Manfaat Asuransi Perjalanan Bisnis dan Cara Membelinya

Manfaat Asuransi Perjalanan Bisnis dan Cara Membelinya

Asuransi perjalanan, baik di dalam maupun luar negeri menjadi kebutuhan saat ini. Bagaimana tidak, asuransi perjalanan berguna sebagai antisipasi atas kerugian yang muncul selama melakukan perjalanan. Secara spesifik, asuransi perjalanan akan melindungi tertanggung atau orang yang melakukan perjalanan.

Asuransi perjalanan menjadi produk yang harus dibeli oleh para traveller, khususnya bagi yang sering melakukan perjalanan bisnis. Manfaat yang didapatkan cukup beragam. Nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing traveller.

Sekilas Tentang Asuransi Perjalanan Bisnis

Berbagai risiko yang sering terjadi dalam perjalanan bisnis, seperti keterlambatan atau penundaan penerbangan, kehilangan bagasi, dokumen, dan jatuh sakit dialami oleh traveller. Asuransi perjalanan bisnis hadir untuk melindungi traveller dari risiko atau kerugian yang terjadi selama di perjalanan. Biaya yang muncul akibat risiko yang terjadi nantinya menjadi tanggung jawab penyedia asuransi selama risiko tersebut tercantum dalam ketentuan polis asuransi.

Sebelum membeli produk, pemegang polis atau nasabah asuransi akan mendapatkan informasi tentang manfaat asuransi perjalanan bisnis itu sendiri. Informasi ini sebaiknya dibaca sebaik mungkin untuk memastikan bahwa produk yang dipilih nantinya sesuai dengan kebutuhan. Alhasil, traveller bisa terlindungi secara maksimal mulai dari penerbangan hingga kepulangan ke negara asal.

Manfaat Asuransi Perjalanan Bisnis

Setiap traveller yang membeli asuransi perjalanan berhak mendapatkan sejumlah manfaat yang ditawarkan oleh penyedia asuransi. Manfaat asuransi perjalanan bisnis sendiri, antara lain.

1. Pertanggungan Biaya Medis

Setiap orang menginginkan perjalanan yang menyenangkan, terbebas dari sakit penyakit. Sayangnya, hal ini tidak dapat dihindari begitu saja. Perbedaan cuaca, musim, dan kondisi lingkungan dapat mengakibatkan daya tahan tubuh seseorang terganggu.

Asuransi perjalanan bisnis adalah produk yang tepat untuk mengatasi masalah ini. Biaya perawatan yang muncul akibat terserang penyakit selama di perjalanan akan ditanggung oleh penyedia asuransi. Traveller hanya perlu datang ke rumah sakit rekanan asuransi dan menyerahkan dokumen yang dibutuhkan, sehingga dapat segera ditangani oleh pihak rumah sakit.

2. Ganti Rugi Atas Keterlambatan atau Penundaan

Keterlambatan atau penundaan penerbangan dapat terjadi kapan saja dan menimpa siapa saja. Hal ini biasanya disebabkan karena kondisi cuaca yang buruk atau padatnya arus lalu lintas penerbangan, sehingga penerbangan tidak dapat dilakukan sesuai jadwal yang ditentukan. Kondisi seperti ini tentunya merugikan traveller, terutama bagi yang melakukan perjalanan bisnis.

Namun, kerugian yang dialami oleh traveller ditanggung oleh penyedia asuransi. Mulai dari kompensasi keterlambatan penerbangan, biaya menginap di hotel, dan konsumsi selama masa tunggu. Manfaat ini secara otomatis akan mengurangi rasa khawatir para traveller selama melakukan perjalanan bisnis.

3. Ganti Rugi Akibat Bencana Alam atau Terorisme

Bencana alam, seperti banjir, angin topan, dan longsor merupakan bencana yang sering dialami oleh traveller yang bepergian ke luar negeri. Bahkan ada juga negara yang sedang terlibat aksi terorisme. Kondisi seperti ini tentunya menimbulkan rasa khawatir, bahkan menimbulkan kerugian dari segi waktu, energi, fisik, dan mental.

Kerugian yang muncul karena dua aksi di atas ditanggung oleh penyedia asuransi, tapi tidak sepenuhnya. Ada saja peristiwa yang mungkin dikecualikan oleh asuransi. Maka dari itu, traveller perlu membaca ulang isi polis asuransi dengan teliti untuk menghindari adanya kesalahpahaman yang dapat merugikan secara sepihak.

