Fungsi Asuransi: Primer, Sekunder, dan Khusus

Fungsi Asuransi: Primer, Sekunder, dan Khusus

Asuransi merupakan salah satu bentuk perlindungan terhadap finansial seseorang. Perlindungan ini berlaku dalam jangka panjang. Untuk menikmatinya, tertanggung wajib membayar sejumlah premi sesuai manfaat yang didapatkan.

Secara umum, asuransi berfungsi untuk memberikan penggantian akibat kerugian maupun kerusakan, hingga pemberian santunan kepada polis yang dinyatakan meninggal dunia. Di sisi lain, terdapat pula fungsi asuransi secara primer, sekunder, dan khusus. Apa sajakah fungsi asuransi ini?

Fungsi Primer Asuransi

Disebut juga fungsi utama, yaitu untuk mengalihkan risiko dari tertanggung kepada perusahaan asuransi. Memiliki asuransi secara tidak langsung akan mengalihkan biaya yang ditanggung secara pribadi kepada perusahaan asuransi. Dengan ketentuan, apabila risiko yang terjadi terdaftar dalam ketentuan dan kebijakan polis asuransi.

Prinsip utama dari asuransi primer adalah untuk menguntungkan dua belah pihak, yaitu tertanggung dan penanggung. Terdapat tiga fungsi utama dari asuransi primer, yaitu.

1. Untuk Mengalihkan Risiko

Tidak ada kehidupan yang dapat diprediksi, maka fungsi pengalihan risiko ini dipercaya dapat membantu meringankan finansial tertanggung saat terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Misalnya, saat seorang ayah sebagai pencari nafkah di keluarga meninggal dunia, maka pendapatan keluarga yang ditinggalkan akan menurun drastis. Dengan asuransi jiwa, maka keluarga akan menerima sejumlah Uang Pertanggungan (UP) yang dapat dikelola sebaik mun

2. Untuk Menghimpun Dana

Fungsi selanjutnya adalah untuk menghimpun dana. Tujuannya untuk mengumpulkan dana dari tertanggung melalui premi yang dibayarkan, baik secara bulanan maupun tahunan. Tentang perhimpunan dana ini tertuang jelas dalam hukum asuransi di Indonesia.

Tanpa dana yang didapatkan dari premi polis, maka perusahaan asuransi akan kesulitan untuk membayar klaim. Jika tertanggung tidak membayar klaim, maka perusahaan berhak menutup atau menghentikan pemberian manfaat kepada polis yang bersangkutan. Cara ini dapat meminimalisir kerugian yang dialami oleh perusahaan asuransi.

3. Untuk Menjamin Keseimbangan Perlindungan dan Premi 

Asuransi juga memiliki fungsi untuk menjamin keseimbangan antara perlindungan dan premi yang dibayarkan. Jika polis membayar lebih mahal dari jumlah seharusnya, maka manfaat atau perlindungan yang didapatkan sudah pasti lebih maksimal.

Misalnya, asuransi dengan premi Rp500.000 hanya boleh digunakan untuk perawatan di rumah sakit di Indonesia, sedangkan premi Rp1.000.000 dapat digunakan di rumah sakit di Asia.

Jumlah premi yang dibayar oleh polis akan terlebih dahulu dihitung oleh perusahaan asuransi lewat simulasi. Ini artinya, setiap polis akan mendapatkan ganti rugi yang berbeda-beda. Tidak hanya manfaat secara umum, tapi besaran premi juga mempengaruhi besarnya uang pertanggungan atau santunan yang didapatkan saat polis meninggal dunia.

Fungsi Sekunder Asuransi

Fungsi sekunder disebut juga sebagai fungsi tambahan. Dikategorikan tambahan karena fungsi ini tidak memberikan dampak langsung kepada tertanggung maupun penanggung. Terdapat dua fungsi sekunder asuransi, yaitu.

1. Ekspor Tidak langsung

Asuransi secara tidak langsung memberikan jaminan perlindungan atas kegiatan ekspor. Setiap barang yang ingin dikirimkan ke luar negeri dapat disertai dengan asuransi tertentu, sehingga barang sampai dengan aman ke penerima. Jika terjadi kerusakan atau kehilangan selama pengiriman, maka biaya ini akan diganti oleh perusahaan asuransi.

2. Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi

Asuransi dipercaya dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di suatu negara. Dengan adanya perusahaan asuransi, jumlah pengangguran di suatu negara menjadi berkurang. Hal ini akan membantu negara untuk menurunkan jumlah kemiskinan, sehingga masyarakat jauh lebih sejahtera daripada sebelumnya.

Baca Juga: Berbagai Bentuk Badan Usaha: Pengertian dan Jenisnya

Fungsi Khusus Asuransi

Ternyata ada lagi fungsi asuransi yang dibuat secara khusus. Fungsi ini berbeda-beda sesuai dengan jenis produk asuransi yang dibeli oleh masyarakat. Beberapa fungsi khusus asuransi adalah sebagai berikut.

1. Fungsi Asuransi Jiwa

Asuransi yang satu ini cocok bagi yang sudah berkeluarga. Ketika salah satu di antara anggota keluarga yang menjadi polis meninggal dunia, perusahaan asuransi akan memberikan santunan berupa uang tunai. Uang ini dapat digunakan oleh keluarga yang ditinggalkan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Selain manfaat di atas, manfaat lain dari asuransi jiwa, antara lain:

  • Sebagai warisan untuk keluarga
  • Tabungan dan dana cadangan
  • Untuk memenuhi kebutuhan di hari tua

2. Fungsi Asuransi Kesehatan

Merupakan produk asuransi yang paling populer. Fungsi asuransi kesehatan adalah untuk memberikan perlindungan kepada polis ketika jatuh sakit. Jadi, nasabah tidak perlu mengeluarkan uang tambahan untuk biaya perobatan karena biayanya sudah ditanggung oleh perusahaan asuransi.

3. Fungsi Asuransi Pendidikan

Asuransi pendidikan adalah asuransi yang ditujukan untuk memberikan proteksi pendidikan kepada anak. Fungsi asuransi pendidikan ini sifatnya jangka panjang, jadi keberadaannya diharapkan dapat mengurangi beban orang tua saat menyekolahkan anak. Asuransi ini membuat pendidikan anak lebih terjamin di masa depan.

4. Fungsi Asuransi Umum

Salah satu alasan kenapa asuransi umum dibutuhkan adalah untuk mitigasi risiko bisnis. Maksudnya adalah asuransi akan memberikan biaya ganti rugi apabila terjadi kerusakan pada proyek yang sedang berjalan. Dengan demikian, kerusakan tersebut tidak menghambat jalannya proyek.

Beberapa produk asuransi umum yang terkemuka, di antaranya:

  • Asuransi pengiriman dan kargo
  • Asuransi nama baik
  • Asuransi properti
  • Asuransi teknis

5. Fungsi Asuransi Perjalanan

Jika ingin melakukan perjalanan, baik di dalam maupun luar negeri, asuransi ini wajib dibeli. Asuransi ini meliputi perlindungan medis, bantuan dana darurat, kecelakaan diri, kehilangan bagasi, dan keterlambatan penerbangan. Adanya asuransi ini membuat perjalanan menjadi fleksibel dan aman.

6. Fungsi Asuransi e-Commerce

Asuransi yang satu ini wajib disertakan setiap kali ingin berbelanja. Jika belanja hilang atau rusak, maka perusahaan asuransi akan memberikan ganti rugi terhadap kerusakan dan kehilangan tersebut. Selain melindungi barang yang dibeli, asuransi e-commerce juga dapat memperkuat brand yang dijual dan memberikan pengalaman belanja terbaik bagi konsumen. 

7. Fungsi Asuransi Kerugian

Salah satu fungsi khusus asuransi lainnya adalah asuransi kerugian. Asuransi ini bertujuan untuk meminimalisir kerugian apabila aset yang dimiliki rusak atau hilang. Asuransi ini bisa dikategorikan asuransi umum juga dan biasanya memiliki produk asuransi mobil juga. 

8. Fungsi Asuransi Karyawan

Tidak hanya harta benda yang ada di perusahaan, tapi karyawan juga membutuhkan asuransi. Asuransi kesehatan karyawan memberikan perlindungan kesehatan terbaik, sehingga performa karyawan tidak terganggu. Adanya manfaat ini juga dipercaya akan membuat karyawan semakin loyal bekerja di perusahaan.

Selain manfaat kesehatan, manfaat lainnya yang didapatkan dari asuransi karyawan adalah:

  • Manfaat kecelakaan diri
  • Manfaat pihak ketiga
  • Manfaat dana pensiun
  • Manfaat perlindungan jiwa

9. Fungsi Asuransi Pengiriman Barang Logistik

Mengirimkan suatu barang tentunya semakin nyaman dengan menyertakan asuransi yang satu ini. Selain menjamin keamanan pengiriman barang, asuransi ini juga mengkover pengembalian barang yang rusak. Jadi, setiap gangguan yang terjadi dalam kegiatan operasional sepenuhnya menjadi tanggung jawab perusahaan asuransi.

Baca Juga: Pengiriman Kargo: Pengertian, Jenis, dan Cara Penggunaan

10. Fungsi Asuransi Syariah

Fungsi asuransi syariah sebenarnya sama dengan fungsi asuransi konvensional. Hanya saja, asuransi ini dikelola secara syariah dan diawasi langsung oleh Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia. Beberapa fungsi asuransi syariah yang menguntungkan polis, di antaranya:

  • Pengelolaan dana transparan
  • Keuntungan yang diperoleh dari investasi akan dibagikan kepada peserta
  • Kepemilikan dana oleh dua pihak, yaitu peserta dan perusahaan
  • Dana yang masuk dalam kontribusi tidak hangus, meskipun tidak ada klaim
  • Terdapat manfaat surplus underwriting

11. Fungsi Asuransi Tanggung Gugat

Asuransi tanggung gugat mungkin jarang didengar oleh masyarakat awam. Asuransi ini berfungsi untuk memberikan perlindungan kepada pihak atau orang lain. Layanan dari asuransi tanggung jawab, di antaranya perorangan, tanggung jawab umum, dan profesi. 

12. Fungsi Asuransi Kebakaran

Seperti namanya, asuransi kebakaran akan memberikan ganti rugi apabila aset yang diasuransikan rusak akibat kebakaran. Asuransi ini biasanya disematkan pada aset berupa gedung, rumah, kantor, dan properti lainnya. Besaran uang pertanggungan yang diberikan disesuaikan dengan jumlah premi yang dibayarkan setiap bulan.

Pentingnya Asuransi untuk Melindungi Aset Berharga

Adanya asuransi tidak melulu untuk melindungi aset, seperti rumah atau mobil, tapi juga kesehatan diri sendiri. Produk asuransi yang dibeli akan memberikan perlindungan maksimal, jadi tertanggung tidak perlu khawatir apabila terjadi kerusakan pada aset atau terkena masalah kesehatan.

Biaya yang tadinya ditanggung sendiri akan dialihkan menjadi tanggung jawab perusahaan asuransi, sehingga kestabilan finansial tertanggung menjadi lebih terjaga.

