Drilling Rig: Pengertian, Jenis dan Sistem di Dalamnya
Drilling rig dikenal juga dengan istilah rig pengeboran atau anjungan pengeboran. Ini merupakan sebuah istilah yang populer di dunia pertambangan, terutama untuk tambang-tambang yang dilakukan untuk mendapatkan minyak, gas bumi dan yang lainnya.
Di tanah air sendiri, drilling rig biasanya banyak dibangun dilepas pantai untuk mendapatkan minyak bumi. Sebagai negara yang memiliki cukup banyak kandungan minyak bumi, ada sejumlah wilayah di tanah air yang menjadi lokasi anjungan pengeboran seperti ini.
Apa itu Drilling Rig?
Drilling rig adalah sebuah instalasi peralatan yang dibangun untuk tujuan pengeboran ke dalam reservoir bawah tanah, di mana hal ini dilakukan untuk mendapatkan minyak bumi, gas bumi, air, maupun kandungan mineral lainnya yang terdapat di dalam tanah.
Anjungan pengeboran ini bisa saja dibangun di atas permukaan tanah (on shore) maupun di atas laut (off shore), tergantung pada kebutuhan penggunaan anjungan pengeboran itu sendiri.
Istilah “rig” atau anjungan itu sendiri mengacu kepada serangkaian peralatan yang dipakai untuk melakukan kegiatan pengeboran di permukaan kerak bumi untuk mendapatkan sampel air, minyak bumi, maupun mineral.
Dalam sebuah instalasi pengeboran, khususnya migas dan juga geothermal, biasanya akan digunakan peralatan dengan spesifikasi yang bisa bekerja dengan tingkat tekanan yang terbilang tinggi, yakni sekitar 2.000 psi hingga 15.000 psi.
Drilling rig minyak dan gas bumi tidak hanya dipakai dalam identifikasi sifat geologis pada reservoir saja, namun juga untuk membuat lubang yang bisa digunakan untuk membantu proses pengambilan kandungan minyak/gas bumi yang terdapat pada reservoir tersebut.
Jenis – Jenis Drilling Rig

Drilling rig biasanya akan dibedakan berdasarkan lokasi/wilayah di mana instalasi tersebut dibangun. Masing-masing rig ini tentu akan memiliki peralatan yang berbeda-beda, tergantung pada kepentingan pengeboran yang akan dilakukan itu sendiri.
Berikut ini adalah beberapa jenis drilling rig yang dibedakan berdasarkan lokasi atau wilayahnya:
1. Drilling Rig Darat
Ini merupakan jenis rig yang dibangun untuk kebutuhan pengeboran di daratan. Bentuk rig ini menjadi yang paling sederhana jika dibandingkan dengan yang lainnya, instalasi ini terdiri dari menara dan struktur penopangnya.
2. Drilling Rig Rawa
Jenis rig yang satu ini juga dikenal dengan nama “Swamp Barge”. Kelengkapannya hampir sama dengan rig darat, namun bagian menara serta sistem pengeborannya dibuat di atas ponton. Ponton inilah yang akan “duduk” atau ditempatkan di dasar rawa selama proses pengeboran dilakukan. Instalasi ini sendiri bisa bekerja pada perairan yang tingkat kedalamannya sekitar 5 meter.
3. Jack Up Rig
Ini merupakan instalasi pengeboran yang dilekapi dengan kaki-kaki yang panjang. Kaki ini didesain dengan sedemikian rupa, sehingga mampu naik turun untuk menopang struktur utama dari instalasi tersebut. Biasanya jack up rig ini digunakan di lokasi pengeboran yang memiliki kedalaman kurang lebih 100 meter.
4. Tender Rig
Tender rig merupakan instalasi pengeboran yang ditempatkan pada sebuah platform. Instalasi ini ditujukan untuk mendukung proses pengeboran, termasuk pengangkatan pipa dan yang lainnya. Jenis rig yang satu ini akan dibuat menempel pada sebuah platform khusus selama proses pengeboran dilakukan.
5.Semisub Mersible Rig
Jenis rig yang satu ini adalah objek terapung yang dipasangi dengan alat pengeboran. Instalasi ini biasanya akan dipakai untuk proses pengeboran pada lokasi laut dalam yang tingkat kedalamannya lebih dari 100 meter.
6. Drill Ship
Ini merupakan instalasi pengeboran yang dipasang dalam sebuah kapal. Biasanya peralatan ini akan dipakai untuk pengeboran yang dilakukan di lautan yang sangat dalam.
Baca Juga: 9 Alat Berat untuk Mendukung Aktivitas Penambangan
Sistem Utama yang Terdapat pada Drilling Rig

Sebagaimana instalasi pada umumnya, drilling rig juga terdiri dari sejumlah komponen yang berbeda. Komponen-komponen inilah yang akan bekerja untuk memastikan instalasi tersebut bisa melakukan pengeboran sesuai dengan tujuan penggunaannya.
Berikut ini adalah beberapa sistem utama yang terdapat pada instalasi drilling rig:
1. Hoisting System
Ini merupakan salah satu sistem yang utama rig yang akan mendukung sistem berbagai alat pemutar saat pengeboran sumur dilakukan. Sistem ini akan membantu mengangkat serta menurunkan drill string, casing string serta peralatan bawah tanah lainnya dari dan ke lubang sumur itu sendiri.
