Cara Mencegah Praktik Fraud di Lingkungan Perusahaan

Cara Mencegah Praktik Fraud di Lingkungan Perusahaan

Kecurangan atau fraud dalam lingkungan bisnis dan perusahaan bukanlah masalah yang bisa dianggap sepele. Di era di mana transparansi dan kepercayaan memegang peranan vital, tindakan kecurangan dapat merusak reputasi perusahaan dalam waktu yang sangat singkat.

Rusaknya reputasi perusahaan akibat tindak fraud dapat menurunkan loyalitas pelanggan dan pemegang kepentingan yang akhirnya dapat menyebabkan kehancuran perusahaan tersebut. Tentunya tindak fraud dalam perusahaan harus dicegah dari akarnya melalui cara-cara berikut ini.

Baca Juga: Strategi Anti Fraud Berdasarkan POJK Nomor 12 Tahun 2024

1. Membentuk dan Menerapkan Sistem Pengendalian Internal yang Kuat

Pengendalian internal mampu memastikan segala pencatatan transaksi keuangan dan operasional berlangsung sesuai SOP yang ditentukan. Dengan begitu, catatan keuangan dapat dipertanggungjawabkan dan tidak ada celah untuk kecurangan dalam lingkungan perusahaan.

Oleh karena itu, dalam menerapkan sistem pengendalian internal, Perusahaan harus melakukan audit secara berkala dan meminta pertanggungjawaban apabila ada indikasi fraud yang terdeteksi.

2. Melakukan Sosialisasi dan Pelatihan untuk Karyawan

Pengetahuan mengenai tindakan fraud harus diberikan agar karyawan mengetahui apa saja yang tidak boleh dilakukan dan harus dihindari. Pengetahuan akan konsekuensi hukum tindakan fraud juga harus diberikan. 

Sosialisasi dan pelatihan dapat meningkatkan integritas karyawan untuk tidak melakukan fraud. Maka dari itu, pelatihan dan sosialisasi ini harus dapat menekankan dan menciptakan budaya perusahaan yang berlandaskan kejujuran dan keterbukaan.

3. Menerapkan Whistleblowing

Kebijakan whistleblowing atau pelaporan, memberi kesempatan kepada karyawan atau pihak eksternal untuk melaporkan tindakan fraud yang mereka temui tanpa takut mengalami pembalasan. Dengan adanya saluran pelaporan yang aman dan terjamin kerahasiaannya, kecurangan dapat terdeteksi dan ditangani lebih cepat.

4. Melakukan Audit Secara Rutin

Audit internal dan eksternal sangatlah penting untuk mencegah dan mendeteksi tindakan fraud. Segala catatan transaksi keuangan maupun penerapan SOP perlu diperiksa secara berkala. Jika ada indikasi tindak kecurangan, maka penyelidikan harus dilaksanakan secara menyeluruh dan mendalam. 

Sistem audit harus dilaksanakan secara objektif, baik internal atau eksternal. Oleh karena itu, tim pengendali internal harus memiliki wewenang yang jelas dan memadai.

5. Memastikan Pemisahan Tugas yang Jelas

Dengan membagi tugas di antara beberapa orang atau departemen, perusahaan dapat mengurangi risiko terjadinya kecurangan. Sebab, semakin banyak pihak yang terlibat, semakin sulit bagi satu orang untuk memanipulasi proses secara sepihak. Selain itu, pemisahan tugas ini juga menciptakan sistem pengawasan yang lebih efektif yang membuat tindakan fraud lebih cepat terdeteksi dengan akurat. 

6. Memanfaatkan Teknologi untuk Deteksi Fraud

Di era digital ini, penggunaan teknologi sangatlah krusial untuk bisa mendeteksi dan mencegah terjadinya tindakan fraud. Teknologi digital dapat membantu pemeriksaan dan pencatatan yang lebih jelas dan tersistem, sehingga manipulasi tindak kecurangan dapat dicegah.

7. Pemberian Sanksi yang Tegas

Untuk memberikan efek jera, sanksi yang tegas harus diberikan kepada pelaku fraud. Hal ini juga akan mencegah tumbuhnya bentuk kecurangan yang baru di lingkungan perusahaan. Sanksi dapat berupa tuntutan hukum, suspensi masa kerja, atau bahkan pemecatan. Perusahaan tidak boleh kompromi ketika memberikan sanksi.

8. Membangun Budaya Anti Fraud

Membangun lingkungan dan budaya perusahaan yang jujur serta berintegritas merupakan langkah penting untuk mencegah fraud. Perusahaan harus menanamkan nilai-nilai transparansi, akuntabilitas, dan etika kerja yang baik. Pimpinan perusahaan perlu memberi contoh dengan selalu mengutamakan kepentingan bersama dan bertindak sesuai dengan visi, misi, dan nilai-nilai Perusahaan.

9. Transparansi dalam Pengelolaan Keuangan

Laporan keuangan yang transparan akan mempermudah proses audit dan pengawasan, yang pada gilirannya mengurangi kemungkinan manipulasi data atau penyimpangan yang tidak terdeteksi. Selain itu, transparansi ini berfungsi sebagai langkah preventif yang efektif dalam mengurangi risiko kecurangan di perusahaan, karena semakin terbuka proses keuangan, semakin sulit bagi pihak yang berniat melakukan kecurangan untuk melakukannya tanpa terdeteksi.

Baca Juga: Faktor Penyebab Fraud yang Dapat Terjadi di Perusahaan

Cegah Tindak Fraud di Lingkungan Perusahaan

Itulah 9 cara mencegah terjadinya fraud di lingkungan perusahaan. Membangun lingkungan perkantoran yang jujur dan berintegritas akan membuat kecurangan tidak memiliki akar di perusahaan. Dengan begitu, setiap pemegang kepentingan tidak akan merasa dirugikan.

Perusahaan juga harus memberikan rasa aman ketika karyawan melaporkan tindak kecurangan di lingkungan kerja. Setelah itu, sanksi yang tegas juga harus diberikan untuk memberikan efek jera.