Cermati Protect

Tips Memilih Alat Berat untuk Proyek

Photo by Ivan on Pexels.com

Tips Memilih Alat Berat untuk Proyek

Penggunaan alat berat dibutuhkan dalam proyek konstruksi maupun pertambangan. Alat berat dipercaya dapat meringankan dan mempercepat pekerjaan, sehingga proyek dapat selesai sesuai deadline yang sudah disepakati. Untuk jenis-jenis alat berat yang digunakan tentu berbeda, tergantung dari kebutuhan proyek yang sedang dikerjakan. 

Saat memilih alat berat, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tidak sampai salah pilih. Sebab, salah memilih dapat memperlambat pekerjaan proyek. Berikut ini tips dalam pemilihan alat berat yang perlu diperhatikan. 

9 Tips Memilih Alat Berat untuk Proyek

1. Memperhatikan Fungsinya

Pada dasarnya, alat berat menawarkan fungsi yang berbeda-beda. Ada yang melakukan fungsi penggalian, pengangkutan, pemerataan tanah, hingga pengaspalan. Maka tips pertama dalam pemilihan alat berat adalah memperhatikan fungsi dari alat berat yang akan digunakan. 

Jika pekerjaan yang dilakukan untuk penggalian, maka alat berat seperti excavator dan bulldozer patut dipilih. Jika pekerjaannya untuk memindahkan material, maka dump truck akan lebih cocok. Penggunaan alat berat sesuai fungsinya membantu mempercepat dan memudahkan penyelesaian proyek. 

2. Cara Mengoperasikan Alat Berat

Meski sama-sama dioperasikan oleh seorang operator, tapi cara mengoperasikan setiap alat berbeda-beda. Ada langkah demi langkah yang harus diperhatikan agar alat berat dapat bekerja maksimal. Mulai dari kecepatan, jarak, frekuensi, dan arah gerakan (vertikal atau horizontal). 

3. Kapasitas Alat Berat

Besarnya kapasitas alat berat sangat bergantung pada bobot dan ukuran alat berat itu sendiri. Semakin besar ukuran, biasanya semakin banyak muatan yang dapat diangkut atau dipindahkan. Hal ini menjadi tolak ukur dalam pemilihan alat berat.

Sesuaikan dengan skala proyek yang sedang dikerjakan. Untuk proyek skala besar, sebaiknya pertimbangkan alat berat yang memiliki kapasitas besar dan canggih. Dalam arti, alat tersebut memiliki fitur yang lebih unggul dibandingkan alat berat lain, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan cepat. 

Baca Juga: Beragam Suku Cadang Alat Berat yang Perlu Diketahui

4. Jenis Proyek yang Dikerjakan

Pengerjaan proyek pada umumnya membutuhkan bantuan alat berat. Sebut saja proyek konstruksi, pertambangan, irigasi, pembukaan atau penebangan hutan, dan pembangunan jalan raya. Setiap jenis proyek membutuhkan alat berat yang spesifik, jadi proyek dapat berjalan dengan lancar. 

5. Spesifikasi Sesuai dengan Kebutuhan

Setiap alat berat memiliki spesifikasi yang berbeda-beda, meski nama alatnya sama. Spesifikasi ini yang membedakan cara kerja, fungsi, dan tingkat kecepatan pekerjaan. Pilihlah spesifikasi yang sesuai kebutuhan, sehingga kinerja alat berat tidak melebihi kapasitas yang seharusnya. 

6. Lokasi Proyek

Dalam pemilihan alat berat, lokasi proyek pun perlu diperhatikan. Alat berat yang digunakan untuk di dataran tinggi tentu berbeda dengan dataran rendah. Sebagai contoh, excavator dapat bekerja dengan baik di permukaan yang bergelombang atau tidak rata, sedangkan loader dapat bekerja di permukaan rata dan keras. 

Kesesuaian alat dan lokasi proyek dipercaya akan mempercepat penyelesaian proyek. Apalagi jika alat berat tidak mengalami kerusakan selama dioperasikan. Proyek yang seharusnya selesai dalam waktu 30 hari mungkin bisa selesai dalam 27 hari. 

Baca Juga: Mengenal Alat Berat Dragline Excavator dan Cara Kerjanya

7. Kondisi Tanah Proyek

Selanjutnya adalah memperhatikan kondisi tanah pada proyek pembangunan. Tanah yang permukaannya tidak rata dan rata akan mempengaruhi jenis alat berat yang digunakan. Jadi, jangan sampai salah pilih agar pengerjaan tidak terganggu dan alat berat terhindar dari kerusakan.

8. Batas Waktu yang Ditentukan

Lama atau tidaknya pengerjaan suatu proyek mempengaruhi jenis alat berat yang digunakan. Proyek skala besar membutuhkan waktu pengerjaan yang lebih lama daripada skala kecil. Tapi dengan pemilihan alat berat yang tepat, proyek skala besar dapat selesai lebih cepat dari batas waktu yang ditentukan.

