Alat Berat Segment Roller: Inovasi dalam Konstruksi dan Infrastruktur

Alat Berat Segment Roller: Inovasi dalam Konstruksi dan Infrastruktur

Di dunia konstruksi dan infrastruktur, alat berat adalah komponen penting yang membantu mempercepat dan mempermudah berbagai proses pembangunan. Salah satu alat yang berperan penting dalam pemindahan material besar dan berat adalah Segment Roller. 

Segment roller merupakan komponen penting dalam mesin-mesin berat seperti bulldozer dan ekskavator. Fungsinya yang mendukung stabilitas dan pergerakan alat berat ini menjadikannya elemen kunci dalam berbagai aplikasi industri.

Berikut pembahasan lebih dalam mengenai apa itu segment roller, fungsi dan kelebihannya, serta aplikasinya dalam dunia konstruksi.

Apa Itu Segment Roller?

Segment roller adalah komponen atau bagian dari sistem pergerakan alat berat yang biasanya berbentuk seperti roda dengan permukaan bersegmen. Alat ini berfungsi untuk menopang dan mendistribusikan beban alat berat secara merata, serta membantu pergerakan alat di berbagai medan. Biasanya terbuat dari bahan yang sangat kuat seperti baja atau besi cor, segment roller dirancang untuk menahan beban besar dan bekerja dalam kondisi ekstrem.

Pada alat berat seperti bulldozer dan ekskavator, segment roller berada di bagian bawah dan berfungsi untuk mendukung jalur atau roda karet. Fungsinya adalah membantu distribusi bobot alat berat dan memastikan pergerakan yang stabil, bahkan di medan yang berbatu atau berlumpur. Selain itu, segment roller juga berperan dalam menjaga keseimbangan alat berat sehingga pengoperasiannya lebih aman dan efektif.

Baca Juga: Drum Roller: Fungsi, Jenis, dan Cara Kerjanya

Fungsi Utama Segment Roller pada Alat Berat

Segment roller memiliki beberapa fungsi utama yang membuatnya sangat penting dalam operasional alat berat, antara lain:

1. Menopang Berat Alat Berat 

Segment roller membantu mendistribusikan bobot alat berat secara merata, mencegah kelebihan beban pada satu titik tertentu. Hal ini membantu meningkatkan stabilitas dan ketahanan alat berat selama pengoperasian.

2. Memastikan Stabilitas dan Keseimbangan 

Dengan dukungan segment roller, alat berat dapat bergerak dengan stabil dan seimbang. Ini sangat penting untuk mengurangi risiko terjadinya kecelakaan saat bekerja di medan yang berat dan tidak rata.

3. Mengurangi Gesekan 

Segment roller mengurangi gesekan antara jalur atau roda dengan permukaan tanah, memungkinkan alat berat bergerak dengan lebih efisien. Hal ini juga membantu mengurangi keausan pada komponen alat berat lainnya, sehingga masa pakai alat bisa diperpanjang.

4. Mempermudah Pergerakan di Medan Ekstrem 

Medan kasar, berbatu, dan berlumpur adalah tantangan yang sering dihadapi dalam proyek konstruksi dan pertambangan. Segment roller didesain untuk mengatasi medan tersebut dengan memberikan cengkeraman yang kuat dan memastikan pergerakan yang lancar.

Kelebihan Menggunakan Segment Roller pada Alat Berat

Segment roller pada alat berat menawarkan beberapa kelebihan yang signifikan. Berikut ini adalah beberapa manfaat dari penggunaannya:

1. Daya Tahan yang Tinggi 

Terbuat dari material berkualitas tinggi, segment roller sangat tahan terhadap beban berat dan tekanan berulang. Hal ini menjadikannya komponen yang kuat dan dapat diandalkan untuk jangka waktu yang panjang meskipun digunakan di lingkungan kerja yang keras.

2. Efisiensi Operasional yang Tinggi 

Dengan pergerakan yang lebih stabil dan efisien, segment roller memungkinkan alat berat untuk bekerja dengan lebih cepat dan lancar. Hal ini juga membantu menghemat energi dan mengurangi konsumsi bahan bakar, yang pada akhirnya menurunkan biaya operasional.

3. Mengurangi Kebutuhan Perawatan 

Dengan segment roller yang berkualitas tinggi, gesekan dan keausan pada bagian lain alat berat dapat diminimalisir. Ini berarti perawatan menjadi lebih mudah dan lebih jarang diperlukan, yang tentunya menghemat waktu dan biaya.

4. Fleksibilitas di Berbagai Jenis Medan 

Desain segment roller memungkinkan alat berat untuk beradaptasi dengan berbagai jenis medan, baik datar, berbatu, maupun berlumpur. Dengan demikian, operator dapat mengandalkan alat berat untuk bekerja di berbagai lokasi proyek tanpa kendala.

5. Meningkatkan Keselamatan Kerja 

Dengan memastikan stabilitas dan pergerakan alat berat yang aman, segment roller membantu mengurangi risiko kecelakaan di lapangan. Ini penting untuk menjaga keselamatan para pekerja dan menghindari kerusakan pada alat berat.

Baca Juga: Track Roller Excavator: Pengertian, Jenis dan Tipe, Hingga Kegunaan Serta Cara Perawatannya

Aplikasi Segment Roller dalam Berbagai Industri

Segment roller digunakan dalam berbagai jenis alat berat dan memiliki aplikasi yang luas dalam industri konstruksi, pertambangan, dan infrastruktur. Berikut adalah beberapa contoh bagaimana segment roller digunakan dalam berbagai sektor:

Jenis IndustriPenerapannya
Konstruksi Jalan dan InfrastrukturDalam proyek pembangunan jalan, segment roller digunakan pada alat berat seperti bulldozer dan excavator yang berperan dalam pemindahan tanah dan material. Dengan stabilitas dan kemampuan cengkeramannya, alat berat yang dilengkapi segment roller dapat bekerja lebih efisien dan aman di medan berbatu
PertambanganPada area tambang, segment roller memfasilitasi pergerakan alat berat di medan berlumpur dan tidak rata. Alat berat seperti excavator dan dump truck menggunakan segment roller untuk menjaga stabilitas saat memindahkan material berat di kondisi medan yang menantang.
Pembangunan Gedung TinggiDalam proyek konstruksi gedung bertingkat, segment roller digunakan pada alat berat untuk pemindahan material bangunan yang berat. Segment roller membantu menjaga stabilitas alat berat di lokasi konstruksi yang mungkin sempit atau penuh rintangan.
Proyek Penggalian dan Penambangan TerbukaDi lokasi penggalian atau penambangan terbuka, segment roller digunakan pada alat berat untuk membantu pergerakan dalam kondisi tanah yang berbatu atau berpasir. Hal ini memungkinkan pekerjaan penggalian dan penambangan menjadi lebih efisien.
Pembangunan Lapangan OlahragaAlat ini juga digunakan dalam pembangunan lapangan olahraga, seperti lapangan sepak bola dan lapangan golf. Pemadatan yang tepat membantu menciptakan permukaan yang ideal untuk bermain, mengurangi risiko cedera bagi para atlet.

Cara Memilih Alat Berat Segment Roller yang Tepat

Memilih alat berat segment roller yang sesuai sangat penting untuk memastikan efektivitas dan efisiensi dalam proyek. Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu dalam memilih alat ini:

1. Tentukan Kebutuhan Proyek 

Pertimbangkan jenis proyek yang akan dilakukan. Apakah itu pembangunan jalan, infrastruktur, atau lainnya? Mengetahui kebutuhan spesifik Anda akan membantu menentukan jenis dan ukuran alat yang tepat.

2. Perhatikan Kapasitas dan Ukuran

Alat berat segment roller tersedia dalam berbagai ukuran dan kapasitas. Pastikan untuk memilih alat yang sesuai dengan skala proyek. Alat yang terlalu kecil mungkin tidak efektif, sementara alat yang terlalu besar bisa sulit digunakan di area terbatas.

3. Cek Spesifikasi Teknis

Pastikan untuk memeriksa spesifikasi teknis alat, seperti daya mesin, jenis penggerak, dan fitur tambahan. Alat dengan teknologi terbaru biasanya menawarkan efisiensi yang lebih baik.

4. Ulasan Pengguna

Mencari tahu tentang pengalaman pengguna lain dapat memberikan wawasan yang berharga. Ulasan positif tentang suatu produk dapat menjadi indikator kualitas dan performa alat tersebut.

5. Anggaran

Sesuaikan pilihan dengan anggaran yang tersedia. Alat berat segment roller hadir dalam berbagai rentang harga, sehingga penting untuk menemukan alat yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran.

Cara Memilih Segment Roller yang Tepat

Memilih segment roller yang tepat sangat penting untuk menjaga performa dan keamanan alat berat. Berikut beberapa tips yang dapat membantu dalam  memilih segment roller yang sesuai dengan kebutuhan industri Anda:

1. Tentukan Kebutuhan Proyek

Pertimbangkan jenis proyek yang akan Anda lakukan. Apakah itu pembangunan jalan, infrastruktur, atau lainnya? Mengetahui kebutuhan spesifik akan membantu menentukan jenis dan ukuran alat yang tepat.

2. Perhatikan Kapasitas dan Ukuran 

Alat berat segment roller tersedia dalam berbagai ukuran dan kapasitas. Pastikan untuk memilih alat yang sesuai dengan skala proye. Alat yang terlalu kecil mungkin tidak efektif, sementara alat yang terlalu besar bisa sulit digunakan di area terbatas.

3. Cek Spesifikasi Teknis dengan Teliti

Pastikan untuk memeriksa spesifikasi teknis alat, seperti daya mesin, jenis penggerak, dan fitur tambahan. Alat dengan teknologi terbaru biasanya menawarkan efisiensi yang lebih baik.

4. Membaca Ulasan Pengguna Terlebih Dahulu

Mencari tahu tentang pengalaman pengguna lain dapat memberikan wawasan yang berharga. Ulasan positif tentang suatu produk dapat menjadi indikator kualitas dan performa alat tersebut.

5. Sesuaikan dengan Anggaran yang Tersedia

Sesuaikan pilihan dengan anggaran yang tersedia. Alat berat segment roller hadir dalam berbagai rentang harga, sehingga penting untuk menemukan alat yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran.

Baca Juga: Tandem Roller: Pengertian, Keunggulan, Fungsi, Jenis, Struktur dan Cara Kerjanya

Cara Merawat Alat Berat Segment Roller

Agar alat berat segment roller tetap berfungsi dengan baik dan memiliki umur yang panjang, perawatan yang tepat sangat diperlukan. Berikut adalah beberapa tips untuk merawat alat ini:

  • Setelah selesai digunakan, pastikan untuk membersihkan alat dari tanah dan kotoran. Hal ini akan mencegah penumpukan kotoran yang dapat merusak komponen alat.
  • Lakukan pemeriksaan rutin terhadap bagian-bagian alat, seperti roda, sistem hidrolik, dan mesin. Pastikan semuanya berfungsi dengan baik dan tidak ada bagian yang aus.
  • Gantilah oli mesin sesuai dengan rekomendasi produsen. Oli yang bersih dan berkualitas akan menjaga kinerja mesin tetap optimal.
  • Simpan alat di tempat yang kering dan terlindung dari cuaca ekstrem. Penyimpanan yang tepat dapat mencegah kerusakan akibat kelembaban.
  • Pastikan segment roller tidak digunakan untuk beban yang melebihi kapasitasnya. Beban yang terlalu berat dapat merusak roller dan mengurangi masa pakainya.

Segment Roller untuk Keamanan dalam Operasional Industri Konstruksi

Alat berat segment roller adalah solusi efektif untuk pemadatan tanah dan aspal dalam berbagai proyek konstruksi dan infrastruktur. Dengan pemahaman yang baik tentang manfaat, aplikasi, dan cara memilih serta merawat alat ini, Anda dapat memaksimalkan penggunaannya dalam proyek-proyek. 

Dengan alat yang tepat, Anda dapat meningkatkan efisiensi kerja, kualitas hasil, dan stabilitas struktur yang dibangun. Apakah Anda seorang kontraktor, pengembang, atau profesional di industri konstruksi, pertimbangkan untuk menggunakan alat berat segment roller dalam pekerjaan Anda dan nikmati manfaat yang ditawarkannya.

Segment Roller merupakan inovasi alat berat yang memberikan kontribusi besar dalam sektor konstruksi dan infrastruktur, terutama dalam memastikan hasil kerja yang presisi dan efisien. Dengan nilai investasi yang signifikan, perlindungan terhadap alat berat ini menjadi hal penting untuk mengurangi risiko kerugian akibat kerusakan atau kecelakaan operasional. Untuk memastikan perlindungan yang optimal, asuransi alat berat menjadi solusi yang tepat.

Cermati Protect menyediakan layanan asuransi umum yang dirancang khusus untuk melindungi alat berat, termasuk Segment Roller, dari berbagai risiko operasional. Dengan perlindungan ini, perusahaan dapat menjalankan proyek dengan lebih aman dan memastikan keberlanjutan investasi mereka.

Dapatkan informasi terlengkap untuk produk Asuransi Alat Berat dengan mengisi formulir dibawah ini!

Mengenal Asuransi Garage Keeper Liability, Cakupan dan Perluasan Manfaat, Pengecualiannya Serta Estimasi Biayanya

Mengenal Asuransi Garage Keeper Liability, Cakupan dan Perluasan Manfaat, Pengecualiannya Serta Estimasi Biayanya

Bisnis yang berbasis pada garasi dan mobil seperti bengkel mobil, dealer, hingga layanan truk derek mempunyai risiko berbahaya yang bisa menyebabkan bencana keuangan. Misalnya, bisa saja ada pelanggan yang terpeleset lantaran oli motor yang bocor lalu melukai dirinya sendiri dan menuntut bisnis tersebut.

Polis asuransi tanggung gugat umum yang standar kemungkinan besarnya tak bisa menanggung risiko yang menyertai bisnis layanan mobil. Untuk itulah pemilik bisnis memerlukan Asuransi Garage Keeper Liability atau Asuransi Tanggung Gugat Garasi. 

Baca Juga: Mengenal Tentang Asuransi Cash in Management

Apa Itu Asuransi Garage Keeper Liability?

Mengutip Investopedia, Asuransi Garage Keeper Liability adalah produk asuransi yang memberikan pertanggungan dan melindungi dari berbagai risiko, termasuk kerusakan properti serta cedera tubuh akibat suatu pengoperasian otomotif atau di saat menangani kendaraan/ barang milik pelanggan. Sedangkan menurut Forbes Advisor, Asuransi Garage Keeper Liability atau Asuransi Tanggung Jawab Garasi adalah jenis asuransi usaha kecil untuk bisnis layanan mobil serta bengkel.