Untuk bisa mendapatkan penawaran produk Asuransi terbaik, kamu bisa mengisi form dibawah ini!

Pentingnya Kesehatan Mental dan Tips Menjaganya

Pentingnya Kesehatan Mental dan Tips Menjaganya

Mental health atau kesehatan mental merupakan topik yang banyak dibahas belakangan ini. Dilansir dari laman Centers for Disease Control and Prevention, ada 1 dari 5 anak remaja di Amerika Serikat mengalami gangguan jiwa pada rentang usia 13-18 tahun. Sementara penelitian untuk orang dewasa, terdapat 1 di antara 25 orang mengalami gangguan jiwa yang serius.

Salah satu penyebabnya adalah karena pekerjaan. Lingkungan kerja yang kurang sehat membuat kesehatan fisik karyawan terganggu. Ditambah lagi masalah pekerjaan yang datang silih berganti membuat seseorang rentan mengalami kesehatan mental.

Alasan Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental

Kesehatan mental mempengaruhi seluruh aspek kehidupan. Mulai dari cara berpikir, berbicara, mengambil keputusan, hingga mengontrol emosi. Apabila kesehatan mental terjaga, seseorang menjadi lebih mudah mengatasi stres karena ia tahu cara mengontrol dirinya.

Kesehatan mental perlu dijaga dengan baik. Mulai dari masa kanak-kanak, remaja, hingga saat beranjak dewasa. Berikut beberapa alasan pentingnya menjaga mental di tempat kerja.

1. Kesehatan Mental Mempengaruhi Produktivitas

Perlu diketahui bahwa kesehatan mental dapat mempengaruhi produktivitas di tempat kerja. Ketika seseorang merasa mentalnya kurang baik saat ia overthinking, hal ini bisa membuatnya stres atau depresi. Padahal, ia harus menyelesaikan seluruh pekerjaan yang sudah ditargetkan oleh atasan.

Beban pikiran membuat seseorang hilang minat untuk melakukan apa pun. Maka penting untuk memastikan pikiran dalam keadaan tenang. Adakan me time bila memang diperlukan agar diri merasa lebih baik.

2. Kesehatan Mental dapat Mempengaruhi Suasana Hati

Selain produktivitas, kesehatan mental yang terganggu juga mempengaruhi suasana hati. Bawaannya kesal,marah, dan lebih mudah tersinggung padahal cuma karena hal-hal kecil. Misalnya, saat rekan kerja membuat candaan tentang dirinya.

Bahkan ada beberapa orang yang menarik diri dari lingkungan tertentu untuk menjaga suasana hatinya. Padahal masalahnya ada pada diri sendiri, bukan orang lain. Jika memang ada sesuatu yang mengganjal, coba ceritakan kepada orang-orang terdekat atau cari bantuan ke psikolog agar hal ini tidak semakin memperparah keadaan.

3. Kesehatan Mental Mempengaruhi Kesehatan Fisik

Fisik yang sehat dipercaya dapat meningkatkan kesehatan tubuh. Sayangnya, hasilnya menjadi kurang maksimal apabila kesehatan tubuh tidak dibarengi dengan kesehatan mental. Misalnya, ketika seseorang terlalu cemas terhadap sesuatu, imun tubuhnya akan menurun secara perlahan.

Jadi, menyeimbangkan kesehatan fisik dan mental sangatlah penting. Keseimbangan ini membantu seseorang dalam mengembangkan diri. Hal ini dapat dilihat dari performa dan sumbangsih yang diberikannya saat bekerja.

4. Kesehatan Mental Membuat Hidup Damai

Seseorang yang mentalnya sehat mampu menciptakan kedamaian dalam hidupnya. Ia tahu memilah mana hal yang perlu dipikirkan dan mana yang tidak. Jadi, hidupnya bisa minim drama.

Bandingkan dengan seseorang yang kesehatan mentalnya terganggu. Ia lebih mudah cemas karena hal-hal kecil. Hal ini membuat hidupnya berantakan, sehingga ia tidak fokus untuk bekerja.

Baca Juga: Tips Perusahaan Menjamin Kesehatan Karyawan di Kantor

Tips Agar Kesehatan Mental Tetap Terjaga

Menjaga kesehatan mental amatlah penting. Sejatinya tidak perlu cara-cara mainstream untuk menjaganya, karena cara sederhana pun cukup ampuh. Lakukan tips berikut agar kesehatan mental tetap terjaga.

1. Seimbangkan Pekerjaan dan Kehidupan Pribadi

Istilah work life balance pasti sudah tidak asing di telinga, kan? Setelah hampir seharian bekerja, coba luangkan waktu untuk menikmati kehidupan pribadi dengan melakukan hal-hal sederhana, Misalnya, mendengarkan musik, memasak makanan kesukaan, atau membaca buku.

Pekerjaan dan kehidupan pribadi adalah dua hal yang berbeda. Jika di tempat kerja seseorang dituntut untuk bersikap profesional, di kehidupan pribadi justru bebas. Lakukan hal-hal yang disukai agar hidup tetap terasa menyenangkan.

2. Terapkan Pola Hidup Sehat

Pola hidup yang sehat dipercaya dapat membuat kesehatan mental terjaga. Konsumsi makanan yang bergizi, seperti vitamin, ikan, sayur, dan buah untuk memenuhi asupan nutrisi pada tubuh. Asupan yang baik membuat tubuh dapat berpikir dengan baik, sehingga tantangan di tempat kerja dapat dilalui dengan baik.

Selain makanan, cobalah untuk melakukan olahraga. Tak harus mengangkat beban, karena lari, senam, dan yoga saja sudah cukup. Olahraga ini bahkan bisa dilakukan di rumah saja tanpa harus pergi ke pusat kebugaran.

3. Diskusi dengan Rekan Kerja

Kesehatan mental bukan hal yang tabu lagi di masyarakat. Sebab, hal ini telah banyak dibicarakan beberapa waktu belakangan. Tidak hanya di Indonesia saja, tapi juga di seluruh dunia.

Setiap kali merasa mental kurang baik, tidak ada salahnya untuk menceritakan hal ini kepada rekan kerja. Ceritakan keluh kesah selama bekerja di perusahaan sekarang. Tapi ingat, harus kepada rekan kerja yang dekat dan bisa dipercaya agar cerita ini tidak menyebar ke orang lain.

4. Kelola Stress

Pikiran adalah sumber dari segala jenis penyakit, mulai dari yang sifatnya ringan sampai berat. Penting untuk senantiasa mengelola pikiran agar tidak mudah stres di tempat kerja. Caranya dengan berpikir positif dan mengucapkan afirmasi baik bahwa semuanya akan baik-baik saja.

Memang, mengelola stres bukan hal yang mudah, apalagi saat dilanda masalah bertubi-tubi. Jika hal ini terjadi, sebaiknya luangkan waktu untuk menjauh sejenak dari meja kerja. Coba jalan-jalan ke pekarangan kantor, membeli jajanan, membuat kopi, atau menonton komedi sesaat agar pikiran menjadi rileks dan fokus kerja kembali membaik.

5. Istirahat yang Cukup

Kualitas istirahat secara tidak langsung akan mempengaruhi kondisi mental. Misalnya, ketika seseorang kurang tidur, ia akan lebih mudah terbawa emosi saat ditanyakan tentang pekerjaan. Padahal itu adalah pekerjaannya sendiri, bukan pekerjaan orang lain.

Setelah pulang kerja, alangkah baiknya untuk cepat beberes dan istirahat. Bagi yang suka begadang, kurangi kebiasaan buruk ini untuk menjaga kesehatan mental dan fisik secara menyeluruh. Keesokan harinya saat bangun pagi, pikiran dan tubuh terasa lebih baik dan siap menjalani hari-hari di kantor.

6. Lakukan Kegiatan Positif

Perlu diketahui bahwa kegiatan-kegiatan positif dapat memperbaiki dan memulihkan kesehatan mental. Misalnya, dengan menekuni hobi yang selama ini sempat tertunda, berolahraga, bergabung dengan komunitas rohani, dan lain sebagainya. Kegiatan positif membuat diri merasa lebih baik, baik di dalam maupun di luar.

Agar lebih menyenangkan, cari teman atau partner untuk melakukan kegiatan tersebut bersama-sama. Hal ini baik dilakukan, khususnya oleh orang-orang yang gampang bosan. Setidaknya ketika bosan melanda, ada orang yang mengingatkan agar tetap semangat dan fokus menjaga kesehatan mental.

7. Tinggalkan Lingkungan Toxic

Sebisa mungkin jauhilah lingkungan toxic, yaitu lingkungan yang dipenuhi dengan kompetisi, sikut-menyikut, gosip, dan iri hati. Lingkungan yang seperti ini sangat tidak baik untuk kesehatan mental. Bukannya sembuh, yang ada mental semakin terganggu karena dikelilingi orang-orang dengan aura negatif.

Bukan hal yang mudah, karena tempat kerja diisi oleh beragam orang dengan latar belakang yang berbeda. Namun, hal ini bisa diantisipasi dengan membuat batasan tertentu, seperti membatasi diri untuk makan siang dengan orang-orang toxic. Pilihlah lingkungan yang baik karena lingkungan seperti ini membantu membentuk karakter, kepribadian, dan kondisi mental yang baik pula. 

8. Tetapkan Tujuan yang Realistis

Tujuan hidup membantu meningkatkan motivasi dan semangat untuk menjalani kehidupan yang penuh misteri. Tapi tidak semua tujuan, karena cuma tujuan yang realistis yang ampuh untuk menjaga kesehatan mental. Tujuan yang sekiranya dapat dicapai dalam waktu cepat maupun lambat.

Bagi yang suka berkhayal terlalu tinggi, coba kurangi. Dalam arti, jangan menghabiskan energi untuk segala sesuatu yang belum ada yang menyebabkan fokus pada hal-hal di depan mata menjadi terganggu. Fokuslah pada apa yang ada saat ini, jadi pekerjaan demi pekerjaan membuahkan hasil maksimal untuk peningkatan karir dan taraf hidup.

Ketenangan Membuat Mental Menjadi Sehat

Mengingat kesehatan mental adalah hal yang krusial, maka menjaga ketenangan sangatlah dibutuhkan. Tidak hanya ketenangan yang diciptakan oleh diri sendiri, tapi juga oleh perusahaan. Artinya perusahaan harus lebih aware terhadap hal-hal yang terjadi pada karyawan, dan jangan ragu untuk meminta pendapat dari para karyawan.

Pertimbangkan pula kesejahteraan karyawan lewat pemberian layanan kesehatan untuk karyawan, bonus, kenaikan gaji, dan hak cuti. Ingat, karyawan adalah aset berharga yang dimiliki oleh perusahaan. Ketika karyawan memiliki mental yang sehat, mereka mampu bekerja dan memberikan kontribusi terbaik demi kelancaran perkembangan bisnis. 

Dapatkan asuransi kesehatan terbaik untuk karyawan dengan mengisi form dibawah ini!

Tips Efektif Mengelola Kehadiran Karyawan

Tips Efektif Mengelola Kehadiran Karyawan

Pengelolaan absensi karyawan, khususnya yang bekerja remote sangat penting untuk keberhasilan suatu perusahaan. Dengan pengelolaan yang optimal, efisiensi operasional perusahaan dapat meningkat. Hal ini kemudian akan berimbas pada peningkatan produktivitas dan penghematan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan.

