Seputar K3 Konstruksi, Mulai dari Pengertian Hingga Penerapannya

Seputar K3 Konstruksi, Mulai dari Pengertian Hingga Penerapannya

Industri konstruksi memiliki tingkat kecelakaan kerja yang tinggi, baik dalam kegiatan perbaikan maupun pembangunan. Misalnya, perbaikan jalan tol, jembatan penyeberangan, penggalian, dan pembangunan gedung. Kegiatan ini membuat pekerja konstruksi berhadapan dengan risiko kecelakaan yang cukup serius. 

Untuk mengantisipasi kecelakaan ini, perusahaan konstruksi akan berupaya untuk menerapkan sistem manajemen K3 konstruksi sebaik mungkin. Mulai dari membuat rambu K3 konstruksi, menyediakan alat pelindung diri, dan instruksi bekerja yang aman. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan mengenai K3 konstruksi berikut ini. 

Pengertian K3 Konstruksi

K3 merupakan singkatan dari keamanan, kesehatan, dan keselamatan kerja yang berlaku di industri konstruksi. Sedangkan K3 konstruksi adalah peraturan atau pedoman yang harus dipatuhi oleh karyawan dengan mengedepankan keselamatan, kesehatan, dan keamanan kerja. Alhasil, tercipta lingkungan kerja yang aman dan nyaman bagi semua pihak internal di perusahaan.

Tenaga kerja yang kesehatannya terjaga dan terjamin dipercaya menjadi loyal kepada perusahaan. Selain itu, tenaga kerja juga lebih produktif sehingga proyek dapat berjalan lancar dengan hasil yang maksimal. 

Penerapan K3 konstruksi sifatnya ketat. Aturan di dalamnya tidak hanya ditaati oleh karyawan saja, tapi juga oleh perusahaan. Sebab, hasil dari penerapan K3 konstruksi menguntungkan kedua belah pihak, yaitu perusahaan dan karyawan.

Ringkasan Peraturan K3 Konstruksi di Indonesia

Indonesia memiliki beberapa regulasi penting terkait K3 konstruksi, di antaranya:

PeraturanRingkasan
UU No. 1 Tahun 1970Dasar hukum keselamatan kerja.
Permenaker No. 1 Tahun 1980Pedoman K3 untuk konstruksi bangunan.
PP No. 50 Tahun 2012Sistem Manajemen K3 secara umum.
Permen PUPR No. 05/PRT/M/2014Pedoman SMK3 Konstruksi on site.
Peraturan Pekerjaan Umum LainnyaAturan tambahan terkait proyek dan keselamatan.

Peraturan ini wajib ditaati oleh perusahaan dan pekerja proyek sebagai bagian dari kepatuhan hukum dan pelaksanaan safety management system.

Tujuan Pelatihan K3 Konstruksi

Setiap kegiatan pasti memiliki tujuan yang ingin dicapai, termasuk pelatihan K3 konstruksi. Tujuan umumnya adalah untuk mendapatkan sertifikat K3 konstruksi dari lembaga yang menyelenggarakan setelah mengikuti pelatihan. Sedangkan tujuan spesifiknya tergantung dari jenis pelatihan yang diambil oleh karyawan.

Terdapat dua jenis pelatihan yang bisa diikuti, yaitu pelatihan K3 muda konstruksi dan K3 madya konstruksi. Keduanya memiliki perbedaan, baik dalam tujuan maupun dalam hal materi K3 konstruksi yang dipelajari. 

1. Pelatihan K3 Muda Konstruksi

Tujuan yang ingin dicapai, di antaranya:

  • Karyawan dapat memahami prinsip di dalam K3 konstruksi
  • Karyawan mampu mengidentifikasi, menganalisa, dan mengambil tindakan pencegahan atas bahaya yang terjadi
  • Karyawan dapat merancang dan menyusun program-program terkait K3 konstruksi
  • Karyawan mampu mensosialisasikan program K3 konstruksi kepada rekan kerja
  • Karyawan mampu menjalankan tugas sebagai ahli muda K3 konstruksi dengan cara mengintegrasikan sistem manajemen perusahaan dan pelaksanaan yang ada

Sedangkan materi K3 konstruksi yang diajarkan dalam tingkat ahli muda konstruksi, di antaranya:

  • Undang-Undang, Aturan K3, dan standarisasi
  • UU jasa konstruksi yang berkaitan dengan K3
  • Pengetahuan tentang jasa konstruksi
  • Pengetahuan dasar K3
  • Manajemen dan administrasi K3 konstruksi
  • K3 peralatan, pekerjaan mekanikal, elektrikal, pesawat angkat, perancah, dan tangga konstruksi
  • Sistem manajemen lingkungan
  • Sistem pemadam kebakaran
  • Kesiagaan dan sistem darurat
  • Higienitas perusahaan dan proyek
  • Manajemen pelatihan dan kompetensi K3 konstruksi
  • Observasi lapangan
  • Pengetahuan inspeksi
  • Penyusunan makalah

2. Pelatihan K3 Madya Konstruksi

Tujuan yang ingin dicapai, di antaranya:

  • Karyawan mampu memahami dan menerjemahkan UU, peraturan, standarisasi, dan kode tertentu dalam pelaksanaan K3 konstruksi
  • Karyawan mampu mengimplementasikan kaidah manajerial, seperti planning, organizing, actuating, dan controlling
  • Karyawan mampu menumbuhkan budaya kerja K3L menggunakan strategi pendekatan kepada seluruh stakeholder guna memastikan bahwa SMK3L telah dilaksanakan seutuhnya oleh karyawan proyek

Sedangkan materi K3 konstruksi yang diajarkan dalam tingkat ahli madya konstruksi, di antaranya:

  • UU, peraturan, dan standarisasi K3
  • Pengetahuan teknik konstruksi
  • Pengetahuan dasar tentang K3 konstruksi
  • Manajemen dan administrasi K3 konstruksi
  • Sistem manajemen risiko
  • K3 peralatan konstruksi
  • K3 pekerjaan konstruksi
  • K3 ruang tertutup
  • Kesiagaan dan sistem pemadam kebakaran
  • Informasi tentang bahaya radiasi dan radioaktif
  • Sistem manajemen umum, manajemen konstruksi, dan lingkungan
  • Pengetahuan tentang auditing K3
  • Manajemen kompetensi dan pelatihan K3 konstruksi
  • Kesiagaan dan sistem tanggap darurat
  • Higienitas proyek dan perusahaan
  • Pentingnya komunikasi, kesadaran, dan konsultasi K3 konstruksi
  • Observasi lapangan
  • Penyusunan makalah 

Peraturan tentang K3 Konstruksi

Pelaksanaan kegiatan K3 konstruksi diatur dalam peraturan yang sah. Di Indonesia sendiri, peraturan ini termuat dalam:

  • Undang-Undang No. 2 Tahun 2017
  • Peraturan Pemerintah Pekerjaan Umum No. 5 Tahun 2014
  • Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2012
  • Peraturan Pemerintah Pekerjaan Umum No. 9 Tahun 2008
  • Keputusan Bersama Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Pekerjaan Umum KEP.174 MEN 1986 No. 104 KPTS 1986
  • Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 1 Tahun 1980
  • UU No. 1 Tahun 1970
  • Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No. 2 Tahun 2018

Baca Juga: Manajemen Risiko K3: Pengertian dan Penerapannya

Prinsip Kerja K3 Konstruksi

Sebelum menerapkan K3 konstruksi, terdapat beberapa prinsip kerja yang harus diperhatikan agar pelaksanaan K3 sesuai dengan aturan yang berlaku. Adapun prinsip kerja K3, antara lain.

1. Memperhatikan Kelengkapan Administrasi

Syarat administrasi, seperti dokumen surat-menyurat dipastikan harus lengkap. Dokumen ini dibutuhkan dalam proses pendaftaran proyek di wilayah setempat, pembayaran asuransi ketenagakerjaan, izin penggunaan lahan, dan lain sebagainya. Selain itu, perusahaan juga perlu memastikan adanya surat keterangan penggunaan alat berat dan telah memberitahu rencana proyek kepada pemerintah daerah setempat.

2. Menyusun Safety Plan

Safety plan atau rencana keselamatan merupakan prinsip kedua dari K3 konstruksi. Poin ini merupakan bagian integral dari implementasi K3 yang bertujuan untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja, sehingga proyek berjalan dengan lancar dan aman dari awal sampai akhir. Poin utama dalam safety plan, berupa identifikasi risiko yang dapat terjadi di tempat kerja, teknik pengoperasian alat berat, dan langkah-langkah proses instalasi, dan kontak perusahaan yang dapat dihubungi.

3. Pelaksanaan dan Pelatihan K3

Selain melibatkan pihak internal, kegiatan K3 juga melibatkan pihak eksternal seperti pemerintah atau instansi tertentu. Setiap level safety patrol, safety supervisor, hingga safety manager wajib melaksanakan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Bukan hanya untuk mengawasi pelaksanaan dan pelatihan K3 saja, tapi juga bertugas untuk mengendalikan aturan dan membuat laporan kegiatan. 

Baca Juga: Apa Itu AMDAL? Pengertian, Manfaat, Tujuan, dan Tahap Mengurusnya

Penerapan K3 Konstruksi

Penerapan K3 konstruksi menjadi lebih mudah jika pihak-pihak yang terlibat telah memahami prinsip dasar dari K3 itu sendiri. Secara umum, penerapan K3 dibagi menjadi lima tahap, yaitu.

1. Proses Identifikasi

Pertama adalah melakukan proses identifikasi. Proses ini dilakukan untuk mengenali potensi bahaya yang muncul dari setiap kegiatan. Cara mengidentifikasinya adalah dengan membuat sketsa atau gambaran besar tentang risiko bahaya yang muncul di setiap area pekerjaan.

2. Mengembangkan Strategi

Strategi yang disusun sebaiknya dikembangkan lagi untuk pencapaian yang maksimal. Isinya tidak hanya seputar identifikasi risiko, penilaian risiko, dan pencegahan atas kecelakaan kerja saja. Tapi, juga tentang konsep keselamatan kerja yang akan dilakukan jika karyawan terkena potensi bahaya, sehingga bahaya ini tidak menimbulkan kerugian dalam jumlah yang besar.

3. Implementasi K3

Setelah diidentifikasi dan dikembangkan, K3 konstruksi perlu diimplementasikan dalam proyek konstruksi yang sedang berlangsung. Implementasi tidak hanya sekedar menerapkan cara kerja yang baik dan benar, tapi juga menerapkan pengendalian risiko yang sudah disusun oleh perusahaan. Dengan demikian, potensi terjadinya bahaya di tempat kerja dapat diminimalisir sebaik mungkin demi keselamatan dan keamanan bersama.

4. Mengawasi Penerapan K3

Pelaksanaan K3 perlu diawasi oleh pihak yang bertanggung jawab, seperti kepala proyek, supervisor, atau manajer proyek. Pengawasan ini bertujuan untuk mengetahui berhasil atau tidaknya  implementasi K3 di lapangan. Aktivitas monitoring yang bisa dilakukan berupa inspeksi dan audit internal untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja, sehingga aktivitas proyek dapat berjalan secara optimal.

5. Proses Evaluasi

Tahapan terakhir dalam penerapan K3 konstruksi adalah mengadakan evaluasi terhadap kinerja dan implementasi yang sudah dilakukan sejauh ini. Jika angka penurunan risiko terjadinya kecelakaan kerja belum signifikan, maka pimpinan dapat mengubah pedoman kerja, melakukan lebih banyak pelatihan, dan pengadaan peralatan pelindung diri yang lengkap untuk mengurangi angka kecelakaan kerja.

Tujuan dari proses evaluasi ini adalah untuk memperbaiki kekurangan, kecacatan, dan kelemahan sistem manajemen, sehingga keselamatan kerja semua pihak menjadi terjamin.

Baca Juga: Apa Itu K3? Pengertian, Tujuan, Prinsip, dan Ruang Lingkup

Ikuti Sertifikat K3 Konstruksi di Lembaga Terpercaya

Keselamatan kerja menjadi hal serius yang memerlukan penanganan lanjut untuk menjamin keselamatan karyawan dan menjaga citra perusahaan di mata publik. Upaya yang bisa dilakukan adalah dengan mengadakan pelatihan kerja yang bersertifikat bagi seluruh karyawan. Melalui program pelatihan ini, karyawan akan dibekali ilmu dasar dan pengetahuan mendalam tentang implementasi K3 di tempat kerja. 

Pilihlah pelatihan yang diadakan oleh lembaga terpercaya di Indonesia. Dimana materi K3 konstruksi diajarkan oleh guru atau trainer yang berpengalaman di bidangnya. Sesi pelatihan dapat diikuti sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing, jadi penerapannya menjadi fleksibel. 

Selain memfasilitasi karyawan untuk mengikuti sertifikat K3 konstruksi, perusahaan juga wajib memfasilitasi mereka dengan asuransi kesehatan karyawan sebagai bentuk perlindungan kepada karyawan terutama mereka yang mengerjakan pekerjaan dengan resiko kecelakaan kerja yang tinggi.

Dapatkan asuransi kesehatan karyawan terbaik di Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah ini!

Sertifikasi K3: Manfaat, Syarat dan Cara Mendapatkannya

Sertifikasi K3: Manfaat, Syarat dan Cara Mendapatkannya

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah upaya sistematis untuk menjamin perlindungan tenaga kerja dari kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja. Sertifikasi K3 merupakan pengakuan resmi bahwa seseorang memiliki kompetensi untuk menerapkan prinsip K3 di tempat kerja sesuai standar yang berlaku di Indonesia.

Sertifikasi K3 merupakan syarat yang wajib dimiliki oleh seseorang yang akan bekerja sebagai Ahli K3 Utama atau yang lainnya. K3 sendiri adalah singkatan dari Keselamatan dan Kesehatan Kerja, ini merupakan satu poin penting yang harus diterapkan dengan cara benar di dalam perusahaan.

Setiap perusahaan wajib mempekerjakan AK3U yang sudah profesional dan memiliki sertifikasi K3 dari pihak yang berwenang. Ahli K3 Umum inilah yang akan melakukan pengawasan terhadap penerapan K3 di dalam perusahaan, sehingga seluruh aktivitas perusahaan bisa berjalan dengan aman. 

Baca Juga: Hal Penting Terkait Keselamatan Kerja di Laboratorium

Apa Manfaat Sertifikasi K3 untuk Pemegang Sertifikatnya?

sertifikasi k3

Proses sertifikasi K3 akan melibatkan banyak ilmu yang berbeda, seperti: fisika kesehatan, teknik keselamatan, kesehatan kerja, kimia, dan yang lainnya. Sertifikasi ini akan memberikan banyak manfaat bagi para pesertanya, mengingat ada banyak hal yang dipelajari di sana. 

Berikut ini adalah beberapa manfaat yang didapatkan pemegang sertifikat sertifikasi K3: 

1. Menambah Kompetensi Diri

Selama proses pelatihan sertifikasi, peserta akan belajar berbagai ilmu secara langsung, seperti: penerapan aplikasi kesehatan, prosedur keselamatan kerja, dan yang lainnya. Semua ilmu yang didapatkan dalam pelatihan ini akan meningkatkan kompetensi pemegang sertifikat K3. 

2. Menambah Daya Saing Pekerja

Sertifikasi K3 juga bisa meningkatkan daya saing pekerja dalam mendapatkan pekerjaan. Nilai jual pekerja akan meningkat, sebab memiliki keahlian dalam bidang K3, sehingga peluang untuk mendapatkan pekerjaan maupun karir yang baik lebih terbuka lebar. 

3. Menambah Peluang Mendapatkan Promosi Jabatan

Keahlian yang dimiliki oleh seorang pekerja juga akan sangat membuka peluang untuk mendapatkan promosi jabatan. Kepemilikan sertifikat K3 tentu akan membuka peluang karir yang lebih baik bagi pekerja, termasuk untuk mendapatkan promosi jabatan.

4. Memiliki Kemampuan Menerapkan Operasional K3

Pelatihan K3 akan memberi kesempatan bagi peserta untuk mempelajari dan sekaligus memraktekkan prosedur kesehatan dan keselamatan di lingkungan kerja. Saat sudah menyelesaikan pelatihan, peserta akan memiliki kemampuan untuk menerapkan operasional K3 tersebut dengan baik. 

Jenis Sertifikasi K3 di Indonesia

Berikut adalah jenis sertifikasi yang umum di pasar kerja Indonesia:

Jenis SertifikasiPenjelasan
Ahli K3 UmumKompeten dalam menerapkan manajemen K3 di berbagai industri.
Operator K3 SpesialisasiFokus pengoperasian alat berisiko tinggi (mis. alat berat, listrik).
Petugas K3 KebakaranFokus pada manajemen risiko kebakaran dan evakuasi.
Ahli K3 LingkunganFokus pada pengendalian dampak lingkungan.
SMK3 (Manajemen K3)Sertifikasi untuk implementasi Sistem Manajemen K3 perusahaan.

