Ini Dia Daftar Gaji Arsitek Berdasarkan Levelnya
Arsitek menjadi salah satu profesi yang cukup menggiurkan, terutama bagi kamu yang menyukai bidang kerja yang kreatif. Profesi ini memang menuntut kreativitas tinggi, keahlian teknis, dan nilai estetik tinggi karena secara otomatis mempengaruhi hasil kerjamu.
Profesi ini menawarkan gaji yang cukup menggiurkan, lho! Besar kecilnya gaji yang diterima ditentukan oleh kualifikasi pendidikan dan pengalaman kerja yang dimiliki. Artikel ini akan membahas tentang gaji arsitek dan tips untuk meningkatkan gaji arsitek.
Faktor yang Mempengaruhi Gaji Arsitek

Selain level pendidikan, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi besaran gaji arsitek. Adapun faktor-faktor tersebut, antara lain:
1. Lokasi
Gaji arsitek cukup bervariasi, tergantung dari lokasi tempatmu bekerja. Di kota besar seperti Jakarta, gaji arsitek ada di kisaran Rp6.000.000 hingga Rp8.000.000 untuk fresh graduate. Memang cukup tinggi karena biaya hidup di kota besar juga sebanding.
2. Spesialisasi
Faktor selanjutnya adalah spesialisasi pekerjaan. Beberapa arsitek fokus pada desain interior, sementara sisanya fokus pada perencanaan tata kota.
3. Pengalaman Kerja
Semakin banyak pengalaman kerja, maka semakin besar pula gaji yang diterima. Apalagi kalau kamu pernah bekerja di perusahaan besar dan mengerjakan proyek yang besar. Pengalaman kerja menjadi bukti kapabilitas dalam bekerja karena pengetahuan yang dimiliki sudah mendalam.
4. Perusahaan Tempat Kerja
Seorang arsitek dapat bekerja di berbagai perusahaan, seperti konstruksi, desain, atau sebagai pekerja lepas untuk menangani proyek klien tertentu. Perusahaan tempat kerja sangat mempengaruhi besaran gaji. Kamu bisa jadikan gaji di perusahaan lama sebagai perbandingan untuk perusahaan baru nantinya.
Baca Juga: Daftar Gaji Insinyur Konstruksi di Indonesia
Daftar Gaji Arsitek Berdasarkan Level
Arsitek menjadi salah satu profesi yang menjanjikan. Namun, gaji arsitek di Indonesia sangat bervariasi, tergantung dari tingkat pendidikan, lokasi, pengalaman kerja, spesialisasi, perusahaan tempat kerja, bahkan level tertentu.
Berikut adalah daftar gaji arsitek di Indonesia sesuai dengan level masing-masing.
1. Level Junior
Arsitek junior adalah mereka yang baru saja lulus kuliah atau dikategorikan sebagai fresh graduate. Adapun yang berpengalaman biasanya kurang dari 2 tahun, sehingga gaji yang diterima masih kecil. Besarannya ada di angka Rp4.000.000 hingga Rp7.000.000 per bulan.
Arsitek level junior bertanggung jawab atas tugas-tugas dasar. Mulai dari perencanaan, pembuatan konsep, gambar teknis, dan membantu arsitek senior saat survei di lapangan.
2. Level Menengah
Level menengah adalah mereka yang sudah memiliki pengalaman antara 2-5 tahun. Mereka memiliki tanggung jawab yang lebih besar dibandingkan level junior, seperti mengawasi tim proyek, berkoordinasi dengan atasan dan klien, serta mengawasi tim.
Gaji arsitek di level ini lebih tinggi, yaitu Rp8.000.000 hingga Rp12.000.000 per bulan. Nominalnya bisa mencapai Rp15.000.000 per bulan selama bekerja di perusahaan besar.
3. Level Senior
Dinamakan senior karena pengalaman kerjanya lebih dari 5 tahun. Gaji yang didapatkan antara Rp12.000.000 hingga puluhan juta per bulan.