Asuransi Tanggung Gugat Garasi merupakan jenis asuransi bisnis untuk layanan jasa mobil dan service bengkel. Produk ini juga disebut sebagai Asuransi Garasi yang membantu menanggung cedera yang terjadi tanpa disengaja juga kerusakan properti akibat tempat kerja yang berisiko membahayakan, seperti garasi atau bengkel.

Penting untuk digarisbawahi, produk asuransi ini hanya mencakup klaim pihak ketiga dan bukan kendaraannya itu sendiri. Asuransi ini hanya melindungi mobil-mobil yang berada dalam perawatan pemilik usaha jika misal terjadi kecelakaan, terlepas dari siapa pihak yang bersalah.

Apa Saja yang Ditanggung Asuransi Garage Keeper Liability?

Produk asuransi ini menanggung cedera dan kerusakan properti yang terjadi tanpa disengaja kepada orang lain. Cakupan asuransi tanggung jawab garasi terdiri dari beberapa bagian sebagai berikut:

  • Cedera: Asuransi Garage Keeper Liability menanggung cedera yang tak sengaja disebabkan kepada orang lain. Salah satunya termasuk pelanggan yang terpeleset atau jatuh di bengkel. Namun ini tidak termasuk cedera kepada karyawan di dalam bisnis (yang notabene ditanggung oleh asuransi korporat untuk karyawan). Asuransi Garage Keeper Liability hanya memberi proteksi pada cedera serta menanggung biaya hukum, putusan pengadilan, hingga penyelesaiannya, jika misal pemilik usaha dituntut lantaran cedera yang bukan dialami oleh karyawannya (pihak ketiga).
  • Kerusakan Properti: Bagian dari polis asuransi ini juga menanggung kerusakan properti yang secara tak sengaja disebabkan kepada orang lain. Seperti asuransi tanggung jawab atas cedera, asuransi ini pun menanggung biaya hukum, putusan pengadilan, dan penyelesaian apabila pemilik usaha dituntut karena kerusakan properti. Namun demikian, asuransi ini tak menanggung kerusakan pada mobil pelanggan (yang umumnya akan ditanggung oleh asuransi pemilik bengkel). Misal sebagai contoh kasusnya, jika pemilik bisnis sedang menguji coba mobil milik pelanggan kemudian menabrak pagar seseorang, maka pihak pemilik bisnis pun perlu membayar biaya untuk memperbaiki pagarnya.
  • Coverage Setelah Pekerjaan Selesai: Poin ini meliputi cedera dan kerusakan properti yang terjadi setelah suatu pekerjaan selesai. Diantaranya masalah seperti perbaikan yang salah, ada komponen yang rusak, atau klaim tanggung jawab lain yang berhubungan dengan komponen atau layanan yang diberikan pemilik usaha. Misalnya, jika pemilik usaha secara tak sengaja menggunakan komponen yang salah sewaktu memperbaiki mobil. Kemudian, hal itu menyebabkan kerusakan pada kendaraan. Maka, asuransi operasi produk yang telah diselesaikan akan membayarkan ganti rugi atau biaya perbaikannya. 

Baca Juga: Mengupas Tuntas Asuransi Cash in ATM: Definisi, Jaminan Manfaat, Biaya Premi dan Syarat Pengajuannya

Siapa yang Membutuhkan Asuransi Garage Keeper Liability?

Produk Asuransi Garage Keeper Liability ini juga kerap disebut sebagai Asuransi Garasi. Atau bisa juga disebut Asuransi Tanggung Gugat Bengkel, atau Asuransi Tanggung Jawab Garasi yang memang kerap dibutuhkan di sektor otomotif, terutamanya bisnis layanannya.

Asuransi Garage Keeper Liability atau Asuransi Tanggung Jawab Garasi umumnya ditujukan untuk/ ideal digunakan oleh: 

  • Dealer dan detailer mobil,
  • Operator tempat parkir atau garasi parkir,
  • SPBU,
  • Operator truk derek, 
  • Bengkel modifikasi serta perbaikan bodi mobil,
  • Pemasang kaca mobil,
  • Servis mobil,
  • Bengkel mobil dan bengkel bodi,
  • Pencucian mobil,
  • Toko knalpot,
  • Bengkel ganti oli dan pelumas,
  • Tempat perbaikan ban dan baterai,
  • Pusat pengujian emisi,
  • Garasi parkir,
  • Towing/ Impounding, tempat penarikan atau tempat penahanan kendaraan.

Sebagai catatan, Asuransi Garage Keeper Liability ini berbeda dengan Garage Owner’s Insurance. Jenis Asuransi Garage Owner’s merupakan produk terpisah yang menanggung kerusakan properti pada mobil klien saat sedang berada dalam perawatan pemegang polis. 

Baca Juga: Pentingnya Memiliki Asuransi Tanggung Gugat (Tanggung Jawab Hukum Perusahaan)

Jaminan Manfaat Asuransi Garage Keeper Liability

Asuransi Garage Keeper Liability mencakup berbagai risiko yang bisa mempengaruhi kendaraan pelanggan sewaktu berada di bengkel mobil. Asuransi ini memberikan proteksi diantaranya untuk:

  • Kerusakan yang diakibatkan oleh kebakaran, halilintar, ledakan, vandalisme, pencurian, atau tabrakan,
  • Kerusakan akibat dari tabrakan,
  • Tagihan medis atau biaya pengobatan pelanggan yang terluka/ terpeleset akibat oli motor yang bocor di garasi,
  • Cedera yang tak disengaja yang disebabkan kepada orang lain, seperti pelanggan yang terjatuh di bengkel,
  • Biaya perbaikan/ penggantian barang pihak pelanggan yang rusak,
  • Kerusakan yang disebabkan akibat perbaikan yang salah, atau karena menggunakan komponen yang salah. 

Asuransi Tanggung Jawab Garasi atau Asuransi Garage Keeper Liability ini sekilas mirip dengan asuransi tanggung jawab umum. Namun bedanya, jenis asuransi ini meliputi cakupan risiko berbahaya yang khusus dan spesifik untuk bisnis layanan industri otomotif. 

Selain itu, produk asuransi ini juga menanggung biaya hukum, biaya penasehat hukum, putusan pengadilan, serta penyelesaiannya apabila pemilik bisnis dituntut karena cedera yang bukan dialami oleh karyawannya.

Perluasan Manfaat

Adapun perluasan manfaat Asuransi Garage Keeper Liability ini umumnya melindungi kendaraan pelanggan dari jenis kerusakan yang meliputi:

  • Pencurian,
  • Kebakaran,
  • Kerusakan yang diakibatkan oleh cuaca tak bersahabat, misalnya hujan es,
  • Perusakan,
  • Kerusakan yang tidak disengaja.

Apa Saja yang Tak Termasuk ke dalam Polis Asuransi Garage Keeper Liability?

Ada beberapa hal-hal yang biasanya dikecualikan dan tidak termasuk ke dalam polis tanggung jawab garasi. Agar lebih memahami dan tidak salah kaprah, mari simak pengecualiannya sebagai berikut:

  • Properti bisnis: Asuransi Garage Keeper Liability ini tidak menanggung kerusakan pada bangunan serta properti bisnis, diantaranya seperti peralatan dan perangkat komputer yang notabene ditanggung oleh asuransi korporat atau umum. 
  • Properti pelanggan: Produk asuransi ini juga tak memberikan coverage terhadap kerusakan atau pencurian kendaraan pelanggan sewaktu berada dalam perawatan pemilik usaha. Untuk mengantisipasi hal ini, pemilik usaha memerlukan polis asuransi pemilik bengkel yang terpisah (Garage Owner’s Insurance) sebagai solusinya.
  • Kerusakan pada kendaraan kerja operasional pemilik usaha: Jika misal kendaraan operasional rusak atau dicuri, maka pemilik usaha harus mengajukan klaim berdasarkan bagian tabrakan atau juga menyeluruh dari polis asuransi kendaraan komersialnya.
  • Cedera dan penyakit karyawan: Asuransi Garage Keeper Liability juga jelas tidak memberi proteksi untuk hal ini. Apabila misalkan salah satu dari karyawan mengalami cedera atau suatu penyakit akibat pekerjaan mereka, maka asuransi kompensasi untuk tenaga kerjalah yang akan menanggung biaya pengobatan, kehilangan upah, atau biaya-biaya terkait lainnya.
  • Unsur tindakan yang disengaja: Kerusakan properti atau juga cedera yang disebabkan oleh pemilik usaha secara sengaja juga tidak akan ditanggung oleh Asuransi Garage Keeper Liability. Meski begitu, vandalisme yang disebabkan oleh orang lain idealnya akan ditanggung oleh asuransi properti bisnis yang dimiliki pemilik usaha.

Asuransi ini memberi cakupan proteksi kendaraan pelanggan saat berada dalam perawatan pemilik usaha. Namun biasanya tak termasuk properti yang terdapat di dalam mobil, seperti misalnya DVD dan CD, peralatan stereo, hingga barang atau benda yang disimpan di dalam bagasi atau kotak peralatan. 

Selain itu, asuransi ini juga tak mencakup kerusakan yang disebabkan oleh kualitas yang buruk atau salah, suku cadang yang aus, serta kurangnya garansi.

Baca Juga: Asuransi Uang: Ketahui Definisi, Manfaat, Jenis dan Syarat Ketentuan yang Diperlukan untuk Mengajukannya

Estimasi Biaya Asuransi Garage Keeper Liability

Biaya Asuransi Garage Keeper Liability bisa bervariasi. Dapatkan penawaran terbaik dari biaya polis asuransi yang tersedia dengan melakukan perbandingan antara perusahaan asuransi yang satu dengan yang lainnya. 

Selain itu, ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi biaya premi, diantaranya seperti:

  • Lokasi perusahaan,
  • Kendaraan yang diservis,
  • Berapa banyak kendaraan yang ditangani garasi atau bengkel dalam sehari,
  • Batas cakupan yang dipilih.

Umumnya, perusahaan asuransi akan mempertimbangkan sejumlah faktor tersebut disebutkan ketika menentukan jumlah premi yang harus dibayarkan. Namun berkaca dari kasus yang sebelumnya telah terjadi, sebagian besar pemilik bisnis rata-ratanya membayarkan biaya yang berkisar antara $800 hingga $2000 per tahun untuk produk asuransi ini. Nominal tersebut setara dengan Rp12,6 juta – Rp31,5 juta per Oktober 2024.

Optimalkan Asuransi Garage Keeper Liability dan Perluasan Manfaatnya Sebagai Pelengkap Proteksi

Demikianlah sajian informasi terkait Asuransi Garage Keeper Liability. Sebagai catatan, Asuransi Garage Keeper Liability atau Asuransi Tanggung Jawab Garasi ini juga berbeda dengan Asuransi Penjaga Garasi. Namun jenis asuransi pertanggungjawaban ini vital peranannya bagi bisnis otomotif kecil. Hal ini dikarenakan produk tersebut bisa melindungi bisnis otomotif dari risiko bencana finansial yang tak terduga.

Sejatinya, Asuransi Garage Keeper Liability ini akan menambahkan lapisan perlindungan pada polis tanggung gugat umum bisnis. Cakupannya meliputi cedera tubuh serta kerusakan properti dari operasi garasi langsung yang tak tercakup dalam sebagian besar asuransi tanggung gugat umum atau asuransi bisnis. 

Sebelum membeli polis Asuransi Garage Keeper Liability, pemilik bisnis harus memahami bahwa cakupan produk ini hanya menambah, dan tidak menggantikan, cakupan tanggung jawab bisnis secara umum. Sehingga alangkah baiknya jika Asuransi Garage Keeper Liability hanya dioptimalkan sebagai polis pelengkap. 

Meski setiap polis berbeda dan tergantung dari kebijakan perusahaan penyedia layanan asuransi, namun umumnya Asuransi Garage Keeper Liability akan mencakup coverage ketidakjujuran karyawan untuk pencurian atau vandalisme terhadap mobil pelanggan dengan premi tambahan. Selain itu, semua mobil yang digunakan dalam menjalankan usaha, seperti mobil van atau truk pengiriman suku cadang, dapat ditambahkan ke dalam perluasan manfaatnya, termasuk yang mencakup kerusakan dari suku cadang, atau produk yang dijual oleh perusahaan, serta kerugian dari suku cadang yang rusak yang dipasang pada kendaraan klien. 

Namun, semua item dasar dan tambahan polis Asuransi Garage Keeper Liability akan memiliki Harga/ Nilai Pertanggungan maksimum, yang biasanya tercantum pada polis, dan mungkin memiliki batas agregat per klaim atau per tahun. 

Apa Itu Cyber Insurance dan Mengapa Penting untuk Memilikinya?

Apa Itu Cyber Insurance dan Mengapa Penting untuk Memilikinya?

Memasuki era digital dewasa ini, berbagai insiden dan kejahatan di dunia maya yang merugikan perusahaan maupun individu kian marak terjadi. Fenomena tersebut kian jadi sorotan dan diperhatikan pemimpin organisasi serta perusahaan secara global.

Untuk itu, diperlukan solusi yang dapat menjawab permasalahan tersebut. Itulah sebabnya kini hadir Cyber Insurance yang memberikan jaminan perlindungan keamanan siber di dunia maya.

Secara garis besarnya, Cyber Insurance biasanya berfokus memberikan jaminan perlindungan pada beberapa risiko utama. Diantaranya seperti restorasi data, pencurian dana, belanja online ataupun pencurian identitas.

Baca Juga: Mengenal Tentang Asuransi Cash in Management

Apa Itu Cyber Insurance?

Cyber Insurance atau Asuransi Dunia Maya/ Siber adalah produk proteksi terhadap kerugian yang muncul dari perlindungan informasi dan data, dan termasuk didalamnya unsur pertanggungjawaban, biaya yang ditimbulkan, hingga cyber crime/ kejahatan dunia maya. Sejatinya, Cyber Insurance berbeda dengan asuransi umum. 

Karena seperti diketahui, umumnya serangan cyber dan pencurian data digital biasanya akan dikecualikan dalam jaminan perlindungan cakupan asuransi umum. Melansir Fortinet, Asuransi Keamanan Siber (Cyber Insurance) merupakan produk yang memungkinkan bisnis mengurangi risiko aktivitas kejahatan siber, seperti serangan siber hingga pelanggaran data. 

Produk ini dapat melindungi organisasi dari biaya ancaman berbasis internet yang mempengaruhi infrastruktur IT (Information Technology), tata kelola informasi, serta kebijakan informasi, yang sering kali tidak tercakup dalam polis pertanggungjawaban komersial dan produk asuransi konvensional. 