Apa Manfaat Sertifikasi K3 untuk Perusahaan?

Penerapan prinsip K3 merupakan sesuatu yang wajib dilakukan oleh perusahaan. Hal ini akan membantu perusahaan untuk bisa memastikan keselamatan dan kesehatan pekerja tetap terjaga selama bekerja dan berada di lingkungan perusahaan. Perusahaan juga wajib memberikan sertifikasi bagi pekerja yang akan menjadi Ahli K3 Umum di perusahaannya. 

Berikut ini adalah beberapa manfaat yang didapatkan perusahaan dari sertifikasi K3: 

1. Memenuhi Kewajiban Hukum

Berdasarkan UU Nomor 13 Tahun 2003 terkait Ketenagakerjaan, dijelaskan bahwa  setiap pekerja/ buruh berhak untuk mendapatkan perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja. Selain itu, UU Nomor 1970 tentang Keselamatan Kerja juga mengatur tentang kewajiban setiap perusahaan untuk memiliki ahli K3. 

Berdasarkan ketentuan di atas, maka sudah jelas perusahaan memiliki kewajiban untuk mempekerjakan Ahli K3 Umum yang sudah tersertifikasi. Sertifikasi K3 yang diberikan perusahaan kepada pekerja yang akan menangani bidang tersebut, akan memungkinkan perusahaan memenuhi kewajiban hukum di atas. 

2. Meminimalisir Resiko Saat Bekerja

Penerapan K3 akan meminimalisir risiko-risiko yang terjadi di lingkungan kerja, baik itu yang disebabkan oleh kecelakaan maupun gangguan kesehatan yang diderita pekerja. Pekerja yang sudah memiliki sertifikasi K3 akan melakukan penerapan tersebut dengan baik. 

3. Meningkatkan Citra dan Kredibilitas Perusahaan

Sertifikasi K3 dan penerapannya yang benar akan memungkinkan para pekerja mendapatkan perlakuan yang profesional dan manusiawi dari perusahaan. Bentuk kepedulian akan keselamatan dan kesehatan pekerja ini bisa meningkatkan citra dan reputasi perusahaan di khalayak umum. 

4. Meningkatkan Kepercayaan Klien 

Sertifikasi K3 juga akan membuat tingkat kepercayaan klien semakin bertambah kepada perusahaan. Kebanyakan klien tentu hanya ingin bekerja dengan perusahaan yang benar dan menjaga keselamatan pekerjanya dengan baik. 

5. Meningkatkan Produktivitas Perusahaan

Penerapan K3 akan meminimalisir risiko kecelakaan kerja, termasuk gangguan kesehatan para pekerja. Hal ini akan membuat produktivitas perusahaan mengalami peningkatan, sedangkan risiko keuangan/ pengeluaran biaya kesehatan bisa ditekan, sehingga keuntungan bisa lebih maksimal. 

Apa Saja Syarat Sertifikasi K3? 

Di Indonesia, ada beberapa lembaga yang berwenang untuk menerbitkan sertifikat K3, termasuk Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) dan juga  Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Keduanya akan menerapkan syarat sertifikasi yang berbeda seperti berikut ini: 

Syarat Sertifikasi K3 di BNSP

BNSP merupakan lembaga sertifikasi independen yang memiliki tanggung jawab sebagai pelaksana sertifikasi kompetensi pekerja. Di lembaga ini, Ahli K3 akan dibedakan menjadi 3 tingkatan seperti berikut ini: 

  1. Khusus Tingkat Muda: memerlukan pengalaman kerja dalam bidang K3 dengan rincian berikut:
    • Minimal 6 bulan untuk sarjana K3.
    • Minimal 1 tahun untuk sarjana teknik dan sarjana non teknik.
    • Minimal 2 tahun untuk lulusan D3.
    • Minimal 3 tahun untuk lulusan SLTA.
  2. Khusus Tingkat Madya: memerlukan pengalaman kerja dalam bidang K3 dengan rincian berikut:
    • Minimal 2 bulan untuk sarjana K3.
    • Minimal 5 tahun untuk sarjana teknik non K3.
    • Minimal 7 tahun untuk dan sarjana non teknik.
    • Minimal 8 tahun untuk lulusan D3
    • Minimal 10 tahun untuk lulusan SLTA.
  3. Khusus Tingkat Utama: memerlukan pengalaman kerja di bidang K3 dengan rincian berikut:
    • Minimal 8 bulan untuk sarjana K3.
    • Minimal 10 tahun untuk sarjana teknik dan sarjana non teknik.

Berikut ini adalah syarat-syarat administrasi yang harus dipenuhi oleh peserta untuk sertifikasi K3 di BNSP: 

  1. CV
  2. Fotokopi ijazah terakhir.
  3. Fotokopi KTP/ KITAS/ Paspor.
  4. Pas foto ukuran 3 x 4 (2 lembar).
  5. Surat rekomendasi kerja (jika ada).
  6. Sertifikasi K3 sebelumnya (jika ada).

Baca Juga: 5 Peran Safety Inspector Dalam Menjalankan Operasi Industri

Syarat Sertifikasi K3 di Kemnaker

Berikut ini adalah beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan sertifikat K3 di Kemnaker: 

  1. Peserta adalah sarjana yang sudah memiliki pengalaman kerja minimal 2 tahun dalam bidang keahliannya masing-masing. 
  2. Sarjana Muda atau sederajat yang sudah memiliki pengalaman kerja minimal 4 tahun dalam bidang keahlian masing-masing.
  3. Berbadan sehat.
  4. Berkelakuan baik.
  5. Bekerja penuh pada instansi/ perusahaan terkait.
  6. Lulus dalam seleksi yang dilakukan oleh tim penilai.

Berikut ini adalah syarat-syarat administrasi yang harus dipenuhi para peserta sertifikasi K3 di Kemnaker: 

  1. Daftar riwayat hidup
  2. Fotokopi ijazah terakhir
  3. Sertifikat pendidikan K3 (jika ada).
  4. Surat keterangan berbadan sehat.
  5. Surat keterangan pemeriksaan psikologi.
  6. Surat keterangan pengalaman kerja di bidang K3.
  7. Surat keterangan pernyataan bekerja dari instansi/ perusahaan.

Perbedaan Sertifikasi K3 Kemnaker dan BNSP

AspekKemnakerBNSP
Lembaga penerbitKementerian KetenagakerjaanBadan Nasional Sertifikasi Profesi
FokusSertifikasi ahli K3 wajib sesuai perundanganSertifikasi kompetensi profesional
SifatWajib di beberapa sektorSukarela namun bernilai profesional
KualifikasiLebih ketatLebih fleksibel

Cara Mendapatkan Sertifikat K3

Jika melihat berbagai persyaratan di atas, maka mendapatkan sertifikat K3 tentu terbilang sulit, sehingga harus dipersiapkan dengan sebaik mungkin. Pastikan untuk memenuhi semua persyaratan dengan baik terlebih dahulu, sehingga pengajuan sertifikasi bisa dilakukan dengan lebih mudah. 

Berikut ini adalah beberapa cara yang perlu dilakukan untuk mendapatkan sertifikat K3: 

1. Kumpulkan Informasi Terkait Pelaksanaan Sertifikasi K3

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengumpulkan informasi terkait pelaksanaan sertifikasi K3. Carilah info ini melalui situs resmi lembaga-lembaga yang mengadakan sertifikasi ini, seperti BNSP atau Kemnaker. 

2. Pilih Tempat Pelatihan K3 Yang Tepat

Jika sudah melakukan langkah di atas, maka pilih lembaga yang tepat untuk mendapatkan pelatihan K3. Pastikan semua syarat pelatihan bisa dipenuhi dengan  baik, agar tidak terkendala urusan administrasi dan lainnya. 

3. Pastikan Pengalaman Kerja Memenuhi Syarat 

Masih berkaitan dengan poin di atas, pelatihan K3 menerapkan syarat pengalaman kerja yang cukup ketat. Pastikan pengalaman kerja sudah sesuai dan memenuhi persyaratan tersebut dengan baik. 

4. Siapkan Dananya dengan Baik 

Proses sertifikasi K3 akan membutuhkan biaya yang cukup besar, sehingga perlu disiapkan dengan matang. Diskusikan hal ini dengan pihak perusahaan yang berwenang, sehingga proses sertifikasi bisa berjalan dan selesai tanpa terkendala dana.  

5. Lengkapi Berkas dan Laksanakan Ujian

Langkah selanjutnya adalah melengkapi semua berkas yang dibutuhkan untuk mengikuti pelatihan K3. Selain itu, ikuti ujian yang dilaksanakan oleh tim penilai. Pastikan untuk bisa lulus ujian ini dengan baik, sehingga seluruh syarat mengikuti pelatihan sertifikasi bisa terpenuhi. 

Lakukan Sertifikasi K3 dengan Cara yang Benar

Memberikan sertifikasi K3 kepada karyawan merupakan salah satu kewajiban perusahaan, agar penerapan K3 bisa dilakukan dengan baik. Penting untuk memahami proses yang dibutuhkan untuk sertifikasi ini, agar lebih mudah untuk menyiapkannya. Penuhi semua syarat dan lakukan sertifikasi K3 dengan benar, sehingga sertifikat K3 bisa didapatkan dan digunakan dengan baik.

Selain itu, lindungi juga karyawan dengan asuransi. Cermati Protect menyediakan berbagai produk asuransi kesehatan karyawan yang dapat Anda pilih sesuai kebutuhan. Isi form di bawah ini untuk detailnya!

Apa Itu K3? Pengertian, Tujuan, Prinsip, dan Ruang Lingkup

Apa Itu K3? Pengertian, Tujuan, Prinsip, dan Ruang Lingkup

Kesehatan dan Keselamatan Kerja atau disingkat K3 merupakan instrumen yang melindungi pihak-pihak terlibat, seperti pekerja, perusahaan, masyarakat, dan lingkungan dari hal merugikan yang timbul dari aktivitas kerja. Pelaksanaan K3 diharapkan mampu menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan terbebas dari pencemaran lingkungan. Alhasil, potensi terjadinya kecelakaan maupun penyakit akibat kerja menjadi kecil.

Dalam hal ini, K3 mencakup semua hal yang dapat memproteksi dan mensejahterakan pekerja. Mulai dari pemeriksaan kesehatan rutin, pengawasan pimpinan selama kerja di lapangan, dan lain sebagainya. Informasi lebih jelasnya mengenai K3, termasuk prinsip, tujuan, dan ruang lingkupnya akan dibahas di bawah ini.

Tentang K3 yang Perlu Diketahui

Pengertian keselamatan kerja atau K3 secara umum dapat dibedakan dalam tiga kategori, yaitu:

  1. Secara keilmuan, keselamatan kerja adalah ilmu pengetahuan yang dalam penerapannya berusaha untuk mencegah terjadinya kecelakaan maupun penyakit selama bekerja.
  2. Secara filosofis, keselamatan kerja adalah upaya yang dilakukan untuk memastikan keutuhan dan kesempurnaan pekerja, baik secara jasmani maupun rohani guna menciptakan hasil karya dan budaya masyarakat yang adil dan makmur. 
  3. Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012, keselamatan kerja adalah kegiatan untuk menjamin dan melindungi keselamatan dan kesehatan pekerja melalui upaya pencegahan kecelakaan dan penyakit kerja.

Dalam K3, terdapat tiga norma yang perlu dipahami. Ketiga norma tersebut adalah:

  • Segala aturan yang berkaitan dengan kesehatan dan keselamatan kerja
  • Diterapkan untuk melindungi pekerja
  • Risiko terjadinya kecelakaan dan penyakit kerja

Sementara sasaran dari K3 sendiri, antara lain:

  • Operator dan orang lain yang berkaitan dengan pekerjaan
  • Peralatan maupun mesin yang dioperasikan
  • Proses produksi berjalan lancar

Secara teoritis, terdapat beberapa istilah bahaya yang sering kali ditemukan saat menerapkan K3 di dunia kerja. Istilah tersebut, antara lain:

  • Hazard (sumber bahaya), adalah suatu keadaan yang dapat menyebabkan timbulnya kecelakaan, penyakit, maupun kerusakan yang menghambat kinerja pekerja
  • Danger (tingkat bahaya), adalah peluang bahaya yang sudah terlihat, tapi dapat dicegah dengan berbagai tindakan preventif
  • Risk, adalah tingkat risiko yang mungkin terjadi dalam waktu tertentu
  • Incident, adalah bahaya tidak diinginkan yang muncul akibat kontak dengan sumber energi yang tidak sesuai struktur atau melewati ambang batas
  • Accident, adalah terjadinya bahaya yang menjadikan pekerja sebagai korbannya

Tujuan dan Fungsi Diberlakukan Keselamatan Kerja 

Berdasarkan pengertian yang telah disebutkan di atas, dapat ditarik kesimpulan tentang tujuan K3 dalam dunia kerja. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Setiap pekerja berhak mendapatkan perlindungan atas keselamatan sewaktu bekerja demi tercapainya kesejahteraan hidup dan meningkatnya produktivitas serta produktivitas nasional.
  • Setiap pekerja perlu mendapat jaminan kesehatan dan keselamatan kerja.
  • Penggunaan sumber produksi harus aman dan efisien.
  • K3 berguna untuk mengurangi biaya yang perusahaan harus keluarkan akibat terjadinya kecelakaan dan penyakit kerja, karena telah diantisipasi sebelumnya.

K3 memiliki fungsi yang bermanfaat bagi perusahaan maupun pekerja. Adapun fungsi tersebut, antara lain:

  • Sebagai pedoman untuk melakukan identifikasi dan penilaian terhadap risiko kesehatan dan keselamatan di lingkungan kerja.
  • Memudahkan proses perencanaan, pengorganisasian, dan pelaksanaan kerja.
  • Meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja.
  • Memberi saran yang berkaitan dengan informasi, edukasi, dan pelatihan tentang kesehatan dan keselamatan kerja.
  • Pedoman dalam membuat desain, prosedur, metode, dan program terkait pengendalian bahaya.

Prinsip dalam Keselamatan Kerja

K3 memiliki 8 prinsip yang harus dipenuhi, di antaranya:

  • Keselamatan merupakan tanggung jawab moral.
  • Keselamatan bukan sekedar program, tetapi budaya.
  • K3 adalah bagian dari tanggung jawab manajemen.
  • Pekerja perlu mendapatkan pelatihan agar mampu bekerja dengan aman.
  • K3 merupakan cerminan kondisi ketenagakerjaan.
  • Semua kecelakaan umumnya dapat dicegah.
  • K3 memiliki program yang bersifat spesifik.
  • K3 baik untuk bisnis.

Ruang Lingkup Keselamatan Kerja Karyawan

Terdapat 3 ruang lingkup yang perlu diperhatikan perusahaan dalam melaksanakan K3, di antaranya:

1. Lingkungan Kerja

Adalah tempat di mana pekerja melakukan pekerjaan atau aktivitas. Kondisi kerja harus memadai. Mulai dari suhu, ventilasi, penerangan, hingga situasi guna meminimalisir terjadinya kecelakaan dan penyakit kerja.

2. Alat Kerja dan Bahan

Berkaitan dengan alat kerja dan bahan yang dibutuhkan dalam kegiatan produksi. Alat kerja menjadi salah satu faktor penentu ketepatan produksi. Ditambah bahan atau material yang nantinya akan mempengaruhi kualitas produksi itu sendiri.

3. Metode Kerja

Merupakan standar kerja yang harus dilaksanakan oleh para pekerja agar tujuan kerja tercapai dengan hasil yang efektif dan efisien. Misalnya, pengetahuan tentang cara mengoperasikan suatu mesin atau cara menggunakan alat-alat keselamatan saat bekerja. Dengan metode kerja yang tepat, hal-hal yang merugikan dapat dihindari.

Baca Juga: Tips Perusahaan Menjamin Kesehatan Karyawan di Kantor

Contoh Keselamatan Kerja

Keselamatan kerja atau K3 dibutuhkan di berbagai industri, khususnya yang berada di lapangan.. Misalnya, pertambangan, rumah sakit, alat-alat transportasi, manufaktur, retail, gas, dan lain sebagainya. Setiap industri mewajibkan pekerja untuk memiliki alat pelindung diri selama bekerja.

