Tujuan Sertifikasi Alat Berat Bagi Karyawan dan Perusahaan

Tujuan Sertifikasi Alat Berat Bagi Karyawan dan Perusahaan

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengoperasikan alat berat. Mulai dari keterampilan, skill, prosedur pengoperasian, dan aspek keselamatan selama mengoperasikan alat berat. Apalagi alat berat merupakan peralatan yang memiliki risiko penggunaan yang tinggi, jadi operasinya harus benar-benar diperhatikan agar tidak menimbulkan kerugian apa-apa.

Salah satu cara untuk mendapatkan keterampilan dan skill adalah dengan mengikuti sertifikasi alat berat. Sertifikasi ini ditawarkan oleh lembaga tertentu, di mana peserta yang lulus akan mendapatkan sertifikat sah yang diterbitkan langsung oleh Kementerian Tenaga Kerja. 

Tujuan Sertifikasi Alat Berat Bagi Karyawan

Mengikuti sertifikasi adalah suatu hal yang wajib bagi seseorang yang berprofesi sebagai operator alat berat. Sertifikasi ini memiliki tujuan bagi karyawan itu sendiri, di antaranya.

1. Mampu Bersaing Secara Kompetitif

Bersaing di dunia kerja adalah hal yang mutlak terjadi, terutama di era modern seperti sekarang. Di mana karyawan yang memiliki kemampuan di atas rata-rata memiliki peluang karir yang lebih besar. Tidak hanya di perusahaan tempatnya bekerja, tapi juga di perusahaan lain yang membutuhkan.

Potensi diterima bekerja sangat besar, terutama jika peserta sudah memiliki pengalaman sebagai operator alat berat selama bertahun-tahun. Kemampuan dan skill yang dimiliki menjadi bekal untuk bersaing secara kompetitif. Awalnya mungkin menjadi staf, lama-kelamaan menjadi kepala operasi.

2. Peluang Gaji yang Besar

Selain mampu bersaing, sertifikat alat berat juga memberikan peluang untuk mendapatkan gaji yang lebih besar. Karyawan dapat melakukan negosiasi gaji di perusahaan tempatnya bekerja. Peluang untuk mendapatkan persetujuan pun lebih besar karena karyawan memiliki kemampuan yang mumpuni, sesuai dengan kualifikasi perusahaan.

Tanpa sertifikasi alat berat, maka gaji akan stagnan di angka yang sama. Hal ini tentu sangat disayangkan, apalagi harga kebutuhan hidup sekarang semakin lama semakin mahal.

3. Bekal Kedisiplinan

Tujuan sertifikasi alat berat terakhir adalah untuk bekal kedisiplinan sebelum menapaki karir ke jenjang yang lebih tinggi. Selain kedisiplinan, karyawan juga akan diajarkan tentang integritas, inisiasi positif, dan dimotivasi untuk terus berkembang. Dengan bekal ini, maka mereka pun mampu beradaptasi dengan cepat di lingkungan tempatnya bekerja.

Baca Juga: Jenis dan Prosedur Sertifikasi Crane

Tujuan Sertifikasi Alat Berat Bagi Perusahaan

Selain bagi karyawan, sertifikasi alat berat juga memiliki tujuan bagi perusahaan tempat karyawan bekerja. Adapun tujuan sertifikasi bagi perusahaan, di antaranya.

1. Mendapatkan SDM yang Unggul

Sertifikasi alat berat memperbesar peluang perusahaan untuk mendapatkan SDM yang unggul. Tidak hanya secara teori saja, tapi juga praktek yang tentu sangat dibutuhkan saat menyelesaikan pekerjaan lapangan. 

SDM yang unggul merupakan salah satu aset perusahaan untuk bisa bersaing dengan perusahaan lain, khususnya yang bergerak di bidang serupa. Kinerja perusahaan menjadi meningkat, sehingga dalam jangka panjang akan membawa keuntungan secara finansial.

2. Membantu HR Menyusun Pengembangan Karir

Bukan pimpinan, tapi HR yang menyusun program pengembangan karir pun akan ikut terbantu dengan adanya sertifikasi alat berat. HR tahu karyawan mana saja yang memiliki kapabilitas tinggi dan layak untuk dipromosikan dalam waktu dekat.

Apresiasi seperti ini secara tidak langsung dapat meningkatkan loyalitas karyawan. Apalagi jika didukung dengan gaji yang sesuai, tunjangan, dan fasilitas lainnya. 

3. Meyakinkan Klien

Karyawan yang sudah dibekali dengan sertifikasi alat berat menjadi lebih menarik di mata klien. Klien menjadi lebih yakin untuk bekerja sama dengan perusahaan karena proyeknya akan ditangani oleh tenaga-tenaga handal dan profesional.

Keyakinan klien membawa keuntungan tersendiri bagi perusahaan. Selain meningkatkan pemasukan, kredibilitas dan citra perusahaan pun ikut meningkat. Jika sudah begini, maka semakin banyak klien yang akan mempercayakan proyek kepada perusahaan yang bersangkutan.

Biaya Sertifikasi Alat Berat

Biaya untuk mengikuti sertifikasi alat berat bermacam-macam, sesuai kebijakan lembaga yang mengadakan. Besaran biaya tergantung dari fasilitas yang didapatkan, lama pembelajaran, dan jenis kelasnya. Berikut ini estimasi biaya sertifikasi alat berat dari beberapa lembaga di Indonesia.

1. Lembaga Profesi Teknik dan Manajemen (LPTM)

Biaya yang ditawarkan oleh LPTM berbeda-beda, sesuai dengan kelas yang diambil. Untuk kursus kelas excavator, terdapat tiga pilihan kelas, yaitu.

Kelas Andalan

  • Biaya pelatihan Rp4.300.000, termasuk biaya pendaftaran, pembuatan sertifikat dan BPJS Ketenagakerjaan
  • Durasi pelatihan selama 4 minggu
  • Alat berat yang digunakan adlah Caterpillar seri 301.8, 302.5, 305.5E2, dan Hitachi 110
  • Materi yang diajarkan meliputi teknik mengoperasikan excavator, komponen, instrumen panel keselamatan, keamanan, hingga cara membuat laporan harian
  • BPJS Ketenagakerjaan selama pelatihan berlangsung
  • Fasilitas minibus untuk pengantaran dan penjemputan peserta

Kelas Khusus

  • Biaya pelatihan Rp7.400.000, termasuk biaya pendaftaran dan sertifikat
  • Durasi pelatihan 2 minggu, yaitu 1 minggu teori dan 1 minggu praktek
  • Alat berat yang digunakan adalah Caterpillar 302.5 dan Hitachi 110
  • Materi yang diajarkan berupa teknik pengoperasian excavator, komponen, keselamatan, keamanan, dan cara membuat laporan harian
  • Peserta akan mendapatkan baju seragam dan rompi keselamatan

Kelas Pemantapan

  • Biaya pelatihan Rp650.000 / 30 menit, termasuk biaya pendaftaran dan sertifikat
  • Dapat diikuti oleh peserta yang sudah mengikuti kelas andalan dan khusus
  • Alat berat yang digunakan adalah Hitachi 110
  • Materi yang dipelajari berupa cara pembuatan parit, tanggul, kemiringan tebing, dan pembuatan gundukan naik turun

2. Lembaga Centra Safety

Pelatihan yang diadakan oleh lembaga Centra Safety terbagi dalam beberapa jenis alat berat, seperti excavator, bulldozer, trailer side boom, dump truck, dan loader. Untuk rincian biaya dan fasilitas yang akan didapatkan adalah sebagai berikut:

  • Biaya pelatihan Rp6.000.000 untuk peserta non residensial
  • Fasilitas yang didapatkan, seperti modul pembelajaran, training kit, makan saat coffee break, lunch, souvenir, sertifikat dari Kemnaker RI, dan SIO alat berat
  • Metode pembelajaran berupa diskusi, studi kasus, presentasi, praktek di lapangan, ujian, dan evaluasi
  • Materi yang diberikan, seperti kebijakan K3, dasar K3, ilmu P3K, informasi UU dari Permenaker, pengetahuan dasar alat berat, informasi tenaga penggerak hidrolik , sebab akibat kecelakaan kerja, alat-alat keselamatan, pemeriksaan, perawatan alat berat, dan ujian tertulis

Setiap peserta yang ingin mengikuti pelatihan wajib memenuhi persyaratan di bawah ini:

  • Peserta akan berkarir sebagai operator alat berat, sehingga penyampaian materinya menjadi mudah dan maksimal
  • Pendidikan minimal SMK bagian teknik atau yang sudah berpengalaman menjadi operator minimal 1 tahun
  • Membawa fotokopi ijazah
  • Fotokopi kartu identitas
  • Membawa pas foto berukuran 4X6 dan 2×3 masing-masing sebanyak 3 lembar dengan latar belakang merah
  • Surat keterangan sehat
  • Surat keterangan kerja dari perusahaan

3. Lembaga 4Life

Terakhir adalah yang diselenggarakan oleh lembaga 4life. Pelatihan yang ditawarkan untuk mendapatkan sertifikat SIO dengan durasi pelatihan selama 3 hari. Terdapat dua kelas pelatihan yang bisa dipilih, di antaranya.

Pelatihan In House

Merupakan pelatihan yang diadakan berdasarkan permintaan perusahaan. Pelatihan ini diadakan di tempat, waktu, dan tanggal sesuai permintaan. Syarat dan ketentuan mengikuti pelatihan, di antaranya:

  • Biaya dapat dinegosiasi di awal
  • Minimal diikuti oleh 20 peserta dalam satu perusahaan
  • Peserta dalam keadaan sehat jasmani dan rohani
  • Pendidikan terakhir adalah SMP yang dibuktikan dengan lampiran ijazah
  • Fasilitas yang diberikan, seperti training kit, kaos, dan modul pembelajaran
  • Dikenakan biaya tambahan untuk transportasi bagi peserta di luar Jabodetabek

Pelatihan Public Training

Merupakan jenis pelatihan yang bersifat umum, artinya dapat diikuti oleh siapa saja. Peserta yang mendaftar bisa perorangan atau kelompok dari perusahaan. Syarat dan ketentuan pelatihan public training, antara lain:

  • Biaya pelatihan Rp3.500.000 per peserta
  • Mampu mengoperasikan alat berat
  • Peserta dalam keadaan sehat jasmani dan rohani
  • Pendidikan terakhir adalah SMP yang dibuktikan dengan lampiran ijazah
  • Mengisi formulir pendaftaran yang disediakan
  • Membayar uang muka (DP) minimal Rp500.000 sebelum mengikuti pelatihan. Sedangkan pelunasan dilakukan maksimal pada hari ke-2 pelaksanaan training
  • Membawa fotokopi KTP saat pelatihan
  • Surat pernyataan ingin mengikuti pelatihan dari peserta yang bersangkutan
  • Surat keterangan dari perusahaan

Baca Juga: Jenis-Jenis Kursus Operator Mesin Berat

Sesuaikan Pelatihan dengan Kebutuhan dan Budget

Mengikuti sejumlah pelatihan sertifikasi alat berat sangat penting untuk meningkatkan karir. Pelatihan tidak hanya mempersiapkan peserta dari segi keilmuan saja, tapi juga kedisiplinan sebelum menjalani profesi sebagai operator. Pastikan jenis pelatihan yang dipilih sesuai dengan kebutuhan dan budget yang dimiliki agar tidak memberatkan secara finansial, apalagi biaya untuk pelatihan sertifikasi tidaklah murah. 

Memastikan keselamatan dan kesejahteraan karyawan adalah prioritas utama dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan harmonis. Pentingnya asuransi kesehatan karyawan tidak bisa diremehkan, terutama dalam memberikan perlindungan finansial dan akses cepat terhadap layanan kesehatan. Sertifikasi alat berat juga memainkan peran krusial dalam melindungi karyawan dari risiko kecelakaan kerja, memastikan bahwa mereka bekerja dengan peralatan yang aman dan sesuai standar.

Cermati Protect hadir sebagai solusi terpercaya dengan menyediakan asuransi karyawan terbaik, yang dirancang untuk memberikan perlindungan komprehensif dan ketenangan pikiran bagi setiap karyawan. Mari kita bersama-sama menciptakan tempat kerja yang lebih aman dan sehat dengan mengintegrasikan asuransi kesehatan dan sertifikasi alat berat sebagai bagian dari strategi perlindungan karyawan kita. Pelajari selengkapnya mengenai produk asuransi kesehatan karyawan dari Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah ini!

10 Perkembangan Teknologi Konstruksi Terkini di Indonesia

10 Perkembangan Teknologi Konstruksi Terkini di Indonesia

Perkembangan teknologi dalam industri konstruksi mengalami perkembangan pesat. Kondisi pasar yang dinamis dan inovasi di bidang teknologi menunjukkan pertumbuhan positif. Hal ini membuat industri konstruksi mengalami perubahan menjadi lebih efektif, inovatif, dan berkelanjutan.

Salah satu perubahan yang dapat dilihat adalah adanya penerapan teknologi yang ramah lingkungan. Teknologi ini dipercaya dapat mengurangi adanya emisi karbon dan polusi udara, sehingga tidak membahayakan lingkungan dan masyarakat di sekitar dalam jangka panjang. 

Fungsi Utama dari Teknologi Konstruksi Terkini

Penggunaan teknologi harus memberikan nilai tambah dalam pelaksanaan konstruksi. Jadi tidak asal pakai dan mengikuti tren saja, tapi justru mampu menghasilkan proyek yang cepat, efisien, murah, dan mudah. 

Adapun fungsi dari teknologi konstruksi terkini, antara lain:

  • Memudahkan proses pembangunan, baik gedung, apartemen, maupun rumah
  • Memudahkan pekerjaan manusia yang kompleks, misalnya dalam hal memindahkan material, membuat desain, dan melakukan aktivitas berulang
  • Memudahkan jalannya komunikasi dan transportasi, seperti halnya dalam konstruksi jalan raya, jembatan, dan rel kereta api

Baca Juga: Teknologi Konstruksi: Pengertian, Perkembangan, Fungsi dan Jenisnya

10 Perkembangan Teknologi Konstruksi Terkini 

Perkembangan teknologi akan terus terjadi seiring dengan berjalannya waktu. Dari sekian banyak yang sudah berubah, ini dia 10 perkembangan teknologi konstruksi terkini yang wajib diketahui.

