Profesi Surveyor: Pengertian, Tugas, Jenjang Karir, dan Gajinya

Profesi Surveyor: Pengertian, Tugas, Jenjang Karir, dan Gajinya

Salah satu profesi yang berkaitan dengan teknik sipil, arsitektur, dan urban planner adalah surveyor. Mereka bekerja langsung di lapangan, seperti membuat sketsa desain dan mengumpulkan data elektronik. 

Surveyor erat kaitannya dengan lingkup proyek. Namun seiring dengan berjalannya waktu, pekerjaan surveyor telah berkembang di luar lingkup proyek. 

Apa Itu Profesi Surveyor?

Surveyor adalah profesi yang bekerja di lapangan, baik untuk mendapatkan, mengumpulkan, dan mengawasi data atau informasi yang terjadi selama bekerja. Mereka bisa bekerja di beberapa industri sekaligus.

Misalnya, dalam bidang teknik sipil, mereka bisa berfokus pada proyek pembangunan infrastruktur. Sedangkan dalam bidang arsitektur, surveyor bertugas untuk menyusun dokumen atas luas tanah dan legalitas tanah pembangunan. 

Surveyor bisa bekerja di perusahaan swasta maupun pemerintahan. Peluang kerjanya cukup luas, maka banyak lulusan teknik sipil yang mengincar profesi ini sewaktu lulus kuliah. Apalagi ditambah dengan gaji surveyor yang cukup menggiurkan. 

Tugas dan Tanggung Jawab Surveyor

Seorang surveyor memiliki tugas dan tanggung jawab yang berbeda-beda, tergantung bidang yang digelutinya. Dilihat secara umum, tugas dan tanggung jawabnya adalah sebagai berikut:

1. Melakukan Pemeriksaan dan Peninjauan

Seorang surveyor melakukan pemeriksaan dan peninjauan atas tugas-tugas yang dilakukan mereka yang bekerja di lapangan. Tujuannya untuk mengetahui kendala, hambatan, atau masalah yang terjadi selama proyek berlangsung.

Pemeriksaan dan peninjauan dilakukan sesuai dengan SOP yang berlaku. Mulai dari tahap awal hingga akhir sesuai dengan rentang waktu yang sudah ditentukan.

2. Melakukan Evaluasi 

Selain melakukan pemeriksaan dan peninjauan, mereka juga melakukan sejumlah evaluasi untuk menilai keberhasilan sebuah proyek sejauh ini. Evaluasi menghasilkan sebuah laporan yang dapat dijadikan bahan untuk “berbenah” atau memperbaiki suatu sistem yang selama ini diterapkan.

Surveyor menggunakan data ini untuk melakukan penilaian secara fair sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sama seperti pemeriksaan, evaluasi pun dilakukan dalam kurun waktu tertentu sesuai kebutuhan proyek.

3. Mengumpulkan Data di Lapangan

Surveyor juga bertugas untuk mengumpulkan data-data yang ada di lapangan. Data yang dimaksud berupa data kualitatif dan kuantitatif yang membantu mereka dalam membuat keputusan di masa mendatang.

Setelah mendapatkan data, surveyor akan melakukan pemetaan data, biasanya berdasarkan titik koordinat tertentu. Hasil yang didapatkan nantinya akan dikumpulkan dalam satu buah laporan, lalu diberikan kepada tim analisis untuk diidentifikasi.

4. Menyiapkan Dokumen

Dokumen-dokumen yang didapatkan dari lapangan perlu dikumpulkan untuk dipresentasikan kepada klien atau pimpinan. Dokumen ini berisi progres proyek, kendala, dan potensi risiko yang terjadi saat proyek dilanjutkan tanpa evaluasi tertentu.

Dokumen bisa berupa laporan tertulis, gambar, atau video. Ketiganya biasanya digabungkan dalam satu PPT, lalu disertai dengan keterangan yang informatif agar mudah dipahami oleh klien atau pimpinan.

5. Membuat Laporan

Setelah melakukan empat tugas di atas, mereka akan membuat laporan hasil survei. Di dalamnya berisi informasi tentang peninjauan, pengawasan, evaluasi, dan pengumpulan data.

Format laporan yang disajikan berbeda-beda, tergantung kepada siapa laporan ini diserahkan, jenis, dan tujuan kunjungan. Laporan diberikan di akhir masa survei, tentunya dalam periode waktu tertentu. 

Baca Juga: Gaji Pekerja Bangunan Harian dan Borongan di Indonesia

Skill yang Dibutuhkan Oleh Surveyor

Bagi yang tertarik bekerja di profesi ini, ada beberapa skill yang perlu dikuasai untuk memperlancar perjalanan karir di kemudian hari. Skill tersebut, antara lain:

1. Mampu Mengoperasikan Peralatan

Peralatan yang dimaksud, seperti GPS, GIS, perangkat laser, dan teknologi lainnya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu proyek. Kemampuan ini bisa dipelajari semasa kuliah, pelatihan, atau sertifikasi khusus.

2. Detail dalam Bekerja

Surveyor wajib bekerja secara detail karena ada banyak kesalahan akibat human error yang terjadi di lapangan. Dengan kemampuan ini, surveyor mampu mendeteksi kesalahan sebelum menimbulkan dampak yang besar bagi kelangsungan proyek.

3. Manajemen Waktu

Tugas dan tanggung jawab surveyor cukup banyak, bahkan mereka bisa sangat sibuk saat menangani proyek besar. Mereka harus mampu mengelola waktu dengan baik untuk menyelesaikan semua tugas yang diemban kepadanya dengan baik. Apalagi ada target yang perlu dikejar agar tidak mengecewakan pihak tertentu.

4. K3

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) juga perlu dimiliki karena mampu meminimalisir kecelakaan kerja di lapangan. Selalu mengenakan APD, Sepatu keselamatan, topi, kacamata, sarung tangan, dan lain sebagainya agar selalu aman.

5. Soft Skill

Mulai dari kemampuan komunikasi, memecahkan masalah, perhitungan, komputerisasi, dan kerja sama tim menjadi soft skill yang amat dibutuhkan dalam menyelesaikan proyek. Ini akan memudahkan jalanmu saat membangun karir ke jenjang yang lebih tinggi.

Baca Juga: Jangan Kaget, Ini Daftar Gaji Pekerja Tambang di Indonesia

Besar Gaji Surveyor

Melihat tugas dan tanggung jawabnya yang lumayan besar, maka pertanyaan pun muncul, yaitu mengenai besaran gaji surveyor. Jawabannya berbeda-beda, tergantung pengalaman atau jam terbang dan lokasi tempat kerja. 

Rata-rata gaji surveyor adalah Rp3.400.000 hingga Rp5.500.000 per bulan. Sementara untuk surveyor tanah, besaran gaji yang diterima di ibu kota antara Rp5.000.000 hingga Rp8.000.000 per bulan. 

Jenjang Karir Seorang Surveyor

Sama seperti profesi lainnya, surveyor juga memiliki jenjang karir yang berbeda-beda. Setiap jenjang karir memiliki tugas dan tanggung jawab berbeda. Semakin tinggi karir, maka semakin berat pula tanggung jawabnya.

Adapun jenjang karir surveyor secara umum, yaitu:

  • Asisten surveyor, bertugas untuk mengambil data atau sampel di lapangan
  • Junior surveyor, bertugas untuk mengukur dan menampilkan data yang didapatkan kepada atasan
  • Surveyor, bertugas untuk melakukan pemeriksaan dan membuat laporan pekerjaan di lapangan
  • Senior surveyor, bertugas untuk mengawasi kinerja surveyor, termasuk memeriksa laporan yang disampaikan sebelum diserahkan kepada pimpinan proyek

Syarat Menjadi Seorang Surveyor

Profesi surveyor kini dibutuhkan di berbagai bidang pekerjaan. Tidak hanya proyek konstruksi, tapi juga pertanahan dan pertambangan. 

Agar bisa sukses menjadi seorang surveyor, pastikan kamu sudah memenuhi beberapa syarat berikut ini:

1. Pendidikan yang Relevan

Syarat pertama adalah berasal dari latar belakang pendidikan yang relevan dengan profesi surveyor. Ada beberapa jurusan yang related, seperti teknik sipil, pertanahan, geografi, hingga perencanaan wilayah dan kota. 

Di luar jurusan di atas, maka peluang untuk menjadi surveyor sangatlah kecil. Sebab, kamu tidak memiliki ilmu dasar yang berkaitan dengan proyek pembangunan. Hal ini tentu akan menyulitkanmu dalam bekerja karena kamu tidak tahu apa yang perlu dikerjakan.

2. Sehat Jasmani dan Rohani

Syarat selanjutnya adalah sehat secara jasmani dan rohani. Bekerja di lapangan bukan hal yang mudah. Jika kondisi kesehatan terganggu, kamu tidak bisa perform secara maksimal selama bekerja.

Perlu diingat bahwa tugas dan tanggung jawabmu cukup besar. Hasil kerjamu akan dimanfaatkan oleh orang banyak, jadi jaga kondisi kesehatan agar tidak mengganggu kelancaran pekerjaan.

3. Memasuki Usia yang Sesuai

Beberapa perusahaan menetapkan batasan usia tertentu bagi surveyor. Persyaratan usia berbeda-beda, tergantung kebijakan dan kebutuhan dari perusahaan.

Rata-rata usia yang dibutuhkan adalah minimal 25 hingga 27 tahun. Dengan asumsi bahwa pada usia ini, kamu sudah memiliki sejumlah pengalaman yang bisa diaplikasikan saat menjabat sebagai seorang surveyor.

4. Memiliki Pengalaman Kerja

Ini akan menjadi poin plus saat melamar suatu pekerjaan. Semakin banyak pengalaman kerja di bidang yang sama, semakin besar peluang untuk diterima bekerja di perusahaan karena kamu dianggap capable pada jabatan yang diberikan. 

Selain itu, pengalaman juga akan memudahkanmu dalam melakukan tugas sehari-hari. Bahkan kamu bisa membuat gebrakan terbaru dari pengalaman kerja sebelumnya, sehingga ada konsep dan inovasi terbaru yang bisa diterapkan untuk memperbaiki suatu sistem di perusahaan. 

Baca Juga: Besaran Gaji Mekanik Tambang, Kualifikasi dan Tugasnya

Cari Lowongan Kerja yang Sesuai Bidangmu

Itulah informasi mengenai defenisi singkat surveyor, tugas dan tanggung jawab, skill yang dibutuhkan, gaji surveyor, dan persyaratan yang harus dipenuhi. Lingkungan kerjanya mungkin tidak semudah kelihatannya karena banyak waktu dihabiskan di outdoor, bukan indoor seperti pekerjaan kantor lainnya. Maka dari itu, penting untuk selalu menjaga kondisi kesehatan agar tidak mempengaruhi performa kerja.

Tidak hanya itu saja, kamu juga perlu memastikan bahwa lowongan pekerjaan yang dilamar sesuai dengan bidang yang diinginkan. Jika bidangmu di proyek konstruksi, maka carilah jabatan surveyor di bidang konstruksi bukan pertambangan. Hal ini akan membuatmu mampu tampil maksimal, sehingga karir terus meningkat.

Profesi surveyor menawarkan jenjang karier yang menarik dengan tanggung jawab besar di berbagai sektor. Selain memahami tugas dan potensi gajinya, penting bagi perusahaan untuk memastikan kesejahteraan surveyor dengan menyediakan asuransi kesehatan.

Cermati Protect menghadirkan produk asuransi kesehatan karyawan terbaik untuk melindungi karyawan dari berbagai risiko kesehatan saat bekerja. Dengan perlindungan ini, perusahaan dapat menciptakan lingkungan kerja yang aman dan mendukung, sehingga karyawan dapat bekerja dengan optimal dan merasa tenang.

Untuk mendapatkan informasi selengkapnya mengenai produk asuransi kesehatan karyawan Cermati Protect, silahkan isi formulir dibawah ini!

Insinyur Konstruksi: Tugas dan Skill yang Diperlukan

Insinyur Konstruksi: Tugas dan Skill yang Diperlukan

Sebuah proyek perlu dikelola, direncanakan, dijadwalkan, dan dibangun sesuai rencana dan spesifikasi yang sudah ditentukan di awal. Tujuannya agar pembangunan terlaksana dengan baik, lancar, sesuai dengan ekspektasi, dan dapat dimanfaatkan oleh orang banyak.

Pekerjaan ini biasanya menjadi tanggung jawab para insinyur konstruksi. Mereka bekerja dalam proyek yang diselenggarakan oleh swasta, pemerintah, maupun organisasi tertentu yang berada di bawah naungan pemerintah. 

Mengenai Profesi Insinyur Konstruksi

Profesi ini banyak diminati oleh lulusan teknik sipil karena ilmunya berbicara tentang keahlian sipil secara teknis. Namun, tidak sedikit lulusan teknik konstruksi yang juga meminatinya karena mereka juga memiliki ilmu dasar tentang suatu bangunan.

Antara teknik sipil dan konstruksi memiliki perbedaan tertentu, di antaranya:

  • Teknik sipil fokus pada sisi engineering yang terdapat pada suatu bangunan. Misalnya, mereka akan menghitung jumlah baris dan kolom yang dibutuhkan untuk membangun gedung bertingkat. Mereka juga menghitung diameter dan jenis pile yang digunakan agar bangunan bisa berdiri kokoh.
  • Teknik konstruksi berfokus pada kegiatan pelaksanaan dari engineering drawing. Misalnya, peralatan atau mesin alat berat yang dibutuhkan saat pengecoran atau las sehingga hasil kerjanya menjadi optimal.

Meski memiliki perbedaan, perlu diketahui bahwa seorang insinyur konstruksi memiliki tujuan yang sama. Mereka akan memastikan bahwa penggunaan sumber daya, baik tenaga kerja, bahan baku, dan keahlian digunakan secara maksimal untuk menyelesaikan proyek sesuai waktu yang ditentukan.

Tugas Insinyur Konstruksi

Berjalannya suatu proyek menjadi tanggung jawab yang diemban oleh seorang insinyur konstruksi. Pembangunan yang berhubungan dengan kepentingan orang banyak, seperti jalan raya, jembatan, terowongan, dan stasiun kereta api menjadi fokus utama mereka.

Agar lebih jelas, ini dia beberapa tugas yang dilakukan oleh insinyur konstruksi:

1. Memastikan Proyek Berjalan Lancar

Insinyur konstruksi bertanggung jawab atas proyek yang sedang berlangsung. Mereka perlu memastikan bahwa proyek berjalan dengan lancar, terhindar dari berbagai masalah yang dapat menimbulkan efek negatif pada hasil proyek, dan memenuhi standar yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

2. Melakukan Evaluasi Proyek

Melakukan evaluasi penting dilakukan untuk mengidentifikasi kesalahan yang memicu risiko dan kegagalan proyek di masa depan. Evaluasi dilakukan secara berkala, misalnya seminggu atau sebulan sekali agar kelangsungan proyek tidak merugikan pihak-pihak tertentu.

