Pengiriman Kargo: Pengertian, Jenis, dan Cara Penggunaan

Pengiriman Kargo: Pengertian, Jenis, dan Cara Penggunaan

Jasa pengiriman memiliki peranan penting untuk menunjang kelancaran bisnis online. Sebagai pebisnis, kamu perlu memilih pengiriman yang terbaik dengan harga terjangkau. Sebab, biaya pengiriman akan mempengaruhi daya beli konsumen dan jumlah keuntungan yang diperoleh.

Salah satu solusi untuk mengatasi pengiriman yang mahal adalah dengan memanfaatkan jasa pengiriman kargo. Pengiriman ini dapat digunakan untuk skala pengiriman kecil maupun besar. Agar lebih jelas, berikut sejumlah informasi tentang jasa pengiriman kargo yang perlu diketahui.

Apa Itu Pengiriman Kargo?

Menurut Kamus Cambridge, kargo adalah membawa barang menggunakan kapal laut, pesawat udara, dan kendaraan besar yang lain. Sedangkan menurut Wikipedia, kargo adalah pengangkutan barang yang umumnya menggunakan kapal, truk, kereta api, maupun pesawat terbang untuk kepentingan komersial. Dari dua pengertian ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa  pengiriman kargo adalah layanan pengiriman barang dengan skala besar untuk dikirimkan ke lokasi yang jauh. 

Pengiriman kargo sering digunakan untuk mengirimkan barang antar wilayah, sehingga dapat menekan biaya pengiriman walaupun muatannya besar. Bagi pebisnis online, kehadiran jasa pengiriman kargo sangat membantu kelancaran usaha. Tak heran apabila jumlah permintaan jasa pengiriman yang satu ini terus bertambah dari waktu ke waktu. 

Perbedaan Kargo dan Ekspedisi

Jasa pengiriman yang paling sering digunakan dan paling banyak diketahui adalah regular. Antara jasa kirim kargo dan ekspedisi tentu memiliki sejumlah perbedaan yang dapat dijadikan bahan pertimbangan sebelum menentukan tipe jasa pengiriman barang. Perbedaan tersebut antara lain.

1. Ukuran dan Berat Barang

Perbedaan pertama adalah dari segi ukuran dan berat barang. Barang yang dikirimkan menggunakan ekspedisi reguler biasanya barang kecil hingga sedang, tentu dengan berat yang relatif ringan. Sedangkan barang yang dikirimkan menggunakan kargo biasanya barang berukuran besar.

Berat minimum yang dapat dikirimkan dengan pengiriman reguler adalah 100 gram, dan 5 kg untuk kargo. Sedangkan berat maksimalnya adalah 20 kg untuk ekspedisi reguler, dan 100 kg untuk kargo. Dari sini dapat dilihat kalau pengiriman kargo memang ditujukan bagi pebisnis skala besar, seperti pebisnis ekspor maupun impor barang.

2. Tarif Pengiriman Barang

Perbedaan yang terlihat jelas adalah tarif pengiriman barang. Dengan skala pengiriman besar, jasa reguler tentu lebih mahal daripada kargo. Hal yang wajar apabila kargo menjadi alternatif pengiriman yang paling diminati untuk barang dengan berat dan volume besar.

Dasar penentuan tarif untuk pengiriman kargo adalah 10 kg barang. Apabila beratnya kurang dari 10 kg, maka tarif yang dikenakan akan sama dengan barang yang beratnya sama dengan 10 kg. Jika beratnya lebih besar, maka tarif pengiriman yang dikenakan pun menjadi lebih mahal.

3. Estimasi Pengiriman Barang

Perbedaan antara kargo dan reguler yang terakhir adalah dari segi estimasi pengiriman barang. Sebagian besar masyarakat masih memilih layanan reguler karena waktu pengiriman yang relatif cepat. Kurun waktunya antara 2-7 hari kerja, tergantung lokasi pengiriman.

Untuk pengiriman kargo berapa hari? Jawabannya lebih lama, karena jalur yang digunakan sewaktu pengiriman adalah darat dan laut. Estimasi pengiriman kargo pada umumnya adalah antara 3-15 hari kerja.

Jenis-Jenis Pengiriman Kargo

Terdapat dua jenis pengiriman kargo yang ada di Indonesia. Pembagiannya dilakukan berdasarkan cara pengiriman dan tipe barang. Informasi lebih jelasnya akan dijelaskan pada poin berikut.

1. Jenis Kargo Berdasarkan Cara Pengiriman

Pada jenis pertama, pembagiannya dilihat dari jalur transportasi yang digunakan sewaktu pengiriman. Ada tiga jalur transportasi pengiriman, di antaranya:

Kargo Darat

Adalah layanan pengiriman menggunakan jalur darat, seperti truk, mobil, maupun kereta.

Kargo Udara

Adalah layanan pengiriman yang paling cepat menggunakan jalur udara. Estimasi waktu pengiriman lebih singkat, yaitu kurang dari 3 hari dengan biaya kirim yang relatif lebih mahal.

Kargo Laut

Adalah layanan pengiriman yang memanfaatkan jalur laut menggunakan kapal. Kargo ini ditujukan untuk pengiriman antar pulau atau lintas negara.

2. Jenis Kargo Berdasarkan Tipe Barang

Pengiriman kargo juga dapat dibedakan berdasarkan tipe barang yang akan dikirimkan. Terdapat tiga jenis kargo untuk jenis yang satu ini, di antaranya:

General Kargo

Adalah layanan pengiriman untuk barang-barang umum yang tidak membutuhkan pengawasan khusus. Misalnya, pakaian, susu, alat-alat rumah tangga, dan kendaraan bermotor.

Spesial Kargo

Adalah layanan pengiriman yang disertai penanganan khusus. Layanan ini dibagi lagi menjadi beberapa kategori, yaitu:

  •  LIve animal, yaitu kargo yang ditujukan khusus untuk membawa hewan hidup, seperti kucing, anjing, ikan, dan hewan lainnya
  • Human remain, yaitu kategori kargo yang ditujukan untuk membawa jenazah manusia
  • Perishable goods, yaitu kategori untuk barang-barang yang cepat rusak, seperti sayur-sayuran, buah-buahan, ikan, dan daging
  • Valuable goods, adalah kargo untuk barang-barang yang memiliki harga tinggi, seperti emas, berlian, perak, dan platina
  • Strongly smeeling goods, adalah kategori kargo untuk membawa barang-barang yang memiliki bau atau wangi menyengat, seperti buah durian, minyak kayu putih, parfum, dan lain sebagainya 

Dangerous Kargo

Adalah layanan pengiriman yang memiliki risiko tinggi. Jenis kargo yang satu ini dibagi menjadi 9 kategori, di antaranya:

  • Explosive goods, adalah barang-barang yang mudah meledak, seperti mesiu, peluru, kembang api, dan nuklir
  • Gasses, adalah kategori kargo untuk membawa barang yang mudah menguap
  • Flammable goods, adalah barang-barang yang mudah mencair atau terbakar, seperti bahan bakar dan alkohol
  • Flammable solids, adalah barang-barang yang masuk dalam kategori mudah terbakar juga, seperti matches dan bahan bakar padat lainnya
  • Corrosives, adalah barang-barang yang mengandung karat, seperti batu baterai dan merkuri
  • Toxic and infectious substances, adalah barang-barang yang mengandung racun, seperti pestisida dan sianida
  • Radioactive material, adalah kargo untuk membawa barang atau zat yang mudah bereaksi kalau terkena sinar matahari dan berdampak negatif bagi manusia maupun hewan
  • Oxidizing substances and organic peroxide, adalah barang-barang mudah menguap yang dapat mengakibatkan pusing saat dihirup, seperti amonium nitrat
  • Miscellaneous dangerous goods, adalah barang-barang lainnya yang dianggap berbahaya dan mengancam keselamatan penerbangan bila diangkut menggunakan pesawat udara, seperti magnet, kursi roda elektrik, dan lain sebagainya 

Syarat dalam Pengiriman Kargo

Barang-barang yang dikirimkan menggunakan layanan kargo harus melewati beberapa tahapan atau proses tertentu. Mulai dari pengepakan, pengemasan, klasifikasi jenis barang, dan prosedur penerimaan barang itu sendiri. Prosesnya juga akan melibatkan penerima barang selaku orang yang menjadi penghubung antara pengirim dan pengangkut.

Syarat pengiriman yang ditetapkan oleh setiap ekspedisi kargo pasti berbbeda-beda. Hanya saja, untuk pengiriman kargo melalui udara wajib memenuhi syarat berikut ini:

  • Airway bill atau surat muatan udara
  • Marking of package atau pemberian tanda atau logo terhadap barang
  • Packing atau pengemasan
  • Dangerous good atau klasifikasi barang-barang berbahaya
  • Pelabelan barang
  • Surat pernyataan untuk barang berbahaya atau hewan hidup

Baca Juga: JNE Cargo: Ketentuan, Cara Cek Resi, dan Cek Ongkir

Regulasi dan Peraturan Terkait Pengiriman Kargo Tahun 2025

Pada tahun 2025, pemerintah Indonesia mengeluarkan Permenhub Nomor 2 Tahun 2025 yang menggantikan Peraturan Menteri Perhubungan sebelumnya terkait penyelenggaraan angkutan udara, termasuk pengiriman kargo udara. Regulasi ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan dan mengoptimalkan pelaksanaan kegiatan angkutan udara, sehingga pengiriman kargo menjadi lebih efisien dan aman.

Beberapa poin penting dalam peraturan ini meliputi:

  • Penyesuaian standar operasional dan keamanan pengiriman kargo udara.
  • Penegasan kewajiban dokumen yang harus dipenuhi pengirim dan penyedia jasa kargo.
  • Pengaturan tarif dan mekanisme pengangkutan barang yang lebih transparan.
  • Peningkatan pengawasan terhadap barang berbahaya dan barang yang memerlukan penanganan khusus.

Tips Memilih Pengiriman Kargo yang Perlu Diperhatikan

Selain murah, penggunaan layanan pengiriman kargo bisa dikatakan mudah. Untuk memilih jasa pengiriman yang pas, terdapat beberapa tips yang perlu diperhatikan. Dengan demikian, barang dapat sampai ke tangan penerima dengan selamat.

1. Mempertimbangkan Reputasi Perusahaan

Penting untuk memilih perusahaan ekspedisi yang memiliki reputasi yang baik. Nilai atau rating pengiriman dapat dicari di internet. Kamu juga bisa menanyakan hal ini kepada teman, keluarga, atau kerabat yang sebelumnya pernah menggunakan jasa pengiriman kargo dari perusahaan tertentu.

2. Wilayah Jangkauan

Jangan lupa untuk memperhatikan wilayah jangkauan pelayanan kargo. Pilihlah kargo yang menjangkau wilayah paling luas, yaitu dari Sabang sampai Merauke. Alhasil, wilayah terpencil pun dapat terjangkau dengan baik.

3. Skema Tarif Pengiriman

Skema tarif yang ditentukan oleh perusahaan pengiriman juga tak boleh luput dari perhatian. Pilihlah yang biayanya lebih murah, tapi pelayanannya baik dan cepat. Hal ini akan membantu kamu untuk meminimalisir kerugian yang mungkin terjadi selama pengiriman berlangsung.

4. Estimasi Waktu Pengiriman yang Dibutuhkan

Tips terakhir adalah mempertimbangkan estimasi waktu pengiriman. Informasi ini akan membantu kamu untuk memberi informasi terkait lama waktu pengiriman kepada pelanggan. Dengan demikian, pelanggan tidak menjadi kecewa akibat pengiriman yang relatif lama.

Produk Asuransi Cermati Protect untuk Pengiriman Kargo

Agar pengiriman barang berjalan aman dan nyaman, Cermati Protect menghadirkan berbagai produk asuransi kargo yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan bisnis maupun individu. Berikut adalah beberapa produk unggulan yang bisa Anda aktifkan saat mengirim barang:

Asuransi PengirimanMemberikan perlindungan atas risiko kerusakan fisik atau kehilangan barang selama pengiriman melalui darat, laut, atau udara di wilayah Indonesia.
Asuransi Pengembalian Barang (Return Guarantee)Menjamin biaya retur atau pengembalian barang jika pembeli melakukan klaim atau komplain atas produk yang rusak, salah kirim, atau tidak sesuai. Sangat berguna bagi pelaku e-commerce.
Asuransi Keterlambatan PengirimanMemberikan kompensasi finansial apabila pengiriman melebihi estimasi waktu yang dijanjikan oleh pihak logistik. Membantu menjaga reputasi bisnis online.

Pengiriman Murah dan Berkualitas Wajib Menjadi Pilihan

Bagi yang mempunyai bisnis tertentu, penting untuk memperhatikan jasa pengiriman kargo yang terbaik di tanah air. Pilihlah yang menawarkan skema tarif pengiriman murah dengan layanan yang berkualitas. Ketika ada komplain di kemudian hari, maka komplain dapat diselesaikan dengan baik tanpa merugikan pihak manapun. 

Berikan perlindungan menyeluruh yang mencakup seluruh pengiriman barang Anda baik melalui udara, darat dan laut dengan mengisi formulir di bawah ini.

Keuntungan dan Cara Mengirim Barang Lewat Kargo Pesawat  

Keuntungan dan Cara Mengirim Barang Lewat Kargo Pesawat  

Cara mengirim barang lewat kargo pesawat menjadi solusi bagi mereka yang membutuhkan layanan pengiriman yang cepat. Saat ini pesawat tidak hanya menyediakan layanan pengangkutan penumpang saja, namun juga menyediakan kargo untuk barang.

Kemajuan layanan ekspedisi merupakan keuntungan tersendiri yang bisa dinikmati masyarakat luas. Bagaimana tidak, layanan kargo pesawat yang kini sudah semakin mudah untuk diakses masyarakat umum, memungkinkan siapa saja untuk mengirimkan barang dengan cara yang cepat dan praktis. 

Layanan Kargo Pesawat Permudah Pengiriman Barang 

Pengiriman barang dengan cepat sudah menjadi kebutuhan banyak orang, terutama mereka yang menjalankan bisnis. Bukan hanya barang saja, kebutuhan pengiriman dokumen-dokumen penting dengan cepat juga seringkali diperlukan oleh para pelaku bisnis itu sendiri. 

Pada dasarnya, di tanah air sudah tersedia banyak layanan ekspedisi yang memungkinkan pengiriman barang dengan mudah, baik itu melalui darat, udara maupun laut. Tarif yang ditawarkan juga beragam, tergantung jenis layanan yang akan digunakan. 

Namun jika akan mengirimkan barang dengan cepat, maka menggunakan layanan cargo pesawat tentu akan menjadi pilihan yang tepat. Saat ini, layanan pengiriman barang lewat kargo pesawat seperti ini sudah bisa ditemukan dengan mudah, bahkan untuk masyarakat yang tinggal di daerah. 

Rute pengiriman yang ditawarkan juga cukup luas, sehingga memungkinkan proses pengiriman barang ke berbagai tujuan akan berjalan dengan lancar. Hal ini akan sangat memudahkan, terutama untuk mereka yang membutuhkan layanan pengiriman barang cepat antar pulau. 

Pengiriman barang lewat kargo pesawat ini bisa dilakukan dengan cara mendatangi langsung agen-agen pengiriman terdekat. Salah satu maskapai penerbangan lokal sudah menyediakan layanan pengiriman melalui kargo pesawat, mereka juga menyediakan banyak agen dan bisa ditemukan dengan mudah.

Baca Juga: Jenis-jenis Kargo dan Proses Penanganan Kargo Barang

Ketentuan Pengiriman Barang Lewat Kargo Pesawat 

Jika beberapa tahun lalu menggunakan kargo pesawat untuk pengiriman barang pribadi merupakan hal yang masih asing, maka saat ini tentu sudah berbeda. Layanan pengiriman kargo pesawat ini sudah bisa diakses siapa saja, bahkan untuk kebutuhan pengiriman barang berukuran kecil sekalipun. 

Namun sebagaimana pengiriman barang pada umumnya, cara mengirim barang lewat kargo pesawat ini juga tentu akan dibarengi dengan sejumlah ketentuan. Penting untuk memahami semua ketentuan pengiriman barang lewat kargo pesawat dengan baik, sehingga proses pengiriman bisa berjalan lancar. 

Berikut ini adalah beberapa poin penting terkait pengiriman barang lewat kargo pesawat yang perlu dipahami: 

1. Syarat dan Ketentuan Pengiriman Kargo

Jika ingin melakukan pengiriman barang melalui kargo pesawat, maka sangat penting untuk memahami syarat yang ditentukan oleh pihak ekspedisi. Hal ini akan mempengaruhi sukses atau tidaknya pengiriman barang tersebut ke alamat yang dituju. 

Berikut ini adalah beberapa syarat dan ketentuan dalam pengiriman barang menggunakan kargo pesawat: 

  • Barang yang dikirimkan haruslah bersifat komoditi (bukan uang, dokumen atau surat-surat penting lainnya).
  • Barang yang dikirimkan juga bukan barang-barang terlarang dan tidak diizinkan peredarannya oleh pemerintah, misalnya: obat-obatan terlarang, binatang, dan yang lainnya. 
  • Pengirim harus menggunakan layanan asuransi pengiriman, agar risiko atas barang yang dikirimkan tersebut dilindungi oleh perusahaan asuransi. Hal ini penting, terutama untuk barang-barang yang memiliki nilai ekonomi tinggi. 