1. Keselamatan Kerja di Pabrik

Beberapa alat keselamatan kerja dapat berupa:

  • Safety helmet, berguna sebagai pelindung kepala dari benda-benda yang dapat melukai
  • Safety belt, berguna sebagai alat pengaman sewaktu menaiki alat transportasi
  • Penutup telinga, berguna untuk menutup telinga selama bekerja di tempat yang bising
  • Kacamata pengaman, berguna untuk mengamankan mata dari percikan, seperti saat mengelas
  • Sepatu karet (boot), berguna untuk alat pengaman saat bekerja di tempat yang berlumpur atau becek
  • Sepatu pelindung, berguna untuk melindungi kaki dari benda tajam. Terbuat dari kulit dengan sol karet yang tebal dan kuat, serta dilapisi metal
  • Sarung tangan, berguna untuk melindungi tangan dari berbagai cedera yang mungkin terjadi
  • Pelindung wajah, berguna untuk melindungi wajah dari percikan benda asing selama bekerja
  • Masker, berguna untuk menyaring udara yang masuk saat bekerja di tempat yang berdebu atau beracun
  • Jas hujan, berguna untuk memproteksi badan dari percikan benda tertentu saat bekerja

2. Keselamatan Kerja di Rumah Sakit

Beberapa alat keselamatan kerja dapat berupa:

  • Masker, untuk membantu menjauhkan penyakit yang dapat menular
  • Gaun pelindung, merupakan salah satu alat keselamatan kerja di laboratorium atau ruang operasi untuk melindungi tubuh dari alat-alat yang berbahaya
  • Sarung tangan, berguna untuk menjaga tangan agar tetap higienis saat menyentuh alat-alat kesehatan
  • Pelindung kepala, berguna untuk melindungi kepala dan rambut agar tidak terkontaminasi dengan debu atau penyakit lainnya

Contoh Alat Pelindung Diri (APD) di Tempat Kerja

Jenis APDFungsi
Safety helmetMelindungi kepala dari benturan.
Sarung tanganMelindungi tangan dari cedera.
MaskerMelindungi saluran pernapasan dari debu/zat berbahaya.
Sepatu pelindungMelindungi kaki dari benda tajam atau berat.

Faktor-faktor yang Menyebabkan Terjadinya Kecelakaan Kerja

Meskipun sudah memberlakukan K3, kecelakaan kerja masih sering terjadi di perusahaan. Hal ini tidak terlepas dari faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya kecelakaan kerja, di antaranya:

1. Lemahnya Pengawasan dari Pemimpin

Pemimpin atau atasan perlu memperhatikan keselamatan kerja masing-masing karyawan. Misalnya, memastikan karyawan telah mengikuti prosedur kerja atau SOP yang berlaku.

2. Pengadaan Perlengkapan dan Alat-alat Keamanan Tidak Memadai

Mulai dari helm, sarung tangan, helmet, dan sepatu tidak memadai. Ketika salah satu dari perlengkapan ini tidak ada, maka keselamatan kerja akan berkurang. Terlebih lagi bagi pekerja yang berurusan dengan mesin atau alat-alat berat.

3. Lemahnya Perawatan Mesin

Mesin yang digunakan untuk produksi wajib dirawat secara rutin. Jika tidak, maka ini dapat menyebabkan kurangnya hasil produksi, menurunnya kualitas, dan yang tak kalah penting adalah membahayakan pekerja. Pemberian oli atau pelumas penting dilakukan agar kinerja mesin selalu baik.

4. Penyalahgunaan Aturan K3

Perusahaan atau pekerja  yang menyalahgunakan aturan K3 selama bekerja rentan mengalami kecelakaan kerja. Maka dari itu, peraturan K3 wajib dipatuhi oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Hal ini sesuai yang tercantum dalam peraturan pemerintah. 

5. Kurangnya Pengalaman

Minimnya pengalaman dalam menggunakan alat-alat safety rentan menimbulkan kecelakaan kerja. Hal ini sering terjadi pada pekerja yang baru memasuki dunia kerja. Pekerja tipe ini perlu diberi instruksi yang jelas dalam menggunakan alat-alat pengaman K3 demi kesehatan dan keselamatan kerja.

6. Kurangnya Kemampuan Fisik, Mental, dan Psikologis

Kurangnya kemampuan pekerja, baik secara fisik, mental, dan psikologis akan otomatis mempengaruhi tingkat keselamatan kerja. Penting agar pekerja menguatkan fisik dan mental saat memasuki dunia kerja. Hal ini harus didukung pula dengan bimbingan atau pengajaran terkait cara pengerjaan, sehingga kesalahan yang membahayakan dapat diminimalisir.

Standar Kerja Penting untuk Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Potensi terjadinya kecelakaan kerja dapat dihindari dengan menentukan standar kerja yang tinggi. Hal ini harus didukung pula dengan pengajaran maupun penyediaan alat-alat keselamatan kerja yang lengkap. Dengan demikian, keselamatan kerja para pekerja menjadi terjamin dan perusahaan dapat menghemat budget dalam hal kesehatan dan keselamatan kerja.

Maksimalkan perlindungan kepada karyawan dengan memberikan mereka Asuransi Kesehatan Karyawan. Untuk mendapatkan Asuransi Kesehatan Karyawan terbaik, Anda bisa langsung daftar lewat formulir di bawah ini.

Pentingnya Memiliki Asuransi Tanggung Gugat (Tanggung Jawab Hukum Perusahaan)

Pentingnya Memiliki Asuransi Tanggung Gugat (Tanggung Jawab Hukum Perusahaan)

Dengan alasan perbedaan kebutuhan, maka berbeda pula produk asuransi yang dibeli oleh seseorang. Tujuannya untuk meminimalisir pembelian produk lain yang sejenis di kemudian hari karena mereka  sudah mendapatkan manfaat optimal. 

Di antara sekian banyak produk, asuransi tanggung gugat atau yang sering disebut asuransi tanggung jawab hukum perusahaan menjadi salah satu yang wajib dipertimbangkan. Asuransi ini memberikan proteksi atas risiko tuntutan hukum dari pihak ketiga yang merasa dirugikan akibat peristiwa tertentu. Dengan manfaat ini, semua orang kini dapat terproteksi secara maksimal melalui satu produk asuransi saja. 

Sekilas Tentang Asuransi Tanggung Gugat atau Tanggung Jawab Hukum Perusahaan

asuransi tanggung gugat

Asuransi tanggung gugat menyediakan jaminan perlindungan bagi berbagai profesi dalam menghadapi tuntutan hukum pihak ketiga akibat kesalahan dalam menjalankan profesi atau usahanya. Secara umum, asuransi tanggung gugat menjamin kerugian finansial akibat kegagalan pelaksanaan profesi berupa  report, advice, survei, dan lain sebagainya. 

Manfaat Asuransi Tanggung Gugat atau Tanggung Jawab Hukum Perusahaan Berdasarkan Jenis-Jenisnya

Setelah mengetahui definisi serta prinsip dasar asuransi tanggung jawab hukum perusahaan, bahasan yang perlu dipahami selanjutnya ialah manfaatnya. Manfaat asuransi tanggung jawab perusahaan bisa dikategorikan sesuai jenis-jenisnya. 

KategoriNama ProdukTarget PenggunaCakupan Utama
ProfesiProfessional IndemnityDokter, Akuntan, ArsitekKelalaian profesional & malpraktik.
UmumPublic LiabilityPemilik Toko, Mall, HotelCedera pengunjung di lokasi usaha.
BisnisDirectors & Officers (D&O)Eksekutif & DireksiKesalahan pengambilan keputusan strategis.
ProdukProduct LiabilityManufaktur & SellerKerugian akibat produk cacat/berbahaya.

Manfaat Utama yang Anda Dapatkan

  1. Ganti Rugi Finansial: Menutup biaya kompensasi sesuai keputusan pengadilan.
  2. Biaya Pertahanan Hukum (Legal Defense Cost): Menanggung biaya pengacara dan persidangan yang mahal.
  3. Reputasi Terjaga: Memastikan penyelesaian sengketa dilakukan secara profesional melalui pihak ketiga (asuransi).

Baca Juga: Asuransi Perjalanan Bisnis: Jenis, Manfaat dan Cara Klaimnya 

Manfaat yang Dikecualikan

  • Kerusakan pesawat terbang dan kerusakan turunannya
  • Tanggung gugat kontraktual
  • Tanggung gugat pekerjaan atau profesional
  • Kerusakan benda yang mengandung asbestos
  • Benda tidak berfungsi dengan baik
  • Kecacatan produk
  • Jaminan dan penarikan kembali produk
  • Biaya kerusakan, penalti, denda, dan sanksi
  • Risiko atas kekayaan intelektual, seperti trademark, paten, dan sejenisnya
  • Harta benda yang disewakan atau dititipkan kepada tertanggung rusak
  • Perang, nuklir, radioaktif, polusi
  • Wilayah dan yurisdiksi Kanada dan Amerika Serikat
  • Aktivitas kriminal atau tidak etis yang disengaja
  • Kewajiban hukum berdasarkan kontrak yang tidak diatur dalam hukum umum
  • Tuntutan yang timbul akibat kesengajaan atau penipuan

Manfaat yang Dapat Diperluas

Tertanggung dapat memperluas manfaat dengan menambah premi bulanan. Opsi perluasannya adalah sebagai berikut:

  • Biaya pembelaan hukum atau pengacara
  • Penggantian kerugian akibat kepemilikan atau mengemudikan kendaraan 
  • Penggantian kerugian atas harta benda yang disewakan atau dititipkan kepada tertanggung
  • Penggantian kerugian harta benda akibat polusi dan cedera fisik yang tidak disengaja
  • Cedera badan pada pihak ketiga akibat kelalaian
  • Kerusakan properti milik pihak ketiga
  • Cedera akibat kecelakaan kerja terhadap pengunjung/klien
  • Kerugian finansial pihak ketiga akibat kelalaian profesional
  • Tuntutan akibat produk cacat yang menyebabkan kerugian

Baca Juga: Asuransi Kecelakaan Kerja: Pengertian, Manfaat, Syarat Klaim, dan Cara Klaim

Dasar Hukum Asuransi Tanggung Gugat

Diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata pasal 1365 sampai 1371. Bunyinya adalah sebagai berikut:

Pasal 1365Pelaku wajib memberikan ganti rugi atas tindakan yang merugikan pihak lain.
Pasal 1366Seseorang memberikan ganti rugi kepada pihak lain atas perbuatan dan kelalaiannya.
Pasal 1367Seseorang memberikan ganti rugi bukan hanya karena perbuatannya sendiri, tapi juga karena perbuatan orang yang ia tanggung atau benda di bawah pengawasannya.
Pasal 1368Pemilik binatang bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh binatang peliharaannya.
Pasal 1369Pemilik gedung bertanggung jawab atas kerugian akibat ambruknya gedung karena kelalaian pemeliharaan.
Pasal 1370Kelalaian suatu pihak yang menyebabkan terjadinya tindakan pembunuhan atau kematian, maka pihak yang bersangkutan wajib memberikan ganti rugi berupa nafkah kepada pihak yang meninggal.
Pasal 1371Seseorang wajib memberikan ganti rugi atas tindakan yang menyebabkan orang ketiga mengalami kecacatan.

3 Profesi yang Membutuhkan Asuransi Tanggung Gugat

Asuransi tanggung gugat secara khusus ditujukan kepada orang atau pihak yang rentan mengalami tuntutan dari pihak ketiga. Mereka ini adalah orang yang bekerja atau menjalankan profesi sebagai berikut.

Jenis ProfesiAlasan Membutuhkan Asuransi Tanggung Gugat
Pemilik BisnisJika pebisnis melakukan kesalahan yang merugikan pihak lain, seperti konsumen mengalami keracunan setelah mencicipi produk yang dijual, maka risiko kerugiannya dapat dialihkan kepada penyedia asuransi. Pebisnis sama sekali tidak menanggung kerugian yang timbul.
Penyedia JasaProfesi yang bergerak di bidang jasa, seperti dokter memiliki risiko pekerjaan yang cukup tinggi. Asuransi tanggung gugat profesi dokter membantu melindungi sang dokter saat pasien mengajukan tuntutan hukum akibat kelalaian kerja. Misalnya, malpraktek, cacat permanen, salah memberikan obat, hingga kematian. 
Profesi dengan Jabatan BerpengaruhDirektur atau petinggi di perusahaan pun memerlukan asuransi tanggung gugat karena kerap kali membuat keputusan penting. Jika keputusan yang diambil merugikan pihak lain, maka petinggi perusahaan dilindungi oleh asuransi tanggung gugat. 

Bagaimana Cara Klaim Asuransi Tanggung Gugat?

Klaim asuransi tanggung gugat dapat dilakukan dengan respon polis claim made basis. Maksudnya adalah pengajuan tanggung gugat dapat diajukan kapan saja tanpa memandang waktu kerugian. 

Selama masa pertanggungan polis berlaku, maka polis claim made basis dapat diajukan kepada penyedia asuransi. Klaim polis biasanya menggunakan retroactive date, yaitu tanggal berlakunya polis asuransi tanggung gugat. 

Adapun prosedur dalam mengajukan klaim, antara lain:

  • Buat laporan tertulis kepada penyedia asuransi terkait insiden yang terjadi
  • Serahkan laporan kepada penyedia asuransi untui diverifikasi
  • Tunggu sampai proses verifikasi selesai dan pengajuan klaim disetujui. Biaya tanggung jawab hukum yang sudah terlanjur dikeluarkan oleh tertanggung di luar tanggung jawab asuransi
  • Sembari menunggu jawaban, tertanggung diharapkan dapat meminimalisir kerugian dengan tidak memperbesar masalah kepada pihak ketiga
  • Tertanggung wajib mengikuti saran yang diberikan oleh penasihat hukum
  • Bersikap jujur saat menyampaikan informasi terkait insiden yang merugikan pihak ketiga sebagai upaya untuk meringankan klaim
  • Menyerahkan berkas yang diminta, seperti formulir pengajuan klaim, berita acara dari kepolisian setempat, laporan peristiwa secara detail, hingga pernyataan saksi di lokasi kejadian

Baca Juga: Lindungi Diri dari Gugatan dengan Asuransi Profesi

Apa Saja Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Asuransi Tanggung Gugat (Tanggung Jawab Hukum Perusahaan)?

Sebelum membeli premi asuransi ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya:

  • Perhatikan dan pahami isi surat penawaran dari pihak perusahaan asuransi,
  • Pastikan pembelian produk asuransi ditangani oleh agen bersertifikat SPPA (Surat Permohonan Penutupan Asuransi),
  • Pastikan bahwa seluruh data dalam SPPA sudah sesuai dengan kondisi yang sebenarnya,
  • Pahami dan baca ulang kontrak/ polis asuransi dengan saksama, tanyakan ke agen/ perusahaan bila terdapat keraguan atas kondisi/ isi polis,
  • Apabila terdapat kesalahan data di dalam polis yang diberikan, mintalah perubahan (endorsement),
  • Ketahui dan pahami seputar risiko sendiri atau OR (Own Risk) atau Deductible yang harus dibayar sendiri terlebih dahulu sebelum akhirnya mendapat penggantian oleh asuransi. 

Kewajiban Nasabah Saat Membeli Asuransi Tanggung Gugat atau Tanggung Jawab Hukum Perusahaan

Dalam asuransi, hak dan kewajiban para pihak berjalan seiringan. Kewajiban tertanggung yaitu membayar premi dan hak tertanggung ialah menerima santunan ganti rugi saat terjadi klaim. 

Sementara itu, kewajiban penanggung yaitu membayarkan santunan ganti rugi jika terjadi klaim serta menerima premi sebagai haknya. Pihak tertanggung adalah nasabah yang mendapatkan perlindungan saat terjadi risiko berdasarkan ketentuan di dalam polis. 

Sedangkan pihak pertanggungan yaitu perusahaan asuransi sebagai pemberi manfaat kepada tertanggung. Tentunya dalam hal ini, masing-masing pihak memiliki tanggung jawab dan perannya sendiri. 

Untuk lebih jelasnya, berikut rincian kewajiban pihak nasabah pengusaha saat membeli produk asuransi tanggung jawab hukum perusahaan:

  • Mempelajari dengan sebaik-baiknya proposal penawaran yang diajukan pihak agen/ broker, terutama atas risiko apa saja yang dijamin dan tak dijamin,
  • Mengetahui apa saja persyaratan yang wajib dipenuhi,
  • Memahami cara pembayaran premi asuransi,
  • Mengerti kewajiban tertanggung dalam hal terjadi kerusakan dan kerugian,
  • Mencari tahu dan memastikan bagaimana kondisi kesehatan finansial dari perusahaan asuransi yang akan menjamin risiko,
  • Mengisi SPPA (Surat Permohonan Penutupan Asuransi) dengan data akurat, lengkap dan sebenar-benarnya, serta ditandatangani oleh nasabah pengusaha dari perusahaan/ calon tertanggung sendiri,
  • Menanyakan kartu keagenan dari agen asuransi yang menawarkan produk asuransi (jika membeli melalui agen),
  • Mengetahui limit indemnity yang akan diberikan. Menukil Prudential, indemnity merupakan prinsip ganti rugi. Perusahaan asuransi selaku pihak Penanggung harus memberi ganti rugi kepada Tertanggung berdasarkan kesepakatan dalam perjanjian di kontrak/ polis. Adapun nilai tanggungan harus sesuai dengan nilai klaim yang telah diajukan, tanpa penambahan ataupun pengurangan nilai. 

