Menilik Perkembangan Industri Alat Berat di Tanah Air

Menilik Perkembangan Industri Alat Berat di Tanah Air

Industri alat berat menjadi salah satu bidang yang berkembang cukup pesat di tanah air selama beberapa tahun belakangan ini. Dukungan teknologi dan juga beragam inovasi yang diterapkan produsen alat berat diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pasar dengan baik. 

Di Indonesia sendiri, penggunaan alat-alat berat merupakan kebutuhan tersendiri untuk sejumlah sektor industri, terutama industri yang bergerak di bidang pertambangan dan juga konstruksi yang sangat tergantung dengan dukungan berbagai jenis alat berat. 

Peluang Bisnis Industri Alat Berat di Tanah Air

 Permintaan alat berat di tanah air memang terbilang tinggi dan cenderung meningkat setiap tahunnya. Namun selama hampir 2 tahun belakangan, permintaan pasar berbagai alat berat ini sedikit lemah dan mengalami penurunan yang terbilang cukup besar. 

Merujuk pada data yang dirilis oleh Himpunan Alat Berat Indonesia (Hinabi), maka secara nasional produksi alat berat untuk tahun 2023 adalah sebanyak 8.066 unit. Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 8,61%, jika dibandingkan dengan produksi di tahun 2022 yang jumlahnya sebanyak 8.826 unit. 

Selama periode 2023 lalu, excavator merupakan jenis alat berat yang diproduksi terbanyak dengan jumlah 6.791 unit. Di posisi kedua adalah bulldozer yang diproduksi dengan jumlah 727 unit, lalu diikuti oleh dump truck sebanyak 513 unit, dan motor grader sebanyak 35 unit saja. 

Penurunan jumlah produksi di industri alat berat selama dua tahun belakangan ini tentu dipengaruhi oleh permintaan pasarnya yang juga menurun. Hal ini disebabkan oleh melemahnya harga komoditas pertambangan di tanah air, seperti batubara dan nikel. 

Pelemahan harga komoditas tersebut membuat sebagian besar perusahaan pertambangan menunda atau bahkan mengurangi jumlah pembelian alat-alat berat di dalam bisnis mereka. Bidang pertambangan sendiri merupakan salah satu industri yang menyerap banyak produk alat berat di tanah air. 

Namun meski begitu, produsen alat berat masih optimis jika dalam beberapa waktu kedepan harga komoditas akan kembali menguat. Hinabi sendiri memastikan bahwa sepanjang tahun 2014 ini, industri alat berat di tanah air akan memproduksi setidaknya 8.000 unit alat berat untuk dilepas ke pasaran. 

Pada dasarnya, industri alat berat di tanah air diramaikan oleh sejumlah perusahaan yang terbilang sudah besar dan memiliki nama. Namun jika melihat peluang pasarnya yang cukup menjanjikan, industri yang satu ini tentu masih sangat layak untuk dijadikan sebagai pertimbangan. 

Perusahaan alat berat biasanya akan melakukan aktivitas produksi berbagai jenis alat berat sekaligus, seperti: crane, bulldozer, excavator, dan yang lainnya. Berbagai alat berat ini ditujukan untuk beragam industri yang ada di tanah air, baik itu dalam bentuk penjualan langsung maupun disewakan. 

Pemerintah sendiri mendukung aktivitas produksi alat berat di tanah air, tentunya selama pebisnis memenuhi semua syarat dan ketentuan yang sudah ditetapkan. Bagi para pebisnis yang ingin terjun ke industri ini, wajib memiliki Izin Usaha Industri (IUI) dan mendirikan usaha berbentuk Perseroan Terbatas atau PT.

Baca Juga: 6 Keuntungan Teknologi Terbaru Dalam Mesin Berat Konstruksi

Banyak Inovasi dalam Industri Alat Berat di Indonesia 

Industri alat berat di tanah air memang terbilang menjanjikan, di mana sejumlah perusahaan berskala besar maupun kecil bisa ditemukan. Hal ini juga membuat tingkat persaingan dalam bisnis ini sangat ketat, terutama di kalangan perusahaan yang sudah ternama. 

Untuk menjawab tantangan pasar, produsen alat berat tentu akan berupaya keras untuk menghasilkan produk yang berkualitas baik. Selain itu, penerapan teknologi dan juga beragam inovasi terbaru tentu menjadi kebutuhan wajib yang disematkan dalam produk alat berat. 

Berikut ini adalah beberapa inovasi terkini yang banyak digunakan dalam industri alat berat:  

1. Penggunaan Mesin yang Ramah Lingkungan

Teknologi mesin ramah lingkungan merupakan kebutuhan tersendiri dalam industri belakangan ini, termasuk industri alat berat. Produsen berupaya menciptakan mesin yang mampu menghasilkan gas emisi buang rendah dengan konsumsi bahan bakar yang lebih efisien. Hal tersebut diharapkan bisa mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan, seperti polusi dan juga efek gas rumah kaca yang merugikan. 

2. Peningkatan Efisiensi Bahan Bakar

Masih berkaitan dengan poin di atas, industri alat berat juga banyak menerapkan teknologi yang memungkinkan terjadinya peningkatan efisiensi bahan bakar yang digunakan. Hal ini akan memungkinkan mesin mengurangi konsumsi bahan bakar dan juga efek gas rumah kaca. Selain itu, perusahaan pengguna alat berat juga akan mampu memangkas biaya operasional atas penghematan biaya bahan bakar tersebut.