2. Ketentuan Terkait Berat Barang yang akan Dikirimkan

Poin yang satu ini merupakan salah satu hal penting dari cara mengirim barang lewat kargo pesawat yang wajib dipahami. Layanan pengiriman kargo pesawat biasanya akan menerapkan dua cara yang berbeda untuk menentukan tarif barang yang akan dikirimkan melalui layanan mereka, yakni: 

  • Berdasarkan berat/ bobot asli barang yang akan dikirimkan tersebut. 
  • Berdasarkan volume/ ukuran barang yang akan dikirimkan. Hal ini biasanya dilakukan pada barang-barang yang berbobot ringan, namun memiliki ukuran yang terbilang besar. Meski ringan, barang-barang seperti ini biasanya akan membutuhkan area penyimpanan yang besar, sehingga dikenakan tarif berdasarkan pertimbangan tersebut. 

Perusahaan ekspedisi akan mempertimbangkan kedua cara tersebut dan biasanya akan memilih cara perhitungan dengan biaya terbesar. 

Misalnya: Sebuah barang akan dikirimkan dari Medan ke Jakarta dengan tarif Rp 50.000,- / kg. Jika ditimbang, bobot barang tersebut hanya 1 kg saja. Namun jika dilihat dari ukurannya, maka volume barang tersebut adalah setara dengan 2 kg. Berdasarkan pertimbangan tarifnya, maka pihak ekspedisi akan mengenakan perhitungan volume pada barang tersebut, maka pelanggan harus membayarkan biaya pengiriman sebesar Rp 100.000,- (2 kg x Rp 50.000,-)

Berdasarkan kondisi di atas, maka sangat penting untuk mengemas barang yang akan dikirim dengan tepat. Hindari penggunaan kemasan/ kardus yang terlalu besar, sebab hal ini justru bisa membuat tarif pengiriman akan menjadi lebih mahal, karena dihitung berdasarkan volume barang tersebut. 

3. Ukuran Barang yang Dikirim

Masih berkaitan dengan poin di atas, pengiriman barang yang dilakukan melalui kargo pesawat juga harus memenuhi syarat yang ditentukan oleh pihak ekspedisi. Ukuran barang ini harus disesuaikan dengan kapasitas pintu pesawat, sebab semua barang akan dikirimkan melalui layanan penerbangan. 

Pada umumnya, pihak ekspedisi tanah air menentukan ukuran kargo maksimal adalah: panjang 150 Cm, lebar 110 Cm, dan tinggi 80 Cm.  Jika ukuran barang yang akan dikirimkan melebihi ketentuan tersebut, maka barang tersebut tentu tidak akan bisa dikirimkan melalui kargo pesawat. 

Pastikan untuk membuat ukuran barang lebih kecil dari ukuran maksimal yang ditentukan perusahaan kargo. Jika terlalu besar, maka membuat barang menjadi 2 kemasan tentu bisa menjadi pertimbangan, agar proses pengiriman barang bisa berjalan dengan lancar. 

4. Lengkapi Data Pengiriman Barang 

Hal penting lainnya yang tak bisa diabaikan adalah melengkapi data pengiriman barang itu sendiri. Selain nama serta alamat pengirim dan penerima, lengkapi juga data ini dengan nomor telepon kedua belah pihak. Hal ini akan memudahkan konfirmasi atau hal lainnya, jika sewaktu-waktu terjadi kendala dalam proses pengiriman barang. 

Selain itu terdapat juga beberapa dokumen lainnya yang perlu dipersiapkan:

  • Air Waybill (AWB) atau Surat Muatan Udara (SMU)
    AWB adalah dokumen kontrak pengangkutan antara pengirim (shipper) dengan maskapai atau agen kargo yang mengatur rincian pengiriman barang, termasuk data pengirim, penerima, jenis barang, berat, dan tujuan. Dokumen ini juga berfungsi sebagai tanda terima barang oleh pihak kargo dan menjadi dasar pengaturan logistik selama pengiriman.
  • Invoice dan Packing List
    Invoice mencantumkan rincian biaya pengiriman dan nilai barang, sementara packing list berisi detail jenis barang, jumlah, berat, dan dimensi. Kedua dokumen ini penting untuk verifikasi barang saat pemeriksaan oleh pihak bea cukai dan memudahkan proses klaim bila terjadi kerusakan atau kehilangan.
  • Certificate of Origin (COO)
    Dokumen ini menyatakan asal barang yang dikirim dan sangat penting dalam pengiriman internasional untuk memenuhi persyaratan bea cukai dan perjanjian perdagangan antar negara. COO membantu menentukan tarif bea masuk dan pajak yang berlaku di negara tujuan.
  • Customs Declaration (Surat Pemberitahuan Bea Cukai)
    Dokumen ini wajib disiapkan untuk memberitahukan bea cukai mengenai isi, nilai, dan tujuan barang yang dikirim. Customs declaration membantu proses pemeriksaan dan pengklasifikasian barang agar sesuai regulasi impor serta menghindari keterlambatan pengiriman karena masalah kepabeanan.
  • Import & Export License
    Untuk barang tertentu yang memerlukan izin khusus, dokumen izin impor/ekspor harus dilengkapi sebelum pengiriman. Izin ini memastikan pengiriman mematuhi hukum dan peraturan perdagangan internasional, terutama untuk barang yang terkait keamanan, lingkungan, atau produk yang dilindung

Pastikan juga untuk menerima dan menyimpan resi pengiriman barang dengan baik. Hal ini penting, untuk membantu proses pengecekan status pengiriman barang, apakah sudah sampai atau belum. Termasuk untuk mengajukan klaim, jika sewaktu-waktu barang terlambat atau bahkan hilang dalam pengiriman. 

Baca Juga: 5 Perbedaan Pengiriman Ekspedisi dan Kargo

Keuntungan Menggunakan Jasa Pengiriman Cargo

Cara mengirim barang lewat kargo pesawat memang terbilang mudah, sehingga wajar saja jika semakin banyak orang menggunakan layanan yang satu ini. Selain itu, pengiriman barang seperti ini juga memberi banyak keuntungan lainnya bagi para pengguna. 

Berikut ini adalah beberapa keuntungan dari pengiriman barang lewat kargo pesawat yang bisa dinikmati: 

Proses Pengiriman CepatPengiriman barang melalui kargo pesawat memang terbilang cepat, sehingga paket bisa sampai dengan segera di alamat tujuan. Kondisi seperti ini tentu tidak bisa didapatkan ketika menggunakan layanan pengiriman lainnya, seperti melalui darat atau bahkan kapal laut. 
Proses pengiriman yang cepat seperti ini sangat penting, terutama bagi mereka yang membutuhkan layanan pengiriman cepat ke berbagai tujuan pengiriman. Para pengguna layanan ini tidak perlu menunggu berhari-hari, untuk sekedar mengirimkan barang mereka ke luar kota atau bahkan luar pulau sekalipun.
Paket yang Dikirimkan lebih AmanMasih berkaitan dengan poin di atas, pengiriman barang-barang yang mudah rusak juga jadi lebih aman. Layanan kargo pesawat bahkan memungkinkan pengiriman makanan dari satu kota ke kota lain, tanpa perlu khawatir makanan akan busuk atau basi dalam pengiriman panjang yang lama.
Hal ini akan sangat berguna, terutama bagi mereka yang menjalankan bisnis kuliner ataupun bagi orang-orang yang sekedar ingin membeli makanan dari luar kota. Proses pengiriman yang cepat akan memungkinkan barang tetap aman, sebab tidak lama di perjalanan, sehingga risiko kerusakan atau hilang juga menjadi minim.
Memiliki Jangkauan yang LuasLayanan pengiriman kargo pesawat memiliki jangkauan yang luas, bahkan bisa menjangkau hampir seluruh wilayah di nusantara. Ini akan menjadi kemudahan tersendiri, terutama untuk orang-orang yang membutuhkan layanan pengiriman ke berbagai wilayah. Pengiriman berbagai barang akan jauh lebih mudah, bahkan meski akan dikirimkan ke tempat yang terbilang jauh sekalipun

Baca Juga: Wahana Express: Layanan Pengiriman, Tarif, dan Cara Cek Ongkir

Kirimkan Barang dengan Cepat Melalui Kargo Pesawat 

Pengiriman barang melalui kargo pesawat bisa menjadi pilihan yang tepat bagi orang-orang yang membutuhkan layanan pengiriman cepat. Pahami cara mengirim barang lewat kargo pesawat ini dengan benar dan penuhi semua syarat yang ditentukan, agar proses pengiriman barang bisa berjalan dengan lancar. 

Lindungi kerugian finansial akibat pengiriman barang mengalami kendala, barang pengiriman rusak sampai hilang dengan asuransi pengiriman dan logistik dari Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah ini.

Lindungi Diri dari Gugatan dengan Asuransi Profesi

Lindungi Diri dari Gugatan dengan Asuransi Profesi

Semakin banyak masyarakat yang sadar betapa pentingnya sebuah perlindungan. Tidak hanya kesehatan dan jiwa, tapi juga profesi. Asuransi tanggung gugat adalah produk asuransi yang tepat untuk melindungi profesi yang dijalankan, terutama profesi yang berpengaruh dan bergerak di bidang jasa. 

Deskripsi Manfaat yang Dijamin

Secara umum, asuransi menjamin risiko atas cedera pribadi dan kerugian harta benda. Tertanggung dapat memperluas manfaat asuransi dengan membayar premi yang lebih mahal. Perluasan manfaat yang didapatkan, antara lain.

1. Biaya Pembelaan

Asuransi memberikan biaya pembelaan atas gugatan yang diajukan oleh pihak ketiga.

2. Tanggung Gugat Kendaraan

Asuransi memberikan ganti rugi akibat kelalaian tertanggung saat mengemudi. Pengecualian tidak berlaku untuk kerusakan yang menyebabkan cedera pribadi, kerusakan harta benda akibat kepemilikan, kepunyaan, pengendalian, atau penggunaan atas nama tertanggung.

3. Harta Benda yang Dititipkan atau Disewakan

Asuransi memberikan ganti rugi terhadap kerusakan harta benda yang dititipkan atau disewakan. Pengecualian tidak berlaku pada beberapa kondisi berikut ini:

  • Lokasi yang disewakan, dikontrakkan, atau disewakan oleh tertanggung
  • Kendaraan selain yang dimiliki atau digunakan oleh tertanggung dalam perawatan, penitipan, atau pengendalian tertanggung
  • Pakaian dan barang pribadi direktur dan karyawan
  • Harta benda lain yang tidak dimiliki oleh tertanggung, tapi secara sementara berada dalam kepemilikan tertanggung

4. Polusi yang Tidak Disengaja

Kerusakan atau risiko yang timbul akibat polusi yang disengaja juga ditanggung oleh asuransi tanggung gugat. Pengecualian asuransi tidak berlaku untuk cedera pribadi atau kerusakan harta benda yang timbul dari peristiwa tiba-tiba, tidak diinginkan, dan tidak dapat diidentifikasi oleh tertanggung.

Risiko yang Tidak Dijamin

Risiko yang tidak dijamin dalam asuransi profesi adalah batasan penting yang perlu dipahami setiap pemegang polis. Berikut elaborasi dan penjelasan beberapa risiko utama yang umumnya tidak dijamin oleh asuransi profesi:

1. Tindakan Kriminal atau Penipuan yang Disengaja oleh Tertanggung

Asuransi profesi tidak akan menanggung klaim yang timbul akibat perbuatan melanggar hukum yang dilakukan secara sengaja atau dengan niat jahat oleh tertanggung. Ini termasuk penipuan, penggelapan, atau tindakan kriminal lain yang terbukti dilakukan dengan kesengajaan. Perlindungan asuransi profesi hanya berlaku untuk kelalaian profesional yang tidak disengaja, bukan untuk pelanggaran hukum pidana atau perbuatan curang.

2. Pelanggaran Kontrak Murni Tanpa Unsur Kelalaian Profesional

Risiko yang berkaitan dengan pelanggaran kontrak murni, di mana tidak ada unsur kelalaian atau kesalahan profesional, juga tidak dijamin. Jika klaim muncul semata-mata karena kegagalan memenuhi ketentuan kontrak tanpa adanya kesalahan atau kelalaian profesional, maka asuransi tidak akan memberikan ganti rugi. Polis asuransi profesi umumnya hanya menanggung klaim akibat kelalaian atau kesalahan dalam menjalankan profesi, bukan wanprestasi kontrak biasa.

3. Klaim atas Peristiwa yang Telah Diketahui Sebelum Polis Aktif

Asuransi profesi tidak menanggung klaim atas kejadian, insiden, atau potensi gugatan yang sudah diketahui atau sudah terjadi sebelum polis asuransi berlaku. Jika tertanggung sudah mengetahui adanya potensi tuntutan sebelum tanggal efektif polis, maka klaim tersebut akan ditolak. Hal ini untuk mencegah moral hazard, di mana seseorang membeli asuransi setelah mengetahui adanya risiko yang akan terjadi.

4. Kerugian Akibat Perang, Terorisme, atau Bencana Besar

Polis asuransi profesi secara umum mengecualikan klaim yang berkaitan dengan kerugian akibat perang, aksi terorisme, kerusuhan massal, atau bencana besar seperti gempa bumi dan banjir besar. Risiko-risiko ini dianggap sebagai risiko fundamental yang dampaknya luas dan tidak dapat dikontrol oleh individu, sehingga tidak masuk dalam cakupan perlindungan asuransi profesi.

Besar Premi yang Harus Dibayar

Tarif premi yang dibebankan kepada tertanggung berada di kisaran 0,15% sampai 0,6% sesuai dengan kebijakan penyedia asuransi. Selain itu, terdapat pula pertimbangan atas faktor-faktor berikut ini:

  • Jenis lingkup usaha
  • Total pendapatan tahunan
  • Batas pertanggungan
  • Lokasi pertanggungan dan kondisi di lingkungan sekitar

Biaya-biaya yang Dikenakan

Biaya yang dibayar oleh tertanggung dalam polis asuransi, antara lain:

  • Premi asuransi mencakup biaya komisi
  • Biaya polis sebesar Rp50.000
  • Biaya materai sebesar Rp10.000

Contoh perhitungan premi asuransi:

Nasabah PT SQZ merupakan perusahaan makanan ringan yang setuju membeli asuransi tanggung gugat. Informasi singkat perusahaan adalah sebagai berikut:

  • Total pendapatan tahunan Rp5.000.000.000
  • Batas pertanggungan sebesar Rp500.000.000 per kejadian
  • Wilayah yurisdiksi adalah Indonesia
  • Lokasi tertanggung berada di kawasan industri

Berdasarkan informasi di atas, maka tarif premi yang ditetapkan jika besar persentase gugat publik 0,15% dan tanggung gugat produk 0,45% adalah sebagai berikut:

  • Tanggung gugat publik: 0,15% x Rp500.000.000 = Rp750.000
  • Tanggung gugat produk: 0,45% x Rp500.000.000 = 2.250.000
  • Biaya polis dan materai: Rp60.000

Maka total biaya premi adalah Rp750.000 + Rp2.250.000 + 60.000 = 3.060.000

Baca Juga: Jenis Asuransi Perjalanan, Manfaat, dan Cara Klaim

Contoh Asuransi Tanggung Gugat

a paper beside a person typing on a laptop
Photo by Kindel Media on Pexels.com

Ada beberapa jenis liability insurance di Indonesia, di antaranya.

1. Asuransi Tanggung Gugat Umum

Ditujukan kepada pemilik bisnis untuk menanggung gugatan hukum kepada perusahaan. Asuransi ini dibagi menjadi tiga macam, yaitu:

Public liability

Pihak asuransi membayar kerugian kepada  masyarakat akibat polusi atau pencemaran yang diakibatkan oleh kegiatan produksi. Asuransi ini sering digunakan oleh perusahaan tekstil, perminyakan, dan pertambangan. 

Contoh kasus:

Nasabah PT SQZ merupakan perusahaan makanan ringan sudah seharusnya melakukan pemeliharaan terhadap mesin-mesin yang digunakan untuk memproduksi makanan. Akibat kelalaian pemeliharaan gedung, salah satu teknisi yang bekerja di perusahaan terpeleset saat ingin mengecek mesin produksi di pagi hari. Nilai tuntutan yang disetujui antara perusahaan dan pihak asuransi kepada pihak ketiga adalah sebesar Rp50.000.000. 

Dari kasus di atas, maka pihak asuransi akan membayar sebesar Rp50.000.000 kepada pihak ketiga, yaitu teknisi. Uang ini sebagai bentuk ganti rugi atas musibah yang menimpa teknisi yang bersangkutan.

Product liability

Pihak asuransi membayar kerugian atas penjualan produk yang berisiko. Misalnya, produk makanan yang dijual oleh perusahaan membuat konsumen sakit perut. Biaya ganti rugi atas kejadian ini dibayar oleh asuransi.

Contoh kasus:

Nasabah PT SQZ merupakan perusahaan makanan ringan menjual berbagai produknya kepada salah satu konsumen. Setelah produk sampai di rumah dan dikonsumsi, ternyata konsumen sakit perut tanpa henti. Setelah diperiksa ke dokter, konsumen dinyatakan mengidap masalah pencernaan karena makanan yang dikonsumsinya. 

Setelah diselidiki, penyebabnya adalah karena mengonsumsi makanan ringan dari PT SQZ yang merupakan produk reject dan seharusnya tidak dipasarkan. Jumlah tuntutan yang disepakati oleh tertanggung dan penyedia asuransi adalah sebesar Rp100.000.000 per kejadian. 

