Compactor: Pengertian, Klasifikasi, dan Jenis-Jenisnya

Compactor: Pengertian, Klasifikasi, dan Jenis-Jenisnya

Compactor menjadi salah satu alat berat yang kerap ditemukan dalam pengerjaan proyek infrastruktur. Alat yang satu ini biasanya digunakan dalam pembangunan jalan raya, landasan pesawat terbang, dan berbagai proyek lainnya yang berskala cukup besar. 

Sebagaimana alat berat lainnya, compactor juga diharapkan bisa membantu dan mempermudah proses pengerjaan proyek. Hal ini diharapkan dapat mempercepat selesainya sebuah proyek, sehingga infrastruktur yang dibangun tersebut bisa dipergunakan dengan segera. 

Apa itu Compactor

Compactor adalah alat berat yang berfungsi untuk memadatkan tanah. Alat berat yang satu ini biasanya banyak digunakan dalam pembangunan infrastruktur yang pada umumnya membutuhkan pemadatan tanah maupun komponen lainnya yang digunakan dalam struktur pembangunan tersebut.

Pembangunan landasan pesawat, jalan raya dan berbagai infrastruktur lainnya memang membutuhkan berbagai alat berat sekaligus. Alat-alat inilah yang akan digunakan untuk membuat kondisi tanah menjadi lebih padat dan siap untuk ditimpa dengan berbagai material tambahan, seperti aspal beton dan yang lainnya. 

Jika pengerjaan dalam skala yang kecil, maka proses pemadatan tanah tentu bisa dilakukan secara manual tanpa menggunakan alat berat. Namun dalam proyek berskala besar seperti pembangunan jalan raya maupun landasan pesawat, hal tersebut tentu tidak mungkin dilakukan, sebab bisa menghabiskan banyak waktu. 

Compactor akan membuat proses pemadatan tanah berjalan dengan lebih mudah dan praktis, sehingga proyek pembangunan bisa dilakukan dengan lebih cepat. Selain menghemat waktu dan biaya, penggunaan alat berat ini juga akan membantu penyelesaian proyek sesuai dengan jadwal yang ditentukan. 

Alat berat ini akan membuat tanah benar-benar padat dan tidak memiliki rongga/celah di bawah permukaannya. Kondisi tanah yang seperti ini tentu akan sempurna dan siap untuk menerima proses lanjutan yang akan dilakukan dalam pembangunan infrastruktur. 

Baca Juga: 7 Tips Memilih Wheel Loader Terbaik untuk Konstruksi

Apa Saja Klasifikasi Compactor

Pemilihan alat berat tentu perlu disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan yang akan diselesaikan. Alat berat yang tepat akan membuat pekerjaan menjadi jauh lebih cepat, sehingga proses pembangunan infrastruktur bisa berjalan dengan baik dan lancar. 

Compactor sendiri merupakan alat berat yang bisa ditemukan dalam berbagai bentuk yang berbeda. Hal ini akan memudahkan para pengelola/ pekerja proyek untuk memilih mesin penggilas yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi medan yang sedang mereka kerjakan. 

Berikut ini adalah beberapa klasifikasi compactor yang biasa digunakan dalam proyek infrastruktur: 

Berdasarkan cara geraknya, compactor bisa dibedakan menjadi 2 jenis, yakni:

  • Compactor yang bisa bergerak sendiri 
  • Compactor yang harus ditarik menggunakan traktor.  

Berdasarkan bahan roda penggilasnya, compactor juga bisa dibedakan menjadi 2 jenis, yakni: 

  • Compactor yang terbuat dari bahan baja (Steel Wheel
  • Compactor yang terbuat dari bahan karet (pneumatic).

Berdasarkan bentuk permukaan rodanya, compactor dibedakan menjadi beberapa jenis, antara lain: 

  • Compactor dengan permukaan halus (plain)
  • Compactor yang bersegmen
  • Compactor yang berbentuk grid
  • Compactor yang berbentuk kaki domba
  • Dan yang lainnya. 

Berdasarkan susunan roda gilasnya, compactor dibedakan jadi 3 jenis, yakni:

  • Compactor dengan roda tiga (Three Wheel)
  • Compactor dengan roda dua (Tandem Roller) 
  • Compactor Three Axle Tandem Roller.

