10 Jenis Alat Berat Terbesar di Dunia

10 Jenis Alat Berat Terbesar di Dunia

Seperti yang diketahui, ada banyak deretan alat besar di dunia. Alat berat ini datang dari berbagai merek dengan tipe yang berbeda-beda. Setiap tipe hadir dengan kelebihan tertentu yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan proyek yang sedang dikerjakan. 

Tidak berhenti sampai di situ karena setiap alat berat juga memiliki ukuran yang berbeda-beda. Menariknya, ada alat berat yang dinobatkan sebagai alat berat terbesar di dunia. Kira-kira merek dan tipe apa saja yang masuk di dalamnya?

Jenis-Jenis Alat Berat Terbesar di Dunia

Berikut ini 10 jenis alat berat terbesar di dunia yang wajib diketahui. Mulai dari excavator, dump truck, bulldozer, shovel, dan grader. 

1. Excavator – Bagger 288

Alat berat terbesar pertama adalah Excavator dari Bagger 288 dengan ukuran 215 meter untuk panjang, tinggi 96 meter, dan berat sekitar 13.500 ton. Alat ini memiliki 12 kaki raksasa yang memungkinkannya untuk menggali material yang cukup dalam dan mampu bergerak di atas rel-rel dengan kecepatan tinggi.

Excavator Bagger 288 digerakkan oleh 16 motor listrik yang dilengkapi dengan conveyor belt dengan panjang 100 meter. Mesin pada alat ini memiliki bucket penggali berukuran raksasa yang mampu berputar pada diameter mencapai 21 meter. Bucket pada alat ini berfungsi untuk menampung galian batu dan tanah, kemudian dipindahkan ke tempat yang diinginkan.

Salah satu yang menjadi kelebihan excavator Bagger 288 adalah kecepatannya dalam memindahkan material dari satu tempat ke tempat lain. Dengan kecepatan ini, maka excavator dapat bekerja maksimal, sehingga proyek dapat diselesaikan tepat waktu atau lebih cepat daripada yang dijadwalkan. 

Baca Juga: Spesifikasi Alat Berat Excavator dan Shovel

2. Excavator – Hitachi 8000-6

Alat berat terbesar kedua masih diduduki oleh excavator, tapi dengan jenis yang berbeda yaitu hydraulic shovel. Kali ini berasal dari merek Jepang yang terkenal, yaitu Hitachi. Mesin pada shovel ini ditujukan untuk proyek pertambangan batu bara dan jenis pertambangan terbuka.

Hitachi 8000-6 dilengkapi dengan dua motor diesel bertenaga tinggi dengan masing-masing daya 1.450 kW. Mesin alat ini dilengkapi dengan bucket berukuran besar yang dapat menampung 40-42 meter kubik material. Jadi berbagai material, seperti biji, tanah, kerikil, dan batuan lainnya dapat masuk di dalamnya.

Alat ini menggunakan fitur canggih yang sudah terintegrasi satu sama lain, sehingga mampu menghasilkan sistem operasi yang nyaman bagi operator. Selain itu, integrasi sistemnya dipercaya mampu mengurangi tingkat kebisingan, keamanan, dan efisiensi kerja. 

3. Truk – Liebherr T 282B

Selanjutnya adalah truk dari Liebherr T 282B. Truk raksasa ini dirancang pada tahun 2004 silam oleh perusahaan alat berat asal Jerman. Daya angkut truk ini mencapai 365 ton atau setara dengan tenaga 3.650 kuda. 

Terdapat dua model mesin yang digunakan, yaitu DDC/MTU 20V4000 atau Cummins QSK78. Dengan bantuan mesin ini, maka truk Liebherr T 282B mampu menghasilkan kecepatan muat sebesar 64 km/jam. Dimensi dari truk ini adalah 14,5 meter untuk panjang, lebar 8,7 meter, dan tinggi 7,4 meter. 

Baca Juga: 8 Komponen Alat Berat yang Wajib Diservis

4. Dump Truck – Caterpillar 797F

Negeri Paman Sam, Amerika Serikat juga berhasil merilis alat berat terbesar di dunia lewat salah satu perusahaan ternama, yaitu Caterpillar. Dump truck atau truk sampah yang dirilis memiliki fitur canggih, sehingga mampu bekerja secara efisien untuk berbagai sektor proyek. 

Kapasitas muat yang dimiliki oleh Caterpillar 797F ini menjadi salah satu yang terbesar di dunia. Kapasitasnya mencapai 400 ton untuk sekali pemuatan. 

Dump truck Caterpillar 797F diperkenalkan pada tahun 2009 silam. Alat ini hadir dengan panjang 15,09 meter, lebar 9,52 meter, dan tinggi 7,72 meter. Untuk beratnya sendiri mencapai 623.690 kg.

5. Hydraulic Shovel – Liebherr 996

Hydraulic shovel dari Liebherr 996 juga masuk dalam jajaran alat berat terbesar di dunia. Alat ini banyak ditemui di proyek pertambangan, penambangan terbuka, dan penggalian. Mesinnya menggunakan sistem hidrolik yang mampu memberikan daya kontrol tinggi guna meningkatkan efisiensi kerja. 

Bucket pada alat ini hadir dengan ukuran yang lumayan besar dan mampu menampung sekitar 33-34 meter kubik material. Sementara untuk beratnya bervariasi, tergantung konfigurasi dan peralatan yang digunakan. Semakin banyak konfigurasi dan peralatan, maka semakin berat pula hydraulic shovel-nya.

Untuk versi standar, berat Liebherr 996 adalah 672-745 ton. Dimensi alat ini adalah 21 meter untuk panjang, lebar 8,2 meter, dan tinggi 8,8 meter. 

Baca Juga: Perbedaan Backhoe, Power Shovel, Clamshell, dan Dragline

6. Bulldozer – Caterpillar D11

Bulldozer yang diperkenalkan oleh Caterpillar berhasil ada dalam daftar alat berat terbesar di dunia. Bagaimana tidak, alat berat ini memiliki panjang 10,9 meter, lebar 3,16 meter, dan tinggi 4,54 meter. Sedangkan bobot kerjanya mencapai 104.589 kg. 

Alat ini diperkenalkan pada awal tahun 2008 silam pada salah satu MinExpo yang diselenggarakan di Las Vegas, Nevada. Dengan kecepatan 630 kW, bulldozer ini mampu bekerja cepat dengan hasil yang efisien. 

Mesin yang digunakan dilengkapi dengan teknologi Advanced Combustion Emissions Reduction Technology (ACERT). Teknologi ini bertujuan untuk mengurangi emisi mesin guna menghasilkan pembakaran yang sempurna.  

7. Excavator – Komatsu PC8000

Ada lagi excavator terbesar yang ada di dunia, yaitu Komatsu PC8000. Ukurannya yang jumbo cocok untuk proyek pertambangan skala besar, sehingga proyek dapat diselesaikan dalam waktu yang singkat. Alat ini dilengkapi dengan mesin diesel dengan kapasitas 3.360 kW.

Excavator Komatsu PC8000 memiliki bobot kerja mencapai 773 ton. Sedangkan untuk daya angkatnya bisa mencapai 350 ton untuk sekali pengangkatan. Kedalaman gali yang dapat dicapai adalah 8 meter dengan tenaga 1.813 kN. 

Komatsu PC8000 didukung oleh tenaga mesin 2 diesel. Tersedia dalam beberapa tipe juga, yaitu Komatsu PC8000-6, PC8000-7, dan PC8000-11. Harga per unitnya mulai dari Rp150 miliar hingga Rp 250 miliar, tergantung tipe dan kondisi mesinnya.

Baca Juga: Tips Perawatan Alat Berat dengan Benar

8. Bulldozer – Komatsu D575A

Komatsu adalah perusahaan alat berat asal Jepang. Perusahaan ini juga berhasil merilis salah satu alat berat terbesar di dunia, yaitu Bulldozer D575A pada tahun 1991. Bulldozer ini dibuat untuk memudahkan pekerjaan batubara skala besar, seperti yang ada di Amerika Utara.

Ukurannya yang besar membuat bulldozer mampu bekerja secara optimal untuk menggali, menimbun, menarik, dan menimbun material. Dimensi yang dimiliki adalah panjang 11,7 meter, lebar 7,4 meter, dan tinggi 4,8 meter. Bobot kerja bulldozer mencapai 131.350 kg dalam kondisi bahan bakar penuh. 

9. Grader – SDLG G9260

SDLG merupakan salah satu eksportir alat besar di Negeri Tirai Bambu. Alat ini diperkenalkan di acara Bauma di China pada tahun 2016 silam. Grader SDLG G9260 hadir dengan tenaga tarik 136 kN dan dilengkapi dengan braking system yang menggunakan tenaga hidrolik.

Ukuran yang digunakan pada alat ini sebesar 4,27 meter dengan pemotong yang berdiameter 1.626 mm. Blade-nya mampu memotong dengan kedalaman 825 mm. Sedangkan kecepatan yang dapat dihasilkan adalah 44,2 km/jam saat maju dan 31,8 km/jam saat mundur. 

10. Shovel – Bucyrus Erie 1850B

Shovel Bucyrus Erie 1850B atau yang akrab dipanggil “Big Brutus” adalah alat berat terbesar terakhir dalam list ini. Disebut Big Brutus karena ukurannya yang jumbo dengan tinggi mencapai 49 meter. Tak heran jika alat ini banyak digunakan untuk proyek pembangunan gedung-gedung tinggi, seperti perkantoran.

Alat ini bisa dikatakan sebagai alat berat tertua karena sudah beroperasi sejak tahun 1962. Ya, sudah 62 tahun sampai tahun 2024 ini. 

Shovel Bucyrus Erie 1850B memiliki bobot yang fantastis, yaitu 4.989.516 kg. Kapasitas bucket yang dimilikinya mencapai 150 ton untuk sekali pengangkutan. Sedangkan kecepatan maksimum bisa mencapai 0,22 mph. 

Baca Juga: 10 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Inspeksi Alat Berat

Alat Berat Terbesar Layak Dipertimbangkan untuk Proyek Besar

Itu dia 10 deretan alat berat terbesar yang ada di dunia. Tentu dengan ukurannya yang besar, alat-alat di atas membutuhkan space atau ruang penyimpanan yang cukup besar. Tak heran jika alat di atas memang diperuntukkan untuk proyek skala besar yang bisa menghabiskan dana besar.

Mengingat harga per unit dan biaya perawatannya cukup mahal, alat berat perlu dibekali dengan asuransi alat berat. Jadi, kerusakan karena pemakaian yang menimpa alat berat di masa mendatang dapat diperbaiki secara gratis selama kerusakannya sesuai dengan polis asuransi alat berat. Produk asuransinya sendiri dapat dibeli di bawah ini. 

Water Pump: Gejala Kerusakan, Cara Mengganti dan Perawatannya

Water Pump: Gejala Kerusakan, Cara Mengganti dan Perawatannya

Water pump adalah perangkat mekanis yang digunakan untuk memindahkan air dari satu tempat ke tempat lain. Fungsi utama dari water pump adalah untuk mengalirkan, menaikkan, atau menurunkan tekanan air di berbagai aplikasi, baik di rumah tangga, pertanian, industri, atau infrastruktur kota. Berikut adalah beberapa jenis dan cara mengganti water pump:

Jenis-Jenis Water Pump 

System pumping water for agriculture, with the control unit powered by solar energy

Water pump, atau pompa air, terdiri dari berbagai jenis dengan fungsi dan aplikasi yang berbeda. Berikut adalah beberapa jenis water pump beserta penjelasannya:

Pompa SentrifugalMenggunakan impeler berputar untuk memindahkan air dengan tenaga sentrifugal. Umum digunakan untuk irigasi, suplai air rumah tangga, sistem pemanas, dan pendingin.
Pompa SubmersibleDirancang untuk beroperasi di bawah permukaan air. Cocok untuk sumur, kolam renang, dan sistem drainase, dengan kemampuan memompa air dari kedalaman yang cukup besar.
Pompa BoosterDigunakan untuk meningkatkan tekanan air dalam sistem pipa. Ideal untuk gedung bertingkat atau area dengan tekanan air rendah, memastikan aliran air yang konsisten.
Pompa SumurDirancang untuk mengekstraksi air dari sumur dalam. Biasa digunakan dalam pertanian dan suplai air rumah tangga di daerah pedesaan.
Pompa LimbahDigunakan untuk memindahkan air yang mengandung partikel padat atau limbah. Penting dalam pengelolaan limbah dan sistem drainase kota.
Pompa TransferDigunakan untuk memindahkan air dari satu lokasi ke lokasi lain, sering digunakan dalam aplikasi industri dan pertanian.
Pompa JetMenggunakan jet air bertekanan tinggi untuk menarik air dari sumur. Cocok untuk sumur dangkal dan menengah, sering digunakan di rumah tangga dan pertanian kecil.
Pompa DiaphragmMenggunakan diafragma bergetar untuk memindahkan air, biasanya digunakan untuk cairan dengan viskositas tinggi atau cairan yang mengandung partikel.

Jenis-jenis water pump ini memastikan berbagai kebutuhan pengelolaan air dapat terpenuhi dengan efisien dan efektif sesuai dengan aplikasinya.

Baca Juga: Ini Dia Jenis-jenis Alat Berat dan Fungsinya!

Apa Saja Gejala Kerusakan Water Pump? 

Sebagaimana komponen lainnya yang rentan mengalami kerusakan, water pump juga akan menunjukkan ciri tertentu saat mengalami gangguan. Kerusakan yang terjadi pada komponen yang satu ini biasanya dibedakan menjadi 2 jenis dan bisa dikenali dengan mudah. 