Dari contoh kasus asuransi tanggung gugat di atas, maka pihak asuransi akan membayar sebesar Rp100.000.000 kepada konsumen yang mengalami masalah pencernaan. Uang ini merupakan uang ganti rugi yang dapat digunakan konsumen untuk berobat ke dokter. Dengan uang ini, kasus dinyatakan selesai dan konsumen tidak dapat menuntut perusahaan dalam bentuk apa pun di kemudian hari. 

Employer’s liability

Pihak asuransi membayar kerugian material atau cedera fisik yang disebabkan oleh kegiatan operasional di perusahaan.

2. Asuransi Tanggung Gugat perorangan

Pihak asuransi menjamin perlindungan hukum bagi orang-orang yang rentan terkena masalah hukum. Jaminan ini meliputi ganti rugi cedera fisik, kehilangan maupun kerusakan harta benda. 

3. Asuransi Tanggung Gugat Profesi

Pihak asuransi menjamin gugatan yang diajukan atas profesi tertentu, seperti dokter. Profesi dokter sebenarnya memiliki asuransi tersendiri bernama asuransi tanggung gugat profesi dokter. Asuransi ini menjamin risiko kerugian akibat malpraktek atau kesalahan indikasi medis. 

Baca Juga: Mengenal Manfaat Asuransi Proyek dan Jenis-Jenisnya

Asuransi Tanggung Gugat Profesi Dokter

Asuransi profesi dokter memberikan perlindungan bagi profesi yang berhubungan dengan tubuh manusia, seperti dokter umum, dokter spesialis, dokter gigi, dan dokter gigi spesialis. Ketidakpastian profesi yang dialami oleh tertanggung dalam melaksanakan tugas diubah menjadi sebuah kepastian dengan membayar premi kepada penanggung yang menyediakan perlindungan. 

Berbicara mengenai profesi dokter, terdapat tiga pihak yang terlibat dalam asuransi ini, di antaranya:

  • Pihak pertama atau pihak tertanggung, yaitu dokter
  • Pihak kedua atau pihak penanggung, yaitu perusahaan asuransi
  • Pihak ketiga atau pihak yang dirugikan pihak pertama, yaitu pasien

Ruang lingkup asuransi profesi dokter, antara lain:

  • Kerugian yang disebabkan karena cedera fisik, mental, dan kematian yang dialami oleh pihak ketiga sebagai akibat malpraktek dokter atau karyawannya
  • Penggantian biaya hukum atau pengadilan saat seorang dokter terbukti melakukan kesalahan dan harus bertanggung jawab kepada pihak ketiga
  • Menjamin kelalaian dokter saat melaksanakan tugas di luar ruang lingkup ruang praktek sehari-hari karena kondisi darurat atau mendesak

Asuransi tanggung gugat dokter memiliki ciri khusus yang membedakannya dari asuransi lain, di antaranya:

  • Tidak ada barang berwujud yang dipertanggungkan. Ganti rugi yang dibayar penanggung adalah kerugian yang dialami oleh pasien.
  • Objek dalam asuransi profesi dokter adalah tanggung gugat tertanggung kepada pihak ketiga. Pasal 1 ayat 25 UU No. 40 Tahun 2014 Tentang Usaha Perasuransian menentukan bahwa tanggung jawab hukum adalah salah satu objek yang dapat diasuransikan.
  • Peristiwa yang tidak pasti dalam asuransi tanggung gugat adalah perbuatan melanggar hukum yang dilakukan oleh tertanggung. Cakupan pelanggaran di sini berupa kelalaian atau sikap kurang hati-hati saat melaksanakan pekerjaan.
  • Jenis risiko yang dialihkan adalah risiko tanggung gugat. Perbedaan jelas yang terdapat di dalam asuransi profesi dokter adalah adanya penekanan pada kompetensi intelektual dan keahlian dalam ilmu pengetahuan kedokteran.
  • Rentang waktu antara peristiwa dengan pengajuan gugatan relatif lebih panjang, jumlah uang pertanggungan lebih tinggi, terdapat kesulitan untuk mengidentifikasi dan mengelompokkan antara penyedia layanan kesehatan yang berisiko tinggi dan rendah. 

Baca Juga: Apa Saja yang Perlu Diperhatikan Saat Beli Asuransi Konstruksi?

Jenis Profesi yang Bisa Diasuransikan

Selain dokter, cakupan asuransi profesi kini semakin luas dan dapat diberikan kepada berbagai profesi, seperti:

  • Pengacara/advokat
  • Akuntan publik dan auditor
  • Arsitek dan insinyur
  • Konsultan keuangan dan pajak
  • Notaris dan PPAT
  • Agen properti
  • IT consultant dan digital marketing specialist
  • Jurnalis dan pekerja media

Di beberapa negara, asuransi profesi bahkan menjadi syarat wajib untuk mendapatkan izin praktik di bidang-bidang tertentu.

Cara Kerja Asuransi Tanggung Gugat Profesi Dokter

Saat tertanggung (tergugat) dituntut oleh pasien karena merasa dirugikan dalam rangkaian proses medis, maka tertanggung akan mengalihkan risiko gugatan ini kepada penanggung (perusahaan asuransi). Penanggung otomatis menggantikan kedudukan tertanggung untuk membayar ganti rugi kepada korban sesuai uang pertanggungan yang telah disepakati. 

Pilih Produk dengan Dokumen Polis yang Jelas dan Lengkap

Asuransi tanggung gugat merupakan produk asuransi yang sangat bermanfaat bagi orang-orang yang rentan digugat secara hukum. Sebelum membeli produk asuransi, sebaiknya pahami dulu isi polis asuransi dengan cermat. Jangan ragu untuk menanyakan hal-hal yang belum dimengerti sebelum menandatangani perjanjian polis asuransi guna mencegah timbulnya kerugian di kemudian hari. 

Dapatkan informasi selengkapnya mengenai asuransi profesi di Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah ini!

Manfaat Asuransi Perjalanan Bisnis dan Cara Membelinya

Manfaat Asuransi Perjalanan Bisnis dan Cara Membelinya

Asuransi perjalanan, baik di dalam maupun luar negeri menjadi kebutuhan saat ini. Bagaimana tidak, asuransi perjalanan berguna sebagai antisipasi atas kerugian yang muncul selama melakukan perjalanan. Secara spesifik, asuransi perjalanan akan melindungi tertanggung atau orang yang melakukan perjalanan.

Asuransi perjalanan menjadi produk yang harus dibeli oleh para traveller, khususnya bagi yang sering melakukan perjalanan bisnis. Manfaat yang didapatkan cukup beragam. Nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing traveller.

Sekilas Tentang Asuransi Perjalanan Bisnis

Berbagai risiko yang sering terjadi dalam perjalanan bisnis, seperti keterlambatan atau penundaan penerbangan, kehilangan bagasi, dokumen, dan jatuh sakit dialami oleh traveller. Asuransi perjalanan bisnis hadir untuk melindungi traveller dari risiko atau kerugian yang terjadi selama di perjalanan. Biaya yang muncul akibat risiko yang terjadi nantinya menjadi tanggung jawab penyedia asuransi selama risiko tersebut tercantum dalam ketentuan polis asuransi.

Sebelum membeli produk, pemegang polis atau nasabah asuransi akan mendapatkan informasi tentang manfaat asuransi perjalanan bisnis itu sendiri. Informasi ini sebaiknya dibaca sebaik mungkin untuk memastikan bahwa produk yang dipilih nantinya sesuai dengan kebutuhan. Alhasil, traveller bisa terlindungi secara maksimal mulai dari penerbangan hingga kepulangan ke negara asal.

Manfaat Asuransi Perjalanan Bisnis

Setiap traveller yang membeli asuransi perjalanan berhak mendapatkan sejumlah manfaat yang ditawarkan oleh penyedia asuransi. Manfaat asuransi perjalanan bisnis sendiri, antara lain.

1. Pertanggungan Biaya Medis

Setiap orang menginginkan perjalanan yang menyenangkan, terbebas dari sakit penyakit. Sayangnya, hal ini tidak dapat dihindari begitu saja. Perbedaan cuaca, musim, dan kondisi lingkungan dapat mengakibatkan daya tahan tubuh seseorang terganggu.

Asuransi perjalanan bisnis adalah produk yang tepat untuk mengatasi masalah ini. Biaya perawatan yang muncul akibat terserang penyakit selama di perjalanan akan ditanggung oleh penyedia asuransi. Traveller hanya perlu datang ke rumah sakit rekanan asuransi dan menyerahkan dokumen yang dibutuhkan, sehingga dapat segera ditangani oleh pihak rumah sakit.

2. Ganti Rugi Atas Keterlambatan atau Penundaan

Keterlambatan atau penundaan penerbangan dapat terjadi kapan saja dan menimpa siapa saja. Hal ini biasanya disebabkan karena kondisi cuaca yang buruk atau padatnya arus lalu lintas penerbangan, sehingga penerbangan tidak dapat dilakukan sesuai jadwal yang ditentukan. Kondisi seperti ini tentunya merugikan traveller, terutama bagi yang melakukan perjalanan bisnis.

Namun, kerugian yang dialami oleh traveller ditanggung oleh penyedia asuransi. Mulai dari kompensasi keterlambatan penerbangan, biaya menginap di hotel, dan konsumsi selama masa tunggu. Manfaat ini secara otomatis akan mengurangi rasa khawatir para traveller selama melakukan perjalanan bisnis.

3. Ganti Rugi Akibat Bencana Alam atau Terorisme

Bencana alam, seperti banjir, angin topan, dan longsor merupakan bencana yang sering dialami oleh traveller yang bepergian ke luar negeri. Bahkan ada juga negara yang sedang terlibat aksi terorisme. Kondisi seperti ini tentunya menimbulkan rasa khawatir, bahkan menimbulkan kerugian dari segi waktu, energi, fisik, dan mental.

Kerugian yang muncul karena dua aksi di atas ditanggung oleh penyedia asuransi, tapi tidak sepenuhnya. Ada saja peristiwa yang mungkin dikecualikan oleh asuransi. Maka dari itu, traveller perlu membaca ulang isi polis asuransi dengan teliti untuk menghindari adanya kesalahpahaman yang dapat merugikan secara sepihak.

4. Ganti Rugi Atas Kehilangan atau Kerusakan Bagasi

Berbagai masalah kerap kali terjadi saat melakukan perjalanan bisnis. Salah satu di antaranya adalah bagasi hilang atau rusak. Hal ini cukup merepotkan traveller, bahkan dapat mengganggu itinerary atau rencana perjalanan yang sudah disusun jauh-jauh hari sebelumnya.

Namun, traveller yang sudah mempunyai asuransi perjalanan tidak perlu khawatir. Traveller dapat mengajukan klaim atas kerusakan atau kehilangan bagasi kepada penyedia asuransi. Klaim akan otomatis diproses jika dokumennya sudah lengkap dan traveller akan mendapatkan ganti rugi atas kerugian yang terjadi.

5. Santunan Kematian

Kematian merupakan salah satu hal yang paling menyeramkan dan dihindari selama melakukan perjalanan. Tapi karena tidak ada yang tahu apa yang terjadi kelak, sebaiknya bekali diri dengan asuransi perjalanan bisnis. Jika seandainya hal ini terjadi, maka traveller berhak mendapatkan uang santunan sesuai nominal pertanggungjawaban yang ditentukan oleh penyedia asuransi.

Tidak hanya itu saja karena biaya pemulangan jenazah ke negara asal juga ditanggung oleh penyedia asuransi. Manfaat ini langsung diberikan kepada keluarga yang ditinggalkan.

6. Tanggung Jawab Hukum dan Perlindungan Profesi

Beberapa polis asuransi perjalanan bisnis menyediakan manfaat tanggung jawab hukum (personal liability), yaitu perlindungan jika tertanggung menghadapi tuntutan hukum atau harus memberikan ganti rugi kepada pihak ketiga akibat kelalaian selama perjalanan. Ini penting untuk mengantisipasi risiko hukum yang bisa timbul dalam urusan bisnis di luar negeri, seperti kerusakan properti pihak lain atau kecelakaan yang melibatkan orang lain.

7. Penggantian Biaya Pengganti Karyawan (Replacement)

Jika karyawan yang sedang melakukan perjalanan bisnis mengalami kecelakaan atau sakit parah sehingga tidak dapat melanjutkan tugas, beberapa polis asuransi akan menanggung biaya pengiriman karyawan pengganti ke lokasi yang sama. Manfaat ini membantu perusahaan memastikan kelancaran operasional dan penyelesaian tugas bisnis tanpa hambatan.

Baca Juga: Pentingnya Asuransi Perjalanan Dinas dan Urgensinya

Cara Membeli Asuransi Perjalanan Bisnis

Produk asuransi perjalanan bisnis dapat dibeli di agen asuransi, website resmi asuransi, atau pihak ketiga yang telah bekerja sama dengan perusahaan asuransi. Terlepas dari produk mana yang dipilih untuk kebutuhan perjalanan, cara membeli asuransi pada umumnya sama. Traveller perlu mengisi formulir asuransi yang disediakan oleh perusahaan penyedia asuransi.

Sebagai contoh, jika traveller ingin melakukan perjalanan ke luar negeri, terdapat beberapa informasi yang perlu diisi. Informasi tersebut, antara lain:

  • Memilih mata uang saat melakukan pembayaran, apakah Rupiah atau Dollar Amerika
  • Memilih tipe perjalanan, apakah perjalanan tunggal atau tahunan
  • Destinasi perjalanan yang dituju
  • Jenis paket perjalanan, yaitu ada paket asia, gold, dan platinum dengan manfaat yang berbeda-beda
  • Tipe perjalanan yang dilakukan, apakah perorangan atau keluarga
  • Waktu melakukan perjalanan
  • Data pemegang polis asuransi, seperti nama, email, nomor handphone, tanggal lahir, jenis kelamin, kewarganegaraan, nomor identitas, paspor atau visa, dan alamat
  • Banyaknya data pemegang polis asuransi yang diisi disesuaikan dengan jumlah orang yang akan menerima manfaat asuransi perjalanan bisnis

Cara Klaim Asuransi Perjalanan Bisnis

Jika traveller mengalami salah satu kejadian yang merugikan, seperti keterlambatan penerbangan, maka traveller dapat mengajukan klaim kepada penyedia asuransi. Tata cara melakukan klaim asuransi perjalanan bisnis, di antaranya.

1. Memastikan Klaim Asuransi Telah Memenuhi Syarat

Klaim dapat dilakukan jika traveller memenuhi syarat untuk mengajukan klaim. Secara umum, syarat yang harus dipenuhi, antara lain:

  • Memastikan bahwa kerugian tercantum dalam polis asuransi perjalanan bisnis
  • Polis asuransi masih aktif 
  • Kerugian terjadi selama polis asuransi aktif
  • Melengkapi dokumen utama dan tambahan saat mengajukan klaim

2. Menghubungi Pihak Penyedia Asuransi Perjalanan

Jika traveller mengalami salah satu kerugian selama perjalanan, maka traveller wajib menghubungi penyedia asuransi. Tujuannya agar penyedia asuransi mengetahui kerugian yang dialami dan segera memberikan formulir pengajuan klaim untuk diisi. Formulir ini sebagai bukti tertulis yang dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk menghitung besaran klaim yang diberikan.

Namun, perlu diingat bahwa klaim hanya dapat dilakukan dalam kurun waktu 30 hari setelah traveller mengalami kerugian dalam perjalanan. Jika melebihi waktu yang ditentukan, maka klaim bisa ditolak oleh penyedia asuransi. Kecuali jika traveller memiliki alasan tertentu yang dapat diterima oleh asuransi.

3. Menyiapkan Dokumen Utama dan Tambahan

Selanjutnya adalah menyiapkan dokumen klaim yang dibutuhkan, baik dokumen utama maupun tambahan. Dokumen ini disesuaikan dengan jenis polis asuransi yang dibeli dan klaim yang ingin diajukan. 

Dokumen utama yang harus disiapkan saat mengajukan klaim asuransi, di antaranya:

  • Salinan polis asuransi perjalanan bisnis
  • Formulir pengajuan klaim yang sudah diisi secara lengkap
  • Melampirkan identitas diri, seperti KTP dan kartu keluarga
  • Salinan bukti pembelian tiket dan e-tiket

Sementara dokumen tambahan yang harus disiapkan disesuaikan dengan manfaat polis yang akan diklaim, di antaranya:

Manfaat Santunan Kematian Akibat Kecelakaan

  • Menuliskan kronologi kejadian
  • Keterangan bukti visum oleh dokter 
  • Laporan polisi
  • Surat keterangan kematian dari rumah sakit atau pemerintah

Manfaat Keterlambatan Penerbangan

  • Menuliskan kronologi kejadian
  • Surat keterangan dari pihak maskapai penerbangan

Manfaat Kehilangan Bagasi

  • Menuliskan kronologi kejadian
  • Surat keterangan dari pihak maskapai penerbangan
  • Property Irregularity Report (PIR) dari pihak maskapai penerbangan

Manfaat Pembatalan Pemesanan Hotel

  • Menuliskan kronologi kejadian
  • Jadwal perjalanan dan konfirmasi pemesanan hotel oleh agen travel
  • Rincian biaya akomodasi selama melakukan perjalanan bisnis

4. Proses Pengajuan Klaim

Setelah melakukan tiga langkah di atas, maka traveller dapat mengajukan klaim kepada penyedia asuransi. Klaim dapat diajukan secara online, jadi traveller tidak perlu datang ke kantor pusat atau cabang dari penyedia asuransi.  Pengajuan klaim biasanya akan diproses dalam kurun waktu 7 hari kerja. 

