Mengenal Alat Berat Ramah Lingkungan yang Semakin Banyak Digunakan

Mengenal Alat Berat Ramah Lingkungan yang Semakin Banyak Digunakan

Alat berat ramah lingkungan menjadi salah satu solusi yang diharapkan bisa meminimalisir tingkat kerusakan lingkungan. Sebagai negara yang sedang berkembang, Indonesia sendiri menjadi wilayah yang sangat banyak menggunakan berbagai jenis alat berat.

Penggunaan berbagai alat berat ini menyumbang cukup banyak gas emisi karbon yang pada akhirnya berkontribusi menimbulkan pemanasan global. Hal inilah yang menjadi pertimbangan, mengapa sangat penting untuk menggunakan alat berat yang lebih ramah lingkungan.

Apa itu Alat Berat Ramah Lingkungan?

Alat Berat Ramah Lingkungan 

Alat berat ramah lingkungan merupakan jenis alat berat yang didesain secara khusus untuk menggunakan konsumsi bahan bakar yang lebih efisien, jika dibandingkan dengan alat berat pada umumnya. Penggunaan bahan bakar yang efisien ini akan meminimalisir emisi karbon selama penggunaannya. 

Penggunaan alat berat di tanah air terbilang sangat tinggi, terutama untuk sektor pembangunan, pertambangan dan juga perkebunan. Indonesia bahkan tercatat sebagai salah satu negara penyumbang gas emisi terbesar di dunia, yakni sampai 2% dari keseluruhan gas emisi yang dihasilkan secara global. 

Jika melihat angka tersebut, maka kita tentu patut khawatir akan terjadinya kerusakan lingkungan yang semakin parah di masa mendatang. Kondisi ini bisa saja membawa banyak dampak negatif bagi lingkungan, termasuk menimbulkan kerusakan yang membahayakan dalam skala besar. 

Pada dasarnya, emisi gas rumah kaca sendiri bisa ditimbulkan oleh banyak hal, seperti: jumlah penggunaan kendaraan bermotor yang sangat tinggi, jumlah pabrik yang terlalu banyak, termasuk penggunaan alat-alat berat dalam jumlah besar pada berbagai sektor industri. 

Sedangkan dampak yang ditimbulkan oleh emisi gas rumah kaca ini juga sangat mengkhawatirkan, antara lain: terjadinya pemanasan global, terjadinya kenaikan pada permukaan air laut, meningkatnya jumlah curah hujan, terjadinya banjir rob di kawasan pesisir, dan yang lainnya. 

Di antara banyak upaya yang dilakukan untuk mencegah kerusakan lingkungan, penggunaan alat berat yang ramah lingkungan diharapkan bisa memberikan perubahan positif. Namun sebagaimana penerapan peralatan modern pada umumnya, pengadaan alat berat berjenis seperti ini tentu akan membutuhkan biaya yang lebih besar. 

Di lain sisi, produsen alat-alat berat berupaya dengan keras untuk menciptakan berbagai peralatan yang lebih canggih dan ramah lingkungan. Hal ini akan memberi peluang bagi perusahaan-perusahaan pengguna alat berat untuk lebih mudah mendapatkan alat berat yang ramah lingkungan di tanah air. 

Baca Juga: Jenis Alat Berat Untuk Konstruksi Jalan, Ada Apa Saja?

Keuntungan Penggunaan Alat Berat Ramah Lingkungan

Mengurangi jumlah gas emisi global merupakan tugas seluruh elemen masyarakat, termasuk para pebisnis yang menggunakan berbagai alat berat. Tingkat kerusakan lingkungan yang semakin tinggi adalah peringatan keras bagi kita untuk lebih bijak dalam menjalankan praktik bisnis yang lebih baik kedepannya.

Dibutuhkan berbagai upaya untuk mencegah terjadinya kerusakan lingkungan yang lebih parah, salah satunya dengan penggunaan alat berat daur ulang yang ramah lingkungan. Hampir sama dengan penggunaan kendaraan yang ramah lingkungan lainnya, penggunaan alat berat ini juga akan lebih menguntungkan.

Selain itu, sejumlah perusahaan alat berat juga gencar menciptakan berbagai alat berat yang berkelanjutan. Berbagai alat berat ini ini tentu akan menerapkan teknologi terkini yang memungkinkannya lebih ramah terhadap lingkungan dan minim kontribusi terhadap emisi gas rumah kaca. 

Berikut ini adalah beberapa keuntungan yang bisa didapatkan dari penggunaan alat berat daur ulang yang ramah lingkungan: 

1. Harga yang Lebih Murah 

Pengadaan alat berat daur ulang yang memberikan keuntungan tersendiri bagi perusahaan. Harga alat berat ini pada umumnya lebih murah, jika dibandingkan dengan harga alat berat yang baru. Perusahaan bisa menghemat biaya pembelian alat berat ini, sehingga dana yang tersisa bisa dialokasikan untuk kebutuhan lainnya. Hal ini akan memungkinkan perusahaan bisa berkembang dengan lebih pesat.

2. Penggunaan Bahan Bakar yang Lebih Efisien 

Alat berat daur ulang juga akan menggunakan bahan bakar secara efisien, namun tetap bisa memberikan kinerja yang baik selama penggunaannya. Hal ini mungkin tampak sederhana, namun bisa memberikan dampak positif pada gas emisi buangannya. Semakin sedikit penggunaan bahan bakarnya, maka emisi gas rumah kaca yang ditimbulkan juga tentu akan semakin kecil, dan hal ini akan berdampak positif untuk mencegah pemanasan global. 

3. Memenuhi Tanggung Jawab Sosial 

Penggunaan alat berat yang ramah lingkungan akan memungkinkan perusahaan bisa memenuhi tanggung jawab sosialnya terhadap masyarakat luas. Kontribusi dalam mencegah kerusakan lingkungan merupakan salah satu bukti praktik bisnis yang etis dan sehat. Hal ini bisa dilakukan dalam berbagai bentuk, salah satunya dengan menggunakan alat-alat berat yang ramah lingkungan dan tidak menimbulkan banyak polusi. 

4. Memaksimalkan Keuntungan Perusahaan

Penggunaan alat berat daur ulang yang ramah lingkungan akan memungkinkan perusahaan mengeluarkan biaya pembelian yang lebih kecil, jika dibandingkan dengan pengadaan alat berat dalam kondisi baru. Hal ini sekaligus akan memungkinkan perusahaan memaksimalkan keuntungan dari bisnis yang sedang mereka jalankan. Semakin kecil pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan, maka akan semakin banyak juga uang yang bisa dihemat. 

5. Meningkatkan Kualitas Produk 

Saat menggunakan alat berat yang ramah lingkungan, maka perusahaan memiliki peluang untuk menghasilkan produk-produk yang berkelanjutan. Hal ini akan berpeluang meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan, sehingga produk tersebut bisa memiliki nilai jual yang lebih baik, jika dibandingkan dengan produk sejenis lainnya yang ada di pasaran.  

Baca Juga: 10 Jenis Alat Berat untuk Konstruksi Bangunan

Tips Penggunaan Alat Berat Ramah Lingkungan 

Alat Berat Ramah Lingkungan 

Pada dasarnya, ada banyak perusahaan alat berat yang sudah mengeluarkan produk-produk alat berat yang ramah lingkungan. Hal ini tentu akan memudahkan dan menjadi keuntungan tersendiri, di mana ada banyak produk alat berat ramah lingkungan yang bisa ditemukan di pasaran. 

Namun sebagaimana pembelian peralatan lainnya, sangat penting untuk jeli dalam memilih alat berat ramah lingkungan ini sejak awal. Hal ini untuk memastikan bahwa peralatan tersebut kelak bisa digunakan dengan baik dan memberikan manfaat yang maksimal bagi perusahaan.

Berikut ini adalah beberapa tips penggunaan alat berat yang ramah lingkungan: 

1. Pilih yang Memenuhi Standar Emisi 

Sebagaimana yang dijabarkan di atas, ada banyak perusahaan yang mengeluarkan alat berat yang ramah lingkungan. Namun jika menginginkan yang terbaik, maka pastikan untuk memilih alat berat ramah lingkungan yang sudah memenuhi standar emisi dengan baik. Selain itu, pastikan juga alat berat tersebut sudah mematuhi semua regulasi terkait lingkungan yang ditetapkan oleh pihak berwenang. 

2. Pilih yang Penggunaan Bahan Bakarnya Efisien 

Penggunaan bahan bakar yang efisien akan memungkinkan alat berat mengeluarkan gas emisi yang rendah, sehingga tidak menimbulkan pencemaran yang buruk bagi lingkungan. Penting untuk memilih alat berat yang menggunakan bahan bakar secara efisien sejak awal. 

3. Pertimbangkan yang Menggunakan Teknologi Hybrid 

Jika memungkinkan pilihlah alat berat ramah lingkungan yang menggunakan teknologi hibrida (listrik) di dalam penggunaannya. Alat berat yang seperti ini akan meminimalisir emisi gas buangan dan sekaligus mengurangi penggunaan bahan bakar fosil yang menimbulkan banyak polusi. 

Namun jika membeli alat berat yang menggunakan bahan bakar jenis diesel, maka pastikan untuk menggunakan diesel yang sudah memiliki formula lebih bersih, sehingga tidak menimbulkan banyak polusi di dalam penggunaannya.

4. Lakukan Perawatan Rutin 

Sama seperti penggunaan mesin pada umumnya, alat berat ramah lingkungan juga akan membutuhkan pemeliharaan secara berkala. Lakukanlah perawatan rutin dan pantau juga kinerja alat berat tersebut. Hal ini akan memudahkan pengawasan dan perawatan atau perbaikan (jika sewaktu-waktu tindakan tersebut dibutuhkan).

5. Lakukan Pelatihan Operator 

Penggunaan alat berat ramah lingkungan yang baik tentu harus dilakukan oleh seorang operator yang andal. Penting untuk memberikan pelatihan yang memadai kepada operator, sebelum akhirnya yang bersangkutan mengoperasikan alat berat. Selain keselamatan, operator juga harus memiliki pemahaman yang baik terkait pencegahan kerusakan lingkungan saat menggunakan alat berat. 

Baca Juga: 7 Kerusakan Alat Berat yang Wajib Diwaspadai

Gunakan Alat Berat Ramah Lingkungan dan Aman

Penggunaan alat berat ramah lingkungan merupakan kebutuhan tersendiri dalam berbagai industri. Selain mencegah terjadinya kerusakan lingkungan, alat berat ini juga diharapkan bisa membantu pengusaha untuk berkontribusi dalam mengurangi gas emisi karbon. Pilih dan gunakan alat berat ramah lingkungan yang tepat sebagai kontribusi nyata terhadap lingkungan dan bumi yang lebih baik.

Penggunaan alat berat ramah lingkungan adalah langkah positif menuju keberlanjutan industri. Namun, untuk melindungi investasi Anda dari berbagai risiko, asuransi alat berat menjadi sangat penting. Cermati Protect menyediakan produk asuransi umum terbaik yang dirancang untuk melindungi alat berat, termasuk yang ramah lingkungan, dari berbagai risiko seperti kerusakan dan kehilangan, sehingga Anda dapat beroperasi dengan lebih aman dan tenang.

Silahkan isi formulir dibawah ini untuk mengetahui informasi selengkapnya mengenai produk asuransi umum Cermati Protect

Hydraulic Breaker: Fungsi, Jenis dan Sistem Kerjanya

Hydraulic Breaker: Fungsi, Jenis dan Sistem Kerjanya

Hydraulic breaker merupakan alat berat yang juga dikenal dengan nama hydraulic hammer. Alat berat yang satu ini memiliki kemampuan yang baik dalam menghancurkan berbagai material keras, mulai dari beton, hingga batu dan yang lainnya. 

Dikenal sebagai alat berat dengan spesialisasi penghancur material keras, hydraulic breaker memang banyak digunakan untuk kegiatan pertambangan, proyek konstruksi dan aktivitas industri lainnya yang membutuhkan proses penghancuran material-material keras. 

Apa Itu Hydraulic Breaker

Hydraulic Breaker

Hydraulic breaker adalah alat berat yang biasa dipakai untuk menghancurkan berbagai material keras dengan menggunakan tekanan hidrolik yang dihasilkan oleh mesinnya. Ada banyak jenis material yang bisa dihancurkan alat ini, mulai dari batu, beton, dan yang lainnya. 

Penggunaan hydraulic breaker pada proyek konstruksi maupun pertambangan akan jauh lebih efisien, jika dibandingkan dengan saat mengandalkan tenaga manusia secara manual. 

Tujuan penggunaan hydraulic breaker tentu jelas, yakni untuk mempermudah pekerjaan manusia. Hal ini juga akan sekaligus menghemat biaya dan juga waktu kerja, sehingga pekerjaan bisa selesai dengan baik dan sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan sejak awal. 

Tidak hanya dalam pekerjaan yang berskala besar, hydraulic breaker juga kerap digunakan untuk menangani pekerjaan-pekerjaan kecil lainnya. Hal ini tentu disesuaikan dengan kapasitas alat berat tersebut, sehingga hydraulic breaker bisa memberikan manfaat maksimal dalam setiap proyek yang dikerjakan. 

Apa Saja Fungsi Hydraulic Breaker

Penggunaan alat berat tentu harus disesuaikan dengan jenis pekerjaan yang akan ditangani, termasuk saat menggunakan hydraulic breaker. Hal seperti ini sangat penting, untuk memastikan alat berat tersebut bisa bekerja dengan baik untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. 

Berikut ini adalah beberapa fungsi hydraulic breaker yang bisa dimanfaatkan secara maksimal: 

1. Memecah Batu dan Beton

Fungsi utama dari hydraulic breaker adalah sebagai alat pemecah atau penghancur. Alat berat ini biasa digunakan untuk memecahkan berbagai material keras yang berukuran besar menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, seperti: batu, beton dan yang lainnya. 

Proses pemecahan batu seperti ini biasanya banyak dilakukan dalam tahap konstruksi bangunan, jalan raya, dan juga jenis infrastruktur yang lainnya. Pemecahan menggunakan alat berat hydraulic breaker akan membuat pekerjaan jadi lebih mudah dan cepat. 