Jika waktu pengerjaannya panjang, maka alat berat yang diperlukan tidak terlalu banyak. Sebab, satu alat berat sejatinya dapat melakukan beberapa fungsi sekaligus. Berbeda dengan proyek yang waktu pengerjaannya sedikit, maka alat berat yang diperlukan tentu lebih banyak.

9. Perhatikan Budget Proyek

Tips pemilihan alat berat yang terakhir adalah memperhatikan budget yang dimiliki. Hal ini sangat berpengaruh pada kuantitas alat berat yang digunakan. Jika budget proyek minim, maka mengurangi penggunaan alat berat adalah keputusan yang tepat.

Proyek dapat dikerjakan menggunakan satu alat berat yang memiliki banyak fungsi, meski harus digunakan secara bergantian. Lain halnya jika budget yang dimiliki besar, maka alat berat yang digunakan dapat lebih bervariasi. Dengan demikian, proyek dapat selesai tepat pada waktunya. 

Contoh:

Proyek membutuhkan alat berat untuk mengolah lahan, seperti crawler tractor dozer dan wheel tractor dozer. Maka:

Baca Juga: Mengenal Bor Tanah: Pengertian, Jenis, Sistem Kerja, dan Tips Memilihnya

Langkah-langkah Sistematis Memilih Alat Berat (Checklist)

Jenis Alat Berat yang Sesuai dengan Kebutuhan Proyek

Berbeda proyek yang dikerjakan, maka berbeda pula alat berat yang digunakan. Berikut ini adalah panduan dalam memilih alat berat untuk meminimalisir kesalahan yang tidak diinginkan.

1. Proyek Konstruksi

Alat berat yang dapat dipertimbangkan dalam proyek konstruksi, antara lain:

2. Proyek Pertambangan

Alat berat yang dapat dipertimbangkan dalam proyek pertambangan, antara lain:

3. Proyek Pertanian dan Pemeliharaan Lahan

Alat berat yang dapat dipertimbangkan dalam proyek pertanian dan pemeliharaan lahan, antara lain:

Faktor Kunci dalam Pemilihan Alat Berat yang Tepat

Salah memilih alat berat dapat menyebabkan pembengkakan biaya operasional dan keterlambatan proyek. Berikut adalah faktor-faktor utama yang harus dipertimbangkan:

1. Kondisi Medan dan Karakteristik Material

Jenis tanah (lunak, berbatu, atau berlumpur) sangat menentukan jenis alat yang dibutuhkan. Misalnya, Crawler Excavator lebih cocok untuk medan berlumpur karena stabilitasnya, sementara Wheel Loader lebih efisien untuk permukaan yang keras dan rata.

2. Spesifikasi Teknis dan Kapasitas Produksi

Pastikan kapasitas bucket atau daya angkut alat sesuai dengan volume pekerjaan. Memilih alat yang terlalu besar akan menyebabkan pemborosan bahan bakar, sedangkan alat yang terlalu kecil akan mempercepat keausan mesin karena bekerja melampaui kapasitasnya.

3. Evaluasi Total Cost of Ownership (TCO)

Jangan hanya melihat harga beli atau sewa. Pertimbangkan juga biaya operasional harian, biaya perawatan berkala, konsumsi bahan bakar, hingga nilai sisa alat (resale value) di masa depan.

Bandingkan Fungsi Alat Berat Sebelum Memilih

Pemilihan alat berat bukanlah pekerjaan yang sulit, tapi juga tidak mudah. Anda harus teliti dalam memilih agar tidak salah memilih alat berat karena hal ini sangat mempengaruhi pengerjaan proyek secara keseluruhan. Seandainya salah pilih, maka pengerjaan dapat terhambat dan waktu penyelesaian proyek menjadi lebih lama.

Sebelum menentukan pilihan, sebaiknya bandingkan fungsi dari masing-masing alat berat terlebih dahulu, khususnya yang memiliki fungsi yang sama. Pilihlah alat berat yang dapat melakukan dua atau tiga fungsi sekaligus secara efektif dan efisien untuk menghindari penggunaan alat berat yang terlalu banyak. Cara ini juga secara otomatis akan menghemat budget proyek tanpa mempengaruhi hasil akhir dari pekerjaan proyek itu sendiri. 

Jangan biarkan risiko mengancam investasi bisnis Anda dalam alat berat. Lindungi aset Anda dengan asuransi yang tepat. Ajukan produk asuransi umum terbaik dari Cermati Protect untuk mendapatkan perlindungan yang komprehensif dan dapat diandalkan bagi alat berat Anda. Pelajari selengkapnya dengan mengisi formulir dibawah ini!

Exit mobile version