1. Digitalisasi

Digitalisasi adalah proses peningkatan dalam berbagai aspek konstruksi menggunakan alat atau teknologi digital dalam pembuatan proyek. Tujuannya untuk meningkatkan lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan efektif secara keseluruhan, meski secara bertahap. Digitalisasi membawa perubahan yang cukup besar, seperti adanya penerapan Building Information Modeling (BIM) yang dapat dilihat secara nyata.

Penggunaan BIM berhasil meningkatkan integrasi dalam berbagai pekerjaan. Mulai dari pembuatan desain, manajemen konstruksi, dan prakteknya di lapangan yang menyatu dalam satu platform digital. DIgitalisasi juga membuat proyek semakin mudah dikontrol, sehingga kolaborasi, akurasi, dan efisiensi selama pengerjaan proyek berlangsung seperti yang diharapkan.

2. Penggunaan Drone

Perkembangan teknologi konstruksi terkini juga dapat dilihat dari semakin maraknya penggunaan drone untuk memantau perkembangan proyek. Sejauh mana proyek sudah dikerjakan dan apa saja yang masih kurang dalam proyek yang sedang berjalan. Selain memantau, drone juga digunakan untuk memudahkan proses pemetaan lahan dan inspeksi visual agar hasil proyek menjadi lebih baik.

Tidak hanya satu, drone yang digunakan bisa dua, tiga, atau bahkan lebih. Hal ini tergantung dari skala proyek yang sedang dikerjakan. Semakin besar proyeknya, maka semakin banyak pula drone yang digunakan untuk proses pemantauan proyek.

3. Konstruksi yang Ramah Lingkungan

Perkembangan industri dan konstruksi di Indonesia dapat dilihat dengan peralihan teknologi yang digunakan. Dari teknologi manual menjadi ramah lingkungan, yaitu dengan menggunakan material daur ulang untuk mengurangi penggunaan sampah. Selain itu, konstruksi ramah lingkungan dapat dilihat dari upaya penghematan energi, manajemen limbah, dan pembuatan desain yang sebisa mungkin tidak merusak lingkungan.

Perkembangan ini tentunya baik untuk lingkungan di masa mendatang. Di mana polusi menjadi berkurang dan lingkungan menjadi terjaga kesehatannya. Upaya ini akan semakin kelihatan hasilnya jika masyarakat di sekitar ikut mendukung praktek ramah lingkungan, misalnya dengan tidak membuang sampah sembarangan.

4. Modular dan Prefabrikasi

Teknologi konstruksi terkini selanjutnya adalah penerapan konstruksi modular dan prefabrikasi. Modular adalah pembangunan atau penunjukan unit dalam satu modul, ukuran, desain, dan konstruksi standar yang dapat dipasang ke dalam berbagai cara. Sedangkan prefabrikasi adalah salah satu metode konstruksi yang dilakukan dengan cara membuat komponen bangunan di luar lokasi berlangsungnya proyek, kemudian membawanya ke lokasi proyek.

Penginstalan komponen dalam prefabrikasi biasanya menggunakan alat berat berupa crane. Sebab, alat ini dapat ditempatkan berdampingan dari ujung ke ujung atau ditumpuk untuk memudahkan proses pemasangan komponen. Baik modular maupun prefabrikasi ditujukan untuk meningkatkan efisiensi perusahaan, mengurangi produksi limbah pabrik, dan mempercepat penyelesaian proyek konstruksi. 

5. Penggunaan Teknologi Sensor

Penggunaan teknologi sensor dalam proyek konstruksi merupakan salah satu perkembangan konstruksi terkini yang ada di Indonesia. Fitur sensor yang dipasang pada alat-alat berat yang digunakan dalam pembangunan memberikan sejumlah informasi dan data penting terkait perkembangan proyek. Mulai dari performa proyek, tingkat kesehatan, keamanan, kepausan, dan kondisi keselamatan.

Selain itu, penggunaan sensor juga memudahkan proses pemantauan kesehatan pembangunan secara keseluruhan. Di dalamnya termasuk suhu, kelembapan, dan kualitas udara yang ada di sekitar proyek. Hal ini dipercaya memudahkan praktek pemeliharaan preventif, meningkatkan kenyamanan kerja, dan mempercepat proses pengambilan keputusan demi demi mewujudkan efektivitas serta efisiensi kerja. 

Baca Juga: Jenis Alat Berat Untuk Konstruksi Jalan, Ada Apa Saja?

6. Penggunaan Robot dan Automatisasi

Dalam industri konstruksi, penggunaan robot dan automatisasi bukan hal yang baru lagi mengingat perkembangan teknologi yang kian semakin pesat. Kehadiran robot dipercaya membantu otomatisasi pekerjaan rutin dan berulang. Selain itu, robot konstruksi juga mampu melakukan pekerjaan penggalian, pengecatan, pemindahan, dan pengangkutan material. 

Sistem kerja yang otomatis sejatinya mempercepat proses penyelesaian proyek. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dalam budgeting, mengurangi terjadinya kecelakaan kerja, dan mengurangi penggunaan tenaga kerja untuk pekerjaan kompleks. 

7. Konstruksi Hijau

Green construction atau konstruksi hijau merupakan teknologi konstruksi terkini yang banyak diterapkan dalam industri konstruksi. Teknologi ini menekankan pada desain dan operasi bangunan secara berkelanjutan dan ramah lingkungan. Teknologi ini berfokus pada penggunaan energi terbaru, pengelolaan limbah secara efektif, menghemat penggunaan air, dan peralihan ke material yang lebih ramah lingkungan.

Hal ini bertujuan untuk mengurangi dampak negatif pada lingkungan sekitar dan meningkatkan kesehatan masyarakat di daerah konstruksi. Dengan begini, perusahaan ikut ambil alih dalam upaya mewujudkan efisiensi penggunaan energi secara berkelanjutan.

8. Konstruksi Berbasis Data

Data driven construction atau konstruksi berbasis data menjadi tren terkini dalam industri konstruksi. Tren ini mengacu pada penggunaan analisis berbasis data, informasi, dan kecerdasan buatan untuk memudahkan proses pengambilan keputusan yang berkaitan dengan konstruksi. Di dalamnya termasuk analisis data dari proyek sebelumnya untuk proyek mendatang yang lebih baik.

Perubahan menjadi fokus pada tren ini, di mana desain bangunan diharapkan mampu meningkatkan efisiensi energi. Misalnya, dengan mengadopsi tenaga panel surya, sistem manajemen energi yang cerdas, dan teknologi efisiensi energi.

9. Konstruksi Berbasis AI

Selain berbasis data, tren konstruksi berbasis AI pun kian meningkat. AI membawa manfaat yang cukup besar dalam kemajuan konstruksi, di mana proses optimalisasi dan transformasi bisnis menjadi lebih cepat daripada sebelumnya. Penggunaan teknologi AI yang tepat dapat meningkatkan analisis data, perencanaan proyek, dan memudahkan pengambilan keputusan.

Selain itu, AI juga kerap kali digunakan dalam kegiatan-kegiatan sebagai berikut:

  • Mengelola proyek, sehingga proyek cepat selesai
  • Membuat jadwal yang optimal untuk meningkatkan efektivitas kerja
  • Mengoptimalkan penggunaan anggaran proyek dalam rangka menghemat biaya
  • Mengidentifikasi risiko yang mungkin terjadi selama proyek berlangsung

10. Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR)

Penerapan teknologi konstruksi terkini yang terakhir adalah Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR). AR adalah teknologi yang memungkinkan penggabungan data secara real time pada konten-konten digital yang diimplementasikan dalam dunia nyata. AR memperbolehkan pengguna untuk melihat objek 2D menjadi 3D sebelum diproyeksikan ke dunia nyata.

Sedangkan VR adalah teknologi yang memungkinkan pengguna untuk dapat berinteraksi dengan lingkungan yang ada dalam dunia maya. Lingkungan ini disimulasikan oleh komputer, sehingga membuat pengguna merasa seperti berada di dalam lingkungan tersebut.

Baik AR maupun VR, keduanya membantu para arsitek dan pemilik proyek untuk memiliki pengalaman desain yang interaktif. Hal ini sejatinya memudahkan proses komunikasi desain antara pihak-pihak yang terkait, sehingga proses pengambilan keputusan menjadi mudah dan cepat.

Baca Juga: 10 Alat Berat Paling Canggih dan Kelebihannya

Konstruksi Bertumbuh dengan Penggunaan Teknologi yang Tepat

Penggunaan teknologi dalam industri konstruksi sangat dibutuhkan untuk memudahkan berbagai pekerjaan manusia. Hal ini berimbas pada penghematan sumber daya, finansial, dan hasil akhir yang optimal. Maka dari itu, penggunaan teknologi yang tepat sangatlah disarankan untuk meningkatkan pertumbuhan di sektor konstruksi. 

Utamakan penggunaan teknologi konstruksi terkini untuk hasil yang maksimal. Sesuaikan dengan kebutuhan proyek, terutama yang berhubungan dengan sarana dan prasarana untuk dapatkan transformasi yang maksimal.

Dalam menghadapi perkembangan teknologi konstruksi terkini, perusahaan dituntut untuk mengadopsi alat berat yang canggih guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Namun, dengan inovasi ini datang pula berbagai risiko yang perlu dikelola dengan baik.

Cermati Protect menyediakan asuransi umum terbaik untuk melindungi alat berat Anda dari berbagai risiko, memastikan bahwa investasi Anda tetap aman dan operasional perusahaan tidak terganggu. Bersama Cermati Protect, Anda bisa fokus pada kemajuan teknologi tanpa khawatir akan risiko yang mengancam. Dapatkan informasi selengkapnya tentang produk asuransi umum Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah ini!

Pengertian, Manfaat, Jenis, dan Cara Menerapkan Otomatisasi

Pengertian, Manfaat, Jenis, dan Cara Menerapkan Otomatisasi

Penerapan sistem otomatisasi industri semakin terlihat nyata di era modern, seperti yang terjadi pada mesin berat. Perusahaan besar di seluruh dunia berusaha melakukan metode ini untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja, baik dari segi waktu, energi, dan biaya. Tak dapat dipungkiri karena otomatisasi sendiri dapat memangkas sejumlah cost, sehingga keuangan suatu perusahaan menjadi terkendali.

Otomatisasi tentu saja akan semakin gencar dilakukan seiring berjalannya waktu. Sebagai generasi muda, meningkatkan pemahaman tentang otomatisasi ini penting. Mulai dari pengertiannya, manfaat, jenisnya, keuntungan, dan cara menerapkan dalam aplikasinya pada mesin berat.

Pengertian Otomatisasi Alat Berat

Otomatisasi adalah pemanfaatan sistem kontrol berbasis komputer untuk mengoperasikan mesin dan peralatan berat yang ada di pabrik. Hadirnya metode ini dapat meningkatkan produksi perusahaan dua sampai tiga kali lipat dari biasanya. Sebab, alat berat mampu memproduksi dalam jumlah yang banyak sekaligus.

Kualitas yang dihasilkan mesin berat otomatisasi tetap baik. Tak heran jika metode ini semakin dikembangkan untuk mendukung dan memajukan suatu usaha. Bahkan kabarnya metode ini dapat menggantikan tenaga manusia sebagai operator di dalam suatu pabrik.

Pengurangan operator di suatu perusahaan dapat menekan pengeluaran, seperti gaji karyawan karena perannya sudah digantikan dengan mesin berat. Penggunaan mesin berat otomatisasi juga mengurangi potensi terjadi human error karena sistem, kualitas hingga kuantitas produksi sudah diatur menggunakan mesin, Dengan begini, kemungkinan produksi produk cacat menjadi berkurang.

Manfaat Otomatisasi Alat Berat

Otomatisasi gencar dikembangkan karena manfaat yang sudah dirasakan oleh perusahaan dengan menerapkan metode ini. Adapun manfaat metodenya, antara lain.

1. Pemeriksaan dan Pelaporan Mudah

Sistem otomatisasi atau otomasi secara otomatis akan memudahkan proses pemeriksaan dan pelaporan. Seluruh kegiatan dan data-data yang ada kaitannya dengan produksi mudah diakses. Hal ini akan menguntungkan perusahaan saat proses audit dan stock opname.

Seluruh data sudah dicatat di dalam sistem. Kapanpun dibutuhkan, karyawan bisa mendapatkan data dengan cepat. Semakin cepat lagi jika seluruh data sudah dikelompokkan berdasarkan kategori masing-masing.

2. Produksi Meningkat

Kehadiran otomasi di dunia produksi dipercaya dapat meningkatkan hasil produksi di suatu pabrik. Bisa demikian karena mesin dapat bekerja secara terus-menerus tanpa henti. Berbeda dengan manusia yang membutuhkan istirahat sebelum akhirnya kembali melanjutkan suatu pekerjaan.

Ditambah lagi jika mesin yang digunakan dilengkapi dengan teknologi yang canggih. Di mana dengan sekali tekan tombol saja, mesin dapat memproduksi ribuan barang untuk dijual kepada konsumen. Produksi yang meningkat bisa meningkatkan omzet perusahaan untuk melancarkan ekspansi di masa mendatang. 

3. Mengurangi Risiko Kecelakaan Kerja

Perkembangan teknologi dari tahun ke tahun terbukti membawa banyak perubahan di dunia industri. Salah satunya adalah terbantunya SDM dalam menyelesaikan tugasnya. Menariknya lagi, SDM tidak perlu turun ke dalam produksi untuk melakukan kegiatan produksi, seperti mengolah, membagi, dan membungkus barang karena semuanya dilakukan oleh mesin.

Berkurangnya tenaga manusia di pabrik dapat meminimalisir risiko kecelakaan kerja. Tenaga manusia dialihkan untuk melakukan pekerjaan lain yang lebih aman, seperti fungsi administratif. 