2. Membersihkan Area Konstruksi

Hydraulic breaker juga bisa dimanfaatkan untuk membersihkan area konstruksi dari berbagai material yang tidak lagi dibutuhkan, seperti pecahan beton dan yang lainnya. Hal ini akan memungkinkan proyek konstruksi berjalan dengan lebih aman dan lancar. 

Selain itu, alat berat yang satu ini juga sering digunakan untuk membantu pekerjaan penebangan yang dilakukan di kawasan hutan. Proses ini biasanya menjadi pekerjaan awal dalam tahap penambangan yang pada umumnya banyak dilakukan di wilayah hutan. 

3. Pemeliharaan Jalan Raya 

Sebagai alat berat yang bisa menghancurkan bebatuan dengan baik, hydraulic breaker juga bisa digunakan dalam proses pemeliharaan jalan raya. Alat berat ini akan membantu mengelupas dan menghancurkan lapisan aspal maupun beton yang mengalami kerusakan, sehingga bisa diganti dengan lapisan baru. 

4. Proses Penambangan

Proses penambangan juga akan lebih mudah dengan mengandalkan hydraulic breaker. Alat ini bisa digunakan untuk membantu proses pengeboran, di mana batuan dan material besar harus dipecah terlebih dahulu. Pecahan material ini kemudian diangkut ke titik tertentu atau pusat pengolahan, sehingga penambangan bisa dilakukan. 

Baca Juga: Jenis Alat Berat Untuk Konstruksi Jalan, Ada Apa Saja?

Apa Saja Jenis Hydraulic Breaker?

Hydraulic breaker merupakan alat berat yang bisa digunakan untuk memecah atau menghancurkan berbagai material keras. Sebagaimana peralatan berat lainnya, penggunaan breaker juga tentu harus disesuaikan dengan kebutuhan, agar alat ini bisa bekerja dengan maksimal.

Berikut ini adalah 2 jenis hydraulic breaker yang bisa digunakan untuk mempermudah pekerjaan proyek dan yang lainnya: 

1. Hand Held Hydraulic Breaker

Ini merupakan jenis breaker yang memiliki ukuran kecil dan terdiri dari sebuah kesatuan yang utuh. Artinya, hand held hydraulic breaker ini bisa digunakan secara mandiri, tanpa membutuhkan tambahan alat lainnya sama sekali, sehingga alat ini lebih praktis dan mudah digunakan. 

Jika melihat ukuran yang terbilang kecil, jelas alat berat yang satu ini juga hanya mampu memberikan tenaga yang kecil, jika dibandingkan dengan breaker lainnya. Namun meski berukuran kecil, alat ini tetap memiliki fungsi yang sama dengan excavator breaker

2. Hydraulic Breaker Excavator

Berbeda dengan jenis sebelumnya, ini merupakan jenis hydraulic breaker yang didesain khusus untuk dipasangkan dengan excavator atau backhoe. Artinya, saat akan digunakan, maka alat berat yang satu ini membutuhkan alat berat lainnya sebagai pendukung. 

Hydraulic breaker excavator bisa ditemukan dalam beberapa kapasitas yang berbeda-beda, sehingga penggunaan alat berat ini terbilang fleksibel dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Namun di lain sisi, kapasitasnya yang terbilang besar membuat alat berat ini jarang digunakan untuk proyek-proyek kecil. 

Pemasangan hydraulic breaker pada excavator maupun backhoe bertujuan untuk mempermudah breaker untuk menjangkau dan menghancurkan material-material yang akan ditangani. Kinerja breaker ini akan maksimal, jika bisa dipasangkan pada alat berat pendukung yang kapasitasnya sepadan. 

Bagaimana Cara Kerja Hydraulic Breaker

Seperti alat berat pada umumnya, hydraulic breaker juga tentu akan bekerja dengan cara tersendiri. Tahap-tahap yang benar akan membantu alat berat yang satu ini bisa bekerja secara maksimal. 

Berikut ini adalah beberapa tahap yang perlu dilakukan saat akan menggunakan hydraulic breaker

  • Siapkan hydraulic breaker dan pastikan setiap komponennya dalam kondisi baik serta layak untuk digunakan. 
  • Arahkan chisel pada posisi yang tegak lurus dengan material yang akan dikerjakan. 
  • Nyalakan hydraulic breaker dan aturlah rpm mesinnya, sehingga bisa digunakan sekitar 5 CM dari posisi material. Pada posisi ini, alat berat tersebut sudah benar-benar siap untuk dipergunakan. 
  • Tekan bagian chisel untuk mengoperasikan hydraulic breaker pada permukaan yang akan dikerjakan.
  • Pastikan untuk selalu melakukan pengontrolan dengan baik, agar hydraulic breaker bisa bekerja dengan maksimal. 
  • Sebagaimana alat berat lainnya, penggunaan hydraulic breaker memang sebaiknya dilakukan oleh operator yang ahli dan berpengalaman. 

Baca Juga: Tips Memilih Alat Berat untuk Proyek

Keuntungan Menggunakan Hydraulic Breaker

Hydraulic Breaker Via forconstructionpros.com

Secara garis besar, penggunaan alat berat pada umumnya bertujuan untuk mempermudah manusia dalam melakukan berbagai pekerjaan. Hal yang sama juga berlaku pada hydraulic breaker, di mana alat ini bisa memberikan banyak manfaat ketika digunakan dengan maksimal.

Berikut ini adalah beberapa keuntungan yang bisa didapatkan dari penggunaan hydraulic breaker

1. Membuat Proses Penghancuran yang Efisien 

Hydraulic breaker memiliki kemampuan yang baik untuk menghancurkan berbagai material yang keras. Proses ini akan berjalan lebih efisien, jika dibandingkan dengan penghancuran yang dilakukan secara manual. Hal ini tentu akan membuat pekerjaan menjadi jauh lebih mudah dan cepat untuk diselesaikan. 

2. Fleksibel dan Mudah Disesuaikan dengan Lingkungan Kerja 

Hadir dalam 2 jenis yang berbeda dengan kapasitas yang cukup beragam, hydraulic breaker sangat fleksibel dan mudah ditemukan dalam ukuran yang pas. Alat ini mudah dipasangkan pada alat berat pendukung lainnya. Jika hanya membutuhkan kapasitas kecil, hand breaker juga mudah untuk digunakan. 

3. Mudah Dioperasikan dan Dikontrol

Jika dibandingkan dengan alat berat lainnya, hydraulic breaker termasuk salah satu yang menggunakan sistem kontrol sederhana. Hal ini membuat alat berat tersebut mudah digunakan dan dikontrol untuk menyelesaikan pekerjaan yang sedang ditangani. 

4. Meminimalisir Kebisingan 

Penggunaan hydraulic breaker akan menimbulkan sedikit getaran dan kebisingan di area kerja. Namun tingkat kebisingan dan getaran ini akan lebih rendah, jika dibandingkan dengan proses pengerjaan/ penghancuran yang dilakukan secara manual. Lingkungan sekitar area kerja akan terasa lebih nyaman. 

5. Hemat Waktu dan Biaya 

Hydraulic breaker bisa bekerja dengan cepat dan efisien, sehingga proses pengerjaan akan berjalan dengan lebih singkat. Jika dibandingkan dengan pengerjaan manual, penggunaan alat berat ini akan lebih hemat waktu dan juga biaya. 

Baca Juga: Ini Harga Sewa Alat Berat Berdasarkan Jenisnya

Hydraulic Breaker Mempermudah Pekerjaan Konstruksi 

Hydraulic breaker merupakan alat berat yang memegang peranan penting dalam proyek konstruksi dan pertambangan. Memiliki kemampuan yang baik dalam menghancurkan material keras, alat ini tentu akan membuat proses pengerjaan proyek menjadi lebih cepat. Selain itu, penggunaan hydraulic breaker juga akan mempermudah pekerjaan para pekerja konstruksi di lapangan.

Pemahaman mendalam tentang fungsi, jenis, dan sistem kerja hydraulic breaker sangat penting untuk memastikan efisiensi dan keselamatan dalam operasional alat berat. Namun, mengingat risiko kerusakan yang dapat terjadi selama penggunaan, perlindungan asuransi menjadi langkah bijak.

Cermati Protect menawarkan produk asuransi umum yang dirancang khusus untuk melindungi hydraulic breaker dan alat berat lainnya dari berbagai risiko, sehingga Anda dapat menjalankan proyek dengan lebih percaya diri dan aman dari kerugian yang tidak terduga. Informasi selengkapnya bisa didapatkan dengan mengisi formulir dibawah ini!

Mengenal Caterpillar Wheel Loader, Fungsi dan Komponennya

Mengenal Caterpillar Wheel Loader, Fungsi dan Komponennya

Caterpillar wheel loader merupakan salah satu jenis alat berat yang banyak digunakan dalam berbagai proyek. Sebagaimana penggunaan alat berat pada umumnya, penggunaan wheel loader bertujuan untuk mempermudah pekerjaan manusia, sehingga lebih hemat waktu dan biaya. 

Alat berat yang satu ini memiliki beberapa fungsi yang berbeda sekaligus, sehingga bisa diandalkan dan terbilang serbaguna. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa wheel loader banyak digunakan pada pengerjaan proyek dan industri lainnya yang membutuhkan alat berat. 

 Apa Itu Caterpillar Wheel Loader

Caterpillar Wheel Loader

Caterpillar wheel loader menjadi salah satu brand alat berat yang populer dan banyak digunakan di berbagai negara hingga saat ini. Bukan hanya wheel loader saja, perusahaan yang memproduksi alat berat tersebut juga banyak mengeluarkan jenis alat berat lainnya ke pasaran. 

Wheel loader sendiri merupakan alat berat yang memiliki sebuah bucket berukuran besar pada bagian depannya. Alat berat yang satu ini memiliki fungsi yang hampir sama dengan bulldozer, namun keduanya memiliki perbedaan pada bagian roda penggeraknya. 

Jika wheel loader bergerak dengan mengandalkan roda karet, maka bulldozer justru bergerak dengan mengandalkan roda rantainya atau yang lebih dikenal dengan undercarriage. Secara keseluruhan, kedua alat berat ini tentu memiliki keunggulan masing-masing. 

Roda penggeraknya yang terbuat dari karet menjadikan wheel loader sebagai  alat berat dengan mobilitas yang tinggi. Namun di lain sisi, roda ini membuat alat berat tersebut kurang cocok untuk kontur tanah bergelombang dan lebih sesuai untuk digunakan di area kerja yang rata saja. 

Namun secara keseluruhan, alat berat ini bisa diandalkan untuk menangani beberapa pekerjaan yang berbeda sekaligus. Penggunaan alat berat yang satu ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan dan juga ukuran wheel loader itu sendiri.

Baca Juga: Jenis-Jenis Loader dan Kegunaannya

Fungsi Wheel Loader

Penggunaan alat berat yang tepat memang akan sangat berpengaruh pada proses pengerjaan sebuah proyek. Jika alat berat yang digunakan tepat dan sesuai dengan kebutuhan, maka berbagai pekerjaan tentu akan bisa diselesaikan dengan baik dan tepat waktu. 

Alat berat caterpillar wheel loader bisa digunakan untuk menangani berbagai pekerjaan yang berbeda. Hal ini tentu menjadi keuntungan tersendiri, di mana pengelola proyek tidak perlu mendatangkan banyak alat berat untuk menyelesaikan pekerjaannya. 

Berikut ini adalah beberapa fungsi alat berat wheel loader yang perlu dipahami dengan baik: 

1. Menggali 

Caterpillar Wheel loader merupakan alat berat yang dilengkapi dengan sekop berukuran besar yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai pekerjaan. Alat berat yang satu ini bisa mampu melakukan penggalian tanah dengan cara yang baik dan terbilang cukup cepat menggunakan sekopnya tersebut. 

Proses penggalian seperti ini biasanya akan banyak dibutuhkan dalam proyek pertambangan maupun pemasangan pondasi bangunan berskala besar. Wheel loader akan membuat proses penggalian berjalan dengan jauh lebih mudah, jika dibandingkan dengan penggalian manual dengan tenaga manusia. 

2. Memuat Material 

Wheel loader juga bisa diandalkan untuk membantu mempercepat proses pemuatan material ke kendaraan (dump truck). Proses seperti ini biasanya akan dibutuhkan saat material-material tersebut akan dipindahkan dari satu lokasi ke lokasi lainnya. 

Penggunaan wheel loader saat proses pemuatan akan memungkinkan pemuatan berjalan dengan lebih maksimal. Alat ini bisa memuat material yang lebih tinggi di dump truck, sehingga kendaraan tersebut dapat menampung lebih banyak material untuk setiap proses pembuatannya. 

3. Memindahkan Material dalam Jarak Dekat 

Alat berat yang satu ini juga bisa dimanfaatkan untuk membantu mempermudah  proses pemindahan material dalam jarak yang dekat. Wheel loader memiliki bucket yang dapat menampung berbagai material, seperti: pipa, tanah, pasir, batu, dan yang lainnya. 

Di lokasi konstruksi, wheel loader biasanya digunakan untuk memindahkan bahan baku dari satu titik ke titik lainnya. Hal ini akan menghemat banyak waktu dan tenaga, sehingga proyek bisa berjalan dan selesai sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan. 

4. Meratakan Gundukan 

Wheel loader juga bisa digunakan untuk meratakan gundukan tanah maupun material lainnya. Sekop besarnya mampu menggeser berbagai material dan rodanya akan membantu proses perataan tanah dengan lebih mudah. 

5. Membantu Penimbunan 

Tidak hanya memindahkan berbagai material, wheel loader juga bisa dimanfaatkan untuk membantu proses penimbunan material maupun bahan bangunan dan peralatan lainnya. Bucketnya akan lebih mudah menjangkau area tinggi, sehingga proses penimbunan bisa berjalan dengan maksimal. 

