5 Jenis Proyek Konstruksi Terbesar yang Pernah Ada
Peradaban yang semakin maju berhasil menciptakan terobosan terbaru di berbagai bidang. Salah satunya adalah bidang konstruksi. Ada banyak proyek konstruksi yang menghabiskan dana besar untuk mendirikan bangunan-bangunan pencakar langit.
Selain mahal, proyek ini konon katanya menghabiskan waktu bertahun-tahun agar bisa terselesaikan dan digunakan untuk kebutuhan bisnis. Selama proyek konstruksi besar berlangsung, ada banyak pemangku kepentingan yang mengamati perkembangan proyek untuk memastikan hasilnya sesuai ekspektasi. Proyek apa saja kira-kira?
5 Jenis Proyek Terbesar di Dunia

Pertama-tama, ada proyek yang bertaraf internasional di mana pesaingnya ada di seluruh dunia. Dari sekian banyak proyek konstruksi besar, ini dia rangkuman lima jenis proyek terbesar di dunia yang pernah ada sampai saat ini.
1. Dubailand, Dubai
Pertama adalah Dubailand yang ada di Dubai. Ini adalah proyek pembangunan taman bermain terbesar di Dubai dengan luas mencapai 278 km persegi. Dengan ukuran sebesar dan seluas ini, Dubailand diprediksikan akan menjadi Disneyland raksasa yang pernah ada di Dubai.
Proyek ini pertama kali diumumkan pada tahun 2003. Seperti kebanyakan proyek, Dubailand awalnya dianggap sebagai proyek paling ambisius yang pernah ada. Walaupun belum rampung, Dubailand berhasil dinobatkan sebagai proyek terbesar dan termahal di dunia.
Total dana yang dihabiskan untuk pembangunan Dubailand menembus 64 miliar Dollar Amerika. Kabarnya, Dubailand akan diresmikan pada tahun 2025 mendatang. Mari ditunggu hasilnya, ya!
2. Bandara Internasional Al-Maktoum, Dubai
Sebagai salah satu negara dengan vibes mahal, hal yang wajar jika Dubai dinobatkan sebagai negara dengan berbagai proyek besar. Kali ini ada Bandara Internasional Al-Maktoum. Bandara ini dibangun di atas lahan seluas 33 km dan menghabiskan dana sekitar Rp567 triliun.
Sangat fantastis, bukan? Desain bandara dibuat sangat mewah, lengkap dengan fasilitas mewah untuk memanjakan penumpang yang turun atau hanya transit di Dubai.
Kabarnya, bandara ini lima kali lebih besar daripada bandara yang saat ini ada di Dubai. Pembangunan bandara ini konon ditujukan untuk menampung 200 pesawat pada waktu bersamaan. Dengan luas yang dimilikinya, bandara ini berhasil mengakomodasi lebih dari 200 juta penumpang per tahun.
3. Proyek Pemindahan Air Selatan ke Utara, China
Hampir 50% bagian Utara China dihuni oleh masyarakat asal China. Sayangnya, jumlah air yang didapatkan oleh masyarakat di daerah ini hanya sekitar 20% saja. Artinya, ada banyak masyarakat yang tidak mendapatkan air bersih untuk dikonsumsi.
Untuk mengatasinya, pemerintahan China mengadakan proyek pembangunan 3 kanal raksasa. Panjang masing-masing kanal lebih dari 965 km. Kanal ini mampu membawa pasokan air dari 3 sungai besar yang ada di China ke bagian Utara, sehingga masyarakat mendapatkan suplai air yang cukup.
Proyek ini dipastikan berlangsung sangat lama. Bukan 2 atau 3 tahun, tapi kabarnya memakan waktu hingga 48 tahun. Jika proyek ini berhasil diselesaikan, maka proyek ini mampu memenuhi suplai 45 miliar meter kubik air setiap tahun.
4. Shinkansen Chuo, Jepang
Proyek konstruksi besar selanjutnya ada di Benua Asia, tepatnya di Jepang. Ini adalah pembangunan kereta api cepat bernama Chuo Shinkansen yang akan membawa penumpang dari Tokyo ke Nagoya yang berjarak 286 km hanya dengan waktu tempuh 40 menit. Sangat cepat, makanya proyek Chuo Shinkansen dikabarkan menjadi tempat lalu lalang kereta tercepat yang ada di dunia.
Kereta cepat di proyek ini kabarnya mampu melaju hingga 505 km per jam. Jadi, bepergian dari ujung ke ujung Jepang kini semakin cepat dengan armada ini. Selesai pembangunan dari Tokyo – Nagoya, maka pembangunan selanjutnya akan melipir untuk tujuan Tokyo – Osaka.
Sekitar 86% dari pembangunan kereta api cepat Tokyo – Nagoya dibangun di bawah tanah. Tak heran jika pembangunannya membutuhkan konstruksi terowongan yang intensif, teliti, dan detail untuk menghindari hal-hal yang tidak mengenakkan di kemudian hari. Kabarnya, proyek Shinkansen Chuo ini selesai pada tahun 2027 mendatang.
5. Proyek Great Man-Made River (GMR), Libya
Proyek konstruksi terbesar di dunia terakhir terdapat di Negara Libya bernama Great Man-Made (GMR). Proyek ini sudah dikerjakan sejak tahun 1985 dan kabarnya selesai pada tahun 2030 mendatang. Proyek pengairan ini bertujuan untuk memberikan akses air minum ke daerah urban dalam jumlah signifikan.
Jika berhasil diselesaikan, maka proyek ini dapat memberikan saluran irigasi ke lebih dari 350.000 are tanah garapan di Libya. Sumber airnya berasal dari sistem bawah tanah Nubian Sandstone Aquifer.
