Sejarah JCB Excavator dan Produk Andalannya

Sejarah JCB Excavator dan Produk Andalannya

Produsen alat berat, seperti Volvo, Komatsu, dan Hitachi mungkin sudah tidak asing lagi di telinga. Ketiga perusahaan ini sangat tersohor di dunia alat berat karena peralatan yang berhasil diproduksinya. Bagaimana dengan JCB?

JCB sendiri adalah salah satu produsen alat berat untuk konstruksi dan pertanian yang berasal dari Rocester, Inggris. Sampai saat ini, JCB sudah memproduksi setidaknya 300 jenis mesin. Mulai dari JCB excavator, traktor, mesin diesel, dan backhoe yang sudah diperjualbelikan di 22 negara, termasuk Asia. 

Penasaran tentang perusahaan yang satu ini? Berikut sejarah dan beberapa produk andalan yang berhasil diproduksi oleh JCB. 

Sejarah Perusahaan Alat Berat JCB

JCB Excavator atau Joseph Cyril Bamford Excavators Ltd adalah produsen alat berat yang didirikan oleh Joseph Cyril Bamford pada tahun 1945. Perusahaan sampai saat ini masih dimiliki oleh keluarga Bamford. Di Britania Raya, India, dan Irlandia, JCB dikenal sebagai perusahaan mesin generik untuk menggali dan excavator. 

Sebelum menjadi tersohor seperti sekarang, JCB dulunya dibangun di sebuah garasi yang sangat kecil berukuran 3,7 x 4,6 meter. Di dalam garasi ini terdapat beberapa peralatan pengelasan bekas yang dibeli oleh Joseph dari English Electric. Di tahun yang sama, yaitu 1945, Joseph berhasil membuat kendaraan pertamanya, yaitu kereta gandeng jungkit yang terbuat dari bahan-bahan sisa perang. 

Sisi dan bagian lantai kereta gandeng terbuat dari lembaran baja, material yang sering digunakan dalam perlindungan serangan udara. Pada saat anak pertama Joseph yang diberi nama Anthony lahir, ia menjual kereta gandeng yang dibuatnya dan membuat kereta gandeng baru. 

Seiring berjalannya waktu, perusahaan kecil-kecilan yang dibangun oleh Joseph berkembang. Pada tahun 1948, ia telah memiliki enam orang pekerja untuk membuat kereta gandeng. Salah satu jenis yang berhasil diproduksi adalah kereta gandeng hidraulika pertama yang diperjualbelikan di Eropa. 

Pada tahun 1950, perusahaan ini pindah ke sebuah pabrik keju tua yang berada di Rocester, Inggris. Tahun 1953, JCB hadir dengan alat berat terbarunya yaitu backhoe dilengkapi dengan logo JCB untuk pertama kalinya. Logo ini dirancang langsung oleh Leslie Smith, salah satu perancang iklan Derby Media. 

Empat tahun kemudian, yaitu tahun 1957, JCB meluncurkan hydra digga. Alat ini berfungsi untuk menyatukan excavator dan mesin pemuat guna menghadirkan alat yang multifungsi. Tidak hanya dapat digunakan untuk industri pertanian saja, tapi juga konstruksi. 

Pada tahun 1960, JCB berhasil memasuki pasar di Amerika Utara dan memiliki angka penjualan terbaik di sana. Tahun 1964, JCB berhasil menorehkan prestasi dengan penjualan 3.000 backhoe. Setahun kemudian, JCB berhasil meluncurkan excavator pertama yang diberi nama JCB 7. 

Tahun 1979, JCB berhasil memasuki pasar India. Tahun 1991, perusahaan ini membentuk joint venture bersama dengan perusahaan excavator asal Jepang bernama Sumitomo. Joint venture ini berakhir pada tahun 1998.

Tahun 1993, JCB berhasil menyelesaikan pembangunan pabrik di Georgia, Amerika Serikat. Tahun 1994, JCB membuka pabrik pertamanya di Brazil. 

JCB terus-menerus mengalami perkembangan yang begitu pesat. Sayangnya, pada tahun 2000, JCB didenda oleh Komisi Eropa sebesar 39,6 juta Poundsterling karena melanggar aturan hukum antitrust Uni Eropa. Denda ini diikuti dengan adanya pembatasan penjualan di wilayah yang sudah ditentukan.

Pada tahun 2009, JCB mengumumkan bahwa India akan dijadikan sebagai negara produksi alat berat terbesarnya. JCB dimiliki oleh JCB Research yang terdiri dari dua saham. Kedua saham ini dimiliki oleh Anthony Bamford. 

Sebuah studi menemukan bahwa JCB membayar sebesar 577 juta Poundsterling kepada JCB Research pada tahun 2001 dan 2013. Selain JCB Research, ada pula perusahaan JCB Service yang dimiliki oleh perusahaan induk asal Belanda bernama Transmission. Meski berada di Belanda, keberadaan JCB Service ditujukan dan dikendalikan untuk kepentingan keluarga Bamford. 

Baca Juga: Mengenal Vibratory Roller dan Cara Kerjanya

Produk Andalan JCB

JCB Excavator tidak hanya memproduksi backhoe saja, tapi juga alat berat lain yang tidak kalah bagus. Sebut saja mini excavator, tracked excavator, dan telescopic handler yang merupakan produk andalan dari perusahaan asal Inggris ini. Mari bahas satu per satu alatnya. 

1. Backhoe Loader

Backhoe loader yang diproduksi oleh JCB menjadi salah satu yang terbaik dalam deretan alat berat. Dua tipe terbaik yang sangat diminati adalah JCB 3CX dan 4CX. Keduanya memiliki kualitas yang sama-sama bagus, jadi konsumen tinggal memutuskan salah satu yang paling sesuai dengan kebutuhan.

