Mengenal Metode Konstruksi Jalan Tol dan Alat Beratnya

Mengenal Metode Konstruksi Jalan Tol dan Alat Beratnya

Konstruksi jalan tol merupakan salah satu poin terpenting yan harus diperhatikan dalam pembangunan jalan tol. Hal ini mencakup semua lokasi atau area pembangunan jalan tol, baik itu yang berada di area tanah yang keras maupun yang ada di area tanah lunak.

Jalan tol menjadi kebutuhan tersendiri untuk memperlancar distribusi berbagai kebutuhan masyarakat, sehingga pendistribusian ini bisa merata dan tiba dalam waktu yang lebih cepat. Selain menghemat biaya, penggunaan jalan tol juga akan memangkas banyak waktu yang dibutuhkan dalam perjalanan.

Apa Saja Metode Konstruksi Jalan Tol?

Sebagaimana sudah dijabarkan di atas, pembangunan jalan tol bisa saja dilakukan pada area tanah yang lunak. Hal ini sudah tidak menjadi masalah lagi, mengingat saat ini ada banyak metode konstruksi yang bisa diterapkan sesuai dengan karakteristik tanah yang akan dibangun. 

Berikut ini adalah beberapa metode konstruksi jalan tol yang biasanya pada tanah lunak: 

1. Vacuum Consolidation Method

Ini merupakan metode yang ditujukan untuk mempersingkat proses perbaikan serta konsolidasi tanah yang lunak, hal tersebut akan dilakukan dengan cara pemberian tekanan vakum melalui pompa yang disalurkan ke dalam massa tanah itu sendiri. 

2. Full Displacement Column

Konstruksi jalan tol ini dilakukan dengan cara memperbaiki tanah dengan menggunakan pile embankment, namun teknik pengecoran yang dipakai adalah cast-in-situ atau teknik pengecoran beton yang langsung dilakukan di tempat (on-site). 

3. Slab on Pile

Teknik yang satu ini dilakukan dengan cara memasangkan tiang pancang (pile) ke dalam tanah lunak menjadi fondasi utama bagi jalan tol. Tiang ini kemudian akan dihubungkan menggunakan plat beton (slab), di mana tiang tersebut juga akan mendistribusikan beban dari struktur tersebut ke slab. 

4. Prefabricated Vertical Drains (PVD)

Ini merupakan metode yang dilakukan menggunakan saluran vertikal yang dibuat dari bahan yang permeabel dan kuat, yang mirip dengan bahan sintetis atau geotekstil. PVD sendiri akan berfungsi untuk mempercepat tahap pembuangan air yang terdapat di dalam tanah lunak ke area permukaannya. 

5. CSP & Mortar Foam

Metode konstruksi jalan tol yang satu ini dilakukan dengan memodifikasi baja plat menjadi bergelombang, sehingga memiliki kekuatan yang meningkat hingga 50 kali lipat dari sebelumnya. Selain itu, penggunaan mortar busa juga akan menggantikan timbunan, sehingga struktur yang didapatkan lebih kuat serta ringan. 

6. Pile Embankment

Metode terakhir yang juga kerap digunakan untuk mengatasi tanah yang lunak adalah dengan penggunaan tiang pancang. Tiang pancang yang sudah dipasang diberi pile cap atau Load Transfer Platform (LTP), sehingga transfer beban di atasnya bisa menjadi lebih optimal.  

Baca Juga: Ini Dia Jenis-Jenis Konstruksi yang Wajib Diketahui

Alat Berat yang Digunakan pada Konstruksi Jalan Tol

Konstruksi jalan tol merupakan proyek dengan skala besar, sehingga dibutuhkan berbagai alat berat untuk melaksanakannya. Hal ini penting, untuk memastikan semua tahap berjalan dengan baik, sehingga kualitas dan keamanan infrastruktur tersebut terjamin. 

Berbagai alat berat ini akan digunakan dalam setiap tahap konstruksi yang dilakukan, beberapa bahkan sejak dalam tahap persiapan. Pada dasarnya, penggunaan alat berat akan mempermudah pengerjaan dan mempercepat proses konstruksi jalan tol itu sendiri. 

Berikut ini adalah beberapa alat berat yang biasa digunakan dalam konstruksi jalan tol: 

1. Excavator

Excavator merupakan alat berat yang biasanya dipakai untuk melakukan penggalian dan pemindahan material (tanah) di lokasi konstruksi. Alat berat yang satu ini biasanya sangat dibutuhkan sejak proses persiapan lahan yang akan digunakan dalam proyek jalan tol. 

