5 Peran Safety Inspector Dalam Menjalankan Operasi Industri

5 Peran Safety Inspector Dalam Menjalankan Operasi Industri

Keselamatan kerja sejatinya dapat terwujud dengan menetapkan standar keselamatan industri. Standar ini berisi panduan, aturan, dan batasan yang ditetapkan oleh perusahaan mengenai cara kerja karyawan. Alhasil kecelakaan kerja, cedera, dan kerusakan yang dapat merugikan berbagai pihak pun dapat digantikan dengan peningkatan produktivitas dan efisiensi kerja.

Standar keselamatan kerja wajib dipatuhi. Tidak hanya oleh perusahaan, tapi juga oleh seluruh pekerja untuk menghindari konsekuensi hukum. Adanya standar seperti ini menjadi langkah awal untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat secara berkelanjutan. 

Contoh Standar Keselamatan Industri yang Umum

Setiap perusahaan memiliki standar keselamatan di industri masing-masing. Tapi, berikut ini tiga contoh standar keselamatan industri yang umum diterapkan di berbagai perusahaan.

Occupational Safety and Health Administration (OSHA)OSHA merupakan salah satu organisasi asal Amerika Serikat yang memiliki tugas untuk mengatur keselamatan dan kesehatan kerja. Organisasi ini menetapkan standar keselamatan dan kesehatan di berbagai industri di Amerika Serikat. Dengan tujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat, sehingga tidak menimbulkan efek negatif terhadap para pekerja.

Adanya OSHA diharapkan membantu mengurangi potensi terjadinya penyakit dan angka kematian, serta mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan di tempat kerja. Kontribusi yang diberikan OSHA dipercaya memberikan dampak positif di negara Paman Sam. 
International Organization for Standardization (ISO)ISO merupakan salah satu organisasi non-pemerintahan yang ikut berkontribusi dalam menerapkan standar keselamatan industri. Organisasi ini tidak hanya menerbitkan, tapi juga mengembangkan standar internasional di dunia kerja. Tentunya, sesuai dengan aturan dan kondisi yang ada di negara bersangkutan.

Standar yang ditetapkan oleh ISO diakui secara global. Isinya mencakup berbagai bidang industri, berupa keselamatan, kesehatan, manajemen lingkungan, teknologi, pangan, hingga manajemen kualitas. Standar yang diterbitkan oleh ISO dapat diadopsi oleh suatu perusahaan secara sukarela untuk m
National Fire Protection Association (NFPA)NFPA merupakan organisasi swadaya di Amerika Serikat yang memiliki tugas untuk meningkatkan keselamatan dari peristiwa kebakaran. Jadi, fokusnya adalah tentang upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran. 

Standar yang ditetapkan oleh NFPA telah diadopsi oleh berbagai negara di seluruh dunia. Dengan standar ini, angka kebakaran yang terjadi di seluruh dunia dihadapkan berkurang guna meningkatkan keamanan selama bekerja. 

Baca Juga: 9 Jenis Alat Pelindung Diri dan Keselamatan Kerja

6 Peran Safety Inspector

Safety inspector memiliki lima peran di tempat kerja, di antaranya.

1. Melakukan Inspeksi Secara Rutin

Safety inspector bertugas untuk melakukan inspeksi secara rutin di tempat kerja. Tujuannya untuk mengidentifikasi potensi dan kondisi yang membahayakan para pekerja. Mulai dari kecelakaan kerja hingga gangguan yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan kerja.

Pemeriksaan juga dilakukan pada fasilitas industri, seperti kendaraan atau alat berat untuk memastikan bahwa semuanya dalam kondisi baik-baik saja. Jika tidak, maka safety inspector wajib melarang penggunaan fasilitas atau alat-alat tersebut agar tidak ada pihak manapun yang dirugikan. 

2. Menginvestigasi Kecelakaan

 Investigasi perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya potensi kecelakaan kerja yang sering kali menimpa para pekerja di masa mendatang. Selain itu, investigasi juga bertujuan untuk mencari tahu penyebab terjadinya kecelakaan. Dengan begini, upaya pencegahan pun bisa dilakukan agar kejadian yang sama tidak terulang untuk kedua kalinya. 

Seperti yang diketahui, kecelakaan kerja tidak hanya merugikan secara finansial, tapi juga mental. Adanya kecelakaan dapat memperlambat pekerjaan, sehingga waktu penyelesaiannya menjadi lebih lama.

3. Mengidentifikasi Pelanggaran Kerja

Salah satu penyebab kecelakaan kerja adalah karena kurangnya kesadaran pekerja akan pentingnya menggunakan alat-alat keselamatan kerja. Masih ada alasan lain yang menjadi penyebabnya. Inilah yang harus diidentifikasi oleh seorang safety inspector.

Setelah diidentifikasi, safety inspector akan mencari solusi atas pelanggaran yang terjadi. Solusi ini tidak selamanya berhubungan dengan pembuatan aturan baru, tapi bisa juga memperbaiki aturan atau standar yang ada agar implementasinya menjadi lebih bagus lagi di masa depan.

4. Membuat Program Pendukung Keselamatan Kerja

Peran selanjutnya adalah membuat program pendukung keselamatan kerja. Program yang dibuat harus memiliki indikator yang sesuai dengan ketentuan perusahaan. Misalnya, dengan membuat upaya preventif dan koreksi pada standar yang sudah ada.

Upaya preventif bertujuan sebagai bentuk pencegahan terhadap kecelakaan kerja. Sedangkan upaya koreksi untuk menindaklanjuti aturan yang sudah ada, lalu memperbaikinya menjadi lebih bagus lagi. Program ini sebaiknya dibarengi dengan mengadakan pelatihan, sehingga safety inspector tahu sejauh mana keberhasilan program yang dibuat atau di koreksinya. 

