5 Hal Menarik tentang Pekerja Lapangan dan Tips Sukses Karirnya

5 Hal Menarik tentang Pekerja Lapangan dan Tips Sukses Karirnya

Pekerja lapangan merupakan salah satu posisi yang cukup banyak dibutuhkan di perusahaan, bahkan perusahaan berskala besar sekalipun. Pekerja di bidang yang satu ini biasanya akan menjalankan tugasnya di luar ruangan, atau lebih tepatnya bertugas dari satu lokasi ke lokasi lainnya. 

Sebagai seorang pekerja yang tidak stay di kantor, jelas pekerja lapangan akan memiliki tantangan tersendiri di dalam pekerjaan yang dijalankannya. Hal inilah yang kerap membuat sebagian pekerja lapangan memilih untuk menyerah dan meninggalkan pekerjaannya. 

Pekerja Lapangan Memiliki Tantangan Tersendiri 

Tidak semua orang bersedia menjadi pekerja lapangan, termasuk para pelamar yang masih berstatus fresh graduate. Padahal sama saja dengan jenis pekerjaan lainnya, pekerjaan di lapangan juga tentu bisa berjalan dengan lancar jika diimbangi dengan skill yang mumpuni. 

Berikut ini adalah beberapa poin penting terkait pekerja lapangan yang penting untuk dipahami: 

1. Memiliki Mental dan Energi Besar 

Pekerja lapangan harus membiasakan diri dengan sistem kerja yang terbilang keras dan sedikit berbeda dari pekerjaan di kantoran. Ini merupakan tantangan terbesar dari pekerjaan yang satu ini, di mana pekerja lapangan biasanya akan seringkali berurusan dengan target dan juga deadline tertentu.

Kondisi pekerjaan di lapangan seperti ini membuat pekerja lapangan wajib memiliki mental yang kuat, sebab kondisi di setiap lokasi kerja bisa saja berbeda dan bahkan di luar perkiraan. Pekerja lapangan harus bisa menjaga semangat kerjanya tetap baik dalam segala kondisi yang dihadapinya. 

Selain itu, pekerjaan di lapangan seperti ini juga membutuhkan energi yang besar. Bepergian dari satu tempat ke tempat kerja lainnya bukanlah perkara yang mudah, terutama saat cuaca tidak bersahabat di jam-jam kerja. Semua kondisi ini juga akan menjadi tantangan tersendiri bagi pekerja lapangan.

2. Harus Memiliki Kondisi Fisik yang Fit 

Masih berkaitan dengan poin di atas, pekerja lapangan juga dituntut untuk memiliki kondisi fisik yang fit dan prima. Pekerjaan yang padat dan membutuhkan mobilitas yang tinggi merupakan rutinitas yang harus dijalani. Kondisi jalanan yang tidak selalu lancar juga akan menguras tenaga dan emosi pekerja lapangan. 

Untuk menghadapi semua rutinitas di lapangan, dibutuhkan kesehatan yang mendukung. Pekerja lapangan harus selalu dalam kondisi bugar dan fit, sehingga semua tugas-tugasnya di lapangan bisa terselesaikan dengan baik. Berolahraga secara rutin bisa menjadi salah satu cara untuk mendapatkan kesehatan prima seperti ini. 

3. Memiliki Penghasilan yang tidak Tetap

Pekerja lapangan biasanya tidak memiliki jumlah gaji yang tetap, sebagaimana pekerja kantoran pada umumnya. Pekerjaan seperti ini biasanya akan berorientasi pada target, di mana target inilah yang akan menentukan besaran gaji yang bisa dibawa pulang oleh pekerja lapangan setiap bulannya. 

Jika bisa mencapai target atau bahkan melampauinya, maka pekerja lapangan biasanya akan mendapatkan sejumlah bonus tambahan dari perusahaan. Bonus inilah yang akan membuat penghasilan pekerja lapangan menjadi cukup besar, namun jumlahnya tidak akan tetap setiap bulannya. 

4. Memiliki Jam Kerja yang Fleksibel

Berbeda dengan pekerja kantoran pada umumnya, pekerja lapangan biasanya akan memiliki jam kerja yang terbilang fleksibel. Mereka bisa saja bekerja hingga sore atau bahkan malam hari, sesuai dengan kebutuhan pekerjaan itu sendiri. Jam kerja seperti ini tentu tidak akan selalu mudah untuk semua orang, terutama mereka yang terbiasa dengan rutinitas dengan teratur. 

Jam kerja petugas lapangan ini biasanya akan dipengaruhi oleh target yang diberikan oleh perusahaan. Saat target perusahaan cukup tinggi, maka jam kerja para pekerja lapangan bisa saja menjadi lebih panjang, bahkan lebih sibuk di jam-jam tertentu saja, sesuai dengan kondisi pekerjaannya. 

5. Harus Memiliki Kemampuan baik dalam Bersosialisasi

Pekerja lapangan akan pergi dari satu lokasi kerja ke lokasi lainnya, di mana yang bersangkutan akan bertemu dengan banyak orang, bahkan dengan berbagai jenis karakter yang berbeda. Hal ini menjadi alasan mengapa pekerja lapangan wajib memiliki kemampuan yang baik dalam bersosialisasi dengan banyak orang sekaligus.

Kemampuan yang bersosialisasi yang baik akan membuat pekerja lapangan lebih mudah untuk menyelesaikan setiap urusan pekerjaannya. Hal ini juga akan memudahkan pekerja lapangan untuk mencapai target yang sudah ditetapkan oleh perusahaan kepadanya. 

Baca Juga: Kenali Penyakit Akibat Kerja yang Mengintai Para Pekerja

Tips Menjadi Pekerja Lapangan yang Sukses 

Sebagaimana pekerjaan lainnya, pekerjaan di lapangan juga tentu membutuhkan sikap profesional dari yang menjalankannya. Pekerja lapangan akan menghadapi berbagai kondisi di tempat kerjanya, beberapa bahkan mungkin saja kondisi-kondisi yang tidak pernah diprediksi sebelumnya. 

Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa diterapkan pekerja lapangan, agar sukses dalam karirnya: 

1. Bijak Mengatur Waktu

Jam kerja yang fleksibel merupakan salah satu keuntungan dan sekaligus tantangan bagi para pekerja lapangan. Pekerjaan tidak akan selesai dengan baik, jika tidak diatur dengan sedemikian rupa. Penting untuk selalu membuat jadwal kerja sejak awal, baik itu harian maupun mingguan. 

Jadwal kerja yang tepat akan membantu pekerja lapangan lebih mudah dalam menyelesaikan satu per satu tugasnya, sehingga seluruh pekerjaan bisa selesai dengan tepat waktu. Selain itu, aturlah waktu dengan seefisien mungkin, agar setiap tugas selesai dengan baik dan seluruh target bisa dicapai dengan baik. 

2. Istirahat dengan Cukup

Kerja di lapangan seringkali membuat pekerja lupa waktu, termasuk untuk beristirahat sejenak dari pekerjaannya. Sementara jika tubuh tidak mendapatkan istirahat yang cukup, maka tubuh akan terlalu lelah dan tidak fit. Hal ini tentu akan merugikan diri sendiri, sebab bukan tidak mungkin tubuh akan terserang penyakit karena kelelahan. 

Selain itu, meluangkan waktu untuk menikmati makan siang merupakan poin wajib bagi pekerja lapangan. Hal ini sangat penting, untuk memastikan tubuh selalu memiliki cadangan energi yang bisa dimanfaatkan untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. 

3. Konsumsi Asupan Nutrisi dan Air Putih yang Memadai 

Pekerjaan di lapangan membutuhkan energi yang besar, sehingga penting untuk selalu memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh dengan baik. Makan teratur dengan gizi yang seimbang merupakan hal yang sangat tepat dan akan membantu untuk menjaga stamina tubuh tetap fit. 

Selain itu, minumlah air putih dalam jumlah yang tepat setiap harinya, setidaknya 8 gelas per hari. Air putih akan menjaga tubuh tetap dalam kondisi terhidrasi selama bekerja di lapangan. Hal ini penting, terutama untuk pekerja lapangan yang harus bepergian atau melakukan perjalanan yang terbilang jauh. 

4. Bawa Peralatan Kerja yang Lengkap 

Bekerja di lapangan tentu akan berbeda dengan bekerja di kantor, di mana berbagai peralatan kerja tersedia dengan lengkap. Pekerja lapangan harus selalu membiasakan diri untuk membawa berbagai peralatan kerja yang dibutuhkannya. Hal ini akan membantu yang bersangkutan untuk lebih mudah dalam menyelesaikan berbagai pekerjaannya. 

Selain itu, membawa berbagai peralatan pendukung untuk bekerja di lapangan juga tak kalah pentingnya. Berbagai peralatan pendukung ini akan membantu pekerja lapangan tetap nyaman selama bekerja atau dalam perjalanan, misalnya: jaket tebal untuk pekerja lapangan yang mengendarai motor, ban cadangan bagi pekerja yang berkendara menggunakan mobil, dan yang lainnya.

5. Bersikap Sabar dan Bijak 

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, pekerja lapangan bisa saja bekerja di beberapa lokasi kerja yang berbeda. Hal ini akan membuat yang bersangkutan kerap bertemu dengan banyak orang, sehingga dibutuhkan kemampuan bersosialisasi yang baik sejak awal.

Selain itu, pekerja lapangan juga harus memiliki sikap sabar dan bijak dalam menjalankan tugasnya. Saat di lapangan, berbagai kondisi dan karakter dari orang-orang yang ditemui petugas lapangan bisa saja menguras kesabaran. Hal ini tentu tidak akan menjadi masalah, jika yang bersangkutan memiliki sifat sabar dan bijak dalam menghadapi berbagai kondisi dan juga orang-orang yang ditemuinya. 

Baca Juga: Asuransi Kecelakaan Kerja: Pengertian, Manfaat, Syarat Klaim, dan Cara Klaim

3 Alasan Asuransi Kecelakaan Mandiri adalah Kebutuhan Mutlak

Jika Anda bekerja di lapangan tanpa perlindungan perusahaan, Asuransi Kecelakaan Diri (Personal Accident) bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan primer pelindung aset.

  1. Proteksi Cash Flow Medis: Menanggung tagihan gawat darurat, operasi, hingga rawat inap akibat kecelakaan kerja, sehingga Anda tidak perlu mencairkan tabungan darurat atau berutang.
  2. Santunan Kehilangan Pendapatan: Jika cedera memaksa Anda beristirahat total berminggu-minggu, polis tertentu memberikan santunan tunai untuk mengganti upah harian Anda yang hilang.
  3. Santunan Cacat Tetap atau Kematian: Memberikan jaring pengaman berupa uang tunai dalam jumlah besar kepada ahli waris jika terjadi risiko terburuk pada diri Anda sebagai pencari nafkah utama.

Bekerja Profesional sebagai Pekerja Lapangan yang Sukses 

Pekerja lapangan merupakan salah satu posisi yang terbilang cukup banyak dibutuhkan oleh perusahaan. Pada dasarnya, pekerjaan yang satu ini memiliki tantangan tersendiri dan ruang lingkup yang terbilang luas. Jika bekerja dengan profesional, seorang pekerja lapangan juga bisa saja mendapatkan kesuksesan dan penghasilan besar dari pekerjaan yang dilakoninya. 

Pekerja lapangan adalah mereka yang paling beresiko terekspos berbagai risiko kecelakaan kerja. Untuk perusahaan yang memiliki karyawan yang wajib bekerja di lapangan pastikan Anda sudah memfasilitasi mereka dengan asuransi kesehatan karyawan terbaik untuk melindungi mereka dari berbagai risiko kecelakaan, penyakit dan penurunan kesehatan akibat kerja.

Dapatkan penawaran produk asuransi kesehatan karyawan terbaik di Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah ini!

7 Pilihan Asuransi Pengiriman Terbaik di Indonesia

7 Pilihan Asuransi Pengiriman Terbaik di Indonesia

Bayangkan Anda baru saja membeli sebuah laptop seharga Rp15 juta secara online. Anda memantau status pengiriman (tracking) setiap jam. Tiba-tiba, status berubah menjadi “Terkirim”, namun Anda tidak pernah menerima paket tersebut.

Saat Anda komplain ke pihak ekspedisi, Anda baru menyadari sebuah realitas pahit: tanpa asuransi pengiriman, ganti rugi maksimal dari kurir standar biasanya hanyalah 10 kali lipat dari biaya ongkos kirim (ongkir). Jika ongkir Anda Rp20.000, Anda hanya mendapat ganti rugi Rp200.000 untuk laptop senilai Rp15 juta.

Di era tingginya volume belanja online dan pengiriman instan, Asuransi Pengiriman bukan lagi opsional, melainkan lapisan perlindungan absolut. Mari bedah apa yang membuat asuransi pengiriman krusial, perbedaannya dengan garansi kurir biasa, dan bagaimana metode J.A.G.A memastikan klaim Anda cair tanpa penolakan.

Apa Itu Asuransi Pengiriman?

Secara fundamental, Asuransi Pengiriman adalah produk perlindungan finansial yang memberikan ganti rugi penuh kepada pengirim (seller) atau penerima (buyer) atas risiko kehilangan, kerusakan fisik, hingga pencurian barang selama barang tersebut berada dalam proses transit dari titik asal ke titik tujuan.

Berbeda dengan asuransi bawaan kurir yang sangat terbatas plafonnya, asuransi pengiriman komprehensif (seperti dari Cermati Protect) akan mengganti kerugian secara proporsional sesuai dengan nilai faktur barang yang sebenarnya (Invoice Value).

Pahami Jenis Asuransi Pengiriman yang Baik 

Sebagaimana jenis asuransi lainnya, asuransi pengiriman juga bisa ditemukan dalam berbagai pilihan. Ada banyak perusahaan yang menyediakan layanan ini, tentunya dengan fitur dan kelebihan masing-masing. Pastikan untuk memilih layanan asuransi pengiriman yang tepat dan sesuai kebutuhan. 

Berdasarkan cara kerjanya, asuransi pengiriman bisa dibedakan menjadi 2 kategori, yakni: 

Asuransi Pengiriman Business to Business (B2B)Asuransi Pengiriman Business to Customer (B2C)
Ini merupakan jenis asuransi pengiriman yang biasa digunakan untuk pengangkutan produk dalam jumlah yang besar. Perjanjian polisnya biasanya dilakukan antar produsen maupun perusahaan ekspor/ impor dengan perusahaan asuransi itu sendiri.Ini merupakan jenis asuransi pengiriman yang biasa digunakan untuk pengiriman produk elektronik dan berbagai produk lainnya. Perjanjian asuransi ini biasanya dilakukan oleh perusahaan ekspedisi dengan pembeli.

Baca Juga: Pengiriman Kargo: Pengertian, Jenis, dan Cara Penggunaan

3 Barang yang Wajib Menggunakan Asuransi Pengiriman

Jika Anda mengirim atau membeli barang berikut, menekan tombol “Gunakan Asuransi” di checkout adalah langkah mutlak:

  1. Barang Elektronik & Gadget: Smartphone, laptop, TV, dan komponen PC sangat rentan pecah atau dicuri oknum tak bertanggung jawab.
  2. Perhiasan & Barang Koleksi: Logam mulia, jam tangan mewah, atau tas branded memiliki nilai rasio harga-per-volume yang sangat tinggi.
  3. Dokumen Berharga: Ijazah asli, sertifikat properti (SHM), atau paspor yang kerugiannya tidak bisa diukur sekadar dari harga kertasnya.

Gunakan Layanan Asuransi Pengiriman yang Tepat 

Berikut ini adalah beberapa pilihan layanan asuransi pengiriman yang bisa dijadikan sebagai pertimbangan:

1. Asuransi Pengiriman dan Logistik dari Cermati Protect

Cermati Protect menawarkan produk asuransi pengiriman dan logistik yang dirancang untuk memberikan perlindungan ekstra selama proses pengiriman barang. Produk ini melindungi dari berbagai risiko seperti:

  • Kerusakan barang selama pengiriman
  • Kehilangan sebagian atau seluruh barang
  • Keterlambatan pengiriman yang menyebabkan kerugian bisnis

Keunggulan produk asuransi pengiriman dan logistik dari Cermati Protect meliputi proses pengajuan yang mudah, premi yang kompetitif, dan dukungan klaim yang responsif. Produk ini dapat digunakan baik oleh individu maupun pelaku usaha (B2B dan B2C), serta dapat diakses secara online dengan mengisi formulir di situs Cermati Protect.