Berikut ini adalah 2 gejala kerusakan paling umum yang kerap terjadi pada water pump: 

1. Kebocoran Air

Masalah utama dari water pump adalah kebocoran air. Kondisi seperti ini tidak hanya terjadi ketika proses pemasangannya saja, namun juga seiring dengan durasi pemakaian water pump itu sendiri. Kebocoran pada water pump pada umumnya disebabkan oleh timbulnya karat pada komponen tersebut, sehingga beberapa bagian menjadi aus dan membuat air merembes. 

Kondisi water pump yang berkarat bisa saja disebabkan oleh usianya yang sudah terlalu tua, atau bahkan karena terjadinya kesalahan saat menggunakan coolant. Pemakaian coolant dalam takaran yang tidak tepat dan pemilihan jenis yang salah, dapat menjadi penyebab tergerusnya dinding water pump dan menimbulkan kebocoran pada komponen tersebut. 

Penting untuk selalu memilih jenis coolant yang tepat dan sesuai untuk water pump. Selain itu, gunakan juga coolant dalam jumlah yang tepat, sehingga water pump tidak mengalami kerusakan dan bisa tetap bekerja dengan baik dalam memompa air pada sistem pendingin. 

2. Bunyi Berdesing

Masalah lainnya yang kerap terjadi pada water pump adalah timbulnya bunyi berdesing pada bagian pendingin. Bunyi yang terdengar tidak lazim ini menandakan adanya kerusakan pada komponen tersebut, sebab dalam kondisi normal water pump akan bekerja dengan baik dengan suara yang senyap saja. 

Bunyi berdesing yang timbul saat water pump berputar pada umumnya disebabkan oleh bearing yang terdapat pada komponen tersebut. Bearing yang menimbulkan bunyi seperti ini biasanya sudah dalam kondisi aus. Hal tersebut menyebabkan putaran bearing tak lagi stabil dan menimbulkan bunyi berdesing yang bisa saja mengganggu bagi mesin kendaraan itu sendiri. 

3. Aliran Air Lemah

Penurunan tekanan atau aliran air yang lemah bisa menjadi tanda bahwa pompa tidak bekerja dengan efisien. Ini mungkin disebabkan oleh impeler yang aus atau saluran yang tersumbat.

Untuk mengatasi masalah aliran air lemah, perlu dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap pompa dan sistem terkait. Ini meliputi pemeriksaan impeler, membersihkan saluran yang tersumbat, memperbaiki kebocoran, memastikan segel mekanis berfungsi dengan baik, dan memeriksa kondisi motor. Perawatan rutin dan inspeksi preventif dapat membantu mencegah masalah ini dan memastikan pompa beroperasi dengan efisien.

4. Vibrasi Berlebihan

Vibrasi berlebihan pada pompa bisa menjadi indikasi masalah serius dalam sistem. Penyebabnya bisa beragam, mulai dari keseimbangan impeler yang terganggu akibat kerusakan fisik, keausan, atau material asing, hingga komponen internal seperti bantalan atau poros yang longgar atau rusak. Kesalahan dalam pemasangan, seperti misalignment antara motor dan pompa, juga dapat menyebabkan getaran.

5. Overheating (Panas Berlebih)

Jika pompa air menjadi terlalu panas saat beroperasi, itu bisa menandakan masalah dengan pendinginan atau motor yang bekerja terlalu keras. Overheating dapat menyebabkan kerusakan lebih lanjut jika tidak segera diatasi.

Baca Juga: 10 Macam Alat Berat Serta Harganya!

Bagaimana Cara Mengganti Water Pump?

System for pumping irrigation water for agriculture

Saat terjadi gangguan atau kerusakan pada water pump, penting untuk segera memeriksa kondisi komponen tersebut. Jika dibutuhkan, segera lakukan penggantian, sebelum akhirnya sistem pendinginan maupun mesin mobil mengalami gangguan.

Berikut ini adalah beberapa langkah yang perlu dilakukan untuk mengganti water pump: 

Persiapan

  • Matikan Mesin dan Biarkan Dingin: Pastikan mesin dalam keadaan dingin untuk menghindari luka bakar dari cairan panas.
  • Kumpulkan Alat dan Bahan: Kunci pas, obeng, tang, ember, segel baru, gasket, dan pelumas. Baca manual mesin atau kendaraan untuk spesifikasi yang tepat.
  • Lepaskan Sabuk Penggerak: Jika water pump digerakkan oleh sabuk (belt), lepaskan sabuk tersebut terlebih dahulu.

Langkah-langkah Penggantian

  • Lepaskan Cairan Pendingin: Tempatkan ember di bawah mesin dan lepaskan sumbat pembuangan pada radiator untuk mengeluarkan cairan pendingin.
  • Lepaskan Komponen yang Menghalangi: Ini bisa termasuk selang radiator, kipas, atau komponen lainnya yang menghalangi akses ke water pump.
  • Lepaskan Water Pump Lama:
    • Baut Water Pump: Gunakan kunci pas untuk melepaskan baut-baut yang menahan water pump.
    • Pisahkan Water Pump: Hati-hati lepaskan water pump dari mesin. Perhatikan bahwa beberapa cairan pendingin mungkin masih akan keluar.
  • Bersihkan Permukaan Pemasangan: Bersihkan permukaan pemasangan di mesin dari sisa gasket atau segel lama untuk memastikan tidak ada kebocoran saat memasang water pump baru.
  • Pasang Gasket dan Segel Baru: Pasang gasket dan segel baru pada water pump baru. Pastikan gasket terpasang dengan benar untuk mencegah kebocoran.

Pemasangan Water Pump Baru

  • Pasang Water Pump Baru: Tempatkan water pump baru pada posisinya dan kencangkan baut-baut secara merata. Ikuti torsi yang direkomendasikan oleh manual mesin.
  • Pasang Kembali Komponen yang Dilepaskan: Pasang kembali selang radiator, kipas, dan komponen lain yang telah dilepaskan.
  • Pasang Sabuk Penggerak: Pasang kembali sabuk penggerak dan pastikan ketegangannya sesuai dengan spesifikasi.
  • Isi Ulang Cairan Pendingin: Isi radiator dengan cairan pendingin baru atau yang sudah disaring. Pastikan tidak ada kebocoran.

Baca Juga: 6 Jenis Alat Berat untuk Penggalian dan Komponennya

Rawat Water Pump dengan Cara yang Tepat 

Water pump merupakan bagian penting dari sistem pendingin yang terdapat pada mobil. Komponen yang satu ini akan bekerja untuk memompakan air pendingin ke seluruh area mesin mobil, sehingga suhu mesin tetap dalam kondisi stabil. Lakukan perawatan water pump dengan baik secara rutin, agar komponen tersebut bisa bekerja secara maksimal.

Asuransi untuk perlindungan mesin berat seperti water pump sangat penting untuk menghindari kerugian besar akibat kerusakan atau kecelakaan yang dapat mengganggu operasional dan menimbulkan biaya tinggi. Cermati Protect menyediakan produk asuransi umum terbaik yang dirancang khusus untuk melindungi berbagai mesin berat, termasuk water pump. Dengan asuransi ini, peralatan Anda akan tetap aman, terjaga fungsionalitasnya, dan Anda dapat bekerja dengan lebih tenang tanpa khawatir risiko tak terduga. Pelajari selengkapanya dengan mengisi formulir dibawah ini!

Jenis dan Prosedur Sertifikasi Crane

Jenis dan Prosedur Sertifikasi Crane

Agar semakin handal di bidangnya, operator alat berat membutuhkan pelatihan yang memiliki sertifikasi. Pelatihan membantu operator untuk mengasah kompetensi dan keterampilan dasar hingga lanjutan mengenai cara mengoperasikan alat berat. Kompetensi ini membantu operator menjajaki karir yang lebih baik.

Pelatihan adalah program yang sering diberikan oleh perusahaan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusianya. Pelatihan dipercaya sebagai suatu investasi. Sebab, sumber daya yang berkualitas dapat membantu perusahaan berkembang dengan pesat. 

Apa Itu Sertifikasi Crane?

Sertifikasi adalah suatu bentuk pengakuan resmi yang diberikan oleh lembaga atau organisasi tertentu kepada individu setelah berhasil mengikuti rangkaian ujian untuk mengukur pengetahuan dan keterampilan individu. Selain menguntungkan individu, sertifikasi ini juga menguntungkan perusahaan untuk mendapatkan operator yang kompeten di bidangnya. Sebab, materi yang diberikan dalam sertifikasi sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh perusahaan. 

Tujuan Sertifikasi Crane

Sertifikasi crane diadakan untuk mencapai tujuan tertentu. Melalui pelatihan ini, operator diharapkan mampu:

  • Mengetahui perundang-undangan tentang keselamatan dan kesehatan kerja
  • Meningkatkan keterampilan dan kompetensi operator
  • Mengetahui fungsi bagian-bagian alat berat secara detail
  • Mengoperasikan alat berat dengan penuh tanggung jawab
  • Mengendalikan beragam jenis bahaya yang mengancam
  • Meminimalisir potensi terjadinya kecelakaan kerja
  • Memperoleh sertifikat demi kemajuan karir

Jenis-jenis Sertifikasi Crane

Bagi yang ingin mengikuti pelatihan crane, perlu diketahui bahwa program ini memiliki tiga klasifikasi dasar. Penggolongannya adalah sebagai berikut.

Operator Kelas I-Mampu mengoperasikan alat berat dengan ketinggian 50-60 meter
-Mengawasi, memandu, dan mendampingi kegiatan operator kelas 2 dan 3
-Mengikuti pelatihan dengan durasi 5 hari
Operator Kelas II-Mengoperasikan alat berat dengan bobot 25-50 ton dan ketinggian 40-60 meter
-Mengawasi, memandu, dan mendampingi kegiatan operator kelas 3
-Mengikuti pelatihan dengan durasi 4 hari
Operator Kelas III-Berhak mengoperasikan alat berat dengan bobot kurang dari 25 ton dan ketinggian 40 meter
-Mengikuti pelatihan dengan durasi 3 hari

Baca Juga: 10 Cara Aman Mengoperasikan Alat Berat

Prosedur Operator Crane

Berikut ini sejumlah prosedur yang wajib diikuti oleh operator crane saat pelatihan, di antaranya:

  • Mencari lembaga yang mengadakan sertifikasi
  • Menentukan jenis sertifikasi
  • Mengisi formulir pendaftaran
  • Melengkapi dokumen persyaratan
  • Melakukan uji kompetensi
  • Penilaian terhadap hasil pengujian
  • Menerima sertifikat

Materi Pelatihan Operator Crane

Materi yang akan disampaikan dalam pelatihan crane dibagi menjadi dua kategori, yaitu teori dan praktek. Di dalamnya ada pengenalan dan pengoperasian crane.

Materi Teori

Pengenalan Unit

  • Aplikasi dan pengenalan komponen-komponen alat berat
  • Fungsi tuas atau kontrol panel alat berat
  • Kebijakan dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
  • Peraturan perundang-undangan, meliputi UU No. 1 tahun 1970 dan Permenaker No. 8 tahun 2020

Pengoperasian Unit

  • Mempelajari cara kerja tuas 
  • Mempelajari gerakan crane
  • Mempelajari keselamatan kerja (operator, mesin, dan lingkungan)
  • Teknik dasar pengoperasian mesin sesuai aplikasi
  • Prosedur start dan loop
  • Cara merawat mesin alat berat

Materi Praktek

Pengenalan Unit

  • Mengenal komponen utama mesin dan fungsinya
  • Mengenal fungsi tuas
  • Mengenal kontrol pada crane

Pengoperasian Unit

  • Mengecek kondisi alat berat sebelum mesin dinyalakan
  • Melakukan starting 
  • Mendengar suara atau getaran yang muncul saat alat berat dinyalakan
  • Mengecek fungsi tuas
  • Menggerakkan alat berat ke posisi maju, mundur, swing kanan maupun kiri
  • Parkir alat berat
  • Mempelajari cara digging dan loading

Baca Juga: Cara Mengoperasikan Alat Berat saat Musim Hujan

Syarat Mengikuti Sertifikasi Crane

Tertarik mengikuti sertifikasi crane dalam waktu dekat? Berikut ini syarat yang perlu dipenuhi.

1. Mengisi Form Pendaftaran

Pertama-tama, pastikan isi formulir pendaftaran. Formulir bisa didapatkan dari lembaga atau organisasi yang mengadakan pelatihan crane. Formulir biasa dikirimkan melalui email atau diunduh di website resmi yang sudah disediakan.

Ada beberapa kolom yang perlu diisi, seperti nama peserta, nomor telepon, dan lain sebagainya. Isi dengan informasi yang benar karena sertifikat pelatihan akan dibuat berdasarkan informasi yang ada pada formulir pendaftaran.

Setelah diisi, formulir diserahkan diserahkan kepada lembaga atau organisasi yang mengadakan pelatihan. Bisa melalui email atau dibawa saat mengikuti pelatihan, tergantung kebijakan dari masing-masing organisasi. Jadi, pastikan informasi ini dibaca terlebih dahulu agar peserta dapat mengikuti pelatihan pada tanggal dan waktu yang dipilih.

2. Minimal Kerja 2 Tahun

Syarat selanjutnya adalah telah memiliki pengalaman kerja minimal 2 tahun. Alasannya agar lembaga tidak perlu mengajari peserta dari awal, jadi materi yang dijelaskan bersifat advanced atau lanjutan. Dengan pengalaman kerja, maka penjelasan yang disampaikan lebih mudah dimengerti karena peserta sudah punya gambaran tentang materinya.

Berbeda jika peserta tidak memiliki pengetahuan mendasar tentang alat berat crane, maka apa yang disampaikan oleh pembicara sulit dimengerti. Alhasil, pelatihan tidak membuahkan hasil apa-apa. 

