Drop Hammer: Pengertian, Bagian, Kelebihan, dan Kekurangannya
Drop hammer merupakan salah satu alat berat yang sering digunakan dalam proyek pembangunan di Indonesia. Drop hammer disebut juga sebagai palu raksasa yang dapat menjangkau ketinggian tertentu.
Suatu pondasi dapat berdiri dengan kokoh dengan bantuan drop hammer. Seperti kebanyakan alat berat, pemilihan drop hammer yang tepat dapat mengoptimalkan kinerja proyek dan hasilnya memuaskan.
Pengertian Drop Hammer

Drop hammer adalah salah satu alat pemukul atau pemancang pondasi ke dalam tanah. Pondasi yang telah dipancang menggunakan alat ini diharapkan mampu berdiri dengan kokoh, sehingga tidak mudah tumbang saat terjadi bencana alam, seperti gempa bumi.
Daya pukul yang dihasilkan oleh drop hammer sangat besar. Makanya selama proses memalu, operator wajib memperhatikan proses jatuhnya drop hammer ke tiang agar tiangnya tidak sampai rusak.
Untuk meminimalisir kerusakan pada tiang, biasanya akan dipasang cap dari kayu untuk melindungi kepala tiang. Sehingga energi yang berasal dari palu tidak terlalu berefek.
Apabila pemasangan tiang pancang membutuhkan energi yang besar, disarankan untuk menggunakan palu berat dengan tinggi jatuh lebih kecil. Tujuannya untuk menghindari kerusakan pada tiang, mengurangi frekuensi jatuhnya palu, dan mengoptimalkan hasil pemukulan.
Baca Juga: 10 Jenis Alat Berat yang Jarang Diketahui dan Perannya
Komponen-Komponen Drop Hammer
Drop hammer dilengkapi dengan komponen-komponen yang bekerja satu sama lain untuk hasil pemancangan yang efisien. Setiap komponen memiliki fungsi masing-masing sesuai jenisnya.
Berikut ini lima komponen pada drop hammer, antara lain:
- Lead, adalah rangka baja yang berfungsi untuk mengatur tiang agar arahnya benar saat dipancang, sehingga drop hammer jatuh sesuai sasaran.
- Ram, adalah komponen pemukul yang bergerak dari atas ke bawah, dan sebaliknya. Terdiri dari kepala penggerak dan piston.
- Anvil, adalah komponen yang bisa ditemukan di bagian dasar pemukul.
- Bantalan, adalah komponen penutup untuk menjaga kepala tiang saat dipancang, sehingga tiang tidak mudah rusak. Terbuat dari bahan kayu keras yang terletak di puncak tiang.
- Topi, adalah komponen di atas bantalan untuk mencegah kerusakan pada tiang saat pemancangan. Terbuat dari material baja yang terdapat di atas tiang.
Kelebihan Drop Hammer
Menggunakan drop hammer yang berat menjadi solusi yang tepat untuk pembangunan yang memerlukan energi besar. Jadi, satu alat saja cukup untuk menyelesaikan tugas pemancangan.
Penggunaan drop hammer memiliki beberapa kelebihan, di antaranya:
- Biayanya jauh lebih terjangkau
- Bisa dioperasikan dengan mudah
- Mengatur energi per blow dan tinggi jatuhnya palu cukup mudah
Kekurangan Drop Hammer
Meski alat ini hadir untuk memudahkan pekerjaan pemancangan, tapi tidak bisa dipungkiri bahwa alatnya juga memiliki sejumlah kekurangan. Hal ini bisa menjadi bahan pertimbangan sebelum kamu menggunakannya untuk kegiatan konstruksi.
Sejumlah kekurangan drop hammer, di antaranya:
- Proses pemancangan cenderung lambat, jadi volume pemancangan yang dapat diselesaikan relatif kecil
- Terdapat risiko kerusakan pada bangunan yang ada di sekitar drop hammer karena getaran yang dihasilkannya cukup besar
- Ketinggian jatuh yang besar membuat tiang pancang rentan mengalami kerusakan
- Tidak untuk pemasangan pondasi bawah air
Metode Pemancangan Drop Hammer
Agar tidak salah digunakan, sebaiknya terapkan metode berikut pada saat pemancangan.
- Geser drop hammer menuju titik yang sudah ditentukan, sehingga posisi hammer dan pile-cap tepat berada di atas titik pancang
- Angkat tiang pancang dari stock pile, lalu angkat hammer dan pile-cap menggunakan leader sampai posisi tiang sejajar dengan leader, sedangkan kepala tiang masuk ke dalam pile-cap
- Posisikan tiang pancang tepat pada titik pancang
- Atur kedua sayap yang berada di belakang leader untuk meluruskan tiang pancang
- Setelah tiang dalam posisi lurus, maka lakukan pemukulan sampai tiang benar-benar masuk ke dalam tanah
- Selama proses pemukulan, posisi tiang kemungkinan akan miring. Lakukan proses pelurusan untuk pemukulan berikutnya
- Hentikan pemukulan pada tiang pertama yang sudah masuk ke dalam tanah dengan sisa 1 meter dari permukaan tanah. Sambung pemancangan dengan pukulan untuk tiang kedua
- Ambil tiang kedua dari stock pile, lalu posisikan sejajar dengan tiang yang pertama
- Tempelkan kedua tiang yang memiliki sisi sama, lalu turunkan hammer agar posisi tiang tidak bergeser lagi. Jangan lupa bersihkan tiang kalau kotor
- Lakukan pengelasan di sekeliling tiang menggunakan kawat yang berdiameter 3,2 mm. Setelah itu, lapisi dengan epoxy sebagai anti korosif
- Lakukan pemukulan pada kedua tiang hingga mencapai kedalaman tanah yang keras
- Lakukan 10 pukulan terakhir dengan penetrasi maksimum 2 cm
- Jika semuanya sudah dilakukan, geser drop hammer ke titik berikutnya. Jika hasilnya belum memuaskan, ulangi poin nomor 7 sampai terakhir
Baca Juga: Hydraulic Breaker: Fungsi, Jenis dan Sistem Kerjanya
Jenis Alat Pemancang Selain Drop Hammer

Alat pemancang tiang bukan hanya drop hammer. Ada juga alat lainnya yang sering digunakan untuk memasang pondasi suatu bangunan. Beberapa jenis alat pemancang selain drop hammer, antara lain:
1. Diesel Hammer
Diesel hammer memiliki bentuk yang lebih sederhana dibandingkan drop hammer. Jenis ini memiliki dua buah mesin diesel, piston, tangki pelumas, ram, tangki bahan bakar, pompa bahan bakar, mesin pelumas, dan silinder.