Jika klaim disetujui, maka traveller akan menerima pemberitahuan lewat email yang dicantumkan saat mengajukan klaim. Email ini lengkap dengan nominal ganti rugi yang diterima. Selanjutnya, traveller tinggal menunggu ganti rugi dikirimkan ke nomor rekening yang disepakati dalam perjanjian polis asuransi. 

Baca Juga: Cara Membuat Laporan Perjalanan Dinas yang Mudah

Minimalisir Risiko dengan Asuransi Perjalanan Bisnis

Setiap perjalanan, khususnya jarak jauh memiliki sejumlah risiko. Namun, risiko ini dapat diminimalisir dengan membeli produk asuransi perjalanan. Produk ini memiliki sejumlah manfaat yang pastinya akan memaksimalkan perlindungan selama di perjalanan, sehingga traveller dapat melakukan perjalanan dengan tenang tanpa diselimuti rasa khawatir. 

Asuransi perjalanan bisnis sangat penting untuk melindungi dari risiko di perjalanan. Ajukan dengan mudah di Cermati Protect untuk perlindungan terbaik dengan mengisi formulir dibawah ini!

Jenis, Istilah, Prinsip, dan Syarat Asuransi Perjalanan Bisnis

Jenis, Istilah, Prinsip, dan Syarat Asuransi Perjalanan Bisnis

Seseorang bisa melakukan perjalanan dalam kurun waktu yang cukup lama. Perjalanan tipe ini biasanya disebut perjalanan bisnis yang ditujukan untuk kebutuhan bisnis dan pekerjaan. Berbeda dengan perjalanan untuk kebutuhan liburan atau komuter yang biasanya hanya berlangsung dalam kurun waktu 3-4 hari saja.

Perjalanan ini dilakukan oleh seseorang yang ditunjuk langsung oleh pimpinan di perusahaan. Feedback dari perjalanan ini biasanya untuk keberlangsungan bisnis, seperti menjalin kerja sama, rapat tender, dan ekspansi bisnis dengan perusahaan lain.

Mau tahu lebih banyak tentang perjalanan bisnis? Simak informasi selengkapnya sebagai berikut.

Apa Itu Perjalanan Bisnis?

Perjalanan bisnis adalah perjalanan yang dilakukan oleh karyawan yang ditunjuk untuk melakukan tugas yang berkaitan dengan tugas kedinasan. Perjalanan ini dilakukan atas perintah atasan yang ada di perusahaan. Setelah pimpinan memberitahu tentang penugasan ini, maka sekretaris akan mengurus persiapan keberangkatan karyawan yang ditunjuk.

Beberapa hal yang dipersiapkan oleh sekretaris, di antaranya:

  • Tujuan perjalanan
  • Tanggal keberangkatan dan kepulangan
  • Tanggal, waktu, dan tempat yang akan didatangi oleh karyawan di tempat dinas dilakukan
  • Menyiapkan transportasi selama melakukan perjalanan bisnis
  • Menyiapkan dokumen perjalanan bisnis
  • Memilih hotel tempat tinggal karyawan

Pada dasarnya, perjalanan bisnis tidak hanya dilakukan oleh karyawan di perusahaan swasta. Perusahaan milik pemerintah juga melakukan perjalanan ini dengan sebutan perjalanan dinas. Dasar hukum perjalanan dinas luar negeri di dalam pemerintahan dimuat dalam:

  • Peraturan Menteri Keuangan No. 164/PMK.05/2015 tentang Tata Cara Pelaksanaan Dinas Luar Negeri
  • Peraturan Menteri Keuangan No. 227/PMK.05/2016 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan No. 164/PMK.05/2015 tentang Tata Cara Pelaksanaan Dinas Luar Negeri
  • Peraturan Menteri Keuangan No. 181/PMK.05/2019 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Keuangan No. 64/PMK.05/2015 tentang Tata Cara Pelaksanaan Dinas Luar Negeri

Baca Juga: Kategori Asuransi Perjalanan Dalam Negeri dan Cara Klaimnya

Prinsip Perjalanan Luar Negeri

Dalam melaksanakan perjalanan dinas luar negeri, terdapat empat prinsip yang harus diperhatikan, di antaranya:

Prinsip SelektifAdalah prinsip yang ditujukan bagi yang berkepentingan dan menjadi prioritas. Prinsip ini berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintah yang diatur dalam Inpres No. 11/2005, Permensekneg No. 11/2008, dan PMK No. 164/PMK.05/2015 pasal 3.
Prinsip Ketersediaan AnggaranAdalah prinsip tentang pengadaan anggaran untuk perjalanan dinas yang dikaitkan dengan kesesuaian dengan kinerja kementerian.
Efisiensi dan EfektivitasDi mana penggunaan anggaran negara harus berjalan secara efisien dan efektif sesuai dengan Permensekneg No. 11/2008 dan PMK No. 164/PMK.05/205 pasal 3.
Transparansi dan AkuntabilitasAdalah pelaksanaan dinas harus berjalan transparan, khususnya dalam pemberian pemerintah dan pembebanan biaya selama melakukan perjalanan dinas.

Istilah Dalam Perjalanan Bisnis

Terdapat empat istilah yang biasa ditemukan dalam perjalanan bisnis, di antaranya:

Surat Perjalanan Dinas (SPD)Adalah surat yang diterbitkan oleh PPK dalam rangka melakukan perjalanan dinas tingkat Pegawai Negeri Sipil (PNS), PPPK, anggota TNI, Polri, dan pejabat negara.
Surat Persetujuan Perjalanan DinasAdalah surat izin yang diterbitkan langsung oleh presiden atau pimpinan tertinggi di perusahaan untuk meninggalkan wilayah tertentu dalam kurun waktu tertentu.
Surat TugasAdalah surat penugasan yang diterbitkan oleh pimpinan perusahaan atau menteri atau pejabat dan diberikan kepada karyawan yang ditunjuk sebagai dasar saat melakukan perjalanan.
Exit PermitDisebut juga sebagai surat izin berangkat ke luar negeri, adalah surat yang diberikan kepada WNI yang akan melakukan perjalanan ke negara yang ditunjuk. Surat ini diterbitkan langsung oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) atau pejabat yang sudah ditunjuk.

Jenis-Jenis Perjalanan Bisnis

Sebagian besar orang hanya mengetahui perjalanan dinas secara umum saja. Padahal perjalanan dinas dibagi menjadi dua jenis, di antaranya.

Perjalanan Dinas JabatanPerjalanan dinas jabatan adalah kegiatan resmi yang dilakukan oleh pegawai atau pejabat dalam rangka melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya atas nama instansi atau lembaga yang bersangkutan. Ini bisa melibatkan perjalanan antar kota, antar negara, atau bahkan ke luar negeri, tergantung pada kebutuhan tugas dan kegiatan yang harus dilaksanakan.

Dalam konteks ini, perlindungan dengan asuransi perjalanan bisnis sangatlah penting untuk menjamin keamanan dan kesejahteraan pegawai serta kelancaran pelaksanaan tugas dinas tersebut.
Perjalanan Dinas Luar NegeriPerjalanan dinas luar negeri adalah kunjungan resmi yang dilakukan oleh pejabat, diplomat, atau delegasi suatu negara ke negara lain dalam rangka menjalankan tugas resmi, memperkuat hubungan bilateral, melakukan negosiasi, atau menghadiri acara internasional.

Perjalanan ini dapat melibatkan berbagai bidang seperti diplomasi, perdagangan, budaya, dan lainnya. Tujuan utamanya adalah untuk mewakili negara dan mempromosikan kepentingan nasional di tingkat internasional.

Dasar Hukum dan Prinsip Asuransi Perjalanan Bisnis Luar Negeri

Dasar hukum dan prinsip asuransi perjalanan bisnis luar negeri berkaitan dengan perlindungan yang diberikan kepada individu atau perusahaan yang melakukan perjalanan dinas ke luar negeri. Beberapa dasar hukum dan prinsip yang relevan termasuk:

  1. Hukum Kontrak: Asuransi perjalanan bisnis luar negeri didasarkan pada kontrak antara pemegang polis (biasanya perusahaan) dan perusahaan asuransi. Kontrak ini menetapkan hak dan kewajiban masing-masing pihak.
  2. Prinsip Asuransi: Prinsip-prinsip umum asuransi, termasuk prinsip keadilan, insurable interest (kepentingan yang dapat diasuransikan), utmost good faith (prinsip kejujuran tertinggi), indemnity (prinsip penggantian kerugian), dan proximate cause (penyebab yang dominan), berlaku dalam asuransi perjalanan bisnis.
  3. Regulasi Pemerintah: Beberapa negara mungkin memiliki regulasi khusus terkait asuransi perjalanan bisnis luar negeri, termasuk persyaratan minimum cakupan asuransi untuk pekerjaan di luar negeri.
  4. Kebijakan Perusahaan: Banyak perusahaan memiliki kebijakan internal terkait perjalanan dinas luar negeri, termasuk persyaratan untuk memiliki asuransi perjalanan yang memadai sebelum melakukan perjalanan.
  5. Perlindungan Kesehatan dan Keamanan: Asuransi perjalanan bisnis luar negeri mencakup perlindungan terhadap risiko kesehatan, kecelakaan, evakuasi medis, kehilangan atau kerusakan bagasi, dan pembatalan perjalanan yang tidak terduga.

Manfaat Melakukan Perjalanan Bisnis Luar Negeri

Pada dasarnya, perjalanan bisnis dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu yang berguna untuk perkembangan perusahaan dan karyawan yang melakukan perjalanan. Secara umum, manfaat melakukan perjalanan bisnis luar negeri, antara lain:

  • Untuk melaksanakan tugas dan fungsi dari jabatan yang disandang
  • Untuk mempelajari hal-hal baru
  • Mendapatkan pengobatan di luar negeri sesuai dengan pimpinan di suatu lembaga
  • Menjemput atau mengantar jenazah yang meninggal di luar negeri karena menjalankan tugas
  • Mengikuti kegiatan magang di luar negeri
  • Melaksanakan datasering
  • Menghadiri sidang atau konferensi internasional, lokakarya, seminar, studi banding, dan kegiatan yang sejenis
  • Mengikuti atau menghadiri promosi internasional
  • Mengikuti training atau pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan skill karyawan dalam bidang tertentu
  • Mengikuti kursus singkat atau penelitian di luar negeri

Dengan memahami dasar hukum dan prinsip-prinsip asuransi perjalanan bisnis luar negeri, perusahaan dan individu dapat memilih kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan mereka dan memastikan perlindungan yang memadai selama perjalanan dinas ke luar negeri.

Pentingnya Asuransi Perjalanan Bisnis

Mengingat setiap perjalanan selalu memiliki risiko, seperti kehilangan bagasi, penerbangan terlambat, tertimpa bencana alam, dan yang paling buruk adalah meninggal dunia. Asuransi perjalanan bisnis diberikan untuk melindungi karyawan selama melakukan perjalanan. Beberapa manfaat yang diberikan, seperti biaya perawatan jika jatuh sakit, penggantian kerugian akibat kehilangan, dan santunan kematian.

Berdasarkan jangka waktunya, asuransi perjalanan bisnis dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Asuransi single trip, adalah jenis asuransi yang berlaku untuk satu kali perjalanan pulang-pergi. Asuransi ini cocok untuk karyawan yang hanya sesekali melakukan perjalanan.
  • Asuransi annual trip, adalah jenis asuransi yang berlaku dalam setahun dan dapat digunakan untuk melakukan perjalanan selama berulang kali. Asuransi ini cocok untuk karyawan yang memiliki frekuensi perjalanan bisnis yang tinggi.

Perbandingan Syarat Asuransi Perjalanan Bisnis Domestik vs Internasional

Berikut perbandingan singkat mengenai perbedaan syarat dan dokumen antara asuransi perjalanan bisnis domestik dan internasional, yang dapat membantu Anda memilih produk serta menyiapkan dokumen sesuai tujuan perjalanan:

Aspek/PersyaratanAsuransi Perjalanan Bisnis DomestikAsuransi Perjalanan Bisnis Internasional
Identitas DiriFotokopi KTP/KIMS/KITASFotokopi paspor (halaman data diri dan cap imigrasi), visa (jika diperlukan)
Surat TugasSurat tugas atau SPPD dari perusahaan (umumnya diperlukan)Surat tugas atau SPPD dari perusahaan (umumnya diperlukan)
Tiket PerjalananFotokopi tiket pesawat/kereta/bus, boarding passFotokopi tiket pesawat internasional, boarding pass
Polis AsuransiPolis asuransi asli atau salinanPolis asuransi asli atau salinan
Formulir KlaimFormulir klaim asuransi (asli)Formulir klaim asuransi (asli)
Dokumen MedisSurat keterangan dokter/rumah sakit (untuk klaim medis), kwitansi biaya pengobatanSurat keterangan dokter/rumah sakit luar negeri, resume medis, kwitansi biaya pengobatan, hasil tes PCR (jika terkait Covid-19)
Laporan KepolisianLaporan kepolisian (untuk klaim kehilangan/kerusakan barang di dalam negeri)Laporan kepolisian setempat (bahasa asing/terjemahan), laporan maskapai, PIR (Property Irregularity Report) untuk kehilangan bagasi
Dokumen Pendukung LainSurat keterangan maskapai untuk keterlambatan/kebatalan, kwitansi pembelian barang penggantiSurat keterangan maskapai internasional, bukti refund, dokumen perjalanan tambahan (misal: dokumen karantina, invoice biaya karantina)
Persyaratan KhususTidak memerlukan paspor/visa, dokumen dalam bahasa IndonesiaMemerlukan paspor dan visa, dokumen sering harus diterjemahkan ke bahasa Inggris atau bahasa negara tujuan
Batas Waktu KlaimUmumnya 30 hari setelah kejadianUmumnya 30 hari setelah kejadian atau kembali ke Indonesia
Dokumen KematianSurat keterangan kematian dari rumah sakit/instansi terkaitSurat keterangan kematian dari rumah sakit luar negeri, terjemahan resmi jika diperlukan

Syarat Melakukan Perjalanan Bisnis

Sebelum melakukan perjalanan, karyawan wajib melengkapi beberapa syarat dalam perjalanan bisnis. Syarat-syarat tersebut, antara lain.

1. Mengurus Paspor

Salah satu dokumen penting yang wajib diurus sebelum melakukan perjalanan ke luar negeri adalah paspor. Paspor adalah kartu identitas pribadi yang berlaku secara internasional dan akan diperiksa sebelum memasuki negara lain. Ada tiga jenis paspor yang dapat dikeluarkan oleh pihak imigrasi di Indonesia, di antaranya:

  • Paspor biasa adalah paspor yang sering digunakan untuk melakukan perjalanan ke luar negeri
  • Paspor diplomatik adalah paspor yang digunakan untuk perjalanan diplomatik ke negara tertentu. Paspor ini dikeluarkan oleh pemerintah
  • Paspor dinas adalah paspor yang dibuat khusus untuk para pebisnis atau karyawan yang ingin melakukan tugas ke luar negeri

2. Mengurus Visa

Selain paspor, syarat melakukan perjalanan bisnis lainnya adalah visa. Sama seperti paspor, visa merupakan kartu identitas yang berlaku secara internasional. Visa digunakan di negara yang mewajibkan visa bagi setiap pengunjung yang datang ke suatu negara, misalnya Uni Eropa dan Amerika Serikat.

Visa dapat diurus di kantor kedutaan suatu negara yang ada di Indonesia. Karyawan tidak perlu mengruus visa jika peraturan negara yang dituju tidak mewajibkan kepemilikan visa atau bebas visa.

3. Menyiapkan Dokumen Pribadi

Identitas pribadi, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan akta kelahiran perlu dipersiapkan sebelum melakukan perjalanan bisnis. Kedua dokumen ini dapat digunakan sebagai surat izin resmi untuk memberangkatkan karyawan ke negara orang lain. Selain itu, juga berguna sebagai kartu identitas yang dapat digunakan saat karyawan tertimpa kejadian buruk saat di luar negeri.

4. Surat Izin Mengemudi Internasional

Bagi yang melakukan perjalanan dinas selama seminggu lebih, disarankan untuk memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) berstandar internasional. Surat ini dapat diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa sesuai kebutuhan karyawan. Bahasa yang digunakan disesuaikan dengan bahasa di negara tujuan guna menghindari adanya rejection dari suatu negara.

5. Surat Tugas atau Surat Perjalanan Dinas dari Perusahaan/Instansi

Surat tugas atau Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) adalah dokumen resmi yang diterbitkan oleh perusahaan atau instansi tempat Anda bekerja. Dokumen ini menyatakan bahwa Anda ditugaskan untuk melakukan perjalanan dinas ke lokasi tertentu dalam kurun waktu tertentu.

Surat tugas menjadi bukti utama bahwa perjalanan yang dilakukan bersifat resmi dan terkait pekerjaan. Dokumen ini biasanya diperlukan baik untuk perjalanan domestik maupun internasional dan menjadi salah satu syarat utama saat mengajukan klaim asuransi perjalanan bisnis.

6. Bukti Reservasi Tiket dan Akomodasi

Bukti reservasi tiket (pesawat, kereta, atau bus) dan akomodasi (hotel, apartemen, atau penginapan lain) menunjukkan bahwa perjalanan benar-benar direncanakan dan telah dipersiapkan. Bukti ini bisa berupa e-ticket, boarding pass, konfirmasi pemesanan hotel, atau invoice pembayaran akomodasi.