Dengan menambahkan materi di atas, artikel akan semakin komprehensif dan menjadi referensi utama bagi pembaca yang membutuhkan perlindungan optimal dalam aktivitas pengiriman dan logistik.

2. Asuransi Pengiriman JNE

Asuransi ini dikeluarkan oleh perusahaan ekspedisi Jalur Nugraha Ekakurir (JNE). Ini merupakan layanan asuransi yang akan memberikan ganti rugi, jika sewaktu-waktu paket yang dikirimkan mengalami kerusakan atau bahkan hilang dalam proses pengiriman. 

Berikut ini adalah beberapa syarat penggunaan layanan asuransi pengiriman JNE: 

  • Barang yang diasuransikan bernilai lebih dari Rp 1 juta. 
  • Barang/ dokumen yang dikirimkan bernilai 10x lipat dari biaya kirimnya. 
  • Dokumen lainnya yang dikategorikan pelanggan maupun pihak JNE sebagai barang berharga. 

Biaya asuransi pengiriman JNE

Biaya Asuransi JNE = (0,2% x nilai barang) + biaya administrasi sebesar Rp 5.000,- 

Cara Pengajuan klaim asuransi pengiriman JNE

Pengajuan klaim bisa dilakukan dengan cara menghubungi langsung CS JNE melalui layanan email di costumercare@jne.co.id, atau melalui layanan telepon di nomor (021) 2927888, atau datang langsung ke kantor JNE terdekat. Siapkan juga beberapa dokumen berikut: 

  • Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • Resi pengiriman yang asli
  • Resi asuransi yang asli
  • Formulir pengajuan klaim
  • Invoice atau bukti pembelian barang.

3. Asuransi Pengiriman TIKI

Layanan asuransi yang satu ini dikeluarkan oleh PT Citra Van Titipan Kilat (TIKI).  Asuransi ini akan memberikan perlindungan atas kerusakan atau hilangnya barang selama proses pengiriman. 

Berikut ini adalah beberapa syarat penggunaan layanan asuransi pengiriman TIKI: 

  • Barang yang diasuransikan bernilai lebih dari Rp 1 juta. 
  • Barang/ dokumen yang dikirimkan bernilai 10x lipat dari biaya kirimnya. 
  • Dokumen-dokumen resmi/ berharga, seperti: ijazah, KTP, BPKB, sertifikat, dan yang lainnya. 
  • Produk elektronik. 
  • Produk yang rentan pecah.

Biaya asuransi pengiriman TIKI

Biaya asuransi TIKI = 0,2% x nilai barang yang dikirimkan. 

Cara pengajuan klaim asuransi pengiriman TIKI

Pengajuan klaim asuransi TIKI bisa dilakukan dengan cara menghubungi layanan CS melalui email di tiki@tiki.id atau melalui telepon di nomor 1500-125. Selain itu, lengkapi juga sejumlah syarat pengajuan klaim berikut: 

  • Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • Resi pengiriman yang asli
  • Resi asuransi yang asli
  • Formulir pengajuan klaim
  • Invoice atau bukti pembelian barang. 

4. Asuransi Pengiriman J&T

Ini merupakan layanan asuransi pengiriman yang disediakan oleh perusahaan logistik J&T. Asuransi ini akan melindungi barang dari kerusakan maupun hilang selama proses pengiriman.

Berikut ini adalah beberapa syarat dan ketentuan penggunaan layanan asuransi pengiriman J&T:

  • Biaya layanan asuransi maksimal sebesar Rp 1 juta.
  • Biaya layanan asuransi untuk dokumen maksimal sebesar Rp 100 ribu. 
  • Biaya ganti rugi kerusakan barang atau hilang maksimal sebesar Rp 20 juta. 
  • Biaya ganti rugi kerusakan dokumen atau hilang maksimal sebesar Rp 2 juta.

Biaya Asuransi Pengiriman J&T

Biaya asuransi J&T = (0.20% x nilai paket) + Rp 5.000 (biaya penanganan)

Cara Pengajuan Klaim Asuransi Pengiriman J&T

Pengajuan klaim asuransi pengiriman J&T bisa dilakukan dengan cara menghubungi langsung CS J&T di nomor telepon 021- 8066 1888 atau dengan datang langsung ke kantor cabang J&T terdekat. Berikut ini adalah beberapa syarat pengajuan klaim yang harus dipenuhi:

  • Pengajuan klaim hanya bisa dilakukan langsung oleh pengirim paket (tidak bisa diwakilkan)
  • Pengajuan klaim harus dilakukan maksimal 3 hari setelah paket diterima dengan membawa beberapa dokumen berikut:
  • Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • Nomor resi pengiriman dan foto barang.
  • Invoice pembelian barang.
  • Bukti asuransi TIKI.

Baca Juga: Keuntungan dan Cara Mengirim Barang Lewat Kargo Pesawat  

5. Asuransi Pengiriman Tokopedia

Layanan asuransi ini merupakan hasil kerjasama antara Tokopedia dengan PT Asuransi Tokio Marine Indonesia. Asuransi ini akan memberikan perlindungan atas kerusakan, kehilangan dan juga tindakan penipuan atas pembelian produk yang dilakukan oleh nasabah. 

Berikut ini adalah jenis-jenis kerugian yang akan ditanggung asuransi pengiriman Tokopedia: 

  • Kehilangan sebagian atau keseluruhan barang.
  • Kerusakan sebagian atau keseluruhan barang. 
  • Barang yang diterima oleh pembeli tidak sesuai pesanan. 
Biaya Asuransi Pengiriman Tokopedia

Biaya asuransi Tokopedia = (0,40% x nilai barang) + ongkos kirim.

Syarat dan Ketentuan Asuransi Tokopedia

Pengajuan klaim asuransi pengiriman ini bisa dilakukan sepenuhnya melalui layanan Tokopedia dengan memenuhi beberapa syarat dan ketentuan berikut: 

  • Pengajuan klaim paling lambat dilakukan 2×24 jam setelah status “Pesanan Tiba”.
  • Pengajuan klaim tidak bisa dilakukan jika status sudah “Pesanan Selesai”.
  • Jumlah ganti rugi yang akan dibayarkan adalah: senilai harga barang + ongkos kirim awal + ongkos return + ongkos re-shipment.
  • Jumlah ganti rugi maksimal adalah Rp 100 juta per invoice.
  • Manfaat asuransi dinyatakan tidak berlaku, jika: 
  • Dokumen pengajuan klaim tak lengkap.
  • Pengiriman barang menggunakan layanan pengiriman instan (Gojek/ Grab) yang dipesan langsung (pribadi) oleh pembeli atau yang tidak tercatat pada sistem Tokopedia. 
  • Keterangan barang dengan invoice tidak sama. 
  • Barang adalah makanan, minuman, atau obat-obatan yang belum terdaftar di BPOM.

Proses pengajuan klaim asuransi pengiriman Tokopedia akan dilakukan dengan beberapa tahap berikut: 

  • Ajukan laporan/ klaim melalui Tokopedia Care di  www.tokopedia.com/help 
  • Klaim diteruskan Tokopedia ke perusahaan asuransi dalam waktu 1×24 jam.
  • Perusahaan asuransi akan memeriksa dokumen dalam waktu 2×24 jam.
  • Jika ada kekurangan dokumen, maka nasabah wajib melengkapinya dengan cara meng-upload dokumen tersebut. 
  • Perusahaan asuransi berhak melakukan pembatalan klaim, jika terdapat tindak penipuan.
  • Jika klaim diterima atau ditolak, maka nasabah akan menerima notifikasi melalui Tokopedia. 
  • Jika klaim disetujui, maka ganti rugi akan diterima nasabah melalui fitur “Saldo Penghasilan Pengguna” 

6. Asuransi Pengiriman SiCepat

Ini merupakan layanan asuransi pengiriman yang diberikan oleh SiCEpat untuk para pengguna layanan ekspedisi mereka. Layanan asuransi ini hanya berlaku untuk pengiriman barang yang bernilai lebih dari Rp 1 juta saja. Pengajuan klaim asuransi SiCepat bisa dilakukan dengan datang langsung ke kantor cabang terdekat.

Berikut ini adalah beberapa resiko yang ditanggung asuransi pengiriman SiCepat: 

  • Kehilangan sebagian atau keseluruhan barang.
  • Kerusakan sebagian atau keseluruhan barang.
  • Barang yang diterima oleh pembeli tidak sesuai dengan pesanan. 

Biaya asuransi pengiriman SiCepat

Biaya asuransi SiCepat = (0,5% x nilai barang + biaya administrasi Rp100 ribu)

Syarat dan ketentuan asuransi SiCepat: 

  • Maksimal penggantian kerugian adalah sebesar Rp 50 juta.
  • Pengaduan kehilangan keseluruhan barang maksimal 14 hari kalender. 
  • Pengaduan kehilangan sebagian barang maksimal 2 hari kalender.
  • Pengaduan kerusakan barang maksimal 2 hari kerja 

Baca Juga: Jenis-jenis Kargo dan Proses Penanganan Kargo Barang

7. Asuransi Pengiriman PAXEL

Paxel menjadi salah satu perusahaan logistik yang cukup progresif dalam menghadirkan asuransi pengiriman untuk pengiriman barang bernilai tinggi, baik dalam maupun luar negeri. Melalui fitur Paxel Protect, pelanggan bisa mendapatkan proteksi hingga Rp50 juta untuk setiap paket yang diasuransikan. Perlindungan ini mencakup risiko kehilangan, kerusakan, hingga keterlambatan signifikan selama proses pengiriman — risiko yang sangat umum dalam aktivitas cross-border shipping.

Melalui kemitraan dengan perusahaan asuransi terpercaya, Paxel memastikan bahwa setiap klaim asuransi pengiriman dilakukan secara transparan dan mudah. Pengguna dapat melaporkan klaim langsung dari aplikasi dengan bukti foto/video paket sebelum dan sesudah pengiriman. Proses digital ini mempercepat validasi dan memberikan rasa aman bagi pelanggan yang sering mengirim atau menerima barang lintas negara.

Selain proteksi finansial, Paxel juga mengedepankan teknologi pelacakan real-time (real-time tracking) sehingga pengguna bisa memantau posisi paket secara akurat. Kombinasi antara kecepatan, kejelasan status pengiriman, dan perlindungan asuransi menjadikan Paxel salah satu pilihan unggulan bagi pelaku bisnis online dan konsumen e-commerce internasional yang mengutamakan keamanan barang mereka.

Dengan adanya fitur ini, Paxel Protect tidak hanya sekadar layanan tambahan, tetapi menjadi bagian penting dari strategi manajemen risiko di era perdagangan digital global. Konsumen dan pelaku usaha kini dapat mengirim barang dengan lebih percaya diri, tanpa khawatir terhadap risiko kerusakan atau kehilangan selama proses pengiriman lintas batas negara.

Gunakan Asuransi Pengiriman Terbaik dan Sesuai Kebutuhan 

Asuransi pengiriman merupakan produk asuransi yang akan memberikan perlindungan atas kerusakan atau hilangnya barang selama proses pengiriman. Setiap produk ini tentu memiliki ketentuan dan kelebihan masing-masing. Pastikan untuk selalu menggunakan layanan asuransi pengiriman yang tepat dan sesuai kebutuhan, agar manfaat yang didapatkan juga sepadan.

Cermati Protect juga memiliki produk asuransi pengiriman dan logistik yang bisa memberikan perlindungan ekstra selama pengiriman dari berbagai risiko seperti kerusakan, kehilangan sampai keterlambatan pengiriman. Dapatkan informasi selengkapnya dengan mengisi formulir dibawah ini!

Panduan Lengkap Cara Perawatan Alat Berat untuk Cegah Kerusakan Mesin

Panduan Lengkap Cara Perawatan Alat Berat untuk Cegah Kerusakan Mesin

Bagi perusahaan di sektor konstruksi, pertambangan, dan logistik, alat berat adalah tulang punggung operasional. Kerusakan mesin secara mendadak tidak hanya menghentikan proyek, tetapi juga menyebabkan kerugian finansial akibat downtime (waktu henti).

Oleh karena itu, perawatan alat berat (heavy equipment maintenance) tidak boleh hanya dilakukan saat mesin sudah rusak (reactive maintenance). Perusahaan harus menerapkan strategi perawatan preventif (preventive maintenance) untuk memastikan mesin selalu dalam kondisi prima.

Artikel ini akan membahas mengapa perawatan mesin sangat krusial dan bagaimana langkah-langkah standar operasional (SOP) perawatannya. 

Apa Itu Alat Berat? 

Alat berat seperti excavator, bulldozer, dan crane adalah urat nadi dari setiap proyek konstruksi maupun pertambangan. Satu hari mesin ini mengalami downtime (berhenti beroperasi), perusahaan Anda bisa menelan kerugian puluhan hingga ratusan juta rupiah akibat penundaan jadwal kerja.

Di era industri modern, mengandalkan perbaikan reaktif (“rusak baru diperbaiki”) adalah strategi yang usang dan mematikan cash flow perusahaan. Pemilik aset dituntut untuk melakukan pemeliharaan proaktif berbasis data, sekaligus memitigasi risiko eksternal yang berada di luar kendali teknisi.

Mengapa Perawatan Alat Berat Sangat Penting?

Menerapkan jadwal pemeliharaan rutin pada mesin sekelas ekskavator, crane, atau bulldozer memberikan 4 keuntungan utama bagi bisnis Anda:

  • Mencegah Downtime Operasional: Alat berat yang macet di tengah proyek akan menghentikan seluruh rantai kerja dan menunda tenggat waktu penyelesaian.
  • Menghemat Biaya Servis (Overhaul): Mengganti filter atau oli jauh lebih murah daripada harus turun mesin (overhaul) akibat kerusakan fatal pada sistem mesin.
  • Memperpanjang Usia Pakai (Lifespan): Mesin yang dirawat dengan baik memiliki nilai depresiasi yang lebih rendah dan bisa digunakan bertahun-tahun lebih lama.
  • Menjaga Keselamatan Kerja (K3): Komponen yang aus (seperti rem blong atau sistem hidrolik bocor) adalah penyebab utama kecelakaan kerja yang membahayakan nyawa operator.

Baca Juga: Mengenal Pondasi Bored Pile yang Membuat Bangunan Kokoh

5 Langkah Standar Perawatan Alat Berat (Preventive Maintenance)

Untuk menjaga performa mesin, mekanik dan operator harus bekerja sama melakukan pengecekan secara rutin. Berikut adalah 5 prosedur cara perawatan alat berat yang wajib dilakukan:

1. Inspeksi Visual Harian (Daily Walkaround)

Sebelum mesin dihidupkan, operator wajib memutari alat berat untuk memeriksa tanda-tanda kerusakan fisik.

Periksa kondisi kabel dan selang (hose) dari retakan atau keausan. 

Cek apakah ada baut/mur yang longgar.

Periksa apakah ada tetesan cairan (kebocoran oli atau air radiator) di bawah kolong mesin.

2. Pengecekan Cairan Vital (Fluid Check) 

Cairan adalah “darah” bagi alat berat. Kekurangan cairan akan menyebabkan mesin overheat dan komponen hidrolik macet.

  • Selalu ukur volume oli mesin, oli transmisi, dan oli hidrolik menggunakan dipstick.
  • Pastikan air radiator (coolant) berada pada batas aman sebelum mesin beroperasi untuk mencegah panas berlebih.

3. Pelumasan Rutin (Greasing)

Alat berat memiliki banyak titik sendi yang bergerak memikul beban berat (seperti boom, arm, dan engsel bucket).

Lakukan greasing (pemberian gemuk/pelumas) setiap hari atau sesuai panduan pabrikan.

Langkah ini sangat krusial untuk meminimalisasi gesekan antar-logam (metal-to-metal contact) yang bisa menyebabkan keausan permanen.