3. Membuat Perhitungan

Pengerjaan suatu proyek membutuhkan biaya besar dimana estimasi perhitungannya dilakukan oleh insinyur konstruksi. Mulai dari biaya tenaga kerja, bahan baku, pembelian atau penyewaan peralatan. Semua biaya yang berhubungan dengan konstruksi perlu dihitung sebaik mungkin untuk menghindari over budget yang berisiko memicu proyek mangkrak.

4. Kolaborasi dengan Para Ahli

Tidak sendirian, insinyur konstruksi berkolaborasi dengan para ahli, seperti arsitek dan kepala lapangan untuk memastikan kelancaran proyek. Khususnya dalam membuat perencanaan pembangunan agar terhindar dari konflik kepentingan dan memenuhi regulasi yang berlaku.

Baca Juga: Daftar Gaji Pekerja Konstruksi di Indonesia

Gaji Insinyur Konstruksi

Besaran gaji insinyur konstruksi berbeda-beda di setiap wilayah yang ada di Indonesia. Misalnya, antara Jakarta dan Bandung karena adanya perbedaan Upah Minimum Regional (UMR) dan biaya kebutuhan hidup.

Di kota-kota besar, gaji insinyur konstruksi sekitar Rp15.000.000 hingga Rp35.000.000 per bulan. Sementara untuk industri pertambangan dengan profesi yang sama, gaji yang diterima sebesar Rp16.000.000 hingga Rp25.000.000 per bulan. 

Gaji insinyur konstruksi tertinggi di Indonesia berada di angka Rp2,14 miliar per tahun. Gaji sebesar ini diperoleh ketika seseorang sudah memiliki jam terbang yang tinggi, disertai dengan keberhasilannya dalam mengerjakan proyek-proyek skala besar. 

Keterampilan yang Diperlukan Insinyur Konstruksi

Keberhasilan insinyur konstruksi dalam menggeluti karirnya tidak terlepas dari keterampilan yang dimilikinya. Beberapa keterampilan yang penting untuk menunjang karir ini, antara lain:

1. Memahami Alat Berat

Alat berat terdiri dari berbagai jenis dengan fungsi dan kelebihan masing-masing. Insinyur konstruksi yang akan memberikan rekomendasi alat berat terbaik untuk kegiatan tertentu, sehingga hasilnya optimal.

Mereka juga memastikan bahwa operator mampu mengoperasikan setiap alat berat dengan benar dan aman. Jadi, risiko munculnya korban jiwa atau kecelakaan kerja dapat diminimalisir sekecil mungkin.

2. Mengenali Lokasi Konstruksi

Lokasi konstruksi akan diinspeksi terlebih dahulu untuk memastikan kelancaran dan keamanan proyek. Mereka juga memeriksa, mengidentifikasi potensi bahaya, dan menyarankan adanya perbaikan kalau mendapati lokasi konstruksi tidak aman. 

Berikut ini beberapa cara yang dilakukan insinyur konstruksi untuk mengenali lokasi proyek pembangunan, di antaranya:

  • Datang langsung ke lokasi proyek
  • Mengenali struktur tanah dan kondisi lingkungan di sekitar
  • Mengecek riwayat terjadinya bencana alam di lokasi yang bersangkutan

3. Manajemen Konstruksi yang Baik

Mereka juga perlu menguasai keterampilan manajemen konstruksi. Keterampilan ini berkaitan dengan pengelolaan dan pengawasan konstruksi. Mulai dari mengidentifikasi biaya, menyarankan logistik, dan meningkatkan keselamatan pekerja.

Beberapa cara yang digunakan untuk melakukan manajemen konstruksi, antara lain:

  • Memastikan struktur bangunan yang ditempati
  • Menghitung estimasi biaya konstruksi menggunakan software manajemen konstruksi
  • Mengecek sistem kelistrikan, mekanik, dan menjaga komunikasi agar berjalan dengan lancar

4. Manajemen Proyek yang Memadai

Selain manajemen konstruksi, mereka juga perlu menguasai keterampilan manajemen proyek. Ini berhubungan dengan kegiatan perencanaan, pengorganisasian, dan pengawasan proyek dari awal sampai akhir. Mereka juga mengelola pengeluaran dan memastikan proyek selesai tepat waktu.

5. Mengetahui Standar Keselamatan

Keterampilan yang terakhir adalah paham mengenai standar keselamatan kerja yang berlaku di Indonesia, lalu mengimplementasikannya di tempat kerja. Keterampilan ini diperlukan untuk memastikan bahwa semua pekerja aman.

Adapun standar keselamatan yang ditetapkan di tempat kerja, seperti:

  • Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) selama mengerjakan proyek
  • Mengoperasikan mesin sesuai standar keselamatan
  • Mensosialisasikan tanda-tanda bahaya
  • Memastikan bahwa pekerjaan dilakukan di lingkungan yang aman

Baca Juga: Intip Besaran Gaji Arsitek Konstruksi di Indonesia

Kualifikasi Insinyur Konstruksi

Melihat gaji insinyur konstruksi yang besar, banyak orang pasti tertarik untuk menekuni karir ini. Agar karir ini bisa diraih, ada kualifikasi yang harus dipenuhi, seperti:

1. Menempuh Pendidikan yang Tepat

Untuk menjadi seorang insinyur konstruksi, kamu harus memiliki latar pendidikan yang sejalan, yaitu teknik sipil. Pendidikan ini bisa ditempuh dengan kurun waktu 4 tahun. Selain pendidikan, kamu perlu mengikuti pelatihan tertentu untuk mengembangkan kemampuan teknis mengenai suatu bangunan, sehingga dapat bersaing dengan kandidat lainnya saat melamar kerja. 

2. Mengikuti Sertifikasi

Insinyur konstruksi wajib memiliki sertifikasi profesional yang diterbitkan oleh lembaga berwenang, yaitu Persatuan Insinyur Indonesia. Aturan ini tercantum dalam UU No. 11 Tahun 2014 tentang keinsinyuran. Tanpa sertifikasi ini, ada kemungkinan kamu akan menerima konsekuensi hukum, seperti membayar denda atau hukuman penjara dalam waktu tertentu.

3. Mengasah Keterampilan

Selain itu, kamu juga wajib menguasai beberapa keterampilan yang berkaitan dengan proyek konstruksi. Mulai dari keterampilan memahami alat berat, lokasi konstruksi, manajemen konstruksi, manajemen proyek, dan standar keselamatan yang berlaku di tempat kerja. Keterampilan inilah yang akan membantumu dalam melaksanakan pekerjaan, sehingga semuanya berjalan lancar dan tidak merugikan siapa-siapa.

4. Mampu Menyesuaikan Diri dengan Cepat

Insinyur konstruksi tidak hanya bekerja di industri konstruksi saja, tapi juga pertambangan dan industri lain dengan kondisi lingkungan kerja yang berbeda-beda. Di sini kamu diminta untuk memiliki kemampuan penyesuaian diri yang cepat agar bisa berbaur dan klop dengan lingkungan sekitar. Kemampuan adaptasi akan memudahkanmu dalam berkolaborasi dengan para ahli, seperti arsitek dan kepala lapangan. 

Baca Juga: Daftar Gaji Teknisi Konstruksi di Indonesia

Mulailah Membuat Resume dan CV yang Menarik

Latar belakang pendidikan sudah sesuai, keterampilan memadai, dan juga sudah memiliki pengalaman kerja. Bisa dipastikan peluangmu untuk menjajaki karir sebagai seorang insinyur konstruksi terbuka lebar dengan nominal gaji yang menggiurkan. Tugasmu saat ini adalah memperbaiki resume dan CV saat melamar kerja agar lebih menarik lagi dimata recruiter. 

Isilah resume dan CV sesuai informasi yang relevan dengan bidang yang dilamar dan jangan lupa untuk menyertakan skill komputerisasi yang dimiliki, proyek-proyek yang berhasil diselesaikan, dan pencapaian selama bekerja. Gunakan format yang baik agar resume dan CV milikmu enak dilihat. Hindari penggunaan kalimat atau kata yang sulit dimengerti dan tulislah secara informatif.

Menjadi insinyur konstruksi membutuhkan skill mumpuni dan menawarkan gaji yang kompetitif. Namun, dengan tuntutan pekerjaan yang tinggi, penting bagi perusahaan untuk memastikan kesehatan dan kesejahteraan karyawan melalui asuransi kesehatan.

Cermati Protect menyediakan produk asuransi kesehatan karyawan terbaik yang dirancang untuk melindungi dari berbagai risiko kesehatan saat bekerja. Dengan perlindungan ini, perusahaan dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan produktif, sehingga karyawan bisa fokus mengembangkan karier tanpa khawatir akan biaya kesehatan.

10 Prospek Kerja Teknik Sipil yang Menggiurkan

10 Prospek Kerja Teknik Sipil yang Menggiurkan

Teknik sipil menjadi salah satu jurusan yang banyak diminati, khususnya oleh para pria. Alasannya ada dua, yaitu karena peluang kerjanya menjanjikan dan gajinya yang besar. Siapa yang tidak tertarik, kan?

Teknik sipil merupakan ilmu yang mempelajari tentang perencanaan, modifikasi, dan perancangan bangunan maupun infrastruktur di suatu daerah. Cabang ilmunya berbeda dengan lulusan arsitektur yang fokus untuk menciptakan desain bangunan yang menarik. 

Dimana Saja Lulusan Teknik Sipil Bekerja?

Para lulusan teknik sipil pada umumnya bekerja di bidang konstruksi. Bisa menjadi seorang kontraktor bangunan, pembangun rumah, sales perumahan maupun peralatan yang berhubungan dengan konstruksi. 

Mereka biasanya bekerja di suatu perusahaan, baik perusahaan swasta maupun pemerintah. Tentunya dengan nominal gaji yang berbeda-beda, tergantung jabatan, pengalaman kerja, dan skala perusahaan. 

10 Prospek Kerja Teknik Sipil

Berbicara mengenai prospek kerja, lulusan teknik sipil bisa bekerja di berbagai bidang atau kategori. Berikut 10 prospek kerja yang bisa dilirik. 

1. Manajer Proyek Konstruksi

Sebagai seorang manajer, mereka bertugas untuk mengarahkan proyek konstruksi agar berjalan sesuai rencana. Misi utamanya adalah agar proyek dapat diselesaikan tepat waktu sesuai anggaran yang direncanakan.

Selama proyek berlangsung, mereka akan mengawasi pekerjaan di lapangan. Jika ada ketidaksesuaian, mereka berhak menegur dan mengarahkan sesuai standar dan ketentuan yang benar. Mereka juga berhak untuk meminta tanggung jawab kepala lapangan, biasanya berupa laporan harian atau mingguan. 

Gaji manajer proyek konstruksi cukup beragam. Rata-rata gajinya adalah Rp14.000.000 hingga Rp17.000.000 per bulan. Gaji ini cukup bervariatif, tergantung pengalaman, lokasi, dan industry tempatnya bekerja. Gaji manajer proyek konstruksi tertinggi berada di angka Rp60.000.000 per bulan.

2. Surveyor Bangunan

Surveyor merupakan profesi yang menjanjikan bagi lulusan teknik sipil. Mereka bertugas untuk memastikan bahwa perusahaan, karyawan, dan pimpinan menaati peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. 

Jika ada kekurangan atau kesalahan tertentu, mereka menjadi pihak yang mencarikan solusi terbaik bagi klien. Alhasil, tidak ada salah satu pihak pun yang dirugikan dalam penyelesaian proyek.

Besaran gaji surveyor bangunan lebih rendah dibandingkan gaji manajer proyek konstruksi. Rata-rata gajinya adalah Rp4.500.000 hingga Rp9.000.000 per bulan. Nominal ini akan meningkat kalau mereka memiliki pengalaman dan skill tertentu.

3. Konsultan Konstruksi

Seperti namanya, konsultan adalah mereka yang memberikan nasihat atau masukan mengenai kondisi suatu properti. Topik yang dibahas biasanya berkaitan dengan permasalahan dalam dunia properti, jadi konsultan memberikan solusi agar klien bisa mendapatkan keuntungan yang optimal.

Klien bisa datang dari mana saja, baik perorangan maupun perusahaan. Sementara konsultan konstruksi berasal dari agensi tertentu dari perusahaan yang dikelolanya sendiri atau orang lain.

Di Indonesia sendiri, ada banyak perusahaan yang bergerak di bidang konsultan konstruksi. Rata-rata gaji yang diterima adalah Rp5.000.000 hingga Rp8.000.000 per bulan.

4. Insinyur Lingkungan

Insinyur lingkungan adalah profesi yang bertanggung jawab atas isu-isu tentang air, tanah, udara, dan limbah yang ada di sekitar. Mereka berupaya untuk memecahkan masalah polusi dan kesehatan lingkungan yang dapat merugikan masyarakat. Analisis terkait lingkungan biasanya dilakukan di kantor, sedangkan pengujian dilakukan di lapangan. 

Mereka diwajibkan agar dapat merancang suatu teknologi, lalu mengimplementasikannya pada sistem untuk mengendalikan risiko lingkungan. Hal ini diharapkan dapat memulihkan keadaan lingkungan menjadi lebih baik.

Rata-rata gaji insinyur lingkungan antara Rp3.750.000 sampai Rp12.680.000 per bulan. Tergantung pengalaman, tempat kerja, lokasi, dan skill yang dimiliki. 

Baca Juga: Daftar Gaji Pekerja Konstruksi di Indonesia

5. Urban Designer

Urban designer adalah profesi untuk menciptakan, mengembangkan, membentuk, dan mengatur tata letak kota secara keseluruhan. Pekerjaannya melibatkan elemen-elemen perkotaan, seperti transportasi, ruang public, dan jasa bangunan.

Profesi ini berfokus pada pengaturan, penampilan, dan fungsi tatanan suatu kota. Perencanaan, aksi, dan hasil memerlukan pertimbangan yang cukup matang, sehingga interaksi antara manusia dan ruang fisik tidak bertabrakan.

Rata-rata gaji urban designer bagi para fresh graduate sekitar Rp2.900.000 hingga Rp5.500.000. Sementara yang sudah berpengalaman 2-5 tahun bisa digaji hingga Rp9.000.000 setiap bulan. 

