seperti halnya yang tercatat di dalam UU perlindungan konsumen. Di dalam UU ditegaskan bahwa hak-hak konsumen bersifat tidak terbatas selama sesuai dengan apa yang telah disepakati. Dasar perlindungan yang kuat akan dapat digunakan untuk melindungi konsumen dalam berbagai aspek ekonomi.

Perlindungan yang maksimal sejatinya dapat meningkatkan loyalitas konsumen, sehingga konsumen enggan untuk melirik produk perlindungan lain. Sebab, mereka sudah mendapatkan perlindungan yang tepat sesuai kebutuhan masing-masing. Apalagi pada dasarnya setiap konsumen ingin dilindungi dari aktivitas yang dilakukannya, terutama yang berkaitan dengan aktivitas jual beli. 

Cermati Protect memiliki Asuransi e-Commerce yang tidak hanya melindungi pemilik usaha tapi juga konsumen dalam berbelanja online. Produk Asuransi e-Commerce dari Cermati Protect memberikan perlindungan komperhensif terhadap kerusakan fisik dan cairan pada pelanggan selama 12 bulan setelah pembelian untuk pembelian gadget, pengembalian dana penuh jika terjadi kerusakan dan kehilangan barang dengan jangka waktu 12 bulan dari waktu pembelian dan pertanggungan biaya pengobatan jika terjadi alergi atau reaksi merugikan lainya ketika pemakaian barang habis pakai sebesar 4x lipat lebih besar dari total harga barang tersebut.

Pelajari mengenai produk Asuransi e-Commerce dari Cermati Protect selengkapnya dengan mengisi formulir dibawah ini!

Black Box Pesawat: Pengertian, Fungsi, dan Bagian-bagiannya

Black Box Pesawat: Pengertian, Fungsi, dan Bagian-bagiannya

Black box pesawat merupakan benda yang selalu paling dicari ketika sebuah pesawat mengalami insiden kecelakaan. Pencarian benda yang satu ini bahkan akan menjadi salah satu prioritas utama dalam proses penyelamatan atau evakuasi pasca kecelakaan pesawat. 

Bukan hanya dalam waktu yang singkat saja, pencarian black box pesawat bisa saja berlangsung selama berbulan-bulan atau bahkan tahunan. Jika melihat kenyataan tersebut, maka sudah bisa dipastikan bahwa benda tersebut merupakan salah satu benda vital yang wajib ditemukan. 

Apa itu Black Box Pesawat? 

Black box pesawat atau yang biasa disebut sebagai kotak hitam merupakan benda yang menyimpan data-data penerbangan sebuah pesawat. Black box akan merekam data yang lengkap, selama pesawat tersebut mengudara dan hingga akhirnya mendarat. 

Data-data inilah yang kemudian dapat dijadikan sebagai petunjuk, jika sewaktu-waktu pesawat mengalami kecelakaan. Para ahli akan membuka rekaman data tersebut dan mempelajarinya, sehingga mereka bisa menyimpulkan penyebab dan bagaimana sebuah kecelakaan pesawat terjadi. 

Black box pesawat ditemukan pertama kali oleh DR David Warren, seorang pria berkebangsaan Australia. David terinspirasi untuk menciptakan sebuah alat perekam di pesawat, setelah ayahnya meninggal dalam sebuah insiden kecelakaan pesawat di tahun 1934, tepat saat David masih berusia 9 tahun. 

Ide ini mulai muncul di awal tahun 1950-an, di mana David ingin membuat sebuah alat perekam data penerbangan serta percakapan yang terjadi di area cockpit. Tujuannya tentu agar para ahli lebih mudah untuk melakukan analisa, jika sewaktu-waktu terjadi insiden kecelakaan pesawat. 

Di tahun 1956, David mampu menyelesaikan prototipe tersebut yang pada akhirnya diberinya nama ARL Flight Memory Unit. Namun hingga 5 tahun setelah penemuan tersebut, ARL sama sekali tidak mendapatkan perhatian dari otoritas penerbangan di wilayah tersebut. 

Tidak dianggap di negara asalnya, beberapa waktu kemudian penemuan David ini mulai diproduksi secara massal di Amerika Serikat dan Inggris. Pada akhirnya black box mulai dikenal secara luas dan dipakai di berbagai negara lainnya sebagai pelengkap sistem keamanan pesawat, termasuk di Indonesia.

Meski dinamakan black box, benda ini justru tidak berwarna hitam sama sekali. Biasanya black box pesawat memiliki warna yang terang menyala (orange/ jingga), sehingga benda ini bisa mudah terlihat dan dikenali saat proses pencarian benda tersebut dilakukan.

Kecelakaan pesawat bisa saja terjadi di medan-medan yang sulit seperti hutan maupun lautan, sehingga penting untuk membuat black box mudah dideteksi dan ditemukan oleh tim pencari/ penyelamat, salah satunya dengan membuat warna benda ini mencolok. 