4. Pembersihan dan Perawatan Undercarriage

Bagian bawah mesin (undercarriage pada crawler/track atau ban pada wheel loader) adalah area yang paling cepat kotor dan rusak.

  • Pembersihan: Bersihkan sisa lumpur, batu, atau tanah yang menempel pada track setiap akhir sif. Lumpur yang dibiarkan mengeras semalaman akan membebani putaran roda dan merusak komponen besi.
  • Pengecekan Ban: Untuk alat berat beroda karet, periksa tekanan angin dan cek apakah ada robekan pada tapak ban.

5. Jadwal Servis Berkala Berdasarkan Hour Meter

Jangan menunggu mesin bersuara aneh untuk memanggil mekanik. Patuhi jadwal servis berkala berdasarkan catatan Hour Meter (jam kerja mesin), bukan sekadar hitungan bulan.

Ganti saringan (filter) oli, filter udara, dan filter bahan bakar secara tepat waktu untuk memastikan pembakaran mesin tetap sempurna dan terhindar dari kontaminasi kotoran.

Baca Juga: Excavator Mini: Fungsi, Kelebihan, Kekurangan, dan Gangguan yang Sering Muncul

Fakta Asuransi Alat Berat (CPM): Mengapa Ini Krusial?

Asuransi Contractor’s Plant and Machinery (CPM) atau Asuransi Alat Berat adalah polis yang menjamin kerugian atau kerusakan fisik yang terjadi secara tiba-tiba dan tidak terduga pada alat berat.

Banyak kontraktor ragu membeli asuransi ini karena kurang memahami batasannya. Pahami demarkasi biner berikut agar Anda tidak salah kaprah:

Skenario yang DITANGGUNG (Covered) oleh Polis CPM:

  1. Kerusakan akibat kesalahan operasional (kelalaian operator).
  2. Insiden tak terduga di area proyek (terguling, jatuh ke jurang, terperosok).
  3. Kerusakan akibat bencana alam (banjir, badai, gempa bumi, tanah longsor).
  4. Kerugian akibat pencurian atau perampokan di site proyek.

Skenario yang DIKECUALIKAN (Excluded):

  1. Kerusakan internal mesin akibat cacat bawaan pabrik (biasanya masuk garansi distributor).
  2. Keausan wajar (wear and tear) karena usia pemakaian (seperti kampas rem habis).
  3. Kerusakan akibat mesin dipaksa beroperasi melebihi kapasitas standar muatannya (overloading yang disengaja).

Lakukan Perawatan Alat Berat dengan Cara Tepat 

Penggunaan alat berat dalam proyek berskala besar merupakan kebutuhan tersendiri. Berbagai alat berat ini biasanya akan mempermudah pengerjaan proyek, terutama untuk pekerjaan-pekerjaan yang tergolong berat. Namun di luar semua itu, penting untuk melakukan perawatan alat berat dengan cara yang tepat, agar alat ini bisa bekerja dengan baik dan maksimal.

Selain melakukan perawatan alat berat secara reguler, jangan lupa juga memberikan perlindungan tambahan untuk melindungi finansial dari risiko kerusakan sampai kehilangan alat berat dengan asuransi umum terbaik dari Cermati Protect yang bisa diajukan dengan mengisi formulir dibawah ini!

Mengenal Bahaya-Bahaya di Tempat Kerja yang Perlu Diwaspadai

Mengenal Bahaya-Bahaya di Tempat Kerja yang Perlu Diwaspadai

Bahaya di tempat kerja adalah segala bentuk faktor, kondisi, material, atau aktivitas di dalam lingkungan kerja yang memiliki potensi intrinsik untuk memicu cedera fisik, kontaminasi biologis, maupun penurunan kesehatan mental tenaga kerja. Di era ekosistem kerja modern, tipologi bahaya telah bergeser dari risiko mekanis manufaktur tradisional ke arah bahaya tak kasat mata (invisible hazards), seperti gangguan ergonomis akibat pola kerja hybrid serta beban psikososial yang memicu stres kerja kronis.

Mengidentifikasi dan memitigasi klasifikasi bahaya ini secara terstruktur bukan lagi sekadar pelengkap operasional, melainkan kewajiban hukum korporasi demi memenuhi regulasi K3 nasional sekaligus melindungi neraca keuangan perusahaan dari risiko tuntutan liabilitas hukum perdata. 

Pahami Apa Saja Bahaya-bahaya di Tempat Kerja 

Melakukan pekerjaan yang sama selama kurun waktu yang panjang merupakan hal yang biasa dilakoni pekerja. Sebagian pekerja bahkan bisa saja bekerja di perusahaan atau bidang yang sama untuk waktu belasan tahun atau bahkan lebih panjang lagi. 

Pada dasarnya, semua pekerjaan memang memiliki risiko tersendiri yang tentu saja berbahaya bagi kesehatan para pekerja. Bahaya di tempat kerja ini pada umumnya sangat tergantung pada jenis pekerjaan yang dilakukan oleh pekerja, beberapa jenis pekerjaan bisa saja memiliki tingkat bahaya yang cukup tinggi. 

Sementara di sisi lain, sangat penting bagi pekerja untuk tetap merasakan keamanan selama menjalankan pekerjaannya. Kondisi yang aman seperti ini tentu akan menimbulkan rasa nyaman dan bisa membuat produktivitas yang bersangkutan menjadi lebih maksimal,

Hal sebaliknya juga berlaku, jika ternyata pekerja merasa tidak aman, maka bukan tidak mungkin yang bersangkutan akan mengalami kendala dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya di tempat kerja. 

Penting untuk memahami dengan baik apa saja bahaya-bahaya di tempat kerja, terutama bagi pihak perusahaan itu sendiri. Hal ini akan memungkinkan pihak perusahaan melakukan atau mengambil langkah-langkah yang tepat untuk meminimalisir dan menghindari berbagai bahaya tersebut. 

Pihak pemerintah sendiri sudah mengeluarkan kebijakan terkait perlindungan kesehatan dan keselamatan bagi para pekerja. Hal ini diatur dalam UU Pasal 86 Nomor 13 Tahun 2003, yang menjelaskan tentang bagaimana pentingnya Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).

Namun pada kenyataannya, berbagai bahaya di tempat kerja ini memang tak bisa dihilangkan atau dicegah dengan sepenuhnya. Hal inilah yang perlu menjadi perhatian bagi para pekerja itu sendiri, sehingga mereka bisa memahami dan melakukan tindakan-tindakan yang sekiranya bisa meminimalisir hal tersebut. 

Baca Juga: Tips Perusahaan Menjamin Kesehatan Karyawan di Kantor

Jenis-Jenis Bahaya di Tempat Kerja 

Apapun jenis pekerjaannya, tentu akan selalu memiliki risiko yang bisa menimbulkan bahaya bagi para pekerja. Penting untuk menyadari dan memahami berbagai bahaya di tempat kerja ini dengan baik, agar lebih mudah untuk melakukan langkah-langkah yang tepat untuk mengatasinya.

Berikut ini adalah beberapa jenis bahaya di tempat kerja yang harus diwaspadai para pekerja: 

1. Bahaya Kerja Kimiawi

Berbagai bahan kimia yang digunakan di tempat kerja bisa saja berbahaya bagi kesehatan manusia. Hal ini bahkan semakin berbahaya, jika seorang pekerja terpapar zat kimia ini dalam jumlah yang terbilang banyak. Zat kimia bisa saja masuk ke dalam tubuh dengan berbagai cara, seperti: terhirup melalui hidung, tertelan melalui mulut, terpapar langsung pada kulit, atau bahkan melalui mata dan yang lainnya. 

Pekerja yang bertugas di laboratorium pada umumnya memiliki risiko yang besar untuk terpapar berbagai jenis bahan-bahan kimia yang berbahaya dan mengandung racun maupun yang memiliki sifat korosif. Hal ini tentu disebabkan penggunaan berbagai bahan kimia yang sangat tinggi di laboratorium itu sendiri. 

Para pekerja pabrik dan juga pertambangan juga memiliki risiko yang besar untuk terpapar asap maupun debu kimia yang bisa menimbulkan gangguan pada paru dan pernapasan. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa para pekerja wajib menggunakan alat pelindung diri yang sesuai dengan kebutuhan kerjanya. 

Sesuai dengan arahan yang dikeluarkan oleh OSHA atau Administrasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Amerika, seluruh pekerja yang berisiko terpapar bahan-bahan kimia di tempat kerjanya, wajib memakai respirator selama bekerja. Respirator yang dipakai oleh para pekerja memiliki spesifikasi khusus yang disesuaikan dengan jenis pekerjaan maupun bahan kimia yang digunakan di sana.

2. Bahaya Kerja Fisik

Jenis bahaya kerja fisik ini bisa saja ditemukan dalam berbagai bentuk, seperti: suara bising, suhu lingkungan kerja yang ekstrim, radiasi yang tinggi, vibrasi, dan yang lainnya. Bahaya fisik ini tentu akan sangat tergantung pada jenis pekerjaan dan lingkungan tempat para pekerja menjalankan tugasnya. 

Suara bising konstan yang dirasakan para kru darat yang bekerja di landasan pesawat bisa saja menyebabkan ketulian. Kondisi tersebut disebabkan oleh suara-suara yang dikeluarkan pesawat, di mana suara tersebut pada umumnya memiliki desibel yang terbilang besar. 

OSHA sendiri memberikan rekomendasi penggunaan hearing protection device berupa penutup telinga khusus, agar gangguan pada pendengaran para pekerja tersebut bisa dihindari. Paparan suara yang memiliki desibel besar seperti yang ditimbulkan pesawat akan berkurang saat menggunakan alat tersebut. 

Paparan suhu lingkungan yang ekstrim dan juga radiasi sinar-X (gamma) yang terlalu besar juga bisa meningkatkan kerusakan ikatan kimia pada jaringan tubuh. Para pekerja yang berisiko terpapar radiasi harus mengenakan dosimeter yang biasa disebut TLD atau thermoluminescent dosimeter. Alat ini akan memonitor kadar paparan radiasi pekerja saat mereka sedang menjalankan tugasnya.

Baca Juga: Pengertian Kecelakaan Kerja dan Cara Meminimalisirny

3. Bahaya Kerja Ergonomi

Ergonomi merupakan bidang studi yang berkaitan dengan proses desain peralatan, mesin, proses atau tahap kerja, dan juga tempat kerja itu sendiri, di mana hal ini akan disesuaikan dengan kemampuan dan keterbatasan para pekerja/ penggunanya. 

Gerakan tubuh yang berulang maupun posisi tubuh yang menetap saat menjalankan pekerjaan tersebut bisa saja menyebabkan berbagai keluhan pada pekerja, seperti: sakit pinggang, pegal linu, nyeri sendi, dan berbagai masalah kesehatan lainnya yang lebih akut. 

Melakukan pengurangan repetisi merupakan kunci utama dalam meminimalisir bahaya di tempat kerja seperti ini. Salah satu caranya adalah dengan beristirahat di sela-sela pekerjaan, dan menggunakan kursi ergonomis yang ketinggiannya bisa diatur sesuai postur tubuh pekerja atau penggunanya. 

4. Bahaya Kerja Biologi

Tenaga medis adalah pekerja yang memiliki ancaman paling tinggi dalam bahaya kerja biologi ini. Ada banyak jenis penyakit yang disebabkan virus serta bakteri yang rentan menulari para tenaga medis, seperti: hepatitis B dan C, TBC, HIV/ AIDS, dan yang lainnya. Sedangkan mereka yang bekerja dengan hewan biasanya akan rentan terpapar dengan penyakit antraks dan juga rabies. 

Hal pertama yang bisa dilakukan untuk meminimalisir bahaya-bahaya di tempat kerja tersebut adalah dengan cara mencuci tangan, baik itu sebelum maupun setelah selesai bekerja. Kondisi tangan yang higienis akan membantu untuk memutus transmisi persebaran virus. 

Selain itu, melakukan vaksinasi juga bisa menjadi langkah pencegahan lainnya. Vaksinasi sendiri memiliki tujuan untuk mencegah atau meminimalisir dampak yang disebabkan oleh virus. Meskipun terpapar, kondisi tubuh yang telah tervaksin sudah memiliki imunitas, sehingga gejala-gejala yang dialami biasanya akan lebih ringan. 

5. Bahaya Kerja Psikologis

Bahaya psikologis juga menjadi gangguan yang bisa saja dialami para pekerja di tempatnya bekerja. Stres merupakan hal yang paling umum dirasakan dan bisa saja disebabkan oleh banyak hal, seperti: perubahan jadwal kerja, perubahan pekerjaan, bertambahnya tanggung jawab, ketidakcocokan dengan atasan, dan yang lainnya. 

Bahaya kesehatan yang satu ini bisa diatasi dengan cara pengelolaan waktu kerja yang efisien. Manfaatkan juga waktu istirahat dengan baik, sehingga produktivitas kerja tetap bisa terjaga. Selain itu, menjalani pola hidup seimbang dan sehat merupakan salah satu kunci untuk tetap sehat, baik itu secara fisik maupun mental. 

Lakukan refreshing di hari libur, sehingga tubuh kembali fit dan siap untuk menjalani tantangan kerja di hari berikutnya. Menikmati me time juga bisa menjadi cara tepat untuk mengurangi stres, agar tubuh dan pikiran kembali fresh saat harus bekerja dan masuk kantor lagi. 

Baca Juga: Pentingnya Kesehatan Mental dan Tips Menjaganya

Hindari Bahaya-Bahaya di Tempat Kerja dengan Tepat

Berbagai bahaya di tempat kerja merupakan ancaman tersendiri bagi kesehatan para pekerja. Penting untuk menyadari dan memahami berbagai bahaya ini dengan baik. Selain itu, lakukan cara-cara yang tepat untuk menghindari bahaya kerja ini, agar kesehatan tetap terjaga selama beraktivitas di tempat kerja. 

Jangan lupa untuk memfasilitasi karyawan dengan asuransi kesehatan karyawan terbaik untuk melindungi karyawan dari risiko penyakit, penurunan kesehatan dan kecelekaan di tempat kerja dengan produk asuransi kesehatan karyawan dari Cermati Protect yang bisa didapatkan dengan mengisi formulir dibawah ini!

Pentingnya Memiliki Asuransi Tanggung Gugat (Tanggung Jawab Hukum Perusahaan)

Pentingnya Memiliki Asuransi Tanggung Gugat (Tanggung Jawab Hukum Perusahaan)

Dengan alasan perbedaan kebutuhan, maka berbeda pula produk asuransi yang dibeli oleh seseorang. Tujuannya untuk meminimalisir pembelian produk lain yang sejenis di kemudian hari karena mereka  sudah mendapatkan manfaat optimal. 

Di antara sekian banyak produk, asuransi tanggung gugat atau yang sering disebut asuransi tanggung jawab hukum perusahaan menjadi salah satu yang wajib dipertimbangkan. Asuransi ini memberikan proteksi atas risiko tuntutan hukum dari pihak ketiga yang merasa dirugikan akibat peristiwa tertentu. Dengan manfaat ini, semua orang kini dapat terproteksi secara maksimal melalui satu produk asuransi saja. 

Sekilas Tentang Asuransi Tanggung Gugat atau Tanggung Jawab Hukum Perusahaan

asuransi tanggung gugat

Asuransi tanggung gugat menyediakan jaminan perlindungan bagi berbagai profesi dalam menghadapi tuntutan hukum pihak ketiga akibat kesalahan dalam menjalankan profesi atau usahanya. Secara umum, asuransi tanggung gugat menjamin kerugian finansial akibat kegagalan pelaksanaan profesi berupa  report, advice, survei, dan lain sebagainya. 