6. Ahli Geoteknik

Ahli geoteknik bertugas untuk mengelola, menyelidiki, dan menguji penerapan geometri dan dimensi. Singkatnya, mereka bertanggung jawab dalam merancang pondasi, fasilitas infrastruktur, dan jalan dalam industri pertambangan.

Mereka adalah ujung tombak dalam kesuksesan operasi dan optimalisasi sektor pertambangan. Ilmu yang mereka miliki sangat berguna dalam lingkup teknik sipil, makanya lapangan pekerjaannya lumayan luas. 

Rata-rata gaji ahli geoteknik cukup menggiurkan, yaitu Rp5.000.000 hingga Rp28.000.000 setiap bulan. Tergantung dari pengalaman, tempat kerja, skill, dan aspek lain yang dibutuhkan oleh perusahaan. 

7. Teknik Nuklir

Prospek kerja yang bisa dijalankan lulusan teknik sipil selanjutnya adalah teknik nuklir. Mereka bertanggung jawab untuk membangun, menjalankan, menonaktifkan, dan membuat desain pembangkit listrik tenaga nuklir. 

Berbagai pekerjaan teknis, seperti melakukan maintenance sistem, mendesain sistem baru, meningkatkan efisiensi, stabilitas, dan keberlangsungan pembangkit listrik nuklir juga menjadi tanggung jawab mereka.

Tanggung jawab yang besar sebanding dengan besaran gaji yang diterima. Persaingan kerja sangat sengit, dan lapangan pekerjaan cukup terbatas. Rata-rata gaji yang diterima sekitar 33.000.000 hingga Rp125.000.000 per bulan. 

Baca Juga: Daftar Gaji Teknisi Konstruksi di Indonesia

8. Bagian Quality Kontrol

Profesi ini tidak hanya dibutuhkan dalam industri manufaktur saja, tapi juga konstruksi. Tugasnya untuk melakukan pengawasan terhadap bahan atau materi bangunan yang digunakan dalam proses pembangunan. 

Mereka juga diberikan wewenang untuk menegur manajer proyek maupun kontraktor apabila terjadi penyimpangan di dalam suatu proyek. Maka dari itu, profesi ini menuntut ketegasan agar hasil proyek optimal seperti yang diharapkan oleh klien.

Rata-rata gaji pokok yang diterima adalah Rp4.400.000 per bulan. Tapi, mereka yang sudah berpengalaman lebih dari 5 tahun, memiliki sertifikasi tertentu, dan skill yang dibutuhkan dalam dunia konstruksi biasanya digaji lebih besar. Nominalnya bisa mencapai belasan atau puluhan juta rupiah setiap bulan.

9. Drafter

Drafter adalah mereka yang bertugas untuk menggambar atau membuat sketsa, lalu dipresentasikan kepada klien. Seiring dengan perkembangan zaman, seorang drafter tidak lagi menggambar di kertas besar, melainkan menggunakan software seperti AutoCAD. Software ini dipercaya membuat pekerjaan lebih mudah, cepat selesai, dan hasilnya pun maksimal.

Syarat menjadi seorang drafter adalah minimal lulusan D3 dan sudah memiliki sertifikasi pelatihan drafter. Atau setidaknya sudah pernah bekerja menggunakan software AutoCAD untuk memudahkan pekerjaan di perusahaan baru. 

Standar gaji seorang drafter adalah Rp3.000.000 hingga Rp6.000.000 per bulan. Besaran gaji disesuaikan dengan pengalaman, tempat bekerja, dan Upah Minimum Regional (UMR). Di kota-kota besar, seperti Jakarta, gaji drafter bisa mencapai Rp5.000.000 per bulan bagi fresh graduate.

10. Bagian Research and Development

Research and Development (R&D) atau dikenal juga dengan istilah Penelitian dan Pengembangan (Litbang) merupakan profesi lain yang bisa dipilih oleh lulusan teknik sipil. Profesi ini dibutuhkan hampir di semua perusahaan, baik swasta maupun pemerintah. 

Seperti namanya, bagian ini bertanggung jawab untuk melakukan penelitian dan pengembangan terkait proyek yang sedang berjalan. Aktivitasnya mengacu pada tujuan di masa mendatang. Tentunya dengan mempertimbangan berbagai aspek untuk meminimalisir potensi kerugian.

Rata-rata gaji yang diterima oleh bagian R&D adalah Rp4.000.000 hingga Rp6.000.000 bagi lulusan fresh graduate. Sementara yang sudah berpengalaman 2 hingga 5 tahun digaji Rp8.000.000 hingga Rp10.000.000 per bulan. Besaran gaji ini belum termasuk bonus kinerja, THR, dan tunjangan lain yang diberikan oleh perusahaan, ya!

Baca Juga: 10 Jenis Pekerjaan Paling Bahaya yang Gajinya Fantastis

Kenali Sistem Perkuliahannya Sebelum Memilih Jurusan

Teknik sipil menjadi jurusan perkuliahan yang cukup diminati karena peluang karirnya yang menjanjikan di masa depan, terutama saat ini dimana pembangunan lagi gencar-gencarnya dilakukan. Meski demikian, pastikan dulu kalau jurusan ini sesuai dengan passion dan kemampuan yang dimiliki karena ilmunya sangat berkaitan dengan pelajaran fisika dan matematika. 

Di semester pertengahan, biasanya aka nada adjustment jurusan untuk memilih spesialisasi tertentu, seperti jurusan struktur bangunan, sumber daya perairan, dan lain sebagainya. Dari penjurusan inilah kamu harus mulai memikirkan karir seperti apa yang diinginkan agar jurusannya sesuai. Dengan demikian, kamu bisa berkarir di bidang yang tepat dengan gaji dan loncatan karir yang menggiurkan untuk masa depanmu.

Menjalani karier di bidang Teknik Sipil memang menawarkan prospek yang menjanjikan dan gaji yang kompetitif. Namun, di tengah tuntutan pekerjaan yang kompleks, penting bagi perusahaan untuk memastikan kesejahteraan karyawan dengan menyediakan asuransi kesehatan.

Cermati Protect menawarkan produk asuransi kesehatan karyawan terbaik yang dirancang untuk melindungi karyawan dari berbagai risiko kesehatan selama bekerja. Dengan perlindungan ini, perusahaan dapat meningkatkan produktivitas sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman bagi para profesional Teknik Sipil.

Dapatkan informasi selengkapnya mengenai produk asuransi kesehatan karyawan Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah ini!

10 Prospek Kerja Teknik Industri dan Gajinya

10 Prospek Kerja Teknik Industri dan Gajinya

Teknik industri merupakan jurusan yang erat kaitannya dalam proses industri, seperti sistem manufaktur, tekno ekonomi, dan ergonomi. Cakupan ilmu yang luas menghasilkan lulusan yang hebat dengan peluang kerja yang beragam. Ada yang berperan dalam dunia bisnis, sumber daya, efisiensi proses kerja, peningkatan kualitas produk, kuantitas produk, hingga penghematan modal. 

Gaji teknik industri juga cukup menggiurkan. Bagi yang sudah berpengalaman lebih dari 5 tahun, misalnya, bisa digaji hingga belasan juta setiap bulan. 

10 Prospek Kerja Teknik Industri dan Gajinya

Prospek kerja bagi lulusan teknik industri cukup beragam. Bagi kamu yang tertarik menempuh pendidikan jurusan ini, berikut 10 prospek kerja yang sudah menunggumu di masa depan. 

1. Manajer Produksi

Mengelola proses produksi secara menyeluruh menjadi salah satu tanggung jawab manajer produksi. Mulai dari perencanaan, pengorganisasian, distribusi, hingga pengendalian. Kamu perlu memastikan bahwa jadwal produksi, operasional, dan kualitas produk terjaga agar tidak mengganggu kelancaran operasional.

Di sisi lain, kamu juga harus melakukan riset terhadap pasar untuk mengetahui kebutuhan pasar dan produk yang dijual oleh kompetitor. Kamu pun akan bekerja sama dengan divisi customer service untuk mengetahui kebutuhan konsumen, sehingga berbagai perbaikan bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas produk maupun pelayanan.

Rata-rata gaji manajer produksi di Indonesia antara Rp11.000.000 hingga Rp14.000.000 per bulan. 

2. Konsultan Manajemen

Gaji teknik industri yang cukup menggiurkan selanjutnya adalah konsultan manajemen. Profesi ini bertanggung jawab untuk memberi saran dan solusi atas masalah yang terjadi di internal maupun eksternal perusahaan. Dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan produktivitas perusahaan secara menyeluruh.

Konsultan manajemen nantinya akan sering berhubungan dengan klien untuk membantu menyelesaikan masalah klien. Maka dari itu, profesi ini menuntut kemampuan komunikasi yang baik agar penyampaian informasi kepada klien bagus. 

Kisaran gaji konsultan manajemen cukup beragam, tergantung jenjang pendidikan, pengalaman, dan reputasi perusahaan tempatnya bekerja. Rata-rata gaji konsultan manajemen di Indonesia antara Rp8.000.000 hingga Rp30.000.000 per bulan. 

3. Industrial Engineering

Adalah profesi yang juga cukup menjanjikan bagi lulusan teknik industri. Profesi ini bertanggung jawab untuk meninjau jadwal dan proses produksi guna meningkatkan produktivitas produksi. Profesi ini juga bertanggung jawab untuk menemukan tata cara memperbaiki bagian produksi yang kurang akurat, merancang tata letak fasilitas, dan menghitung biaya produksi.

Bukan tugas yang mudah, bukan? Maka tak heran kalau industrial engineering digaji cukup mahal dibandingkan profesi lulusan teknik industri lainnya. Apalagi profesi ini menuntut kemampuan matematika yang tinggi karena tugasnya sangat erat dengan perhitungan. 

Rata-rata gaji industrial engineering di Indonesia antara Rp5.000.000 hingga Rp17.000.000 per bulan. 

Baca Juga: Daftar Gaji Insinyur Konstruksi di Indonesia

4. Quality Control

Quality control atau sering disebut QC adalah profesi yang bertanggung jawab untuk memastikan kualitas produk yang diproduksi oleh perusahaan sudah sesuai dengan standar yang ditentukan. Misalnya, dari tingkat keamanan packaging yang diharapkan tidak merusak kualitas dari produk yang akan dijual. 

Selain itu, QC juga bertugas untuk memeriksa penggunaan bahan baku, peralatan atau mesin produksi, hingga kerja sama antar tim. Tugasnya harus dilakukan secara berkesinambungan karena kesalahan dalam produksi akan mempengaruhi citra perusahaan di mata masyarakat. 

Rata-rata gaji quality control di Indonesia antara Rp5.000.000 hingga Rp12.000.000 per bulan. 

5. Produk Analis

Prospek kerja lulusan teknik industri selanjutnya adalah produk analis. Tugas utamanya adalah untuk mengembangkan strategi pemasaran, sehingga produk yang dihasilkan oleh perusahaan dapat bersaing dengan tren terkini. Alhasil, produknya tidak ketinggalan zaman dan tetap dilirik oleh konsumen.

Kamu yang berprofesi di bidang ini juga bertanggung jawab untuk menganalisis produksi, mengendalikan kualitas produksi, memelihara alat-alat produksi, dan mengoptimalkan seluruh proses produksi. Profesi ini menuntut skill analisis yang tinggi, maka tak heran kalau profesinya sering disetarakan dengan jabatan senior atau supervisor.

Rata-rata gaji produk analis yang ada di Indonesia antara Rp7.000.000 hingga Rp15.000.000 per bulan. 

6. Sales Engineer

Sales engineer juga profesi yang tidak boleh sampai dilupakan karena karirnya cukup menggiurkan. Profesi ini bertanggung jawab untuk memahami segala aspek teknis yang terdapat dalam suatu produk, lalu menjelaskannya kepada konsumen. Sales engineer memberikan konsultasi mengenai produk, menjelaskan fitur-fiturnya, dan melakukan negosiasi dengan para klien.

Beberapa skill yang dibutuhkan oleh sales engineer, antara lain:

  • Naluri bisnis dan kemampuan marketing yang baik
  • Mampu menganalisa masalah dengan baik
  • Kemampuan komunikasi yang baik

Rata-rata gaji sales engineer di Indonesia antara Rp6.000.000 hingga Rp30.000.000 per bulan, tergantung pengalaman kerja. 

7. Cost Control Engineer

Seperti namanya, profesi ini bertanggung jawab untuk menghitung biaya, waktu, dan tenaga yang dihabiskan dalam proses produksi. Profesi ini juga nantinya akan mengelola kas, melacak anggaran, serta membuat estimasi anggaran. 

Kamu harus paham tentang budgeting, sehingga anggaran yang direncanakan dan dikeluarkan oleh perusahaan menjadi pas. Selain itu, kamu juga harus bertanggung jawab atas setiap dana yang dikeluarkan. Bentuk pertanggungjawaban berupa laporan harian, mingguan, atau bulanan. 

Rata-rata gaji cost control engineer di Indonesia antara Rp5.000.000 hingga Rp10.000.000 per bulan. Sementara yang sudah berpengalaman lebih dari 10 tahun bisa digaji Rp15.000.000 per bulan. 

Baca Juga: Daftar Gaji Pekerja Konstruksi di Indonesia

8. Market Researcher

Salah satu prospek kerja teknik industri yang sangat menggiurkan, terutama bagi kamu yang suka meneliti, menganalisis, dan berinteraksi dengan orang lain. Profesi ini bertanggung jawab untuk mengumpulkan data, menganalisis, dan menyajikan data dalam bentuk kualitatif maupun kuantitatif. 

Market researcher juga akan meneliti kebiasaan konsumen, opini pelanggan, investasi, maupun tren yang sedang marak di pasar. Sekilas kelihatan mudah, tapi market researcher adalah ujung tombak keberhasilan suatu perusahaan. Mempekerjakan market researcher yang handal dipercaya dapat meningkatkan penghasilan perusahaan hingga dua kali lipat, lho!

Dengan tugas dan tanggung jawab yang diemban, maka wajar apabila market researcher digaji cukup tinggi. Rata-rata gaji market researcher di Indonesia bisa mencapai Rp345.000.000 per tahun atau Rp28.750.000 per bulan.

9. Staff HSE

Menjadi seorang HSE bukanlah hal yang mustahil bagi lulusan teknik industri. Profesi ini cukup menguntungkan karena kamu bisa bekerja full time di perusahaan, tapi bisa juga sebagai freelance di berbagai perusahaan dengan waktu kerja yang fleksibel.

Staf HSE bertanggung jawab untuk memastikan kegiatan operasional perusahaan sesuai dengan standar kepatuhan yang sudah ditetapkan. Selain itu, kamu juga melakukan berbagai evaluasi untuk memastikan kegiatan operasional di lingkungan kerja selamat dan tidak ada karyawan yang mengalami kecelakaan kerja. 