Namun, mengelola absensi karyawan secara efektif tidaklah mudah. Pertama-tama, perusahaan perlu menentukan jenis absensi karyawan. Apakah itu sistem absensi manual atau online, karena keduanya memiliki sistem kerja yang berbeda.

Pentingnya Mengelola Absen Karyawan

Seperti kalimat bijak yang mengatakan “waktu adalah uang”. Mengingat berharganya waktu, maka karyawan perlu memanfaatkannya sebaik mungkin untuk meningkatkan produktivitas kerja. Penggunaan sistem absensi yang tepat memudahkan perusahaan untuk mengecek apakah karyawan mulai dan selesai bekerja tepat waktu. 

Dalam mengelola absensi karyawan, akan lebih baik apabila perusahaan menggunakan sistem absensi online. Selain lebih cepat, sistem absensi online dipercaya dapat menghemat waktu dan biaya untuk mengelola data absensi. Jadi, perusahaan dapat menggunakan waktu dan biaya yang berhasil dihemat untuk kebutuhan lainnya yang tak kalah penting.

Baca Juga: 9 Tips Agar Remote Working Tetap Produktif

Keuntungan Menggunakan Sistem Absensi Karyawan

Menggunakan sistem absensi karyawan secara online jauh lebih menguntungkan daripada sistem manual, khususnya untuk kerja remote. Keuntungannya tidak hanya dari segi waktu, tapi juga terdapat keuntungan lainnya. Apa saja?

1. Akurasi Data Meningkat

Dengan sistem yang tepat, akurasi data absensi karyawan menjadi meningkat. Pengelolaan kehadiran dapat dikelola secara terpusat dengan sistem penyimpanan yang mudah diakses. Dengan demikian, perusahaan dapat meminimalisir kesalahan dalam mencatat absen karyawan. 

2. Meminimalisir Kesalahan

Kesalahan dalam pencatatan absensi manual mungkin sering terjadi. Namun, kesalahan ini dapat diminimalisir dengan penggunaan sistem absensi online. Perusahaan tinggal menentukan sistem seperti apa yang dibutuhkan, sehingga aplikasinya dapat berjalan efektif dan efisien. 

3. Pemantauan Kehadiran Karyawan Menjadi Mudah

Karyawan hadir atau tidak, hal ini  menjadi lebih mudah dipantau dengan sistem absensi. Perusahaan dapat mengecek dimana karyawan bekerja, jam berapa karyawan mulai bekerja dan selesai bekerja. Jika ternyata karyawan sering datang terlambat atau absen, maka perusahaan dapat mengambil tindakan lanjut bila diperlukan.

4. Terdapat Transparansi

Pengelolaan absensi karyawan menjadi transparan dengan sistem absensi online. Siapa yang hadir dan tidak, keduanya mudah dilacak oleh perusahaan maupun karyawan. Jadi, tidak ada satu karyawan pun yang bisa menitip absen ketika hari kerja berlangsung. 

5. Meningkatkan Efisiensi

Sistem absensi yang tepat akan membantu meningkatkan efisiensi dalam mengelola kehadiran karyawan. Apalagi dengan adanya sistem pembaharuan absensi secara real time. Misalnya ketika karyawan lupa absen, maka ia dapat membuat pengajuan kehadiran disertai alasan yang jelas untuk disetujui oleh atasan di divisinya.

6 Tips Efektif Mengelola Kehadiran Karyawan

Mengelola kehadiran karyawan menjadi hal yang krusial, terutama untuk sistem kerja remote. Apabila kehadiran ini tidak dikelola dengan baik, karyawan dapat bersikap seenaknya saat bekerja. Agar pengelolaan kehadiran menjadi lebih efektif, perusahaan bisa melakukan tips-tips berikut ini.

1. Menetapkan Target Pekerjaan

Jika ingin mengelola kehadiran karyawan secara efektif, maka perusahaan perlu menetapkan target pekerjaan. Tidak hanya target jangka pendek, tapi juga jangka panjang yang memang dibutuhkan oleh perusahaan. Setelah menentukan target, perusahaan dapat mensosialisasikannya untuk meningkatkan awareness karyawan. 

Target ini berlaku untuk semua karyawan dan harus bersifat realistis. Di setiap target, penting juga agar perusahaan menentukan tenggat waktu agar karyawan dapat menyelesaikan pekerjaan secara tepat waktu. Baik atau buruknya performa karyawan, hal ini dapat dinilai dari hasil pekerjaan yang dilakukannya dalam kurun waktu tertentu.

2. Utamakan Kemudahan Penggunaan

Sistem absensi yang baik adalah sistem yang dapat digunakan dengan mudah. Tidak hanya oleh pemimpin di perusahaan, tapi juga oleh semua karyawan yang menjadi bagian dari perusahaan yang bersangkutan. Jadi sebelum menentukan pilihan, perusahaan perlu membandingkan beberapa sistem absensi online terlebih dahulu.
Pemilihan sistem yang tidak user friendly sejatinya akan mengganggu produktivitas kerja karyawan. Sebab, waktu yang dibutuhkan untuk mengakses sistem kehadiran menjadi lebih banyak. Untuk mengetahui kinerja sistem kehadiran maksimal, perusahaan bisa membaca review penggunaan sistem tersebut dari user lainnya di internet.

3. Pertimbangkan Biaya

Biaya yang dibutuhkan untuk mengelola suatu bisnis tidaklah murah. Selain biaya produksi, perusahaan perlu memikirkan biaya untuk mengelola sistem kehadiran. Salah satu hal yang dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi operasional perusahaan.

Memilih sistem yang hemat biaya harus dipertimbangkan dengan baik tanpa mengabaikan kualitas dari sistem tersebut. Jika sistemnya murah, tapi kualitasnya kurang, perusahaan dapat beralih ke sistem yang lebih mahal dengan kualitas mumpuni. Apalagi penggunaan sistem ini bukan untuk jangka pendek, melainkan jangka panjang yang otomatis mempengaruhi kinerja perusahaan di kemudian hari.

4. Pelihara Komunikasi dengan Karyawan

Kunci keberhasilan dari penerapan sistem kehadiran karyawan untuk sistem kerja remote adalah dengan memelihara komunikasi dengan karyawan. Komunikasi antara atasan dan bawahan harus bisa berjalan efektif. Ini akan membantu mengurangi terjadinya miskomunikasi selama karyawan melakukan tugas dan tanggung jawabnya.

Dalam hal ini, pemimpin perusahaan harus mencari waktu yang tepat agar bisa menjalin komunikasi yang baik dengan seluruh karyawan. Yang pasti, komunikasi ini terjadi hanya di jam kerja, bukan di luar jam kerja. Karena bagaimanapun juga, karyawan tetap butuh waktu untuk melakukan aktivitas penting lainnya di dalam hidupnya guna menciptakan work life balance.

5. Jadwalkan Pertemuan

Pengelolaan kehadiran karyawan secara remote dapat dilakukan dengan menjadwalkan pertemuan. HRD di perusahaan bisa membuat jadwal meeting online melalui Google Meet atau Zoom. Selain untuk mengecek kehadiran, perusahaan pun bisa menanyakan hal lain seperti kesulitan yang dihadapi karyawan selama kerja remote. 

Di sini perusahaan akan bantu untuk carikan solusinya, sehingga kedepannya karyawan dapat bekerja secara optimal. Adanya meeting ini secara tidak langsung dapat meningkatkan bonding di antara sesama karyawan. Ketika sistem kerja kembali normal (masuk ke kantor), komunikasi antar karyawan tidak kaku karena sudah lama tidak bertemu. 

6. Lakukan Evaluasi Secara Berkala

Mengelola absensi karyawan, khususnya untuk kerja remote memang kelihatan sulit. Namun, sejatinya perusahaan dapat melakukan evaluasi secara berkala untuk mengetahui letak kesulitan dalam pengelolaan kehadiran. Jika ternyata kendalanya ada pada kekurangan sumber daya, perusahaan dapat meng-hire karyawan baru untuk membantu rekap kehadiran karyawan. 

Jika kendalanya ada pada sistem kehadiran, maka perusahaan dapat mengganti sistem absensi online yang baru. Tentunya yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Dengan demikian, pemantauan kehadiran karyawan dapat berlangsung secara kontinyu dan berjalan dengan lancar.

Baca Juga: Tips Perusahaan Menjamin Kesehatan Karyawan di Kantor

Tips Mengoptimalkan Sistem Kehadiran Karyawan

Setelah mengimplementasikan tips mengelola kehadiran karyawan, perusahaan juga perlu mengoptimalkan penggunaan sistem. Alhasil, sistem tersebut dapat memberikan manfaat yang maksimal untuk kebutuhan perusahaan. Berikut beberapa tips untuk mengoptimalkan sistem kehadiran karyawan.

1. Mempelajari Kinerja Sistem

Sebelum menggunakan suatu sistem, penting agar perusahaan mempelajari kinerja dari sistem tersebut. Sebaiknya pelajari fitur-fitur yang ada untuk memudahkan implikasi pengelola kehadiran. Jika memang diperlukan, undanglah vendor dari sistem kehadiran untuk mengadakan pelatihan tentang cara menggunakan sistem dengan baik dan benar.

2. Menetapkan Prosedur yang Jelas

Jangan lupa untuk menetapkan prosedur yang jelas saat mengelola kehadiran karyawan. Misalnya, menentukan jam masuk dan pulang kerja, tanggal cut-off kehadiran, tata cara absen, izin, dan cara mengajukan cuti. Pastikan semua karyawan memahami prosedur ini untuk menghindari kesalahan saat absensi. 

3. Memaksimalkan Fitur yang Tersedia

Setiap sistem absensi karyawan memiliki fitur-fitur tertentu. Tugas perusahaan adalah untuk memaksimalkan penggunaan fitur ini dalam mengelola kehadiran karyawan. Dengan demikian, pemantauan kehadiran karyawan dapat dilakukan secara efektif.

4. Memberikan Pelatihan Sistem kepada Karyawan

Tidak ada salahnya agar perusahaan mengadakan pelatihan tentang cara penggunaan sistem kepada seluruh karyawan, terutama untuk sistem baru. Sebab, setiap sistem kehadiran memiliki cara kerja masing-masing. Pelatihan ini akan membantu mengurangi kesalahan saat absen, sehingga data absensi yang dihasilkan setiap bulan menjadi akurat.

Sesuaikan Absensi Karyawan dengan Kebutuhan Perusahaan

Mengingat setiap sistem absensi menawarkan fitur yang berbeda, penting agar perusahaan memilih sistem yang sesuai kebutuhan. Pilih sistem yang dapat memudahkan pengelolaan sumber daya manusia di perusahaan dan meningkatkan efektivitas bisnis secara menyeluruh. Alhasil, bisnis dapat berjalan secara kontinyu dan mencapai hasil yang maksimal seiring berjalannya waktu. 

Maksimalkan perlindungan kepada karyawan dengan memberikan mereka Asuransi Kesehatan Karyawan. Untuk mendapatkan Asuransi Kesehatan Karyawan terbaik, Anda bisa langsung daftar lewat formulir di bawah ini.