Jenis-Jenis Asuransi Tanggung Gugat Komersial dan Cakupannya

Setiap skala bisnis memiliki karakteristik paparan risiko hukum yang berbeda. Berikut adalah pembagian jenis perlindungan tanggung gugat yang wajib diintegrasikan ke dalam manajemen risiko perusahaan Anda:

  • Tanggung Gugat Umum (Public Liability Insurance): Melindungi operasional harian perusahaan dari klaim pihak ketiga yang mengalami kecelakaan fisik di lokasi bisnis Anda. Contoh: Pengunjung terpeleset di lantai lobi kantor atau tertimpa material dekorasi toko.
  • Tanggung Gugat Produk (Product Liability Insurance): Sangat krusial bagi produsen, distributor, dan retailer. Jenis asuransi ini menjamin kerugian finansial jika produk yang Anda jual atau distribusikan menyebabkan keracunan, cedera, atau kerusakan properti milik konsumen akibat cacat produksi atau kesalahan instruksi manual.
  • Tanggung Gugat Profesi (Professional Indemnity / Errors & Omissions): Dirancang khusus untuk penyedia jasa keahlian bersertifikat seperti dokter, pengacara, akuntan, arsitek, dan konsultan IT. Polis ini memproteksi kerugian finansial murni klien akibat salah opini hukum, malpraktik medis, atau kegagalan sistem arsitektur data.
  • Tanggung Gugat Direksi & Pejabat (Directors & Officers Liability – D&O): Melindungi aset personal jajaran manajemen puncak (komisaris dan direksi) dari tuntutan hukum perdata oleh pemegang saham atau regulator atas dugaan salah urus operasional korporasi (mismanagement).

Manfaat Asuransi Tanggung Gugat atau Tanggung Jawab Hukum Perusahaan Berdasarkan Jenis-Jenisnya

Setelah mengetahui definisi serta prinsip dasar asuransi tanggung jawab hukum perusahaan, bahasan yang perlu dipahami selanjutnya ialah manfaatnya. Manfaat asuransi tanggung jawab perusahaan bisa dikategorikan sesuai jenis-jenisnya. 

KategoriNama ProdukTarget PenggunaCakupan Utama
ProfesiProfessional IndemnityDokter, Akuntan, ArsitekKelalaian profesional & malpraktik.
UmumPublic LiabilityPemilik Toko, Mall, HotelCedera pengunjung di lokasi usaha.
BisnisDirectors & Officers (D&O)Eksekutif & DireksiKesalahan pengambilan keputusan strategis.
ProdukProduct LiabilityManufaktur & SellerKerugian akibat produk cacat/berbahaya.

Manfaat Utama yang Anda Dapatkan

  1. Ganti Rugi Finansial: Menutup biaya kompensasi sesuai keputusan pengadilan.
  2. Biaya Pertahanan Hukum (Legal Defense Cost): Menanggung biaya pengacara dan persidangan yang mahal.
  3. Reputasi Terjaga: Memastikan penyelesaian sengketa dilakukan secara profesional melalui pihak ketiga (asuransi).

Baca Juga: Asuransi Perjalanan Bisnis: Jenis, Manfaat dan Cara Klaimnya 

Manfaat yang Dikecualikan

  • Kerusakan pesawat terbang dan kerusakan turunannya
  • Tanggung gugat kontraktual
  • Tanggung gugat pekerjaan atau profesional
  • Kerusakan benda yang mengandung asbestos
  • Benda tidak berfungsi dengan baik
  • Kecacatan produk
  • Jaminan dan penarikan kembali produk
  • Biaya kerusakan, penalti, denda, dan sanksi
  • Risiko atas kekayaan intelektual, seperti trademark, paten, dan sejenisnya
  • Harta benda yang disewakan atau dititipkan kepada tertanggung rusak
  • Perang, nuklir, radioaktif, polusi
  • Wilayah dan yurisdiksi Kanada dan Amerika Serikat
  • Aktivitas kriminal atau tidak etis yang disengaja
  • Kewajiban hukum berdasarkan kontrak yang tidak diatur dalam hukum umum
  • Tuntutan yang timbul akibat kesengajaan atau penipuan

Manfaat yang Dapat Diperluas

Tertanggung dapat memperluas manfaat dengan menambah premi bulanan. Opsi perluasannya adalah sebagai berikut:

  • Biaya pembelaan hukum atau pengacara
  • Penggantian kerugian akibat kepemilikan atau mengemudikan kendaraan 
  • Penggantian kerugian atas harta benda yang disewakan atau dititipkan kepada tertanggung
  • Penggantian kerugian harta benda akibat polusi dan cedera fisik yang tidak disengaja
  • Cedera badan pada pihak ketiga akibat kelalaian
  • Kerusakan properti milik pihak ketiga
  • Cedera akibat kecelakaan kerja terhadap pengunjung/klien
  • Kerugian finansial pihak ketiga akibat kelalaian profesional
  • Tuntutan akibat produk cacat yang menyebabkan kerugian

Baca Juga: Asuransi Kecelakaan Kerja: Pengertian, Manfaat, Syarat Klaim, dan Cara Klaim

Dasar Hukum Asuransi Tanggung Gugat

Diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata pasal 1365 sampai 1371. Bunyinya adalah sebagai berikut:

Pasal 1365Pelaku wajib memberikan ganti rugi atas tindakan yang merugikan pihak lain.
Pasal 1366Seseorang memberikan ganti rugi kepada pihak lain atas perbuatan dan kelalaiannya.
Pasal 1367Seseorang memberikan ganti rugi bukan hanya karena perbuatannya sendiri, tapi juga karena perbuatan orang yang ia tanggung atau benda di bawah pengawasannya.
Pasal 1368Pemilik binatang bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh binatang peliharaannya.
Pasal 1369Pemilik gedung bertanggung jawab atas kerugian akibat ambruknya gedung karena kelalaian pemeliharaan.
Pasal 1370Kelalaian suatu pihak yang menyebabkan terjadinya tindakan pembunuhan atau kematian, maka pihak yang bersangkutan wajib memberikan ganti rugi berupa nafkah kepada pihak yang meninggal.
Pasal 1371Seseorang wajib memberikan ganti rugi atas tindakan yang menyebabkan orang ketiga mengalami kecacatan.

3 Profesi yang Membutuhkan Asuransi Tanggung Gugat

Asuransi tanggung gugat secara khusus ditujukan kepada orang atau pihak yang rentan mengalami tuntutan dari pihak ketiga. Mereka ini adalah orang yang bekerja atau menjalankan profesi sebagai berikut.

Jenis ProfesiAlasan Membutuhkan Asuransi Tanggung Gugat
Pemilik BisnisJika pebisnis melakukan kesalahan yang merugikan pihak lain, seperti konsumen mengalami keracunan setelah mencicipi produk yang dijual, maka risiko kerugiannya dapat dialihkan kepada penyedia asuransi. Pebisnis sama sekali tidak menanggung kerugian yang timbul.
Penyedia JasaProfesi yang bergerak di bidang jasa, seperti dokter memiliki risiko pekerjaan yang cukup tinggi. Asuransi tanggung gugat profesi dokter membantu melindungi sang dokter saat pasien mengajukan tuntutan hukum akibat kelalaian kerja. Misalnya, malpraktek, cacat permanen, salah memberikan obat, hingga kematian. 
Profesi dengan Jabatan BerpengaruhDirektur atau petinggi di perusahaan pun memerlukan asuransi tanggung gugat karena kerap kali membuat keputusan penting. Jika keputusan yang diambil merugikan pihak lain, maka petinggi perusahaan dilindungi oleh asuransi tanggung gugat. 

Bagaimana Cara Klaim Asuransi Tanggung Gugat?

Klaim asuransi tanggung gugat dapat dilakukan dengan respon polis claim made basis. Maksudnya adalah pengajuan tanggung gugat dapat diajukan kapan saja tanpa memandang waktu kerugian. 

Selama masa pertanggungan polis berlaku, maka polis claim made basis dapat diajukan kepada penyedia asuransi. Klaim polis biasanya menggunakan retroactive date, yaitu tanggal berlakunya polis asuransi tanggung gugat. 

Adapun prosedur dalam mengajukan klaim, antara lain:

  • Buat laporan tertulis kepada penyedia asuransi terkait insiden yang terjadi
  • Serahkan laporan kepada penyedia asuransi untui diverifikasi
  • Tunggu sampai proses verifikasi selesai dan pengajuan klaim disetujui. Biaya tanggung jawab hukum yang sudah terlanjur dikeluarkan oleh tertanggung di luar tanggung jawab asuransi
  • Sembari menunggu jawaban, tertanggung diharapkan dapat meminimalisir kerugian dengan tidak memperbesar masalah kepada pihak ketiga
  • Tertanggung wajib mengikuti saran yang diberikan oleh penasihat hukum
  • Bersikap jujur saat menyampaikan informasi terkait insiden yang merugikan pihak ketiga sebagai upaya untuk meringankan klaim
  • Menyerahkan berkas yang diminta, seperti formulir pengajuan klaim, berita acara dari kepolisian setempat, laporan peristiwa secara detail, hingga pernyataan saksi di lokasi kejadian

Baca Juga: Lindungi Diri dari Gugatan dengan Asuransi Profesi

Apa Saja Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Asuransi Tanggung Gugat (Tanggung Jawab Hukum Perusahaan)?

Sebelum membeli premi asuransi ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya:

  • Perhatikan dan pahami isi surat penawaran dari pihak perusahaan asuransi,
  • Pastikan pembelian produk asuransi ditangani oleh agen bersertifikat SPPA (Surat Permohonan Penutupan Asuransi),
  • Pastikan bahwa seluruh data dalam SPPA sudah sesuai dengan kondisi yang sebenarnya,
  • Pahami dan baca ulang kontrak/ polis asuransi dengan saksama, tanyakan ke agen/ perusahaan bila terdapat keraguan atas kondisi/ isi polis,
  • Apabila terdapat kesalahan data di dalam polis yang diberikan, mintalah perubahan (endorsement),
  • Ketahui dan pahami seputar risiko sendiri atau OR (Own Risk) atau Deductible yang harus dibayar sendiri terlebih dahulu sebelum akhirnya mendapat penggantian oleh asuransi. 

Kewajiban Nasabah Saat Membeli Asuransi Tanggung Gugat atau Tanggung Jawab Hukum Perusahaan

Dalam asuransi, hak dan kewajiban para pihak berjalan seiringan. Kewajiban tertanggung yaitu membayar premi dan hak tertanggung ialah menerima santunan ganti rugi saat terjadi klaim. 

Sementara itu, kewajiban penanggung yaitu membayarkan santunan ganti rugi jika terjadi klaim serta menerima premi sebagai haknya. Pihak tertanggung adalah nasabah yang mendapatkan perlindungan saat terjadi risiko berdasarkan ketentuan di dalam polis. 

Sedangkan pihak pertanggungan yaitu perusahaan asuransi sebagai pemberi manfaat kepada tertanggung. Tentunya dalam hal ini, masing-masing pihak memiliki tanggung jawab dan perannya sendiri. 

Untuk lebih jelasnya, berikut rincian kewajiban pihak nasabah pengusaha saat membeli produk asuransi tanggung jawab hukum perusahaan:

  • Mempelajari dengan sebaik-baiknya proposal penawaran yang diajukan pihak agen/ broker, terutama atas risiko apa saja yang dijamin dan tak dijamin,
  • Mengetahui apa saja persyaratan yang wajib dipenuhi,
  • Memahami cara pembayaran premi asuransi,
  • Mengerti kewajiban tertanggung dalam hal terjadi kerusakan dan kerugian,
  • Mencari tahu dan memastikan bagaimana kondisi kesehatan finansial dari perusahaan asuransi yang akan menjamin risiko,
  • Mengisi SPPA (Surat Permohonan Penutupan Asuransi) dengan data akurat, lengkap dan sebenar-benarnya, serta ditandatangani oleh nasabah pengusaha dari perusahaan/ calon tertanggung sendiri,
  • Menanyakan kartu keagenan dari agen asuransi yang menawarkan produk asuransi (jika membeli melalui agen),
  • Mengetahui limit indemnity yang akan diberikan. Menukil Prudential, indemnity merupakan prinsip ganti rugi. Perusahaan asuransi selaku pihak Penanggung harus memberi ganti rugi kepada Tertanggung berdasarkan kesepakatan dalam perjanjian di kontrak/ polis. Adapun nilai tanggungan harus sesuai dengan nilai klaim yang telah diajukan, tanpa penambahan ataupun pengurangan nilai. 

Asuransi Tanggung Gugat untuk Lindungi Finansial

Asuransi tanggung gugat adalah produk yang wajib dimiliki untuk mengamankan finansial dari risiko yang tidak diinginkan. Salah satu contoh asuransi tanggung gugat adalah Cermati Protect. 

Ajukan asuransi tanggung gugat di Cermati Protect sekarang untuk mendapatkan penawaran dari berbagai perusahaan asuransi terkemuka dengan proses klaim yang transparan dan bantuan tim ahli 24/7.

Dapatkan penawaran asuransi tanggung gugat terbaik dari Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah ini!

Kenali Penyakit Akibat Kerja yang Mengintai Para Pekerja

Kenali Penyakit Akibat Kerja yang Mengintai Para Pekerja

Penyakit akibat kerja (PAK) adalah kondisi gangguan kesehatan fisik maupun psikologis yang disebabkan secara langsung oleh paparan faktor risiko yang berasal dari aktivitas pekerjaan, lingkungan kerja, atau proses operasional di tempat kerja.

Berdasarkan Peraturan Presiden No. 7 Tahun 2019, diagnosis legal PAK mutlak membutuhkan pembuktian hubungan kausalitas klinis oleh dokter spesialis kedokteran okupasi, yang menjadi landasan dasar pengaktifan jaminan ganti rugi melalui BPJS Ketenagakerjaan maupun asuransi kesehatan kumpulan swasta komplementer.

Apa Itu Penyakit Akibat Kerja 

Bekerja penuh waktu tentu sudah menjadi rutinitas sebagian besar orang, terutama mereka yang tinggal di kawasan perkotaan atau kawasan industri yang menyediakan banyak lapangan pekerjaan. Rutinitas seperti ini bisa saja dijalani selama bertahun-tahun atau bahkan hingga seseorang memasuki masa pensiun. 

Jika dihitung masa kerja yang begitu panjang, maka sudah tentu hampir sebagian hidup para pekerja dihabiskan di tempat di mana mereka bekerja. Hal ini membuat pekerja banyak melakukan interaksi dengan pekerjaan, bahan baku dan peralatan, termasuk berbagai proses dan juga lingkungan kerja itu sendiri. 

Tanpa disadari berbagai hal di atas bisa saja menimbulkan risiko terhadap kesehatan para pekerja. Meski tidak memberi dampak kesehatan yang langsung terlihat, namun berbagai faktor tersebut bisa saja menimbulkan risiko kesehatan pada masa yang akan datang. 

Pada dasarnya, ada banyak risiko kesehatan atau hazard yang didapatkan para pekerja di tempat kerjanya. Hazard ini sendiri tentu akan sangat tergantung pada lingkungan dan juga aktivitas kerja itu sendiri. Namun apapun jenisnya, hampir semua pekerjaan ini tentu memiliki hazard tersendiri. 

Berikut ini adalah beberapa hazard yang ada di lokasi kerja dan kerap mengganggu kesehatan pekerja: 

Jenis HazardPenjelasan
Hazard FisikHazard fisik ini pada umumnya disebabkan oleh banyak hal, seperti: sistem penerangan yang tidak memadai, tekanan kerja yang tinggi, lingkungan kerja yang terlalu panas atau dingin, vibrasi, radiasi, dan juga suara bising. 
Hazard KimiaHazard kimia ini merupakan risiko kesehatan yang timbul akibat adanya kontaminasi pekerjaan atau berbagai bahan kimia yang digunakan dalam pekerjaan itu sendiri, seperti: paparan gas, larutan kimia, debu, awan, dan yang lainnya. 
Hazard Biologis Hazard biologis merupakan risiko kesehatan yang disebabkan oleh jamu, virus, dan juga bakteri di tempat kerja. 
Hazard Fisiologis Hazard fisiologis merupakan risiko kesehatan yang disebabkan oleh sistem kerja ataupun penataan lingkungan/ tempat kerja yang tepat. 
Hazard Sosial Hazard sosial merupakan risiko kesehatan yang disebabkan oleh lingkungan kerja itu sendiri, misalnya kondisi stress selama menjalankan pekerjaan. 

Berbagai hazard di atas seringkali tidak dipahami dengan baik oleh para pekerja, bahkan mereka yang sudah menekuni pekerjaan tertentu dalam kurun waktu yang lama. Kondisi ini tentu patut disayangkan, mengingat hal tersebut bisa saja menimbulkan penyakit-penyakit serius yang akan merugikan kesehatan. 

