Memaksimalkan Proteksi Karyawan dengan 5 Asuransi Ini!

Memaksimalkan Proteksi Karyawan dengan 5 Asuransi Ini!

Asuransi adalah salah satu benefit yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan. Produknya dapat berupa asuransi kesehatan, jiwa, dan hari tua. Dengan asuransi, karyawan tidak perlu khawatir atas kemungkinan buruk yang terjadi.

Selain mensejahterakan karyawan, menyediakan asuransi juga dipercaya dapat meringankan keuangan perusahaan dalam jangka panjang karena risikonya telah dialihkan kepada penyedia asuransi. Alhasil, perusahaan tidak perlu terbebani dengan pinjaman saat melakukan kegiatan bisnis. 

5 Jenis Produk Asuransi untuk Karyawan Perusahaan

Jika perusahaan menyediakan kompensasi, bonus, ditambah asuransi, maka kamu patut berterima kasih. Berbagai benefit ini secara otomatis akan meringankan finansialmu juga! Berikut ini 5 jenis produk asuransi untuk karyawan perusahaan

Jenis Produk AsuransiKeterangan
Asuransi JiwaSelain asuransi kesehatan, asuransi jiwa merupakan produk yang juga patut dipertimbangkan. Asuransi ini mengcover risiko kematian, terutama jika karyawan yang bersangkutan adalah tulang punggung keluarga. Manfaat yang diberikan berupa santunan tunai untuk keluarga maupun ahli waris yang terdaftar saat membeli asuransi pertama kalinya. 

Premi asuransi ini dibayar setiap bulan secara rutin. Manfaatnya dapat diklaim apabila karyawan meninggal dunia. Nominal klaimnya sesuai dengan kebijakan dalam polis asuransi.

Satu hal yang pasti mengenai nominal klaim adalah nominalnya lebih besar daripada Jaminan Kematian (JKM). Hal ini karena porsi premi yang dibayarkan di asuransi jiwa lebih mahal.
Asuransi Perlindungan AsetJenis asuransi yang satu ini memberikan perlindungan terhadap aset yang diasuransikan. Asetnya dapat berupa properti maupun kendaraan. Asuransi ini mengcover semua kerugian atau kerusakan yang timbul akibat bencana alam, kebakaran, kejatuhan pesawat, dan peristiwa tak terduga lainnya.

Asuransi perlindungan aset bisa diberikan kepada karyawan yang tinggal di tempat yang rentan ditimpa musibah. Misalnya, di dataran rendah yang rentan terkena banjir atau tsunami. 

Sayangnya, asuransi jenis ini jarang diberikan kepada karyawan. Asuransi ini biasanya ditujukan untuk perusahaan itu sendiri guna melindungi aset-aset yang berhubungan dengan kegiatan operasional. 
Asuransi Hari TuaAsuransi ini berguna bagi karyawan yang sudah mendekati masa pensiun. Asuransi ini menjamin kehidupan karyawan pasca pensiun. Dengan harapan agar karyawan mendapatkan kehidupan yang layak meski sudah tidak bekerja lagi.

Selain asuransi pensiun dari pihak swasta, perusahaan juga menyediakan asuransi pensiun dari pemerintah. Misalnya, Program Jaminan Pensiun (PP) dan Jaminan Hari Tua (JHT) oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Iuran PP dan JHT dibayarkan oleh perusahaan masing-masing sebesar 2% dan 3,7%. Karyawan juga ikut berkontribusi untuk membayar dengan persentase yang lebih rendah, yaitu 1% dan 2%. 
Asuransi PendidikanMeskipun sangat jarang, tapi ada saja perusahaan yang menyediakan asuransi bagi karyawan. Manfaatnya bukan untuk karyawan, melainkan untuk anak. Ketika usia anak sudah cukup untuk sekolah, karyawan dapat mencairkan asuransi ini agar anak mendapatkan pendidikan yang layak.

Adanya asuransi pendidikan dapat meringankan beban karyawan. Alhasil, karyawan tidak perlu mengajukan pinjaman ke bank atau koperasi untuk menyekolahkan anak ke jenjang pendidikan yang diinginkan. 
Asuransi KesehatanMemiliki karyawan yang sehat adalah impian semua perusahaan. Dengan jiwa dan raga yang sehat, maka karyawan dapat bekerja dengan baik untuk melakukan kegiatan operasional. Hal ini akan meningkatkan produktivitas bisnis yang otomatis mempengaruhi omzet perusahaan. 

Meski sudah dibekali dengan BPJS Kesehatan, perusahaan dapat menyediakan asuransi kesehatan kepada karyawan. Asuransi kesehatan memberikan manfaat yang lebih luas, yang mungkin tidak dicover oleh asuransi. Selain itu, prosedur klaim dan pelayanan yang diberikan pun lebih bagus. 

Berbagai manfaat yang dicover oleh asuransi kesehatan adalah biaya obat-obatan, dokter, rawat inap, konsultasi, kecelakaan, dan masih banyak lagi. Terdapat hal-hal yang ditanggung dan dikecualikan dalam asuransi kesehatan, jadi pastikan poin ini sudah dibaca dengan baik agar klaim tidak ditolak oleh penyedia asuransi. 

Alasan Klaim Asuransi Ditolak

Dalam asuransi, penolakan klaim adalah hal yang biasa terjadi. Penolakan terjadi karena manfaat yang diinginkan tertanggung tidak tercantum dalam polis asuransi. Untuk lebih jelasnya, berikut ini dua alasan klaim asuransi ditolak. 

