Manfaat Asuransi Gedung bagi Pemilik Properti: Perlindungan Menyeluruh untuk Aset Berharga
Memiliki gedung, baik untuk perkantoran, apartemen, hotel, pusat perbelanjaan, maupun gudang, adalah bentuk investasi besar yang nilainya bisa mencapai miliaran rupiah. Sebagai aset bernilai tinggi, gedung memiliki risiko yang tidak bisa diabaikan, mulai dari kebakaran, banjir, gempa bumi, kerusuhan, hingga pencurian.
Tanpa perlindungan asuransi, kerugian akibat risiko-risiko tersebut bisa sangat memberatkan pemilik properti. Asuransi gedung hadir sebagai solusi perlindungan finansial dan operasional, sehingga pemilik tetap bisa menjaga kelangsungan usaha dan nilai investasinya.
Jenis-Jenis Risiko yang Dapat Ditanggung oleh Asuransi Gedung

1. Kebakaran dan Ledakan
Asuransi gedung umumnya mencakup perlindungan dari kebakaran, ledakan akibat gas atau listrik, dan kerusakan akibat petir.
Baca Juga: Asuransi Kebakaran: Pengertian, Manfaat, Tipe Polis, dan Cara Klaim
2. Bencana Alam
Risiko gempa bumi, banjir, tanah longsor, atau tsunami bisa ditanggung jika Anda menambahkan perluasan polis.
3. Kerusuhan dan Huru-hara
Gedung yang berada di area rawan kerusuhan dapat dilindungi dari risiko kerusakan akibat peristiwa sosial.
4. Pencurian dan Perampokan
Perlindungan atas kerusakan atau kehilangan barang akibat pencurian dengan kekerasan.
5. Kerusakan Akibat Kecelakaan
Misalnya, kerusakan struktur akibat kendaraan yang menabrak gedung.
Manfaat Asuransi Gedung bagi Pemilik Properti
1. Perlindungan Finansial
Dengan asuransi, biaya perbaikan atau pembangunan kembali gedung akibat kerusakan besar bisa ditanggung oleh perusahaan asuransi. Ini mencegah kerugian yang dapat mengganggu arus kas.
2. Menjaga Nilai Investasi
Gedung yang diasuransikan tetap terawat dan terjaga nilainya. Jika terjadi kerusakan, asuransi memastikan bangunan bisa segera diperbaiki sehingga tetap layak jual atau sewa.
3. Syarat untuk Kredit dan Pembiayaan
Banyak bank dan lembaga pembiayaan mensyaratkan adanya asuransi gedung sebagai jaminan saat mengajukan kredit atau KPR komersial.
4. Memberikan Ketenangan Batin
Pemilik properti dapat berfokus pada pengelolaan dan pengembangan bisnis tanpa khawatir berlebihan terhadap risiko tak terduga.
5. Mendukung Keberlanjutan Usaha
Jika gedung digunakan untuk bisnis, asuransi membantu memastikan operasional tetap berjalan meski terjadi musibah, terutama dengan tambahan asuransi gangguan usaha (business interruption insurance).
Faktor yang Memengaruhi Premi Asuransi Gedung
- Lokasi Gedung – Gedung di daerah rawan bencana akan dikenakan premi lebih tinggi.
- Jenis Konstruksi – Bangunan tahan api biasanya dikenakan premi lebih rendah dibandingkan yang mudah terbakar.
- Fungsi Gedung – Gedung komersial seperti hotel atau pabrik memiliki tingkat risiko berbeda dibandingkan perkantoran.
- Nilai Pertanggungan – Semakin besar nilai bangunan, semakin tinggi premi yang dibayarkan.
- Riwayat Klaim – Riwayat klaim yang sering dapat memengaruhi besaran premi.
Baca Juga: Apa Itu Asuransi Properti? Ini Manfaat, Jenis, dan Cara Klaimnya
Simulasi Premi Asuransi Gedung
Sebagai gambaran, sebuah gedung perkantoran di Jakarta dengan nilai pertanggungan Rp50 miliar:
- Asuransi Kebakaran: ± Rp60 juta/tahun
- Asuransi All Risk: ± Rp150 juta/tahun
- Kebakaran + Banjir + Gempa: ± Rp110 juta/tahun
Premi ini bisa berbeda tergantung perusahaan asuransi dan fitur perlindungan tambahan yang dipilih.
Kesalahan Umum Pemilik Properti Saat Membeli Asuransi Gedung
Meskipun asuransi gedung menawarkan perlindungan penting, banyak pemilik properti yang justru tidak mendapatkan manfaat optimal karena melakukan kesalahan saat memilih atau mengelola polis. Berikut adalah kesalahan yang sering terjadi dan tips untuk menghindarinya.
1. Menentukan Nilai Pertanggungan yang Terlalu Rendah (Underinsurance)
Banyak pemilik gedung menetapkan nilai pertanggungan di bawah nilai sebenarnya demi mendapatkan premi yang lebih murah. Akibatnya, ketika klaim diajukan, jumlah ganti rugi yang diterima hanya sebagian kecil dari biaya perbaikan.
Tips: Selalu hitung nilai pertanggungan berdasarkan biaya membangun kembali gedung (replacement cost), bukan harga pasar tanah dan bangunan.
