7 Kerusakan Alat Berat yang Wajib Diwaspadai

industrial agricultural machinery
Photo by Mark Stebnicki on Pexels.com

7 Kerusakan Alat Berat yang Wajib Diwaspadai

Bagi industri konstruksi maupun pembangunan, alat berat merupakan salah satu investasi besar. Selain fungsi dari masing-masing alat yang menakjubkan, dikatakan investasi karena harga per alatnya sangat mahal. Tak heran jika operator diwajibkan untuk mengikuti pelatihan alat berat agar paham bagaimana cara mengoperasikan dan merawatnya dengan baik.

Kerusakan pada mesin alat berat tentu menghambat produktivitas proyek, di mana waktu untuk menyelesaikan proyek menjadi lebih lama. Juga menambah jumlah pengeluaran yang memicu membengkaknya anggaran, apalagi jika hal ini tidak diantisipasi dengan baik sejak awal dimulainya proyek.

7 Kerusakan Alat Berat yang Wajib DIwaspadai

Berbicara mengenai kerusakan alat berat, kira-kira bagian mana saja yang sering mengalami kerusakan? Berikut ini 7 jenis kerusakan yang wajib diwaspadai jika Anda ingin proyek berjalan lancar.

1. Kerusakan Mesin

Kerusakan mesin adalah salah satu kerusakan yang sangat umum terjadi pada setiap mesin kendaraan, termasuk alat berat. Penyebabnya bervariasi, seperti penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai, metode mengemudi yang tidak benar, penyalahgunaan mesin, dan mesin jarang dilumasi. Kerusakan pada mesin alat berat menyebabkan alat ini tidak dapat berfungsi dengan baik, bahkan bisa mati di tengah-tengah pengerjaan.

Untuk menghindari kerusakan, selalu gunakan bahan bakar yang sesuai dengan bawaan mesin, lakukan pelumasan secara rutin, operasikan alat berat dengan baik dan benar. Bila perlu, lakukan perawatan harian dengan cara memeriksa bagian mesin setelah digunakan. Dengan demikian, maka kerusakan kecil pun cepat terdeteksi.

2. Kerusakan Hidrolik

Selain mesin, kerusakan alat berat selanjutnya adalah kerusakan hidrolik. Kerusakan pada bagian ini disebabkan karena adanya kebocoran, korslet, dan keausan. Hidrolik yang rusak menyebabkan alat berat tidak dapat digunakan untuk sementara waktu sebelum diperbaiki.

Akibatnya, proyek yang sedang dikerjakan mau tidak mau harus dihentikan sesaat. Untuk mengatasi kerusakan ini, sebaiknya cek sistem hidrolik sebelum dan sesudah digunakan. Jangan lupa lakukan perawatan rutin dan gantilah komponen yang sudah tua, sehingga kinerja alat berat tetap optimal.

3. Kerusakan Ban

Ban merupakan salah satu komponen penting pada alat berat. Jika ban mengalami kerusakan, maka alat berat sama sekali tidak bisa beroperasi yang mengakibatkan pekerjaan proyek menjadi terganggu. Kerusakan ini biasanya dipicu karena keausan, beban yang berlebihan, dan ban mengalami kebocoran.

Sebelum dioperasikan, sebaiknya periksa bagian ban terlebih dahulu untuk memastikan kondisinya baik-baik saja. Jika ban bocor, kempes, atau kekurangan udara, maka Anda bisa memompanya terlebih dahulu. Tekanan udara yang pas membuat alat berat dapat bekerja secara optimal.

4. Kerusakan Transmisi

Transmisi merupakan bagian yang sangat kompleks pada komponen alat berat. Jika bagian ini mengalami kerusakan, maka alat berat tidak dapat berfungsi dengan baik. Bahkan budget untuk memperbaikinya pun lumayan mahal, sehingga biaya operasional bisa bertambah drastis.

Kerusakan pada bagian transmisi ditandai dengan adanya kebocoran, keausan komponen, dan kegagalan pada sistem kelistrikan. Untuk menghindarinya, lakukan pemeriksaan dan perawatan secara rutin setelah alat berat selesai beroperasi. Bila perlu, lakukan penggantian komponen tertentu yang umurnya sudah tua untuk menjaga performa alat berat.

5. Kerusakan Rem

Sama seperti kendaraan pada umumnya, rem adalah komponen yang sangat penting. Fungsinya tidak hanya untuk memberhentikan mesin yang sedang melaju, tapi juga untuk menjamin keselamatan dan keamanan. Rem yang oblong dapat membahayakan operator dan orang-orang di sekitar.

Kerusakan pada rem terjadi karena komponennya aus, bocor, dan listriknya mengalami kerusakan. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, pastikan rem berfungsi dengan baik sebelum mengoperasikan alat berat. Jangan lupa untuk mengganti kampas rem bila diperlukan.

6. Kerusakan Sistem Elektrikal

Sistem elektrisasi atau kelistrikan merupakan komponen yang juga rentan mengalami kerusakan. Kabel dan relay menjadi dua komponen yang rentan rusak. Hal ini dipicu karena tegangan yang terlalu tinggi, kabel putus, dan kabel yang terkena air. 

Jika sudah rusak, sebaiknya segera perbaiki untuk menghindari proyek yang mandat. Perbaikan sistem kelistrikan membantu mengurangi dampak yang terlalu parah dan menghindari biaya perbaikan yang mahal. Pastikan Anda selalu mengecek bagian kabel dan relay secara rutin untuk memastikan kondisinya baik-baik saja. 