4. Menghemat Waktu Produksi

Keuntungan selanjutnya adalah menghemat waktu produksi. Dari yang tadinya 5 jam bisa menjadi 30 menit saja berkat teknologi yang disematkan di dalam mesin produksi. Sangat menguntungkan, bukan? Berkurangnya waktu produksi tak lantas mengurangi jumlah produksi. Justru produksi bisa bertambah jika perusahaan memperbanyak kuantitas mesinnya. 

5. Memangkas Pengeluaran Perusahaan

Mesin berat yang diotomatisasi dapat memangkas pengeluaran perusahaan, seperti gaji, lembur, THR, dan bonus. Jika sebelumnya perusahaan mempekerjakan 100 orang untuk produksi, maka sekarang cuma butuh 40 orang sejak diberlakukannya otomasi. Sisa 60 orangnya bisa dialihkan untuk pekerjaan lain di luar pabrik, jadi perusahaan tidak perlu merekrut orang baru.

Perusahaan bisa lebih fokus untuk memikirkan cara meningkatkan produksi dan kualitasnya. Dengan demikian, barang yang diproduksi dapat bersaing dengan kompetitor di dalam maupun luar negeri.

Baca Juga: 10 Alat Berat Paling Canggih dan Kelebihannya

Jenis-jenis Otomatisasi Alat Berat

Setiap perusahaan yang ada saat ini pada akhirnya akan menerapkan sistem otomasi. Hanya saja, perusahaan perlu menentukan jenis mana yang tepat untuk perkembangan usaha. Berikut ini tiga jenis otomasi yang dapat dipertimbangkan.

Otomatisasi TetapOtomasi tetap adalah mesin yang dirancang untuk menyelesaikan pekerjaan tertentu. Misalnya, mesin yang dikhususkan untuk menggali, maka hanya dapat digunakan untuk menggali.
Untuk melakukan pekerjaan lain, maka dibutuhkan mesin berbeda.
Pada umumnya, jenis ini digunakan untuk memproduksi satu jenis barang dalam jumlah yang sangat banyak. Dibarengi dengan kualitas yang bagus untuk meningkatkan penjualan.
Otomatisasi Semi TetapMerupakan jenis otomasi yang dirancang untuk mengerjakan satu produk, tapi berdasarkan parameter yang berbeda. Misalnya, ukuran, warna, jenis material, dan bentuk. Jumlah produk yang diproduksi dapat diatur sesuai kebutuhan penjualan, jadi bisa dalam jumlah yang sedikit juga.

Otomasi jenis ini umumnya digunakan untuk produksi dalam jumlah kecil sampai menengah. Meski demikian, permintaan akan mesin jenis ini cukup tinggi karena cocok untuk jenis bisnis dengan modal terbatas. 
Otomatisasi FleksibelMerupakan untuk memproduksi beragam produk sesuai kebutuhan. Sistem otomasi pada jenis ini lebih menyeluruh, jadi teknologi yang digunakan lebih kompleks. 

Otomasi fleksibel memiliki sejumlah keuntungan, yaitu produksi yang beragam dapat dikerjakan dalam waktu yang bersamaan. Otomasi jenis ini menjadi pengembangan dari otomasi tetap, jadi cara kerjanya jauh lebih baik lagi.

Cara Menerapkan Otomatisasi Alat Berat

Bagi sebagian pengusaha, menerapkan otomasi bukan hal yang mudah dilakukan. Biaya dan cara menerapkannya menjadi dua hal yang sangat diperhatikan. Agar otomasi berhasil, berikut ini tiga cara yang bisa diterapkan agar kualitas dan kuantitas produksi tercapai.

1. Mulai Beralih Secara Perlahan

Perusahaan bisa menetapkan peralihan dari teknologi lama ke baru secara perlahan, jadi orang-orang yang terlibat di dalamnya tidak terkejut dengan perubahan. Penggunaan mesin canggih mungkin memerlukan waktu adaptasi yang agak lama, jadi sebaiknya dimaklumi. Di sisi lain, harga mesinnya juga tidak murah sehingga pengusaha harus pikir panjang sebelum menerapkan otomasi dalam menjalankan usaha.

2. Pilih Alat yang Sesuai

Penerapan otomasi membutuhkan bantuan beberapa alat produksi, seperti komputer, sensor, kamera, dan lain-lain. Sebaiknya konsultasikan kepada ahlinya untuk memudahkan Anda dalam memilih alat yang tepat. Hal ini akan membantu memangkas biaya, tetapi tetap mendapatkan hasil sesuai apa yang diharapkan.

3. Tentukan Rencana Jangka Panjang

Penerapan otomasi bukan semata-mata untuk menambah jumlah produksi, tapi juga untuk memajukan perusahaan. Jadi, Anda perlu memikirkan rencana jangka panjang, seperti penggunaan alat terbaru, strategi pengembangan usaha, dan metode yang pas untuk ekspansi. Jadi, otomasi membawa pengaruh positif dalam jangka panjang. 

Perhatikan 2 Faktor Ini Saat Otomatisasi

Terdapat dua hal yang perlu diperhatikan saat mengimplementasikan otomasi di dunia produksi. Kedua faktor tersebut, antara lain.

1. Faktor Kuantitas

Dari faktor kuantitas, ada dua hal yang perlu diperhatikan yaitu:

  • Biaya karena dari proses, implementasi, dan perkembangan kedepannya membutuhkan biaya yang besar. Hal ini perlu dikalkulasikan dengan baik agar tidak merugikan keuangan perusahaan.
  • Produksi karena otomasi akan berkembang seiring berjalannya waktu, di mana arus diimbangi dengan kuantitas dan kualitas produksi. Ini akan membantu meringankan biaya untuk pembaharuan teknologi saat otomasi.

2. Faktor Kualitas

Sedangkan dari faktor kualitas sendiri, ada dua hal yang perlu diperhatikan yaitu:

  • Kualitas produksi karena untuk penerapan otomasi yang berkelanjutan, perusahaan perlu memproduksi barang berkualitas sehingga hasilnya signifikan.
  • Sumber daya manusia karena implementasi otomasi tidak lepas dari pengaruh, inovasi, dan kreativitas tenaga kerja. Sebab, sejatinya teknologi sendiri akan berubah setiap saat mengikuti perkembangan dan kebutuhan di dunia produksi.

Baca Juga: 10 Jenis Alat Berat Terbesar di Dunia

Industri Apa Saja Dimudahkan dengan Otomatisasi

Penerapan otomasi memiliki banyak manfaat, bahkan banyak keuntungan yang bisa didapatkan jika implementasinya benar. Kini industri apa saja bisa maju dengan otomasi, baik produksi, konstruksi, maupun pertambangan. 

Sebelum mengaplikasikan otomasi, pastikan Anda sudah memahami prosesnya secara menyeluruh. Kemudian, lakukan penyempurnaan untuk mencegah adanya duplikasi proses dan kesenjangan data. Alhasil, struktur tata kelola yang diterapkan perusahaan sesuai dengan harapan. 

Dengan hadirnya otomatisasi pada mesin berat, industri dapat mencapai efisiensi dan produktivitas yang lebih tinggi. Namun, penggunaan teknologi canggih ini juga membawa berbagai risiko.

Cermati Protect menyediakan asuransi umum yang melindungi alat berat dari berbagai risiko, memastikan investasi Anda tetap aman dan operasional tidak terganggu. Dengan Cermati Protect, Anda dapat fokus pada inovasi dan kemajuan tanpa khawatir akan risiko yang mungkin terjadi. Dapatkan informasi lengkap mengenai Asuransi Umum Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah ini!

7 Penyebab Kerusakan Alat Berat dan Tips Mencegahnya

7 Penyebab Kerusakan Alat Berat dan Tips Mencegahnya

Kerusakan alat berat merupakan satu hal yang biasa terjadi, terlebih lagi jika alatnya sering digunakan untuk operasional proyek. Skala dari kerusakan ini bisa kecil, sedang, dan parah yang sejatinya akan berpengaruh pada besaran biaya perbaikan yang dikeluarkan. Semakin parah tingkat kerusakan, tentu semakin mahal biaya untuk memperbaikinya.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Caterpillar menyebutkan bahwa adanya downtime yang tidak terduga berakibat pada kurang produktifnya alat berat selama 400-800 jam per tahun. Sangat disayangkan, karena downtime selama ini memicu kerusakan dan berdampak besar bagi perkembangan proyek.  

7 Hal yang Memicu Kerusakan Alat Berat

Bukan tanpa alasan, kerusakan alat berat terjadi karena berbagai alasan. Berikut ini 7 hal yang menjadi pemicunya.

1. Operator yang Kurang Terlatih

Setiap operator wajib mengikuti pelatihan yang memadai terkait alat berat yang akan dioperasikan. Pelatihan ini terdiri dari pengenalan alat berat, komponen-komponennya, cara memecahkan masalah, cara pengoperasian, dan prosedur keselamatan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Namun, yang kerap kali terjadi adalah operator tidak menerima pelatihan, sehingga pengoperasian alat berat kurang optimal.

Ketidakmampuan operator dalam mengoperasikan tidak hanya menghambat jalannya proyek, tetapi juga membahayakan orang-orang di sekitarnya. Mustahil rasanya untuk meminta bantuan dari operator lain untuk mengoperasikan alat berat yang tidak pernah dipegangnya. 

Adapun cara untuk mencegahnya, antara lain:

  • Mengadakan pelatihan khususnya untuk operator baru
  • Mengajarkan tentang pentingnya standar keselamatan 
  • Mengadakan seminar khusus alat berat secara rutin

2. Melewatkan Perawatan Preventif

Seperti namanya, pemeliharaan preventif adalah pemeliharaan berkala sebagai bentuk antisipasi atas kerusakan yang mungkin terjadi. Pemeliharaan ini dipercaya dapat mengurangi biaya servis, pemeriksaan, penggantian suku cadang, dan perbaikan yang biayanya lumayan mahal.

Pemeliharaan preventif dapat dilakukan setelah mengoperasikan alat berat, di mana operator rutin mengecek komponen-komponen, terutama bagian mesin. Jika ada masalah atau terjadi kerusakan, maka bisa segera diperbaiki untuk mencegah timbulnya kerusakan yang lebih parah. Dengan demikian, alat berat dapat beroperasi secara normal pada keesokan harinya.

Adapun cara untuk mencegahnya, antara lain:

  • Melakukan perawatan harian
  • Mengecek komponen, terutama mesin alat berat
  • Bekerja sama dengan teknisi untuk memeriksa alat berat
  • Mengganti suku cadang bila diperlukan

3. Mesin Dipaksa Beroperasi

Pemicu kerusakan alat berat selanjutnya adalah mesin yang dipaksa terus-menerus beroperasi. Meskipun mesin bukan makhluk hidup, tapi mesin juga membutuhkan istirahat setelah digunakan berjam-jam. Sama halnya seperti manusia.

Mesin yang dipaksa bekerja rentan mengalami overheating yang dapat mengakibatkan kerusakan pada komponen-komponen lainnya. Setelah digunakan 5-6 jam, misalnya, maka hentikan penggunaan mesin selama 15-30 menit. Biarkan suhu mesinnya kembali normal terlebih dahulu sebelum digunakan untuk menyelesaikan proyek.

Adapun cara untuk mencegahnya, antara lain:

  • Memastikan kipas pada mesin berfungsi dengan baik
  • Mencegah pengoperasian secara terus-menerus
  • Membiarkan mesin beristirahat setidaknya 15 menit setelah digunakan berjam-jam
  • Menyesuaikan kinerja mesin dengan kemampuannya

4. Penyimpanan yang Kurang Tepat

Bukan hal yang mengejutkan jika alat berat yang tidak disimpan di tempat yang benar dapat memicu terjadinya kerusakan. Penyebab pada umumnya adalah karena faktor cuaca, misalnya hujan deras secara terus-menerus, terik matahari, dan kondisi udara yang lembab. Misalnya, kondisi jalan yang becek dan berlumpur akibat hujan dapat menyebabkan alat berat Anda tersangkut.

Tidak hanya tersangkut lumpur, tapi juga kotoran lain, seperti plastik atau dedaunan. Jika kotoran ini sangkut di roda, maka roda tidak dapat berputar dengan baik. Jadi, simpanlah alat berat di tempat yang kering dan beratap, sehingga air tidak merembes masuk ke ruang penyimpanan saat hujan.

Adapun cara untuk mencegahnya, antara lain:

  • Memperhatikan tempat penyimpanan alat berat
  • Memindahkan alat berat jika cuaca mulai mendung
  • Berhenti mengoperasikan alat berat saat hujan
  • Menutup ruang penyimpanan serapat mungkin untuk menghindari masuknya tikus

5. Cacat dari Pabrik

Alat berat menghabiskan tenaganya untuk mengerjakan proyek berat yang waktunya berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Maka setiap komponennya, seperti mur, poros, baut, dan logam harus bekerja secara serempak untuk kinerja yang optimal. Jika salah satu komponen ini cacat dari pabrik, maka alat berat tidak dapat beroperasi dengan maksimal.

Kecacatan ini bisa disebabkan karena beberapa hal. Mungkin karena kelalaian quality control (QC) dari produsen alat berat, pengencangnya mulai kendur, atau salah satu bautnya hilang. Apapun penyebab kerusakannya, hal ini harus segera diantisipasi dengan menyediakan komponen cadangan untuk menggantikan komponen yang cacat.

Adapun cara untuk mencegahnya, antara lain:

  • Mengecek komponen sebelum membeli alat berat dari pabrik
  • Menggunakan komponen yang original
  • Mengecek bagian pengencang baut
  • Memastikan pemasangan baut sejajar

6. Menggunakan Suku Cadang KW

Penggunaan suku cadang KW berpotensi memicu terjadinya kerusakan pada alat berat, lho! Meskipun pengaruhnya tidak signifikan, tapi hal ini perlu diantisipasi sejak awal untuk mencegah kerusakan besar. Suku cadang KW biasanya dijual di distributor tidak resmi dengan harga yang lebih terjangkau.

Sekilas terlihat menguntungkan, tapi penggunaan suku cadang KW justru merugikan proyek Anda dalam jangka panjang. Untuk menekan pengeluaran, Anda bisa membeli suku cadang bekas dari distributor resmi dengan harga terjangkau. Pastikan suku cadang bekasnya masih berfungsi dengan baik, jadi penggantian suku cadang tidak perlu dilakukan dalam waktu dekat.

