Jangan Sembarangan Sebar Kode OTP! Ini Bahayanya bagi Data Asuransi
Akses asuransi digital kini serba mudah, mulai dari pembelian polis hingga klaim online. Namun, kemudahan ini menyimpan risiko keamanan siber jika Anda lengah. Di sinilah peran vital Kode OTP sebagai benteng pertahanan terakhir.
Meski sering dianggap sepele, kode ini adalah kunci rahasia yang melindungi aset asuransi Anda dari penyalahgunaan. Mari pahami pentingnya OTP dan cara menjaganya agar polis Anda tetap aman.
Apa Itu Kode OTP?

Secara definisi, Kode OTP adalah singkatan dari One-Time Password. Sesuai namanya, ini adalah kata sandi dinamis yang hanya berlaku satu kali untuk satu sesi transaksi atau verifikasi tertentu. Umumnya, kode ini terdiri dari 4 hingga 6 digit angka yang dikirimkan secara otomatis oleh sistem asuransi atau perbankan ke nomor ponsel atau email yang terdaftar.
Berbeda dengan kata sandi (password) akun yang Anda buat sendiri dan bersifat statis (tetap), kode OTP bersifat real-time dan memiliki durasi aktif yang sangat singkat, biasanya hanya 2 hingga 5 menit. Jika waktu habis, kode tersebut hangus dan tidak lagi valid.
Dalam sistem keamanan digital, kode OTP berfungsi sebagai lapisan keamanan ganda atau Two-Factor Authentication (2FA). Lapisan pertama adalah password Anda (sesuatu yang Anda ketahui), dan lapisan kedua adalah OTP (sesuatu yang Anda dapatkan di ponsel Anda).
Baca Juga: Jangan Sampai Tertipu, Ini Website dan Kontak Resmi Cermati Protect!
Mengapa Kode OTP Sangat Vital bagi Pemegang Polis?
Mungkin Anda bertanya, “Mengapa peretas ingin membobol akun asuransi saya? Bukankah tidak ada uang tunai di sana seperti di rekening bank?”
Anggapan ini keliru. Akun asuransi digital memuat informasi dan akses yang sangat berharga. Berikut adalah alasan mengapa menjaga kode OTP asuransi Anda sangat penting:
1. Mencegah Pengalihan Dana Klaim
Ini adalah risiko terbesar. Jika pelaku kejahatan berhasil masuk ke akun asuransi Anda (karena mendapatkan kode OTP), mereka dapat mengajukan klaim fiktif atau memanipulasi proses klaim yang sedang berjalan. Lebih parah lagi, mereka bisa mengubah nomor rekening tujuan pencairan dana klaim menjadi rekening milik mereka. Akibatnya, uang pertanggungan yang seharusnya menjadi hak Anda saat musibah terjadi, justru lenyap dicuri.
2. Melindungi Nilai Tunai (Cash Value)
Bagi Anda yang memiliki produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI/Unit Link) atau asuransi dwiguna, terdapat nilai tunai yang terbentuk dari premi yang Anda bayarkan. Pelaku kejahatan yang berhasil mengambil alih akun bisa saja melakukan pencairan (surrender) atau penarikan dana sebagian (withdrawal) atas aset investasi tersebut tanpa sepengetahuan Anda.
3. Menjaga Kerahasiaan Data Medis dan Pribadi
Akun asuransi menyimpan data sensitif, mulai dari riwayat penyakit (rekam medis), alamat rumah, hingga data anggota keluarga yang tertanggung. Data ini sangat berharga di pasar gelap (dark web) dan bisa digunakan untuk tindak kejahatan identitas lainnya. Kode OTP adalah penjaga agar data privasi ini tidak bocor ke publik.
Modus Kejahatan yang Mengincar Kode OTP Asuransi
Para pelaku kejahatan kini menggunakan teknik manipulasi psikologis atau Social Engineering. Mereka sadar bahwa sistem keamanan perusahaan asuransi sulit ditembus, sehingga mereka menyerang titik terlemahnya: kelalaian pengguna.