JCB 3CX

Spesifikasi JCB 3CX adalah sebagai berikut:

  • Gross engine power sebesar 74 hp atau 55 kW
  • Kedalaman galian adalah 4,33 meter, maksimal 6,24 meter
  • Operating weight adalah 6.274 kg

Kelebihan JCB 3CX, antara lain:

  • Mudah dioperasikan
  • Hemat biaya
  • Serbaguna
  • Cocok dijadikan sebagai investasi jangka panjang

JCB 4CX

Spesifikasi JCB 4CX adalah sebagai berikut:

  • Gross engine power sebesar 81 kW
  • Kedalaman galian maksimal adalah 5,93 meter
  • Operating weight adalah 8.178 – 9.350 kg

Kelebihan JCB 4CX, antara lain:

  • Roading dan grading jauh lebih mudah 
  • Output kerja yang dihasilkan maksimal
  • Dirancang dengan tingkat keamanan yang tinggi
  • Ruang kabin luas, sehingga operator nyaman selama mengoperasikan backhoe loader
  • Tersedia fitur smart monitoring

2. Mini Excavator

Produk adalah JCB Excavator selanjutnya adalah mini excavator. Meski berukuran mini, alat ini mampu bekerja dengan maksimal untuk penggalian. Salah satu jenis mini excavator yang paling populer adalah I9C-IE Electric Mini Excavator. 

Mini excavator produksi JCB memiliki sistem hidrolik yang bagus. Fitur-fitur di dalamnya juga cukup lengkap, jadi pekerjaan dapat diselesaikan tanpa kendala.

Spesifikasi JCB I9C-IE Electric Mini Excavator adalah sebagai berikut:

  • Menggunakan mesin elektrik
  • Kedalaman gali maksimal adalah 2,81 meter
  • Operating weight adalah 1.902 kg

Kelebihan JCB I9C-IE Electric Mini Excavator, antara lain:

  • Harga lebih terjangkau
  • Kinerja mesinnya tidak berisik
  • Aman saat dioperasikan oleh operator
  • Pengecasan baterai cukup singkat, yaitu 2 jam

3. Tracked Excavator

Selain mini excavator, JCB juga mengeluarkan excavator berukuran normal. Mengingat ukurannya lebih besar, maka tracked excavator ini mampu bekerja lebih maksimal untuk penggalian dibandingkan dengan mini excavator. Terdapat dua jenis tipe tracked excavator yang paling populer, yaitu JCB JS205 dan JS305.

JCB JS205

Spesifikasi JCB JS205 adalah sebagai berikut:

  • Engine power sebesar 104 kW
  • Kapasitas bucket adalah 0,9 – 1,02 meter
  • Operating weight adalah 21.000 – 21.500 kg

Kelebihan JCB JS205, antara lain:

  • Dilengkapi dengan fitur heavy duty tipe X
  • Dilengkapi dengan plate untuk memproteksi tracked excavator dari kerusakan
  • Penggunaan bahan bakar efisien
  • Awet dan tahan lama

JCB JS305

Spesifikasi JCB JS305 adalah sebagai berikut:

  • Engine power sebesar 165 kW
  • Kapasitas bucket adalah 1,24 – 1,80 meter
  • Operating weight adalah 31.700 – 32.762 kg

Kelebihan JCB JS305, antara lain:

  • Dilengkapi dengan mode Eco yang secara otomatis akan mengurangi penggunaan bahan bakar
  • Dilengkapi dengan smart display monitoring
  • Perawatan yang mudah

Telescopic Handler

Produk adalah JCB Excavator terakhir adalah telescopic handler. Alat ini memiliki tingkat ketahanan dan keamanan yang mumpuni. Ditambah dengan fitur-fitur canggih yang membuatnya dapat digunakan di berbagai medan.

Salah satu tipe telescopic handler yang diminati adalah 505-20E. Tipe ini dilengkapi dengan teknologi zero emission, jadi dapat mengurangi dampak polusi bagi lingkungan.

Spesifikasi JCB 505-20E adalah sebagai berikut:

  • Kecepatan maksimal adalah 9 mph
  • Lift capacity sebesar 2,381 kg
  • Lift height adalah 6 meter

Kelebihan JCB 505-20E, antara lain:

  • Dirancang dengan teknologi zero emission
  • Tingkat kebisingan rendah
  • Kinerja maksimal
  • Memiliki telehandler yang compact, sehingga alat ini dapat digunakan kapan dan di mana saja dibutuhkan
  • Perawatan baterai murah, sehingga dapat menghemat biaya proyek
  • Menyediakan fitur fast charging

Baca Juga: Mengenal Alat Berat Dragline Excavator dan Cara Kerjanya

Utamakan Kebutuhan Proyek Dalam Memilih Alat Berat

Itu dia informasi mengenai JCB Excavator yang wajib diketahui. Meski namanya jarang didengar, tapi perusahaan alat berat yang satu ini cukup populer di luar negeri. Bahkan sudah berhasil memproduksi alat berat unggulan yang cukup membantu pekerjaan proyek, baik proyek kecil maupun besar.

Hal ini menjadikan JCB Excavator patut dilirik untuk kebutuhan proyek di masa mendatang. Mengingat jenis alat beratnya cukup beragam, maka pilihlah yang paling sesuai dengan kebutuhan. Dengan demikian, alat tersebut mampu memberikan kontribusi maksimal untuk penyelesaian proyek. 

Dengan risiko yang semakin meningkat dalam operasional alat berat, penting untuk memastikan perlindungan yang memadai. Asuransi alat berat menjadi solusi krusial untuk menjaga investasi Anda dari berbagai risiko. Cermati Protect menawarkan produk asuransi umum yang luas dan dapat diandalkan untuk melindungi alat berat Anda.