Untuk perjalanan internasional, dokumen ini sering juga menjadi syarat pengajuan visa dan diperlukan saat klaim asuransi atas risiko pembatalan atau penundaan perjalanan, serta kehilangan bagasi atau dokumen penting.

Contoh dokumen:

  • E-ticket pesawat/kereta/bus
  • Boarding pass
  • Konfirmasi pemesanan hotel atau Airbnb
  • Invoice pembayaran akomodasi

7. Rencana Perjalanan (Itinerary) yang Jelas

Rencana perjalanan atau itinerary adalah dokumen yang merinci jadwal kegiatan selama perjalanan dinas, mulai dari tanggal keberangkatan, lokasi tujuan, agenda pertemuan, hingga tanggal kembali.

Itinerary yang jelas akan memudahkan proses verifikasi oleh pihak asuransi, terutama untuk perjalanan dinas luar negeri yang melibatkan beberapa negara atau kota. Itinerary juga diperlukan jika terjadi klaim atas pembatalan, perubahan jadwal, atau kebutuhan dokumentasi tambahan saat proses klaim.

8. Memiliki Asuransi Perjalanan

Sebagai pendatang yang melakukan perjalanan dinas, sebaiknya pertimbangkan penggunaan asuransi perjalanan. Asuransi ini berguna untuk meminimalisir kerugian yang terjadi selama perjalanan. Penggantian kerugian biasanya dilakukan menggunakan dua metode, yaitu metode klaim dan reimburse.

Produk asuransi perjalanan dapat dimiliki oleh semua orang yang ingin melakukan perjalanan. Berikut ini beberapa syarat asuransi perjalanan bisnis yang wajib dipenuhi dalam proses pendaftaran, di antaranya:

  • Merupakan Warga Negara Indonesia (WNI)
  • Membawa fotokopi KTP
  • Mengisi formulir pengajuan asuransi yang diberikan oleh penyedia asuransi
  • Fotokopi paspor, khusus untuk perjalanan luar negeri
  • Batas usia maksimum adalah 80 tahun

Sementara untuk pengajuan klaim, syarat asuransi perjalanan bisnis yang wajib dipenuhi, di antaranya:

  • Mengisi formulir klaim
  • Menyediakan bukti tertulis terkait kerugian yang dialami, misalnya surat keterangan dari pihak maskapai untuk keterlambatan penerbangan
  • Mengunggah boarding pass asli
  • Melampirkan fotokopi itinerary seluruh perjalanan, mulai dari keberangkatan sampai kepulangan ke negara asal
  • Fotokopi paspor halaman pertama dan halaman yang dilengkapi dengan cap imigrasi untuk tanggal keberangkatan maupun kepulangan

Baca Juga: Jenis Asuransi Perjalanan, Manfaat, dan Cara Klaim

Asuransi Perjalanan Memudahkan Perjalanan Bisnis

Sejatinya, asuransi perjalanan akan memudahkan perjalanan bisnis. Asuransi ini memberikan rasa nyaman dan tenang selama melakukan perjalanan, termasuk perjalanan yang berisiko. Sebab, segala bentuk kerugian yang menimpa karyawan akan ditanggung oleh penyedia asuransi yang bersangkutan.

Untuk urusan asuransi perjalanan, percayakan hanya pada perusahaan asuransi terpercaya. Perusahaan dengan proses klaim yang mudah dan cepat, sehingga karyawan tidak perlu menunggu lama untuk menerima ganti rugi atas kejadian yang dialaminya.

Dapatkan penawaran asuransi perjalanan untuk perjalanan bisnis terbaik di Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah ini!

Penerbitan Polis dan Cara Klaim Asuransi Perjalanan Bisnis

Penerbitan Polis dan Cara Klaim Asuransi Perjalanan Bisnis

Asuransi perjalanan menjadi salah satu produk asuransi yang wajib dimiliki oleh perusahaan untuk mendukung perjalanan bisnis yang dilakukan oleh karyawan. Mulai dari menjalankan tugas untuk perusahaan, mengikuti seminar, pelatihan, diklat, kerja sama, hingga peresmian cabang bisnis baru. Perjalanan dapat dilakukan di dalam negeri maupun luar negeri. 

Penerbitan Polis Asuransi Perjalanan Bisnis

Asuransi perjalanan dapat terbit saat Anda sedang memesan tiket penerbangan untuk perjalanan bisnis. Produk asuransi ini dapat ditambahkan sebelum Anda memasuki halaman pembayaran. Asuransi akan mengcover semua orang yang melakukan perjalanan dalam satu nomor pesanan. 

Asuransi perjalanan menawarkan manfaat yang berbeda sesuai destinasi perjalanan. Manfaat antara perjalanan domestik dan internasional tentu berbeda. Beberapa perbedaannya adalah sebagai berikut. 

1. Asuransi Perjalanan Domestik

Adalah produk asuransi yang dapat dibeli saat melakukan perjalanan ke kota atau wilayah mana saja di dalam negeri. Beberapa manfaat yang diberikan secara umum, di antaranya:

  • Kematian dan cacat tetap akibat risiko kecelakaan hingga Rp150.000.000
  • Biaya medis karena kecelakaan hingga Rp150.000.000
  • Biaya medis karena jatuh sakit hingga Rp15.000.000
  • Kehilangan atau kerusakan bagasi hingga Rp5.000.000
  • Evakuasi medis secara darurat dan repatriasi hingga Rp50.000.000
  • Tanggung jawab hukum hingga Rp50.000.000
  • Keterlambatan perjalanan sebesar Rp500.000 / 6 jam

Asuransi ini menyediakan perluasan manfaat untuk Covid 19, di antaranya:

  • Biaya medis akibat Covid 19 hingga Rp50.000.000
  • Pembatalan perjalanan akibat Covid 19 hingga Rp3.000.000
  • Repatriasi jenazah akibat Covid 19 hingga Rp30.000.000
  • Pengurangan perjalanan akibat Covid 19 hingga Rp2.500.000
  • Biaya karantina hingga Rp500.000 / hari (maksimal 14 hari)

2. Asuransi Perjalanan Internasional

Adalah produk asuransi yang ditujukan untuk perjalanan internasional, misalnya negara-negara di wilayah Schengen. Beberapa manfaat yang diberikan, di antaranya:

  • Kematian dan cacat tetap akibat kecelakaan hingga Rp2.000.000.000
  • Biaya medis akibat kecelakaan hingga Rp4.000.000.000
  • Biaya medis lanjutan di negara asal hingga Rp40.000.000
  • Kehilangan atau kerusakan bagasi hingga Rp35.000.000
  • Keterlambatan dan miskoneksi perjalanan sebesar Rp1.000.000 / 4 jam
  • Evakuasi medis dan repatriasi sesuai biaya aktual
  • Tanggung jawab hukum pribadi hingga Rp2.500.000.000

Asuransi ini menyediakan perluasan manfaat untuk Covid 19, di antaranya:

  • Biaya medis akibat Covid 19 hingga Rp1.500.000.000
  • Pembatalan perjalanan akibat Covid 19 hingga Rp30.000.000
  • Pengurangan perjalanan akibat Covid 19 hingga Rp30.000.000
  • Repatriasi jenazah akibat Covid 19 hingga Rp350.000.000
  • Rawat inap di rumah sakit akibat Covid 19 hingga Rp500.000 / hari (maksimal 10 hari)
  • Biaya karantina hingga Rp1.000.000 (maksimal 14 hari)

Baca Juga: Asuransi Perjalanan Bisnis: Jenis, Manfaat dan Cara Klaimnya

Cara Klaim Asuransi Perjalanan Bisnis

Pengajuan klaim asuransi perjalanan dapat dilakukan dengan mengisi formulir klaim di laman website resmi perusahaan penerbit asuransi. Pengajuan klaim dapat dilakukan maksimal selama 30 hari setelah melakukan perjalanan. Terdapat persyaratan klaim yang harus dipenuhi oleh polis dan dapat disesuaikan dengan issue yang dialami, di antaranya.

1. Persyaratan Klaim Keterlambatan Bagasi

Dokumen yang harus dilengkapi, antara lain:

  • Property Irregularity Report (PIR)
  • Bukti tanda terima bagasi yang berisi waktu penerimaan bagasi
  • Dokumen lainnya yang dibutuhkan

Adapun formulir yang harus diunduh dan diisi di website Chubb, antara lain:

  • Formulir klaim untuk asuransi perjalanan (COR)
  • Formulir pendukung klaim (bukan medis)

2. Persyaratan Klaim atas Pembatalan Perjalanan

Dokumen yang harus dilengkapi, antara lain:

  • Surat keterangan dokter atau resume medis (pembatalan terkait medis)
  • Dokumen pendukung medis (pembatalan terkait medis)
  • Fotokopi kartu keluarga (pembatalan terkait anggota keluarga)
  • Surat keterangan kematian (pembatalan terkait kematian)
  • Invoice perjalanan yang hangus
  • Bukti atau keterangan refund atas semua perjalanan
  • Dokumen lainnya yang dibutuhkan

Adapun formulir yang harus diunduh dan diisi di website Chubb, antara lain:

  • Formulir klaim untuk asuransi perjalanan (COR)
  • Formulir pendukung klaim untuk asuransi perjalanan (bukan medis)
  • Formulir pendukung klaim untuk asuransi hospital plan (surat keterangan dokter)

3. Persyaratan Klaim atas Penundaan Perjalanan

Dokumen yang harus dilengkapi, antara lain:

  • Surat keterangan dokter atau resume medis (pembatalan terkait medis)
  • Dokumen pendukung medis (pembatalan terkait medis)
  • Fotokopi kartu keluarga (pembatalan terkait anggota keluarga)
  • Surat keterangan kematian (pembatalan terkait kematian)
  • Invoice perjalanan yang hangus
  • Bukti atau keterangan refund atas semua perjalanan
  • Dokumen lainnya yang dibutuhkan

Adapun formulir yang harus diunduh dan diisi di website Chubb, antara lain:

  • Formulir klaim untuk asuransi perjalanan (COR)
  • Formulir pendukung klaim untuk asuransi perjalanan (bukan medis)
  • Formulir pendukung klaim untuk asuransi hospital plan (surat keterangan dokter)

4. Persyaratan Klaim atas Miskoneksi Penerbangan

Dokumen yang harus dilengkapi, antara lain:

  • Surat keterangan miskoneksi dari maskapai penerbangan
  • Boarding pass pengganti
  • Dokumen lainnya yang dibutuhkan

Adapun formulir yang harus diunduh dan diisi di website Chubb, antara lain:

  • Formulir klaim untuk asuransi perjalanan (COR)
  • Formulir pendukung klaim untuk asuransi perjalanan (bukan medis)

Baca Juga: Jenis, Istilah, Prinsip, dan Syarat Asuransi Perjalanan Bisnis

5. Persyaratan Klaim atas Pembatalan Hotel

Dokumen yang harus dilengkapi, antara lain:

  • Surat keterangan dokter atau resume medis (pembatalan terkait medis)
  • Dokumen pendukung medis (pembatalan terkait medis)
  • Fotokopi kartu keluarga (pembatalan terkait anggota keluarga)
  • Surat keterangan kematian (pembatalan terkait kematian)
  • Invoice perjalanan yang hangus
  • Bukti atau keterangan refund atas semua perjalanan
  • Dokumen lainnya yang dibutuhkan

Adapun formulir yang harus diunduh dan diisi di website Chubb, antara lain:

  • Formulir klaim untuk asuransi perjalanan (COR)
  • Formulir pendukung klaim untuk asuransi perjalanan (bukan medis)
  • Formulir pendukung klaim untuk asuransi hospital plan (surat keterangan dokter)

6. Persyaratan Klaim untuk Biaya Medis

Dokumen yang harus dilengkapi, antara lain:

  • Surat keterangan dokter atau resume medis
  • Kuitansi asli yang berisi rincian biaya pengobatan
  • Dokumen penunjang hasil medis (radiologi, hasil lab, dll)
  • Dokumen lainnya yang dibutuhkan

Adapun formulir yang harus diunduh dan diisi di website Chubb, antara lain:

  • Formulir klaim untuk asuransi perjalanan (COR)
  • Formulir pendukung klaim untuk asuransi hospital plan (surat keterangan dokter)

7. Persyaratan Klaim atas Kerusakan atau Kehilangan Bagasi

Dokumen yang harus dilengkapi, antara lain:

  • Property Irregularity Report (PIR) atau damage report
  • Foto kerusakan koper
  • Kwitansi perbaikan koper
  • Kwitansi pembelian koper
  • Surat keterangan dari repairer yang menyatakan bahwa koper tidak dapat diperbaiki
  • Dokumen lainnya yang dibutuhkan

Adapun formulir yang harus diunduh dan diisi di website Chubb, antara lain:

  • Formulir klaim untuk asuransi perjalanan (COR)
  • Formulir pendukung klaim untuk asuransi perjalanan (bukan medis)

8. Persyaratan Klaim atas Kematian atau Cacat Total Tetap

Dokumen yang harus dilengkapi, antara lain:

  • Berita acara kecelakaan yang diterbitkan oleh kepolisian atau instansi berwenang
  • Jika meninggal dunia, maka melengkapi hasil visum et repertum, surat keterangan kematian, dan surat keterangan ahli waris
  • Jika cacat total tetap, maka melengkapi surat keterangan dokter atau resume medis dan dokumen penunjang (hasil lab, radiologi)
  • Dokumen lainnya yang dibutuhkan

Adapun formulir yang harus diunduh dan diisi di website Chubb, antara lain:

  • Formulir klaim untuk asuransi perjalanan (COR)
  • Formulir pendukung klaim untuk asuransi hospital plan (surat keterangan dokter)

9. Persyaratan Klaim atas Covid 19

Dokumen yang harus dilengkapi, antara lain:

  1. Biaya medis
  • Surat keterangan dokter atau resume medis
  • Kuitansi asli yang berisi rincian biaya pengobatan
  • Hasil PCR positif
  • Dokumen lainnya yang dibutuhkan
  1. Karantina 
  • Hasil PCR positif
  • Invoice untuk biaya karantina
  • Lokasi karantina
  • Hasil PCR negatif 
  • Dokumen lainnya yang dibutuhkan
  1. Pembatalan perjalanan
  • Hasil PCR positif
  • Invoice atas semua biaya perjalanan yang hangus
  • Bukti atau keterangan refund
  • Dokumen lainnya yang dibutuhkan

Baca Juga: Manfaat Asuransi Perjalanan Bisnis dan Cara Membelinya

Tips Agar Klaim Tidak Ditolak

Mengajukan klaim asuransi perjalanan bisnis memang membutuhkan ketelitian dan kejelasan. Agar klaim Anda diproses dengan lancar dan tidak mengalami penolakan, perhatikan beberapa tips berikut:

1. Segera Laporkan Kejadian ke Pihak Asuransi

Begitu terjadi kerugian atau insiden (misal: kecelakaan, kehilangan bagasi, keterlambatan penerbangan), segera laporkan ke pihak asuransi.

2. Simpan dan Lengkapi Semua Bukti dan Dokumen Pendukung

Dokumen pendukung adalah kunci utama agar klaim disetujui. Pastikan Anda:

  • Menyimpan tiket, boarding pass, dan bukti perjalanan lainnya.
  • Mengumpulkan laporan resmi dari pihak terkait, misal: laporan kehilangan dari maskapai atau laporan kepolisian untuk kehilangan barang.
  • Menyertakan surat keterangan dokter atau rumah sakit untuk klaim biaya medis.
  • Menyimpan bukti pembayaran atau kuitansi asli atas biaya yang dikeluarkan.

3. Pastikan Polis Aktif dan Manfaat yang Diklaim Tercantum dalam Polis

Sebelum mengajukan klaim, cek kembali status polis Anda:

  • Pastikan polis masih aktif dan belum melewati masa berlaku.
  • Baca kembali isi polis untuk memastikan manfaat yang Anda klaim memang tercakup dalam perlindungan asuransi.
  • Jangan klaim risiko yang secara eksplisit dikecualikan dalam polis, seperti pre-existing condition, risiko di luar cakupan, atau kerugian akibat kelalaian pribadi.

4. Berikan Kronologi Kejadian Secara Detail dan Jujur

Saat mengisi formulir klaim, ceritakan kronologi kejadian dengan jelas, runtut, dan jujur.

5. Ajukan Klaim dalam Batas Waktu yang Ditentukan

Setiap perusahaan asuransi memiliki batas waktu pengajuan klaim, biasanya maksimal 30 hari setelah kejadian.

Ilustrasi Proses Klaim Asuransi Perjalanan Dinas secara Umum

Untuk memberikan gambaran nyata, berikut adalah tentang gambaran bagaimana melakukan klaim pada asuransi perjalanan bisnis berdasarkan contoh beberapa kasus:

Kasus 1: Kehilangan Bagasi saat Perjalanan Bisnis

Pak Andi melakukan perjalanan dinas dari Jakarta ke Semarang. Setibanya di bandara tujuan, koper yang berisi dokumen penting dan pakaian dinas tidak ditemukan di area pengambilan bagasi. Pak Andi segera melapor ke bagian Lost and Found maskapai dan mendapatkan surat Property Irregularity Report (PIR) sebagai bukti kehilangan bagasi. Setelah menunggu beberapa hari tanpa hasil, Pak Andi mengajukan klaim ke perusahaan asuransi perjalanan bisnis yang ia gunakan.