1. Manfaat yang Dikecualikan

Pada dasarnya, tidak semua manfaat dicover oleh penyedia asuransi. Dalam asuransi kesehatan, misalnya, tertanggung yang sudah memiliki riwayat penyakit tertentu sebelum menjadi peserta asuransi biasanya cenderung mengalami penolakan klaim. Di sisi lain, penolakan juga dapat terjadi karena manfaat yang diklaim termasuk dalam kategori yang dikecualikan.

Adapun beberapa manfaat kesehatan yang dikecualikan dalam asuransi, antara lain:

  • Penyakit kritis
  • Penyakit mental atau psikologis
  • HIV/AIDS
  • Operasi untuk kebutuhan estetik, seperti operasi plastik
  • Operasi caesar

Karyawan bisa mendapatkan manfaat yang lebih luas dengan cara membeli produk perluasan manfaat. Dengan catatan, perusahaan harus membayar premi yang lebih mahal karena manfaat yang diberikan kepada karyawan pun semakin banyak.

2. Limit Pertanggungan Sudah Tercapai

Produk keuangan, seperti asuransi memiliki limit dalam jumlah tertentu. Jika limit ini sudah tercapai, maka karyawan tidak dapat melakukan klaim dalam bentuk apa pun. Artinya, biaya pengobatan menjadi tanggung jawab karyawan secara pribadi.

Terdapat dua jenis limit yang biasa ditawarkan oleh perusahaan asuransi, yaitu:

  • Limit gabungan, adalah batasan uang pertanggungan yang diberikan oleh asuransi kepada nasabah dalam kurun waktu satu tahun
  • Limit per perawatan, adalah batasan uang pertanggungan yang diberikan oleh asuransi kepada nasabah dalam 1 hari

Perlu diingat bahwa limit untuk berbagai jenis perawatan bisa berbeda-beda. Informasi tentang limit biasanya tercantum dalam polis asuransi, jadi karyawan bisa membacanya di sana. 

Alasan Perusahaan Tidak Menyediakan Asuransi

Meskipun asuransi penting, nyatanya beberapa perusahaan justru tidak menyediakan produk ini bagi karyawan. Bukan tanpa alasan, karena perusahaan memiliki pertimbangan khusus terkait asuransi karyawan. Berikut dua alasan logis kenapa perusahaan tidak menyediakan asuransi. 

1. Pengeluaran Perusahaan

Menyediakan asuransi bagi karyawan secara otomatis menambah pengeluaran. Pengeluaran perlu menambah budget yang tidak sedikit untuk menyediakan benefit ini bagi karyawan. Hal yang wajar jika ada perusahaan yang tidak menawarkan benefit asuransi. 

Khususnya untuk perusahaan yang baru merintis atau yang skalanya kecil. Benefit asuransi sangat jarang ditemukan. Lain halnya jika skala perusahaan besar dan sudah memiliki nama, maka produk asuransi seperti asuransi kesehatan pasti disediakan. 

2. Jabatan Karyawan

Ada juga perusahaan yang menyediakan asuransi, tapi hanya kepada karyawan tertentu saja. Karyawan ini biasanya sudah menduduki jabatan yang lumayan tinggi di perusahaan. Mulai dari supervisor, manager, senior manager, dan CEO. Tidak meratanya pemberian asuransi bisa disebabkan karena budget perusahaan. Bagi karyawan yang ingin mendapatkan benefit ini, disarankan untuk memberikan kontribusi terbaik agar mendapat kesempatan dipromosikan dalam waktu dekat.

4 Tips Memilih Asuransi untuk Karyawan

Human Resources (HR) adalah divisi yang bertanggung jawab untuk mengurus asuransi karyawan. Agar tidak salah pilih, berikut ini 4 tips memilih asuransi yang bisa diterapkan.

1. Proses Klaim Cepat dan Mudah

Tingkat kredibilitas perusahaan asuransi dapat dilihat dari cepat atau tidaknya proses klaim asuransi. Klaim yang lama diproses atau malah diabaikan sudah pasti dihindari, terutama untuk asuransi kesehatan. Namanya penyakit, tentu harus mendapat penanganan yang cepat untuk menghindari risiko yang fatal.

2. Layanan 24 Jam

Perusahaan asuransi yang menyediakan layanan 24 jam patut dilirik. Ketika karyawan membutuhkan pertolongan saat tengah malam, maka asuransi dapat merespon dengan sigap. Alhasil, permasalahan pun cepat terselesaikan tanpa adanya pihak yang dirugikan. 

3. Proteksi Maksimal

Pilihlah perusahaan asuransi yang menawarkan proteksi maksimal dengan premi yang terjangkau. Proteksi ini tidak hanya sebatas rawat inap atau rawat jalan, tapi juga layanan psikologis untuk produk asuransi kesehatan. Sementara untuk asuransi jiwa, proteksi dapat diberikan dengan cara memberikan uang pertanggungan yang lebih besar daripada perusahaan asuransi lain. 

4. Fitur yang Canggih

Teknologi yang canggih dapat membantu HR untuk mengelola benefit karyawan. Jadi, HR dapat memberikan layanan asuransi menggunakan pendekatan full-stack insurtech, yang di dalamnya terdapat program AI dan machine learning. Kedua program ini membantu mengelola data penggunaan asuransi dalam jumlah besar. 

Minimalkan Risiko dengan Produk Asuransi

Pekerjaan apa pun sejatinya memiliki risiko. Namun, risiko ini dapat diminimalisir dengan berbagai produk asuransi, seperti asuransi kesehatan, jiwa, pendidikan, hari tua, dan perlindungan aset yang diberikan perusahaan kepada karyawan. Alhasil, karyawan terproteksi secara maksimal dan dapat memberikan kontribusi terbaik selama bekerja untuk perusahaan.

Dapatkan penawaran produk asuransi karyawan terbaik di Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah ini!