6. Membersihkan Area Proyek 

Memiliki bucket berukuran besar yang serbaguna, wheel loader juga bisa membantu membersihkan area proyek dari berbagai material yang tidak dibutuhkan. Proses pembersihan ini akan lebih mudah, sebab alat berat ini mampu mengangkut dan memindahkan berbagai material yang berukuran cukup besar sekalipun. 

7. Mengelupas Bagian/ Lapisan Tanah 

Wheel loader juga bisa digunakan untuk mengelupas bagian atau lapisan tanah di area proyek. Pengelupasan bagian tanah akan dibutuhkan untuk mempermudah proses pembangunan ataupun pengerjaan. Proses seperti ini biasanya kerap dilakukan pada proyek pembangunan jalan raya dan yang lainnya. 

8. Menghaluskan Permukaan Tanah 

Selain beberapa fungsi di atas, wheel loader juga kerap digunakan untuk menghaluskan area permukaan tanah. Permukaan tanah yang rata dan halus akan mempermudah pengerjaan proyek, seperti yang banyak dibutuhkan saat pembangunan konstruksi dan juga jalan raya. 

Baca Juga: Alat Berat Loader: Fungsi, Jenis, Komponen dan Cara Kerja

Komponen Wheel Loader

Caterpillar Wheel Loader

Sama dengan jenis alat berat pada umumnya, wheel loader tentu memiliki berbagai komponen yang berbeda. Komponen-komponen inilah yang akan membuat alat berat yang satu ini bisa bekerja dengan baik dan memberikan manfaat maksimal dalam setiap penggunaannya. 

Berikut ini adalah beberapa komponen yang terdapat pada alat berat wheel loader: 

1. Bucket

Sama dengan bulldozer serta excavator, alat berat yang satu ini juga dilengkapi dengan bucket pada bagian depannya. Bucket ini memiliki beberapa fungsi sekaligus, seperti: menggali material, memuat, memindahkan material, dan yang lainnya. 

Ada beberapa jenis bucket yang biasa digunakan pada alat berat wheel loader, antara lain: 

  • Stockpile
  • Excavating
  • Light material bucket
  • V-edge type (spade-nose rock bucket)
  • Skeleton bucket
  • Side dump bucket
  • Multi purpose bucket

2. Tilt Lever

Ini merupakan komponen pada wheel loader yang berfungsi menjadi garpu pemegang bucket, dimana komponen ini akan berkaitan dengan power cylinder yang terdapat di dalam sistem hidrolik wheel loader itu sendiri. 

3. Lift Cylinder

Komponen yang satu ini memiliki fungsi untuk membuat tenaga hidrolik pada wheel loader menjadi gerakan maju mundur yang mendukung posisi bucket ke arah belakang dan ke arah depan, sehingga alat berat tersebut bisa bekerja dengan baik. 

4. Lift Arm

Jika lift cylinder berfungsi untuk menggerakkan bucket ke arah depan dan belakang, maka komponen yang satu ini memiliki fungsi untuk menggerakkan bucket ke arah atas dan ke arah bawah (naik turun) di posisi lower

5. Head Lamp

Ini merupakan komponen wheel loader yang memiliki fungsi untuk memudahkan mobilisasi/ pergerakan atau perpindahan, di mana hal ini biasanya berkaitan dengan sistem pemindahan tenaga untuk melanjutkan putaran dari mesin pada permukaan jalan. 

6. Turn Signal Lamp

Ini merupakan bagian wheel loader yang berfungsi untuk memberikan tanda pada alat berat dan yang berkepentingan lainnya, baik itu kendaraan maupun orang-orang yang terdapat di sekitarnya/ lokasi proyek. 

7. Front Wheel

Front wheel merupakan komponen pada wheel loader yang berfungsi untuk memudahkan proses perpindahan serta pergerakan dari wheel loader, di mana komponen ini berkaitan dengan sistem pemindah tenaga yang melanjutkan putaran dari mesin pada permukaan jalan. 

8. Real Wheel

Komponen yang satu ini memiliki fungsi untuk memudahkan pergerakan, di mana di mana bagian roda belakang/rear wheel ini akan berkaitan langsung pada mesin sistem pemindah tenaga wheel loader

9. Engine

Komponen yang satu ini memiliki fungsi menjadi tenaga penggerak pada  wheel loader

10. Kabin

Ini merupakan komponen yang memiliki fungsi menjadi ruang operasional/ kemudi dan sekaligus ruang kontrol pada wheel loader

Baca Juga: Crawler Loader: Fungsi dan Tips Perawatannya

Caterpillar Wheel Loader Mempermudah Pekerjaan 

Wheel loader merupakan salah satu alat berat yang banyak digunakan dalam pengerjaan proyek, baik itu proyek skala besar maupun skala kecil. Dikenal memiliki banyak fungsi sekaligus, alat berat yang satu ini mampu mempermudah pekerjaan dan membuat proyek selesai dengan lebih cepat.

Memahami fungsi dan komponen dari Caterpillar Wheel Loader sangat penting bagi para pelaku industri untuk memastikan operasional yang optimal dan efisien. Namun, penting juga untuk memperhatikan aspek perlindungan alat berat dari berbagai risiko yang mungkin terjadi selama penggunaannya. Di sinilah asuransi alat berat berperan, memberikan perlindungan finansial yang dibutuhkan.

Cermati Protect menawarkan produk asuransi umum yang dapat melindungi alat berat, termasuk Caterpillar Wheel Loader, dari berbagai risiko seperti kerusakan, pencurian, dan kecelakaan. Dengan demikian, Anda dapat menjalankan bisnis dengan lebih tenang dan fokus pada produktivitas tanpa khawatir akan kerugian yang tidak terduga. Untuk informasi selengkapnya bisa mengisi formulir dibawah ini!

Mengenal Alat Berat Pertanian dan Jenisnya

Mengenal Alat Berat Pertanian dan Jenisnya

Alat berat pertanian merupakan salah satu peralatan mesin yang mengalami banyak perkembangan selama beberapa dekade belakangan. Jika sebelumnya penggarapan lahan pertanian banyak dilakukan secara manual, maka saat ini pengolahan lahan pertanian sudah banyak mengandalkan alat berat.

Sama seperti penggunaan alat berat pada umumnya, penggunaan alat berat pertanian ini juga diharapkan bisa mempermudah pekerjaan manusia. Selain itu, penggarapan lahan tani juga tentu akan jauh lebih cepat, sehingga hasil produksinya juga bisa semakin maksimal. 

Perkembangan Alat Berat Pertanian Modern 

Perkembangan teknologi telah membawa banyak perubahan di dalam berbagai bidang, termasuk dalam sektor pertanian. Hal ini ditandai dengan hadirnya berbagai alat berat pertanian yang sudah menggunakan mesin dengan dukungan teknologi yang modern. 

Berbagai alat berat ini biasanya lebih banyak digunakan di lahan pertanian yang luas dan berskala besar. Selain itu, alat berat pertanian juga sangat sering digunakan di lahan perkebunan dengan lahan yang sangat luas, seperti kebun gandum dan yang lainnya. 

Penggunaan alat berat modern di lahan pertanian dan perkebunan diharapkan bisa membantu pengelolaan lahan yang lebih mudah dan cepat. Hal ini tentu bertujuan untuk memaksimalkan hasil panen, sehingga bisa memenuhi target panen yang sudah ditentukan. 

Di dalam perkembangannya, alat berat pertanian juga sudah mulai digunakan di tanah air. Meski tidak begitu banyak, namun sejumlah alat berat seperti mesin tanam dan juga mesin panen cukup banyak diminati selama beberapa tahun belakangan ini. 

Jika belasan tahun lalu pertanian di Indonesia hanya familiar dengan alat berat traktor yang berukuran besar, maka sejak tahun 2023 lalu sudah banyak jenis alat berat pertanian lainnya yang hadir di tanah air, seperti: sprayer, harvester, tractor combine, dan yang lainnya. 

Kehadiran berbagai alat berat pertanian ini tentu akan memberi dampak positif di dalam industri pertanian dan perkebunan tanah air. Petani akan lebih mudah dalam mengolah lahan mereka, sehingga produktivitas pertanian juga bisa meningkat dengan baik.

Kedepannya, kehadiran berbagai alat berat pertanian yang lebih canggih dan modern tentu akan lebih banyak lagi. Hal ini akan memberi peluang yang positif bagi para petani lokal dalam mengembangkan dan memaksimalkan hasil pertanian  yang lebih berkualitas dan bisa memenuhi kebutuhan pasar. 

Baca Juga: Jenis Alat Berat Untuk Konstruksi Jalan, Ada Apa Saja?

Jenis – Jenis Alat Berat Pertanian 

Penggunaan alat berat harus dilakukan sesuai dengan kebutuhan, sehingga alat berat tersebut bisa bekerja dengan baik di lahan pertanian yang akan digarap. Selain itu, alat berat ini juga harus dioperasikan oleh seseorang yang sudah ahli dan memiliki pengetahuan mumpuni dengan perangkat tersebut. 

Berikut ini adalah beberapa jenis alat berat pertanian yang cukup populer dan banyak digunakan: 

1. Combine Harvester 

Combine harvester atau yang juga dikenal dengan sebutan mesin panen merupakan alat berat yang berfungsi untuk membantu proses pemanenan tanaman. Penggunaan alat ini akan membuat proses panen menjadi lebih cepat dan efisien, mengingat mesin modern ini memiliki kapasitas yang cukup besar. 

Berikut ini adalah beberapa manfaat mesin combine harvester di dalam pertanian: 

  • Membantu proses panen berjalan dengan efisien, mulai dari: pemotongan batang padi, pemisahan gabah, hingga pembersihan gabah dari kotoran. 
  • Meningkatkan hasil panen, di mana proses panen akan berjalan dengan baik tanpa menimbulkan banyak gabah yang terbuang, sehingga hasil panen jadi lebih maksimal.
  • Membuat proses panen berjalan dengan lebih cepat, sehingga pengelolaan lahan pertanian bisa lebih baik dan efisien.

Sama seperti alat berat pertanian lainnya, mesin combine harvester juga bisa ditemukan dalam beberapa jenis yang berbeda. Hal ini akan memudahkan petani untuk memilih jenis mesin yang tepat dan sesuai dengan kondisi lahan pertanian yang akan dipanen.

Berikut ini adalah beberapa jenis mesin combine harvester yang bisa ditemukan di pasaran: 

Whole FeedingMesin panen yang satu ini juga kerap disebut sebagai mesin panen padi integral. Whole feeding adalah mesin yang didesain untuk melakukan pemanenan seluruh  bagian padi dengan sekali operasi saja, yakni: pemotongan batang, perontokan gabah, sampai pemisahan gabah dan jerami bisa dilakukan dengan satu siklus saja.
Head FeedingHead feeding merupakan jenis mesin panen yang didesain bisa memotong dan memasukkan batang padi ke dalam mesin dengan terpisah. Mesin ini memotong batang padi dengan alat yang terdapat pada bagian depan, di mana setelahnya batang padi tersebut diberikan ke mesin dengan menggunakan sistem pengumpan. 

2. Sprayer 

Sprayer atau yang juga kerap disebut alat semprot merupakan alat yang dipakai untuk menyemprotkan cairan berbentuk aerosol maupun kabut. Penggunaan alat ini akan memungkinkan tingkat sebaran, tekanan dan juga volume cairan yang disemprotkan bisa sesuai dengan kebutuhan. 

 Belakangan ini sprayer juga hadir dengan teknologi yang sudah modern, di mana pengguna bisa mengontrol pemakaian cairan semprot, sehingga alat tersebut tidak menimbulkan pemborosan dan dampak buruk bagi lingkungan di sekitarnya. 

Dalam dunia pertanian, sprayer biasanya digunakan untuk mempermudah petani melakukan penyemprotan cairan di lahan pertaniannya, seperti: pestisida, pupuk/ nutrisi, herbisida, dan yang lainnya. 

Berikut ini adalah beberapa manfaat penggunaan sprayer dalam industri pertanian: 

  • Membantu proses penyemprotan cairan ke lahan pertanian, sehingga hasil penyemprotan lebih merata. 
  • Mempersingkat waktu proses penyemprotan, sebab alat ini bisa bekerja dengan baik dan cepat, bahkan di lahan tani yang terbilang luas. 
  • Meningkatkan produktivitas pertanian, karena penyemprotan nutrisi dan pestisida menggunakan sprayer akan merata, sehingga bisa memberikan manfaat yang maksimal. 
  • Menghemat penggunaan nutrisi maupun cairan semprot lainnya yang digunakan di lahan pertanian. 

Penggunaan sprayer harus dilakukan dengan tepat, sehingga hasil semprot yang didapatkan juga maksimal. Penting untuk memilih jenis sprayer yang sesuai dengan kebutuhan lahan itu sendiri, agar alat ini bisa bekerja dengan efisien dan sesuai harapan. 

Berikut ini adalah beberapa jenis sprayer yang biasa digunakan dalam industri pertanian: 

Boom SprayerIni merupakan alat penyemprotan yang memiliki “lengan” yang cukup panjang, sehingga bisa menjangkau area semprot yang terbilang luas. 
Boomless Sprayer NozzleIni adalah alat penyemprotan memiliki jangkauan luas, meskipun tidak memiliki “lengan”, namun tetap bisa menjangkau area semprot yang sulit.
Mist SprayerMist sprayer merupakan alat yang dapat memberikan hasil semprotan berupa kabut, sehingga sangat cocok untuk digunakan untuk menyemprotkan pestisida atau herbisida. 
Three-Point Hitch SprayerAlat semprot ini terpasang di 3 titik hitch traktor, sehingga mampu menghasilkan kontrol yang baik serta fleksibel di dalam penggunaannya. 
Truck-Bed SprayerAlat semprot yang satu ini biasanya terpasang langsung di truk saat akan digunakan dan mampu menampung banyak cairan, sehingga kerap digunakan di dunia industri berskala besar.  
Towing-Hitch Sprayer Alat semprot ini memiliki tangki berukuran besar, sehingga harus dipindahkan dengan kendaraan saat akan digunakan. 
UTV SprayerIni merupakan alat semprot yang dipasang pada sebuah kendaraan utilitas (UTV), sehingga cukup fleksibel dalam penggunaannya. 
ATV SprayerAlat semprot ini hampir sama dengan UTV sprayer, namun alat ini dipasangkan pada kendaraan all-terrain (ATV) saat akan digunakan. 
Spot SprayerSpot sprayer merupakan alat penyemprot yang didesain dengan titik target tertentu, sehingga bisa dipakai untuk penyemprotan titik atau tanaman tertentu saja. 
Backpack SprayerIni merupakan alat penyemprotan yang praktis dan bisa digendong di punggung saat digunakan, sehingga sangat fleksibel dan cocok untuk penyemprotan berskala kecil atau menengah. 