Rata-rata gaji staff HSE di Indonesia bagi fresh graduate sekitar Rp5.000.000 hingga Rp7.000.000. Namun bagi yang sudah berpengalaman, gajinya bisa mencapai puluhan juta per bulan. 

10. Demand Planner

Prospek kerja lulusan teknik industri yang terakhir adalah demand planner. Bertanggung jawab untuk memastikan kegiatan operasional perusahaan berjalan lancar, tepat waktu, efisien, dan sesuai biaya yang ditentukan. Profesi ini juga membantu perusahaan untuk meningkatkan ketepatan permintaan konsumen. 

Salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk menjajaki karir ini adalah memiliki kemampuan matematika yang kuat. Sebab, lingkup kerjanya sangat berkaitan dengan perhitungan. Terpenuhinya permintaan konsumen sangat bergantung pada rencana yang kamu buat, jadi jangan sampai salah memprediksi. 

Rata-rata gaji demand planner di Indonesia antara Rp8.500.000 hingga Rp17.500.000 per bulan di perusahaan nasional. Sedangkan di perusahaan multinasional bisa mencapai puluhan juta per bulan. 

Baca Juga: Gaji Teknisi Geologi dan Prospek Kerjanya

Asah Skill dan Perbanyak Pelatihan

Teknik industri menjadi salah satu lulusan yang banyak diminati karena menawarkan jenjang karir yang menggiurkan, maka wajar kalau tingkat persaingan kerja jurusan ini pun sangat tinggi. Untungnya, jenjang karir di jurusan ini cukup beragam, jadi kamu bisa pilih sesuai dengan bidang yang diminati. Ada manajer produksi, konsultan manajemen, industrial engineering, quality control, produk analis, sales engineer, cost control engineer, market researcher, staff HSE, dan demand planner.

Tugasmu sekarang adalah mengasah skill dan mengikuti pelatihan yang berkaitan dengan sektor pekerjaan yang diminati untuk memperbesar peluang kerja. Di sisi lain, skill dan pelatihan yang kamu ikuti juga mempengaruhi besaran gaji yang akan didapatkan. Jadi, persiapkan diri sebaik mungkin sebelum melamar agar hasilnya optimal, ya!

Penting untuk diingat bahwa selain gaji yang kompetitif, perusahaan juga perlu memperhatikan kesejahteraan karyawan melalui perlindungan asuransi kesehatan. Salah satu langkah strategis untuk menjaga produktivitas dan loyalitas karyawan adalah dengan memberikan asuransi kesehatan yang memadai.

Cermati Protect hadir sebagai solusi terbaik dengan berbagai produk asuransi kesehatan karyawan yang komprehensif. Dengan layanan ini, perusahaan dapat melindungi karyawan dari berbagai risiko kesehatan yang mungkin muncul saat bekerja, sehingga mereka bisa fokus dan bekerja dengan optimal tanpa khawatir akan biaya pengobatan.

Dapatkan informasi terlengkap seputar produk asuransi kesehatan karyawan dengan mengisi formulir dibawah ini!

3 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Sertifikasi HSE Umum

3 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Sertifikasi HSE Umum

Sertifikasi HSE umum sering juga disebut sebagai sertifikasi K3. Setiap orang yang ingin bekerja di bidang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) wajib memiliki sertifikat ini, apakah itu sertifikat K3 umum BNSP atau sertifikat K3 Kemnaker RI. Hal ini tergantung dari persyaratan masing-masing perusahaan. 

Sertifikat K3 didapatkan melalui program pelatihan yang diselenggarakan oleh lembaga tertentu yang sudah bekerja sama dengan pihak berwenang atau Kementerian Ketenagakerjaan. Pelatihan berguna untuk mempersiapkan peserta agar lebih mengenal K3 yang terdapat dalam suatu perusahaan. Pelatihan membuat peserta paham tentang pekerjaan umum yang dilakukan oleh ahli K3. 

Siapa Saja yang Boleh Mengikuti Pelatihan K3?

Sertifikasi HSE umum atau K3 umum terbuka untuk umum. Pesertanya bisa dari lulusan SLTA atau SMA, khusus untuk sertifikat K3 BNSP pada tingkatan muda dan madya. Selain itu, latar belakang Pendidikan boleh dari jurusan mana saja.

Hal terpenting untuk dapat mengikuti pelatihan adalah dengan memenuhi persyaratan sertifikasi HSE umum. Beberapa persyaratan umumnya, antara lain:

  • Menyiapkan fotokopi KTP atau identitas diri
  • Pas foto berukuran 3×4 dengan latar belakang merah
  • Menyiapkan fotokopi ijazah terakhir
  • Surat keterangan kerja (bila ada)
  • Surat keterangan berbadan sehat dari dokter

Baca Juga: 10 Tips Agar Pelatihan K3 Berjalan Efektif

Biaya Mengikuti Pelatihan K3

Penyelenggaraan sertifikasi K3 biasanya disediakan oleh beberapa lembaga terpercaya. Namun, lembaga yang paling banyak diminati adalah dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI). 

Persyaratan dari kedua lembaga ini berbeda-beda, jadi cari tahu terlebih dahulu sebelum mendaftar pelatihan untuk kelengkapan administrasi. Selain persyaratan, biaya pelatihan K3 pun berbeda-beda. Adapun besaran biayanya, antara lain:

1. Biaya Pelatihan K3 Umum BNSP

Untuk pelatihan yang diselenggarakan oleh BNSP, biayanya sebesar Rp2.500.000. Pelatihan dapat diikuti secara online selama 4 hari. 

Sertifikat yang didapatkan dari pelatihan ini melekat secara individu dengan masa berlaku selama 3 tahun. Setelah masa berlakunya habis, peserta dapat memperpanjangnya dengan mengikuti ujian ulang yang diselenggarakan oleh BNSP. 

2. Biaya Pelatihan K3 Kemnaker RI

Jika dibandingkan dengan pelatihan K3 umum dari BNSP, pelatihan dari Kemnaker RI lebih mahal. Biayanya bisa dua atau tiga kali lipat. Kisaran pada umumnya antara Rp5.500.000 hingga Rp7.000.000. 

Pelatihan berlangsung selama 12 hari kerja. Setelah pelatihan, peserta akan memperoleh sertifikat K3 dengan masa berlaku selama 3 tahun. Sertifikat melekat secara individu dan instansi, serta dapat diperpanjang otomatis dengan cara menyerahkan dokumen SKP dan lisensi K3. 

3 Cara Mendapatkan Sertifikat K3

Bagi yang bekerja di lingkup K3, memiliki sertifikat K3 merupakan hal yang wajib. Untuk mendapatkannya, lakukan tiga cara berikut ini.

1. Memenuhi Persyaratan

Sebelum mengikuti rangkaian pelatihan, penuhi persyaratan yang ada terlebih dahulu. Beberapa persyaratan yang umum, seperti memiliki pengalaman kerja di bidang K3, melampirkan fotokopi KTP, surat keterangan kerja, berbadan sehat, dan pas foto. 

Persyaratan bisa berbeda-beda, sesuai jenis sertifikasi dan tingkatannya. Misalnya, untuk sertifikasi K3 umum BNSP tingkat sarjana muda, Anda wajib memiliki pengalaman kerja antara 6 bulan sampai 3 tahun. Lamanya pengalaman tergantung dari latar belakang Pendidikan masing-masing peserta.

2. Memilih Lembaga Pelatihan yang Tepat

Sertifikat K3 bisa didapatkan dengan mengikuti pelatihan. Sebaiknya pilih tempat pelatihan yang tepat karena skill dan pelayanan yang diajarkan juga tidak sembarangan. 

Untuk memastikan kredibilitas lembaga pelatihan, sebaiknya cari informasi lebih lanjut di internet atau sosial media. Alhasil, sertifikat yang diperoleh bersifat resmi dan dapat digunakan sebagai kelengkapan administrasi saat mendaftar pelatihan.

3. Pastikan Lulus Pelatihan

Setelah melakukan dua cara di atas, pastikan Anda lulus pelatihan. Tanpa kelulusan, maka sertifikat K3 tidak bisa didapatkan. 

Sertifikat K3 merupakan bukti atas kemampuan dan kompetensi peserta dalam penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Sertifikat nantinya diserahkan kepada perusahaan saat melamar kerja agar memiliki peluang untuk lolos ke tahap rekrutmen kerja.

Baca Juga: Ahli K3 Umum: Pengertian, Skill, dan Tugasnya

5 Tips Meningkatkan Penerapan K3 Pasca Pelatihan

Ilmu yang didapatkan saat pelatihan K3 bisa diimplementasikan di dunia kerja setelah mendapatkan sertifikat. Agar implementasinya optimal, lakukan tips-tips berikut ini.

1. Langsung Mengimplementasikan Skill

Selama mengikuti pelatihan, ada banyak skill baru yang didapatkan. Anda bisa mengimplementasikan skill baru pada perusahaan. Sementara skill yang sebelumnya dimiliki bisa diasah kembali agar implementasi menjadi maksimal.

Misalnya, mempraktekkan langkah-langkah untuk menganalisis kecelakaan saat terjadi kecelakaan kerja. Lalu, mencoba membuat laporan secara lengkap kepada pihak terkait untuk mengidentifikasi penyebab terjadinya kecelakaan kerja.

Dari sini, Anda bisa mengetahui seberapa baik skill dalam menganalisis kondisi lingkungan sekitar. Skill yang mengalami peningkatan atau penurunan mudah diketahui lewat cara ini.

2. Memahami Tujuan Perusahaan

Setiap perusahaan memiliki tujuan yang ingin dicapai. Misalnya, perusahaan konstruksi ingin mengurangi angka kecelakaan kerja, seperti terguling saat mengoperasikan alat berat atau terjatuh dari ketinggian. Atau perusahaan kimia ingin mengurangi risiko penggunaan bahan-bahan kimia terhadap kesehatan lingkungan mengingat risiko kerja yang tinggi.

Dengan mengetahui tujuan yang perusahaan ingin capai, Anda bisa mengusulkan kebijakan yang sesuai dengan perusahaan. Jangan lupa untuk mendiskusikan hal ini dengan atasan, terutama bila merasa kebingungan. Diskusi dapat membuka ide-ide baru yang sebelumnya tidak terpikirkan demi usul yang terbaik.

3. Mengevaluasi Kebijakan K3 di Perusahaan

Salah satu cara terbaik untuk meningkatkan penerapan K3 di perusahaan adalah dengan mengevaluasi kebijakan yang sudah ditetapkan. Tujuannya untuk memastikan relevansi kebijakan tersebut dengan situasi yang ada. Jika kebijakan sudah tidak sesuai lagi, maka perubahan bisa dilakukan agar implementasi K3 optimal.

Jika kebijakan memerlukan evaluasi, penting untuk mendiskusikannya dengan pihak-pihak terkait. Kelak kebijakan tersebut harus dipatuhi oleh setiap orang yang bekerja di perusahaan, jadi persetujuannya tidak boleh dilakukan sepihak. 

Biasanya pihak-pihak berkepentingan akan mengadakan rapat untuk mendiskusikan kebijakan baru yang ingin diterapkan. Ada kebijakan baru yang mungkin disetujui, ada pula yang ditolak. 

4. Menentukan Target yang Ingin Dicapai

Tips selanjutnya adalah dengan menentukan target yang ingin dicapai. Target adalah pedoman atau acuan dalam meniti karir. Target sering kali membuat karyawan semangat bekerja karena ini berkaitan dengan pencapaian.

Target setiap karyawan tentu berbeda-beda, maka tentukan target Anda sendiri. Misalnya, ingin mendapatkan promosi jabatan tahun depan, maka Anda perlu memberikan kontribusi maksimal sehubungan dengan penerapan K3. Apabila targetnya untuk meningkatkan kesadaran karyawan akan pentingnya penerapan K3, maka Anda perlu menjadi contoh yang bisa diteladani di perusahaan.

Jika target saat ini berhasil dicapai, maka target lain pun bisa dicapai. Jika hal ini terwujud, maka sertifikat HSE umum yang diterima berhasil meningkatkan skill dan kompetensi kerja di perusahaan. Percayalah aka nada banyak karyawan yang mencoba mengikuti jejak Anda.

5. Meminta Feedback

Tips terakhir adalah dengan meminta feedback atas usul K3 maupun penerapannya di perusahaan. Ada beberapa orang yang mungkin kurang setuju terhadap usul Anda di awal, tapi akhirnya menjadi setuju setelah diterapkan. Ada pula yang awalnya setuju menjadi kurang setuju karena hasilnya tidak sesuai yang diharapkan.

Sejauh mana pengaruh pelatihan K3 berdampak langsung pada kinerja. Jadi, jangan ragu untuk meminta feedback sebagai bahan evaluasi diri.

Terima feedback positif maupun negatif. Jadikan feedback negative sebagai motivasi untuk mengoptimalkan potensi K3 di masa yang akan datang. Sementara feedback positif terus dipertahankan demi kebaikan diri sendiri, rekan kerja, dan terlebih lagi perusahaan.

Baca Juga: Apa Itu K3? Pengertian, Tujuan, Prinsip, dan Ruang Lingkup

Pastikan Sertifikat K3 Memberi Dampak Positif

Sertifikat HSE umum atau K3 bukan sertifikat pelatihan sembarangan, melainkan sebaliknya. Sertifikat ini bisa menjadi modal untuk memperbesar peluang karir, sehingga karir cepat melejit. Pastikan setiap skill, ilmu, dan kompetensi yang diperoleh selama pelatihan berhasil memberikan dampak positif kepada perusahaan tempat Anda bekerja. 

Jangan lupa untuk terus mengasah skill di bidang K3 meski tanpa pelatihan karena ini berguna untuk kemajuan karir di masa depan. Percayakan pelatihan pada lembaga terpercaya dan legal di Indonesia. Sebab, kompetensi yang ditawarkan kepada setiap peserta yang ikut dalam pelatihan optimal untuk persiapan menyambut dunia kerja.

Sertifikasi HSE umum sangat penting untuk memastikan keselamatan dan kesehatan di tempat kerja. Selain sertifikasi, memberikan perlindungan ekstra bagi karyawan melalui asuransi kesehatan juga sangat penting.

Cermati Protect menyediakan produk asuransi kesehatan karyawan yang melindungi mereka dari berbagai risiko kerja, mulai dari kecelakaan hingga penyakit akibat lingkungan kerja. Dengan perlindungan ini, karyawan dapat bekerja dengan tenang dan perusahaan bisa fokus menjaga produktivitas serta keselamatan tim.

