Pengertian, Manfaat, Jenis, dan Cara Menerapkan Otomatisasi
Penerapan sistem otomatisasi industri semakin terlihat nyata di era modern, seperti yang terjadi pada mesin berat. Perusahaan besar di seluruh dunia berusaha melakukan metode ini untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja, baik dari segi waktu, energi, dan biaya. Tak dapat dipungkiri karena otomatisasi sendiri dapat memangkas sejumlah cost, sehingga keuangan suatu perusahaan menjadi terkendali.
Otomatisasi tentu saja akan semakin gencar dilakukan seiring berjalannya waktu. Sebagai generasi muda, meningkatkan pemahaman tentang otomatisasi ini penting. Mulai dari pengertiannya, manfaat, jenisnya, keuntungan, dan cara menerapkan dalam aplikasinya pada mesin berat.
Pengertian Otomatisasi Alat Berat

Otomatisasi adalah pemanfaatan sistem kontrol berbasis komputer untuk mengoperasikan mesin dan peralatan berat yang ada di pabrik. Hadirnya metode ini dapat meningkatkan produksi perusahaan dua sampai tiga kali lipat dari biasanya. Sebab, alat berat mampu memproduksi dalam jumlah yang banyak sekaligus.
Kualitas yang dihasilkan mesin berat otomatisasi tetap baik. Tak heran jika metode ini semakin dikembangkan untuk mendukung dan memajukan suatu usaha. Bahkan kabarnya metode ini dapat menggantikan tenaga manusia sebagai operator di dalam suatu pabrik.
Pengurangan operator di suatu perusahaan dapat menekan pengeluaran, seperti gaji karyawan karena perannya sudah digantikan dengan mesin berat. Penggunaan mesin berat otomatisasi juga mengurangi potensi terjadi human error karena sistem, kualitas hingga kuantitas produksi sudah diatur menggunakan mesin, Dengan begini, kemungkinan produksi produk cacat menjadi berkurang.
Manfaat Otomatisasi Alat Berat
Otomatisasi gencar dikembangkan karena manfaat yang sudah dirasakan oleh perusahaan dengan menerapkan metode ini. Adapun manfaat metodenya, antara lain.
1. Pemeriksaan dan Pelaporan Mudah
Sistem otomatisasi atau otomasi secara otomatis akan memudahkan proses pemeriksaan dan pelaporan. Seluruh kegiatan dan data-data yang ada kaitannya dengan produksi mudah diakses. Hal ini akan menguntungkan perusahaan saat proses audit dan stock opname.
Seluruh data sudah dicatat di dalam sistem. Kapanpun dibutuhkan, karyawan bisa mendapatkan data dengan cepat. Semakin cepat lagi jika seluruh data sudah dikelompokkan berdasarkan kategori masing-masing.
2. Produksi Meningkat
Kehadiran otomasi di dunia produksi dipercaya dapat meningkatkan hasil produksi di suatu pabrik. Bisa demikian karena mesin dapat bekerja secara terus-menerus tanpa henti. Berbeda dengan manusia yang membutuhkan istirahat sebelum akhirnya kembali melanjutkan suatu pekerjaan.
Ditambah lagi jika mesin yang digunakan dilengkapi dengan teknologi yang canggih. Di mana dengan sekali tekan tombol saja, mesin dapat memproduksi ribuan barang untuk dijual kepada konsumen. Produksi yang meningkat bisa meningkatkan omzet perusahaan untuk melancarkan ekspansi di masa mendatang.
3. Mengurangi Risiko Kecelakaan Kerja
Perkembangan teknologi dari tahun ke tahun terbukti membawa banyak perubahan di dunia industri. Salah satunya adalah terbantunya SDM dalam menyelesaikan tugasnya. Menariknya lagi, SDM tidak perlu turun ke dalam produksi untuk melakukan kegiatan produksi, seperti mengolah, membagi, dan membungkus barang karena semuanya dilakukan oleh mesin.
