Crawler Excavator: Sejarah, Komponen, dan Fungsinya
Crawler excavator merupakan salah satu alat berat yang banyak digunakan dalam berbagai industri di tanah air. Sebagaimana jenis excavator pada umumnya, secara garis besar jenis excavator yang satu ini biasa digunakan untuk pekerjaan penggalian dan pemindahan material.
Penggunaan crawler excavator dianggap bisa mempermudah pekerjaan manusia, terutama untuk berbagai pekerjaan berat yang sulit dilakukan secara manual. Selain dalam proyek konstruksi, jenis excavator yang satu ini juga kerap digunakan dalam industri pertambangan.
Sejarah Perkembangan Crawler Excavator
Crawler excavator adalah alat berat dengan roda berbentuk rel (undercarriage) yang dilengkapi backhoe, bucket, dan kabin berputar. Fungsi utamanya adalah penggalian, namun juga sering digunakan untuk memindahkan material dan memuat ke kendaraan lain.
Excavator pertama menggunakan tenaga uap muncul pada 1830, dan pada akhir abad ke-19 sistem hidrolik mulai menggantikan tenaga uap, meningkatkan efisiensi dan kontrol. Selama abad ke-20, desain excavator terus berkembang, termasuk model berputar 360 derajat dan crawler excavator pada 1920-an. Permintaan meningkat pesat saat Perang Dunia II dan pasca perang, ditambah pengenalan excavator mini pada 1960-an untuk area sempit.
Baca Juga: Excavator PC 75: Pengertian, Jenis dan Keunggulannya
Komponen – Komponen Crawler Excavator

Sebagaimana alat berat pada umumnya, crawler excavator tentu memiliki sejumlah komponen yang membentuknya. Berbagai komponen inilah yang akan bekerja untuk memastikan alat berat tersebut bisa beroperasi dengan baik dan digunakan secara maksimal.
Berikut ini adalah beberapa komponen yang terdapat pada alat berat crawler excavator:
1. Undercarriage
Undercarriage atau yang biasa disebut sebagai kerangka bawah merupakan bagian yang memiliki fungsi sebagai penopang dan pendistribusian beban crawler excavator ke tanah. Selain itu, komponen ini juga akan bekerjasama dengan sistem steering serta rem untuk mengarahkan gerakan alat berat tersebut (maju, mundur, ke kanan, dan juga ke kiri).
Komponen yang satu ini dibuat dari besi (shoe) yang saling berkaitan, sehingga memiliki kemampuan yang baik untuk menahan beban alat berat, jika dibandingkan dengan kemampuan yang dimiliki jenis roda lainnya, termasuk roda yang terbuat dari karet sekalipun.
2. Upper Structure
Upper Structure merupakan komponen crawler excavator yang bisa berputar dan menjadi “rumah” bagi operator yang mengendalikan alat berat tersebut. Komponen ini akan memuat kabin, mesin dan juga berbagai komponen hidrolik yang terdapat pada crawler excavator.
Upper Structure akan memungkinkan alat berat ini berputar dengan leluasa selama bekerja, bahkan hingga 36 derajat. Hal ini akan memungkinkan crawler excavator bermanuver dengan sangat baik ke semua arah, sehingga alat berat tersebut bisa bekerja dengan maksimal saat menggali maupun memindahkan material galian.
3. Turret Bed
Komponen yang satu ini merupakan bagian Crawler Excavator yang dilengkapi satu buah besi putar pada permukaan bagian bawah dan berfungsi sebagai wadah/ area di mana undercarriage akan diletakkan. Besi putar inilah yang akan memungkinkan komponen turret bed bisa berputar dengan baik, sehingga crawler excavator bisa melakukan manuver dengan leluasa saat digunakan bekerja.
4. Cabin
Cabin merupakan komponen di mana operator akan menjalankan tugasnya untuk mengoperasikan crawler excavator. Berbagai alat kendali excavator terdapat pada bagian yang satu ini, sehingga operator akan bisa menjalankan tugasnya dengan mudah dan leluasa.
Di dalam perkembangannya, cabin didesain dengan sedemikian rupa dengan mempertimbangkan aspek kenyamanan dan juga keamanan operator selama mengoperasikan crawler excavator, sehingga keselamatan operator tetap terjaga dengan baik.
