Pegawai Offshore: Tugas, Gaji dan Syaratnya
Gaji offshore pertamina terkini seringkali jadi informasi yang banyak dicari, terutama bagi mereka yang berminat bekerja di perusahaan BUMN tersebut. Sebagaimana perusahaan BUMN pada umumnya, lowongan di pertamina memang banyak diincar oleh para pencari kerja di tanah air.
Pegawai offshore sendiri merupakan pekerja yang bertugas untuk melaksanakan pengeboran minyak serta gas bumi. Jika melihat tugasnya yang berat, maka wajar saja bila gaji offshore pertamina dan perusahaan migas lainnya terbilang tinggi.
Apa saja Tugas Pegawai Offshore?

Secara garis besar, pegawai offshore akan bertugas untuk melakukan proses pengeboran minyak serta gas bumi dari dalam tanah. Hasil pengeboran inilah yang pada akhirnya diproduksi menjadi berbagai produk yang dipasarkan secara luas, termasuk BBM dan yang lainnya.
Pada umumnya, tugas pegawai offshore akan dibedakan dalam 3 tahap, yakni:
- Tahapan Seismik: ini merupakan tahapan di mana para pegawai offshore menjalankan tugas pencarian minyak serta gas bumi, di mana proses ini akan dilakukan dengan bantuan sebuah kapal khusus untuk survey seismik.
- Tahapan Eksplorasi: ini merupakan tahapan di mana para pegawai offshore melakukan pengecekan dan pembuktian terhadap lokasi yang sudah disurvey, hal ini untuk memastikan kualitas minyak dan gas bumi yang terdapat di lokasi tersebut, termasuk untuk membuat kalkulasi ketersediaannya.
- Tahapan Konstruksi: ini merupakan tahapan di mana para pegawai offshore melakukan pemasangan anjungan ataupun platform untuk memproduksi minyak serta gas bumi.
Bila cadangan minyak yang terdapat di lokasi tersebut sepadan dengan biaya eksplorasinya, maka proses produksi minyak dan gas bumi tersebut akan dilaksanakan.
Baca Juga: 4 Masalah Mental yang Terjadi di Kantor dan Cara Mengatasinya
Besaran Gaji Pegawai Offshore Berdasarkan Posisinya
Berikut ini adalah kisaran gaji offshore pertamina dan perusahaan migas lainnya berdasarkan posisinya:
| Konsultan Pengeboran Lepas Pantai | Pegawai Offshore dengan posisi ini bergaji sekitar Rp.2,23 miliar – Rp.4,76 miliar. Seorang konsultan pengeboran lepas pantai akan bertugas untuk memberi saran terhadap perusahaan dalam menentukan lokasi strategis untuk menemukan minyak serta gas bumi. Selain itu, konsultan juga bertugas untuk memberi isu-isu pengeboran terkait aktivitas produksi yang akan dijalankan perusahaan. |
| Manajer Instalasi Lepas Pantai | Pegawai offshore yang satu ini memiliki kisaran gaji sebesar Rp.1,87 miliar – Rp.3,82 miliar. Manajer instalasi lepas pantai bertugas untuk mengatur serta mengendalikan segala aktivitas yang terjadi di rig, termasuk bertanggung jawab pada berbagai hal terkait, seperti: pekerja yang bertugas, aspek teknik yang digunakan, keuangan, dan aktivitas yang dijalankan di sana. |
| Staf Workover (Completion) | Staf Workover atau completion memiliki besaran gaji sekitar Rp.967 juta – Rp.3,8 miliar. Completion bertugas untuk memastikan, memutuskan dan menetapkan apakah pengeboran yang akan dilaksanakan bisa menghasilkan minyak serta gas bumi yang sepadan dan layak untuk diproduksi. |
| Tanker Kapten | Seorang tanker kapten bisa mendapatkan gaji sekitar Rp.1,16 miliar – Rp.2,65 miliar. Pegawai ini akan bertugas untuk mengatur serta mengontrol proses pengangkutan minyak dan gas hasil tambang ke daratan. Seorang tanker kapten akan memiliki tanggung jawab penuh untuk memastikan hasil tambang tesebut tiba di daratan dalam kondisi aman. |