Hal ini sebanding dengan tugas dan tanggung jawabnya di lapangan. Selain berperan sebagai pemimpin proyek, mereka bertanggung jawab dalam mengambil keputusan strategis untuk proyek dan perusahaan. Beberapa di antara mereka bahkan sudah memiliki klien sendiri, jadi sumber gajinya tidak hanya dari perusahaan, tapi juga klien lain.
4. Level Terkemuka
Arsitek yang sudah ada di level terkemuka berarti memiliki skill di atas rata-rata. Jam terbangnya sudah sangat tinggi dan skala proyek yang dikerjakannya pun tidak abal-abal.
Mereka memiliki reputasi yang tinggi di dunia arsitektur berkat debut dan karya yang unik. Tak heran kalau gajinya bisa mencapai ratusan juta per bulan.
Baca Juga: Gaji Pekerja Bangunan Harian dan Borongan di Indonesia
7 Tips Meningkatkan Gaji Arsitek

Gaji arsitek cukup menggiurkan, bukan? Bagi kamu yang tertarik untuk menjajaki karir di bidang ini, berikut 7 tips berkarir dan meningkatkan gaji arsitek yang perlu diketahui.
1. Membangun Portofolio Kerja yang Bagus
Tips pertama adalah membangun portofolio kerja yang bagus. Tidak hanya sebatas mendokumentasikan gambar atau proyek saja, tapi juga menuliskan deskripsi dan hasil kerja yang berhasil dilakukan. Ini menjadi bukti apakah kamu capable dalam bidang arsitektur atau masih perlu belajar lagi.
Susun portofolio dengan rapi dan buatlah semenarik mungkin agar terlihat eye catching. Gunakan gambar yang jernih dengan resolusi terbaik.
2. Membangun Jaringan Profesional
Pernah mendengar istilah “your network is your net worth?”. Keberhasilanmu dalam membangun karir tidak lepas dari pengaruh jaringan profesional yang kamu bangun di masa lalu, hari ini, dan di kemudian hari. Semakin luas jaringan, maka semakin besar pula peluang yang bisa kamu dapatkan untuk kemajuan karir.
Berkenalan dengan para profesional bisa dilakukan dengan mengikuti asosiasi arsitek se-Indonesia atau di daerah tempat tinggal. Bisa juga dengan bergabung ke dalam media sosialnya. Pilih salah satu yang paling membuatmu nyaman.
Di dalam jaringan profesional ini, kamu bisa berbagi informasi dengan mereka yang sudah berpengalaman. Jika salah satu dari mereka mengagumi kapabilitas, sangat mungkin kalau mereka mengajakmu untuk berkolaborasi di kemudian hari.
3. Mencari Proyek Sampingan
Meningkatkan gaji arsitek bisa dilakukan dengan mencari proyek sampingan, lho! Beberapa arsitek yang sudah bekerja di perusahaan mengambil pekerjaan tambahan yang masih berkaitan dengan bidangnya.
Tenaga arsitek semakin banyak dibutuhkan saat ini, jadi kamu bisa memaksimalkan kemampuan yang dimiliki untuk meningkatkan penghasilan.
Ada banyak proyek tambahan yang bisa kamu kerjakan, seperti pembuatan desain interior, proyek renovasi, dan perencanaan taman. Jangka waktu penyelesaian proyek cenderung lebih singkat, jadi pekerjaan utama tidak terganggu asal kamu tahu membagi waktu.
4. Mengikuti Pameran-Pameran
Mengikuti pameran bukan untuk mengisi waktu luang, tapi untuk meningkatkan gaji dan memperluas koneksi. Pameran yang dikunjungi tentunya masih berkaitan dengan dunia arsitek.
Dengan mengikuti pameran, kamu juga berkesempatan untuk mencari ide kreatif deputar desain yang bisa diimplementasikan dalam pekerjaan.
