Jenis Layanan Pemeliharaan Alat Berat dan Tips Perawatannya
Maintenance alat berat merupakan salah satu aktivitas yang perlu dilakukan untuk menjaga kualitas mesin dan performa alat berat berat. Maintenance terdiri dari proses pemeriksaan, pembersihan, dan perbaikan yang dilakukan secara rutin. Selain pada mesin, maintenance perlu dilakukan pada bagian hidrolik dan penggerak.
Maintenance rutin dipercaya dapat memperpanjang umur pakai alat berat. Jika alat berat awet, maka hal ini akan memberikan keuntungan tersendiri bagi bisnis penyewaan alat berat. Dengan demikian, alat berat dapat dipakai berulang kali oleh penyewa yang berbeda-beda.
Jenis-Jenis Layanan Pemeliharaan Alat Berat

Sebagian perusahaan penyewaan alat berat menyediakan layanan pemeliharaan alat berat. Jenis-jenis perawatan yang disediakan berbeda-beda, tergantung kebutuhan dari alat berat itu sendiri. Pada umumnya, terdapat lima jenis layanan pemeliharaan alat berat, di antaranya.
1. Pemeliharaan Preventif
Pemeliharaan preventif adalah bentuk perawatan untuk mencegah terjadinya kerusakan pada bagian mesin dan suku cadang. Pemeliharaan bertujuan untuk melihat kerusakan kecil, kemudian memperbaikinya sebelum kerusakan bertambah besar. Aktivitas dalam pemeliharaan ini meliputi penggantian oli, pelumasan, dan membersihkan mesin.
2. Perawatan Prediktif
Pemeliharaan yang bertujuan untuk mengetahui kondisi alat berat secara keseluruhan dinamakan perawatan prediktif. Pemeliharaan ini dipercaya dapat menghemat biaya yang dikeluarkan karena prosesnya dilakukan secara bertahap. Pemeliharaan biasanya dilakukan setiap 30 atau 45 hari sebelum alat berat digunakan, sehingga kondisi mesin tetap dalam keadaan prima.
3. Pemeliharaan Korektif
Pemeliharaan untuk mengembalikan masalah peralatan sesuai kesalahannya disebut dengan perawatan korektif. Langkah-langkah dalam pemeliharaan ini meliputi proses diagnosis, pemesanan, dan penggantian suku cadang lama dengan yang baru. Setelah itu, dilakukan pengujian fungsionalitas untuk memastikan bahwa pemeliharaan sudah cukup.
Pemeliharaan korektif dibagi menjadi dua, yaitu pemeliharaan korektif langsung dan yang ditangguhkan. Dalam pemeliharaan korektif langsung, Anda disarankan untuk mengambil tindakan langsung untuk terjadinya kerusakan berkelanjutan. Sedangkan dalam pemeliharaan yang ditangguhkan, proses perawatan dilakukan secara terjadwal karena kasus kerusakan pada mesin alat berat cukup tinggi.
4. Pemeliharaan Darurat
Layanan pemeliharaan alat berat selanjutnya dinamakan pemeliharaan darurat. Tujuannya adalah untuk mencegah terjadinya kerusakan besar, sehingga kegiatan operasional perusahaan tidak terganggu. Layanan pemeliharaan alat berat yang satu ini banyak digunakan oleh pabrik bangunan dan pabrik kimia.
5. Pemeliharaan Rutin
Pemeliharaan rutin adalah jenis pemeliharaan yang dilakukan hampir setiap hari sebelum menggunakan alat berat. Pemeliharaan ini bertujuan untuk melihat kelayakan operasional. Jika terdapat kerusakan, maka penggunaan alat berat perlu dihentikan sementara untuk mencegah terjadinya kerusakan besar dan hal-hal yang tidak diinginkan.
Perawatan harian sendiri terdiri dari:
- Pemeriksaan oli sebelum pengoperasian alat berat
- Pemeriksaan radiator alat berat
- Pemeriksaan bahan bakar
- Pemeriksaan batu baterai
- Pemeriksaan kabel-kabel alat berat
- Pemanasan mesin
- Pemeriksaan pada fungsi hidrolik
Baca Juga: 5 Hal yang Perlu Disiapkan Sebelum Menyewa Alat Berat
Tips Perawatan Alat Berat

Memelihara atau merawat alat berat sebenarnya tidak sulit. Pemeliharaan alat berat dapat dilakukan dengan menerapkan beberapa tips berikut, di antaranya.
1. Merencanakan Perawatan Rutin
Tips pertama adalah merencanakan perawatan rutin terlebih dahulu. Jadwalnya bisa disesuaikan dengan panduan yang disediakan oleh produsen alat berat Tahapannya biasa dimulai dari pemeriksaan berkala, penggantian suku cadang, dan servis secara berkala.