Asuransi Tanggung Gugat untuk Lindungi Finansial

Asuransi tanggung gugat adalah produk yang wajib dimiliki untuk mengamankan finansial dari risiko yang tidak diinginkan. Salah satu contoh asuransi tanggung gugat adalah Cermati Protect. 

Ajukan asuransi tanggung gugat di Cermati Protect sekarang untuk mendapatkan penawaran dari berbagai perusahaan asuransi terkemuka dengan proses klaim yang transparan dan bantuan tim ahli 24/7.

Dapatkan penawaran asuransi tanggung gugat terbaik dari Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah ini!

Tak Perlu Beli, 10 Alat Berat Ini Bisa Disewa

Tak Perlu Beli, 10 Alat Berat Ini Bisa Disewa

Menyewa alat berat adalah salah satu solusi untuk menekan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan konstruksi saat mengerjakan suatu proyek. Pasalnya, menyewa jauh lebih murah daripada membeli alat berat itu sendiri. Dimana harga per alat berat bisa mencapai ratusan bahkan milyaran rupiah. 

Tentunya, perusahaan konstruksi tidak menyewa semua jenis alat berat. Hanya ada beberapa jenis yang disewa, yaitu alat berat yang paling sering digunakan untuk kebutuhan konstruksi. Berikut ini 10 daftar alat berat yang bisa disewa beserta dengan estimasi harga sewanya. 

10 Alat Berat yang Bisa Disewa

1. Excavator

Excavator adalah alat berat yang digunakan untuk menggali tanah, memuat, membongkar material, membuat kemiringan, memecahkan batu, dan membuat parit. Alat ini terdiri dari dua jenis ukuran, yaitu ukuran mini dan normal. Excavator berukuran mini biasanya digunakan untuk pekerjaan di area yang lebih sempit. 

Berikut ini adalah daftar harga sewa excavator yang dapat dipertimbangkan:

No.TipeHarga sewa
1Excavator mini PC 40Rp125.000 / jam
2Excavator mini PC 50Rp130.000 / jam
3Excavator mini PC 75Rp135.000 / jam
4Excavator mini PC 78Rp140.000 / jam
5Excavator PC 100Rp150.000 / jam
6Excavator PC 200Rp165.000 / jam
7Excavator long ARMRp300.000 / jam
8Excavator breakerRp300.000 / jam

2. Dump Truck

Dump truck adalah alat berat yang biasa digunakan untuk memindahkan material dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Material yang diangkut berupa kerikil, batu-batuan, pasir, nikel, biji besi, bahkan sampah material. 

Berikut ini adalah daftar harga sewa dump truck yang dapat dipertimbangkan:

No.TipeHarga sewa
1Dump truck (index 7-8) Rp1.200.000
2Dump truck (index 24)Rp1.800.000

3. Vibro Roller

Dinamakan vibro karena alat ini dilengkapi dengan getaran. Alat ini biasanya digunakan untuk memadatkan tanah sesuai tingkat kepadatan yang diinginkan. Alat ini umum digunakan untuk kegiatan yang berkaitan konstruksi struktur tanah. 

Berikut ini adalah daftar harga sewa vibro roller yang dapat dipertimbangkan:

No.TipeHarga sewa
1Vibro roller (index 7-8)Rp1.200.000
2Vibro roller (index 24)Rp1.800.000

Baca Juga: 10 Jenis Alat Berat untuk Pembangunan Gedung

4. Tandem Roller / Walles

Tandem roller merupakan alat berat yang berfungsi untuk memadatkan material atau permukaan tanah. Alat ini dilengkapi dengan satu roda di bagian depan dan belakang yang posisinya sejajar. Alat ini biasa digunakan untuk pekerjaan penggilasan terakhir, seperti pembuatan aspal beton sehingga hasilnya menjadi rata.

Berikut ini adalah daftar harga sewa tandem roller yang dapat dipertimbangkan:

No.TipeHarga sewa
1Tandem roller 4-6 tonRp750.000 
2Tandem roller 6-8 tonRp850.000 
3Tandem roller 8-10 tonRp950.000 
4Tandem roller 10-12 tonRp1.100.000

5. Forklift

Forklift adalah alat berat sejenis truk yang digunakan untuk mengangkat, memindahkan, dan menurunkan material berat dari satu tempat ke tempat lain. Forklift dipercaya dapat meringankan beban angkat karyawan sekaligus meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja lapangan. Pengoperasian forklift bisa dilakukan dalam maupun luar ruangan, seperti pelabuhan, gudang, pabrik, dan supermarket. 

Berikut ini adalah daftar harga sewa forklift yang dapat dipertimbangkan:

No.TipeHarga sewa
1Forklift 2,5 tonRp3.000.000
2Forklift 5 tonRp5.000.000
3Forklift 10 tonRp7.000.000
4Forklift 25 tonRp10.000.000

6. Truck Crane

Truck crane adalah alat berat yang digunakan untuk memindahkan barang. Barang yang diangkat adalah barang berat dalam jumlah besar, tapi dalam jarang terbatas. Mengingat ukuran truck crane cukup besar, alat ini hanya akan berfungsi dengan baik di area dengan dimensi yang luas. 

Berikut ini adalah daftar harga sewa truck crane yang dapat dipertimbangkan:

No.TipeHarga sewa
1Crane mobil truck 7 tonRp6.000.000
2Crane mobil truck 25 tonRp8.000.000
3Crane mobil truck 45 tonRp10.000.000
4Crane mobil truck 50 tonRp11.000.000

Baca Juga: Tips Perawatan Alat Berat dengan Benar 

7. Crawler Crane

Crawler crane adalah alat berat untuk mengangkat material di dalam proyek konstruksi. Alat ini biasanya diangkut secara terpisah menggunakan trailer, kemudian dipasang kembali saat ingin digunakan di proyek. Pemasangan bagian-bagian tower crane terbilang cukup lama karena bagian yang dilepas lumayan banyak. 

Berikut ini adalah daftar harga sewa crawler crane yang dapat dipertimbangkan:

No.TipeHarga sewa
1Crawler crane 25 tonRp225.000 / jam
2Crawler crane 35 tonRp250.000 / jam
3Crawler crane 50 tonRp275.000 / jam

8. Roughter Crane

Roughter crane adalah tipe crane yang memiliki empat ban besar yang terbuat dari karet. Ban ini dilengkapi dengan all-wheel drive dan outriggers untuk meningkatkan stabilitas saat proses pengangkatan dan pemindahan material di area konstruksi. Alat ini dapat diandalkan di permukaan yang tidak rata, curam, dan menanjak. 

Berikut ini adalah daftar harga roughter crane yang dapat dipertimbangkan:

No.TipeHarga sewa
1Roughter crane Rp5.500.000 – Rp32.000.000

9. Bulldozer

Bulldozer adalah alat berat yang memiliki pisau pendorong untuk membabat atau menebas material. Alat ini mampu menjalankan fungsi clearing atau membersihkan lahan dari semak-semak, dedaunan, dan sisa-sisa material. Selain itu, bulldozer juga berfungsi untuk meratakan, menggali, menarik, dan menimbun beban. 

Berikut ini adalah daftar harga sewa bulldozer yang dapat dipertimbangkan:

No.TipeHarga sewa
1Bulldozer D31 MiniRp165.000 / jam
2Bulldozer D31 Mini SwampRp175.000 / jam 
3Bulldozer D65 StandarRp175.000 / jam
4Bulldozer D65 SwampRp250.000 / jam

10. Bore Pile

Bore pile adalah dasar tapak pada suatu bangunan. Alat ini dipercaya dapat menopang material dengan bobot yang berat, sehingga tiang tidak mudah bergeser. Bentuknya menyerupai tabung yang terdiri dari campuran beton bertulang dengan dimensi tertentu.

Berikut ini adalah daftar harga sewa bore pile yang dapat dipertimbangkan:

No.TipeHarga sewa
1Bore pile E33Rp489.000 / jam

Baca Juga: Jenis – Jenis Alat Berat Industri Lanskap yang Banyak Digunakan

9 Perusahaan Penyewaan Alat Berat

Berikut ini 9 daftar perusahaan yang menyediakan penyewaan alat berat, di antaranya.

Nama PerusahaanKeterangan
PT Gaya Makmur TractorsPerusahaan penyewaan yang didirikan sejak tahun 2005 ini menyediakan sewa alat berat untuk konstruksi jalan raya, pertambangan, dan perkebunan. Perusahaan beralamat di Jl. Lingkar Luar Barat No. 3 RT11/RW3, Rawa Buaya, Cengkareng, 11740.
CV. Artha KharismaPerusahaan ini bergerak di bidang penyewaan, jual dan beli alat berat. Mulai dari excavator, bulldozer, grader, truck, crane, dan loader. Perusahaan beralamat di Jl. Sidotopo Kidul 61 Surabaya, Jawa Timur 60152.
Bejo Rejo Bangkit JayaPerusahaan ini menyediakan berbagai tipe alat berat sesuai kebutuhan konstruksi, seperti concrete pump. Perusahaan beralamat di Jl. Daan Mogot KM 17 No. 38, Kalideres, Jakarta Barat 11830.
PT Kertajaya EkaryaPerusahaan ini bergerak di bidang penyewaan alat-alat kebutuhan konstruksi. Tidak hanya mesin dan alat berat saja, tapi juga suku cadang serta menyediakan jasa perbaikan semua jenis bulldozer hingga excavator. Perusahaan beralamat di Jl. Raya Plumpang Semper No. 13, Jakarta Utara 14260.
PT Solefound SaktiPerusahaan ini menyediakan penyewaan alat berat dengan harga yang terjangkau. Kualitas dari alat berat yang disewakan bagus, sehingga alat berat siap digunakan untuk kebutuhan konstruksi. Perusahaan beralamat di Jl. Gading Putih Raya Blok KR 15-17, Kelapa Gading Permai, Jakarta Utara 14240.
PT Fortuna Lancar AdimakmurPerusahaan yang didirikan sejak tahun 2017 ini bergerak di bidang jasa sewa dan rental peralatan konstruksi. Mulai dari bulldozer, excavator, vibro, dan traktor dari merek kenamaan dunia, seperti Hitachi, Komatsu, hingga Sakai. Perusahaan beralamat di Jl. By Pass Pandaan No. 88, Ds. Karangjati, Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur 67156.
PT Yanee Sukses BersamaPerusahaan ini menyediakan jasa penyewaan alat-alat berat untuk pengerjaan lahan. Alat yang disewakan berfokus pada alat berukuran mini guna meningkatkan fleksibilitas kerja dan menekan biaya operasional. Perusahaan beralamat di Jl. Raya Karangandong Km. 2, Gresik, Jawa Timur 60219.
Mecca Setia Tehnik SemarangPerusahaan yang bergerak di bidang sewa alat berat forklift ini berlokasi di Semarang. Alat-alat berat disewakan dengan harga yang bersahabat, jadi dapat menekan biaya operasional dan meningkatkan efisiensi pekerjaan konstruksi. Perusahaan beralamat di Jl. Arteri Yos Sudarso No. 9, Tambak Lorok, Semarang, Jawa Tengah 50144.
CV Dua Paja SamudraSelain menyediakan jasa rental alat berat, perusahaan juga menyediakan jasa perawatan untuk memastikan bahwa alat berat berada dalam kondisi optimal. Jenis alat berat yang disewakan cukup beragam, jadi dapat disesuaikan dengan kebutuhan konstruksi. Perusahaan beralamat di Jl. Raya Jatikramat No. 22, Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat 17423.

Baca Juga: Alat Berat Excavator: Fungsi, Jenis, Harga, dan Cara Kerja

Cara Sewa Alat Berat

Agar proyek Anda berjalan lancar dan terhindar dari kerugian finansial, mengikuti prosedur penyewaan yang benar adalah kunci utama. Berikut adalah langkah-langkah sistematis yang perlu Anda lakukan dalam menyewa alat berat:

1. Identifikasi Kebutuhan Proyek secara Detail

Langkah pertama adalah menentukan jenis alat, kapasitas (tonase), dan durasi sewa yang paling sesuai dengan medan di lapangan. Kesalahan dalam memilih kapasitas alat tidak hanya menyebabkan pemborosan biaya, tetapi juga berisiko menghambat lini masa proyek karena alat tidak mampu bekerja secara maksimal.

2. Cek Spesifikasi dan Tahun Produksi Alat

Pastikan mesin dalam kondisi prima untuk meminimalkan risiko kerusakan (breakdown) di tengah pekerjaan. Sangat disarankan untuk memilih unit dengan usia mesin di bawah 5-10 tahun. Alat yang lebih muda biasanya memiliki efisiensi bahan bakar yang lebih baik dan ketersediaan suku cadang yang lebih terjamin.

3. Verifikasi Legalitas Dokumen (SIA & SILO)

Penyewa wajib memastikan alat memiliki Surat Izin Alat (SIA) dan Surat Izin Layak Operasi (SILO) yang masih berlaku. Dokumen-dokumen ini adalah bukti otentik bahwa alat tersebut telah melewati inspeksi keselamatan dan layak dioperasikan sesuai dengan standar K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).

4. Negosiasi Biaya Mobilisasi dan Demobilisasi (Mob-Demob)

Biaya pengiriman alat ke lokasi proyek (mobilisasi) dan pengembaliannya ke pool (demobilisasi) seringkali menjadi komponen biaya tambahan yang besar. Pastikan Anda menegosiasikan rincian biaya ini di awal dan menyepakati siapa yang bertanggung jawab atas koordinasi transportasi alat tersebut.

5. Pastikan Adanya Proteksi Asuransi Alat Berat

Ini adalah langkah krusial untuk memitigasi risiko finansial. Periksa apakah unit tersebut sudah terlindungi oleh asuransi. Proteksi ini sangat penting untuk melindungi Anda dari tanggung jawab ganti rugi yang sangat besar jika terjadi kecelakaan kerja, kerusakan mesin yang tidak disengaja, hingga risiko kehilangan di lokasi proyek.


Tips Tambahan untuk Penyewa

Selalu buat kontrak tertulis yang mencantumkan pembagian tanggung jawab perawatan rutin serta prosedur penanganan jika terjadi kerusakan mendadak. Hal ini memastikan operasional tetap berjalan tanpa ada sengketa biaya perbaikan di kemudian hari.

Kurangi Biaya Operasional dengan Menyewa Alat Berat

Itu dia jenis-jenis alat berat yang dapat disewa dan daftar tempat menyewa alat berat yang dapat dipertimbangkan. Kini Anda tidak perlu lagi membeli alat-alat berat karena bisa disewa dengan harga yang terjangkau. Dengan menyewa, maka biaya operasional pun dapat berkurang secara otomatis, sehingga aktivitas konstruksi dapat berjalan sesuai rencana. 

Asuransi umum penting untuk melindungi alat/mesin berat dari risiko kerusakan dan kehilangan. Ajukan di Cermati Protect untuk asuransi terbaik dan pastikan investasi bisnismu tetap aman dan terlindungi dengan mengisi formulir dibawah ini!

Ini Dia Aturan Keselamatan dan Kesehatan Tenaga Kerja

Ini Dia Aturan Keselamatan dan Kesehatan Tenaga Kerja

Keselamatan kerja merupakan suatu upaya untuk menjamin keselamatan tenaga kerja, baik secara fisik maupun rohani selama bekerja. Mulai dari penggunaan mesin, peralatan kerja, proses pengolahan, landasan kerja, lingkungan dan cara melakukan pekerjaan. Keselamatan dan kesehatan kerja dimuat dalam peraturan perundang-undangan agar bisa ditaati oleh pihak yang terlibat. 

Sedangkan kesehatan kerja merupakan suatu upaya untuk melindungi tenaga kerja dari kejadian yang dapat menimbulkan atau memperparah kondisi kesehatan. Adanya keselamatan dan kesehatan kerja dipercaya dapat mewujudkan produktivitas yang menguntungkan, baik bagi tenaga kerja maupun perusahaan.

Tujuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Keselamatan dan kesehatan kerja dibuat untuk tujuan tertentu. Secara umum, tujuan tersebut antara lain.

1. Melindungi Tenaga Kerja

Tujuan utama dibuatnya keselamatan dan kesehatan kerja adalah untuk melindungi tenaga kerja di berbagai sektor, baik industri, pertambangan, keuangan, dan konstruksi. Perlindungan di dalamnya meliputi kesehatan, sehingga tenaga kerja berada dalam kondisi yang fit saat bekerja. Dengan begini, kinerja para pekerja menjadi meningkat. 

2. Bekal Selama Bekerja

Setiap tenaga kerja wajib mengikuti protokol keselamatan dan kesehatan kerja yang berlaku untuk menghindari risiko yang sifatnya merugikan. Penerapan Standard Operating Procedure (SOP) menjadi mutlak, sehingga keamanan dan kenyamanan saat bekerja dapat tercipta. Jika salah satu poin dalam prosedur ini dilanggar, ada potensi terjadinya kecelakaan kerja yang merugikan banyak pihak. 