Berkurangnya tenaga manusia di pabrik dapat meminimalisir risiko kecelakaan kerja. Tenaga manusia dialihkan untuk melakukan pekerjaan lain yang lebih aman, seperti fungsi administratif.
4. Menghemat Waktu Produksi
Keuntungan selanjutnya adalah menghemat waktu produksi. Dari yang tadinya 5 jam bisa menjadi 30 menit saja berkat teknologi yang disematkan di dalam mesin produksi. Sangat menguntungkan, bukan? Berkurangnya waktu produksi tak lantas mengurangi jumlah produksi. Justru produksi bisa bertambah jika perusahaan memperbanyak kuantitas mesinnya.
5. Memangkas Pengeluaran Perusahaan
Mesin berat yang diotomatisasi dapat memangkas pengeluaran perusahaan, seperti gaji, lembur, THR, dan bonus. Jika sebelumnya perusahaan mempekerjakan 100 orang untuk produksi, maka sekarang cuma butuh 40 orang sejak diberlakukannya otomasi. Sisa 60 orangnya bisa dialihkan untuk pekerjaan lain di luar pabrik, jadi perusahaan tidak perlu merekrut orang baru.
Perusahaan bisa lebih fokus untuk memikirkan cara meningkatkan produksi dan kualitasnya. Dengan demikian, barang yang diproduksi dapat bersaing dengan kompetitor di dalam maupun luar negeri.
Baca Juga: 10 Alat Berat Paling Canggih dan Kelebihannya
Jenis-jenis Otomatisasi Alat Berat
Setiap perusahaan yang ada saat ini pada akhirnya akan menerapkan sistem otomasi. Hanya saja, perusahaan perlu menentukan jenis mana yang tepat untuk perkembangan usaha. Berikut ini tiga jenis otomasi yang dapat dipertimbangkan.
| Otomatisasi Tetap | Otomasi tetap adalah mesin yang dirancang untuk menyelesaikan pekerjaan tertentu. Misalnya, mesin yang dikhususkan untuk menggali, maka hanya dapat digunakan untuk menggali. Untuk melakukan pekerjaan lain, maka dibutuhkan mesin berbeda. Pada umumnya, jenis ini digunakan untuk memproduksi satu jenis barang dalam jumlah yang sangat banyak. Dibarengi dengan kualitas yang bagus untuk meningkatkan penjualan. |
| Otomatisasi Semi Tetap | Merupakan jenis otomasi yang dirancang untuk mengerjakan satu produk, tapi berdasarkan parameter yang berbeda. Misalnya, ukuran, warna, jenis material, dan bentuk. Jumlah produk yang diproduksi dapat diatur sesuai kebutuhan penjualan, jadi bisa dalam jumlah yang sedikit juga. Otomasi jenis ini umumnya digunakan untuk produksi dalam jumlah kecil sampai menengah. Meski demikian, permintaan akan mesin jenis ini cukup tinggi karena cocok untuk jenis bisnis dengan modal terbatas. |
| Otomatisasi Fleksibel | Merupakan untuk memproduksi beragam produk sesuai kebutuhan. Sistem otomasi pada jenis ini lebih menyeluruh, jadi teknologi yang digunakan lebih kompleks. Otomasi fleksibel memiliki sejumlah keuntungan, yaitu produksi yang beragam dapat dikerjakan dalam waktu yang bersamaan. Otomasi jenis ini menjadi pengembangan dari otomasi tetap, jadi cara kerjanya jauh lebih baik lagi. |
Cara Menerapkan Otomatisasi Alat Berat

Bagi sebagian pengusaha, menerapkan otomasi bukan hal yang mudah dilakukan. Biaya dan cara menerapkannya menjadi dua hal yang sangat diperhatikan. Agar otomasi berhasil, berikut ini tiga cara yang bisa diterapkan agar kualitas dan kuantitas produksi tercapai.