2. Tidak Menambahkan Perluasan Perlindungan yang Relevan
Beberapa risiko seperti banjir, gempa, atau kerusuhan sering tidak termasuk dalam perlindungan dasar. Pemilik gedung yang tidak menambahkan perluasan ini berpotensi mengalami kerugian besar.
Tips: Perhatikan lokasi dan fungsi gedung. Jika berada di daerah rawan bencana, pastikan perluasan perlindungan sudah termasuk dalam polis.
3. Mengabaikan Pengecualian Polis
Setiap polis memiliki daftar risiko yang tidak ditanggung. Sayangnya, banyak orang tidak membacanya secara detail sehingga kaget ketika klaim ditolak.
Tips: Luangkan waktu untuk mempelajari pengecualian polis dan tanyakan langsung pada agen atau perusahaan asuransi jika ada hal yang tidak jelas.
4. Tidak Mengecek Reputasi Perusahaan Asuransi
Memilih penyedia asuransi hanya berdasarkan harga premi bisa berisiko jika perusahaan tersebut memiliki layanan klaim yang lambat atau bermasalah.
Tips: Pilih perusahaan yang memiliki reputasi baik, terdaftar di OJK, dan punya catatan klaim yang transparan.
5. Tidak Memperbarui Polis Secara Berkala
Nilai dan fungsi gedung bisa berubah seiring waktu. Namun, banyak pemilik properti yang tidak memperbarui polis sehingga nilai pertanggungan menjadi tidak sesuai.
Tips: Lakukan peninjauan polis setidaknya sekali setahun atau setiap kali terjadi perubahan signifikan pada gedung.
Tips Memilih Asuransi Gedung Terbaik
1. Identifikasi Kebutuhan dan Risiko
Kenali risiko yang paling relevan dengan lokasi dan fungsi gedung Anda.
2. Gunakan Platform Perbandingan
Manfaatkan layanan seperti Cermati Protect untuk membandingkan polis dari berbagai perusahaan asuransi.
3. Perhatikan Pengecualian Polis
Pastikan memahami risiko yang tidak ditanggung agar tidak terjadi kesalahpahaman saat klaim.
4. Pilih Nilai Pertanggungan yang Tepat
Sesuaikan nilai pertanggungan dengan biaya pembangunan kembali gedung dan isi di dalamnya.
5. Cek Reputasi Perusahaan Asuransi
Pilih penyedia yang memiliki layanan klaim cepat dan terpercaya.
Proses Mengajukan Asuransi Gedung
- Konsultasi Awal – Tentukan kebutuhan perlindungan.
- Survei Lapangan – Perusahaan asuransi akan memeriksa kondisi gedung.
- Pengajuan Penawaran – Premi dihitung berdasarkan risiko dan nilai pertanggungan.
- Pembayaran Premi – Polis diterbitkan setelah premi dibayar.
- Pemantauan dan Perpanjangan – Pastikan polis selalu aktif.
Peran Asuransi Properti dalam Melindungi Gedung
Asuransi gedung adalah bagian dari asuransi properti, yang mencakup perlindungan untuk bangunan dan isinya. Pemilik properti sebaiknya mempertimbangkan juga perlindungan tambahan seperti:
- Asuransi Isi Gedung (perabot, peralatan)
- Asuransi Gangguan Usaha
- Asuransi Tanggung Gugat Pihak Ketiga
Baca Juga: Polis Asuransi Properti: Panduan Lengkap Memahami dan Memilih Perlindungan Terbaik
Contoh Kasus: Asuransi Menyelamatkan Investasi Pemilik Gedung
Sebuah pusat perbelanjaan di Surabaya mengalami kebakaran besar pada 2022. Kerugian ditaksir mencapai Rp80 miliar. Berkat polis asuransi all risk yang dimiliki, biaya perbaikan dan kerugian pendapatan selama tiga bulan berhasil ditanggung asuransi. Operasional pusat perbelanjaan dapat kembali normal dalam waktu singkat.
FAQ Seputar Asuransi Gedung
1. Apakah asuransi gedung mencakup isi bangunan?
Tidak selalu. Perlu polis terpisah atau perluasan perlindungan.
2. Apakah semua jenis bencana ditanggung?
Tidak. Beberapa bencana seperti gempa atau banjir memerlukan perluasan polis.
3. Bagaimana jika nilai pertanggungan lebih rendah dari nilai bangunan?
Anda akan terkena prinsip underinsurance, yang artinya klaim akan dibayar sebagian sesuai perbandingan nilai pertanggungan.
Perlindungan Maksimal untuk Pemilik Properti
Memiliki asuransi gedung bukan sekadar pilihan, tetapi strategi cerdas untuk melindungi aset bernilai tinggi dari risiko yang bisa terjadi kapan saja. Dengan perlindungan yang tepat, pemilik properti dapat menjaga nilai investasi, memenuhi persyaratan kredit, dan menjalankan bisnis dengan lebih tenang.
Ajukan asuransi properti melalui Cermati Protect untuk membandingkan polis asuransi gedung terbaik dan mendapatkan perlindungan sesuai kebutuhan Anda.