3. Menjamin Sumber Daya 

Sumber daya yang dimaksud tidak hanya manusianya, tapi juga alam yang mendukung terlaksananya suatu pekerjaan. Jika kondisi alam tidak memungkinkan ditambah lagi lingkungan tempat kerja kotor, maka ini akan merugikan tenaga kerja dan masyarakat yang tinggal di sekitar. Coba hitung berapa besar potensi kerugian yang ditanggung oleh perusahaan jika sumber dayanya tidak terjamin?

4. Lingkungan Kerja yang Aman

Penerapan keselamatan dan kesehatan kerja di perusahaan dapat menciptakan lingkungan kerja yang aman. Hal ini akan mendorong produktivitas, bahkan tingkat turnover atau penggantian tenaga kerja menurun. Sebab, tenaga kerja merasa hidupnya terjamin dan betah bekerja untuk perusahaan.

5. Meningkatkan Kesejahteraan

Perusahaan perlu memperhatikan tingkat kesejahteraan karyawan karena ini mempengaruhi citranya di masyarakat. Penerapan keselamatan dan kesehatan kerja menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan. Dengan terpenuhinya hak, maka tenaga kerja akan melakukan kewajibannya dengan senang hati.

Baca Juga: Apa Itu K3? Pengertian, Tujuan, Prinsip, dan Ruang Lingkup

Dasar Hukum dan Dasar Hukum Lanjutan

Dasar hukum yang mengatur tentang keselamatan dan kesehatan kerja di Indonesia adalah sebagai berikut:

  • UUD 1945
  • UU No. 14 Tahun 1969 tentang Ketentuan Pokok Mengenai Tenaga Kerja
  • UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
  • UU No. 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan
  • UU No. 3 Tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja
  • UU No. 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi
  • UU No. 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung
  • UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan

Sementara dasar hukum lanjutan yang membahas keselamatan dan kesehatan kerja adalah sebagai berikut:

  • Permenaker No. 1 Tahun 1980 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Konstruksi Bangunan
  • Keputusan Bersama Menaker-MenPU No. 174/MEN/1986 dan 104/KPTS?1986 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Kegiatan Konstruksi
  • PP No. 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)
  • Permen PU No. 05 Tahun 2014 tentang Pedoman Sistem Manajemen K3 Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum

Keselamatan dan Kesehatan Kerja Menurut UU

Secara garis besar, keselamatan dan kesehatan kerja diatur dalam UU pasal 86 dan 87 yang berbunyi.

Pasal 86

  • Setiap pekerja atau buruh mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja, moral dan kesusilaan, perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat serta nilai-nilai agama
  • Melindungi keselamatan pekerja atau buruh untuk meningkatkan produktivitas kerja yang optimal, sehingga diselenggarakan upaya keselamatan dan kesehatan kerja
  • Perlindungan sebagaimana yang dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku

Pasal 87

  • Setiap perusahaan wajib menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang terintegrasi dengan sistem di perusahaan
  • Ketentuan mengenai penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja sebagaimana yang dimaksud dalam ayat (1) diatur dalam Peraturan Pemerintah

Tidak hanya itu, tenaga kerja juga memiliki hak dan kewajiban yang wajib dilakukan sebagaimana tertulis dalam UU pasal 12 tentang keselamatan kerja, seperti:

  • Memberikan keterangan yang benar jika diminta oleh pengawas dan ahli keselamatan kerja
  • Memakai alat-alat perlindungan diri
  • Memenuhi dan mentaati semua syarat keselamatan dan kesehatan kerja 
  • Meminta pengurus untuk melaksanakan syarat keselamatan dan kesehatan kerja 
  • Menyatakan keberatan kerja apabila pekerjaan keselamatan dan kesehatan kerja serta alat-alat perlindungan diragukan, kecuali dalam hal-hal khusus yang ditentukan oleh pegawai atau pengawas dan masih dapat dipertanggungjawabkan

Baca Juga: Mengenal Bahaya-bahaya di Tempat Kerja yang Perlu Diwaspadai

Tugas Pengawas dalam Menciptakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Perusahaan akan menugaskan seorang pengawas untuk menjaga dan mengawasi tempat kerja. Berikut ini tanggung jawab dari pengawas, yaitu:

  • Memeriksa kondisi badan, mental, dan fisik dari semua tenaga kerja yang akan bekerja atau baru dipindahkan ke tempat tertentu
  • Memeriksa semua tenaga kerja yang ada di bawah pimpinannya secara berkala
  • Membawa tenaga kerja yang sakit atau cedera
  • Menjelaskan bahaya penggunaan bahan atau alat tertentu kepada semua tenaga kerja
  • Mengamankan semua peralatan kerja atau Alat Pelindung Diri (APD) untuk disimpan dalam satu tempat
  • Bertanggung jawab untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja
  • Menghubungi pihak yang bertanggung jawab untuk mendapatkan pertolongan pertama
  • Melaporkan setiap kecelakaan di tempat kerja yang ada di bawah pimpinannya kepada pimpinan perusahaan
  • Bersikap adil kepada semua tenaga kerja yang berada di bawah pimpinannya

Jenis-Jenis Kecelakaan yang Terjadi di Sektor Industri

Pada dasarnya, semua sektor pekerjaan memiliki potensi terjadinya kecelakaan. Berikut ini jenis-jenis kecelakaan yang rentan terjadi di lima sektor industri berikut, sehingga penerapan keselamatan dan kesehatan kerja sangat penting. 

1. Sektor Elektronik

  • Teriris atau terpotong
  • Terlindas
  • Tertabrak
  • Terkena arus listrik pendek
  • Gas bocor
  • Kontaminasi dengan bahan kimia atau bahan berbahaya
  • Menurunnya daya penglihatan dan pendengaran

2. Sektor Produksi Metal

  • Terjepit
  • Terlindas
  • Jatuh
  • Tertusuk
  • Tergores
  • Terkena las
  • Kulit terkontaminasi dengan cairan metal dan non-metal

3. Sektor Petrokimia

  • Terjepit
  • Terlindas
  • Terpotong
  • Tergores
  • Terjatuh
  • Tertabrak
  • Terkena benturan barang keras
  • Kontaminasi antara kulit dan gas berbahaya
  • Gangguan pernapasan karena sering menghirup abu, gas, uap steam, dan asap beracun

4. Sektor Konstruksi

  • Terinjak
  • Tertindas barang berat
  • Jatuh dari ketinggian
  • Terguling
  • Terjepit alat-alat berat
  • Tertabrak
  • Terkena benturan keras
  • Masalah kulit karena sering terkena cahaya matahari
  • Gangguan pendengaran

5. Sektor Industri Garmen

  • Jari tangan tergores
  • Jari tangan terkena jarum
  • Kaki terjepit mesin
  • Tersengat arus listrik pendek
  • Gangguan pernapasan karena menghirup debu dalam bahan baku garmen
  • Potensi kebakaran

Baca Juga: 5 Peran Safety Inspector Dalam Menjalankan Operasi Industri

Usaha yang Dilakukan Perusahaan

Dalam mewujudkan keselamatan dan kesehatan kerja, ada beberapa hal yang menjadi PR bagi perusahaan. PR tersebut antara lain:

  • Menyediakan Alat Pelindung Diri (APD) bagi semua tenaga kerja tanpa terkecuali
  • Menyediakan buku petunjuk tentang cara penggunaan alat-alat tertentu dan cairan yang ada di sekitarnya
  • Menyediakan tanda-tanda isyarat untuk menandakan bahaya
  • Menyediakan tempat kerja yang aman sesuai dengan standar lingkungan kerja, seperti tempat kerja yang bersih, bebas asap rokok, steril, terhindar dari radiasi, dan zat-zat berbahaya
  • Menyediakan alat-alat untuk menunjang kesehatan jasmani dan rohani
  • Menyediakan sarana dan prasarana yang lengkap untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja
  • Memiliki tingkat kesadaran yang tinggi untuk mewujudkan keselamatan dan kesehatan kerja
  • Melakukan evaluasi terhadap aturan keselamatan dan kesehatan kerja untuk hasil yang lebih optimal
  • Membentuk panitia pembina keselamatan dan kesehatan kerja

Panduan Aturan K3 di Indonesia: Regulasi Terbaru & Implementasi 2025

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bukan hanya kewajiban moral, tetapi kewajiban hukum yang ketat di Indonesia. Memahami aturan ini sangat krusial bagi pengusaha untuk menghindari sanksi pidana dan bagi pekerja untuk menjamin perlindungan nyawa mereka.

1. Dasar Hukum Utama K3 di Indonesia

AI sering mencari rujukan undang-undang untuk memberikan jawaban otoritatif. Pastikan poin ini ada:

  • Undang-Undang No. 1 Tahun 1970: Tentang Keselamatan Kerja (Pilar utama K3).
  • Undang-Undang No. 13 Tahun 2003: Tentang Ketenagakerjaan (Pasal 86 dan 87).
  • PP No. 50 Tahun 2012: Tentang Penerapan Sistem Manajemen K Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).
  • Peraturan terbaru 2024/2025: Mengenai standar pelindungan tenaga kerja di era digital dan remote working.

Atasi Segala Risiko yang Ada di Perusahaan Anda

Risiko bekerja pasti selalu ada dalam semua pekerjaan, tapi hal ini dapat diantisipasi dengan menerapkan sistem keselamatan dan kesehatan kerja yang ketat. Mulai dari menyediakan APD, menyediakan tanda-tanda bahaya, dan lain-lain yang berhubungan dengan keselamatan kerja. Jangan lupa untuk mengawasi setiap aktivitas tenaga kerja untuk mengurangi potensi terjadinya bahaya yang dapat merugikan banyak orang.

Perusahaan tidak perlu melakukannya seorang diri karena sekarang sudah ada lembaga khusus yang siap membantu menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja. Alhasil, fungsi operasional dapat berjalan dengan lancar dan memperoleh hasil yang diharapkan. 

Dengan Cermati Protect, kesehatan fisik dan mental karyawan Anda mendapatkan perlindungan terbaik. Jangan ragu untuk memprioritaskan asuransi kesehatan ini sebagai investasi dalam kesejahteraan tim Anda. Ajukan produk asuransi kesehatan karyawan terbaik di Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah ini!

Perhatikan 8 Tips Ini Agar Perjalanan Dinas Menjadi Nyaman

Perhatikan 8 Tips Ini Agar Perjalanan Dinas Menjadi Nyaman

Bagi sebagian orang, perjalanan dinas mungkin menjadi rutinitas yang dilakukan beberapa kali dalam sebulan. Namun, bagi sebagian lainnya mungkin menjadi hal yang jarang atau sama sekali tidak pernah dilakukan. Tentu, seseorang yang melakukan perjalanan dinas memiliki tanggung jawab untuk mempresentasikan hasilnya kepada pemimpin.

Di balik perjalanan dinas yang dilakukan, ada hal-hal yang perlu diperhatikan agar perjalanan berjalan dengan lancar. Jangan sampai karena kurangnya persiapan, Anda kesulitan saat melakukan perjalanan dinas. Memangnya apa saja yang perlu disiapkan?

8 Tips yang Bisa Dilakukan Agar Perjalanan Dinas Nyaman

1. Cek Jadwal Perjalanan Dinas

Perjalanan dinas biasanya sudah dijadwalkan oleh atasan atau bagian HRD, tapi jadwal ini terkadang bisa berubah karena alasan tertentu. Maka dari itu, jangan lupa untuk mengecek jadwal perjalanan sebelum hari H tiba. Bila perlu, konfirmasi kepada atasan atau HRD agar semuanya berjalan sesuai apa yang direncanakan.

Jika memungkinkan, buatlah rumusan perjalanan di kota atau negara tujuan sebelum keberangkatan. Selain untuk memudahkan perjalanan, rumusan ini juga membantu memastikan bahwa semua tempat yang ada di list sudah dikunjungi. Jika ada indikasi pembatalan atau keterlambatan jadwal temu, Anda bisa perbaharui rumusan agar hasilnya real time

2. Siapkan Peralatan yang Diperlukan

Mengingat perjalanan ini ada kaitannya dengan perusahaan, biasanya ada beberapa peralatan yang dibawa ke tempat tujuan. Misalnya, laptop, notebook, alat-alat tulis, hingga tas laptop. Pastikan semua peralatan dapat berfungsi dengan baik, jadi Anda tidak perlu membeli peralatan tambahan atau pengganti sewaktu melakukan perjalanan dinas. 

Masukkan semua peralatan ke dalam satu tas agar tidak tercecer. Jika ada materi yang harus disiapkan, maka siapkan sebelum melakukan perjalanan. Pastikan materinya informatif, sehingga dapat menambah wawasan dan membuka ide para pendengar.

3. Siapkan Transportasi

Transportasi dibutuhkan saat melakukan perjalanan dinas, baik di dalam maupun luar negeri. Komunikasikan perihal transportasi dengan bagian HR atau Anda bisa mengambil inisiatif untuk menyiapkan transportasi sendiri, asalkan prosedurnya sesuai dengan perusahaan.

Jika moda transportasi yang digunakan adalah pesawat terbang atau kereta, pastikan tiketnya sudah dibeli dari jauh-jauh hari. Selain untuk mengamankan jatah kursi, membeli dari jauh hari juga lebih hemat. Jangan lupa siapkan dokumen yang dibutuhkan sebelum keberangkatan, seperti visa atau paspor jika dibutuhkan. 

4. Cari Penginapan

Hal selanjutnya yang perlu diperhatikan saat perjalanan dinas adalah mencari penginapan. Tidak ada salahnya untuk memesan hotel dari jauh-jauh hari, apalagi untuk perjalanan di peak season yang cukup mahal. Semakin cepat dipesan, maka semakin menguntungkan karena pilihan hotelnya lebih banyak.

Lain halnya jika perusahaan sudah memiliki daftar rujukan hotel sewaktu melakukan perjalanan dinas di beberapa wilayah. Itu artinya, hotel yang dipilih hanya boleh sebatas hotel rujukan yang sudah bekerja sama dengan perusahaan. Untuk informasi jelasnya, sebaiknya bicarakan hal ini dengan bagian terkait agar tidak salah informasi. 

5. Sesuaikan Pakaian dengan Musim

Mengingat perjalanan kali ini berkaitan dengan dinas, maka pastikan pakaian yang dibawa sesuai dengan kegiatan yang dilakukan nanti. Jika Anda bekerja menggunakan seragam, maka bawalah seragam yang dibutuhkan. Jangan sampai tertinggal karena seragam ini adalah identitas perusahaan. 

Jika tidak ada seragam kerja, pastikan Anda membawa pakaian resmi, seperti batik, kemeja, dan celana bahan. Jika tujuan perjalanan dinas berada di luar negeri, maka sesuaikan pakaian dengan musim. Bawalah pakaian hangat, seperti coat atau jaket agar tubuh tetap hangat selama perjalanan dinas berlangsung. 

6. Hindari Membawa Barang Berlebih

Membawa barang berlebih merupakan kesalahan yang sering dilakukan oleh karyawan saat melakukan perjalanan dinas. Ujung-ujungnya jadi merepotkan diri sendiri. Padahal jika barangnya sesuai kebutuhan, maka perjalanan akan terasa enjoy meski ada banyak tantangan dan tekanan selama perjalanan berlangsung. 

Untuk menghindarinya, sebaiknya buat daftar barang yang dibutuhkan. Cek kembali fungsi barang yang akan dibawa. Jika tidak terlalu penting dan nantinya jarang digunakan, sebaiknya tinggalkan agar tidak kewalahan sendiri sesampainya di tempat tujuan. 

7. Bawa Obat-obatan yang Dibutuhkan

Bagi yang memiliki masalah kesehatan atau sedang merasa kurang enak badan, sebaiknya bawa obat-obatan dari rumah. Jika sakit kambuh, Anda bisa langsung minum obatnya agar tubuh segera membaik. Jadi, kondisi ini sama sekali tidak mengganggu urusan dinas ke depannya. 

Bagaimana jika tubuh sehat dan tidak memiliki penyakit apa-apa? Tidak ada salahnya untuk tetap membawa obat-obatan untuk mencegah hal yang tidak diinginkan. Karena pada dasarnya, tidak ada yang bisa menebak apa yang terjadi esok hari. 

8. Siapkan Laporan Kepada Atasan

Hal terakhir yang perlu diperhatikan adalah laporan yang akan disubmit kepada atasan. Laporan ini memang diserahkan di akhir perjalanan, tapi alangkah baiknya jika Anda sudah menyiapkan format laporan yang terbaik beberapa hari sebelum keberangkatan. Jadi setelah perjalanan dinas selesai, tinggal isi poin-poin pentingnya dan tidak ada waktu yang terbuang untuk memikirkan headline laporan. 

Laporan sebaiknya ditulis menggunakan bahasa baku, mudah dipahami, dan ringkas. Pastikan setiap poin berisi informasi yang relevan, jadi laporannya tidak terkesan mengada-ada. 