Baca Juga: Tips Menjaga Kesehatan di Tempat Kerja

Jenis-Jenis Penyakit Akibat Kerja 

 Penting untuk mengenal berbagai penyakit akibat kerja dengan baik, sehingga kondisi ini bisa ditangani dengan cara yang tepat. Pemahaman yang baik terhadap berbagai risiko kesehatan di tempat kerja tentu akan mempermudah para pekerja untuk mengelola dan menghindari berbagai risiko tersebut sejak awal. 

World Health Organization (WHO) sendiri memberikan perhatian terhadap risiko kesehatan yang satu ini, mengingat ada banyak sekali pekerja yang bersiko mengalami penyakit akibat kerja seperti ini. Bukan hanya di negara-negara berkembang saja, risiko kesehatan seperti ini juga terbilang tinggi di negara maju. 

WHO sendiri mengelompokkan penyakit akibat kerja ini menjadi 4 jenis, antara lain: 

  1. Penyakit yang ditimbulkan oleh pekerjaan itu sendiri. 
  2. Penyakit yang salah satu penyebabnya bersumber dari pekerjaan. 
  3. Penyakit yang tidak hanya ditimbulkan oleh pekerjaan, namun juga dipicu oleh penyakit lainnya, di mana pekerjaan hanya menjadi salah satu di antara pemicu tersebut. 
  4. Penyakit yang ditimbulkan oleh pekerjaan, dimana pekerjaan itu juga ikut memperparah kondisi penyakit tersebut. 

Baca Juga: Tips Perusahaan Menjamin Kesehatan Karyawan di Kantor

Daftar-Daftar Penyakit Akibat Kerja 

Pada dasarnya, berbagai penyakit akibat kerja ini bisa saja dicegah sejak awal, sehingga tidak sampai menjangkiti para pekerja. Biasanya sebagian perusahaan akan cermat terhadap risiko kesehatan dan melakukan langkah-langkah yang sekiranya perlu sebagai bentuk pencegahan. 

Penggunaan Alat Pengaman Diri (APD) merupakan hal yang lazim dilakukan. Misalnya, penggunaan seperti ear plug/ ear muff untuk mengurangi kebisingan yang ada di lingkungan kerja, sehingga fungsi telinga dan konsentrasi kerja tetap terjaga dengan baik. Selain itu, pemeriksaan kesehatan secara berkala merupakan hal penting lainnya yang perlu dilakukan. 

Penyakit akibat kerja itu sendiri terbilang banyak, di mana para pekerja bisa saja mengidap penyakit yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Bukan hanya satu, seorang pekerja bahkan bisa saja mengidap dua atau beberapa jenis penyakit seperti ini. 

Berikut ini adalah daftar penyakit akibat kerja yang kerap diidap oleh para pekerja: 

  • Pneumokoniosis yang dipicu oleh debu mineral pembentuk jaringan parut (silicosis, antrakosilikosis, asbestosis) dan silikotuberkolosis yang silikosisnya menjadi faktor utama yang menyebabkan kecacatan atau kematian.
  • Penyakit paru dan saluran pernapasan (bronkhopulmoner) yang dipicu oleh debu logam keras.
  • Penyakit paru dan saluran pernapasan (bronkhopulmoner) yang dipicu oleh debu kapas, vlas, henep dan sisal (bissinosis).
  • Asma akibat kerja yang dipicu oleh penyebab sensitisasi dan zat perangsang yang dikenal dan ada pada proses pekerjaan.
  • Alveolitis allergika yang dipicu oleh faktor dari luar, di mana ini disebabkan penghirupan debu-debu organik.
  • Penyakit yang disebabkan oleh berilium atau persenyawaannya yang beracun.
  • Penyakit yang ditimbulkan oleh kadmium maupun persenyawaannya yang mengandung racun.
  • Penyakit yang ditimbulkan oleh fosfor maupun persenyawaannya yang mengandung racun.
  • Penyakit yang ditimbulkan oleh krom maupun persenyawaannya yang mengandung racun.
  • Penyakit yang ditimbulkan oleh mangan maupun persenyawaannya yang mengandung racun. 
  • Penyakit yang ditimbulkan oleh arsen maupun persenyawaannya yang mengandung racun.
  • Penyakit yang ditimbulkan oleh raksa maupun persenyawaannya yang mengandung racun.
  • Penyakit yang ditimbulkan oleh timbal maupun persenyawaannya yang mengandung racun.
  • Penyakit yang ditimbulkan oleh fluor atau persenyawaannya yang mengandung racun.
  • Penyakit yang ditimbulkan oleh karbon disulfida. 
  • Penyakit yang ditimbulkan oleh derivat halogen dari persenyawaan hidrokarbon alifatik atau aromatik yang mengandung racun
  • Penyakit yang ditimbulkan oleh benzena maupun homolognya yang mengandung racun.
  • Penyakit yang ditimbulkan oleh derivat nitro serta amina dari benzena atau homolognya yang mengandung racun.
  • Penyakit yang ditimbulkan oleh nitrogliserin maupun ester asam nitrat lainnya.
  • Penyakit yang ditimbulkan oleh alkohol, glikol maupun keton.
  • Penyakit yang ditimbulkan oleh gas maupun uap penyebab asfiksia atau keracunan, seperti karbon monoksida, hidrogen sianida, hidrogen sulfida, atau derivatnya yang mengandung racun amoniak seng, braso dan nikel.
  • Kelainan pendengaran yang disebabkan oleh kebisingan.
  • Penyakit yang ditimbulkan oleh getaran mekanik (kelainan-kelainan otot, urat, tulang persendian, pembuluh darah tepi atau saraf tepi).
  • Penyakit yang ditimbulkan oleh pekerjaan pada udara yang berkenaan lebih.
  • Penyakit yang ditimbulkan oleh radiasi elektromagnetik dan radiasi yang mengion.
  • Penyakit kulit (dermatosis) yang ditimbulkan oleh penyebab fisik, kimiawi atau biologis.
  • Kanker kulit epitelioma primer yang ditimbulkan oleh ter, pic, bitumen, minyak mineral, antrasena atau persenyawaan, produk atau residu dari zat tersebut.
  • Kanker paru atau mesotelioma yang ditimbulkan oleh asbes.
  • Penyakit infeksi yang ditimbulkan oleh virus, bakteri atau parasit yang ditemui dalam sebuah pekerjaan dengan risiko kontaminasi tertentu.
  • Penyakit yang ditimbulkan oleh suhu tinggi maupun rendah, atau radiasi, atau kelembaban udara yang terlalu tinggi.
  • Penyakit yang ditimbulkan bahan-bahan kimia lainnya, termasuk bahan obat-obatan.

Baca Juga: Cara Membuat Laporan Perjalanan Dinas yang Mudah

Perluasan Jenis Penyakit Akibat Kerja dan Regulasi Terbaru

Pemerintah Indonesia telah memperbarui daftar resmi Penyakit Akibat Kerja (PAK) melalui Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2019 tentang Penyakit Akibat Hubungan Kerja. Regulasi ini menggantikan daftar lama yang sebelumnya lebih terbatas dan berfokus pada penyakit akibat paparan fisik atau bahan kimia tertentu. Kini, cakupannya diperluas menjadi lebih dari 80 jenis penyakit yang terbagi ke dalam berbagai kategori penyebab seperti fisika, kimia, biologi, ergonomi, hingga psikososial.

Perubahan ini penting karena menunjukkan pengakuan pemerintah terhadap perkembangan dunia kerja modern yang semakin kompleks. Misalnya, dulu penyakit akibat kerja lebih sering dikaitkan dengan pekerjaan di sektor industri berat—seperti kebisingan, debu, atau bahan beracun. Namun kini, penyakit akibat tekanan mental, stres kerja kronis, kelelahan ekstrem, dan gangguan muskuloskeletal akibat postur kerja yang salah juga termasuk dalam daftar penyakit yang diakui sebagai PAK.

Beberapa contoh tambahan yang kini masuk dalam daftar resmi antara lain:

  • Gangguan pendengaran akibat kebisingan kerja, yang sering dialami oleh pekerja pabrik, bandara, atau konstruksi.
  • Penyakit paru-paru akibat paparan debu silika dan asbes, umum terjadi pada sektor pertambangan dan bangunan.
  • Gangguan muskuloskeletal (MSDs) akibat kerja berulang atau posisi duduk statis yang lama, seperti operator komputer.
  • Gangguan mental akibat tekanan psikososial di tempat kerja, seperti stres berat, burnout, atau depresi karena beban kerja tinggi.

Dengan perluasan ini, perusahaan dituntut untuk lebih proaktif dalam menerapkan program keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang komprehensif. Sementara itu, pekerja juga perlu memahami hak mereka untuk mendapatkan perlindungan dan kompensasi jika mengalami penyakit yang terbukti disebabkan oleh lingkungan kerja.

Peraturan terbaru ini pada dasarnya menegaskan bahwa penyakit akibat kerja tidak selalu bersifat fisik dan langsung terlihat, tetapi juga dapat timbul secara perlahan akibat paparan jangka panjang, baik dari faktor lingkungan maupun psikologis. Dengan memahami perubahan ini, pembaca diharapkan lebih sadar bahwa kesehatan kerja mencakup aspek fisik, mental, dan sosial, yang semuanya sama pentingnya untuk dijaga.

Hindari Risiko Penyakit Akibat Kerja dengan Tepat 

Penyakit akibat kerja merupakan salah satu gangguan kesehatan yang banyak mengintai para pekerja. Penting untuk mengenali dan menyadari bahaya penyakit ini dengan tepat. Terapkan pola hidup sehat dan patuhi prosedur kerja yang berkaitan dengan kesehatan dengan baik, sehingga berbagai risiko gangguan kesehatan di tempat kerja bisa dihindari. 

Jangan lupa untuk memberikan karyawan/pekerja asuransi kesehatan karyawan sebagai bentuk perlindungan dari perusahaan dari ancaman berbagai risiko di tempat kerja salah satunya risiko penyakit akibat kerja. Dapatkan asuransi kesehatan karyawan terbaik di Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah ini.

Cara Membuat Laporan Perjalanan Dinas yang Mudah

Cara Membuat Laporan Perjalanan Dinas yang Mudah

Perjalanan dinas adalah kegiatan yang lazim dilakukan oleh karyawan di suatu perusahaan. Kegiatan ini tidak hanya melibatkan perjalanan dan tujuan yang ingin dicapai, tapi juga biaya yang perlu disiapkan perusahaan agar perjalanan dinas berjalan lancar. Biaya ini beragam berupa tiket perjalanan, hotel, makan, minum, dan biaya transportasi selama dinas.

Perjalanan dinas berlaku untuk karyawan yang diamanahkan oleh perusahaan guna menyelesaikan tugas tertentu. Sebelum melakukan perjalanan, karyawan biasanya diminta untuk membuat laporan perjalanan. Laporan ini dijadikan gambaran kegiatan agar karyawan bekerja secara maksimal selama dinas. 

Pentingnya Laporan Perjalanan Dinas Bagi Perusahaan

Dilihat dari berbagai perspektif, laporan perjalanan dinas dianggap penting. Mengapa demikian?

1. Dari Perspektif Karyawan

Karyawan yang ditunjuk untuk melakukan perjalanan dinas dapat mengembangkan skill-nya dalam bidang tertentu. Kesempatan ini tidak didapatkan dua kali, jadi sebaiknya diikuti mumpung semuanya dibayar oleh perusahaan. Melalui kesempatan ini, karyawan bisa mendapatkan ilmu atau pengetahuan baru yang selama ini belum diketahui.

2. Dari Perspektif Perusahaan atau Organisasi

Laporan perjalanan dinas dijadikan sebagai bahan pertimbangan saat perusahaan ingin melakukan kerja sama. Perusahaan sama-sama diuntungkan karena dapat saling bertukar informasi dan belajar satu dengan yang lain.

Jenis Laporan Perjalanan Dinas

Setelah kembali, karyawan biasanya diwajibkan membuat laporan perjalanan dinas sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada perusahaan. Laporan ini tidak hanya satu jenis, melainkan bisa terdiri dari beberapa bentuk berikut:

1. Laporan Pengeluaran (Expense Report)

Laporan ini berfokus pada rincian biaya yang dikeluarkan selama perjalanan dinas. Biasanya, laporan pengeluaran mencakup:

  • Daftar pengeluaran harian (transportasi, akomodasi, makan, uang saku, dll)
  • Bukti pembayaran seperti nota, tiket, invoice, dan struk
  • Rincian pengeluaran yang sudah dan belum diganti perusahaan (reimbursement)
  • Penjelasan singkat jika ada pengeluaran di luar anggaran atau kebutuhan mendesak

2. Laporan Kegiatan/Itinerary

Laporan ini berisi jadwal dan aktivitas yang dilakukan selama perjalanan dinas. Biasanya meliputi:

  • Rincian waktu dan tempat kegiatan (misal: rapat, kunjungan klien, pelatihan, survei lokasi)
  • Daftar pihak yang ditemui atau instansi yang dikunjungi
  • Dokumentasi singkat (foto, notulen, atau catatan penting)
  • Penyesuaian jadwal jika ada perubahan mendadak

3. Laporan Hasil dan Evaluasi

Laporan ini berisi ringkasan hasil perjalanan dinas, evaluasi, serta rekomendasi untuk perbaikan ke depan. Biasanya mencakup:

  • Pencapaian target atau tujuan perjalanan dinas
  • Kendala atau hambatan yang dihadapi selama perjalanan
  • Solusi yang telah diambil atau saran untuk perbaikan di masa mendatang
  • Rekomendasi tindak lanjut, baik untuk tim internal maupun pihak eksternal

Cara Membuat Laporan Perjalanan Dinas

Karyawan yang ingin melakukan perjalanan dinas wajib membuat laporan perjalanan menggunakan struktur yang sudah ditetapkan. Agar tidak bingung, berikut ini cara membuat laporan perjalanan dinas yang bisa diterapkan.

1. Membuat Latar Belakang Perjalanan

Ada alasan kenapa perusahaan memberikan amanah kepada seorang karyawan untuk melakukan perjalanan dinas. Perusahaan biasanya akan menjelaskan tentang tujuan perjalanan disertai dengan latar belakang tertentu sebelum membuat kesepakatan dengan karyawan. Hal ini bisa berupa hubungan kerja sama, seminar, rapat umum para investor, hingga launching produk terbaru. 

Tuliskan latar belakang perjalananmu dalam laporan. Setelah itu, serahkan kepada atasan untuk di-review. Jika laporan disetujui, kamu pun bisa melakukan perjalanan dinas pada waktu dan tempat yang sudah ditentukan. 

2. Maksud dan Tujuan Perjalanan

Maksud dan tujuan perjalanan dilihat dari dua sisi, yaitu dari sisi perusahaan dan karyawan. Perusahaan ingin agar karyawan dapat memberikan insight atau feedback dari perjalanan dinas yang dilakukan untuk kemajuan perusahaan. Sedangkan karyawan menginginkan perjalanan dinas untuk meningkatkan soft skill dan hard skill demi jenjang karir yang lebih baik di masa mendatang. 

Maksud dan tujuan yang dituliskan dalam laporan sebaiknya disesuaikan dengan sudut pandang perusahaan. Sebab, tujuan perjalanan dinas secara garis besar adalah untuk kepentingan perusahaan, bukan kepentingan pribadi.

3. Jadwal dan Tempat Berlangsungnya Kegiatan

Sebelum kegiatan berlangsung, perusahaan sudah menentukan hari, waktu, tempat dan aspek operasional untuk kebutuhan perjalanan dinas. Membuat jadwal secara menyeluruh akan membantu perusahaan untuk mengetahui aktivitas karyawan selama seharian. Jadi, karyawan tidak bisa bersikap seenaknya selama melakukan dinas. 