7. Kerusakan Sistem Pendingin

Kerusakan alat berat terakhir adalah sistem pendinginnya yang biasanya disebabkan karena adanya kebocoran, atau kerusakan pada radiator dan pompa air. Seperti namanya, sistem ini berfungsi untuk menjaga suhu mesin tetap stabil, sehingga kinerja alat berat optimal. Jika terlanjur overheat, maka kinerja alat berat bisa macet atau berhenti secara tiba-tiba.

Overheat juga bisa merusak komponen lain yang ada di sekitar mesin pendingin. Jangan ragu untuk memberhentikan mesin secara berkala setelah dioperasikan selama berjam-jam. Cukup 15-20 menit saja agar suhu mesinnya kembali normal sebelum dioperasikan kembali.

Baca Juga: Alat Berat Komatsu: Sejarah, Kelebihan, dan Produk Unggulan

5 Tips Mengoptimalkan Kinerja Alat Berat

Memiliki alat berat yang dapat bekerja secara optimal menjadi harapan semua pemilik proyek. Dengan begini, alat memiliki waktu beroperasi yang lebih banyak dan Anda memiliki kesempatan untuk mengelola serta mengatur budgeting secara fleksibel. Untuk mengoptimalkan kinerja alat berat, coba lakukan 5 tips berikut ini.

1. Memeriksa Mesin dalam Kondisi Prima

Dengan memeriksa mesin secara berkala, Anda tidak perlu khawatir akan performanya. Hal-hal yang tidak terduga, seperti kerusakan kecil pada bagian hidroliknya mungkin terjadi, tapi ini tidak lantas menghentikan kinerja mesin secara keseluruhan. Sebab, kerusakan kecil mudah diperbaiki dan waktu untuk memperbaikinya lebih singkat.

Sementara kerusakan besar sebaliknya, dan biaya perbaikan yang dikeluarkan lebih besar. Bila perlu, lakukan penjadwalan pemeriksaan secara rutin untuk memastikan kondisi mesinnya selalu prima. Cara ini secara tidak langsung akan memperpanjang umur pakai mesin.

2. Utamakan Pencegahan daripada Perbaikan

Kebanyakan orang baru memperbaiki mesin ketika kondisinya sudah sangat parah. Hal ini patut dihindari karena sangat merugikan, baik secara waktu maupun finansial. Lebih baik lakukan pencegahan sejak awal daripada perbaikan yang notabenenya membutuhkan waktu yang lebih lama.

Salah satunya adalah dengan melakukan perawatan harian pada mesin dan komponen-komponen alat berat setelah dioperasikan. Pencegahan yang optimal dapat menjauhkan alat berat dari kerusakan yang tidak diinginkan, sehingga pengeluaran pun dapat diminimalisir. 

3. Buat Perencanaan Darurat

Tips selanjutnya adalah membuat perencanaan darurat. Salah satunya dengan menyediakan alat berat cadangan untuk menggantikan fungsi alat berat utama jika mengalami kerusakan. Hal ini membantu proyek tetap berjalan tanpa hambatan sedikit pun.

Usahakan alat berat pengganti mampu bekerja secara optimal layaknya alat berat utama. Selain alat berat, perencanaan darurat juga perlu dibuat untuk sumber daya manusianya, terutama operator. Tanpa operator, maka mesin tidak dapat dioperasikan secara optimal.

4. Memanfaatkan Waktu Kerja Sebaik Mungkin

Menjalankan proyek dalam 1 shift rasanya agak sulit mengingat banyaknya printilan proyek yang perlu diperhatikan. Tak heran jika kebanyakan proyek, khususnya yang skala besar memiliki jam kerja hingga 3 shift. Sehingga proyek tetap berjalan dan dapat diselesaikan sesuai timeline yang sudah ditetapkan.

Maka dari itu, pastikan operator dan karyawan lainnya mampu memanfaatkan waktu kerja sebaik mungkin. Dalam arti tahu kapan harus bekerja dan istirahat. Alhasil, tidak ada waktu yang terbuang sia-sia. 

5. Berikan Motivasi pada Tim

Tips terakhir adalah memberikan motivasi pada tim karena ada kalanya tim capek mengerjakan proyek, apalagi yang waktu pengerjaannya berbulan atau bertahun-tahun. Motivasi yang diberikan dapat berupa bonus tambahan bila proyek diselesaikan dalam kurun waktu yang lebih cepat.

Motivasi sangat penting untuk menjaga kinerja setiap karyawan. Tentunya, dibarengi dengan atasan yang juga termotivasi saat bekerja, sehingga energinya dapat tersalurkan kepada karyawan.

Baca Juga: Tips Memilih Alat Berat untuk Proyek

Deteksi Masalah pada Alat Berat Sejak Dini

Itu dia informasi seputar kerusakan pada alat berat dan tips untuk mengoptimalkan kinerjanya. Pastikan alat berat dirawat secara rutin untuk memperpanjang umur pakai masing-masing komponennya. Dengan perawatan, maka masalah demi masalah yang mungkin terjadi pada alat berat lebih mudah terdeteksi, sehingga Anda tahu mengambil keputusan demi kelancaran proyek yang sedang dikerjakan.

Jangan lupa untuk mengganti komponen yang sudah rusak atau tua bila diperlukan. Mintalah rekomendasi dari produsen alat berat dan teknisi berpengalaman untuk dapatkan produk yang berkualitas. 

Mengurangi beban finansial dengan asuransi alat berat yang tepat adalah langkah cerdas untuk melindungi investasi Anda. Cermati Protect menawarkan asuransi alat berat terbaik yang dapat melindungi finansial Anda dari kerusakan terhadap alat berat. Pelajari selengkapnya mengenai asuransi alat berat dari Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah ini!