Perawatan dilakukan sesuai interval waktu yang dibutuhkan. Hal ini bisa berbeda-beda tergantung jenis alat berat yang digunakan dan tingkat penggunaan. Semakin sering digunakan, maka jadwal perawatan yang diperlukan pun semakin intens.
Perawatan rutin sejatinya ditujukan untuk semua komponen alat berat. Namun, ada beberapa komponen yang memerlukan perhatian khusus karena sering mengalami kerusakan, di antaranya:
- Komponen bahan bakar
- Air radiator
- Oli mesin
- Fungsi hidrolik
- Pelumas
2. Memeriksa Mesin Sebelum Mengoperasikan Alat Berat
Tips kedua adalah melakukan pemeriksaan mesin, khususnya sebelum alat berat dioperasikan. Alat berat dengan porsi pekerjaan berat biasanya sangat memerlukan pengecekan mesin. Hal ini bertujuan untuk mengurangi terjadinya kecelakaan kerja yang dapat merugikan para pekerja dan perusahaan.
Metode pemeriksaan alat berat yang paling mudah adalah dengan menyalakan mesinnya terlebih dahulu. Mesin yang bermasalah akan mengeluarkan suara yang asing di telinga. Agar tidak terjadi kerusakan yang besar, bagian ini perlu segera diperiksa dan diperbaiki.
3. Menjadwalkan Kegiatan Pelumasan Secara Teratur
Pelumasan merupakan tips perawatan yang tak kalah penting. Tujuannya untuk menjaga kesehatan mesin dan komponen-komponen yang terdapat pada alat berat. Sebelum melakukan penjadwalan pelumasan, pastikan pelumas tidak menunjukkan tanda-tanda kebocoran pada bagian segel atau selangnya.
Jika ingin mengganti pelumas, pastikan pelumas yang digunakan adalah versi pabrik. Gunakan pelumas dalam jumlah yang cukup. Terlalu banyak pelumas justru tidak baik bagi kesehatan mesin alat berat karena dapat menyebabkan penumpukan kotoran dan penurunan kinerja mesin.
4. Operasikan Mesin Secukupnya
Mengoperasikan alat berat secara rutin dipercaya dapat mencegah kerusakan yang tidak diinginkan. Namun, pastikan pengoperasian dilakukan dalam batasan wajar. Pengoperasian yang berlebihan justru tidak baik karena dapat menyebabkan kerusakan pada mesin, bahkan memicu terjadinya kecelakaan kerja.
Mesin yang bekerja terlalu keras dan dalam waktu yang cukup lama dapat membebani kinerja komponen utamanya. Tidak hanya mesin, tapi juga roda, gigi, cincin silikon, dan titik penyambung alat berat. Jika tidak segera diperbaiki, maka hal ini dapat memicu kegagalan operasi yang membuat proses penyelesaian proyek menjadi lama.
5. Melakukan Flushing
Tips selanjutnya adalah melakukan flushing. Flushing adalah kegiatan membersihkan partikel-partikel, seperti debu, abu, atau kotoran yang ada di dalam mesin alat berat. Flushing merupakan perawatan teknis, jadi perlu ditangani langsung oleh teknisi yang sudah berpengalaman.
Flushing perlu dilakukan secara berkala untuk mencegah adanya partikel debu atau kotoran yang dapat mengganggu kinerja mesin. Seperti yang diketahui, semakin sering alat berat digunakan, maka semakin besar kemungkinan untuk kotor dan berdebu. Keduanya partikel ini dapat masuk melalui celah-celah sempit yang ada pada mesin alat berat.
6. Menggunakan Suku Cadang Terbaik
Semakin bagus suku cadang yang digunakan, maka semakin maksimal pula kinerja alat berat. Penggunaan suku cadang terbaik dipercaya dapat membuat mesin alat berat menjadi awet dan tahan lama. Hal ini pun sangat bagus untuk menghemat biaya perawatan alat berat yang diketahui tidak murah.
Suku cadang yang dimaksud meliputi komponen dalam dan luar mesin alat berat. Untuk mendapatkan suku cadang terbaik, lakukan pembelian suku cadang di distributor terpercaya. Ada banyak daftar distributor alat berat terpercaya di Indonesia yang bisa dicari di internet.
7. Melatih Operator dalam Mengoperasikan Alat Berat
Melakukan sejumlah pemeliharaan alat berat saja tidak cukup jika operator tidak memiliki kompetensi dalam mengoperasikan alat berat. Maka dari itu, operator butuh pelatihan untuk mengetahui tata cara penggunaan alat berat yang benar. Mulai dari tahap-tahap pengoperasian hingga mengenali tanda-tanda kerusakan yang tidak wajar.
