Black Box Pesawat: Pengertian, Fungsi, dan Bagian-bagiannya
Black box pesawat merupakan benda yang selalu paling dicari ketika sebuah pesawat mengalami insiden kecelakaan. Pencarian benda yang satu ini bahkan akan menjadi salah satu prioritas utama dalam proses penyelamatan atau evakuasi pasca kecelakaan pesawat.
Bukan hanya dalam waktu yang singkat saja, pencarian black box pesawat bisa saja berlangsung selama berbulan-bulan atau bahkan tahunan. Jika melihat kenyataan tersebut, maka sudah bisa dipastikan bahwa benda tersebut merupakan salah satu benda vital yang wajib ditemukan.
Apa itu Black Box Pesawat?

Black box pesawat atau yang biasa disebut sebagai kotak hitam merupakan benda yang menyimpan data-data penerbangan sebuah pesawat. Black box akan merekam data yang lengkap, selama pesawat tersebut mengudara dan hingga akhirnya mendarat.
Data-data inilah yang kemudian dapat dijadikan sebagai petunjuk, jika sewaktu-waktu pesawat mengalami kecelakaan. Para ahli akan membuka rekaman data tersebut dan mempelajarinya, sehingga mereka bisa menyimpulkan penyebab dan bagaimana sebuah kecelakaan pesawat terjadi.
Black box pesawat ditemukan pertama kali oleh DR David Warren, seorang pria berkebangsaan Australia. David terinspirasi untuk menciptakan sebuah alat perekam di pesawat, setelah ayahnya meninggal dalam sebuah insiden kecelakaan pesawat di tahun 1934, tepat saat David masih berusia 9 tahun.
Ide ini mulai muncul di awal tahun 1950-an, di mana David ingin membuat sebuah alat perekam data penerbangan serta percakapan yang terjadi di area cockpit. Tujuannya tentu agar para ahli lebih mudah untuk melakukan analisa, jika sewaktu-waktu terjadi insiden kecelakaan pesawat.
Di tahun 1956, David mampu menyelesaikan prototipe tersebut yang pada akhirnya diberinya nama ARL Flight Memory Unit. Namun hingga 5 tahun setelah penemuan tersebut, ARL sama sekali tidak mendapatkan perhatian dari otoritas penerbangan di wilayah tersebut.
Tidak dianggap di negara asalnya, beberapa waktu kemudian penemuan David ini mulai diproduksi secara massal di Amerika Serikat dan Inggris. Pada akhirnya black box mulai dikenal secara luas dan dipakai di berbagai negara lainnya sebagai pelengkap sistem keamanan pesawat, termasuk di Indonesia.
Meski dinamakan black box, benda ini justru tidak berwarna hitam sama sekali. Biasanya black box pesawat memiliki warna yang terang menyala (orange/ jingga), sehingga benda ini bisa mudah terlihat dan dikenali saat proses pencarian benda tersebut dilakukan.
Kecelakaan pesawat bisa saja terjadi di medan-medan yang sulit seperti hutan maupun lautan, sehingga penting untuk membuat black box mudah dideteksi dan ditemukan oleh tim pencari/ penyelamat, salah satunya dengan membuat warna benda ini mencolok.
Selain itu, black box juga didesain tahan banting dan tidak mudah terbakar serta mengalami kerusakan, sehingga benda ini tetap dalam kondisi yang aman pasca kecelakaan. Hal ini akan membuat data-data yang tersimpan di dalam black box tetap dalam kondisi baik dan bisa digunakan secara maksimal.
Namun dalam kondisi tertentu, bisa saja benda ini tidak ditemukan, meskipun proses pencarian sudah dilakukan. Kondisi seperti ini tentu akan mempersulit tim penyelamat dan peneliti untuk menyimpulkan penyebab terjadinya kecelakaan pesawat itu sendiri.
Baca Juga: Penerbitan Polis dan Cara Klaim Asuransi Perjalanan Bisnis
Fungsi Black Box Pesawat
Secara garis besar, black box akan menyimpan data-data terkait penerbangan sebuah pesawat. Namun benda yang satu ini justru tidak ditempatkan pada bagian cockpit pesawat, di mana pilot dan copilot bekerja menjalankan tugasnya sebagai navigator.