Berbagai Bentuk Badan Usaha: Pengertian dan Jenisnya

Berbagai Bentuk Badan Usaha: Pengertian dan Jenisnya

Pengertian badan usaha adalah suatu kesatuan organisasi yang tujuannya untuk memperoleh laba atau keuntungan. Laba biasanya digunakan untuk mensejahterakan karyawan, ekspansi usaha, atau membuat produk baru yang berguna bagi masyarakat. Sementara untuk kepentingan nasional, adanya badan usaha dipercaya membuat perekonomian suatu negara hidup.

Antara badan usaha dan perusahaan, keduanya memiliki perbedaan masing-masing. Badan usaha adalah suatu lembaga, sedangkan perusahaan adalah tempat badan usaha mengelola produk yang diproduksi. Lebih jelasnya mengenai badan usaha akan dijelaskan di bawah ini.

Macam-macam Badan Usaha

Setiap badan usaha memiliki karakteristik masing-masing yang membedakan satu sama lain. Perbedaan ini dibagi berdasarkan kegiatan, modal, dan wilayah negara badan usaha berdiri. Macam-macam badan usaha adalah sebagai berikut.

1. Badan Usaha Berdasarkan Kegiatan

Pada kategori ini, badan usaha dibagi menjadi lima bagian, di antaranya:

  • Ekstraktif, yaitu kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan sumber daya dari alam. Misalnya, hasil tambang, hutan, laut, dan lain-lain.
  • Agraris, yaitu badan usaha yang kegiatannya berhubungan dengan pertanian.
  • Industri, yaitu kegiatan mengelola bahan baku (mentah) dan bahan penolong menjadi bahan setengah jadi atau siap pakai. Misalnya, pakaian, aksesoris, sepatu, dan alat-alat kecantikan.
  • Perdagangan, yaitu kegiatan membeli atau menjual suatu barang tanpa harus mengubah bentuk aslinya. Misalnya, dagang beras, sayur-mayur, buah-buahan, dan lain-lain.
  • Jasa, yaitu kegiatan yang dilakukan untuk memberikan kemudahan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Misalnya, jasa pengiriman barang, jasa perbankan, jasa transportasi, dan lain-lain.

2. Badan Usaha Berdasarkan Modal

Modal merupakan hal krusial dalam membangun suatu badan usaha. Modal dibagikan dalam beberapa jenis sesuai kepemilikannya, di antaranya.

  • Badan Usaha Milik Negara (BUMN) adalah badan usaha yang modalnya dimiliki oleh negara.
  • Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) adalah badan usaha yang modalnya dimiliki oleh pihak swasta.
  • Badan Usaha Milik Daerah adalah badan usaha yang modalnya dikelola oleh pemerintah daerah.
  • Badan usaha campuran adalah badan usaha yang modalnya didapatkan dari dua pihak, yaitu negara dan swasta.

3. Badan Usaha Berdasarkan Wilayah Negara

Globalisasi menyebabkan perdagangan semakin bebas. Hal ini juga yang membuat banyaknya jenis usaha yang didirikan di luar negeri maupun di dalam negeri. Ada dua kategori badan usaha berdasarkan wilayah negaranya, yaitu:

  • Modal dalam negeri, adalah modal yang status kepemilikannya berada di tangan masyarakat yang tinggal di negara itu sendiri.
  • Modal luar negeri, adalah modal yang dimiliki oleh orang asing yang mendirikan usaha di Indonesia.

Jenis-jenis Badan Usaha

Ada beragam jenis badan usaha yang sering ditemui. Ada yang berbentuk CV, Firma, bahkan Perum. Adapun jenis badan usaha yang berdiri di Indonesia, antara lain.

1. Badan Usaha Milik Negara (BUMN)

Badan Usaha Milik Negara adalah badan usaha yang modalnya dimiliki seutuhnya oleh pemerintah. Anggaran yang ada di dalamnya akan dijelaskan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Salah satu jenis BUMN adalah Perusahaan Jawatan (Perjan) yang telah berganti bentuk, seperti Perjan Kereta Api yang diganti menjadi Persero Kereta Api.

Ciri-ciri BUMN, di antaranya:

  • Segala aktivitas, seperti kontrol dan pengawasan dilakukan oleh pemerintah
  • Keuntungan BUMN akan dimasukkan ke dalam kas negara
  • Risiko yang terjadi menjadi tanggung jawab pemerintah
  • Bertujuan untuk melayani kepentingan umum
  • Sebagian besar sahamnya dimiliki oleh pemerintah, sedangkan sisanya dimiliki oleh masyarakat

2. Badan Usaha Milik Swasta (BUMS)

Seperti namanya, badan usaha yang satu ini dimiliki oleh pihak swasta. Tujuan utama pendiriannya adalah untuk mencari keuntungan demi perkembangan usaha. Saat ini, BUMS sendiri dibagi menjadi dua bagian, yaitu badan usaha swasta dalam negeri dan asing.

Modal badan usaha dalam negeri dimiliki oleh masyarakat dalam negeri. Sedangkan modal badan usaha asing dimiliki oleh orang asing. Beberapa contoh BUMS adalah Perusahaan Perseorangan (PO) dan Commanditaire Vennootschap (CV).

Ciri-ciri BUMS, di antaranya:

  • Dimiliki dan dioperasikan oleh pihak swasta atau individu
  • Tujuan utamanya adalah untuk mencari laba yang nantinya akan dibagikan kepada para pemegang saham
  • Tujuan bisnisnya jelas
  • Sahamnya dapat dibeli oleh publik melalui pasar modal
  • Mengutamakan kepentingan dan kesejahteraan pemilik dan pemegang saham
  • Pengambilan keputusan dan penetapan strategi bisnis fleksibel
  • Memiliki persaingan yang ketat antar perusahaan sejenis

3. Koperasi

Koperasi adalah suatu jenis organisasi yang mengedepankan asas kekeluargaan. Organisasi ini bertujuan untuk mensejahterakan kepentingan umum atau bersama. Sistem kerjanya adalah mengumpulkan dana dari para anggota yang akan digunakan sebagai modal untuk menjalankan usaha. 

Koperasi memiliki peran aktif untuk meningkatkan taraf hidup semua anggota. Alhasil, kesejahteraan sosial pun dapat terwujud. Di sisi lain, koperasi juga dapat digunakan untuk meningkatkan perekonomian rakyat hingga perekonomian nasional.

Ciri-ciri Koperasi, di antaranya:

  • Tujuannya untuk kepentingan kemanusiaan, bukan kebendaan
  • Dapat dimiliki oleh perorangan atau badan hukum
  • Kewenangan dan kebijakan dalam koperasi diputuskan dalam rapat keanggotaan
  • Mengutamakan kerja sama karena seluruh anggota bertanggung jawab atas risiko yang terjadi dalam kegiatan koperasi
  • Semua kegiatan dilakukan berdasarkan keputusan bersama, tidak ada unsur paksaan, intimidasi, maupun campur tangan dari pihak luar
  • Koperasi merupakan mitra kerja sama pemerintah untuk mencapai tujuan pembangunan

4. Perusahaan Perseroan (Persero)

Perusahaan milik negara yang satu ini memiliki tujuan untuk mencari keuntungan. Modalnya dimiliki oleh pemerintah minimum sebesar 51%, sedangkan sisanya akan diperjualbelikan kepada masyarakat melalui pasar modal. Beberapa contoh Persero adalah PT Telkom, PT Bank Mandiri, PT Bank Negara Indonesia, dan PT Pos Indonesia.

Ciri-ciri Persero, di antaranya:

  • Dipimpin oleh seorang direktur
  • Tujuan utamanya adalah untuk memperoleh keuntungan
  • Karyawan yang bekerja di Persero memiliki status sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS)
  • Setiap persero memiliki nama tambahan PT di depannya
  • Kedudukan hukum persero berada di dalam tiga perangkat utama, yaitu direksi, RUPS, dan dewan komisaris
  • Perusahaan diatur di dalam hukum perdata
  • RUPS memiliki kedudukan tertinggi dalam membahas laporan keuangan tahunan perusahaan

5. Perusahaan Umum (Perum)

Perum merupakan badan usaha yang dimiliki oleh negara. Tujuannya adalah untuk mencari keuntungan dan memberikan manfaat untuk kepentingan umum, baik dalam pengadaan barang maupun jasa. Tak heran apabila Perum berusaha memberikan pelayanan dan produk yang berkualitas.

Ciri-ciri Perum, di antaranya:

  • Memiliki status sebagai badan hukum
  • Modal diperoleh dari aset negara yang sudah dipisahkan dari kekayaan negara
  • Modalnya tidak dibagi atas saham
  • Tujuannya adalah untuk mencari keuntungan dan melayani kepentingan umum
  • Perusahaan yang sudah go public dapat memperoleh modal dari penjualan saham dan obligasi
  • Dipimpin oleh seorang direksi atau direktur
  • Karyawan berstatus sebagai karyawan biasa atau staff, sesuai kedudukan masing-masing
  • Laporan keuangan tahunan disahkan oleh pemerintah melalui penyampaian oleh menteri
  • Bergerak di bidang jasa layanan umum

6. Firma

Badan usaha lainnya yang penting diketahui adalah Firma. Firma sendiri adalah sekutu yang didirikan oleh dua orang atau lebih. Keuntungan yang diperoleh nantinya akan dibagi berdasarkan jumlah pemilik atau pendiri Firma itu sendiri.

Semua anggota yang ada di dalamnya bertanggung jawab untuk mengelola Firma. Keuntungannya adalah kebutuhan modal mudah dipenuhi karena dimiliki oleh dua orang atau lebih. Sedangkan kekurangannya adalah rentan terjadi perselisihan dan besarnya kemungkinan bangkrut.

Ciri-ciri Firma, di antaranya:

  • Didirikan oleh dua orang atau lebih yang sama-sama aktif dalam mengelola firma tersebut
  • Firma yang didaftarkan hanya menggunakan satu nama, tapi dapat digunakan bersama
  • Semua anggota firma memiliki tanggung jawab yang tidak terbatas atas segala risiko yang terjadi saat menjalankan usaha
  • Setiap anggota memiliki hak untuk memimpin maupun membubarkan firma yang telah didirikan
  • Anggota baru tidak boleh didaftarkan menjadi anggota sebelum mendapat persetujuan dari seluruh anggota firma sebelumnya
  • Keanggotaan firma berlaku seumur hidup

Baca Juga: Apa Itu K3? Pengertian, Tujuan, Prinsip, dan Ruang Lingkup

Cara Mendirikan Badan Usaha

Tertarik mendirikan badan usaha? Nyatanya, terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mendirikan badan usaha sendiri. Selain mempunyai sertifikat badan usaha, cara lain yang perlu dilakukan, di antaranya:

  • Membuat Surat Keterangan Domisili Usaha (SKDU)
  • Mengurus Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB)
  • Mengurus Izin Usaha atau Komersial

Setiap Badan Usaha Wajib Taat Pajak

Apapun jenis badan usaha yang didirikan, yang pasti badan usaha tersebut akan dikenakan pajak. Besarnya pajak yang dikenakan adalah 22% yang berlaku sejak tanggal 1 Januari 2022, yang akan dilaporkan dan dibayarkan ke kantor pajak. Demikianlah informasi mengenai bentuk badan usaha.

