Bahan bakar alat berat tentu selalu menjadi poin yang sangat penting dan tidak biasa diabaikan oleh para pengusaha yang berkecimpung di dunia tambang maupun industri lainnya yang menggunakan berbagai alat berat.
Penggunaan alat berat sendiri menjadi hal yang wajib di dalam sejumlah industri, seperti konstruksi dan juga pertambangan. Berbagai alat berat ini diharapkan mampu mempermudah pengerjaan berbagai tugas yang berat dan membuat proyek berjalan dengan efisien.
Pemborosan Bahan Bakar Alat Berat di Waktu Idle

Penggunaan alat berat biasanya dibutuhkan untuk membantu berbagai proses yang sulit dikerjakan secara manual dengan tenaga manusia, seperti: penggalian material, pengeboran, memuat dan pemindahan material, pembuatan saluran air, dan yang lainnya.
Di dalam praktiknya, penggunaan berbagai alat berat ini tentu akan membutuhkan bahan bakar. Di antara komponen lainnya, biaya bahan bakar alat berat merupakan komponen biaya terbesar yang harus dikeluarkan oleh perusahaan tambang dan perusahaan pengguna alat berat lainnya.
Di dalam perusahaan tambang sendiri, waktu idle merupakan waktu di mana pemborosan bahan bakar alat berat itu terjadi. Waktu idle sendiri bisa diartikan sebagai momen di mana alat berat beroperasi, namun alat berat tersebut justru tidak sedang dalam kondisi yang produktif, sehingga pemborosan bahan bakar terjadi.
Meski sudah diupayakan untuk mengantisipasi waktu idle ini, namun kondisi ini justru seringkali disebabkan oleh pengoperasian alat berat yang tidak efisien, terutama karena kinerja operatornya masih ada di bawah standar yang seharusnya.
Penerapan sistem pelacak modern yang bisa memonitor penggunaan alat berat merupakan salah satu terobosan penting untuk mengatasi pemborosan bahan bakar alat berat tersebut. Perangkat ini mampu memberi informasi serta mengidentifikasi pengoperasian alat berat yang buruk, misalnya: pemilihan gigi yang salah, waktu pergantian gigi yang tidak tepat, dan yang lainnya.
Keberadaan perangkat pelacak tersebut memungkinkan pelacakan terhadap penggunaan dan produktivitas alat berat dilakukan secara detail, sesuai dengan jenis alat berat dan operator yang mengoperasikannya. Hal ini akan mempermudah identifikasi terhadap kesalahan, sehingga langkah-langkah perbaikan bisa diambil untuk mengatasi kondisi tersebut.
Jika operator sudah bekerja dengan lebih produktif, maka waktu idle pada alat berat akan lebih minim, sehingga pemborosan bahan bakar bisa dihindari. Kondisi ini akan memungkinkan penggunaan bahan bakar yang lebih efisien dengan penurunan biaya yang cukup besar, sehingga keuntungan perusahaan meningkat.
Baca Juga: Mengenal Genset Bensin dan Tips Perawatannya
Bahan Bakar Berkualitas Rendah Berdampak Buruk
Pemilihan jenis bahan bakar alat berat juga menjadi hal yang tak kalah pentingnya. Sama seperti jenis mesin pada umumnya, pemilihan bahan bakar yang tidak tepat tentu akan membuat alat berat mengalami kendala dan tidak bisa bekerja dengan maksimal dan sebagaimana mestinya.
Solar atau bensin (aliphatic hydrocarbon) termasuk jenis bahan bakar hidrokarbon yang tidak terbarukan, sebab jenis bahan bakar ini dibuat dari minyak bumi. Pembentukan bahan bakar tak terbarukan berasal dari sisa-sisa tanaman dan juga binatang yang hidup ratusan juta tahun silam dan sudah berubah menjadi fosil.
Berkat adanya tekanan ekstrim serta kondisi suhu yang tinggi, maka sisa-sisa organisme tersebut berubah wujud jadi campuran hidrokarbon cair (senyawa kimia organik dari hidrogen dan karbon), senyawa inilah yang kita kenal dengan sebutan minyak mentah.
Pada struktur kimia bahan bakar itu sendiri terkandung unsur molekul yang dikenal sebagai “energi potensial”. Saat bahan bakar dibawa pergi dan meninggalkan kilang minyak, maka bahan bakar sudah mengalami perubahan dan penurunan (degradasi) pada kualitasnya, di mana energi potensial yang dimiliki bahan bakar menjadi hilang akibat adanya proses oksidasi serta pertumbuhan mikroorganisme.
Bukan hanya itu saja, masa penyimpanannya yang cukup lama dan adanya pengaruh dari lingkungan sekitar akan membuat bahan bakar mengalami perubahan menjadi cairan yang mirip pernis dan mengalami pengentalan yang pekat.
Kondisi- kondisi di atas membuat kualitas bahan bakar menurun, termasuk ketika bahan bakar bekerja pada ruang pembakaran mesin. Performa bahan bakar akan memberikan dampak seperti berikut ini:
- Pembakaran yang terjadi hanya akan terbuang dengan sia-sia lewat pipa knalpot kendaraan.
- Pembakaran yang dihasilkan tidak maksimal.
- Pembakaran menghasilkan gas emisi yang tinggi.
- Tarikan gas alat berat menjadi terasa lebih berat, namun tenaga mesinnya justru melemah.
- Terjadi pemborosan bahan bakar, sebab terbuang dengan percuma.