1. Mulai Beralih Secara Perlahan
Perusahaan bisa menetapkan peralihan dari teknologi lama ke baru secara perlahan, jadi orang-orang yang terlibat di dalamnya tidak terkejut dengan perubahan. Penggunaan mesin canggih mungkin memerlukan waktu adaptasi yang agak lama, jadi sebaiknya dimaklumi. Di sisi lain, harga mesinnya juga tidak murah sehingga pengusaha harus pikir panjang sebelum menerapkan otomasi dalam menjalankan usaha.
2. Pilih Alat yang Sesuai
Penerapan otomasi membutuhkan bantuan beberapa alat produksi, seperti komputer, sensor, kamera, dan lain-lain. Sebaiknya konsultasikan kepada ahlinya untuk memudahkan Anda dalam memilih alat yang tepat. Hal ini akan membantu memangkas biaya, tetapi tetap mendapatkan hasil sesuai apa yang diharapkan.
3. Tentukan Rencana Jangka Panjang
Penerapan otomasi bukan semata-mata untuk menambah jumlah produksi, tapi juga untuk memajukan perusahaan. Jadi, Anda perlu memikirkan rencana jangka panjang, seperti penggunaan alat terbaru, strategi pengembangan usaha, dan metode yang pas untuk ekspansi. Jadi, otomasi membawa pengaruh positif dalam jangka panjang.
Perhatikan 2 Faktor Ini Saat Otomatisasi
Terdapat dua hal yang perlu diperhatikan saat mengimplementasikan otomasi di dunia produksi. Kedua faktor tersebut, antara lain.
1. Faktor Kuantitas
Dari faktor kuantitas, ada dua hal yang perlu diperhatikan yaitu:
- Biaya karena dari proses, implementasi, dan perkembangan kedepannya membutuhkan biaya yang besar. Hal ini perlu dikalkulasikan dengan baik agar tidak merugikan keuangan perusahaan.
- Produksi karena otomasi akan berkembang seiring berjalannya waktu, di mana arus diimbangi dengan kuantitas dan kualitas produksi. Ini akan membantu meringankan biaya untuk pembaharuan teknologi saat otomasi.
2. Faktor Kualitas
Sedangkan dari faktor kualitas sendiri, ada dua hal yang perlu diperhatikan yaitu:
- Kualitas produksi karena untuk penerapan otomasi yang berkelanjutan, perusahaan perlu memproduksi barang berkualitas sehingga hasilnya signifikan.
- Sumber daya manusia karena implementasi otomasi tidak lepas dari pengaruh, inovasi, dan kreativitas tenaga kerja. Sebab, sejatinya teknologi sendiri akan berubah setiap saat mengikuti perkembangan dan kebutuhan di dunia produksi.
Baca Juga: 10 Jenis Alat Berat Terbesar di Dunia
Industri Apa Saja Dimudahkan dengan Otomatisasi
Penerapan otomasi memiliki banyak manfaat, bahkan banyak keuntungan yang bisa didapatkan jika implementasinya benar. Kini industri apa saja bisa maju dengan otomasi, baik produksi, konstruksi, maupun pertambangan.
Sebelum mengaplikasikan otomasi, pastikan Anda sudah memahami prosesnya secara menyeluruh. Kemudian, lakukan penyempurnaan untuk mencegah adanya duplikasi proses dan kesenjangan data. Alhasil, struktur tata kelola yang diterapkan perusahaan sesuai dengan harapan.
Dengan hadirnya otomatisasi pada mesin berat, industri dapat mencapai efisiensi dan produktivitas yang lebih tinggi. Namun, penggunaan teknologi canggih ini juga membawa berbagai risiko.
Cermati Protect menyediakan asuransi umum yang melindungi alat berat dari berbagai risiko, memastikan investasi Anda tetap aman dan operasional tidak terganggu. Dengan Cermati Protect, Anda dapat fokus pada inovasi dan kemajuan tanpa khawatir akan risiko yang mungkin terjadi. Dapatkan informasi lengkap mengenai Asuransi Umum Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah ini!