Sebagai pemilik usaha, sudah tanggung jawab Anda untuk memastikan kesehatan dan keselamatan karyawan yang bekerja untuk bisnis Anda. Maksimalkan perlindungan kepada karyawan dengan memberikan mereka Asuransi Kesehatan Karyawan.

Untuk mendapatkan Asuransi Kesehatan Karyawan terbaik, Anda bisa langsung daftar lewat formulir di bawah ini.

Dump Truck: Cara Kerja, Jenis, dan Kelebihannya

Dump Truck: Cara Kerja, Jenis, dan Kelebihannya

Dalam dunia konstruksi, mengangkat alat-alat berat adalah hal yang wajib dilakukan. Alat-alat ini digunakan untuk berbagai kebutuhan konstruksi, sehingga proses pembangunan berjalan dengan lancar. Mulai dari konstruksi kecil, sedang, hingga besar.

Salah satu alat yang pasti ada dalam kegiatan konstruksi adalah dump truck. Seperti namanya, dump truck merupakan salah satu jenis kendaraan berupa truk yang dapat digunakan untuk mengangkat berbagai bahan-bahan dasar bangunan. Mulai dari pasir, batu, kerikil, dan lain sebagainya.

Apakah Itu Dump Truck?

Dump truck adalah alat berat yang digunakan untuk mengangkat material kecil maupun besar dalam jumlah banyak. Tipe dump truck yang digunakan untuk mengangkat biasanya disesuaikan dengan ukuran material dan bentuk penambangan. Semakin berat muatan, tentu semakin besar jenis dump truck yang digunakan. 

Satu dump truck memiliki daya tampung sebesar 400 ton. Hal ini membuat dump truck menjadi kendaraan yang sangat baik untuk dioperasikan pada permukaan tambang maupun lereng yang curam. Menariknya lagi, dump truck dapat bekerja dalam semua jenis iklim yang ada di Indonesia. 

Sama seperti truk lainnya, dump truck memiliki sejumlah kelebihan yang membuatnya sering kali menjadi alternatif dalam kegiatan konstruksi. Adapun kelebihan tersebut, di antaranya:

  • Dump truck adalah kendaraan truk yang mudah dioperasikan, sehingga proses pengangkutan berbagai jenis material mudah dilakukan oleh supir
  • Sparepart truk dapat dipakai dalam kurun waktu yang lama. Hal ini tidak lepas karena jarak penggunaannya yang relatif pendek.
  • Biaya akomodasi menggunakan dump truck jauh lebih murah, sehingga kemungkinan terkena razia atau pungli sangatlah kecil
  • Membuka bisnis penyewaan dump truck menjadi aktivitas yang menguntungkan, karena waktu untuk balik modal relatif lebih singkat

Di balik kelebihan di atas, terdapat pula sejumlah kelemahan dump truck. Kekurangan ini dapat dijadikan bahan pertimbangan sebelum membelinya. Adapun kekurangan tersebut antara lain:

  • Aktivitas operasional dump truk sangat bergantung pada kondisi cuaca di suatu tempat
  • Trayek truk senantiasa berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Perpindahan ini pun membutuhkan biaya yang lumayan besar
  • Dalam beberapa kasus, truk dump biasanya digunakan untuk mengangkut beban yang lebih besar dari muatan seharusnya. Hal ini menyebabkan pemakaian spare part menjadi membengkak
  • Dump truck dipercaya menjadi salah satu alasan rusaknya jalan yang dilalui mengingat jumlah muatan yang diangkut
  • Jam operasional dump truck dibatasi, yaitu di malam hari untuk menghindari kemacetan karena lajunya yang relatif lambat
  • Membutuhkan biaya perawatan yang tidak sedikit, jadi pemilik dump truck harus menyiapkan budget lebih untuk merawat mesin agar tetap berfungsi dengan baik

Cara Kerja Dump Truck yang Perlu Diketahui

Terdapat dua prinsip kerja dari truk yang satu ini, yaitu gerakan traveling dan dumping. Gerakan traveling dimanfaatkan untuk mengangkut muatan dari satu tempat ke tempat yang lain. Sedangkan dumping dimanfaatkan untuk menumpahkan muatan yang sudah diangkut. 

Cara Mengoperasikan Dump Truck

Terdapat tiga jenis tuas yang umumnya akan dilihat pada dump truk. Setiap tuas memiliki fungsi tersendiri, di antaranya:

  • Tuas transmisi, berguna untuk menetralkan gigi dan menggerakkan maju mundur pada truk
  • Tuas Power Take Off (PTO), berguna untuk menyambungkan gigi PTO ke transmisi truk agar pompa hidroliknya dapat berputar
  • Tuas pompa hidrolik, berguna untuk membuka maupun menutup katup aliran oli hidrolik yang terdapat pada tabung hidrolik dump

Sementara pengangkutan material dump truck biasanya menggunakan bak yang akan dimiringkan untuk menumpahkan material ke tempat yang diinginkan. Agar dump truck bekerja dengan baik, penting untuk mengetahui cara mengoperasikannya mengingat alat yang satu ini umum dipakai dalam kegiatan konstruksi di tanah air. Lantas, bagaimana cara mengoperasikannya?

1. Menghidupkan Mesin

Untuk menghidupkan mesin truk dump, pastikan jarum rpm berada pada posisi idle atau diam. Kemudian, atur tuas transmisi untuk berada pada posisi netral. Angkat rem tangan untuk mengunci posisi truk. 

2. Mulailah untuk Mengoperasikan

Jangan lupa untuk menyalakan lampu hazard yang alarm PO yang tersedia. Tujuannya untuk memberikan sinyal bahwa truk akan mengoperasikan hidrolik dump. Kemudian, injak penuh pedal yang ada pada kopling A.

3. Persiapan Menaikkan Bak

Selanjutnya adalah menaikkan bak. Caranya dengan menarik tuas PTO ke arah belakang. Tunggu sebentar sampai jarum rpm naik dan lebih tinggi daripada jarum idle.

4. Mulai Menaikkan Bak

Tariklah tuas pada pompa hidrolik untuk menaikkan bak. Lepaskanlah injakan pada pedal kopling secara perlahan. Jika menaikkan baknya membutuhkan tenaga yang lebih besar, sebaiknya injak pedal gas secara perlahan sampai tenaga hidroliknya meningkat.

5. Pertahankan Posisi

Jika baknya sudah terangkat secara penuh, tekanlah pedal kopling secara penuh. Dorong tuas PTO kembali ke posisi netral, sehingga bak masih dalam posisi terangkat dan tidak turun. 

6. Menurunkan Bak

Sementara untuk menurunkan bak, yang perlu dilakukan adalah mengembalikan tuas hidrolik menuju keadaan netral. Jangan menginjak pedal gas, karena hal ini menyebabkan bak ikut turun. Lakukan secara perlahan dan hati-hati, sehingga bak dump truk turun ke posisi semula.

Baca Juga: JNE Cargo: Ketentuan, Cara Cek Resi, dan Cek Ongkir

Jenis-jenis Dump Truck

Bukan hanya satu, karena ternyata terdapat beberapa jenis dump truk yang umumnya digunakan untuk menunjang kegiatan pembangunan. Setiap jenisnya memiliki fungsi masing-masing, begitu pula dengan harganya yang pasti berbeda satu sama lain. Untuk lebih mengetahuinya, simak jenis-jenis dump truck berikut ini.

1. Rear Dump

Tipe ini dibagi menjadi dua tipe lagi, yaitu rear dan tractor wagon. Tipe rear lebih banyak digunakan, karena memiliki tenaga yang lebih kuat daripada tipe wagon. Hanya saja, tingkat penggunaannya masih jarang karena disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan.

Jenis material yang diangkut oleh rear dump berupa tanah dan pasir kering. Sementara untuk mengangkat bahan yang cenderung merusak, seperti batu, rear dump biasanya akan dilapisi alas yang cukup kuat. Berat yang dapat diangkut oleh truk jenis ini adalah 25 sampai 250 ton.

2. Side Dump

Seperti namanya, metode pengangkutan yang digunakan adalah konsep menyamping lewat sisi samping bak. Desain pengangkutan melalui sisi kiri membuat truk dapat bekerja secara efisien. Hanya saja, cara kerjanya membutuhkan ketelitian ekstra terutama saat membongkar muatan.

Ketika pembongkaran dilakukan, penting untuk memperhatikan material yang ada di dalam bak. Jika truk mengangkut material yang lebih banyak di satu sisi, maka truk bisa terguling. Meski demikian, truk ini dipercaya menjadi truk yang cara kerjanya fleksibel karena dapat digunakan pada lahan yang terbatas. 

3. Bottom Dump

Jenis truk dump yang satu ini didesain dengan akses pengangkutan dari sisi bawah bak. Bagian bawah memiliki akses yang dapat dibuka maupun ditutup. Pintunya digerakkan menggunakan mesin hidrolik dan menjadi satu-satunya akses untuk mengangkut material.

Material yang diangkut oleh truk jenis ini biasanya material lepas. Sebut saja tanah, kerikil, pasir, dan lain sebagainya. Pembongkaran muatan pada truk ini dilakukan pada saat truk dalam posisi bergerak.

4. On Highway

Selanjutnya adalah tipe dump truck on highway. Truk ini memiliki roda penggerak pada bagian depan atau disebut four wheel drive. Namun, beberapa truk jenis on highway juga memiliki penggerak di bagian belakang atau disebut rear wheel drive.

5. Off Highway

Jenis truk dump yang terakhir adalah off highway. Truk yang satu ini memiliki manuver yang sangat baik dengan tingkat kekokohan yang lebih tinggi daripada truk jenis on highway. Sayangnya, jenis ini memiliki loading height lebih tinggi yang mengakibatkan pemuatan menjadi sulit dilakukan. 

Tips Merawat Dump Truck dengan Mudah

Perawatan menjadi hal yang krusial untuk setiap jenis kendaraan. Sebab, perawatan yang baik dapat memperpanjang umur pemakaian suatu barang dan dapat menekan pengeluaran. Adapun tips merawat dump truck yang bisa dilakukan, di antaranya:

  • Lakukan pemanasan mesin terlebih dahulu sebelum menggunakan dump truck
  • Gunakan solar yang berkualitas untuk menjaga mesinnya
  • Pilihlah oli yang direkomendasikan oleh pabrik
  • Ganti filter solar dan udara secara rutin
  • Jangan lupa untuk membersihkan komponen hidrolik
  • Batasi berat muatan yang akan diangkut
  • Lakukan pengecekan elektrikal, mulai dari aki, busi, hingga baterai
  • Matikan mesin truk dump apabila suhunya sudah normal

Harga Dump Truck di Indonesia

Dump truck bukanlah alat transportasi murahan mengingat harganya yang cukup mahal. Harga dump truck pada umumnya ada di kisaran Rp200 jutaan hingga Rp800 jutaan. Hal ini sangat bergantung pada jenis, merek, dan ukurannya. 