3. Traktor Pertanian 

Traktor merupakan mesin atau kendaraan yang berfungsi untuk membantu pekerjaan-pekerjaan di dalam pertanian, seperti: membajak sawah, mengolah lahan, menarik beban, dan yang lainnya. 

Traktor menjadi alat berat pertanian yang memiliki tenaga penggerak tangguh dengan beragam alat yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan di lahan pertanian itu sendiri. Hal ini membuat mesin tersebut bisa menangani beberapa pekerjaan yang berbeda. 

Berikut ini adalah beberapa manfaat dari penggunaan traktor dalam industri pertanian:

  • Membajak sawah, sehingga lahan tersebut siap untuk ditanami. 
  • Mengolah tanah di area pertanian, seperti: menggemburkan, menggali, dan menyiapkan lahan tanam.
  • Memindahkan material yang digunakan dalam pertanian, seperti pupuk, tanah, hasil panen, dan yang lainnya. 
  • Membantu proses penyiraman tanaman maupun lahan pertanian. 
  • Membantu proses pemanenan. 

Traktor bisa ditemukan dalam beberapa jenis yang berbeda, sehingga bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan pertanian itu sendiri. Selain itu, alat berat pertanian ini juga harus dioperasikan oleh seseorang yang ahli, agar bisa memberikan hasil kerja yang maksimal.

Berikut ini adalah beberapa jenis traktor yang biasa digunakan di dalam pertanian: 

Traktor Tangan atau Hand TractorIni merupakan jenis traktor yang penggunaannya dengan cara didorong atau ditarik, sehingga ukurannya juga terbilang kecil.
Traktor Roda DuaTraktor yang satu ini dilengkapi dengan 2 roda dan menggunakan mesin diesel maupun bensin. Alat berat ini umumnya dipakai dalam pengolahan tanah maupun membajak sawah. 
Traktor Roda EmpatTraktor ini juga biasa disebut traktor roda besar. Kapasitasnya yang besar membuat alat ini kerap dipakai untuk berbagai pekerjaan berat, termasuk membajak dan mengangkut hasil panen. 
Traktor Mini atau KompakSesuai dengan namanya, traktor ini berukuran kecil dan bisa diandalkan untuk pekerjaan pertanian yang tidak terlalu berat. 
Traktor Crawler (Trek)Ini jenis traktor yang memiliki roda rantai dan bisa bergerak dengan baik di berbagai medan, termasuk tanah berbatu dan berpasir. 

Baca Juga: 10 Jenis Alat Berat untuk Konstruksi Bangunan

Alat Berat Pertanian Membuat Pekerjaan lebih Mudah 

Alat berat pertanian semakin banyak digunakan belakangan ini. Berbagai peralatan ini bisa membuat pekerjaan di bidang pertanian menjadi lebih mudah, sehingga bisa selesai dalam waktu yang cepat. Pilih alat berat yang tepat dan gunakan dengan cara yang benar, agar alat tersebut bisa memberikan manfaat yang maksimal.

Memahami berbagai jenis alat berat pertanian dan fungsinya sangat penting untuk meningkatkan efisiensi dan hasil pertanian. Namun, melindungi alat-alat ini juga tak kalah penting. Dengan asuransi alat berat yang tepat, Anda bisa memastikan perlindungan maksimal bagi investasi Anda. Cermati Protect menyediakan produk asuransi umum terbaik yang dapat melindungi mesin dan alat berat, menjaga kelangsungan operasional pertanian Anda dari risiko tak terduga.

Untuk informasi selengkapnya mengenai produk asuransi umum Cermati Protect, silahkan mengisi formulir dibawah ini!

6 Keuntungan Teknologi Terbaru Dalam Mesin Berat Konstruksi

6 Keuntungan Teknologi Terbaru Dalam Mesin Berat Konstruksi

Teknologi bertenaga listrik kini sudah menjalar ke berbagai kendaraan. Tidak hanya mobil, tapi juga alat berat yang bergerak di industri konstruksi. Kendaraan berat listrik semakin populer karena memiliki banyak keunggulan dibandingkan kendaraan lainnya, baik dari segi kinerja, efisiensi, dan lingkungan.

Penggunaan energi berbasis listrik bukanlah hal yang baru. Mesin listrik hibrida sudah digunakan selama bertahun-tahun. Energi listrik bisa ditemukan di model excavator, forklift, dan loader yang dapat dijual dan dibeli di distributor terpercaya.

10 Komponen Elektrikal pada Alat Berat

Sebelum membahas keuntungan teknologi terbaru dalam mesin berat konstruksi, berikut ini 10 komponen elektrikal yang biasa ditemui pada alat berat. 

AlternatorAlternator berfungsi untuk mengubah energi mekanis menjadi listrik. Alternator terhubung dengan mesin utama. Komponen ini memastikan penyediaan listrik stabil, sehingga dapat menggerakkan perangkat-perangkat elektrik. 
BateraiDalam sistem kelistrikan, baterai bukan hanya berfungsi sebagai penyedia tenaga, tapi juga dapat mendukung kinerja alat berat. Terdapat dua tipe baterai yang biasa digunakan, yaitu basah dan kering. Pemilihan batu baterai perlu diperhatikan karena ini membantu perawatan dan perbaikan alat berat.
Safety RelaySafety relay adalah komponen pengaturan yang terletak di antara baterai dan starting motor. Safety relay membantu meningkatkan keselamatan operasional. Maka dari itu, komponen ini membutuhkan perhatian khusus karena mempengaruhi tingkat keselamatan. 
Wiring HarnessMerupakan komponen yang menghubungkan komponen dan sistem kelistrikan di dalam mesin berat, sehingga alatnya dapat bekerja dengan baik. Wiring harness berperan sebagai penghantar energi listrik yang dapat mentransmisikan antara data dan listrik antara di dalam berbagai komponen. Misalnya, sistem pengisian, pengapian, dan sistem injeksi bahan bakar. 
Starting SwitchStarting switch berfungsi untuk memutuskan atau menghubungkan starting system dan komponen elektrikal lainnya. Singkatnya, komponen ini berfungsi seperti saklar lampu yang ada di rumah. Komponen ini dapat dinyalakan dengan menekan tombol starter atau memutar kunci ke arah on, dan hal sebaliknya untuk mematikan mesinnya.
Fusible LinkMerupakan komponen pengaman untuk melindungi battery relay. Dalam sirkuit mesin, komponen ini membantu mengurangi terjadinya ledakan baterai. Fusible link biasanya dipasang ke arus sebesar 30-100 , sementara dalam sirkuit di pasang di antara B (+) output battery relay dengan fuse box.
Speed SensorSpeed sensor merupakan komponen kecil yang terletak di transmisi. Sensor membantu menentukan kecepatan mesin berat dalam mengukur putaran sproket pada poros transmisi. Sensor juga memberikan informasi kecepatan lintasan gear untuk memastikan sistem beroperasi sesuai dengan kebutuhan masing-masing proyek. 
Pressure SwitchJika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, pressure switch atau kontrol tekanan adalah komponen yang fungsinya untuk memastikan tekanan alat berat sesuai standar. Dalam arti, tekanannya tidak terlalu tinggi atau rendah. Tekanan biasa diperoleh dari udara dan oli alat berat. 
Monitor PanelMerupakan alat berbentuk layar berukuran kecil yang menjadi pusat informasi bagi operator. Input yang masuk ke monitor panel akan diproses di dalam CPU built-in, lalu menampilkan output berupa informasi yang dibutuhkan operator selama mengoperasikan alat berat. Monitor ini berada di dalam kabin yang posisinya dekat dengan kontrol kemudi. 
Starting MotorKomponen terakhir adalah starting motor yang merupakan penggerak awal mesin. Komponen ini memiliki tiga buah terminal yang mampu mengubah energi listrik menjadi mekanis. Cara kerjanya cukup mudah, tapi perlu dipahami dengan baik agar proses menyalakan mesin berjalan sempurna.

Baca Juga: 10 Inovasi yang Mempengaruhi Kinerja Mesin Berat

6 Keuntungan Teknologi Terbaru Dalam Mesin Berat Konstruksi

teknologi terbaru dalam mesin berat konstruksi

Peralihan ke teknologi listrik mungkin membutuhkan waktu untuk adaptasi. Meski demikian, peralihan ini mungkin berhasil karena keuntungan yang ditawarkan oleh teknologi terbaru dalam mesin berat konstruksi. Enam keunggulan energi listrik tersebut, antara lain.

1. Penggunaan Energi Lebih Efisien 

Kendaraan berat tipe listrik mampu mengkonversi banyak energi menjadi gerakan, sehingga penggunaan menjadi efisien karena energi yang dihasilkannya tinggi. Mesin listrik mampu menghasilkan tenaga kuat, xepat, dan lebih lama. Tapi ada satu syarat, yaitu kinerja mesinnya harus konstan. 

2. Ramah Lingkungan

Seperti yang diketahui, alat berat memproduksi 39% emisi karbon di seluruh dunia yang mengakibatkan polusi udara. Namun karena kendaraan listrik tidak menggunakan solar atau bensin, maka emisi karbon yang diproduksinya nol, jadi aman untuk lingkungan. Sebab, mesin listrik hanya membutuhkan baterai lithium ion jadi bahan bakar fosil bisa dihemat. 

3. Menghemat Biaya

Keuntungan teknologi terbaru dalam mesin berat konstruksi dapat dilihat dari biaya yang berhasil dihemat, khususnya dalam jangka panjang. Selain hemat bahan bakar, peralatan listrik juga hemat dari segi bahan bakar. Kendaraan listrik dan baterai lithium ion termasuk tidak butuh perawatan, bahkan komponennya lebih sedikit daripada model diesel. 

4. Dapat Mengatasi Berbagai Tantangan

Peralihan tenaga diesel ke listrik bukan hal yang mudah, justru banyak tantangan yang harus dihadapi. Faktor-faktor seperti kondisi cuaca, infrastruktur pendukung, dan tingkat kekuatan baterai saat hujan menjadi bahan pertimbangan. Namun jika sudah beradaptasi, maka energi listrik dipercaya dapat mengatasi krisis bahan bakar yang menjadi salah satu permasalahan dunia saat ini. 

5. Kinerja yang Lebih Tinggi

Jika dibandingkan dengan energi diesel atau konvensional, energi listrik mampu menghasilkan energi yang lebih tinggi. Mesin listrik memiliki torsi tinggi yang memungkinkannya untuk mengangkat beban lebih berat dari seharusnya. Berbagai tugas yang sulit juga bisa dikerjakan oleh mesin listrik. 

6. Mampu Bersaing Secara Kompetitif

Perusahaan yang sudah menggunakan kendaraan listrik sudah pasti merasakan manfaat energi listrik, jadi ada kemungkinan menambah jumlah alat berat untuk suatu proyek. Tenaga listrik mampu bersaing secara kompetitif, seperti membantu meningkatkan jumlah produksi dan kualitas produk. Konon kabarnya jenis kendaraan listrik diperbanyak, misalnya untuk heady dump truck listrik. 

Baca Juga: 10 Alat Berat Paling Canggih dan Kelebihannya

4 Jenis Teknologi dalam Pekerjaan Konstruksi

Aplikasi tenaga terbaru dalam mesin berat konstruksi memang membawa banyak pengaruh positif. Tapi, tahukah Anda jenis-jenis teknologi apa saja yang bisa diaplikasikan dalam pekerjaan konstruksi? Ada 4 jenis teknologi, di antaranya.

1. Sustainable Technology

Jenis ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu fuel saving technology dan eco friendly technology

  • Fuel saving technology adalah sistem injeksi bahan bakar yang terhubung secara langsung pada mesin, sehingga kinerja mesin menjadi optimal
  • Eco friendly technology adalah tenaga listrik yang berfokus pada kebersihan dan keramahan lingkungan

2. Tracking System Technology

Jenis ini dibagi menjadi tiga jenis, yaitu care track, telematic technology, dan smart construction.

  • Care track adalah jaringan 3D untuk memperoleh informasi dan data dengan cepat
  • Telematic technology berfungsi untuk memberikan informasi secara konsisten terkait sistem alat berat yang akan memudahkan operator dalam mengambil keputusan
  • Smart construction adalah teknologi yang membantu meningkatkan produktivitas, kesinambungan, dan meminimalisir biaya proyek

3. Work Measurement Technology

Adalah teknologi untuk mengukur kinerja dari hasil proses pemadatan, sehingga operator tahu kapan harus berhenti mengoperasikan compactor untuk menghindari adanya over compactor. Tidak hanya itu, jenis teknologi ini membantu mengurangi jumlah passing pada material yang hasilnya sudah sangat padat. 

4. Retractable Body Technology

Jenis teknologi yang terakhir dinamakan retractable body technology. Ini adalah teknologi untuk mengatur panjang atau pendeknya lengan alat berat yang digunakan dalam proyek. Kapan saja dibutuhkan, operator bisa mengaktifkan teknologi ini sesuai kebutuhan. 

Baca Juga: 5 Hal yang Perlu Disiapkan Sebelum Menyewa Alat Berat

Serba Listrik di Masa Depan

Teknologi listrik akan terus berkembang, menjadi solusi yang bagus untuk kemajuan industri konstruksi di masa depan. Bagi yang masih menggunakan teknologi diesel atau konvensional, maka bisa beralih secara perlahan ke energi listrik karena aplikasinya banyak membawa manfaat untuk kepentingan proyek. Dengan aplikasi dan pemilihan teknologi yang tepat, maka dunia konstruksi menjadi lebih efisien, ramah lingkungan, efektif, dan hemat biaya.