 Selain itu, black box juga didesain tahan banting dan tidak mudah terbakar serta mengalami kerusakan, sehingga benda ini tetap dalam kondisi yang aman pasca kecelakaan. Hal ini akan membuat data-data yang tersimpan di dalam black box tetap dalam kondisi baik dan bisa digunakan secara maksimal. 

Namun dalam kondisi tertentu, bisa saja benda ini tidak ditemukan, meskipun proses pencarian sudah dilakukan. Kondisi seperti ini tentu akan mempersulit tim penyelamat dan peneliti untuk menyimpulkan penyebab terjadinya kecelakaan pesawat itu sendiri.

Baca Juga: Penerbitan Polis dan Cara Klaim Asuransi Perjalanan Bisnis

Fungsi Black Box Pesawat 

Secara garis besar, black box akan menyimpan data-data terkait penerbangan sebuah pesawat. Namun benda yang satu ini justru tidak ditempatkan pada bagian cockpit pesawat, di mana pilot dan copilot bekerja menjalankan tugasnya sebagai navigator. 

Namun sebaliknya, posisi black box pesawat justru ditempatkan di bagian ekor pesawat itu sendiri. Hal ini bertujuan untuk mengamankan benda penting tersebut, jika sewaktu-waktu pesawat mengalami kecelakaan. Bagian ekor pesawat dianggap lebih aman untuk menyimpan black box, jika dibandingkan bagian lainnya.

Black box pesawat memiliki dua fungsi utama, dimana hal tersebut dilakukan oleh dua komponen berikut: 

  • Flight Data Recorder (FDR): ini merupakan bagian black box yang akan berfungsi untuk menyimpan data-data penerbangan pesawat, sehingga setiap data tersebut bisa tersimpan dengan aman.
  • Cockpit Voice Recorder (CVR): ini adalah bagian black box yang akan berfungsi untuk menyimpan percakapan-percakapan yang terjadi di dalam cockpit pesawat, baik itu antara pilot dengan para krunya maupun percakapan antara pilot dengan menara pengawas. 

Berbagai data yang tersimpan di dalam black box inilah yang akan digunakan untuk proses investigasi terhadap kecelakaan pesawat. Inilah alasan mengapa sangat penting untuk segera menemukan dan memeriksa black box pasca terjadinya sebuah insiden kecelakaan pesawat.

Black box memiliki kemampuan perekaman data yang sangat baik. Alat yang satu ini bahkan bisa melakukan perekaman terhadap data penerbangan dalam waktu yang panjang, yakni sampai dengan 25 jam. Namun perekaman percakapan yang terjadi di cockpit tidak bisa dilakukan black box untuk waktu yang terlalu lama.

Alat ini hanya mampu melakukan perekaman percakapan di kabin cockpit maksimal selama 2 jam saja. Namun percakapan ini tentu tetap akan menjadi data dan informasi penting dalam penerbangan itu sendiri, terutama jika terjadi insiden yang tidak diharapkan.

Bagian-bagian Black Box Pesawat

Sebagai salah satu bagian terpenting di dalam pesawat, black box tentu dilengkapi dengan sejumlah komponen pendukung yang akan membuatnya bekerja secara maksimal. Berbagai komponen ini harus berfungsi dengan baik, sehingga black box bisa melakukan tugasnya dengan maksimal.

Berikut ini adalah beberapa bagian/ komponen yang terdapat di dalam black box pesawat: 

Pemancar Black BoxBlack box dilengkapi dengan sebuah pemancar. Pemancar black box akan langsung aktif saat benda tersebut terkena air. Bagian black box yang satu ini akan tetap bertahan dan bekerja dengan baik, bahkan di kedalaman laut sampai 4 kilometer sekalipun. 
Jika pemancar black box sudah aktif, maka bagian ini akan bekerja untuk mengirimkan sinyal per satu detik secara terus menerus dalam waktu 30 hari penuh. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa pencarian black box harus segera dilakukan pasca insiden kecelakaan. 
Crash Survivable Memory Unit (CSMU)CSMU merupakan lapisan yang terbuat dari baja maupun titanium dan akan berfungsi untuk melindungi panel memori yang digunakan untuk menyimpan data yang terdapat di dalam black box. 
CSMU sendiri didesain secara khusus untuk memiliki daya tahan yang tinggi terhadap panas, yakni hingga mencapai 1.100 derajat celcius. Bagian ini juga akan tahan terhadap tekanan laut dalam, termasuk hantaman hingga 3.400 kali kakuatan gratifikasi. 
Flight Data Recorder (FDR)Ini adalah bagian black box pesawat yang akan berfungsi untuk menyimpan data-data penerbangan pesawat, sehingga setiap data tersebut bisa tersimpan dengan aman dan dapat digunakan dalam penyelidikan. 
Cockpit Voice Recorder (CVR)Ini merupakan bagian black box yang akan berfungsi untuk menyimpan percakapan-percakapan yang terjadi di dalam cockpit pesawat, baik itu percakapan antara pilot dengan para krunya maupun percakapan antara pilot dengan menara pengawas.
Tower Pinger LocatorTower Pinger Locator merupakan sebuah alat khusus yang bisa digunakan untuk menemukan lokasi black box. Alat yang satu ini bisa mengenali black box, bahkan meski benda tersebut berada di kedalaman laut yang  mencapai ribuan meter. 