Tak heran apabila dump truck hanya digunakan untuk aktivitas komersial yang pasalnya mendatangkan pundi-pundi uang. Misalnya, aktivitas konstruksi atau kegiatan ekspor impor. 

Pilih Dump Truck yang Sesuai dengan Kebutuhan

Tertarik memiliki dump truck untuk kepentingan usaha? Pastikan jenisnya sesuai dengan kebutuhan usaha, sehingga manfaat yang dapatkan menjadi maksimal. Apalagi penggunaan dump truck ini bukan hanya dalam jangka pendek, melainkan juga jangka panjang.

Dapatkan perlindungan menyeluruh untuk properti, konstruksi, mesin, dan risiko industri pada bisnis Anda dengan mengisi form dibawah ini

9 Tips Agar Remote Working Tetap Produktif

9 Tips Agar Remote Working Tetap Produktif

Remote working adalah sistem kerja yang menjadi alternatif bagi sebagian besar perusahaan di masa pandemi. Namun, beberapa perusahaan masih menerapkan sistem ini sampai sekarang. Dengan harapan agar kemudahan ini menambah semangat karyawan untuk menyelesaikan tugas dan tanggung jawab yang diberikan.

Meski terlihat menyenangkan, bekerja di luar kantor sering dihadapkan dengan berbagai gangguan yang membuat kerja menjadi tidak fokus. Akibatnya, pekerjaan tidak selesai pada deadline yang sudah ditentukan. Hal ini membuat performa karyawan menurun yang otomatis akan mempengaruhi peluangnya untuk dipromosikan di perusahaan. 

Tantangan Remote Working yang Sering Terjadi

Jika dibandingkan dengan kerja dari kantor, remote working justru mempunyai tantangan tersendiri. Tantangan ini akan mempengaruhi kinerja tim secara keseluruhan. Adapun tantangan yang sering dihadapi, di antaranya.

1. Produktivitas Gampang Terkuras

Mengingat remote working bebas pantauan, sering kali karyawan merasa kurang produktif saat bekerja. Apalagi saat dilanda masalah, produktivitasnya menurun drastis karena tidak ada yang dapat diajak berbicara dan memberi motivasi. Tak heran apabila pressure bekerja remote terkadang lebih berat daripada bekerja dari kantor.

2. Ketidakpercayaan Semakin Meningkat

Tantangan ini sering kali terjadi pada karyawan baru. Penyebabnya karena karyawan tersebut belum benar-benar paham tentang alur pekerjaannya, sehingga ia kurang pede saat ingin bekerja sendiri. Ketika ia disalahkan karena tidak bekerja dengan benar, rasa ketidakpercayaan diri pun semakin meningkat yang secara tidak langsung menumbuhkan kecemasan.

3. Teknologi yang Kurang Memadai

Teknologi yang kurang memadai dapat mempengaruhi produktivitas kerja seluruh karyawan. Sebut saja koneksi internet buruk yang dapat mengganggu jalannya rapat harian. Ketika hasil kerja tidak efektif, muncullah rasa cemas yang jika meningkat dapat menimbulkan stres.

4. Rentan Terhadap Miskomunikasi

Mengingat kerjanya jarak jauh, remote working sangat rentan terhadap miskomunikasi. Hal ini karena tantangan komunikasi virtual lebih banyak daripada komunikasi langsung. Jika tidak segera diselesaikan, masalah menjadi berlarut-larut yang justru dapat menimbulkan perselisihan antar sesama karyawan.

9 Tips Sukses Ciptakan Remote Working

Bayang-bayang penilaian jelek di akhir tahun dapat disiasati kalau karyawan mau menciptakan suasana remote working yang produktif. Bagaimana caranya? Simak dalam 9 tips berikut ini, ya!

1. Jadwalkan Kegiatan Harian

Salah satu hal yang amat menyenangkan dari remote working adalah dapat menjadwalkan waktu kerja sesuai keinginan sendiri. Pilihlah waktu kerja yang paling produktif agar semua pekerjaan dapat diselesaikan dengan hasil maksimal. Bisa di pagi hari atau siang hari.

Tuliskan to do list atau jadwal kegiatan sebagai pedoman saat bekerja. Daftar ini akan membantumu bekerja produktif, jadi tidak perlu kerja sampai larut malam. Alhasil, work life balance yang diimpikan selama ini dapat terwujud saat remote working.

2. Komunikasi yang Baik dengan Tim

Sebagai individu yang bekerja dari jarak jauh, penting untuk membangun komunikasi yang baik, khususnya dengan tim. Usahakanlah untuk bertanya tentang perkembangan kerja tim secara berkala. Jika kerjanya masih jauh dari target, kamu dan anggota tim dapat membuat strategi kerja yang baru agar target tersebut tercapai pada waktu yang sudah ditentukan.

Jangan ragu untuk mengadakan meeting online khusus tim. Lakukan sekali atau dua kali dalam seminggu untuk memantau perkembangan kinerja satu sama lain. Jika ada yang tertinggal, sesama anggota dalam tim dapat membantu untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

3. Siapkan Semua Perlengkapan yang Dibutuhkan

Saat ini, banyak perlengkapan atau tools yang dapat digunakan untuk memudahkan remote working. Ada tools untuk chatting, seperti  Telegram, Slack, Whatsapp, dan Google Meets. Aplikasi video konferensi menggunakan Zoom atau Google Hangouts. 

Pastikan tools atau perlengkapan ini sudah disiapkan sebelum kerja remote dimulai. Jangan lupa untuk menambahkan ID satu sama lain demi kemudahan komunikasi. Dengan demikian, terjadinya miskomunikasi dapat diminimalisir sebaik mungkin.

4. Luangkan Waktu untuk Istirahat

Waktu istirahat dipercaya dapat membantu meningkatkan produktivitas. Manfaatkan waktu saat jam makan siang sebaik mungkin untuk mengistirahatkan pikiran dari masalah kerjaan yang cukup mengganggu. Misalnya, dengan makan siang, mendengarkan musik, atau menonton video game.

Kamu juga bisa menyelingi jam istirahat di tengah-tengah waktu kerja. Gunakan teknik podomoro, yaitu teknik memecah pekerjaan ke dalam beberapa interval dengan durasi waktu 25 menit. Kemudian, istirahatlah dengan durasi pendek menggunakan hitungan timer.

5. Siapkan Tempat Ternyaman

Sistem kerja remote membebaskan kamu untuk bekerja dari mana saja yang diinginkan. Maka dari itu, pilihlah tempat kerja yang nyaman, rapi, dan kondusif. Intinya, sesuai dengan vibe kamu agar tetap bisa fokus selama bekerja.

Jika memilih untuk bekerja dari rumah, pastikan kamu mempunyai satu ruangan kerja khusus. Perhatikan pencahayaan di ruangan tersebut, karena ini sangat mempengaruhi kenyamanan kerja. Tidak lupa untuk memperhatikan koneksi internet agar semua pekerjaan tidak terganggu. 

6. Kurangi Chatting dengan Teman di Luar Kantor

Remote working secara tidak langsung memberi kebebasan bagi kamu untuk melakukan apapun sewaktu bekerja. Meski demikian, kamu tetap harus memprioritaskan pekerjaan. Hal-hal di luar kerjaan, seperti chatting dengan teman sepermainan bisa dikurangi agar tidak merusak fokus saat bekerja.

Pengecualian jika chatting-an dengan sesama tim atau orang-orang di perusahaan. Karena topik yang dibicarakan otomatis seputar pekerjaan atau hal-hal yang masih berhubungan. Fokus selama bekerja membuat pekerjaan cepat selesai, sehingga rasa burn out dapat diminimalisir. 

7. Dedikasikan Diri untuk Mencapai Tujuan

Dedikasi merupakan salah satu hal penting dalam dunia profesional. Hal ini sangat mempengaruhi tingkat keberhasilan dalam mencapai suatu tujuan. Di sini kamu perlu mendedikasikan diri untuk sungguh-sungguh dalam bekerja, sehingga tujuan apapun yang telah ditentukan sejak awal dapat tercapai dengan maksimal.

Meskipun tidak ada yang memperhatikan karena bekerja secara remote, kamu harus bertanggung jawab atas tugas yang diberikan. Ini adalah bukti bahwa kamu bisa jadi karyawan yang diandalkan. Mudah-mudahan pengorbanan yang dilakukan suatu saat akan membuahkan hasil baik untuk perkembangan karir, misalnya promosi jabatan atau penyesuaian gaji.

8. Berikan Reward pada Diri Sendiri

Perlu diketahui bahwa tidak ada kerja yang enak, baik itu bekerja dari kantor atau remote. Semua butuh pengorbanan. Mulai dari waktu, tenaga, pikiran, dan uang yang jumlahnya tidak sedikit.

Ketika kamu berhasil mencapai tujuan kerja, tidak ada salahnya untuk memberikan reward bagi diri sendiri. Bentuknya tidak selalu harus berupa membeli gadget baru atau traveling, tapi bisa juga dengan traktir diri sendiri untuk makan enak. Cukup sederhana, tapi hal ini ampuh untuk meningkatkan semangat kerja.

9. Jadikan Sebagai Rutinitas

Bekerja dari rumah atau di luar kantor bukanlah penghalang bagi kamu untuk membuat segala aturan tentang bekerja produktif. Justru kamu perlu membuat aturan tertentu sebagai penyeimbang antara kehidupan profesional dan pribadi, sehingga tidak ada yang timpang. Apapun tujuan yang ingin dicapai, semuanya dapat tercapai di dalam hidup.

Mulai dari jam bangun pagi, sarapan, hingga persiapan untuk bekerja. Semuanya harus dijadikan sebagai rutinitas agar kamu semakin terbiasa dengan sistem kerja remote. Jika sudah terbiasa, maka menjalaninya pun jadi lebih enak karena kamu sudah mampu menyesuaikan diri dengan perubahan sistem kerja yang ada.

Baca Juga: 10 Tips Remote Working yang Hemat

Tips Mudah Memantau Remote Working

Sistem kerja remote menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan untuk memantau produktivitas kerja karyawan. Agar produktivitas tersebut terjaga, berikut beberapa tips mudah memantau kerja remote yang bisa dilakukan.

1. Menentukan Jam Kerja Online

Tips pertama adalah menentukan jam kerja online bagi semua karyawan. Misalnya, jam kerja mulai dari jam 09:00 sampai 18:00. Cara ini akan memudahkan perusahaan untuk berkoordinasi dengan karyawan terkait pekerjaan, sehingga pekerjaan cepat terselesaikan.

2. Membuat Meeting secara Berkala

Tidak ada salahnya untuk membuat meeting secara berkala, misalnya sekali atau dua kali dalam seminggu. Meeting ini berlaku untuk tim di dalam satu divisi. Topik yang dibahas seputar kendala dalam bekerja hingga progres kerja. 

3. Mengelola Ekspektasi

Cobalah untuk mengelola ekspektasi sewaktu bekerja. Dalam arti, kamu harus tahu mengukur kecepatan kerja antara tim atau divisi agar tidak berekspektasi terlalu tinggi. Cara ini akan membantu tim untuk menentukan fokus kerja, sehingga revisi demi revisi dapat diminimalisir dengan baik.