| Insinyur Kelautan | Pegawai offshore yang satu ini bisa mendapatkan gaji sekitar Rp.1,16 miliar – Rp.2,42 miliar. Insinyur kelautan bertugas untuk membuat perencanaan, arahan dan sekaligus mengkoordinasikan aktivitas yang dilakukan selama proses pengeboran maupun proses pengangkutan minyak serta gas bumi. |
| Pilot Helikopter | Pegawai offshore dengan posisi ini bisa mendapatkan gaji sekitar Rp.1,45 miliar – Rp.2,34 miliar setiap bulannya. Pilot helikopter akan bertugas melayani klien-klien yang datang berkunjung ke lokasi pengeboran maupun lokasi bisnis secara langsung. |
| Supervisor Produksi | Pegawai offshore dengan posisi ini bisa mendapatkan gaji sebesar Rp1,68 miliar – Rp.2,30 miliar. Supervisor produksi bertugas untuk melakukan pemeliharaan, modifikasi, perbaikan, dan sekaligus memastikan berbagai peralatan kerja dalam kondisi yang akan dan memenuhi standar keselamatan kerja. |
| Insinyur Proses Bawah Laut/ Kimia | Posisi offshore yang satu ini bisa mendapatkan gaji di kisaran Rp.1,45 miliar – Rp.2,30 miliar. Seorang insinyur proses bawah laut bertugas untuk membuat rancangan proyek utama, mempertahankan integritas minyak serta gas bumi, dan sekaligus mencari solusi untuk berbagai permasalahan yang timbul. |
| Ahli Geologi | Seorang ahli geologi bisa mendapatkan kisaran gaji sebesar Rp.1,64 miliar – Rp. 1,87miliar. Tugas posisi ini adalah mencari minyak serta gas bumi, di mana hal ini bertujuan untuk membuat perhitungan jumlah cadangan yang masih ada. Dengan kata lain, ahli geologi ini akan bertugas menentukan lokasi pengeboran yang akan dilakukan. |
| Insinyur Reservoir/Drilling | Pegawai offshore yang satu ini bisa mendapatkan gaji sekitar Rp.967 juta – Rp.1,81 miliar. Insinyur Reservoir memiliki tugas untuk mengawasi proses pengeboran minyak dan gas bumi yang dilakukan. |
| Catering Crew | Catering crew biasanya digaji sebesar Rp.1,5 juta – Rp.2 juta. Posisi yang satu ini bertugas untuk menyiapkan dan mengantarkan konsumsi kepada para pegawai offshore yang bertugas. |
| Rig Crew | Pegawai offshore yang satu ini bisa mendapatkan gaji sekitar Rp.5 juta – Rp.15 juta. Rig crew bertugas mempersiapkan rig hingga benar-benar siap digunakan untuk pengeboran. |
| Service Company | Posisi yang satu ini bisa mendapatkan gaji sekitar Rp.300 ribu – Rp.12,4 juta per harinya. Seorang service company bertugas untuk memberikan layanan spesialis dalam proses pengeboran seta produksi minyak dan gas bumi. |
Baca Juga: 9 Tips Meningkatkan Kesehatan di Tempat Kerja
Gaji Offshore Pertamina dan Perusahaan Dunia Lainnya
Berikut ini adalah kisaran gaji offshore di Indonesia dan sejumlah negara lainnya:
- Gaji Offshore Engineer di perusahaan pertamina, sekitar Rp 12 juta – 22 juta per bulannya.
- Gaji Field Operator Offshore di Brunei, sekitar US$10.000 setara dengan Rp 150 juta per tahunnya.
- Gaji Offshore Engineer di Dubai, sekitar AED 11.300 – AED 15.000 atau setara dengan Rp 50 juta – Rp 62 juta per bulannya.
- Gaji Offshore Insinyur di Malaysia, sekitar RM 4.000 – RM 10.000 per bulan.
Syarat-Syarat Menjadi Pegawai Offshore

Seleksi menjadi seorang pegawai offshore terbilang ketat, sehingga perlu untuk dipersiapkan dengan baik sejak awal. Secara umum, pekerjaan yang satu ini akan menerapkan 3 tahap yang berbeda, sebelum akhirnya seseorang diterima sebagai pegawai offshore.
Berikut ini adalah beberapa syarat yang wajib dipenuhi untuk bisa menjadi pegawai offshore:
1. Seleksi Administrasi
Seleksi administrasi ini biasanya dibagi ke dalam 2 tahap yang berbeda, yakni seleksi berkas dan juga wawancara. Berikut ini adalah beberapa berkas yang wajib disertakan saat melamar menjadi pegawai offshore:
- Daftar Riwayat Hidup.