Pengalaman kerjanya tidak harus dari perusahaan ternama. Yang terpenting adalah pernah bekerja sebagai operator crane. Jadi saat mengikuti ujian sertifikasi, peserta lolos dan mendapatkan sertifikat untuk modal perkembangan karirnya. 

3. Usia Minimal 20 Tahun

Terdapat batasan usia bagi peserta yang ingin mengikuti pelatihan crane, yaitu 20 tahun. Pada usia ini, peserta diharapkan sudah lulus SMA dan memiliki pengalaman kerja selama 2 tahun sebagai operator crane.

Sementara untuk batas maksimal usianya tidak ditentukan. Peserta diperbolehkan untuk mengikuti pelatihan guna meningkatkan keterampilan dan kemampuan dalam mengoperasikan crane. Dengan ini, maka potensi terjadinya risiko di tempat kerja dapat diminimalisir. 

Perlu diketahui bahwa minimal usia 20 tahun ditujukan untuk pelatihan kelas 3. Sedangkan batas minimal usia untuk pelatihan kelas 2 adalah 21 tahun dengan pengalaman kerja 3 tahun. Pelatihan kelas 1 dengan minimal usia 23 tahun dengan pengalaman kerja 5 tahun.

4. Menyiapkan Dokumen Persyaratan

Terdapat beberapa dokumen persyaratan yang perlu disiapkan oleh peserta pelatihan crane. Mulai dari formulir pendaftaran, scan ijazah SMA, scan surat keterangan kerja yang sudah dicap basah, dan surat keterangan sehat dari dokter setempat.

Semua dokumen ini dimasukkan ke dalam satu amplop. Kemudian, dokumen diserahkan kepada petugas yang ada di pintu masuk tempat pelatihan berlangsung. Jika semuanya sudah lengkap, maka peserta boleh masuk mengikuti pelatihan.

Tidak menutup kemungkinan bahwa dokumen di submit secara online di website resmi lembaga yang mengadakan pelatihan. Submit dokumen dilakukan secara sekaligus pada saat proses pendaftaran. Pastikan semua dokumen sudah disiapkan, baik dalam bentuk JPG, PDF, maupun PNG dengan ukuran file yang memenuhi persyaratan. 

5. Membayar Biaya Pendaftaran

Syarat terakhir adalah membayar biaya pendaftaran kepada lembaga atau organisasi yang mengadakan pelatihan. Besaran nominal yang dibayar sesuai dengan yang tertera pada email atau layar komputer. Jangan lupa masukkan kode unik pembayaran jika memang ada.

Besaran biaya pelatihan tergantung dari jenis paket yang diambil, fasilitas yang didapat, nama pembicara, dan citra lembaga pelatihan itu sendiri. Nominalnya mahal jika ternyata peserta mengikuti pelatihan dengan paket komplit, apalagi jika memiliki kesempatan untuk berbicara langsung dengan pembicaranya. 

Berbeda dengan pelatihan yang ditawarkan oleh perusahaan. Di sini peserta tidak perlu membayar biaya apa-apa karena semuanya ditanggung oleh perusahaan. Mulai dari biaya pendaftaran, cetak sertifikasi, atau pelatihan lanjutan jika diperlukan.

Baca Juga: 10 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Inspeksi Alat Berat

Fasilitas Peserta Pelatihan Crane

Saat atau setelah mengikuti pelatihan, peserta akan mendapatkan fasilitas tertentu. Fasilitas tersebut, antara lain:

  • Sertifikat 
  • Kartu lisensi yang diterbitkan langsung oleh Kemenaker Republik Indonesia
  • E-sertifikat kehadiran 
  • Modul berisi materi yang dibahas selama pelatihan, sehingga bisa dibaca kembali oleh peserta
  • Souvenir pelatihan sebagai kenang-kenangan
  • Makan siang dan coffee break
  • Fasilitas tambahan sesuai kebijakan masing-masing lembaga pelatihan

Sertifikasi Menjadi Langkah Awal untuk Kemajuan Karir

Meningkatkan keterampilan dan kemampuan di dunia kerja sangat penting untuk kemajuan karir. Salah satunya dengan mengikuti pelatihan, baik yang dibiayai diri sendiri maupun perusahaan. Dari pelatihan seperti ini peserta akan mendapatkan ilmu seputar pekerjaan yang sangat berguna, dan pastinya akan sangat membantunya dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari.

Informasi tentang pelatihan crane biasa ditanyakan langsung kepada Human Resource di perusahaan atau cari tahu sendiri lewat internet maupun media sosial. Ada banyak lembaga atau organisasi yang mungkin mengadakan pelatihan, jadi luangkan waktu untuk mencari informasi terkini agar tidak kehabisan slot. Pastikan syarat dan ketentuan untuk mengikuti pelatihan sudah terpenuhi, jadi pelatihan bisa diikuti dengan lancar nantinya. 

Memiliki asuransi kesehatan karyawan untuk operator alat berat sangat penting untuk memastikan mereka terlindungi dari risiko kesehatan yang mungkin timbul di tempat kerja. Cermati Protect menawarkan produk asuransi kesehatan karyawan terbaik, yang dirancang khusus untuk melindungi operator alat berat dan petugas lapangan lainnya, sehingga mereka dapat bekerja dengan tenang dan aman. Pelajari selengkapnya dengan mengisi formulir dibawah ini!

Perbedaan Pengiriman Kargo dan Reguler

Perbedaan Pengiriman Kargo dan Reguler

Menentukan jenis pengiriman yang tepat menjadi langkah penting bagi pelaku usaha, baik skala kecil, menengah, dan besar. Terdapat dua jenis pengiriman yang ditawarkan oleh logistik, yaitu kargo dan reguler. Keduanya memiliki perbedaan, jadi pilihlah yang paling sesuai dengan kebutuhan. 

Pengiriman Kargo

Secara umum, pengiriman kargo adalah pengiriman dalam skala besar yang melibatkan barang dengan dimensi dan volume yang besar. Moda transportasi yang digunakan beranekaragam, yaitu darat, laut, dan udara. Untuk proyek pengiriman skala besar, kargo sering menggunakan bantuan kontainer atau transportasi muat lainnya agar barang bisa diantarkan dengan cepat kepada konsumen. 

Pengiriman Reguler

Pengiriman reguler adalah pilihan pengiriman skala kecil hingga menengah, seperti surat maupun paket yang berukuran kecil. Pada umumnya bisa menggunakan jenis layanan ekspres atau pos dengan jangka waktu pengiriman yang berbeda-beda. Tentunya, sesuai dengan perusahaan pengiriman yang dipilih di awal.

Baca Juga: Jenis-jenis, Kelebihan, Kekurangan, dan Alur Pengiriman Kargo

Perbedaan Pengiriman Kargo dan Reguler

Antara pengiriman kargo dan reguler tentu memiliki sejumlah perbedaan. Untuk lebih jelasnya akan dirangkum dalam 10 poin berikut ini.

PerbedaanKargoReguler
Ukuran dan BeratJenis-jenis barang yang dikirimkan via kargo, seperti kendaraan, mesin produksi, peralatan konstruksi, alat elektronik, dan barang dalam volume besar. Dengan ukuran dan jumlah yang besar, maka berat barang yang dikirimkan dengan kargo sudah pasti besar.Jenis barang untuk pengiriman reguler, seperti pakaian, aksesoris, sepatu, dan makanan. Jumlah barang yang dikirimkan terbatas, sehingga beratnya pun standar.

Kendaraan pengangkut yang digunakan berupa minivan, jadi lebih praktis dan efisien dalam proses pengantaran barang ke konsumen.
Jumlah BarangJumlah barang yang dikirimkan melalui kargo biasanya lebih sedikit, tapi ukurannya yang besar cukup memakan tempat. Dengan jumlah yang sedikit, maka lokasi pengiriman menjadi tunggal yaitu ke satu lokasi saja. 

Layanan ini biasa digunakan untuk perusahaan besar yang memiliki tingkat frekuensi pengiriman lebih rendah.
jumlah barang pada pengiriman reguler lebih banyak karena ukurannya yang kecil. Barang-barang ini tidak membutuhkan space yang besar, bahkan dapat ditumpuk dengan barang lain asal bukan barang yang lebih berat.

Jumlah barang yang banyak mengarahkan pengiriman reguler ke banyak lokasi dalam satu hari. Tapi, lokasi yang dituju biasanya sudah di-mapping terlebih dahulu agar proses pengantaran menjadi efektif.
Jenis Layanan PengirimanKarena muatan kargo lebih besar, maka konsumen seringkali menyertakan label khusus untuk pengiriman. Misalnya, label penanganan khusus, pengawasan, dan perencanaan pengiriman yang lebih rinci.Karena berfokus pada efisiensi, keandala dan kecepatan. Jadi, poin terpenting adalah barang sampai ke alamat konsumen dengan tepat waktu, sesuai estimasi yang sudah ditetapkan agar perusahaan logistik mendapatkan penilaian bagus.
Jangka Waktu PengirimanKompleksitas pada pengiriman kargo membuat jangka waktu pengirimannya menjadi lebih lama. Ditambah ada banyak dokumen yang perlu diurus, seperti surat jalan, perhitungan volume, dan lain sebagainya. Hal yang sangat wajar mengingat harga barang yang dikirim sangat mahal, jadi butuh perhatian khusus.Jangka waktu pengiriman reguler lebih singkat karena jarak tempuhnya lebih pendek. Alat transportasi yang digunakan fleksibel karena ukuran barang kecil.

Seandainya minivan tidak tersedia, maka logistik bisa mengirim barang menggunakan motor, sehingga barang sampai ke konsumen tepat waktu.
Ongkos KirimKargo yang membutuhkan penanganan khusus, muatan barang lebih besar, dan dengan pengawasan yang lebih ketat biasanya menghabiskan ongkir yang besar.

Apalagi jika wilayah pengiriman jauh dan susah dijangkau. Ongkir menjadi lebih mahal lagi jika pengiriman kargo disertai dengan layanan tambahan, seperti asuransi pengiriman dan produk.
Pengiriman reguler yang ongkirnya lebih terjangkau, bahkan bisa gratis jika konsumen berbelanja di e-commerce. Jaraknya juga relatif dekat ditambah lagi metode pengiriman bisa dilakukan secara massal. Maka untuk pengiriman barang berukuran kecil, sebaiknya pilih pengiriman reguler.
Jangkauan PengirimanPengiriman kargo menyediakan layanan kirim skala internasional. Maka layanan kargo sering digunakan oleh para pelaku usaha untuk membantu kelancaran bisnis.
Rute pengiriman kargo sering kali melewati banyak titik.

Bahkan tidak sedikit yang harus berganti moda transportasi, yaitu dari darat ke laut atau udara karena jalurnya sudah ditetapkan demikian.
Jangkauan pengiriman reguler terbatas. Meskipun layanan ini bisa digunakan untuk pengiriman internasional, tapi ongkirnya sangat mahal bahkan bisa melebihi harga barang itu sendiri. Maka pengiriman reguler banyak digunakan untuk wilayah lokal saja karena jauh lebih hemat.
Moda TransportasiPengiriman kargo biasanya menggunakan truk, kontainer, bahkan kereta api kargo untuk mengantar barang kepada konsumen. Setiap moda transportasi dilengkapi dengan alat muat yang canggih, sehingga proses penurunan barang menjadi mudah.Mode transportasi untuk pengiriman reguler lebih kecil. Untuk beberapa pengiriman kemungkinan menggunakan pesawat, apalagi untuk pengiriman beda pulau.

Namun di tujuan akhir, biasanya akan dibantu dengan minivan, bus, atau sepeda motor untuk dapatkan pengiriman tepat waktu.
Penanganan atau PemuatanPenanganan dalam kargo cenderung lebih rumit. Selain membutuhkan penanganan khusus, dibutuhkan juga peralatan khusus untuk pemuatan, seperti derek, forklift, dan alat berat lainnya.

Bantuan dari peralatan ini bertujuan untuk mengurangi risiko kerusakan. Jika menggunakan tenaga manusia, maka ada banyak tenaga yang dibutuhkan dan hasilnya belum tentu efektif.
Pengiriman reguler penanganannya jauh lebih sederhana. Pemuatan menggunakan trolley, transpalet, atau rak penyimpanan untuk memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lainnya. Menariknya lagi, ukuran alat ini relatif kecil, jadi tidak membutuhkan space yang besar saat ingin digunakan.
Frekuensi PengirimanPengiriman kargo memiliki frekuensi pengiriman yang lebih sedikit karena space yang dibutuhkan cukup luas hanya untuk menampung satu barang saja. Pengiriman tidak dilakukan setiap hari karena sebelum dikirimkan, ada beberapa prosedur yang diperlukan agar proses pengiriman lancar.Frekuensi pengiriman reguler lebih tinggi. Dalam satu ada ada ratusan bahkan ribuan barang yang bisa dikirimkan karena tidak ada prosedur khusus yang diperlukan.

Frekuensi pengiriman yang lebih besar ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pasar dan mendorong pelaku usaha agar mampu menyediakan stok barang secara terus-menerus. 
Kendala PengirimanTingkat kendala yang ditemui di pengiriman kargo relatif lebih sedikit. Paling hanya waktu pengiriman lebih lama karena perlu melalui sejumlah prosedur yang kompleks dan rumit. Bahkan jika ada dokumen yang kurang, maka proses pengiriman bisa dihentikan karena dianggap tidak memenuhi syarat.Tingkat kendala pengiriman reguler lebih banyak. Mulai dari waktu pengiriman lama, barang tidak sesuai pesanan, hingga barang tertukar karena bentuk dan ukuran paket yang cenderung sama dengan yang lainnya.

Makanya tim pengiriman perlu teliti saat mengantar barang agar tidak terjadi hal-hal yang merugikan pihak konsumen, penjual, dan logistik.