Adapun cara untuk mencegahnya, antara lain:

  • Menggunakan suku cadang original
  • Membeli suku cadang dari distributor resmi
  • Ikut PO untuk mendapatkan suku cadang berkualitas

7. Mengabaikan Buku Manual

Pemicu yang terakhir adalah mengabaikan buku manual sebagai panduan dalam mengoperasikan alat berat. Kelihatannya sepele, tapi buku ini sangat membantu operator junior untuk memahami tugasnya dengan baik. Sebab, buku ini memuat semua informasi yang dibutuhkan operator seputar alat berat yang hendak dioperasikan.

Misalnya saja, informasi tentang kalibrasi dan cara memecahkan masalah. Tanpa buku ini, maka operator sulit untuk memahami permasalahan yang terjadi pada alat berat. Akibatnya, pengambilan keputusan pun tertunda karena kurangnya pemahaman tentang peralatan yang digunakan.

Adapun cara untuk mencegahnya, antara lain:

  • Membaca buku manual secara teliti
  • Membawa buku manual saat bekerja
  • Mencatat permasalahan yang sering terjadi dan mencari solusinya

Baca Juga: Tips Jitu Merawat Alat Berat Agar Awet

3 Jenis Kegagalan Alat Berat

Selain pemicu kerusakannya, Anda juga perlu mengetahui jenis-jenis kegagalan yang sering kali terjadi pada alat berat. Ada tiga jenis kegagalan, di antaranya.

1. Kegagalan Akibat Termal

Kegagalan yang pertama disebabkan karena suhu yang tidak menentu, seperti panas dan dingin yang signifikan. Misalnya, saat mesin dihidupkan di musim dingin, maka ini dapat memicu terjadi kerusakan. Sama halnya jika mesin terlalu panas, maka kondisi ini membuat mesin dan komponen lainnya rusak.

2. Kegagalan Mekanik

Beberapa tanda timbulnya kegagalan mekanis, seperti guncangan, munculnya suara asing, dan adanya getaran yang berlebihan. Kegagalan mekanis disebabkan karena kelalaian operator dalam merawat mesin alat berat. Untuk mengatasinya, operator perlu melakukan perawatan preventif sehingga mesinnya awet.

3. Kegagalan Tidak Menentu

Kegagalan tidak menentu menjadi salah satu yang paling ditakuti karena satu ketika mesinnya bekerja dengan amat baik, tapi di waktu lain berhenti secara tiba-tiba. Tidak ada tanda apa-apa, sehingga operator kerap kali bingung. Agar hal ini tidak terjadi, maka alat berat perlu diservis secara berkala untuk mengecek seluruh komponen dan menggantinya.

Baca Juga: Cara Mudah Mengganti Spare Part Alat Berat

Cegah Kerusakan dengan Perawatan Preventif

Ada banyak hal yang bisa memicu kerusakan pada alat berat, seperti pengoperasian yang berlebihan, penyimpanan yang kurang tepat, operator kurang terlatih, dan lain sebagainya. Namun, hal ini dapat diantisipasi sejak dini menggunakan perawatan preventif guna menghindari kerusakan yang tidak diinginkan. Baik itu kerusakan skala kecil maupun besar.

Perawatan preventif sendiri adalah perawatan yang ringan yang tidak menghabiskan waktu dan tenaga, jadi bisa dilakukan secara rutin. Waktunya adalah saat mesin selesai dioperasikan untuk mengecek mesin dan komponen-komponennya secara keseluruhan. Dengan perawatan yang rutin, maka hasil kerja yang didapatkan optimal, proyek berjalan lancar, dan biaya operasional pun dapat berkurang tanpa disadari. 

Selain perawatan yang rutin, asuransi alat berat juga diperlukan untuk perlindungan tambahan pada mesin dan alat berat Anda. Cermati Protect menawarkan asuransi alat berat terbaik yang memberikan perlindungan maksimal terhadap risiko kerusakan, memastikan investasi Anda tetap aman. Pelajari selengkapnya tentang asuransi alat berat dari Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah ini!

7 Kerusakan Alat Berat yang Wajib Diwaspadai

7 Kerusakan Alat Berat yang Wajib Diwaspadai

Bagi industri konstruksi maupun pembangunan, alat berat merupakan salah satu investasi besar. Selain fungsi dari masing-masing alat yang menakjubkan, dikatakan investasi karena harga per alatnya sangat mahal. Tak heran jika operator diwajibkan untuk mengikuti pelatihan alat berat agar paham bagaimana cara mengoperasikan dan merawatnya dengan baik.

Kerusakan pada mesin alat berat tentu menghambat produktivitas proyek, di mana waktu untuk menyelesaikan proyek menjadi lebih lama. Juga menambah jumlah pengeluaran yang memicu membengkaknya anggaran, apalagi jika hal ini tidak diantisipasi dengan baik sejak awal dimulainya proyek.

7 Kerusakan Alat Berat yang Wajib DIwaspadai

Berbicara mengenai kerusakan alat berat, kira-kira bagian mana saja yang sering mengalami kerusakan? Berikut ini 7 jenis kerusakan yang wajib diwaspadai jika Anda ingin proyek berjalan lancar.

1. Kerusakan Mesin

Kerusakan mesin adalah salah satu kerusakan yang sangat umum terjadi pada setiap mesin kendaraan, termasuk alat berat. Penyebabnya bervariasi, seperti penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai, metode mengemudi yang tidak benar, penyalahgunaan mesin, dan mesin jarang dilumasi. Kerusakan pada mesin alat berat menyebabkan alat ini tidak dapat berfungsi dengan baik, bahkan bisa mati di tengah-tengah pengerjaan.

Untuk menghindari kerusakan, selalu gunakan bahan bakar yang sesuai dengan bawaan mesin, lakukan pelumasan secara rutin, operasikan alat berat dengan baik dan benar. Bila perlu, lakukan perawatan harian dengan cara memeriksa bagian mesin setelah digunakan. Dengan demikian, maka kerusakan kecil pun cepat terdeteksi.

2. Kerusakan Hidrolik

Selain mesin, kerusakan alat berat selanjutnya adalah kerusakan hidrolik. Kerusakan pada bagian ini disebabkan karena adanya kebocoran, korslet, dan keausan. Hidrolik yang rusak menyebabkan alat berat tidak dapat digunakan untuk sementara waktu sebelum diperbaiki.

Akibatnya, proyek yang sedang dikerjakan mau tidak mau harus dihentikan sesaat. Untuk mengatasi kerusakan ini, sebaiknya cek sistem hidrolik sebelum dan sesudah digunakan. Jangan lupa lakukan perawatan rutin dan gantilah komponen yang sudah tua, sehingga kinerja alat berat tetap optimal.

3. Kerusakan Ban

Ban merupakan salah satu komponen penting pada alat berat. Jika ban mengalami kerusakan, maka alat berat sama sekali tidak bisa beroperasi yang mengakibatkan pekerjaan proyek menjadi terganggu. Kerusakan ini biasanya dipicu karena keausan, beban yang berlebihan, dan ban mengalami kebocoran.

Sebelum dioperasikan, sebaiknya periksa bagian ban terlebih dahulu untuk memastikan kondisinya baik-baik saja. Jika ban bocor, kempes, atau kekurangan udara, maka Anda bisa memompanya terlebih dahulu. Tekanan udara yang pas membuat alat berat dapat bekerja secara optimal.

4. Kerusakan Transmisi

Transmisi merupakan bagian yang sangat kompleks pada komponen alat berat. Jika bagian ini mengalami kerusakan, maka alat berat tidak dapat berfungsi dengan baik. Bahkan budget untuk memperbaikinya pun lumayan mahal, sehingga biaya operasional bisa bertambah drastis.

Kerusakan pada bagian transmisi ditandai dengan adanya kebocoran, keausan komponen, dan kegagalan pada sistem kelistrikan. Untuk menghindarinya, lakukan pemeriksaan dan perawatan secara rutin setelah alat berat selesai beroperasi. Bila perlu, lakukan penggantian komponen tertentu yang umurnya sudah tua untuk menjaga performa alat berat.

5. Kerusakan Rem

Sama seperti kendaraan pada umumnya, rem adalah komponen yang sangat penting. Fungsinya tidak hanya untuk memberhentikan mesin yang sedang melaju, tapi juga untuk menjamin keselamatan dan keamanan. Rem yang oblong dapat membahayakan operator dan orang-orang di sekitar.

Kerusakan pada rem terjadi karena komponennya aus, bocor, dan listriknya mengalami kerusakan. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, pastikan rem berfungsi dengan baik sebelum mengoperasikan alat berat. Jangan lupa untuk mengganti kampas rem bila diperlukan.

6. Kerusakan Sistem Elektrikal

Sistem elektrisasi atau kelistrikan merupakan komponen yang juga rentan mengalami kerusakan. Kabel dan relay menjadi dua komponen yang rentan rusak. Hal ini dipicu karena tegangan yang terlalu tinggi, kabel putus, dan kabel yang terkena air. 

Jika sudah rusak, sebaiknya segera perbaiki untuk menghindari proyek yang mandat. Perbaikan sistem kelistrikan membantu mengurangi dampak yang terlalu parah dan menghindari biaya perbaikan yang mahal. Pastikan Anda selalu mengecek bagian kabel dan relay secara rutin untuk memastikan kondisinya baik-baik saja. 

7. Kerusakan Sistem Pendingin

Kerusakan alat berat terakhir adalah sistem pendinginnya yang biasanya disebabkan karena adanya kebocoran, atau kerusakan pada radiator dan pompa air. Seperti namanya, sistem ini berfungsi untuk menjaga suhu mesin tetap stabil, sehingga kinerja alat berat optimal. Jika terlanjur overheat, maka kinerja alat berat bisa macet atau berhenti secara tiba-tiba.

Overheat juga bisa merusak komponen lain yang ada di sekitar mesin pendingin. Jangan ragu untuk memberhentikan mesin secara berkala setelah dioperasikan selama berjam-jam. Cukup 15-20 menit saja agar suhu mesinnya kembali normal sebelum dioperasikan kembali.

Baca Juga: Alat Berat Komatsu: Sejarah, Kelebihan, dan Produk Unggulan

5 Tips Mengoptimalkan Kinerja Alat Berat

Memiliki alat berat yang dapat bekerja secara optimal menjadi harapan semua pemilik proyek. Dengan begini, alat memiliki waktu beroperasi yang lebih banyak dan Anda memiliki kesempatan untuk mengelola serta mengatur budgeting secara fleksibel. Untuk mengoptimalkan kinerja alat berat, coba lakukan 5 tips berikut ini.

1. Memeriksa Mesin dalam Kondisi Prima

Dengan memeriksa mesin secara berkala, Anda tidak perlu khawatir akan performanya. Hal-hal yang tidak terduga, seperti kerusakan kecil pada bagian hidroliknya mungkin terjadi, tapi ini tidak lantas menghentikan kinerja mesin secara keseluruhan. Sebab, kerusakan kecil mudah diperbaiki dan waktu untuk memperbaikinya lebih singkat.

Sementara kerusakan besar sebaliknya, dan biaya perbaikan yang dikeluarkan lebih besar. Bila perlu, lakukan penjadwalan pemeriksaan secara rutin untuk memastikan kondisi mesinnya selalu prima. Cara ini secara tidak langsung akan memperpanjang umur pakai mesin.

2. Utamakan Pencegahan daripada Perbaikan

Kebanyakan orang baru memperbaiki mesin ketika kondisinya sudah sangat parah. Hal ini patut dihindari karena sangat merugikan, baik secara waktu maupun finansial. Lebih baik lakukan pencegahan sejak awal daripada perbaikan yang notabenenya membutuhkan waktu yang lebih lama.

Salah satunya adalah dengan melakukan perawatan harian pada mesin dan komponen-komponen alat berat setelah dioperasikan. Pencegahan yang optimal dapat menjauhkan alat berat dari kerusakan yang tidak diinginkan, sehingga pengeluaran pun dapat diminimalisir. 

3. Buat Perencanaan Darurat

Tips selanjutnya adalah membuat perencanaan darurat. Salah satunya dengan menyediakan alat berat cadangan untuk menggantikan fungsi alat berat utama jika mengalami kerusakan. Hal ini membantu proyek tetap berjalan tanpa hambatan sedikit pun.

Usahakan alat berat pengganti mampu bekerja secara optimal layaknya alat berat utama. Selain alat berat, perencanaan darurat juga perlu dibuat untuk sumber daya manusianya, terutama operator. Tanpa operator, maka mesin tidak dapat dioperasikan secara optimal.

4. Memanfaatkan Waktu Kerja Sebaik Mungkin

Menjalankan proyek dalam 1 shift rasanya agak sulit mengingat banyaknya printilan proyek yang perlu diperhatikan. Tak heran jika kebanyakan proyek, khususnya yang skala besar memiliki jam kerja hingga 3 shift. Sehingga proyek tetap berjalan dan dapat diselesaikan sesuai timeline yang sudah ditetapkan.

Maka dari itu, pastikan operator dan karyawan lainnya mampu memanfaatkan waktu kerja sebaik mungkin. Dalam arti tahu kapan harus bekerja dan istirahat. Alhasil, tidak ada waktu yang terbuang sia-sia. 

5. Berikan Motivasi pada Tim

Tips terakhir adalah memberikan motivasi pada tim karena ada kalanya tim capek mengerjakan proyek, apalagi yang waktu pengerjaannya berbulan atau bertahun-tahun. Motivasi yang diberikan dapat berupa bonus tambahan bila proyek diselesaikan dalam kurun waktu yang lebih cepat.

Motivasi sangat penting untuk menjaga kinerja setiap karyawan. Tentunya, dibarengi dengan atasan yang juga termotivasi saat bekerja, sehingga energinya dapat tersalurkan kepada karyawan.

Baca Juga: Tips Memilih Alat Berat untuk Proyek

Deteksi Masalah pada Alat Berat Sejak Dini

Itu dia informasi seputar kerusakan pada alat berat dan tips untuk mengoptimalkan kinerjanya. Pastikan alat berat dirawat secara rutin untuk memperpanjang umur pakai masing-masing komponennya. Dengan perawatan, maka masalah demi masalah yang mungkin terjadi pada alat berat lebih mudah terdeteksi, sehingga Anda tahu mengambil keputusan demi kelancaran proyek yang sedang dikerjakan.

