Mengenal Bahaya-bahaya di Tempat Kerja yang Perlu Diwaspadai
Bahaya-bahaya di tempat kerja merupakan ancaman tersendiri yang bisa merugikan kesehatan para pekerja. Bukan hanya para pekerja yang beraktivitas di lapangan saja, berbagai bahaya ini juga bisa meningkatkan risiko penyakit bagi mereka yang bekerja di kantor.
Namun di dalam praktiknya, sebagian pekerja justru tidak menyadari atau bahkan memiliki pengetahuan yang memadai terkait bahaya-bahaya tersebut. Hal ini tentu patut disayangkan, mengingat kesehatan merupakan aset terbesar yang seharusnya mendapatkan perhatian prioritas pada setiap orang.
Pahami Apa Saja Bahaya-bahaya di Tempat Kerja

Melakukan pekerjaan yang sama selama kurun waktu yang panjang merupakan hal yang biasa dilakoni pekerja. Sebagian pekerja bahkan bisa saja bekerja di perusahaan atau bidang yang sama untuk waktu belasan tahun atau bahkan lebih panjang lagi.
Pada dasarnya, semua pekerjaan memang memiliki risiko tersendiri yang tentu saja berbahaya bagi kesehatan para pekerja. Bahaya di tempat kerja ini pada umumnya sangat tergantung pada jenis pekerjaan yang dilakukan oleh pekerja, beberapa jenis pekerjaan bisa saja memiliki tingkat bahaya yang cukup tinggi.
Sementara di sisi lain, sangat penting bagi pekerja untuk tetap merasakan keamanan selama menjalankan pekerjaannya. Kondisi yang aman seperti ini tentu akan menimbulkan rasa nyaman dan bisa membuat produktivitas yang bersangkutan menjadi lebih maksimal,
Hal sebaliknya juga berlaku, jika ternyata pekerja merasa tidak aman, maka bukan tidak mungkin yang bersangkutan akan mengalami kendala dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya di tempat kerja.
Penting untuk memahami dengan baik apa saja bahaya-bahaya di tempat kerja, terutama bagi pihak perusahaan itu sendiri. Hal ini akan memungkinkan pihak perusahaan melakukan atau mengambil langkah-langkah yang tepat untuk meminimalisir dan menghindari berbagai bahaya tersebut.
Pihak pemerintah sendiri sudah mengeluarkan kebijakan terkait perlindungan kesehatan dan keselamatan bagi para pekerja. Hal ini diatur dalam UU Pasal 86 Nomor 13 Tahun 2003, yang menjelaskan tentang bagaimana pentingnya Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).
Namun pada kenyataannya, berbagai bahaya di tempat kerja ini memang tak bisa dihilangkan atau dicegah dengan sepenuhnya. Hal inilah yang perlu menjadi perhatian bagi para pekerja itu sendiri, sehingga mereka bisa memahami dan melakukan tindakan-tindakan yang sekiranya bisa meminimalisir hal tersebut.
Baca Juga: Tips Perusahaan Menjamin Kesehatan Karyawan di Kantor
Jenis-jenis Bahaya di Tempat Kerja

