Gaji Pekerja Bangunan Harian dan Borongan di Indonesia

Gaji Pekerja Bangunan Harian dan Borongan di Indonesia

Gaji pekerja bangunan mengalami kenaikan seiring berjalannya waktu. Namun, besaran gaji tergantung pada kesepakatan antara kedua belah pihak, yaitu pemilik proyek dan tukang. Pemberian upah dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu secara harian maupun borongan. 

Bagi yang merencanakan pembangunan atau renovasi dalam waktu dekat, menentukan sistem pemberian upah sangatlah penting. Apa perbedaan upah harian dan borongan? Berikut pembahasannya lengkap dengan tugas umum, besaran gaji, dan tips memilih tukang bangunan terbaik. 

Perbedaan Tukang Bangunan Harian dan Borongan

Gaji pekerja bangunan

1. Besaran Upah

Upah yang diberikan kepada tukang harian dihitung berdasarkan jumlah hari kerja. Sedangkan upah tukang borongan dihitung berdasarkan lama dan skala proyek sesuai kesepakatan yang sudah dibicarakan di awal.

2. Tanggung Jawab

Tukang harian bertanggung jawab untuk pekerjaan spesifik, seperti mengecat atau mengaduk semen. Sedangkan tukang borongan mengerjakan proyek secara keseluruhan sesuai kebutuhan pembangunan yang sedang berlangsung. 

3. Jenis Proyek

Dari segi jenis proyek, tukang bangunan harian umum digunakan untuk pembangunan skala kecil-kecilan, seperti renovasi atau pembangunan rumah pribadi. Sedangkan tukang borongan untuk mengerjakan proyek-proyek besar, seperti pembangunan gedung perkantoran, mall, dan berbagai bangunan komersial.

4. Waktu Pekerjaan Proyek

Waktu pengerjaan yang dibutuhkan tukang harian lebih fleksibel. Berbeda dengan tukang borongan yang sudah ditetapkan di awal. Apabila terjadi keterlambatan, maka kerugian yang terjadi diluar tanggung jawab pemilik proyek.

5. Kualitas Pekerjaan

Kualitas pekerjaan dari tukang bangunan harian lebih bagus karena pengerjaannya detail. Sedangkan tukang borongan cenderung mengerjakan sesuatu secara terburu-buru, jadi hasilnya kurang maksimal.

6. Efisiensi Biaya

Berbicara mengenai biaya, tukang harian jauh lebih mahal karena mengerjakan sesuatu yang spesifik. Sedangkan tukang borongan lebih murah karena menerapkan strategi tertentu dalam menyelesaikan proyek.

Baca Juga: Daftar Gaji Pekerja Konstruksi di Indonesia

Tugas Umum Pekerja Bangunan 

Pekerja bangunan memiliki tugas yang berbeda-beda, tergantung jabatan yang diemban. Ada 10 jenis tukang bangunan yang perlu diketahui, antara lain.

1. Mandor

  • Mengatur produktivitas konstruksi
  • Menjaga keselamatan pekerja bangunan
  • Mengawasi berlangsungnya proyek pembangunan

2. Tukang Besi

  • Mengatur penempatan besi
  • Meminimalisir kesalahan penghitungan beton

3. Tukang Atap

  • Memasang atap
  • Memperbaiki atap
  • Menjaga ketahanan atap pada bangunan

4. Tukang Kayu

  • Mengerjakan bekisting
  • Membuat pagar dan papan acuan proyek
  • Memasang kusen

5. Tukang Gypsum

  • Menghitung ukuran ruangan secara tepat
  • Memasang gypsum

6. Tukang Las

  • Memperhatikan desain dan kerangka bangunan
  • Menyambungkan material bangunan, seperti besi, kayu, baja, dan tembaga

7. Tukang Keramik

  • Mampu memotong keramik sesuai desain bangunan
  • Memasang keramik secara teliti

8. Tukang Listrik

  • Memasang instalasi listrik
  • Memperbaiki dan memelihara kelistrikan

9. Kernet

  • Menyiapkan kebutuhan material atau peralatan yang dibutuhkan dalam pembangunan
  • Membantu mengangkat batu, pasir, dan semen

10. Tukang Finishing

  • Memperbaiki plester / acian
  • Memasang kusen atau pintu
  • Memastikan hasil akhir sesuai keinginan pemilik proyek

Baca Juga: Pegawai Offshore: Tugas, Gaji dan Syaratnya

Gaji Pekerja Bangunan di Indonesia

Gaji pekerja bangunan

Gaji yang diterima berbeda-beda, tergantung skala proyek dan kredibilitas perusahaan kontraktor. Rata-rata gaji pekerja bangunan di Indonesia tipe borongan sekitar Rp3.500.000 sampai Rp5.500.000 per bulan. Sedangkan pekerja harian dihitung berdasarkan jumlah hari kerjanya.