- Fotokopi Ijazah Terakhir.
- Fotokopi KTP
- Fotokopi Paspor (jika ada)
- Fotokopi Kartu Keluarga (KK).
- Pas Foto (4 x 6) dengan background biru, 4 lembar.
Jika berkas yang dikirimkan sudah lolos seleksi, maka pelamar biasanya akan menjalani proses wawancara sesuai dengan jadwal yang ditentukan oleh pihak perusahaan.
2. Seleksi Kesehatan
Setelah tahap di atas dinyatakan lulus, maka peserta harus menjalani tes kesehatan. Tes kesehatan ini biasanya akan mencakup berbagai pemeriksaan, termasuk tes obat-obatan dan juga alkohol.
3. Seleksi Sertifikat
Seleksi ini khusus untuk berbagai sertifikat yang dibutuhkan dalam pekerjaan seorang offshore, sesuai dengan posisi yang dilamarnya. Idealnya, seorang pelamar setidaknya wajib memiliki 3-4 sertifikat standar yang berkaitan dengan profesi ini, seperti:
- Basic Fire Fighting: Sertifikat tentang pengetahuan APAR
- CPR and First Aid: Sertifikat tentang penyelamatan rekan engineering jika terjadi kecelakaan kerja.
- Sea Survival (SST): Sertifikat tentang penyelamatan diri sendiri apabila terjadi kecelakaan seperti tenggelamnya kapal laut terbuka.
- Helicopter Escape (HUET): Sertifikat tentang penyelamatan diri jika terjadi kecelakaan helikopter.
- Drilling Certificate (Jika pelamar melamar menjadi offshore bagian drilling)
Baca Juga: 7 Tugas Operator Tambang yang Wajib Diketahui
Risiko & Tantangan Kerja Offshore
Meski gaji pegawai offshore Pertamina terbilang tinggi dan fasilitas kerjanya lengkap, namun perlu disadari bahwa pekerjaan ini juga memiliki tingkat risiko dan tantangan yang jauh lebih besar dibandingkan pekerjaan kantoran biasa.
1. Lingkungan Kerja Ekstrem
Pekerja offshore dihadapkan pada kondisi cuaca yang tidak menentu seperti angin kencang, badai, dan ombak besar. Hal ini meningkatkan risiko kecelakaan dan dapat mengganggu operasional di platform pengeboran lepas pantai.
2. Akses Medis Terbatas
Lokasi kerja yang jauh dari daratan membuat akses ke layanan kesehatan darurat menjadi terbatas. Evakuasi medis harus dilakukan dengan prosedur ketat dan memerlukan waktu yang tidak singkat.
3. Jam Kerja Panjang dan Pola Rotasi Ketat
Sistem kerja umumnya menggunakan rotasi 28 hari kerja dan 14 hari libur, dengan durasi kerja harian hingga 12 jam. Pola ini menuntut stamina tinggi dan adaptasi fisik yang konsisten.
4. Tekanan Psikologis dan Sosial
Isolasi dari keluarga, minimnya hiburan, dan lingkungan kerja yang terbatas dapat memicu stres, rasa jenuh, bahkan gangguan kesehatan mental jika tidak diantisipasi dengan baik.
5. Risiko Kecelakaan Kerja Tinggi
Pekerjaan dengan alat berat, tekanan tinggi, serta potensi kebakaran atau kebocoran gas menjadikan pekerja offshore berada dalam lingkungan kerja dengan risiko tinggi.
Gaji Offshore Pertamina memang Menggoda
Offshore adalah sebutan untuk para pegawai yang bekerja di lokasi pengeboran minyak dan gas bumi. Gaji pekerja di bidang yang satu ini memang terbilang tinggi, sehingga tidak mengherankan jika banyak orang tergoda untuk menekuninya. Namun hal ini tentu sebanding dengan risiko kerjanya, sebab pegawai offshore pada umumnya akan bekerja di rig-rig yang letaknya ada di tengah lautan.
Selain memberikan gaji yang layak, hak utama lainnya yang harus diberikan oleh perusahaan adalah jaminan perlindungan kepada karyawan selama jam kerja untuk tipe pekerjaan apapun salah satunya dengan memberikan asuransi kesehatan kesehatan karyawan terbaik untuk mereka. Pelajari selengkapnya mengenai produk asuransi kesehatan karyawan dari Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah ini!