Berhubung karena setiap orang punya “penyakit” lupa, termasuk atasan, sebaiknya cantumkan jadwal dan tempat perjalanan dinas dengan

4. Alur dan Hasil

Hasil dan cara membuat laporan perjalanan dinas dapat dijelaskan menggunakan rumus 5W + 1H. Misalnya saja:

  • Perjalanan apa yang dilakukan?
  • Siapa yang melakukan perjalanan?
  • Di mana perjalanan dinas diadakan?
  • Kapan perjalanan dinas dilakukan?
  • Mengapa karyawan A dipilih melakukan perjalanan dinas?
  • Bagaimana rentetan kegiatan selama perjalanan?

Pertanyaan ini dapat ditanyakan kepada diri sendiri, lalu dikembangkan menggunakan cara sendiri. Pastikan alur dan hasilnya mudah dipahami oleh orang yang membacanya. 

5. Rincian Biaya

Setelah alur dan hasilnya selesai, jangan lupa untuk membuat rincian biaya perjalanan dinas. Mulai dari tiket pesawat, biaya transportasi selama dinas, makan, hiburan, dan biaya penginapan. Masing-masing pos biasanya sudah memiliki budget tersendiri, jadi pastikan tidak over budget

Rincian biaya perlu dilaporkan sebagai bentuk pertanggungjawaban karyawan kepada perusahaan. Karena bagaimanapun juga, karyawan menggunakan uang operasional perusahaan, bukan uang pribadi. 

Baca Juga: Pentingnya Asuransi Perjalanan Dinas dan Urgensinya

Komponen Utama SOP Perjalanan Dinas yang Sah Secara Hukum

Perusahaan swasta wajib menyusun kebijakan perjalanan dinas yang kokoh untuk melindungi hak karyawan sekaligus meminimalkan risiko tuntutan hukum. Komponen krusial dalam ekosistem perjalanan kerja modern meliputi:

  • Surat Tugas Resmi (ST): Dokumen legalitas primer yang membuktikan bahwa aktivitas karyawan di luar kota mutlak merupakan perintah korporasi, bukan agenda personal.
  • Komparasi Kompensasi & Uang Saku: Kebijakan komponen biaya transparan yang mencakup akomodasi, transportasi, penunjang komunikasi, hingga uang harian (per diem rate).
  • Protokol Transfer Risiko Finansial: Kewajiban perlindungan medis dan operasional melalui jalur asuransi komersial untuk menekan pengeluaran darurat perusahaan akibat insiden tak terduga.

Jenis-Jenis Perjalanan Dinas

Pada dasarnya, perjalanan dinas dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan wilayah dan transportasi yang digunakan. Apa perbedaannya? Simak dalam penjelasan berikut ini. 

Berdasarkan Wilayah

  • Perjalanan dinas domestik, baik antar daerah atau antar kota dalam satu provinsi dan perjalanan dinas antar provinsi
  • Perjalanan dinas internasional, yaitu antar negara

Berdasarkan Transportasi yang Digunakan

  • Perjalanan darat, biasanya menggunakan bus, kereta, atau travel
  • Perjalanan laut, menggunakan kapal laut
  • Perjalanan udara, menggunakan pesawat udara, helikopter, atau jet 

Tips Membuat Laporan Perjalanan Dinas

Agar laporan perjalanan dinas rapi, berikut ini tips-tips membuat laporan yang bisa diterapkan.

1. Buat Rencana Perjalanan Sejak Awal

Laporan perjalanan merupakan hasil akhir dari suatu perjalanan. Laporan ini dapat dijadikan sebagai bentuk pertanggungjawaban perjalanan karyawan, sehingga tidak menimbulkan tanda tanya. Hal yang wajar jika membuat laporannya membutuhkan banyak waktu.

Untuk mempersingkat waktu, kamu bisa membuat rencana perjalanan sejak awal menggunakan poin-poin berikut ini:

  • Lakukan riset untuk menentukan gambaran perjalanan
  • Ketahui siapa saja yang akan ditemui selama perjalanan dinas
  • Tentukan akomodasi dan transportasi yang digunakan
  • Tentukan tujuan perjalanan dinas bagi perusahaan dan diri sendiri
  • Ketahui seberapa penting perjalanan dinas agar kamu bisa tampil dengan performa terbaik selama menjalaninya
  • Ketahui cara memaksimalkan perjalanan

2. Susun Jadwal Perjalanan

Apa saja yang akan kamu lakukan selama perjalanan dinas? Sebaiknya buatkan jadwal perjalanan agar waktumu menjadi efektif. Jika ternyata ada waktu luang yang tersisa, kamu bisa gunakan untuk mengadakan kegiatan sekunder dengan klien atau orang-orang yang ingin ditemui di tempat tujuan.

Satu hal yang perlu dicatat yaitu jangan sampai ada satu kegiatan pun yang terlewatkan, terutama kegiatan penting. Kamu tahu dampak yang mungkin timbul akibat kelalaian ini. J

3. Gunakan Aplikasi Digital

Pastikan kamu sudah mencatat rencana perjalanan dari awal sampai akhir dengan rapi di laptop. Untuk mengolah datanya, kamu bisa gunakan aplikasi digital yang ada di laptop, seperti:

  • Google sheets, untuk membuat catatan, rincian kegiatan, dan daftar biaya selama perjalanan dinas
  • Notes, untuk mencatat hal-hal penting selama perjalanan dinas secara ringkat melalui smartphone
  • Scan, untuk dokumentasi dokumen yang diperlukan selama perjalanan dinas. Jadi kamu tidak perlu ribet membawa kamera digital

4. Baca Ulang Laporan Perjalanan Dinas

Laporan perjalanan dinas yang kamu buat nantinya akan dibaca oleh atasan. Sebelum diserahkan, pastikan kamu sudah membacanya kembali untuk memastikan apakah laporan sudah benar atau masih ada kesalahan, seperti typo. Jika ternyata ada kesalahan, kamu dapat segera perbaiki untuk mencegah berbagai pertanyaan dari atasan.

Pastikan semuanya sudah tercatat dengan rapi dan detail. Gunakan bahasa yang formal, tapi tetap mudah dimengerti oleh atasan. Tujuannya untuk menghindari adanya kesalahpahaman yang membuat perjalanan dinas menjadi tertunda. 

5. Minta dan Beri Masukan

Sah-sah saja jika kamu ingin langsung menyerahkan laporan perjalanan dinas kepada atasan. Namun, alangkah baiknya minta masukan kepada rekan kerja yang sudah pernah melakukan perjalanan dinas. Masukan dari mereka bisa dijadikan insight untuk menuliskan laporan perjalanan yang bagus.

Jika ternyata perusahaan meminta masukan darimu, maka sampaikan masukan yang sifatnya membangun tanpa ada unsur menjelek-jelekkan pihak yang terlibat dalam perjalanan dinas. Jika ada masukan untuk pihak lain, sebaiknya disampaikan dengan sopan menggunakan kata-kata yang enak didengar. Alhasil, masukan darimu tidak menimbulkan sakit hati yang sejatinya dapat mengganggu kenyamanan saat bekerja. 

Baca Juga: Jenis Asuransi Perjalanan, Manfaat, dan Cara Klaim

Tentukan Siapa Saja yang Melakukan Perjalanan Dinas

Perjalanan dinas biasanya dilakukan oleh karyawan yang menduduki level tertentu atau petinggi di perusahaan, tapi kebijakan ini berbeda-beda di setiap perusahaan. Ada perusahaan yang cuma mengutus petinggi atau pihak yang memiliki kepentingan di perusahaan, tapi ada juga perusahaan yang memperbolehkan karyawan level staff untuk melakukan perjalanan dinas. Maka dari itu, tentukan siapa saja yang berhak melakukan perjalanan dinas di perusahaan.

Pastikan masing-masing utusan mematuhi kebijakan yang berlaku selama melakukan perjalanan dinas. Jangan lupa untuk tentukan budget bagi setiap karyawan yang diutus guna mencegah terjadinya over budget. Dengan demikian, cash flow perusahaan dapat terjaga dengan baik meski banyak karyawan yang melakukan perjalanan dinas dalam kurun waktu tertentu. 

Selain perencanaan yang matang, memiliki asuransi perjalanan sebelum hari keberangkatan perjalanan dinas adalah hal yang tidak boleh dilupakan. Dengan asuransi perjalanan perjalanan dinas menjadi lebih aman dan nyaman. Dapatkan penawaran asuransi perjalanan terbaik untuk perjalana dinas di Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah ini!

Memaksimalkan Proteksi Karyawan dengan 6 Asuransi Ini!

Memaksimalkan Proteksi Karyawan dengan 6 Asuransi Ini!

Asuransi untuk karyawan adalah skema proteksi finansial kolektif yang dikelola oleh perusahaan untuk mengalihkan risiko biaya medis, kecelakaan kerja, atau kematian tenaga kerja selama masa ikatan dinas. Perlindungan swasta ini berfungsi sebagai instrumen komplementer (tambahan) di atas jaminan wajib BPJS Kesehatan, yang secara strategis ditujukan untuk menekan angka turnover talenta dan memenuhi kewajiban Duty of Care korporat sesuai regulasi ketenagakerjaan Indonesia.

Selain mensejahterakan karyawan, menyediakan asuransi juga dipercaya dapat meringankan keuangan perusahaan dalam jangka panjang karena risikonya telah dialihkan kepada penyedia asuransi. Alhasil, perusahaan tidak perlu terbebani dengan pinjaman saat melakukan kegiatan bisnis. 

6 Jenis Produk Asuransi untuk Karyawan Perusahaan

Jika perusahaan menyediakan kompensasi, bonus, ditambah asuransi, maka kamu patut berterima kasih. Berbagai benefit ini secara otomatis akan meringankan finansialmu juga! Berikut ini 5 jenis produk asuransi untuk karyawan perusahaan

Jenis Produk AsuransiKeterangan
Asuransi JiwaSelain asuransi kesehatan, asuransi jiwa merupakan produk yang juga patut dipertimbangkan. Asuransi ini mengcover risiko kematian, terutama jika karyawan yang bersangkutan adalah tulang punggung keluarga. Manfaat yang diberikan berupa santunan tunai untuk keluarga maupun ahli waris yang terdaftar saat membeli asuransi pertama kalinya. 

Premi asuransi ini dibayar setiap bulan secara rutin. Manfaatnya dapat diklaim apabila karyawan meninggal dunia. Nominal klaimnya sesuai dengan kebijakan dalam polis asuransi.

Satu hal yang pasti mengenai nominal klaim adalah nominalnya lebih besar daripada Jaminan Kematian (JKM). Hal ini karena porsi premi yang dibayarkan di asuransi jiwa lebih mahal.
Asuransi Perlindungan AsetJenis asuransi yang satu ini memberikan perlindungan terhadap aset yang diasuransikan. Asetnya dapat berupa properti maupun kendaraan. Asuransi ini mengcover semua kerugian atau kerusakan yang timbul akibat bencana alam, kebakaran, kejatuhan pesawat, dan peristiwa tak terduga lainnya.

Asuransi perlindungan aset bisa diberikan kepada karyawan yang tinggal di tempat yang rentan ditimpa musibah. Misalnya, di dataran rendah yang rentan terkena banjir atau tsunami. 

Sayangnya, asuransi jenis ini jarang diberikan kepada karyawan. Asuransi ini biasanya ditujukan untuk perusahaan itu sendiri guna melindungi aset-aset yang berhubungan dengan kegiatan operasional. 
Asuransi Hari TuaAsuransi ini berguna bagi karyawan yang sudah mendekati masa pensiun. Asuransi ini menjamin kehidupan karyawan pasca pensiun. Dengan harapan agar karyawan mendapatkan kehidupan yang layak meski sudah tidak bekerja lagi.

Selain asuransi pensiun dari pihak swasta, perusahaan juga menyediakan asuransi pensiun dari pemerintah. Misalnya, Program Jaminan Pensiun (PP) dan Jaminan Hari Tua (JHT) oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Iuran PP dan JHT dibayarkan oleh perusahaan masing-masing sebesar 2% dan 3,7%. Karyawan juga ikut berkontribusi untuk membayar dengan persentase yang lebih rendah, yaitu 1% dan 2%. 
Asuransi PendidikanMeskipun sangat jarang, tapi ada saja perusahaan yang menyediakan asuransi bagi karyawan. Manfaatnya bukan untuk karyawan, melainkan untuk anak. Ketika usia anak sudah cukup untuk sekolah, karyawan dapat mencairkan asuransi ini agar anak mendapatkan pendidikan yang layak.

Adanya asuransi pendidikan dapat meringankan beban karyawan. Alhasil, karyawan tidak perlu mengajukan pinjaman ke bank atau koperasi untuk menyekolahkan anak ke jenjang pendidikan yang diinginkan. 
Asuransi KesehatanMemiliki karyawan yang sehat adalah impian semua perusahaan. Dengan jiwa dan raga yang sehat, maka karyawan dapat bekerja dengan baik untuk melakukan kegiatan operasional. Hal ini akan meningkatkan produktivitas bisnis yang otomatis mempengaruhi omzet perusahaan. 

Meski sudah dibekali dengan BPJS Kesehatan, perusahaan dapat menyediakan asuransi kesehatan kepada karyawan. Asuransi kesehatan memberikan manfaat yang lebih luas, yang mungkin tidak dicover oleh asuransi. Selain itu, prosedur klaim dan pelayanan yang diberikan pun lebih bagus. 

Berbagai manfaat yang dicover oleh asuransi kesehatan adalah biaya obat-obatan, dokter, rawat inap, konsultasi, kecelakaan, dan masih banyak lagi. Terdapat hal-hal yang ditanggung dan dikecualikan dalam asuransi kesehatan, jadi pastikan poin ini sudah dibaca dengan baik agar klaim tidak ditolak oleh penyedia asuransi. 
Asuransi Kecelakaan DiriBerfokus memberikan ganti rugi finansial spesifik atas risiko kematian, cacat tetap keseluruhan, atau cacat tetap sebagian yang disebabkan langsung oleh kecelakaan kerja maupun di luar jam kerja.

Alasan Klaim Asuransi Ditolak

Dalam asuransi, penolakan klaim adalah hal yang biasa terjadi. Penolakan terjadi karena manfaat yang diinginkan tertanggung tidak tercantum dalam polis asuransi. Untuk lebih jelasnya, berikut ini dua alasan klaim asuransi ditolak. 

1. Manfaat yang Dikecualikan

Pada dasarnya, tidak semua manfaat dicover oleh penyedia asuransi. Dalam asuransi kesehatan, misalnya, tertanggung yang sudah memiliki riwayat penyakit tertentu sebelum menjadi peserta asuransi biasanya cenderung mengalami penolakan klaim. Di sisi lain, penolakan juga dapat terjadi karena manfaat yang diklaim termasuk dalam kategori yang dikecualikan.

Adapun beberapa manfaat kesehatan yang dikecualikan dalam asuransi, antara lain:

  • Penyakit kritis
  • Penyakit mental atau psikologis
  • HIV/AIDS
  • Operasi untuk kebutuhan estetik, seperti operasi plastik
  • Operasi caesar

Karyawan bisa mendapatkan manfaat yang lebih luas dengan cara membeli produk perluasan manfaat. Dengan catatan, perusahaan harus membayar premi yang lebih mahal karena manfaat yang diberikan kepada karyawan pun semakin banyak.

2. Limit Pertanggungan Sudah Tercapai

Produk keuangan, seperti asuransi memiliki limit dalam jumlah tertentu. Jika limit ini sudah tercapai, maka karyawan tidak dapat melakukan klaim dalam bentuk apa pun. Artinya, biaya pengobatan menjadi tanggung jawab karyawan secara pribadi.

Terdapat dua jenis limit yang biasa ditawarkan oleh perusahaan asuransi, yaitu:

  • Limit gabungan, adalah batasan uang pertanggungan yang diberikan oleh asuransi kepada nasabah dalam kurun waktu satu tahun
  • Limit per perawatan, adalah batasan uang pertanggungan yang diberikan oleh asuransi kepada nasabah dalam 1 hari

Perlu diingat bahwa limit untuk berbagai jenis perawatan bisa berbeda-beda. Informasi tentang limit biasanya tercantum dalam polis asuransi, jadi karyawan bisa membacanya di sana. 

Alasan Perusahaan Tidak Menyediakan Asuransi

Meskipun asuransi penting, nyatanya beberapa perusahaan justru tidak menyediakan produk ini bagi karyawan. Bukan tanpa alasan, karena perusahaan memiliki pertimbangan khusus terkait asuransi karyawan. Berikut dua alasan logis kenapa perusahaan tidak menyediakan asuransi. 