Namun sebaliknya, posisi black box pesawat justru ditempatkan di bagian ekor pesawat itu sendiri. Hal ini bertujuan untuk mengamankan benda penting tersebut, jika sewaktu-waktu pesawat mengalami kecelakaan. Bagian ekor pesawat dianggap lebih aman untuk menyimpan black box, jika dibandingkan bagian lainnya.
Black box pesawat memiliki dua fungsi utama, dimana hal tersebut dilakukan oleh dua komponen berikut:
- Flight Data Recorder (FDR): ini merupakan bagian black box yang akan berfungsi untuk menyimpan data-data penerbangan pesawat, sehingga setiap data tersebut bisa tersimpan dengan aman.
- Cockpit Voice Recorder (CVR): ini adalah bagian black box yang akan berfungsi untuk menyimpan percakapan-percakapan yang terjadi di dalam cockpit pesawat, baik itu antara pilot dengan para krunya maupun percakapan antara pilot dengan menara pengawas.
Berbagai data yang tersimpan di dalam black box inilah yang akan digunakan untuk proses investigasi terhadap kecelakaan pesawat. Inilah alasan mengapa sangat penting untuk segera menemukan dan memeriksa black box pasca terjadinya sebuah insiden kecelakaan pesawat.
Black box memiliki kemampuan perekaman data yang sangat baik. Alat yang satu ini bahkan bisa melakukan perekaman terhadap data penerbangan dalam waktu yang panjang, yakni sampai dengan 25 jam. Namun perekaman percakapan yang terjadi di cockpit tidak bisa dilakukan black box untuk waktu yang terlalu lama.
Alat ini hanya mampu melakukan perekaman percakapan di kabin cockpit maksimal selama 2 jam saja. Namun percakapan ini tentu tetap akan menjadi data dan informasi penting dalam penerbangan itu sendiri, terutama jika terjadi insiden yang tidak diharapkan.
Bagian-bagian Black Box Pesawat
Sebagai salah satu bagian terpenting di dalam pesawat, black box tentu dilengkapi dengan sejumlah komponen pendukung yang akan membuatnya bekerja secara maksimal. Berbagai komponen ini harus berfungsi dengan baik, sehingga black box bisa melakukan tugasnya dengan maksimal.
Berikut ini adalah beberapa bagian/ komponen yang terdapat di dalam black box pesawat:
| Pemancar Black Box | Black box dilengkapi dengan sebuah pemancar. Pemancar black box akan langsung aktif saat benda tersebut terkena air. Bagian black box yang satu ini akan tetap bertahan dan bekerja dengan baik, bahkan di kedalaman laut sampai 4 kilometer sekalipun. Jika pemancar black box sudah aktif, maka bagian ini akan bekerja untuk mengirimkan sinyal per satu detik secara terus menerus dalam waktu 30 hari penuh. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa pencarian black box harus segera dilakukan pasca insiden kecelakaan. |
| Crash Survivable Memory Unit (CSMU) | CSMU merupakan lapisan yang terbuat dari baja maupun titanium dan akan berfungsi untuk melindungi panel memori yang digunakan untuk menyimpan data yang terdapat di dalam black box. CSMU sendiri didesain secara khusus untuk memiliki daya tahan yang tinggi terhadap panas, yakni hingga mencapai 1.100 derajat celcius. Bagian ini juga akan tahan terhadap tekanan laut dalam, termasuk hantaman hingga 3.400 kali kakuatan gratifikasi. |
| Flight Data Recorder (FDR) | Ini adalah bagian black box pesawat yang akan berfungsi untuk menyimpan data-data penerbangan pesawat, sehingga setiap data tersebut bisa tersimpan dengan aman dan dapat digunakan dalam penyelidikan. |
| Cockpit Voice Recorder (CVR) | Ini merupakan bagian black box yang akan berfungsi untuk menyimpan percakapan-percakapan yang terjadi di dalam cockpit pesawat, baik itu percakapan antara pilot dengan para krunya maupun percakapan antara pilot dengan menara pengawas. |
| Tower Pinger Locator | Tower Pinger Locator merupakan sebuah alat khusus yang bisa digunakan untuk menemukan lokasi black box. Alat yang satu ini bisa mengenali black box, bahkan meski benda tersebut berada di kedalaman laut yang mencapai ribuan meter. |
Baca Juga: Jenis, Istilah, Prinsip, dan Syarat Asuransi Perjalanan Bisnis
Aturan Terkait Data Black Box Pesawat di Indonesia
Di tanah air sendiri, penggunaan black box pada pesawat merupakan hal yang wajib. Namun terkait dengan informasi dan penggunaan data black box ini diatur dengan sedemikian rupa dan hanya bisa disampaikan secara garis besar saja kepada publik.