Adapun cakupan Cyber Insurance bekerja dengan cara yang sama seperti bisnis membeli asuransi terhadap risiko fisik dan bencana alam. Asuransi ini pada dasarnya akan menanggung kerugian yang mungkin diderita perusahaan akibat serangan siber.

Dua Jenis Cyber Insurance untuk Perusahaan dan Individu

Cyber Insurance bisa menjadi solusi praktis sebagai polis yang menjamin individu maupun perusahaan dalam melindungi diri dari risiko keamanan dunia maya. Berikut dua jenis asuransi siber yang bisa dipilih:

1. Asuransi Siber untuk Perusahaan

Menelaah Cyber Insurance untuk perusahaan, produk asuransi ini dapat membantu corporate untuk mematuhi ketentuan yang mengharuskan mereka memberitahu pelanggan terkait pelanggaran data. 

Asuransi siber ini juga akan membantu perusahaan dalam menanggung biaya yang muncul sehubungan dengan pemulihan. Diantaranya seperti biaya investigasi, biaya hukum dan lainnya. 

2. Asuransi Siber untuk Perorangan

Sedangkan Cyber Insurance untuk individu dapat membantu seseorang melindungi diri dari kerugian dan pengeluaran finansial akibat serangan siber. Asuransi Siber Pribadi (Personal Cyber Insurance) bisa membantu individu tertanggung dalam membayar pengeluaran tak wajar. 

Dan ini mencakup biaya hukum, hingga pengeluaran untuk memperbaiki atau memulihkan catatan publik secara resmi. Biasanya, perlindungan yang diberikan mencakup proteksi terhadap tindakan cybercrime serta pengeluaran akibat cyber attack atau serangan dunia maya saat belanja online

Apakah Penting Memiliki Cyber Insurance?

Cyber Insurance atau Asuransi Siber menjadi penting sejak perkembangan teknologi yang semakin canggih. Mengingat risiko serangan siber terhadap perangkat, jaringan, aplikasi dan pengguna semakin meningkat, maka asuransi yang satu ini memegang peranan yang semakin penting bagi semua perusahaan.

Hal ini dikarenakan kehilangan, peretasan atau pencurian data bisa berdampak signifikan terhadap kelangsungan bisnis, mulai dari kehilangan pelanggan hingga hilangnya pendapatan dan runtuhnya nama baik/ reputasi. 

Dalam banyak kasus, perusahaan pun harus bertanggung jawab atas kerusakan yang disebabkan oleh hilangnya data, atau pencurian data pihak ketiga. Polis Cyber Insurance dapat menjamin perlindungan perusahaan dari insiden siber. Dan ini termasuk tindakan terorisme siber, selain untuk membantu pemulihan insiden keamanan.

Sebagai contoh kasus, pada tahun 2011 silam, hacker membobol PlayStation Network milik Sony. Akibat peretasan tersebut, pembocoran data 77 juta pengguna pun jadi tak terelakkan. 

Seolah itu belum cukup, serangan tersebut juga berimbas mencegah pengguna PlayStation Network mengakses layanan itu selama 23 hari. Sebagai akibatnya, pihak Sony pun harus menanggung biaya lebih dari $171 juta yang seharusnya bisa ditanggung oleh Cyber Insurance. 

Sayangnya, saat itu Sony tidak memiliki polis Asuransi Siber. Sehingga mau tak mau, mereka pun harus menanggung seluruh biaya kerusakan siber tersebut. 

Baca Juga: Mengupas Tuntas Asuransi Cash in ATM: Definisi, Jaminan Manfaat, Biaya Premi dan Syarat Pengajuannya

Apa Saja yang Ditanggung Asuransi Siber?

Setiap polis asuransi dari tiap perusahaan bisa berbeda-beda dalam penawaran produknya. Meski demikian, umumnya, kebijakan dalam Cyber Insurance juga meliputi berbagai pembiayaan yang berhubungan dengan perlindungan data serta informasi. Dan ini termasuk Biaya Respons, Biaya Investigasi, Biaya Pemulihan, serta Pemerasan & Regulasi yang terkait. 

Umumnya, berikut beberapa hal yang bisa mendapat cover atau jaminan perlindungan Cyber Insurance:

  1. Jasa forensik,
  2. Biaya penyelidikan data,
  3. Biaya restorasi dan rekoleksi data elektronik,
  4. Perbaikan reputasi,
  5. Denda serta penalti administratif data,
  6. Gangguan usaha,
  7. Ancaman pemerasan cyber serta pembayaran uang penghargaan,
  8. Penipuan secara online,
  9. Pencurian identitas.

Lebih lanjut, perlindungan atau jaminan yang diberikan Cyber Insurance bisa diperluas untuk mencakup Kesalahan Operasional, Pertanggungjawaban Media, Gangguan Reputasi dan juga Kejahatan Dunia Maya. 

Adapun beberapa Pengecualian kebijakan di dalam Cyber Insurance terdiri dari:

  1. Asbes berdasarkan klausul atau ketentuan khusus Absolute Asbestos Exclusion),
  2. Cedera tubuh,
  3. Diskriminasi,
  4. Tanggung jawab atau tanggung gugat yang berdasarkan kontrak,
  5. Tindakan yang tidak jujur. 

Berapa Estimasi Biaya Asuransi Dunia Maya?

Pada umumnya, biaya Cyber Insurance untuk usaha kecil bisa berkisar Rp15,7 juta – Rp118 jutaan. Jumlah ini setara dengan $1.000 – $7.500 per tahun 2024. 

Perkiraan harga tersebut tentunya dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya seperti:

  • Ukuran bisnis,
  • Tingkat risiko,
  • Jenis pertanggungan yang diperlukan,
  • Ancaman siber/ dunia maya di dalam industri yang bersangkutan,
  • Jumlah karyawan,
  • Batasan polis serta pengurangan atau pengecualiannya,
  • Riwayat klaim asuransi,
  • Jumlah informasi sensitif yang ditangani.

Ditambah lagi, menukil laporan Encomputers, beberapa survei global terbaru menuturkan bahwa mayoritas perusahaan asuransi siber memperkirakan adanya peningkatan tarif mulai tahun ini.

Adapun untuk Cyber Insurance pribadi/ perorangan, premi tahunannya rata-rata berada di kisaran $300 dan $1.300. Jumlah ini setara dengan kurang lebih Rp4,7 juta – Rp20,4 juta.

Biaya polis asuransi siber tersebut umumnya dapat menanggung biaya finansial serta reputasi apabila terjadi cyber attack yang merugikan yang meliputi:

  • Hilangnya dana yang ditransfer akibat terjadi penipuan ataupun suatu rekayasa sosial,
  • Hilangnya dana akibat suatu penipuan dan atau pemerasan dalam komputerisasi,
  • Hilangnya pendapatan lantaran terjadinya gangguan bisnis.

Siapa Saja Pihak yang Memerlukan Cyber Insurance?

Pada hakikatnya, Cyber Insurance sangat penting dan dibutuhkan oleh siapapun yang menyimpan serta menangani data sensitif. Dan ini termasuk para pelaku bisnis, kontraktor serta individu yang dapat memetik manfaatnya sebagai berikut:

1. Cyber Insurance untuk Pelaku Bisnis

Cyber Insurance dibutuhkan untuk bisnis yang menangani serta menyimpan data sensitif. Diantaranya seperti data pelanggan, pemasok, atau Finances. Jika para pelaku bisnis terkait melindungi diri dengan Cyber Insurance, maka tanggungan biaya akibat serangan siber, pelanggaran data dan gangguan terhadap bisnis bisa ditanggung dan lebih terjamin. 

2. Cyber Insurance untuk Kontraktor

Cyber Insurance juga hendaknya dimiliki oleh para kontraktor. Asuransi siber pasalnya dapat melindungi keuangan mereka selain untuk mengamankan kontrak. 

Dapat dipastikan, pihak kontraktor bertanggung jawab atas data klien mereka. Sehingga serangan siber berisiko merusak citra merek serta reputasi mereka. 

3. Cyber Insurance untuk Individu

Selain pelaku bisnis dan para kontraktor, Cyber Insurance pribadi juga penting untuk dimiliki para individu. Asuransi siber pribadi bisa melindungi individu dari kerugian finansial dan pengeluaran yang disebabkan oleh serangan siber.

Pada intinya, Cyber Insurance dapat diandalkan untuk membantu menanggung biaya-biaya seperti:

  • Litigasi,
  • Kerusakan merek/ brand,
  • Respon terhadap suatu insiden,
  • Perbaikan,
  • Denda kepatuhan,
  • Biaya tebusan,
  • Ganti rugi potensial bagi pihak pelanggan,
  • Pemulihan aset digital.

Dengan kepemilikan Asuransi Siber/ Dunia Maya (Cyber Insurance), niscaya pihak pemilik polis atau tertanggung dapat terlindungi dari risiko finansial yang bisa mengakibatkan kerugian dan kebangkrutan. 

Baca Juga: Asuransi Kebongkaran: Definisi, Manfaat, Pengecualian, Syarat dan Ketentuan Pengajuan, Serta Contoh Produknya

Cyber Insurance Hanya Pelengkap Sistem Keamanan Siber Perusahaan

Itulah suguhan pembahasan mengenai Cyber Insurance yang penting untuk diketahui. Namun perlu digaris bawahi bahwa Cyber Insurance tak boleh dianggap sebagai pengganti Cyber Defense atau Keamanan Siber untuk manajemen risiko siber yang tangguh dan efektif dalam perusahaan. 

Semua perusahaan memang perlu membeli asuransi siber. Akan tetapi, langkah tersebut hanya boleh dipertimbangkan untuk mengurangi kerusakan yang disebabkan oleh potensi cyber attack. 

Polis Cyber Insurance perusahaan merupakan pelengkap dari teknologi keamanan yang diterapkan, selain sebagai bagian dari manajemen risiko bisnis. Mempunyai sistem keamanan dunia maya yang solid dan tak mudah ditembus memungkinkan perusahaan memperoleh proteksi yang lebih baik. 

Dan sebaliknya, sistem keamanan yang tak begitu solid akan mempersulit pihak perusahaan asuransi untuk memahami pendekatan mereka. Dan sebagai akibatnya bisa jadi pembelian produk asuransi tak dapat berjalan dengan efektif dan efisien. 

Bahkan, keamanan siber yang buruk bisa mengakibatkan corporate malah tidak memenuhi syarat untuk membeli produk Cyber Insurance yang diinginkan.

Faktor Penyebab Fraud yang Dapat Terjadi di Perusahaan

Faktor Penyebab Fraud yang Dapat Terjadi di Perusahaan

Kecurangan atau fraud adalah tindak penyimpangan atau pembiaran yang sengaja dilakukan untuk menipu konsumen, pihak lain, dan juga Lembaga Jasa Keuangan (LJK) atau perusahaan. Fraud dapat terjadi sehari-hari di berbagai tempat, salah satunya perusahaan.

Tindakan fraud memiliki fungsi untuk menguntungkan suatu pihak atau mempermudah suatu lembaga / individu mencapai tujuannya dengan cara cepat. Namun masih banyak faktor yang menyebabkan tindakan fraud terjadi. 

Faktor Penyebab Fraud Menurut Fraud Triangle Theory dan Fraud Hexagon Model

Dalam pemahaman untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab fraud, ada dua model yang dikenal yaitu Fraud Triangle Theory dan Fraud Hexagon Model. Fraud Triangle Theory merupakan konsep yang dikembangkan oleh Dr. Donald Cressey pada tahun 1950-an, yang menjelaskan tiga faktor utama yang umumnya ada pada individu yang melakukan kecurangan (fraud) yaitu pressure, opportunity, dan rationalization.

Sedangkan Fraud Hexagon Model merupakan pengembangan dari Fraud Triangle Theory yang dikembangkan untuk memberikan pemahaman lebih dalam mengenai faktor-faktor yang dapat menyebabkan seseorang melakukan kecurangan (fraud). Untuk lebih jelasnya, simak 6 faktor penyebab fraud berikut ini:

1. Tekanan (Pressure)

Tekanan merujuk pada situasi atau kondisi yang mendorong individu untuk terlibat dalam perilaku kecurangan sebagai cara untuk mengatasi atau menghindari masalah yang mereka hadapi. Tekanan ini bisa berasal dari berbagai sumber, seperti masalah keuangan pribadi yang mendalam, di mana individu merasa terdesak untuk memenuhi kebutuhan hidup atau mengatasi hutang yang menumpuk. 

Selain itu, tekanan sosial seperti rasa malu atau rasa takut akan kehilangan status sosial, juga dapat membuat seseorang melakukan tindak fraud demi menjaga citra atau posisi mereka dalam lingkungan sosial. 

Tak kalah penting, tekanan pekerjaan juga sering kali menjadi faktor pendorong seseorang melakukan fraud terutama ketika karyawan merasa terbebani oleh tuntutan untuk mencapai target yang sangat tinggi atau memenuhi ekspektasi atasan yang tidak realistis.

2. Kapabilitas (Capability)

Kemampuan merujuk pada faktor seseorang yang memiliki keterampilan, pengetahuan, atau kekuasaan yang memungkinkan mereka untuk melakukan kecurangan dengan cara yang lebih efektif dan sulit terdeteksi. 

Faktor ini mencakup sejumlah aspek, mulai dari posisi dalam organisasi yang memberi seseorang kuasa dan akses terhadap informasi sensitif atau aktivitas penting. Misalnya, seseorang yang memegang jabatan penting dalam keuangan atau audit memiliki wewenang untuk mengubah laporan atau mengalihkan dana tanpa menimbulkan kecurigaan.

3. Kesempatan (Opportunity)

Faktor ini merujuk pada adanya kesempatan untuk melakukan kecurangan atau tindak fraud dalam aktivitas atau pekerjaannya. Seseorang dapat menemukan celah untuk melakukan kecurangan bila pengawasan internal memiliki kelemahan yang dapat di eksploitasi.

Oleh karena itu, pengawasan dan juga transparansi dalam perusahaan merupakan faktor penting yang dapat mencegah tindakan fraud terjadi.

4. Rasionalisasi (Rationalization)

Seseorang yang terlibat dalam fraud seringkali mencari alasan atau rasionalisasi untuk membenarkan tindakan mereka, meskipun mereka tahu bahwa apa yang mereka lakukan salah. Mereka mungkin meyakinkan diri mereka sendiri bahwa tindakan kecurangan tersebut tidak terlalu berdampak buruk atau bahkan merasa bahwa mereka tidak akan mendapat konsekuensi serius. 

Rasionalisasi ini bisa muncul dalam berbagai bentuk, misalnya dengan merasa tidak dihargai di tempat kerja atau dirinya berhak mendapatkan imbal lebih. Mereka mungkin berpikir bahwa organisasi atau pihak yang lebih besar tidak akan rugi jika mereka mengambil sedikit keuntungan untuk diri mereka sendiri.