Baca Juga: 10 Jenis Alat Berat untuk Pembangunan Gedung
5 Jenis Proyek Terbesar di Indonesia
Selain proyek bertaraf internasional atau dunia, ada juga proyek bertaraf domestik yang tergolong dalam daftar proyek konstruksi besar yang pernah ada. Lima jenis proyeknya, antara lain.
1. Ibu Kota Negara (IKN)
Salah satu proyek pembangunan yang tergolong fantastis di Indonesia adalah IKN di Kalimantan Timur. Kota ini akan dibangun secara modern, ramah lingkungan, dan berkelanjutan sebagai provinsi pemerintahan pusat. IKN sendiri terdiri dari pembangunan kantor pemerintahan, istana negara, infrastruktur, sekolah, rumah sakit, dan hunian masyarakat.
Pembangunan IKN diharapkan dapat mengurangi tingkat populasi di Jakarta, sehingga pembangunan menjadi merata. Proyek ini dipegang oleh PT Nusantara Baru Capital (Persero) dengan estimasi penyelesaian di tahun 2045. Total dana yang dihabiskan untuk pembangunan sekitar Rp466 triliun.
2. Tol Trans Sumatera
Pembangunan tol masuk dalam jajaran proyek konstruksi terbesar yang ada di Indonesia. Apalagi saat ini pemerintah semakin memperhatikan infrastruktur di negeri ini. Salah satu yang terbesar adalah tol Trans Sumatera yang dikabarkan panjang ruasnya mencapai 2.812 km dan menghabiskan dana sekitar Rp538 triliun.
Tol ini menghubungkan transportasi darat dari Aceh ke Sumatera Selatan. Saat ini sudah ada 15 ruas jalan tol yang sudah beroperasi, seperti:
- Bakauheni – Terbanggi Besar sepanjang 141 km
- Terbanggi Besar – Kayu Agung sepanjang 189 km
- Kayu Agung – Palembang – Betung sepanjang 42,5 km
- Belawan – Medan – Tanjung Morawa sepanjang 43 km
- Medan – Binjai sepanjang 17 km
- Medan – Kualanamu – Tebing Tinggi sepanjang 62 km
- Palembang – Indralaya sepanjang 22 km
- Sigli – Banda Aceh Seksi 2 sampai 6 sepanjang 49 km
- Pekanbaru – Dumai sepanjang 131 km
- Pekanbaru – Bangkinang sepanjang 31 km
- Binjai – Tj. Pura sepanjang 39 km
- Bengkulu – Taba Penanjung sepanjang 17 km
- Indralaya – Prabumulih sepanjang 65 km
- Tebing Tinggi – Indrapura sepanjang 20,4 km
- Indrapura – Lima Puluh sepanjang 15,6 km
3. Kilang Tuban
Selain mengoptimalkan kilang yang sudah ada, Pertamina kini berencana untuk memperluas pembangunan kilang ke daerah-daerah tertentu di Indonesia. Salah satunya adalah di Tuban, Jawa Timur. Kilang ini mengusung konsep New Grass Root Refinery (NGRR).
PT Pertamina mengklaim bahwa kilang ini mampu memproduksi 300 ribu barel minyak per hari menggunakan konfigurasi petrokimia. Konfigurasi sudah terintegrasi dengan PT Trans Pacific Petrochemical Indotama. Total dana yang dihabiskan untuk pembangunan sekitar Rp190 triliun.
4. Kereta Cepat Jakarta – Bandung
Pada tahun 2015, tercetus ide untuk membangun proyek kereta cepat di Indonesia. Ide ini berhasil direalisasi melalui pembangunan kereta cepat Jakarta – Bandung yang dipegang oleh PT Wijaya Karya dan PT Kai. Kemudian, proyek ini digarap oleh perusahaan multinasional PT KCIC, yaitu perusahaan patungan antara BUMN dan konsorsium China.
Proyek ini dikabarkan menjadi proyek strategis nasional yang akan memudahkan perjalanan antar kota. Total dana untuk pembangunan sekitar Rp80 triliun.
5. Mass Rapid Transit (MRT)
MRT menjadi proyek konstruksi terbesar terakhir yang ada di Indonesia. Ini adalah proyek kereta cepat di Jakarta. Proyek ini sudah beroperasi sejak beberapa tahun lalu dan diharapkan mampu mengurangi tingkat kemacetan di ibu kota.
MRT dipercaya dapat mengurangi produksi polusi udara di Jakarta. Proyek ini dibangun dengan panjang lintasan 16 km. Total biaya pembangunan yang dihabiskan sekitar Rp16 triliun.
Baca Juga: Mengenal Manfaat Asuransi Proyek dan Jenis-Jenisnya
Proyek Konstruksi Besar Menawarkan Manfaat Jangka Panjang
Demikianlah daftar proyek konstruksi terbesar, baik di dunia maupun di Indonesia. Proyek yang menghabiskan dana triliunan ini diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang yang menguntungkan seluruh lapisan masyarakat, jadi tidak hanya pihak yang berkepentingan saja.
Proyek-proyek terbesar yang pernah ada tidak hanya membutuhkan perencanaan matang dan sumber daya besar, tetapi juga perlindungan maksimal terhadap alat berat yang digunakan. Risiko kerusakan atau kecelakaan dapat menghambat penyelesaian proyek, sehingga asuransi alat berat menjadi sangat penting.
Cermati Protect menyediakan asuransi umum yang dapat melindungi alat berat dari berbagai risiko, mulai dari kerusakan, pencurian, hingga kecelakaan di lokasi proyek. Dengan perlindungan yang tepat, Anda dapat fokus pada kelancaran proyek tanpa khawatir akan risiko finansial yang tidak terduga.
Untuk mengetahui informasi selengkapnya tentang produk asuransi umum, bisa mengisi formulir dibawah ini!