Berbagai produsen alat berat, seperti Komatsu, Caterpillar, dan Volvo sudah mengaplikasikan teknologi terbaru dalam mesin berat yang diproduksinya. Jika Anda tertarik mencoba alat berat energi listrik, maka bisa mencoba salah satu peralatan yang dimiliki oleh produsen ini. 

Sebagai kesimpulan, mengadopsi teknologi terbaru dalam mesin berat konstruksi menawarkan berbagai keuntungan yang signifikan, mulai dari peningkatan efisiensi hingga keselamatan kerja. Namun, untuk melindungi investasi Anda, asuransi alat berat menjadi hal yang tak bisa diabaikan.

Cermati Protect menyediakan asuransi umum yang dapat melindungi mesin dan alat berat Anda, memastikan keamanan dan keberlanjutan operasional di lapangan. Untuk mendapatkan informasi selengkapnya silahkan mengisi formulir dibawah ini!

Mengenal Self Loader: Fungsi, Jenis dan Keunggulannya

Mengenal Self Loader: Fungsi, Jenis dan Keunggulannya

Self loader menjadi salah satu alat berat yang banyak dibutuhkan dalam industri konstruksi. Penggunaan alat berat ini biasanya akan dilakukan dengan cara memasangkannya pada truk pengangkut yang bisa memuat berbagai material dan alat berat lainnya.

Self loader juga cukup banyak digunakan dalam industri logistik, sebab kapasitas angkutnya besar dan terbilang efisien, jika dibandingkan dengan jenis kendaraan lainnya. Selain daya angkutnya yang besar, alat berat ini juga dianggap tangguh dan bisa diandalkan untuk perjalanan yang jauh. 

Fungsi Self Loader

self loader truck

Self loader merupakan kendaraan yang kerap berkaitan dengan penggunaan alat berat lainnya. Kendaraan ini sering digunakan untuk membantu proses pemindahan berbagai material yang besar, termasuk alat-alat berat yang akan digunakan di lokasi proyek. 

Meski kendaraan yang satu ini terbilang sangat familiar, namun sebagian orang justru tidak mengetahui namanya. Penggunaan self loader sendiri tidak hanya terbatas pada pekerjaan proyek saja, namun kendaraan ini juga sering digunakan untuk berbagai kebutuhan lainnya. 

Berikut ini adalah beberapa fungsi dari self loader yang menarik untuk diketahui: 

1. Memindahkan Alat Berat 

Seperti yang sudah dipaparkan di atas, self loader kerap digunakan sebagai kendaraan pengangkut berbagai alat berat dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Di Indonesia sendiri, pemindahan alat berat dari atau ke lokasi konstruksi jarang dilakukan secara manual atau dengan menjalankan alat berat itu sendiri. 

Proses pemindahan alat berat ini biasanya dilakukan dengan menaikkan alat berat tersebut ke dalam kendaraan (self loader), sehingga kendaraan tersebut bisa mengangkut alat berat sampai ke lokasi proyek dan digunakan sesuai dengan kebutuhan proyek tersebut. 

Cara di atas dianggap lebih efisien, dibandingkan dengan membuat alat berat tersebut berjalan sendiri ke lokasi proyek. Hal ini tentu berkaitan dengan banyak pertimbangan, salah satunya dengan kemampuan gerak alat berat yang terbilang lambat, sehingga akan dibutuhkan waktu yang lama untuk mencapai lokasi proyek.

Kendaraan yang sering digunakan untuk memindahkan alat berat adalah truk nikhil, seperti fuso dan tronton, sesuai dengan kapasitas alat berat yang harus dipindahkan. Selain mudah, proses pemindahan ini juga biasanya akan berjalan dengan cepat, sehingga alat berat bisa segera digunakan dalam proyek. 

Ada beberapa jenis alat berat yang biasanya dipindahkan menggunakan kendaraan self loader ini, antara lain: forklift, wheel loader, bulldozer, excavator, dan yang lainnya.  

2. Membantu Mengangkut Mobil Baru  

Kendaraan yang satu ini juga sering digunakan untuk mengangkut kendaraan/ mobil baru. Aktivitas ini biasanya dilakukan untuk mengirimkan mobil yang baru dibeli atau dipesan dari dealer menuju rumah atau lokasi pengantaran yang diinginkan oleh pembeli. 

Pada umumnya, proses pengiriman mobil baru kepada pelanggan tidak akan dilakukan dengan cara mengendarai kendaraan tersebut. Mobil baru ini akan dimuat ke self loader, lalu diantarkan kepada pelanggan tanpa menghidupkan mesinnya sama sekali. 

3. Mengangkut Kendaraan Lomba

Olahraga balap mobil atau jenis kendaraan lainnya juga sering membutuhkan bantuan self loader ini. Kendaraan yang digunakan dalam olahraga balap ini biasanya tidak dikendarai ke lokasi balap, namun dipindahkan dengan menggunakan self loader

Proses pemindahan kendaraan balap ini dianggap lebih aman, di mana risiko kerusakan dan hal lainnya yang tidak diinginkan selama perjalanan bisa dihindari. Selain itu, sebagian besar kendaraan balap ini juga biasanya tidak untuk digunakan di jalan raya dan membutuhkan lapangan khusus. 

4. Memindahkan Mobil yang Mengalami Kecelakaan 

Self loader juga sering digunakan untuk memindahkan mobil-mobil yang mengalami kecelakaan di jalan raya. Proses seperti ini biasanya dibutuhkan karena kebanyakan mobil tersebut mengalami kerusakan dan resiko semakin rusak jika dikendarai sebelum mendapatkan perbaikan. 

Sebagian mobil juga bisa saja terlalu ringsek dan mengalami kerusakan parah pasca kecelakaan, sehingga tidak bisa dikendarai sama sekali. Proses pemindahan mobil yang mengalami kerusakan parah seperti ini bahkan seringkali membutuhkan bantuan alat berat lainnya. 

Baca Juga: Spesifikasi Alat Berat Excavator dan Shovel

Jenis – Jenis Self Loader 

Berikut ini adalah jenis self loader yang populer dan banyak digunakan di Indonesia: 

Self Loader Tadano SL-150Tadano merupakan salah satu perusahaan yang mengeluarkan produk self loader ke pasaran. Salah satu produk andalan perusahaan ini adalah Tadano Tipe SL-150 yang dikenal memiliki spesifikasi tangguh dan memiliki kapasitas angkut yang cukup besar.

Kekuatan jack yang dimiliki truk ini hingga 20 ton, sedangkan kapasitas winch yang dimilikinya sampai 8 ton. Kapasitasnya masuk dalam kelas menengah dan sangat bisa diandalkan untuk mengangkut alat berat dengan ukuran kecil hingga ukuran sedang.

SL-150 memiliki sudut kemiringan sasis sekitar 7-13 derajat, sehingga truk ini memiliki kemampuan yang baik untuk menaikkan dan menurunkan muatan dengan aman. Rangka pelindungnya bisa diandalkan, sebab bagian ini didesain terpisah dengan floor board.
Self Loader Mitsubishi Fuso 6X4Fuso 6X4 merupakan salah satu produk unggulan yang dikeluarkan oleh Mitsubishi, sebuah perusahaan yang sudah malang melintang di bisnis otomotif sejak lama. Spesifikasi yang dimiliki kendaraan ini terbilang mumpuni dan cocok digunakan untuk pemindahan alat berat.

Kendaraan ini memiliki berbagai jenis ban yang bisa disesuaikan dengan kontur jalan yang akan dilaluinya, sehingga perjalanan akan menjadi lebih mudah saat melewati medan-medan yang sulit. Fuso 6X4 ini juga menggunakan sistem hidrolik yang akan mempermudah proses masuk dan keluarnya alat berat.

Kapasitas yang dimiliki Fuso sampai 40 ton, sedangkan kapasitas winch kendaraan ini sampai 20 ton. Kapasitas yang besar tersebut memungkinkan fuso mengangkut alat berat dengan aman, meskipun ke lokasi-lokasi yang memiliki medan yang terbilang sulit.

Baca Juga: 7 Tips Memilih Wheel Loader Terbaik untuk Konstruksi

Apa Saja Keunggulan Self Loader?

Sebagai kendaraan pengangkut dengan kapasitas yang besar, self loader tentu harus memiliki rangka dan body yang cukup tangguh. Kendaraan ini sering digunakan untuk mengangkut mobil dan alat berat lainnya, sehingga cukup banyak digunakan dalam pekerjaan proyek serta industri pengiriman/ logistik.

Berikut ini adalah beberapa keunggulan yang dimiliki oleh kendaraan self loader:

1. Memiliki Kapasitas Besar

Sebagai sebuah kendaraan pengangkut alat berat dan barang besar lainnya, self loader memang didesain memiliki kapasitas yang terbilang besar. Kendaraan ini mampu melakukan pengangkutan dalam jumlah yang cukup banyak untuk setiap perjalanan yang dilakukannya. 

Kapasitas angkut yang besar ini akan sangat membantu, terutama saat self loader memiliki banyak muatan. Kendaraan ini akan bisa melakukan pengangkutan barang dengan cara yang sangat efisien.

2. Mudah Digunakan

Kendaraan ini memiliki desain simpel dengan beberapa fitur pendukung yang mumpuni, sehingga sangat mudah untuk digunakan. Sejumlah tombolnya dibuat begitu sederhana dan akan membantu pengemudi melakukan proses bongkar muat dan pengantaran barang dengan mudah. Hal ini bahkan akan semakin mudah dengan bantuan sistem hidrolik yang terdapat pada self loader itu sendiri. 

3. Menghemat Waktu dan Biaya

Penggunaan self loader akan membuat proses pengiriman barang jadi lebih cepat dan efisien. Kendaraan ini mampu membawa lebih banyak barang dalam waktu bersamaan, sehingga bisa menghemat biaya yang dikeluarkan untuk kebutuhan transportasi.

Selain hemat biaya, proses pengiriman barang dengan menggunakan self loader juga tentu akan berjalan dengan lebih cepat, mengingat kendaraan ini memiliki daya angkut yang besar untuk setiap perjalanan yang dilakukannya. 

4. Tidak Membuat Barang Rusak 

Self loader memiliki kemampuan yang baik untuk mengangkut berbagai jenis barang, bahkan barang yang ringkih dan rentan mengalami kerusakan dalam pengirimannya. Sistem suspensi yang terdapat pada kendaraan yang satu ini akan mampu meminimalisir guncangan selama dalam perjalanan. 

Kondisi barang akan tetap stabil dan minim guncangan, sehingga kerusakan barang dalam proses pengiriman bisa dihindari. Kualitas barang akan tetap terjaga dengan baik, meskipun harus menempuh perjalanan yang terbilang jauh selama proses pengiriman tersebut. 

Baca Juga: Alat Berat Loader: Fungsi, Jenis, Komponen dan Cara Kerja

Self Loader Membuat Pengiriman Barang Aman 

Self loader merupakan kendaraan pengangkut yang biasanya digunakan untuk membantu pengiriman alat berat dan barang-barang lainnya. Kendaraan ini memiliki kapasitas angkut yang besar, sehingga mampu mengangkut barang dalam jumlah banyak. Selain itu, proses pengiriman barang juga bisa berjalan aman dan efisien dengan menggunakan self loader ini.

Memahami fungsi, jenis, dan keunggulan Self Loader adalah langkah penting dalam mengoptimalkan operasional industri konstruksi dan transportasi. Namun, perlindungan terhadap alat berat ini juga tak kalah penting. Untuk itu, mempertimbangkan asuransi alat berat bisa menjadi solusi yang tepat.

Cermati Protect menyediakan berbagai jenis asuransi umum, termasuk yang dirancang khusus untuk melindungi mesin dan alat berat, memastikan investasi Anda tetap aman dari risiko kerusakan atau kehilangan. Untuk informasi selengkapnya, bisa mengisi formulir dibawah ini!

10 Jenis Alat Berat untuk Konstruksi Bangunan

10 Jenis Alat Berat untuk Konstruksi Bangunan

Dalam pekerjaan konstruksi, penggunaan alat berat memegang peranan yang krusial. Alat berat dapat menghemat waktu pekerjaan proyek. Dari yang awalnya selesai dalam 1 tahun, kini bisa dihemat menjadi 7 atau 8 bulan saja.

Bukan satu atau dua, tapi ada banyak alat berat yang digunakan untuk menyelesaikan suatu proyek. Setiap alat berat memiliki fungsi masing-masing, jadi penggunaannya cukup spesifik. 

10 Jenis Alat Berat untuk Konstruksi Bangunan

Alat berat dalam industri konstruksi ada banyak jenisnya. Kebanyakan alat berat digunakan untuk memindahkan, menggali, dan mengangkat bahan bangunan. Berikut 10 jenis alat berat untuk bahan bangunan yang wajib diketahui.

1. Boom Lift

Merupakan alat berat yang digunakan untuk mengangkat beban atau material menuju ketinggian dan area yang sulit dijangkau. Boom lift memiliki kapasitas angkat tertentu, jadi jangan sampai mengangkat beban melebihi kapasitas seharusnya.

Boom lift terdiri dari empat jenis, yaitu:

  • Articulating boom lift : untuk mengangkat material ke tempat yang sulit untuk diakses. Ciri khasnya adalah memiliki lengan (boom) yang panjangnya dapat disesuaikan sesuai kebutuhan.
  • Telescopic lift : untuk mengangkat atau memindahkan material secara horizontal. Banyak digunakan dalam konstruksi jembatan, pembangunan jalan, dan saat pengecatan
  • Vertical mast lift : untuk memindahkan atau mengangkat material di langit-langit rendah yang luasnya terbatas
  • Spider boom lift : untuk mengangkat dan memindahkan material di ruangan sempit, langit-langit rendah, sulit dijangkau, dan permukaan yang tidak rata

2. Conveyor 

Merupakan alat berat yang berguna sebagai transportasi dalam proyek. Fungsinya untuk memindahkan material, seperti tanah, pasir, dan kerikil ke tempat yang diinginkan.

