Cermati Protect

Manajemen Risiko K3: Pengertian dan Penerapannya

Photo by Anamul Rezwan on Pexels.com

Manajemen Risiko K3: Pengertian dan Penerapannya

Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) adalah upaya untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat. Tujuannya untuk mengurangi terjadinya probabilitas kecelakaan kerja yang tidak hanya merugikan karyawan, tapi juga perusahaan. Sebab, hal ini dapat menurunkan produktivitas kerja yang memengaruhi jumlah barang yang diproduksi. 

Penerapan K3 tertuang dalam manajemen risiko di setiap perusahaan. Lantas, bagaimana proses manajemen risiko K3 dan penerapannya? Simak informasi lengkapnya dalam penjelasan berikut ini. 

Pengertian Manajemen Risiko 

Risiko adalah segala sesuatu yang berpeluang menimbulkan sakit, kerusakan, atau bahkan kematian akibat terjadinya bahaya. Sedangkan manajemen risiko K3 adalah suatu upaya sistematis, terencana, terstruktur, dan komprehensif yang dilakukan oleh perusahaan. Tujuan manajemen risiko adalah untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan yang tidak diinginkan di tempat kerja.

Manajemen risiko K3 tidak hanya dibutuhkan di perusahaan manufaktur, tapi juga di perusahaan lain, seperti keuangan. Manajemen risiko keuangan dibutuhkan dalam proses identifikasi, evaluasi, dan pengelolaan risiko untuk menghindari probabilitas terjadinya fraud dalam kegiatan operasional bisnis. 

Agar kegiatan operasional berjalan seperti apa yang diharapkan, perusahaan juga perlu menerapkan manajemen risiko operasional dalam kegiatan sehari-hari. Manajemen risiko operasional adalah suatu upaya untuk mengatasi kendala dalam bisnis, sehingga perusahaan tidak mengalami kerugian.

Langkah-langkah Mengelola Risiko

1. Mengidentifikasi Adanya Bahaya

Terdapat dua hal yang harus dipertimbangkan untuk mengidentifikasi suatu bahaya, di antaranya:

Sedangkan aktivitas yang dapat dilakukan untuk mengidentifikasi suatu bahaya, di antaranya:

2. Menilai Risiko dan Seleksi Prioritas

Suatu proses untuk menentukan jenis pengendalian terhadap tingkat risiko yang mungkin terjadi dinamakan proses menilai risiko dan seleksi prioritas. Poin ini bertujuan untuk menentukan tindak lanjut karena tidak semua bahaya dapat langsung ditindaklanjuti. 

Beberapa hal yang harus dilakukan untuk menilai risiko dan melakukan seleksi prioritas, antara lain.

Menentukan Peluang atau Insiden

Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya suatu peluang atau insiden, antara lain:

Menentukan Konsekuensi

Faktor-faktor yang mempengaruhi suatu frekuensi, antara lain:

Menetapkan Pengendalian

Langkah yang satu ini bertujuan untuk membuat perencanaan, pengelolaan, dan pengendalian atas kegiatan yang dapat menimbulkan suatu risiko. Beberapa metode yang dapat digunakan untuk mengendalikan risiko, antara lain:

Penerapan Langkah Pengendalian

Agar pengendalian dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan, maka berikut ini beberapa langkah yang dapat dilakukan, di antaranya:

Pemantauan dan Tinjauan

Yang terakhir adalah pemantauan dan tinjauan. Langkah ini dilakukan dalam interval waktu yang sudah ditetapkan oleh organisasi. Beberapa hal yang akan memengaruhi proses pemantauan dan tinjauan, antara lain:

Baca Juga: Pengertian Kecelakaan Kerja dan Cara Meminimalisirnya

Proses Penerapan Manajemen Risiko K3

Manajemen risiko K3 adalah suatu proses yang dibuat oleh pimpinan suatu organisasi guna menghindari bahaya atau kecelakaan yang dapat terjadi saat kegiatan operasional berlangsung. Manajemen risiko memiliki sejumlah manfaat, antara lain:

Berdasarkan Manajemen Risiko AS/NZS 4360 tahun 2004, ada beberapa proses yang harus dilakukan agar manajemen risiko K3 berjalan dengan baik dan benar. Adapun proses manajemen risiko adalah sebagai berikut.

