3 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Sertifikasi HSE Umum
Sertifikasi HSE umum sering juga disebut sebagai sertifikasi K3. Setiap orang yang ingin bekerja di bidang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) wajib memiliki sertifikat ini, apakah itu sertifikat K3 umum BNSP atau sertifikat K3 Kemnaker RI. Hal ini tergantung dari persyaratan masing-masing perusahaan.
Sertifikat K3 didapatkan melalui program pelatihan yang diselenggarakan oleh lembaga tertentu yang sudah bekerja sama dengan pihak berwenang atau Kementerian Ketenagakerjaan. Pelatihan berguna untuk mempersiapkan peserta agar lebih mengenal K3 yang terdapat dalam suatu perusahaan. Pelatihan membuat peserta paham tentang pekerjaan umum yang dilakukan oleh ahli K3.
Siapa Saja yang Boleh Mengikuti Pelatihan K3?

Sertifikasi HSE umum atau K3 umum terbuka untuk umum. Pesertanya bisa dari lulusan SLTA atau SMA, khusus untuk sertifikat K3 BNSP pada tingkatan muda dan madya. Selain itu, latar belakang Pendidikan boleh dari jurusan mana saja.
Hal terpenting untuk dapat mengikuti pelatihan adalah dengan memenuhi persyaratan sertifikasi HSE umum. Beberapa persyaratan umumnya, antara lain:
- Menyiapkan fotokopi KTP atau identitas diri
- Pas foto berukuran 3×4 dengan latar belakang merah
- Menyiapkan fotokopi ijazah terakhir
- Surat keterangan kerja (bila ada)
- Surat keterangan berbadan sehat dari dokter
Baca Juga: 10 Tips Agar Pelatihan K3 Berjalan Efektif
Biaya Mengikuti Pelatihan K3
Penyelenggaraan sertifikasi K3 biasanya disediakan oleh beberapa lembaga terpercaya. Namun, lembaga yang paling banyak diminati adalah dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI).
Persyaratan dari kedua lembaga ini berbeda-beda, jadi cari tahu terlebih dahulu sebelum mendaftar pelatihan untuk kelengkapan administrasi. Selain persyaratan, biaya pelatihan K3 pun berbeda-beda. Adapun besaran biayanya, antara lain:
1. Biaya Pelatihan K3 Umum BNSP
Untuk pelatihan yang diselenggarakan oleh BNSP, biayanya sebesar Rp2.500.000. Pelatihan dapat diikuti secara online selama 4 hari.
Sertifikat yang didapatkan dari pelatihan ini melekat secara individu dengan masa berlaku selama 3 tahun. Setelah masa berlakunya habis, peserta dapat memperpanjangnya dengan mengikuti ujian ulang yang diselenggarakan oleh BNSP.
2. Biaya Pelatihan K3 Kemnaker RI
Jika dibandingkan dengan pelatihan K3 umum dari BNSP, pelatihan dari Kemnaker RI lebih mahal. Biayanya bisa dua atau tiga kali lipat. Kisaran pada umumnya antara Rp5.500.000 hingga Rp7.000.000.
Pelatihan berlangsung selama 12 hari kerja. Setelah pelatihan, peserta akan memperoleh sertifikat K3 dengan masa berlaku selama 3 tahun. Sertifikat melekat secara individu dan instansi, serta dapat diperpanjang otomatis dengan cara menyerahkan dokumen SKP dan lisensi K3.
3 Cara Mendapatkan Sertifikat K3
Bagi yang bekerja di lingkup K3, memiliki sertifikat K3 merupakan hal yang wajib. Untuk mendapatkannya, lakukan tiga cara berikut ini.
1. Memenuhi Persyaratan
Sebelum mengikuti rangkaian pelatihan, penuhi persyaratan yang ada terlebih dahulu. Beberapa persyaratan yang umum, seperti memiliki pengalaman kerja di bidang K3, melampirkan fotokopi KTP, surat keterangan kerja, berbadan sehat, dan pas foto.