Kelola Waktu dengan Baik Selama Kerja Remote

Bekerja remote memiliki kelebihan dan kekurangan, tapi overall menjadi salah satu sistem kerja yang menyenangkan. Kuncinya asal kamu mampu mengelola waktu dengan baik, sehingga target kerja yang ditentukan dapat diselesaikan tepat waktu. Kamu juga bisa gunakan tips sukses remote working di atas agar kerjanya jadi lebih maksimal. Selamat mencoba!

Untuk bisa melindungan karyawan Anda dimanapun mereka berada, dapatkan asuransi kesehatan karyawan terbaik dengan bisa langsung daftar lewat formulir di bawah ini.

Plus Minus Kerja Remote yang Perlu Diketahui

Plus Minus Kerja Remote yang Perlu Diketahui

Sistem kerja saat ini bisa dibilang lebih menyenangkan daripada sebelumnya. Jika dulu karyawan harus bekerja dari kantor, kini justru dapat bekerja secara remote dari rumah atau coffee shop. Sistem ini mulai berlaku sejak pandemi yang melanda seluruh dunia pada tahun 2020 silam, termasuk Indonesia.

Meski menyenangkan, kerja remote memiliki plus minus masing-masing. Tak heran apabila sebagian perusahaan tidak menerapkannya. Dengan alasan kurangnya efisiensi dan efektivitas saat bekerja. 

Apa Itu Kerja Remote?

Kerja remote adalah konsep kerja yang memperbolehkan seluruh karyawan untuk bekerja di lingkungan luar kantor, seperti coffee shop, restoran, rumah, hotel, dan lainnya. Konsep ini telah diterapkan di Amerika Serikat sejak tahun 1970-an silam. Akhirnya semakin populer sejak terjadi pandemi. 

Namun, tidak semua perusahaan menerapkan sistem kerja remote. Ada perusahaan yang kerja remote secara total, ada juga yang secara berkala. Semuanya tergantung dari kebijakan masing-masing perusahaan. 

Sistem kerja remote menggunakan sistem komunikasi jarak jauh untuk mendapatkan seluruh informasi yang berkaitan dengan pekerjaan. Hasilnya tak kalah maksimal kalau dibandingkan dengan bekerja dari kantor. Maka tak heran kalau sistem kerja remote digadang-gadang akan menjadi konsep kerja di masa depan nantinya.

Kelebihan Sistem Kerja Remote

Mengapa banyak karyawan bahagia dengan kebijakan kerja remote? Hal ini tidak lepas dari berbagai kelebihan yang bisa didapatkan. Adapun kelebihan kerja remote, antara lain.

1. Fleksibilitas Tinggi

Kerja remote memungkinkan karyawan untuk bekerja di mana saja. Bisa di rumah, cafe, co-working space, atau tempat lain yang diinginkan. Karyawan dapat memilih tempat mana saja yang membuatnya nyaman saat bekerja, sehingga target pekerjaan harian tercapai. 

2. Punya Banyak Waktu Bersama Keluarga

Sebagian besar karyawan yang bekerja remote memilih untuk bekerja dari rumah. Alhasil, ia memiliki banyak waktu bersama keluarga tercinta. Ia dapat berkomunikasi, berkumpul, maupun berbagi dengan keluarga untuk mempererat kekeluargaan.

3. Hidup Menjadi Seimbang

Jam dan tempat kerja yang fleksibel membuat karyawan dapat menyeimbangkan antara kehidupan pribadi dan kehidupan profesionalnya. Hal ini terjadi karena karyawan dapat mengatur kapan harus bekerja, berolahraga, menyelesaikan pekerjaan rumah, menekuni hobi, hingga bersantai. Keseimbangan ini membuat karyawan bebas dari stres, sehingga kemungkinan untuk jatuh sakit pun sangat kecil. 

4. Banyak yang Bisa Dihemat

Mulai dari waktu, tenaga, dan biaya yang biasa dikeluarkan saat bekerja dari kantor dapat dihemat. Semua kebutuhan pada hari tersebut dapat disiapkan sendiri di rumah agar tetap bertenaga saat bekerja. Alhasil, budget untuk biaya tertentu dapat dialokasikan untuk membiayai kebutuhan lain. 

5. Mampu Melakukan Pekerjaan Multi

Karyawan yang memiliki pekerjaan sampingan, seperti freelance dapat menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik tanpa mengganggu pekerjaan kantor. Ini karena waktu yang biasanya dihabiskan di jalan bisa digunakan untuk bekerja freelance. Alhasil, karyawan mampu mendapatkan pundi-pundi rupiah yang lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Kelemahan Sistem Kerja Remote

Di samping kelebihan kerja remote, terdapat pula beberapa kelemahannya. Hal ini menjadi bahan pertimbangan bagi perusahaan maupun karyawan yang ingin bekerja di mana saja. Adapun kelemahan sistem kerja remote, antara lain.

1. Terlalu Banyak Distraksi

Hal ini sering terjadi saat bekerja secara remote, meskipun kerjanya dari tempat favorit. Misalnya saat mau mulai bekerja, tiba-tiba ada paket datang, muncul keinginan untuk bermain game atau mendengarkan musik. Kebiasaan untuk bermalas-malasan juga sering muncul, sehingga target kerja dalam satu hari menjadi tidak tercapai.

2. Rentan Terjadi Miskomunikasi

Menyampaikan sesuatu, khususnya yang berkaitan dengan prosedur lebih enak secara langsung. Tak heran apabila kerja remote sering menyebabkan terjadinya miskomunikasi yang akan mempengaruhi hasil kerja. Untuk itu, penyampaian secara detail sangat diperlukan agar pihak yang menerima informasi paham tentang apa yang disampaikan.

3. Masalah Kepercayaan

Mengingat tempat kerja berbeda-beda, maka produktivitas kerja karyawan pun sulit dinilai. Bahkan tidak sedikit atasan yang mengira karyawan tidak bekerja. Salah satu alasannya kemungkinan karena karyawan tidak fast respon saat di chat atau ditelepon. 

4. Produktivitas Kerja Menurun

Jika karyawan tidak mampu membuat skala prioritas kerja, maka produktivitas kerja otomatis menurun. Target kerja harian yang biasanya tercapai menjadi tidak tercapai, karena banyaknya distraksi. Hal ini akan mempengaruhi penilaian kinerja tahunan yang berdampak pada peluang karir dan besarnya bonus yang diterima. 

Baca Juga: 10 Tips Remote Working yang Hemat

Tips Agar Kerja Remote Menjadi produktif

Jangankan dari rumah, dari kantor pun karyawan ingin agar kerjanya produktif. Kurangnya kebebasan dalam berekspresi dan berkomunikasi sering menyebabkan karyawan merasa terisolasi dan kurang produktif. Untuk mengatasinya, lakukan beberapa tips kerja remote produktif berikut ini.

1. Memprioritaskan Pekerjaan

Hal pertama yang dapat dilakukan adalah membuat visi yang jelas terkait hal-hal yang ingin dicapai dalam sehari. Asosiasikan dengan aksi nyata lengkap dengan fasilitas yang mendukung, sehingga tujuan dapat tercapai. Hal ini dapat dibicarakan dengan tim melalui meeting perencanaan proyek, agar semuanya dapat berkontribusi memberikan insight masing-masing.

Setelah itu, buatlah daftar prioritas kerja. Daftar ini adalah acuan saat bekerja, sehingga karyawan dapat mengedepankan tugas yang penting terlebih dahulu. Setelah itu, baru beranjak ke tugas lainya.

2. Buat Papan Visualiasi yang Menarik

Untuk setiap poin yang berhasil dirangkum dalam meeting, sebaiknya simpan dalam catatan khusus yang dapat diakses oleh siapa saja, kapan, dan di mana saja. Banyak pilihan penyimpanan berbasis cloud yang tersedia saat ini, jadi karyawan bisa pilih salah satu yang terbaik. Beberapa cloud menawarkan board atau papan visualisasi dengan tampilan menarik.

Nah, yang menarik seperti ini bisa menjadi pilihan untuk meningkatkan mood saat bekerja. Perbaharui board ini secara berkala sesuai daftar kerja yang ingin dijadikan prioritas. Dengan demikian, informasi di dalamnya dapat dijadikan sumber informasi bagi karyawan lain dalam satu tim.

3. Buatkan Checkpoint Kerja

Setelah membuat rangkuman terkait poin-poin yang ingin dicapai, selanjutnya adalah membuat checkpoint atau disebut rapat harian. Pelihara situasi yang kondusif agar rapat dapat berjalan dengan baik. Di sisi lain, pastikan koneksi internet stabil, sehingga informasi dapat disampaikan dengan jelas.

Agar meeting berjalan lancar, jangan lupa untuk membuat template rapat yang berisi beberapa pertanyaan. Misalnya, tentang rencana kerja hari ini atau pencapaian hari kemarin. Hal ini akan memudahkan pemantauan kerja karyawan, sehingga stigma karyawan malas-malasan saat bekerja dapat dihilangkan.

4. Adakan Diskusi Santai Secara Berkala

Beberapa topik sejatinya membutuhkan waktu diskusi yang lebih lama dari biasanya. Khusus untuk hal-hal yang berada di luar checkpoint harian, maka bisa dibahas dalam meeting terpisah. Agendakan diskusi lanjutan untuk membahas topik-topik tertentu, sehingga karyawan dapat menyampaikan idenya secara bebas terhadap hal yang perlu.

Diskusi dapat dilakukan secara remote atau bertatap muka di coffee shop atau co-working space. Intinya, pilih tempat diskusi yang santai dan minim distraksi agar diskusi bisa berjalan maksimal. Hasil terbaik pun bisa didapatkan demi perkembangan kinerja tim.

5. Selalu Berada dalam Zona Kerja

Tips terakhir yang tak kalah penting adalah memastikan diri berada dalam zona kerja. Mau kerja di mana saja, pastikan ada satu tempat yang membuat kerja menjadi nyaman dan tetap produktif. Sehingga target-target kerja yang dibuat dapat tercapai, bahkan lebih cepat dari waktu yang diprediksikan. 

Jika karyawan butuh fasilitas atau peralatan yang dapat membuat fokus kerja meningkat, apa salahnya disiapkan. Misalnya, musik yang slow, tanaman hias, atau apapun yang membuat kerja menjadi produktif. Hindari kebiasaan kerja sambil tiduran atau menonton film, karena ini justru membuat kinerja lambat dan tidak produktif.

Kerja Remote Tetap Harus Perhatikan Kesehatan

Bekerja remote memiliki plus minus juga, jadi tidak selamanya enak. Jika karyawan tidak mampu mengatur waktu kerja dengan baik dan tidak disiplin, sistem kerja remote justru menjadi malapetaka. Selain tidak tercapainya target kerja harian, karyawan juga rentan jatuh sakit.

Penting untuk memaksimalkan waktu kerja dengan baik, yaitu dengan fokus selama bekerja sehingga kemungkinan kerja overtime dapat diminimalisir. Bagaimanapun juga, masalah kesehatan karyawan tetap harus diperhatikan karena ini akan mempengaruhi produktivitas kerja. Selain tidur yang cukup, konsumsi juga makanan sehat dan bergizi agar tubuh mendapat asupan yang baik.