Baca Juga: Jenis-jenis Kargo dan Proses Penanganan Kargo Barang

Meminimalisir Risiko dengan Jasa Pengiriman Terpercaya

Mengirimkan barang menggunakan layanan kargo atau reguler memiliki plus minus. Pilih yang sesuai kebutuhan untuk hasil yang optimal. Jangan lupa sertakan asuransi yang dapat dibeli dari jasa pengiriman terpercaya untuk meminimalisir risiko selama proses pengiriman. 

Memiliki asuransi untuk melindungi barang selama proses pengiriman sangat penting untuk menghindari kerugian akibat kerusakan atau kehilangan. Cermati Protect menawarkan produk asuransi pengiriman dan logistik terbaik untuk memastikan barang Anda terlindungi dengan optimal selama dalam perjalanan. Pelajari selengkapnya dengan mengisi formulir dibawah ini!

Berapa Harga Sewa Excavator? Simak Di sini!

Berapa Harga Sewa Excavator? Simak Di sini!

Excavator merupakan salah satu jenis alat berat yang memudahkan proses penggalian. Alat ini terdiri dari berbagai model dan tipe yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan proyek yang sedang dikerjakan. Dengan kemampuan kerjanya yang tinggi, maka wajar jika excavator dibanderol dengan harga yang tinggi.

Untungnya, saat ini tersedia jasa penyewaan excavator di Jakarta. Besarnya biaya sewa tergantung jangka waktu penyewaan. Kira-kira, berapa estimasi sewa excavator?

Fungsi Excavator dalam Bidang Konstruksi

Sebelum membahas tentang biaya sewa, penting untuk mengetahui fungsi excavator terlebih dahulu. Ini bisa dijadikan bahan pertimbangan sebelum menyewa untuk meminimalisir kuantitas alat berat yang hendak disewa. Adapun fungsi excavator, di antaranya.

1. Menggali Material

Fungsi excavator yang pertama adalah menggali material, seperti tanah dan bebatuan. Kedalaman gali yang dapat dicapai adalah 65 meter. Tak heran jika excavator sangat diandalkan dalam proyek pertambangan.

2. Mengangkat Material

Selain menggali, excavator juga berfungsi untuk mengangkat material, baik yang ringan maupun berat. Material ini nantinya akan dibawa oleh bucket untuk dipindahkan ke dump truck. Setelah itu, material akan dibawa lagi ke tempat yang diinginkan. 

3. Menggusur Material

Fungsi excavator selanjutnya adalah menggusur material. Jika di area proyek banyak material atau puing-puing bekas proyek yang berserakan, maka material dapat dibersihkan menggunakan excavator. Dengan demikian, area proyek yang harus dijaga kebersihannya tetap bersih. 

4. Meratakan Material

Excavator juga mampu melakukan pekerjaan meratakan material. Fungsi ini sangat menguntungkan apabila medan proyek yang dilalui berbukit, kasar, dan tidak rata.  Dengan fungsi ini, maka area di sekitar bisa menjadi rata, sehingga mudah dilalui oleh alat berat lain. 

5. Menghancurkan Material

Fungsi yang terakhir adalah untuk menghancurkan material, seperti tumpukan tanah yang keras. Proses penghancuran ini biasa dilakukan di medan yang berbukit, sehingga permukaan di sekitarnya menjadi rata dan mudah dilalui oleh alat berat. 

Baca Juga: Spesifikasi Alat Berat Excavator dan Shovel

Cara Kerja Excavator

Excavator bekerja dengan mengulangi beberapa gerakan dari awal sampai akhir hingga pekerjaan proyek selesai. Adapun cara kerja excavator, antara lain:

SwingSwing adalah cara kerja di mana excavator dapat berputar sejauh 360 derajat. Komponen ini dilengkapi dengan motor diesel yang akan menggerakkan liver untuk membuka katup valve.
Traveling Left to RightCara kerja yang satu ini memungkinkan excavator untuk dapat bergerak secara leluasa, baik ke kiri, kanan, depan, maupun belakang. Dengan demikian, excavator dapat bermobilisasi lebih dari satu tempat. 
Arm In OutArm in out adalah salah satu cara kerja excavator. Gerakan ini berasal dari arm cylinder pada bagian arm. Tekanan yang terjadi pada bagian hidrolik menggerakkan arm cylinder untuk melakukan gerakan buka dan tutup.
Raise DownCara kerja yang terakhir adalah raise down. Seperti namanya, gerakan ini memungkinkan excavator untuk melakukan gerakan naik dan turun. 

Jenis-jenis Excavator

Setiap excavator hadir dengan fungsi masing-masing yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan proyek. Jenis-jenis excavator, antara lain.

1. Crawler Excavator

Dinamakan crawler karena alat ini dilengkapi dengan roda berantai di bagian kanan maupun kirinya. Roda berantai ini mirip seperti tank yang digunakan untuk berperang. Fungsinya untuk meratakan permukaan tanah yang berbukit, kasar, dan berlumpur.

Crawler excavator banyak digunakan untuk proyek pertambangan, pembuatan parit, dan landscape suatu tempat. Sayangnya, kinerja crawler excavator cukup lambat karena bobotnya yang besar. Jadi, waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu proyek menjadi lebih lama daripada saat menggunakan excavator jenis lain.

Berikut ini beberapa tipe crawler excavator, di antaranya:

  • Komatsu PC45MR-3
  • Komatsu PC210-10M0
  • ZAXIS series 7
  • Liebherr R920

2. Wheeled Excavator

Jenis excavator yang satu ini digerakkan menggunakan roda, bukan crawler. Rodanya terbuat dari bahan karet untuk meningkatkan daya cengkram saat excavator dioperasikan. Dengan penggunaan roda, maka kinerja wheeled excavator  menjadi lebih cepat dibandingkan crawler excavator. 

Jenis ini mampu bekerja di medan yang rata hingga keras dan tidak datar. Beberapa tipe wheeled excavator yang bisa dilirik, di antaranya:

  • Liebherr A924 Litronic
  • Komatsu PW 158-11
  • Komatsu PW148-10
  • Caterpillar M322D2

3. Suction Excavator

Ada juga jenis excavator yang dirancang untuk menggali material di medan yang mudah retak. Excavator ini banyak digunakan untuk pekerjaan bawah tanah, sehingga dapat memperkecil tingkat keretakan pada medan yang mudah retak tersebut.

Suction excavator atau excavator hisap ini memiliki pipa hisap berdiameter 30 cm. Pipa hisap dapat bekerja dengan water jet, sehingga mampu menghisap tanah atau puing-puing di bawah tanah dengan kecepatan hingga 320 km per jam. 

4. Dragline Excavator

Jika dibandingkan dengan tiga excavator di atas, dragline merupakan salah satu yang terbesar. Cara kerjanya juga berbeda karena yang satu ini menggunakan sistem tali kerekan yang dipasang pada bucket. Tali kerekan berfungsi untuk menurunkan dan menaikkan material pada bucket

Setelah bucket terisi penuh, maka dragline akan membantu menarik bucket ke arah kabin untuk dipindahkan ke tempat yang diinginkan. Berikut ini beberapa tipe dragline excavator, di antaranya:

  • Caterpillar 8000
  • Caterpillar 8200
  • Caterpillar 8750

5. Skid Steer Excavator

Jenis excavator yang satu ini biasa digunakan untuk menggali kolam dan membersihkan puing-puing yang ada di sekitar daerah proyek. Jenis ini sering digunakan pada area yang sempit dan sulit dijangkau. Skid steer excavator dilengkapi dengan boom dan bucket yang dapat menjangkau area yang luas. 

Salah satu kelemahan skid steer excavator adalah tidak cocok digunakan pada permukaan yang rata dan licin. Sedangkan pada permukaan yang tidak rata dan keras, alat ini justru dapat melakukan pekerjaannya secara maksimal.

Berikut ini beberapa tipe skid steer excavator, di antaranya:

  • Caterpillar 226B3
  • Caterpillar 242D3
  • Caterpillar 259D
  • Caterpillar 262D

6. Long Reach Excavator

Long reach excavator merupakan salah satu jenis yang paling cocok untuk area yang sempit dan sulit dijangkau. Excavator ini memiliki boom dan arm yang dapat diperpanjang sesuai kebutuhan proyek. Tapi, ada panjang maksimum yang bisa dijangkau, yaitu 30 meter. 

Alat ini dapat dipakai untuk menggali hingga kedalaman 30 meter. Tak heran jika alat ini sering ditemui pada proyek pengerukan di sungai maupun danau. 

Berikut ini beberapa tipe long reach excavator, di antaranya:

  • Caterpillar 340
  • Sany SY215C
  • Smart Hyundai R245LR

7. Mini Excavator

Sesuai namanya, excavator satu ini memiliki ukuran yang lebih kecil daripada excavator pada umumnya. Ukurannya yang kecil membuat bobotnya lebih ringan, sehingga excavator ini mudah dipindahkan sesuai keinginan. Meski demikian, jenis ini hanya dapat menangani bobot yang ringan saja karena kapasitasnya terbatas.

Berikut ini beberapa tipe mini excavator, di antaranya:

  • Komatsu PC45MR-3
  • Caterpillar 300.9D
  • Caterpillar 302 CR
  • Caterpillar 303 CR
  • Komatsu PC50
  • Komatsu PC65
  • KOmatsu PC75

Baca Juga: Mengenal Alat Berat Bucket Wheel Excavator

Harga Sewa Excavator

Untuk harga sewanya sendiri cukup beragam. Hal ini disesuaikan dengan jenis, tipe, dan jangka waktu pemakaian excavator. Berikut ini estimasi harga sewa excavator.

No.Tipe excavatorHarga sewaMinimal sewa
1Komatsu excavator mini PC50Rp165.000 / jam50 jam
2Komatsu excavator mini PC65Rp165.000 / jam50 jam
3Komatsu excavator mini PC75Rp250.000 / jam50 jam
4Komatsu excavator PC-200Rp165.000 / jam50 jam
5Caterpillar excavator mini 304ERp250.000 / jam50 jam
6Kobelco excavator mini SK50Rp250.000 / jam50 jam
7Hitachi excavator ZX200Rp250.000 / jam50 jam
8Kobelco excavator SK200Rp250.000 / jam50 jam
9Komatsu excavator PC-100Rp165.000 / jam50 jam
10Komatsu excavator long armRp285.000 / jam50 jam

Tentukan Durasi Penyewaan untuk Menghemat Budget

Itu dia penjelasan mengenai excavator lengkap dengan estimasi harga sewa beberapa jenis excavator. Mulai dari excavator mini hingga excavator biasa berukuran normal. Mengingat harga sewanya lumayan mahal, maka penting untuk menentukan durasi penyewaannya terlebih dahulu sebelum mengajukan sewa ke perusahaan penyewa.

Apalagi biaya yang mesti dikeluarkan untuk kebutuhan proyek kompleks, seperti biaya penyimpanan, perawatan, dan lain-lain. Jadi, pastikan masa penyewaan tidak terlalu singkat dan tidak terlalu lama agar biaya yang dikeluarkan tidak melebihi budget yang sudah ditentukan di awal. 

Memiliki asuransi untuk melindungi alat berat sangatlah penting guna mencegah kerugian besar akibat kerusakan atau kecelakaan. Cermati Protect menawarkan jenis produk asuransi umum terbaik untuk melindungi alat dan mesin berat Anda, memastikan investasi Anda tetap aman dan terlindungi. Pelajari selengkapnya dengan mengisi formulir dibawah ini!

10 Tips Agar Pelatihan K3 Berjalan Efektif

10 Tips Agar Pelatihan K3 Berjalan Efektif

Angka terjadinya kecelakaan kerja semakin meningkat seiring berjalannya waktu. Dilansir dari laman hse.gov.uk, ada lebih dari 200 orang dari 1.000.000 orang pekerja yang mengalami kecelakaan kerja setiap tahun. Kondisi ini diperburuk dengan penyakit yang menimpa pekerja karena gaya hidup masing-masing.

Mencegah meningkatnya angka kecelakaan kerja menjadi PR yang tidak boleh diabaikan oleh pengusaha. Mengadakan pelatihan K3 secara rutin menjadi salah satu upaya yang bisa dilakukan guna menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan sejahtera. 

Manfaat Pelatihan K3 Bagi Karyawan

Guna mencegah terjadinya kecelakaan kerja, perusahaan dapat mengadakan pelatihan K3 bagi karyawan. Pelatihan ini memiliki sejumlah manfaat, di antaranya.

1. Meningkatkan Kesadaran akan Pentingnya Keselamatan Kerja

Setiap karyawan yang mengikuti pelatihan K3 akan mendapatkan ilmu baru tentang pentingnya keselamatan kerja. Di dalamnya termasuk hal-hal apa saja yang perlu dilakukan untuk menghindari kecelakaan kerja. Ketika kecelakaan kerja minim terjadi, maka perusahaan akan diuntungkan secara material. 

2. Mengurangi Potensi Turnover di Perusahaan

Jika karyawan bisa bekerja dengan nyaman, maka tingkat turnover di perusahaan pun akan berkurang dengan sendirinya. Perusahaan tidak perlu bersusah payah untuk mencari pengganti karena karyawan betah bekerja. Juga bisa hemat karena tidak perlu menyiapkan budget untuk membayar kompensasi karyawan. 

3. Meningkatkan Produktivitas Kerja

Dengan melakukan pelatihan K3 secara rutin, maka tingkat produktivitas meningkat karena karyawan mampu memahami pekerjaannya dengan baik. Output yang dihasilkan pun positif di mana performa perusahaan mengalami peningkatan secara keseluruhan. Tidak ada lagi pekerjaan yang tertunda karena kecelakaan kerja. 