Sistem pengangkat yang terdapat pada drilling rig ini terdiri dari 2 sub bagian utama, yakni:
Rangka pendukung (supporting structure) yang terdiri dari 2 bagian, antara lain:
- Substructure : ini merupakan konstruksi baja berukuran besar yang akan mendukung menara bor tinggi yang dibutuhkan untuk mencegah terjadinya semburan api.
- Menara Pengeboran (derrick/ mast) : ini merupakan bagian yang menyediakan ruang untuk kebutuhan pengangkatan/ memasukkan rangkaian pipa bor, baik itu dari maupun ke dalam lubang pengeboran.
Peralatan pengangkat (hoisting equipment) yang terdiri dari 3 bagian, yakni:
- Drawwork (mesin penarik) : ini merupakan unit mesin yang berfungsi untuk menarik/ mengangkat yang kokoh, di mana letaknya berada dengan dengan meja pemutar.
- Overhead Tools (alat-alat bagian atas) : ini adalah mata rantai penghubung pada sistem pengangkat.
- Travelling Block : ini merupakan susunan roda-roda yang digantungkan di area bawah crown block, sehingga keduanya bisa membangun sistem kerek katrol pada instalasi.
- Elevator : ini merupakan penjepit yang berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan komponen rangkaian pipa bor pada lubang pengeboran.
Baca Juga: Mengenal Bor Tanah Hidrolik dan Sistem Kerjanya
2. Drilling Line
Ini adalah tali kawat yang terbuat dari baja dengan kekuatan tinggi dan akan menghubungkan bagian Drawwork, Crown Block dan Travelling Block untuk mendukung peralatan lainnya yang bertugas menaikkan, menurunkan dan menggantungkan pipa-pipa bor dan yang lainnya.
3. Circulating System
Ini merupakan bagian sistem rig yang yang berfungsi mengalirkan lumpur saat proses pengeboran, sehingga lumpur tersebut turun melalui rangkaian pipa-pipa bor dan naik ke bagian annulus dengan membawa serta serbuk bor ke permukaan.
Aliran lumpur ini akan melalui beberapa bagian instalasi, antara lain:
- Dari mud tank masuk ke dalam mud pump.
- Mud pump ke area high pressure surface connection, lalu masuk ke drillstring.
- Dari drillstring ke bagian bit.
- Dari bit ke bagian atas lewat annulus hingga sampai ke bagian permukaan.
- Tiba di permukaan dan akan melalui tahap solid control equipment.
4. Rotating System
Ini adalah bagian drilling rig yang berfungsi untuk memutar mata bor, menambah beban ke mata bor, dan membuat saluran lumpur bertekanan tinggi ke mata bor. Sistem pemutar ini memiliki beberapa komponen, antara lain:
- Swivel (kepala pembasuh)
- Rotating Assembly (Unit pemutar)
- Drill Stem (batang bor)
- Bit (mata bor)
5. BOP System
BOP system adalah komponen yang memiliki beberapa fungsi dalam sistem drilling rig, antara lain:
- Melakukan penutupan lubang sumur, baik itu dalam kondisi ada pipa ataupun tidak ada pipa pada lubang tersebut.
- Menahan tekanan yang timbul di area sumur, sehingga seluruh peralatan yang digunakan dalam pengeboran bisa bekerja dengan baik.
- Mengatur tekanan sumur.
- Menggantung dan memotong pipa bor saat dalam kondisi yang darurat.
6. Power System
Ini merupakan sebuah sistem dalam drilling rig yang berbentuk sebuah perangkat yang akan menggerakkan sistem-sistem lainnya, sehingga aktivitas pengeboran bisa berjalan dengan lancar. Dalam sebuah drilling rig akan terdapat power sistem yang terdiri dari mechanical & electrical.
Di dalam praktiknya, setiap komponen yang terdapat pada drilling rig harus bekerja dengan baik, sehingga sistem pengeboran tersebut bisa bekerja maksimal. Hal ini akan memungkinkan proses pengeboran bisa berjalan dengan lancar, sehingga tujuan pengeboran itu sendiri bisa tercapai secara maksimal.
Jika salah satu komponen mengalami gangguan/ kerusakan, maka hal ini akan mempengaruhi sistem pengeboran tersebut secara keseluruhan. Bukan hanya menghambat kinerja, kondisi ini bisa berbahaya bagi drilling rig maupun pekerjanya.
Baca Juga: Ini Harga Sewa Alat Berat Berdasarkan Jenisnya
Banyak Komponen yang Digunakan Drilling rig
Drilling rig merupakan instalasi yang digunakan untuk tujuan pengeboran minyak serta berbagai unsur tambang lainnya dari perut bumi. Membutuhkan banyak komponen yang berbeda, instalasi ini terdiri dari sistem yang kompleks. Bukan hanya sampel saja, penggunaan alat ini juga sekaligus untuk menambang/mengambil minyak dan hasil tambang tersebut ke permukaan tanah.
Drilling rig adalah alat berat yang esensial dalam berbagai aktivitas pertambangan berkat fungsinya yang efisien dan fleksibel. Mengingat nilai investasinya yang tinggi, penting untuk memberikan perlindungan maksimal terhadap alat ini dari risiko kerusakan atau kehilangan. Cermati Protect menawarkan asuransi umum yang dirancang khusus untuk melindungi alat berat seperti drilling rig, memastikan operasional tambang tetap berjalan lancar tanpa hambatan.
Dapatkan informasi selengkapnya mengenai produk Asuransi Umum dengan mengisi form dibawah ini!