Jangan lupa untuk mengganti komponen yang sudah rusak atau tua bila diperlukan. Mintalah rekomendasi dari produsen alat berat dan teknisi berpengalaman untuk dapatkan produk yang berkualitas. 

Mengurangi beban finansial dengan asuransi alat berat yang tepat adalah langkah cerdas untuk melindungi investasi Anda. Cermati Protect menawarkan asuransi alat berat terbaik yang dapat melindungi finansial Anda dari kerusakan terhadap alat berat. Pelajari selengkapnya mengenai asuransi alat berat dari Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah ini!

Jenis-Jenis Kursus Operator Mesin Berat

Jenis-Jenis Kursus Operator Mesin Berat

Keahlian seorang operator sangat dibutuhkan dalam proyek konstruksi dan pertambangan. Keahlian ini dapat dipelajari, baik lewat materi pembelajaran saat kuliah maupun dengan pelatihan khusus alat berat. Operator dapat menggunakan keahliannya untuk mengendalikan berbagai alat berat, seperti excavator, bulldozer, derek, truk, loader, dan crane.

Dengan keahlian ini, maka operator bisa menapaki karir yang sangat bagus. Mulai dari jabatan yang bagus, gaji yang besar, dan tunjangan yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup? Tertarik menjadi seorang operator? Pastikan Anda mengikuti kursus operator mesin berat untuk memaksimalkan keahlian dalam mengoperasikan mesin alat berat. 

Keuntungan Mengikuti Kursus Operator Mesin Berat

Kursus dapat diikuti oleh semua karyawan yang memiliki kepentingan. Ada tiga keuntungan yang bisa didapatkan dengan mengikuti kursus, di antaranya.

1. Mampu Bersaing di Dunia Kerja

Persaingan di dunia kerja meningkat seiring berjalannya waktu. Dengan keahlian yang didapatkan dari kursus operator mesin berat, maka Anda mampu bersaing di dunia kerja. Tidak hanya dari segi jabatan, tapi juga fasilitas dan keuntungan lain yang diberikan, baik oleh perusahaan yang sekarang maupun perusahaan baru saat melamar kerja nanti.

2. Koneksi Bertambah

Cepat atau lambatnya pertumbuhan karir dipengaruhi oleh seberapa banyak koneksi yang dibuat di dunia kerja. Dengan mengikuti pelatihan, maka peluang untuk memperluas koneksi semakin besar. Jadi Anda tidak hanya mendapatkan skill baru, tapi juga koneksi baru yang sangat berguna untuk karir di masa mendatang. 

3. Meningkatkan Citra Perusahaan

Ketika perusahaan memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang bagus, maka citranya tentu semakin baik. Citra ini dapat dibangun secara perlahan dengan memberikan fasilitas, seperti kursus operator mesin berat kepada operator yang membutuhkan. Keahlian yang didapatkan dari kursus akan otomatis mengoptimalkan pekerjaan proyek, misalnya durasi proyek menjadi lebih cepat.

Baca Juga: Operator Alat Berat: Tugas, Skill, dan Tips Karir

Jenis-Jenis Kursus Operator Mesin Berat

Kursus operator mesin berat ada banyak jenisnya. Namun, terdapat 5 jenis kursus yang paling diminati dewasa ini. Kelima kursus tersebut, antara lain.

1. Kursus Alat Berat Excavator

Fokus dari kursus ini adalah praktek agar peserta mahir dalam mengoperasikan exavator. Materi teori dan observasi alat diberikan secara bersamaan. Peserta akan dibekali dengan ilmu tentang pemeliharaan alat, keamanan kerja, pelatihan stimulasi, dan laporan pekerjaan. 

Materi pelatihan diadakan di dalam ruangan atau indoor, sedangkan praktek dilakukan secara outdoor. Jenis excavator yang dijadikan sebagai alat praktek adalah Hitachi PS100 atau CAT302, sesuai dengan kebutuhan kursus.

Materi praktek yang diberikan seputar ditching, excavation, loading, dan travelling. Pemberian materi ini ditujukan agar peserta percaya diri saat mengoperasikan alat berat di lapangan. Alhasil, kesalahan dalam bekerja dapat diminimalisir.

2. Kursus Alat Berat Bulldozer

Alat berat bulldozer digunakan untuk pekerjaan penggalian, penggusuran, dan pendorong material. Peserta diajarkan tentang cara mengoperasikan bulldozer pada kondisi tanah berlumpur dan berbatu. Kursus ditujukan agar peserta mampu bekerja sesuai SOP dan mampu bekerja secara efisien serta produktif.

Materi teori yang dibahas di dalam kursus meliputi dasar-dasar bulldozer, perawatan, pemeriksaan alat, dan materi tenaga hidrolik. Sedangkan materi praktek membahas tentang pengenalan unit dan cara pengoperasian. Peserta yang mengikuti pelatihan akan mendapatkan Surat Izin Operasi (SIO) yang diterbitkan langsung oleh Kementerian Tenaga Kerja. 

3. Kursus Alat Berat Crane

Kursus ini berbicara tentang semua hal yang berkaitan dengan cara mengoperasikan crane. Kursus ini terdiri dari tiga kelas, sesuai dengan kemampuan angkat crane masing-masing. Salah satu tujuan dari kursus ini adalah untuk mendapatkan SIO agar bisa berkarir sebagai operator crane di perusahaan mana saja.

Materi teori dalam kursus meliputi pengoperasian, keran terminologi, dan pengetahuan keamanan. Sedangkan materi praktek berbicara tentang penjelasan mesin alat berat, tanya jawab seputar crane, praktek pengoperasian, dan ujian untuk memperoleh sertifikat.

Kursus crane diharapkan dapat mengurangi potensi terjadinya kecelakaan kerja yang semakin meningkatkan dewasa ini. Peserta yang dapat mengikuti pelatihan ini mulai dari Sekolah Menengah Pertama (SMP), tapi sudah memiliki pengalaman menjadi operator crane setidaknya 1 tahun.

4. Kursus Alat Berat Wheel Loader

Sama seperti tiga kursus sebelumnya, kursus ini mengajarkan peserta tentang cara mengoperasikan wheel loader. Kursus ini juga akan membahas tentang cara merawat dan mengecek loader sebelum dioperasikan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya, mesin overheating yang dapat menghambat operasional crane dan kecelakaan kerja.

Materi teori dalam kursus meliputi pengenalan unit, aplikasi, dan fungsi kontrol panel yang ada pada mesin. Sedangkan materi praktek meliputi komponen, pengoperasian unit, dan penguasaan komponen untuk memudahkan deteksi masalah atau kerusakan pada loader.

Kursus ini dapat diikuti oleh peserta yang masih berusia belasan tahun, jadi tidak perlu menunggu sampai lulus kuliah dahulu. Selagi kondisi fisik dan mental sehat, maka peserta dapat mendaftar kursus yang diselenggarakan oleh lembaga kursus yang ada di Indonesia.

5. Kursus Alat Berat Dump Truck

Kursus operator mesin berat yang tak kalah diminati adalah dump truck. Alat berat ini tidak hanya digunakan untuk mengangkat material konstruksi, tapi juga alat berat. Jadi, benar-benar butuh skill khusus agar tidak salah menggunakan panel yang ada pada mesin.

Materi teori pada kursus meliputi pengetahuan tentang alat penggerak, perangkat, faktor keamanan, dan mekanisme perawatan harian. Sedangkan materi praktek meliputi cara pengoperasian, pengenalan rambu-rambu dalam operasi alat berat, prosedur, dan pengenalan komponen mesin.

Kursus dapat diikuti oleh peserta dari lulusan SMP, SMA, hingga yang sudah memiliki pengalaman sebagai operator dump truck. Fasilitas yang didapatkan dari kursus ini berupa buku panduan, unit praktek, dan ruang kelas untuk belajar alat berat.

Baca Juga: 10 Cara Aman Mengoperasikan Alat Berat

3 Persiapan Sebelum Mengikuti Kursus 

Menjadi seorang operator alat berat bukan hal bisa dianggap enteng. Ada persiapan yang perlu dilakukan, bahkan sejak mengikuti kursus, di antaranya.

1. Menyiapkan Mental

Menjadi operator alat berat tidak hanya bermodal skill saja, tapi juga mental yang kuat. Bekerja di industri konstruksi, pertambangan, dan manufaktur merupakan pekerjaan yang berat. Jadi, diperlukan tekad yang kuat agar bisa bertahan dan berhasil menapaki jenjang karir yang lebih baik.

Terdapat tiga cara yang bisa dilakukan untuk menyiapkan mental, yaitu:

  • Memiliki sifat yang berani dan percaya diri akan kemampuannya mengoperasikan alat berat
  • Mau belajar dan mengembangkan skill karena kualifikasi yang dibutuhkan semakin ketat
  • Tidak merasa lebih pintar daripada yang lain, jadi bisa saling menghargai
  • Tidak malu bertanya jika ada sesuatu yang belum dimengerti

2. Menyiapkan Fisik

Selain mental, seorang operator juga perlu menyiapkan fisik sebelum mengikuti kursus. Kondisi fisik yang baik membuat operator dapat menghadiri kursus sesuai jadwal yang sudah ditentukan tanpa absen sekalipun. Selain itu, fisik juga akan memudahkannya untuk menyerap informasi yang disampaikan selama kursus berlangsung. 

Menyiapkan fisik dapat dilakukan dengan tiga cara berikut ini, yaitu:

  • Mengonsumsi makanan bergizi dan berserat
  • Mengatur pola dan jam makan agar selalu on time karena ini mempengaruhi stamina dan kebugaran tubuh
  • Mengurangi makanan cepat saji karena berpengaruh pada kesehatan
  • Beristirahat yang cukup karena kursus ini membutuhkan konsentrasi yang tinggi
  • Banyak minum air putih agar tubuh tidak dehidrasi

3. Mengetahui SOP

Persiapan yang terakhir adalah mengetahui standar atau SOP dasar dalam mengoperasikan alat berat, mengingat risiko dari profesi ini cukup tinggi. Tanpa mengetahui standar dasar, maka potensi terjadinya kesalahan dalam mengoperasikan alat berat sangat besar. Hal ini tidak hanya mempengaruhi keselamatan operator, tapi juga orang-orang di sekitar dan perusahaan.

Operator diminta untuk fokus pada proses selama mengikuti kursus. Setelah itu, berfokus pada hasil yang didapatkan apakah sesuai dengan permintaan atau tidak. Jangan sampai pekerjaan selesai, tapi hasilnya kurang maksimal karena ini dapat mempengaruhi jenjang karir.

Baca Juga: Cara Mengoperasikan Alat Berat saat Musim Hujan

Cari Referensi Tempat Kursus Terbaik untuk Karir Anda

Itu dia informasi seputar kursus operator mesin berat yang wajib diketahui. Jika tertarik mengikuti kursus dalam waktu dekat, sebaiknya cari lembaga kursus terbaik dari referensi terpercaya untuk dapatkan bekal pembelajaran yang maksimal. Misalnya, PT United Tractors, PT Pama Persada Nusantara, dan lain sebagainya sesuai dengan kebutuhan pembelajaran yang diinginkan. 

Memberikan asuransi kesehatan karyawan, baik untuk pekerja kantoran maupun lapangan, adalah langkah penting untuk menjaga kesejahteraan dan produktivitas mereka. Cermati Protect menawarkan solusi asuransi kesehatan karyawan terbaik, memastikan perlindungan maksimal bagi semua karyawan Anda. Pelajari selengkapnya dengan mengisi formulir dibawah ini!

10 Macam Aksesoris Excavator yang Wajib Dilirik

10 Macam Aksesoris Excavator yang Wajib Dilirik

Excavator merupakan salah satu alat berat yang terkenal karena fungsinya. Selain menggali, alat ini dapat digunakan untuk mengangkat dan memindahkan berbagai jenis material e tempat tertentu. Cocok untuk proyek skala kecil hingga besar. 

Excavator memiliki berbagai aksesoris yang bekerja sesuai fungsi masing-masing. Berikut ini 10 macam aksesoris excavator yang bisa dilirik untuk meningkatkan kinerjanya dalam pengerjaan proyek.

10 Macam Aksesoris Excavator yang Wajib Dilirik

1. Crusher Bucket

Menambahkan bucket crusher dipercaya dapat meningkatkan kinerja excavator, sehingga dapat menghancurkan hingga 100 ton material dalam 1 jam. Ukuran material yang dapat dihancurkan sekitar ¾ sampai 6 inchi. Adanya peningkatan kinerja seperti ini dapat menghemat sejumlah biaya, baik dalam transportasi maupun pembuangan limbah. 

Aksesoris excavator ini mirip dengan jaw crusher yang dipasang pada poros dan digerakkan oleh motor hidrolik. Tersedia dalam berbagai ukuran yang perlu disesuaikan dengan ukuran alat berat agar tidak melebihi kapasitas yang seharusnya.

Crusher bucket dilengkapi dengan:

  • Gigi yang dapat diganti-ganti sesuai kebutuhan
  • Motor piston penggerak langsung
  • Pisau yang dapat lepas pasang
  • Plat kopling yang dapat disesuaikan dengan ketinggian tertentu
  • Mesin dengan sirkuit hidrolik ganda
  • Katup pembalik otomatis

2. Self Levelling Wheel Saw with Tilt

Didesain untuk pemasangan excavator, wheel saw menawarkan solusi dalam menyelesaikan pekerjaan yang memiliki permukaan kasar. Misalnya aspal, batu, semen, dan parit dengan section kecil maupun besar. Roda pada aksesoris excavator ini dilengkapi dengan komponen pelindung, sehingga aman bagi para pekerja dan properti yang sedang dikerjakan.

Terdapat fitur self levelling untuk mendapatkan kedalaman yang konstan dan meningkatkan visibilitas dalam kondisi apapun. Aksesoris ini cocok untuk skid steer loader dengan sistem bantu ganda.