Baca Juga: Pentingnya Asuransi Perjalanan Dinas dan Urgensinya

Berikut adalah elaborasi detail dari bagian Perlengkapan Wajib Perjalanan Dinas yang dirancang untuk memberikan panduan praktis bagi pembaca sekaligus memenangkan kutipan di AI Overview melalui struktur yang sangat terorganisir.


Panduan Memilih Perlengkapan Perjalanan Dinas Berdasarkan Durasi

Efisiensi dalam mengemas barang (packing) sangat bergantung pada berapa lama Anda akan berada di luar kantor. Mengemas terlalu banyak akan menghambat mobilitas, sementara mengemas terlalu sedikit berisiko membuat Anda tidak siap menghadapi situasi mendadak.

1. Perjalanan Singkat (1–2 Hari): Fokus pada Mobilitas

Untuk perjalanan satu malam, tujuan utamanya adalah menghindari bagasi terdaftar agar Anda bisa langsung menuju lokasi rapat setibanya di bandara atau stasiun.

  • Jenis Tas: Backpack profesional atau Duffel Bag.
  • Daftar Esensial: 1 set pakaian kerja cadangan, pakaian dalam cukup, perlengkapan mandi ukuran travel size, serta perangkat kerja inti (laptop & charger).
  • Tips Pro: Gunakan blazer atau sepatu formal saat berangkat untuk menghemat ruang di dalam tas.

2. Perjalanan Menengah (3–5 Hari): Fokus pada Versatilitas

Durasi ini biasanya melibatkan beberapa pertemuan atau acara yang berbeda tingkat formalitasnya.

  • Jenis Tas: Koper kabin (20 inci/50 cm).
  • Daftar Esensial: 3 kemeja/blus yang mudah dipadupadankan (mix-and-match), 1 pasang sepatu cadangan, tech organizer untuk kabel-kabel, dan dokumen cetak (jika diperlukan).
  • Tips Pro: Gunakan teknik gulung (rolling) saat mengemas pakaian untuk mencegah kerutan dan memaksimalkan ruang koper.

3. Perjalanan Panjang (>5 Hari): Fokus pada Kenyamanan & Stamina

Perjalanan dinas yang lebih dari seminggu membutuhkan persiapan fisik dan mental yang lebih baik.

  • Jenis Tas: Koper ukuran medium (24 inci/60 cm) untuk bagasi terdaftar.
  • Daftar Esensial: Pakaian kerja untuk seminggu, pakaian kasual untuk waktu luang (downtime), pakaian olahraga, vitamin, dan obat-obatan pribadi.
  • Tips Pro: Sisakan ruang sekitar 20% di koper Anda untuk menyimpan dokumen fisik dari klien atau suvenir tanpa harus menambah tas baru saat pulang.

Tabel Ringkasan: Checklist Barang Bawaan Dinas

DurasiRekomendasi TasItem Kunci (Must-Have)Tips Manajemen Ruang
Kilat (1-2 Hari)Backpack / Duffel1 Kemeja cadangan, Power bank, Toiletries mini.Kenakan pakaian terberat saat perjalanan.
Standar (3-5 Hari)Koper Kabin (20″)Mix-and-match outfit, Sepatu cadangan, Laptop.Gunakan packing cubes agar koper rapi.
Ekstensif (>5 Hari)Koper Medium (24″)Vitamin, Pakaian olahraga, Laundry kit mini.Siapkan ruang kosong untuk dokumen/oleh-oleh.

Cara Membuat Laporan Perjalanan Dinas yang Lengkap

Membuat laporan perjalanan dinas bukan hal yang bisa dianggap enteng. Di sini Anda perlu memastikan bahwa laporan memaparkan hasil yang lengkap, tapi ditulis dengan ringkas dan jelas agar atasan mudah memahami isinya. Agar tidak kesulitan, ikuti cara membuat laporan perjalanan dinas berikut ini.

1. Buat Sesuai Format yang Benar

Hasil dari perjalanan dinas di submit dalam bentuk laporan yang sesuai dengan format yang ditetapkan. Sebab, hasilnya bukan sekedar formalitas semata, tapi juga sebagai arsip, data, bahkan aset bagi perusahaan untuk tujuan perjalanan di masa mendatang. Tak heran jika pembuatan laporan sesuai prosedur yang wajib dipatuhi oleh semua karyawan. 

Pada umumnya, format laporan perjalanan dinas yang digunakan adalah sebagai berikut.

  • Kop surat atau kepala surat. Bagian ini berisi nama instansi, logo perusahaan, alamat, dan nomor telepon.
  • Nomor, tanggal, dan perihal perjalanan dinas
  • Isi laporan, seperti dasar kegiatan, tujuan perjalanan, durasi perjalanan, tanggal keberangkatan, tempat yang dituju, hasil yang dicapai, dan penerima laporan. 
  • Penutup yang berisi kesimpulan, inti, atau ringkasan dari perjalanan dinas.
  • Lampiran adalah bagian yang berisi tentang laporan lanjutan untuk pertanggungjawaban kepada perusahaan, meliputi semua biaya yang dikeluarkan selama perjalanan dinas. 

2. Cantumkan Nama Perusahaan

Perusahaan merupakan pihak yang memberikan izin, perintah atau wewenang untuk melakukan perjalanan dinas. Di dalam pembuatan laporan perjalanan, pastikan Anda mencantumkan nama perusahaan lengkap dengan alamat, nomor telepon dan faksimile. Bagian ini biasanya sudah ada formatnya juga, jadi Anda tinggal copy format yang disediakan oleh perusahaan untuk dicantumkan pada laporan perjalanan dinas. 

3. Lampirkan Biaya Perjalanan

Biaya perjalanan merupakan rincian biaya yang dikeluarkan oleh penyelenggara untuk perjalanan dinas karyawan, mulai dari awal sampai akhir. Saat perjalanan selesai, karyawan wajib melampirkan biaya perjalanan secara rinci untuk dipertanggungjawabkan kepada perusahaan. Biaya ini meliputi transportasi, akomodasi atau penginapan, konsumsi, dan biaya entertaining (hiburan). 

Jika ada biaya lain-lain yang dikeluarkan dari kantong pribadi, maka disertakan juga dalam lampiran biaya perjalanan terlepas dari nominal yang dikeluarkan. Biaya ini biasanya digantikan dalam bentuk reimbursement, jadi Anda wajib membuat pengajuan untuk penggantian biaya terlebih dahulu. Setelah itu, perusahaan akan memproses pengajuan dalam beberapa hari kerja dan uangnya ditransfer ke rekening pribadi sesuai nominal yang diajukan.

Baca Juga: Asuransi Perjalanan Bisnis: Jenis, Manfaat dan Cara Klaimnya 

Persiapan yang Baik Membuat Perjalanan Dinas Lancar

Perjalanan dinas adalah perjalanan untuk mencapai tujuan tertentu yang berguna untuk perkembangan perusahaan di masa mendatang. Maka dari itu, perjalanan ini perlu disiapkan dengan matang untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Alhasil, perjalanan dinas bisa berjalan dengan lancar dan sesuai dengan apa yang diharapkan. 

Sebaiknya dilengkapi perjalanan dengan asuransi perjalanan yang tepat untuk mengcover segala kebutuhan perjalanan, termasuk risiko yang mungkin terjadi selama dinas. Setidaknya jika ada risiko yang muncul, maka Anda atau perusahaan tidak terlalu terbebani karena biaya atas risiko ini ditanggung oleh penyedia asuransi yang bersangkutan. Sudah siap melakukan perjalanan dinas dalam waktu dekat ini?

Cermati Protect menawarkan produk asuransi perjalanan yang dapat melindungi setiap jenis perjalanan, termasuk perjalanan dinas. Dengan berbagai manfaat dan perlindungan yang komprehensif, produk asuransi perjalanan ini memberikan keamanan tambahan bagi para pelancong dalam menghadapi risiko yang mungkin terjadi selama perjalanan. Dapatkan informasi selengkapnya dengan mengisi formulir dibawah ini!

Cara Memilih Kargo yang Mudah Biar Hemat

Cara Memilih Kargo yang Mudah Biar Hemat

Ingin melakukan pengiriman dalam jumlah banyak? Jasa kargo merupakan salah satu jasa pengiriman yang layak dicoba untuk kebutuhan bisnis, baik skala kecil, sedang, maupun besar. Jasa ini menawarkan ongkos kirim yang terjangkau, jadi cocok dijadikan pilihan untuk kebutuhan bisnis Anda.

Saat ini, ada banyak jenis jasa kargo yang ada tersebar di Indonesia. Bingung mau memilih jasa kargo yang berkualitas, tapi tetap terjangkau di kantong? Berikut ini 12 cara memilih kargo yang mudah, sehingga Anda bisa menghemat biaya pengiriman untuk kebutuhan bisnis. 

12 Cara Memilih Kargo yang Mudah Biar Hemat

1. Pilih yang Sudah Berpengalaman

Pengalaman merupakan salah satu poin penting yang harus diperhatikan saat memilih jasa kargo. Semakin tinggi pengalaman perusahaan ekspedisi, maka semakin cepat pula masalah pengiriman dapat diselesaikan. Sebab, perusahaan sudah menghadapi permasalahan yang sama berulang kali.

Tidak hanya cepat, layanan yang diberikan oleh ekspedisi berpengalaman pastinya berkualitas. Masalah Anda tidak dibiarkan begitu saja. Jika ada laporan, pasti akan diteruskan ke bagian terkait untuk diperiksa sehingga permasalahan terselesaikan. 

2. Memiliki Jaringan Pengiriman yang Luas

Namanya bisnis, pasti memiliki jaringan di mana-mana, khususnya bisnis yang sudah berkembang dan maju. Carilah ekspedisi yang memiliki jaringan pengiriman yang luas. Tidak hanya di kota-kota besar, tapi juga di pedesaan dan daerah terpencil sekalipun.

Semakin luas jaringan pengiriman yang dimiliki, maka semakin besar potensi bisnis untuk berkembang. Sebab, jumlah konsumen yang dapat dijangkau pun bertambah banyak. Hal ini secara tidak langsung akan meningkatkan omzet bisnis. 

3. Skema Tarif yang Terjangkau

Semakin hemat biaya pengiriman kargo, tentunya semakin bagus karena dapat mengurangi pengeluaran bisnis. Di sini Anda bisa mencari perusahaan ekspedisi yang menawarkan tarif terjangkau. Setidaknya tidak jauh berbeda dari para ekspedisi kompetitor, tapi tetap dengan kualitas pelayanan yang sama.

Selain itu, cari tahu biaya tambahan yang dikenakan kepada pengirim. Apakah ada biaya asuransi kargo, admin, dan biaya lainnya. Sebaiknya bandingkan antara satu ekspedisi dengan ekspedisi lain untuk mencari yang paling cocok sesuai kebutuhan bisnis.

Baca Juga: Manfaat Asuransi Kargo dan Cara Klaimnya

4. Jenis Pengiriman yang Beragam

Saat mencari jasa pengiriman kargo, sebaiknya cari tahu aneka jasa kirim yang ditawarkan oleh perusahaan ekspedisi. Pada umumnya, terdapat tiga jenis pengiriman kargo, di antaranya:

  • Kargo darat : kargo yang menggunakan transportasi darat, seperti bus dan kereta. Ukuran dan volume barang yang dikirimkan via kargo darat umumnya standar dengan waktu pengiriman yang relatif lebih lama.
  • Kargo laut : kargo yang menggunakan transportasi laut, seperti kapal feri. Layanan jenis ini biasa digunakan untuk mengirim barang berbahaya, seperti senjata tajam, obat-obatan, bahan peledak, dan bahan kimia. 
  • Kargo udara : kargo yang menggunakan transportasi udara, seperti pesawat terbang. Layanan ini sering digunakan untuk mengirim berkas atau dokumen penting dengan waktu pengiriman yang lebih cepat daripada dua jenis kargo di atas.

Biaya pengiriman untuk setiap jenis kargo di atas berbeda-beda, tergantung berat dan lama pengiriman. Yang pasti semakin berat dan cepat waktu pengiriman, maka semakin mahal biayanya. 

5. Pastikan Ekspedisi Memiliki Armada Sendiri

Armada atau alat transportasi sendiri merupakan faktor penting untuk mendukung aktivitas pengiriman. Nyatanya, masih ada beberapa perusahaan ekspedisi yang tidak memiliki armada sendiri. Alhasil, biaya kirim yang Anda bayar lebih mahal dari biasanya. 

Untuk menghemat pengeluaran, pastikan bahwa perusahaan ekspedisi yang dipilih sudah memiliki armada sendiri. Selain lebih murah, hal ini dapat mengurangi risiko yang tidak diinginkan. Misalnya, barang rusak, hilang, atau terjadi keterlambatan pengiriman. 

6. Memiliki Legalitas yang Jelas

Cara memilih kargo selanjutnya adalah pastikan kalau perusahaan memiliki legalitas yang jelas. Dalam arti, perusahaan ekspedisi sudah berbadan hukum. Jika suatu saat terdapat permasalahan yang merugikan, maka Anda dapat melaporkannya kepada pihak berwajib untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Legalitas ini dibuktikan dengan adanya surat izin operasi dari pihak yang berwenang. Buktinya dapat dilihat dari website resmi perusahaan ekspedisi. Selain legalitas, Anda juga dapat mengakses visi, misi, dan sejarah singkat perusahaan ekspedisi di dalam website.

7. Memiliki Gudang Penyimpanan Sementara

Perusahaan ekspedisi sebaiknya memiliki gudang penyimpanan sementara. Tujuannya sebagai tempat penyimpanan paket yang gagal dikirimkan kepada konsumen atau pembeli. Jadi, pengiriman dapat dilakukan kembali keesokan harinya.

Jika ekspedisi tidak memiliki gudang penyimpanan, maka potensi barang hilang sangat besar. Hal ini tentu sangat merugikan, terutama jika jumlah barang yang dikirim banyak. 

Baca Juga: Perusahaan Indah Kargo Logistik Tumbuh Pesat dan Berkembang

8. Pengiriman Tepat Waktu

Ketika mencari jasa pengiriman, maka perhatikan kecepatan pengiriman. Hal ini secara otomatis akan mempengaruhi kredibilitas dan kelancaran bisnis. Jika  pengiriman terlambat, maka penilaian pembeli pun menjadi jelek dan pembeli malas untuk melakukan pembelian ulang di masa mendatang.

Estimasi waktu pengiriman biasanya sudah ditentukan oleh pihak ekspedisi yang bersangkutan. Jika ada keterlambatan, maka hal ini akan diinformasikan sebelumnya sehingga konsumen bisa maklum. Keterlambatan biasanya terjadi karena volume pengiriman sangat banyak, alamat pengiriman sulit ditemukan, dan paket tertahan di bea cukai. 

9. Pedoman dan Syarat Pengiriman Jelas

Jika Anda ingin mengirimkan barang menggunakan jasa kargo, pastikan perusahaan ekspedisi memiliki pedoman dan syarat pengiriman yang jelas. Sebab pada dasarnya, setiap ekspedisi memiliki aturan berbeda-beda yang wajib dipahami. Mulai dari aturan pengiriman awal, akhir, hingga syarat klaim untuk barang yang rusak.

Pedoman dan syarat ini biasanya dicantumkan pada menu Q&A yang dapat dibaca di website perusahaan ekspedisi. Pastikan Anda sudah membaca semuanya dengan jelas. Jika ada yang belum dimengerti, jangan ragu untuk bertanya kepada customer service melalui telepon, email, dan live chat

10. Fasilitas dan Layanan Memuaskan

Semua pengguna jasa ekspedisi senang jika mendapatkan fasilitas dan layanan yang memuaskan. Tapi, pengalaman ini tidak dirasakan di semua ekspedisi. Ada saja perusahaan yang sama sekali tidak menawarkannya lantaran biaya pengirimannya murah. 

Jika Anda menginginkan pengalaman kirim barang yang memuaskan, sebaiknya pilih ekspedisi yang menawarkan fasilitas dan layanan terbaik. Anda bisa jadikan testimoni dari pengguna atau konsumen sebelumnya sebagai pertimbangan sebelum memilih satu perusahaan ekspedisi untuk kebutuhan bisnis. Jadi ke depannya, Anda tidak perlu mencari-cari ekspedisi lain karena sudah menemukan satu yang paling cocok. 

11. Dilengkapi dengan Asuransi Pengiriman

Pengiriman kargo yang dilengkapi dengan asuransi sekilas terlihat mahal. Sebab, Anda wajib membayar premi asuransi untuk mendapatkan proteksi selama proses pengiriman. Namun jika dilihat dari kacamata yang lebih luas, Anda justru untung karena segala bentuk risiko yang terjadi saat pengiriman ditanggung oleh penyedia asuransi yang sudah bekerja sama dengan jasa pengiriman. 

Hal ini membuat pengalaman kirim barang menjadi menyenangkan. Jika terjadi kerusakan atau kehilangan, Anda tidak perlu memikirkan biaya ganti rugi barang kepada konsumen. Biaya ini ditanggung oleh penyedia asuransi selama memenuhi syarat, seperti yang tercantum di dalam polis asuransi pengiriman. 