4. Ganti Rugi Atas Kehilangan atau Kerusakan Bagasi

Berbagai masalah kerap kali terjadi saat melakukan perjalanan bisnis. Salah satu di antaranya adalah bagasi hilang atau rusak. Hal ini cukup merepotkan traveller, bahkan dapat mengganggu itinerary atau rencana perjalanan yang sudah disusun jauh-jauh hari sebelumnya.

Namun, traveller yang sudah mempunyai asuransi perjalanan tidak perlu khawatir. Traveller dapat mengajukan klaim atas kerusakan atau kehilangan bagasi kepada penyedia asuransi. Klaim akan otomatis diproses jika dokumennya sudah lengkap dan traveller akan mendapatkan ganti rugi atas kerugian yang terjadi.

5. Santunan Kematian

Kematian merupakan salah satu hal yang paling menyeramkan dan dihindari selama melakukan perjalanan. Tapi karena tidak ada yang tahu apa yang terjadi kelak, sebaiknya bekali diri dengan asuransi perjalanan bisnis. Jika seandainya hal ini terjadi, maka traveller berhak mendapatkan uang santunan sesuai nominal pertanggungjawaban yang ditentukan oleh penyedia asuransi.

Tidak hanya itu saja karena biaya pemulangan jenazah ke negara asal juga ditanggung oleh penyedia asuransi. Manfaat ini langsung diberikan kepada keluarga yang ditinggalkan.

6. Tanggung Jawab Hukum dan Perlindungan Profesi

Beberapa polis asuransi perjalanan bisnis menyediakan manfaat tanggung jawab hukum (personal liability), yaitu perlindungan jika tertanggung menghadapi tuntutan hukum atau harus memberikan ganti rugi kepada pihak ketiga akibat kelalaian selama perjalanan. Ini penting untuk mengantisipasi risiko hukum yang bisa timbul dalam urusan bisnis di luar negeri, seperti kerusakan properti pihak lain atau kecelakaan yang melibatkan orang lain.

7. Penggantian Biaya Pengganti Karyawan (Replacement)

Jika karyawan yang sedang melakukan perjalanan bisnis mengalami kecelakaan atau sakit parah sehingga tidak dapat melanjutkan tugas, beberapa polis asuransi akan menanggung biaya pengiriman karyawan pengganti ke lokasi yang sama. Manfaat ini membantu perusahaan memastikan kelancaran operasional dan penyelesaian tugas bisnis tanpa hambatan.

Baca Juga: Pentingnya Asuransi Perjalanan Dinas dan Urgensinya

Cara Membeli Asuransi Perjalanan Bisnis

Produk asuransi perjalanan bisnis dapat dibeli di agen asuransi, website resmi asuransi, atau pihak ketiga yang telah bekerja sama dengan perusahaan asuransi. Terlepas dari produk mana yang dipilih untuk kebutuhan perjalanan, cara membeli asuransi pada umumnya sama. Traveller perlu mengisi formulir asuransi yang disediakan oleh perusahaan penyedia asuransi.

Sebagai contoh, jika traveller ingin melakukan perjalanan ke luar negeri, terdapat beberapa informasi yang perlu diisi. Informasi tersebut, antara lain:

  • Memilih mata uang saat melakukan pembayaran, apakah Rupiah atau Dollar Amerika
  • Memilih tipe perjalanan, apakah perjalanan tunggal atau tahunan
  • Destinasi perjalanan yang dituju
  • Jenis paket perjalanan, yaitu ada paket asia, gold, dan platinum dengan manfaat yang berbeda-beda
  • Tipe perjalanan yang dilakukan, apakah perorangan atau keluarga
  • Waktu melakukan perjalanan
  • Data pemegang polis asuransi, seperti nama, email, nomor handphone, tanggal lahir, jenis kelamin, kewarganegaraan, nomor identitas, paspor atau visa, dan alamat
  • Banyaknya data pemegang polis asuransi yang diisi disesuaikan dengan jumlah orang yang akan menerima manfaat asuransi perjalanan bisnis

Cara Klaim Asuransi Perjalanan Bisnis

Jika traveller mengalami salah satu kejadian yang merugikan, seperti keterlambatan penerbangan, maka traveller dapat mengajukan klaim kepada penyedia asuransi. Tata cara melakukan klaim asuransi perjalanan bisnis, di antaranya.