Jenis-jenis conveyor yang umum digunakan dalam konstruksi, di antaranya:

  • Conveyor belt : untuk memindahkan material dari satu tempat ke tempat lain secara berkelanjutan. Biasanya terbuat dari bahan karet, logam, maupun PVC
  • Roller conveyor : untuk memindahkan barang besar dan berat ke dalam gudang
  • Screw conveyor : untuk memindahkan material, seperti pasir atau kerikil menggunakan sekrup yang berputar
  • Pneumatic conveyor : untuk memindahkan material yang ringan atau dalam jumlah sedikit
  • Bucket elevator : untuk mengangkut dan memindahkan material secara vertikal 
  • Overhead conveyor : untuk memindahkan material ke tempat tinggi yang sulit dijangkau oleh manusia
  • Aero conveyor : untuk memindahkan material dalam jumlah kecil dengan kecepatan tinggi

3. Manlift

Seperti namanya, manlift adalah alat berat untuk mengangkat pekerja atau operator pada ketinggian tertentu agar bisa melaksanakan pekerjaannya. Alat ini biasa ditemukan di industri konstruksi, bagian pemeliharaan dan pergudangan.

Manlift dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:

  • Self-propelled manlift : untuk mengangkat di ruangan berukuran kecil dengan jangkauan ketinggian 4-6 meter
  • Push-around manlift : untuk mengangkat pekerja di ruangan yang lebih luas dengan jangkauan ketinggian 4-20 meter
  • Atrium manlift : untuk mengangkat pekerja di ruangan yang lebih luas, biasa digunakan di luar ruangan. Dilengkapi dengan kaki yang dapat berputar hingga 360 derajat dan mampu menjangkau hingga ketinggian 10 meter 

Baca Juga: Mengenal Alat Berat Excavator Breaker yang Tangguh

4. Paver

Digunakan dalam pengaspalan. Dilengkapi dengan bucket untuk menampung aspal yang dimuat dalam dump truck

Paver dibedakan menjadi tujuh jenis, di antaranya:

  • Asphalt paver : digunakan untuk mendistribusikan campuran aspal ke permukaan tanah
  • Slipform paver : digunakan untuk memadatkan dan membentuk beton dalam proses pembangunan jembatan dan jalan raya
  • Concrete paver : digunakan untuk meratakan dan memadatkan beton ke permukaan jalan raya
  • Paver roller screed : digunakan untuk meratakan lapisan aspal atau betol yang sudah didistribusikan pada permukaan yang tidak rata
  • Track paver : digunakan untuk memaksimalkan hasil pemerataan tanah, sehingga hasilnya sempurna
  • Wheel paver : digunakan untuk meratakan aspal pada permukaan yang tidak rata. Sangat cocok di area perkotaan dan pembuatan jalan masuk atau gang
  • Inset paver : digunakan untuk menyiapkan dan meratakan campuran beton sesuai ketebalan yang diinginkan

5. Compactor

Alat berat untuk bahan bangunan selanjutnya adalah compactor. Fungsinya untuk memadatkan permukaan tanah. Alat ini dilengkapi dengan roda halus untuk memudahkan pemadatan tanah yang dangkal.

Jenis-jenis compactor dibagi menjadi 5, di antaranya:

  • Pemadat pelat : digunakan untuk memadatkan material, seperti tanah, permukaan aspal, dan kerikil. Dilengkapi dengan pelat datar berat yang bergetar pada frekuensi tinggi
  • Pemadat sampah : digunakan untuk mendaur ulang sampah menjadi ukuran lebih kecil, lalu memadatkannya untuk dikelola
  • Pemadat rol : digunakan untuk memadatkan tanah, aspal, dan kerikil pada permukaan yang luas. Dilengkapi dengan rol baja yang berat untuk memaksimalkan proses pemadatan
  • Pemadat akhir : digunakan untuk menghancurkan, meratakan, dan memadatkan tanah menggunakan drum bergigi besar
  • Baler : tempat menyimpan material pemadatan yang akan didaur ulang

6. Drum Roller

Digunakan untuk meratakan dan menghaluskan permukaan tanah dalam proses pembangunan jalan raya. Selain itu, drum roller berguna pula untuk mencegah penumpukan kerikil atau debu di dalam mesin roller.

Drum roller dibagi menjadi enam jenis, di antaranya:

  • Single drum roller : memiliki satu buah roller yang berukuran kecil dan ringan 
  • Double drum roller : dilengkapi dengan dua buah roller di bagian depan dan belakang
  • Grid roller : memiliki drum tunggal yang dilengkapi dengan batang baja yang terdapat di dekat drum
  • Sheepsfoot roller : dilengkapi dengan drum bergerigi yang dipasang secara beraturan pada permukaan roller
  • Vibratory roller : dilengkapi dengan satu baja besar di bagian depan dan dua drum di bagian belakang
  • Cylindrical roller : memiliki kapasitas kerja yang terbatas, sehingga cocok digunakan untuk pembangunan kecil

Baca Juga: Mengenal Caterpillar: Sejarah Singkat dan Alat Berat Paling Populer

7. Crusher

Merupakan alat berat yang digunakan untuk memecahkan atau menghancurkan bebatuan menjadi ukuran-ukuran kecil. Bebatuan yang berhasil dipecahkan akan disaring menggunakan saringan atau screen.

Crusher dibagi menjadi empat jenis, yaitu:

  • Jaw crusher : penghancur batuan berkekuatan tinggi yang memiliki rasio kerja 4-6
  • Gyratory crusher : penghancur primer atau sekunder yang dapat digunakan di industri konstruksi maupun pertambangan
  • Cone crusher : dapat digunakan untuk menghancurkan bebatuan yang sangat keras dengan biaya operasional yang rendah
  • Impact crusher : penghancur batuan yang memiliki tekanan tertentu

8. Bulldozer

Berfungsi untuk menggali, memindahkan, meratakan, dan membersihkan permukaan tanah. Dilengkapi dengan pisau berukuran besar di bagian depan.

Jenis-jenis bulldozer yang dapat ditemui, seperti:

  • Crawler bulldozer : digunakan pada medan yang kasar, area berlumpur, keras, dan berbatu
  • Wheel bulldozer : memiliki roda karet yang lunak, sehingga tidak merusak permukaan tanah saat dioperasikan
  • Mini bulldozer : untuk memindahkan material di ruangan terbatas

9. Scraper

Berguna untuk meratakan jalan, menggali tanah, dan memotong lereng. Alat ini dapat menempuh jarak hingga 2 km pada permukaan tanah yang datar.

Jenis-jenis scraper yang sering ditemui, di antaranya:

  • Motor scraper : jenis scraper dengan jarak tempuh antara 500-2.000 meter
  • Towed scraper : jenis scraper dengan jarak tempuh kurang dari 500 meter

Baca Juga: Mengenal Alat Berat Dragline Excavator dan Cara Kerjanya

10. Hammer

Hammer merupakan jenis alat berat untuk bahan bangunan terakhir. Alat ini berguna sebagai pondasi untuk mengurangi tekanan atau beban saat proses konstruksi berlangsung.

Hammer dibagi menjadi empat jenis, yaitu:

  • Drop hammer : tiang pancang raksasa yang diletakkan pada ketinggian tertentu, lalu dijatuhkan ke kepala tiang
  • Diesel hammer : berfungsi untuk menekan tiang pancang
  • Hydraulic hammer : untuk memberikan tekanan pada tiang pancang saat pemasangan pondasi
  • Vibratory pile driver : tiang pancang yang cocok digunakan pada tanah lembap karena dilengkapi dengan sistem bergetar

Rawat dan Lindungi Alat Berat untuk Bahan Bangunan Milik Anda

Ada banyak jenis alat berat untuk bahan bangunan yang digunakan pada proyek konstruksi. Ada boom lift, conveyor, manlift, paver, dan lain sebagainya. Tinggal pilih alat mana yang paling sesuai dengan kebutuhan proyek. 

Perlu diketahui bahwa setiap alat berat di atas memiliki potensi kerusakan, terutama bila sering dipakai. Maka dari itu, rawat alat berat sebaik mungkin dengan cara-cara sederhana, seperti memeriksa mesin dan setiap komponennya setelah pemakaian. Sematkan pula perlindungan berupa asuransi alat berat untuk meminimalisir pengeluaran akibat kerusakan selama pemakaian.

Memahami berbagai jenis alat berat yang digunakan dalam konstruksi bangunan sangat penting untuk efisiensi dan keberhasilan proyek. Namun, risiko kerusakan atau kecelakaan pada alat berat selalu ada dan dapat mengganggu jalannya proyek. Untuk itu, asuransi menjadi langkah pencegahan yang penting.

Cermati Protect menyediakan asuransi umum yang dirancang khusus untuk melindungi alat berat dari berbagai risiko, termasuk kerusakan mekanis dan bencana alam. Dengan asuransi ini, setiap investasi pada alat berat dapat terlindungi, memastikan kelancaran dan keamanan operasional proyek konstruksi. Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap tentang produk asuransi umum Cermati Protect bisa mengisi formulir dibawah ini!

Fungsi dan Cara Kerja Sistem Kelistrikan Alat Berat

Fungsi dan Cara Kerja Sistem Kelistrikan Alat Berat

Di dalam alat berat tenaga listrik terdapat sekumpulan sistem kelistrikan yang mendukung kinerja alat tersebut. Sistem kelistrikan ditemui dalam berbagai industri, seperti pertambangan, konstruksi, dan sektor lain yang menggunakan alat berat. 

Setiap alat berat dibekali dengan sistem kelistrikan yang memiliki fungsi berbeda-beda. Seluruh sistem bekerja untuk mendukung kinerja satu sama lain, sehingga alat berat memberikan hasil kerja yang optimal.

Sistem Kelistrikan Alat Berat

Setiap komponen alat berat tenaga listrik dilengkapi dengan sistem dan fungsi yang berbeda-beda. Berikut daftar sistem kelistrikan pada sebuah alat berat.

1. Alternator

Disebut juga dengan generator adalah komponen utama dalam sistem kelistrikan alat berat. Fungsinya untuk memproduksi energi listrik yang berasal dari energi kinetik melalui sistem elektromagnetik. 

Terdapat tiga terminal alternator, yaitu B, R, dan E yang dipasang di cover engine, lalu dihubungkan ke drive pulley menggunakan V-belt. Ketika mesin dihidupkan, maka alternator ikut berputar. 

Cara kerja alternator, antara lain:

  • Putaran diubah menjadi energi listrik untuk mengisi baterai
  • Baterai menghasilkan arus DC untuk mempertahankan tegangan baterai
  • Aliran listrik kemudian didistribusikan ke sistem kelistrikan alat berat

2. Baterai

Merupakan tempat penyimpanan daya listrik kala mesin dimatikan. Baterai juga dapat dijadikan sebagai sumber daya cadangan saat listrik mati. Daya baterai yang dibutuhkan mesin alat berat besar karena daya masing-masing mesinnya tinggi. 

Terdapat dua tipe baterai, yaitu tipe basah dan kering. Sedangkan berdasarkan konstruksi, baterai dibedakan menjadi baterai konstruksi compound dan solid. 

Spesifikasi baterai yang tepat untuk mesin alat berat, antara lain:

  • Menggunakan glassmate operator agar baterai tahan terhadap goncangan
  • Memiliki antimoni sebesar 3% untuk memberikan putaran yang bagus
  • Memakai kalsium pada kutub positif dan antimoni pada kutub negatif
  • Tipe baterai premium agar penguapan air menjadi rendah dan umur baterai meningkat 20% dari baterai pada umumnya
  • Memiliki grid berbentuk radial untuk mempercepat aliran radiasi listrik

3. Starting Switch

Merupakan komponen yang berfungsi untuk menghubungkan atau memutuskan arus listrik secara tidak langsung. Singkatnya, starting switch ibarat saklar yang dipasang di dalam rumah. 

Starting switch memiliki peranan yang cukup penting, maka perlu dirawat sebaik mungkin. Jika komponen ini rusak, maka sistem kelistrikan alat berat tidak dapat berfungsi dengan baik.

Cara kerja starting switch, antara lain:

  • Memutar kuncinya ke posisi ON untuk menghidupkan mesin
  • Memutar kuncinya ke posisi OFF untuk mematikan mesin
  • Memastikan terminal di dalamnya terhubung satu sama lain sesuai posisi switch agar mesin bisa dinyalakan atau dimatikan

4. Kabel dan Konektor

Merupakan komponen yang berfungsi untuk menghubungkan sistem alat berat tenaga listrik. Pemilihan kabel dan konektor yang berkualitas memberikan pengaruh yang signifikan pada sistem kelistrikan. 

Kabel harus berada dalam kondisi yang baik, dalam arti tidak terkelupas untuk menghindari terjadinya korsleting. Selain itu, kabel harus mampu menangani beban listrik yang tinggi agar listrik tidak mudah putus. 

Spesifikasi kabel dan konektor dalam sistem kelistrikan, antara lain:

  • Rangkaian kabel mampu menghubungkan sistem elektrik, sehingga arus pada baterai mampu mengalir sesuai fungsinya
  • Diameter kabel sesuai dengan fungsi arus listrik yang akan dialirkan
  • Kabel diberi nomor atau warna tertentu untuk memudahkan penelusuran kabel

5. Safety Relay

Merupakan sistem kelistrikan yang berfungsi untuk mengontrol aliran listrik yang masuk ke komponen alat berat. Juga untuk melindungi sistem kelistrikan dari kerusakan yang terjadi akibat pemakaian. 

Safety relay bagus digunakan bersamaan dengan alat lainnya, seperti tombol emergency, safety gate, light barrier, safety mat, safety bar, hingga pressure sensor

Cara kerja safety relay, antara lain:

  • Posisi motor penggerak harus dalam keadaan normal
  • Jika motor penggerak mati, maka tombol emergency perlu ditekan dalam keadaan darurat sedangkan posisi lock emergency dilepas untuk mereset safety relay
  • Safety relay yang berhasil tereset dapat berfungsi dengan normal

Baca Juga: Alat Berat Loader: Fungsi, Jenis, Komponen dan Cara Kerja

6. Baterai relay

Merupakan bagian dalam sistem kelistrikan untuk menciptakan medan magnet saat starting switch berada pada posisi ON. Medan magnet berfungsi untuk menarik kontraktor, menghubungkan salah satu kutub positif atau negatif pada baterai dengan starting motor.