Persyaratan bisa berbeda-beda, sesuai jenis sertifikasi dan tingkatannya. Misalnya, untuk sertifikasi K3 umum BNSP tingkat sarjana muda, Anda wajib memiliki pengalaman kerja antara 6 bulan sampai 3 tahun. Lamanya pengalaman tergantung dari latar belakang Pendidikan masing-masing peserta.
2. Memilih Lembaga Pelatihan yang Tepat
Sertifikat K3 bisa didapatkan dengan mengikuti pelatihan. Sebaiknya pilih tempat pelatihan yang tepat karena skill dan pelayanan yang diajarkan juga tidak sembarangan.
Untuk memastikan kredibilitas lembaga pelatihan, sebaiknya cari informasi lebih lanjut di internet atau sosial media. Alhasil, sertifikat yang diperoleh bersifat resmi dan dapat digunakan sebagai kelengkapan administrasi saat mendaftar pelatihan.
3. Pastikan Lulus Pelatihan
Setelah melakukan dua cara di atas, pastikan Anda lulus pelatihan. Tanpa kelulusan, maka sertifikat K3 tidak bisa didapatkan.
Sertifikat K3 merupakan bukti atas kemampuan dan kompetensi peserta dalam penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Sertifikat nantinya diserahkan kepada perusahaan saat melamar kerja agar memiliki peluang untuk lolos ke tahap rekrutmen kerja.
Baca Juga: Ahli K3 Umum: Pengertian, Skill, dan Tugasnya
5 Tips Meningkatkan Penerapan K3 Pasca Pelatihan
Ilmu yang didapatkan saat pelatihan K3 bisa diimplementasikan di dunia kerja setelah mendapatkan sertifikat. Agar implementasinya optimal, lakukan tips-tips berikut ini.
1. Langsung Mengimplementasikan Skill
Selama mengikuti pelatihan, ada banyak skill baru yang didapatkan. Anda bisa mengimplementasikan skill baru pada perusahaan. Sementara skill yang sebelumnya dimiliki bisa diasah kembali agar implementasi menjadi maksimal.
Misalnya, mempraktekkan langkah-langkah untuk menganalisis kecelakaan saat terjadi kecelakaan kerja. Lalu, mencoba membuat laporan secara lengkap kepada pihak terkait untuk mengidentifikasi penyebab terjadinya kecelakaan kerja.
Dari sini, Anda bisa mengetahui seberapa baik skill dalam menganalisis kondisi lingkungan sekitar. Skill yang mengalami peningkatan atau penurunan mudah diketahui lewat cara ini.
2. Memahami Tujuan Perusahaan
Setiap perusahaan memiliki tujuan yang ingin dicapai. Misalnya, perusahaan konstruksi ingin mengurangi angka kecelakaan kerja, seperti terguling saat mengoperasikan alat berat atau terjatuh dari ketinggian. Atau perusahaan kimia ingin mengurangi risiko penggunaan bahan-bahan kimia terhadap kesehatan lingkungan mengingat risiko kerja yang tinggi.
Dengan mengetahui tujuan yang perusahaan ingin capai, Anda bisa mengusulkan kebijakan yang sesuai dengan perusahaan. Jangan lupa untuk mendiskusikan hal ini dengan atasan, terutama bila merasa kebingungan. Diskusi dapat membuka ide-ide baru yang sebelumnya tidak terpikirkan demi usul yang terbaik.
3. Mengevaluasi Kebijakan K3 di Perusahaan
Salah satu cara terbaik untuk meningkatkan penerapan K3 di perusahaan adalah dengan mengevaluasi kebijakan yang sudah ditetapkan. Tujuannya untuk memastikan relevansi kebijakan tersebut dengan situasi yang ada. Jika kebijakan sudah tidak sesuai lagi, maka perubahan bisa dilakukan agar implementasi K3 optimal.