Energi yang didapatkan diesel hammer berasal dari berat ram yang menekan udara di bagian dalam silinder. Terdapat dua jenis diesel hammer, yaitu:
- Diesel hammer tertutup mampu melakukan 75-80 blow per menit
- Diesel hammer terbuka mampu melakukan 40-50 blow per menit
Beberapa keunggulan diesel hammer, yaitu:
- Sangat ekonomis
- Menggunakan energi dalam, jadi tidak butuh energi luar
- Berfungsi maksimal walaupun di daerah dingin
- Mudah dirawat
- Dapat digunakan di daerah terpencil
Sedangkan beberapa kekurangan diesel hammer, yaitu:
- Sulit mengatur jumlah energi per blow
- Hasilnya kurang maksimal di tanah yang lunak
Baca Juga: Diesel Hammer: Pengertian, Struktur, Keunggulan dan Kekurangannya
2. Hydraulic Hammer
Hydraulic hammer merupakan alat berat yang mengandalkan tenaga hidraulik. Kekuatan pukul yang dihasilkan cukup besar karena mampu menghasilkan tekanan pondasi hingga 140 ton.
Jenis ini banyak digunakan untuk memancang pondasi tiang baja “H” dan pondasi lempengan baja. Pemancangan dilakukan dengan cara ditekan, dicengkram, dan ditarik.
Beberapa keunggulan hydraulic hammer, yaitu:
- Mampu menghasilkan tenaga yang besar
- Minim getaran dan ramah lingkungan (tidak menyebabkan polusi udara)
- Getaran yang dihasilkan tidak merusak bangunan di sekitar, jadi aman digunakan
Beberapa kekurangan hydraulic hammer, yaitu:
- Berfungsi untuk pemancangan tiang pendek
- Waktu kerja cukup lama karena ujung-ujungnya perlu disambungkan terlebih dahulu untuk pemancangan tiang panjang
3. Vibratory Pile Hammer
Jenis hammer yang terakhir Bernama vibratory pile hammer. Alat berat yang bekerja dengan sistem getaran tinggi, jadi cocok untuk proyek di tanah lembab.
Vibrator hammer dilengkapi dengan batang horizontal dengan beban eksentris. Saat batang berputar pada arah yang berlawanan, berat yang berasal dari beban eksentris akan menghasilkan getaran tertentu pada vibrator hammer. Hal ini menyebabkan material yang ada di sekitarnya ikut bergetar.
Terdapat dua jenis tenaga yang bisa digunakan untuk menggerakna vibrator hammer, yaitu tenaga hidrolik dan listrik. Untuk efektivitas kerjanya sangat tergantung pada beberapa hal, seperti:
- Momen eksentrisitas
- Amplitudo yang dihasilkan
- Frekuensi
- Berat bagian yang bergetar, seperti kepala vibrator, selubung vibrator, dan tiang
- Berat bagian yang sama sekali tidak bergetar, seperti motor penggerak dan mekanisme pada suspensi
Beberapa keunggulan vibratory pile hammer, yaitu:
- Berfungsi maksimal di tanah yang lembab
- Tenaga penggeraknya bisa digonta-ganti
Beberapa kekurangan vibratory pile hammer, yaitu:
- Tidak cocok digunakan di kondisi tanah kering
- Getaran sangat kuat, sehingga memungkinkan adanya kerusakan pada bangunan di sekitar
Permudah Proyek dengan Drop Hammer
Drop hammer merupakan alat pemancang tiang ke dalam tanah. Keberadaannya dipercaya dapat memudahkan pekerjaan proyek, khususnya dalam menyiapkan pondasi bangunan. Selain drop hammer, terdapat pula jenis hammer lain, seperti diesel hammer, hydraulic hammer, dan vibratory pile hammer.
Mengingat harganya tidak murah, hammer perlu dirawat sebaik mungkin agar selalu awet. Bila perlu, asuransikan dengan perlindungan ekstra untuk melindungi kondisi finansial saat terjadi kerusakan atau kehilangan. Dengan demikian, hammer bisa digunakan tanpa rasa was-was karena sudah terproteksi dengan baik.
Memahami pengertian, bagian, kelebihan, dan kekurangan drop hammer penting bagi pengguna agar alat ini dapat dioperasikan dengan efektif dan aman. Mengingat investasi pada alat berat seperti drop hammer tidaklah kecil, penting untuk melindunginya dari berbagai risiko yang dapat mengganggu operasional.
Cermati Protect menyediakan produk asuransi umum yang dirancang khusus untuk melindungi alat berat dari kerusakan atau risiko tak terduga, memastikan keberlangsungan proyek dan keamanan aset Anda. Untuk mendapatkan informasi selengkapnya tentang produk asuransi umum, bisa mengisi formulir dibawah ini!