Singkatnya, baterai relay adalah komponen untuk memutuskan baterai dengan sistem kelistrikan. Rangkaian baterai relay bisa dilihat pada kabel dan konektor.  

7. Starting Motor

Sistem kelistrikan selanjutnya adalah starting motor yang berfungsi untuk memutar mesin pada tiga terminal sekaligus, yaitu B, M, dan C. Cara kerjanya mirip dengan starting switch, di mana kinerjanya berasal dari tenaga mekanik. 

Cara kerja starting motor, antara lain:

  • Ketika starting switch diposisikan pada posisi start, maka kemagnetan mampu melawan spring, menarik plunger, sehingga terminal B dan M terhubung
  • Saat terminal B dan M terhubung, maka pull-in coil tidak bekerja sedangkan hold-in coil bekerja agar terminal B dan M tetap terhubung

8. Solenoid Valve

Disebut juga katup listrik yang berfungsi untuk mengubah arus listrik menjadi energi mekanik. Solenoid berupa kabel-kabel kecil yang dililitkan secara rapat untuk menggerakkan spool. Solenoid valve banyak ditemukan pada control valve hydraulic maupun pneumatic.

Beberapa jenis solenoid valve yang terdapat pada alat berat, di antaranya:

  • Assembly solenoid valve
  • Accumulator solenoid valve
  • 2 stage relief solenoid valve
  • PPC lock solenoid valve
  • Travel speed solenoid valve
  • Travel junction solenoid valve
  • Swing brake solenoid valve
  • ATT selector valve

9. Relay

Merupakan komponen pada sistem kelistrikan yang berfungsi sebagai sakelar magnetik. Sistem ini berguna untuk menghubungkan dan memutuskan arus listrik menggunakan medan magnet.

Berdasarkan jenis arus yang dihasilkan, relay dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

  • Relay AC
  • Relay DC

Sedangkan berdasarkan cara kerjanya, relay dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Normally Open (NO)
  • Normally Close (NC)

10. Sekring

Sering disebut fuse merupakan bagian pengaman dalam sistem kelistrikan. Kapasitas arus yang dihasilkan sekring saat sistem dan fusible link dipasang adalah sebesar 3-50 Ampere.

Jika kinerjanya melebihi kapasitas, maka sekring bisa terputus secara otomatis. Terdapat empat jenis sekring yang biasa digunakan, yaitu:

  • Fuse blade
  • Fuse tabung
  • Fusible link
  • Yazaki

Baca Juga: Motor Grader: Fungsi, Cara Kerja, dan Komponennya

Cara Kerja Sistem Kelistrikan Alat Berat

Lantas, bagaimana cara kerja alat berat tenaga listrik? Simak dalam lima poin berikut ini.

1. Membangkitkan Listrik Melalui Alternator

Saat mesin alat berat dihidupkan, maka alternator akan berputar untuk menghasilkan aliran listrik di dalam kumparan. Secara perlahan sistem kelistrikan pun akan berjalan, sehingga komponen alat berat dapat digunakan sesuai fungsinya masing-masing.

2. Energi Disimpan di Baterai

Sebagian arus listrik yang dihasilkan alternator digunakan untuk mengisi daya baterai. Selama mesin beroperasi, maka daya baterai akan terus terisi sampai energinya cukup. Ketika mesin dimatikan, maka baterai dapat menyalurkan sumber daya cadangan ke komponen alat berat. 

3. Penggunaan Daya

Arus listrik yang berasal dari alternator akan akan terus dialirkan ke seluruh komponen alat berat. Besaran penggunaan daya diatur di dalam saklar dan kontrol panel. Jika penggunaannya berlebihan, maka saklar akan terputus sehingga kinerja mesin alat berat berhenti sesaat. 

4. Menghidupkan Mesin

Saat tombol starter diputar, maka mesin menyala dan berputar. Alternator secara otomatis menyediakan arus listrik yang dibutuhkan seluruh sistem kelistrikan, sehingga mesin bekerja secara optimal. 

5. Proteksi dan Keamanan

Relay akan bekerja untuk memberikan proteksi dan keamanan selama mesin menyala. Jika beban berlebihan atau penggunaan tidak normal, maka relay membantu menjaga komponen alat berat dari kerusakan yang mungkin terjadi. 

Baca Juga: Alat Berat Clamshell: Pengertian, Fungsi, Cara Kerja

Pastikan Sistem Kelistrikan Dijaga dan Dirawat

Sistem kelistrikan memegang andil penting dalam pengoperasian alat berat. Perawatan yang optimal dipercaya dapat meminimalisir kerusakan yang tidak diinginkan. Sementara pengelolaan yang efisien dapat meningkatkan kinerja dan ketahanan mesin berat. 

Jaga dan rawat sistem kelistrikan dengan mengecek seluruh komponen di dalamnya setelah penggunaan. Jangan lupa mengganti bagian yang sekiranya sudah usang agar tidak mengganggu kinerja alat berat dalam pengerjaan proyek. 

Penting untuk diingat bahwa memahami fungsi dan cara kerja sistem kelistrikan pada alat berat tidak hanya membantu dalam perawatan dan operasi yang efisien, tetapi juga dalam mengambil langkah-langkah preventif terhadap potensi kerusakan. Risiko kerusakan pada alat berat, termasuk kerusakan pada sistem kelistrikan, dapat menimbulkan biaya yang signifikan jika tidak diantisipasi dengan baik. Oleh karena itu, memiliki asuransi yang tepat menjadi sangat penting.

Cermati Protect menyediakan produk asuransi umum yang mampu melindungi alat berat dari berbagai risiko, termasuk kerusakan mekanis, kecelakaan, dan bencana alam. Dengan perlindungan ini, operasional dapat berjalan dengan lebih tenang, mengetahui bahwa investasi terlindungi dari segala kemungkinan yang tidak diinginkan. Dapatkan informasi selengkapnya tentang produk asuransi umum dengan mengisi formulir dibawah ini!

Excavator PC 75: Pengertian, Jenis dan Keunggulannya

Excavator PC 75: Pengertian, Jenis dan Keunggulannya

Excavator PC 75 merupakan salah satu varian yang paling populer dari sejumlah jenis excavator yang beredar di pasaran. Hal ini membuat alat berat yang satu ini banyak diminati dan digunakan dalam berbagai proyek konstruksi dan industri lainnya. 

Dikenal memiliki desain unik dengan body yang terbilang kecil, excavator ini mampu bekerja dengan baik di ruang terbatas sekalipun. Tidak hanya sekedar untuk melakukan penggalian tanah, alat berat ini juga bisa diandalkan untuk mengangkut berbagai material dengan cara yang baik. 

Apa Itu Excavator PC 75? 

Excavator PC 75

Excavator PC 75 merupakan mini excavator yang dilengkapi dengan berbagai kontrol canggih dan memungkinkan alat berat ini bekerja secara maksimal. Ukurannya yang tidak terlalu besar akan membuat excavator ini bergerak dengan leluasa, bahkan pada medan yang sempit dan terbatas. 

Namun meski berukuran mini, alat berat ini memiliki bucket dengan daya tampung yang terbilang besar. Hal ini memungkinkan excavator PC 75 bekerja dengan cepat untuk memuat maupun memindahkan berbagai material yang terdapat di lokasi kerjanya. 

Kemampuan kerjanya yang mumpuni membuat alat berat ini banyak digunakan dalam industri yang berbeda. Bukan hanya di dalam bidang konstruksi saja, PC 75 juga banyak digunakan dalam industri tambang yang pada dasarnya membutuhkan proses penggalian dan pemindahan material. 

Sedangkan di dalam industri konstruksi, biasanya excavator ini akan digunakan untuk menangani berbagai pekerjaan yang berbeda, seperti: penggalian parit, pembuatan saluran air, penimbunan material, pemindahan/ pengangkutan material, dan yang lainnya. 

Selain itu, excavator PC 75 juga sering digunakan dalam industri daur ulang dan pembongkaran. Ukurannya yang tidak terlalu besar memungkinkan alat berat ini untuk digunakan pada proyek atau pekerjaan-pekerjaan menengah dan tidak membutuhkan alat berat dengan ukuran besar.  

Excavator PC 79 pada umumnya menggunakan mesin diesel yang sudah dibekali dengan berbagai fitur canggih di dalamnya. Hal ini akan memudahkan alat berat tersebut memberikan kinerja maksimal, dan tenaga yang cukup besar dalam menyelesaikan berbagai pekerjaan. 

Baca Juga: Memahami Arti PC pada Excavator & Spesifikasinya

Jenis – Jenis Excavator PC 75 

Pada dasarnya, penggunaan alat berat harus selalu disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan itu sendiri. Hal ini sangat penting, untuk memastikan alat berat tersebut mampu memberikan kinerja terbaik dan menyelesaikan pekerjaan dengan sesuai harapan. 

Hal yang sama juga perlu dipertimbangkan saat akan menggunakan excavator PC 75 ini. Alat berat yang satu ini memiliki beberapa tipe yang berbeda, di mana setiap tipe ini tentu akan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, sehingga penting untuk memilihnya sesuai kebutuhan. 

Berikut ini adalah beberapa tipe excavator PC 75 yang bisa ditemukan di pasaran dan dijadikan sebagai pertimbangan: 

Excavator PC 75 UU-2Ini merupakan tipe excavator terkecil di antara tipe lainnya yang beredar di pasaran. Biasanya tipe PC 75 UU-2 ini banyak digunakan pada proyek-proyek dengan medan sempit, sebab alat berat ini bisa tetap bergerak dengan leluasa di area tersebut. 

Excavator tipe yang satu ini menggunakan bucket berkapasitas 0,3 meter kubik, di mana tingkat kedalaman galiannya adalah maksimal 4,2 meter. Sedangkan kekuatan mesinnya sebesar 55,6 kW dengan kapasitas operasi 7.510 Kg.
Excavator PC 75 UU3Excavator PC 75 UU3 merupakan salah satu tipe excavator yang canggih dan banyak digunakan dalam proyek konstruksi. Alat berat ini memiliki bucket berkapasitas 0,3 meter dengan kedalaman galian 4,3 meter. Daya mesin alat berat ini sebesar 55,6 kW, sedangkan kapasitas operasinya 7.580 Kg.
Excavator PC 75 R-2Jika dibandingkan dengan tipe lainnya, excavator yang satu ini memiliki ukuran yang lebih besar, sehingga cocok untuk digunakan dalam pengerjaan proyek besar. Kapasitas bucketnya sebesar 0,35 meter dengan tingkat kedalaman galian maksimalnya sebesar 5,9 meter. 

Excavator PC 75 R-2 ini memiliki mesin dengan daya 55,6 kW, sedangkan kapasitas operasinya sebesar 7.890 Kg. Kapasitasnya yang besar memungkinkan alat berat ini untuk digunakan dalam industri pertambangan yang biasanya membutuhkan alat berat dengan kapasitas mumpuni.
Excavator PC 75 R-3Ini merupakan salah satu excavator yang cukup canggih dan memiliki banyak keunggulan, jika dibandingkan dengan tipe lainnya. Alat berat ini memiliki bucket berkapasitas 0,35 meter kubik dengan tingkat kedalaman galian yang bisa mencapai 6,1 meter. 

Excavator PC 75 R-3 ini memiliki daya mesin sebesar 55,6 kW dengan kapasitas operasi yang cukup besar, yakni mencapai 8.050 kg. Hal ini memungkinkan alat berat ini melakukan pekerjaan-pekerjaan yang cukup berat dan dalam skala yang besar. 
Excavator PC 75 UU-1Jika dibandingkan dengan excavator tipe PC75R-2 dan PC75-3, jenis yang satu ini memang berukuran lebih kecil dan kompak. Namun meski begitu, alat berat yang satu ini tetap bisa diandalkan dan bekerja dengan baik, sebagaimana tipe yang lainnya. 

Excavator PC 75 UU-1 memiliki bucket berkapasitas 0,3 meter kubik dengan tingkat kedalaman galian maksimal sebesar 4,2 meter. Sedangkan daya mesin alat berat ini adalah 55,6 kW dan kapasitas operasinya sebesar 7.330 Kg. 

Baca Juga: Mengenal Alat Berat Bucket Wheel Excavator

Apa Saja Keunggulan Excavator PC 75?

Sebagaimana alat berat pada umumnya, excavator PC 75 tentu memiliki berbagai keunggulan yang membuat penggunaannya lebih maksimal. Hal inilah yang kerap dijadikan sebagai pertimbangan untuk menggunakan alat berat ini pada berbagai proyek yang akan ditangani. 

Berikut ini adalah beberapa keunggulan yang dimiliki oleh excavator PC 75:

1. Kemampuan Gali yang Kuat 

Berat operasionalnya yang berkisar 7.400 Kg membuat Excavator PC 75 ini sangat kokoh dan tangguh untuk digunakan pada berbagai medan kerja. Hal ini juga didukung dengan ukuran bodynya yang setinggi 2,66 meter dengan panjang sekitar 6 meter dan lebar sekitar 2 meter. 

Alat berat ini memiliki bucket berkapasitas 0,30 meter kubik yang mampu membuat lubang galian maksimal sedalam 4.250 meter. Didukung dengan daya mesinnya yang sebesar  2300 rpm/ 51 kW, alat berat yang satu ini memiliki kemampuan gali yang besar dan bisa diandalkan.  

2. Kecepatan dan Kinerja Maksimal 

Excavator PC 75 menggunakan mesin dengan tenaga mumpuni dengan kecepatan yang bisa diandalkan. Alat berat ini menggunakan mesin dengan emisi rendah dan juga cukup ramah lingkungan. Namun kinerja yang diberikan excavator PC 75 ini akan selalu maksimal, meskipun digunakan pada proyek berskala besar. 