3. Penggunaan Sistem Kontrol yang Otomatis

Penggunaan sistem kontrol yang otomatis menjadi salah satu inovasi terkini yang banyak dikembangkan dalam industri alat berat. Sistem yang canggih seperti ini akan memudahkan operator dalam pengoperasian alat berat, sehingga produktivitasnya bisa meningkat. Selain itu, kontrol otomatis juga akan menghemat energi operator dan membuat yang bersangkutan bisa lebih fokus dalam bekerja, sehingga risiko kecelakaan menjadi lebih minim.

4. Meningkatkan Keselamatan Operator 

Keselamatan operator selama bekerja juga menjadi salah satu fokus utama yang diupayakan produsen alat berat dalam produk mereka. Hal ini dilakukan dalam beragam bentuk, seperti: mendesain kabin yang ergonomis, menciptakan sistem kendali yang canggih, menambah sensor, menerapkan teknologi pencegahan kecelakaan, menambahkan kamera, dan yang lainnya. 

5. Menerapkan Sistem GPS dan Teknologi IoT

Industri alat berat juga banyak menerapkan teknologi GPS dan IoT di dalam produk yang mereka keluarkan. Sistem GPS sendiri akan mendukung operator untuk aktivitas navigasi serta pengukuran. Sedangkan penggunaan teknologi IoT akan mempermudah proses mengumpulkan data dan memantau kinerja alat berat sepanjang waktu. Kedua teknologi ini akan mendukung peningkatan efisiensi aktivitas operasional alat berat, termasuk menekan biaya pemeliharaannya. 

Baca Juga: Teknologi Konstruksi: Pengertian, Perkembangan, Fungsi dan Jenisnya

Pengaruh Industri Konstruksi pada Industri Alat Berat

Selain industri tambang, industri konstruksi juga menjadi salah satu bidang yang paling banyak menyerap produk alat berat. Secara tidak langsung, industri konstruksi ini juga ikut serta mempengaruhi perkembangan teknologi yang terjadi dalam industri alat berat.

Bagi industri alat berat sendiri, menciptakan alat berat yang mampu memenuhi kebutuhan industri konstruksi tentu menjadi tantangan tersendiri. Hal ini sangat masuk akal, mengingat pasar terbesar untuk berbagai jenis alat berat adalah industri konstruksi yang sangat berkembang di Indonesia saat ini. 

Berikut ini adalah beberapa faktor yang mempengaruhi inovasi dan teknologi dalam produksi alat berat: 

1. Perkembangan Proyek Infrastruktur

Indonesia merupakan salah satu negara berkambang yang banyak melakukan pembangunan di berbagai sektor. Perkembangan dalam proyek infrastruktur menjadi perhatian tersendiri bagi industri alat berat. Mereka dituntut mampu menyediakan alat berat yang tepat dan efisien untuk mengimbangi pembangunan infrastruktur yang besar dan banyak. 

2. Penerapan Teknologi Canggih pada Industri Konstruksi

Perkembangan industri alat berat juga dipengaruhi oleh penggunaan berbagai teknologi canggih dalam dunia konstruksi. Alat berat yang dihasilkan harus mampu mengimbangi penerapan berbagai teknologi canggih ini, seperti: otomasi, robotika, Building Information Modeling (BIM), dan yang lainnya. 

3. Tantangan Lingkungan dan Dampak Proyek

Tantangan lingkungan terkait dampak proyek yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam industri konstruksi juga membawa pengaruh dalam perkembangan industri alat berat. Industri konstruksi memiliki kewajiban untuk memenuhi standar dan aturan pemerintah terkait dengan lingkungan hidup. Hal ini dilakukan dengan banyak cara, termasuk dengan penggunaan alat berat yang aman dan ramah lingkungan. Kebutuhan tersebut membuat industri konstruksi harus mampu menciptakan alat berat yang ramah lingkungan dan memiliki efisiensi yang tinggi. 

4. Regulasi Emisi yang Dikeluarkan Pemerintah 

Masih berkaitan dengan poin di atas, perusahaan alat berat juga harus memenuhi regulasi emisi gas buang yang dikeluarkan oleh pemerintah. Regulasi yang semakin ketat ini membuat industri alat berat harus mampu melakukan pengembangan mesin-mesin yang lebih ramah lingkungan. Hal tersebut secara tidak langsung mendukung aktivitas penerapan teknologi dan inovasi yang lebih baru. 

Industri Alat Berat Berkembang di Indonesia 

Industri alat berat merupakan salah satu sektor yang cukup berkembang di tanah air. Kebutuhan akan alat berat di dalam negeri memang terbilang tinggi, terutama di sektor pertambangan dan juga konstruksi. Namun perkembangan ini tentu harus dibarengi dengan pengembangan teknologi dan inovasi canggih di dalam setiap produk yang diciptakan, agar produk tersebut bisa bersaing di pasaran. 

Perkembangan industri alat berat di Tanah Air menunjukkan potensi yang besar dalam mendukung berbagai sektor, termasuk konstruksi dan pertambangan. Namun, dengan pertumbuhan ini, risiko yang dihadapi oleh alat berat juga meningkat. Oleh karena itu, penting untuk melindungi investasi Anda dengan asuransi yang tepat.

Cermati Protect menyediakan asuransi umum yang dapat melindungi alat berat Anda dari berbagai risiko, seperti kerusakan, kehilangan, dan kecelakaan. Dengan perlindungan yang sesuai, Anda dapat fokus pada pengembangan bisnis tanpa khawatir akan risiko finansial yang tak terduga. Untuk mendapatkan informasi selengkapnya tentang produk asuransi umum, bisa mengisi formulir dibawah ini!