Untuk bisa melindungan karyawan Anda dimanapun mereka berada, dapatkan asuransi kesehatan karyawan terbaik dengan bisa langsung daftar lewat formulir di bawah ini.

10 Tips Remote Working yang Hemat

10 Tips Remote Working yang Hemat

Sistem kerja dari rumah atau Working From Home (WFH) bukan hal yang baru lagi, khususnya saat pandemi terjadi. Banyak perusahaan memberlakukan sistem ini untuk menunjang kegiatan operasional, sehingga bisnis tetap berjalan seperti biasa. Alhasil, perusahaan tetap mendapatkan keuntungan untuk menggaji karyawan dan membayar kebutuhan yang berkaitan dengan perusahaan.

Dari sisi karyawan sendiri, WFH adalah hal yang menyenangkan karena memberikan fleksibilitas tinggi untuk mengatur tempat kerja. Hari ini bisa kerja dari rumah, besok dari kafe, atau lusa dari luar kota. Dengan sistem ini, kejenuhan kerja dari kantor yang selama ini dirasakan menjadi sedikit terobati.

Kebijakan Seputar Kerja Remote

Banyak pro dan kontra terkait keputusan perusahaan yang memberlakukan sistem kerja seperti ini. Beberapa justru menilai bahwa WFH tidak efektif. Sebagian lagi justru mengatakan efektif.

Efektif atau tidaknya tentu sangat bergantung dengan kebijakan masing-masing perusahaan. Kebijakan ini berisi batasan yang perlu ditaati oleh semua pekerja, sehingga tidak mengganggu produktivitas. Adapun kebijakan kerja remote biasanya akan mengatur seputar hal-hal berikut:

  • Siapa saja yang boleh bekerja secara remote?
  • Berapa banyak persentase pekerja yang akan bekerja remote?
  • Berapa banyak persentase pekerja yang bekerja dari kantor?
  • Jam kerja yang diberlakukan selama kerja remote
  • Jadwal meeting untuk membahas hal-hal penting dan mendadak
  • Ekspektasi yang diharapkan dari para pekerja yang bekerja secara remote
  • Peralatan atau fasilitas apa saja yang dibutuhkan agar kerja remote menjadi efektif
  • Jaringan yang aman atau stabil
  • Melacak jam kerja, khususnya pekerja yang dibayar per jam

Sementara alasan diberlakukannya kebijakan untuk kerja remote adalah sebagai berikut.

1. Mengatur Ekspektasi

Kebijakan kerja remote yang diberlakukan perusahaan akan mengatur ekspektasi sesama pekerja. Apabila salah satu di antara pekerja remote dan kantor tidak dapat menghadiri meeting pada waktu yang ditentukan, perusahaan dapat mengetahui alasan. Sementara dari sisi pekerja remote, yang mana akan bisa mengatur waktu kerja sesuai yang telah disepakati bersama.

2. Mengurangi Pengeluaran Perusahaan

Kerja remote sejatinya akan mendatangkan keuntungan tersendiri bagi perusahaan, yaitu mengurangi pengeluaran bulanan. Misalnya, pengeluaran listrik, air, wifi, dan infrastruktur lain untuk menunjang kinerja karyawan. Penting agar perusahaan dapat menyusun kebijakan terbaik yang dapat dijalankan bersama, sehingga mendatangkan keuntungan maksimal.

Baca Juga: Plus Minus Kerja Remote yang Perlu Diketahui

10 Tips Remote Working yang Hemat

Meskipun menyenangkan, nyatanya kerja remote justru membuat para pekerja menjadi lebih boros. Apakah kamu merasakan hal demikian? Jika ya, berikut ini 10 tips remote working yang sejatinya akan membuat kamu menjadi hemat.

1. Prioritaskan Budget Utama

Selama WFH, setidaknya prioritaskan kebutuhan utama terlebih dahulu. Ada kebutuhan dapur, kesehatan, dan biaya internet. Buatlah daftar barang yang ingin dibelanjakan agar pengeluaran sesuai budget yang ditetapkan.

Tahan diri untuk membeli barang-barang di luar daftar, karena inilah yang membuat pengeluaran bengkak tanpa disadari. Jika ada budget lebih, kamu boleh membeli barang yang diinginkan. Tapi, tetap fokus pada apa yang menjadi kebutuhan hidup terlebih dahulu.

2. Alokasikan Dana dengan Bijak

Pengeluaran yang seharusnya tidak banyak, seperti listrik kemungkinan akan meningkat selama kamu bekerja dari rumah. Akibatnya, tagihan listrik menjadi bengkak. Hal yang sama juga berlaku untuk kebutuhan lain, seperti internet, gas, dan beberapa kebutuhan primer lain.

Untuk mengatasi meningkatnya pengeluaran, buatlah alokasi dana dengan bijak. Budget yang harusnya untuk transportasi dapat kamu aplikasikan untuk kebutuhan primer. Dengan demikian, alokasi untuk kebutuhan lain menjadi tidak terganggu.

3. Analisis Pengeluaran Tiap 2 Minggu

Agar tidak boros selama kerja remote, sebaiknya masak makanan sendiri. Maka dari itu, rencanakan menu makanan yang diinginkan selama 2 minggu ke depan untuk memudahkan analisis pengeluaran. Tidak perlu ribet, yang penting makanannya sehat dan bergizi.

Analisis per 2 minggu membantu menghindari pengeluaran yang tidak diinginkan. Ketika kamu melihat adanya alokasi untuk barang-barang di luar kebutuhan, kamu bisa evaluasi agar hal ini tidak terjadi lagi pada 2 minggu ke depan dan seterusnya. Sementara untuk yang suka jajan, kamu bisa buat stok jajanan secukupnya di rumah agar tidak tergiur untuk jajan di luar.

4. Hindari Belanja yang Tidak Perlu

Pada dasarnya, hampir semua orang suka belanja. Namun, kamu perlu mengontrol hal ini agar gaji bulanan cukup untuk mengcover semua kebutuhan selama satu bulan. Alhasil, kamu tetap bisa makan enak dan memenuhi semua kebutuhan dengan baik.

Fokuslah pada daftar barang belanjaan yang telah dibuat sebelumnya. Jika muncul keinginan untuk belanja, segera distract keinginan tersebut dengan kegiatan yang produktif. Misalnya, membaca, menonton, memasak, mendengarkan musik, dan lain sebagainya.

5. Aturlah Tempat Kerja Senyaman Mungkin

Rasa bosan kerap kali muncul mengingat pemandangan yang dilihat setiap hari cuma sebatas kamar tidur, ruang tamu, dan rumah. Untuk menghindari hal ini, aturlah tempat kerja senyaman mungkin. Cara ini akan membantu untuk mengurangi kecenderungan bekerja di luar rumah, sehingga budget tetap terkendali.

Kamu bisa ubah tata letak perabotan yang ada di kamar, tambahkan lukisan, atau pernak-pernik lain yang membuat suasana kamar menjadi lebih hidup. Kamu bisa cari ide kamar-kamar estetik via sosial media atau Pinterest. Kemudian, sesuaikan dengan luas ruang yang kamu miliki agar hasilnya memuaskan, sesuai apa yang diinginkan.

6. Manfaatkan Cashback

Banyak promo maupun cashback yang bisa dimanfaatkan untuk menghemat pengeluaran. Saat berbelanja, misalnya, kamu bisa tanyakan kepada kasir tentang promo pembayaran yang berlangsung. Begitu pula saat ingin bekerja dari kafe atau restoran tertentu.

Manfaatkan cashback dengan cermat, yaitu sesuai kebutuhan saja. Hal ini akan membantu kamu untuk tetap patuh pada budget yang ada. Sehingga kehidupan di akhir bulan masih tetap aman.

7. Jangan Ragu untuk Belanja Online

Selain hemat waktu dan energi, belanja online dapat menghemat pengeluaran. Tidak dapat dipungkiri kalau harga barang kebutuhan sehari-hari di situs belanja online bisa lebih murah daripada belanja langsung di supermarket. Kamu bisa bandingkan harganya sebelum berbelanja.

Jika ingin belanja online, pastikan kamu belanja di situs yang sudah terpercaya. Misalnya, untuk ikan, sayur-sayuran, atau buah yang masih dalam kondisi segar. Sementara untuk bahan makanan yang dibungkus, masih memiliki tanggal kadaluarsa yang sama.

8. Hindari Entertainment yang Berlebihan

Jika kamu memilih kerja remote dari rumah, pasti sering merasa bosan. Ujung-ujungnya butuh hiburan untuk menghilangkan rasa bosan tersebut. Hiburan tersebut tentu butuh biaya yang otomatis akan menambah pengeluaran bulanan.

Sebenarnya sah-sah saja, tapi pastikan persentasenya proporsional. Dalam arti tidak lebih besar dari kebutuhan utama. Bagaimanapun kebutuhan utama harus lebih diutamakan karena sangat mempengaruhi kesehatan dan produktivitas kerja.

9. Siapkan Biaya Tak Terduga

Meskipun saat ini kerjanya secara remote, tapi alokasi untuk kebutuhan tidak terduga tetap harus dipikirkan. Namanya tak terduga, bisa terjadi kapan saja dengan nominal yang tidak disangka-sangka. Kebutuhan ini dapat berupa patungan ulang tahun teman sekantor, hadiah pernikahan, atau hadiah untuk kelahiran anak.

Di sisi lain, biaya ini juga meliputi hal-hal tak terduga yang terjadi pada kamu. Misalnya, biaya perbaikan peralatan elektronik, biaya berobat, hingga kerusakan kendaraan. Sisihkan setidaknya 10% dari total pemasukan agar hidupmu menjadi lebih tenang.

10. Tetap Investasi

Meskipun sedang kerja remote, namanya investasi tetap jalan. Setidaknya sisihkan 10% dari gaji bulanan untuk dialokasikan ke rekening investasi. Kamu bisa mulai investasi dari smartphone, jadi tidak perlu mengeluarkan biaya untuk transportasi lagi.

Kamu bisa pilih instrumen investasi yang pas untukmu. Ada deposito, reksa dana, saham, atau obligasi. Pilih yang sesuai dengan profil investasi, jadi kamu bisa menerima apapun risiko dari investasi tersebut.

Prioritaskan Kerja dari Rumah Biar Hemat

Selama perusahaan memberlakukan kerja remote, sebaiknya prioritaskan kerja dari rumah kalau ingin menekan pengeluaran. Kerja dari rumah tetap akan menyenangkan asal kamu bisa menciptakan suasana kerja yang kondusif. Tentunya sesuai dengan suasana yang paling kamu sukai.

Andai kata kamu ingin bekerja dari coffee shop, sebaiknya sisihkan dulu budget untuk aktivitas ini setiap bulan. Dengan demikian, kamu tidak perlu mengambil budget kebutuhan lain yang tentunya akan baik membuat finansialmu menjadi lebih sehat. Semoga bermanfaat!

Untuk bisa melindungi karyawan Anda dimanapun mereka berada, dapatkan asuransi kesehatan karyawan terbaik dengan bisa langsung daftar lewat formulir di bawah ini.