3. Memiliki Fitur Keselamatan Memadai  

Dikenal sebagai salah satu alat berat dengan teknologi terkini, excavator PC75 juga sudah memiliki fitur keselamatan yang mumpuni. Ada beragam fitur keselamatan yang tersemat dalam alat berat ini, seperti: tombol berhenti darurat, sabuk pengaman, dan sistem perlindungan diri saat excavator terguling. 

Berbagai fitur keselamatan ini akan membantu operator mengurangi risiko kecelakaan saat sedang bekerja. Selain memberikan keamanan selama menjalankan tugas, fitur-fitur ini juga tentu akan memberikan kenyamanan tersendiri bagi operator yang kerap menghadapi medan kerja yang sulit dan luar biasa. 

4. Menggunakan Sistem Hidrolik Canggih

Masih berkaitan dengan poin di atas, excavator PC 75 juga dikenal sebagai alat berat yang menggunakan sistem hidrolik terkini. Sistem ini akan memungkinkan excavator berada pada posisi yang presisi dan fleksibel, sehingga pengerjaan proyek menjadi lebih mudah.

Sistem hidrolik juga akan membuat kontrol alat berat ini menjadi lebih simpel dan mudah dipahami, bahkan oleh para operator pemula sekalipun. Selain itu, sistem yang satu ini juga terbilang awet dan bisa menghemat pengeluaran perusahaan untuk merawat excavator itu sendiri. 

5. Memiliki Kemampuan Baik dalam Bermanuver 

Excavator PC 75 memiliki fitur Offset Boom yang memungkinkan alat berat ini lebih mudah untuk melakukan manuver. Fitur ini akan membuat excavator lebih mudah untuk berbelok dan menyesuaikan posisinya di lokasi kerja yang sempit sekalipun. 

Operator akan lebih mudah untuk mengubah atau bahkan memutar posisi excavator, meskipun hanya memiliki ruang yang terbatas. Hal ini akan membantu alat berat yang satu ini tetap bisa memberikan kinerja maksimal, bahkan ketika digunakan pada medan yang sulit sekalipun. 

Baca Juga: Berapa Harga Sewa Excavator? Simak Di sini!

Excavator PC 75 Memberikan Banyak Kemudahan 

Penggunaan excavator PC 75 terbilang tinggi dan membuat alat berat ini semakin populer di berbagai industri. Dikenal memiliki banyak keunggulan, excavator ini memberikan banyak kemudahan dalam pengerjaan proyek, bahkan untuk pekerjaan-pekerjaan yang berada di area terbatas dan sempit.

Memahami pengertian, jenis, dan keunggulan excavator PC 75 sangat penting untuk memaksimalkan efisiensi proyek Anda. Selain itu, perlindungan asuransi umum untuk alat berat juga tidak kalah penting. Cermati Protect menawarkan produk asuransi umum yang dapat melindungi alat berat Anda dari berbagai risiko, memberikan ketenangan pikiran dan memastikan operasional proyek berjalan lancar.

Isi formulir dibawah ini untuk mendapatkan informasi selengkapnya mengenai produk asuransi umum Cermati Protect!

Ini Harga Sewa Alat Berat Berdasarkan Jenisnya

Ini Harga Sewa Alat Berat Berdasarkan Jenisnya

Harga sewa alat berat kerap menjadi informasi yang banyak dicari oleh para pelaku industri di tanah air. Pada umumnya, alat berat akan banyak dibutuhkan dalam industri konstruksi, perkebunan, pertambangan dan berbagai sektor lainnya yang berskala cukup besar. 

Penggunaan alat berat sendiri biasanya bertujuan untuk mempermudah pekerjaan manusia. Alat-alat berat ini akan digunakan untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan berat, seperti: penggalian material, pengangkutan, pengerukan, bahkan penimbunan dan yang lainnya. 

Harga Sewa Alat Berat Sangat Beragam 

Pengadaan alat berat tentu akan membutuhkan dana yag tidak sedikit.  Jumlah alat berat yang dibutuhkan bisa saja lebih dari satu, bahkan dengan jenis yang berbeda. Hal inilah yang menjadi alasan sebagian besar perusahaan untuk menyewa alat berat saja, daripada melakukan pembelian. 

Permintaan layanan penyewaan alat berat ini juga terbilang banyak di tanah air, mengingat banyak sektor industri yang membutuhkannya. Indonesia juga termasuk negara berkembang yang sedang melakukan banyak pembangunan infrastruktur, sehingga pengadaan berbagai alat berat seperti ini sangat dibutuhkan. 

Ada banyak perusahaan konstruksi yang selalu membutuhkan bantuan alat berat dalam pengerjaan proyeknya. Penggunaan alat berat diharapkan bisa mempermudah proses pembangunan dan sekaligus mempersingkat waktu yang dibutuhkan untuk pengerjaan tersebut. 

Selain konstruksi, industri pertambangan merupakan salah satu sektor lainnya yang banyak menggunakan alat-alat berat ini. Tujuannya tentu jelas, yakni untuk mempercepat dan mempermudah proses penambangan yang dilakukan di lapangan. 

Harga sewa alat berat tentu saja sangat beragam, tergantung jenis alat berat itu sendiri. Kapasitas/ tipe alat berat juga akan sangat mempengaruhi harga sewanya, semakin canggih dan besar kapasitasnya, maka akan semakin besar juga biaya sewa yang harus dibayarkan. 

Selain itu, lokasi proyek dan kondisi medan yang akan dikerjakan juga bisa saja berpengaruh pada besaran biaya sewa alat berat ini. Jika lokasi proyek tersebut cukup jauh dan sulit untuk dijangkau, maka biaya yang dibutuhkan untuk mendatangkan alat berat ke lokasi tersebut juga tentu akan semakin besar. 

Baca Juga: Berapa Harga Sewa Excavator? Simak Di sini!

Jenis – Jenis dan Harga Sewa Alat Berat

Penggunaan alat berat harus disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan itu sendiri. Hal ini penting, untuk memastikan alat berat tersebut bisa bekerja dengan baik serta memberikan hasil kerja yang maksimal dan sesuai dengan harapan. 

Berikut ini adalah beberapa jenis alat berat dan kisaran biaya sewanya di pasaran: 

1. Bulldozer

Bulldozer menjadi salah satu alat berat yang paling umum dan cukup banyak digunakan dalam pekerjaan proyek. Alat berat yang memiliki bucket ini memang bisa diandalkan untuk mengatasi berbagai material yang terdapat di lokasi proyek maupun pertambangan. 

Fungsi dasar bulldozer adalah untuk mendorong atau memindahkan material hasil galian dari satu titik ke titik lainnya. Alat berat ini juga bisa digunakan untuk membuat material, sehingga proses pemindahannya menjadi lebih mudah dan bisa selesai dengan cepat. 

Selain itu, bulldozer juga sering digunakan untuk membersihkan area atau lokasi konstruksi maupun pertambangan dari berbagai material seperti kayu dan bebatuan, sehingga pengerjaan proyek bisa dilakukan dengan cepat dan sesuai rencana.

Ada 2 jenis bulldozer yang sering digunakan dalam pengerjaan proyek konstruksi dan pertambangan, yakni:  

  • Bulldozer yang menggunakan roda kelabang (Crawler Tractor Dozer).
  • Bulldozer yang menggunakan roda karet (Whell Tracktor Dozer).

2. Excavator

Alat berat yang satu ini biasanya digunakan untuk membantu proses penggalian tanah dan berbagai material lainnya. Kemampuannya yang baik dalam menggali membuat excavator ini banyak digunakan dalam proyek konstruksi dan juga pertambangan skala besar. 

Excavator memiliki bentuk yang khas dengan sebuah bucket pada bagian depan, di mana bucket ini terhubung pada sebuah pangan yang cukup panjang dan memungkinkannya menjangkau area-area kerja yang sulit sekalipun. 

Jangkauannya yang luas membuat excavator mampu melakukan penggalian dalam jumlah besar dan cukup dalam. Bukan hanya untuk menggali tanah, alat berat ini juga sering digunakan untuk menggali berbagai material tambang yang berada di bawah permukaan tanah. 

Selain untuk menggali, excavator juga bisa digunakan untuk memuat atau memindahkan material dari satu titik ke titik lainnya, atau ke dalam dump truck yang akan digunakan untuk memindahkan material tersebut. Penggunaan dump truck biasanya dilakukan untuk pemindahan material dalam jarak yang jauh. 

Excavator memiliki kemampuan angkut yang besar, sehingga bisa mengangkut banyak material sekaligus. Namun alat berat ini tidak diperuntukkan sebagai alat pengangkut jarak jauh dan biasanya hanya digunakan untuk memindahkan material dalam jarak yang dekat saja. 

Alat berat ini juga kerap digunakan untuk menghancurkan bangunan yang sudah tidak terpakai lagi atau akan dibangun kembali. Excavator memiliki alat penggerak yang unik, yakni berupa roda ban maupun crawler yang mampu bekerja di area sulit sekalipun.

Excavator sendiri memiliki beberapa komponen penting, antara lain: bucket, bucket cylinder, boom, boom cylinder, arm, arm cylinder, tracker, dan kabin. Masing-masing komponen ini akan bekerja sama, sehingga excavator bisa bekerja dengan baik dan maksimal.

3. Motor Grader

Motor grader merupakan alat berat yang bisa digunakan untuk meratakan permukaan tanah dengan cara bergerak maju mundur pada area yang akan diratakan tersebut. Proses perataan tanah seperti ini kerap dibutuhkan untuk mempersiapkan sebuah area konstruksi atau yang lainnya. 

Alat berat ini sering digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti: penggusuran tanah, menghamparkan material pada bidang tertentu, pemasangan saluran bawah tanah, persiapan pembangunan jalan/ pengaspalan, dan yang lainnya. 

Motor grader memiliki pisau unik yang terdapat pada bagian tengahnya. Pisau inilah yang akan digunakan untuk membantu meratakan tanah, sehingga area tersebut benar-benar siap untuk digunakan. 

4. Dump Truck

Dump truck merupakan jenis kendaraan yang memiliki kapasitas besar dan mampu mengangkut banyak material. Kendaraan ini memiliki kapasitas angkut yang besar, sehingga cocok untuk digunakan dalam pekerjaan konstruksi dan juga pertambangan skala besar. 

Fungsi utama dump truck adalah untuk mengangkut dan memindahkan material dari satu lokasi ke lokasi lainnya, di mana jarak lokasi angkut ini biasanya cukup jauh dan membutuhkan perjalanan panjang. 

Ada banyak material yang biasa diangkut menggunakan dump truk, mulai dari pasir, bebatuan dan yang lainnya. Kendaraan ini bisa ditemukan dalam 2 jenis yang berbeda, yakni:

  • Dump truck untuk mengangkut material terbatas pada jalanan/ area berlumpur.
  • Dump truck untuk mengangkut material dengan kapasitas 40-60 ton. 

Berikut ini adalah daftar harga sewa alat berat yang bisa dijadikan sebagai referensi: 

Nama AlatMerekHarga
Excavator Mini PC 40All merkRp160.000 per jam
Excavator Mini PC 50All merkRp160.000 per jam
Excavator Mini PC 75All merkRp170.000 per jam
Excavator Mini PC 100All merkRp155.000 per jam
Excavator Mini PC 200All merkRp195.000 per jam
Wheel Loader 0,8M3Komatsu WA-70Rp120.000 per jam
Wheel Loader 1,2M3Komatsu WA-100Rp140.000 per jam
Wheel Loader 1,2M3Komatsu WA-120Rp160.000 per jam
Wheel Loader 1,5M3Komatsu WA-150Rp170.000 per jam
Wheel Loader 1,8M3Komatsu WA-180Rp200.000 per jam
Wheel Loader 2,0M3Komatsu WA-200Rp230.000 per jam
Wheel Loader 3,0M3Komatsu WA-300Rp260.000 per jam
Wheel Loader 3,2M3Komatsu WA-320Rp280.000 per jam
Bulldozer D20-3KomatsuRp150.000 per jam
Bulldozer D31EKomatsuRp155.000 per jam
Bulldozer D65PKomatsuRp170.000 per jam
Bulldozer D85KomatsuRp185.000 per jam
Motor Grader 125 HPCAT 120HRp170.000 per jam
Motor Grader 135 HPKomatsu GD511Rp190.000 per jam
Motor Grader 180 HPKomatsu GD655Rp250.000 per jam
Crane Kapasitas 30-35 tonRp350.000 per jam
Crawler Crane 10-15 tonRp3.900.000 per 8 jam
Roughter Crane 10 tonRp5.500.000 per shift

Pada umumnya, perusahaan penyewaan alat berat menentukan batas/ jangka waktu minimal untuk setiap alat berat yang mereka sewakan. Hal ini juga biasanya akan dibarengi dengan sejumlah syarat lainnya, tergantung pada kebijakan perusahaan itu sendiri. 

Baca Juga: Tak Perlu Beli, 10 Alat Berat Ini Bisa Disewa

Pilih dan Gunakan Alat Berat yang Tepat 

Penggunaan alat berat seringkali menjadi hal wajib bagi para pelaku industri konstruksi dan yang lainnya. Tidak perlu membeli, berbagai alat berat ini juga cukup banyak disewakan saat ini. Pilih alat berat yang tepat dengan biaya sewa terbaik, sehingga alat tersebut bisa memberikan kinerja maksimal dan sesuai harapan.

Memahami harga sewa alat berat berdasarkan jenisnya sangat penting untuk perencanaan proyek yang efektif. Namun, selain mempertimbangkan biaya sewa, perlindungan asuransi untuk alat berat juga tidak kalah penting.

Cermati Protect menyediakan asuransi umum yang dirancang khusus untuk melindungi alat berat Anda dari berbagai risiko operasional. Dengan asuransi yang tepat, Anda dapat bekerja dengan lebih tenang dan fokus pada kesuksesan proyek Anda. Silahkan isi formulir dibawah ini untuk mendapatkan informasi selengkapnya tentang produk asuransi umum Cermati Protect.