Cermati Protect

Cara Memproteksi Alat Berat Agar Aman Digunakan

Cara Memproteksi Alat Berat Agar Aman Digunakan

Nama alat berat pasti sudah tidak asing lagi di telinga. Menariknya, alat ini semakin mudah dijumpai karena banyaknya proyek-proyek yang dilakukan di Ibu Kota. Mulai dari proyek pembangunan rumah, apartemen, rumah sakit, dan tempat-tempat hiburan. 

Adanya proyek membuat penggunaan alat berat menjadi intens, sehingga kemungkinan terjadinya kerusakan cukup besar. Untungnya hal ini dapat diatasi dengan proteksi mesin berat menggunakan cara yang mudah, sehingga pemakaian alatnya menjadi aman. 

Baca Juga: 10 Jenis Alat Berat untuk Konstruksi Bangunan

2 Cara Memproteksi Alat Berat

Terdapat dua cara proteksi mesin berat yang bisa diterapkan, yaitu.

1. Menggunakan Fitur-Fitur Keselamatan

Pertama, menggunakan fitur keselamatan agar proteksi mesin berat menjadi maksimal. Semakin banyak fiturnya, maka semakin baik karena potensi bahaya mudah dideteksi. Ketersediaan fitur-fitur keselamatan seperti di bawah ini bisa menjadi bahan pertimbangan sebelum membeli atau menyewa alat berat jenis apa saja. 

A. Fitur Standar

Semua fitur alat berat sebenarnya sudah dilengkapi dengan fitur keselamatan standar. Mulai dari lampu rem, lampu sein, dan LED. Lampu rem dan sein berfungsi untuk menunjukkan keberadaan dan arah jalan, baik kepada operator maupun pejalan kaki guna menghindari terjadinya kecelakaan. Sementara lampu LED membantu operator untuk bekerja di tempat yang minim cahaya.

Selain ketiga lampu di atas, fitur keselamatan standar lainnya berupa alat pemadam kebakaran dan proteksi suhu mesin berat. Jika suhu mesin meningkat melebihi batas wajar, maka lampu peringatan menyala. Di sini operator diingatkan untuk memberhentikan mesin berat selama beberapa saat sampai akhirnya suhu mesin kembali normal.

B. Rollover Protection System (ROPS)

ROPS merupakan fitur untuk melindungi operator saat alat berat terguling. Fitur ini bekerja dengan cara memperkuat kerangka kabin, sehingga alat berat mampu menahan benturan atau tabrakan yang keras. 

Untuk beberapa jenis alat berat, fitur ini sudah di-upgrade, sehingga memiliki sistem untuk mengatur kecepatan alat berat. Misalnya, saat hendak berbelok atau mengangkat beban yang sangat berat. Fitur canggih ini akan mengurangi kecepatan alat berat secara otomatis, jadi operator dan alatnya tidak terguling. 

C. Rearview Camera

Sering disebut dengan kamera back up yang terletak di bagian belakang mesin berat. Keberadaan kamera ini memudahkan operator untuk melihat dan memantau situasi di belakangnya tanpa harus memutar leher. Terdengar sepele, tapi fitur ini sangat membantu operator saat mengoperasikan alat berat sepanjang hari.

Seperti diketahui, alat berat memiliki kerangka yang besar. Jarak pandang mata juga tidak bisa menjangkau banyak sisi sekaligus. Namun dengan adanya rearview camera, maka semua sisi mudah dijangkau oleh operator. 

D. Safety Start

Langkah awal untuk mengoperasikan alat berat adalah menyalakan mesinnya, lalu membiarkannya hingga beberapa menit sampai mesin panas. Pemanasan ini berguna untuk mencegah kerusakan pada mesin dan fluida. Dengan fitur safety start, pemanasan berjalan sempurna karena operator tidak boleh menjalankan mesin sampai suhunya mencapai tingkatan tertentu.

Pemanasan yang sempurna membuat alat berat dan mesinnya awet. Selain itu, terjadinya downtime juga dapat diminimalisir akibat kurangnya pemanasan mesin. 

E. Pedestrian Awareness System

Alat berat tertentu sudah dilengkapi dengan sistem pedestrian awareness atau sistem pendeteksi pejalan kaki. Jika ada pejalan kaki di sekitar alat berat, maka lampu akan menyala dan suara dari alat keluar. Jadi, operator bisa segera menghentikan mesin atau mengubah alur operasi ke batasan aman.

Operator yang memiliki jarak pandang terbatas sangat dimudahkan dengan fitur ini. Selain itu, fitur juga dilengkapi dengan kemampuan untuk menekan rem secara otomatis untuk menghindari kecelakaan jika operator jauh dari jangkauan mesin. 

F. Falling Object Protection System (FOPS)

Seperti namanya, FOPS adalah fitur yang akan melindungi operator dari kemungkinan kejatuhan objek atau material di sekitar. Bentuknya menyerupai kerangka kabin yang dipasang di atas mesin. Fitur ini membuat operator dapat bekerja dengan tenang.

Fitur FOPS banyak ditemukan untuk proyek-proyek kehutanan, peratambangan, dan konstruksi. Proyek yang berisiko tinggi akan terkena jatuhan barang berat. Sebelum dioperasikan, sebaiknya periksa dulu bahan pembuatnya untuk mengetahui tingkat ketahanannya.