Operator yang terlatih dipercaya akan mengoperasikan alat berat dengan benar dan aman, sesuai SOP yang berlaku. Dengan demikian, hal-hal yang dapat mengancam keselamatan operator dan orang-orang di sekitarnya pun dapat diminimalisir. Proyek pun dapat berjalan dengan lancar tanpa membahayakan siapa pun.
Baca Juga: Tips Perawatan Alat Berat dengan Benar
FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Pemeliharaan Alat Berat
Memahami jadwal dan risiko pemeliharaan adalah langkah awal untuk menjaga produktivitas proyek tetap stabil. Berikut adalah beberapa jawaban atas pertanyaan yang paling sering diajukan:
1. Berapa jam sekali alat berat harus mendapatkan servis rutin?
Secara umum, servis rutin tingkat pertama (Level 1) dilakukan setiap 250 hingga 500 jam kerja. Namun, frekuensi ini dapat bervariasi tergantung pada beban kerja dan kondisi lingkungan. Sangat disarankan untuk selalu merujuk pada Manual Pedoman Pemilik dari pabrikan resmi (seperti Komatsu, Caterpillar, atau Kobelco) untuk menjaga validitas garansi dan performa mesin.
2. Apa dampak negatif jika alat berat jarang dirawat?
Mengabaikan jadwal pemeliharaan dapat memicu berbagai masalah serius, antara lain:
- Efisiensi Menurun: Konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros akibat komponen yang bekerja tidak optimal.
- Penurunan Tenaga: Mesin kehilangan daya angkut atau daya gali (loss of power).
- Risiko Kecelakaan: Kegagalan sistem vital seperti rem atau hidrolik yang membahayakan operator di lapangan.
- Biaya Perbaikan Membengkak: Kerusakan komponen utama yang bersifat permanen dapat memakan biaya hingga ratusan juta rupiah, jauh lebih mahal dibandingkan biaya servis rutin.
3. Bagaimana peran asuransi dalam perlindungan alat berat?
Meskipun asuransi pada umumnya tidak menanggung biaya pemeliharaan rutin, Asuransi CPM (Contractors’ Plant and Machinery) memiliki peran krusial sebagai jaring pengaman finansial. Asuransi ini melindungi Anda dari biaya perbaikan besar akibat:
- Kecelakaan mendadak di lokasi proyek (terbalik, terperosok).
- Kebakaran atau ledakan mesin.
- Kerusakan akibat bencana alam atau pencurian.
Catatan: Pemeliharaan fisik yang baik dikombinasikan dengan asuransi CPM adalah strategi manajemen risiko terbaik untuk memastikan kelangsungan bisnis Anda.
Kapan Pemeliharaan Alat Berat Perlu Dilakukan?
Jadwal pemeliharaan alat berat sangat bergantung pada pemeliharaan preventif. Pemeliharaan sederhana, seperti pemeriksaan oli dan bahan bakar sering diabaikan. Akibatnya, muncul kerusakan besar sehingga alat berat tidak dapat digunakan dalam kurun waktu yang cukup lama.
Sebaiknya, pemeliharaan dilakukan secara berkala yaitu setiap hari. Pemeliharaan dilakukan dengan mengecek komponen alat berat terlebih dahulu. Hal ini bertujuan untuk mendeteksi kerusakan, sehingga penggantian suku cadang dapat dilakukan jika memang diperlukan.
Perawatan Adalah Kunci Utama Kinerja Alat Berat
Perawatan adalah kunci utama yang diperlukan alat berat untuk mencapai kinerja yang maksimal. Perawatan secara rutin dipercaya dapat memperpanjang masa pakai alat berat, baik di industri pertambangan maupun konstruksi. Dengan perawatan yang baik, maka produktivitas kinerja dapat terwujud yang didukung oleh penghematan biaya dan meningkatnya keselamatan di lokasi proyek berlangsung.
Komitmen dalam perawatan alat berat sejatinya akan membantu perusahaan untuk mencapai kesuksesan yang berkelanjutan pada setiap proyek yang dikerjakan. Memprioritaskan perawatan alat berat merupakan salah satu langkah bijaksana untuk mencapai kinerja yang aman dan efisien. Dapatkan layanan pemeliharaan alat berat bisa di perusahaan resmi yang mengeluarkan alat berat atau distributor terpercaya yang sudah bekerja sama dengan perusahaan alat berat.
Jangan biarkan risiko merugikan merusak operasional alat berat Anda. Dengan mengajukan asuransi alat berat melalui Cermati Protect, Anda memastikan perlindungan yang komprehensif untuk investasi berharga Anda, sebagai langkah tambahan dalam pemeliharaan alat berat yang cerdas. Informasi selengkapnya bisa didapatkan dengan mengisi formulir dibawah ini!