4. Meningkatkan Citra Perusahaan

Memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas menjadi salah satu impian karena sangat berpengaruh pada kinerja perusahaan. Pelatihan K3 secara tidak langsung dapat membantu mewujudkan hal ini. Dengan meningkatnya kualitas SDM, maka citra perusahaan di mata publik menjadi bertambah, sehingga perusahaan semakin dipercaya untuk melakukan usahanya. 

5. Menghemat Pengeluaran 

Selain mengeluarkan biaya untuk mengobati karyawan yang tertimpa kecelakaan kerja, perusahaan juga akan mengeluarkan biaya untuk memperbaiki mesin dan peralatan yang rusak. Namun, hal ini dapat dicegah lewat pelatihan K3, sehingga keuangan perusahaan terselamatkan. Yang menjadi PR adalah sering melakukan pengecekan agar mesin dan peralatan terpelihara dengan baik. 

Baca Juga: Seputar K3 Konstruksi, Mulai dari Pengertian Hingga Penerapannya

10 Tips Agar Pelatihan K3 Berjalan Efektif

Pelatihan K3 merupakan suatu keharusan bagi perusahaan yang ingin memaksimalkan kinerja para karyawan dan mewujudkan zero accident di tempat kerja. Agar pelatihan K3 menjadi efektif, berikut ini 10 tips yang bisa perusahaan terapkan.

1. Pelatihan K3 Dilakukan Secara Berulang

Ada beberapa karyawan yang mungkin masih kurang paham tentang materi pelatihan K3 yang diberikan sebelumnya. Bahkan ada satu atau dua orang yang tidak mengerti sama sekali. Untuk mengatasinya, perusahaan perlu mengadakan pelatihan selanjutnya agar pemahaman karyawan tentang keselamatan kerja menjadi optimal.

Setelah pelatihan, perhatikan bagaimana cara karyawan bekerja di lapangan. Apakah karyawan sudah menerapkan ilmu tentang keselamatan kerja atau belum?

2. Penyampaian Materi Harus Jelas

Materi yang disampaikan selama pelatihan harus jelas agar karyawan memahami informasinya dengan baik. Sebaiknya gunakan kata-kata yang mudah dimengerti. Bila perlu disertai dengan contoh agar karyawan memiliki gambaran yang jelas tentang pentingnya keselamatan kerja.

Untuk menguji tingkat pemahaman karyawan, sebaiknya minta salah satu karyawan untuk mengulangi materi yang disampaikan secara ringkas. Dari sini bisa dilihat sejauh mana karyawan memahami materi dan sebaiknya lakukan evaluasi sebelum mengadakan pelatihan K3 di kemudian hari.

3. Memberitahu Pentingnya Laporan

Pelatihan K3 bukan hanya sekedar untuk mengisi absen atau menunjukkan kepatuhan terhadap aturan yang dibuat oleh perusahaan. Tapi, untuk meningkatkan kesadaran karyawan akan pentingnya keselamatan kerja. Sebab, hal ini menyangkut keselamatan dan kelangsungan hidup banyak orang.

Salah satu informasi yang didapatkan dari pelatihan adalah tentang prosedur penyampaian laporan saat terjadi insiden atau kecelakaan kerja. Jadi begitu ada insiden, sebaiknya segera dilaporkan sebelum kondisi orang yang celaka semakin parah. Poin ini perlu ditegaskan secara berulang-ulang agar karyawan semakin peduli terhadap kondisi di lingkungan sekitar tempatnya bekerja. 

4. Melibatkan Para Ahli

Tips selanjutnya dalam melaksanakan pelatihan K3 adalah melibatkan para ahli sebagai konsultan atau instruktur dalam program pelatihan. Informasi yang disampaikan oleh ahli biasanya lebih mudah dimengerti karena sudah dikemas dengan bahasa yang sederhana.

Para ahli dapat berbagi pengalaman nyata sekaligus memberikan rekomendasi terhadap tata cara untuk menyelesaikan masalah keselamatan di lingkungan kerja. Alhasil, karyawan menjadi semangat dan tercerahkan setelah mengikuti pelatihan. 

5. Menjelaskan Dilengkapi dengan Contoh

Selain menimbulkan bosan, menyampaikan materi secara pasif menghalangi timbulnya komunikasi dua arah. Agar materi tersampaikan secara maksimal, sebaiknya gunakan alat bantu visual yang enak dipandang mata. Misalnya, video, gambar, atau ilustrasi yang berhubungan dengan materi.

Misalnya, jika berbicara mengenai pentingnya APD sebelum memulai pekerjaan. Maka tunjukkan dalam bentuk video tata cara menggunakan APD yang baik dan benar. Jadi, karyawan yang selama ini tidak memakai APD dengan tepat bisa mengetahui letak kesalahannya. 

6. Memberi Pengalaman Bermanfaat

Materi dalam pelatihan K3 tidak sebatas teori dan ilmu pengetahuan dasar semata. Pengalaman langsung yang bersifat nyata dapat diberikan dalam pelatihan untuk membantu meningkatkan pemahaman karyawan atas risiko dan konsekuensi yang muncul dari kelalaiannya, meski dalam hal kecil. 

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memberikan pengalaman bermanfaat, seperti melakukan simulasi, tes, latihan evakuasi, dan peran. Dengan demikian, karyawan bisa bertindak secara hati-hati setiap kali melakukan pekerjaan. 

7. Sampaikan Kebijakan Terbaru Lewat Pelatihan K3

Implementasi K3 di tempat kerja akan terus diubah jika ternyata kurang sesuai dengan hasil yang diharapkan. Perubahan ini dapat disampaikan lewat pelatihan K3 sebagai langkah untuk meningkatkan awareness karyawan terhadap kebijakan baru. Jadi, karyawan tidak lagi menggunakan kebijakan lama dalam melaksanakan pekerjaan.

Setiap informasi tentang perubahan yang disampaikan tentunya berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Pastikan semua karyawan mengetahuinya untuk menghindari adanya miskomunikasi yang dapat merugikan pihak tertentu. 

8. Menjalin Komunikasi yang Terbuka

Pelaksana, pembicara, maupun peserta yang mengikuti pelatihan K3 diharapkan dapat menjalin komunikasi secara terbuka selama pelatihan berlangsung. Berikan waktu kepada peserta pelatihan untuk bertanya terkait hal-hal yang belum dimengerti, sehingga komunikasi berjalan dua arah dan tidak terkesan monoton.

Di sisi lain, komunikasi yang terbuka dapat menjadi tolak ukur sejauh mana peserta sudah memahami isi materi yang disampaikan. Sejauh mana peserta care terhadap informasinya, sehingga banyak manfaat yang dipetik dari pelatihan yang dilaksanakan.

9. Siap Menerima Masukan

Meski sudah dirancang sebaik mungkin, bahkan menghadirkan pembicara yang berpengalaman, pelatihan K3 pasti memiliki sejumlah kekurangan. Untuk mengetahuinya, sediakan form penilaian dan bagikan kepada peserta sebelum pelatihan berakhir. Mintalah peserta untuk mengisi kesan, pesan, dan masukan untuk pelatihan selanjutnya.

Pastikan tim pelaksana mau menerima segala bentuk masukan. Bukan untuk mencecar, melainkan untuk bahan evaluasi di kemudian hari. Dengan begini, pelatihan-pelatihan selanjutnya bisa menjadi lebih baik dan efektif. 

10. Mengamati Respons Peserta Pelatihan K3

Tips terakhir agar pelatihan K3 bisa berjalan efektif adalah dengan mengamati respons peserta, baik dari mimik wajah maupun suara. Peserta yang memahami materi dengan baik biasanya menunjukkan respons mengangguk. Sedangkan peserta yang kurang paham merasa kebingungan. 

Jika sebagian besar dari respons tersebut adalah bentuk kebingungan, jangan ragu untuk menjelaskannya sekali lagi agar peserta betul-betul memahami apa yang disampaikan. Gunakan kata-kata yang mudah dicerna dan sederhana agar waktu yang dibutuhkan untuk memahami materi menjadi lebih singkat. 

Baca Juga: Mengenal Bahaya-bahaya di Tempat Kerja yang Perlu Diwaspadai

Percayakan Pelatihan K3 pada Organisasi Terpercaya

Itu dia manfaat dan tips agar pelatihan K3 berjalan efektif di tempat kerja. Cukup mudah, tapi tidak bisa dianggap sepele karena kesalahan kecil dalam menyusun rangkaian pelatihan berdampak pada kurang maksimalnya hasil yang didapatkan oleh peserta pelatihan. Maka dari itu, percayakan setiap event atau pelatihan kantor kepada organisasi atau lembaga terpercaya.

Anda bisa mencari tahu tentang organisasi tersebut lewat internet maupun media sosial. Luangkan waktu untuk membaca testimoni dari konsumen sebelumnya, jadi Anda tidak salah memilih organisasi untuk mendorong kesadaran karyawan akan pentingnya keselamatan kerja. Ibaratnya apa yang dibayar, itu juga yang didapatkan.

Melindungi karyawan dari berbagai risiko adalah aspek penting dalam menjaga produktivitas dan kesejahteraan di tempat kerja. Risiko kesehatan, kecelakaan, dan penyakit dapat berdampak signifikan pada kinerja dan kesejahteraan karyawan. Oleh karena itu, menyediakan asuransi kesehatan yang komprehensif merupakan investasi penting bagi perusahaan.

Cermati Protect menawarkan asuransi kesehatan karyawan terbaik, yang dirancang untuk memberikan perlindungan maksimal terhadap berbagai risiko kesehatan. Dengan asuransi kesehatan yang tepat, karyawan dapat bekerja dengan lebih tenang dan produktif, sementara perusahaan juga dapat menjaga stabilitas dan efisiensi operasionalnya. Untuk mengetahui informasi selengkapnya silahkan mengisi formulir dibawah ini!

8 Komponen Alat Berat yang Wajib Diservis

8 Komponen Alat Berat yang Wajib Diservis

Menyelesaikan proyek konstruksi dan pertambangan semakin mudah dengan bantuan alat berat. Kini alat berat hadir dalam berbagai jenis yang dilengkapi dengan teknologi canggih, sehingga fungsinya menjadi optimal. Ini memungkinkan proyek dapat diselesaikan dalam waktu yang lebih cepat daripada waktu yang diprediksi sebelumnya.

Fungsi yang optimal bisa didapatkan apabila komponen alat berat rajin diservis. Untuk servisnya sendiri akan disesuaikan dengan jenis dan kondisi alat berat itu sendiri. Jadi, setiap alat berat mendapatkan servis yang berbeda-beda. 

8 Komponen Alat Berat yang Wajib Diservis

Dari sekian banyak komponen alat berat, terdapat 8 jenis komponen yang wajib diperiksa dan diservis secara rutin karena memiliki tugas yang krusial dalam mendukung kinerja alat berat. Komponen-komponen tersebut, antara lain.

Oli Mesin dan Filter OliOli berfungsi sebagai pelumas mesin, sehingga proses pembakaran berlangsung sempurna. Idealnya, oli mesin alat berat perlu diganti setiap 250 jam sekali. Selain oli mesin, filter oli pun perlu diganti agar komponen ini mampu menyaring dengan optimal.
Filter ACFilter AC yang kotor atau berdebu menyebabkan kinerja AC menjadi terganggu. Akibatnya, mesin alat berat berpotensi mengalami overheat atau panas berlebihan. Maka dari itu, komponen ini perlu dibersihkan secara berkala agar AC dapat menyebarkan udara dingin ke komponen mesin yang sedang bekerja.
Filter UdaraKomponen selanjutnya adalah filter udara. Servis atau penggantian filter udara perlu dilakukan setiap 500 jam penggunaan untuk primer filter, dan 1.000 jam penggunaan untuk secondary filter. Dengan servis dan penggantian secara berkala, proses pembakaran menjadi sempurna dan konsumsi bahan bakar lebih hemat.
AkiSalah satu tanda jika aki mesin perlu diganti atau diservis adalah sistem alarm mati saat kendaraan dihidupkan. Selain itu, dashboard kendaraan pun menjadi sulit menyala saat kendaraan ingin dihidupkan. Jika sudah demikian, sebaiknya bawalan alat berat ke dealer untuk mendapat pemeriksaan lebih lanjut.
Kanvas KoplingKondisi jalanan yang tidak rata atau rusak menyebabkan kanvas kopling menjadi tipis. Penipisan kanvas kopling dapat diketahui dari munculnya bau gosong saat menyalakan mesin. Terjadinya penipisan disebabkan karena terlalu sering terkena gesekan clutch disc.
Kanvas RemKanvas rem mempunyai peranan yang cukup krusial pada mesin alat berat karena menyangkut keselamatan saat berkendara. Pengereman yang berkualitas bisa didapatkan jika kanvas rem berfungsi dengan baik. Jika komponen ini mulai menipis, sebaiknya segera diganti untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
LampuSeperti yang diketahui, lampu berfungsi untuk penerangan saat mengoperasikan alat berat. Mengingat fungsinya cukup krusial, maka komponen ini perlu mendapatkan perhatian khusus, terutama jika intensitas penggunaan alat berat tinggi. Servis atau penggantian lampu dapat dilakukan sekali dalam 1 tahun atau 1,5 tahun.
BanKomponen terakhir adalah ban alat, terutama jika alat berat sering melalui jalan yang rusak. Adanya gesekan saat menempuh jalanan membuat tekstur ban menjadi menipis. Sebelum muncul risiko, sebaiknya periksa bagian ban secara berkala dan segera ganti bila diperlukan.

Baca Juga: Jenis Alat Berat Untuk Konstruksi Jalan, Ada Apa Saja?