Pameran biasanya diadakan di mall atau gedung perkantoran tertentu. Kamu tinggal cari informasi sebanyak-banyaknya agar bisa mengikutinya di kemudian hari.
5. Sekolah Lagi
Merasa gaji stuck di angka yang sama? Jangan khawatir karena kamu bisa sekolah lagi agar semakin terlihat berharga di mata perusahaan. Sekolah lagi juga membantu meningkatkan ilmu desain dan arsitek yang tentunya berguna dalam dunia pekerjaan.
Kamu bisa menempuh pendidikan di dalam atau luar negeri dengan spesialisasi yang saat ini sangat banyak diminati, misalnya desain interior.
Selain menempuh pendidikan di universitas, kamu juga bisa mendapatkannya lewat pelatihan atau sertifikasi. Jangka waktunya lebih singkat dan biayanya terjangkau.
6. Pindah ke Perusahaan yang Lebih Besar
Salah satu alasan karyawan sering resign dari perusahaan, yaitu karena gajinya tidak sesuai. Dengan pindah ke perusahaan lain, khususnya yang lebih besar, maka peluang untuk mendapatkan kenaikan gaji sangatlah besar. Kamu bisa menggunakan cara ini kalau merasa tidak puas dengan gaji yang sekarang.
Perusahaan besar biasanya terletak di kota-kota besar. Artinya, biaya hidup yang kamu keluarkan pun akan sebanding dengan gaji.
Kamu perlu menyiasati ini dengan kemampuan kelola finansial yang baik agar gajimu bisa ditabung atau diinvestasikan. Di sisi lain, kamu juga harus berusaha untuk beradaptasi dengan cepat agar bisa nyaman bekerja di tempat baru.
7. Mengambil Peran Sebagai Pemimpin Proyek
Tips terakhir adalah dengan mengambil peran sebagai pemimpin di suatu proyek. Caranya dengan mengusulkan diri kepada pimpinan agar kamu diberi kepercayaan dan wewenang untuk menangani proyek yang akan dilaksanakan.
Tentu bukan hal yang mudah, terutama untuk kamu yang belum pernah memimpin suatu proyek. Peluang untuk ditolaknya lebih besar, tapi setidaknya kamu sudah mencobanya.
Syukur kalau ternyata diterima karena kesempatan untuk memimpin proyek-proyek selanjutnya terbuka lebar. Maksimalkan performa kerja agar kamu selalu dipercaya atasan untuk memimpin suatu proyek.
Baca Juga: Fantastis, Ini Dia Gaji Teknisi Tambang di Indonesia
Kuasai Ilmu Dasar Tentang Arsitek
Tertarik menjadi seorang arsitek? Kamu bisa mewujudkannya asal mau belajar dan menikmati setiap proses yang ada mengingat tingkat persaingan di bidang ini cukup besar. Tapi sekali diterima bekerja, maka peluang-peluang terbuka lebar, termasuk peluang untuk mendapatkan gaji arsitek yang besar.
Pastikan kamu menguasai ilmu dasar tentang arsitek sebagai bekal di dunia kerja. Setelah itu, kamu bisa ikuti pelatihan untuk mempertajam skill dan memperluas wawasan tentang arsitektur agar peluang menjadi seorang arsitek besar terbuka lebar. Semangat!
Menjadi arsitek menawarkan prospek gaji yang menjanjikan di berbagai level. Namun, selain penghasilan yang kompetitif, perlindungan kesehatan juga penting bagi para profesional di industri ini. Asuransi karyawan dapat memberikan jaminan kesehatan yang optimal, memastikan perlindungan selama bekerja. Cermati Protect menyediakan asuransi kesehatan karyawan terbaik yang dapat membantu menjaga kesejahteraan arsitek di setiap tahap karier mereka.
Silahkan isi formulir dibawah ini untuk mendapatkan informasi terlengkap mengenai produk Asuransi Kesehatan Karyawan dari Cermati Protect.