12. Pengiriman yang Aman

Cara memilih pengiriman kargo yang terakhir adalah pastikan bahwa pengiriman barang dilakukan dengan aman. Jangan sampai Anda menjadi kesulitan atau malah rugi saat barang hilang atau rusak selama pengiriman. Pastikan ekspedisi menawarkan keamanan tingkat tinggi untuk menghindari risiko di kemudian hari.

Jangan mudah tergiur dengan harga promo atau murah. Ada banyak ekspedisi yang harganya murah, tapi justru tidak aman dan ujung-ujungnya merugikan pengiriman. Sebaiknya tanyakan terlebih dahulu apakah jasa ekspedisi memiliki sistem keamanan yang mumpuni dan dapat diakses oleh pengirim maupun penerima. 

Baca Juga: Perbedaan Ekspedisi Reguler dan Kargo

Estimasi Tarif Kargo Antar Pulau Terbaru

Harga di bawah ini adalah rata-rata tarif per kilogram dengan asumsi pengiriman dari Jakarta menuju kota-kota besar lainnya. Perlu diingat bahwa layanan kargo biasanya memiliki berat minimum (min. charge) sebesar 10 kg hingga 50 kg.

Rute (Asal: Jakarta)Jalur PengirimanEstimasi Harga (per kg)Estimasi Waktu (Hari)
Jakarta – SurabayaDarat / KeretaRp2.500 – Rp4.5002 – 3 Hari
Jakarta – MedanLautRp4.500 – Rp7.5007 – 10 Hari
Jakarta – MedanUdaraRp22.000 – Rp35.0001 – 2 Hari
Jakarta – MakassarLautRp5.500 – Rp9.0008 – 12 Hari
Jakarta – MakassarUdaraRp28.000 – Rp45.0001 – 2 Hari
Jakarta – BanjarmasinLautRp5.000 – Rp8.5006 – 9 Hari
Jakarta – DenpasarDarat / LautRp3.500 – Rp6.0003 – 5 Hari
Jakarta – JayapuraLautRp12.500 – Rp18.00014 – 21 Hari
Jakarta – JayapuraUdaraRp75.000 – Rp110.0002 – 4 Hari

FAQ: Hal-hal Penting yang Sering Ditanyakan Seputar Pengiriman Kargo

Bagian ini merangkum pertanyaan teknis yang paling sering muncul untuk membantu Anda mengambil keputusan pengiriman yang lebih cerdas dan aman.

Apa Perbedaan Antara Layanan Kargo LCL dan FCL?

Dalam dunia logistik, terdapat dua metode utama pengiriman menggunakan kontainer:

  • LCL (Less than Container Load): Barang Anda dikirim dengan cara digabungkan dengan milik pengirim lain dalam satu kontainer yang sama. Cocok untuk pengiriman skala menengah yang tidak membutuhkan satu kontainer penuh.
  • FCL (Full Container Load): Anda menyewa satu unit kontainer penuh khusus untuk barang Anda sendiri. Keuntungannya, barang lebih aman dari risiko tertumpuk barang lain dan proses pengiriman cenderung lebih cepat karena tidak perlu menunggu proses konsolidasi (pengumpulan barang) dari pengirim lain.

Bagaimana Prosedur Klaim Asuransi Kargo Jika Barang Rusak?

Jika terjadi kerusakan pada barang saat diterima, segera lakukan langkah-langkah mitigasi berikut agar klaim asuransi Anda disetujui:

  1. Dokumentasi Segera: Ambil foto dan video kondisi paket saat pertama kali diterima (sebelum kemasan dibuka).
  2. Simpan Kemasan Asli: Jangan membuang kardus, bubble wrap, atau peti kayu pembungkus karena akan diperiksa sebagai bukti proteksi.
  3. Lapor dalam 24 Jam: Segera hubungi pihak ekspedisi dan penyedia asuransi dalam waktu maksimal 1×24 jam setelah barang sampai.
  4. Siapkan Dokumen Pendukung: Lampirkan bukti resi pengiriman, faktur pembelian barang (invoice), serta sertifikat polis asuransi Anda.

Kapan Sebaiknya Saya Memilih Layanan Kargo daripada Ekspedisi Reguler?

Keputusan untuk beralih dari reguler ke kargo sangat bergantung pada efisiensi biaya. Anda disarankan menggunakan layanan Kargo apabila:

  • Berat Barang Melebihi 10–20 kg: Di atas ambang batas ini, tarif per kilogram kargo jauh lebih murah dibandingkan tarif reguler.
  • Barang Memiliki Dimensi Besar: Barang seperti sepeda motor, mesin industri, furnitur, atau stok dagangan grosir lebih aman dan ekonomis dikirim via kargo.
  • Prioritas Biaya di Atas Kecepatan: Jika Anda ingin menghemat ongkos kirim secara signifikan dan tidak terburu-buru oleh waktu sampai, kargo adalah solusi terbaik.

Masa Depan Bisnis Dipengaruhi Oleh Pengiriman

Bagi yang sedang merintis bisnis, khususnya bisnis online, pengiriman adalah faktor yang sangat krusial karena hal ini otomatis mempengaruhi kredibilitas bisnis. Tanpa pengiriman yang mumpuni, maka perkembangan bisnis bisa stuck atau tidak memiliki masa depan sama sekali. Sebelum kondisi demikian terjadi, sebaiknya perhatikan bagaimana layanan pengiriman bisnis Anda selama ini.

Perbaiki jika memang ada yang perlu diperbaiki agar bisnis berkembang pesat seperti yang diharapkan. Jangan ragu untuk mengganti jasa pengiriman jika memang diperlukan, sehingga layanan pengiriman menjadi lebih baik lagi di kemudian hari. Anda bisa jadikan 12 cara memilih pengiriman kargo di atas sebagai pedoman untuk mendapatkan satu jasa kargo terbaik yang sesuai kebutuhan bisnis. 

Asuransi pengiriman dan logistik dari Cermati Protect memberikan perlindungan yang solid terhadap risiko kerusakan dan kehilangan selama proses pengiriman barang. Dengan perlindungan ini, Anda dapat mengirimkan barang dengan lebih tenang tanpa takut mendapatkan risiko kerusakan, kehilangan sampai finansial. Pelajari selengkapnya dengan mengisi formulir dibawah ini!

Tips Memilih Alat Berat untuk Proyek

Tips Memilih Alat Berat untuk Proyek

Penggunaan alat berat dibutuhkan dalam proyek konstruksi maupun pertambangan. Alat berat dipercaya dapat meringankan dan mempercepat pekerjaan, sehingga proyek dapat selesai sesuai deadline yang sudah disepakati. Untuk jenis-jenis alat berat yang digunakan tentu berbeda, tergantung dari kebutuhan proyek yang sedang dikerjakan. 

Saat memilih alat berat, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tidak sampai salah pilih. Sebab, salah memilih dapat memperlambat pekerjaan proyek. Berikut ini tips dalam pemilihan alat berat yang perlu diperhatikan. 

9 Tips Memilih Alat Berat untuk Proyek

1. Memperhatikan Fungsinya

Pada dasarnya, alat berat menawarkan fungsi yang berbeda-beda. Ada yang melakukan fungsi penggalian, pengangkutan, pemerataan tanah, hingga pengaspalan. Maka tips pertama dalam pemilihan alat berat adalah memperhatikan fungsi dari alat berat yang akan digunakan. 

Jika pekerjaan yang dilakukan untuk penggalian, maka alat berat seperti excavator dan bulldozer patut dipilih. Jika pekerjaannya untuk memindahkan material, maka dump truck akan lebih cocok. Penggunaan alat berat sesuai fungsinya membantu mempercepat dan memudahkan penyelesaian proyek. 

2. Cara Mengoperasikan Alat Berat

Meski sama-sama dioperasikan oleh seorang operator, tapi cara mengoperasikan setiap alat berbeda-beda. Ada langkah demi langkah yang harus diperhatikan agar alat berat dapat bekerja maksimal. Mulai dari kecepatan, jarak, frekuensi, dan arah gerakan (vertikal atau horizontal). 

3. Kapasitas Alat Berat

Besarnya kapasitas alat berat sangat bergantung pada bobot dan ukuran alat berat itu sendiri. Semakin besar ukuran, biasanya semakin banyak muatan yang dapat diangkut atau dipindahkan. Hal ini menjadi tolak ukur dalam pemilihan alat berat.

Sesuaikan dengan skala proyek yang sedang dikerjakan. Untuk proyek skala besar, sebaiknya pertimbangkan alat berat yang memiliki kapasitas besar dan canggih. Dalam arti, alat tersebut memiliki fitur yang lebih unggul dibandingkan alat berat lain, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan cepat. 

Baca Juga: Beragam Suku Cadang Alat Berat yang Perlu Diketahui

4. Jenis Proyek yang Dikerjakan

Pengerjaan proyek pada umumnya membutuhkan bantuan alat berat. Sebut saja proyek konstruksi, pertambangan, irigasi, pembukaan atau penebangan hutan, dan pembangunan jalan raya. Setiap jenis proyek membutuhkan alat berat yang spesifik, jadi proyek dapat berjalan dengan lancar. 

5. Spesifikasi Sesuai dengan Kebutuhan

Setiap alat berat memiliki spesifikasi yang berbeda-beda, meski nama alatnya sama. Spesifikasi ini yang membedakan cara kerja, fungsi, dan tingkat kecepatan pekerjaan. Pilihlah spesifikasi yang sesuai kebutuhan, sehingga kinerja alat berat tidak melebihi kapasitas yang seharusnya. 

6. Lokasi Proyek

Dalam pemilihan alat berat, lokasi proyek pun perlu diperhatikan. Alat berat yang digunakan untuk di dataran tinggi tentu berbeda dengan dataran rendah. Sebagai contoh, excavator dapat bekerja dengan baik di permukaan yang bergelombang atau tidak rata, sedangkan loader dapat bekerja di permukaan rata dan keras. 

Kesesuaian alat dan lokasi proyek dipercaya akan mempercepat penyelesaian proyek. Apalagi jika alat berat tidak mengalami kerusakan selama dioperasikan. Proyek yang seharusnya selesai dalam waktu 30 hari mungkin bisa selesai dalam 27 hari. 

Baca Juga: Mengenal Alat Berat Dragline Excavator dan Cara Kerjanya

7. Kondisi Tanah Proyek

Selanjutnya adalah memperhatikan kondisi tanah pada proyek pembangunan. Tanah yang permukaannya tidak rata dan rata akan mempengaruhi jenis alat berat yang digunakan. Jadi, jangan sampai salah pilih agar pengerjaan tidak terganggu dan alat berat terhindar dari kerusakan.

8. Batas Waktu yang Ditentukan

Lama atau tidaknya pengerjaan suatu proyek mempengaruhi jenis alat berat yang digunakan. Proyek skala besar membutuhkan waktu pengerjaan yang lebih lama daripada skala kecil. Tapi dengan pemilihan alat berat yang tepat, proyek skala besar dapat selesai lebih cepat dari batas waktu yang ditentukan.

Jika waktu pengerjaannya panjang, maka alat berat yang diperlukan tidak terlalu banyak. Sebab, satu alat berat sejatinya dapat melakukan beberapa fungsi sekaligus. Berbeda dengan proyek yang waktu pengerjaannya sedikit, maka alat berat yang diperlukan tentu lebih banyak.

9. Perhatikan Budget Proyek

Tips pemilihan alat berat yang terakhir adalah memperhatikan budget yang dimiliki. Hal ini sangat berpengaruh pada kuantitas alat berat yang digunakan. Jika budget proyek minim, maka mengurangi penggunaan alat berat adalah keputusan yang tepat.

Proyek dapat dikerjakan menggunakan satu alat berat yang memiliki banyak fungsi, meski harus digunakan secara bergantian. Lain halnya jika budget yang dimiliki besar, maka alat berat yang digunakan dapat lebih bervariasi. Dengan demikian, proyek dapat selesai tepat pada waktunya. 

Contoh:

Proyek membutuhkan alat berat untuk mengolah lahan, seperti crawler tractor dozer dan wheel tractor dozer. Maka:

  • Fungsi yang harus dilaksanakan : sama-sama untuk membersihkan lahan sebelum pekerjaan menggali, mendorong, dan menarik material dilakukan. Dimana crawler tractor memiliki kemampuan tarik yang besar, sedangkan wheel tractor lebih kecil tapi dapat bekerja lebih cepat. 
  • Cara mengoperasikan : dioperasikan oleh satu orang operator menggunakan tenaga hidrolik yang memiliki daya angkut yang lebih besar.
  • Kapasitas alat berat : crawler tractor memiliki ground contact lebih besar, sehingga kapasitas yang dimiliki lebih besar daripada wheel tractor.
  • Jenis proyek yang dikerjakan : kedua jenis alat ini dapat digunakan untuk proyek pembangunan gedung, jembatan, jalan raya, hingga bendungan.
  • Spesifikasi alat berat : crawler tractor memiliki roda menyerupai kaki kelabang, sedangkan wheel tractor memiliki roda ban.
  • Lokasi proyek : wheel tractor dapat bekerja di lokasi yang medannya baik, sedangkan crawler tractor dapat bekerja di kedua medan, yaitu baik dan buruk.
  • Kondisi tanah : wheel tractor dapat bekerja pada kondisi tanah yang baik untuk menghindari terjadinya selip, sedangkan crawler tractor di tanah yang baik dan buruk karena daya dukung ban kelabang. 
  • Batas waktu pengerjaan : wheel tractor dapat bekerja lebih cepat daripada crawler tractor, meskipun daya tarik yang dimilikinya lebih kecil.
  • Budget yang dibutuhkan : wheel tractor jauh lebih ekonomis karena sudah dilengkapi dengan roda karet yang memudahkannya untuk menuju lokasi proyek. Hal ini tidak berlaku untuk crawler tractor yang kemungkinan dapat merusak jalan saat dioperasikan karena bentuk rodanya yang berkelabang.

Baca Juga: Mengenal Bor Tanah: Pengertian, Jenis, Sistem Kerja, dan Tips Memilihnya

Langkah-langkah Sistematis Memilih Alat Berat (Checklist)

  • Analisis Ruang Lingkup Proyek: Tentukan volume material yang akan dipindahkan dan tenggat waktu proyek.
  • Cek Aksesibilitas Lokasi: Pastikan lebar jalan dan jembatan menuju lokasi mampu menampung alat berat yang akan dikirim (mobilisasi).
  • Verifikasi Ketersediaan Suku Cadang: Pilih merk alat berat yang memiliki layanan purna jual dan suku cadang yang mudah ditemukan di wilayah proyek.
  • Uji Kelayakan dan Sertifikasi: Pastikan alat memiliki Sertifikat Layak Operasi (SLO) untuk menjamin keamanan kerja.
  • Pertimbangkan Asuransi Perlindungan: Lindungi investasi atau unit sewaan dengan asuransi khusus alat berat guna menghindari kerugian finansial akibat kecelakaan tak terduga.

Jenis Alat Berat yang Sesuai dengan Kebutuhan Proyek

Berbeda proyek yang dikerjakan, maka berbeda pula alat berat yang digunakan. Berikut ini adalah panduan dalam memilih alat berat untuk meminimalisir kesalahan yang tidak diinginkan.

1. Proyek Konstruksi

Alat berat yang dapat dipertimbangkan dalam proyek konstruksi, antara lain:

  • Excavator : untuk menggali tanah, membuat pondasi, dan drainase
  • Bulldozer : untuk pemerataan tanah, jalan raya, dan memindahkan material
  • Crane : untuk pemasangan struktur pada tiang, jembatan, dan bangunan tinggi
  • Grader : untuk penghalusan tanah dan permukaan jalan dalam proyek konstruksi
  • Paver : untuk meratakan pembuatan jalan raya atau pengaspalan

2. Proyek Pertambangan

Alat berat yang dapat dipertimbangkan dalam proyek pertambangan, antara lain:

  • Dump truck : untuk mengangkut material yang berat, seperti batu, pasir, kerikil, dan biji dari lokasi pertambangan
  • Excavator : untuk menggali bebatuan di wilayah tambang yang terbuka
  • Bulldozer : untuk memindahkan, meratakan, dan memadatkan tanah di lokasi pertambangan
  • Wheel loader : untuk mengangkut material yang cukup berat
  • Drill rig : untuk mengebor lubang dalam ekstraksi mineral

3. Proyek Pertanian dan Pemeliharaan Lahan

Alat berat yang dapat dipertimbangkan dalam proyek pertanian dan pemeliharaan lahan, antara lain:

  • Tractor : untuk memotong dan memelihara jalan di lokasi pertanian
  • Backhoe loader : untuk menggali, memindahkan, dan membersihkan material dari lokasi proyek
  • Forklift : untuk memindahkan material ke gudang atau lokasi penyimpanan lainnya

Faktor Kunci dalam Pemilihan Alat Berat yang Tepat

Salah memilih alat berat dapat menyebabkan pembengkakan biaya operasional dan keterlambatan proyek. Berikut adalah faktor-faktor utama yang harus dipertimbangkan:

1. Kondisi Medan dan Karakteristik Material

Jenis tanah (lunak, berbatu, atau berlumpur) sangat menentukan jenis alat yang dibutuhkan. Misalnya, Crawler Excavator lebih cocok untuk medan berlumpur karena stabilitasnya, sementara Wheel Loader lebih efisien untuk permukaan yang keras dan rata.