1. Menentukan Konteks

Penentuan konteks dilakukan dengan cara melihat visi dan misi dari suatu organisasi dan ruang lingkupnya, mulai dari awal hingga akhir. Hal ini dilakukan karena konteks risiko yang terdapat dalam setiap perusahaan berbeda-beda. Jadi, setiap perusahaan harus menyesuaikan dengan keadaan yang terjadi.

Setelah itu dilakukan penetapan kriteria risiko untuk mengetahui mana yang dapat ditanggulangi oleh perusahaan, dan mana yang tidak dapat ditanggulangi. Kriteria risiko dapat ditentukan dengan melihat kombinasi antara tingkat kemungkinan risiko dan seberapa besar dampak risiko tersebut bagi suatu organisasi.

2. Mengidentifikasi Suatu Risiko

Proses identifikasi termasuk dalam proses manajemen risiko. Identifikasi ini ditujukan untuk mengetahui semua potensi bahaya yang dapat terjadi saat berlangsungnya kegiatan atau proses kerja tertentu. 

Terdapat sejumlah manfaat saat mengidentifikasi risiko, di antaranya:

3. Menilai Risiko

Setelah diidentifikasi, maka langkah selanjutnya adalah menilai risiko. Proses ini dilakukan dengan cara menganalisa dan mengevaluasi risiko.

Menganalisis Risiko

Analisa dibutuhkan untuk mengetahui tingkat keparahan suatu risiko. Beberapa cara menganalisa risiko yang dapat dilakukan, antara lain:

Mengevaluasi Risiko

Setelah dianalisa, maka risiko yang sudah diketahui perlu dievaluasi. Beberapa cara mengevaluasi risiko yang dapat dilakukan, antara lain:

Mengendalikan Risiko

Proses mengendalikan risiko dibutuhkan untuk mengetahui seluruh manajemen risiko yang dibutuhkan oleh suatu organisasi. Caranya berupa membuat forum diskusi, membagikan link jurnal, dan membuat kuis.

Melakukan Komunikasi dan Konsultas

Dampak dari suatu risiko dan cara mengendalikannya perlu dikomunikasikan dalam organisasi. Tujuannya untuk mencapai kesepakatan tentang penanggulangan risiko yang akan diterapkan dalam organisasi. Diperlukan juga yang namanya konsultasi agar proses pembuatan keputusan atas pengendalian risiko tidak merugikan pihak mana pun.

Memantau dan Melakukan Peninjauan

Setelah lima proses di atas dilakukan, maka proses terakhir adalah memantau dan melakukan peninjauan atas pengendalian risiko yang berhasil diterapkan. Jika ternyata pengendalian tersebut kurang tepat, maka organisasi dapat mengubah beberapa poin pengendalian. Sehingga, pengendalian ini memberikan manfaat yang maksimal bagi keberlangsungan kegiatan dalam organisasi. 

Baca Juga: Tips Efektif Mengelola Kehadiran Karyawan

Pengendalian Risiko Dibutuhkan dalam Semua Aspek Bisnis

Dalam suatu organisasi, perusahaan, atau bisnis, manajemen risiko memegang andil penting. Dengan adanya manajemen risiko yang baik, maka segala hal yang tidak diinginkan dapat diminimalisir. Dengan demikian, kegiatan operasional organisasi dapat berjalan lancar. 

Selain penetapan manajemen risiko yang apik, penyediaan asuransi kesehatan karyawan juga diperlukan untuk melindungi karyawan yang juga meruapkan salah satu aset bisnis berharga untuk perusahaan. Dapatkan penawaran asuransi kesehatan karyawan terbaik dari Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah ini!

Exit mobile version