Apapun jenis pekerjaannya, tentu akan selalu memiliki risiko yang bisa menimbulkan bahaya bagi para pekerja. Penting untuk menyadari dan memahami berbagai bahaya di tempat kerja ini dengan baik, agar lebih mudah untuk melakukan langkah-langkah yang tepat untuk mengatasinya.
Berikut ini adalah beberapa jenis bahaya di tempat kerja yang harus diwaspadai para pekerja:
1. Bahaya Kerja Kimiawi
Berbagai bahan kimia yang digunakan di tempat kerja bisa saja berbahaya bagi kesehatan manusia. Hal ini bahkan semakin berbahaya, jika seorang pekerja terpapar zat kimia ini dalam jumlah yang terbilang banyak. Zat kimia bisa saja masuk ke dalam tubuh dengan berbagai cara, seperti: terhirup melalui hidung, tertelan melalui mulut, terpapar langsung pada kulit, atau bahkan melalui mata dan yang lainnya.
Pekerja yang bertugas di laboratorium pada umumnya memiliki risiko yang besar untuk terpapar berbagai jenis bahan-bahan kimia yang berbahaya dan mengandung racun maupun yang memiliki sifat korosif. Hal ini tentu disebabkan penggunaan berbagai bahan kimia yang sangat tinggi di laboratorium itu sendiri.
Para pekerja pabrik dan juga pertambangan juga memiliki risiko yang besar untuk terpapar asap maupun debu kimia yang bisa menimbulkan gangguan pada paru dan pernapasan. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa para pekerja wajib menggunakan alat pelindung diri yang sesuai dengan kebutuhan kerjanya.
Sesuai dengan arahan yang dikeluarkan oleh OSHA atau Administrasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Amerika, seluruh pekerja yang berisiko terpapar bahan-bahan kimia di tempat kerjanya, wajib memakai respirator selama bekerja. Respirator yang dipakai oleh para pekerja memiliki spesifikasi khusus yang disesuaikan dengan jenis pekerjaan maupun bahan kimia yang digunakan di sana.
2. Bahaya Kerja Fisik
Jenis bahaya kerja fisik ini bisa saja ditemukan dalam berbagai bentuk, seperti: suara bising, suhu lingkungan kerja yang ekstrim, radiasi yang tinggi, vibrasi, dan yang lainnya. Bahaya fisik ini tentu akan sangat tergantung pada jenis pekerjaan dan lingkungan tempat para pekerja menjalankan tugasnya.
Suara bising konstan yang dirasakan para kru darat yang bekerja di landasan pesawat bisa saja menyebabkan ketulian. Kondisi tersebut disebabkan oleh suara-suara yang dikeluarkan pesawat, di mana suara tersebut pada umumnya memiliki desibel yang terbilang besar.
OSHA sendiri memberikan rekomendasi penggunaan hearing protection device berupa penutup telinga khusus, agar gangguan pada pendengaran para pekerja tersebut bisa dihindari. Paparan suara yang memiliki desibel besar seperti yang ditimbulkan pesawat akan berkurang saat menggunakan alat tersebut.
Paparan suhu lingkungan yang ekstrim dan juga radiasi sinar-X (gamma) yang terlalu besar juga bisa meningkatkan kerusakan ikatan kimia pada jaringan tubuh. Para pekerja yang berisiko terpapar radiasi harus mengenakan dosimeter yang biasa disebut TLD atau thermoluminescent dosimeter. Alat ini akan memonitor kadar paparan radiasi pekerja saat mereka sedang menjalankan tugasnya.
Baca Juga: Pengertian Kecelakaan Kerja dan Cara Meminimalisirny
3. Bahaya Kerja Ergonomi
Ergonomi merupakan bidang studi yang berkaitan dengan proses desain peralatan, mesin, proses atau tahap kerja, dan juga tempat kerja itu sendiri, di mana hal ini akan disesuaikan dengan kemampuan dan keterbatasan para pekerja/ penggunanya.
Gerakan tubuh yang berulang maupun posisi tubuh yang menetap saat menjalankan pekerjaan tersebut bisa saja menyebabkan berbagai keluhan pada pekerja, seperti: sakit pinggang, pegal linu, nyeri sendi, dan berbagai masalah kesehatan lainnya yang lebih akut.
Melakukan pengurangan repetisi merupakan kunci utama dalam meminimalisir bahaya di tempat kerja seperti ini. Salah satu caranya adalah dengan beristirahat di sela-sela pekerjaan, dan menggunakan kursi ergonomis yang ketinggiannya bisa diatur sesuai postur tubuh pekerja atau penggunanya.
4. Bahaya Kerja Biologi
Tenaga medis adalah pekerja yang memiliki ancaman paling tinggi dalam bahaya kerja biologi ini. Ada banyak jenis penyakit yang disebabkan virus serta bakteri yang rentan menulari para tenaga medis, seperti: hepatitis B dan C, TBC, HIV/ AIDS, dan yang lainnya. Sedangkan mereka yang bekerja dengan hewan biasanya akan rentan terpapar dengan penyakit antraks dan juga rabies.
Hal pertama yang bisa dilakukan untuk meminimalisir bahaya-bahaya di tempat kerja tersebut adalah dengan cara mencuci tangan, baik itu sebelum maupun setelah selesai bekerja. Kondisi tangan yang higienis akan membantu untuk memutus transmisi persebaran virus.
Selain itu, melakukan vaksinasi juga bisa menjadi langkah pencegahan lainnya. Vaksinasi sendiri memiliki tujuan untuk mencegah atau meminimalisir dampak yang disebabkan oleh virus. Meskipun terpapar, kondisi tubuh yang telah tervaksin sudah memiliki imunitas, sehingga gejala-gejala yang dialami biasanya akan lebih ringan.
5. Bahaya Kerja Psikologis
Bahaya psikologis juga menjadi gangguan yang bisa saja dialami para pekerja di tempatnya bekerja. Stres merupakan hal yang paling umum dirasakan dan bisa saja disebabkan oleh banyak hal, seperti: perubahan jadwal kerja, perubahan pekerjaan, bertambahnya tanggung jawab, ketidakcocokan dengan atasan, dan yang lainnya.
Bahaya kesehatan yang satu ini bisa diatasi dengan cara pengelolaan waktu kerja yang efisien. Manfaatkan juga waktu istirahat dengan baik, sehingga produktivitas kerja tetap bisa terjaga. Selain itu, menjalani pola hidup seimbang dan sehat merupakan salah satu kunci untuk tetap sehat, baik itu secara fisik maupun mental.
Lakukan refreshing di hari libur, sehingga tubuh kembali fit dan siap untuk menjalani tantangan kerja di hari berikutnya. Menikmati me time juga bisa menjadi cara tepat untuk mengurangi stres, agar tubuh dan pikiran kembali fresh saat harus bekerja dan masuk kantor lagi.
Baca Juga: Pentingnya Kesehatan Mental dan Tips Menjaganya
Hindari Bahaya-bahaya di Tempat Kerja dengan Tepat
Berbagai bahaya di tempat kerja merupakan ancaman tersendiri bagi kesehatan para pekerja. Penting untuk menyadari dan memahami berbagai bahaya ini dengan baik. Selain itu, lakukan cara-cara yang tepat untuk menghindari bahaya kerja ini, agar kesehatan tetap terjaga selama beraktivitas di tempat kerja.
Jangan lupa untuk memfasilitasi karyawan dengan asuransi kesehatan karyawan terbaik untuk melindungi karyawan dari risiko penyakit, penurunan kesehatan dan kecelekaan di tempat kerja dengan produk asuransi kesehatan karyawan dari Cermati Protect yang bisa didapatkan dengan mengisi formulir dibawah ini!

1 comment
Comments are closed.