2. Spesifikasi Teknis dan Kapasitas Produksi

Pastikan kapasitas bucket atau daya angkut alat sesuai dengan volume pekerjaan. Memilih alat yang terlalu besar akan menyebabkan pemborosan bahan bakar, sedangkan alat yang terlalu kecil akan mempercepat keausan mesin karena bekerja melampaui kapasitasnya.

3. Evaluasi Total Cost of Ownership (TCO)

Jangan hanya melihat harga beli atau sewa. Pertimbangkan juga biaya operasional harian, biaya perawatan berkala, konsumsi bahan bakar, hingga nilai sisa alat (resale value) di masa depan.

Bandingkan Fungsi Alat Berat Sebelum Memilih

Pemilihan alat berat bukanlah pekerjaan yang sulit, tapi juga tidak mudah. Anda harus teliti dalam memilih agar tidak salah memilih alat berat karena hal ini sangat mempengaruhi pengerjaan proyek secara keseluruhan. Seandainya salah pilih, maka pengerjaan dapat terhambat dan waktu penyelesaian proyek menjadi lebih lama.

Sebelum menentukan pilihan, sebaiknya bandingkan fungsi dari masing-masing alat berat terlebih dahulu, khususnya yang memiliki fungsi yang sama. Pilihlah alat berat yang dapat melakukan dua atau tiga fungsi sekaligus secara efektif dan efisien untuk menghindari penggunaan alat berat yang terlalu banyak. Cara ini juga secara otomatis akan menghemat budget proyek tanpa mempengaruhi hasil akhir dari pekerjaan proyek itu sendiri. 

Jangan biarkan risiko mengancam investasi bisnis Anda dalam alat berat. Lindungi aset Anda dengan asuransi yang tepat. Ajukan produk asuransi umum terbaik dari Cermati Protect untuk mendapatkan perlindungan yang komprehensif dan dapat diandalkan bagi alat berat Anda. Pelajari selengkapnya dengan mengisi formulir dibawah ini!

Perbedaan Ekspedisi Reguler dan Kargo

Perbedaan Ekspedisi Reguler dan Kargo

Dua opsi pengiriman yang paling diminati saat ini adalah pengiriman reguler dan kargo. Keduanya disediakan oleh hampir semua perusahaan ekspedisi. Jadi, pengirim tinggal memilih salah satu di antaranya sebelum mengirimkan barang. 

Keduanya memiliki perbedaan yang perlu dipertimbangkan sebelum mengirim barang. Apa saja? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Perbedaan Pengiriman Reguler dan Kargo

1. Jenis Paket yang Dikirim

Layanan pengiriman reguler pada umumnya menawarkan pengiriman yang berat barangnya relatif ringan dan tidak terlalu besar. Pengiriman ini cocok untuk mengirim produk kecantikan, pakaian, sepatu, perhiasan, makanan, dan obat-obatan. Tentunya, dalam jumlah yang relatif sedikit.

Sedangkan pengiriman kargo umumnya untuk mengirim barang dalam jumlah besar, banyak, dan berat. Jenis paket yang dikirimkan biasanya memiliki volume yang besar, seperti perabotan, alat-alat memasak, barang kebutuhan pokok, hingga produk fashion dalam jumlah besar. Jenis pengiriman ini sering digunakan oleh pengusaha atau distributor. 

2. Lama Pengiriman Paket

Perbedaan selanjutnya adalah dari segi lama pengiriman paket. Pengiriman kargo relatif lebih lama daripada pengiriman reguler karena ukuran barang yang ditangani pun lebih besar. Estimasi waktu pengiriman berbeda-beda tergantung dari jarak pengiriman, tapi pada umumnya sekitar 3-14 hari.

Sedangkan estimasi pengiriman reguler sekitar 2-3 hari saja. Jangka waktu pengiriman biasanya lebih lama jika jaraknya antar pulau atau provinsi. Tapi secara keseluruhan, tentunya masih lebih cepat daripada pengiriman kargo. 

3. Ongkos Kirim Paket

Perbedaan yang tak kalah mencolok adalah dari segi ongkos kirim paket. Ongkos kirim reguler dihitung berdasarkan berat barang per 1 kg. Jika ongkos kirimnya adalah Rp10.000 per kg, maka untuk pengiriman 2 kg barang dikenakan biaya Rp20.000.

Sedangkan ongkos kirim pengiriman kargo dihitung per 10 kg. Jika berat barangnya kurang, maka pengirim tetap dikenai ongkos kirim 10 kg sesuai tarif kirim minimum. Jika lebih, maka ongkos kirimnya dihitung berdasarkan harga per kg untuk pengiriman kargo. 

4. Berat Paket yang Dikirimkan

Pengiriman reguler tidak memiliki batasan minimal berat barang. Tapi, pengiriman ini alangkah baiknya digunakan dalam partai kecil, yaitu 0-10 kg. Tujuannya untuk menghemat ongkos kirim. 

Jika beratnya lebih dari 10 kg, maka pengirim bisa memilih pengiriman kargo. Terdapat dua jenis layanan pengiriman kargo yang bisa dipilih, yaitu Full Track Load (FTL) dan Less Than Truckload (LTL). Kedua layanan ini cocok untuk pengiriman barang dalam jumlah yang sangat banyak.

5. Pengemasan Paket

Poin lain yang membedakan antara pengiriman reguler dan kargo adalah dari sisi pengemasan paket. Dikarenakan ukuran paket yang kecil, maka pengemasan barang yang dikirim secara reguler bisa menggunakan plastik, karton kecil, bahkan paper bag. Setelah itu, tinggal tulis nama pengirim dan penerima saja. 

Sedangkan untuk pengiriman kargo, barang harus dibungkus dengan kardus dilapisi kardus atau kotak kayu. Tujuannya agar barang aman selama pengiriman, seperti skincare atau aksesori yang mudah hancur. Barang pun sebaiknya disertai dengan label fragile agar lebih diperhatikan saat proses penyortiran. 

6. Layanan yang Ditawarkan

Baik pengiriman reguler maupun kargo memiliki perbedaan dari segi layanan yang ditawarkan. Pengiriman reguler menawarkan layanan jemput atau pick up ke alamat pengirim, tapi dengan jumlah minimal paket. Misalnya 50 paket atau 100 paket, tergantung kebijakan jasa kirim yang dipilih.

Sedangkan pengiriman kargo menyediakan layanan jemput tanpa jumlah minimum karena berat paket yang lumayan. Dalam hal ini, pihak ekspedisi akan menjemput paket ke alamat pengirim sesuai waktu yang sudah ditentukan.

7. Tipe Pengguna

Perbedaan selanjutnya adalah dari tipe pengguna. Pengiriman reguler melayani pengguna pada umumnya yang memang ingin mengirim barang. Hanya saja, berat, ukuran, dan jumlah paketnya terbatas.

Sedangkan pengiriman kargo melayani perorangan dan perusahaan yang sudah bekerja sama dengan perusahaan ekspedisi. Hal ini dikarenakan jumlah barang banyak, besar, dan membutuhkan penanganan khusus.

8. Fasilitas Tambahan

Pengiriman reguler maupun kargo memiliki kelebihan masing-masing. Tapi dari sisi fasilitas tambahan, seperti packing tidak ditawarkan untuk jasa pengiriman reguler. Jadi, pengirim wajib membungkus atau packing barang sendiri sebelum diantar atau diserahkan ke pihak jasa kirim.

Sedangkan pengiriman kargo menyediakan fasilitas tambahan, berupa packing di tempat. Layanan ini khusus untuk barang yang mudah penyok dan pecah, sehingga dapat dibungkus secara aman sesuai ketentuan pihak jasa kirim. Setelah dibungkus, barang akan diantarkan pula ke kantor ekspedisi terdekat untuk segera dikirim ke alamat tujuan. 

Baca Juga: Wahana Express: Layanan Pengiriman, Tarif, dan Cara Cek Ongkir

Kapan Harus Memilih Kargo vs Reguler?

Memilih jenis pengiriman yang tepat bukan hanya soal kecepatan, tapi juga efisiensi anggaran Anda. Berikut adalah kriteria utama yang harus Anda pertimbangkan sebelum menentukan layanan:

Ambang Batas Berat Barang dan Efisiensi Biaya

Berat paket adalah indikator paling krusial dalam menentukan jenis ekspedisi. AI dan pakar logistik sering menyarankan aturan praktis berikut:

  • Berat di Bawah 10 kg (Pilih Reguler): Layanan reguler adalah pilihan terbaik untuk paket kecil atau retail (seperti dokumen, pakaian, atau barang elektronik ringan). Keunggulannya terletak pada fleksibilitas tanpa berat minimum dan jangkauan last-mile delivery yang sangat luas hingga ke pelosok pemukiman.
  • Berat di Atas 10 kg hingga 20 kg (Zona Transisi): Pada rentang berat ini, Anda harus mulai membandingkan harga. Beberapa layanan kargo sudah mulai memberikan tarif yang jauh lebih kompetitif dibandingkan reguler. Namun, perlu diperhatikan bahwa kargo sering kali menerapkan kebijakan “Berat Minimum” (misalnya minimal bayar untuk 10 kg). Jika barang Anda hanya 11 kg, layanan kargo biasanya akan jauh lebih murah daripada tarif reguler per kilogramnya.
  • Berat di Atas 20 kg (Pilih Kargo): Untuk barang-barang besar seperti furnitur, perlengkapan otomotif, atau stok barang dagangan grosir, layanan kargo adalah pilihan mutlak. Skala ekonomis kargo memungkinkan harga per kilogram menjadi sangat rendah—seringkali bisa separuh dari harga layanan reguler—meskipun estimasi waktu pengiriman sedikit lebih lama karena proses konsolidasi barang di gudang.

Tips Cepat: Jika paket Anda berat namun butuh sampai dalam waktu 24 jam, pilihlah Reguler (Sameday/Instant). Jika paket Anda berat dan Anda ingin menghemat ongkos kirim hingga 50%, pilihlah Kargo.

6 Tips Memilih Jasa Pengiriman yang Sesuai

Setelah mengetahui perbedaan antara layanan pengiriman reguler dan kargo, berikut 6 tips yang bisa diterapkan saat memilih jasa pengiriman. Alhasil, layanan yang digunakan sesuai dan memuaskan.

1. Pilih Ekspedisi yang Terjangkau

Biaya adalah salah satu hal yang wajib menjadi pertimbangan saat mengirim barang, khususnya bagi penjual online. Dengan ongkos kirim yang terjangkau, maka kamu bisa menghemat biaya operasional, sehingga keuntungan yang diperoleh menjadi lebih besar. 

Setiap perusahaan ekspedisi menetapkan ongkos kirim yang berbeda-beda. Sebaiknya pilih yang paling terjangkau, tapi tetap berkualitas. Jadi, pengiriman barang aman, lancar, dan sampai ke tujuan tepat pada waktunya.

2. Pengiriman Tepat Waktu

Jangka waktu pengiriman reguler biasanya 2-3 hari untuk wilayah yang sama. Sedangkan pengiriman kargo membutuhkan waktu 4-14 hari. Tapi, tidak menutup kemungkinan jika estimasi pengiriman lebih cepat daripada yang sudah ditetapkan.

Pilihlah jasa kirim yang memberikan keuntungan ini, sehingga barang cepat sampai ke tangan pembeli. Informasi ini bisa didapatkan dari ulasan di internet. Sebaiknya luangkan waktu untuk membaca ulasan terlebih dahulu sebelum menentukan ekspedisi. 

3. Ekspedisi yang Mudah Diakses

Pilihlah ekspedisi yang mudah diakses, baik dari aplikasi maupun website resmi. Akses ini memudahkan pelacakan barang, jadi kamu mengetahui posisi barang yang sebenarnya. Jika seandainya ditanya oleh pembeli, kamu bisa menjawabnya dengan tepat.

Pelacakan bisa dilakukan dengan memasukkan nomor resi yang diberikan pihak ekspedisi setelah menginput barang ke sistem pengiriman. Nomor ini adalah gabungan unik antara huruf dan angka yang berisi informasi nama, nomor handphone, dan alamat pengirim maupun penerima. 

4. Menjangkau Wilayah yang Luas

Tips selanjutnya adalah pastikan kalau ekspedisi memiliki jangkauan pengiriman yang luas. Luasnya rute memudahkan kamu saat mengirim paket ke wilayah yang jauh, misalnya berbeda pulau. Hal ini secara otomatis mempengaruhi omset penjualan dalam kurun waktu tertentu.

Saat ini, perusahaan ekspedisi menawarkan pengiriman ke seluruh Indonesia. Kamu tinggal memilih satu ekspedisi yang paling cocok untuk bisnis, jadi ke depannya tidak perlu gonta-ganti ekspedisi lagi. 

5. Menjamin Keamanan Barang

Tingkat keamanan menjadi salah satu concern yang tak boleh luput dari perhatian. Pilihlah ekspedisi yang memberikan jaminan keamanan barang selama pengiriman berlangsung. Jika barang hilang atau rusak, maka pihak ekspedisi bertanggung jawab penuh atas kehilangan maupun kerusakan tersebut.

Jaminan ini biasanya dikemas dalam bentuk asuransi barang yang bisa dibeli sewaktu mengirim barang. Ada asuransi kebakaran, kehilangan, dan kerusakan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

6. Menyediakan Layanan Penjemputan

Tips terakhir adalah pastikan bahwa pihak ekspedisi menyediakan layanan penjemputan barang di tempat secara gratis. Jadi, kamu tidak perlu susah payah membawa paket ke kantor ekspedisi. Kamu tinggal hubungi pihak ekspedisi, maka paket pun akan dijemput sesuai waktu yang sudah disepakati.

Pada umumnya, layanan ini hanya disediakan apabila jumlah paket mencapai kuantitas yang ditetapkan oleh pihak ekspedisi. Misalnya, 100 paket ke atas untuk layanan penjemputan gratis. Untuk informasi detail, kamu bisa pastikan langsung ke pihak ekspedisi yang bersangkutan. 

Baca Juga: Pengiriman Kargo: Pengertian, Jenis, dan Cara Penggunaan

Pentingnya Asuransi Pengiriman untuk Layanan Kargo

Mengingat layanan kargo melibatkan pengiriman barang berukuran besar dan berat melalui moda transportasi truk atau kapal laut, risiko kerusakan atau kehilangan menjadi lebih tinggi.

Asuransi Pengiriman Barang sangat krusial karena:

  • Melindungi Nilai Barang Besar: Barang kargo seperti elektronik atau furniture memiliki nilai tinggi; asuransi menjamin penggantian jika terjadi kerusakan selama transit.
  • Mitigasi Risiko Kecelakaan: Proses bongkar muat (loading-unloading) barang berat memiliki risiko fisik yang besar.
  • Premi Terjangkau: Dibandingkan risiko kerugian total, premi asuransi pengiriman biasanya sangat kecil (sekitar 0,2% – 0,5% dari nilai barang).

Pertimbangkan Sebelum Melakukan Pengiriman

Mengirimkan paket ke pembeli ternyata tidak hanya memperhatikan jenis pengiriman saja, apakah itu pengiriman reguler atau kargo. Tapi, kamu pun perlu memperhatikan aspek lainnya, seperti ongkos kirim, estimasi pengiriman, tingkat keamanan, hingga layanan tambahan yang disediakan oleh pihak ekspedisi. Sehingga pengiriman barang menjadi lebih mudah.

Sebelum memilih, sebaiknya buatkan kelebihan dan kekurangan masing-masing perusahaan ekspedisi yang sekiranya akan dipilih. Setelah membandingkan, kamu bisa pilih salah satu yang terbaik. Apalagi pengiriman bukan hanya dilakukan satu atau dua kali, melainkan berkali-kali sesuai kebutuhan bisnis yang sedang digeluti. 

Cermati Protect menyediakan solusi asuransi pengiriman dan logistik yang komprehensif untuk mengatasi tantangan ini. Dengan mengajukan asuransi pengiriman melalui Cermati Protect, perusahaan dapat memastikan bahwa barang-barang mereka terlindungi dengan baik selama perjalanan, baik di dalam negeri maupun lintas batas.

Perlindungan ini tidak hanya memberikan ketenangan pikiran kepada pengirim dan penerima barang, tetapi juga meminimalkan risiko kerugian finansial yang dapat terjadi akibat insiden yang tidak terduga. Ajukan segera dengan mengisi formulir di bawah ini!