Fungsi Excavator dalam Konstruksi Jalan Tol:

  • Penggalian: alat berat ini akan digunakan untuk melakukan penggalian tanah, penggalian saluran air/ drainase, termasuk mempersiapkan pondasi yang akan dibangun.
  • Pengangkutan Tanah: jika penggalian sudah dilakukan, excavator juga akan digunakan untuk membantu proses pemindahan tanah tersebut ke dalam dump truck atau kendaraan pengangkut lainnya. 
  • Pekerjaan Konstruksi: selain kedua pekerjaan di atas, excavator juga akan digunakan untuk berbagai pekerjaan lainnya, seperti pembentukan lereng dan juga pemotongan area tebing yang akan dibangun. 

Jenis – Jenis Excavator:

  • Excavator Mini: ini merupakan jenis excavator berukuran kompak yang biasa digunakan untuk pekerjaan-pekerjaan yang terbilang ringan dan lokasinya berada di area sempit. 
  • Excavator Standar: jenis excavator yang satu ini terbilang yang paling banyak digunakan dan biasa dipakai untuk berbagai proyek konstruksi umum.
  • Excavator Berat: ini merupakan excavator yang biasa dipakai untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan yang berat, seperti melakukan penggalian skala besar dan pemindahan material yang berat/ besar. 

2. Bulldozer

Bulldozer merupakan alat berat yang memiliki blade/ pisau besar pada bagian depannya. Alat berat yang satu ini biasanya dipakai untuk meratakan permukaan tanah dan juga memindahkan material, terutama dalam skala yang besar. 

Fungsi Bulldozer dalam Konstruksi Jalan Tol: 

  • Meratakan Tanah: alat berat ini biasa dipakai untuk meratakan area permukaan tanah, dan juga untuk membentuk lapisan dasar jalan yang akan dibangun. 
  • Membersihkan Area Konstruksi: bulldozer biasa digunakan untuk membersihkan vegetasi serta berbagai material yang tidak dibutuhkan di lahan konstruksi.  
  • Mengeraskan Jalan: bulldozer juga sering digunakan untuk memadatkan serta meratakan material-material yang akan digunakan sebagai dasar jalan, sehingga stabilitas konstruksi lebih tinggi. 

Jenis – Jenis Bulldozer:

  • Crawler Bulldozer: ini merupakan jenis bulldozer yang dilengkapi dengan track, sehingga memiliki traksi yang lebih baik saat digunakan pada medan berat maupun licin. 
  • Wheeled Bulldozer: jenis bulldozer yang satu ini dilengkapi dengan roda, sehingga cocok untuk digunakan pada area yang bertekstur keras, termasuk jalan yang telah dibangun. 

3. Grader

Grader merupakan alat berat yang berfungsi untuk meratakan serta membentuk area permukaan jalan yang akan dibangun, di mana alat ini bisa  memberikan hasil dengan presisi yang tinggi. 

Fungsi Grader dalam Konstruksi Jalan Tol: 

  • Meratakan Permukaan Tanah: alat berat ini bisa diandalkan untuk meratakan permukaan tanah maupun jalan sebelum proses pengaspalan dilakukan.  
  • Membentuk Profil Jalan: grader juga bisa membantu membentuk kemiringan serta profil permukaan jalan yang akan dibangun, sehingga benar-benar sesuai dengan desain yang sudah dibuat. 
  • Pekerjaan Pasca Pengaspalan: alat berat yang satu ini juga bisa dipakai untuk membantu penyempurnaan area permukaan jalan yang sudah melalui proses pengaspalan.  

Jenis – Jenis Grader:

  • Grader Standar: jenis grader yang satu ini biasa dipakai untuk pekerjaan meratakan dan membentuk dasar jalan. 
  • Grader Berperforma Tinggi: ini merupakan jenis grader yang bisa digunakan untuk berbagai pekerjaan berat dengan presisi yang tinggi, sebab grader ini memiliki kemampuan blade yang paling baik. 

4. Roller

Roller merupakan alat berat yang dipakai untuk proses pemadatan tanah dan juga aspal, sehingga permukaan jalan tol bisa mencapai kestabilan dan kekuatan yang diinginkan. 

Fungsi Roller dalam Konstruksi Jalan Tol: 

  • Memadatkan Tanah: roller biasa digunakan untuk memadatkan lapisan dasar tanah, sebelum proses pengaspalan jalan dilakukan. 
  • Memadatkan Aspal: alat berat yang satu ini juga berfungsi untuk membantu memadatkan lapisan aspal, sehingga area permukaan jalan tol menjadi lebih halus dan kuat. 
  • Pengendalian Kualitas: roller juga berfungsi untuk memastikan kualitas permukaan jalan tol yang sudah selesai, sehingga risiko kerusakan dan hal-hal yang tidak diinginkan dapat diminimalisir. 