Self levelling wheel saw dilengkapi dengan:

  • Gergaji roda tanpa ruas
  • Kedalaman hidrolik yang dapat disesuaikan
  • Sistem kopling universal
  • Potongan beton pada bagian tertentu

3. Wheel Saw

Aksesoris excavator selanjutnya adalah wheel saw. Aksesoris ini cocok untuk memotong tambalan aspal, sambungan pelebaran jalan, dan pembuatan parit. Kedalaman potong yang dapat dicapai sekitar 508 mm.

Wheel saw dilengkapi dengan:

  • Motor penggerak langsung
  • Pisau pembersih khusus
  • Plat atas yang berlubang untuk plat adaptor excavator
  • Mesin RW150 dan hidrolik RW300, RW350
  • Alat pembersih manual yang dilengkapi dengan saluran pembuangan
  • Tersedia untuk mini excavator 
  • Cocok untuk skid steer loader dengan 3 sistem bantu atau 3 saluran hidrolik

4. Planer for Rumble Strips

Aksesoris ini dirancang untuk membuat garis yang ada di sekeliling trotoar, menggiling strip, dan mengubah jarak antar strip sesuai kebutuhan proyek. Ukuran dan jarak yang dihasilkan sama, meskipun kecepatannya berbeda-beda. Tidak ada getaran yang dihasilkan dan dialirkan ke operator. 

Planer for rumble strips dilengkapi dengan:

  • Drum bergigi
  • Sistem peredam kemiringan mekanis
  • Penyetelan hidrolik dengan penggantian gigi manual
  • Dilengkapi kopling ISO 24410
  • Cocok untuk skid steer loader dengan 3 sistem bantu hidrolik

5. High Depth Self Levelling Planer

Aksesoris excavator yang dirancang untuk menghilangkan lapisan-lapisan yang tidak diinginkan saat pembuatan aspal dan parit. Juga digunakan untuk menggiling lapisan yang sudah rusak sebelum dilapisi ulang. Self levelling planer memiliki motor piston hidrolik dan mekanis yang bekerja secara efisien. 

High depth self levelling planer dilengkapi dengan:

  • Drum standar
  • Sekrup teleskopik untuk menyesuaikan kedalaman kiri dan kanan secara mekanis
  • Sistem peredam kemiringan mekanis
  • Hidrolik dengan sistem kopling ISO 24410
  • 5 sistem hidrolik untuk skid steer loader dengan sistem bantu ganda

6. Vibrating Wheel Compactor

Didesain secara khusus untuk membantu proses pemadatan, sehingga permukaan aspal atau parit menjadi rata, kokoh, dan padat. Terdapat poros yang berada di tengah-tengah roda untuk meningkatkan kenyamanan operator saat mengoperasikan vibrating wheel compactor. Lebar roda dapat disesuaikan dengan luas area proyek, jadi aksesoris excavator ini dapat bekerja di area yang sulit dijangkau sekalipun.

Vibrating wheel compactor dilengkapi dengan:

  • Vibratory unit yang ada di tengah roda dengan poros getaran ganda yang berputar secara berlawanan
  • Bantalan untuk alas roda
  • Kopling ISO 24410
  • Sambungan skid steer loader dengan 2 sistem bantu
  • Saluran drainase langsung
  • Beberapa perangkat listrik

7. Chain Trenchers High

Dirancang untuk memudahkan proses pembuatan parit di tanah yang lunak. Terdapat sekrup pelepasan di sisi kanan dan alat pembersih tempat sampah agar senantiasa dalam keadaan bersih. Aksesoris ini dilengkapi dengan rantai yang menyerupai bilah cangkul untuk pengerjaan di tanah yang lunak dan gigi menyerupai bilah cangkul untuk tanah campuran.

Chain trenchers high dilengkapi dengan:

  • Rantai dengan pisau yang menyerupai cangkul
  • Tempat untuk pembuangan sampah yang berada di sisi kanan
  • Pergeseran mekanis dengan kopling ISO 24410
  • Sistem pengukur kedalaman tanah yang dapat disesuaikan
  • Alat pembersih parit
  • Pipa dan kopling cepat dengan aliran dua arah

8. Beach Cleaner

Merupakan aksesoris yang umum digunakan untuk menyaring pasir basah dan kering guna menghilangkan partikel-partikel halus yang tidak dibutuhkan. Partikel ini nantinya akan ditampung di dalam hopper, lalu dibuang menggunakan sistem pelepasan hidrolik saat mesin dihidupkan. Saringan tersedia dengan ukuran yang berbeda dan dapat diganti secara cepat.

Beach cleaner dilengkapi dengan:

  • Sistem penyaringan hidrolik
  • Alat pembuka dan pengontrol kedalaman sistem hidrolik
  • Distribusi hidrolik yang dapat digerakkan melalui kabin
  • Ukuran penyaringan yang berbeda untuk proses penyaringan cepat
  • Kontrol kedalaman kerja
  • Kopling IOS 24410
  • Cocok untuk skid steer loader dengan 3 sistem saluran hidrolik

9. Track Roller Excavator

Track roller merupakan salah satu aksesoris excavator yang berfungsi untuk membagi berat unit ke trek dan pengarah trek link. Banyaknya track roller yang dipasang pada undercarriage excavator disesuaikan dengan panjang trek. Semakin panjang trek, maka semakin banyak pula trek yang akan dipasang. 

Terdapat dua jenis track roller pada excavator, yaitu single flange dan double flange. Keduanya biasa dipasang pada crawler tractor dengan susunan tertentu. 

10. Gear Pump

AKsesoris excavator yang terakhir adalah gear pump. Aksesoris ini merupakan pompa positif yang dilengkapi dengan sepasang gigi roda yang berputar untuk menghasilkan aliran cair. Terdapat dua gigi roda yang digunakan, yaitu roda penggerak (rotor) dan roda pengikut (idler). Keduanya saling bekerja untuk menghasilkan cara menekan, lalu mengalirkan cairan melalui ruang yang terdapat pada gigi roda.

Terdapat dua jenis gear pump yang sering ditemui, di antaranya:

  • Gear pump roda eksternal, yaitu memiliki roda gigi penggerak dan pengikut di luar casing. Keduanya berputar secara bersamaan untuk menghasilkan aliran. Jenis ini sering digunakan pada proyek industri yang memiliki aturan yang ketat.
  • Gear pump roda internal, yaitu memiliki roda gigi penggerak di dalam casing, sedangkan roda gigi lainnya berada di luar roda internal. Jenis ini memiliki desain yang lebih sederhana dan sering ditemui pada aplikasi mobil, seperti pelumasan.

Baca Juga: Spesifikasi Alat Berat Excavator dan Shovel

Tips Membeli Aksesoris Excavator Bekas

Aksesoris excavator dibanderol dengan harga yang lumayan menguras isi dompet. Cara alternatifnya adalah dengan melirik aksesoris bekas demi mengurangi pengeluaran. Jika tertarik, berikut tips membeli aksesoris excavator bekas untuk dapatkan yang berkualitas.

1. Mengecek Riwayat Pemakaian

Sebelum membeli aksesoris excavator bekas, lihat dulu riwayat pemakaian pengguna sebelumnya. Cek tingkat penggunaannya, apakah pernah digunakan untuk pekerjaan berat secara intens atau tidak. Jika penggunaannya ekstrim, aksesoris excavator lebih rentan rusak dan tidak akan bertahan lama setelah berpindah tangan.

2. Memeriksa Kondisi Fisik

Tips selanjutnya adalah memeriksa kondisi fisik aksesoris untuk melihat kecacatan atau kerusakan mikro. Periksa setiap sisi dengan teliti untuk menghindari pembelian aksesoris yang sudah rusak, bahkan tidak berfungsi sama sekali.

3. Memperhatikan Merek Aksesoris

Tips terakhir adalah dengan memeriksa merek aksesoris excavator. Aksesoris yang berasal dari merek ternama biasanya memiliki kualitas yang bagus, dan sebaliknya. Sesuaikan dengan kebutuhan dan budget yang dimiliki, sehingga pembelian Anda memuaskan.

Baca Juga: Excavator Mini: Fungsi, Kelebihan, Kekurangan, dan Gangguan yang Sering Muncul

Pilih Aksesoris yang Memiliki Harga Wajar

Itu dia 10 jenis aksesoris excavator dan tips memilih aksesoris yang bisa diterapkan jika ingin membelinya di kemudian hari. Pilihlah aksesoris yang harganya wajar, dimana kondisi, kualitas, dan harganya sebanding. Bukan aksesoris yang terlalu murah karena kualitasnya kemungkinan tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Pentingnya asuransi alat berat, terutama untuk excavator, tidak bisa diabaikan dalam melindungi investasi dan kelancaran operasional bisnis Anda. Cermati Protect menawarkan asuransi umum terbaik yang dapat memberikan perlindungan maksimal untuk excavator Anda, memastikan aset berharga Anda selalu terlindungi dari berbagai risiko.

Pelajari selengkapnya produk asuransi umum terbaik dari Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah ini!

Cara Mudah Mengganti Spare Part Alat Berat

Cara Mudah Mengganti Spare Part Alat Berat

Spare part atau suku cadang merupakan komponen penting pada alat berat untuk menjaga kinerjanya. Terkhusus alat berat yang digunakan untuk proyek skala besar, seperti excavator, bulldozer, wheel loader, dan truk membutuhkan suku cadang yang terbaik. Dengan demikian, pekerjaan yang dihasilkan sesuai dengan yang diharapkan.

Penggunaan alat berat secara terus-menerus sejatinya dapat merusak beberapa suku cadang pada alat berat. Hal ini perlu diperhatikan oleh operator, pengelola, dan pemilik proyek agar proyek tidak terganggu. Menyediakan stok suku cadang atau bagian pengganti alat berat yang berkualitas sangat disarankan demi kelancaran proyek.

Pentingnya Mengganti Spare Part Alat Berat

Penggantian suku cadang alat berat tidak boleh diremehkan karena ini berkaitan erat dengan hasil yang didapatkan. Selain kinerja, penggantian suku cadang dapat mempengaruhi umur pakai alat berat. Dengan perawatan dan penggantian suku cadang secara rutin, maka alat berat tidak gampang rusak.

Kapan suku cadang perlu diganti? Berikut ini beberapa tanda jika penggantian suku cadang diperlukan.

1. Tanda Keausan

Melakukan perawatan secara rutin merupakan hal yang wajib dilakukan oleh pemilik alat berat. Melalui proses ini, Anda dapat mengidentifikasi adanya kerusakan dengan cepat sebelum kerusakannya semakin parah. Hal pertama yang bisa dilakukan adalah dengan mengecek seluruh komponen dengan teliti.

Jika ada komponen yang menunjukkan tanda keausan, seperti berkarat atau berubah warna, ini artinya suku cadang perlu diganti. Tanda-tanda lain, seperti komponen pecah, miring, dan bengkok juga menjadi indikator bahwa komponen perlu diperiksa dan segera diganti.

2. Mesin Mengeluarkan Getaran atau Bunyi Asing

Semua mesin alat berat pasti mengeluarkan getaran atau bunyi saat dihidupkan. Namun, getaran atau bunyi yang terasa asing perlu dicurigai. Bisa jadi ini indikator bahwa ada komponen yang longgar dan tidak bekerja dengan baik, sehingga perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Sebelum memperbaiki alat berat, sebaiknya deteksi asal getaran atau bunyi yang muncul. Jika kerusakannya parah, segera ganti suku cadang sebelum membahayakan nyawa orang lain.

3. Berkurangnya Kinerja Alat Berat

Di luar hal-hal yang mudah terlihat, tingkat kesehatan mesin alat berat dapat dilihat dari kinerjanya. Apakah masih sama seperti sedia kala atau sudah berkurang? Jika sudah berkurang, Anda perlu mengetahui estimasi pengurangan kinerja yang terjadi karena hal ini mempengaruhi tingkat efisiensi proyek yang berlangsung.

Jika mesin sudah macet, kerjanya lambat, dan sulit dihidupkan, maka ada suku cadang yang perlu diganti. Sesuaikan juga dengan umur alat berat. Jika sudah terlalu tua, sebaiknya ganti semua suku cadang agar performanya kembali prima seperti semula.

4. Suku Cadang Terlihat Usang

Penggantian juga perlu dilakukan jika suku cadang sudah terlihat usang atau tua. Namanya juga mesin, tidak mungkin bertahan selamanya. Tetap perlu penggantian secara berkala untuk mempertahankan performanya, meskipun suku cadangnya terlihat baik-baik saja.

Ganti suku cadang sesuai tipe dan merek bawaan dari alat berat itu sendiri. Harganya mungkin lebih mahal, tapi hasil yang didapatkan sesuai. Jangan lupa catat tanggal penggantian dan perawatan mesin secara rutin untuk memudahkan penjadwalan di kemudian hari. 

5. Suku Cadang Mengalami Kebocoran

Tanda yang terakhir adalah suku cadang mengalami kebocoran. Pastikan Anda memeriksa seluruh komponen alat berat dengan teliti untuk mendeteksi asal tetesan atau rembesan air. Identifikasi seberapa besar tingkat kebocorannya.

Meski tabung hidrolik pada mesin dapat bertahan bertahun-tahun, tidak menutup kemungkinan tabungnya akan bocor setelah 1 tahun pemakaian. Hal ini dapat terjadi karena kurangnya perawatan atau pemakaian yang tidak benar. Segera ganti pipa sebelum terjadi kebocoran serius.

Baca Juga: Beragam Suku Cadang Alat Berat yang Perlu Diketahui

Tipe-Tipe Spare Part Alat Berat Berdasarkan Fungsinya

Berdasarkan fungsinya, bagian pengganti alat berat dibagi menjadi dua tipe, yaitu consumable dan non consumable. Kedua tipe ini memiliki komponen tertentu di dalamnya, antara lain.