Berikut ini estimasi ongkos pekerja bangunan tipe harian di Indonesia lengkap dengan jenis pekerjaannya:

  • Kepala tukang cat : Rp150.000 per 8 jam
  • Tukang cat : Rp75.000 per 8 jam
  • Kepala tukang kayu : Rp185.000 per 8 jam
  • Tukang kayu : Rp130.000 per 8 jam
  • Kepala tukang batu : Rp180.000 per 8 jam
  • Tukang batu : Rp140.000 per 8 jam
  • Kepala tukang besi : Rp180.000 per 8 jam
  • Tukang besi : Rp130.000 per 8 jam
  • Kepala tukang gali : Rp100.000 per 8 jam
  • Mandor tukang gali : Rp100.000 per 8 jam
  • Tukang gali tanah : Rp75.000 per 8 jam

Sedangkan gaji pekerja bangunan harian adalah sebagai berikut:

  • Kuli harian : Rp80.000 – Rp100.000 
  • Kepala tukang : Rp125.000
  • Mandor : Rp180.000
  • Mekanik : Rp110.000 – Rp130.000
  • Operator : Rp150.000
  • Ahli bor : Rp140.000
  • Pekerja : Rp80.000 – Rp90.000
  • Pembantu supir : Rp90.000
  • Supir : Rp170.000
  • Penjaga malam : Rp110.000
  • Tukang las : Rp110.000
  • Tukang listrik : Rp110.000
  • Pembantu operator: Rp90.000

Gaji pekerja bangunan harian di atas bisa lebih tinggi apabila mereka sudah memiliki pengalaman yang cukup. Besaran gaji biasanya dapat dinegosiasikan dengan pemilik proyek pembangunan, sehingga nominalnya lebih besar dari yang tertera di atas. 

Baca Juga: Prospek Kerja dan Gaji Pekerja Tambang Batubara

Faktor Penentu Upah

Besarnya upah pekerja bangunan di Indonesia tidak bersifat tetap, melainkan dipengaruhi oleh berbagai faktor berikut:

1. Lokasi Proyek

Upah cenderung lebih tinggi di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, atau Bandung karena biaya hidup yang lebih mahal serta tingginya permintaan tenaga kerja. Sebaliknya, di daerah suburban atau pedesaan, tarif harian bisa lebih rendah.

Contoh:

  • Di Jakarta, tukang bangunan bisa mendapatkan Rp250.000 – Rp300.000/hari.
  • Di daerah seperti Yogyakarta atau Banyumas, upah tukang berkisar Rp120.000 – Rp180.000/hari.

2. Jenis Keahlian

Tenaga kerja dengan keahlian khusus seperti tukang listrik, tukang kayu, tukang batu, atau tukang plumbing biasanya memperoleh upah lebih tinggi dibanding pekerja umum (kenek atau kuli bangunan).

Contoh perbandingan:

  • Tukang listrik / plumbing: Rp220.000 – Rp275.000/hari
  • Kuli bangunan / helper: Rp100.000 – Rp160.000/hari

3. Pengalaman dan Sertifikasi

Pekerja yang memiliki pengalaman kerja bertahun-tahun atau memiliki sertifikasi profesi konstruksi seperti SKK (Sertifikat Kompetensi Kerja) cenderung dihargai lebih tinggi. Sertifikasi ini menjadi indikator kualitas, keandalan, dan keselamatan kerja.

Menurut Kompas Properti, pekerja bersertifikat bisa memperoleh upah hingga 25–50% lebih tinggi dibanding pekerja tanpa sertifikasi.

4. Sistem Pembayaran (Harian vs Borongan)

  • Sistem harian: Lebih fleksibel, cocok untuk proyek jangka pendek, namun bisa lebih mahal jika durasi kerja tidak efisien.
  • Sistem borongan: Upah ditentukan berdasarkan luas atau volume pekerjaan (misalnya Rp3–5 juta/m²), cocok untuk proyek besar. Namun, risikonya adalah tekanan waktu dan kualitas yang harus dicapai sesuai kesepakatan.

Pekerja borongan bisa mendapatkan penghasilan lebih besar jika mampu menyelesaikan proyek dengan cepat dan rapi, namun juga menanggung risiko biaya operasional sendiri.

Tips Memilih Tukang Bangunan Terbaik

Berencana membangun atau merenovasi rumah dalam waktu dekat? Memilih jasa tukang bangunan yang tepat sangatlah penting karena mempengaruhi kualitas bangunan. Agar hasilnya memuaskan, terapkan tips memilih tukang bangunan berikut ini.

1. Lakukan Riset Jasa Tukang Bangunan

Pertama-tama, lakukan riset untuk jasa tukang bangunan yang akan dipekerjakan. Hal yang perlu di riset adalah pengalaman tukang bangunan, proyek yang dikerjakan, dan hasil dari tiap-tiap proyek. Jika memuaskan, maka jasanya bisa digunakan untuk pembangunan milik Anda.