Jenis – Jenis Roller:

  • Static Roller: ini merupakan jenis roller yang memanfaatkan berat mesinnya untuk membantu proses pemadatan tanah maupun aspal. 
  • Vibratory Roller: ini adalah jenis roller yang memanfaatkan getaran untuk menambah efisiensi dalam proses pemadatan yang dilakukannya. 
  • Pneumatic Roller: roller yang satu ini dilengkapi dengan ban karet dan bisa dimanfaatkan untuk membantu proses pemadatan pada lapisan aspal. 

5. Paver

Paver merupakan alat berat yang biasa dipakai untuk menyebarkan dan meratakan lapisan aspal di permukaan jalan yang sedang dibangun. 

Fungsi Paver pada Konstruksi Jalan Tol: 

  • Pengaspalan: alat ini berfungsi untuk menyebarkan dan meratakan campuran aspal di permukaan jalan, sehingga tingkat ketebalannya tetap konsisten. 
  • Mengatur Ketebalan: Paver juga berfungsi untuk mengatur tingkat ketebalan lapisan aspal, sehingga tetap sesuai dengan yang seharusnya. 
  • Menghaluskan Permukaan: alat ini juga akan membantu menghaluskan dan meratakan permukaan jalan, agar lebih nyaman dan aman bagi pengendara.  

Jenis – Jenis Paver:

  • Paver Roda: ini merupakan jenis paver yang dilengkapi dengan roda, sehingga bisa bergerak dengan leluasa di permukaan aspal. 
  • Paver Track: jenis paver yang satu ini dilengkapi dengan track yang memungkinkan stabilitasnya tetap terjaga dengan baik saat melintasi area yang sulit. 

6. Dump Truck

Dump truck merupakan alat berat yang biasa dipakai untuk mengangkut berbagai material seperti bebatuan dan tanah dari satu lokasi ke lokasi lainnya.

Fungsi Dump Truck dalam Konstruksi Jalan Tol: 

  • Mengangkut Material: alat berat ini biasa digunakan untuk mengangkut berbagai material yang dibutuhkan dalam proses konstruksi, seperti: aspal, batu, tanah, dan yang lainnya. Selain itu, dump truck juga sering digunakan untuk memindahkan material-material sisa. 
  • Membuang Material: kendaraan berat ini juga akan digunakan untuk membuang berbagai material yang tidak terpakai dari lokasi konstruksi jalan tol yang sedang dikerjakan. 

Jenis – Jenis Dump Truck:

  • Standard Dump Truck: dump truck ini biasa digunakan untuk mengangkut material di area jalan yang sudah dibangun. 
  • Articulated Dump Truck: ini merupakan jenis dump truck yang dilengkapi kemampuan bermanuver yang tinggi dan cocok untuk digunakan di medan sulit atau bahkan  area yang tidak rata. 

Baca Juga: Mengenal Manfaat Asuransi Proyek dan Jenis-Jenisnya

Alat Berat Mempercepat Konstruksi Jalan Tol 

Konstruksi jalan tol merupakan salah satu fokus yang jadi prioritas bagi negara berkembang seperti Indonesia. Berbagai metode diterapkan untuk membantu proses konstruksi yang lebih cepat. Selain itu, penggunaan berbagai alat berat juga akan membuat proses konstruksi jalan tol berjalan dengan lebih efisien dan sesuai dengan perencanaannya.

Metode konstruksi jalan tol membutuhkan perencanaan matang dan penggunaan alat berat yang berperan penting dalam setiap tahap pembangunan. Investasi pada alat berat ini perlu dilindungi untuk memastikan proyek berjalan lancar tanpa terganggu oleh risiko kerusakan atau kehilangan. Asuransi alat berat menjadi solusi efektif untuk menjaga alat tetap berfungsi optimal dan melindungi investasi perusahaan.

Cermati Protect menyediakan asuransi umum yang dirancang khusus untuk melindungi alat berat dari berbagai risiko operasional. Dengan perlindungan yang tepat, perusahaan dapat fokus pada penyelesaian proyek dan memastikan keberlanjutan bisnis mereka dalam industri konstruksi.

Dapatkan informasi terlengkap untuk produk Asuransi Umum dengan mengisi formulir dibawah ini!