5. Arogansi (Arrogance)

Arogansi muncul ketika seseorang merasa superior daripada orang lain dalam perusahaannya. Biasanya mereka tidak khawatir akan hukuman karena mereka berpikir bahwa tidak ada yang berani untuk menghukum dirinya jika melakukan tindakan fraud.

Oleh karena itu, pengendalian internal harus memiliki wewenang istimewa yang dapat menghukum tindak fraud apabila terjadi di level manager atau kepala bagian.

6. Kolusi (Collusion)

Kolusi merujuk pada kerja sama antara dua orang atau lebih untuk melakukan tindakan kecurangan secara bersama-sama, dengan tujuan untuk menutupi jejak dan menghindari deteksi. Kolusi ini bisa terjadi di berbagai tingkat organisasi, mulai dari rekan kerja di level yang lebih rendah hingga kolaborasi antara pihak yang memegang jabatan tinggi dalam perusahaan atau lembaga.

Kolusi memperburuk potensi terjadinya fraud karena kerja sama antar pihak ini membuat aksi penipuan lebih sulit terdeteksi. Dengan bekerja bersama, para pelaku fraud dapat saling melindungi dan mengurangi kemungkinan terjadinya pengawasan atau pemeriksaan yang efektif.

Hindari Faktor Penyebab Fraud di Lingkungan Perusahaan

Itulah faktor-faktor penyebab tindak fraud. 6 faktor diatas dapat terjadi dalam lingkungan perusahaan. Oleh karena itu, menciptakan lingkungan kerja yang sehat, pemenuhan kebutuhan karyawan, dan juga membudayakan anti fraud merupakan hal yang sangat penting untuk diimplementasikan oleh perusahaan.

Jangan lupa juga untuk melaporkan kepada manajemen atau tim pengawasan internal jika menemui tindak fraud di lingkungan perusahaan!

Strategi Anti Fraud Berdasarkan POJK Nomor 12 Tahun 2024

Strategi Anti Fraud Berdasarkan POJK Nomor 12 Tahun 2024

Strategi anti fraud menjadi salah satu topik yang belakangan ini sangat banyak dibahas. Hal ini berkaitan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 12 Tahun 2024 terkait penerapan strategi anti fraud bagi Lembaga Jasa Keuangan (LJK) yang akan segera diberlakukan mulai 31 Oktober 2024 nanti.

Fraud sendiri bisa diartikan sebagai tindak penipuan maupun kecurangan yang dilakukan secara sengaja, demi mendapatkan sejumlah keuntungan pribadi maupun tindakan yang merugikan orang lain. Secara garis besar, fraud bisa terjadi dalam berbagai sektor, mulai dari keuangan, asuransi, hingga perdagangan lainnya.

Pengertian Fraud Berdasarkan POJK

strategi anti fraud

Berdasarkan halaman resmi OJK, fraud adalah tindakan penyimpangan dan/ atau pembiaran yang sengaja dilakukan untuk mengelabui, menipu, atau memanipulasi LJK, konsumen atau pihak lain, yang terjadi di lingkungan LJK dan/ atau menggunakan sarana LJK sehingga mengakibatkan LJK, konsumen, atau pihak lain menderita kerugian dan/ atau pelaku fraud dan/ atau pihak lain memperoleh keuntungan secara langsung maupun tidak langsung.

Sedangkan yang dimaksud dengan LJK itu sendiri adalah lembaga yang menjalankan aktivitas dalam sektor perbankan, pasar modal, perasuransian, dana pensiun, modal ventura, lembaga keuangan mikro, lembaga pembiayaan, dan lembaga jasa keuangan lainnya.

 Selain itu terdapat sejumlah LJK lainnya, yakni: pegadaian, lembaga penjaminan, lembaga pembiayaan ekspor Indonesia, perusahaan pembiayaan sekunder perumahan, penyelenggara layanan pendanaan bersama berbasis teknologi informasi, dan lembaga yang menyelenggarakan pengelolaan dana masyarakat yang bersifat wajib, seperti jaminan sosial dan pensiun.

Kemudian yang dimaksud dengan konsumen adalah pihak yang menempatkan dananya dan/ atau memanfaatkan pelayanan yang tersedia di LJK di antaranya: nasabah pada perbankan, pemodal di pasar modal, pemegang polis pada perasuransian, dan peserta pada dana pensiun.

Secara garis besar, fraud bertujuan untuk mendapatkan keuntungan pribadi, di mana hal ini bisa saja dilakukan oleh individu yang berasal dari dalam perusahaan maupun individu yang berasal dari luar perusahaan itu sendiri. Berbagai hal inilah yang akan diatasi dengan penerapan strategi anti fraud itu sendiri.

Ada sejumlah faktor internal yang memicu seseorang untuk melakukan fraud, antara lain:

  • Faktor tekanan ekonomi.
  • Akibat keserakahan diri sendiri.
  • Untuk memenuhi kebutuhan pribadi yang sifatnya mendesak.

Kebijakan-kebijakan hukum yang terbilang lemah ikut berperan untuk menimbulkan fraud. Hal ini biasanya diakibatkan oleh lemahnya aturan hukum, di mana sanksi yang diberikan oleh pihak berwenang tidak sebanding dengan jumlah kerugian yang timbul karena tindakan fraud itu sendiri.

Apa saja Jenis – Jenis Fraud?

Ada banyak jenis tindakan yang masuk ke dalam kategori fraud, berikut ini adalah beberapa di antaranya:

1. Korupsi

Korupsi merupakan sebuah tindak pidana yang diperbuat oleh seseorang maupun sebuah organisasi yang sudah mendapatkan kepercayaan untuk menduduki jabatan tertentu, di mana yang bersangkutan melakukan penyalahgunaan kekuasaan serta kewenangannya untuk mendapatkan keuntungan pribadi maupun orang lain.

Menurut POJK, tindakan korupsi tersebut mencakup beberapa hal seperti berikut ini:

  • Benturan kepentingan yang mengakibatkan kerugian bagi LJK dan/ atau konsumen.
  • Tindakan penyuapan.
  • Penerimaan yang sifatnya tidak sah.
  • Pemerasan.

2. Penyalahgunaan Aset

Penyalahgunaan aset sendiri mencakup berbagai tindakan-tindakan seperti berikut ini:

  • Penyalahgunaan uang tunai.
  • Penyalahgunaan stok/ persediaan.
  • Penyalahgunaan aset-aset lainnya.

3. Kecurangan dalam Laporan Keuangan

Berikut ini adalah beberapa tindakan yang mencakup kecurangan dalam laporan keuangan:

  • Melebih-lebihkan nilai kekayaan bersih dan/ atau jumlah pendapatan bersih.
  • Mengurangi nilai kekayaan bersih dan/ atau jumlah pendapatan bersih.

4. Penggelapan dan Pencucian Uang

Aktivitas untuk menyembunyikan sumber dan sifat dana ilegal agar terlihat seolah-olah diperoleh dari kegiatan yang sah disebut dengan pencucian uang. Modus fraud ini merupakan salah satu yang cukup sulit untuk dipecahkan karena melibatkan beberapa tahap seperti Placement, Layering, dan Integration. Pencucian uang merupakan tindakan penggelapan uang yang termasuk dalam tindakan fraud.

Dasar Hukum Anti Fraud

Untuk melawan segala bentuk penipuan, pemerintah Indonesia telah menyusun aturan-aturan yang mengatur terkait fraud. Salah satu dari peraturan ini adalah Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2024. 

Peraturan OJK Nomor 12 Tahun 2024 tentang Penerapan Strategi Anti Fraud bagi LJK sudah diundangkan dan akan segera berlaku mulai akhir Oktober ini. Hal ini akan mendukung LJK untuk memaksimalkan strategi anti fraud di dalam perusahaannya, demi memberikan perlindungan yang lebih baik bagi konsumen.

Tingginya risiko fraud dalam bisnis yang dijalankan oleh LJK tentu akan sebanding dengan skala bisnis yang dijalankannya. Hal ini membutuhkan penanganan khusus, termasuk dengan cara penerapan aturan yang baru terkait fraud yang rentan terjadi pada LJK di Indonesia.

POJK sendiri mengatur beberapa hal penting terkait dengan strategi anti fraud tersebut, antara lain:

  • Tindakan-tindakan yang digolongkan menjadi fraud.
  • Ruang lingkup pihak yang terlibat, yakni: LJK dan organisasi yang dikendalikan, konsumen dan pihak lain yang bekerjasama dengan LJK (termasuk sektor swasta).
  • Kewajiban LJK untuk menyusun serta menerapkan strategi anti fraud.
  • Penyusunan dan penerapan strategi anti fraud.

4 Pilar Strategi Anti Fraud Berdasarkan POJK 2024

Strategi anti fraud adalah sistem yang dilakukan untuk mencegah terjadinya fraud di LJK. Hal ini dilakukan dalam beberapa langkah yang konsisten seperti berikut ini:

1. Pencegahan

Strategi ini dapat berupa pembentukan lingkungan yang meminimalkan terjadinya tindak fraud. Di lingkungan kerja, tindakan pencegahan ini dapat berupa pelatihan, sosialisasi, penanaman budaya anti fraud, atau bahkan pemenuhan kebutuhan dari karyawan sendiri agar karyawan tidak memiliki niat untuk melakukan fraud demi keuntungannya sendiri. 

2. Deteksi

Penerapan sistem terstruktur untuk bisa mengetahui adanya indikasi fraud. Perusahaan dapat membentuk tim anti fraud yang berfungsi untuk mendeteksi hingga mengidentifikasi terjadinya tindak fraud baik secara internal maupun eksternal. LJK juga dapat meluncurkan Whistleblowing System untuk mempermudah pengaduan dugaan tindakan fraud dalam lingkup pemerintahan, organisasi, dan perusahaan.

3. Investigasi, Pelaporan, dan Sanksi

Penyelidikan yang menyeluruh dan dalam terkait indikasi tindak fraud harus dilakukan. Kemudian pastikan untuk segera melaporkan temuan dugaan fraud kepada otoritas terkait agar dapat segera ditangani dan otoritas dapat menerapkan sanksi bagi pelanggar untuk memberikan efek jera. 

4. Pemantauan, Evaluasi, dan Tindak Lanjut

LJK secara rutin bekerja sama dengan pihak-pihak instansi terkait lainnya melakukan evaluasi efektivitas strategi anti fraud yang diterapkan dan melakukan penyesuaian yang diperlukan untuk memastikan perbaikan berkelanjutan.

POJK 12 Tahun 2024 Perkuat Strategi Anti Fraud

Fraud merupakan tindak penipuan atau kecurangan yang dilakukan dengan sengaja untuk mendapatkan sejumlah keuntungan pribadi, di mana hal tersebut justru merugikan orang lain. Ada banyak cara yang dilakukan oleh OJK untuk mencegah terjadi fraud di LJK, salah satunya dengan memberlakukan POJK 12 Tahun 2024 yang akan memperkuat strategi anti fraud di Indonesia.

Mengenal Tentang Asuransi Cash in Management

Mengenal Tentang Asuransi Cash in Management

Asuransi Uang kerap menjadi payung perlindungan untuk kelangsungan bisnis di berbagai sektor. Asuransi ini bisa memberikan proteksi dari kerugian finansial akibat suatu pencurian atau kerusakan tertentu. 

Jenis produk asuransi ini umumnya mencakup proteksi terhadap uang tunai, cek, dan atau objek serta instrumen lainnya yang dapat dinegosiasikan lainnya. Sedangkan Asuransi Cash in Management adalah salah satu jenis dari produk Asuransi Uang (Cash Insurance)

Baca Juga: Mengenal Asuransi Tanggung Gugat untuk Akuntan

Pengertian Asuransi Cash in Management

asuransi cash in management

Asuransi Cash in Management adalah jenis produk asuransi yang menjamin kerugian atau kehilangan uang tunai, atau alat tukar lainnya yang senilai dengan uang. Adapun manfaat dan pertanggungan yang diberikannya berupa penggantian atas kerugian keuangan yang diderita oleh pihak tertanggung, dengan nominal sebesar minimal Harga Pertanggungan.

Pada dasarnya, Asuransi Uang (Cash Insurance) memberikan proteksi atas uang yang hilang atau rusaknya, serta perlindungan untuk benda lain yang disamakan dengan uang, hingga tempat penyimpanan uang akibat kejahatan yang dilakukan pihak ketiga dan bukan pegawai. Sedangkan untuk pihak Pengguna atau Tertanggung untuk jenis asuransi ini biasanya terdiri dari:

  • Perbankan,
  • SPBU, 
  • Pengelola Jalan Tol, 
  • Pertokoan, 
  • Pusat Perbelanjaan,
  • Perusahaan pengiriman uang.

Jenis-Jenis Asuransi Cash in Management

Asuransi Cash in Management terdiri dari beberapa jenis yang menjamin dan memberikan coverage dari risiko keuangan tertentu, yaitu:

  • Cash in Safe (CIS): Produk asuransi ini menjamin ganti rugi atas kerugian serta kehilangan uang yang disimpan di dalam vault, brankas atau khasanah. 
  • Cash in Transit (CIT): Polis asuransi ini menjamin ganti rugi atas kerugian serta kehilangan uang yang terjadi ketika pengiriman uang.
  • Cash in Cashier Box (CICB): Produk Asuransi Cash in Cashier Box menjamin ganti rugi atas kehilangan dan kerugian uang yang disimpan di dalam cashier box selama jam kerja.
  • Cash in ATM (CI ATM): Salah satu jenis Asuransi Cash in Management yang satu ini menjamin kerugian dan ganti rugi serta kehilangan uang yang disimpan di dalam mesin ATM. 

Manfaat Pertanggungan dan Jaminan Perlindungan Asuransi Cash in Management

Beberapa perusahaan penyedia Asuransi Uang menawarkan pertanggungan yang mencakup Cash In Safe, Cash In Transit hingga Fidelity Guarantee. Produk asuransinya memberi cakupan pertanggungan yang menjamin kerugian dan kehilangan atas uang tunai maupun alat tukar lain yang senilai dengan uang akibat terjadi risiko yang menimpa objek pertanggungan, baik ketika sedang di dalam perjalanan (Cash In Transit) atau dalam tempat penyimpanan (Cash In Safe). 

Namun, beberapa perusahaan asuransi lainnya tidak memberikan manfaat perlindungan terhadap risiko penggelapan dan ketidakjujuran karyawan (Fidelity Guarantee). Adapun manfaat pertanggungan Asuransi Cash in Management meliputi jaminan kerugian finansial karena terjadinya pencurian, pembongkaran, penodongan, kebakaran, alat angkut uang mengalami musibah, hingga ketidakjujuran pihak karyawan. 