Dapatkan informasi selengkapnya atau langsung melakukan pengajuan dengan mengisi formulir dibawah ini!

Tugas Safety Officer dan Daftar Gajinya

Tugas Safety Officer dan Daftar Gajinya

Menata Keselamatan dan Kesehatan Kerja merupakan hal yang sangat penting dalam dunia K3. Penerapan ini biasanya dikerjakan oleh divisi Health Safety and Environment (HSE) di dalam suatu perusahaan dengan mengacu pada Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2012.

Divisi HSE biasanya diisi oleh safety officer yang akan membantu menyelaraskan implementasi K3 di perusahaan. Agar kinerjanya maksimal, mereka ini diwajibkan untuk mengikuti sertifikasi safety officer

Artikel berikut akan membahas seputar safety officer agar kamu semakin mengenal ranah pekerjaan, tugas, besaran gaji, dan tips karirnya. 

Pengertian Safety Officer

Safety officer adalah sebuah profesi yang bergerak di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Seseorang yang menyandang profesi ini wajib mengikuti sertifikasi safety officer yang diadakan oleh lembaga pelatihan di Indonesia. Lama pelatihan tergantung dari kebijakan lembaga yang menyelenggarakan. 

Safety officer bertanggung jawab atas keselamatan dan kesehatan yang ada di lingkungan kerja. Standar aplikasinya tergantung sektor industri masing-masing perusahaan. Antara bidang pertambangan, konstruksi, dan migas berbeda-beda. 

Baca Juga: Daftar Gaji Teknisi Konstruksi di Indonesia

Tugas Safety Officer

Seorang safety officer memiliki beberapa tugas di perusahaan tempatnya bekerja. Secara umum, tugasnya adalah sebagai berikut.

1. Mengidentifikasi Potensi Bahaya

Segala kegiatan operasional yang dilakukan oleh perusahaan memiliki bahaya dan risiko tertentu. Bahaya dan risiko perlu diidentifikasi oleh safety officer. Mulai dari potensi hingga tingkatannya. 

Dengan mengetahui keduanya, mereka dapat membuat beberapa bentuk pencegahan agar bahaya dan risiko tidak mengganggu kegiatan bisnis secara keseluruhan. Sehingga, semuanya tetap berjalan dengan lancar.

2. Membuat Gagasan Terkait K3

Tugas selanjutnya adalah membuat gagasan yang berkaitan dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Gagasan yang dibuat wajib memiliki indicator, berupa upaya preventif dan korektif. 

Upaya preventif untuk mengurangi potensi kecelakaan kerja, sedangkan upaya korektif untuk menanggulangi dan bentuk mitigasi atas kecelakaan yang terjadi di tempat kerja. Jika terdapat pihak-pihak yang tidak mematuhi gagasan yang sudah dibuat, maka safety officer berhak untuk menegurnya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

3. Melakukan Dokumentasi K3

Salah satu cara untuk mengantisipasi bahaya dan risiko adalah melakukan dokumentasi K3 di perusahaan. Mulai dari membuat prosedur baku dan memelihara barang yang berhubungan dengan K3. Pastikan dokumentasi dikelola dan disimpan dengan benar untuk memudahkan proses evaluasi di masa mendatang.

4. Mengembangkan K3

Seorang safety officer bertugas untuk mengembangkan program K3 sesuai analisis risiko dan regulasi yang berlaku dari pemerintah. Kemampuan dalam mengidentifikasi kebutuhan K3 akan membantu safety officer untuk mengajak semua level jabatan di perusahaan berpartisipasi aktif dalam implementasi K3. Jadi, K3 tidak hanya diterapkan oleh karyawan saja, tapi juga oleh manajemen atau pimpinan.

5. Mengevaluasi Penerapan K3

Berbagai kecelakaan yang terjadi di tempat kerja perlu diidentifikasi dan dievaluasi penyebabnya, guna memudahkan tindakan preventif maupun korektif. Safety officer wajib memonitor gagasan program yang dijalankan di perusahaan, lalu memperbaiki gagasan yang kurang efektif dalam penerapan aspek K3. 

Hasil evaluasi dicatat dengan detail untuk kebutuhan manajemen perusahaan. Jika ada perubahan, maka safety officer bisa mempertanggungjawabkan landasan perubahan tersebut.

6. Menjadi Pihak Penghubung

Tugas yang terakhir adalah sebagai pihak penghubung atau jembatan antara perusahaan dan pemerintah. Safety officer memastikan bahwa aturan dan prosedur yang ditetapkan oleh pemerintah sudah dijalankan dengan baik oleh perusahaan. 

Jika ada perubahan regulasi, maka safety officer juga memastikan bahwa perubahan tersebut sudah diimplementasikan. Sehingga, tidak terjadi penyimpangan yang dapat merugikan pihak tertentu.

Gaji Safety Officer

Safety officer bukanlah profesi sembarangan. Di Indonesia sendiri, besaran gaji yang diterima cukup menggiurkan, terutama jika seseorang sudah menduduki jabatan yang tinggi.

Rata-rata gaji safety officer yang ada di Indonesia adalah sebagai berikut:

  • Lulusan S1 dengan pengalaman kerja 1-5 tahun sebesar Rp7.000.000 – Rp14.000.000
  • Supervisor dengan pengalaman kerja antara 5-10 tahun sebesar Rp15.000.000 – Rp22.000.000
  • Manajer dengan pengalaman kerja lebih dari 10 tahun sebesar Rp29.000.000 – Rp57.000.000

Baca Juga: Daftar Gaji Pekerja Konstruksi di Indonesia

Tips Meningkatkan Karir Safety Officer

Bagi yang ingin berkarir sebagai safety officer, kamu bisa menerapkan beberapa tips berikut ini:

1. Pilih Pendidikan yang Sesuai

Pertama, pastikan kamu memilih pendidikan yang sesuai dengan bidang K3. Saat ini ada beberapa program pendidikan yang linear dengan profesi ini, seperti teknik lingkungan, teknik industri, hingga perawat.

2. Membangun Personal Branding

Membangun citra diri atau personal branding sangat penting di era modern. Media sosial bisa menjadi tools yang digunakan untuk menunjukkan kemampuan dan pemahaman tentang K3. Ini akan membukakan peluang karir yang besar, terutama kalau kamu memiliki koneksi dengan orang-orang yang bergerak di bidang K3. 

3. Mengembangkan Skill 

Jangan cuma mengasah kemampuan di bidang teori, tapi juga kembangkan skill penunjang yang berguna untuk kebaikan karirmu. Mulai dari kemampuan menggunakan software, internet, AI, hingga berbahasa asing. 

Selain itu, kamu juga bisa menyisihkan waktu untuk mengembangkan skill penting seperti poin-poin berikut ini:

  • Skill identifikasi, yang akan memudahkanmu untuk mengenali potensi bahaya dari metode kerja, material, alat yang digunakan, dan tenaga kerja yang ditugaskan untuk melakukan pekerjaan tertentu.
  • Skill memecahkan masalah, untuk memudahkan proses penyelesaian masalah. Baik yang terjadi di jajaran karyawan maupun manajemen, sehingga kamu bisa memberi solusi yang tepat.
  • Skill komunikasi, untuk memudahkanmu saat berbicara dengan orang lain, termasuk tamu, customer, maupun investor.
  • Skill regulasi dan standar, yang akan membantumu saat membuat pedoman kerja agar penerapan K3 sesuai dengan regulasi, standar, dan syarat yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.
  • Skill pelatihan, membantumu dalam mentransfer pengetahuan seputar K3 kepada setiap orang di semua level jabatan. Skill ini diharapkan dapat meningkatkan awareness, angka keselamatan, dan kesehatan kerja.
  • Skill kepemimpinan, yang membantumu untuk berpartisipasi secara aktif falam mewujudkan lingkungan kerja yang aman dan nyaman. Sekaligus mengajak semua orang untuk melakukan hal yang sama demi kebaikan bersama.
  • Skill pada hal-hal detail, secara proaktif melakukan analisis, mengidentifikasi bahaya, dan risiko untuk meminimalisir potensi kecelakaan.
  • Skill manajemen krisis, yang membantumu tetap tenang dalam menangani kegagalan fungsi K3 yang diterapkan di perusahaan, meskipun dalam situasi darurat.
  • Skill penunjang, yang membantumu dalam menjalankan tugas secara keseluruhan, seperti skill dalam mengoperasikan kemajuan teknologi yang ada.

4. Aktif Bersosialisasi

Dimana kamu secara aktif membangun sosialisasi atau networking dengan orang-orang yang berkecimpung di bidang K3. Koneksi yang berhasil dibangun otomatis membuka peluang baru seputar karir, yang membawamu menuju karir cemerlang.

5. Mengikuti Sertifikasi Safety Officer

Tips yang terakhir adalah dengan mengikuti sertifikasi safety officer. Ini sangat membantu membukakan jalan bagi siapa saja yang ingin berkarir di bidang K3. Kamu bisa mencari lembaga terpercaya yang tidak hanya menerbitkan sertifikat, tapi juga mentransfer ilmu K3 dengan baik.

Salah satu lembaga sertifikasi safety officer yang bisa dipilih adalah Exagama. Persyaratannya cukup mudah, yaitu menyerahkan fotokopi ijazah, KTP, dan pas foto 3×4 latar belakang merah. 

Biaya pendaftaran sebesar Rp399.000 yang akan berlangsung selama 2 hari. Beberapa fasilitas yang akan kamu dapatkan, antara lain:

  • 18 e-sertifikat
  • Materi selama pelatihan, seperti penanggulangan kebakaran dasar, work permit, job safety analysis, teknik inspeksi K3, investigasi kecelakaan kerja, CSMS, dan masih banyak lagi
  • Materi pelatihan dalam bentuk rekaman yang bisa dipelajari ulang setelah pelatihan berakhir
  • Grup info lowongan kerja

Baca Juga: Daftar Gaji Teknisi Konstruksi di Indonesia

Saatnya Meningkatkan Skill, Integritas, dan Passion

Bagi yang ingin berkarir di bidang K3 bisa melirik profesi safety officer yang cukup menjanjikan di masa mendatang. Karir ini bisa dimulai dengan mengemban pendidikan di bidang yang linear dengan pekerjaan K3, sehingga kamu memiliki gambaran yang berguna untuk membangun karir di masa depan.

Agar karirmu cemerlang, sekarang saatnya untuk meningkatkan skill, integritas, dan passion. Kamu bisa mengikuti sejumlah pelatihan safety officer yang diselenggarakan oleh lembaga-lembaga pelatihan terpercaya di kota tempat tinggalmu. Lakukan persiapan yang diperlukan untuk memulai karir sebagai safety officer

Peran safety officer sangat penting dalam menjaga keselamatan di tempat kerja, dan gaji mereka mencerminkan tanggung jawab besar tersebut. Selain memastikan keselamatan operasional, memberikan perlindungan kesehatan bagi karyawan juga merupakan langkah penting.

Cermati Protect menyediakan produk asuransi kesehatan karyawan terbaik yang dapat melindungi mereka dari berbagai risiko kerja, mulai dari kecelakaan hingga penyakit. Dengan asuransi yang tepat, karyawan dapat bekerja dengan aman dan perusahaan dapat menjaga kesejahteraan tim secara optimal.

Untuk mendapatkan informasi selengkapnya dengan mengisi formulir dibawah ini!

Peluang Karir dan Gaji Teknisi Sipil di Tanah Air

Peluang Karir dan Gaji Teknisi Sipil di Tanah Air

Gaji teknisi sipil cukup bersaing dengan profesi lainnya yang bergelut di bidang konstruksi. Namun sebagaimana pekerja pada umumnya, gaji profesi yang satu ini juga tentu akan sangat dipengaruhi oleh jabatan dan juga pengalaman serta masa kerja teknisi itu sendiri. 

Di Indonesia sendiri, teknik sipil menjadi salah satu jurusan yang paling banyak diminati setiap tahunnya. Hal ini tentu berkaitan dengan peluang kerjanya yang terbilang luas, mengingat negara kita termasuk negara berkembang dan sedang giat-giatnya melakukan pembangunan di berbagai sektor. 

Jurusan Teknik Sipil Banyak Diminati 

Teknik sipil merupakan salah satu jurusan yang menjadi bagian dari Fakultas Teknik. Jurusan yang satu ini kerap dianggap sama dengan jurusan arsitektur, padahal keduanya memiliki perbedaan, termasuk saat keduanya diaplikasikan di dunia kerja yang sebenarnya. 

 Teknik sipil adalah bidang ilmu yang mendalami tentang perencanaan, pembangunan, manufaktur, dan juga renovasi bangunan. Jika arsitektur mempelajari tentang seni atau desain bangunan, maka teknik sipil akan lebih banyak mempelajari berbagai hal yang bersifat fundamental. 

Ada banyak hal yang akan dipelajari dalam jurusan teknik sipil ini, seperti: membuat desain bangunan, perhitungan struktur sebuah bangunan, pembuatan pondasi, perencanaan dan perhitungan biaya proyek, pengenalan struktur tanah, dan yang lainnya. 

Jurusan teknik sipil sendiri menawarkan beberapa mata kuliah yang harus dipelajari oleh mahasiswanya, antara lain: Kalkulus, Fisika Dasar, Mekanika Fluida dan Hidrolika, Manajemen Alat Berat, Struktur Beton Bertulang, Pelabuhan Laut, Rekayasa Irigasi dan Bangunan Air, dan yang lainnya. 

Namun berbagai pilihan mata kuliah di atas tentu akan sangat tergantung pada perguruan tinggi/kampus itu sendiri, sebab bukan tidak mungkin masing-masing kampus menawarkan mata kuliah yang berbeda untuk beberapa mata kuliah tertentu yang terdapat pada jurusan tersebut. 

Bukan hanya mempelajari tentang bangunan saja, teknik sipil juga akan mempelajari tentang pemeliharaan lingkungan dan yang lainnya. Jurusan yang satu ini akan bergelut dalam pembangunan berbagai infrastruktur, seperti: gedung perkantoran, jalan raya, rumah sakit, bandara, dan berbagai fasilitas umum lainnya. 

Baca Juga: Daftar Gaji Ahli Geoteknik dan Peluang Karirnya

Profesi dan Kisaran Gaji Teknisi Sipil 

Gaji teknisi sipil memang terbilang tinggi, sehingga jurusan yang satu ini juga banyak peminat setiap tahunnya. Namun besaran gaji teknisi sipil ini tentu akan sangat tergantung pada posisi/ jabatan dan juga bidang apa yang sedang digeluti oleh pekerja itu sendiri. 

Seorang lulusan teknik sipil akan memiliki banyak pengetahuan terkait dengan perancangan dan pembangunan. Hal ini memungkinkan mereka mendapatkan peluang kerja dalam berbagai profesi yang berbeda, begitu juga dengan besaran gajinya. 