Compactor yang menggunakan alat penggetar (vibrator)

Proses pemadatan aspal pada umumnya dilakukan dengan menggunakan road roller atau tire roller. Namun untuk proses pemadatan tanah pada umumnya dilakukan dengan sheep foot roller atau drum roller

Proses pemadatan sendiri akan dipengaruhi oleh beberapa faktor yang berkaitan, antara lain: 

  1. Gradasi material yang akan dipadatkan.
  2. Kadar air dari material (moisture content).
  3. Upaya pemadatan (compactive effort).

Baca Juga: 10 Macam Alat Berat Serta Harganya!

Apa Saja Jenis-Jenis Compactor?

Berdasarkan tipenya, compactor bisa dibedakan menjadi beberapa jenis berikut ini: 

1. Compactor Smooth Steel Roller

Smooth steel roller merupakan jenis compactor yang permukaan rodanya dibuat dari baja yang rata, sehingga memiliki permukaan yang halus. Biasanya alat berat ini digerakkan menggunakan power unit yang menyatu (self propelled). 

Berdasarkan roda penggilasnya, smooth steel roller bisa dibedakan menjadi beberapa jenis, antara lain: 

Three Wheel Roller

Alat berat yang satu ini juga dikenal dengan nama macadam roller, sebab kerap digunakan dalam aktivitas pemadatan berbagai material yang butirannya terbilang kasar. Agar bobotnya bertambah, roda silinder yang terdapat pada three wheel roller seringkali diisi dengan cairan (air maupun minyak), bahkan sesekali dengan pasir. 

Biasanya bobot alat berat ini sekitar 6-12 ton. Namun setelah dilakukan pengisian pada tabung silindernya, compactor ini biasanya akan mengalami kenaikan bobot sekitar 15%-35% dari bobot aslinya tersebut. 

Tandem Roller

Tandem roller merupakan compactor yang bisa ditemukan dalam 2 jenis yang berbeda, yakni: tandem roller berporos 2 (two axle) dan tandem roller berporos 3 (three axle tandem rollers). Alat berat ini akan memberikan hasil akhir penggilasan yang halus, sebagaimana yang kerap dilakukan pada aspal beton dan yang yang lainnya. 

Memiliki berat sekitar 8-14 ton, alat berat ini memiliki lintasan yang sama di setiap rodanya. Jika dilakukan penambahan cairan pada silindernya, maka tandem roller bisa mengalami kenaikan bobot sekitar 25%-60%. Sebaiknya tandem roller tidak digunakan untuk menggilas bebatuan dengan kontur tajam dan keras, sebab hal ini bisa membuat roda penggilasnya mengalami kerusakan. 

Vibration Roller

Ini merupakan mesin penggilas yang menggunakan teknik getar. Vibration roller memiliki kemampuan pemadatan yang terbilang baik, sehingga kerap digunakan dalam berbagai proyek yang berskala besar. Alat berat ini akan memberikan efek dinamis pada tanah, sehingga proses pemadatan bisa berjalan dengan sangat baik. 

Namun proses pemadatan tanah dengan menggunakan vibration roller perlu mencermati beberapa faktor berikut: 

  • Frekuensi getaran.
  • Amplitudo getaran.
  • Gaya sentrifugal yang bekerja.

Mesh Grid Roller

Ini merupakan alat berat yang roda penggilasnya memiliki bentuk seperti anyaman. Alat berat ini bisa menghasilkan efek “pemadatan dari bawah”, sebab roda penggilasnya memang memiliki keunikan tersendiri. Mesh grid roller bisa bekerja dengan maksimal saat dipakai menggilas lapisan tanah dengan butiran kasar sekalipun. 

Segment Roller

Segment roller merupakan alat penggilas yang unik, dimana roda-rodanya terdiri dari sejumlah lempengan. Alat berat ini juga bisa menghasilkan efek “pemadatan dari bawah” sebagaimana yang dilakukan oleh mesh grid roller, meskipun posisi rodanya tidak akan masuk terlalu dalam ke tanah. Segment roller bisa menekan kelebihan air yang ada di lapisan tanah, sehingga sisa air dapat menciptakan tingkat kepadatan yang lebih maksimal. 

2. Compactor Pneumatic Tired Roller

Ini merupakan alat berat yang roda penggilasnya dibuat dari ban karet yang dipompa (pneumatic). Posisi roda depan dan belakangnya dibuat selang-seling, sehingga bagian-bagian yang belum digilas oleh roda depan akan bisa digilas oleh roda bagian belakangnya.  

