Daftar Gaji Insinyur Struktural di Indonesia yang Fantastis
Insinyur struktural adalah profesi yang melibatkan seorang individu dalam hal merancang, menganalisis, dan mengevaluasi struktur bangunan. Insinyur struktural memastikan bahwa bangunan yang hendak dibangun sudah kokoh dan kuat, jadi meminimalisir risiko saat dalam kondisi darurat.
Tugasnya melibatkan penilaian tekanan dan beban yang ditopang oleh bangunan, serta memilih material yang pas untuk bangunan. Sebelum memulai pembangunan, insinyur struktural melakukan sejumlah analisis pada struktur bangunan menggunakan ilmu dan prinsip-prinsip dalam struktur bahan.
Perbedaan Insinyur Struktural dan Insinyur Sipil

Di dalam industri konstruksi, ada yang namanya insinyur struktural dan insinyur sipil. Keduanya memiliki kesamaan, yaitu saling bekerja sama untuk membangun infrastruktur yang aman dan efisien. Namun, keduanya juga memiliki perbedaan, baik dalam hal pendidikan, sertifikasi, fungsi, dan lingkup kerja sehari-hari.
1. Pendidikan
Perbedaan pertama adalah tingkat ilmu yang didapatkan selama menempuh pendidikan. Untuk menjadi insinyur sipil, seseorang harus menempuh pendidikan teknik sipil selama 4 tahun. Sedangkan insinyur struktural bisa berasal dari lulusan teknik sipil, desain, atau jurusan lain yang masih berkaitan.
Selama seseorang mampu menguasai ilmu struktural dengan baik dan memiliki pengalaman di bidang ini, maka bisa melamar menjadi insinyur struktural. Namun, alangkah baiknya bila insinyur struktural juga menempuh pendidikan di bidang teknik sipil karena ilmunya lebih advanced, sehingga dapat diaplikasikan dengan baik di dunia kerja.
2. Sertifikat atau Lisensi
Perbedaan selanjutnya adalah sertifikat atau lisensi. Di Amerika sendiri, seorang insinyur sipil baru akan mendapatkan lisensi di bidangnya setelah memiliki pengalaman kerja selama 4 tahun. Untuk sertifikat profesional yang lebih tinggi, seorang insinyur sipil baru akan diberikan setelah bekerja selama 8 tahun di bidangnya.
Sedangkan syarat sertifikat atau lisensi bagi insinyur struktural lebih ringan. Cukup dengan pengalaman 4 tahun di bidang teknik, maka bisa mendapatkan lisensi. Aturan ini tergantung dari kebijakan setiap wilayah di Amerika karena tidak semua menerapkan hal yang sama.
3. Fungsi
Dari segi fungsi, dapat disimpulkan bahwa insinyur struktural adalah bagian dari insinyur sipil. Tapi, tidak semua insinyur sipil menjadi bagian dari insinyur struktural. Sebab, skill yang dimiliki keduanya berbeda meskipun scope pekerjaannya sama-sama dalam pembangunan.
4 Lingkup Kerja
Dari lingkup pekerjaan, insinyur sipil fokus pada elemen-elemen yang terdapat pada desain struktural. Sedangkan insinyur struktural fokus untuk review desain dan memastikan bahwa penggunaan material sesuai dengan desain struktural.
Baik insinyur sipil maupun struktural, keduanya saling membangun komunikasi yang baik untuk menghindari adanya miskomunikasi yang berdampak pada hasil bangunan. Keduanya harus bekerja sama untuk mencapai tujuan perusahaan.