Berikut ini adalah kisaran gaji teknisi sipil berdasarkan profesi atau pekerjaan yang mereka tekuni:  

1. Kontraktor

Kontraktor merupakan salah satu profesi yang paling banyak diminati oleh para lulusan teknik sipil. Meski tidak langsung membuka perusahaan atau kantor sendiri, sebagian besar lulusan teknik sipil biasanya akan langsung mengajukan lamaran ke perusahaan kontraktor setelah mereka menyelesaikan pendidikannya di bangku kuliah.  

Peluang kerja untuk bergabung dengan perusahaan kontraktor memang terbilang besar, sebab ada banyak perusahaan yang menjalankan bisnis di bidang ini. Untuk gaji seorang lulusan teknik sipil yang bekerja sebagai staff di perusahaan kontraktor adalah sekitar Rp5.000.000,- hingga Rp5.500.000,- per bulannya. 

Besaran gaji ini tentu akan sangat tergantung pada skala perusahaan dan juga UMK/ UMP yang berlaku di wilayah tersebut. Semakin besar perusahaannya, maka peluang untuk mendapatkan gaji yang tinggi juga akan semakin besar, hal yang sama juga berlaku sebaliknya. 

2. Konsultan Pembangunan

Profesi yang satu ini akan sangat cocok bagi lulusan teknik sipil yang tidak ingin bekerja di perusahaan milik orang lain. Menjadi seorang konsultan pembangunan bisa dilakukan dengan mudah, yakni dengan cara membuka usaha sendiri dan menjual jasa konsultan secara langsung kepada konsumen. 

Namun jika merasa belum siap untuk membuka perusahaan sendiri, maka mengajukan lamaran ke perusahaan konsultan bangunan juga bisa menjadi pilihan. Seorang lulusan teknik sipil bisa menjadi staff di perusahaan konsultan bangunan dan mendapatkan gaji yang lumayan tinggi, yakni mulai dari Rp.5.000.000,- hingga Rp8.000.000,- perbulannya. 

Jika menginginkan gaji yang lebih tinggi, maka bergabung di perusahaan besar bisa menjadi pertimbangan. Pada umumnya, perusahaan-perusahaan besar akan memiliki jenjang karir yang jelas, sehingga para pekerjanya bisa meniti karir dan mendapatkan penghasilan yang lebih besar di masa depan. 

3. Developer

Menjadi developer bisa menjadi pilihan karir lainnya bagi lulusan teknik sipil. Perkembangan karir di bidang ini juga terbilang cepat, sebab ada banyak orang yang membutuhkan layanan developer ini setiap tahunnya. Developer sendiri bisa menangani berbagai proyek, baik itu dalam skala kecil maupun dalam skala yang cukup besar. 

Seorang developer akan menangani beberapa pekerjaan terkait pembangunan proyek, seperti: melakukan observasi tanah, menyusun perencanaan konsep, dan yang lainnya. Gaji yang bisa didapatkan lulusan teknik sipil yang bekerja sebagai staff di perusahaan developer adalah sekitar Rp4.500.000,- hingga Rp.6.000.000,- 

Baca Juga: Daftar Gaji Teknisi Konstruksi di Indonesia

4. Surveyor Tanah

Surveyor tanah juga menjadi profesi yang bisa ditekuni oleh seorang lulusan teknik sipil. Secara garis besar, tugas seorang surveyor adalah melakukan pengukuran tanah yang akan digunakan sebagai lokasi pembangunan. Ada banyak hal yang harus dikuasai oleh surveyor tanah, termasuk ilmu ukur tanah dan juga keahlian dalam menggunakan berbagai alat ukur tanah. 

Meski memiliki peluang yang luas untuk bekerja di perusahaan swasta, sebagian besar surveyor tanah di Indonesia justru meniti karir profesionalnya di Badan Pertanahan Negara. Pada umumnya, gaji teknisi sipil yang bekerja di bidang ini adalah sekitar Rp4.500.000,- hingga Rp6.000.000,- per bulannya. 

5. Structural Engineer

Seorang structural engineer memiliki tugas utama untuk memastikan apakah struktur bangunan sudah sesuai. Jika melihat tugasnya yang sangat penting, maka sudah jelas profesi yang satu ini membutuhkan keahlian dan ketelitian yang tinggi di dalam pekerjaannya. 

Gaji teknisi sipil yang menjalani profesi ini juga terbilang besar, jika dibandingkan teknisi di bidang lainnya. Structural engineer biasanya akan bekerja sebagai staff di perusahaan developer maupun kontraktor dengan kisaran gaji mulai dari Rp5.500.000,- hingga Rp8.000.000,- per bulannya. 

6. Staff Research & Development (R&D)

Lulusan teknik sipil juga memiliki peluang karir di R&D. Staff yang bekerja di bidang ini biasanya akan bertugas untuk melakukan penelitian dan pengambangan bidang pembangunan. Peluang karir di bidang yang satu ini juga terbuka sangat luas, baik itu untuk perusahaan swasta maupun perusahaan milik pemerintah. 

Gaji yang bisa didapatkan seorang staff R&D yang baru merintis karirnya sekitar Rp4.500.000,- hingga Rp6.000.000,- per bulannya. Sedangkan seorang staff senior R&D bisa mendapatkan gaji yang lebih tinggi lagi, yakni sekitar Rp8.000.000,- per bulan. 

Baca Juga: Pegawai Offshore: Tugas, Gaji dan Syaratnya

7. Water Engineer

Water engineer merupakan teknisi pengairan yang akan menangani berbagai hal terkait sistem pengairan, termasuk proyek penanganan limbah dan juga pencegahan banjir. Profesi yang satu ini cukup banyak dibutuhkan, terutama dalam perusahaan-perusahaan berskala besar. 

Lapangan kerjanya yang luas juga sebanding dengan besaran gaji yang ditawarkan. Seorang water engineer bisa mendapatkan gaji sekitar Rp8.000.000,- hingga Rp15.000.000,- per bulannya, terutama jika sudah memiliki pengalaman kerja di bidang tersebut. 

8. Site Manager

Jika ingin bekerja di pertambangan, maka lulusan teknik sipil bisa menekuni profesi yang satu ini. Seorang site manager akan bertugas untuk membuat rincian pekerjaan di lapangan dan melakukan pengecekan secara berkala. Selain itu, site manager juga memiliki kewajiban untuk berkomunikasi dengan sub kontraktor. 

Jika melihat penjelasan di atas, jelas profesi yang satu ini memiliki tanggung jawab yang cukup besar di dalam perusahaan. Seorang site manager yang meniti karir di perusahaan tambang bisa mendapatkan gaji sekitar Rp7.000.000,- hingga Rp10.000.000,- per bulannya. Sedangkan yang bekerja di luar tambang, biasanya bisa mendapatkan gaji sekitar Rp8.000.000,- 

9. Geotechnical Engineer

Masih di pertambangan, profesi yang satu ini juga bisa ditekuni oleh seorang lulusan teknik sipil. Geotechnical engineer akan bertugas untuk melakukan penyelidikan, uji coba dan mengolah data geoteknik. Keahlian mereka akan sangat dibutuhkan dalam operasi tambang terbuka. 

Pada umumnya, geotechnical engineer adalah lulusan S2 atau S3 teknik sipil. Kisaran gaji yang diterima oleh seorang lulusan S2 teknik sipil adalah sekitar Rp10.000.000,- bagi pemula. Namun jumlah ini tentu akan sangat tergantung pada pengalaman dan juga skala perusahaan. 

Baca Juga: Prospek Kerja dan Gaji Pekerja Tambang Batubara

Gaji Teknisi Sipil Banyak jadi Incaran 

Teknik sipil merupakan salah satu jurusan yang sangat diminati di tanah air. Jurusan ini juga memiliki banyak pilihan karir yang menarik dan memiliki peluang kerja yang luas. Selain itu, gaji yang ditawarkan untuk teknisi sipil juga terbilang tinggi dan kerap menjadi incaran anak muda yang sedang menata masa depannya.

Memahami peluang karir dan gaji teknisi sipil di tanah air memberikan wawasan penting bagi mereka yang tertarik di bidang ini. Selain merencanakan karir, penting juga untuk memastikan perlindungan kesehatan yang memadai.

Cermati Protect menyediakan produk asuransi kesehatan karyawan terbaik yang dirancang untuk melindungi tenaga kerja di berbagai sektor, termasuk teknisi sipil, agar mereka dapat bekerja dengan lebih tenang dan fokus pada tugas mereka tanpa khawatir tentang risiko kesehatan. Silahkan isi formulir dibawah ini untuk informasi selengkapnya!

Ini Besaran Gaji Pengawas Konstruksi dan Tugasnya

Ini Besaran Gaji Pengawas Konstruksi dan Tugasnya

Gaji pengawas konstruksi terbilang menarik dan kerap menjadi pertimbangan para pencari kerja untuk terjun ke industri konstruksi. Bidang yang satu ini juga sangat berkembang di tanah air dan selalu mampu memberikan lapangan kerja yang luas setiap tahunnya.

Tidak selalu membutuhkan pengalaman, fresh graduate juga bisa melamar untuk posisi pengawas di proyek konstruksi. Namun yang bersangkutan harus memiliki latar belakang pendidikan yang memadai dan sesuai dengan pekerjaan yang satu ini. 

Pengawas Konstruksi dan Jenjang Karirnya 

Pengawas konstruksi atau proyek merupakan individu yang memiliki tugas untuk melakukan pengawasan setiap tahap konstruksi bangunan secara detail. Tugas dan tanggung jawab profesi yang satu ini terbilang berat, terutama jika bekerja di sebuah konstruksi dengan skala besar. 

Semakin besar proyek yang ditangani, maka semakin banyak juga hal yang harus diawasi oleh pengawas konstruksi. Selain itu, akan semakin banyak juga pekerja yang terlibat dan berada di bawah pengawasan seorang pengawas konstruksi. 

Namun hal tersebut akan sepadan dengan gaji pengawas konstruksi yang lumayan tinggi. Bukan hanya itu saja, jenjang karir dalam profesi yang satu ini juga terbilang menjanjikan, terutama untuk pengawas konstruksi yang bergabung dengan perusahaan-perusahaan konstruksi besar

Secara garis besar, seorang pengawas konstruksi akan memanfaatkan kemampuannya untuk memastikan kualitas struktur bangunan, memeriksa kesesuaian struktur bangunan tersebut dengan spesifikasi yang sudah ditentukan, dan sejumlah tugas yang lainnya. 

Jika melihat tugasnya yang terbilang rumit, maka sudah jelas profesi yang satu ini harus dibekali dengan ilmu yang juga memadai. Seorang pengawas konstruksi minimal harus memiliki latar belakang yang mumpuni dalam bidang konstruksi dengan salah satu jenjang pendidikan berikut ini: SMK, D3, S1 atau S2. 

Sedangkan dalam proyek konstruksi yang berukuran cukup besar, biasanya pengawas konstruksi minimal harus sudah menyelesaikan jenjang pendidikan S1 atau S2 dengan salah satu jurusan seperti berikut ini: 

  • Teknik Sipil
  • Arsitektur
  • Teknik Perancangan Jalan dan Jembatan
  • Teknik Ekonomi Konstruksi (Quantity Surveyor)
  • Teknik Kelautan
  • Keselamatan dan Kesehatan Kerja
  • Teknik Bangunan dan Landasan

Latar belakang pendidikan yang berkaitan dengan konstruksi tentu akan memudahkan seorang pengawas konstruksi menjalankan tugasnya. Hal ini penting, mengingat pekerjaan pengawas konstruksi akan berkaitan dengan kualitas bangunan atau infrastruktur yang dikerjakan.  

Baca Juga: Daftar Gaji Insinyur Konstruksi di Indonesia

Skill yang Harus Dikuasai Seorang Pengawas Konstruksi 

Gaji pengawas konstruksi tentu akan dipengaruhi oleh skill yang dikuasainya dalam pekerjaan ini. Seorang petugas konstruksi akan memiliki banyak tugas dan tanggung jawab yang juga terbilang besar, sehingga dibutuhkan skill yang mumpuni dalam menjalankan tugasnya. 

Berikut ini adalah beberapa skill yang harus dimiliki oleh seorang pengawas konstruksi: 

  • Memiliki pengetahuan yang baik terkait material, teknik/ metode, peralatan konstruksi yang akan digunakan dalam penanganan proyek bangunan dan yang lainnya. 
  • Memiliki pengetahuan yang baik terkait prinsip serta proses dalam menyediakan layanan yang profesional untuk para pelanggan. Hal ini mencakup semua proses, seperti: melihat kebutuhan pelanggan, memberikan pelayanan sesuai dengan standar kualitas yang sudah ditetapkan, termasuk melakukan evaluasi terhadap kepuasan pelanggan. 
  • Memiliki pengetahuan dan kemampuan yang baik untuk menggunakan berbagai aplikasi yang berkaitan dengan tugasnya sebagai pengawas konstruksi. 
  • Memiliki pengetahuan yang baik tentang hukum dan regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah terkait proyek konstruksi dan pekerjaannya sebagai pengawas konstruksi. 
  • Memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi, baik itu kepada para pekerja yang berada dalam pengawasannya maupun kepada klien yang sedang bekerja sama. 
  • Pengawas konstruksi juga harus memiliki kemampuan yang baik untuk mendengarkan, melakukan diskusi, dan memahami setiap poin yang disampaikan klien atau pekerja dengan tepat. 
  • Memiliki kemampuan yang baik untuk melakukan analisa terhadap masalah, mengambil keputusan untuk menyelesaikan masalah, termasuk melakukan tindakan untuk menyelesaikan atau mengevaluasi masalah-masalah yang muncul dalam setiap proyek konstruksi yang ditangani. 

Berbagai kemampuan di atas akan membantu seorang pengawas konstruksi bisa lebih mudah dalam menangani masalah dengan tepat, sehingga mampu mengawal dan menyelesaikan setiap proyek yang ditanganinya dengan baik. 

Baca Juga: Prospek Kerja dan Gaji Pekerja Tambang Batubara

Tugas – Tugas Pengawas Konstruksi 

Sama seperti pekerja konstruksi lainnya, seorang pengawas konstruksi tentu akan memiliki sejumlah tugas dan tanggung jawab di dalam pekerjaannya. Tugas ini bisa saja berbeda-beda antara satu proyek dengan yang lainnya, tergantung pada skala proyek konstruksi yang sedang ditangani dan diawasi.