Proses klaim dimulai dengan mengisi formulir klaim secara online dan melampirkan dokumen pendukung, seperti tiket pesawat, boarding pass, bukti PIR, dan polis asuransi. Pihak asuransi kemudian melakukan verifikasi data dan dokumen. Setelah semua persyaratan dinyatakan lengkap dan klaim disetujui, Pak Andi menerima kompensasi sesuai ketentuan polis, yang membantu mengganti kerugian finansial akibat kehilangan bagasi.

Kasus 2: Klaim Keterlambatan Penerbangan

Ibu Rina mengalami keterlambatan penerbangan selama lebih dari 4 jam saat perjalanan bisnis ke luar kota. Ia segera menghubungi perusahaan asuransi dan melaporkan kejadian tersebut dalam waktu 3×24 jam. Ibu Rina mengisi formulir klaim dan melampirkan dokumen seperti tiket, boarding pass, surat keterangan keterlambatan dari maskapai, dan polis asuransi. Setelah proses verifikasi, asuransi membayarkan kompensasi keterlambatan sesuai ketentuan polis dalam waktu maksimal 14 hari kerja setelah dokumen dinyatakan lengkap.

Studi kasus di atas memperlihatkan bahwa proses klaim asuransi perjalanan bisnis dapat dilakukan dengan mudah, asalkan dokumen yang dibutuhkan lengkap dan prosedur diikuti dengan benar. Pengalaman nyata ini membuktikan pentingnya perlindungan asuransi perjalanan bisnis dalam mengurangi risiko kerugian finansial akibat kejadian tak terduga selama perjalanan.

Memaksimalkan Proteksi Perjalanan dengan Asuransi Perjalanan

Mengingat risiko perjalanan dapat terjadi kapan saja dan kepada siapa saja, penting untuk memberikan proteksi dini kepada diri sendiri. Jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama perjalanan, setidaknya sudah ada pihak yang bertanggung jawab atas biaya dari setiap risiko yang muncul. Mulai dari risiko kecelakaan, keterlambatan perjalanan, penundaan perjalanan, kehilangan bagasi, hingga risiko kematian. 

Dengan asuransi, maka Anda dapat melakukan perjalanan bisnis dengan lancar tanpa diselimuti rasa khawatir. Semoga bermanfaat!

Keselamatan dan perlindungan perjalanan bisnis Anda menjadi prioritas utama. Jangan ragu untuk menjaga keamanan dengan memilih penawaran asuransi perjalanan terbaik dari Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah ini!

Perjalanan Bisnis: Tujuan, Cara Pembuatan, dan Contoh

Perjalanan Bisnis: Tujuan, Cara Pembuatan, dan Contoh

Perjalanan bisnis adalah perjalanan yang dilakukan oleh karyawan untuk kepentingan bisnis. Perjalanan bisnis sering disebut sebagai perjalanan dinas yang diatur sesuai kebijakan perusahaan. Aturan ini memuat tentang tujuan perjalanan bisnis, biaya perjalanan, dan pengeluaran lain.

Perjalanan bisnis berlangsung sesuai waktu yang ditentukan, isa pendek, bisa juga panjang, tergantung kebutuhan perusahaan kala itu. Yang pasti, perjalanan ini tidak sama dengan jalan-jalan atau traveling karena jadwal kegiatan sudah diatur sedemikian rupa agar perjalanannya menjadi maksimal. Perjalanan dinas biasanya dilengkapi dengan asuransi untuk meminimalisir kerugian akibat hal-hal yang tidak diinginkan selama di perjalanan.

Tujuan Perjalanan Bisnis

  • Mengikuti pertemuan bisnis untuk membahas tentang perkembangan usaha tertentu, meningkatkan peluang, dan mengadakan kerjasama dengan perusahaan lain
  • Mengikut rapat nasional, seminar, atau pelatihan untuk pengembangan diri karyawan
  • Mengadakan kunjungan ke berbagai daerah, kota, atau negara untuk mencapai sasaran tertentu yang berkaitan dengan tujuan perusahaan
  • Mengikuti tender proyek untuk mengetahui persyaratan, mekanisme tender, dan hal lainnya
  • Mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk memahami tentang hak dan kewajiban pemegang saham. Rapat ini juga akan membahas tentang perubahan kebijakan atau penetapan kebijakan baru yang berguna untuk perusahaan
  • Menjadi saksi atas pembuatan notaris pendirian atau pengambilalihan outlet maupun kantor cabang di daerah tertentu

Manfaat Menyusun Perjalanan Bisnis

Menyusun perjalanan bisnis sebelum berangkat penting dilakukan karena terdapat sejumlah manfaat di dalamnya. Manfaat tersebut, antara lain.

1. Penggunaan Anggaran Tepat Sasaran

Penyusunan perjalanan bisnis membantu karyawan untuk mendapatkan gambaran tentang pengeluaran yang terjadi selama perjalanan. Jika perjalanannya melebihi budget, maka karyawan bisa mempertimbangkan alternatif lain yang lebih murah. Dengan demikian, penggunaan anggaran perusahaan sesuai dengan kebijakan yang sudah ditetapkan. 

2. Karyawan Nyaman Selama Perjalanan

Perjalanan bisnis tidak sama dengan perjalanan pribadi karena ada kegiatan dan tujuan yang ingin dicapai. Meski begitu, perusahaan tetap menginginkan agar karyawan nyaman selama di perjalanan. Menyusun perjalanan bisnis dipercaya bisa membantu karena selama proses penyusunan, karyawan sudah mempertimbangkan yang terbaik untuk dirinya dan perusahaan. 

3. Menghemat Waktu

Perjalanan bisnis yang sudah tersusun dengan rapi tentu akan menghemat waktu perjalanan. Karyawan tidak perlu mencari atau memesan segalanya sendiri. Sebab, semuanya sudah diatur dengan baik dan rapi sebelum melakukan perjalanan. 

4. Memudahkan Pembuatan Laporan Pengeluaran

Setiap pengeluaran yang terjadi selama perjalanan bisnis wajib dilaporkan. Laporan ini biasanya dijadikan acuan sebagai dasar untuk menyusun budget atau anggaran perusahaan, sehingga tidak ada divisi yang over budget. Jika laporan pengeluaran hilang, maka hal ini akan mempersulit proses klaim. 

5. Tujuan Perjalanan Tercapai

Pada umumnya, perjalanan bisnis berisi tentang daftar kegiatan, tempat berlangsungnya kegiatan, daftar orang-orang yang akan ditemui selama melakukan perjalanan. Dengan menyusun perjalanan di awal, maka karyawan bisa mencapai tujuan perjalanan bisnis dengan maksimal. Waktu yang ada berhasil dimanfaatkan dengan baik, efektif, dan efisien. 

Baca Juga: Cara Membuat Laporan Perjalanan Dinas yang Mudah

Contoh Anggaran Perjalanan Bisnis

Bagi yang ingin melakukan perjalanan bisnis, berikut ini contoh rencana anggaran yang perlu diperhatikan.

1. Biaya Transportasi

Biaya transportasi di sini meliputi transportasi udara, darat, atau laut. Untuk transportasi udara, karyawan sebaiknya menggunakan pesawat dengan biaya rendah karena pertimbangan berikut ini:

  • Selain pesawat, karyawan juga perlu memikirkan biaya transportasi untuk taksi ke penginapan, tempat meeting, atau ke tempat yang sudah ditetapkan oleh perusahaan
  • Ada biaya untuk mengisi bahan bakar dan parkir yang harus dibayar. Kedua biaya ini secara otomatis mengurangi budget untuk transportasi selama perjalanan dinas

2. Biaya Penginapan

Gunakan hotel atau penginapan yang sudah bekerja sama dengan perusahaan. Alasannya karena harga per malamnya lebih murah dibandingkan hotel atau penginapan lain. Selain harga, kualitas, pelayanan, dan kenyamanannya juga terjamin karena sudah berlangganan dengan perusahaan. 

3. Biaya Makan

Perusahaan mengcover biaya makan sebanyak 3 kali dalam sehari, yaitu sarapan, makan siang, dan makan malam. Makan di luar ini, seperti snacking atau jajan akan ditanggung oleh karyawan yang bersangkutan. Karyawan mempunyai jatah makan dengan nominal tertentu per hari, jadi anggaran ini sebaiknya dimaksimalkan untuk menghindari pengeluaran dari kantong pribadi. 

4. Biaya Lain-lain

Selain ketiga biaya di atas, karyawan juga perlu memperhitungkan biaya lain-lain atau biaya yang tak terduga. Misalnya, biaya memperbaiki ban yang bocor atau kempes, biaya antigen perjalanan (jika diperlukan), biaya perpanjangan hotel, biaya transportasi umum, hingga biaya laundry demi kelancaran perjalanan bisnis.

Kebijakan dalam Perjalanan Bisnis

Menyusun perjalanan bisnis ditujukan agar perjalanan jelas, sehingga perusahaan tahu menyiapkan anggaran yang tepat sesuai dengan kebijakan perusahaan. Berbicara mengenai kebijakan, berikut ini beberapa contoh kebijakan dalam perjalanan bisnis yang perlu diketahui.

1. Syarat Pengeluaran dan Penggantian

Persyaratan ini memuat tentang pengeluaran mana yang dapat di reimburse, mana yang tidak, dan besarnya limit yang disediakan oleh perusahaan. Penggantian biaya reimburse biasanya akan diproses dan dicairkan dalam 30 hari kerja. 

Berikut ini beberapa contoh pengeluaran yang dapat di reimburse ke perusahaan, di antaranya:

  • Transportasi
  • Biaya akomodasi selama perjalanan
  • Makan
  • Penginapan
  • Perlengkapan atau peralatan yang dibutuhkan selama perjalanan
  • Pelatihan, biaya seminar, dan konferensi
  • Biaya hiburan (sesuai budget)

Sedangkan pengeluaran yang tidak dapat di reimburse ke perusahaan, antara lain:

  • Barang-barang pribadi yang hilang atau habis
  • Oleh-oleh yang dibawa karyawan sewaktu pulang
  • Pengeluaran oleh pasangan atau pendamping karyawan
  • Hiburan di luar kebijakan perusahaan
  • Biaya denda yang disebabkan karena kelalaian atau kesalahan karyawan
  • Belanja kebutuhan pribadi

2. Kategori Pengeluaran

Setiap pengeluaran yang timbul dari perjalanan dinas sebaiknya dimasukkan dalam kategori yang berbeda. Antara biaya transportasi, makan, hiburan, dan hotel harus diuraikan sedetail mungkin. Untuk pengeluaran yang tidak termasuk dalam kategori yang sudah dibuat, karyawan bisa masukkan ke daftar biaya lain-lain. 

3. Batasan Anggaran yang Diperbolehkan

Setiap perusahaan memiliki batasan anggaran yang dapat diklaim atau reimburse oleh karyawan. Anggaran dibuat untuk menghindari pengeluaran yang tidak semestinya atau fraud untuk kepentingan pribadi. Sebaiknya karyawan mematuhi batasan ini untuk memudahkan proses klaim.

4. Keamanan dalam Perjalanan

Keselamatan merupakan hal penting yang wajib diperhatikan oleh perusahaan. Setiap karyawan diwajibkan mencantumkan kontak darurat yang dapat dihubungi saat berada dalam peristiwa darurat. Dan jangan lupa, sertakan asuransi perjalanan bisnis untuk memaksimalkan keamanan dan keselamatan perjalanan dinas. 

5. Membuat Laporan Pengeluaran

Perusahaan perlu menetapkan template tertentu untuk menyamakan laporan saat proses reimbursement. Sementara dari sisi karyawan, disarankan untuk memahami kebijakan reimburse dan melampirkan dokumen tertentu, seperti:

  • Bukti pembayaran transportasi, makan, dan penginapan
  • Mengirimkan bukti pembayaran asli dalam jangka waktu yang sudah ditentukan
  • Melampirkan data lokasi dan waktu terjadinya pengeluaran
  • Mencantumkan catatan tambahan untuk setiap jenis pengeluaran

Baca Juga: Kategori Asuransi Perjalanan Dalam Negeri dan Cara Klaimnya

Tips Melakukan Perjalanan Bisnis

Perjalanan bisnis merupakan hal yang sangat lumrah dilakukan oleh karyawan yang memiliki kepentingan untuk berkunjung ke luar kora atau negeri. Namun bagi yang jarang melakukan perjalanan bisnis, biasanya terdapat beberapa kesalahan yang dapat mengganggu kenyamanan saat perjalanan. Untuk mengantisipasi hal ini, karyawan bisa melakukan tips menyusun perjalanan bisnis berikut.

1. Menyiapkan Itinerary dengan Baik

Salah satu tips agar perjalanan bisnis berjalan lancar adalah dengan menyiapkan itinerary atau rincian perjalanan sebaik mungkin. Karyawan bisa membuatkan agenda kegiatan secara detail, seperti tempat yang akan dikunjungi dan waktu kunjungan. Khusus untuk perjalanan ke luar negeri, sebaiknya cek kebijakan tentang visa dan paspor. 

2. Menyiapkan Rencana Cadangan

Hal-hal yang tidak diinginkan kerap kali terjadi saat perjalanan dinas. Namun, karyawan dapat menyusun rencana cadangan sehingga tujuan perjalanan dapat tercapai dengan hasil efektif dan efisien. Misalnya, terjadi keterlambatan penerbangan sementara karyawan harus bertemu dengan klien, maka karyawan bisa segera menghubungi klien terkait perubahan jadwal dan segera mencarikan tempat meeting yang proper untuk keesokan harinya.

3. Melakukan Riset Sebelum Pergi

Riset di sini tidak hanya seputar kebijakan penerbangan, tapi juga riset tentang klien yang hendak ditemui. Tujuannya agar karyawan bisa tampil proper di depan klien tanpa kesan sombong atau merendahkan. Misalnya, saat perjalanan dinas ke Jepang, karyawan wajib membungkukkan badan saat memberi salam sebagai wujud hormat dan santun kepada klien. 

4. Pengelolaan Waktu dan Jadwal Efektif

Uraikan cara membuat itinerary yang detail, mengatur waktu istirahat, serta mengantisipasi jet lag atau kelelahan. Sertakan tips mengelola jadwal agar tetap produktif namun tidak mengorbankan kesehatan atau performa kerja

5. Checklist Perjalanan Bisnis

Sediakan checklist praktis yang bisa diunduh atau dicetak, berisi poin-poin penting mulai dari persiapan dokumen, packing, jadwal, hingga evaluasi pasca perjalanan.

Sediakan contoh checklist digital yang dapat digunakan karyawan sebelum, selama, dan setelah perjalanan bisnis. Selain itu, bahas manfaat otomatisasi laporan pengeluaran melalui aplikasi, yang mempercepat proses reimbursement dan meminimalisir kesalahan administrasi.

6. Checklist Persiapan Asuransi Sebelum Perjalanan Dinas

Agar perlindungan asuransi perjalanan dinas dapat berjalan optimal, penting bagi perusahaan maupun karyawan untuk menyiapkan segala sesuatu sebelum keberangkatan. Checklist ini berfungsi sebagai panduan praktis guna memastikan tidak ada aspek penting yang terlewat. Berikut adalah beberapa poin penting yang harus diperiksa:

  • Memastikan Polis Aktif dan Sesuai dengan Durasi serta Tujuan Perjalanan
  • Menyimpan Salinan Digital dan Fisik Polis Asuransi
  • Menyimpan Kontak Darurat dan Layanan Pelanggan Penyedia Asuransi
  • Memahami Prosedur Klaim dan Dokumen yang Diperlukan
  • Mengetahui Rumah Sakit Rekanan di Lokasi Tujuan

Pastikan Karyawan Memahami Kebijakan yang Berlaku

Poin penting yang wajib digaris bawahi saat melakukan perjalanan dinas adalah karyawan paham tentang kebijakan yang ditetapkan. Jika karyawan tidak paham, maka kebijakan tersebut jadi sulit untuk diterapkan. Pastikan kebijakan disusun dengan jelas, ringkas, dan komprehensif, serta lakukan evaluasi untuk memperbaharui kebijakan jika memang diperlukan. 

Dalam merencanakan perjalanan, penting untuk diingat bahwa tak terduga bisa terjadi kapan saja. Oleh karena itu, memiliki asuransi perjalanan adalah langkah bijak untuk melindungi diri dari risiko finansial akibat kejadian tak terduga seperti penyakit, kecelakaan, atau pembatalan perjalanan. Asuransi perjalanan memberikan ketenangan pikiran dan keamanan finansial, memastikan bahwa Anda dapat mengatasi tantangan yang mungkin muncul selama perjalanan.

Dapatkan asuransi perjalanan terbaik untuk perjalanan bisnis dari Cermati Protect dan ajukan dengan mengisi formulir dibawah ini!

Alasan Pentingnya Asuransi Perjalanan Dinas Bagi Karyawan

Alasan Pentingnya Asuransi Perjalanan Dinas Bagi Karyawan

Perjalanan dinas merupakan perjalanan yang ditujukan untuk menjalankan tugas atau pekerjaan tertentu yang berhubungan dengan kegiatan bisnis perusahaan. Tidak hanya seminar, tapi juga pelatihan, rapat, dan kerja sama untuk proyek tertentu yang dapat berlangsung di dalam maupun luar negeri. 

Pada umumnya, perusahaan mengutus salah satu atau beberapa karyawan untuk melakukan perjalanan dinas. Dengan harapan bahwa perjalanan ini dapat membawa impact positif untuk perusahaan di kemudian hari. 

Jenis-Jenis Asuransi Perjalanan Dinas

Terdapat jenis produk asuransi yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi komersial. Dilihat dari jangka waktunya, terdapat dua jenis asuransi perjalanan yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan perjalanan. Kedua jenis asuransi tersebut, antara lain.