Waspadai modus-modus berikut:
1. Penyamaran sebagai Agen/CS Asuransi
Penipu menelepon dan mengaku sebagai petugas customer service atau agen asuransi Anda. Mereka mungkin mengarang cerita bahwa “polis Anda akan hangus,” “ada kelebihan pembayaran premi yang akan dikembalikan,” atau “pembaruan data polis.” Untuk memproses hal tersebut, mereka akan meminta Anda membacakan kode OTP yang masuk ke SMS.
2. Situs Phishing
Anda menerima email atau pesan WhatsApp berisi tautan (link) palsu yang menyerupai situs resmi asuransi. Saat Anda memasukkan data dan kode OTP di situs palsu tersebut, pelaku merekamnya untuk membobol akun asli Anda.
3. Tawaran Upgrade Manfaat Palsu
Penipu menawarkan peningkatan manfaat asuransi atau diskon premi yang tidak masuk akal, dengan syarat melakukan verifikasi data menggunakan kode OTP.
Baca Juga: JAGA Diri Dari Penipuan Asuransi Palsu yang Menghantui
Langkah Konkret Melindungi Kode OTP Anda
Keamanan polis asuransi adalah tanggung jawab bersama antara penyedia layanan dan Anda sebagai pemegang polis. Berikut adalah langkah-langkah yang wajib dilakukan:
1. Rahasiakan Mutlak
Jadikan ini prinsip hidup Anda: Jangan pernah memberikan kode OTP kepada siapa pun, termasuk orang yang mengaku petugas asuransi. Petugas resmi Cermati Protect atau perusahaan asuransi mana pun tidak akan pernah meminta kode OTP Anda.
2. Cek Pengirim Pesan
Saat menerima SMS berisi OTP, perhatikan siapa pengirimnya. Pastikan berasal dari sender ID resmi perusahaan asuransi, bukan dari nomor ponsel pribadi biasa (seperti nomor 0812xxx, 0856xxx).
3. Baca Tujuan OTP
SMS OTP biasanya mencantumkan tujuan kode tersebut, misalnya “OTP untuk Login” atau “OTP untuk Ubah Rekening”. Jika Anda menerima kode untuk “Ubah Data” padahal Anda tidak sedang melakukan perubahan apa pun, segera abaikan dan hubungi layanan pelanggan resmi.
4. Aktifkan Notifikasi
Pastikan email dan nomor ponsel yang terdaftar selalu aktif agar Anda segera tahu jika ada aktivitas mencurigakan di akun asuransi Anda.
5. Ganti Password Berkala
Lakukan penggantian kata sandi akun portal asuransi Anda secara rutin untuk memperkuat keamanan lapis pertama.
Baca Juga: Waspada! Phishing Kini Incar Data Asuransi, Kenali Jenis-Jenisnya Agar Klaim Tetap Aman
JAGA OTP, JAGA Ketenangan Pikiran
Memiliki polis asuransi adalah bukti kepedulian Anda terhadap masa depan diri dan keluarga. Namun, perlindungan tersebut akan sia-sia jika “kunci” aksesnya Anda serahkan begitu saja kepada pihak yang tidak bertanggung jawab. Kode OTP adalah pertahanan mutlak yang menjamin bahwa manfaat perlindungan dan dana klaim tetap berada dalam kendali Anda sepenuhnya.
Kejahatan siber memang terus berkembang dengan berbagai modus tipu daya, tetapi dengan kedisiplinan menjaga kerahasiaan kode verifikasi ini, Anda telah menutup celah terbesar yang diincar para penipu. Jangan sampai niat mulia Anda untuk memproteksi risiko kehidupan justru berujung pada kerugian akibat kelalaian digital.
Jadilah pemegang polis yang cerdas: lindungi data digitalnya, nikmati ketenangan perlindungannya secara maksimal.