1. Tipe Consumable 

Tipe ini membutuhkan penggantian secara rutin akibat keausan atau faktor lain. Komponen yang terdapat pada tipe ini, antara lain:

  • Fluida, seperti oli mesin, fluida hidrolik, pelumas, dan larutan pendingin
  • Undercarriage, seperti roller, track pad, link, pin, dan bushing
  • Bucket
  • Komponen filter, seperti filter udara, oli, hidrolik, dan bahan bakar
  • Komponen suspensi, seperti link rod dan bar bushing
  • Komponen rem, seperti cakram dan kampas rem

2. Tipe Non Consumable

Tipe ini cenderung lebih tahan lama dibandingkan tipe consumable, jadi tidak membutuhkan perawatan intens setiap saat. Komponen yang terdapat pada tipe ini secara otomatis mempengaruhi kinerja operasional alat berat. Adapun komponen tipe non consumable, antara lain:

  • Komponen mesin, seperti injektor, gasket, busi, dan sabuk
  • Sistem hidrolik, seperti katup, silinder, pompa, dan selang
  • Komponen kelistrikan, seperti kabel, sirkuit, dan penghubung elektro hidrolik
  • Drivetrain, seperti axle, differential, kotak transfer, dan alat penggerak
  • Sistem transmisi, seperti roda gigi, selector, output shaft, synchronizer, bagian kontrol modul, torque converter, bagian valve, dan kopling

Tipe-Tipe Spare Part Alat Berat Berdasarkan Sumbernya

Sementara berdasarkan sumbernya, tipe alat berat dibagi menjadi empat. Ada tipe Original Equipment Manufacturer (OEM), aftermarket, salvage, dan rebuilt.

1. Original Equipment Manufacturer (OEM)

Komponen ini dibuat secara khusus sesuai dengan jenis, tipe, dan kebutuhan alat berat, sehingga hasil kerjanya optimal. Setiap perusahaan alat berat besar pasti memiliki standar tertentu untuk menjaga kualitas komponen alat berat. Tak heran jika komponen yang masuk ke dalam tipe ini dibanderol dengan harga lebih mahal.

Jika ingin mencari harga terjangkau, Anda bisa melirik OEM bekas yang dijual di toko suku cadang. Namun, perlu diingat bahwa toko ini bukan toko resmi. Sebaiknya lihat rating toko sebelum membeli untuk mencegah adanya peredaran barang palsu atau tidak berkualitas.

2. Aftermarket

Komponen yang termasuk dalam tipe aftermarket diproduksi oleh pihak ketiga. Pihak ini membuat desain suku cadang agar terlihat mirip seperti aslinya. Tentunya, sesuai dengan jenis dan tipe alat berat. 

Harga yang ditawarkan ke konsumen lebih terjangkau dibandingkan OEM. Meski begitu, kualitasnya masih tetap bagus. Hanya saja, masa pakainya cenderung lebih pendek jadi perlu diganti secara rutin setelah beberapa bulan pemakaian.

3. Salvage

Suku cadang tipe salvage berasal dari alat berat yang sudah tidak digunakan akibat kerusakan yang cukup parah. Misalnya, terkena bencana alam, kecelakaan, dan kesalahan berat dari pengguna sebelumnya. Bagian pengganti alat berat tipe ini dibanderol dengan harga yang lebih murah dibandingkan tipe aftermarket, tapi sulit ditemukan karena stoknya cuma sedikit.

Komponen yang termasuk di dalam tipe salvage meliputi ban dan mesin. Untuk menjamin kualitas komponen, sebaiknya beli suku cadang di toko yang sudah terpercaya saja.

4. Rebuilt

Tipe yang terakhir disebut rebuilt atau dirakit ulang. Tipe ini berasal dari tipe OEM atau salvage bekas yang sudah rusak, tapi masih bisa diperbaiki dan digunakan kembali untuk kebutuhan proyek. Kualitas yang ditawarkan kurang lebih sama, tapi umur pakainya lebih pendek karena komponen yang digunakan bekas.

Baca Juga: Tips Perawatan Alat Berat dengan Benar

Cara Mudah Mengganti Spare Part Alat Berat

Setelah mengetahui pentingnya bagian pengganti alat berat dan tipe-tipenya, jangan lupa untuk mengetahui cara mudah menggantinya. Jika ada kerusakan di kemudian hari, Anda dapat mengidentifikasinya dengan mudah dan mampu memiliki suku cadang yang sesuai. Berikut ini beberapa tips yang bisa diterapkan.

1. Ketahui Tipe Suku Cadang yang Cocok

Tidak semua suku cadang ditujukan untuk semua tipe alat berat. Pastikan Anda mengetahui tipe mana yang paling cocok untuk alat berat guna menghindari kesalahan yang membuat kinerja alat berat kurang maksimal. Sebaiknya diskusikan hal ini kepada penjual spare part dan mintalah rekomendasi untuk dapatkan suku cadang terbaik.

2. Pilih yang Berkualitas

Suku cadang merupakan salah satu investasi untuk alat berat. Pilihlah yang berkualitas untuk mendukung kinerja sekaligus merawat mesinnya. Dengan begini, Anda bisa menghemat pengeluaran karena tidak perlu sering-sering mengganti suku cadang.

3. Beli dari Toko Terpercaya

Selalu percayakan suku cadang pada toko yang terpercaya dan memiliki reputasi terbaik di mata konsumen. Apalagi sekarang ini banyak beredar suku cadang palsu, jadi berhati-hatilah saat membeli. Jangan mudah tergiur dengan harga murah, tapi utamakan kualitasnya dulu.

Lakukan Uji Coba Suku Cadang Sebelum Membeli

Itu dia informasi seputar suku cadang yang perlu diketahui. Jangan lupa untuk melakukan uji coba sebelum membeli guna memastikan kualitasnya. Jika tidak sesuai, Anda bisa segera menggantinya dengan suku cadang lain untuk mencegah terjadinya kerusakan yang lebih parah. 

Memahami pentingnya asuransi alat berat adalah langkah krusial untuk melindungi investasi dan operasional bisnis Anda. Cermati Protect menawarkan produk asuransi umum terbaik yang dapat memberikan perlindungan menyeluruh untuk mesin dan alat berat Anda, memastikan aset berharga tetap aman dari berbagai risiko. Dapatkan informasi selengkapnya tentang produk asuransi umum dengan mengisi formulir dibawah ini!

5 Tips Mengatasi Sistem Hidrolik yang Rusak

5 Tips Mengatasi Sistem Hidrolik yang Rusak

Menggunakan alat berat untuk pekerjaan berat, seperti konstruksi dan pertambangan membuat pekerjaan selesai dalam waktu singkat. Agar hasilnya maksimal, jenis alat beratnya disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Jika tidak, justru akan menghambat pekerjaan dan mengakibatkan kerugian yang tidak diinginkan. 

Setiap alat berat dilengkapi dengan sistem hidrolik. Fungsinya untuk menggerakkan arm, sehingga material bisa diangkat dan dipindahkan ke tempat yang diinginkan. 

Jenis Alat Berat yang Menggunakan Hidrolik

Sistem hidrolik banyak ditemukan pada alat berat untuk industri konstruksi dan pertambangan. Untuk jenis-jenis alat beratnya adalah sebagai berikut:

DozerDozer merupakan alat berat yang digunakan untuk proyek konstruksi. Alat ini berfungsi untuk menggali dan menimbun material, seperti pasir, tanah, dan bebatuan. Ada dua tipe roda dozer yang ditemui di proyek konstruksi, yaitu dozer dengan roda kelabang dan roda karet.
CraneCrane merupakan alat berat untuk mengangkat dan memindahkan material, baik secara vertikal maupun horizontal. Alat ini banyak digunakan untuk pemindahan dalam skala besar karena memiliki daya angkut yang kuat. Crane dilengkapi dengan kabel, tali baja, dan rantai yang dioperasikan secara hidrolik maupun mekanis. 
CompactorAlat berat yang digunakan untuk menggilas, meratakan permukaan, dan memadatkan material, seperti pasir dan bebatuan adalah compactor. Tingkat kepadatannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan proyek. Compactor dilengkapi dengan roda yang terbuat dari besi atau tambahan pemberat, berupa air atau pasir.
TrukTruk adalah alat berat yang dilengkapi dengan sistem hidrolik. Alat ini berfungsi untuk mengangkut dan memindahkan berbagai material, seperti bebatuan, tanah, dan pasir ke tempat yang diinginkan. Besaran daya angkut cukup beragam, sesuai dengan tipe dan ukuran masing-masing truk. 
Motor GraderMotor grader atau sering disebut grader adalah alat berat yang berfungsi untuk meratakan jalan. Alat ini sering digunakan untuk pembangunan jalan raya. Grader memiliki 6 buah roda yang dilengkapi dengan pisau lebar (blade).
ExcavatorExcavator merupakan alat berat yang cukup populer karena fungsinya yang beragam. Bisa untuk menggali tanah, memindahkan material, mengeruk sungai, meratakan tanah, hingga menancapkan batang pondasi untuk proyek konstruksi. Excavator terdiri dari berbagai jenis di mana perbedaan di setiap jenisnya dapat dilihat dari bagian depannya.

Baca Juga: Ini Dia Jenis-jenis Alat Berat dan Fungsinya!

Penyebab Kerusakan pada Alat Berat

Alat berat yang digunakan secara berulang-ulang pasti berpotensi mengalami kerusakan. Selain karena masalah penggunaan, kerusakan biasanya disebabkan karena beberapa hal, seperti.

1. Mengabaikan Perawatan

Perawatan menjadi salah satu aktivitas wajib untuk meremajakan komponen alat berat. Perawatan dapat dilakukan satu kali atau dua kali dalam sebulan, tergantung kebutuhan dan tingkat penggunaan alat berat itu sendiri. Semakin sering digunakan, maka semakin sering perawatan harus dilakukan. 

Perawatan meliputi aktivitas pemeriksaan pada komponen-komponen alat berat. Jika terdapat kerusakan dini, maka kerusakan ini dapat diperbaiki dan waktu perbaikan yang dibutuhkan relatif singkat. Berbeda ketika kerusakannya sudah parah, waktu untuk memperbaikinya bisa mencapai 2-4 minggu. 

2. Bekerja Melebihi Kapasitas

Setiap alat berat memiliki kapasitas kerja masing-masing. Ada alat berat yang khusus diciptakan untuk kapasitas tinggi, ada juga yang rendah. Sebaiknya gunakan alat sesuai kapasitasnya untuk melindungi mesin dari kerusakan.

Kapasitas ini bukan hanya tentang berat beban yang diangkut, tapi juga batas waktu kerja. Alat berat yang bekerja selama 24 jam tanpa henti rentan mengalami kerusakan dibandingkan alat berat yang hanya bekerja 3-4 jam sehari. Jika memang sudah tidak digunakan, matikan mesinnya agar bisa beristirahat sebelum digunakan kembali keesokan hari. 

3. Operator Kurang Handal

Penyebab terakhir adalah karena operator kurang handal dalam mengoperasikan alat berat. Bisa jadi karena ada tools digunakan untuk fungsi yang salah atau lain sebagainya. Maka dari itu, pelatihan sangat diperlukan guna meningkatkan kemampuan dan kapabilitas operator dalam bekerja.

Selain lebih mengenal komponen alat berat, pelatihan akan mengajarkan tentang cara mengenal tanda-tanda bahaya, pentingnya alat pelindung diri saat bekerja, dan teknik mengoperasikan alat berat dengan aman. Jadi, alat berat dapat beroperasi secara maksimal dan tidak membahayakan orang lain.

Tanda-Tanda Kerusakan pada Sistem Hidrolik

Sistem hidrolik terdiri dari beberapa komponen utama, seperti tangki, control valve, pompa hidrolik, aktuator, dan main relief valve. Kerusakan pada salah satu komponen ini biasanya dimulai dengan tanda-tanda tertentu, seperti.

1. Sistem Berhenti Tiba-tiba

Tanda yang pertama adalah saat sistem hidrolik berhenti secara tiba-tiba. Segera periksa sehingga mesin dapat ditindaklanjuti. Selain menghindari kerusakan besar, penanganan cepat membantu proyek berjalan seperti biasanya tanpa terhambat. 

2. Getaran yang Berlebihan

Jika terjadi getaran yang berlebihan saat mesin dihidupkan, berarti ada kelainan di bagian mesin. Hal ini bisa disebabkan karena volume kerja pompa hidrolik berlebihan atau pompa kumparan mengalami kerusakan. Segera cari tahu sumbernya, lalu perbaiki. 

3. Terdengar Suara Asing

Saat mesin dihidupkan, coba dengar suara mesinnya dengan saksama. Jika ada bunyi asing, ini pertanda bahwa sistem hidrolik sedang mengalami kerusakan. Lakukan pemeriksaan lebih lanjut siapa tahu ada kerusakan di bagian lain. 

4. Mengeluarkan Bau Asing

Tidak hanya mesin kendaraan bermotor, tapi mesin alat berat juga mengeluarkan bau saat dihidupkan. Tapi jika baunya berbeda dari biasanya, misalnya bau terbakar, ini adalah indikasi bahwa mesinnya sedang mengalami kerusakan. Sebaiknya matikan mesin terlebih dahulu untuk memudahkan pengecekan lebih lanjut.

5. Tekanan pada Sistem Hidrolik Menurun

Tekanan sistem hidrolik yang menurun juga menjadi indikasi bahwa sistemnya sedang tidak baik-baik saja. Menurunnya tekanan bisa disebabkan karena saluran piston dan spool kotor, kinerja mesin berlebihan, dan udara yang masuk ke mesin berlebihan. Sebaiknya periksa sistem hidrolik dan komponen lainnya satu per satu, lalu perbaiki atau ganti jika memang diperlukan. 

Baca Juga: 10 Macam Alat Berat Serta Harganya!

5 Cara Mengatasi Sistem Hidrolik yang Rusak

Kerusakan pada mesin hidrolik akan menghambat penyelesaian proyek. Untuk mengatasinya, silakan lakukan lima cara berikut ini. 

1. Menjaga Kebersihan Sistem Hidrolik

Mesin hidrolik membutuhkan perawatan rutin, bahkan perlu perawatan harian setelah alat berat selesai digunakan. Komponen yang paling banyak bekerja adalah komponen yang rentan kotor, jadi perlu mendapat perhatian khusus.

Hindari kontaminasi dengan peralatan lain, apalagi kotoran. Sebab, hal ini dapat mengakibatkan kerusakan mesin. Salah satunya adalah korosi atau mesin berkarat. 