Kedua roda alat berat ini bisa menciptakan “kneading action” (tekanan) pada tanah, sehingga bisa mendorong terjadinya konsolidasi tanah. Pneumatic tired roller akan menjadi pilihan yang tepat untuk menggilas bahan granular, termasuk untuk penggilasan lapisan hot mix.

Namun alat berat ini sebaiknya tidak dipakai menggilas lapisan-lapisan bebatuan yang tajam, sebab bisa membuat roda-rodanya jadi lebih cepat rusak.  Jumlah roda yang terdapat pada compactor ini biasanya sekitar 9-19 buah. Sedangkan bobotnya bisa ditingkatkan dengan penambahan cairan maupun pasir sesuai dengan kebutuhan. 

3. Compactor Sheep Foot Roller

Sheep foot roller terbilang unik, sebab alat ini menggunakan sebuah silinder pada bagian luar yang dipasang di kaki-kakinya. Kaki-kakinya bisa memberikan tekanan tinggi saat masuk ke dalam tanah, di mana hal ini akan membuat efek “pemadatan dari bawah”. Alat berat ini cocok digunakan di tanah berpasir maupun tanah yang sedikit berlempung, termasuk jenis tanah yang plastis serta kohesif. 

Sheep foot roller efektif dalam memadatkan material dengan ketebalan sekitar 15-25 cm. Alat berat ini sering ditemukan menggunakan tarikan (towed), namun ada juga yang menggunakan mesin yang menyatu dan bisa bergerak sendiri dalam kecepatan sekitar 32 Km/ jam. Alat berat ini memiliki bobot sekitar 3-5 ton, namun sebagian alat ini juga bisa ditemukan dengan bobot sekitar 12-30 ton. 

Baca Juga: Tips Jitu Merawat Alat Berat Agar Awet

Inovasi Terbaru pada Compactor

Seiring dengan perkembangan teknologi dan tuntutan proyek konstruksi yang lebih efisien serta ramah lingkungan, produsen compactor kini mulai mengembangkan varian terbaru yang mengusung teknologi hijau dan otomatisasi. Beberapa inovasi tersebut antara lain:

  • Compactor Listrik dan Hibrida: Berbagai model compactor listrik dan hibrida mulai hadir sebagai alternatif ramah lingkungan, mengurangi emisi karbon dan konsumsi bahan bakar fosil. Hal ini tidak hanya membantu pelestarian lingkungan, tetapi juga menurunkan biaya operasional jangka panjang.
  • Sistem Otomatisasi dan Digitalisasi: Teknologi sensor dan IoT (Internet of Things) kini diintegrasikan dalam beberapa compactor modern. Sistem ini memungkinkan pemantauan kondisi alat secara real-time, pengaturan getaran yang presisi, serta pelaporan otomatis performa alat untuk meningkatkan efisiensi dan mencegah kerusakan dini.
  • Sistem Pemadatan Adaptif: Beberapa compactor terbaru dilengkapi dengan kemampuan menyesuaikan tekanan dan frekuensi getaran sesuai dengan jenis material dan kondisi tanah. Fitur ini membantu memaksimalkan hasil pemadatan sekaligus mengurangi risiko kerusakan alat akibat penggunaan yang tidak tepat.

Gunakan Compactor sesuai Kebutuhan 

Compactor merupakan mesin penggilas yang akan membantu memadatkan tanah. Alat berat ini banyak digunakan di berbagai proyek infrastruktur, sebab Compactor bisa membuat pekerjaan menjadi lebih mudah dan cepat selesai. Penting untuk menggunakan compactor yang tepat dan sesuai kebutuhan, sehingga alat ini bisa memberikan hasil kerja yang maksimal.

Compactor adalah alat/mesin berat yang memiliki harga yang cukup tinggi sehingga memerlukan perlindungan ekstra yang bisa melindungi finansial Anda ketika terjadi risiko kerusakan dan kehilangan pada alat berat tersebut. Cermati Protect menyediakan produk asuransi umum yang bisa memberikan perlindungan dari risiko-risiko tersebut. Ketahui selengkapnya mengenai asuransi ini dengan mengisi formulir dibawah ini!