Asuransi Single TripAsuransi Annual Trip
Asuransi single trip merupakan produk yang ditujukan untuk satu kali perjalanan saja, mencakup perjalanan pulang dan pergi.
Asuransi ini cocok untuk karyawan yang jarang melakukan perjalanan. Biaya pembuatan asuransi tergolong murah karena hanya dapat digunakan satu kali saja.
Asuransi annual trip merupakan produk yang dapat digunakan untuk beberapa kali perjalanan dalam setahun dengan batas waktu perjalanan sesuai negara yang dituju.
Produk ini cocok untuk karyawan yang sering melakukan perjalanan dinas, jadi satu kali pembuatan asuransi bisa digunakan berulang kali dalam setahun. Biaya pembuatan lebih mahal daripada asuransi single trip, tapi masa berlakunya lebih lama dan dapat digunakan berkali-kali.

Baca Juga: Penerbitan Polis dan Cara Klaim Asuransi Perjalanan Bisnis

5 Cara Pandang Asuransi Perjalanan yang Keliru

Meski asuransi perjalanan termasuk produk yang penting dimiliki, tapi tidak semua orang aware terhadap manfaat yang ditawarkan. Bahkan ada yang memiliki cara pandang yang keliru terkait asuransi perjalanan. Berikut ini 5 cara pandang keliru yang perlu dibenahi untuk kenyamanan perjalanan di kemudian hari. 

1. Asuransi Perjalanan Menambah Pengeluaran

Sekilas benar, pembuatan asuransi perjalanan memang menambah pengeluaran. Nominal premi yang dibayar lebih besar jika negara yang dituju merupakan negara maju dengan total pendapatan yang tinggi. Tapi, perlindungan yang diberikan sebanding dengan nominal yang dibayar mengingat banyaknya ketidakpastian atau risiko yang dapat terjadi selama di perjalanan.

Asuransi tidak hanya mengkover biaya keterlambatan penerbangan, tapi juga kehilangan atau kerusakan bagasi, kehilangan dokumen berharga, bahkan biaya untuk perawatan jika tertanggung jatuh sakit dan harus dirawat saat melakukan perjalanan. Tanpa asuransi perjalanan, seluruh biaya ini ditanggung sendiri, lho! Hal ini otomatis membuat pengeluaran lebih besar, itu juga kalau kamu bawa uang lebih selama di perjalanan. 

2. Keyakinan Kalau Perjalanan Aman

Setiap orang menginginkan perjalanan yang lancar, aman, dan selamat saat sampai dan kembalinya ke negara tujuan. Tapi, yang namanya risiko dapat terjadi kapan saja, di mana saja, dan menimpa siapa saja. Perjalanan dinas belum tentu aman 100%, meski kamu sudah melakukan persiapan jauh-jauh hari sebelumnya.

Semua yang serba abu-abu atau tidak jelas dapat dikover dengan asuransi perjalanan. Ke mana saja bepergian, kamu cenderung merasa aman karena tidak perlu khawatir akan biaya yang muncul saat sesuatu yang tidak diinginkan menimpamu. Perjalanan dinas pun dapat berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. 

3. Asuransi Perjalanan Tidak Dibutuhkan di Negara Maju

Siapa bilang asuransi perjalanan tidak dibutuhkan di negara maju? Produk ini justru wajib dimiliki saat bepergian ke negara maju yang sudah menggunakan sistem canggih. Karena terkadang, kecanggihan ini dapat menimbulkan malapetaka yang merugikan seseorang. 

Jika terjadi malapetaka, maka kamu menjadi pihak yang bertanggung jawab atas segala kejadian dan risiko yang terjadi. Pihak berwenang mungkin akan bertindak jika kamu dirugikan secara fisik atau mental. Di luar daripada itu, maka kebutuhan diurus dan dibiayai sendiri. 

4. Anak Muda Tidak Butuh Asuransi

Usia sama sekali bukan menjadi faktor penentu butuh atau tidaknya asuransi perjalanan. Sebab, kepemilikan asuransi tidak mengenal umur. Anak-anak, remaja, orang dewasa, dan orang tua dapat membelinya untuk kelancaran setiap perjalanan yang dilakukan.

Namanya kemalangan atau kejahatan tidak pandang bulu. Siapa saja bisa menjadi korban, terutama jika memang lagi sial. Daripada kamu mengeluarkan uang belasan atau puluhan juta untuk berobat saat terjadi sesuatu yang tak diinginkan, lebih baik bayar premi asuransi ratusan ribu. 

5. Pembelian di Menit Terakhir

Banyak yang berasumsi kalau membeli asuransi dari jauh-jauh hari tidak ada bedanya dengan membeli di menit terakhir. Benar, karena premi asuransi perjalanan sendiri nominalnya tetap dan tidak akan berubah-ubah. Namun, membeli di menit terakhir dapat membuat rencana perjalanan berantakan karena fokusmu terbagi untuk mengurus beberapa hal secara sekaligus pada waktu bersamaan.

Jika ingin perjalanan dinas lancar, sebaiknya beli asuransi perjalanan saat memesan tiket pesawat. Apabila ada halangan saat berangkat, seperti keterlambatan penerbangan atau perubahan jadwal dari pihak maskapai, maka kamu bisa mendapatkan ganti rugi dari penyedia asuransi. 

Baca Juga: Manfaat Asuransi Perjalanan Bisnis dan Cara Membelinya

Alasan Pentingnya Asuransi Perjalanan Dinas

Setiap perjalanan dinas sebaiknya dilengkapi dengan asuransi perjalanan dinas agar karyawan merasa lebih tenang selama melakukan dinas, baik ke luar kota maupun luar negeri. Berikut ini alasan kenapa produk ini sangat penting untuk dimiliki saat melakukan perjalanan dinas.

1. Perjalanan Lega

Perjalanan dinas menjadi cukup hectic tanpa persiapan yang matang. Ditambah lagi jika terjadi hal-hal di luar kendali, seperti pembatalan atau penundaan penerbangan. Namun, asuransi perjalanan membuat perjalanan menjadi lega karena hal-hal di luar dugaan dikover oleh penyedia asuransi. 

Biaya ganti rugi diberikan kepada seluruh penumpang sesuai nominal yang ditetapkan di awal pembelian asuransi. Terdapat batas maksimum penggantian, jadi pastikan kamu sudah membaca polis asuransi terlebih dahulu sebelum membeli produknya. Penggantian biaya dapat dilakukan dengan mengisi formulir klaim yang sudah disediakan. 

2. Meminimalisir Pengeluaran Tambahan

Meski perjalanan dinas dikover secara menyeluruh oleh perusahaan, tidak menutup kemungkinan jika kamu harus mengeluarkan uang dari kantong pribadi untuk membiayai kejadian yang tidak diinginkan. Misalnya, kamu tiba-tiba jatuh sakit di kota atau negara tujuan. Di sini kamu dapat berobat ke rumah sakit rekanan penyedia asuransi tanpa mengeluarkan uang dari kantong pribadi. 

Kamu pun tidak perlu mengajukan reimbursement ke perusahaan untuk mendapatkan penggantian biaya. Biaya perobatan ditanggung langsung oleh penyedia asuransi selama pengobatan yang dilakukan sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. 

3. Manfaat dapat Diperluas

Sama seperti produk asuransi pada umumnya, manfaat asuransi perjalanan dapat diperluas sesuai kebutuhan perjalanan. Kamu dapat membeli asuransi untuk mengkover keterlambatan penerbangan, bagasi, dan kecelakaan secara terpisah maupun bersamaan. Manfaat yang didapatkan dari membeli produk secara sekaligus tentu lebih banyak dibandingkan satu produk saja. 

Manfaat ini dapat diperluas sebelum melakukan perjalanan. Alangkah baiknya jika kamu sudah menentukan manfaat apa yang sekiranya dibutuhkan sebelum membeli tiket pesawat. Jadi, urusan tiket penerbangan dan asuransi dapat selesai secara bersamaan. 

4. Premi yang Terjangkau

Jika dibandingkan dengan biaya yang akan dikeluarkan saat hal-hal yang tidak diinginkan menimpa kamu selama perjalanan, maka biaya untuk membeli asuransi perjalanan dinas sangatlah terjangkau. Dengan premi Rp150.000 atau lebih murah, kamu bisa mendapatkan manfaat yang cukup beragam selama perjalanan. Mulai dari manfaat perlindungan medis, ketidaknyamanan selama perjalanan, bantuan darurat, hingga kompensasi kecelakaan. 

Besaran premi yang dibayar sesuai dengan manfaat yang didapatkan. Semakin luas manfaat, tentu semakin besar premi asuransi dan sebaliknya. Pastikan kamu membeli produk yang sesuai kebutuhan dan budget saja agar tidak terkesan mubazir. 

5. Manfaat Bantuan Darurat 24 Jam

Tambahkan penjelasan tentang layanan bantuan darurat 24 jam yang biasanya disediakan oleh asuransi perjalanan, seperti evakuasi medis, bantuan hukum, atau pemulangan jenazah jika terjadi musibah di luar negeri. Fitur ini sangat vital untuk perjalanan dinas ke luar negeri yang berisiko tinggi.

Contoh Kasus Kenapa Asuransi Perjalanan Dinas Sangatlah Penting

Untuk memperkuat urgensi penggunaan asuransi perjalanan dinas, menambahkan studi kasus atau kisah nyata sangat efektif. Cerita berbasis pengalaman nyata memberikan sentuhan emosional dan memperjelas bagaimana asuransi benar-benar bekerja dalam situasi tak terduga. Berikut beberapa ilustrasi yang bisa disertakan:

Kasus 1: Kecelakaan saat Tugas Lapangan

Seorang teknisi dari perusahaan konstruksi dikirim ke proyek di luar kota. Dalam perjalanan dari bandara menuju lokasi, kendaraan yang ditumpanginya mengalami kecelakaan. Berkat asuransi perjalanan dinas, seluruh biaya perawatan medis ditanggung oleh asuransi tanpa perlu membayar di muka. Selain itu, pihak perusahaan juga terbantu karena proses klaim berjalan cepat dan tidak mengganggu operasional.

Kasus 2: Pembatalan Penerbangan Mendadak

Seorang manajer pemasaran yang akan menghadiri pertemuan penting di luar negeri harus membatalkan keberangkatannya karena terjadi kerusuhan di kota tujuan. Karena perusahaan menggunakan polis asuransi perjalanan dinas yang mencakup risiko pembatalan, biaya tiket pesawat dan akomodasi yang sudah dipesan dapat diklaim tanpa kerugian besar bagi perusahaan.

Kasus 3: Kehilangan Bagasi dengan Dokumen Penting

Seorang staf administrasi yang melakukan perjalanan dinas ke luar kota kehilangan bagasinya yang berisi dokumen-dokumen kontrak penting dan perangkat kerja. Untungnya, perusahaan telah mendaftarkan asuransi perjalanan dinas yang mencakup kehilangan barang pribadi. Kompensasi dari asuransi digunakan untuk penggantian perangkat dan pengiriman ulang dokumen.

Baca Juga: Jenis, Istilah, Prinsip, dan Syarat Asuransi Perjalanan Bisnis

Beli Asuransi Perjalanan Sebelum Bepergian

Perjalanan dinas bukan perjalanan yang dilakukan oleh sembarang orang. Banyak hal yang harus dipersiapkan agar perjalanan berjalan dengan lancar. Tidak hanya menyiapkan fisik, mental, dan dokumen yang dibutuhkan untuk presentasi atau meeting dengan klien, tapi juga asuransi perjalanan dinas yang nyatanya memberikan banyak manfaat selama berlangsungnya perjalanan di dalam maupun luar negeri. 

Produk ini dapat dibeli secara terpisah atau sekaligus saat membeli tiket pesawat. Andai kata terpisah, paling tidak kamu sudah membelinya 14 hari sebelum keberangkatan. Semakin cepat dibeli, tentu semakin baik karena semakin banyak manfaat yang didapatkan. 

Itu dia informasi seputar asuransi perjalanan dinas yang dapat menambah wawasan. Mengingat produk ini cukup penting,  apa kamu yakin mau melewatkan produk asuransi perjalanan dinas?

Jangan ragu untuk mendapatkan asuransi perjalanan terbaik dari Cermati Protect, baik untuk kebutuhan perjalanan dinas maupun liburan Anda. Dengan perlindungan yang andal dan komprehensif, Anda dapat menjalani perjalanan dengan lebih tenang, mengetahui bahwa Anda dilindungi dari berbagai risiko yang mungkin terjadi selama perjalanan Anda. Ajukan segera dengan mengisi formulir dibawah ini!

Asuransi Perjalanan Dinas dan Beragam Manfaatnya!

Asuransi Perjalanan Dinas dan Beragam Manfaatnya!

Perjalanan dinas bukanlah sebutan yang asing lagi bagi para pekerja. Istilah ini digunakan untuk kegiatan yang berhubungan dengan perusahaan, seperti menghadiri meeting, peresmian, kerja sama, pelatihan, atau seminar. Tujuannya adalah untuk menjalin kerja sama dengan perusahaan lain untuk kepentingan bisnis di masa depan. 

Asuransi merupakan salah satu hal yang harus disiapkan oleh perusahaan sebelum mengutus karyawan untuk melakukan perjalanan dinas. Asuransi dapat dibeli secara sekaligus saat membeli tiket pesawat atau dibeli secara terpisah dari penyedia asuransi yang ada di Indonesia. 

Manfaat Asuransi Perjalanan Dinas Bagi Karyawan

Menyertakan asuransi perjalanan dinas memiliki beragam manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh karyawan yang melakukan perjalanan maupun perusahaan yang memberikan tugas. Adapun manfaat asuransi perjalanan dinas, antara lain:

1. Kompensasi Ketidaknyamanan Selama Perjalanan

Ketidaknyamanan selama perjalanan dapat terjadi kapan saja tanpa disangka-sangka. Misalnya, penundaan atau pembatalan penerbangan yang membuat rencana dinas menjadi berantakan. Jika hal ini terjadi, maka penyedia asuransi akan memberi kompensasi atas ketidaknyamanan yang dirasakan oleh karyawan. 

Besarnya kompensasi yang diberikan berbeda-beda, tergantung dari kebijakan penyedia asuransi yang bersangkutan. Ada yang memberikan ganti rugi dalam bentuk uang tunai maupun hotel gratis. Untuk jenis kompensasinya, kamu bisa membacanya dalam ketentuan polis asuransi sebelum membeli produk asuransi perjalanan. 

2. Ganti Rugi Jika Bagasi Hilang atau Rusak

Salah satu risiko saat melakukan perjalanan dinas adalah bagasi hilang atau rusak. Sangat disayangkan, apalagi jika bagasi berisi dokumen atau barang penting yang dibutuhkan selama perjalanan dinas berlangsung. Untuk mengantisipasi risiko ini, penyedia asuransi menyediakan ganti rugi untuk salah satu jenis risiko ini atau keduanya. 

Untuk kasus bagasi hilang, biasanya kamu akan diminta untuk menunggu proses pengecekan bagasi terlebih dahulu sebelum penyedia asuransi memberikan ganti rugi. Jika dalam waktu yang ditentukan bagasi tidak ditemukan juga, maka kamu boleh mengajukan klaim dengan mengisi formulir kehilangan bagasi. Sementara untuk kerusakan bagasi, penyedia asuransi biasanya akan langsung memberikan ganti rugi untuk memperbaiki bagasi tersebut. 

3. Ganti Rugi Jika Dokumen Hilang

Selain bagasi, dokumen merupakan salah satu barang bawaan yang sering hilang. Ada dua kemungkinan yang menjadi penyebabnya, yaitu dokumen tercecer dan dicuri. Kondisi ini tentu sangat merugikan, bukan?

Untungnya, kehilangan dokumen seperti ini juga masuk dalam manfaat asuransi perjalanan. Ganti rugi diberikan dalam bentuk uang tunai untuk mengurus dokumen yang hilang, seperti paspor atau visa. Tidak perlu khawatir, karena proses mengurus dokumen yang hilang akan dibantu oleh pihak berwenang setempat sehingga kamu dapat melanjutkan perjalanan dengan lancar. 

4. Biaya Perawatan Medis

Manfaat asuransi perjalanan selanjutnya adalah adanya biaya perawatan medis jika terjadi kecelakaan maupun evakuasi darurat di kota atau negara yang dikunjungi. Bisa juga karena terjadi huru-hara atau aksi demokrasi yang menyebabkan karyawan luka-luka. 

Manfaat ini bisa diklaim di rumah sakit rekanan asuransi perjalanan. Kamu bisa memberi tahu nomor polis asuransi untuk mendapatkan manfaat perawatan secara gratis selama jenis perawatan yang dijalani tercantum dalam polis asuransi. Di luar itu, maka biaya perawatan medis menjadi tanggung jawab sendiri yang bisa kamu reimburse ke perusahaan saat perjalanan dinas selesai. 

5. Adanya Pertanggungan Hukum Pihak Ketiga

Meski tidak semua, beberapa penyedia asuransi menyediakan manfaat pertanggungan hukum pihak ketiga. Manfaat ini berupa penyediaan jasa pengacara untuk membela peserta asuransi yang terjerat kasus hukum saat melakukan perjalanan. Biaya yang timbul dalam proses ini ditanggung oleh penyedia asuransi. 