1. Memastikan Klaim Asuransi Telah Memenuhi Syarat

Klaim dapat dilakukan jika traveller memenuhi syarat untuk mengajukan klaim. Secara umum, syarat yang harus dipenuhi, antara lain:

  • Memastikan bahwa kerugian tercantum dalam polis asuransi perjalanan bisnis
  • Polis asuransi masih aktif 
  • Kerugian terjadi selama polis asuransi aktif
  • Melengkapi dokumen utama dan tambahan saat mengajukan klaim

2. Menghubungi Pihak Penyedia Asuransi Perjalanan

Jika traveller mengalami salah satu kerugian selama perjalanan, maka traveller wajib menghubungi penyedia asuransi. Tujuannya agar penyedia asuransi mengetahui kerugian yang dialami dan segera memberikan formulir pengajuan klaim untuk diisi. Formulir ini sebagai bukti tertulis yang dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk menghitung besaran klaim yang diberikan.

Namun, perlu diingat bahwa klaim hanya dapat dilakukan dalam kurun waktu 30 hari setelah traveller mengalami kerugian dalam perjalanan. Jika melebihi waktu yang ditentukan, maka klaim bisa ditolak oleh penyedia asuransi. Kecuali jika traveller memiliki alasan tertentu yang dapat diterima oleh asuransi.

3. Menyiapkan Dokumen Utama dan Tambahan

Selanjutnya adalah menyiapkan dokumen klaim yang dibutuhkan, baik dokumen utama maupun tambahan. Dokumen ini disesuaikan dengan jenis polis asuransi yang dibeli dan klaim yang ingin diajukan. 

Dokumen utama yang harus disiapkan saat mengajukan klaim asuransi, di antaranya:

  • Salinan polis asuransi perjalanan bisnis
  • Formulir pengajuan klaim yang sudah diisi secara lengkap
  • Melampirkan identitas diri, seperti KTP dan kartu keluarga
  • Salinan bukti pembelian tiket dan e-tiket

Sementara dokumen tambahan yang harus disiapkan disesuaikan dengan manfaat polis yang akan diklaim, di antaranya:

Manfaat Santunan Kematian Akibat Kecelakaan

  • Menuliskan kronologi kejadian
  • Keterangan bukti visum oleh dokter 
  • Laporan polisi
  • Surat keterangan kematian dari rumah sakit atau pemerintah

Manfaat Keterlambatan Penerbangan

  • Menuliskan kronologi kejadian
  • Surat keterangan dari pihak maskapai penerbangan

Manfaat Kehilangan Bagasi

  • Menuliskan kronologi kejadian
  • Surat keterangan dari pihak maskapai penerbangan
  • Property Irregularity Report (PIR) dari pihak maskapai penerbangan

Manfaat Pembatalan Pemesanan Hotel

  • Menuliskan kronologi kejadian
  • Jadwal perjalanan dan konfirmasi pemesanan hotel oleh agen travel
  • Rincian biaya akomodasi selama melakukan perjalanan bisnis

4. Proses Pengajuan Klaim

Setelah melakukan tiga langkah di atas, maka traveller dapat mengajukan klaim kepada penyedia asuransi. Klaim dapat diajukan secara online, jadi traveller tidak perlu datang ke kantor pusat atau cabang dari penyedia asuransi.  Pengajuan klaim biasanya akan diproses dalam kurun waktu 7 hari kerja. 

Jika klaim disetujui, maka traveller akan menerima pemberitahuan lewat email yang dicantumkan saat mengajukan klaim. Email ini lengkap dengan nominal ganti rugi yang diterima. Selanjutnya, traveller tinggal menunggu ganti rugi dikirimkan ke nomor rekening yang disepakati dalam perjanjian polis asuransi. 

Baca Juga: Cara Membuat Laporan Perjalanan Dinas yang Mudah

Minimalisir Risiko dengan Asuransi Perjalanan Bisnis

Setiap perjalanan, khususnya jarak jauh memiliki sejumlah risiko. Namun, risiko ini dapat diminimalisir dengan membeli produk asuransi perjalanan. Produk ini memiliki sejumlah manfaat yang pastinya akan memaksimalkan perlindungan selama di perjalanan, sehingga traveller dapat melakukan perjalanan dengan tenang tanpa diselimuti rasa khawatir. 

Asuransi perjalanan bisnis sangat penting untuk melindungi dari risiko di perjalanan. Ajukan dengan mudah di Cermati Protect untuk perlindungan terbaik dengan mengisi formulir dibawah ini!