5. Dokumentasi Implementasi Keselamatan Kerja

Pelaksanaan keselamatan industri dapat didokumentasikan oleh safety inspector untuk melihat pengaruhnya terhadap kinerja pekerja. Semua dokumentasi disimpan dan dikelola dengan baik sebagai bentuk pertanggungjawaban kinerja safety inspector kepada manajemen. 

Meski terlihat sepele, tapi dokumentasi merupakan salah satu kelengkapan administrasi yang tidak boleh diremehkan. Maka, safety inspector wajib memastikan semuanya tersimpan dengan baik selama bekerja di perusahaan yang bersangkutan.

6. Memberikan Penyuluhan dan Pelatihan

Safety inspector berhak menilai kepatuhan perusahaan atas standar keselamatan industri yang berlaku. Standar ini harus diikuti dengan benar karena secara tidak langsung berpengaruh pada citra perusahaan.

Safety inspector pun berhak mengusulkan adanya penyuluhan dan pelatihan bagi karyawan untuk meningkatkan awareness akan pentingnya keselamatan kerja. Jadi, tidak ada lagi karyawan yang melanggar standar ini di kemudian hari.

Baca Juga: Mengenal Bahaya-bahaya di Tempat Kerja yang Perlu Diwaspadai

7 Keterampilan yang Wajib Dimiliki Safety Inspector

Untuk memudahkan pekerjaan, ada 7 jenis keterampilan yang wajib dimiliki oleh seorang safety inspector. Keterampilan tersebut, di antaranya.

1. Ilmu tentang Regulasi Keselamatan

Seorang inspektor keselamatan harus memiliki pengetahuan dasar tentang regulasi keselamatan. Misalnya, mengetahui aturan keamanan dan keselamatan kerja, cara mencegah kebakaran, dan perlindungan terhadap pekerja. Pemahaman yang kuat memudahkannya untuk mengidentifikasi tingkat kepatuhan perusahaan akan keselamatan kerja. 

2. Kemampuan Inspeksi yang Baik

Namanya inspektor, pasti harus memiliki kemampuan inspeksi yang baik untuk mendeteksi potensi bahaya atau pelanggaran yang membahayakan keselamatan. Terdapat dua hal yang perlu dilakukan dalam melakukan inspeksi, yaitu:

  • Observasi secara cermat di lingkungan kerja untuk mengetahui adanya kondisi yang mengindikasikan ketidakamanan 
  • Menganalisis situasi secara efektif untuk mengurangi risiko kecelakaan yang mungkin terjadi di tempat kerja

3. Analisis Risiko

Seorang safety inspector juga harus memiliki kemampuan analisis risiko yang baik. Tujuannya untuk memudahkan proses identifikasi dan evaluasi terhadap hal-hal yang dapat merugikan pihak yang terlibat di dalam melaksanakan pekerjaan. Kemampuan ini juga berguna untuk mengenali, mengukur, dan merancang upaya preventif terhadap risiko yang muncul.

4. Keterampilan Administratif

Kegiatan mengelola, melaporkan, dan menyimpan dokumen merupakan keterampilan administratif yang juga harus dimiliki oleh seorang inspektor keselamatan. Keterampilan ini akan membantunya untuk mengelola informasi dengan baik, sehingga tugas-tugasnya menjadi terorganisir. 

5. Pemahaman tentang Ergonomi

Tujuannya untuk memberikan saran atau rekomendasi terkait standar keselamatan kerja yang sudah diimplementasikan sesuai prinsip ergonomi. Jika ada yang perlu diperbaiki, maka inspektor keselamatan bisa memberikan saran kepada manajemen perusahaan. Dengan begini, pelanggaran tidak terjadi berulang kali dan penggunaan alat kerja tidak ergonomis menjadi berkurang. 

6. Komunikasi yang Baik

Kemampuan komunikasi membantu para inspektor keselamatan untuk menyampaikan informasi dengan baik dan benar. Tidak hanya kepada manajemen, tapi juga kepada pekerja menggunakan bahasa yang mudah dipahami.

7. Manajemen Waktu

Ada banyak tugas yang perlu dilakukan oleh inspektor keselamatan. Agar semuanya dapat dilaksanakan dengan baik, mereka harus dibekali kemampuan manajemen waktu agar tidak ada waktu yang terbuang sia-sia. Jadi, tugas dapat disusun sesuai skala prioritas untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja. 

Baca Juga: Apa Itu K3? Pengertian, Tujuan, Prinsip, dan Ruang Lingkup

Patuhi Standar Keselamatan Kerja dari Sekarang

Keselamatan kerja adalah salah satu hal krusial yang penting untuk diperhatikan karena berkaitan dengan nyawa dan keamanan pekerja, lingkungan, hingga masyarakat secara keseluruhan. Dengan mengikuti standar yang ada, maka perusahaan telah ikut berkontribusi dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman, produktif, dan berkelanjutan. Semoga bermanfaat!

Asuransi kesehatan karyawan memiliki peran penting dalam industri bisnis, tidak hanya untuk melindungi kesehatan dan kesejahteraan karyawan, tetapi juga untuk menjaga produktivitas dan keberlangsungan operasional perusahaan. Dalam situasi yang tidak terduga, seperti kecelakaan atau penyakit, asuransi kesehatan dapat memberikan akses cepat ke perawatan medis yang diperlukan tanpa membebani keuangan karyawan.

Cermati Protect menawarkan produk asuransi kesehatan karyawan terbaik dengan manfaat yang komprehensif dan layanan yang andal, memberikan kepastian bagi perusahaan dan karyawan dalam menjaga kesehatan mereka. Untuk informasi selengkapnya bisa mengisi formulir dibawah ini!