Banyaknya tugas yang harus dilakukan di lokasi konstruksi, tentu akan cukup sepadan yang gaji pengawas konstruksi itu sendiri.  Namun hal ini tentu akan jauh lebih mudah, jika yang bersangkutan sudah memiliki pengetahuan dan keahlian yang cukup mumpuni di bidang yang satu ini. 

Berikut ini adalah beberapa tugas yang harus dilaksanakan oleh seorang pengawas konstruksi: 

1. Melakukan Pemeriksaan Konstruksi 

Melakukan pemeriksaan terhadap bangunan konstruksi yang dikerjakan, termasuk beberapa bagian berikut ini: sistem kelistrikan/ kabel, sistem pemanas, pondasi yang digunakan, saluran air, dan yang lainnya. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan kualitas struktur bangunan, keamanan bangunan, dan juga kesesuaiannya dengan kode dan spesifikasi yang sudah ditetapkan. 

2. Melakukan Pengujian 

Pengawas konstruksi juga bertugas untuk melakukan pengujian terhadap fasilitas maupun instalasi yang digunakan pada konstruksi. Hal ini bertujuan untuk memastikan apa saja dampak instalasi tersebut terhadap lingkungan sekitar konstruksi. 

3. Melakukan Pemantauan Instalasi 

Seorang pengawas konstruksi juga akan bertugas untuk melakukan pemantauan terhadap berbagai instalasi yang sudah dipasang dan digunakan pada konstruksi, seperti: peralatan instalasi, sistem perkabelan, saluran listrik, saluran air, dan yang lainnya. Hal ini untuk memastikan semua instalasi bisa bekerja dengan baik dan mampu memenuhi regulasi terkait penggunaannya. 

4. Melakukan Pengukuran 

Pengawas konstruksi juga bertugas untuk melakukan pengukuran dimensi ketinggian konstruksi dan yang lainnya. Hal ini dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara kode bangunan dengan yang sudah direncanakan. 

5. Melakukan Pengawasan dan Evaluasi Proyek 

Pengawas konstruksi juga harus melakukan evaluasi dan pengawasan pekerjaan di lapangan. Melakukan evaluasi terhadap proyek yang dikerjakan dan memberi saran serta pengawasan, sehingga proyek mengalami kemajuan dan bisa selesai dengan tepat waktu. 

6. Memberikan Saran 

Selain beberapa tugas di atas, pengawas konstruksi juga harus mampu memberikan informasi terkait temuan atau hal-hal penting dalam perkembangan proyek, termasuk memberikan saran kepada pihak manajemen proyek tersebut. 

Baca Juga: Gaji Ahli Keamanan Pertambangan Tak Boleh Diremehkan

Berapa Gaji Pengawas Konstruksi?

Gaji pengawas konstruksi tentu akan sangat dipengaruhi oleh banyak hal, seperti: lokasi proyek konstruksi dan besaran UMP/ UMK yang berlaku di sana, latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja, termasuk skala perusahaan di mana yang bersangkutan bekerja. 

Seorang pengawas konstruksi yang masih fresh graduate biasanya bisa mendapatkan gaji sekitar Rp3.500.000,- hingga Rp5.000.000,- per bulannya. Artinya, pengawas konstruksi yang belum memiliki pengalaman kerja bisa mendapatkan gaji tahunan sekitar Rp 40 sampai 50 jutaan. 

Sedangkan gaji pengawas konstruksi yang sudah memiliki pengalaman tentu akan lebih besar, yakni sekitar Rp 8.000.000,- per bulannya. Rata-rata pengawas yang sudah berpengalaman seperti ini bisa mendapatkan penghasilan tahunan sekitar Rp 90 – 100 jutaan. 

Namun besaran gaji di atas tentu akan berbeda antara satu wilayah dengan yang lainnya. Bukan hanya itu saja, skala perusahaan konstruksi yang menjadi tempatnya bekerja juga bisa saja mempengaruhi besaran gaji tersebut.

Berikut ini adalah daftar gaji pengawas konstruksi di beberapa kota besar di Indonesia: 

  • Bandung: Rp5.300.000,-
  • Jakarta: Rp4.500.000,-
  • Tangerang: Rp4.000.000,-
  • Surabaya: Rp3.800.000,- 

Besaran gaji yang didapatkan pengawas konstruksi tentu bisa saja lebih besar dari nilai di atas, apalagi jika yang bersangkutan sudah memiliki pengalaman kerja dan juga keahlian yang mumpuni dalam pekerjaan yang dilakukannya. 

Karir dan Gaji Pengawas Konstruksi cukup Menarik

Pengawas konstruksi adalah profesional yang bertugas untuk melakukan pengawasan, pemeriksaan dan juga evaluasi terhadap proyek konstruksi. Tugas yang diemban pengawasan konstruksi tidak mudah, sehingga dibutuhkan skill dan latar belakang pendidikan yang berkaitan dengan konstruksi itu sendiri. Namun semua tugas ini tentu akan sepadan dengan jenjang karir dan gaji pengawas konstruksi yang menarik.

Dengan mengetahui besaran gaji pengawas konstruksi dan tanggung jawab mereka memberikan gambaran jelas tentang peran penting dalam proyek konstruksi. Selain itu, perlindungan kesehatan karyawan juga sangat penting.

Cermati Protect menawarkan produk asuransi kesehatan karyawan terbaik yang dirancang untuk memberikan perlindungan optimal, sehingga pengawas konstruksi dapat fokus pada tugas mereka dengan tenang, tanpa khawatir akan risiko kesehatan. Silahkan isi formulir berikut ini untuk megentahui informasi lebih lengkapnya!

Perbedaan Sertifikasi K3 Dasar Umum BNSP dan Kemnaker RI

Perbedaan Sertifikasi K3 Dasar Umum BNSP dan Kemnaker RI

Sertifikasi ahli K3 umum adalah suatu sertifikat yang diberikan kepada seseorang yang mengikuti pelatihan di bidang K3. Sertifikat ini menjadi bukti bahwa seseorang telah mahir dalam bidang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Membuat seseorang semakin terlihat kompeten dalam bidang pekerjaan yang dilakukannya. 

Di Indonesia sendiri, sertifikasi K3 dasar umum dibedakan menjadi dua jenis. Ada sertifikat K3 umum BNSP dan Kemnaker RI. Meski sama-sama diberikan kepada seseorang yang ahli di bidang K3, tapi keduanya memiliki sejumlah perbedaan.

Manfaat Mengikuti Sertifikasi Pelatihan 

Baik sertifikasi K3 umum BNSP maupun Kemnaker RI memiliki sejumlah manfaat bagi pesertanya. Manfaat tersebut, antara lain:

  • Meningkatkan rasa percaya diri di dunia kerja
  • Mengetahui tingkat kompetensi dan pengetahuan yang dimiliki dalam bidang K3
  • Meningkatkan peluang untuk mengembangkan diri
  • Memperbesar peluang di dunia kerja, seperti promosi
  • Menambah relasi atau networking
  • Meningkatkan produktivitas kerja karena tanggung jawabnya otomatis meningkat
  • Berpeluang mendapatkan gaji yang lebih besar

Baca Juga: Jenis dan Prosedur Sertifikasi Crane

Perbedaan Sertifikasi K3 Dasar Umum BNSP dan Kemnaker RI

Setiap perusahaan memiliki persyaratan khusus dalam proses rekrutmen tenaga kerja, termasuk di bidang K3. Ada perusahaan yang mensyaratkan sertifikasi K3 BNSP, ada pula yang mensyaratkan sertifikat Kemnaker RI. 

Memangnya apakah perbedaan di antara kedua jenis sertifikat ini?

1. Lembaga Penerbit Sertifikat

Perbedaan yang pertama adalah lembaga penerbitnya. Sertifikat K3 BNSP diterbitkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) kepada peserta berdasarkan penilaian atas kompetensi kerja tertentu. Kompetensi yang dimaksud harus sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

Sedangkan sertifikat Kemnaker diterbitkan oleh Kementerian Republik Indonesia. Ahli K3 Kemnaker RI ditunjuk langsung oleh pejabat yang berwenang dalam Kemnaker berdasarkan pertimbangan tertentu oleh tim penilai. Saat ini, Kemnaker dipegang oleh direktur pengawasan norma K3, dirjen pembinaan, dan pengawasan K3. 

2. Persyaratan Sertifikasi

Perbedaan selanjutnya dapat dilihat dari persyaratan yang harus dipenuhi oleh peserta pelatihan. Untuk sertifikasi K3 umum BNSP, persyaratannya dibedakan sesuai tingkatan masing-masing. 

I. Tingkat Muda

  • S1 K3 dengan pengalaman kerja minimal 6 bulan
  • S1 teknik non K3 dengan pengalaman kerja minimal 1 tahun
  • D3 dengan pengalaman kerja minimal 2 tahun
  • SLTA atau SMK dengan pengalaman kerja minimal 3 tahun
  • Fotokopi ijazah terakhir
  • Fotokopi KTP atau kartu identitas
  • Melampirkan CV terbaru
  • Pas foto berukuran 3×4 sebanyak 2 lembar
  • Surat rekomendasi dari perusahaan (jika ada)
  • Sertifikasi pelatihan K3 sebelumnya (jika ada)

II. Tingkat Madya

  • S1 K3 dengan pengalaman kerja minimal 2 tahun
  • S1 teknik non K3 dengan pengalaman kerja minimal 5 tahun
  • S1 non teknik dan non K3 dengan pengalaman kerja minimal 7 tahun
  • D3 dengan pengalaman kerja minimal 8 tahun
  • SLTA atau SMK dengan pengalaman kerja 10 tahun 
  • Fotokopi ijazah terakhir
  • Fotokopi KTP atau kartu identitas
  • Melampirkan CV terbaru
  • Pas foto berukuran 3×4 sebanyak 2 lembar
  • Surat rekomendasi dari perusahaan (jika ada)
  • Sertifikasi pelatihan K3 sebelumnya (jika ada)

III. Tingkat Utama

  • S1 K3 dengan pengalaman kerja minimal 5 tahun
  • S1 teknik non K3 dengan pengalaman kerja minimal 8 tahun
  • S1 non teknik dan non K3 dengan pengalaman kerja minimal 10 tahun
  • Fotokopi ijazah terakhir
  • Fotokopi KTP atau kartu identitas
  • Melampirkan CV terbaru
  • Pas foto berukuran 3×4 sebanyak 2 lembar
  • Surat rekomendasi dari perusahaan (jika ada)
  • Sertifikasi pelatihan K3 sebelumnya (jika ada)

Sedangkan persyaratan sertifikasi K3 umum BNSP menurut Permenaker No. 2 Tahun 1992, di antaranya:

  • Adalah seorang sarjana yang memiliki pengalaman kerja minimal 2 tahun
  • Sarjana muda yang memiliki pengalaman kerja minimal 4 tahun
  • Daftar riwayat hidup
  • Surat keterangan bekerja
  • Surat keterangan berbadan sehat
  • Surat keterangan hasil pemeriksaan psikologi
  • Surat berkelakuan baik yang diterbitkan oleh polisi setempat
  • Surat keterangan bekerja penuh di suatu perusahaan
  • Fotokopi ijazah terakhir
  • Fotokopi KTP
  • Pas foto 4×6, 3×2, dan 2×3 berlatar merah masing-masing 2 lembar
  • Sertifikat khusus K3 (jika ada)

Baca Juga: 10 Tips Agar Pelatihan K3 Berjalan Efektif

3. Fungsi dan Posisi

Dari fungsi dan posisi, sertifikat K3 umum BNSP melekat kepada individu sebagai bentuk pengakuan atas kompetensi tertentu yang sifatnya terbatas. Sedangkan sertifikasi K3 Kemnaker RI melekat pada individu maupun instansi. Peserta yang memilikinya memiliki wewenang dan kewajiban khusus sesuai aturan Kemnaker. 

4. Dasar Hukum

Sertifikasi K3 dasar umum BNSP dan Kemnaker RI sama-sama mengacu pada peraturan UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Perbedaannya terletak pada dasar hukum yang mengatur kedua sertifikasi.

Sertifikasi K3 dasar umum BNSP mengacu pada Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Sertifikatnya diakui oleh Depnaker karena Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) K3 didukung oleh Direktur Jenderal Pembinaan dan Pengawasan Ketenagakerjaan. Sedangkan sertifikasi K3 Kemnaker RI mengacu pada UU No. 2 Tahun 1992 yang memuat tentang tata cara penunjukan kewajiban dan wewenang ahli K3. 

5. Dokumen yang Didapatkan

Dokumen yang didapatkan oleh setiap peserta yang mengikuti sertifikasi K3 dasar umum BNSP adalah sertifikat kompetensi tertentu di bidang K3. 

Sedangkan peserta sertifikasi K3 Kemnaker RI akan mendapatkan 3 dokumen sekaligus, di antaranya:

  • Surat Keputusan Penunjukan (SKP) K3 umum
  • Kartu Tanda Kewenangan K3 umum atau Lisensi K3
  • Sertifikat keikutsertaan dalam pelatihan K3

6. Kurun Waktu Saat Perpanjangan

Baik sertifikat umum K3 BNSP maupun Kemnaker Ri, keduanya sama-sama memiliki masa berlaku selama 3 tahun. Perbedaannya adalah saat perpanjangan sertifikat itu sendiri.

Peserta yang memperoleh sertifikat K3 umum BNSP wajib mengikuti ujian ulang saat masa berlaku sertifikat habis. Setelah itu, sertifikat akan diperpanjang untuk masa 3 tahun berikutnya.

Sedangkan sertifikat K3 Kemnaker RI tidak perlu mengikuti ujian ulang saat masa berlaku sertifikat habis. Sertifikat dapat diperpanjang otomatis dengan menyerahkan lisensi K3 dan Surat Keputusan Penunjukan (SKP) K3. 

7. Kompetensi

Terdapat tujuh kompetensi utama yang terdapat dalam sertifikasi K3 umum BNSP, di antaranya:

  • Mengumpulkan informasi
  • Menganalisis dan mengorganisasikan informasi
  • Merencanakan, mengorganisasikan, dan mengomunikasikan ide atau informasi
  • Kompetensi menggunakan gagasan tertentu
  • Kemampuan bekerja sama dalam tim
  • Penggunaan teknologi yang akan diaplikasikan dalam pekerjaan K3
  • Pemecahan masalah

Sedangkan kompetensi yang terdapat dalam sertifikasi K3 Kemnaker RI, di antaranya:

  • Memiliki kompetensi sebagai pengawas jalannya UU K3
  • Kompetensi melakukan identifikasi atas informasi
  • Kompetensi evaluasi masalah
  • Kompetensi dalam mengendalikan masalah K3 sesuai bidang kerja masing-masing

8. Masa Pelatihan

Perbedaan terakhir adalah pada masa pelatihan. Peserta sertifikasi K3 BNSP wajib mengikuti pelatihan selama 4 hari berturut-turut sesuai dengan tingkatannya. Empat hari semasa pelatihan sudah termasuk ujian kompetensi. 