2. Menambah Oli atau Cairan Hidrolik

Jika level oli pada sight glass berkurang, maka olinya perlu ditambah agar garisnya mencapai batas yang ditentukan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menambah oli atau cairan hidrolik, di antaranya:

  • Pastikan oli yang ada pada sistem hidrolik bersih
  • Bersihkan tutup tangki sebelum dibuka
  • Ambil oli, lalu tuangkan menggunakan wadah yang bersih
  • Setelah oli dituang, tutup kembali serapat mungkin

3. Mengganti Oli atau Cairan Hidrolik

Sebelum mengisi oli baru ke dalam tangki hidrolik, sebaiknya kuras habis oli yang lama. Pengurasan bertujuan untuk membersihkan kotoran atau partikel halus yang ada di dalam oli, seperti debu, oksida oli, dan kelupasan logam. Setelah itu, maka bersihkan tangki hidrolik menggunakan oli khusus pembilas.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mengganti oli atau cairan hidrolik, di antaranya:

  • Pembilasan secara menyeluruh membutuhkan waktu 4-48 jam
  • Isi oli baru hanya saat tangki hidrolik sudah bersih total
  • Gunakan oli bawaan mesin alat berat
  • Tutup tangki rapat-rapat agar tidak kemasukan debu atau kotoran

4. Membersihkan Filter Secara Rutin

Filter adalah komponen yang berfungsi untuk menyaring kotoran agar sistem hidrolik tidak terkontaminasi dengan debu atau kotoran. Proses membersihkan filter dapat dilakukan setiap hari saat perawatan harian atau sesuai jadwal yang sudah ditentukan. 

Tekanan di dalam dan di luar filter menjadi lebih kecil jika filter dalam keadaan bersih. Tapi jika filter kotor, maka tekanan menjadi lebih tinggi. Jika mencapai batas penyetelan relief valve, maka relief valve akan terbuka.

5. Melakukan Pencatatan Harian

Tips terakhir adalah melakukan pencatatan harian, tepat setelah melakukan perawatan. Catatan berisi riwayat tertulis tentang kondisi terakhir dari sistem hidrolik maupun komponen lainnya. 

Sebaiknya gunakan GPS atau perangkat pelacakan lainnya untuk memudahkan proses pemantauan sistem hidrolik atau komponen alat berat. Jika ada masalah yang terdeteksi, maka bisa segera diselesaikan dengan memperbaiki atau mengganti komponen yang rusak sebelum kerusakan semakin parah.

Pelajari Sistem Hidrolik untuk Memudahkan Perawatan

Itu dia jenis, penyebab kerusakan, tanda-tanda kerusakan, dan cara mengatasi kerusakan pada sistem hidrolik. Sebaiknya pelajari sistem hidrolik dengan baik, seperti cara kerjanya agar mendeteksi kerusakannya menjadi mudah. Jangan lupa lakukan perawatan secara berkala agar mesin alat berat senantiasa awet.

Cermati Protect menyediakan asuransi umum yang menyediakan asuransi alat berat terbaik, yang memastikan perlindungan optimal untuk aset berharga Anda. Dapatkan informasi selengkapnya mengenai produk asuransi alat berat Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah in!

Jenis Rough Terrain Crane Tadano dan Telescopic Boom Cargo Crane

Jenis Rough Terrain Crane Tadano dan Telescopic Boom Cargo Crane

Crane merupakan salah satu alat berat yang banyak digunakan untuk proyek konstruksi dan pertambangan. Fungsi alat ini adalah untuk memindahkan, mengangkat, dan menurunkan material yang bobotnya berat. Sistem yang digunakan adalah hidrolik, sehingga crane dapat melakukan tugasnya melebihi kekuatan manusia. 

Kehadiran crane dipercaya memudahkan pekerjaan manusia, apalagi dengan arm yang dapat berputar hingga 360 derajat. Crane tertentu bahkan memiliki daya angkat maksimum dengan luas jangkauan pemindahan hingga puluhan meter. 

7 Jenis Crane Berdasarkan Fungsinya

Pada dasarnya, crane memiliki fungsi yang berbeda-beda sesuai jenisnya. Terdapat 7 jenis crane yang sering digunakan dalam proyek konstruksi maupun pertambangan, di antaranya.

Hydraulic CraneHydraulic crane merupakan jenis crane yang banyak digunakan untuk pergudangan dan perbengkelan. Struktur yang dimiliki crane ini cukup sederhana. Meski demikian, crane ini mampu berputar hingga 180 derajat dengan jarak jangkauan yang jauh. 
Crawler CraneCrawler crane merupakan mobile crane yang banyak ditemukan pada proyek konstruksi. Disebut crawler karena crane ini memiliki roda-roda berantai yang membantu crane untuk bekerja di tempat yang sulit dijangkau. Alat ini dilengkapi dengan boom yang luas jangkauannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan. 
Cargo CraneCargo crane merupakan jenis crane yang banyak ditemui di proyek konstruksi. Alat ini berfungsi untuk mengangkat dan memindahkan material, baik yang kecil maupun besar. Salah satu keistimewaan dari crane ini adalah dapat dijadikan carrier saat dipasangkan dengan truk, sehingga material dapat dipindahkan ke area yang lebih jauh.
Mobile CranJenis crane selanjutnya adalah mobile crane. Jika dibandingkan dengan crane lainnya, mobile crane lebih fleksibel karena dapat ditancapkan di beberapa tempat dengan jangkauan yang lebih luas. Mobile crane dapat ditemui di proyek pertambangan maupun konstruksi. 
Jib CraneJenis crane yang memiliki lengan berbentuk horizontal yang dapat dinaikkan atau diturunkan dinamakan jib crane. Crane ini banyak digunakan untuk ruang kerja yang terbatas, seperti bengkel dan pabrik. Jib crane sering dipasang langsung pada kendaraan bermotor maupun truk untuk mengangkat beban.
Hoist CraneBerbeda dengan jib crane, hoist crane dirancang dengan lengan berbentuk vertikal. Fungsi utama dari crane ini adalah untuk menaikkan dan menurunkan material dengan ketinggian tertentu. Crane sering ditemukan di dalam pabrik, gudang, maupun tempat yang memiliki dinding yang dilengkapi dengan rantai atau kabel. 
Crane TerapungCrane terakhir yang khusus dirancang untuk wilayah perairan bernama crane terapung. Crane digunakan untuk pembangunan jembatan dan pelabuhan. Salah satu kelebihan crane ini dibandingkan crane lain adalah daya angkutnya yang bisa mencapai 9.000 ton.

Baca Juga: Jenis dan Prosedur Sertifikasi Crane

8 Jenis Rough Terrain Crane Tadano

Rough Terrain Crane Tadano via tadano.com

Rough terrain crane adalah jenis crane yang cocok digunakan untuk medan yang sulit karena dirancang dengan kapabilitas dan daya manuver tinggi. Kapasitas yang dapat dimuat crane ini antara 30-145 ton. Sampai saat ini, terdapat 8 jenis rough terrain crane yang diproduksi oleh Tadano, di antaranya.

Tadano GR-300EXCrane ini hadir dengan panjang antara 9,7 meter sampai 31 meter. Alat ini memiliki boom 4 section dengan daya angkat 30 ton. Mesinnya dilengkapi dengan sistem eco-mode untuk mengurangi konsumsi bahan bakar dan produksi emisi karbondioksida.
Tadano GR-500EXLGR-500EXL merupakan salah satu crane andalan dari Tadano yang juga menggunakan sistem mesin eco-mode. Crane ini menggunakan jib tipe underslung, sehingga posisinya mudah diatur walau di daerah sempit. Boom pada crane ini memiliki panjang 42 meter, daya angkatnya 51 ton, dan tingkat kecepatan mencapai 48 km per jam.
Tadano GR-700EX-4Salah satu crane dari Tadano yang memiliki daya angkat hingga 70 ton. Crane dirancang dengan sistem kabin yang nyaman guna meningkatkan kenyamanan operator saat mengoperasikan crane. Selain itu, mesinnya dirancang khusus untuk tipe jalanan yang tidak rata dan sempit, sehingga crane dapat beroperasi secara optimal.
Tadano GR-900EX-4Sama seperti tipe 700EX-4, crane GR900EX-4 juga dirancang dengan kabin yang nyaman dengan daya angkat hingga 90 ton. Panjang boom pada crane adalah 47 meter, sedangkan panjang jib-nya 17,7 meter. Boom terbuat dari baja yang memiliki tensile tinggi yang dapat meningkatkan kekuatan boom saat crane dioperasikan.
Tadano GR1000EX-4Alat ini dilengkapi dengan sistem Automatic Moment Limiter (AML-E) yang canggih. Terdapat pula fitur waktu stand by sebelum mesin dimatikan, yaitu MIN, MID, dan MAX. Panjang boom dari crane ini adalah 12,8 meter sampai 51 meter dengan daya angkat 100 ton.
Tadano GR-600EXCrane GR-600EX hadir dengan 5 boom section yang memiliki panjang 43 meter dan jib sepanjang 17 meter. Daya angkat dari crane ini mencapai 60 ton. Crane dirancang dengan sistem eco-mode yang ramah lingkungan.
Tadano GR-1100EXCrane yang satu ini dilengkapi dengan fitur terbaru, seperti Hello Net. Fitur ini berfungsi untuk memantau aktivitas crane melalui sebuah satelit. Terdapat pula fitur eco-mode yang ramah lingkungan, positive control untuk mengontrol kinerja pompa hidrolik, dan fuel monitoring untuk memantau konsumsi bahan bakar.
Tadano GR-1450EXCrane dari Tadano yang terakhir adalah seri GR-1450EX yang disebut memiliki kemampuan paling besar di antara yang lainnya. Alat ini memiliki boom yang panjangnya mencapai 61 meter dengan daya angkat 145 ton. Alat ini sudah terintegrasi dengan sistem Hello Net, sehingga kinerjanya mudah dipantau melalui satelit. 

Baca Juga: Tower Crane: Pengertian, Jenis, Cara Pemasangan, dan Asuransi Terbaik

Telescopic Boom Cargo Crane

Telescopic Boom Cargo Crane via tadano.com

Selain rough terrain crane, ada pula yang namanya boom cargo crane. Seperti namanya, kargo jenis ini menggunakan boom tipe teleskopik dengan kapasitas 3-15 ton. Terdapat 6 jenis telescopic boom cargo yang ditawarkan di pasaran, di antaranya.

Seri TM-ZE300 Seri crane teleskopik pertama adalah TM-ZE300. Seri ini memiliki struktur boom yang terbuat dari material besi yang kuat. Crane hadir dengan bentuk pentagon yang unik.

Sistem ini dilengkapi dengan sistem hook-in untuk memudahkan proses penyimpanan hook saat crane selesai digunakan. Panjang boom sekitar 3,52 meter sampai 12,3 meter. Sedangkan daya angkat maksimalnya adalah 3 ton.
Seri TM-ZT820HSalah satu teleskopik crane yang cocok untuk proyek pertambangan, konstruksi, minyak, dan gas. Crane dilengkapi dengan sistem hook-in yang dapat menyimpan hook secara otomatis saat tidak digunakan. Sehingga pemakaian crane menjadi efisien dan tentunya lebih aman.

Panjang boom pada crane ini adalah 4,4 meter sampai 15,92 meter. Daya angkat maksimalnya mencapai 8 ton, 5 ton lebih besar dibandingkan seri TM-ZE300.
Seri TM-ZE550Sama seperti dua tipe teleskopik boom di atas, seri TM-ZE550 juga dilengkapi dengan sistem hook-in. Crane ini dibuat menggunakan material besi yang sangat kuat, sehingga mampu menahan beban berat. Bentuknya dibuat menyerupai bentuk pentagon.

Kapasitas maksimal yang dapat diangkatnya adalah 5 ton. Sedangkan panjang boom mencapai 13,34 meter.
Seri TM-ZX1200Seri selanjutnya adalah TM-ZX1200. Seri ini hadir dengan daya angkut maksimal sebesar 12 ton dilengkapi dengan boom sepanjang 16 meter. Seri ini memiliki dilengkapi dengan sistem 5 boom section
Seri  TM-ZT1000Seri TM-ZT1000 juga sudah dilengkapi dengan sistem hook-in pada boom-nya. Daya angkat maksimalnya sebesar 10 ton dengan boom sepanjang 4,4 meter sampai 15,92 meter. Salah satu kelebihan boom tipe ini adalah sudah dilengkapi dengan sistem equalizer yang berfungsi untuk mengurangi kerusakan di bagian chassis crane.
Seri TM-ZX1500Seri boom teleskopik terakhir adalah TM-ZX1500 yang sudah dilengkapi dengan remote control. Fungsinya untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kinerja boom saat dioperasikan. Selain itu, terdapat pula sistem keamanan berbasis Automatic Moment Limiter.

Daya angkat maksimalnya adalah sebesar 15 ton. Panjang boom adalah 5,3 meter sampai 18,5 meter. Tak heran jika seri ini dinobatkan sebagai seri teleskopik terbesar di kelasnya. 

Baca Juga: Ini Dia Jenis-jenis Alat Berat dan Fungsinya!

Pilihlah Alat Berat dengan Daya Purna Jual Tinggi

Itu dia jenis rough terrain dan telescopic boom cargo crane yang perlu diketahui. Perlu diingat bahwa harga alat berat di atas cukup mahal. Pastikan Anda memilih alat berat yang sesuai dengan kebutuhan proyek untuk memaksimalkan penggunaan budget selama proyek berlangsung.

Selain itu, pilihlah alat berat yang memiliki daya purna jual tinggi. Jika sewaktu-waktu alat berat tidak digunakan lagi, Anda bisa menjualnya dengan harga yang tinggi sebelum menggantinya dengan alat berat baru. Jangan lupa untuk sematkan asuransi alat berat pada setiap alat berat yang dimiliki untuk meminimalisir budget saat perawatan.

Cermati Protect menyediakan asuransi umum terbaik yang terdapat produk asuransi alat berat untuk melindungi aset mesin/alat berat dari risiko kerusakan, kehilangan dan finansial untuk pemilik aset. Pelajari selengkapnya dengan mengisi formulir dibawah ini!