6. Melindungi Rumah yang Ditinggalkan

Beberapa penyedia asuransi perjalanan juga menyediakan manfaat perlindungan untuk rumah yang ditinggalkan selama melakukan perjalanan. Sangat menguntungkan, bukan? Jika seandainya rumah dibobol atau mengalami kebakaran selama ditinggalkan, maka penyedia asuransi siap memberikan ganti rugi atas peristiwa yang dialami.

7. Santunan Kematian

Manfaat asuransi perjalanan yang terakhir adalah adanya santunan kematian bagi peserta asuransi yang meninggal dunia saat melakukan perjalanan dinas. Santunan akan langsung diberikan kepada keluarga yang ditinggalkan sebesar jumlah yang sudah disepakati di awal. Tujuannya agar keluarga bisa tetap membiayai kebutuhan sehari-hari saat tertanggung meninggal dunia, terutama jika tertanggung adalah kepala keluarga. 

Baca Juga: Cara Membuat Laporan Perjalanan Dinas yang Mudah

Dokumen yang Perlu Dibawa Saat Perjalanan Dinas

Sebelum melakukan perjalanan dinas, instansi akan menyiapkan beberapa dokumen untuk memperlancar perjalanan karyawan. Selain asuransi perjalanan, beberapa dokumen yang perlu disiapkan, antara lain.

1. Paspor

Paspor merupakan dokumen perizinan yang diberikan kepada seorang warga negara untuk meninggalkan negaranya dalam waktu tertentu, dan pergi ke negara tertentu. Paspor digunakan sebagai bukti kewarganegaraan, sehingga karyawan tidak dianggap sebagai penyusup di negara tertentu.

Paspor terbagi menjadi tiga jenis, yaitu:

  • Paspor biasa adalah paspor bersampul warna hijau yang digunakan oleh masyarakat secara umum. Paspor ini didapatkan dari kantor imigrasi setempat dengan masa berlaku selama 5 tahun. Paspor ditulis dalam Bahasa Indonesia.
  • Paspor dinas adalah paspor bersampul warna biru yang diberikan kepada pegawai atau pejabat pemerintahan untuk melaksanakan tugas kenegaraan. Paspor ini diurus di Kantor Departemen Luar Negeri dan hanya ditujukan bagi pegawai pemerintah saja. Masa berlakunya tergantung dari kebutuhan dan biasanya ditulis dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris. 
  • Paspor diplomatik adalah paspor bersampul warna hitam yang digunakan oleh para pejabat diplomatik. Misalnya, duta besar atau pejabat tertentu

2. Visa

Visa adalah dokumen resmi yang diperlukan oleh seseorang untuk memasuki suatu negara. Jenis visa yang perlu disiapkan berbeda-beda, tergantung negara yang ingin dikunjungi. Jika negaranya berada di kawasan Uni Eropa, maka Visa Schengen adalah visa yang wajib diurus. 

Pengurusan visa dapat dilakukan di kantor kedutaan dari negara yang ingin dikunjungi. Khusus untuk visa yang berlaku di beberapa negara, seperti Visa Schengen, maka visa dapat diurus di kedutaan negara dengan kunjungan paling lama. Mengingat pengurusan visa tidak mudah, sebaiknya urus dari jauh-jauh hari untuk memperlancar perjalanan. 

3. Bukti Pembayaran

Bukti pembayaran adalah dokumen yang menunjukkan bahwa karyawan sudah membayar semua biaya selama perjalanan. Bukti ini berisi informasi tentang rincian biaya untuk tiket pesawat, hotel, penginapan, transportasi lokal, kartu prabayar, dan makanan. 

Bukti pembayaran wajib disimpan dengan baik untuk memudahkan proses reimburse ke perusahaan. Tanpa bukti ini, maka pengajuan reimburse bisa saja ditolak karena dianggap sebagai transaksi fiktif. Kamu bisa menyimpan bukti ini bersama dengan dokumen penting lainnya agar tidak tercecer. 

4. Surat Izin Mengikuti Suatu Kegiatan

Untuk perjalanan dinas yang berkaitan dengan seminar, pelatihan, workshop, atau tamu undangan, maka pastikan kamu memiliki surat izin untuk mengikuti kegiatan tersebut. Surat ini dikeluarkan langsung oleh pimpinan atau atasan. Isinya adalah nama kegiatan, tanggal, waktu, dan tempat berlangsungnya kegiatan.

Surat izin diberikan untuk memastikan bahwa karyawan mengikuti kegiatan sesuai schedule yang sudah ditetapkan oleh perusahaan. Jadi, kemungkinan untuk mengikuti kegiatan lain di luar perusahaan sangatlah kecil. Apalagi karyawan wajib membuat laporan dari kegiatan yang diikutinya. 

5. Surat Tugas dari Perusahaan

Dokumen terakhir yang perlu disiapkan adalah surat tugas yang dikeluarkan langsung oleh pimpinan atau atasan. Surat ini berisi tugas atau tanggung jawab yang diemban karyawan selama melakukan perjalanan. Surat diserahkan kepada karyawan beberapa hari sebelum memulai perjalanan. 

Surat berisi beberapa informasi seputar nama karyawan, tujuan keberangkatan, tanggal keberangkatan dan kepulangan, serta rincian biaya yang dikeluarkan untuk melakukan perjalanan. Semuanya dituliskan secara detail dalam surat tugas. Dengan demikian, seluruh rangkaian kegiatan yang diikuti oleh karyawan sesuai dengan apa yang tercantum dalam surat tugas. 

Tips Memilih Produk Asuransi Perjalanan Dinas

Memilih produk asuransi perjalanan dinas yang tepat sangat penting untuk memastikan perlindungan optimal selama aktivitas kerja di luar kantor, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Berikut ini adalah panduan praktis yang bisa dijadikan acuan:

1. Perhatikan Cakupan Perlindungan

Pastikan produk asuransi mencakup risiko-risiko utama dalam perjalanan dinas, seperti:

  • Biaya pengobatan akibat kecelakaan atau sakit mendadak.
  • Evakuasi medis darurat.
  • Perlindungan terhadap pembatalan atau penundaan perjalanan.
  • Kehilangan bagasi atau dokumen penting.
  • Risiko terkait pekerjaan, seperti kecelakaan saat kunjungan lapangan atau kegiatan kerja di lokasi proyek.

Cakupan yang lengkap akan memberi rasa aman, baik bagi karyawan maupun perusahaan pemberi tugas.

2. Kemudahan dan Kecepatan Proses Klaim

Pilih produk asuransi yang memiliki proses klaim yang cepat, mudah, dan transparan. Idealnya:

  • Tersedia layanan klaim online atau aplikasi digital.
  • Prosedur klaim dijelaskan dengan jelas sejak awal.
  • Waktu pencairan dana tidak terlalu lama.

Kemudahan klaim sangat penting dalam kondisi darurat, agar tidak menambah beban administratif saat karyawan sedang dalam situasi sulit.

3. Jaringan Rumah Sakit Rekanan yang Luas

Produk asuransi yang memiliki jaringan rumah sakit rekanan yang luas, baik di dalam maupun luar negeri, akan memudahkan karyawan mendapatkan perawatan tanpa perlu membayar terlebih dahulu (cashless). Ini sangat berguna terutama jika perjalanan dinas dilakukan ke daerah terpencil atau ke luar negeri.

4. Reputasi dan Kredibilitas Perusahaan Asuransi

Periksa reputasi penyedia asuransi melalui:

  • Ulasan pelanggan.
  • Peringkat dari OJK atau lembaga keuangan resmi.
  • Lama beroperasi dan pengalaman dalam menangani asuransi korporat.

Penyedia asuransi yang kredibel akan lebih andal saat dibutuhkan dan memberi layanan pelanggan yang lebih profesional.

Baca Juga: Pentingnya Asuransi Perjalanan Dinas dan Urgensinya

Belilah Produk Asuransi yang Meng-cover Kebutuhan Perjalananmu

Asuransi perjalanan merupakan produk wajib yang harus disiapkan sebelum melakukan perjalanan. Produk ini dapat dibeli dari penyedia asuransi yang ada di Indonesia. Tentunya, dengan menyesuaikan jenis produk sesuai kebutuhan agar manfaat yang didapatkan menjadi maksimal. 

Dengan satu produk asuransi, kamu bisa mendapatkan beragam manfaat untuk perjalanan yang aman, lancar, dan nyaman. Untuk informasi seputar asuransi, kamu bisa langsung hubungi customer service dari penyedia asuransi yang bersangkutan. Mulai dari sekarang, kamu bisa ucapkan selamat tinggal untuk perjalanan yang berantakan karena kekhawatiran kamu sudah di-cover oleh asuransi perjalanan. 

Cermati Protect menyediakanproduk asuransi perjalanan terbaik untuk kebutuhan perjalanan bisnis atau dinas Anda. Pelajari selengkapnya dengan mengisi formulir dibawah ini!

Tips Menjaga Gadget Tetap Aman dan Terlindungi

Tips Menjaga Gadget Tetap Aman dan Terlindungi

Di era modern yang serba digital ini, gadget seperti smartphone, tablet, dan laptop telah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari komunikasi, pekerjaan, hiburan, hingga transaksi keuangan kini dilakukan melalui perangkat digital.

Oleh karena itu, menjaga keamanan dan perlindungan gadget bukan lagi sekadar pilihan, tetapi sebuah keharusan. Artikel ini akan mengulas secara lengkap berbagai tips menjaga gadget tetap aman dan terlindungi, baik dari sisi fisik maupun digital.

Mengapa Penting Menjaga Gadget Tetap Aman?

Gadget menyimpan berbagai data penting seperti dokumen pribadi, data pekerjaan, informasi perbankan, hingga akun media sosial. Jika gadget rusak, hilang, atau diretas, maka kerugian yang ditimbulkan bisa sangat besar—baik dari sisi finansial maupun privasi. Oleh karena itu, menjaga gadget tetap aman sangat penting untuk:

  • Mencegah kebocoran data pribadi
  • Melindungi gadget dari kerusakan fisik
  • Menghindari pencurian atau kehilangan
  • Memperpanjang umur gadget
  • Menjaga efisiensi dan produktivitas pengguna

Tips Fisik: Menjaga Gadget dari Kerusakan dan Kehilangan

1. Gunakan Pelindung Layar dan Casing Berkualitas

Pelindung layar (screen protector) dan casing sangat penting untuk mencegah kerusakan akibat benturan, goresan, atau terjatuh. Pilih casing dan pelindung layar dengan bahan berkualitas tinggi yang mampu meredam benturan secara efektif.

2. Simpan Gadget di Tempat Aman

Saat tidak digunakan, simpan gadget di tempat yang aman, jauh dari jangkauan anak kecil atau binatang peliharaan. Hindari menaruh gadget di pinggir meja atau tempat yang mudah terjatuh.

3. Hindari Paparan Suhu Ekstrem

Gadget sangat sensitif terhadap suhu ekstrem, baik panas maupun dingin. Jangan tinggalkan gadget di dalam mobil yang panas atau di tempat bersuhu sangat rendah karena bisa merusak komponen internal.

4. Jauhkan dari Cairan dan Kelembaban

Air dan gadget adalah kombinasi yang buruk. Hindari menggunakan gadget di kamar mandi atau dapur, dan pastikan tangan kering saat menggunakannya. Jika memungkinkan, gunakan gadget yang sudah memiliki sertifikasi tahan air.

5. Gunakan Tas Khusus Saat Bepergian

Saat bepergian, gunakan tas khusus gadget yang dilengkapi dengan bantalan pelindung. Ini akan melindungi perangkat Anda dari guncangan atau benturan saat di perjalanan.

Baca Juga: Tips Membeli Barang Elektronik Murah Berkualitas

Tips Digital: Menjaga Gadget dari Ancaman Siber

1. Gunakan Password dan Autentikasi Biometrik

Selalu aktifkan fitur keamanan seperti PIN, password, fingerprint, atau face recognition. Ini akan mencegah orang lain mengakses data pribadi jika gadget hilang atau dicuri.

2. Aktifkan Fitur Pelacak Gadget

Manfaatkan fitur pelacak seperti “Find My iPhone” atau “Find My Device” dari Google. Fitur ini memungkinkan Anda melacak lokasi gadget jika hilang atau dicuri, bahkan dapat menghapus data dari jarak jauh.

3. Perbarui Sistem Operasi dan Aplikasi Secara Berkala

Pembaruan sistem dan aplikasi sering kali mencakup patch keamanan penting. Pastikan selalu memperbarui perangkat lunak untuk melindungi gadget dari bug dan celah keamanan.

4. Hindari Menginstal Aplikasi dari Sumber Tidak Resmi

Aplikasi dari luar Play Store atau App Store bisa saja mengandung malware atau spyware. Instal hanya dari sumber resmi dan terpercaya.

5. Gunakan Antivirus dan VPN

Instal aplikasi antivirus terpercaya untuk mendeteksi ancaman siber. Gunakan VPN saat terhubung ke WiFi publik untuk melindungi data dari peretasan.

6. Backup Data Secara Rutin

Lakukan pencadangan data secara berkala ke cloud atau penyimpanan eksternal. Jika gadget rusak atau hilang, Anda tidak akan kehilangan data penting.

Tips Keamanan Saat Menggunakan Gadget di Tempat Umum

1. Jangan Tinggalkan Gadget Tanpa Pengawasan

Saat berada di tempat umum seperti kafe atau bandara, selalu jaga gadget Anda. Jangan tinggalkan begitu saja di meja saat Anda ke toilet atau memesan makanan.

2. Gunakan Earphone Bluetooth atau Headset

Saat menerima panggilan, gunakan earphone agar Anda bisa tetap waspada terhadap sekitar dan gadget tetap aman di dalam tas atau saku.

3. Waspadai Orang di Sekitar

Jangan membuka data pribadi atau melakukan transaksi keuangan di tempat umum yang ramai. Waspadai orang yang mungkin mengintip layar gadget Anda.

Namun, meskipun sudah berhati-hati, risiko tetap bisa terjadi. Salah satu solusi terbaik untuk memberikan perlindungan maksimal adalah dengan memiliki asuransi gadget. Asuransi ini bisa melindungi dari kerusakan, kehilangan, hingga pencurian.

Baca Juga: Asuransi Gadget Terbaik: Perlindungan Maksimal untuk Gadget Kesayangan

Keuntungan Asuransi Gadget

Asuransi gadget menawarkan berbagai keuntungan yang sangat bermanfaat bagi pengguna yang mengandalkan perangkat elektronik dalam kehidupan sehari-hari. Berikut adalah penjelasan lebih mendalam mengenai keuntungan-keuntungan tersebut:

1. Menanggung Biaya Perbaikan Akibat Kerusakan Fisik atau Cairan

Salah satu keuntungan utama dari asuransi gadget adalah perlindungan terhadap biaya perbaikan yang diakibatkan oleh kerusakan fisik atau kerusakan akibat cairan.

2. Memberikan Ganti Rugi Jika Gadget Hilang atau Dicuri

Asuransi gadget juga memberikan perlindungan finansial jika perangkat Anda hilang atau dicuri.

3. Menyediakan Unit Pengganti Sesuai Kondisi Polis

Banyak produk asuransi gadget menawarkan fasilitas penggantian unit jika perangkat Anda tidak dapat diperbaiki.

4. Memberikan Layanan Tambahan Seperti Servis Antar-Jemput

Selain perlindungan dasar, banyak penyedia asuransi gadget juga menawarkan layanan tambahan yang membuat pengalaman pengguna semakin nyaman.

Rekomendasi: Asuransi Gadget dari Cermati Protect

Jika Anda ingin perlindungan maksimal dengan premi yang terjangkau, Cermati Protect menawarkan produk asuransi gadget yang fleksibel dan terpercaya. Proses pendaftaran mudah, dan klaim dapat dilakukan secara transparan dan cepat. Cocok untuk pengguna aktif yang sering membawa gadget ke mana pun mereka pergi.

Cermati Protect menyediakan perlindungan dari berbagai risiko yang dapat mengancam gadget Anda, termasuk:

  • Kerusakan Akibat Jatuh: Jika perangkat Anda terjatuh dan mengalami kerusakan fisik, asuransi ini akan menanggung biaya perbaikan.
  • Kerusakan Akibat Cairan: Perlindungan terhadap kerusakan akibat tumpahan cairan juga termasuk dalam polis, sehingga Anda tidak perlu khawatir jika gadget terkena air.
  • Pencurian: Jika gadget Anda dicuri, Cermati Protect memberikan ganti rugi sesuai dengan nilai pertanggungan yang telah disepakati.

Mendaftar untuk asuransi gadget di Cermati Protect sangatlah mudah. Proses pendaftaran dilakukan secara online, memungkinkan Anda untuk mendapatkan perlindungan tanpa harus melalui prosedur yang rumit.

Baca Juga: Cara Mengasuransikan Gadget Secara Online: Perlindungan untuk Investasi Anda

Pentingnya Perlindungan Gadget di Era Digital

Menjaga gadget tetap aman dan terlindungi adalah langkah penting di era digital ini. Perlindungan tidak hanya sebatas menjaga fisik gadget dari kerusakan, tetapi juga menjaga data pribadi dari ancaman siber. Dengan menerapkan tips menjaga gadget tetap aman dan terlindungi di atas, Anda bisa meminimalkan risiko dan memperpanjang usia perangkat Anda.

Sebagai perlindungan tambahan, asuransi gadget dari penyedia terpercaya seperti Cermati Protect bisa menjadi solusi yang bijak. Lindungi gadget Anda sekarang juga dan nikmati rasa tenang dalam menjalani aktivitas digital sehari-hari. Ajukan asuransi gadget terbaik sekarang dengan mengisi formulir dibawah ini!