- Pembakaran menimbulkan kerak karbon dioksida di dalam ruang pembakaran mesin.
- Menimbulkan kerusakan pada injektor/ piranti sparepart mesin.
- Menimbulkan masalah pada mesin.
Penggunaan bahan bakar yang berkualitas rendah akan membuat kerusakan pada mesin alat berat. Bukan hanya gangguan mesin yang ringan saja, dalam waktu panjang bahan bakar yang seperti ini bisa saja menimbulkan kerusakan yang serius pada bagian mesin alat berat itu sendiri.
Baca Juga: Alat Berat Hemat Energi: Solusi Efisien untuk Industri Konstruksi
Bahan Bakar Alat Berat Terbaik Jenis HSD
Penting bagi para pengusaha pertambangan dan industri lainnya untuk memahami jenis bahan bakar yang paling tepat untuk digunakan pada alat berat. Pemilihan bahan bakar yang tepat akan memungkinkan alat berat bekerja maksimal dan kondisi mesin tetap terjaga dengan baik.
High speed Diesel (HSD) merupakan jenis minyak diesel yang memiliki performa tinggi. HSD adalah jenis solar yang paling tepat untuk digunakan sebagai bahan bakar alat berat.
HSD memiliki kemampuan yang baik untuk menggerakkan mesin diesel yang terdapat pada alat berat, bahkan untuk alat berat yang bekerja dengan putaran tinggi di atas 1000 RPM sekalipun.
Diesel Common Rail Direct Injection merupakan jenis diesel yang yang cocok digunakan pada mesin dengan rasio kompresi tinggi (tekanan tinggi 17,0:1), di mana penggunaan mesin ini tidak disarankan untuk memakai diesel yang memiiki performa rendah.
Jenis diesel yang tepat untuk alat berat haruslah memiliki performa tinggi, yakni solar dex atau biosolar include penyempurna solar. Diesel yang memiliki performa tinggi memiliki angka setana minimal 48, Sulphur content maksimal di 0,35%, partikulat maksimal 10 mg/l.
Angka setana tersebut akan berhubungan dengan performa bahan bakar itu sendiri terhadap putaran mesin yang tinggi. Sulphur content untuk emisi dan kesehatan catalytic converter, sedangkan particulate untuk mengukur tingkat kebersihan bahan bakar tersebut.
Ada banyak dampak buruk yang terjadi jika menggunakan bahan bakar diesel yang memiliki performa rendah, antara lain:
- Tarikan mesin menjadi berat.
- Mesin mengeluarkan asap hitam.
- Penggunaan bahan bakar menjadi boros.
- Injector cepat mengalami kerusakan.
- Ruang bakar mesin dipenuhi oleh kerak karbon.
- Injector mengalami kebuntuan dan terjadi kerusakan pada piston.
Viskositas dan densitas akan berhubungan langsung dengan performa mesin, emisi dan umur mesin. Viskositas dan densitas yang rendah akan membuat output power menjadi berkurang, sebab fuel juga memiliki fungsi menjadi pelumas pada berbagai komponen fuel system itu sendiri.
Jika kinematic viscosity lebih rendah daripada 1.4 cSt, maka hal tersebut akan menimbulkan kerusakan yang lebih cepat pada pompa injeksi, injektor, dan yang lainnya. Jika harga solar di atas terlalu mahal, maka dapat dikonversi dengan teknologi alat katalisator logam.
Interval viscosity dan density yang disarankan adalah:
- Viscosity : 1.5cST — 4.5 cSt pada 400C
- Density : 810 — 860 kg/m3 pada 15
Penggunaan HSD maupun solar biasa include katalisator converter merupakan faktor utama yang mempengaruhi perawatan mesin pada alat berat. Minyak diesel yang memiliki kualitas tinggi akan membuat kondisi mesin lebih awet.
Berikut ini adalah beberapa keuntungan yang didapatkan saat memakai minyak diesel dengan kualitas tinggi:
- Putaran mesin jadi terasa lebih ringan.
- Injector akan terawat dan lebih awet.
- Spare part mesin jadi lebih awet.
- Temperatur mesin terjaga dengan baik, sehingga tidak overheat.
- Detonasi mesin bisa dihindari.
- Mesin tidak rewel dan produktivitas terjaga.
Baca Juga: Mengenal Genset Gas dan Komponennya
Gunakan Bahan Bakar Alat Berat yang Tepat
Bahan bakar menjadi salah satu komponen biaya terbesar dalam penggunaan berbagai alat berat. Selain itu, pemilihan bahan bakar yang salah akan membuat mesin alat berat mengalami masalah. Penting untuk memahami dan hanya menggunakan bahan bakar yang tepat, sehingga produktivitas alat berat selalu maksimal.
Namun, meskipun sudah memilih bahan bakar terbaik, risiko kerusakan atau kejadian tak terduga tetap dapat terjadi. Oleh karena itu, memiliki perlindungan asuransi yang tepat menjadi langkah bijak untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan.
Cermati Protect menyediakan layanan asuransi umum terbaik yang dapat melindungi mesin dan alat berat dari berbagai risiko, termasuk kerusakan akibat kecelakaan, kebakaran, atau faktor lainnya. Dengan perlindungan yang tepat, operasional bisnis Anda tetap berjalan lancar tanpa harus khawatir dengan biaya perbaikan atau penggantian yang tinggi.
Dapatkan informasi selengkapnya mengenai produk asuransi umum dari Cermati Protect dengan mengisi formulir dibawah ini!