7 Tips Saat Servis Alat Berat

Servis adalah hal yang wajib dilakukan untuk menjaga agar mesin alat berat terawat dengan baik. Agar servis menjadi maksimal, lakukan 7 tips berikut saat servis mesin berat. 

1. Mengetahui Usia Alat Berat

Tips pertama servis mesin berat adalah mengetahui usia mesinnya terlebih dahulu. Semakin tua usia mesin, maka semakin sering servis dibutuhkan untuk menjaga performanya tetap optimal. Selain itu, faktor usia akan memudahkan Anda untuk mengetahui banyaknya pemeliharaan yang diperlukan mesin tersebut. 

Dari sini, Anda bisa memperhitungkan besaran biaya yang diperlukan untuk melakukan servis saat ini maupun di masa mendatang. Berapa pun biaya yang dikeluarkan nanti, Anda tidak kaget karena nominalnya sesuai dengan yang sudah diperhitungkan sebelumnya. 

2. Mengetahui Sejarah Mesin

Servis yang dibutuhkan mesin alat berat berbeda-beda, tergantung kondisi dan sejarah penggunaan mesin itu sendiri. Apakah mesinnya dirawat dengan baik? Apakah alat berat digunakan secara bertanggung jawab?

Jika sejarah penggunaannya baik, maka potensi kerusakan pada mesin sangatlah kecil. Anda bisa mengecek bagian body atau komponen, seperti kaki-kaki mesin untuk mengetahui sejarah penggunaan mesin alat berat. Jika bagian-bagian ini mengalami kerusakan yang parah, berarti mesin memiliki sejarah penggunaan yang kurang baik atau sering dioperasikan dengan jam kerja berlebihan. 

3. Memeriksa Bagian Fluid

Sebelum melakukan servis kecil atau besar, sebaiknya luangkan waktu untuk memperhatikan komponen mesin bagian dalam. Mengevaluasi kondisi mesin, seperti oli, transmisi, hidrolik, dan cairan pendingin perlu dilakukan untuk mengetahui jenis perawatan yang dibutuhkan mesin saat ini. Jika cairan kotor mendominasi bagian mesin, itu artinya alat berat tidak dirawat dengan baik dan benar. 

Hal yang lebih parah lagi jika mesin berisi air, sistem coolant bergelembung, dan warna oli keruh. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan serius dan membuat biaya perbaikan menjadi lebih mahal. Maka dari itu, periksa bagian fluid secara rutin agar hal-hal yang tidak diinginkan dapat segera diantisipasi. 

4. Memperhatikan Knalpot Mesin

Sebelum melakukan servis mesin berat, jangan lupa untuk memperhatikan knalpot mesin terlebih dahulu. Jika muncul suara atau getaran yang tidak lazim saat mesin dinyalakan, ini menjadi pertanda bahwa ada kerusakan pada knalpot mesin. 

Gejala kerusakan lainnya dapat dikenali lewat warna asap yang muncul saat menyalakan mesin, seperti:

  • Asap putih : adalah pertanda bahwa kepala gasket terbuka karena cairan, seperti coolant dan air menyebar di dalam oli 
  • Asap hitam : adalah tanda bahwa penyaringan tidak baik karena campuran udara dan bahan bakar di dalam mesin tidak berjalan sempurna
  • Asap biru : adalah tanda bahwa mesin mengalami overheat karena ring rusak atau seal valve kendor

5. Memeriksa Bagian Kabin

Kondisi kabin menunjukkan bagaimana mesin alat berat dirawat. Jika stick, pedal, dashboard, roda, dan gigi berfungsi dengan baik, itu artinya alat berat dirawat dengan sangat baik. Jika tidak, maka mesin kurang atau tidak dirawat sama sekali.

Kabin yang kurang mendapatkan perawatan perlu diservis untuk mengembalikan fungsi komponen yang ada di dalamnya. Hal ini akan meningkatkan kenyamanan operator saat mengoperasikan alat berat. Alhasil, operator dapat bekerja produktif untuk membantu menyelesaikan proyek yang sedang berjalan. 

6. Memperhatikan Tanda Peringatan Keausan

Kinerja alat berat yang sudah tua tidak sama dengan alat berat yang masih baru. Alat berat yang tua cenderung mengalami keausan yang akhirnya menyebabkan downtime. Maka dari itu, jangan lupa untuk memeriksa tanda peringatan keausan dan bagian-bagian alat berat, seperti bagian depan, belakang, undercarriage, hingga samping.

Adapun tanda-tanda peringatan keausan, di antaranya:

  • Coolant berada di dalam oli, dan sebaliknya
  • Mesin sulit dinyalakan
  • Sistem overheat
  • Pin yang terdapat pada undercarriage menjadi longgar
  • Terdapat kebocoran pada bagian oli
  • Mesin berasap
  • Kerusakan struktural

7. Melakukan Dokumentasi

Sebelum atau setelah melakukan servis, jangan lupa untuk mendokumentasikan hasilnya. Dokumentasi tidak hanya berupa hasil akhir dari servis, tapi juga catatan servis alat berat yang dilakukan oleh dealer secara lengkap. Dari dokumen ini, Anda dapat mengetahui bagian-bagian yang mengalami kerusakan, diperbaiki, atau diganti. 

Setelah itu, periksa bagian yang diservis, khususnya bagian mesin, hodrolik, dan suspensi. Hasil dokumentasi dapat dijadikan sebagai informasi tambahan yang menunjukkan kondisi alat berat yang sesungguhnya saat melakukan servis di masa mendatang. Jika ternyata bagian yang diservis terus-menerus sama, Anda dapat mempertimbangkan untuk mengganti bagian tersebut untuk menghemat biaya servis dalam jangka panjang. 

Baca Juga: Daftar Perusahaan Kontraktor Terbesar di Tanah Air

Percayakan Alat Berat pada Dealer Terpercaya

Menjaga performa mesin merupakan hal yang wajib dilakukan oleh pemilik atau penyewa alat berat, sehingga alat tersebut dapat bekerja secara optimal untuk menyelesaikan proyek yang berlangsung. Menjaga mesin dapat dilakukan dengan melakukan servis rutin pada setiap komponen alat berat. Mulai dari komponen yang memiliki peranan krusial, hingga komponen kecil yang fungsinya untuk menunjang komponen utama. 

Melindungi investasi berharga Anda dalam alat berat adalah suatu keharusan. Dengan mengajukan asuransi alat berat melalui Cermati Protect, Anda mendapatkan perlindungan menyeluruh untuk meminimalkan risiko kerugian, sebagai upaya tambahan dalam memastikan pemeliharaan alat berat yang optimal. Dapatkan informasi selengkapnya seputar asuransi alat berat di Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah ini!

5 Peran Safety Inspector Dalam Menjalankan Operasi Industri

5 Peran Safety Inspector Dalam Menjalankan Operasi Industri

Keselamatan kerja sejatinya dapat terwujud dengan menetapkan standar keselamatan industri. Standar ini berisi panduan, aturan, dan batasan yang ditetapkan oleh perusahaan mengenai cara kerja karyawan. Alhasil kecelakaan kerja, cedera, dan kerusakan yang dapat merugikan berbagai pihak pun dapat digantikan dengan peningkatan produktivitas dan efisiensi kerja.

Standar keselamatan kerja wajib dipatuhi. Tidak hanya oleh perusahaan, tapi juga oleh seluruh pekerja untuk menghindari konsekuensi hukum. Adanya standar seperti ini menjadi langkah awal untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat secara berkelanjutan. 

Contoh Standar Keselamatan Industri yang Umum

Setiap perusahaan memiliki standar keselamatan di industri masing-masing. Tapi, berikut ini tiga contoh standar keselamatan industri yang umum diterapkan di berbagai perusahaan.

Occupational Safety and Health Administration (OSHA)OSHA merupakan salah satu organisasi asal Amerika Serikat yang memiliki tugas untuk mengatur keselamatan dan kesehatan kerja. Organisasi ini menetapkan standar keselamatan dan kesehatan di berbagai industri di Amerika Serikat. Dengan tujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat, sehingga tidak menimbulkan efek negatif terhadap para pekerja.

Adanya OSHA diharapkan membantu mengurangi potensi terjadinya penyakit dan angka kematian, serta mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan di tempat kerja. Kontribusi yang diberikan OSHA dipercaya memberikan dampak positif di negara Paman Sam. 
International Organization for Standardization (ISO)ISO merupakan salah satu organisasi non-pemerintahan yang ikut berkontribusi dalam menerapkan standar keselamatan industri. Organisasi ini tidak hanya menerbitkan, tapi juga mengembangkan standar internasional di dunia kerja. Tentunya, sesuai dengan aturan dan kondisi yang ada di negara bersangkutan.

Standar yang ditetapkan oleh ISO diakui secara global. Isinya mencakup berbagai bidang industri, berupa keselamatan, kesehatan, manajemen lingkungan, teknologi, pangan, hingga manajemen kualitas. Standar yang diterbitkan oleh ISO dapat diadopsi oleh suatu perusahaan secara sukarela untuk m
National Fire Protection Association (NFPA)NFPA merupakan organisasi swadaya di Amerika Serikat yang memiliki tugas untuk meningkatkan keselamatan dari peristiwa kebakaran. Jadi, fokusnya adalah tentang upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran. 

Standar yang ditetapkan oleh NFPA telah diadopsi oleh berbagai negara di seluruh dunia. Dengan standar ini, angka kebakaran yang terjadi di seluruh dunia dihadapkan berkurang guna meningkatkan keamanan selama bekerja. 

Baca Juga: 9 Jenis Alat Pelindung Diri dan Keselamatan Kerja

6 Peran Safety Inspector

Safety inspector memiliki lima peran di tempat kerja, di antaranya.

1. Melakukan Inspeksi Secara Rutin

Safety inspector bertugas untuk melakukan inspeksi secara rutin di tempat kerja. Tujuannya untuk mengidentifikasi potensi dan kondisi yang membahayakan para pekerja. Mulai dari kecelakaan kerja hingga gangguan yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan kerja.

Pemeriksaan juga dilakukan pada fasilitas industri, seperti kendaraan atau alat berat untuk memastikan bahwa semuanya dalam kondisi baik-baik saja. Jika tidak, maka safety inspector wajib melarang penggunaan fasilitas atau alat-alat tersebut agar tidak ada pihak manapun yang dirugikan. 

2. Menginvestigasi Kecelakaan

 Investigasi perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya potensi kecelakaan kerja yang sering kali menimpa para pekerja di masa mendatang. Selain itu, investigasi juga bertujuan untuk mencari tahu penyebab terjadinya kecelakaan. Dengan begini, upaya pencegahan pun bisa dilakukan agar kejadian yang sama tidak terulang untuk kedua kalinya. 

Seperti yang diketahui, kecelakaan kerja tidak hanya merugikan secara finansial, tapi juga mental. Adanya kecelakaan dapat memperlambat pekerjaan, sehingga waktu penyelesaiannya menjadi lebih lama.

3. Mengidentifikasi Pelanggaran Kerja

Salah satu penyebab kecelakaan kerja adalah karena kurangnya kesadaran pekerja akan pentingnya menggunakan alat-alat keselamatan kerja. Masih ada alasan lain yang menjadi penyebabnya. Inilah yang harus diidentifikasi oleh seorang safety inspector.

Setelah diidentifikasi, safety inspector akan mencari solusi atas pelanggaran yang terjadi. Solusi ini tidak selamanya berhubungan dengan pembuatan aturan baru, tapi bisa juga memperbaiki aturan atau standar yang ada agar implementasinya menjadi lebih bagus lagi di masa depan.

4. Membuat Program Pendukung Keselamatan Kerja

Peran selanjutnya adalah membuat program pendukung keselamatan kerja. Program yang dibuat harus memiliki indikator yang sesuai dengan ketentuan perusahaan. Misalnya, dengan membuat upaya preventif dan koreksi pada standar yang sudah ada.

Upaya preventif bertujuan sebagai bentuk pencegahan terhadap kecelakaan kerja. Sedangkan upaya koreksi untuk menindaklanjuti aturan yang sudah ada, lalu memperbaikinya menjadi lebih bagus lagi. Program ini sebaiknya dibarengi dengan mengadakan pelatihan, sehingga safety inspector tahu sejauh mana keberhasilan program yang dibuat atau di koreksinya. 

5. Dokumentasi Implementasi Keselamatan Kerja

Pelaksanaan keselamatan industri dapat didokumentasikan oleh safety inspector untuk melihat pengaruhnya terhadap kinerja pekerja. Semua dokumentasi disimpan dan dikelola dengan baik sebagai bentuk pertanggungjawaban kinerja safety inspector kepada manajemen. 

Meski terlihat sepele, tapi dokumentasi merupakan salah satu kelengkapan administrasi yang tidak boleh diremehkan. Maka, safety inspector wajib memastikan semuanya tersimpan dengan baik selama bekerja di perusahaan yang bersangkutan.

6. Memberikan Penyuluhan dan Pelatihan

Safety inspector berhak menilai kepatuhan perusahaan atas standar keselamatan industri yang berlaku. Standar ini harus diikuti dengan benar karena secara tidak langsung berpengaruh pada citra perusahaan.

Safety inspector pun berhak mengusulkan adanya penyuluhan dan pelatihan bagi karyawan untuk meningkatkan awareness akan pentingnya keselamatan kerja. Jadi, tidak ada lagi karyawan yang melanggar standar ini di kemudian hari.

Baca Juga: Mengenal Bahaya-bahaya di Tempat Kerja yang Perlu Diwaspadai

7 Keterampilan yang Wajib Dimiliki Safety Inspector

Untuk memudahkan pekerjaan, ada 7 jenis keterampilan yang wajib dimiliki oleh seorang safety inspector. Keterampilan tersebut, di antaranya.