Jangan lupa untuk mencari tahu klien mereka terlebih dahulu. Tujuannya untuk menyesuaikan dengan kebutuhan Anda saat ini. Jika rata-rata kliennya adalah pemilik bisnis komersial, hasilnya tentu tidak sama bagusnya dengan pembangunan rumah baru.

2. Tentukan Waktu Pengerjaan

Tips selanjutnya adalah menentukan waktu pengerjaan. Ini berbeda-beda untuk setiap orang, tergantung luas dan tingkat kerumitan bangunan yang dikerjakan. Semakin luas dan rumit, tentu semakin memakan waktu kecuali jika jumlah tukang bangunannya diperbanyak.

Sebaiknya beritahu tukang bangunan mengenai desain, konsep, dan waktu pengerjaan yang diharapkan. Jika mereka setuju, maka pembangunan bisa dimulai. Siapkan juga uang untuk pembayaran uang muka atau DP.

3. Buat Kontrak Kerja

Membuat kontrak kerja di awal proyek sangat penting untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya, proyek mangkrak, penyelesaian terlambat, atau hasil yang tidak sesuai ekspektasi. Kontrak kerja yang dibuat sebaiknya menguntungkan bagi kedua belah pihak, yaitu Anda sebagai pemilik properti dan tukang bangunan. 

Terdapat dua jenis kontrak kerja tukang bangunan yang ada di Indonesia, yaitu harian dan borongan. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan seperti yang sudah dijelaskan pada sub headline sebelumnya. Pilih yang paling sesuai kebutuhan.

4. Tetapkan Anggaran Proyek

Anggaran atau budget adalah hal yang sangat krusial dalam proyek pembangunan. Rencana anggaran yang tidak sesuai dengan realita dapat mengganggu kelancaran proyek. Efek terburuknya adalah proyek menjadi mangkrak.

Perihal anggaran sebaiknya ditentukan sejak awal, lalu dibicarakan dengan tukang bangunan. Mereka mengetahui hal ini dengan baik, apalagi bagi tukang bangunan yang berpengalaman. Jika ternyata setelah diskusi anggaran dapat diminimalisir, tentu menguntungkan bukan?

5. Perhatikan Keterampilan Khusus

Untuk proyek-proyek yang membutuhkan keterampilan khusus, seperti instalasi listrik, pemasangan saluran air, pemasangan kayu, dan lainnya, maka pilihlah tukang yang berpengalaman. Setidaknya yang sudah pernah mengerjakan hal yang sama pada proyek sebelumnya. Hasilnya tentu lebih bagus dibandingkan tukang yang sama sekali tidak berpengalaman.

Jika proyeknya besar, maka pastikan tukang bangunan memiliki sertifikasi. Sertifikasi adalah bukti tertulis bahwa tukang sudah lulus pada bidangnya secara spesifik. Jadi, hasil bangunannya memuaskan.

6. Minta Rekomendasi 

Sebelum memutuskan jasa tukang bangunan, sebaiknya mintalah rekomendasi dari teman, keluarga, atau rekan kerja yang pernah membangun atau merenovasi. Rekomendasi mereka dapat meminimalisir hasil yang tidak sesuai ekspektasi, sehingga biaya yang dikeluarkan tidak percuma. Bisa juga cari rekomendasi dari forum online, lalu bandingkan untuk dapatkan satu nama jasa tukang bangunan terbaik.

Baca Juga: Ruang Lingkup Kerja Ahli Lingkungan Tambang dan Gajinya

Hindari Tukang Bangunan Abal-abal 

Gaji pekerja bangunan cukup menggiurkan setara dengan tanggung jawab yang diemban, apalagi bagi mereka yang sudah menduduki jabatan tertentu. Gaji yang diterima sesuai dengan kualitas layanan yang ditawarkan, jadi klien puas dengan hasil kerjanya. Mulai dari awal sampai akhir tidak ada yang mengecewakan.

Dari sisi klien,, sebaiknya pilihlah tukang bangunan yang berkualitas khususnya untuk proyek skala besar yang ditujukan untuk kebutuhan komersial. Tentukan pula apakah tukang bangunan yang digunakan adalah tipe harian atau borongan karena tidak semua proyek membutuhkan keduanya. Terkadang kontraktor atau pengembang yang sudah mengatur tugas masing-masing tukang secara detail, jadi Anda tinggal terima bersih saja.

Penting untuk memahami bahwa baik pekerja bangunan harian maupun borongan menghadapi risiko kesehatan yang signifikan di tempat kerja. Untuk melindungi kesejahteraan mereka, asuransi kesehatan karyawan menjadi hal yang sangat penting.

Cermati Protect menawarkan produk asuransi kesehatan karyawan terbaik yang dirancang khusus untuk memberikan perlindungan komprehensif. Dengan asuransi ini, kesehatan dan kesejahteraan pekerja dapat dijaga, sehingga mereka dapat bekerja dengan tenang dan produktif, sementara perusahaan juga terlindungi dari biaya medis yang tidak terduga.

Dapatkan informasi selengkapnya untuk produk asuransi kesehatan karyawan Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah ini!