Baca Juga: Daftar Gaji Insinyur Konstruksi di Indonesia
Tugas Insinyur Struktural
Namanya insinyur struktural, pekerjaannya sudah pasti mengenai struktur bangunan. Adapun tugas lain yang dimilikinya, antara lain:
- Memilih material berdasarkan karakteristiknya, seperti beton, kayu, atau baja
- Menjalin komunikasi dan kerjasama yang baik dengan insinyur sipil, arsitek, kontraktor, dan para profesional lain terkait elemen-elemen yang terdapat pada proyek pembangunan
- Memantau proses konstruksi agar berjalan dengan baik
- Memastikan keandalan dan kualitas struktur bangunan yang dibangun
- Memperhatikan dampak pembangunan bagi lingkungan hidup
- Melaksanakan pembangunan sesuai hukum dan regulasi setempat
Kemampuan yang Harus Dimiliki
Sama seperti profesi lain, ada beberapa kemampuan yang wajib dikuasai kalau ingin berkarir menjadi insinyur struktural. Kemampuan-kemampuan tersebut, antara lain.
1. Menguasai Desain Struktural
Sebelum menapaki karir di bidang ini, pastikan sudah menguasai prinsip-prinsip yang berkaitan dengan desain struktural. Mulai dari mekanika material, dinamika struktural, dan cara menghitung beban atau tekanan pada bangunan. Pemahaman pada desain struktural akan membantu insinyur dalam merancang struktur yang optimal, efisien, dan aman.
2. Mampu Mengoperasikan Perangkat Lunak
Penggunaan perangkat lunak, seperti AutoCAD atau Revit dapat mempercepat pembuatan desain. Jika ingin menjadi insinyur struktural, pastikan Anda menguasai penggunaan software desain tertentu. Semakin banyak yang dikuasai, semakin baik karena dapat meningkatkan peluang untuk lolos dalam proses rekrutmen.
3. Komunikasi dan Manajemen Proyek
Kemampuan manajemen proyek, seperti perencanaan, pengorganisasian, dan pengawasan pun perlu dikuasai. Keahlian yang dimiliki disampaikan kepada rekan satu tim untuk diimplementasikan dalam proyek yang sedang berlangsung. Makanya seorang insinyur juga harus mampu berkomunikasi dengan baik, sehingga informasi yang dimiliki dapat disampaikan dengan baik.
4. Rekayasa Struktur
Kemampuan terakhir adalah rekayasa struktural, seperti teknik struktural, penggunaan material, dan sertifikasi bangunan yang ramah lingkungan. Praktik rekayasa struktural dapat membawa proyek menuju desain berkelanjutan yang aman bagi lingkungan di sekitar.
Baca Juga: Daftar Gaji Insinyur Tambang dan Kualifikasinya
Persyaratan Umum Menjadi Insinyur Struktural
Karir insinyur struktural bisa dibilang cukup menjanjikan, apalagi pembangunan akan terus dilakukan dalam upaya mengembangkan suatu wilayah. Bagi yang tertarik berkarir di bidang ini, pastikan Anda memenuhi persyaratan umum berikut.
1. Menempuh Pendidikan yang Sesuai
Sebelum menjadi seorang insinyur struktural, Anda harus menempuh jenjang pendidikan di bidang teknik geologi, sipil, atau jurusan lain yang berkaitan. Gelar sarjana yang didapatkan bisa menjadi modal untuk melamar di perusahaan konstruksi atau yang membutuhkan. Apabila dibekali dengan IPK yang tinggi ditambah dengan sertifikat, maka peluang untuk lolos seleksi pada tahap rekrutmen semakin besar.
Tidak sedikit insinyur struktural melanjutkan kuliah ke jenjang Master untuk memperbesar peluang kerja. Di sisi lain, semakin banyak pula ilmu tentang desain dan rekayasa struktural yang didapatkan untuk bisa bersaing di dunia kerja. Alhasil, karir pun meningkat dengan cepat.
2. Mencari dan Meningkatkan Pengalaman
Gelar saja tidaklah cukup, tapi harus dibekali dengan pengalaman. Para fresh graduate mungkin tidak memilikinya, tapi bisa diganti dengan pengalaman magang di bidang yang berhubungan dengan struktural. Sebab, ilmu yang didapatkan selama magang nantinya berguna saat memasuki dunia kerja.