Sedangkan peserta sertifikasi K3 Kemnaker RI memiliki masa pelatihan yang lebih lama, yaitu 12 hari kerja. Kurang lebih 2 minggu karena sertifikat ini tidak hanya melekat pada individu saja, tapi juga instansi. 

Baca Juga: 5 Alasan Pelatihan Operator Excavator Sangat Penting

Ikuti Pelatihan yang Diselenggarakan Lembaga Terpercaya

Mengikuti pelatihan K3 memiliki sejumlah manfaat di dunia kerja. Sertifikat ini tidak hanya dapat dijadikan sebagai bukti kompetensi seseorang dalam bidangnya, tapi juga sebagai tool untuk meningkatkan peluang berkarir. Anda tinggal pilih ingin mengikuti jenis sertifikasi yang mana, apakah K3 dasar umum BNSP atau K3 Kemnaker RI.

Keduanya memiliki perbedaan masing-masing, jadi sesuaikan dengan kebutuhan di perusahaan. Satu hal yang tak kalah penting adalah memilih Lembaga penyelenggara pelatihan yang terpercaya. 

Informasi mengenai Lembaga pelatihan terpercaya bisa dicari di internet atau sosial media. Jika Anda ingin informasi yang lebih valid, maka bisa ditanyakan langsung kepada rekan kerja yang sebelumnya pernah mengikuti pelatihan K3. Tanyakan seputar biaya, pelayanan, dan kualitas dari lembaga yang bersangkutan untuk pengalaman pelatihan yang tak terlupakan.

Sebagai kesimpulan, memahami perbedaan antara sertifikasi K3 Dasar Umum BNSP dan Kemnaker RI sangat penting untuk memilih sertifikasi yang sesuai dengan kebutuhan industri. Selain memiliki sertifikasi yang tepat, perlindungan kesehatan karyawan juga merupakan hal yang tidak boleh diabaikan.

Cermati Protect menawarkan produk asuransi kesehatan karyawan terbaik yang dapat memberikan perlindungan optimal, memastikan kesejahteraan tenaga kerja tetap terjaga di berbagai sektor industri. Untuk informasinya selengkapnya bisa mengisi formulir dibawah ini!

Daftar Gaji Insinyur Keselamatan Pertambangan dan Bidang K3 Lainnya di Berbagai Industri Pekerjaan

Daftar Gaji Insinyur Keselamatan Pertambangan dan Bidang K3 Lainnya di Berbagai Industri Pekerjaan

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam dunia kerja. Perusahaan bertanggung jawab untuk menjaga keselamatan dan kesehatan seluruh pekerja guna menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat. Penerapan K3 sering ditemui di perusahaan yang tinggi risiko. 

Lantas, apa saja yang menjadi tugas bagian K3? Berapa gaji insinyur keselamatan pertambangan, konstruksi, dan bidang lainnya? Informasinya akan dikupas tuntas dalam artikel berikut ini.

Tugas Umum Bagian K3

Dalam kesehariannya, bagian K3 akan berurusan dengan hal-hal berikut ini.

1. Mengevaluasi Risiko Kerja

Tugas yang paling umum adalah melakukan evaluasi risiko kerja, seperti kecelakaan dan bahaya yang terjadi di lingkungan pekerjaan. Identifikasi terhadap permasalahan dan risiko memudahkan bagian K3 untuk mencari upaya pencegahan demi meminimalisir potensi risiko. 

Adapun yang biasa dilakukan bagian K3 dalam tugas ini, seperti:

  • Melakukan inspeksi lokasi kerja
  • Menganalisis pekerjaan
  • Mengidentifikasi risiko, seperti penggunaan bahan kimia berbahaya, peralatan yang digunakan saat bekerja, hingga dampak dari prosedur kerja yang diaplikasikan

2. Mengembangkan Kebijakan dan Prosedur K3

Tugas selanjutnya adalah mengembangkan kebijakan yang sudah ada untuk memaksimalkan keselamatan dan kesehatan pekerja. Hasilnya adalah berbagai bentuk pengembangan atau perubahan untuk menindaklanjuti pencegahan risiko dan penerapan protokol pekerjaan yang tepat.

Kebijakan dan prosedur K3 yang ditetapkan menjadi pedoman saat bekerja. Siapa saja yang tidak mentaati aturan ini biasanya dikenakan sanksi tertentu karena tindakannya dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang-orang di sekitarnya. 

3. Menginvestigasi Kecelakaan Kerja

Saat terjadi insiden atau kecelakaan kerja, bagian K3 yang akan turun untuk menginvestigasi penyebabnya. Mereka melakukan analisis kecelakaan dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber dan memeriksanya untuk memahami mengapa suatu hal bisa terjadi.

Dari hasil investigasi, mereka akan mengusulkan beberapa perbaikan terkait implementasi K3 yang sebelumnya pernah diterapkan. Kebijakan K3 yang baru diharapkan dapat meminimalisir potensi risiko di masa depan. Berkurangnya risiko sejatinya dapat memberikan impact positif bagi perusahaan, seperti nama baik perusahaan tetap terjaga dan mengurangi kerugian finansial.

4. Menilai Kesehatan Karyawan

Tugas umum bagian K3 selanjutnya adalah untuk menilai kesehatan karyawan, baik secara fisik dan mental. Implementasinya berupa medical check up saat proses rekrutmen, pengecekan kesehatan secara berkala, dan pemberian vitamin.

Memperhatikan kesehatan karyawan membantu bagian K3 untuk mengidentifikasi masalah kesehatan yang ada di lingkungan kerja. Jika dibutuhkan peningkatan, maka bagian K3 akan mengusulkannya kepada pihak manajemen, sehingga karyawan senantiasa terlindungi. 

5. Melakukan dan Melaporkan Inspeksi dan Audit 

Bagian K3 perlu memastikan bahwa prosedur keselamatan dan kesehatan kerja berhasil diterapkan di perusahaan. Melalui inspeksi dan audit, mereka dapat memperbaiki area tertentu agar kedepannya menjadi lebih baik lagi.

Hasil dari inspeksi dan audit akan dilaporkan kepada pihak manajemen sebagai gambaran atas situasi dan kondisi di perusahaan saat ini. Laporan ini dapat dijadikan sebagai tool dalam mengambil keputusan demi kebaikan di masa mendatang.

Sedangkan menurut jabatannya, tugas K3 adalah sebagai berikut.

Pekerja K3Bertugas untuk mengikuti regulasi dan pedoman K3 yang ditetapkan oleh perusahaan. Tugas dan aktivitas sehari-hari berdasarkan K3, sehingga lingkungan kerja menjadi tempat yang aman dan sehat bagi dirinya sendiri maupun rekan-rekan kerjanya.
Petugas K3Bertugas untuk mengawasi kepatuhan pelaksanaan K3 di lapangan. Mereka rutin melakukan inspeksi lapangan, memberi pelatihan, dan saran untuk meminimalisir potensi risiko saat bekerja.
Ahli K3Bertugas untuk memberikan nasihat kepada pihak manajemen terkait cara mengidentifikasi, mengurangi, dan mengelola penerapan K3 di perusahaan. Mereka adalah orang-orang yang memiliki pengetahuan mendalam tentang regulas, standarisasi, dan praktik K3 terkini.
Koordinator K3Melaksanakan kebijakan K3 yang ditetapkan oleh manajer adalah tugas dari koordinator K3. Mereka membantu pengorganisasian, inspeksi, dan membuat laporan yang terjadi di lapangan untuk memastikan standar kerja dipatuhi.
Manajer K3Bertugas untuk merencanakan, mengkoordinasi, dan mengawasi segala aspek yang berhubungan dengan K3. Mereka juga mengembangkan dan memastikan kebijakan diterapkan dengan baik di seluruh departemen.

Baca Juga: Jangan Kaget, Ini Daftar Gaji Pekerja Tambang di Indonesia

Peluang Karir di Bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

Peluang karir bagian K3 sangat luas. Beberapa profesi yang bisa dicoba, antara lain.

1. HSE (Health, Safety, and Environment)

Seperti namanya, HSE bertugas untuk membuat sistem manajemen dan lingkungan K3. Mulai dari menyusun prosedur, implementasi K3, dan manajemen risiko yang ada di suatu perusahaan. 

2. Safety Officer

Tugasnya adalah memastikan lingkungan kerja aman, sehat, dan lancar. Jika terjadi permasalahan di dalam lingkungan kerja, maka safety officer adalah orang yang akan turun tangan untuk mengatasinya.

3. Process Safety

Tugasnya adalah memastikan proses kerja berjalan lancar, aman, dan sehat. Khususnya untuk pekerjaan yang berhubungan dengan alat berat dan instalasi khusus. Sebut saja bagian tangki dan pemasangan pipa.

4. Safety Inspector

Tugasnya adalah untuk melakukan inspeksi dan pemeriksaan terhadap implementasi K3 di lingkungan kerja. Jika terjadi pelanggaran, maka safety inspector berhak untuk menindaklanjuti setiap pelanggaran, termasuk orang yang melakukannya. 

5. Safety Advisor

Bertugas sebagai konsultan atau penasehat dalam implementasi K3 di lingkungan kerja. Posisi ini menuntut wawasan yang luas dan pengalaman yang cukup, sehingga dapat menangani pekerjaannya dengan baik.

6. Fire Safety

Seperti namanya, fire safety bertugas untuk mencegah dan menanggulangi potensi kebakaran di tempat kerja. Seseorang yang menjalani profesi ini diwajibkan untuk memiliki sertifikasi K3, seperti AK3U. 

7. Environment Specialist

Profesi terakhir adalah environment specialist yang bertugas untuk mengelola lingkungan. Di dalamnya termasuk memastikan keselamatan dan kesehatan diimplementasikan dengan baik. 

Baca Juga: Prospek Kerja dan Gaji Pekerja Tambang Batubara

Daftar Gaji K3 di Berbagai Industri

Besaran gaji yang diterima tentu berbeda-beda. Antara gaji insinyur keselamatan pertambangan pasti berbeda dengan manufaktur. Rata-rata gaji insinyur ada di kisaran Rp6.500.000 hingga Rp11.000.000 untuk pengalaman kurang dari 5 tahun, dan lebih tinggi bila pengalaman kerjanya di atas 5 tahun.

Selain insinyur, berikut ini daftar gaji K3 per bulan di berbagai industri yang perlu diketahui.

1. Gaji K3 Sektor Manufaktur

  • Koordinator HSE pengalaman 5-10 tahun : Rp10.000.000 sampai Rp20.000.000
  • Manajer HSE pengalaman 10-15 tahun : Rp20.000.000 sampai Rp30.000.000
  • Head of sustainability pengalaman 10-15 tahun : Rp25.000.000 sampai Rp35.000.000
  • QA engineer : Rp10.000.000 sampai Rp14.000.000
  • QA supervisor : Rp12.000.000 sampai Rp20.000.000
  • QA manager : Rp16.000.000 sampai Rp28.000.000

2. Gaji K3 Sektor Migas

  • Manajer HSE pengalaman 5-10 tahun : Rp28.000.000 sampai Rp40.000.000
  • Advisor HSE pengalaman 10-20 tahun : Rp95.000.000 sampai Rp125.000.000
  • Technical safety advisor pengalaman 10-20 tahun: Rp95.000.000 sampai Rp125.000.000
  • Technical safety manager pengalaman 5-10 tahun: Rp77.000.000 sampai Rp95.000.000

3. Gaji K3 Sektor Petrokimia

  • Officer QA pengalaman 3 tahun : Rp10.000.000 sampai Rp18.000.000
  • Manajer QA pengalaman 7 tahun : Rp55.000.000 sampai Rp75.000.000
  • Sustainability specialist pengalaman 8 tahun : Rp20.000.000 sampai Rp27.000.000

4. Gaji K3 Sektor Konstruksi

  • Spesialis lingkungan pengalaman 10 tahun : Rp30.000.000 sampai Rp45.000.000
  • Supervisor HSE pengalaman 5 tahun : Rp9.000.000 sampai Rp15.000.000
  • Officer HSE pengalaman 10 tahun : Rp10.000.000 sampai Rp24.000.000
  • Manajer HSE pengalaman 10 tahun : Rp27.000.000 sampai Rp35.000.000
  • Process safety engineer pengalaman 5 tahun : Rp 17.000.000 sampai Rp20.000.000
  • QC engineer pengalaman 5-8 tahun : Rp15.000.000 sampai Rp23.000.000
  • QC senior engineer pengalaman 10 tahun : Rp20.000.000 sampai Rp27.000.000
  • QC manager pengalaman 10 tahun : Rp40.000.000 sampai Rp70.000.000

5. Gaji K3 Sektor Pertambangan

  • Manajer lingkungan pengalaman 10-20 tahun : Rp20.000.000 sampai Rp28.000.000
  • Manajer HSE pengalaman 10 tahun : Rp28.000.000 sampai Rp40.000.000
  • Safety coordinator pengalaman 3 tahun : Rp6.000.000 sampai Rp8.000.000
  • Technical service superintendent : Rp7.000.000 sampai Rp10.000.000

Baca Juga: Fantastis, Ini Dia Gaji Teknisi Tambang di Indonesia

Tingkatkan Gaji dengan Pengalaman Kerja

Baik gaji insinyur keselamatan pertambangan maupun gaji profesi lain bisa meningkat asalkan dibekali dengan pengalaman kerja yang sesuai. Seseorang yang memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun biasanya memiliki gaji yang cukup tinggi, terutama bagi yang memiliki jabatan penting di perusahaan.

Maka dari itu, tingkatkan pengalaman kerja. Jangan ragu mengambil pekerjaan sampingan selagi masih bisa dikendalikan dengan baik. Ikuti pula pelatihan dan sertifikasi tertentu yang diselenggarakan oleh lembaga tertentu untuk meningkatkan gaji. 

Profesi insinyur keselamatan pertambangan dan bidang K3 lainnya memiliki peran penting dalam menjaga keselamatan kerja di berbagai industri. Dengan tanggung jawab besar, memastikan kesejahteraan karyawan melalui perlindungan kesehatan juga menjadi hal yang esensial.

Cermati Protect menawarkan produk asuransi kesehatan karyawan terbaik yang dirancang untuk memberikan perlindungan optimal, sehingga para profesional K3 dapat bekerja dengan tenang dan produktif tanpa khawatir akan risiko kesehatan. Untuk informasi selengkapnya silahkan mengisi formulir dibawah ini!