Baca Juga: Memahami Pengertian, Manfaat dan Kegunaan Asuransi Tanggung Gugat untuk Pengacara

Perluasan Manfaat Asuransi Cash in Management

Manfaat Asuransi Cash in Management bisa diperluas cakupannya untuk memberikan ganti rugi kepada pihak Tertanggung dengan berbagai risiko sebagai berikut:

  • Memberi proteksi dan menjamin kerugian atau juga kerusakan yang diakibatkan oleh Riot, Strike, dan Civil Commotion,
  • Memberi pertanggungan dan menjamin kerugian dan juga kerusakan akibat terjadinya Fidelity Guarantee atau Risiko Penggelapan,
  • Sejumlah risiko yang dijamin polis Cash In Cashier’s Safe (CIS).

Pengecualian Manfaat Asuransi Cash in Management

Pengecualian manfaat Asuransi Cash in Management umumnya tidak akan memberi tanggungan jika terjadi:

  • Kesengajaan dan ketidakjujuran karyawan,
  • Perang, terorisme, nuklir serta radioaktif,
  • Keterlambatan, kehilangan pangsa pasar dan gangguan usaha,
  • Kerusakan mekanik juga boiler,
  • Aus, korosi dan sifat barang itu sendiri,
  • Polusi ataupun kontaminasi.

Untuk detail Pengecualian lainnya biasanya akan dicantumkan selengkapnya di dalam Polis.

Sebagai catatan, setiap perusahaan penyedia layanan jasa asuransi memiliki keunggulan dan keunikannya tersendiri dalam setiap penawaran produknya. Antara satu perusahaan dengan perusahaan penyedia asuransi yang lainnya bisa saja terdapat berbagai perbedaan. Sehingga uraian manfaat di atas hanyalah informasi umum dan bukan merupakan kontrak atau perjanjian asuransi. 

Adapun untuk rincian perihal kondisi pertanggungan yang sebenarnya hanya akan dimuat di dalam polis asuransi yang bersangkutan. Untuk itu, pihak calon nasabah diwajibkan membaca, mempelajari dan memahami detail kondisi pertanggungan terkait dengan baik.

Jangka Waktu, Nilai Pertanggungan dan Ganti Rugi Asuransi Cash in Management

Mengenai jangka waktu untuk Asuransi Cash in Safe (CIS), Asuransi Cash in Cashier Box (CICB) dan Asuransi Cash in ATM adalah 1 tahun. Sedangkan jangka waktu untuk Asuransi Cash in Transit (CIT) yaitu selama masa pengiriman uang tersebut sampai diterima di titik lokasi tujuan. 

Kemudian untuk harga atau nilai pertanggungannya disesuaikan dengan deklarasi setiap bulan atau di setiap pengiriman. Sementara itu, untuk ganti ruginya diberikan sebesar uang/ barang yang disamakan dengan uang yang hilang dan atau rusak, serta ditambah dengan biaya penggantian tempat penyimpanan yang sekiranya mengalami kerusakan.

Syarat dan Ketentuan Pengajuan Asuransi Cash in Management

Syarat serta ketentuan untuk mengajukan Asuransi Uang khususnya Asuransi Cash in Management umumnya meliputi:

  • Mengisi formulir SPPA (Surat Permohonan Penutupan Asuransi) dengan benar berdasarkan informasi terbaru dan sesuai keadaan yang terkini,
  • Memberikan informasi terkait Rute pengiriman (untuk Asuransi Cash in Transit),
  • Memberikan informasi berkenaan dengan sistem pengamanan/ security system di lokasi,
  • Memberikan informasi sehubungan dengan jumlah atau nominal uang yang disimpan,
  • Memberikan informasi seputar sistem pengamanan di tempat penyimpanan uang yang hendak diasuransikan,
  • Memberikan informasi sehubungan dengan konstruksi atau okupasi dari tempat penyimpanan uang/ brankas terkait,
  • Memberikan informasi seputar letak serta situasi surrounding risk bangunan tempat uang disimpan.

Adapun produk Asuransi Cash in Management bisa didapatkan melalui agen atau broker asuransi yang memiliki lisensi dan bersertifikat. Atau bisa juga dengan datang serta menghubungi langsung ke pihak perusahaan asuransi yang menjamin risiko tersebut. 

Baca Juga: Asuransi Kebongkaran: Definisi, Manfaat, Pengecualian, Syarat dan Ketentuan Pengajuan, Serta Contoh Produknya

Tips Membeli Asuransi Cash in Management

Selanjutnya, mengutip halaman Otoritas Jasa Keuangan (OJK), berikut adalah hal-hal yang wajib diperhatikan dalam membeli produk Asuransi Cash in Management:

  • Periksa surat penawaran dari pihak perusahaan asuransi penyedia,
  • Periksa Surat Permintaan Penutupan Asuransi (SPPA),
  • Pastikan agen atau broker berlisensi dan bersertifikat,
  • Pastikan bahwa data-data di dalam SPPA sudah sesuai dengan kondisi sebenarnya,
  • Wajib membaca dan memahami isi kontrak atau polis asuransi dengan saksama, kemudian tanyakan ke pihak agen atau perusahaan apabila ragu atas kondisi polis,
  • Mintalah endorsement bila menemukan ada kesalahan data di dalam polis asuransi. 

Lindungi Uang dengan Asuransi Cash in Management dan Tambahan Produk Lainnya

Demikianlah uraian penjelasan yang berkenaan dengan Asuransi Cash in Management. Asuransi Cash in Management dapat memberikan proteksi dari berbagai risiko finansial yang merugikan. Meski begitu, penting juga untuk menyadari bahwa risiko terbesar terhadap uang sebagian besarnya kini bersifat digital. 

Sebagaimana diketahui, Asuransi Uang dan Asuransi Cash in Management lebih berfokus pada uang fisik. Dan karena itulah jadi terasa kurang relevan dalam masyarakat yang sebagian besar kini sudah tak lagi menggunakan uang tunai sebagai alat pembayaran transaksinya.

Selain itu, gunakan juga produk asuransi umum dari Cermati Protect untuk melindungi aset-aset berharga lainnya.

Mengupas Tuntas Asuransi Cash in ATM: Definisi, Jaminan Manfaat, Biaya Premi dan Syarat Pengajuannya

Mengupas Tuntas Asuransi Cash in ATM: Definisi, Jaminan Manfaat, Biaya Premi dan Syarat Pengajuannya

Asuransi Cash in ATM merupakan bagian dari Asuransi Uang (Cash Insurance). Seperti diketahui, Asuransi Uang bermanfaat untuk menjamin kehilangan uang atau juga cek ketika sedang disimpan, atau sewaktu uang/ cek tengah dikirim oleh kurir, terhadap risiko pencurian, perampokan, hingga pembongkaran. 

Pemilik uang atau surat berharga, baik itu berupa lembaga keuangan seperti bank maupun perusahaan lainnya berhak mengasuransikan. Umumnya, pihak pengguna atau Tertanggung dari Asuransi Uang dan Asuransi Cash in ATM tersebut meliputi:

  • Perusahaan pengiriman uang,
  • Perbankan, 
  • Pertokoan, 
  • Pusat Perbelanjaan, 
  • SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum),
  • Pengelola Jalan Tol.

Baca Juga: Asuransi Uang: Ketahui Definisi, Manfaat, Jenis dan Syarat Ketentuan yang Diperlukan untuk Mengajukannya

Definisi Asuransi Cash in ATM dan Jenis Asuransi Uang Lainnya

asuransi cash in atm

Asuransi Cash in ATM adalah salah satu jenis Asuransi Uang (Cash Insurance). Fungsinya tak lain adalah untuk memberikan manfaat pertanggungan serta jaminan ganti rugi terhadap kerugian dan atau kehilangan uang yang disimpan dalam mesin ATM (Anjungan Tunai Mandiri/ Automatic Teller Machine). 

Adapun Asuransi Uang sendiri meliputi dari 3 kategori, yakni:

  • Selama penyimpanan: Cash in Safe dan Cash in ATM,
  • Saat di Counter Teller: Cash in Cashier Box,
  • Ketika sedang dalam proses pengiriman: Cash in Transit.

Sejatinya, pilihan jenis pertanggungan yang ditawarkan dalam jaminan Asuransi Uang (Cash Insurance) pun luas dan beragam, termasuk Asuransi Cash in ATM. Agar tidak bingung dan sebagai perbandingan, mari simak uraian penjelasannya sebagai berikut:

  • Asuransi Cash In Safe (CIS): Memberikan jaminan manfaat dan pertanggungan selama uang dan surat berharga disimpan di dalam   brankas/Ruang Khasanah/lemari besi sesuai kondisi yang ada di polis.
  • Asuransi Cash in ATM (CI ATM): Memberikan manfaat pertanggungan dan jaminan ganti rugi terhadap kerugian serta kehilangan uang yang disimpan dalam mesin ATM (Anjungan Tunai Mandiri/ Automatic Teller Machine). 
  • Asuransi Cash In Cashier Box (CICB): Memberi manfaat pertanggungan atau jaminan ganti rugi terhadap kerugian serta kehilangan uang yang disimpan dalam cashier box selama jam kerja.
  • Asuransi Cash In Transit (CIT): Memberi manfaat pertanggungan dan jaminan ganti rugi terhadap kerugian serta kehilangan yang dialami oleh pihak Tertanggung selama pengiriman uang, baik dari premises/ lokasi Tertanggung ke bank, ataupun sebaliknya, atau dari satu tempat ke tempat lain yang dibawa oleh pihak karyawan Tertanggung, orang/ jasa pengiriman yang ditunjuk Tertanggung, sebagai akibat kejadian yang tak dikecualikan di dalam kondisi polis asuransi. 

Jangka Waktu dan Nilai Harga Pertanggungan Asuransi Cash in ATM

Lebih lanjut terkait jangka waktunya, untuk Asuransi Cash in ATM ialah satu tahun. Jangka waktu yang sama juga berlaku untuk Asuransi CIS dan CICB. Sedangkan untuk jenis Asuransi CIT, jangka waktunya yaitu selama masa pengiriman uang/ barang yang bersangkutan sampai diterima di lokasi tujuan.

Sementara untuk harga atau nilai pertanggungannya, Asuransi Cash in ATM sesuai dengan deklarasi setiap bulan/ di setiap pengiriman. Kemudian dalam hal ganti rugi, manfaat pertanggungan Asuransi Cash in ATM diberikan sebesar uang/ barang yang disamakan dengan uang yang hilang/ rusak, kemudian ditambah dengan biaya penggantian untuk tempat penyimpanan yang sekiranya mengalami kerusakan.

Sebagai catatan, harga atau nilai pertanggungan adalah nilai dari tiap uang/ harta benda yang diasuransikan, dan pihak pemilik memegang hak sepenuhnya dalam penentuan nilai tersebut. Meski begitu, sebaiknya harga atau nilai pertanggungan ini ditetapkan sesuai dengan jumlah atau nilai uang yang hendak diasuransikan.

Jaminan Manfaat Asuransi Uang dan Asuransi Cash in ATM

Asuransi Uang khususnya Asuransi Cash in ATM memberikan proteksi dan coverage terhadap berbagai risiko seperti:

  • Akibat terjadinya pencurian: Memberikan manfaat dan proteksi ganti rugi atas kehilangan uang dari dalam tempat penyimpanan yang diakibatkan oleh tindakan pencurian,
  • Akibat pencurian dengan tindak kekerasan: Memberi jaminan manfaat dan ganti rugi atas kehilangan uang yang terjadi pada masa pengiriman dari satu lokasi ke tempat atau titik lainnya akibat suatu tindakan pencurian yang diawali dengan tindak kekerasan,
  • Ganti rugi kerusakan: Memberi jaminan coverage ganti rugi atas kerugian serta kerusakan tempat penyimpanan uang seperti lemari besi, kotak deposit, brankas dan mesin ATM.
  • Akibat kebakaran: Memberi pertanggungan ganti rugi atas musnahnya uang yang terjadi akibat kebakaran ketika masa pengiriman.

Sebagai catatan, setiap perusahaan penyedia asuransi memberikan keunggulan dan keunikan masing-masing dalam produk Asuransi Cash in ATM yang disediakannya. Artinya, kemungkinan besar akan dijumpai perbedaan dari satu perusahaan asuransi dengan perusahaan lainnya, meskipun produknya sama. 

Ada beberapa perusahaan asuransi yang menyediakan manfaat jaminan kerugian finansial akibat pencurian, penodongan, pembongkaran, kebakaran, alat angkut yang mengalami musibah, hingga ketidakjujuran karyawan. Sementara yang lainnya tidak. 

Baca Juga: Asuransi Kebongkaran: Definisi, Manfaat, Pengecualian, Syarat dan Ketentuan Pengajuan, Serta Contoh Produknya

Perluasan Jaminan Manfaat Asuransi Uang dan Asuransi Cash in ATM

Perluasan jaminan manfaat dan pertanggungan dari Asuransi Uang dan Asuransi Cash in ATM umumnya meliputi:

  • Perampokan atau Penodongan,
  • Pembongkaran dengan kekerasan
  • Alat pengangkut yang mengalami musibah
  • Risiko-risiko lainnya yang bersifat accidental

Pengecualian Manfaat Asuransi Uang dan Asuransi Cash in ATM

Umumnya, Asuransi Uang dan Asuransi Cash in ATM tidak menjamin:

  • Kerusuhan, perang, terorisme, nuklir serta radioaktif,
  • Unsur kesengajaan dan ketidakjujuran karyawan,
  • Akibat terjadinya inflasi,
  • Gempa, letusan gunung berapi, banjir, angin topan, badai, tsunami,
  • Berbagai pengecualian lainnya sebagaimana yang dicantumkan di dalam polis asuransi.

Sebagai catatan, uraian pembahasan ini hanya merupakan informasi umum dan bukan kontrak perjanjian atau kesepakatan dalam polis Asuransi Cash in ATM. Adapun rincian terkait kondisi pertanggungan biasanya dituangkan lengkap dan menyeluruh di dalam polis. Untuk itu, calon tertanggung wajib membaca, mempelajari dan memahami seluruh kondisi pertanggungan tersebut.

Estimasi Biaya Premi Asuransi Cash in ATM

Untuk biaya premi Asuransi Cash in ATM, jumlah premi yang dibebankan kepada pihak Tertanggung adalah hasil perkalian antara:

Tarif Premi x Jumlah Harga Pertanggungan

Adapun tarif premi asuransinya dihitung dalam besaran promil/ per seribu. 