5. Backhoe
Backhoe merupakan komponen crawler excavator yang sangat berpengaruh pada kinerja alat berat tersebut, sebab komponen ini berfungsi sebagai pengeruk. Backhoe sendiri terdiri dari disusun dengan menggunakan komponen lainnya, yakni: boom, dipper/ stick, dan juga bucket.
6. Boom dan Dipper
Boom dan dipper/ stick merupakan komponen struktural utama yang akan menjadi penopang bagi bucket yang terdapat pada crawler excavator. Komponen ini akan memungkinkan proses penggalian, pengangkatan dan pemindahan material berjalan dengan baik.
7. Bucket
Bucket merupakan komponen utama yang terpasang pada bagian ujung dipper yang terdapat pada crawler excavator. Komponen ini sendiri bisa ditemukan dalam berbagai bentuk serta ukuran, sehingga bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan pekerjaan yang akan ditangani crawler excavator.
Baca Juga: Mengenal Alat Berat Excavator Breaker yang Tangguh
Apa saja Fungsi Crawler Excavator?

Crawler excavator merupakan alat berat yang biasa digunakan dalam berbagai industri, termasuk yang berskala besar. Pada dasarnya, alat berat yang satu ini terbilang multifungsi dan bisa digunakan untuk mengerjakan berbagai pekerjaan yang berbeda.
Berikut ini adalah beberapa pekerjaan yang bisa diselesaikan dengan menggunakan crawler excavator:
1. Penggalian
Crawler excavator bisa bekerja dengan baik untuk mengerjakan proyek penggalian, seperti: pondasi, terowongan, parit, lubang, dan yang lainnya. Kemampuan tersebut membuat alat ini kerap digunakan dalam proyek infrastruktur dan pertambangan.
2. Memuat Material
Alat berat yang satu ini juga bisa digunakan untuk membantu proses pemuatan material galian ke dalam dump truk atau kendaraan pengangkut lainnya. Pekerjaan ini biasanya sering dilakukan dalam proyek pertambangan.
3. Pengerukan dan Penggalian Saluran Air
Crawler excavator juga bisa mengerjakan proyek pengerukan dan penggalian saluran air. Proses seperti ini biasanya banyak dibutuhkan dalam proyek konstruksi, termasuk dalam industri perkebunan dan juga pembangunan terowongan.
4. Pembongkaran dan Pembuangan Puing
Bukan hanya dalam pembangunan infrastruktur saja, crawler excavator juga bisa digunakan untuk membantu proses pembongkaran bangunan atau gedung yang akan dirobohkan. Selain itu, alat berat ini juga bisa dimanfaatkan untuk membantu proses penanganan/ pembuangan puing-puing bangunan yang sudah dibongkar tersebut.
5. Penanganan dan Penempatan Material
Alat berat yang satu ini juga sering digunakan untuk memindahkan berbagai material, termasuk material yang akan digunakan dalam pembangunan infrastruktur. Pekerjaan memindahkan dan menata material ini akan berjalan dengan cepat, mengingat crawler excavator memiliki kapasitas muat yang terbilang cukup besar dan bucketnya bisa dipilih sesuai kebutuhan.
Baca Juga: Berapa Harga Sewa Excavator? Simak Di sini!
Crawler Excavator yang Multifungsi dan Tangguh
Crawler excavator merupakan alat berat yang cukup banyak digunakan dalam berbagai industri. Selain memiliki kapasitas yang cukup besar, alat berat ini juga multifungsi dan bisa digunakan untuk berbagai pekerjaan. Jika dibandingkan dengan jenis excavator lainnya, crawler excavator lebih tangguh dan bisa melalui berbagai medan yang sulit sekalipun.
Crawler excavator telah menjadi alat berat yang sangat penting dalam industri konstruksi dan pertambangan, berkat sejarah panjang inovasi dan kemampuannya yang andal di berbagai medan. Sebagai aset berharga, penting untuk memberikan perlindungan maksimal terhadap risiko kerusakan atau kehilangan. Asuransi alat berat adalah solusi terbaik untuk memastikan investasi Anda tetap terlindungi.
Cermati Protect menyediakan produk asuransi umum yang dirancang khusus untuk melindungi alat berat, termasuk crawler excavator, sehingga Anda dapat bekerja dengan tenang dan fokus pada produktivitas. Lindungi aset Anda hari ini dengan perlindungan terpercaya dari Cermati Protect! Untuk mendapatkan informasi selengkapnya, silahkan isi formulir berikut ini!