Jika kebijakan memerlukan evaluasi, penting untuk mendiskusikannya dengan pihak-pihak terkait. Kelak kebijakan tersebut harus dipatuhi oleh setiap orang yang bekerja di perusahaan, jadi persetujuannya tidak boleh dilakukan sepihak.
Biasanya pihak-pihak berkepentingan akan mengadakan rapat untuk mendiskusikan kebijakan baru yang ingin diterapkan. Ada kebijakan baru yang mungkin disetujui, ada pula yang ditolak.
4. Menentukan Target yang Ingin Dicapai
Tips selanjutnya adalah dengan menentukan target yang ingin dicapai. Target adalah pedoman atau acuan dalam meniti karir. Target sering kali membuat karyawan semangat bekerja karena ini berkaitan dengan pencapaian.
Target setiap karyawan tentu berbeda-beda, maka tentukan target Anda sendiri. Misalnya, ingin mendapatkan promosi jabatan tahun depan, maka Anda perlu memberikan kontribusi maksimal sehubungan dengan penerapan K3. Apabila targetnya untuk meningkatkan kesadaran karyawan akan pentingnya penerapan K3, maka Anda perlu menjadi contoh yang bisa diteladani di perusahaan.
Jika target saat ini berhasil dicapai, maka target lain pun bisa dicapai. Jika hal ini terwujud, maka sertifikat HSE umum yang diterima berhasil meningkatkan skill dan kompetensi kerja di perusahaan. Percayalah aka nada banyak karyawan yang mencoba mengikuti jejak Anda.
5. Meminta Feedback
Tips terakhir adalah dengan meminta feedback atas usul K3 maupun penerapannya di perusahaan. Ada beberapa orang yang mungkin kurang setuju terhadap usul Anda di awal, tapi akhirnya menjadi setuju setelah diterapkan. Ada pula yang awalnya setuju menjadi kurang setuju karena hasilnya tidak sesuai yang diharapkan.
Sejauh mana pengaruh pelatihan K3 berdampak langsung pada kinerja. Jadi, jangan ragu untuk meminta feedback sebagai bahan evaluasi diri.
Terima feedback positif maupun negatif. Jadikan feedback negative sebagai motivasi untuk mengoptimalkan potensi K3 di masa yang akan datang. Sementara feedback positif terus dipertahankan demi kebaikan diri sendiri, rekan kerja, dan terlebih lagi perusahaan.
Baca Juga: Apa Itu K3? Pengertian, Tujuan, Prinsip, dan Ruang Lingkup
Pastikan Sertifikat K3 Memberi Dampak Positif
Sertifikat HSE umum atau K3 bukan sertifikat pelatihan sembarangan, melainkan sebaliknya. Sertifikat ini bisa menjadi modal untuk memperbesar peluang karir, sehingga karir cepat melejit. Pastikan setiap skill, ilmu, dan kompetensi yang diperoleh selama pelatihan berhasil memberikan dampak positif kepada perusahaan tempat Anda bekerja.
Jangan lupa untuk terus mengasah skill di bidang K3 meski tanpa pelatihan karena ini berguna untuk kemajuan karir di masa depan. Percayakan pelatihan pada lembaga terpercaya dan legal di Indonesia. Sebab, kompetensi yang ditawarkan kepada setiap peserta yang ikut dalam pelatihan optimal untuk persiapan menyambut dunia kerja.
Sertifikasi HSE umum sangat penting untuk memastikan keselamatan dan kesehatan di tempat kerja. Selain sertifikasi, memberikan perlindungan ekstra bagi karyawan melalui asuransi kesehatan juga sangat penting.
Cermati Protect menyediakan produk asuransi kesehatan karyawan yang melindungi mereka dari berbagai risiko kerja, mulai dari kecelakaan hingga penyakit akibat lingkungan kerja. Dengan perlindungan ini, karyawan dapat bekerja dengan tenang dan perusahaan bisa fokus menjaga produktivitas serta keselamatan tim.
Dapatkan informasi selengkapnya atau langsung melakukan pengajuan dengan mengisi formulir dibawah ini!