Keterlibatan di dalam berbagai proyek pembangunan dapat menambah pengetahuan tentang berbagai material yang digunakan, seperti beton, baja, dan komposit. Pengalaman juga otomatis dapat meningkatkan jumlah gaji insinyur struktural. Jadi, jangan menyepelekan pengalaman karena perusahaan menjadikan ini sebagai poin penting bagi para pelamar.
3. Menguasai Keterampilan Insinyur Struktural
Seorang insinyur wajib memiliki keterampilan yang berhubungan dengan struktur bangunan, termasuk penggunaan software untuk memudahkan pekerjaan. Selain itu, kemampuan menganalisis juga diperlukan untuk memudahkan perhitungan yang rumit dan untuk mengevaluasi desain struktural.
Setiap detail keterampilan, khususnya softskill akan memudahkan Anda dalam berkarir di lapangan. Hasil kerja menjadi optimal, sehingga perusahaan mampu berkembang ke arah yang diinginkan seiring berjalannya waktu.
4. Memiliki Sertifikat Tertentu
Sebenarnya tidak semua perusahaan mewajibkan pelamar untuk memiliki sertifikat di bidang struktural. Bagi perusahaan yang tidak mewajibkan, maka kepemilikan sertifikat bisa menjadi nilai tambah bagi kandidat yang melamar di posisi insinyur struktural. Sertifikat adalah bukti bahwa seseorang sudah lebih mahir pada bidangnya daripada orang yang sama sekali tidak memiliki sertifikat.
Untuk perusahaan yang mewajibkan sertifikat, maka sertifikat wajib dilampirkan saat proses rekrutmen. Maka dari itu, cobalah untuk mengikuti salah satu pelatihan atau seminar yang diadakan oleh lembaga-lembaga legal yang ada di kota tempat tinggal. Dengan demikian, Anda tetap diperhitungkan di posisi terdapat dalam bidang yang dikerjakan.
Gaji Insinyur Struktural
Kompleksitas pekerjaan dan besarnya tanggung jawab yang diemban tentu mempengaruhi besaran gaji insinyur struktural. Di Indonesia sendiri, gaji insinyur struktural ada di kisaran Rp6.000.000 sampai Rp9.000.000 per bulan untuk yang baru merintis. Sedangkan yang sudah berpengalaman bisa digaji Rp10.000.000 ke atas setiap bulannya.
Sedangkan gaji insinyur struktural di Amerika sangatlah tinggi. Per bulannya bisa mencapai Rp150.000.000 dan dalam setahun lebih dari Rp1.000.000.000.
Baca Juga: Daftar Gaji Insinyur Keselamatan Pertambangan dan Bidang K3 Lainnya di Berbagai Industri Pekerjaan
Perbanyak Pengalaman Selagi Muda
Menjadi seorang insinyur struktural sangat menjanjikan. Selain karena gajinya yang besar, peluang karirnya juga banyak terutama bagi yang sudah berpengalaman. Tidak hanya berpeluang bekerja di perusahaan raksasa di Indonesia, tapi juga di perusahaan asing.
Bagi yang tertarik untuk menapaki karir di bidang ini, pastikan Anda sudah memenuhi persyaratan baik dari segi pendidikan, pengalaman kerja, kemampuan, dan memiliki sertifikat tertentu. Mumpung masih muda, maka perbanyak pengalaman agar peluang karir terbuka lebar saat memasuki usia yang lebih matang.
Sebagai seorang insinyur struktural dengan gaji yang fantastis, penting untuk memastikan kesejahteraan Anda dan keluarga tetap terjamin. Salah satu langkah bijak adalah melengkapi diri dengan asuransi kesehatan karyawan yang memadai. Dengan perlindungan yang tepat, Anda dapat bekerja dengan tenang tanpa khawatir terhadap risiko kesehatan di masa depan.
Cermati Protect hadir sebagai solusi terpercaya, menyediakan layanan asuransi kesehatan karyawan terbaik yang dirancang untuk memberikan perlindungan maksimal sesuai kebutuhan Anda. Pilihlah perlindungan yang mendukung kesuksesan karier dan kesejahteraan hidup Anda. Dapatkan informasi selengkapnya dengan mengisi formulir dibawah ini!