1. Pengeluaran Perusahaan

Menyediakan asuransi bagi karyawan secara otomatis menambah pengeluaran. Pengeluaran perlu menambah budget yang tidak sedikit untuk menyediakan benefit ini bagi karyawan. Hal yang wajar jika ada perusahaan yang tidak menawarkan benefit asuransi. 

Khususnya untuk perusahaan yang baru merintis atau yang skalanya kecil. Benefit asuransi sangat jarang ditemukan. Lain halnya jika skala perusahaan besar dan sudah memiliki nama, maka produk asuransi seperti asuransi kesehatan pasti disediakan. 

2. Jabatan Karyawan

Ada juga perusahaan yang menyediakan asuransi, tapi hanya kepada karyawan tertentu saja. Karyawan ini biasanya sudah menduduki jabatan yang lumayan tinggi di perusahaan. Mulai dari supervisor, manager, senior manager, dan CEO. Tidak meratanya pemberian asuransi bisa disebabkan karena budget perusahaan. Bagi karyawan yang ingin mendapatkan benefit ini, disarankan untuk memberikan kontribusi terbaik agar mendapat kesempatan dipromosikan dalam waktu dekat.

4 Tips Memilih Asuransi untuk Karyawan

Human Resources (HR) adalah divisi yang bertanggung jawab untuk mengurus asuransi karyawan. Agar tidak salah pilih, berikut ini 4 tips memilih asuransi yang bisa diterapkan.

1. Proses Klaim Cepat dan Mudah

Tingkat kredibilitas perusahaan asuransi dapat dilihat dari cepat atau tidaknya proses klaim asuransi. Klaim yang lama diproses atau malah diabaikan sudah pasti dihindari, terutama untuk asuransi kesehatan. Namanya penyakit, tentu harus mendapat penanganan yang cepat untuk menghindari risiko yang fatal.

2. Layanan 24 Jam

Perusahaan asuransi yang menyediakan layanan 24 jam patut dilirik. Ketika karyawan membutuhkan pertolongan saat tengah malam, maka asuransi dapat merespon dengan sigap. Alhasil, permasalahan pun cepat terselesaikan tanpa adanya pihak yang dirugikan. 

3. Proteksi Maksimal

Pilihlah perusahaan asuransi yang menawarkan proteksi maksimal dengan premi yang terjangkau. Proteksi ini tidak hanya sebatas rawat inap atau rawat jalan, tapi juga layanan psikologis untuk produk asuransi kesehatan. Sementara untuk asuransi jiwa, proteksi dapat diberikan dengan cara memberikan uang pertanggungan yang lebih besar daripada perusahaan asuransi lain. 

4. Fitur yang Canggih

Teknologi yang canggih dapat membantu HR untuk mengelola benefit karyawan. Jadi, HR dapat memberikan layanan asuransi menggunakan pendekatan full-stack insurtech, yang di dalamnya terdapat program AI dan machine learning. Kedua program ini membantu mengelola data penggunaan asuransi dalam jumlah besar. 

Minimalkan Risiko dengan Produk Asuransi

Pekerjaan apa pun sejatinya memiliki risiko. Namun, risiko ini dapat diminimalisir dengan berbagai produk asuransi, seperti asuransi kesehatan, jiwa, pendidikan, hari tua, dan perlindungan aset yang diberikan perusahaan kepada karyawan. Alhasil, karyawan terproteksi secara maksimal dan dapat memberikan kontribusi terbaik selama bekerja untuk perusahaan.

Dapatkan penawaran produk asuransi karyawan terbaik di Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah ini!

Lindungi Diri dari Gugatan dengan Asuransi Profesi

Lindungi Diri dari Gugatan dengan Asuransi Profesi

Asuransi profesi adalah jenis asuransi tanggung gugat (liability insurance) yang dirancang khusus untuk melindungi para profesional dari risiko finansial akibat tuntutan hukum ganti rugi oleh pihak ketiga (klien atau pasien) atas kesalahan, kelalaian, atau kelalaian tidak disengaja (errors and omissions) selama menjalankan jasa profesional mereka. Perlindungan utama polis ini mencakup dua hal krusial: biaya pertahanan hukum (legal defense costs) seperti pengacara, serta nilai ganti rugi finansial yang diputuskan oleh pengadilan.

Semakin banyak masyarakat yang sadar betapa pentingnya sebuah perlindungan. Tidak hanya kesehatan dan jiwa, tapi juga profesi. Asuransi tanggung gugat adalah produk asuransi yang tepat untuk melindungi profesi yang dijalankan, terutama profesi yang berpengaruh dan bergerak di bidang jasa. 

Tabel Risiko Spesifik Per Profesi

Kategori ProfesiPemicu Tuntutan Umum (E&O)Bentuk Kerugian KlienSolusi Asuransi Profesi
Dokter / Tenaga MedisKesalahan diagnosis atau keterlambatan tindakan medis.Cacat fisik, penurunan kesehatan, atau kematian.Menanggung biaya mediasi hukum dan ganti rugi malpraktik.
Arsitek / InsinyurKesalahan kalkulasi struktur dalam cetak biru desain.Kegagalan konstruksi bangunan atau keterlambatan proyek.Menjamin biaya desain ulang dan klaim kerugian kontraktor.
Konsultan Pajak / AkuntanKesalahan input data pelaporan keuangan tahunan.Denda pajak dari otoritas negara atau kerugian investasi.Mengganti kerugian finansial akibat salah opini audit.
Firma Hukum / PengacaraMelewatkan tenggat waktu pengajuan banding (statute of limitations).Kehilangan hak hukum atau kekalahan kasus secara absolut.Mengover biaya pertahanan terhadap tuntutan klien.

Deskripsi Manfaat yang Dijamin

Secara umum, asuransi menjamin risiko atas cedera pribadi dan kerugian harta benda. Tertanggung dapat memperluas manfaat asuransi dengan membayar premi yang lebih mahal. Perluasan manfaat yang didapatkan, antara lain.

1. Biaya Pembelaan

Asuransi memberikan biaya pembelaan atas gugatan yang diajukan oleh pihak ketiga.

2. Tanggung Gugat Kendaraan

Asuransi memberikan ganti rugi akibat kelalaian tertanggung saat mengemudi. Pengecualian tidak berlaku untuk kerusakan yang menyebabkan cedera pribadi, kerusakan harta benda akibat kepemilikan, kepunyaan, pengendalian, atau penggunaan atas nama tertanggung.

3. Harta Benda yang Dititipkan atau Disewakan

Asuransi memberikan ganti rugi terhadap kerusakan harta benda yang dititipkan atau disewakan. Pengecualian tidak berlaku pada beberapa kondisi berikut ini:

  • Lokasi yang disewakan, dikontrakkan, atau disewakan oleh tertanggung
  • Kendaraan selain yang dimiliki atau digunakan oleh tertanggung dalam perawatan, penitipan, atau pengendalian tertanggung
  • Pakaian dan barang pribadi direktur dan karyawan
  • Harta benda lain yang tidak dimiliki oleh tertanggung, tapi secara sementara berada dalam kepemilikan tertanggung

4. Polusi yang Tidak Disengaja

Kerusakan atau risiko yang timbul akibat polusi yang disengaja juga ditanggung oleh asuransi tanggung gugat. Pengecualian asuransi tidak berlaku untuk cedera pribadi atau kerusakan harta benda yang timbul dari peristiwa tiba-tiba, tidak diinginkan, dan tidak dapat diidentifikasi oleh tertanggung.

Risiko yang Tidak Dijamin

Risiko yang tidak dijamin dalam asuransi profesi adalah batasan penting yang perlu dipahami setiap pemegang polis. Berikut elaborasi dan penjelasan beberapa risiko utama yang umumnya tidak dijamin oleh asuransi profesi:

1. Tindakan Kriminal atau Penipuan yang Disengaja oleh Tertanggung

Asuransi profesi tidak akan menanggung klaim yang timbul akibat perbuatan melanggar hukum yang dilakukan secara sengaja atau dengan niat jahat oleh tertanggung. Ini termasuk penipuan, penggelapan, atau tindakan kriminal lain yang terbukti dilakukan dengan kesengajaan. Perlindungan asuransi profesi hanya berlaku untuk kelalaian profesional yang tidak disengaja, bukan untuk pelanggaran hukum pidana atau perbuatan curang.

2. Pelanggaran Kontrak Murni Tanpa Unsur Kelalaian Profesional

Risiko yang berkaitan dengan pelanggaran kontrak murni, di mana tidak ada unsur kelalaian atau kesalahan profesional, juga tidak dijamin. Jika klaim muncul semata-mata karena kegagalan memenuhi ketentuan kontrak tanpa adanya kesalahan atau kelalaian profesional, maka asuransi tidak akan memberikan ganti rugi. Polis asuransi profesi umumnya hanya menanggung klaim akibat kelalaian atau kesalahan dalam menjalankan profesi, bukan wanprestasi kontrak biasa.

3. Klaim atas Peristiwa yang Telah Diketahui Sebelum Polis Aktif

Asuransi profesi tidak menanggung klaim atas kejadian, insiden, atau potensi gugatan yang sudah diketahui atau sudah terjadi sebelum polis asuransi berlaku. Jika tertanggung sudah mengetahui adanya potensi tuntutan sebelum tanggal efektif polis, maka klaim tersebut akan ditolak. Hal ini untuk mencegah moral hazard, di mana seseorang membeli asuransi setelah mengetahui adanya risiko yang akan terjadi.

4. Kerugian Akibat Perang, Terorisme, atau Bencana Besar

Polis asuransi profesi secara umum mengecualikan klaim yang berkaitan dengan kerugian akibat perang, aksi terorisme, kerusuhan massal, atau bencana besar seperti gempa bumi dan banjir besar. Risiko-risiko ini dianggap sebagai risiko fundamental yang dampaknya luas dan tidak dapat dikontrol oleh individu, sehingga tidak masuk dalam cakupan perlindungan asuransi profesi.

Besar Premi yang Harus Dibayar

Tarif premi yang dibebankan kepada tertanggung berada di kisaran 0,15% sampai 0,6% sesuai dengan kebijakan penyedia asuransi. Selain itu, terdapat pula pertimbangan atas faktor-faktor berikut ini:

  • Jenis lingkup usaha
  • Total pendapatan tahunan
  • Batas pertanggungan
  • Lokasi pertanggungan dan kondisi di lingkungan sekitar

Biaya-biaya yang Dikenakan

Biaya yang dibayar oleh tertanggung dalam polis asuransi, antara lain:

  • Premi asuransi mencakup biaya komisi
  • Biaya polis sebesar Rp50.000
  • Biaya materai sebesar Rp10.000

Contoh perhitungan premi asuransi:

Nasabah PT SQZ merupakan perusahaan makanan ringan yang setuju membeli asuransi tanggung gugat. Informasi singkat perusahaan adalah sebagai berikut:

  • Total pendapatan tahunan Rp5.000.000.000
  • Batas pertanggungan sebesar Rp500.000.000 per kejadian
  • Wilayah yurisdiksi adalah Indonesia
  • Lokasi tertanggung berada di kawasan industri

Berdasarkan informasi di atas, maka tarif premi yang ditetapkan jika besar persentase gugat publik 0,15% dan tanggung gugat produk 0,45% adalah sebagai berikut:

  • Tanggung gugat publik: 0,15% x Rp500.000.000 = Rp750.000
  • Tanggung gugat produk: 0,45% x Rp500.000.000 = 2.250.000
  • Biaya polis dan materai: Rp60.000

Maka total biaya premi adalah Rp750.000 + Rp2.250.000 + 60.000 = 3.060.000

Baca Juga: Jenis Asuransi Perjalanan, Manfaat, dan Cara Klaim

Contoh Asuransi Tanggung Gugat

a paper beside a person typing on a laptop
Photo by Kindel Media on Pexels.com

Ada beberapa jenis liability insurance di Indonesia, di antaranya.

1. Asuransi Tanggung Gugat Umum

Ditujukan kepada pemilik bisnis untuk menanggung gugatan hukum kepada perusahaan. Asuransi ini dibagi menjadi tiga macam, yaitu:

Public liability

Pihak asuransi membayar kerugian kepada  masyarakat akibat polusi atau pencemaran yang diakibatkan oleh kegiatan produksi. Asuransi ini sering digunakan oleh perusahaan tekstil, perminyakan, dan pertambangan. 

Contoh kasus:

Nasabah PT SQZ merupakan perusahaan makanan ringan sudah seharusnya melakukan pemeliharaan terhadap mesin-mesin yang digunakan untuk memproduksi makanan. Akibat kelalaian pemeliharaan gedung, salah satu teknisi yang bekerja di perusahaan terpeleset saat ingin mengecek mesin produksi di pagi hari. Nilai tuntutan yang disetujui antara perusahaan dan pihak asuransi kepada pihak ketiga adalah sebesar Rp50.000.000. 

Dari kasus di atas, maka pihak asuransi akan membayar sebesar Rp50.000.000 kepada pihak ketiga, yaitu teknisi. Uang ini sebagai bentuk ganti rugi atas musibah yang menimpa teknisi yang bersangkutan.

Product liability

Pihak asuransi membayar kerugian atas penjualan produk yang berisiko. Misalnya, produk makanan yang dijual oleh perusahaan membuat konsumen sakit perut. Biaya ganti rugi atas kejadian ini dibayar oleh asuransi.

Contoh kasus:

Nasabah PT SQZ merupakan perusahaan makanan ringan menjual berbagai produknya kepada salah satu konsumen. Setelah produk sampai di rumah dan dikonsumsi, ternyata konsumen sakit perut tanpa henti. Setelah diperiksa ke dokter, konsumen dinyatakan mengidap masalah pencernaan karena makanan yang dikonsumsinya. 

Setelah diselidiki, penyebabnya adalah karena mengonsumsi makanan ringan dari PT SQZ yang merupakan produk reject dan seharusnya tidak dipasarkan. Jumlah tuntutan yang disepakati oleh tertanggung dan penyedia asuransi adalah sebesar Rp100.000.000 per kejadian. 

Dari contoh kasus asuransi tanggung gugat di atas, maka pihak asuransi akan membayar sebesar Rp100.000.000 kepada konsumen yang mengalami masalah pencernaan. Uang ini merupakan uang ganti rugi yang dapat digunakan konsumen untuk berobat ke dokter. Dengan uang ini, kasus dinyatakan selesai dan konsumen tidak dapat menuntut perusahaan dalam bentuk apa pun di kemudian hari. 

Employer’s liability

Pihak asuransi membayar kerugian material atau cedera fisik yang disebabkan oleh kegiatan operasional di perusahaan.

2. Asuransi Tanggung Gugat perorangan

Pihak asuransi menjamin perlindungan hukum bagi orang-orang yang rentan terkena masalah hukum. Jaminan ini meliputi ganti rugi cedera fisik, kehilangan maupun kerusakan harta benda. 

3. Asuransi Tanggung Gugat Profesi

Pihak asuransi menjamin gugatan yang diajukan atas profesi tertentu, seperti dokter. Profesi dokter sebenarnya memiliki asuransi tersendiri bernama asuransi tanggung gugat profesi dokter. Asuransi ini menjamin risiko kerugian akibat malpraktek atau kesalahan indikasi medis. 

Baca Juga: Mengenal Manfaat Asuransi Proyek dan Jenis-Jenisnya

Asuransi Tanggung Gugat Profesi Dokter

Asuransi profesi dokter memberikan perlindungan bagi profesi yang berhubungan dengan tubuh manusia, seperti dokter umum, dokter spesialis, dokter gigi, dan dokter gigi spesialis. Ketidakpastian profesi yang dialami oleh tertanggung dalam melaksanakan tugas diubah menjadi sebuah kepastian dengan membayar premi kepada penanggung yang menyediakan perlindungan. 