Faktor Pertimbangan dalam Asuransi Cash in ATM

Ada sejumlah faktor yang perlu dipertimbangkan dalam transaksi pembelian polis Asuransi Uang, diantaranya mencakup*:

  • Jumlah nominal uang yang disimpan,
  • Sistem pengamanan di tempat penyimpanan uangnya,
  • Ukuran, jenis, tipe, bentuk, penempatan, lokasi, merek, tahun, hingga sistem buka dan tutup brankas,
  • Konstruksi atau okupasi tempat penyimpanan brankas,
  • Rute pengiriman,
  • Jenis alat transportasi yang digunakan untuk membawa/ mengangkut uang,
  • Letak serta situasi surrounding risk bangunan,
  • Sistem pengamanan lokasi yang hendak diasuransikan,
  • Individu yang bertanggung jawab terhadap brankas,
  • Moral Hazard hingga kredibilitas Tertanggung.

*Semua syarat dan ketentuan berlaku. 

Baca Juga: Daftar Asuransi yang Harus Dimiliki Perusahaan Beserta Manfaat dan Contoh Rekomendasinya

Syarat Pengajuan Asuransi Uang dan Asuransi Cash in ATM

Pengajuan Asuransi Uang terutama Cash in ATM membutuhkan sejumlah syarat serta informasi sebagai berikut:

  • Calon Tertanggung mengisi formulir SPPA dengan tepat, benar dan sesuai keadaan terbarunya,
  • Memberikan informasi seputar Rute pengiriman (untuk Asuransi CIT),
  • Memberikan informasi terkait Security System di lokasi,
  • Memberikan informasi jumlah atau nominal uang yang disimpan,
  • Memberikan informasi terkait sistem pengamanan dari tempat lokasi penyimpanan uang tersebut,
  • Menginformasikan konstruksi atau okupasi tempat penyimpanan brankas,
  • Menginformasikan letak serta situasi kondisi surrounding risk bangunan.

Kewajiban Pihak Tertanggung yang Membeli Asuransi Uang atau Asuransi Cash in ATM

Ada beberapa kewajiban yang perlu dilaksanakan ketika nasabah membeli produk asuransi, yaitu:

  • Mengisi Surat Permohonan Penutupan Asuransi (SPPA) dengan data yang sesungguhnya, sebenar-benarnya, secara lengkap serta ditandatangani oleh calon tertanggung itu sendiri.
  • Menanyakan kartu keagenan dari agen yang menawarkan, apabila membeli produk asuransinya melalui agen.
  • Mempelajari proposal penawaran yang diajukan agen/ broker terutama atas risiko yang dijamin serta tak dijamin, seluruh persyaratan yang harus dipenuhi, langkah pembayaran premi, serta kewajiban tertanggung dalam hal terjadi kerugian/ kerusakan.
  • Memastikan kesehatan keuangan pihak perusahaan penyedia layanan jasa asuransi yang akan menjamin tanggungan risiko.
  • Membantu pihak surveyor dari perusahaan penyedia asuransi bila ditunjuk untuk melakukan survey sebelum penutupan atau closing asuransi.

Produk Asuransi Cash in ATM bisa didapatkan dari:

  • Agen Asuransi yang memiliki lisensi atau bersertifikat,
  • Broker Asuransi, terutama untuk risiko yang lengkap dan total,
  • Atau bisa juga dengan cara datang langsung ke kantor perusahaan asuransi yang menjamin risiko yang dimaksud.

Kemudian sebelum membeli produk Asuransi Cash in ATM, harap perhatikan hal-hal sebagai berikut:

  • Periksa surat penawaran dari perusahaan dengan saksama,
  • Pastikan hanya membeli produk dari agen asuransi yang memiliki lisensi dan bersertifikat,
  • Cermati Surat Permintaan Penutupan Asuransi (SPPA) dengan teliti,
  • Pastikan data-data dalam SPPA tersebut sudah sinkron dan sesuai dengan situasi kondisi yang sebenar-benarnya,
  • Baca ulang kontrak atau polis dengan teliti dan tanyakan ke pihak agen/perusahaan apabila terdapat keraguan atas kondisi polis,
  • Mintalah perubahan atau endorsement bila ditemukan kesalahan data dalam polis Asuransi Cash in ATM yang diberikan.

Baca Juga: Meninjau Manfaat, Syarat dan Biaya Asuransi Tanggung Gugat untuk Pekerja Real Estate

Asuransi Cash in ATM Mencegah Kerugian dan Meminimalisir Risiko Finansial

Demikianlah uraian pembahasan terkait Asuransi Cash in ATM. Asuransi Cash in ATM merupakan jaminan yang dapat meminimalisir serta mencegah kerugian dan risiko finansial akibat terjadinya hal-hal yang tak diinginkan. 

Asuransi Cash in ATM merupakan langkah cerdas dan bijak sebagai pengelolaan risiko agar pihak tertanggung terhindar dari kerugian keuangan dalam jumlah besar di masa depan. Kemudian sebagai langkah antisipasi dan untuk berjaga-jaga, ada beberapa hal yang bisa dilakukan jika perjanjian Asuransi Cash in ATM tak sesuai dengan yang disepakati.

Seperti dilansir dari halaman OJK dan mengacu kepada kondisi polis yang sudah disepakati dalam penyelesaian perselisihan, pihak Tertanggung dapat melakukan tindakan sebagai berikut:

  • Mintalah klarifikasi ke perusahaan penyedia asuransi, baik lewat agen atau bisa datang langsung ke perusahaan yang bersangkutan untuk proses perdamaian dan musyawarah antara semua pihak.
  • Untuk nilai klaim bermasalah hingga Rp750.000.000,- bisa diadukan ke Badan Mediasi Asuransi Indonesia.
  • Apabila titik temu masih belum juga ditemukan, maka penyelesaian sengketa terkait Asuransi Cash in ATM bisa dilakukan lewat jalur arbitrase atau melalui meja hijau.

Lindungi Aset dengan Perlindungan Terbaik

Gunakan juga produk-produk asuransi terbaik dari Cermati Protect. Dengan asuransi, Anda dapat mengatasi kerugian-kerugian dari risiko tidak terduga.

Menelisik Asuransi Comprehensive Machinery: Definisi, Manfaat dan Syarat yang Dibutuhkan untuk Pengajuannya

Menelisik Asuransi Comprehensive Machinery: Definisi, Manfaat dan Syarat yang Dibutuhkan untuk Pengajuannya

Asuransi Comprehensive Machinery diketahui memberikan manfaat pertanggungan dan jaminan perlindungan terhadap kerugian/ kerusakan pada mesin atas semua risiko yang bersifat didominasi rekayasa (engineering). Hal ini dikhususkan terutamanya pada risiko-risiko akibat kerusakan mesin, kebakaran, hingga petir dan ledakan kimia, serta berbagai risiko bahaya alam. Adapun pihak yang dapat menjadi Tertanggung ialah perusahaan atau perorangan langsung dan instansi.

Baca Juga: Asuransi Kebakaran: Pengertian, Manfaat, Tipe Polis, dan Cara Klaim

Apa Itu Asuransi Comprehensive Machinery?

asuransi comprehensive machinery

Asuransi Comprehensive Machinery Insurance adalah asuransi yang menjamin risiko kerugian pada mesin-mesin pabrik, kilang dan pembangkit listrik (refinery and power plant). Jadi pada dasarnya, Asuransi Comprehensive Machinery atau Comprehensive Machinery Insurance (CMI) merupakan asuransi kecelakaan dan kehilangan keuntungan semua risiko yang menanggung kerugian fisik atau kerusakan tak terduga dan tiba-tiba pada pabrik yang diasuransikan yang memerlukan perbaikan atau penggantian. 

Dengan polis asuransi ini, nasabah pun bisa mendapatkan ketenangan pikiran yang “komprehensif” alias luas, lengkap, cermat dan menyeluruh.

Asuransi Comprehensive Machinery adalah Gabungan dari Asuransi MB dan PAR

Asuransi Comprehensive Machinery merupakan gabungan dari asuransi PAR dan MB. Seperti diketahui, Asuransi PAR dan MB merupakan jenis asuransi yang menjamin risiko kerusakan pada bangunan serta mesin:

  • Asuransi PAR (Property All Risks): Menjamin dan memberi pertanggungan kerusakan dan atau kerugian pada bangunan non-industri. Diantaranya seperti rumah tinggal, sekolah, kantor, hingga rumah sakit.
  • Asuransi MB (Machinery Breakdown): Menjamin dan memberi pertanggungan risiko kerugian yang terjadi pada mesin ketika beroperasi. Jenis asuransi ini berlaku sejak mesin selesai dirakit, melewati masa testing dan memasuki periode operasional. 

Baca Juga: Perhatikan Ini Sebelum Membeli Asuransi Alat Berat

Apa Saja Manfaat Asuransi Comprehensive Machinery?

Mengungkap lebih lanjut mengenai Asuransi Comprehensive Machinery, Comprehensive Machinery Insurance (CMI) ini sejatinya bermanfaat untuk:

  • Memberi ganti rugi akibat kesalahan operasional, termasuk kurangnya keterampilan hingga kelalaian,
  • Memberi ganti rugi akibat kerusakan yang disebabkan oleh gaya sentrifugal,
  • Memberi ganti rugi akibat kesalahan desain serta material,
  • Memberi ganti rugi akibat korsleting serta penyebab kelistrikan lainnya,
  • Memberi ganti rugi akibat kekurangan air pada generator uap,
  • Memberi ganti rugi akibat terjadinya ledakan fisik,
  • Memberi ganti rugi akibat peristiwa gempa bumi,
  • Memberi ganti rugi akibat terjadinya badai angin,
  • Memberi ganti rugi akibat terjadinya banjir bandang dan juga genangan air,
  • Memberi ganti rugi yang diakibatkan oleh api, ledakan serta halilintar.

Pengecualian Manfaat Asuransi Comprehensive Machinery

Menelisik lebih lanjut, terdapat beberapa pengecualian risiko pertanggungan yang tak dijamin dalam Asuransi Comprehensive Machinery. Situasi dan kondisi yang tidak akan mendapat coverage tersebut diantaranya adalah:

  • Perang, tindakan musuh asing, invasi, pertempuran (baik perang yang dideklarasikan atau tidak), perang saudara, revolusi, pemberontakan, konspirasi, pemogokan, kerusuhan, lockout, keributan sipil, militer atau kekuasaan yang dirampas, penyitaan, nasionalisasi, hingga perintah/ permintaan/ penghancuran perusakan oleh dan atau di bawah pemerintah secara de jure/ de facto, atau oleh otoritas publik dan atau lokal;
  • Segala jenis tindakan terorisme,
  • Tindakan orang atau individu yang bertindak atas nama/ sehubungan dengan organisasi manapun, dengan kegiatan yang diarahkan untuk menggulingkan serta mempengaruhi pemerintah secara de jure/ de facto dengan kekerasan,
  • Ionisasi serta kontaminasi radioaktif dari bahan bakar nuklir/ limbah nuklir, atau dari pembakaran bahan bakar nuklir,
  • Sifat radioaktif, eksplosif, beracun/ berbahaya yang mencemari setiap instalasi nuklir, reaktor dan atau rakitan nuklir lainnya, atau komponen nuklirnya,
  • Semua senjata perang jenis apa pun yang menggunakan atom atau fisi nuklir dan/ atau fusi, atau reaksi serupa lainnya, atau kekuatan atau materi radioaktif,
  • Tindakan gagal bayar yang dilakukan oleh pihak tertanggung dan atau perwakilannya.

Kendati begitu, rincian di atas hanya memuat informasi umum dan bukan merupakan kontrak ataupun perjanjian asuransi. Dan uraian pembahasan terkait kondisi pertanggungan tentunya dituangkan di dalam polis asuransi yang bersangkutan. 

Dapat dipastikan, setiap perusahaan penyedia asuransi memiliki perbedaan serta keunikan dan keunggulannya tersendiri dalam menyediakan jasa pelayanan coverage yang ditawarkannya. Oleh karena itu, calon peserta asuransi atau nasabah diwajibkan untuk membaca, mempelajari serta memahami kondisi pertanggungan terkait dengan baik.

Asuransi Comprehensive Machinery Berbeda dengan Asuransi CAR/ EAR

Asuransi Comprehensive Machinery memiliki pengecualian manfaat yang serupa dengan Asuransi Contractor All Risks atau Asuransi Erection All Risks. Bahkan secara sekilas bagi orang awam, ketiganya akan tampak mirip dan serupa. Kendati demikian, ketiga jenis asuransi ini berbeda signifikan.

Asuransi CMI (Mesin Komprehensif) tak sama dengan Asuransi Contractor All Risks (CAR) atau Erection All Risks (EAR). Sebagai perbandingan, Asuransi CMI menjamin kerusakan atau kehilangan keuntungan pada pabrik yang telah diasuransikan. Asuransi Comprehensive Machinery menjamin risiko yang diakibatkan oleh kesalahan desain serta material, kesalahan operasional, ledakan fisik, korsleting, gempa bumi, badai topan dan lain sebagainya.

Sementara itu, Asuransi Contractor All Risks (CAR) memberi pertanggungan serta menjamin perlindungan untuk pekerjaan konstruksi. Salah satunya seperti bahan dan pekerjaan kontrak, penundaan proyek, pabrik dan peralatan kontraktor, hingga kewajiban publik. Asuransi CAR ini sesuai untuk berbagai proyek konstruksi yang mana mencakup bangunan, infrastruktur, serta pekerjaan teknik sipil. 

Sedangkan Asuransi Erection All Risks (EAR) memberi pertanggungan dan menjamin kerugian/ kerusakan pada mesin-mesin yang terjadi selama proses pemasangan atau instalasi. Asuransi ini memang dirancang khusus untuk proyek yang melibatkan pemasangan mesin industri, yang meliputi pembangkit listrik, fasilitas manufaktur, hingga proyek infrastruktur khusus. 

Sebagaimana dikutip dari BCA Insurance, Asuransi EAR hadir untuk menjamin kerugian serta kerusakan pada mesin yang terjadi selama proses pemasangan, atau juga instalasi yang diakibatkan oleh kecelakaan tiba-tiba yang tak terduga dan dapat diperkirakan sebelumnya. Adapun untuk perluasan jaminannya mencakup Risiko Tanggung Jawab Hukum terhadap pihak ketiga.

Sebagai catatan, walaupun ketiga jenis asuransi di atas adalah berbeda, namun ada pula perusahaan asuransi yang menggabungkannya ke dalam satu paket kategori, tepatnya jenis Asuransi Non Engineering. 