Baca Juga: Jenis, Istilah, Prinsip, dan Syarat Asuransi Perjalanan Bisnis

Aturan Terkait Data Black Box Pesawat di Indonesia 

Di tanah air sendiri, penggunaan black box pada pesawat merupakan hal yang wajib. Namun terkait dengan informasi dan penggunaan data black box ini diatur dengan sedemikian rupa dan hanya bisa disampaikan secara garis besar saja kepada publik. 

Hal ini telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan. Dalam dokumen KNKT, Pasal 359 UU Nomor 1 Tahun 2009 itu berbunyi:

  • (1) Hasil investigasi tidak dapat digunakan sebagai alat bukti dalam proses peradilan.
  • (2) Hasil investigasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), yang bukan digolongkan sebagai informasi rahasia, dapat diumumkan kepada masyarakat.

Kemudian dalam penjelasan pasal 359, diungkapkan yang dimaksud dengan ‘informasi rahasia’ (non disclosure of records) pada black box adalah:

  1. Pernyataan dari orang-orang yang diperoleh dalam proses investigasi.
  2. Rekaman atau transkrip komunikasi antara orang-orang yang terlibat di dalam pengoperasioan pesawat udara.
  3. Informasi mengenai kesehatan atau informasi pribadi dari orang-orang terlibat dalam kecelakaan atau kejadian.
  4. Rekaman suara di ruang kemudi (cockpit voice recorder) catatan kata demi kata (transkrip) dari rekaman tersebut.
  5. Rekaman dan transkrip dari pembicaraan petugas pelayanan lalu lintas penerbangan (air traffic services).
  6. Pendapat yang disampaikan dalam analisis informasi termasuk rekaman informasi penerbangan (flight data recorder).

Baca Juga: Manfaat Asuransi Perjalanan Bisnis dan Cara Membelinya

Black Box Pesawat Merekam Data Penting Penerbangan

Black box pesawat merupakan alat khusus yang mampu merekam data-data penerbangan sebuah pesawat. Berbagai data penting ini akan sangat berguna, terutama untuk kebutuhan penyelidikan pasca terjadinya insiden kecelakaan. Selain mempermudah investigas, data-data penerbangan ini tentu bisa menjadi salah satu pertimbangan untuk perbaikan dalam dunia penerbangan itu sendiri.

Selain itu, dalam klaim asuransi penerbangan, data dari black box pesawat menjadi sangat berharga karena membantu dalam penyelidikan dan analisis kecelakaan atau insiden penerbangan. Data ini membantu menentukan faktor penyebab insiden dan memungkinkan pihak-pihak yang terlibat, termasuk perusahaan asuransi, untuk mengevaluasi tanggung jawab dan menentukan klaim asuransi yang sesuai.

Jadi, black box pesawat memainkan peran kunci dalam klaim asuransi penerbangan dengan menyediakan informasi penting yang diperlukan untuk menentukan penyebab kecelakaan dan menilai klaim asuransi yang diajukan.

asuransi penerbangan dapat dianggap sebagai bagian dari asuransi perjalanan karena melibatkan perjalanan menggunakan pesawat terbang. Dalam konteks asuransi perjalanan, asuransi penerbangan biasanya mencakup perlindungan terhadap risiko yang terkait dengan penerbangan seperti pembatalan atau penundaan penerbangan, kehilangan atau kerusakan bagasi, serta perlindungan terhadap kecelakaan atau insiden yang terjadi selama penerbangan.

Asuransi perjalanan umumnya mencakup berbagai jenis perlindungan, termasuk perlindungan terhadap risiko yang terkait dengan transportasi (seperti penerbangan, kereta api, atau kapal laut), akomodasi, kesehatan, dan lain-lain. Oleh karena itu, asuransi penerbangan bisa saja menjadi bagian dari polis asuransi perjalanan yang lebih luas, atau dapat dibeli secara terpisah sesuai dengan kebutuhan individu.

Dapatkan asuransi perjalanan terbaik di Cermati Protect untuk perlindungan selama perjalanan baik itu dengan tujuan liburan, bisnis dan dinas dengan mengisi formulir dibawah ini!