Hal ini telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan. Dalam dokumen KNKT, Pasal 359 UU Nomor 1 Tahun 2009 itu berbunyi:
- (1) Hasil investigasi tidak dapat digunakan sebagai alat bukti dalam proses peradilan.
- (2) Hasil investigasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), yang bukan digolongkan sebagai informasi rahasia, dapat diumumkan kepada masyarakat.
Kemudian dalam penjelasan pasal 359, diungkapkan yang dimaksud dengan ‘informasi rahasia’ (non disclosure of records) pada black box adalah:
- Pernyataan dari orang-orang yang diperoleh dalam proses investigasi.
- Rekaman atau transkrip komunikasi antara orang-orang yang terlibat di dalam pengoperasioan pesawat udara.
- Informasi mengenai kesehatan atau informasi pribadi dari orang-orang terlibat dalam kecelakaan atau kejadian.
- Rekaman suara di ruang kemudi (cockpit voice recorder) catatan kata demi kata (transkrip) dari rekaman tersebut.
- Rekaman dan transkrip dari pembicaraan petugas pelayanan lalu lintas penerbangan (air traffic services).
- Pendapat yang disampaikan dalam analisis informasi termasuk rekaman informasi penerbangan (flight data recorder).
Baca Juga: Manfaat Asuransi Perjalanan Bisnis dan Cara Membelinya
Black Box Pesawat Merekam Data Penting Penerbangan
Black box pesawat merupakan alat khusus yang mampu merekam data-data penerbangan sebuah pesawat. Berbagai data penting ini akan sangat berguna, terutama untuk kebutuhan penyelidikan pasca terjadinya insiden kecelakaan. Selain mempermudah investigas, data-data penerbangan ini tentu bisa menjadi salah satu pertimbangan untuk perbaikan dalam dunia penerbangan itu sendiri.
Selain itu, dalam klaim asuransi penerbangan, data dari black box pesawat menjadi sangat berharga karena membantu dalam penyelidikan dan analisis kecelakaan atau insiden penerbangan. Data ini membantu menentukan faktor penyebab insiden dan memungkinkan pihak-pihak yang terlibat, termasuk perusahaan asuransi, untuk mengevaluasi tanggung jawab dan menentukan klaim asuransi yang sesuai.
Jadi, black box pesawat memainkan peran kunci dalam klaim asuransi penerbangan dengan menyediakan informasi penting yang diperlukan untuk menentukan penyebab kecelakaan dan menilai klaim asuransi yang diajukan.
asuransi penerbangan dapat dianggap sebagai bagian dari asuransi perjalanan karena melibatkan perjalanan menggunakan pesawat terbang. Dalam konteks asuransi perjalanan, asuransi penerbangan biasanya mencakup perlindungan terhadap risiko yang terkait dengan penerbangan seperti pembatalan atau penundaan penerbangan, kehilangan atau kerusakan bagasi, serta perlindungan terhadap kecelakaan atau insiden yang terjadi selama penerbangan.
Asuransi perjalanan umumnya mencakup berbagai jenis perlindungan, termasuk perlindungan terhadap risiko yang terkait dengan transportasi (seperti penerbangan, kereta api, atau kapal laut), akomodasi, kesehatan, dan lain-lain. Oleh karena itu, asuransi penerbangan bisa saja menjadi bagian dari polis asuransi perjalanan yang lebih luas, atau dapat dibeli secara terpisah sesuai dengan kebutuhan individu.
Dapatkan asuransi perjalanan terbaik di Cermati Protect untuk perlindungan selama perjalanan baik itu dengan tujuan liburan, bisnis dan dinas dengan mengisi formulir dibawah ini!