Asuransi Comprehensive Machinery Termasuk ke dalam Jenis Asuransi Non Engineering

Asuransi Comprehensive Machinery atau Comprehensive Machinery Insurance (CMI) sendiri termasuk ke dalam jenis Asuransi Non Engineering dan Non Proyek. Tak hanya CMI saja. Adapun yang termasuk ke dalam jenis Asuransi Non Engineering dan Non Proyek ini terdiri dari:

  • Asuransi Kerusakan Mesin atau disebut juga sebagai Machinery Breakdown Insurance (MI),
  • Asuransi Peralatan Elektronik atau Electronic Equipment Insurance (EEI) yang menjamin kerugian serta risiko akibat kerusakan fisik pada peralatan elektronik.

Sementara itu, jenis Asuransi Engineering Proyek umumnya terdiri dari empat kategori sebagai berikut:

  • Asuransi Konstruksi atau Contractor All Risks (CAR), yang menjamin semua risiko kerugian yang terjadi sewaktu proses pembangunan/ konstruksi, namun tak termasuk sejumlah risiko yang disebutkan dalam pengecualian manfaatnya,
  • Asuransi Pemasangan atau biasa disebut Erection All Risks (EAR) Insurance, yang mana pengertian atau definisinya sudah disebutkan di atas, 
  • Asuransi Civil Engineering Completed Risk (CECR), yang memberikan jaminan atas pekerjaan sipil yang sudah selesai (sudah dibangun). Adapun pihak yang bisa menjadi Tertanggung mencakup kontraktor, perusahaan, serta perorangan langsung atau instansi,
  • Asuransi Contractor’s Plant and Machinery (CPM), yaitu jenis asuransi yang menjamin semua risiko kerusakan/ kerugian fisik atas objek pertanggungan yang terjadi dengan tiba-tiba serta bersifat tidak terduga. Namun hal tersebut tidak termasuk sejumlah risiko yang disebutkan di dalam pengecualian manfaatnya. Selain itu, Polis CPM ikut menjamin kerusakan/ kerugian sewaktu alat-alat berat tengah bekerja atau sedang dioperasikan (at work), sedang diam (at rest), dan juga di saat sedang dibongkar sewaktu berada dalam proses perawatan (overhauling). Untuk jenis asuransi yang satu ini, pihak yang bisa menjadi Tertanggung meliputi kontraktor, perusahaan, hingga perorangan langsung maupun instansi.

Baca Juga: 10 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Inspeksi Alat Berat

Beda Objek Pertanggungan pada Polis Asuransi PAR dan Asuransi Comprehensive Machinery (CMI)

PAR dan CMI adalah dua polis yang sangat umum digunakan dalam closing asuransi lini bisnis properti serta rekayasa. Sebagaimana diketahui secara luas, Asuransi PAR (Property All Risks) merupakan polis yang menjamin dan menanggung seluruh kerugian yang dialami objek pertanggungan, selama perils yang bersangkutan tersebut tidak dikecualikan di dalam polis terkait. 

Hampir serupa dengan Asuransi PAR, polis Asuransi Comprehensive Machinery (Comprehensive Machinery Insurance/ CMI) juga turut menjamin seluruh kerugian. Namun terdapat sedikit perbedaan pada bagian deskripsi objek pertanggungannya. Dengan kata lain, cakupan dari coverage kedua jenis asuransi ini tergolong all-risk dan berbeda dengan PSAKI (Polis Standar Asuransi Kebakaran Indonesia) yang tergolong named perils.

Adapun salah satu perbedaan yang cukup signifikan dan jelas antara PAR dan Asuransi Comprehensive Machinery (CMI) ialah jenis risiko inheren yang ada pada objek yang dijamin atau dipertanggungkan. Pada polis PAR, kerusakan material yang lebih dipertimbangkan pada objek pertanggungan meliputi jenis kerusakan yang disebabkan oleh risiko eksternal. 

Diantaranya seperti banjir, kebakaran, pencurian dan lainnya. Sementara pada polis Asuransi Comprehensive Machinery (CMI), kerusakan material yang paling utama sebagai pertimbangan yaitu yang bersumber dari risiko internal dari mesin-mesin atau juga peralatan listrik yang dipertanggungkan. Dengan begitu, pertimbangan utama dalam memilih PAR atau CMI yaitu dengan melihat bagaimana karakteristik risiko yang dominan pada objek yang akan dijamin atau dipertanggungkan.

Menggali lebih dalam, objek pertanggungan ikut dijelaskan baik di dalam polis PAR dan CMI. Isinya kurang lebih adalah sebagai berikut:

  • Asuransi Property All Risks (PAR): Real Property yaitu tanah, bangunan, dll) dan/atau personal property yang meliputi peralatan mesin, stock, dll), yang mana properti tersebut mempunyai insurable interest dengan pihak tertanggung, atau berada dalam pengawasan pihak tertanggung.
  • Asuransi Comprehensive Machinery (CMI): Properti yang dipertanggungkan dalam polis CMI mencakup seluruh instalasi, baik instalasi permanen dan juga sementara, termasuk peralatan mesin serta kelistrikan, perangkat elektronik, hingga bangunan termasuk barang-barang di dalamnya. Dan ini termasuk seperti konten, barang-barang yang dalam proses, stock, semua yang dimiliki, atau juga yang dioperasikan, dan atau yang berada dibawah pengawasan pihak tertanggung.

Persyaratan untuk Mengajukan Kepemilikan Asuransi Comprehensive Machinery

Demikianlah suguhan informasi yang berkenaan dengan Asuransi Comprehensive Machinery. Guna mendapatkan produk asuransi yang tepat dan akurat sesuai kebutuhan, alangkah baiknya jika pihak calon nasabah melakukan riset mendalam serta mengkonsultasikannya terlebih dahulu ke perusahaan penyedia asuransi atau agen dan broker asuransi terpercaya. 

Adapun syarat dan dokumen yang diperlukan untuk pengajuan Asuransi Comprehensive Machinery (CMI) adalah sebagai berikut:

  • Surat keterangan mengenai spesifikasi mesin yang memuat data informasi seperti nomor seri mesin, nomor rangka mesin, kapasitas mesin, tahun pembuatan mesin, serta penggunaan mesin.
  • Invoice mesin. Hal ini diperlukan untuk mengetahui berapa harga mesin, sebagai acuan besaran nilai jaminan manfaat atau pertanggungannya.

Lindungi Aset-Aset Penting dengan Asuransi Lainnya

Kerusakan atau kecelakaan yang dapat menimbulkan kerugian pada aset-aset akan menguras banyak biaya. Oleh karena itu, asuransi sangatlah penting untuk bisa mengatasi kerugian tersebut. 

Gunakan produk asuransi dari Cermati Protect, isi form di bawah ini untuk mendapatkan berbagai proteksi terbaik.

Gear Pump: Prinsip Kerja, Komponen, Fungsi, Manfaat, Tipe dan Kegunaannya dalam Berbagai Industri

Gear Pump: Prinsip Kerja, Komponen, Fungsi, Manfaat, Tipe dan Kegunaannya dalam Berbagai Industri

Gear pump adalah salah satu jenis pompa yang paling umum digunakan untuk aplikasi fluida. Kerap digunakan dalam berbagai industri, gear pump merupakan pompa non-submersible yang tidak dirancang untuk bekerja dalam rendaman fluida (submersible)

Dalam berbagai pekerjaan industri, gear pump tak hanya berguna untuk memompa tapi juga mengalirkan cairan. Pompa yang bergerigi ini biasanya dioptimalkan untuk mengalirkan cairan dengan tingkat kekentalan yang rendah. Diantaranya seperti pelarut ataupun gas cair dan alkohol.

Selain itu, gear pump juga kerap dipakai untuk mengalirkan cairan yang tingkat kekentalannya sedang maupun tinggi. Dan ini termasuk polimer, cat kain, hingga karet cair.

Baca Juga: Tips Memilih Alat Berat untuk Proyek

Bagaimana Prinsip Kerja Gear Pump? 

gear pump

Di samping dinding pompa, gear pump mempunyai dua roda gigi yang bisa berputar dan saling berinteraksi satu sama lain. Pada dasarnya, pompa ini beroperasi dengan memanfaatkan prinsip dasar gerakan roda gigi untuk mengalirkan fluida dari satu tempat ke tempat yang lainnya.

Gear pump umumnya memiliki dua roda gigi. Satu gigi merupakan roda gigi penggerak yang menjadi roda gigi daya. Adapun roda yang lainnya merupakan roda gigi penggerak (idle). 

Roda gigi driver dapat terhubung ke sejumlah penggerak utama ataupun sumber energi mekanis lainnya. Sementara itu, roda gigi penggerak juga disebut sebagai roda gigi utama. Sedangkan roda gigi yang digerakkan juga dikenal sebagai roda gigi pendukung.

Fungsi dan Manfaat Gear Pump

Gear pump pada dasarnya berfungsi untuk memindahkan media yang berbeda dengan efektif dan efisien. Pompa ini meliputi housing yang terdiri dari dua penutup. 

Adapun pompa bergerigi ini ditopang oleh empat bantalan gesekan. Media yang hendak dipindahkan lantas dialihkan dari sisi hisap ke sisi tekanan pompa. 

Media yang dipompa dialihkan atau dipindahkan dari antara celah gigi pada titik geriginya bertautan. Karena itulah gear pump juga disebut sebagai pompa perpindahan. 

Selama lebih dari puluhan tahun, pompa perpindahan dengan gerigi berpresisi ini sudah digunakan untuk mengukur polimer yang berbeda dalam proses produksi serat sintetis buatan manusia. Sehingga terkadang alat ini juga dikenal sebagai “jantung mesin”. 

Umumnya, meski beroperasi non-stop 24/7, namun biaya pemeliharaannya terbilang minim. Padahal, alat ini berperan vital dan kerap dilibatkan dalam instalasi yang rumit. 

Berikut beberapa fungsi dan manfaat gear pump yang menguntungkan:

  • Efisien dengan tingkat akurasi yang tinggi dalam pengoperasiannya, 
  • Biaya pemeliharaan yang ekonomis dan terbilang murah, 
  • Ketersediaan yang tinggi di market, 
  • Perawatan yang cukup ringkas dan mudah, 

Komponen yang Terdapat Pada Gear Pump

Gear pump memiliki sejumlah komponen utama yang terdiri dari:

1. Driver Gear

Komponen Driver Gear pada Gear pump terhubung langsung ke penggerak utama. Selain terhubung langsung, komponen ini pun berputar dengan menggunakan kekuatan dari penggerak utama secara maksimal.

2. Idle Gear atau Gear

Ini merupakan komponen roda gigi yang bergerak menyatu dengan roda penggerak. Roda gigi ini akan ikut bergerak sewaktu roda gigi penggerak berputar. 

3. Casing

Selanjutnya ada komponen casing. Casing pada gear pump ini berfungsi untuk mengemas baik roda gigi penggerak maupun roda gigi yang digerakkan.

4. Sisi Hisap atau Bagian Inlet

Bagian ini merupakan tempat dimana cairan memasuki gear pump. Dengan kata lain, cairan yang bertekanan rendahlah yang dapat memasuki pompa pada bagian Inlet

5. Sisi Debit atau Bagian Outlet

Kebalikan dari Inlet, bagian Outlet ialah tempat dimana cairan bertekanan dikirim ke area atau bagian yang diperlukan. Cairan yang tekanannya tinggi akan mengalir keluar dari gear pump di sisi debit ini. 

6. Penggerak Utama

Penggerak utama dalam gear pump digunakan untuk memberi daya ke poros dimana roda gigi penggerak terpasang. Dan ini bisa berupa tenaga kerja manual. Atau bisa pula berupa motor listrik hingga mesin Integrated Circuit (IC). 

7. Katup Pelepas (Katup Pengaman)

Ini merupakan komponen yang dipasang di sisi pelepasan gear pump. Jadi, ketika terjadi tekanan berlebih, maka tekanan tersebut bisa dilepaskan. 

Komponen katup pelepas ini tak hanya membuat pompa berfungsi dengan lebih aman. Katup pelepas ini juga berguna untuk mencegah terjadinya kerusakan pada pompa. 

Keunggulan Gear Pump dalam Pengoperasiannya

Gear pump mempunyai sejumlah keunggulan sehingga kerap dijadikan pilihan populer di berbagai industri:

8. Berdaya Tahan Tinggi

Gear pump dibuat dari material baja dan logam yang tak hanya kuat, tapi juga tahan lama. Hal ini memungkinkan pompa dapat bekerja dengan baik bahkan meskipun di dalam kondisi keras serta saat menghadapi tekanan tinggi.

9. Bisa Diandalkan

Desain gear pump memang sederhana dengan sedikit komponen atau bagian yang bergerak. Namun karena kesederhanaan inilah risiko kerusakannya lebih kecil. 

Simplicity tersebut juga menjadikannya andal dan reliable untuk digunakan dalam jangka waktu yang lama. 

10. Memiliki Tekanan dan Aliran yang Stabil

Gear pump sanggup menghasilkan tekanan serta aliran konsisten hingga tekanan yang tinggi. Keunggulan ini menjadikannya pilihan yang baik dalam memindahkan fluida dengan kecepatan konstan. 

Di samping itu, pompa inipun unggul dalam menangani tekanan tinggi. 

11. Efisiensi yang Tinggi

Gear pump mempunyai tingkat efisiensi tinggi dalam mengubah energi mekanik menjadi hidrolik. Ini artinya, pompa sanggup menggerakkan jumlah fluida yang besar dengan tepat, cermat dan berdaya guna, tanpa membuang tenaga, waktu dan biaya tinggi yang tak perlu. 

Kegunaan Gear Pump dalam Berbagai Industri

Gear pump terkenal karena dapat membantu proses pemindahan berbagai jenis fluida dengan kinerja andal serta efisiensi tinggi dalam setiap aplikasi. Di samping andal saat beroperasi, tekanan dan alirannya yang stabil, daya tahan dan efisiensinya pun tinggi. 

Selain digunakan secara luas dalam berbagai industri, alat ini terutamanya kerap dipakai untuk mendukung sejumlah industri sebagai berikut:

1. Sistem Hidrolik

Gear pump kerap digunakan dalam sistem hidrolik untuk memindahkan fluida hidrolik hingga menggerakkan aktuator. Adapun gear pump yang kerap dipakai dalam sistem hidrolik biasa disebut pompa hidrolik. 

2. Industri Kimia

Dalam ranah industri kimia, gear pump digunakan pada proses pemindahan bahan-bahan kimia. Salah satu diantaranya seperti industri farmasi, pengolahan minyak, produksi plastik dan lain sebagainya. 

Sejatinya, gear pump bisa mengatasi beragam bahan kimia korosif serta viskositas yang berbeda. 