G. Load-sensing Technology

Setiap alat berat memiliki tingkat kemampuan angkat beban yang berbeda-beda. Jika sebelumnya operator perlu menimbang bobot material secara terpisah, maka fitur ini bekerja secara otomatis. Teknologi load-sensing membantu operator untuk memperkirakan berat muatan secara akurat, sehingga kemungkinan overload sangat sedikit.

Tidak hanya itu, fitur ini juga berfungsi untuk mengatur kecepatan laju alat berat sehingga keselamatan operator terjamin. Dengan kata lain, fitur ini membantu menerapkan K3 di lapangan. 

2. Memilih Kontraktor Alat Berat Terpercaya

Selain menggunakan fitur keselamatan, proteksi mesin berat juga dapat dilakukan dengan memilih kontraktor terpercaya. Pilihlah kontraktor berpengalaman yang selalu berpedoman pada standar keamanan, seperti NFPA. Jadi, operasional alat berat tidak melenceng dari standar yang sudah ditetapkan. 

Baca Juga: 10 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Inspeksi Alat Berat

5 Tips Merawat Alat Berat

Salah satu bentuk proteksi alat berat yang bisa dilakukan adalah dengan merawatnya sebaik mungkin. Caranya dengan melakukan lima tips berikut ini.

1. Perawatan yang Detail

Perawatan tidak sebatas mengecek bagian luarnya saja, tapi juga bagian dalam. Periksa level oli, cairan, dan perhatikan ada atau tidaknya keretakan di sekitar mesin. Perawatan yang detail membantu operator dalam mendeteksi permasalahan yang ada pada alat berat.

Perawatan perlu dilakukan secara rutin, misalnya sekali seminggu untuk yang detailmya. Sementara untuk perawatan biasa bisa dilakukan setiap hari, tepat setelah alat berat digunakan. Misalnya, membersihkan debu atau puing-puing material yang ada di sekitar mesinnya. 

2. Memeriksa Kabel-kabelnya

Selain mesin, kabel-kabel alat berat merupakan komponen yang krusial. Kabel-kabel ini menghubungkan sumber kelistrikan dan fungsi dari semua komponen pada alat berat yang digunakan. Jika ada salah satu kabel yang putus, maka alat berat tidak bisa digunakan.

Pastikan pemeriksaan kabel-kabel dilakukan sebelum mengoperasikan mesin berat. Kabel-kabel harus dalam kondisi baik, letaknya sesuai, dan pastinya bebas kotoran. Jika semuanya sudah baik, maka nyalakan mesinnya dan biarkan sampai panas baru dioperasikan. 

3. Melakukan Pelumasan Mesin

Pelumasan adalah kegiatan yang wajib dilakukan oleh pemilik kendaraan. Pelumasan berguna untuk melumasi komponen-komponen mesin yang bergerak agar tidak cepat rusak. Oli yang dilumasi membantu mencegah gesekan antar suku cadang, sehingga semua komponen dapat bekerja sesuai fungsinya masing-masing. 

Gunakan oli sesuai standar pabrikan alat berat. Jika standar olinya di bawah oli pabrik, takutnya malah memicu kerusakan. Jika sudah rusak, maka biaya perbaikannya tentu saja sangat mahal. 

4. Melatih Operator Mesin Berat

Melakukan sejumlah perawatan preventif tidak akan memberikan dampak yang signifikan jika operator saja tidak dibekali dengan ilmu dan skill yang cukup. Pelatihan adalah salah satu solusi untuk mengatasinya. Mengikuti pelatihan akan melatih operator untuk menggunakan mesin dengan baik dan benar, sesuai dengan standar penggunaan maupun keamanan yang sudah ditetapkan. 

Adapun masalah yang terjadi pada alat berat, operator jadi lebih tahu karena sudah dibekali ilmu yang cukup. Selain itu, ajarkan operator untuk memperlakukan alat berat seperti miliknya sendiri. Jadi, operator punya kemauan untuk merawat dan mengoperasikannya secara hati-hati. 

5. Beli Produk Proteksi Mesin Berat

Tips terakhir adalah dengan membeli proteksi mesin berat yang kini bisa ditemukan di beberapa perusahaan asuransi. Proteksi ini bertujuan untuk melindungi kondisi finansial atas kerusakan yang terjadi pada mesin maupun suku cadangnya akibat penggunaan rutin. Misalnya mesin aus, lampu mati, bagian pendingin bermasalah, dan lain-lain. 

Perusahaan asuransi memberikan biaya penggantian atas setiap kerusakan apabila memenuhi syarat dan ketentuan polis. Tentu, terdapat hal-hal yang dikecualikan dari produk proteksi mesin berat dan pengecualiannya bisa ditanya langsung kepada agen asuransi. Pastikan produknya sesuai dengan kebutuhan mesin berat, sehingga proteksinya menjadi maksimal. 

Baca Juga: Daftar Gaji Operator Alat Berat Konstruksi

Hati-Hati Dalam Memilih Distributor

Mengingat peran alat berat sangat penting dalam suatu proyek, maka pastikan penyewaan atau pembelian alatnya di distributor resmi. Tujuannya untuk menghindari pembelian mesin atau suku cadang tidak original yang dapat memicu terjadinya kerusakan pada bagian lainnya. Jika banyak komponen yang rusak, maka akan menambah pengeluaran perusahaan kan?

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi pengeluaran perbaikan alat berat adalah dengan asuransi. Cermati Protect menyediakan asuransi umum terbaik untuk melindungi alat berat Anda.

Exit mobile version