Berbicara mengenai profesi dokter, terdapat tiga pihak yang terlibat dalam asuransi ini, di antaranya:

  • Pihak pertama atau pihak tertanggung, yaitu dokter
  • Pihak kedua atau pihak penanggung, yaitu perusahaan asuransi
  • Pihak ketiga atau pihak yang dirugikan pihak pertama, yaitu pasien

Ruang lingkup asuransi profesi dokter, antara lain:

  • Kerugian yang disebabkan karena cedera fisik, mental, dan kematian yang dialami oleh pihak ketiga sebagai akibat malpraktek dokter atau karyawannya
  • Penggantian biaya hukum atau pengadilan saat seorang dokter terbukti melakukan kesalahan dan harus bertanggung jawab kepada pihak ketiga
  • Menjamin kelalaian dokter saat melaksanakan tugas di luar ruang lingkup ruang praktek sehari-hari karena kondisi darurat atau mendesak

Asuransi tanggung gugat dokter memiliki ciri khusus yang membedakannya dari asuransi lain, di antaranya:

  • Tidak ada barang berwujud yang dipertanggungkan. Ganti rugi yang dibayar penanggung adalah kerugian yang dialami oleh pasien.
  • Objek dalam asuransi profesi dokter adalah tanggung gugat tertanggung kepada pihak ketiga. Pasal 1 ayat 25 UU No. 40 Tahun 2014 Tentang Usaha Perasuransian menentukan bahwa tanggung jawab hukum adalah salah satu objek yang dapat diasuransikan.
  • Peristiwa yang tidak pasti dalam asuransi tanggung gugat adalah perbuatan melanggar hukum yang dilakukan oleh tertanggung. Cakupan pelanggaran di sini berupa kelalaian atau sikap kurang hati-hati saat melaksanakan pekerjaan.
  • Jenis risiko yang dialihkan adalah risiko tanggung gugat. Perbedaan jelas yang terdapat di dalam asuransi profesi dokter adalah adanya penekanan pada kompetensi intelektual dan keahlian dalam ilmu pengetahuan kedokteran.
  • Rentang waktu antara peristiwa dengan pengajuan gugatan relatif lebih panjang, jumlah uang pertanggungan lebih tinggi, terdapat kesulitan untuk mengidentifikasi dan mengelompokkan antara penyedia layanan kesehatan yang berisiko tinggi dan rendah. 

Baca Juga: Apa Saja yang Perlu Diperhatikan Saat Beli Asuransi Konstruksi?

Jenis Profesi yang Bisa Diasuransikan

Selain dokter, cakupan asuransi profesi kini semakin luas dan dapat diberikan kepada berbagai profesi, seperti:

  • Pengacara/advokat
  • Akuntan publik dan auditor
  • Arsitek dan insinyur
  • Konsultan keuangan dan pajak
  • Notaris dan PPAT
  • Agen properti
  • IT consultant dan digital marketing specialist
  • Jurnalis dan pekerja media

Di beberapa negara, asuransi profesi bahkan menjadi syarat wajib untuk mendapatkan izin praktik di bidang-bidang tertentu.

Cara Kerja Asuransi Tanggung Gugat Profesi Dokter

Saat tertanggung (tergugat) dituntut oleh pasien karena merasa dirugikan dalam rangkaian proses medis, maka tertanggung akan mengalihkan risiko gugatan ini kepada penanggung (perusahaan asuransi). Penanggung otomatis menggantikan kedudukan tertanggung untuk membayar ganti rugi kepada korban sesuai uang pertanggungan yang telah disepakati. 

Pilih Produk dengan Dokumen Polis yang Jelas dan Lengkap

Asuransi tanggung gugat merupakan produk asuransi yang sangat bermanfaat bagi orang-orang yang rentan digugat secara hukum. Sebelum membeli produk asuransi, sebaiknya pahami dulu isi polis asuransi dengan cermat. Jangan ragu untuk menanyakan hal-hal yang belum dimengerti sebelum menandatangani perjanjian polis asuransi guna mencegah timbulnya kerugian di kemudian hari. 

Dapatkan informasi selengkapnya mengenai asuransi profesi di Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah ini!

Asuransi Perjalanan Bisnis: Jenis, Manfaat dan Cara Klaimnya 

Asuransi Perjalanan Bisnis: Jenis, Manfaat dan Cara Klaimnya 

Asuransi perjalanan bisnis merupakan salah satu layanan penting yang perlu dilengkapi oleh perusahaan untuk para karyawannya. Asuransi yang satu ini akan dibutuhkan oleh karyawan perusahaan yang bepergian atau melakukan perjalanan untuk melaksanakan tugas-tugas perusahan. 

Pada umumnya, karyawan perusahaan akan bepergian atau menjalankan tugas ke luar kota dengan berbagai alasan, seperti: menghadiri seminar, mengikuti tender, mengurus perjanjian kerjasama bisnis, mengikuti peresmian kantor cabang bisnis, dan yang lainnya.

Pentingkah Menggunakan Asuransi Perjalanan Bisnis? 

Perjalanan dinas (bisnis) merupakan perjalanan yang dilakukan oleh karyawan perusahaan untuk melaksanakan tugas maupun pekerjaan yang berkaitan dengan bisnis perusahaan. Perjalanan dinas ini bisa saja dilakukan ke luar kota maupun luar negeri, tergantung kebutuhan perusahaan.  

Biasanya pihak perusahaan akan membekali karyawan yang melakukan perjalanan dinas dengan sejumlah fasilitas, seperti: tiket perjalanan sesuai dengan kota/ negara tujuan, uang saku, uang makan, uang transport, termasuk asuransi perjalanan bisnis. 

Asuransi perjalanan bisnis adalah produk proteksi finansial khusus yang dirancang untuk mengalihkan risiko kerugian material perusahaan akibat gangguan perjalanan, pembatalan agenda kerja, kehilangan peralatan dinas, hingga tanggung jawab hukum pihak ketiga (Corporate Liability) selama karyawan melakukan tugas dinas. Berbeda dengan varian retail, asuransi ini berfokus pada pemenuhan kewajiban Duty of Care perusahaan terhadap aset manusia dan finansialnya secara simultan.

Baca Juga: Kategori Asuransi Perjalanan Dalam Negeri dan Cara Klaimnya

Risiko Finansial Perjalanan Dinas yang Sering Diabaikan Perusahaan

Banyak manajemen korporat mengira asuransi perjalanan biasa sudah cukup untuk melindungi perjalanan dinas karyawan. Padahal, kegagalan mengamankan perjalanan bisnis dengan polis korporat yang tepat dapat memicu kebocoran finansial yang signifikan melalui jalur berikut:

  • Interupsi Agenda Bisnis Medis: Biaya pengobatan darurat di luar negeri tanpa jaminan penjaminan langsung (Cashless Guarantee) dapat mengganggu stabilitas cash flow operasional perusahaan.
  • Kehilangan Perangkat Elektronik Perusahaan: Laptop korporat yang membawa data sensitif atau intellectual property membutuhkan perlindungan komparatif khusus yang tidak dicakup oleh polis liburan standar.
  • Liabilitas Hukum Karyawan: Kerusakan properti pihak ketiga yang disebabkan oleh karyawan saat menjalankan tugas dinas sepenuhnya menjadi tanggung jawab hukum perusahaan penanggung jawab dinas.

Perbandingan Asuransi Perjalanan Bisnis vs. Asuransi Perjalanan Pribadi

AspekAsuransi Perjalanan BisnisAsuransi Perjalanan Pribadi
Tujuan PerlindunganMelindungi karyawan saat perjalanan dinas atau urusan bisnisMelindungi individu/familia saat liburan, wisata, atau perjalanan pribadi
Manfaat Utama– Perlindungan medis darurat
– Kompensasi keterlambatan/cancellation
– Perlindungan bagasi & dokumen bisnis
– Perlindungan peralatan kerja (laptop, gadget)
– Santunan kecelakaan kerja
– Perlindungan hukum & tanggung jawab profesi
– Penggantian biaya pengganti karyawan (replacement)
– Perlindungan medis darurat
– Kompensasi keterlambatan/cancellation
– Perlindungan bagasi & dokumen pribadi
– Santunan kecelakaan diri
– Bantuan darurat 24/7
– Perlindungan biaya hukum pribadi
CakupanDapat mencakup perjalanan domestik & internasional, sering tersedia untuk grup/karyawanUmumnya untuk individu/keluarga, domestik & internasional
PremiUmumnya lebih tinggi, bisa mendapat diskon grup, disesuaikan dengan profil perusahaan & risiko bisnisUmumnya lebih rendah, premi sesuai durasi, tujuan, dan jumlah peserta
Proses KlaimProses klaim bisa lebih kompleks, memerlukan dokumen bisnis (surat tugas, bukti perjalanan dinas, dsb), sering ada layanan khusus untuk perusahaanProses klaim lebih sederhana, cukup dokumen pribadi & bukti perjalanan
Fitur TambahanPerlindungan alat kerja, penggantian karyawan, perlindungan hukum profesi, layanan konsultasi bisnisPerlindungan barang pribadi, aktivitas wisata, rider olahraga, dll
KustomisasiTinggi, bisa disesuaikan kebutuhan perusahaan dan profil risiko karyawanTerbatas, umumnya paket standar atau premium

Jenis-Jenis Asuransi Perjalanan Bisnis 

Memberikan layanan asuransi perjalanan bisnis bagi karyawan merupakan poin penting bagi perusahaan. Hal ini berlaku untuk semua karyawan yang akan melakukan perjalanan dinas, terutama karyawan-karyawan dengan posisi yang strategis di dalam perusahaan. 

Melindungi karyawan dengan layanan asuransi perjalanan yang memadai tentu akan membuat berbagai risiko dalam perjalanan menjadi terkelola dengan baik. Hal ini juga akan menunjukkan kepedulian perusahaan terhadap kesehatan dan keselamatan karyawannya. 

Sementara di lain disi, para karyawan yang melakukan perjalanan dinas juga akan merasa lebih tenang dan tidak perlu mengkhawatirkan banyak hal. Kondisi ini akan membuat karyawan bisa fokus pada urusan bisnis perusahaan, sehingga berbagai tugas yang diembannya bisa terselesaikan dengan baik. 

Asuransi perjalanan sendiri hadir dalam beberapa jenis pilihan yang berbeda. Hal ini tentu akan memudahkan pihak perusahaan dalam memilih jenis asuransi yang paling tepat dan sesuai dengan kebutuhan karyawannya, sehingga produk tersebut bisa bekerja secara maksimal 

Berikut ini adalah beberapa jenis asuransi perjalanan bisnis yang dibedakan berdasarkan kategorinya: 

Asuransi Perjalanan Bisnis Berdasarkan Jangka Waktunya: 

Asuransi Perjalanan IndividuIni merupakan asuransi perjalanan bisnis untuk perorangan. 
Asuransi Perjalanan KelompokIni merupakan jenis asuransi perjalanan bisnis untuk kelompok (tim). Asuransi yang satu ini menawarkan premi yang lebih rendah dari asuransi individu, meskipun keduanya memiliki manfaat perlindungan yang sama.

Asuransi Perjalanan Bisnis Berdasarkan Tujuan Perjalanannya: 

Asuransi Perjalanan Dinas DomestikIni merupakan layanan asuransi untuk perjalanan dinas di dalam negeri (domestik). 
Asuransi Perjalanan Dinas Luar NegeriIni merupakan layanan asuransi untuk perjalanan dinas ke luar negeri. Biasanya premi untuk layanan asuransi perjalanan dinas luar negeri ini lebih mahal, jika dibandingkan dengan asuransi perjalanan dinas domestik. 

Manfaat Asuransi Perjalanan Bisnis 

Perjalanan dinas yang dilakukan karyawan biasanya akan dipersiapkan dengan sedemikian rupa oleh pihak perusahaan. Hal ini untuk memastikan semua urusan atau pekerjaan yang akan diurus oleh karyawan yang bersangkutan bisa selesai dengan baik.

Selain rincian perjalanan dan juga fasilitas pendukung yang dibutuhkan, perusahaan juga biasanya akan menyiapkan layanan asuransi perjalanan bisnis untuk perjalanan tersebut. Hal ini penting, agar berbagai risiko dalam perjalanan dinas tersebut dilindungi oleh perusahaan asuransi. 

Berikut ini adalah beberapa manfaat yang bisa didapatkan dari layanan asuransi perjalanan bisnis: 

1. Biaya Pengobatan dan Layanan Darurat 

Risiko keselamatan tentu akan selalu ada, termasuk ketika melakukan perjalanan dinas. Berbagai risiko inilah yang akan dilindungi oleh layanan asuransi perjalanan, sehingga karyawan bisa bepergian dengan lebih nyaman. Perusahaan asuransi akan memberikan jaminan atas biaya pengobatan dan juga layanan darurat, jika sewaktu-waktu karyawan mengalami sakit atau membutuhkan layanan darurat di dalam perjalanan dinasnya. 

2. Biaya Pembatalan atau Penundaan Perjalanan

Perubahan jadwal perjalanan merupakan salah satu kondisi yang bisa terjadi kapan saja dan dialami oleh siapa saja. Hal ini tentu sangat mengganggu dan bisa membuat jadwal kerja menjadi berantakan. Namun jika menggunakan layanan asuransi perjalanan dinas, maka berbagai risiko kerugian atas kondisi tersebut akan ditanggung oleh pihak perusahaan asuransi. 

Biasanya penundaan perjalanan/ penerbangan seperti ini akan membuat biaya perjalanan menjadi membengkak. Namun saat menggunakan asuransi perjalanan, maka perusahaan asuransi akan memberikan perlindungan sesuai dengan kebutuhan penggunanya, misalnya dengan memberi kompensasi biaya menginap atau bahkan biaya untuk transportasi lainnya.

3. Manfaat Terhadap Barang Bawaan

Manfaat lainnya yang bisa didapatkan dari asuransi perjalanan dinas adalah perlindungan terhadap barang bawaan atau bagasi penumpang. Risiko kerusakan maupun kehilangan barang bawaan ini tentu akan selalu ada, terutama untuk berbagai perjalanan yang jauh. Namun penggunaan asuransi perjalanan tentu akan memberikan perlindungan yang tepat, sehingga perjalanan bisa jadi lebih nyaman dan tenang. 

4. Manfaat atas Kecelakaan Diri

Ini merupakan manfaat utama yang menjadi alasan banyak orang menggunakan layanan asuransi perjalanan bisnis. Karyawan akan mendapatkan perlindungan, jika sewaktu-waktu mengalami kecelakaan dalam perjalanan dinas yang sedang dilakukannya. Bukan hanya dalam bentuk layanan medis/ kesehatan saja, pertanggungan untuk kondisi meninggal dunia juga akan diberikan oleh perusahaan asuransi. 

Baca Juga: Jenis Asuransi Perjalanan, Manfaat, dan Cara Klaim

Cara Mengajukan Klaim Asuransi Perjalanan Bisnis 

Berikut ini adalah cara mudah untuk mengajukan klaim asuransi perjalanan bisnis: 

Klaim LangsungPenggantian Biaya (Reimbursement)
Ini merupakan jenis klaim yang bisa dilakukan tertanggung di rumah sakit rekanan perusahaan asuransi. Jika ingin menggunakan sistem yang satu ini, maka pastikan  bahwa perusahaan asuransi sudah bekerjasama dengan rumah sakit yang akan dijadikan tempat berobat.Ini adalah jenis klaim dimana oihak tertanggung asuransi akan berobat dengan menggunakan biaya sendiri, lalu setelahnya melakukan pengajuan klaim kepada perusahaan asuransi. Pengajuan klaim ini harus disertai dengan kuitansi maupun surat keterangan dokter dari rumah sakit yang bersangkutan. 

Gunakan Asuransi Perjalanan Bisnis yang Tepat 

Melakukan perjalanan bisnis seringkali menjadi kebutuhan tersendiri untuk sebagian karyawan. Lakukan perjalanan bisnis dengan nyaman dan selalu gunakan layanan asuransi perjalanan bisnis setiap kali menjalankan tugas ke luar kota/ negeri. Hal ini penting, untuk memastikan berbagai risiko dalam perjalanan bisa dikelola dengan baik dan tepat.

Dapatkan penawaran produk asuransi perjalanan untuk perjalanan bisnis terbaik di Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah ini!

Baca Juga: Perhatikan 5 Hal Ini Sebelum Membeli Asuransi Perjalanan