1. Ilmu tentang Regulasi Keselamatan

Seorang inspektor keselamatan harus memiliki pengetahuan dasar tentang regulasi keselamatan. Misalnya, mengetahui aturan keamanan dan keselamatan kerja, cara mencegah kebakaran, dan perlindungan terhadap pekerja. Pemahaman yang kuat memudahkannya untuk mengidentifikasi tingkat kepatuhan perusahaan akan keselamatan kerja. 

2. Kemampuan Inspeksi yang Baik

Namanya inspektor, pasti harus memiliki kemampuan inspeksi yang baik untuk mendeteksi potensi bahaya atau pelanggaran yang membahayakan keselamatan. Terdapat dua hal yang perlu dilakukan dalam melakukan inspeksi, yaitu:

  • Observasi secara cermat di lingkungan kerja untuk mengetahui adanya kondisi yang mengindikasikan ketidakamanan 
  • Menganalisis situasi secara efektif untuk mengurangi risiko kecelakaan yang mungkin terjadi di tempat kerja

3. Analisis Risiko

Seorang safety inspector juga harus memiliki kemampuan analisis risiko yang baik. Tujuannya untuk memudahkan proses identifikasi dan evaluasi terhadap hal-hal yang dapat merugikan pihak yang terlibat di dalam melaksanakan pekerjaan. Kemampuan ini juga berguna untuk mengenali, mengukur, dan merancang upaya preventif terhadap risiko yang muncul.

4. Keterampilan Administratif

Kegiatan mengelola, melaporkan, dan menyimpan dokumen merupakan keterampilan administratif yang juga harus dimiliki oleh seorang inspektor keselamatan. Keterampilan ini akan membantunya untuk mengelola informasi dengan baik, sehingga tugas-tugasnya menjadi terorganisir. 

5. Pemahaman tentang Ergonomi

Tujuannya untuk memberikan saran atau rekomendasi terkait standar keselamatan kerja yang sudah diimplementasikan sesuai prinsip ergonomi. Jika ada yang perlu diperbaiki, maka inspektor keselamatan bisa memberikan saran kepada manajemen perusahaan. Dengan begini, pelanggaran tidak terjadi berulang kali dan penggunaan alat kerja tidak ergonomis menjadi berkurang. 

6. Komunikasi yang Baik

Kemampuan komunikasi membantu para inspektor keselamatan untuk menyampaikan informasi dengan baik dan benar. Tidak hanya kepada manajemen, tapi juga kepada pekerja menggunakan bahasa yang mudah dipahami.

7. Manajemen Waktu

Ada banyak tugas yang perlu dilakukan oleh inspektor keselamatan. Agar semuanya dapat dilaksanakan dengan baik, mereka harus dibekali kemampuan manajemen waktu agar tidak ada waktu yang terbuang sia-sia. Jadi, tugas dapat disusun sesuai skala prioritas untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja. 

Baca Juga: Apa Itu K3? Pengertian, Tujuan, Prinsip, dan Ruang Lingkup

Patuhi Standar Keselamatan Kerja dari Sekarang

Keselamatan kerja adalah salah satu hal krusial yang penting untuk diperhatikan karena berkaitan dengan nyawa dan keamanan pekerja, lingkungan, hingga masyarakat secara keseluruhan. Dengan mengikuti standar yang ada, maka perusahaan telah ikut berkontribusi dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman, produktif, dan berkelanjutan. Semoga bermanfaat!

Asuransi kesehatan karyawan memiliki peran penting dalam industri bisnis, tidak hanya untuk melindungi kesehatan dan kesejahteraan karyawan, tetapi juga untuk menjaga produktivitas dan keberlangsungan operasional perusahaan. Dalam situasi yang tidak terduga, seperti kecelakaan atau penyakit, asuransi kesehatan dapat memberikan akses cepat ke perawatan medis yang diperlukan tanpa membebani keuangan karyawan.

Cermati Protect menawarkan produk asuransi kesehatan karyawan terbaik dengan manfaat yang komprehensif dan layanan yang andal, memberikan kepastian bagi perusahaan dan karyawan dalam menjaga kesehatan mereka. Untuk informasi selengkapnya bisa mengisi formulir dibawah ini!

Cara Packing Barang Sesuai Jenisnya Biar Tetap Aman

Cara Packing Barang Sesuai Jenisnya Biar Tetap Aman

Packing merupakan salah satu bagian yang menyenangkan dalam bisnis online. Packing adalah kegiatan membungkus barang yang dilakukan oleh penjual sebelum barang dikirim kepada pembeli. Packing dapat menggunakan plastik, kardus, kayu, bubble wrap, dan styrofoam

Serapi apapun barang dikemas, terkadang barang bisa saja rusak ketika sampai ke tangan pembeli. Hal ini biasanya disebabkan karena proses pengiriman yang kurang baik, di mana petugas asal lempar saja saat proses pemuatan. Lantas, bagaimana cara mencegahnya?

Cara Packing Barang Sesuai Jenisnya

1. Hindari Barang yang Mudah Rusak

Pengiriman menggunakan jasa ekspedisi ditujukan untuk barang yang tidak mudah rusak. Sebut saja pakaian, sepatu, dan tas. Jadi, dapat dipastikan bahwa barang tersebut aman selama proses pengiriman ke alamat pembeli. 

Untuk barang-barang yang mudah rusak, seperti makanan yang cepat basi dan peralatan pecah belah sebaiknya tidak dikirimkan menggunakan ekspedisi. Barang ini rentan rusak selama pengiriman. Kamu bisa beralih ke jasa kirim yang lebih cepat, seperti Gosend atau Grab Send dengan layanan instan atau same day

2. Gunakan Pelindung Barang

Pilihlah kemasan yang baik untuk mencegah kerusakan saat pengiriman berlangsung. Misalnya, kemasan yang sudah dilapisi dengan bubble wrap, pelindung kayu, maupun strapping band. Pelindung ini digunakan untuk melapisi barang sebelum akhirnya dibungkus menggunakan kardus atau plastik.

Pelindung barang sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing barang yang akan dikirimkan. Untuk barang yang tidak mudah rusak, seperti pakaian dan sepatu tidak perlu dilapisi oleh pelindung. Cukup dengan pengemasan yang rapi dan padat saja, barang dipastikan aman selama pengiriman. 

3. Pisahkan Barang Berdasarkan Ukuran

Jika barang yang ingin dikirimkan terdiri dari ukuran yang berbeda-beda, sebaiknya pisahkan terlebih dahulu barangnya. Misalnya, antara barang yang kecil digabungkan dengan barang kecil. Sedangkan barang berukuran besar dengan yang ukurannya besar pula.

Pemisahan ini ditujukan untuk menghindari adanya kerusakan akibat benturan yang terjadi dalam proses pengiriman. Selain itu, pemisahan juga akan memudahkan pembeli untuk mengenali barang yang sudah dibelinya. 

4. Lindungi Sudut Kemasan

Cara packing selanjutnya adalah melindungi sudut kemasan. Bagian ini cukup rentan rusak karena sering berbenturan dengan barang lain. Selain itu, perlindungan ditujukan untuk meminimalisir adanya sobekan yang ada di bagian kiri maupun kanan paket. 

Sudut kemasan dapat dilindungi menggunakan lakban berwarna cokelat atau hitam. Dua jenis lakban ini memiliki tingkat perekat yang lebih tinggi dibandingkan lakban berwarna putih. Jadi, dipastikan lebih aman untuk melindungi sudut kemasan. 

5. Gunakan Tanda Peringatan

Barang yang sudah dikemas sedemikian rupa terkadang bisa rusak akibat kelalaian petugas ekspedisi saat melakukan bongkar muatan barang. Untuk mengantisipasi hal ini, kamu bisa tambahkan tanda peringatan pada kemasan. Misalnya, dengan menempel stiker fragile pada kemasan.

Stiker ini adalah suatu tanda bahwa barang yang dikirimkan mudah rusak atau pecah. Jadi, petugas lebih berhati-hati saat memindahkan barang. Jika ternyata kerusakan tersebut adalah kelalaian pihak ekspedisi, maka pembeli dapat meminta ganti rugi asal barang sudah dilengkapi dengan asuransi pengiriman. 

6. Periksa Paket Pra Pengiriman

Cara yang terakhir adalah memeriksa paket pra pengiriman. Pastikan barang sudah dikemas dengan rapi tanpa ada celah sedikit pun, sehingga barangnya tidak berbenturan. Jangan ragu untuk lakban ulang jika ternyata pembungkusan paket masih belum rapi.

Untuk memaksimalkan perlindungan barang, kamu bisa memasukkan barang ke dalam plastik anti bocor. Jika ada cairan yang mengenai kemasan, maka isinya sama sekali tidak rusak alias aman. Jadi, pembeli menerima barang dalam kondisi baik sama seperti saat dikirimkan oleh penjual untuk pertama kalinya. 

7. Serahkan ke Ekspedisi Terpercaya

Selesai mengemas barang, maka tahap selanjutnya adalah menyerahkan barang tersebut ke pihak ekspedisi. Pastikan kamu sudah mengetahui salah satu nama perusahaan ekspedisi terpercaya di sekitar tempat tinggal. Jadi setiap kali ada keperluan pengiriman, kamu bisa menghubungi pihak ekspedisi yang bersangkutan. 

Terpercaya atau tidaknya sebuah ekspedisi sangat tergantung pada jenis layanan yang ditawarkan dan bagaimana cara customer service melayani keluhan pelanggan. Jika testimoni dari ekspedisi tersebut baik, kamu dapat mencoba menggunakannya untuk kebutuhan bisnis. Jika tidak, silakan cari ekspedisi lain yang sesuai dengan kriteria, kebutuhan bisnis, dan budget yang dimiliki oleh perusahaan. 

Baca Juga: 5 Pilihan Asuransi Pengiriman Terbaik di Indonesia

10 Ketentuan Dalam Packing Barang

Barang dapat terkirim dengan aman asalkan penjual memenuhi ketentuan dalam packing barang. Ada 10 ketentuan yang harus dipenuhi, di antaranya.

1. Menggunakan Lakban Khusus

Beberapa pembeli ingin agar paket yang dikirimkan kepadanya mewakili merek mereka sendiri. Di sini kamu bisa menggunakan lakban khusus untuk menambahkan desain apa saja yang diinginkan. Kamu bisa sesuaikan dengan permintaan pembeli, sehingga barang yang dibeli terkesan spesial. 

2. Barang yang Bernilai Tinggi

Jika barang yang akan dikirimkan bernilai tinggi, seperti jam tangan dan perhiasan, maka kamu perlu menambahkan perlindungan ekstra. Misalnya, bubble wrap berlapis dan penggunaan simbol fragile. Pastikan pula barang dikemas dengan rapi untuk menghindari adanya barang yang hilang selama proses pengiriman. 

3. Dimensi Barang

Dimensi atau ukuran barang sangat berkaitan dengan besar kecilnya ruangan yang dibutuhkan untuk mengemas barang tersebut. Sebaiknya pisahkan antara barang yang dimensinya besar dan kecil untuk memudahkan proses pengemasan. Selain itu, pastikan bahwa kemasannya padat untuk menghindari guncangan yang dapat merusak barang saat pengiriman. 

4. Kemasan Off The Shelf

Bagi yang tidak memerlukan paket khusus, bisa memilih kemasan off the shelf. Kemasan ini tersedia dalam berbagai ukuran yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengemasan. Pastikan kamu punya semua ukurannya agar barang dapat dikemas menggunakan packing yang sesuai. 

5. Pengiriman Terisolasi

Tidak dapat dipungkiri, barang yang akan dikirim kepada pembeli terkadang sering kali tergolong sebagai barang yang mudah rusak atau rentan terhadap perubahan suhu. Barang seperti ini dapat dikirimkan menggunakan wadah yang sudah terisolasi. Tujuannya untuk memastikan barang aman sampai tujuan, khususnya untuk pengiriman yang jauh atau luar kota. 

6. Optimasi Paket

Ketentuan selanjutnya adalah dari segi optimasi paket. Hal ini bertujuan untuk menghemat pengeluaran dan menjaga kelestarian lingkungan sekitar.

7. Gunakan Kemasan yang Sustainable

Penggunaan sustainable packaging sangat marak akhir-akhir ini seiring dengan meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar. Tak heran jika perusahaan menawarkan kemasan yang sustainable atau ramah lingkungan untuk menghindari kerusakan yang lebih parah. Kemasan ini biasanya terbuat dari bahan daur ulang, sehingga mengurangi penggunaan dan produksi sampah plastik di lingkungan. 

8. Gunakan Label 

Jangan lupa untuk menyertakan label tertentu pada paket yang akan dikirimkan kepada pembeli. Label ini berisi informasi seputar jenis barang, berat, kuantitas, dimensi, alamat pengiriman, hingga nama pembeli. Label disesuaikan dengan ketentuan pengiriman, terutama untuk pengiriman internasional agar barang tidak ditahan saat proses transit atau bongkar muatan. 

9. Pertimbangkan Mock Up

Mock up adalah salah satu ketentuan yang berfungsi untuk menguji integritas material dan memastikan bahwa barang tahan terhadap guncangan pengiriman. Ketentuan ini sering ditemukan pada produk off the shell yang sudah teruji secara menyeluruh. Tahap uji sangat berguna untuk menjamin bahwa barang yang dikirimkan sampai ke alamat tujuan tanpa cacat sedikit pun. 

10. Kemasan Eceran

Kemasan eceran adalah kemasan asli yang digunakan untuk membungkus produk dari pebisnis retail. Kemasan ini dilengkapi dengan logo, merek, nama perusahaan, alamat, jenis produk, hingga harganya. Kemasan ini didesain menggunakan gambar yang simple, kemudian ditempatkan dalam kotak pengiriman biasa. 