3. Industri Minyak dan Gas

Dalam sektor minyak dan gas, gear pump umumnya digunakan saat proses pemindahan minyak, seperti pemompaan minyak mentah salah satunya. Selain itu, pemrosesan minyak dan aplikasi lainnya juga kerap mengoptimalkan gear pump. 

Dalam berbagai operasi di industri minyak dan gas, pompa ini dapat dengan andal menangani tekanan yang ekstrim hingga viskositas yang tinggi. 

4. Industri Makanan dan Minuman

Produksi makanan dan minuman pun banyak yang menggunakan gear pump. Pompa ini digunakan tak hanya untuk memindahkan cairan seperti minyak sayur, coklat cair maupun sirup dan bahan lainnya. 

Karena menawarkan tingkat keamanan dan kebersihan yang tinggi, gear pump dinilai ideal dan andal untuk digunakan dalam industri yang satu ini. 

Tipe dan Jenis Gear Pump

Gear pump terdiri dari banyak tipe dan jenis. Namun yang umum digunakan untuk berbagai industri terdiri dari tiga kategori yaitu gear metering pumps, pompa industri dan pompa hidrolik. 

Mengingat ekonomis, sederhana, sifat adaptif dan fleksibilitas yang dimilikinya, tak heran jika gear pump sering dipergunakan. Pompa fixed displacement ini kemudian digolongkan menjadi dua yakni:

  • Internal Gear Pump: Untuk konstruksi, dan biasa disebut juga dengan istilah trochoid pump,
  • External Gear Pump: Untuk unit alat berat seperti merek Komatsu. Sistem hidroliknya umumnya memakai pompa ini.

Gear Pump Kerap Digunakan Bersama Heavy Equipments

Karena gear pump dapat disesuaikan dengan mudah sesuai banyak kebutuhan, pengguna dari berbagai industri pun sering memaksimalkan alat ini. Selain piston pump, gear pump hidrolik juga kerap dijumpai pada heavy equipments seperti excavator. 

Dengan fungsinya yang beraneka macam, excavator (bego) termasuk salah satu jenis heavy equipments yang umumnya digunakan untuk menancapkan batang fondasi, mengeruk sungai, hingga menggali, meratakan dan memindahkan tanah maupun material berat lainnya ke dalam truk muatan. 

Baik gear pump maupun excavator berperan penting dalam mendukung proyek pembangunan, pertanian, perkebunan, pertambangan dan lainnya. Sesuai namanya, risiko yang dihadapi alat berat dalam pengoperasiannya juga sama beratnya. 

Kecelakaan besar atau kecil bisa menyebabkan kerugian signifikan dalam penggunaan heavy equipments. Selain itu, nilai investasi alat-alat berat sangatlah besar. 

Baca Juga: Apa Itu K3? Pengertian, Tujuan, Prinsip, dan Ruang Lingkup

Jika sampai terjadi hal-hal yang tak diinginkan dan tak terduga, dampaknya bisa jadi negatif pada keuangan perusahaan. Bukan tak mungkin jika income jadi menurun akibat unit alat berat tiba-tiba tak bisa digunakan dalam waktu yang lama. 

Selain itu, biaya perbaikannya pun terbilang tinggi dan bisa menguras kas anggaran perusahaan. Sebagai langkah antisipasi, asuransi bisa dijadikan solusi bagi para pengusaha pemilik alat-alat berat. 

Memberikan jaminan dan pertanggungan yang mengatasi kerugian dan kerusakan, pengusaha dapat memilih asuransi All Risk/ Gabungan/ Comprehensive atau Total Loss Only dan lainnya yang sesuai kebutuhan. Dengan demikian, gear pump beserta alat-alat berat lainnya bisa mendapatkan proteksi terbaik dan perusahaan pun terhindar dari kerugian keuangan.

Oleh karena itu, gunakan produk asuransi dari Cermati Protect. Mulailah perlindungan aset Anda dengan mengisi form di bawah ini!

Track Roller Excavator: Pengertian, Jenis dan Tipe, Hingga Kegunaan Serta Cara Perawatannya

Track Roller Excavator: Pengertian, Jenis dan Tipe, Hingga Kegunaan Serta Cara Perawatannya

Track roller excavator adalah salah satu komponen penting yang berperan vital dalam penggunaan berbagai alat berat (heavy equipment). Sebelum membahas mengenai track roller excavator, mari tinjau terlebih dahulu informasi seputar excavator. 

Excavator ialah salah satu ragam mesin berat yang berguna untuk menggali serta membongkar tanah atau bebatuan. Biasanya, excavator kerap digunakan dalam proyek konstruksi besar. 

Contohnya seperti pembangunan infrastruktur jalan atau jembatan, serta gedung-gedung pencakar langit. Adapun bahan bakar yang digunakan heavy equipment ini berupa diesel atau solar.

Baca Juga: Ini Dia Jenis-Jenis Alat Berat dan Fungsinya!

Apa Itu Track Roller Excavator dan Kegunaannya?

Track Roller Excavator

Memahami track roller atau track idler sangat penting untuk menunjang kelangsungan bisnis dan profesional industri. Sebagai komponen penting dalam berbagai terapan industri, track roller excavator beserta cara kerjanya perlu ditelaah lebih lanjut. 

Apalagi jika mengingat demand pasar global dalam laju roda ekonomi bisnis untuk saat ini dan di masa yang akan datang. Track roller ialah komponen silinder yang memandu dan menopang bagian mesin atau peralatan industri yang bergerak. 

Track roller ini umumnya digunakan pada crane, conveyor, dan berbagai jenis mesin berat lainnya, termasuk excavator. Track roller pada excavator didesain khusus untuk membawa beban berat dengan gerakan yang halus serta presisi. 

Terdapat pada sebuah undercarriage, track roller excavator berfungsi untuk membagi berat unit ke track. Selain itu, track roller excavator juga berfungsi sebagai pengarah track link (bukan untuk menggulung track). 

Ragam Jenis dan Tipe Track Roller Excavator

Track roller excavator terdiri dari dua jenis yakni single flange dan double flange. Kedua jenis track roller itu dipasang berdasarkan susunan tertentu di setiap masing-masing track pada crawler tractor ataupun excavator

Banyaknya jumlah track roller yang dipasang pada sebuah undercarriage sangat tergantung dari panjang track. Makin panjang track, akan semakin banyak pula susunan track roller yang terpasang. 

Track roller excavator pun berkaitan dengan track roller support. Komponen ini berguna sebagai pemegang atau tempat dudukan. 

Selain memahami jenisnya, penting juga untuk mengetahui tipe track roller excavator. Track roller excavator sendiri mencakup dua tipe, yaitu tipe boogie dan tipe rigid yang konvensional.

Track roller support dengan tipe rigid langsung dipasang pada track frame. Sedangkan untuk tipe boogie dibagi lagi dalam dua kategori, yakni K-boogie dan X-boogie

Jika hendak dibandingkan, track roller support tipe boogie lebih adaptif karena dapat menyesuaikan diri dengan bentuk pada permukaan tanah yang tak rata. Sedangkan tipe rigid yang kaku sesuai namanya akan menguntungkan, karena meminimalisir slip antara track shoe dengan permukaan tanah.

Penggunaan tipe rigid ini dapat memperpanjang umur komponen dan bagian undercarriage

Baca Juga: 10 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Inspeksi Alat Berat

Penggunaan Track Roller Excavator dalam Berbagai Industri

Track roller excavator tak hanya melulu digunakan dalam industri infrastruktur, konstruksi pembangunan maupun pertambangan. Berikut sejumlah bidang industri lainnya yang juga memerlukan penggunaan heavy machinery ini:

1. Perakitan Otomotif

Track roller excavator biasa digunakan dalam perakitan mobil. Alat ini sangat mendukung dan membantu pergerakan sistem konveyor, robot, serta jenis peralatan otomatis lainnya. 

Track roller juga digunakan untuk menopang hingga memandu arah bodi mobil serta komponen lainnya selama proses perakitan berlangsung.

2. Arsitektur

Dalam pengerjaan bidang arsitektur, track roller kerap digunakan untuk konstruksi atap skylight yang cantik, hingga jenis struktur kaca besar lainnya. Kemudian alat berat track roller juga difungsikan untuk mendukung dan memandu pergerakan panel kaca. 

Track roller menyediakan permukaan dengan gesekan rendah agar kacanya bisa bergerak. 

3. Pengecoran dan Pabrik

Track roller kerap digunakan pada pengerjaan pengecoran dan pabrik karena mendukung serta memandu pergerakan sistem konveyor, robot hingga peralatan otomatis lainnya.

Selain itu, pergerakan logam serta material lainnya selama produksi juga ditunjang oleh penggunaan track roller. 

4. Produk Kayu

Track roller excavator juga umum digunakan dalam industri produk kayu. Selain untuk menunjang berbagai peralatan otomatis, track roller dimanfaatkan untuk memandu pergerakan material kayu selama produksi. Terutamanya seperti di pabrik furniture, penggergajian kayu dan masih banyak lagi.

5. Pembuatan Kapal

Heavy equipment kerap dioptimalkan dalam industri pembuatan kapal. Hal ini dikarenakan track roller sanggup menunjang pergerakan sistem conveyor serta tools otomatis lainnya. 

Alat ini pun berperan vital dalam memandu pergerakan komponen kapal yang penting selama proses perakitan terjadi.

6. Medis

Dalam ranah industri medis, track roller biasanya difungsikan untuk menunjang pengerjaan peralatan otomatis seperti robot atau conveyor. Dalam prosesnya, peralatan dan perangkat medis pun dibuat dengan menggunakan track roller excavator.

7. Farmasi

Industri farmasi juga memerlukan track roller sebagai penunjang dalam proses pembuatan dan pengemasan produk-produknya. 

8. Pemrosesan Logam

Track roller digunakan dalam pemrosesan logam untuk mendukung pergerakan machinery otomatis. Setiap pergerakan logam serta material lainnya selama produksi tak lepas dari penggunaan heavy equipment ini. 

9. Penambangan

Penggunaan track roller excavator pada industri pertambangan bermanfaat untuk memandu segala pergerakan machinery otomatis dalam proses penambangan. Terutamanya yakni untuk mendukung pergerakan material di tambang selama prosez ekstraksi. 

10. Pasir dan Kerikil

Industri pasir dan kerikil dapat menunjang peralatan otomatis dalam pergerakan material pasir dan kerikil. Pengangkutan material pasir serta kerikil selama penambangan dan ekstraksi juga ikut ditopang oleh track roller.

11. Penelitian Ilmiah

Track roller excavator juga umum digunakan dalam penelitian ilmiah. Pergerakan peralatan otomatis dan bahan ilmiah kerap didukung track roller selama proses penelitian serta berbagai eksperimen. 

12. Produksi Makanan dan Minuman

Bidang industri makanan dan minuman pun turut menggunakan track roller dalam pergerakan tools otomatisnya. Alat berat, lengkap dengan conveyor hingga robot dan machinery otomatis khususnya dipergunakan saat proses produksi.

13. Pulp dan Kertas

Dalam industri pulp dan kertas, track roller memandu pergerakan sistem konveyor, robot serta alat otomatis. Pergerakan bahan pulp dan kertas selama produksi turut didukung oleh alat ini.

14. Pembuatan Fiberglass

Track roller excavator mendukung pembuatan produk fiberglass seperti perahu hingga jenis perahu lainnya. Track roller juga menunjang pergerakan material fiberglass dan ketersediaan permukaan dengan gesekan rendah. Dengan demikian, material bisa bergerak sebagaimana mestinya. 

Cara Perawatan Rutin yang Tepat untuk Track Roller Excavator

Track roller excavator terbuat dari beragam bahan material yang meliputi karet, baja hingga plastik. Roller berfungsi untuk menopang berat dari excavator serta trackpad pada undercarriage

Selain itu, kegunaannya juga untuk membagi berat unit ke track serta sebagai pengarah track link. Agar awet dengan masa pakai yang lama, alat berat ini mesti diperiksa secara berkala. 

Dan mengingat kerusakan kerap terjadi, maka pemeriksaan visual pun perlu dilakukan. Sebagai langkah perawatan esensial, waspadai kebocoran oli karena hal itu dapat menyebabkan kerusakan pada alat berat. 

Kemudian apabila ada keausan, ganti oli dan langkah lain yang diperlukan wajib dilakukan. Perawatan yang tepat hingga inspeksi rutin dapat membantu memperpanjang masa pakainya.

Pemeliharaan yang baik juga dapat membantu mengurangi kebutuhan akan biaya perbaikan yang terbilang mahal. 

Proteksi Track Roller Excavator dan Alat Berat Perusahaan dengan Asuransi yang Diperlukan

Demikianlah uraian informasi terkait fakta track roller excavator. Track roller excavator merupakan komponen yang penting dalam sistem track alat berat, baik untuk pekerjaan konstruksi pembangunan maupun pertambangan.

Dengan mempunyai pemahaman menyeluruh berkenaan jenis, fitur utama dan penerapannya, pengusaha pun dapat mengambil keputusan tepat dan terbaik demi kelancaran pengoperasian berbagai heavy equipment, termasuk track roller excavator. 

Agar proyek pekerjaan bisa berjalan lancar dan sesuai target, setiap peralatan wajib dirawat dengan baik. Selain perlu dipelihara dengan sebagaimana mestinya, alangkah baiknya jika pengusaha mempertimbangkan perlindungan asuransi alat berat. 

Harga track roller excavator kisarannya berada di rentang harga Rp 1,3 jutaan ke atas. Meski begitu, untuk heavy equipment khususnya excavator sudah lain cerita.

Estimasi harga excavator bekas saja sudah bisa mencapai Rp 350 juta – Rp 1 miliar. Sedangkan untuk barang terbaru, harga excavator yang ditawarkan berada di kisaran Rp 3,5 miliar – Rp 5 miliar. 

Menilik besaran investasinya yang bukan uang sedikit, maka asuransi alat berat pun perlu diperhitungkan. Karena sejatinya, asuransi untuk heavy equipment dapat memberi proteksi agar terhindar dari berbagai risiko keuangan yang dapat merugikan. 

Demi keamanan finansial, perusahaan bisa memilih premi atau polis asuransi yang sesuai anggaran serta kebutuhan. Opsi asuransi Comprehensive/ Gabungan/ All Risk dan Total Loss Only (TLO) bisa dijadikan pilihan. 

Agar berjalan lancar, konsultasikan dengan broker asuransi terpercaya. Selain itu, pelajari dulu sebelum memilih polis atau premi asuransi yang tepat untuk proteksi track roller excavator ataupun alat berat lainnya yang dimiliki perusahaan.

Tunggu apalagi? Gunakan produk asuransi umum dari Cermati Protect. Isi form di bawah ini sekarang!