Baca Juga: 10 Ekspedisi Pengiriman Besar yang Patut Dicoba

Jangan Lupa Tawarkan Asuransi Pengiriman Kepada Pembeli

Packing atau pengemasan barang bukan hal yang sulit, tapi membutuhkan ketelitian agar barang dapat dikemas dengan rapi sebelum dikirim kepada pembeli. Gunakan cara di atas agar packing menjadi lebih aman dan terhindar dari kerusakan yang tidak diinginkan. Jangan lupa sematkan asuransi pengiriman yang sifatnya wajib untuk mengurangi risiko kerugian yang ditanggung olehmu selaku penjual.

Asuransi sejatinya adalah produk untuk mengurangi risiko dalam berbagai jenis aktivitas, termasuk bisnis. Asuransi dapat dibeli di e-commerce pada saat checkout . Asuransi dapat diklaim jika ternyata barang yang diterima rusak dan hilang, jadi risiko kerugiannya tidak lagi ditanggung sendiri. 

Cermati Protect menyediakan solusi terbaik untuk melindungi barang selama proses pengiriman dan logistik. Dengan asuransi pengiriman dan logistik yang komprehensif, setiap barang yang dikirimkan dapat diamankan dari risiko kerusakan, kehilangan, atau pencurian.

Dengan demikian, pelanggan dapat memiliki kepercayaan tambahan bahwa barang akan tiba di tangan penerima dalam kondisi yang baik dan sesuai dengan harapan, menjaga kepuasan pelanggan dan reputasi bisnis yang baik. Dapatkan informasi selengkapnya dengan mengisi formulir dibawah ini!

Asuransi Rekayasa: Pengertian, Jenis, Syarat dan Ketentuan Produk

Asuransi Rekayasa: Pengertian, Jenis, Syarat dan Ketentuan Produk

Semua orang pasti ingin meminimalisir risiko yang terjadi di dalam hidupnya, terutama yang berkaitan dengan risiko finansial. Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan memiliki asuransi. Tak heran jika jumlah masyarakat yang ikut asuransi bertambah banyak seiring berjalannya waktu.

Jenis asuransi sendiri cukup beragam. Saat ini ada yang disebut dengan asuransi rekayasa yang ditujukan untuk melindungi proyek atau pembangunan. Untuk lebih jelasnya, berikut informasi tentang pengertian, jenis-jenis produk, syarat dan ketentuan asuransi rekayasa. 

Apa Itu Asuransi Rekayasa?

a paper beside a person typing on a laptop
Photo by Kindel Media on Pexels.com

Asuransi rekayasa adalah produk asuransi yang menjamin dan melindungi semua kegiatan pembangunan. Contoh asuransi rekayasa adalah aktivitas pekerjaan teknik sipil, proses pemasangan, dan perlindungan terhadap mesin maupun alat berat.

Perlindungan akan diberikan selama pembangunan berlangsung. Jika terdapat kerugian atau kerusakan, maka penyedia asuransi akan memberikan ganti rugi secara finansial dengan batas maksimal nilai pertanggungan yang telah disepakati di awal. 

Perlindungan didapatkan jika tertanggung membayar premi asuransi secara rutin. Premi bisa hangus jika tertanggung tidak pernah melakukan klaim selama pembangunan berlangsung.

Untuk mendapatkan produk asuransi rekayasa, calon tertanggung dapat menghubungi Call Center dari penyedia asuransi yang ada di Indonesia. Bisa juga melalui agen asuransi atau perusahaan pialang yang terpercaya.

Jenis-jenis Asuransi Rekayasa

Asuransi rekayasa terdiri dari beberapa produk dengan perlindungan yang berbeda. Berikut ini jenis-jenis produk asuransi rekayasa yang perlu diketahui.

1. Asuransi Konstruksi

Produk asuransi yang memberikan jaminan kerusakan atau kerugian akibat pelaksanaan pembangunan. Misalnya, pembangunan jalan, pabrik, toko, kantor, dan lain sebagainya. Asuransi ini tidak hanya melindungi proyek saja, tapi juga melindungi kontraktor, sub kontraktor, dan pihak lain yang terlibat dalam proses pembangunan.

Asuransi ini bertanggung jawab atas pihak ketiga. Jika ada kerugian, maka penyedia asuransi akan menanggung kerugian tersebut sesuai nominal maksimal yang tercantum pada polis asuransi.

2. Asuransi Pemasangan Mesin

Produk asuransi yang memberi jaminan atas kerusakan atau kerugian pada objek yang diasuransikan. Tepat pada saat proses pemasangan atau instalasi mesin berlangsung. Selain mesin, produk asuransi ini juga mengcover pihak pemasang mesin dan pihak yang terlibat dalam pemasangan.

Asuransi pemasangan mesin juga memberikan jaminan atas pihak ketiga. Jika selama proses pembangunan terdapat masalah dengan pihak ketiga, maka kerugian tersebut akan ditanggung oleh penyedia asuransi.

3. Asuransi Kerusakan Mesin

Produk asuransi yang memberikan jaminan kerugian atau kerusakan atas mesin yang berhenti beroperasi saat digunakan. Kerusakan ini dapat disebabkan karena penggunaan mesin itu sendiri atau karena dioperasikan menggunakan alat berat lainnya.

Penggantian asuransi kerusakan mesin dapat dilakukan dengan ketentuan:

  • Mesin rusak saat proses instalasi berlangsung
  • Alat pengamat mesin tidak berfungsi
  • Mesin kekurangan pelumas atau tidak lubrikasi
  • Terjadi hubungan arus pendek
  • Tekanan atau guratan di luar batas normal

4. Asuransi Peralatan Elektronik

Produk asuransi yang memberikan jaminan atas kerugian atau kerusakan akibat bahaya yang datang dari luar. Misalnya, saat terjadi kebakaran dan short circuit

Baca Juga: Perhatikan Ini Sebelum Membeli Asuransi Alat Berat

Syarat dan Ketentuan Produk Asuransi Rekayasa

Setiap produk asuransi memiliki syarat dan ketentuan yang berlaku, sama seperti asuransi rekayasa. Syarat dan ketentuan ini berbeda untuk setiap produk. Informasi selengkapnya bisa amati tabel berikut ini.

1. Asuransi Konstruksi

TertanggungObjek PertanggunganFaktor perhitungan premi
-Pemilik proyek, principal, dan karyawan proyek
-Kontraktor utama dalam proyek pembangunan
-Sub kontraktor proyek pembangunan
-Pembangunan jalan, jembatan, lapangan terbang, saluran irigasi, dan lain-lain
-Gedung hotel, perkantoran, pabrik, ruko, dan lain-lain
-Nama dan alamat pemilik (principal)
-Nama dan alamat kontraktor atau sub kontraktorLokasi proyek
-Daftar objek yang diasuransikanJenis pekerjaan pembangunan
-Estimasi waktu pembangunan
-Waktu pemeliharaan yang dibutuhkanJadwal pelaksanaan proyek
Layout proyekInformasi lainnya yang menjadi dasar penilaian atau perhitungan risiko

2. Asuransi Pemasangan Mesin

TertanggungObjek PertanggunganFaktor perhitungan premi
-Pemilik proyek, principal, dan karyawan proyek
-Kontraktor utama dalam proyek pembangunan
-Sub kontraktor proyek pembangunan
-Mesin, seperti mesin pabrik tekstil, pabrik baja, dan pupuk
-Peralatan untuk mendukung kinerja mesin, seperti genset, generator, dan kabel
-Alat-alat komunikasi, seperti antena, alat pemancar, dan jaringan kabel
-Proyek pemasangan lain-lain
-Nama dan alamat pemilik (principal)Nama dan alamat kontraktor atau sub kontraktor
-Lokasi pemasangan atau instalasi mesin
-Daftar objek yang diasuransikan
-Besarnya nilai pertanggungan
-Estimasi waktu instalasi mesin
-Waktu pemeliharaan yang dibutuhkan
Layout proyekInformasi lainnya yang menjadi dasar penilaian atau perhitungan risiko

3. Asuransi Kerusakan Mesin

TertanggungObjek PertanggunganFaktor perhitungan premi
-Pemilik proyek, principal, dan karyawan proyek
-Pihak yang memiliki kepentingan keuangan, seperti bank atau pemberi kredit
-Pihak lain yang berkepentingan dan bertanggung jawab atas mesin
-Semua jenis mesin yang membutuhkan tenaga listrik
-Perlengkapan atau peralatan yang membutuhkan tenaga listrik
-Nama dan alamat pemilik (principal)
-Lokasi mesin berada
-Daftar objek yang diasuransikan, termasuk data tentang mesin (tahun pembuatan, jenis, tipe, merek, kapasitas mesin, dan spesifikasi tentang mesin)
-Besarnya nilai pertanggungan
-Informasi lainnya yang menjadi dasar penilaian atau perhitungan risiko

4. Asuransi Peralatan Elektronik

TertanggungObjek PertanggunganFaktor perhitungan premi
-Pemilik peralatan elektronik
-Pihak yang memiliki kepentingan keuangan, seperti bank atau pemberi kredit
Semua peralatan elektronik-Nama dan alamat pemilik (principal)
-Lokasi peralatan elektronik berada
-Daftar objek yang diasuransikan, termasuk data alat-alat elektronik (tahun pembuatan, jenis, tipe, IMEI, nomor seri, dan informasi lainnya
-Besarnya nilai pertanggungan
-Informasi lainnya yang menjadi dasar penilaian atau perhitungan risiko

Baca Juga: Jenis – Jenis Alat Berat Industri Lanskap yang Banyak Digunakan

Informasi Penting Lainnya

Selain informasi di atas, terdapat beberapa informasi lainnya yang tak kalah penting dan sering ditanyakan oleh nasabah. Informasi itu berupa.

1. Siapa yang berhak membeli produk asuransi rekayasa?

  • Pemilik proyek atau mesin
  • Pihak kreditur, seperti bank, koperasi, perusahaan pembiayaan atau leasing
  • Pihak lain yang memiliki kuasa atau tanggung jawab atas proyek, baik berdasarkan kontrak proyek atau kuasa hukum. Misalnya, penyewa dan orang-orang yang diberi kuasa oleh pemilik proyek atau mesin

2. Bagaimana cara membayar premi asuransi rekayasa?

  • Melalui Virtual Account (VA) dari bank yang telah bekerja sama dengan penyedia asuransi
  • Melalui transfer bank ke rekening penyedia asuransi yang telah disediakan
  • Melalui teller bank dengan menyebutkan nomor polis asuransi
  • Melalui e-commerce yang telah bekerja sama dengan penyedia asuransi
  • Pembayaran menggunakan kartu kredit dengan logo Visa atau MasterCard
  • Melalui e-wallet yang bekerja sama dengan penyedia asuransi

Perlu diketahui, bahwa pembayaran menggunakan bank transfer atau melalui teller wajib mengirimkan bukti pembayaran melalui email atau call center. Pastikan kamu menyimpan bukti pembayaran sebaik mungkin. Jika terdapat masalah pembayaran di kemudian hari, kamu tidak dirugikan karena mempunyai bukti pembayaran asuransi yang sah sesuai periode premi yang perlu dibayar.

3. Bagaimana prosedur klaim asuransi rekayasa?

  • Segera buat laporan kerugian yang dialami
  • Isi formulir pengajuan klaim yang telah disediakan oleh penyedia asuransi
  • Lengkapi dokumen persyaratan untuk mengajukan klaim
  • Kirimkan dokumen tersebut ke alamat penyedia asuransi, sehingga klaim dapat segera diproses
  • Tunggu sampai proses verifikasi data selesai dalam beberapa hari kerja
  • Setelah itu, penyedia asuransi akan mengirimkan surat keputusan klaim. Apakah klaim asuransi rekayasa diterima atau ditolak

4. Bagaimana cara melakukan perubahan data asuransi rekayasa?

Untuk perubahan data yang berkaitan dengan proyek, sebaiknya segera informasikan kepada call center dari penyedia asuransi lewat telepon. Jangan lupa siapkan data-data yang berkaitan dengan identitas diri, seperti nomor KTP, kartu keluarga, dan lain sebagainya agar proses perubahan data lancar.

Baca Juga: Mengenal Manfaat Asuransi Proyek dan Jenis-Jenisnya

Memaksimalkan Perlindungan Mesin dengan Asuransi Rekayasa

Melindungi aset berharga, seperti mesin atau alat berat lainnya wajib hukumnya mengingat harganya yang fantastis. Perlindungan didapatkan dengan membeli produk asuransi rekayasa yang akan mengcover segala jenis kerusakan atau kerugian yang muncul selama proses pembangunan berlangsung. Jenis produknya berbeda-beda, jadi pilihlah sesuai kebutuhan proyek.

Sebelum memilih, sebaiknya luangkan waktu untuk membandingkan setiap produk asuransi yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi. Hal-hal yang perlu dibandingkan, seperti manfaat dan besaran premi yang dibayar. Jangan lupa untuk membeli produk asuransi rekayasa di perusahaan asuransi terpercaya di Indonesia, yaitu perusahaan yang sudah memiliki sertifikat operasi atau lisensi resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk keamanan dan kemudahan klaim di kemudian hari. 

Cermati Protect juga menyediakan asuransi umum untuk melindungi mesin dan alat berat yang penting dalam industri konstruksi dan manufaktur, di mana perlindungan terhadap risiko kerusakan, pencurian, atau kegagalan mekanis sangat diperlukan. Dengan produk asuransi umum dari Cermati Protect, pemilik bisnis dapat memiliki ketenangan pikiran bahwa investasi mereka terlindungi, memungkinkan operasi bisnis berjalan lancar. Dapatkan informasi selengkapnya dengan mengisi formulir dibawah ini!